0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
97 tayangan14 halaman

Penyuluhan Alat Kontrasepsi untuk Masyarakat

Satuan acara penyuluhan ini membahas tentang penggunaan berbagai metode kontrasepsi seperti pil oral kombinasi, suntik, implan, dan IUD. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang definisi, pertimbangan, dan jenis-jenis alat kontrasepsi."

Diunggah oleh

anfadillah77
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
97 tayangan14 halaman

Penyuluhan Alat Kontrasepsi untuk Masyarakat

Satuan acara penyuluhan ini membahas tentang penggunaan berbagai metode kontrasepsi seperti pil oral kombinasi, suntik, implan, dan IUD. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang definisi, pertimbangan, dan jenis-jenis alat kontrasepsi."

Diunggah oleh

anfadillah77
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STAGE

ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS

NAMA MAHASISWA :

NIM :
RUANG :

TANGGAL PRAKTIK :

PEMBIMBING :

BERKAS YANG
:
DIKUMPULKAN

HARI TANGGAL
:
PENYERAHAN

PENERIMA :
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Macam-macam Metode KB

Untuk Memenuhi Persyaratan Target Praktik Semester II


Stage Kolaborasi Program Studi Profesi Bidan

Disusun Oleh :

PRODI PROFESI BIDAN JURUSAN KEBIDANAN SEMARANG


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
TAHUN 2023
HALAMAN PENGESAHAN

SAP dalam rangka praktik Kebidanan Asuhan Kebidanan Kolaborasi Kehamilan


telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing Klinik dan pembimbing Akademik
Prodi Profesi Bidan Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kementrian
Kesehatan Semarang.
SATUAN ACARA PENYULUHAN KB

Topik                     : KB
Sub topik               : Penggunaan alat kontrasepsi
Sasaran                 : Masyarakat dusun
Waktu                   : 20 menit
Tempat                  :

A. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan tentang penggunaan alat
kontrasepsi, keluarga diharapkan memahami tentang berbagai macam
alat kontasepsi dan menerapkan dalam kehidupannya.
B. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti kegiatan  penyuluhan, keluarga dapat menjelaskan
kembali:
a.  Pengertian alat kontrasepsi
b.  Pertimbangan pemakaian alat kontrasepsi
c.  Macam-macam alat kontrasepsi
C. MATERI
Terlampir
D. METODE
- Ceramah
- Tanya jawab
E. MEDIA
- Materi SAP
- Leaflet
F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No Waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan peserta
1 2 menit Pembukaan:
1.      Memberi salam 1.      Menjawab salam
2.      Menjelaskan tujuan penyuluhan 2.      Mendengarkan dan
memperhatikan
2 8 menit Pelaksanaan:
1.      Menjelaskan materi penyuluhan Mendengarkan dan menyimak
secara berurutan dan teratur pembicara
Materi:
a.       Pengertian alat kontrasepsi
b.      Pertimbangan pemakaian alat
kontrasepsi
c.       Macam-macam alat kontrasepsi

3 4 menit Evaluasi:
Meminta kepada audiens untuk Bertanya dan menjawab pertanyaan
mengulang kembali apa yang
disampaikan pembicara, meliputi:
a.       Pengertian alat kontrasepsi
b.      Pertimbangan pemakaian alat
kontrasepsi
c.       Macam-macam alat kontrasepsi
4 1 menit Penutup:
Mengucapkan terima kasih dan salam Menjawab salam

G. EVALUASI
Tanya Jawab :
1. Pengertian alat kontrasepsi
2. Pertimbangan pemakaian alat kontrasepsi
3. Macam-macam alat kontrasepsi
MATERI
ALAT-ALAT KONTRASEPSI

