Teori dan Faktor Minat Beli Konsumen
Teori dan Faktor Minat Beli Konsumen
A. Kajian Teori
1. Minat Beli
a. Definisi Minat Beli
Minat beli merupakan bagian dari komponen perilaku dalam sikap
mengkonsumsi dan merupakan tahap dimana konsumen membentuk pilihan
mereka di antara beberapa merek, kemudian melakukan suatu pembelian pada
alternatif yang disukainya dan didasari oleh berbagai macam pertimbangan
(Pramono, 2012). Pengertian minat beli menurut Kotler dan Keller (2009), adalah
perilaku yang muncul sebagai respon terhadap objek yang menunjukkan
keinginan konsumen dalam melakukan pembelian. Minat beli adalah perilaku
yang ada pada konsumen yang berasal dari rasa yakin konsumen terhadap suatu
produk atau jasa yang ditawarkan pelaku usaha kepada konsumen (Halim &
Iskandar, 2019). Menurut Bakti et al., (2020) minat beli konsumen adalah niat
yang muncul dalam diri seseorang sebelum melakukan pembelian terhadap suatu
produk atau jasa yang dipertimbangan terlebih dahulu sebelum proses pembelian
berlangsung. Minat beli adalah suatu hal yang berkaitan tentang perencanaan
konsumen dalam membeli produk tertentu dengan jumlah tertentu serta pada
periode tertentu, atau dapat dikatakan bahwa minat beli merupakan pernyataan
mental pada diri konsumen dalam merefleksikan rencana pembelian produk
dengan jumlah dan merek tertentu (Kamilah & Wahyuati, 2017).
Kesimpulan dari beberapa teori yang ada tentang minat beli maka dapat
disimpulkan bahwa minat beli adalah perilaku pada konsumen yang tumbuh dari
dalam diri atas rasa yakin sebelum melakukan pembelian terhadap suatu produk
atau jasa. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi minat untuk membeli
berhubungan dengan perasaan dan emosi, apabila seseorang merasa senang dan
8
9
puas dalam membeli barang atau jasa maka hal itu akan memperkuat minat
membeli, dan ketidakpuasan akan menghilangkan minat untuk membeli.
b. Lingkup Minat Beli
Minat beli adalah tahap terakhir dari suatu proses keputusan pembelian yang
kompleks. Proses ini dimulai dari munculnya kebutuhan akan suatu produk atau
merek, kemudian pemrosesan informasi oleh konsumen, selanjutnya konsumen
akan mengevaluasi produk atau merek tersebut. Hasil evaluasi ini yang akhirnya
memunculkan niat atau intensi untuk membeli sebelum akhirnya konsumen
benar-benar melakukan pembelian. Menurut Ferdinand (2006), minat beli dapat
dikelompokkan menjadi beberapa jenis dan tingkatan, yaitu :
1) Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli produk.
Hal ini bermaksud yakni konsumen telah memiliki minat untuk melakukan
pembelian suatu produk tertentu yang ia inginkan.
2) Minat referensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk mereferensikan
produk kepada orang lain. Hal ini bermaksud yakni seorang konsumen yang
telah memiliki minat untuk membeli akan menyarankan orang terdekatnya
untuk juga melakukan pembelian produk yang sama.
3) Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku seseorang
yang memiliki preferensi utama pada produk tersebut. Preferensi ini hanya
dapat diganti jika terjadi sesuatu dengan produk preferensinya.
4) Minat eksploratif, yaitu menggambarkan perilaku seseorang yang selalu
mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari informasi
untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Beli
Menurut Priansa (2016) faktor yang mempengaruhi minat beli berhubungan
dengan perasaan emosi, apabila konsumen merasa puas dan senang terhadap
produk yang dibelinya maka akan meningkatkan minat beli beli konsumen, begitu
juga sebaliknya jika kegagalan tersebut terjadi akan menghilangkan minat
konsumen. Faktor yang mempengaruhi minat beli menurut Kotler (2016) adalah :
10
Setiawan (2020) minat beli berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian konsumen.
e. Indikator Minat Beli
Terdapat beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur minat beli
seseorang, Menurut Schiffman dan Kanuk (2008:470-473), indikator-indikator
minat beli dijelaskan oleh beberapa komponen, yaitu:
1) Tertarik untuk mencari informasi tentang produk
Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan terdorong untuk mencari
informasi yang lebih banyak. Terdapat dua level rangsangan atau stimulan
kebutuhan konsumen, yaitu level pencarian informasi yang lebih ringan atau
penguatan perhatian dan level aktif mencari informasi yaitu dengan mencari
bahan bacaan, bertanya pada teman, atau mengunjungi toko untuk
mempelajari produk tertentu.
