SEKOLAH STAF DAN KOMANDO
TENTARA NASIONAL INDONESANGKATAN DARAT
PENDIDIKAN REGULER LXII SESKOAD TA 2022
TAHAP II (KOMANDO DAN STAF)
SILABUS 3
PERIODE 25 MEI S.D. 08 JULI 2022
ii
2
Dokumen ini berisi materi pendidikan yang disusun untuk dipelajari dan
didiskusikan oleh Pasis Dikreg LXII Seskoad TA 2022
(Periode 25 Mei s.d. 08 Juli 2022)
DAFTAR ISI
Halaman
Umum ……………………………………………………………………………………. 1
Tujuan Pendidikan …………………………………………………………………….. 1
Kualifikasi Kelulusan …………………………………………………………………… 2
Lingkup Pendidikan Tahap II (Komando dan Staf) Periode 25 Mei s.d. 08
Juli 2022 ………………………………………………………………………….......... 2
Konsep Umum Operasional Pendidikan Tahap II (Komando dan Staf) Periode 25
Mei s.d. 08 Juli 2022……………………………………………................................... 3
Bacaan Perwira Siswa ………………………………………………………………….. 3
Unsur Evaluasi dan Penilaian …………………………………………….................... 4
Kalender Pendidikan Tahap II (Komando dan Staf) Periode 25 Mei s.d. 08
Juli 2022 ………………………………..……………………………............................ 6
MP. Penyelenggaraan fungsi Latihan ……………………………………………….... 9
MP. Korem dalam Operasi ………...........……………………………………………... 13
MP. Operasi mengatasi separatis dan pemberontakan bersenjata .........………..… 16
MP. Manajemen Penyelenggaraan Latihan..................................................…….... 24
MP. Sistem Pemerintahan RI ……………….……………………….......................…. 38
MP KKL Wilayah Pertahanan...…....................…………………........……………….. 42
MP Penyelenggaraan fungsi Teritorial..............………………...…………………….. 50
MP. Kepemimpinan Militer tingkat Operasional........................................………..… 65
MP. Operasi mengatasi aksi Terorisme............................................................….… 76
MP. PKB Kejuangan …...................................................................……………….… 79
MP. Pengenalan dan perencanaan Wilayah Pertahanan……..……………………... 87
MP Jurnalistik...…….........................…………………………............……………..…. 92
MP.. KKL/OJT Binsat.........................………………………................................…... 101
MP. Pengamanan Obvitnas dan Wilayah Perbatasan .........................…………...... 109
MP. Operasi Bantuan TNI AD................................................................................... 119
MP. Renstra Kotama dan Satker................................................................................. 124
MP. Pengamanan VVIP .......................................................................................... 127
iii
2
MP. Operasi Perdamaian Dunia .......…....…………………........................................ 136
MP. Doktrin Perencanaan ......................................................................................... 144
MP. Reformasi Birokrasi................................................................................................ 148
MP. Sistem Pembinaan Karier...................................................................................... 156
MP. Jukcan Kotama...................................................................................................... 161
MP. SPP Hanneg .........………………………………………...………………….......… 164
MP. Manajemen SDM................................................................................................... 167
MP. Sakip dan Lakip ...................................……...…………………………………..... 170
MP. Penyelenggaraan fungsi Perencanaan ..........…………………………...……..... 174
MP. PPA........................................................................................................................ 185
MP. Renkon Rentinkon ............................................................................................. 188
MP. Sisrendal Binter..................................................................................................... 192
Lampiran :
Rekapitulasi Unsur Evaluasi Tahap II (Komando dan Staf) Periode 25 Mei s.d. 08 Juli 2022.
1
PENDAHULUAN
1. Umum.
1. Seskoad sebagai lembaga pendidikan pengembangan umum tertinggi TNI AD
mendidik para perwira menengah TNI, Polri dan angkatan bersenjata negara sahabat
yang akan diarahkan untuk menduduki jabatan staf umum dan komando satuan
operasional pada level jabatan operasional golongan V/Letkol, potensial untuk jabatan
pilihan golongan IV/Kolonel serta strategis pada jabatan Pati yang berkarakter, meliputi
pengetahuan dan keterampilan penguatan kecabangan, Kepemimpinan militer,
lingkungan strategis, doktrin kejuangan dan penyelenggaraan fungsi staf umum TNI AD
di bidang intelijen, operasi, latihan, personel, logistik, teritorial, perencanaan dan
pengawasan internal TNI AD serta kondisi jasmani yang samapta.