A. Pengertian alat-alat kontrasepsi


Kontrasepsi merupakan pencegahan terjadinya kehamilan/konsepsi (bukan
aborsi).  Alat kontrasepsi merupakan alat yang digunakan untuk mencegah
terjadinya suatu kehamilan
B. Pertimbangan pemakaian alat kontrasepsi
1. Usia ibu < 20 tahun: kontrasepsi yang reversibilitasnya tinggi/kembali
ke kesuburan tinggi
2. Usia ibu > 35 tahun: kontrasepsi effektif/kegagalan rendah
dan reversibel/ireversibel
3. Usia reproduksi sehat: effektif, reversible dan tidak mengganggu ASI
C. Macam-macam alat kontrasepsi yang bisa digunakan
Ada berbagai macam alat kontrasepsi di Indonesia. Terdiri dari KB
hormonal, non hormonal, alamiah, dan kontrasepsi mantap.
Adapun KB hormonal(Kiman & Reza, 2020)
Efek samping dari metode kontrasepsi hormonal ini adalah:
1. Menstruasi menjadi tidak teratur atau tidak mens sama sekali (kecuali
pil)
2. Kenaikan berat badan
3. Muncul flek hitam pada wajah
4. Mual, pusing, atau muntah

Cara kerja:
1. Menekan ovulasi
2. Mencegah implantasi
3. Mengentalkan lendir servik, sehingga sulit dilalui oleh sperma
4. Pergerakan tuba terganggu, sehingga transportasi telur juga
terganggu(Rahmi, 2012)

D. Pil oral kombinasi


1. Afektif dan reversible
2. Harus diminum setiap hari
3. Efek samping yang serius jarang terjadi
4. Efek samping yang sering timbul yaitu mual dan bercak perdarahan
atau spotting
5. Tidak dianjurkan pada wanita yang sedang menyusui
6. Dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi darurat
Jenis-jenis pil oral kombinasi, yaitu:
1. Monofasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung
hormon aktif estrogen/progestin dalam dosis yang sama dengan 7
tablet tanpa hormon aktif
2. Bifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung
hormon aktif estrogen/progestin dengan dua dosis yang berbeda
dengan 7 tablet tanpa hormon aktif
3. Trifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung
hormon aktif estrogen/progestin dengan tiga dosis yang berbeda
dengan 7 tablet tanpa hormon aktif
(Rahayu & Wijanarko, 2017)
Kebihan pil oral kombinasi, yaitu:
1. Memiliki efektifitas yang tinggi
2. Resiko terhadap kesehatan sangat kecil
3. Tidak mengganggu hubungan seksual
4. Siklus haid teratur, tidak terjadi nyeri haid
5. Dapat digunakan jangka panjang selama wanita itu ingin
menggunakannya
6. Mudah diberhentikan setiap saat dan kesuburan akan kembali setelah
diberhentikan
7. Untuk kontrasepsi darurat

Kekurangan pil oral kombinasi, yaitu:


1. Mahal dan membosankan karena harus menggunakannya setiap hari
2. Mual, terutama pada 3 bulan pertama
3. Perdarahan bercak/spotting terutama 3 bulan pertama
4. Nyeri payudara, BB mengalami kenaikan, tidak untuk wanita
menyusui
5. Meningkatkan TD

E. Suntik
1. Suntik progestin
Merupakan metoda kontrasepsi yang efektif, aman, dapat dipakai oleh
semua WUS, kembalinya ke kesuuburan lebih lambat (4 bulan), cocok
untuk masa laktasi karena tidak mempengaruhi ASI.
Jenis-jenis suntik progestin
a. DMPA mengandung 150 mg DMPAyang diberikan setiap 3 bulan
dengan cara disuntikkan IM
b. Depo Noristerat yang mengandung 200 mg Noretindron Enantat
dengan cara disuntikan IM dalam
(Dwi, 2018)
Kelebihan suntik progestin, yaitu:
a. Sangat efektif untuk pencegahan kehamilan jangka panjan
b. Tidak mempengaruhi hubungan suami istri
c. Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak pada
penyakit jantung
d. Tidak berpengaruh terhadap ASI
Kekurangan suntik progestin, yaitu:
a. Sering ditemukan gangguan haid seperti spotting, siklus
memanjang dan memendek
b. Klien bergantuung pelayanan kesehatan dan tidak dapat dihentikan
sewaktu-waktu
c. Peningkatan BB dan terlambanya kembali ke kesuburan setelah
penghentian pemakaian

2. Suntik kombinasi
Merupakan jenis suntikan yang terdiri atas 25 mg Depo
Medroksiprogesteron Asetat 5 mg Estradiol Sipionat yang diberikan
injeksi IM 1 bulan sekali

