0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
105 tayangan12 halaman

Relaksasi Otot Progresif untuk Lansia

Terapi modalitas relaksasi otot progresif dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan lansia dalam mengelola gangguan pola tidur melalui diskusi, demonstrasi, dan latihan relaksasi otot progresif. Terapi ini diharapkan dapat membantu lansia menjaga kesehatan jiwa dan fisik.

Diunggah oleh

Mutiara Ramadhan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
105 tayangan12 halaman

Relaksasi Otot Progresif untuk Lansia

Terapi modalitas relaksasi otot progresif dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan lansia dalam mengelola gangguan pola tidur melalui diskusi, demonstrasi, dan latihan relaksasi otot progresif. Terapi ini diharapkan dapat membantu lansia menjaga kesehatan jiwa dan fisik.

Diunggah oleh

Mutiara Ramadhan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TERAPI MODALITAS RELAKSASI OTOT PROGRESIF

PADA LANSIA GANGGUAN POLA TIDUR

By :
Group 4/Class C/Semester VI/Batch 2020

1. Rahma Ayulia Harjanti I1B020032


2. Dian Novita Sari I1B020035
3. Deffy Anjani Tinidi I1B020039
4. Mutiara Romadhon I1B020040
5. Fuzna Dahlia Mudzakiroh I1J020010

UNDERGRADUATE NURSING STUDY PROGRAM


FACULTY OF HEALTH SCIENCE
JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
PURWOKERTO
2023
TERAPI MODALITAS RELAKSASI OTOT PROGRESIF
PADA LANSIA GANGGUAN POLA TIDUR

Topik : Relaksasi otot progresif


Sasaran : Lansia yang berada di Kelurahan Grendeng
Hari/tanggal : Sabtu, 13 Mei 2023
Jam : 08.00 WIB s/d selesai
Tempat : Aula Kelurahan Grendeng

A. Latar Belakang
Penduduk lanjut usia (Lansia) merupakan bagian dari anggota keluarga serta
anggota dari masyarakat yang semakin bertambah jumlahnya sejalan dengan peningkatan
usia harapan hidup. Menurut catatan PBB, populasi lansia meningkat dua kali lipat hanya
dalam tempo 25 tahun. Berdasarkan data proyeksi penduduk Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia, diperkirakan tahun 2017 terdapat 23,66 juta jiwa penduduk lansia di
Indonesia (9,03%). Proses menua lansia memberikan dampak pada berbagai aspek
kehidupan, baik sosial, ekonomi, dan terutama kesehatan, karena dengan semakin
bertambahnya usia, fungsi organ tubuh semakin menurun. Berkaitan dengan proses
menua, terdapat perubahan yang mempengaruhi penurunan aktivitas lansia. Tidur
merupakan bentuk aktivitas yang mempengaruhi kualitas kesehatan individu.
Sebagian besar kelompok usia lanjut mempunyai risiko mengalami gangguan pola
tidur sebagai akibat pensiun, perubahan lingkungan sosial, penggunaan obat-obatan yang
meningkat, penyakit-penyakit dan perubahan irama sirkadian. Gangguan tidur tersering
pada lansia adalah kesulitan untuk mulai tidur (sleep onset problems), kesulitan
mempertahankan tidur nyenyak (deep maintenance problem), bangun terlalu pagi
(early morning awakening/EMA) (2,3,4). Lebih dari 80% orang usia lebih dari 65 tahun
melaporkan gangguan tidur (Sunarti, S., & Helena, H., 2018). Pemenuhan perbaikan pola
tidur dapat dilakukan dengan mengajarkan cara- cara yang dapat menstimulasi dan
memotivasi tidur. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah relaksasi. Relaksasi
merupakan suatu bentuk teknik yang melibatkan pergerakan anggota badan dan bisa
dilakukan dimana saja.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan kelompok lansia dapat melakukan relaksasi otot
progresif
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti terapi modalitas: relaksasi otot progresif lansia gangguan pola
tidur diharapkan klien dapat:
a. Menjelaskan pengertian relaksasi otot progresif
b. Menjelaskan manfaat relaksasi otot progresif
c. Mengetahui langkah-langkah dari teknik relaksasi otot progresif
d. Mengontrol pola tidur
C. Waktu dan Tempat
Hari / tanggal : Sabtu, 13 Mei 2023
Tempat : Aula Kelurahan Grendeng
Waktu : 08.00 WIB s/d selesai
D. Sasaran
Lansia yang berada di Kelurahan Grendeng
E. Media/Alat
1. Sound system
2. Laptop
3. Kursi
4. Proyektor
5. Microphone
F. Metode
a. Ceramah/diskusi
b. Demonstrasi
G. Setting
a. Klien duduk dan terapis duduk di depan klien
b. Tempat tenang dan nyaman