2. Untuk mencapai tujuan pendidikan dan menyikapi kondisi pandemi Covid-19 saat
ini serta kebijakan pimpinan TNI AD terkait dengan penyelenggaraan pendidikan agar
aman, nyaman, adaptif, efektif dan efisien, yaitu paradigma Pendidikan Seskoad (process
oriented, iklim intelektual dan titik berat berpikir kritis dan kreatif), penyelenggaran
pendidikan yang efektif dan efisien serta didukung profesionalisme, (berkarakter, siap
pakai dan berdampak pada organisasi), maka Seskoad menyusun materi pembekalan
dalam waktu 28 minggu yang terbagi menjadi dua tahap yaitu tahap I (Penguatan
Kecabangan) selama 4 minggu dan tahap II (Komando dan Staf) selama 24 minggu.
3. Guna kelancaran PBM (Proses Belajar Mengajar) maka disusunlah Silabus 1 pada
tahap I (Penguatan Kecabangan) dan Silabus 2, 3, 4 dan 5 pada tahap II (Komando dan
Staf). Silabus 3 yang akan dioperasionalkan pada tahap II (Komando dan Staf) periode
tanggal 25 Mei s.d. 08 Juli 2022 diharapkan dapat menjadi pedoman bagi Pasis dalam
mengikuti PBM agar berjalan dengan baik dan optimal serta mencapai tujuan pendidikan.
2. Tujuan Pendidikan. Mengembangkan kemampuan perwira siswa Dikreg Seskoad yang
memiliki sikap perilaku sebagai prajurit Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, pengetahuan dan
keterampilan meliputi pemimpin, staf, kecabangan pada tataran taktis dan operasional serta
memiliki jasmani yang samapta.
3. Kualifikasi Kelulusan. Lulusan Dikreg Seskoad berkualifikasi sebagai pimpinan militer
dan staf militer pada jabatan definitif golongan V/Letkol serta potensial untuk jabatan golongan
IV/Kolonel dan jabatan golongan Pati yang berkarakter, profesional dan tangguh.
2
4. Lingkup Pendidikan Tahap II (Komando dan Staf) Periode 25 Mei s.d. 08 Juli 2022.
Silabus 3 ini berisi pokok-pokok pelajaran yang diberikan pada 6 minggu kedua tahap II
(Komando dan Staf) periode tanggal 25 Mei s.d. 08 Juli 2022. Fokus pelajaran pada periode ini
adalah pengenalan dan perencanaan wilayah pertahanan dengan doktrin perencanaan dalam
menyelenggarakan fungsi dan managemen latihan, teritorial dan operasi mengatasi separatis
dan pemberontakan senjata, mengatasi aksi terorisme, perdamaian dunia dan Korem dalam
operasi dengan pengamanan VVIP dan Obvitnas, diperlukan kepemimpinan militer tingkat
operasional yang tepat serta Sistem Pemerintahan RI, PKB Kejuangan, Jurnalistik, SPP
Hanneg, Renstra Kotama dan Satker, Reformasi Birokrasi, Jukcan Kotama dan PPA,
Sakip/Lakip, Sistem Pembinaan Karier dan Manajemen SDM, Sisrendal Binter dan kuliah kerja
lapangan pertahanan maupun Binsat. Pada periode ini, Pasis diharapkan dapat memperoleh
Pengetahuan dan/atau Keterampilan yaitu:
1. Penyelenggaraan Fungsi Latihan
2. Korem dalam Operasi
3. Operasi Atasi Separatis dan Pemberontakan Bersenjata
4. Manajemen Penyelenggaraan Latihan
5. Sistem Pemerintahan RI
6. KKL/OJT Wilayah Pertahanan
7. Penyelenggaraan Fungsi Teritorial
8. Kepemimpinan Militer tingkat Operasional
9. Operasi Mengatasi Aksi Terorisme
10. PKB Kejuangan
11. Pengenalan dan Perencanaan Wilayah Pertahanan
12. Jurnalistik
13. KKL/OJT Binsat
14. Pengamanan Obyek Vital Nasional dan Wilayah Perbatasan
15. Operasi Bantuan TNI AD
16. Renstra Kotama dan Satker
17. Pengamanan VVIP
18. Operasi Perdamaian Dunia
19. Doktrin Perencanaan
20. Reformasi Birokrasi
21. Sistem Pembinaan Karier
22. Jukcan Kotama
23. SPP Hanneg
3
24. Manajemen SDM
25. Sakip dan Lakip
26. Penyelenggaraan Fungsi Perencanaan
27. PPA
28. Renkon Rentinkon
29. Sisrendal Binter
5. Konsep Umum Operasional Pendidikan Tahap II (Komando dan Staf) Periode 25
Mei s.d. 08 Juli 2022. Mekanisme pendidikan tahap tahap II (Komando dan Staf) periode
tanggal 25 Mei s.d. 08 Juli 2022 dilaksanakan sebagai berikut:
1. PBM (Proses Belajar Mengajar) dilaksanakan di kelas kecil (gedung Jenderal MT.
Haryono dan gedung Jenderal S. Parman) dalam hubungan kelompok yang terdiri atas
13 s.d. 14 orang. Pasis disusun dalam 20 sindikat belajar, pada saat tertentu, misalkan
pada saat jam pimpinan atau PBM dengan dosen non organik, PBM dilaksanakan dalam
hubungan kelompok/kelas besar di gedung Jenderal Gatot Subroto, gedung Jenderal
Soedirman dan gedung Jenderal Prof. Dr. Satrio;
2. Tahap II (Komando dan Staf) menghabiskan 777 JP, yang terbagi dalam 273 JP
teori dan 504 JP praktik. Pelajaran teori melalui metode ceramah oleh dosen pengajar
secara tatap muka/virtual dan belajar mandiri melalui paket instruksi digital yang diberikan
kepada Pasis. Pelajaran praktik berupa diskusi dan presentasi dalam hubungan
kelompok dibimbing oleh Dosen dan Patun; dan
3. Penugasan Pasis terdiri atas pembuatan produk yang terdapat di dalam TOR
(Terms of Reference)/KAK (Kerangka Acuan Kerja) dan diskusi.
6. Bacaan Perwira Siswa. Referensi belajar bagi Perwira Siswa terdiri atas Referensi wajib
dan Referensi tambahan.
1. Referensi Wajib. Berupa buku petunjuk resmi dari TNI dan TNI AD, serta Hanjar
atau Naskah Departemen yang diberikan kepada Pasis pada awal pendidikan sebagai
referensi selama pendidikan berlangsung.
2. Referensi Tambahan.
1) Literatur umum. Berupa buku dan majalah yang dipublikasikan secara
umum, dan berkaitan dengan materi yang diajarkan. Buku ini dapat diperoleh di
Perpustakaan Seskoad, atau pengadaan Pasis secara mandiri.
4
2) Jurnal Ilmiah. Jurnal yang dapat dijadikan referensi adalah jurnal ilmiah,
merupakan hasil penelitian dalam disiplin atau subdisiplin ilmu tertentu. Jurnal
dapat diakses secara online dari website resmi.
3) Internet dan Intranet. Merupakan sumber terbuka (open source) untuk
mengakses link berita resmi, media online, e-book, e-library dan youtube yang
dibutuhkan untuk melengkapi pengetahuan Pasis.
7. Unsur Evaluasi dan Penilaian. Untuk menyelesaikan pendidikan tahap I (kecabangan)
dengan baik, Pasis harus dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan sesuai dengan buku
pedoman evaluasi hasil belajar, yaitu:
1. Evaluasi Aspek Sikap dan Perilaku. Aspek sikap dan perilaku yang dievaluasi
adalah penilaian secara kualitatif terhadap sikap dan perilaku peserta didik dalam bentuk
non tes, berdasarkan pengamatan langsung oleh Patun selaku Pendamping Pasis dan
pengamatan tidak langsung oleh pejabat struktural Seskoad selama kegiatan pendidikan,
dilaksanakan dengan metode wawancara secara terstruktur ataupun bebas. Hasil
penilaian aspek sikap dan perilaku tidak masuk dalam penentuan kelulusan, namun
Deskripsi Perilaku Pasis akan terlampir dalam Ijazah kelulusan.