2) Mempertimbangkan untuk membeli
Konsumen mempelajari merek-merek yang bersaing serta fitur merek
tersebut. Melakukan evaluasi terhadap pilihan-pilihan dan mulai
mempertimbangkan untuk membeli produk.
3) Tertarik untuk mencoba
Konsumen mempelajari merek-merek yang bersaing serta fitur merek
tersebut, konsumen akan mencari manfaat tertentu dari solusi produk dan
melakukan evaluasi terhadap produk-produk tersebut. Evaluasi ini dianggap
sebagai proses konsumen dianggap menilai suatu produk secara sangat sadar
dan rasional hingga mengakibatkan ketertarikan untuk mencoba.
4) Ingin mengetahui produk
Konsumen memiliki keinginan untuk mengetahui produk. Konsumen akan
memandang produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang
berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang digunakan untuk memuaskan
kebutuhan.
5) Ingin memiliki produk
Konsumen memberikan perhatian besar pada atribut yang memberikan
manfaat yang dicarinya. Dan akhirnya konsumen akan mengambil sikap
12
b. Lingkup Lokasi
Pemilihan lokasi usaha oleh suatu perusahaan akan mempengaruhi risiko
(risk) dan keuntungan (profit) perusahaan tersebut secara keseluruhan. Kondisi
ini terjadi karena lokasi sangat mempengaruhi biaya tetap (fix cost) maupun
biaya variabel (variable cost), baik dalam jangka menengah maupun jangka
panjang. Keputusan penentuan lokasi suatu perusahaan sering bergantung
kepada tipe/bentuk dari bisnis atau usaha yang akan dijalankan. Untuk
menentukan lokasi suatu industri Properti, manajemen perusahaan biasanya
menggunakan pendekatan biaya (cost) dengan strategi minimisasi biaya.
Terdapat beberapa kriteria dalam penentuan lokasi usaha properti
berdasarkan SNI 03-1733-2004 tentang tata cara perencanaan lingkungan
perumahan dimana lokasi kawasan perumahan harus sesuai dengan rencana
peruntukan lahan yang diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah setempat atau
dokumen perencanaan tata ruang lainnya yang ditetapkan dengan Peraturan
Daerah setempat. Persyaratan kriteria tersebut meliputi:
1) Lokasi Perumahan tidak berada pada kawasan lindung,
2) Lokasi perumahan bebas dari pencemaran air, udara, dan gangguan suara
atau gangguan lainnya, baik yang ditimbulkan sumber daya buatan manusia.
3) Lokasi Perumahan harus aman dari potensi bencana alam seperti banjir,
tanah longsor, tsunami,
4) Pada kota-kota yang mempunyai bandar udara, tidak mengganggu jalur
penerbangan pesawat.
5) Ketinggian lahan kurang dari 1.000 meter di atas permukaan air laut
(MDPL),
6) Kemiringan lahan tidak melebihi 15 %.
Penentuan lokasi perumahan dapat dilihat dari dua sisi kepentingan yang
berbeda, yaitu kepentingan swasta dan kepentingan umum. Kepentingan swasta
yaitu penentuan lokasi dengan sasaran keuntungan yang sebesar-besarnya.
Keuntungan diperoleh dari meminimumkan biaya transportasi dan biaya
operasional, sedangkan kepentingan umum, yaitu pemilihan lokasi untuk
memperoleh kemudahan fasilitas pelayanan umum. Penentuan lokasi dapat
14
b. Lingkup Harga
Menurut Tjiptono, dkk., (2009:471), harga mempunyai peranan penting
yang terdiri dari:
1) Bagi perekonomian
Harga produk mempengaruhi tingkat upah, sewa, bunga dan laba. Harga
merupakan dasar dalam sistem perekonomian, karena harga berpengaruh
terhadap alokasi faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja, tanah, modal, dan
kewirausahaan. Tingkat upah yang tinggi menarik tenaga kerja, tingkat bunga
yang tinggi menjadi daya tarik bagi investasi modal, dan seterusnya.
