TUGAS TUTORIAL 3
NAMA : SELFIA ARISANDI
NIM : 858175614
PRODI : S1 PGSD BI
Skor
No Sumber Tugas
UraianTugas Tutorial Maksimu
. Tutorial
m
Jelaskan perbedaan dari kegiatan pembelajaran 25 Modul 9 PDGK
1. biasa dan kegiatan belajar remedial serta jelaskan 4105
mengapa perlu ada kegiatan remedial dan
sertakan contohnya!
Dalam proses pembelajaran dibutuhkan 25 Modul 10
2. pengelolaan kelas agar dapat mencapai hasil PDGK 4105
yang optimal. Salah satunya adalah penataan
lingkungan kelas. Apa saja yang perlu
diperhatikan dalam melakukan penataan kelas!
Displin merupakan sebuah karakter yang perlu 25 Modul 11
3. ditanamkan kepada siswa sejak dini. Jelaskan dan PDGK 4105
berikan contoh faktor-faktor yang mempengaruhi
displin kelas!
Guru merupakan ujung tombak dalam proses 25 Modul 12
4. pembelajaran. Berikan penjelasan mengenai PDGK 4105
bagaimana guru yang efektif disertai dengan
contoh kegiatannya!
Jawaban :
1.
Kegiatan Remedial adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk
memperbaiki keterampilan yang kurang baik dalam suatu bidang tertentu.
Kalau kita kaitkan dengan kegiatan pembelajaran adalah kegiatan yang
dilaksanakan untuk memperbaiki pembelajaran yang kurang berhasil. Guru
melaksanakan perubahan dalam kegiatan pembelajarannya sesuai dengan
kesulitan yang dihadapi para siswa. Tujuan guru melaksanakan kegiatan
remedial adalah membantu siswa yang mengalami kesulitan menguasai
kompetensi yang telah ditentukan agar mencapai hasil belajar yang lebih
baik. Secara umum tujuan dari kegiatan remedial ini adalah untuk
membantu siswa mencapai kompetensi atau tujuan pembelajaran yang
telah ditetapkan berdasarkan kurikulum yang yang berlaku. Sedangkan
secara khusus, kegiatan remedial bertujuan untuk membantu siswa yang
mengalami kesulitan belajar yang dihadapinya dengan memperbaiki cara
mengajarnya (Ischak S.W. dan Warji, 1987: 33).
Kegiatan remedial tidak jauh berbeda dengan pembelajaran biasa.
Komponenkomponen yang harus direncanakan dan dilaksanakan guru
dalam kegiatan remedial sama dengan komponen dalam pembelajaran
biasa. Guru harus merumuskan tujuan pembelajaran, mengembangkan alat
evaluasi, memilih dan mengorganisasikan materi pelajaran, melaksanakan
kegiatan pembelajaran dengan menerapkan berbagai metode mengajar dan
alat bantu pengajaran, serta melaksanakan evaluasi.
a. Pengajaran remedial
1) Dilakukan setelah diketahui kesulitan belajar kemudian
diadakan pelayanan khusus.
2) Bertujuan disesuaikan dengan kesulitan belajar siswa.
3) Metode dalam pengajaran remedial berdeferensial (sesuai
dengan sifat, jenis dan latar belakang kesulitan belajar siswa).
4) Dilakukan oleh team (kerja sama antara guru dengan pihak
yang membantu terselenggaranya pengajaran remedial)
5) Alat pengajaran lebih bervariasi.
b. Pengajaran Biasa
1) Kegiatan pengajaran biasa sebagai program belajar mengajar di
kelas dan semua siswa ikut berpartisipasi.
2) Tujuan pengajaran biasa adalah dalam rangka mencapai tujuan
pengajaran yang ditetapkan sesuai dengan kurikulum yang berlaku
dan sama untuk semua siswa.
3) Metode dalam pengajaran biasa untuk semua siswa
2. Pengelolaan kelas adalah serangkaian tindakan guru yang ditujukan untuk
mendorong munculnya tingkah laku siswa yang diharapkan dan menghilangkan
tingkah laku siswa yang tidak diharapkan, menciptakan hubungan interpersonal
yang baik dan iklim sosioemosional yang positif, serta menciptakan dan
memelihara organisasi kelas yang produktif dan efektif atau secara singkat.
