0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan35 halaman

Teori dan Faktor Minat Beli Konsumen

Bab II membahas kajian teori dan hipotesis mengenai minat beli dan lokasi. Minat beli didefinisikan sebagai niat konsumen untuk membeli suatu produk dan dipengaruhi oleh faktor kualitas, harga, promosi, dan ketersediaan produk. Lokasi didefinisikan sebagai tempat pemasaran barang dan jasa yang strategis dan mudah diakses konsumen untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan. Kedua variabel diperkirakan berpengaruh terha

Diunggah oleh

iip
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan35 halaman

Teori dan Faktor Minat Beli Konsumen

Bab II membahas kajian teori dan hipotesis mengenai minat beli dan lokasi. Minat beli didefinisikan sebagai niat konsumen untuk membeli suatu produk dan dipengaruhi oleh faktor kualitas, harga, promosi, dan ketersediaan produk. Lokasi didefinisikan sebagai tempat pemasaran barang dan jasa yang strategis dan mudah diakses konsumen untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan. Kedua variabel diperkirakan berpengaruh terha

Diunggah oleh

iip
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS

A. Kajian Teori

1. Minat Beli
a. Definisi Minat Beli
Minat beli merupakan bagian dari komponen perilaku dalam sikap
mengkonsumsi dan merupakan tahap dimana konsumen membentuk pilihan
mereka di antara beberapa merek, kemudian melakukan suatu pembelian pada
alternatif yang disukainya dan didasari oleh berbagai macam pertimbangan
(Pramono, 2012). Pengertian minat beli menurut Kotler dan Keller (2009), adalah
perilaku yang muncul sebagai respon terhadap objek yang menunjukkan
keinginan konsumen dalam melakukan pembelian. Minat beli adalah perilaku
yang ada pada konsumen yang berasal dari rasa yakin konsumen terhadap suatu
produk atau jasa yang ditawarkan pelaku usaha kepada konsumen (Halim &
Iskandar, 2019). Menurut Bakti et al., (2020) minat beli konsumen adalah niat
yang muncul dalam diri seseorang sebelum melakukan pembelian terhadap suatu
produk atau jasa yang dipertimbangan terlebih dahulu sebelum proses pembelian
berlangsung. Minat beli adalah suatu hal yang berkaitan tentang perencanaan
konsumen dalam membeli produk tertentu dengan jumlah tertentu serta pada
periode tertentu, atau dapat dikatakan bahwa minat beli merupakan pernyataan
mental pada diri konsumen dalam merefleksikan rencana pembelian produk
dengan jumlah dan merek tertentu (Kamilah & Wahyuati, 2017).
Kesimpulan dari beberapa teori yang ada tentang minat beli maka dapat
disimpulkan bahwa minat beli adalah perilaku pada konsumen yang tumbuh dari
dalam diri atas rasa yakin sebelum melakukan pembelian terhadap suatu produk
atau jasa. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi minat untuk membeli
berhubungan dengan perasaan dan emosi, apabila seseorang merasa senang dan

8
9

puas dalam membeli barang atau jasa maka hal itu akan memperkuat minat
membeli, dan ketidakpuasan akan menghilangkan minat untuk membeli.
b. Lingkup Minat Beli
Minat beli adalah tahap terakhir dari suatu proses keputusan pembelian yang
kompleks. Proses ini dimulai dari munculnya kebutuhan akan suatu produk atau
merek, kemudian pemrosesan informasi oleh konsumen, selanjutnya konsumen
akan mengevaluasi produk atau merek tersebut. Hasil evaluasi ini yang akhirnya
memunculkan niat atau intensi untuk membeli sebelum akhirnya konsumen
benar-benar melakukan pembelian. Menurut Ferdinand (2006), minat beli dapat
dikelompokkan menjadi beberapa jenis dan tingkatan, yaitu :
1) Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli produk.
Hal ini bermaksud yakni konsumen telah memiliki minat untuk melakukan
pembelian suatu produk tertentu yang ia inginkan.
2) Minat referensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk mereferensikan
produk kepada orang lain. Hal ini bermaksud yakni seorang konsumen yang
telah memiliki minat untuk membeli akan menyarankan orang terdekatnya
untuk juga melakukan pembelian produk yang sama.
3) Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku seseorang
yang memiliki preferensi utama pada produk tersebut. Preferensi ini hanya
dapat diganti jika terjadi sesuatu dengan produk preferensinya.
4) Minat eksploratif, yaitu menggambarkan perilaku seseorang yang selalu
mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari informasi
untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Beli
Menurut Priansa (2016) faktor yang mempengaruhi minat beli berhubungan
dengan perasaan emosi, apabila konsumen merasa puas dan senang terhadap
produk yang dibelinya maka akan meningkatkan minat beli beli konsumen, begitu
juga sebaliknya jika kegagalan tersebut terjadi akan menghilangkan minat
konsumen. Faktor yang mempengaruhi minat beli menurut Kotler (2016) adalah :
10

1) Faktor kualitas, merupakan atribut produk yang dipertimbangkan dari segi


manfaat fisiknya.
2) Faktor brand/merek, merupakan atribut yang memberikan manfaat non
material, yaitu kepuasan emosional
3) Faktor harga, pengorbanan riil dan material yang diberikan oleh konsumen
untuk memperoleh atau memiliki produk.
4) Faktor ketersediaan produk, merupakan sejauh mana sikap konsumen
terhadap ketersediaan produk yang ada
5) Faktor promosi, merupakan pengaruh dari luar yang ikut memberikan
rangsangan bagi konsumen dalam memilih produk.
Sedangkan menurut Wijaya (2008), tumbuhnya minat beli dari konsumen
diakibatkan oleh beberapa unsur yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu:
1) Rangsangan, merupakan suatu syarat ditujukan untuk mendorong atau
menyebabkan seseorang bertindak
2) Kesadaran, merupakan sesuatu yang memasuki pemikiran seseorang dan
dipengaruhi oleh produk atau jasa itu sendiri
3) Pencarian Informasi, dibagi menjadi dua yaitu informasi intern dan informasi
ekstern. Informasi intern yang bersumber dari pribadi konsumen itu sendiri
dalam memilih produk atau jasa yang dapat memuaskan dirinya, informasi
extern yang diperoleh dari luar konsumen itu, misalnya melalui iklan atau
sumber sosial.
d. Faktor-faktor yang Dipengaruhi Minat Beli
Minat beli menurut Ferdinand (2012:126-127), adalah tahap kecenderungan
responden untuk bertindak sebelum keputusan membeli benar-benar dilaksanakan.
Sedangkan pengertian minat beli menurut Schiffman dan Kanuk (2013:228)
adalah suatu model sikap seseorang terhadap objek barang yang sangat cocok
dalam mengukur sikap terhadap golongan produk, jasa, atau merek tertentu.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa minat beli dapat
mempengaruhi keputusan pembelian oleh konsumen. Semakin tinggi minat beli
seseorang terhadap suatu barang/jasa maka semakin tinggi pula peluang seseorang
untuk mau membeli barang/jasa tersebut. Hasil penelitian yang dilakukan oleh
11