H. Petugas pelaksana terapi modalitas


No Nama Petugas Penanggung Jawab

1. Rahma Ayulia Harjanti Leader

2. Dian Novita Sari Co-leader

3. Deffy Anjani Tinidi & Fuzna Dahlia Fasilitator


Mudzakiroh

4. Mutiara Romadhon Observer

I. Pengorganisasian
a. Leader
● Membacakan tujuan dan peraturan kegiatan terapi modalitas sebelum
kegiatan dimulai
● Memotivasi anggota untuk mengikuti aktivitas dalam kelompok
● Memimpin terapi modalitas dengan baik dan tertib
b. Co-leader
● Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktivitas
kelompok klien
● Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang
c. Fasilitator
● Memfasilitasi kebutuhan yang dibutuhkan dalam kegiatan
● Memotivasi klien untuk mengikuti dari awal kegiatan sampai usai
d. Observer
● Observasi jalannya proses kegiatan
● Mencatat perilaku verbal dan non verbal selama kegiatan
● Mengatur alur permainan

J. Strategi Pelaksanaan
Tahap Waktu Aktivitas Mahasiswa Aktivitas Lansia Alat/ Metode
Kegiatan Media

Pembukaan 08.00 - 1. Mengucapkan 1. Menjawab Ceramah


08.10 salam salam
(10 2. Menyapa audiens 2. Menerima
menit) 3. Memperkenalkan kehadiran
diri mahasiswa
4. Menjelaskan dengan baik
tujuan dan 3. Memahami
prosedur kegiatan tujuan dan
prosedur
kegiatan

Materi dan 08.10 - 1. Menjelaskan 1. Mendengarkan Power Ceramah


tanya 09.00 definisi gangguan dan Point dan
jawab (50 pola tidur memperhatikan diskusi
menit) 2. Menjelaskan 2. Memberikan
penyebab pertanyaan
gangguan pola
tidur
3. Menjelaskan
gejala gangguan
pola tidur
4. Menjelaskan cara
menjaga pola
tidur
5. Menjelaskan
pengertian
relaksasi otot
progresif
6. Menjelaskan
manfaat relaksasi
otot progresif
7. Memberi
kesempatan
lansia untuk
bertanya

Demonstra 09.00 - 1. Mengajak lansia 1. Melakukan Sound Demonst


si 09.30 mendemonstrasik relaksasi otot syste rasi
(30 an relaksasi otot progresif m
menit) progresif dengan baik
2. Mendemonstrasi dan benar
kan relaksasi otot 2. Mampu
progresif mendemonstra
3. Meminta lansia sikan mandiri
mendemonstrasik
an mandiri