2) Bagi konsumen
Dalam penjualan ritel, ada segmen pembeli yang sangat sensitif terhadap
faktor harga (menjadikan harga sebagai satu-satunya pertimbangan membeli
produk) dan ada pula yang tidak. Mayoritas konsumen agak sensitif terhadap
harga, namun juga mempertimbangkan faktor lain (seperti citra merek, lokasi
toko, pelayanan, nilai (value) dan kualitas).
3) Bagi perusahaan
Dibandingkan dengan bauran pemasaran lainnya (produk, distribusi dan
promosi) yang membutuhkan pengeluaran dana dalam jumlah besar, harga
merupakan satu-satunya elemen bauran pemasaran yang mendatangkan
pendapatan. Harga mempengaruhi posisi bersaing dan pangsa pasar
perusahaan.
Secara umum, terdapat 4 metode untuk menetapkan harga yaitu, metode
penetapan harga berbasis permintaan, berbasis biaya, berbasis laba, dan berbasis
persaingan, Tjiptono, dkk., (2009:471).
1) Berbasis permintaan
Suatu metode yang menekankan pada berbagai faktor yang mempengaruhi
selera dan kesukaan pelanggan berdasarkan kemampuan dan kemauan
pelanggan untuk membeli, manfaat yang diberikan produk dan perilaku
konsumen secara umum.
19
2) Berbasis biaya
Faktor penetapan harga yang dipengaruhi aspek penawaran atau biaya, dan
bukannya aspek permintaan. Harga akan ditentukan berdasarkan biaya
produksi dan pemasaran produk yang ditambah dengan jumlah tertentu
sehingga menutupi biaya langsung, overhead, dan juga laba/rugi.
3) Berbasis Laba
Penetapan harga yang didasarkan pada keseimbangan biaya dan pendapatan.
Metode ini memiliki 3 pendekatan yaitu, target profit pricing (penetapan
harga berdasarkan target keuntungan), target return on sales pricing (target
harga berdasarkan penjualan), dan target return on investment pricing sebuah
perusahaan
4) Berbasis persaingan
Penetapan harga yang dilakukan dengan mengikuti apa yang dilakukan
pesaing. Metode ini memiliki 3 pendekatan melalui sistem penjualan di
bawah harga normal pesaing untuk menarik konsumen, menyamakan harga
agar persaingan tidak terlalu besar atau memberi harga lebih tinggi dari
pesaingnya dengan asumsi bahwa produk yang mereka tawarkan memiliki
kualitas lebih baik.
Menurut Assauri (2014:224-227), ada beberapa tujuan penetapan harga
yang diambil yaitu:
1) Memperoleh laba yang maksimal
Salah satu tujuan yang paling lazim dalam penetapan harga adalah
memperoleh hasil laba jangka pendek yang maksimal. Pencapaian tujuan ini
dilakukan dengan cara menentukan tingkat harga yang memperhatikan total
hasil penerimaan penjualan (sales revenue) dan total biaya, dalam hal ini
perusahaan menetapkan harga untuk memperoleh tingkat keuntungan yang
maksimal paling memuaskan.
2) Mendapat share pasar tertentu
Sebuah perusahaan dapat menetapkan tingkat harga untuk mendapatkan atau
meningkatkan share pasar, meskipun mengurangi tingkat keuntungan pada
20
masa itu. Strategi ini dilakukan perusahaan karena perusahaan percaya bahwa
jika share pasar bertambah besar, maka tingkat keuntungan akan meningkat
pada masa depan.
3) Memerah pasar (market skimming)
Perusahaan mengambil manfaat memperoleh keuntungan dari bersedianya
pembeli membayar dengan harga yang lebih tinggi dari membeli yang lain,
karena barang yang ditawarkan memberikan nilai yang lebih tinggi bagi
mereka. Jadi dalam hal ini perusahaan menetapkan harga yang lebih tinggi,
karena hendak menarik manfaat dari sekelompok besar pembeli yang bersedia
membayar harga tinggi, yang disebabkan produk perusahaan tersebut
mempunyai nilai sekarang (present value) yang tinggi bagi mereka.