Setiawan (2020) minat beli berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian konsumen.
e. Indikator Minat Beli
Terdapat beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur minat beli
seseorang, Menurut Schiffman dan Kanuk (2008:470-473), indikator-indikator
minat beli dijelaskan oleh beberapa komponen, yaitu:
1) Tertarik untuk mencari informasi tentang produk
Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan terdorong untuk mencari
informasi yang lebih banyak. Terdapat dua level rangsangan atau stimulan
kebutuhan konsumen, yaitu level pencarian informasi yang lebih ringan atau
penguatan perhatian dan level aktif mencari informasi yaitu dengan mencari
bahan bacaan, bertanya pada teman, atau mengunjungi toko untuk
mempelajari produk tertentu.
2) Mempertimbangkan untuk membeli
Konsumen mempelajari merek-merek yang bersaing serta fitur merek
tersebut. Melakukan evaluasi terhadap pilihan-pilihan dan mulai
mempertimbangkan untuk membeli produk.
3) Tertarik untuk mencoba
Konsumen mempelajari merek-merek yang bersaing serta fitur merek
tersebut, konsumen akan mencari manfaat tertentu dari solusi produk dan
melakukan evaluasi terhadap produk-produk tersebut. Evaluasi ini dianggap
sebagai proses konsumen dianggap menilai suatu produk secara sangat sadar
dan rasional hingga mengakibatkan ketertarikan untuk mencoba.
4) Ingin mengetahui produk
Konsumen memiliki keinginan untuk mengetahui produk. Konsumen akan
memandang produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang
berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang digunakan untuk memuaskan
kebutuhan.
5) Ingin memiliki produk
Konsumen memberikan perhatian besar pada atribut yang memberikan
manfaat yang dicarinya. Dan akhirnya konsumen akan mengambil sikap
12

(keputusan, preferensi) terhadap produk melalui evaluasi atribut dan


membentuk niat untuk membeli atau memiliki produk yang disukai.
2. Lokasi
a. Definisi Lokasi
Lokasi adalah tempat yang berkaitan untuk memasarkan barang atau jasa
yang bertujuan agar produk atau jasa dapat tersampaikan di tangan konsumen
sesuai dengan sasaran yang ditentukan dalam jumlah yang dibutuhkan dan waktu
yang tepat (Arlina, 2017). Kotler dan Keller (2012) mengemukakan bahwa lokasi
adalah tempat jual beli yang dapat mendatangkan keuntungan yang dapat dinilai
dari rata-rata seberapa banyak khalayak melewati tempat usaha tersebut setiap
harinya. Lokasi berhubungan dengan dimana perusahaan harus bermarkas dan
melakukan operasi kegiatannya (Lupiyadi, 2013). Fajriati (2021), berpendapat
bahwa lokasi merupakan saluran distribusi perusahaan dikarenakan lokasi
merupakan tempat produsen menyalurkan produknya kepada konsumen dengan
memperhatikan pemilihan tempat yang bertujuan agar dapat tumbuh dari segi
ekonomi guna mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Menentukan
lokasi yang akan dipilih, pihak perusahaan akan menentukan aspek-aspek yang
penting sebelum menentukan lokasi yang strategis (Husen et al., 2018).
Hardiansyah, (2019) berpendapat bahwa lokasi merupakan salah satu hal penting
dalam pemasaran yang memegang dampak cukup besar bagi perusahaan,
sehingga perusahaan dituntut mampu dalam memilih lokasi strategis yang mudah
dijangkau oleh masyarakat.
Kesimpulan dari beberapa teori yang ada tentang lokasi maka dapat
disimpulkan bahwa lokasi adalah tempat untuk memasarkan barang atau jasa
yang bertujuan untuk mendatangkan keuntungan bagi perusahaan, maka
perusahaan dituntut memilih lokasi yang strategis dan mudah dijangkau oleh
khalayak. Lokasi akan ikut berperan dalam menentukan kesuksesan suatu usaha
karena lokasi akan berpengaruh terhadap besarnya pasar potensial yang dapat
dicapai oleh suatu perusahaan.
13

b. Lingkup Lokasi
Pemilihan lokasi usaha oleh suatu perusahaan akan mempengaruhi risiko
(risk) dan keuntungan (profit) perusahaan tersebut secara keseluruhan. Kondisi
ini terjadi karena lokasi sangat mempengaruhi biaya tetap (fix cost) maupun
biaya variabel (variable cost), baik dalam jangka menengah maupun jangka
panjang. Keputusan penentuan lokasi suatu perusahaan sering bergantung
kepada tipe/bentuk dari bisnis atau usaha yang akan dijalankan. Untuk
menentukan lokasi suatu industri Properti, manajemen perusahaan biasanya
menggunakan pendekatan biaya (cost) dengan strategi minimisasi biaya.
Terdapat beberapa kriteria dalam penentuan lokasi usaha properti
berdasarkan SNI 03-1733-2004 tentang tata cara perencanaan lingkungan
perumahan dimana lokasi kawasan perumahan harus sesuai dengan rencana
peruntukan lahan yang diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah setempat atau
dokumen perencanaan tata ruang lainnya yang ditetapkan dengan Peraturan
Daerah setempat. Persyaratan kriteria tersebut meliputi:
1) Lokasi Perumahan tidak berada pada kawasan lindung,
2) Lokasi perumahan bebas dari pencemaran air, udara, dan gangguan suara
atau gangguan lainnya, baik yang ditimbulkan sumber daya buatan manusia.
3) Lokasi Perumahan harus aman dari potensi bencana alam seperti banjir,
tanah longsor, tsunami,
4) Pada kota-kota yang mempunyai bandar udara, tidak mengganggu jalur
penerbangan pesawat.
5) Ketinggian lahan kurang dari 1.000 meter di atas permukaan air laut
(MDPL),
6) Kemiringan lahan tidak melebihi 15 %.
Penentuan lokasi perumahan dapat dilihat dari dua sisi kepentingan yang
berbeda, yaitu kepentingan swasta dan kepentingan umum. Kepentingan swasta
yaitu penentuan lokasi dengan sasaran keuntungan yang sebesar-besarnya.
Keuntungan diperoleh dari meminimumkan biaya transportasi dan biaya
operasional, sedangkan kepentingan umum, yaitu pemilihan lokasi untuk
memperoleh kemudahan fasilitas pelayanan umum. Penentuan lokasi dapat
14

dipecahkan melalui tahapan-tahapan: (1) tahap kebutuhan lokasi, (2) tahap


perincian variabel dominan dan (3) tahap penentuan lokasi. Menurut
Munawaroh (2013), penentuan lokasi memiliki beberapa tujuan sesuai dengan
jenis usaha yang akan dilakukan, yaitu:
1) Bagi industri, untuk meminimumkan biaya. Lokasi yang tepat
mendekatkan lokasi gudang penyimpanan bahan dengan lokasi produksi
bisa menghemat biaya transportasi.
2) Bagi retail dan profesional servis untuk maksimisasi revenue. Pemilihan
lokasi retail dan profesional servis yang mudah dijangkau konsumen
memungkinkan terjadi penjualan dalam jumlah banyak, sehingga
meningkatkan pendapatan perusahaan.
3) Bagi lokasi gudang untuk memaksimumkan speed delivery dan biaya
minimum. Jarak gudang dengan lokasi pabrik yang tepat akan
mempercepat penyerahan barang sekaligus meminimalkan biaya
Menurut Sumaatmadja (1981), berdasarkan ilmu tata ruang, lokasi dibagi
menjadi dua jenis, yaitu:
1) Lokasi absolut, yaitu suatu tempat atau wilayah yang lokasinya berkaitan
dengan letak astronomis yaitu dengan menggunakan garis lintang dan garis
bujur, dan dapat diketahui secara pasti dengan menggunakan peta. Lokasi
absolut suatu daerah tidak dapat berubah atau berganti sesuai perubahan
zaman tetapi bersifat tetap karena berkaitan dengan bentuk bumi.
2) Lokasi relatif, yaitu suatu tempat atau wilayah yang berkaitan dengan
karakteristik tempat atau suatu wilayah, karakteristik tempat yang
bersangkutan sudah dapat diabstraksikan lebih jauh. Lokasi relatif
memberikan gambaran tentang keterbelakangan, perkembangan dan
kemajuan wilayah yang bersangkutan dibandingkan dengan wilayah
lainnya. Lokasi relatif dapat ditinjau dari site dan situasi (situation). Site
adalah semua sifat atau karakter internal dari suatu daerah tertentu
sedangkan situasi adalah lokasi relatif dari tempat atau wilayah yang
bersangkutan yang berkaitan dengan sifat-sifat eksternal suatu region.
15