Penutup 09.30 - 1. Mengevaluasi 1. Mampu Ceramah


09.40 respon menjawab/men dan
(10 subjektif/perasaa jelaskan diskusi
menit) n lansia kembali
2. Memberikan tentang
reinforcement pertanyaan
positif yang diberikan
3. Kontrak waktu 2. Menjawab
pertemuan salam
berikutnya bila
diperlukan
4. Mengucapkan
salam
K. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
● Persiapan proposal terapi modalitas relaksasi otot progresif pada lansia dengan
gangguan pola tidur telah selesai
● Persiapan tempat, alat/media dilakukan satu hari sebelum dilaksanakan
● Mahasiswa membuat kontrak dengan kelompok lansia dan keluarga untuk
pelaksanaan terapi modalitas
2. Evaluasi Proses
● Leader dapat mengkoordinasi seluruh kegiatan dari awal hingga akhir
● Co-leader membantu mengkoordinasi seluruh kegiatan.
● Fasilitator mampu memotivasi peserta dalam kegiatan
● Observer sebagai pengamat melaporkan hasil pengamatan kepada kelompok yang
berfungsi sebagai evaluator kelompok
● Lansia aktif dalam kegiatan terapi modalitas, bertanya bila ada kesulitan dan
menjawab pertanyaan dengan baik.
● Lansia mengikuti terapi modalitas dari awal sampai akhir
3. Evaluasi Hasil
● Terjadi peningkatan pengetahuan lansia tentang pola tidur dan relaksasi otot
progresif
● Lansia mampu melakukan relaksasi otot progresif dalam kehidupan sehari-hari.
LAMPIRAN MATERI

Gangguan Pola Tidur


1. Pengertian
Pola tidur yang normal mulai berubah sesuai bertambahnya usia, akibat reduksi saraf yang
mempengaruhi gelombang tidur atau oleh karena defisit sistem saraf pusat yang
menyebabkan berkurangnya reaksi terhadap alarm ekstrinsik dan disfungsi irama tubuh serta
berkurangnya pengeluaran melatonin. Kondisi umur lansia yang semakin meningkat
membuat lansia mengalami penurunan fungsi sel saraf otak yang menyebabkan reduksi kerja
saraf yang berpengaruh pada penurunan perasaan yang merangsang untuk tidur. Hal ini
secara fisiologis dapat menyebabkan kualitas dan kuantitas tidur lansia menurun (Prasetyo et
al, 2020).
2. Penyebab
Adapun penyebab yang dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan pola tidur (Tim
Pokja SDKI DPP PPNI, 2016) yaitu:
a. Hambatan lingkungan yang terdiri dari:
1) Kelembaban lingkungan sekitar
2) Suhu lingkungan
3) Pencahayaan
4) Kebisingan
5) Bau yang tidak sedap
6) Jadwal pemantauan atau pemeriksaan atau tindakan
b. Kurang kontrol tidur
c. Kurang privasi
d. Restraint fisik
e. Ketiadaan teman tidur
f. Tidak familiar dengan peralatan tidur
3. Tanda dan gejala
Klien yang mengalami gangguan pola tidur akan biasanya menunjukkan gejala dan tanda
mayor maupun minor seperti berikut : (Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2016).
a. Gejala dan tanda mayor
1) Secara subjektif pasien mengeluh sulit tidur, mengeluh sering terjaga, mengeluh tidak
puas tidur, mengeluh pola tidur berubah, dan mengeluh istirahat tidak cukup.
2) Secara objektif tidak tersedia gejala mayor dari gangguan pola tidur.
b. Gejala dan tanda minor
1) Secara subjektif pasien mengeluh kemampuan beraktivitas menurun
2) Secara objektif yaitu adanya kehitaman di daerah sekitar mata, konjungtiva pasien
tampak merah, wajah pasien tampak mengantuk (Wahit Iqbal Mubarak et al., 2015).
4. Cara mengatasi gangguan pola tidur
- Relaksasi
- Mengatur jadwal tidur
- Konsumsi makanan sehat
- Olahraga
- Hindari alkohol dan rokok