2. Evaluasi Aspek Pengetahuan dan Keterampilan. Unsur evaluasi setiap
materi/sub bidang studi bervariasi disesuaikan dengan metode, dan penugasan yang
diberikan kepada Pasis. Adapun unsur-unsur evaluasi aspek pengetahuan dan
keterampilan sebagai berikut (Rekapitulasi unsur evaluasi aspek pengetahuan dan
keterampilan pada tahap II (Komando dan Staf) periode 25 Mei s.d. 08 Juli 2022 terlampir
dalam lampiran silabus):
1) TOR (Terms Of Reference)/KAK (Kerangka Acuan Kerja). TOR merupakan
pengantar bagi Pasis untuk mempelajari materi/sub bidang studi/ mata pelajaran
yang akan didiskusikan. Produk jawaban TOR/KAK dijadikan sebagai bahan
diskusi. Nilai diambil dari penilaian jawaban TOR/KAK (20%), keaktifan dan
kedalaman pembahasan dalam pelaksanaan diskusi (50%) dan hasil
evaluasi/ujian tertulis 1 JP terakhir pada setiap pelaksanaan JP praktik (30%).
2) Produk. Nilai diambil dari penilaian produk perorangan yang dibuat oleh
Pasis (produk jawaban TOR/KAK).
3) Praktik. Nilai diambil dari penilaian keaktifan dan kedalaman pembahasan
dalam pelaksanaan diskusi.
5
4) Evaluasi/Ujian. Merupakan evaluasi setiap materi pelajaran dalam satu Sub
Bidang Studi (SBS) yang dilaksanakan dalam bentuk tes tertulis beberapa mata
pelajaran (MP) dalam hubungan SBS.
5) Kuis. Dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan Pasis menerima
pelajaran selama mengikuti PBM khususnya MP teori. Kuis diberikan pada akhir
pokok bahasan/pertemuan atau menjelang akhir pelajaran suatu MP. Kuis
dikerjakan selama 15 menit. Kuis merupakan salah satu unsur evaluasi yang
hasilnya dimasukkan dalam nilai prestasi belajar.
6
KALENDER PENDIDIKAN TAHAP II (KOMANDO DAN STAF) PERIODE 25 MEI S.D. 08 JULI 2022
DIKREG LXII SESKOAD TA 2022
MEI
JP KET
TGL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
BID OPS (Ops Atasi Separatis dan
BID OPS (Korem dlm Ops) Pemberontakan Senjata) PUL ESAI 2
BID LAT (Gar Fungsi Lat)
25 1-4 (5) 1-4 (159) TEORI
1-2 (2) 31-32 (149) TEORI KUIS 1-2 (6) 33-34 (149) TEORI
PNS (OMSP NEGARA SAHABAT) PNS (SEPARATIS PAPUA &
PENANGANAN PEMERINTAH RI)
26 KENAIKAN ISA ALMASIH
27 LO LONG WEEKENDEND
28 SABTU
29 MINGGU 12
BID OPS (Ops Atasi Separatis dan Pemberontakan Senjata)
30 PEMERIKSAAN PSIKOLOGI 3-6 (6) 35-38 (149) PRAKTIK EVALUASI DISKUSI 1 JP TOR ESAI 3
PNS (SEPARATIS PAPUA & PENANGANAN PEMERINTAH RI)
EVALUASI SBS
BID TER (Sistem Pemerintahan RI) – AGUS SUBAGYO BID TER (KKL/OJT WILHAN) -
BID INTEL BID LAT (Man Gar Lat)
31 4 (4) 31 (31) 1-4 (70) 5-8 (159) TEORI
UNJANI KADEPTER
1-3 (3) 1-3 (74) TEORI 1-2 (39) 4-5 (74) TEORI
TEORI
JUNI
JP
TGL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 KET
Upacara Hari
1 Lahir Persiapan PKB Juang
Pancasila
CERAMAH PRESIDEN RI DIWAKILI BID TER (KKL/OJT WILHAN) - PAKARLIT BID TER (Gar Fungsi Ter)
2 MENKO POLHUKAM 3-4 (39) 6-7 (74) TEORI 1-5 (9) 8-12 (74) TEORI
EVALUASI SBS
1 BID OPS KEPMIL (Kep Mil Tk. Ops) – PAPARAN ESAI BID OPS (Ops Atasi Aksi Terorisme) PAP ESAI 2