c. Faktor yang Mempengaruhi Lokasi


Pengembang perumahan dalam pemilihan lokasi untuk pembangunan
perumahan akan mencari lokasi yang sesuai dengan cara menyeleksi beberapa
tempat. Banyak dan beragamnya kriteria penentu lokasi perumahan, maka
persaingan antarpengembang dalam memilih lokasi untuk membangun
perumahannya, hal ini menunjukkan bahwa menentukan lokasi untuk perumahan
bukan hal yang mudah. Faktor penentu lokasi pembangunan perumahan
diklasifikasikan menjadi tujuh faktor (Lolliyanti, Normelani dan Adytma, 2017),
yaitu:
1) Faktor tanah/lahan, yaitu faktor yang berhubungan dengan tanah/lahan yang
dijadikan lokasi perumahan.
2) Faktor hukum dan peraturan, yaitu faktor yang berhubungan dengan
peraturan dan persyaratan pembangunan perumahan.
3) Faktor sarana dan prasarana, yaitu faktor yang berhubungan dengan
ketersediaan dan kondisi sarana dan prasarana daerah yang akan dijadikan
lokasi perumahan.
4) Faktor Aksesibilitas, yaitu faktor yang berhubungan dengan jarak dan
kemudahan untuk mencapai suatu tempat.
5) Faktor kenyamanan lingkungan
6) Faktor biaya, yaitu yang berhubungan dengan biaya pembelian lahan yang
murah.
7) Faktor pemasaran, yaitu faktor yang berhubungan dengan kemudahan bagi
pengembang perumahan dalam memasarkan perumahan.
d. Faktor yang Dipengaruhi Lokasi
Lokasi adalah tempat untuk setiap bisnis dan merupakan suatu keputusan
penting, karena keputusan yang salah dapat mengakibatkan kegagalan sebelum
bisnis dimulai (Rbayulia, 2013). Memilih lokasi usaha harus benar-benar
dipertimbangkan dengan hati-hati karena kemudahan untuk menjangkau tempat
usaha sangat mempengaruhi kedatangan konsumen. Teori Lokasi Losch dan
Weber, dari Losch yang melihat persoalan dari sisi permintaan (pasar), dan
Weber yang melihat persoalan dari sisi penawaran (produksi). Losch
16

mengatakan bahwa lokasi penjual sangat berpengaruh terhadap jumlah


konsumen yang dapat digarapnya. Makin jauh dari tempat penjual, konsumen
semakin enggan membeli karena biaya transportasi untuk mendatangi tempat
penjual semakin mahal.
Lokasi usaha adalah pemacu biaya yang begitu signifikan, lokasi usaha
memiliki kekuatan untuk membuat atau menghancurkan strategi bisnis sebuah
usaha. Disaat pemilik usaha memutuskan lokasi usahanya dan beroperasi di satu
lokasi tertentu, banyak biaya akan menjadi tetap dan sulit untuk dikurangi.
Pemilihan lokasi usaha mempertimbangkan antara strategi pemasaran jasa dan
preferensi pemilik (Fitriyani, Murni dan Warsono, 2018). Penelitian-penelitian
terdahulu menemukan bahwa lokasi usaha berpengaruh terhadap kesuksesan
atau keberhasilan usaha (Wahyudi & Heriyanto, 2014).
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa lokasi merupakan
faktor krusial yang dapat menentukan keberhasilan suatu usaha. Lokasi sangat
berpengaruh pada biaya (cost) yang harus dikeluarkan dan hal ini berpengaruh
langsung terhadap harga pada suatu barang/jasa. Biaya produksi yang terlalu
mahal tentu menyulitkan pelaku usaha untuk mengambil keuntungan yang besar
dan hal berpengaruh pada pendapatan perusahaan. Selain itu lokasi yang
strategis dapat meningkatkan jumlah konsumen, yang mana hal ini juga
berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan.
e. Indikator Lokasi
Menurut Tjiptono (2008) terdapat beberapa indikator yang digunakan
dalam pemilihan tempat atau lokasi diantaranya :
1) Akses yaitu, lokasi dapat dilalui dengan mudah dan dapat dijangkau dengan
sarana transportasi umum.
2) Visibilitas yaitu, lokasi perusahaan dapat terlihat dengan jelas oleh khalayak
dari tepi jalan.
3) Lalu lintas (traffic)yaitu, lokasi berada pada daerah yang terdapat banyak
orang lalu lalang dan memberikan peluang akan terjadinya impulse buying.
4) Tempat parkir yang luas yaitu, lokasi harus memiliki akses yang mudah dan
aman untuk parkir.
17

5) Ekspansi, yaitu tersedianya tempat yang luas untuk perluasan perusahaan


pada masa yang akan mendatang.
6) Lingkungan yaitu, lingkungan sekitar yang mendukung atas adanya
perusahaan yang menjalankan kegiatan pada daerah yang telah dipilih.
7) Persaingan, yaitu pemilihan lokasi harus dipertimbangkan dengan kondisi
pesaing yang ada disekitar.
3. Harga
a. Definisi Harga
Harga (Price) adalah sejumlah uang atau nilai yang dibebankan atas suatu
produk atau jasa, atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen karena manfaat
memiliki atau menggunakan produk tersebut (Kotler & Armstrong, 2010).
Disamping itu harga merupakan unsur bauran pemasaran yang bersifat fleksibel
yang berarti dapat berubah dengan cepat. Harga adalah bagian terpenting bagi
perusahaan karena dengan adanya harga maka perusahaan akan memperoleh
pendapatan yang akan digunakan untuk keberlangsungan hidup perusahaan
(Hamonangan et al., 2017). Menurut pendapat Wirayanthy & Santoso (2019)
harga suatu produk dikatakan mahal atau murah tidak dapat disamakan, karena
setiap individu memiliki persepsi yang berbeda dan dilatarbelakangi oleh
lingkungan kehidupan dan kondisi setiap individu tersebut. Isniawati & Jalari
(2021) juga berpendapat bahwa harga adalah sebuah simbol dari produk yang
harus dibayar oleh konsumen untuk memperoleh manfaat dari produk tersebut.
Kesimpulan dari beberapa teori yang ada tentang harga maka dapat
disimpulkan bahwa harga merupakan nilai jual yang telah ditetapkan oleh
perusahaan yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan penggunaan suatu
barang atau jasa. Harga merupakan komponen yang berpengaruh langsung
terhadap laba perusahaan.
18

b. Lingkup Harga
Menurut Tjiptono, dkk., (2009:471), harga mempunyai peranan penting
yang terdiri dari:
1) Bagi perekonomian
Harga produk mempengaruhi tingkat upah, sewa, bunga dan laba. Harga
merupakan dasar dalam sistem perekonomian, karena harga berpengaruh
terhadap alokasi faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja, tanah, modal, dan
kewirausahaan. Tingkat upah yang tinggi menarik tenaga kerja, tingkat bunga
yang tinggi menjadi daya tarik bagi investasi modal, dan seterusnya.
2) Bagi konsumen
Dalam penjualan ritel, ada segmen pembeli yang sangat sensitif terhadap
faktor harga (menjadikan harga sebagai satu-satunya pertimbangan membeli
produk) dan ada pula yang tidak. Mayoritas konsumen agak sensitif terhadap
harga, namun juga mempertimbangkan faktor lain (seperti citra merek, lokasi
toko, pelayanan, nilai (value) dan kualitas).
3) Bagi perusahaan
Dibandingkan dengan bauran pemasaran lainnya (produk, distribusi dan
promosi) yang membutuhkan pengeluaran dana dalam jumlah besar, harga
merupakan satu-satunya elemen bauran pemasaran yang mendatangkan
pendapatan. Harga mempengaruhi posisi bersaing dan pangsa pasar
perusahaan.
Secara umum, terdapat 4 metode untuk menetapkan harga yaitu, metode
penetapan harga berbasis permintaan, berbasis biaya, berbasis laba, dan berbasis
persaingan, Tjiptono, dkk., (2009:471).
1) Berbasis permintaan
Suatu metode yang menekankan pada berbagai faktor yang mempengaruhi
selera dan kesukaan pelanggan berdasarkan kemampuan dan kemauan
pelanggan untuk membeli, manfaat yang diberikan produk dan perilaku
konsumen secara umum.
19