Kelebihan suntik kombinasi, yaitu:


a. Resiko terhadap kesehatan kecil, tidak mempengaruhi hubungan
suami istri
b. Tidak diperlukan pemeriksaan dalam dan metode jangka panjang
c. Efek samping yang kecil
d. Klien tidak perlu menyimpann obat suntik
(Monica, 2017)

Kekurangan suntik kombinasi, yaitu


a. Terjadi perubahan pola haid, apotting, perdarahan sela sampai 10
hari
b. Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan
c. Ketergantungan terhadap pelayanan kesehatan
d. Peningkatan BB dan terlambat kembali kesuburannya
(Rompas & Karundeng, 2019)

F. Implan
Efektif  5 tahun untuk Norpalan (terdiri dari 6 batang ), 3 tahun untuk
Indoplan/Implano, klien merasa kenyamanan, dapat dipakai oleh semua
ibu usia reproduksi, pemasangan dan pencabutan memerlukan pelatihan,
kesuburan akan kembali setelah dicabut, efek samping utama berupa
perdarahan tidak teratur, bercak dan aminorhea dan aman dipakai saat
menyusui

Keuntungan implant, yaitu:
1. Daya guna tinggi, perlindungan jangka panjang (5 tahun),
pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan
2. Tidak memerlukan pemeriksaan dalam, bebas dari pengarus estrogen,
tidak mengganggu coitus dan tidak mempengaruhi ASI
3. Klien kontrol ke klinik jika ada keluhan dan dapat dilakukan
pencabutan setiap saat sesuai dengan kebutuhan (Matahari et al., 2018)

Kekurangan implant, yaitu:
1. Perubahan pola haid
2. Nyeri kepala dan nyeri dada
3. Peningkatan/penurunan BB
4. Memerlukan pembedahan minor untuk pemasangan dan pelepasan

G. KB non hormonal
1. AKDR (IUD)
Cara kerja:
a. Menghambat kemampuan sperma masuk tuba fallopi
b. Mencegah implantasi telur dalam uterus.
c. Mencegah sperma dan ovum bertemu

Keuntungan IUD, yaitu:
a. Tidak mempengaruhi hubungan seksual.
b. Meningkatkan kenyamanan hubungan seksual.
c. Tidak mempengaruhi ASI.
d. Metode jangka panjang
e. Dapat digunakan sampai menopouse

Efek samping penggunaan IUD:


a. Menstruasi menjadi lebih lama dan banyak
b. Perubahan siklus haid (umumnya pada 3 bulan pertama)
c. Perdarahan irreguler (spotting) di antara menstruasi
d. Saat haid lebih sakit

2. Kondom
Cara kerja:
a. Menghalangi bertemunya sperma dan sel telur.
b. Mencegah penularan mikroorganisme dari satu pasangan ke
pasangan lain

Keuntungan kondom, yaitu:
a. Tidak mengganggu produksi ASI.
b. Mencegah PMS
c. Mencegah ejakulasi dini.
d. Mencegah terjadinya kanker serviks.
e. Mencegah imunoinfertiltas.
f. Murah dan dapat diberi secara umum.
g. Memberi dorongan suami untuk ber KB.
Efek samping:
a. Kondom rusak atau bocor sebelum berhubungan
b. Alergi
c. Mengurangi kenikmatan hubungan seksual
(Sari, 2015)

3. KB yang tanpa memakai alat apapun (alamiah)


a. Coitus interuptus (senggama terputus
Adalah suatu metode koontrasepsi dimana senggama diakhiri
sebelum terjadi ejakulasi intravaginal. Ejakulasi terjadi jauh dari
genitalia eksterna wanita. Cara kerja: alat kelamin (penis)
dikeluarkan sebelum ejakulasi sehingga sperma tidak masuk ke
dalam vagina. Dengan demikian tidak ada pertemuan antara
apermatozoa dengan ovum sehingga kehamilan dapat dicegah
Keuntungan:
1) Efektif bila dilaksanakan dengan benar
2) Tidakk mengganggu produsi ASI
3) Dapat digunakan sebagai pendukung metoda KB lainnya
4) Tidak ada efek samping
5) Tidak memerlukan alat