3 3 (5) 39 (149) 11-14 (14) 59-62 (157) PRAKTIK 1-4 (4) 40-43 (149) TEORI 32 JP
TEORI
4 SABTU
5 MINGGU 13
6
BID LAT (Man Gar Lat)
7 5-7 (70) 9-11 (159) TEORI
DOKJUANG (PKB KEJUANGAN) BID LAT (Man Gar Lat)
8 5-39 (39) 21-55 (57) PRAKTIK 8-10 (70) 12-14 (159) TEORI
BID TER (Pengenalan dan Renc Wilhan)
9 1-3 (6) 13-15 (74) TEORI
BID TER (Pengenalan dan Renc Wilhan)
10 4-5 (6) 16-17 (74) TEORI 35 JP
7
JUNI
JP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 KET
TGL
11 SABTU
12 MINGGU 14 (MEDIA WEEK)
KEPMIL (Jurnalistik) – MEDIA GROUP
13 1-7 (35) 63-69 (157) TEORI ROTASI 3
KEPMIL (Jurnalistik) – MEDIA GROUP KEPMIL (Jurnalistik) – MEDIA GROUP
14 8-12 (35) 70-74 (157) TEORI 13-14 (35) 75-76 (157) PRAKTIK
KEPMIL (Jurnalistik) – MEDIA GROUP
15 15-22 (35) 77-84 (157) PRAKTIK
KEPMIL (Jurnalistik) – MEDIA GROUP
16 23-29 (35) 85-91 (157) PRAKTIK
KEPMIL (KKL/OJT
Binsat)
KEPMIL (Jurnalistik) – MEDIA GROUP 1 (36) 98 (157)
17 30-35 (35) 92-97 (157) PRAKTIK TEORI 36 JP
PNS BRIEFING
STUDI WISATA
18 SABTU
19 MINGGU 15
BID OPS (Pam Obvitnas & Wiltas)
1-2 (7) 44-45 (149) TEORI BID OPS (Ops Ban TNI AD) BID REN (Renstra Kotama & Satker)
20 PNS (KONSEP PAMTAS NEGARA 3-7 (7) 46-50 (149) PRAKTIK EVALUASI DISKUSI 1 JP 1-2 (2) 1-2 (49) TEORI
SAHABAT)
BID OPS (Pam VVIP) 1-2 (6) 51-52 (149) BID OPS (Ops Perdamaian Dunia) BID LAT (Man Gar Lat)
21 TEORI 1-2 (6) 53-54 (149) TEORI 11-14 (70) 15-18 (159) TEORI
BID OPS (Pam Obvitnas & Wiltas) BID LAT (Man Gar Lat) - Bimbingan RGB
22 3-7 (7) 55-59 (149) PRAKTIK EVALUASI DISKUSI 1 JP 15-18 (70) 19-22 (159) PRAKTIK
PNS (KONSEP PAMTAS NEGARA SAHABAT)
EVALUASI SBS 2
BID REN (Doktrin Ren)
BID OPS BID REN (Reformasi Birokrasi)
23 BID OPS (Pam VVIP) 3-6 (6) 61-64 (149) PRAKTIK EVALUASI DISKUSI 1 JP 1-2 (2) 3-4 (49) TEORI
1-2 (6) 5-6 (49) TEORI
4 (5) 60 (149)
PNS (UU NO 6 TH 2001 TTG IMIGRASI)
TEORI
BID OPS (Ops Perdamaian Dunia) BID LAT (Man Gar Lat) - Bimbingan RGB
24 3-6 (6) 65-68 (149) PRAKTIK EVALUASI DISKUSI 1 JP 19-22 (70) 23-26 (159) PRAKTIK
25 SABTU
26 MINGGU 16
27
28 KEPMIL (KKL/OJT BINSAT)
2-21 (36) 99-118 (157) PRAKTIK
29 PNS STUDI WISATA
30
8
JULI
JP
TGL
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 KET
KEPMIL (KKL/OJT BINSAT) (22-26 (36) 119-123 (157) PRAKTIK Dep Jemen
1 PNS STUDI WISATA 40 JP
2 SABTU
3 MINGGU 17
BID PERS (Sistem BinKar) BID REN (Jukcan Kotama) 1-2 (2) 7- BID LAT (Man Gar Lat) - Bimbingan BID REN (SPP Hanneg) 1-2 (2) 9-10
4 8 (49) TEORI RGB 23-24 (70) 27-28 (159) PRAKTIK (49) TEORI
1-2 (6) 1-2 (19) TEORI
BID REN (Sakip Lakip) 1-2 (2) 11-12 BID REN (PPA) 1-2 (2) 19-20 (49) TEORI
BID PERS (Manaj SDM) 1-2 (2) 3- BID REN (Gar Fungsi Ren) 1-2 (6)
5 4 (19) TEORI KUIS
(49) TEORI
13-14 (49) TEORI
PNS (UU NO 6 TH 2018 KARANTINA PUL ESAI 3
PNS (UU NO 35 TH 2009 NARKOBA) KES)
6
BID LAT (Man Gar Lat) - PAPARAN RGB PERORANGAN DAN KELOMPOK) 25-40 (70) 29-44 (159)
TOR ESAI 4
7 PRAKTIK
BID OPS (Renkon Rentinkon) 4-8 (8) 69-73 (149) PRAKTIK EVALUASI DISKUSI 1 JP BID TER (Sisrendal Binter) 1-2