4) Mencapai tingkat hasil penerimaan penjualan maksimum pada waktu itu
Perusahaan menetapkan harga untuk memaksimumkan penerimaan penjualan
pada masa itu. Tujuan itu hanya mungkin dapat dicapai apabila terdapat
kombinasi harga dan kuantitas produk yang dapat menghasilkan tingkat
pendapatan yang paling besar. Penetapan harga dengan tujuan ini biasanya
terdapat pada perusahaan yang mungkin dalam keadaan kesulitan keuangan
atau perusahaan yang menganggap masa depannya suram atau tidak menentu.
5) Mencapai keuntungan yang ditargetkan
Perusahaan menetapkan harga tertentu untuk dapat mencapai tingkat laba
yang berupa rate of return yang memuaskan. Meskipun harga yang lebih
tinggi dapat memberikan atau menghasilkan tingkat laba yang berlaku
(conventional) bagi tingkat investasi dan risiko yang ditanggung.
6) Mempromosikan produk
Perusahaan menetapkan harga khusus yang rendah untuk mendorong
penjualan bagi produknya, bukan semata-mata bertujuan mendapatkan
keuntungan yang besar. Perusahaan dapat menetapkan harga yang rendah
pada suatu waktu untuk suatu macam produk, dengan maksud agar langganan
membeli juga produk-produk lain yang dihasilkan oleh perusahaan.
21
6) Tujuan perusahaan
Penetapan harga suatu barang sering dikaitkan dengan tujuan-tujuan yang
akan dicapai. Setiap perusahaan tidak selalu mempunyai tujuan yang sama
dengan perusahaan lainnya.
7) Pengawasan pemerintah
Pengawasan pemerintah juga merupakan faktor penting dalam penentuan
harga. Pengawasan pemerintah tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk:
penentuan harga maksimum dan minimum, diskriminasi harga, serta praktek-
praktek lain yang mendorong atau mencegah usaha-usaha kearah monopoli.
d. Faktor yang Dipengaruhi Harga
Harga merupakan faktor utama yang dapat mempengaruhi pilihan
seseorang untuk membeli suatu produk (Andi, 2015:128). semakin tinggi harga
maka keputusan pembelian semakin rendah, sebaliknya jika harga rendah
keputusan pembelian berubah semakin tinggi (Kotler dan Amstrong, 2012).
Konsumen sendiri memiliki persepsi mengenai harga, bahwa semakin tinggi
harga suatu produk semakin tinggi pula kualitas produk, hal tersebut terjadi
ketika konsumen tidak memiliki petunjuk lain dari kualitas produk selain harga.
Harga juga mempengaruhi minat beli konsumen, dimana menurut Satriya
(2017) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa harga berpengaruh positif dan
signifikan terhadap minat beli konsumen. Dimana harga yang lebih rendah
meningkatkan minat beli konsumen. Selain itu harga juga berpengaruh terhadap
kepuasan pelanggan, dimana semakin murah harganya maka semakin tinggi pula
kepuasan pelanggan (Khairusy, 2020).
e. Indikator Harga
Menurut Kotler dan Amstrong (2012) terdapat empat indikator dari harga
diantaranya sebagai berikut:
1) Keterjangkauan harga
Yaitu kemampuan konsumen dalam menjangkau harga sebuah produk
yang ditawarkan oleh perusahaan sesuai dengan target yang ditetapkan
perusahaan
2) Kesesuaian harga dengan kualitas produk
23
b. Lingkup Promosi
Promosi memiliki fungsi seperti yang dikemukakan oleh Swastha (2000):
1) Memberikan informasi
Promosi dapat menambah nilai suatu barang dengan memberikan
informasi kepada konsumen. Promosi dapat memberikan informasi baik
tentang barangnya, harganya, ataupun informasi lain yang mempunyai
kegunaan kepada konsumen. Tanpa adanya informasi seperti itu orang segan
atau tidak akan mengetahui banyak tentang suatu barang. Dengan demikian
promosi merupakan suatu alat bagi penjual dan pembeli untuk memberitahu
kepada pihak lain tentang kebutuhan dan keinginan mereka, sehingga
kebutuhan dan keinginan tersebut dapat dipengaruhi dengan mengadakan
pertukaran yang memuaskan.