2) Berbasis biaya
Faktor penetapan harga yang dipengaruhi aspek penawaran atau biaya, dan
bukannya aspek permintaan. Harga akan ditentukan berdasarkan biaya
produksi dan pemasaran produk yang ditambah dengan jumlah tertentu
sehingga menutupi biaya langsung, overhead, dan juga laba/rugi.
3) Berbasis Laba
Penetapan harga yang didasarkan pada keseimbangan biaya dan pendapatan.
Metode ini memiliki 3 pendekatan yaitu, target profit pricing (penetapan
harga berdasarkan target keuntungan), target return on sales pricing (target
harga berdasarkan penjualan), dan target return on investment pricing sebuah
perusahaan
4) Berbasis persaingan
Penetapan harga yang dilakukan dengan mengikuti apa yang dilakukan
pesaing. Metode ini memiliki 3 pendekatan melalui sistem penjualan di
bawah harga normal pesaing untuk menarik konsumen, menyamakan harga
agar persaingan tidak terlalu besar atau memberi harga lebih tinggi dari
pesaingnya dengan asumsi bahwa produk yang mereka tawarkan memiliki
kualitas lebih baik.
Menurut Assauri (2014:224-227), ada beberapa tujuan penetapan harga
yang diambil yaitu:
1) Memperoleh laba yang maksimal
Salah satu tujuan yang paling lazim dalam penetapan harga adalah
memperoleh hasil laba jangka pendek yang maksimal. Pencapaian tujuan ini
dilakukan dengan cara menentukan tingkat harga yang memperhatikan total
hasil penerimaan penjualan (sales revenue) dan total biaya, dalam hal ini
perusahaan menetapkan harga untuk memperoleh tingkat keuntungan yang
maksimal paling memuaskan.
2) Mendapat share pasar tertentu
Sebuah perusahaan dapat menetapkan tingkat harga untuk mendapatkan atau
meningkatkan share pasar, meskipun mengurangi tingkat keuntungan pada
20

masa itu. Strategi ini dilakukan perusahaan karena perusahaan percaya bahwa
jika share pasar bertambah besar, maka tingkat keuntungan akan meningkat
pada masa depan.
3) Memerah pasar (market skimming)
Perusahaan mengambil manfaat memperoleh keuntungan dari bersedianya
pembeli membayar dengan harga yang lebih tinggi dari membeli yang lain,
karena barang yang ditawarkan memberikan nilai yang lebih tinggi bagi
mereka. Jadi dalam hal ini perusahaan menetapkan harga yang lebih tinggi,
karena hendak menarik manfaat dari sekelompok besar pembeli yang bersedia
membayar harga tinggi, yang disebabkan produk perusahaan tersebut
mempunyai nilai sekarang (present value) yang tinggi bagi mereka.
4) Mencapai tingkat hasil penerimaan penjualan maksimum pada waktu itu
Perusahaan menetapkan harga untuk memaksimumkan penerimaan penjualan
pada masa itu. Tujuan itu hanya mungkin dapat dicapai apabila terdapat
kombinasi harga dan kuantitas produk yang dapat menghasilkan tingkat
pendapatan yang paling besar. Penetapan harga dengan tujuan ini biasanya
terdapat pada perusahaan yang mungkin dalam keadaan kesulitan keuangan
atau perusahaan yang menganggap masa depannya suram atau tidak menentu.
5) Mencapai keuntungan yang ditargetkan
Perusahaan menetapkan harga tertentu untuk dapat mencapai tingkat laba
yang berupa rate of return yang memuaskan. Meskipun harga yang lebih
tinggi dapat memberikan atau menghasilkan tingkat laba yang berlaku
(conventional) bagi tingkat investasi dan risiko yang ditanggung.
6) Mempromosikan produk
Perusahaan menetapkan harga khusus yang rendah untuk mendorong
penjualan bagi produknya, bukan semata-mata bertujuan mendapatkan
keuntungan yang besar. Perusahaan dapat menetapkan harga yang rendah
pada suatu waktu untuk suatu macam produk, dengan maksud agar langganan
membeli juga produk-produk lain yang dihasilkan oleh perusahaan.
21

c. Faktor yang Mempengaruhi Harga


Tingkatan harga yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut
Dharmesta dan Irawan dalam Kamelia (2006) dikemukakan sebagai berikut:
1) Keadaan perekonomian
Keadaan perekonomian sangat mempengaruhi tingkat harga yang berlaku.
Pada periode resesi misalnya, merupakan suatu periode dimana harga berada
pada suatu tingkat yang lebih rendah dan ketika ada keputusan pemerintah
tentang nilai tukar rupiah dengan mata uang asing maka akan timbul reaksi-
reaksi dari kalangan masyarakat, khususnya masyarakat bisnis, reaksi spontan
dari keputusan itu adalah adanya kenaikan harga-harga.
2) Penawaran dan permintaan
Pada umumnya tingkat harga yang lebih rendah akan mengakibatkan
jumlah yang diminta lebih besar sedangkan harga yang lebih tinggi
mendorong jumlah yang ditawarkan lebih besar.
3) Elastisitas permintaan
Faktor lain yang dapat mempengaruhi penentuan harga adalah sifat
permintaan pasar. Sebenarnya sifat permintaan pasar ini tidak hanya
mempengaruhi penentuan harganya tetapi juga mempengaruhi volume yang
dijual. Untuk beberapa jenis barang, harga dan volume penjualan ini
berbanding terbalik.
4) Persaingan
Harga jual beberapa macam barang sering dipengaruhi oleh keadaan
persaingan yang ada. Banyaknya penjual dan pembeli ini akan mempersulit
penjual perseorangan untuk menjual dengan harga lebih tinggi kepada
pembeli yang lain.
5) Biaya
Biaya merupakan dasar dalam penentuan harga, sebab suatu tingkat harga
yang tidak dapat menutup biaya akan mengakibatkan kerugian
22

6) Tujuan perusahaan
Penetapan harga suatu barang sering dikaitkan dengan tujuan-tujuan yang
akan dicapai. Setiap perusahaan tidak selalu mempunyai tujuan yang sama
dengan perusahaan lainnya.
7) Pengawasan pemerintah
Pengawasan pemerintah juga merupakan faktor penting dalam penentuan
harga. Pengawasan pemerintah tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk:
penentuan harga maksimum dan minimum, diskriminasi harga, serta praktek-
praktek lain yang mendorong atau mencegah usaha-usaha kearah monopoli.
d. Faktor yang Dipengaruhi Harga
Harga merupakan faktor utama yang dapat mempengaruhi pilihan
seseorang untuk membeli suatu produk (Andi, 2015:128). semakin tinggi harga
maka keputusan pembelian semakin rendah, sebaliknya jika harga rendah
keputusan pembelian berubah semakin tinggi (Kotler dan Amstrong, 2012).
Konsumen sendiri memiliki persepsi mengenai harga, bahwa semakin tinggi
harga suatu produk semakin tinggi pula kualitas produk, hal tersebut terjadi
ketika konsumen tidak memiliki petunjuk lain dari kualitas produk selain harga.
Harga juga mempengaruhi minat beli konsumen, dimana menurut Satriya
(2017) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa harga berpengaruh positif dan
signifikan terhadap minat beli konsumen. Dimana harga yang lebih rendah
meningkatkan minat beli konsumen. Selain itu harga juga berpengaruh terhadap
kepuasan pelanggan, dimana semakin murah harganya maka semakin tinggi pula
kepuasan pelanggan (Khairusy, 2020).
e. Indikator Harga
Menurut Kotler dan Amstrong (2012) terdapat empat indikator dari harga
diantaranya sebagai berikut:
1) Keterjangkauan harga
Yaitu kemampuan konsumen dalam menjangkau harga sebuah produk
yang ditawarkan oleh perusahaan sesuai dengan target yang ditetapkan
perusahaan
2) Kesesuaian harga dengan kualitas produk
23