Pengelolaan kelas sangat penting dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini
ditujukan untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu,
pengelolaan kelas yang efektif bisa membangkitkan semangat dan motivasi
peserta didik. Pengelolaan kelas yang efektif merupakan salah satu aspek penting
dalam proses pembelajaran dan merupakan prasyarat terciptanya pembelajaran
yang efektif pula. Hal ini ditujukan untuk membantu siswa mencapai tujuan
pembelajaran dan pengelolaan kelas adalah serangkaian kegiatan yang ditujukan
untuk menciptakan kondisi kelas yang memungkinkan berlangsungnya proses
pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan kelas yang efektif
merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran. Pengelolaan
kelas yang efektif merupakan prasyaratterciptanya pembelajaran yang efektif.
Oleh karena itu, salah satu tugas guru dalam membantu siswa belajar ialah
menciptakan situasi kelas yang hangat, aman, dan sehat. Situasi kelas yang penuh
keakraban akan memberikan rasa aman dan kebebasan kepada siswa untuk
berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
Contoh Penatanan Tempat Duduk Siswa
a. Model U
b. Model O
c. Model berhadapan
d. Model L
3. Disiplin adalah ketaatan dan ketepatan pada suatu aturan yang dilakukan secara
sadar tanpa adanya dorongan atau paksaan pihak lain atau suatu keadaan di mana
sesuatu itu berada dalam tertib, teratur dan semestinya serta tiada suatu
pelanggaran-pelanggaran baik secara langsung maupun tidak langsung. Disiplin
dapat mempunyai arti yang beragam. Sebagai kata benda, disiplin dapat berarti
tingkat keteraturan yang terdapat pada satu kelompok, yaitu dalam kelas atau
teknik yang digunakan guru untuk membangun atau memelihara keteraturan
dalam kelas. Sebagai kata sifat, disiplin berarti ketaatan pada aturan.
Contohnya :
1) Mengerjakan ibadah sesuai waktu yang telah ditentukan.
2) Datang dengan tepat waktu dalam sebuah acara/undangan.
3) Mengerjakan tugas rumah sesuai tanggungjawab masing masing
Disiplin kelas adalah rasa tanggung jawab dari pihak siswa berdasarkan
kematangan rasa sosial untuk mematuhi segala aturan dan tata tertib di sekolah
sehingga dapat belajar dengan baik dan sebagai upaya untuk mengatur perilaku anak
dalam mencapai tujuan [Link]:
1) Masuk sekolah dengan tepat waktu
2) Mengerjakan tugas pekerjaan rumah yang diberikan guru
3) Mentaati peraturan yang ada di sekolah
4) Memakai seragam sesuai dengan ketentuan dari sekolah
Alasan pentingnya mengajarkan/menanamkan disiplin kelas yaitu
a) Disiplin perlu diajarkan dan perlu dipelajari serta dihayati oleh siswa,
agar siswa mampu mendisiplinkan dirinya sendiri. Inilah yang
merupakan tujuan utama penanaman disiplin.
b) Disiplin merupakan titik pusat berputarnya kehidupan sekolah.
Keberhasilan dan kegagalan sekolah tergantung dari tingkat
ketercapaian dalam menerapkan disiplin yang sempurna.
c) Tingkat ketaatan siswa yang tinggi terhadap aturan kelas, lebih-lebih
jika ketaatan tersebut tumbuh dari diri sendiri, bukan dipaksakan, akan
memungkinkan terciptanya iklim belajar yang kondusif, yaitu iklim
belajar yang menyenangkan sehingga siswa terpacu untuk belajar.
Misalnya, semua siswa duduk dengan tertib, mendengarkan dengan
saksama, mengangkat tangan sebelum bertanya atau mengerjakan
tugas tepat waktu, suasana belajar akan menjadi menyenangkan.
d) Guru akan lebih banyak berurusan dengan perilaku siswa yang
menyimpang sehingga pelajaran terbengkalai. Situasi yang seperti ini,
tentu membuat siswa jadi frustrasi, yaitu kesal karena keinginannya
untuk belajar terhalang oleh situasi yang tidak menyenangkan. Sebagai
contoh, banyak siswa yang terlambat masuk kelas atau melupakan
tugas yang harus dikerjakannya atau bermain-main ketika pelajaran
sedang berlangsung tentu suasana belajar tidak menyenangkan.