2) Membujuk dan mempengaruhi
Promosi selain bersifat memberitahu juga bersifat untuk membujuk
terutama kepada pembeli-pembeli potensial, dengan mengatakan bahwa suatu
produk adalah lebih baik dari pada produk yang lainnya.
3) Menciptakan kesan (Image)
Promosi dapat memberikan kesan tersendiri bagi calon konsumen untuk
produk yang diiklankan, sehingga pemasar menciptakan promosi sebaik-
baiknya.
4) Promosi merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan
Promosi dapat digunakan untuk mencapai tujuan, yaitu untuk menciptakan
pertukaran yang menguntungkan melalui komunikasi, sehingga keinginan
mereka dapat terpenuhi. Dalam hal ini komunikasi dapat menunjukkan cara-
cara untuk mengadakan pertukaran yang saling menguntungkan.
Tujuan utama dari promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi dan
membujuk, serta mengingatkan pelanggan sasaran tentang perusahaan dan bauran
pemasaran. Menurut Tjiptono (2002), secara rinci ketiga tujuan promosi tersebut
dapat dijabarkan sebagai berikut:
1) Menginformasikan (informing), dapat berupa menginformasikan pasar
mengenai keberadaan suatu produk baru, memperkenalkan cara pemakaian,
25
B. Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu merupakan acuan bagi penulis dalam melakukan penelitian, sehingga peneliti dapat mengumpulkan
teori-teori yang berguna dalam mengkaji penelitian. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa penelitian
terdahulu. Berikut beberapa penelitian terdahulu yang peneliti gunakan sebagaimana dapat dilihat dalam Tabel 2.1
1. Judul : The Effect Of Brand Image Perception And Promotion On Purchase Intention Grand Bintaro Asri
Housing Consumer In Ciputat
Nama Peneliti Permasalahan Fokus dan Populasi, Sampel, Proses penelitian Temuan
dan Tahun yang diteliti tujuan penelitian dan Unit Analisis dan analisis data Penelitian
(Fauziah, 2020) Menurunnya Menganalisis - Populasi : - Pengumpulan Promosi tidak
Penjualan rumah pengaruh persepsi konsumen yang data kuesioner berpengaruh
di Grand Bintaro merek dan membeli Grand - Uji validitas, uji terhadap minat
Asri ditengarai promosi terhadap Bintaro Asri. reliabilitas, uji beli, dan
masalah citra minat beli - Sampel : 100 asumsi klasik persepsi merek
merek, dan konsumen Orang - Analisis regresi berpengaruh
promosi, yang perumahan Grand - Regresi linier linier berganda terhadap minat
masih kurang. Bintaro Asri. berganda - Pembahasan beli konsumen.
30
4. Judul : The Influence of Places and Facilities on People's Buying Interest (Case Study of Jatibaru Garden
Housing)
Nama Peneliti Permasalahan Fokus dan Populasi, Sampel, Proses penelitian Temuan
dan Tahun yang diteliti tujuan penelitian dan Unit Analisis dan analisis data Penelitian
(Barus, 2021) Pengembang Penelitian ini - Populasi : - Pengumpulan Fasilitas
perumahan hanya bertujuan untuk konsumen Jatibaru data dengan berpengaruh
memproduksi mengetahui Garden Housing kuesioner signifikan
tetapi kurang pengaruh tempat - Sampel : 71 - Analisis data terhadap minat
dalam hal terhadap minat responden - Pembahasan beli masyarakat
menarik beli masyarakat Regresi linier Penarikan dan lokasi
konsumen, pada perumahan berganda kesimpulan berpengaruh
karena produsen Jatibaru Garden, signifikan
harus berusaha dan untuk terhadap minat
menarik mengetahui beli masyarakat
konsumen dan pengaruh fasilitas pada perumahan
mempengaruhi terhadap minat. Jatibaru Garden
perilaku
konsumen.