8 PNS (KONSEP BELNEG DR PERSPEKTIF NEGARA SAHABAT) (10) 18-19 (74) TEORI 37 JP
JAM OPERASIONAL PBM
SENIN S.D. KAMIS JUMAT
JP 1 : 07.30 - 08.20 WIB JP 1 : 07.00 - 07.50 WIB
JP 2 : 08.20 - 09.10 WIB JP 2 : 07.50 - 08.40 WIB
ISTIRAHAT 10’ ISTIRAHAT 10’
JP 3 : 09.20 - 10.10 WIB JP 3 : 08.50 - 09.40 WIB
JP 4 : 10.10 - 11.00 WIB ISTIRAHAT 10’
ISTIRAHAT 10’ JP 4 : 09.50 - 10.40 WIB
JP 5 : 11.10 - 12.00 WIB JP 5 : 10.40 - 11.30 WIB
ISTIRAHAT (ISHOMA) 60’ ISTIRAHAT (ISHOMA) 90’
JP 6 : 13.00 - 13.50 WIB JP 6 : 13.00 - 13.50 WIB
JP 7 : 13.50 - 14.40 WIB JP 7 : 13.50 - 14.40 WIB
JP 8 : 14.40 - 15.30 WIB ISTIRAHAT 10’
ISTIRAHAT 10’ JP 8 : 14.50 - 15.40 WIB
JP 9 : 15.40 - 16.30 WIB JP 9 : 15.40 - 16.30 WIB
JP 10 : 16.30 - 17.20 WIB
9
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Rabu, 25 Mei 2022
DEPARTEMEN OLAH YUDHA Jumat, 19 Agu 2022
BS. STAF
SBS. LATIHAN
MP. PENYELENGGARAAN FUNGSI LATIHAN TNI AD
1. Pendahuluan.
TNI AD mempunyai tugas pokok melaksanakan tugas TNI Matra Darat dibidang
pertahanan, melaksanakan tugas TNI dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan darat
dengan negara lain, melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan
kekuatan matra darat serta melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat
dalam rangka menegakkan kedaulatan negara, mengamankan dan mempertahankan
keutuhan wilayah Negara, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah
Indonesia. Di samping itu TNI AD juga memiliki tugas-tugas dibidang pertahanan dengan
melakukan Operasi Militer untuk Perang dan Operasi Militer Selain Perang, membangun
dan mengembangkan kekuatan matra darat dengan mewujudkan penampilan postur
Angkatan Darat yang memiliki kekuatan, kemampuan dan gelar kekuatan Angkatan Darat,
melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat. Untuk dapat melaksanakan
tugas tersebut, telah ditentukan berbagai fungsi yang melekat pada organisasi TNI AD,
diantaranya adalah fungsi organik pembinaan. Salah satu fungsi organik pembinaan
adalah Latihan.
Latihan merupakan perpaduan antara aspek pengetahuan dan keterampilan
profesionalitas keprajuritan pada strata golongan, pangkat dan jabatannya dalam satuan
termasuk aspek kepemimpinan, serta latihan merupakan pembelajaran dalam rangka
mengubah struktur kognitif prajurit melalui penyediaan dan pemberian pengetahuan/
pengalaman guna mendukung kemampuan prajurit untuk dimanfaatkan dalam
pelaksanaan tugas. Untuk mencapai tujuan dan sasaran latihan secara efektif dan efisien
dengan motto apa yang diajarkan itulah yang dilatihkan dan apa yang dilatihkan itulah yang
diujikan dan apa yang diujikan itulah yang digunakan dalam penugasan untuk mendukung
pencapaian tugas pokok TNI AD. Di samping itu latihan yang dilaksanakan harus
berpedoman pada pokok-pokok latihan yang ditetapkan dan dilaksanakan melalui proses
manajemen latihan yang benar serta mengikuti tataran kewenangan yang berlaku 1.