Relaksasi Otot Progresif


1. Pengertian
Relaksasi otot progresif merupakan teknik relaksasi otot yang tidak memerlukan
sugesti, imajinasi tetapi hanya memusatkan perhatian pada suatu aktivitas otot dengan
mengidentifikasi otot yang dulu tegang menjadi rileks dan relaksasi otot progresif juga
mengkombinasikan latihan napas dalam. Semakin fokus seseorang dalam melakukan
gerakan relaksasi otot progresif akan menyebabkan penurunan ketegangan otot menjadi
rileks, sehingga peneliti berasumsi bahwa pemberian latihan relaksasi otot progresif
efektif untuk meningkatkan kualitas tidur lansia.
Hal yang sangat penting untuk diperhatikan bagi lansia adalah konsistensi dalam
melakukan relaksasi otot progresif. Relaksasi tentu tidak akan bisa memperoleh hasil
maksimal bila tidak dilakukan dengan teratur dan konsisten. Hasil penelitian yang
dilakukan sebelumnya menjadikan konsistensi sebagai faktor yang menentukan
keberhasilan intervensi ini. Konsistensi dari tehnik relaksasi progresif dalam penelitian
yang dilakukan membuktikan bahwa tehnik relaksasi progresif mempunyai hasil yang
signifikan untuk menurunkan insomnia pada lansia. Beberapa faktor yang mempengaruhi
keberhasilan tehnik relaksasi progresif dalam menyembuhkan insomnia yaitu konsistensi
melakukan tehnik relaksasi progresif, kondisi lansia yang sehat serta lingkungan yang
tenang saat melakukan tehnik relaksasi progresif. Dari hasil penelitian terjadi penurunan
jumlah responden yang mengalami insomnia (Sakitri, Astuti, 2019).
2. Manfaat
Pemberian terapi relaksasi otot progresif dapat meningkatkan kualitas tidur lansia, lansia
yang melakukan relaksasi otot progresif akan terbangun pada kondisi yang lebih segar
dan lebih rileks dari sebelumnya. Kondisi ini memperbaiki irama srikandi pada lansia
(Putu, et al., 2020). Selain untuk memfasilitasi tidur , relakasi otot progresif juga
bermanfaat untuk mengurangi tingkat kecemasan, mengurangi stress dan depresi,
menghilangkan kelelahan (Borneo, Faisal, Ichsan, 2016)
3. Teknik Gerakan Relaksasi Otot Progresif
1) Lakukan teknik relaksasi napas dalam sampai klien merasa lebih rileks
2) Latihan Otot Dahi dan Mata : Mengerutkan Dahi dan Memejamkan Mata
a. Latihan Otot Perut : Napas Perut
b. Kerutkan dahi dan pejamkan mata sekuat-kuatnya sambal tarik napas dalam
c. Tahan sampai hitungan 3 atau 4
d. Lemaskan dahi dan buka mata secara perlahan-lahan sambal menghembuskan napas
3) Latihan Otot Pipi : Menggembungkan Pipi
a. Gembungkan otot pipi sambal tarik napas dalam
b. Tahan sampai hitungan 3 atau 4
c. Lemaskan otot pipi secara perlahan-lahan sambil menghembuskan napas
4) Latihan Otot Pipi : Mengempotkan Pipi
a. Kempotkan pipi (menarik otot pipi ke dalam) sekuat-kuatnya sambil tarik napas
dalam
b. Tahan sampai hitungan 3 dan 4
c. Lemaskan otot pipi secara perlahan-lahan sambil menghembuskan napas
5) Latihan otot-otot Mulut dan Rahang : Mulut Mencucu (mulut menyentuh
hidung)
a. Moncongkan mulut ke depan seperti gerakan mencucu sambil tarik napas dalam
b. Tahan sampai hitungan 3 dan 4
c. Lemaskan mulut dan rahang secara perlahan-lahan sambil menghembuskan napas