33
5. Judul : Pengaruh Kualitas dan Harga Perumahan Kota Citra Graha Terhadap Minat Beli Masyarakat
Nama Peneliti Permasalahan Fokus dan Populasi, Sampel, Proses penelitian Temuan
dan Tahun yang diteliti tujuan penelitian dan Unit Analisis dan analisis data Penelitian
(Kadir, 2020) Kota Citra Graha - Analisis - Populasi : - Pengumpulan Variabel kualitas
menemukan kualitas dan seluruh data dengan dan harga secara
masalah dalam harga. Konsumen dan kuesioner signifikan
promosi, di mana - menganalisis calon konsumen - Analisis data berpengaruh
konsumen pengaruh (pembeli) pada - Data penelitian dengan minat
melihat kualitas kualitas dan perumahan Kota diuji dengan uji beli konsumen
serta harga yang harga. Untuk Citra Graha asumsi klasik atau calon
mahal sehingga melihat - Sampel : 100 - Regresi linear konsumen untuk
mempengaruhi variabel orang. berganda dapat melakukan
minat beli mana yang - Teknik analisis - Pembahasan pembelian unit
masyarakat. lebih besar data dan penarikan di Kota Citra
pengaruhnya menggunakan kesimpulan. Graha
regresi linear
berganda.
34
6. Judul : Analisis Pengaruh Kualitas Produk dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen dalam
Memilih Real Property Melalui Digital Marketing sebagai Variabel Intervening di Yogyakarta
Nama Peneliti Permasalahan Fokus dan Populasi, Sampel, Proses penelitian Temuan
dan Tahun yang diteliti tujuan penelitian dan Unit Analisis dan analisis data Penelitian
(Setyawati et al., Promosi Mengetahui - Populasi : seluruh - Pengumpulan Kualitas produk
2022) menggunakan pengaruh kualitas konsumen Real data dengan tidak
brosur yang tidak produk, harga dan Property di kuesioner berpengaruh
sesuai dengan efek dari Yogyakarta - Dijalankan langsung
keadaan pemasaran digital - Sampel : 130 dengan SPSS terhadap
sebenarnya. terhadap Orang. - Menjalankan uji pemasaran
Brosur keputusan - Unit analysis : - Pembahasan digital. Harga
menampilkan pembelian regresi linier - Penarikan dan kualitas
model rumah konsumen real berganda, uji kesimpulan produk memiliki
minimalis estate di asumsi klasik. efek langsung
dengan fasilitas Yogyakarta. pada pemasaran
melimpah namun digital dan juga
tidak sesuai keputusan
dengan keadaan pembelian
di lapangan.
35
7. Judul : Pengaruh Promosi dan Fasilitas Terhadap Minat Beli Konsumen (Studi Kasus pada Perumahan Villa
Bunga Arengka PT. Adhi Karya Persada Nusantara Pekanbaru)
Nama Peneliti Permasalahan Fokus dan Populasi, Sampel, Proses penelitian Temuan
dan Tahun yang diteliti tujuan penelitian dan Unit Analisis dan analisis data Penelitian
(Febrina, 2021) Fasilitas yang Mengetahui - Populasi : - Pengumpulan Promosi dan
ditawarkan masih pelaksanaan Seluruh data dengan nilai fasilitas
kurang karena promosi dan Penghuni kuesioner dipersepsikan
sejak tahun 2015- fasilitas yang perumahan - Dijalankan oleh konsumen
2019 tidak ada ditawarkan,dan - Sampel : dengan SPSS sudah baik.
perkembangan mengetahui minat sebanyak 70 - Menjalankan uji Minat beli
fasilitas maupun beli konsumen, responden. - Pembahasan konsumen pada
perbaikan pada perumahan - Unit analisis : - Penarikan perumahan Villa
fasilitas yang Villa Bunga regresi linier kesimpulan Bunga Arengka
lebih baik dari Arengka type 70 berganda, uji type 70
pengembang di PT. Adhi Karya asumsi klasik, dipersepsikan
layaknya yang Persada dan, uji t , uji F, oleh konsumen
dibutuhkan Nusantara. koefisien dengan sangat
konsumen determinasi. baik.
perumahan.