1
Peraturan Kasad Nomor Perkasad/70/VII/2011 tanggal 29 Juli 2011 tentang Buku Petunjuk Induk tentang Latihan
10
Seskoad sebagai lembaga pendidikan tertinggi di lingkungan TNI AD memiliki
tanggung jawab terhadap diajarkannya doktrin-doktrin TNI, di mana salah satunya adalah
Penyelenggaraan Fungsi Latihan TNI AD. Proses belajar dan mengajar di Seskoad perlu
adanya keterpaduan pola pikir, pola sikap dan pola tindak dalam memberikan mata
pelajaran kepada Perwira Siswa, sehingga akan tercapai tujuan dan sasaran pendidikan
yang ditetapkan dalam kurikulum. Agar penyampaian materi Bidang Studi Staf, khususnya
tentang Bidang Latihan dapat berjalan dengan baik dan benar, maka perlu disusun Naskah
Departemen tentang Penyelenggaraan Fungsi Latihan TNI AD, sehingga dapat digunakan
sebagai pedoman bagi Dosen dalam memberikan pelajaran di Seskoad.
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis mengetahui ketentuan umum dan penyelenggaraan
fungsi latihan TNI AD.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis memahami maksud dan tujuan diberikannya
pelajaran Penyelenggaraan fungsi latihan TNI AD.
b. Khusus.
1) Agar Pasis menunjukan respon dan minat dalam mengikuti pelajaran
tentang Penyelenggaraan Fungsi Latihan TNI AD.
2) Agar Perwira Siswa dapat menjelaskan dengan cukup mendalam
tentang dasar pemikiran dalam Penyelenggaraan Fungsi Latihan TNI AD.
3) Agar Perwira Siswa dapat menjelaskan dengan cukup mendalam
tentang Pokok-Pokok Latihan TNI AD.
4) Agar Perwira Siswa dapat menjelaskan dengan cukup mendalam
tentang Manajemen Latihan TNI AD.
5) Agar Perwira Siswa dapat menjelaskan dengan cukup mendalam
tentang tataran kewenangan dalam Penyelenggaraan Fungsi Latihan TNI AD.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Peraturan Kasad Nomor Perkasad/70/VII/2011 tanggal 29 Juli 2011
tentang Buku Petunjuk Induk tentang Latihan;
2) Keputusan Kasad Nomor Kep/430/X/2013 tanggal 31 Oktober 2013
tentang Buku Petunjuk Administrasi tentang Penyelenggaraan Administrasi
Umum Angkatan Darat;
11
3) Keputusan Kasad Nomor Kep/632/VIII/2017 tanggal 29 Agustus 2017
tentang Petunjuk Teknis tentang Tata Cara Penyusunan Doktrin dan Petunjuk
TNI Angkatan Darat; dan
4) Keputusan Kasad Nomor Kep/633/VIII/2017 tanggal 29 Agustus 2017
tentang Petunjuk Administrasi tentang Penyusunan, Penerbitan Doktrin dan
Petunjuk TNI Angkatan Darat.
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lain sesuai pokok
bahasan (buku, majalah, artikel, jurnal ilmiah dan internet).
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar.
a. Pembekalan Teori.
1) Waktu. Jumat tanggal 20 Mei 2022.
2) Jumlah JP. 4 JP (@ 50 menit).
3) Metode. Ceramah dan tanya jawab dilaksanakan secara tatap
muka di kelas.
4) Operasional teori MP.
(a) Pendahuluan;
(b) Dasar Pemikiran; dan
(c) Pokok-pokok Latihan TNI AD.
(d) Manajemen Latihan TNI AD.
(e) Tataran Kewenangan.
(f) Penutup.
b. Evaluasi.
1) Waktu. Jumat tanggal 19 Agustus 2022.
2) Jumlah JP. 1 JP (@ 50 menit).
3) Metode. Evaluasi.
6. Penugasan.
- Proses Belajar Mengajar Teori.
1) Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi lainnya
yang terkait dengan materi pelajaran;
2) Mengikuti proses belajar mengajar tatap muka di kelas;
3) Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata
pelajaran; dan
12
4) Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar
sesuai alokasi waktu.