Sebagaimana diterangkan oleh Danielson (1996), belajar tidak
mungkin terjadi jika perilaku siswa tidak terkendali atau di luar
kontrol. Jika siswa lalu lalang di dalam kelas, mengganggu teman,
memusuhi guru atau berkelahi, mereka tidak mungkin memusatkan
perhatian pada pelajaran sehingga tidak mungkin pula mereka terlibat
secara aktif dalam pelajaran. Dengan perkataan lain, siswa tidak akan
belajar sesuatu.
e) Jumlah siswa dalam satu kelas, lebih-lebih di negeri kita, cukup
banyak. Di kotakota besar, satu kelas bisa terdiri dari 40 - 50 orang
siswa. Kelas yang besar ini, jika tidak diikat oleh aturan yang ditaati
bersama akan dapat menimbulkan kekacauan. Lebih-lebih jika jumlah
siswa yang banyak diimbangi lagi oleh perabotan/alat-alat yang banyak
pula, seperti meja-kursi, papan tulis, gambar atau alat peraga lain
sehingga kelas sering terkesan penuh sesak. Oleh karena itu, agar kelas
yang penuh sesak ini dapat menjadi tempat belajar yang
menyenangkan disiplin kelas sangat diperlukan.
f) Kebiasaan untuk menaati aturan dalam kelas akan memberi dampak
yang lebih luas bagi kehidupan siswa di dalam masyarakat. Siswa yang
terbiasa menaati aturan di dalam kelas, akan terdorong pula menaati
aturan yang ada dalam masyarakat. Oleh karena itu, kelas haruslah
diperlakukan sebagai masyarakat kecil, yang memungkinkan siswa
sebagai anggota masyarakat berinteraksi dengan temantemannya atau
dengan guru sesuai dengan aturan yang telah disepakati. Dengan
demikian, Anda membiasakan siswa Anda untuk mengikuti aturan
kelas, ketika berada di luar kelas pun dia akan terbiasa bertindak sesuai
dengan aturan yang diketahuinya.
4. Guru Efektif adalah guru yang bisa memotivasi peserta didik untuk belajar dan
meningkatkan semangat belajar yang tumbuh dari kesadaran diri peserta didik
serta mempunyai komitmen dan termotivasi bisa menjadi guru efektif. 6 hal yang
bisa digunakan untuk mengidentifikasi guru yang efektif antara lain:
a. Melakukan review harian
b. Menyiapkan materi baru
c. melakukan praktek terbimbing
d. Menyediakan balikan dan koreksi
e. Melaksanakan praktik mandiri
f. melakukan review mingguan dan bulanan.
Pembelajaran Efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus
kepada hasil yang dicapai peserta didik, namun bagaimana proses pembelajaran yang
efektif mampu memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan, ketekunan,
kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan
mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Pembelajaran efektif juga akan
melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa. pembelajaran efektif juga
dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan
kreatifitas siswa untuk mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki yaitu
dengan memberikan kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara
belajarnya sendiri. Di dalam menempuh dan mewujudkan tujuan pembelajaran yang
efektif maka perlu dilakukan sebuah cara agar proses pembelajaran yang diinginkan
tercapai.
Pelaksanaan pembelajaran yang efektif
a) Kegiatan Awal merupakan kegiatan awal tatap muka antara guru dan
siswa. Dalam kegiatan ini guru memberi petunjuk, pengarahan dan
appersepsi, atau dapat juga dengan menyampaikan tujuan yang akan
dicapai dan memberikan beberapa pertanyaan (pretest).
b) Kegiatan Inti. Pada kegiatan inti guru menjelaskan materi dengan
menggunakan pendekatan, metode dan teknik yang sudah ditentukan.
c) Kegiatan Akhir. Kegiatan akhir dapat berupa umpan balik dan
penilaian. Dalam pelaksanaan program pembelajaran, guru lebih
dahulu harus mengadakan pretest untuk mengetahui penguasaan siswa
terhadap bahan pelajaran, kemudian pada akhir pelajaran, guru
mengadakan postest sebagai akhir dari seluruh proses interaksi belajar
mengajar. Dalam penyampaian bahan pelajaran, guru menggunakan
metode dan fasilitas yang sesuai dengan bahan pelajaran yang
diberikan kepada siswa.
Penggunaan fasilitas untuk mengurangi verbalisme dan membantu siswa
memahami pelajaran yang diberikan agar siswa mendapat penjelasan yang tepat dan
benar, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.