Yaitu apakah harga yang ditawarkan oleh perusahaan kepada konsumen


sudah sesuai dengan kualitas produk yang didapatkan.
3) Kesesuaian harga dengan manfaat
Yaitu apakah harga yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen sudah
sesuai dengan manfaat yang didapatkan. Konsumen akan melakukan
pembelian apabila merasa manfaat yang diperoleh lebih besar atau sama
dengan pengorbanan yang dilakukan.
4) Kesesuaian harga dengan daya saing
Yaitu apakah harga yang ditawarkan oleh perusahaan telah sesuai dengan
produk pesaing yang sejenis, karena dalam pembelian sebuah produk
konsumen akan mempertimbangkan harga terlebih dahulu.
4. Promosi
a. Definisi Promosi
Menurut Buchari Alma (2018:181) promosi adalah sejenis komunikasi yang
memberi penjelasan yang meyakinkan calon konsumen tentang barang dan jasa.
Sedangkan menurut Kotler dan Keller (2016) promosi merupakan aktivitas yang
mengkomunikasikan keunggulan produk dan membujuk pelanggan sasaran untuk
membelinya. Promosi adalah salah satu tolak ukur keberhasilan suatu kegiatan
pemasaran, meskipun produk yang ditawarkan berkualitas tetapi konsumen belum
mengenal dan tidak yakin akan kebergunaan produk bagi mereka, maka
pembelian tidak akan pernah terjadi (Firdaus & Hadmar, 2018).
Kesimpulan dari beberapa teori yang ada tentang promosi maka dapat
disimpulkan bahwa kegiatan promosi adalah suatu kegiatan komunikasi antara
pembeli dan penjual mengenai keberadaan produk dan jasa, menyakinkan,
membujuk dan meningkatkan kembali akan produk dan jasa tersebut sehingga
mempengaruhi sikap dan perilaku yang mendorong kepada pertukaran dalam
pemasaran.
24

b. Lingkup Promosi
Promosi memiliki fungsi seperti yang dikemukakan oleh Swastha (2000):
1) Memberikan informasi
Promosi dapat menambah nilai suatu barang dengan memberikan
informasi kepada konsumen. Promosi dapat memberikan informasi baik
tentang barangnya, harganya, ataupun informasi lain yang mempunyai
kegunaan kepada konsumen. Tanpa adanya informasi seperti itu orang segan
atau tidak akan mengetahui banyak tentang suatu barang. Dengan demikian
promosi merupakan suatu alat bagi penjual dan pembeli untuk memberitahu
kepada pihak lain tentang kebutuhan dan keinginan mereka, sehingga
kebutuhan dan keinginan tersebut dapat dipengaruhi dengan mengadakan
pertukaran yang memuaskan.
2) Membujuk dan mempengaruhi
Promosi selain bersifat memberitahu juga bersifat untuk membujuk
terutama kepada pembeli-pembeli potensial, dengan mengatakan bahwa suatu
produk adalah lebih baik dari pada produk yang lainnya.
3) Menciptakan kesan (Image)
Promosi dapat memberikan kesan tersendiri bagi calon konsumen untuk
produk yang diiklankan, sehingga pemasar menciptakan promosi sebaik-
baiknya.
4) Promosi merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan
Promosi dapat digunakan untuk mencapai tujuan, yaitu untuk menciptakan
pertukaran yang menguntungkan melalui komunikasi, sehingga keinginan
mereka dapat terpenuhi. Dalam hal ini komunikasi dapat menunjukkan cara-
cara untuk mengadakan pertukaran yang saling menguntungkan.
Tujuan utama dari promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi dan
membujuk, serta mengingatkan pelanggan sasaran tentang perusahaan dan bauran
pemasaran. Menurut Tjiptono (2002), secara rinci ketiga tujuan promosi tersebut
dapat dijabarkan sebagai berikut:
1) Menginformasikan (informing), dapat berupa menginformasikan pasar
mengenai keberadaan suatu produk baru, memperkenalkan cara pemakaian,
25

menyampaikan perubahan harga kepada pasar, menjelaskan cara kerjanya,


menginformasikan jasa-jasa yang disediakan oleh perusahaan, meluruskan
kesan yang keliru, mengurangi ketakutan atau kekhawatiran pembeli, dan
membangun citra perusahaan.
2) Membujuk pelanggan sasaran (persuading) untuk membentuk pilihan merk,
mengalihkan pilihan ke merk tertentu, mengubah persepsi pelanggan terhadap
atribut pokok, mendorong pembeli untuk belanja saat itu juga, mendorong
pembeli untuk menerima kunjungan wiraniaga (salesman).
3) Mengingatkan (reminding), dapat terdiri atas mengingatkan pembeli bahwa
produk yang bersangkutan dibutuhkan dalam waktu dekat, mengingatkan
pembeli akan tempat-tempat yang menjual produk perusahaan, membuat
pembeli tetap ingat walaupun tidak ada kampanye iklan, menjaga agar
ingatan pertama pembeli jatuh pada produk perusahaan.
Menurut Halim & Iskandar (2019), tujuan dari promosi adalah
menumbuhkan perhatian, ketertarikan, keinginan dan tindakan untuk membeli.
Masing-masing tujuan tersebut dijelaskan sebagai berikut:
1) Perhatian (Attention)
Munculnya perhatian yang besar dari dalam diri konsumen terhadap suatu
produk atau jasa.
2) Ketertarikan (Interest)
Kondisi adanya konsentrasi yang menggambarkan perhatian dan perasaan
senang.
3) Keinginan (Desire)
Kondisi dimana muncul dorongan untuk memiliki produk
4) Tindakan membeli(Action)
Merupakan salah satu upaya terakhir untuk membujuk calon pembeli agar
sesegera mungkin melakukan tindakan pembelian.
26

c. Faktor yang Mempengaruhi Promosi


Menurut Shinta (2011: 147) Ada empat yang mempengaruhi promosi yaitu
dana yang tersedia, sifat pemasaran, sifat produk, dan tahap daur hidup produk.
Masing-masing faktor dijelaskan sebagai berikut:
1) Dana yang tersedia
Perusahaan dengan dana yang cukup, dapat membuat promosi yang lebih
efektif daripada perusahaan dengan dana yang terbatas.
2) Sifat pasar
Sifat pasar yang berpengaruh dalam pelaksanaan promosi antara lain adalah:
a) Luas pasar secara geografis
Penjualan personal mungkin sudah mencukupi dalam pasaran lokal,
namun dengan meluasnya pasar secara geografis, maka periklanan
sudah mulai dipertimbangkan.
b) Jenis pelanggan
Strategi promosi dipengaruhi oleh jenis sasaran yang akan dituju oleh
perusahaan, misalnya pemakai industri, pelanggan rumah tangga atau
perantara.
c) Konsentrasi pasar
Makin sedikit calon pembeli maka semakin efektif penjualan personal
dibandingkan periklanan.
3) Sifat produk
Diperlukan strategi yang berbeda-beda untuk barang konsumsi dan barang
industri.
4) Faktor bauran pemasaran
a) Harga yang tinggi sering dianggap konsumen berkorelasi positif dengan
kualitas yang juga tinggi, sehingga penggunaan iklan untuk kasus ini
lebih tepat karena untuk menginformasikan kualitas dari produk-produk
yang harganya mahal.
b) Pendistribusian yang dilakukan adalah distribusi langsung maka
menggunakan personal selling, sedangkan untuk distribusi tidak
27