6) Latihan Otot‐otot Mulut dan Rahang : Menyengir
a. Menyengir; mengatupkan gigi dan meletakkan lidah pada langit-langit kemudian
tarik ke belakang sekencang-kencangnya sambil tarik napas dalam
b. Tahan sampai hitungan 3 dan 4
c. Lemaskan kembali mulut dan rahang secara perlahan-lahan sambil menghembuskan
napas
7) Latihan Otot‐otot Leher : Menekuk Leher ke Arah Dada
a. Tekuk leher sampai dagu menyentuh dada sambil tarik napas dalam
b. Tahan sampai hitungan 3 dan 4
c. Kembalikan leher secara perlahan-lahan sambil menghembuskan napas
8) Latihan Otot‐otot Bahu : Mengangkat Otot Bahu
a. Angkat kedua bahu perlahan-lahan sampai menyentuh telinga sambil tarik napas
dalam
b. Tahan sampai hitungan 3 dan 4
c. Lemaskan bahu secara perlahan-lahan sambil menghembuskan napas
9) Latihan Otot Lengan : Menekuk Lengan
a. Kepalkan jari tangan kemudian tarik kearah dada sambil tarik napas dalam
b. Tahan sampai hitungan 3 dan 4
c. Lepaskan lengan kembali secara perlahan-lahan sambil menghembuskan napas
10) Latihan Otot Dada : Napas Dada
a. Kembungkan otot dada dengan gerakan membusungkan dada sambil tarik napas
dalam
b. Tahan sampai hitungan 3 dan 4
c. Lemaskan otot dada kembali secara perlahan-lahan sambil menghembuskan napas
11) Latihan Otot Perut : Napas Perut
a. Kembungkan perut sekencang-kencangnya sambil tarik napas dalam
b. Tahan sampai hitungan 3 dan 4
c. Lemaskan otot perut kembali secara perlahan-lahan sambil menghembuskan napas
12) Latihan Otot Punggung : Melengkungkan Punggung
a. Lengkungkan tulang punggung kebelakang sambil tarik napas dalam
b. Tahan sampai hitungan 3 dan 4
c. Lemaskan otot punggung kembali secara perlahan-lahan sambil menghembuskan
napas
13) Latihan Otot Bokong : Senam Kegel
a. Kencangkan otot bokong kearah dalam seperti sedang menjepit kertas/ senam kegel
sekencang-kencangnya sambil tarik napas dalam
b. Tahan sampai hitungan 3 dan 4
c. Lemaskan otot bokong kembali secara perlahan-lahan sambil menghembuskan
napas
14) Latihan Otot‐otot Betis dan Telapak Kaki : Kaki Mendekati Tubuh
a. Kaki diluruskan kemudian telapak kaki dijangkau dengan tangan mendekati tubuh
sambil tarik napas dalam
b. Tahan sampai hitungan 3 dan 4
c. Luruskan otot betis dan telapak kaki kembali secara perlahan-lahan sambil
menghembuskan napas
15) Latihan Otot-otot Betis dan Telapak Kaki : Kaki Menjauhi Tubuh
a. Kaki diluruskan kemudian telapak kaki ditekuk menjauhi tubuh sambil tarik napas
dalam
b. Tahan sampai hitungan 3 dan 4
c. Luruskan otot betis dan telapak kaki kembali secara perlahan-lahan sambil
menghembuskan napas
REFERENCES

Ariana, P. A., Putra, G. N. W., & Wiliantari, N. K. (2020). Relaksasi Otot Progresif
Meningkatkan Kualitas Tidur Pada Lansia Wanita. Jurnal Keperawatan Silampari, 3(2),
416-425.

Mubarak, W. I., Indarawati, L., & Susanto, J. (2015). Buku Ajar Ilmu Keperawatan
Dasar. (A. Suslia, Ed.). Jakarta Selatan: Salemba Medika.

Sunarti, S., & Helena, H. (2018). Gangguan Tidur pada Lanjut Usia. Journal of Islamic
Medicine, 2(1), 1-15.

Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (1st ed.).
Jakarta Selatan: Dewan Pengurus Pusat PPNI.

Anda mungkin juga menyukai