36
8. Judul : Analisis Pengaruh Harga, Kualitas Produk, Promosi Dan Lokasi Terhadap Keputusan Pembelian Rumah
(Studi Kasus Pada Pembeli Perumahan Havaland Malang)
Nama Peneliti Permasalahan Fokus dan Populasi, Sampel, Proses penelitian Temuan
dan Tahun yang diteliti tujuan penelitian dan Unit Analisis dan analisis data Penelitian
(Rozikin et al., Minimnya Fokus dan - Populasi : - Pengumpulan Harga dan lokasi
2021) tempat untuk penelitian ini konsumen yang data dengan tidak
proyek Real untuk mengetahui membeli rumah kuesioner berpengaruh
Estate di Kota pengaruh variabel di Havaland - Analisis data terhadap
sehingga harga harga, kualitas Malang - Menjalankan keputusan
rumah ataupun produk, promosi - Sampel : uji pembelian,
tanah tinggi dan dan lokasi sampling jenuh - Kesimpulan sedangkan
sulit miliki, terhadap dengan seluruh dan kualitas produk
sehingga Keputusan anggota populasi pembahasan dan promosi
konsumen lebih Pembelian Rumah sebanyak 51 berpengaruh
memilih rumah pada perumahan orang signifikan secara
di pedesaan Havaland Malang - Teknik regresi simultan
dibandingkan di baik secara parsial linear berganda. mempengaruhi
Kota karena maupun simultan. keputusan
selisih harga. pembelian.
37
9. Judul : Analysis of Marketing Mix in Order to Increase Purchase Interest in PT. Woodlands Propertindo Group
Nama Peneliti Permasalahan Fokus dan Populasi, Sampel, Proses penelitian Temuan
dan Tahun yang diteliti tujuan penelitian dan Unit Analisis dan analisis data Penelitian
(Hilal et al., Menurunnya Untuk - Populasi : - Pengumpulan Calon konsumen
2021) penjualan selama menganalisis konsumen yang data dengan memiliki minat
3 tahun terakhir marketing mix membeli atau membuat beli yang relatif
yang sebabkan apakah menghuni kuesioner tinggi di
minat beli berpengaruh perumahan - Uji validitas, uji Perumahan
konsumen terhadap minat Grand ZamZam reliabilitas, dan Grand ZamZam
perumahan beli PT Residence uji asumsi klasik Residence,
[Link] Woodlands - Sampel : 100 - Analisis data Terdapat
Propertindo Propertindo responden dengan regresi pengaruh
Group yakni Group - Unit Analisis : linier berganda signifikan
perumahan uji regresi linier - Pembahasan bauran
Grand ZamZam sederhana - Membuat pemasaran
karena bauran kesimpulan terhadap
pemasaran yang minat beli.
dilakukan kurang
optimal.
38
10. Judul : The Influence of Celebrity Ambassador, Company Image and Service Quality on Rental Interest in
Bassura City Apartments on [Link]
Nama Peneliti Permasalahan Fokus dan Populasi, Sampel, Proses penelitian Temuan
dan Tahun yang diteliti tujuan penelitian dan Unit Analisis dan analisis data Penelitian
(Pratiwi & Tingginya Fokus dan tujuan - Populasi : - Pengumpulan Variabel
Cahaya, 2021) perusahaan start- penelitian ini Seluruh orang data dengan Celebrity
up di Indonesia bertujuan untuk yang menyewa membuat Ambassador,
khususnya mengetahui apartmen kuesioner Citra,
bidang jasa pengaruh - Sampel : 100 - Uji korelasi, Perusahaan,
penginapan Celebrity Responden regresi linier Kualitas
membuat Ambassador, - Unit analisis : berganda, pelayanan
[Link] Company Image Regresi Linier koefisien berpengaruh
merupakan salah dan Service Berganda determinasi, signifikan
satu start-up Quality terhadap dan uji terhadap Minat
rental apartemen Minat Sewa hipotesis. Sewa Apartemen
harus memiliki Apartemen - Pembahasan Bassura City
keunggulan yang Bassura City pada - Membuat pada
tidak dimiliki [Link]. kesimpulan [Link].
oleh start up
penyewaan
lainnya.
39
Lokasi
(X₁)
Harga H₂ Minat
(X₂) Beli (Y)
Promosi
(X₃)