langsung maka yang dibutuhkan adalah iklan karena armada penjualan


yang dipakai jumlahnya terbatas.
d. Faktor yang Dipengaruhi Promosi
Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program
pemasaran. Betapapun berkualitasnya suatu produk, bila konsumen belum pernah
mendengarnya dan tidak yakin bahwa produk itu akan berguna bagi mereka, maka
mereka tidak akan pernah membelinya. Promosi penjualan merupakan salah satu
cara untuk meningkatkan minat beli konsumen (Yoebrilianti, 2018). Hal ini
selaras dengan tujuan promosi yang beragam, diantaranya menarik pelanggan
baru,mempengaruhi pelanggannya untuk mencoba produk baru, mendorong
pelanggan membeli lebih banyak, menyerang aktivitas promosi pesaing,
meningkatkan impulse buying (pembelian tanpa rencana sebelumnya),atau
mengupayakan kerjasama yang lebih erat dengan pengencer.
Minat beli yang meningkat akan selaras dengan meningkatnya keputusan
pembelian, hal ini berarti promosi juga dapat meningkatkan keputusan
pembelian dan meningkatkan penjualan. Promosi memiliki pengaruh dengan
penjualan karena sebagai salah satu penentu laku tidaknya suatu barang/jasa
karena berhubungan dengan masyarakat / calon pembeli yang ingin
membeli/menggunakan jasa karena melihat / tertarik dengan promosi yang
ditawarkan. Banyaknya konsumen yang tertarik untuk membeli dan memakai
produk yang dikeluarkan perusahaan akan terjadi penjualan atas produk tersebut,
sehingga kegiatan promosi yang dijalankan berimbas secara langsung pada
peningkatan penjualan. Menurut Kotler (2016:681) berpendapat bahwa promosi
penjualan terdiri dari kumpulan alat-alat insentif yang beragam, sebagian besar
berjangka pendek, dirancang untuk mendorong pembelian suatu produk/jasa
tertentu secara lebih cepat dan/atau lebih besar oleh konsumen atau pedagang.
e. Indikator Promosi
Terdapat 5 Indikator promosi menurut Mursid (2010:96) adalah :
1. Memberikan Informasi
Para ahli ekonomi telah menekankan adanya faedah kegunaan waktu, tempat,
bentuk, dan milik dalam pemasaran, sebuah barang akan lebih berharga bagi
28

seseorang apabila ia dapat memperolehnya setiap waktu, pada setiap tempat


dan memilikinya dengan mudah, sebenarnya masih ada satu faedah lagi yang
tidak kalah penting dengan faedah-faedah lainnya, yaitu faedah informasi.
2. Membujuk dan Mempengaruhi
Sering periklanan tidak hanya memberitahu saja, tetapi juga memberi sifat
membujuk terutama kepada pembeli-pembeli potensial, dengan mengatakan
bahwa suatu produk adalah lebih baik daripada produk yang lain.
3. Menciptakan kesan (image)
Dengan sebuah iklan, orang akan mempunyai suatu kesan tertentu tentang apa
yang diiklankannya. Dalam hal ini pemasangan iklan selalu berusaha untuk
menciptakan iklan yang sebaik-baiknya, misalnya dengan menggunakan
warna, ilustrasi, bentuk dan susunan yang menarik.
4. Memuaskan Keinginan
Sebelum memilih dan membeli produk, terkadang seorang ingin diberitahu
lebih dulu. Sebagai contoh mereka ingin mengetahui lebih dulu tentang gizi,
vitamin dan harga pada produk makanan yang paling baik untuk keluarga,
jadi periklanan merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk mencapai
tujuan, dan tujuan itu sendiri berupa pertukaran yang saling memuaskan.
5. Periklanan merupakan alat komunikasi.
Periklanan adalah suatu alat untuk mempertemukan antara penjual dan
pembeli, sehingga tercipta komunikasi dua arah untuk memenuhi keinginan
mereka dengan cara efektif dan efisien.
29

B. Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu merupakan acuan bagi penulis dalam melakukan penelitian, sehingga peneliti dapat mengumpulkan
teori-teori yang berguna dalam mengkaji penelitian. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa penelitian
terdahulu. Berikut beberapa penelitian terdahulu yang peneliti gunakan sebagaimana dapat dilihat dalam Tabel 2.1

Tabel 2.1 Tinjauan Penelitian Terdahulu

1. Judul : The Effect Of Brand Image Perception And Promotion On Purchase Intention Grand Bintaro Asri
Housing Consumer In Ciputat
Nama Peneliti Permasalahan Fokus dan Populasi, Sampel, Proses penelitian Temuan
dan Tahun yang diteliti tujuan penelitian dan Unit Analisis dan analisis data Penelitian
(Fauziah, 2020) Menurunnya Menganalisis - Populasi : - Pengumpulan Promosi tidak
Penjualan rumah pengaruh persepsi konsumen yang data kuesioner berpengaruh
di Grand Bintaro merek dan membeli Grand - Uji validitas, uji terhadap minat
Asri ditengarai promosi terhadap Bintaro Asri. reliabilitas, uji beli, dan
masalah citra minat beli - Sampel : 100 asumsi klasik persepsi merek
merek, dan konsumen Orang - Analisis regresi berpengaruh
promosi, yang perumahan Grand - Regresi linier linier berganda terhadap minat
masih kurang. Bintaro Asri. berganda - Pembahasan beli konsumen.
30

2. Judul : Factors Affecting The Intention To Purchase Townhouse


Nama Peneliti Permasalahan Fokus dan Populasi, Sampel, Proses penelitian Temuan
dan Tahun yang diteliti tujuan penelitian dan Unit Analisis dan analisis data Penelitian
(Le-Hoang, Ho, Terdapat masalah Tujuan dari - Populasi : - Pengumpulan Hasil penelitian
Phan, et al., bahwa pelanggan penelitian ini pelanggan di data menunjukkan
2020) masih memiliki adalah untuk District 9 Kota Ho - Analisis data bahwa merek
kekhawatiran mengidentifikasi Chi Minh. dengan EFA pengembang,
tentang membeli faktor-faktor yang - Sampel : 192 - Data display harga, lokasi,
rumah karena mempengaruhi responden - Pembahasan karakteristik
berbagai alasan, niat membeli Exploratory factor - Membuat perumahan,
seperti banyak townhouse oleh analysis (EFA) kesimpulan pengaruh sosial
prosedur, legal. pelanggan di dan hukum
Tidak jelas, dan District 9 Kota Ho mempengaruhi
harganya terlalu Chi Minh niat membeli
tinggi. townhouse di
wilayah District
9.
31

3. Judul : Determinants Of Customer's Apartment Purchase Intention: Is The Location Dominant?


Nama Peneliti Permasalahan Fokus dan Populasi, Sampel, Proses penelitian Temuan
dan Tahun yang diteliti tujuan penelitian dan Unit Analisis dan analisis data Penelitian
(Le-Hoang, Ho, Terdapat masalah Tujuan dari - Populasi : - Pengumpulan Hasil
Luu, et al., 2020) pengembang real penelitian ini pelanggan di Ho data Exploratory
estate kurang adalah untuk Chi Minh City, - Analisis data Factor Analysis
memahami mengidentifikasi Vietnam. dengan EFA menunjukkan
psikologi dan mengukur - Sampel : 200 - Data display bahwa lokasi,
pembeli, faktor-faktor yang responden - Pembahasan fitur, keuangan,
mengetahui apa mempengaruhi Exploratory factor - Membuat dan norma
yang mereka niat beli analysis (EFA) kesimpulan subjektif
butuhkan, apa apartemen berpengaruh
yang mereka pelanggan di Ho signifikan
inginkan, dan Chi Minh City, terhadap niat
aspirasi mereka. Vietnam. beli apartemen
dam lokasi
merupakan
faktor paling
dominan.
32