b. Kalender
Metode KS dengan tidak melakukan sanggama pada masa subur,
effektivitasnya 75%-80%, pengertian antar pasangan harus
ditekankan, faktor kegagalan karena salah menghitung masa subur
dan siklus haid yg tidak teratur Masa subur siklus terpanjang
dikurangi 11 dan siklus terpendek dikurangi 18.(Dewi, Maritalia,
2012)
c. MAL (metode amenorrea laktasi)
Merupakan kontrasepsi yang mengandalkan pemberian ASI secara
eksklusif. MaL dapat dipakai sebagai kontraseepsi bila: menyusui
secara penuh, lebih efektif jika pemberian belum haid, usia bayi
kurang dari 6 bulan. Efektifitasnya sampai 6 bulan dan harus
dilanjutkan dengan pemakaian metode kontrasepsi lainnya. Cara
kerjanya yaitu menunda atau menekan ovulasi.
Keutungan : efektifitas tinggi (98%) pada 6 bulan pertama setelah
melahirkan, segera efektif, tidak mengganggu senggama, tidak ada
eefek samping secara sistemik, tidak perlu perawatan medis, tidak
perlu obat atau alat dan tanpa biaya
Keterbatasannya:
1) Perlu persiapan sejak perawatan kehamilan agar segera
menyusui  dalam 30 menit pasca persalinan
2) Mungkin sulit dilakukan karena kondisi sosial
3) Efektifitas tinggi hanya sampai kembalinya haid atau sampai
dengan 6 bulan
4) Tidak melindungi terhadap infeksi menular seksual, termasuk
hepatitis B (HBV) dan HIV/AIDS.
5) Yang dapat menggunakan MAL adalah ibu yang menyusui
secara eksklusif, bayinya berusia kurang dari 6 bulandan belum
mendapat haid setelah melahirkan.

4. Kontrasepsi mantap terdiri dari:


a. Tubektomi (MOW)
Pengikatam/pemotongan tuba fallopi kiri dan kanan pada wanita
untuk mencegah transport ovum dari ovarium melalui tuba ke arah
uterus, dilakukan dengan cara operasi, effektivitas : tinggi,
reversibilitas: rendah, disebut kontrasepsi mantap(Susilowati,
2011)
b. Vasektomi (MOP)
Pengikatan/pemotongan vas defferen kiri dan kanan pada pria
untuk mencegah transport spermatozoa dari testis, dilakukan
dengan cara operasi kecil / minor surgery, effektifitas : tinggi,
reversibilitas : rendah, disebut kontrasepsi mantap.
DAFTAR PUSTAKA

Dewi, Maritalia, S. R. (2012). Buku KIA. PUSTAKA PELAJAR.

[Link]

Dwi, E. W. (2018). Asuhan Kebidanan Komunitas.

Kiman, A., & Reza, T. (2020). Modul obstetri ginekologi.

Matahari, R., Utami, F. P., & Sugiharti, S. (2018). Buku Ajar Keluarga Berencana

Dan Kontrasepsi. In Pustaka Ilmu (Vol. 2).

[Link] ajar Keluarga Berencana dan

[Link]

Monica, V. L. dk. (2017). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap

Pengetahuan PUS Tentang Alat Kontrasepsi Implan Di Wilayah Kerja

Puskesmas Nuangan Bolaang Mongondow Timur. 55.

Rahayu, T. B., & Wijanarko, N. (2017). Efek Samping Akseptor KB DMPA

Setelah 2 Tahun Pemakaian. 08(01), 32–38.

Rahmi, F. U. (2012). Asuhan Kebidanan Pil Kontrasepsi.

Rompas, S., & Karundeng, M. (2019). Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Pil Kb

Kombinasi Dengan Perubahan Siklus Menstruasi Di Puskesmas Sonder

Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa. Jurnal Keperawatan, 7(1).

[Link]
Sari, I. R. N. (2015). Kontrasepsi Hormonal Suntik Depo Medroxyprogesterone

Acetate (DMPA) sebagai Salah Satu Penyebab Kenaikan Berat Badan.

Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, 4(7), 67–72.

[Link]

Susilowati, E. (2011). KB Suntik 3 (Tiga) Bulan Dengan Efek Samping Gangguan

Haid Dan Penanganannya. Majalah Ilmiah Sultan Agung, 3(1), 1–11.

[Link]

view/33

Anda mungkin juga menyukai