4. Judul : The Influence of Places and Facilities on People's Buying Interest (Case Study of Jatibaru Garden
Housing)
Nama Peneliti Permasalahan Fokus dan Populasi, Sampel, Proses penelitian Temuan
dan Tahun yang diteliti tujuan penelitian dan Unit Analisis dan analisis data Penelitian
(Barus, 2021) Pengembang Penelitian ini - Populasi : - Pengumpulan Fasilitas
perumahan hanya bertujuan untuk konsumen Jatibaru data dengan berpengaruh
memproduksi mengetahui Garden Housing kuesioner signifikan
tetapi kurang pengaruh tempat - Sampel : 71 - Analisis data terhadap minat
dalam hal terhadap minat responden - Pembahasan beli masyarakat
menarik beli masyarakat Regresi linier Penarikan dan lokasi
konsumen, pada perumahan berganda kesimpulan berpengaruh
karena produsen Jatibaru Garden, signifikan
harus berusaha dan untuk terhadap minat
menarik mengetahui beli masyarakat
konsumen dan pengaruh fasilitas pada perumahan
mempengaruhi terhadap minat. Jatibaru Garden
perilaku
konsumen.
33

5. Judul : Pengaruh Kualitas dan Harga Perumahan Kota Citra Graha Terhadap Minat Beli Masyarakat
Nama Peneliti Permasalahan Fokus dan Populasi, Sampel, Proses penelitian Temuan
dan Tahun yang diteliti tujuan penelitian dan Unit Analisis dan analisis data Penelitian
(Kadir, 2020) Kota Citra Graha - Analisis - Populasi : - Pengumpulan Variabel kualitas
menemukan kualitas dan seluruh data dengan dan harga secara
masalah dalam harga. Konsumen dan kuesioner signifikan
promosi, di mana - menganalisis calon konsumen - Analisis data berpengaruh
konsumen pengaruh (pembeli) pada - Data penelitian dengan minat
melihat kualitas kualitas dan perumahan Kota diuji dengan uji beli konsumen
serta harga yang harga. Untuk Citra Graha asumsi klasik atau calon
mahal sehingga melihat - Sampel : 100 - Regresi linear konsumen untuk
mempengaruhi variabel orang. berganda dapat melakukan
minat beli mana yang - Teknik analisis - Pembahasan pembelian unit
masyarakat. lebih besar data dan penarikan di Kota Citra
pengaruhnya menggunakan kesimpulan. Graha
regresi linear
berganda.
34

6. Judul : Analisis Pengaruh Kualitas Produk dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen dalam
Memilih Real Property Melalui Digital Marketing sebagai Variabel Intervening di Yogyakarta
Nama Peneliti Permasalahan Fokus dan Populasi, Sampel, Proses penelitian Temuan
dan Tahun yang diteliti tujuan penelitian dan Unit Analisis dan analisis data Penelitian
(Setyawati et al., Promosi Mengetahui - Populasi : seluruh - Pengumpulan Kualitas produk
2022) menggunakan pengaruh kualitas konsumen Real data dengan tidak
brosur yang tidak produk, harga dan Property di kuesioner berpengaruh
sesuai dengan efek dari Yogyakarta - Dijalankan langsung
keadaan pemasaran digital - Sampel : 130 dengan SPSS terhadap
sebenarnya. terhadap Orang. - Menjalankan uji pemasaran
Brosur keputusan - Unit analysis : - Pembahasan digital. Harga
menampilkan pembelian regresi linier - Penarikan dan kualitas
model rumah konsumen real berganda, uji kesimpulan produk memiliki
minimalis estate di asumsi klasik. efek langsung
dengan fasilitas Yogyakarta. pada pemasaran
melimpah namun digital dan juga
tidak sesuai keputusan
dengan keadaan pembelian
di lapangan.
35

7. Judul : Pengaruh Promosi dan Fasilitas Terhadap Minat Beli Konsumen (Studi Kasus pada Perumahan Villa
Bunga Arengka PT. Adhi Karya Persada Nusantara Pekanbaru)
Nama Peneliti Permasalahan Fokus dan Populasi, Sampel, Proses penelitian Temuan
dan Tahun yang diteliti tujuan penelitian dan Unit Analisis dan analisis data Penelitian
(Febrina, 2021) Fasilitas yang Mengetahui - Populasi : - Pengumpulan Promosi dan
ditawarkan masih pelaksanaan Seluruh data dengan nilai fasilitas
kurang karena promosi dan Penghuni kuesioner dipersepsikan
sejak tahun 2015- fasilitas yang perumahan - Dijalankan oleh konsumen
2019 tidak ada ditawarkan,dan - Sampel : dengan SPSS sudah baik.
perkembangan mengetahui minat sebanyak 70 - Menjalankan uji Minat beli
fasilitas maupun beli konsumen, responden. - Pembahasan konsumen pada
perbaikan pada perumahan - Unit analisis : - Penarikan perumahan Villa
fasilitas yang Villa Bunga regresi linier kesimpulan Bunga Arengka
lebih baik dari Arengka type 70 berganda, uji type 70
pengembang di PT. Adhi Karya asumsi klasik, dipersepsikan
layaknya yang Persada dan, uji t , uji F, oleh konsumen
dibutuhkan Nusantara. koefisien dengan sangat
konsumen determinasi. baik.
perumahan.
36

8. Judul : Analisis Pengaruh Harga, Kualitas Produk, Promosi Dan Lokasi Terhadap Keputusan Pembelian Rumah
(Studi Kasus Pada Pembeli Perumahan Havaland Malang)
Nama Peneliti Permasalahan Fokus dan Populasi, Sampel, Proses penelitian Temuan
dan Tahun yang diteliti tujuan penelitian dan Unit Analisis dan analisis data Penelitian
(Rozikin et al., Minimnya Fokus dan - Populasi : - Pengumpulan Harga dan lokasi
2021) tempat untuk penelitian ini konsumen yang data dengan tidak
proyek Real untuk mengetahui membeli rumah kuesioner berpengaruh
Estate di Kota pengaruh variabel di Havaland - Analisis data terhadap
sehingga harga harga, kualitas Malang - Menjalankan keputusan
rumah ataupun produk, promosi - Sampel : uji pembelian,
tanah tinggi dan dan lokasi sampling jenuh - Kesimpulan sedangkan
sulit miliki, terhadap dengan seluruh dan kualitas produk
sehingga Keputusan anggota populasi pembahasan dan promosi
konsumen lebih Pembelian Rumah sebanyak 51 berpengaruh
memilih rumah pada perumahan orang signifikan secara
di pedesaan Havaland Malang - Teknik regresi simultan
dibandingkan di baik secara parsial linear berganda. mempengaruhi
Kota karena maupun simultan. keputusan
selisih harga. pembelian.
37

9. Judul : Analysis of Marketing Mix in Order to Increase Purchase Interest in PT. Woodlands Propertindo Group
Nama Peneliti Permasalahan Fokus dan Populasi, Sampel, Proses penelitian Temuan
dan Tahun yang diteliti tujuan penelitian dan Unit Analisis dan analisis data Penelitian
(Hilal et al., Menurunnya Untuk - Populasi : - Pengumpulan Calon konsumen
2021) penjualan selama menganalisis konsumen yang data dengan memiliki minat
3 tahun terakhir marketing mix membeli atau membuat beli yang relatif
yang sebabkan apakah menghuni kuesioner tinggi di
minat beli berpengaruh perumahan - Uji validitas, uji Perumahan
konsumen terhadap minat Grand ZamZam reliabilitas, dan Grand ZamZam
perumahan beli PT Residence uji asumsi klasik Residence,
[Link] Woodlands - Sampel : 100 - Analisis data Terdapat
Propertindo Propertindo responden dengan regresi pengaruh
Group yakni Group - Unit Analisis : linier berganda signifikan
perumahan uji regresi linier - Pembahasan bauran
Grand ZamZam sederhana - Membuat pemasaran
karena bauran kesimpulan terhadap
pemasaran yang minat beli.
dilakukan kurang
optimal.
38

10. Judul : The Influence of Celebrity Ambassador, Company Image and Service Quality on Rental Interest in
Bassura City Apartments on [Link]
Nama Peneliti Permasalahan Fokus dan Populasi, Sampel, Proses penelitian Temuan
dan Tahun yang diteliti tujuan penelitian dan Unit Analisis dan analisis data Penelitian
(Pratiwi & Tingginya Fokus dan tujuan - Populasi : - Pengumpulan Variabel
Cahaya, 2021) perusahaan start- penelitian ini Seluruh orang data dengan Celebrity
up di Indonesia bertujuan untuk yang menyewa membuat Ambassador,
khususnya mengetahui apartmen kuesioner Citra,
bidang jasa pengaruh - Sampel : 100 - Uji korelasi, Perusahaan,
penginapan Celebrity Responden regresi linier Kualitas
membuat Ambassador, - Unit analisis : berganda, pelayanan
[Link] Company Image Regresi Linier koefisien berpengaruh
merupakan salah dan Service Berganda determinasi, signifikan
satu start-up Quality terhadap dan uji terhadap Minat
rental apartemen Minat Sewa hipotesis. Sewa Apartemen
harus memiliki Apartemen - Pembahasan Bassura City
keunggulan yang Bassura City pada - Membuat pada
tidak dimiliki [Link]. kesimpulan [Link].
oleh start up
penyewaan
lainnya.
39

Pada tabel diatas terdapat persamaan dan perbedaan dengan penelitian


yang dilakukan sekarang. Persamaan penelitian tersebut ialah variabel yang
digunakan dengan penelitian terdahulu yaitu lokasi, harga dan promosi terhadap
minat beli konsumen. Sedangkan perbedaan penelitian sekarang dengan penelitian
terdahulu adalah objek penelitian, waktu pelaksanaan penelitian, metode
penelitian yang digunakan.

C. Kerangka Pikir dan Hipotesis


1. Kerangka Pikir
Kerangka berpikir merupakan suatu model konseptual yang menggambarkan
bagaimana sebuah teori berhubungan dengan faktor yang diidentifikasi sebagai
masalah penting (Sugiyono, 2012). Tujuan dari penggambaran kerangka pikir
adalah memperjelas arah dan tujuan dari sebuah penelitian. Menurut Le-Hoang,
Ho, Phan, et al. (2020), dan Kadir (2020), harga secara signifikan berpengaruh
terhadap minat beli konsumen. Lokasi berpengaruh signifikan terhadap minat beli
masyarakat (Le-Hoang, Ho, Phan, et al., 2020; Barus, 2021). Promosi
berpengaruh terhadap minat beli konsumen (Zulfa, 2019; Harliningtyas et al.,
2020; Ricko et al., 2021; Latief, 2018). Berdasarkan beberapa penelitian yang
telah dilakukan tersebut, maka dapat dibuat kerangka pikir seperti pada gambar
2.1 dibawah ini:

Lokasi
(X₁)

Harga H₂ Minat
(X₂) Beli (Y)

Promosi
(X₃)

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual Penelitian


40

Dari kerangka pikir diatas dapat di deskripsikan bahwa lokasi berpengaruh


terhadap minat beli, harga berpengaruh terhadap minat beli, dan promosi
berpengaruh terhadap minat beli pada Perumahan Griya Margomulyo Asri.
2. Hipotesis
Menurut Sugiyono (2017), Hipotesis adalah jawaban atas rumusan masalah
yang bersifat sementara. Dikarenakan sifatnya masih sementara, maka perlu
adanya pembuktikan kebenarannya melalui data empirik yang terkumpul.
Hipotesis pada penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Pengaruh Lokasi Terhadap Minat Beli Konsumen
Pemilihan lokasi yang tepat menurut Buchari Alma (2013) sangat
menentukan keberhasilan dan kegagalan usaha dimasa yang akan datang. Dan
selanjutnya menurut Heizer (2012) tujuan strategi lokasi adalah untuk
memaksimalkan keuntungan lokasi bagi perusahaan. Hasil penelitian yang
terdahulu menunjukkan bahwa lokasi berpengaruh secara signifikan terhadap
minat beli konsumen (Arifin & Aula, 2021;Sengkey et al., 2021; Le-Hoang, Ho,
Luu, et al., 2020; Barus, 2021; dan Latief, 2018).
H1 : Lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli
konsumen pada Perumahan Griya Margomulyo Asri
2. Pengaruh Harga Terhadap Minat Beli Konsumen
Menurut Hasan (2008), harga ialah barang yang nilainya dinyatakan dengan
sejumlah uang. Hal ini menunjukkan bahwa harga merupakan satu-satunya alat
untuk melakukan transaksi pembelian. Harga merupakan salah satu penentu
keberhasilan suatu perusahaan karena harga menentukan seberapa besar
keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik
berupa barang maupun jasa. Menetapkan harga terlalu tinggi akan menyebabkan
penjualan akan menurun, namun jika harga terlalu rendah akan mengurangi
keuntungan yang dapat diperoleh organisasi perusahaan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa harga berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli
konsumen (Foster & Johansyah, 2019; Harliningtyas et al., 2020; Sengkey et al.,
2021; Le-Hoang, Ho, Phan, et al., 2020; Latief, 2018).
41

H2 : Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli


konsumen pada Perumahan Griya Margomulyo Asri
3. Pengaruh Promosi Terhadap Minat Beli Konsumen
Promosi merupakan sarana yang paling ampuh untuk menarik dan
mempertahankan konsumennya. Salah satu tujuan promosi adalah membujuk
konsumen untuk mau membeli produk yang ditawarkan (Tjiptono, 2001).
Diharapkan dengan adanya promosi konsumen akan terpengaruh dan terbujuk
sehingga beralih ke produk tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa
promosi berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli konsumen
(Harliningtyas et al., 2020; Ricko et al., 2021; Latief, 2018). Namun penelitian
yang dilakukan oleh Fauziah (2020) menunjukkan bahwa promosi secara parsial
tidak berpengaruh terhadap minat beli konsumen, namun secara simultan harga
dan persepsi merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli
konsumen.
H3 : Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli
konsumen pada Perumahan Griya Margomulyo Asri

D. Definisi Operasional Variabel


Berikut definisi operasional dari masing-masing variabel yang diteliti:

Tabel 2.2 Definisi Operasional Variabel

Variable Definisi Indikator Sumber


Minat Beli Minat beli adalah sikap 1. Tertarik untuk Schiffman
perilaku konsumen mencari informasi dan Kanuk
(Y) yang tumbuh dari tentang produk (2008)
dalam diri atas rasa 2. Mempertimbangkan
yakin, sebelum untuk membeli
melakukan pembelian 3. Tertarik untuk
terhadap perumahan mencoba
Griya Margomulyo 4. Ingin mengetahui
Asri. produk
5. Ingin memiliki
produk
42

Variable Definisi Indikator Sumber


Lokasi Lokasi adalah suatu 1. Akses Tjiptono
keputusan dimana 2. Visibilitas (2008)
(X1) Griya Margomulyo 3. Lalu lintas
Asri mendirikan 4. Tempat parkir yang
usahanya yang luas
bertujuan agar calon 5. Ekspansi
konsumen berminat 6. Lingkungan
membeli produk yang 7. Persaingan.
ditawarkan
Harga Harga merupakan 1. Keterjangkauan harga Kotler dan
Persepsi calon 2. Kesesuaian harga Amstrong
(X2) konsumen tentang dengan kualitas (2012)
kesesuaian harga yang produk
harus dibayar untuk 3. Kesesuaian harga
memperoleh rumah di dengan manfaat
perumahan Griya 4. Kesesuaian harga
Margomulyo Asri. dengan daya saing
Promosi Promosi penjualan 1. Memberikan Mursid
merupakan isi pesan Informasi (2010)
(X3) yang disampaikan 2. Membujuk dan
kepada calon konsumen Mempengaruhi
perumahan Griya 3. Menciptakan kesan
Margomulyo Asri. (image)
4. Memuaskan
Keinginan
5. Periklanan
merupakan alat
komunikasi, sehingga
perusahaan
mengetahui apa yang
yang diinginkan dan
dibutuhkan oleh
konsumen.

Anda mungkin juga menyukai