7. Lain-Lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan Proses Belajar Mengajar
akan disampaikan kemudian.
Mengetahui: Bandung, 29 Maret 2022
Kadepoyu Seskoad, Dosen Pengampu Materi,
Tjahjono Joko Sudiono, M.A.
Kolonel Inf NRP 11930082480671 Brigadir Jenderal TNI
13
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Rabu, 25 Mei 2022
DEPARTEMEN OPERASI
BS. OPERASI
MP. KOREM DALAM OPERASI
1. Pendahuluan.
Korem merupakan komando operasional dalam jajaran TNI AD dan merupakan
pelaksana tugas dalam pembinaan teritorial yang mandiri di wilayahnya. Tugas yang
dibebankan kepada Korem cukup luas, karena selain selaku bagian dari pelaksana tugas
pembina teritorial juga berperan selaku pelaksana pembinaan satuan dan pembinaan
kesiapan operasional. Di samping itu Korem juga berperan selaku komando operasional
yang bertugas menyelenggarakan Operasi Militer Perang/Operasi Militer Selain Perang
serta melaksanakan fungsi kegarnisunan maupun pelayanan bantuan administrasi di
wilayahnya.
Untuk dapat melaksanakan peran tersebut, maka disusun organisasi Korem
dengan kemampuan tertentu yang ditunjang oleh Satuan Intelijen, Satuan Tempur, Badan
Prasarana yang diperlukan dan Unsur-unsur Pelayanan yang diperbantukan dari Kodam.
Bahkan apabila diperlukan dalam kondisi yang mendesak dapat diperkuat oleh Satuan
Tempur, Satuan Bantuan Tempur, Satuan Bantuan Administrasi dan Bantuan Laut/Udara
Taktis. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut maka diperlukan adanya petunjuk-petunjuk
yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam melaksanakan tugasnya bagi segenap
unsur-unsur di jajaran Korem.
Walaupun tugas pokok dan fungsi Korem di daerah-daerah adalah sama, tetapi
situasi dan kondisi yang dihadapi masing-masing Korem berbeda-beda, dengan situasi
dan kondisi yang dihadapi oleh masing-masing Korem berbeda maka peranan Korem
haruslah diselaraskan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Demikian juga
penerapan petunjuk-petunjuk yang ada akan berdaya guna dan berhasil guna apabila
metoda dan tekniknya disesuaikan dengan kondisi setempat. Agar dicapai daya guna dan
hasil guna yang optimal dalam proses belajar mengajar selama di Seskoad, maka Pasis
memedomani Naskah Departemen tentang Kodam dalam operasi.
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis memahami dan mampu mengaplikasikan materi
Korem dalam penugasan secara mandiri dan bertanggungjawab.
3. Tujuan Instruksional.
14
a. Umum. Agar Pasis memahami dan mampu mengaplikasikan materi
Korem dalam penugasan secara mandiri dan bertanggungjawab.
b. Khusus.
1) Agar Pasis memahami pentingnya pengetahuan Korem khususnya
dalam penyelengaraan operasi;
2) Agar Pasis memahami tugas pokok Korem, susunan organisasi,
pembagian tugas Korem Tipe A dan Tipe B, kemampuan dan batas
kemampuan;
3) Agar Pasis memahami Korem dalam pembinaan teritorial;
4) Agar Pasis memahami Korem dalam Operasi Militer Untuk Perang;
5) Agar Pasis memahami Korem dalam Operasi Militer Selain Perang;
dan
6) Agar Pasis memahami Korem dalam pelayanan bantuan administrasi.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib. Keputusan Danseskoad Nomor Kep / 105 / III / 2022
tanggal 4 Maret 2022 tentang Naskah Departemen Korem Dalam Operasi.
b. Referensi Tambahan.
1) Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pertahanan Negara;
2) Undang-Undang RI Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI;
3) Ketetapan MPR RI Nomor 7 Tahun 2000 tentang peran TNI dan
Polri;
4) Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/184/II/2018 tanggal 28 Februari
2018 tentang Doktrin TNI AD Kartika Eka Paksi (KEP);
5) Peraturan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor 17 Tahun 2008 tanggal
8 April 2008 tentang Organisasi dan Tugas Korem;
6) Peraturan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor 33 Tahun 2015 tanggal
6 Juli 2015 tentang Organisasi dan Tugas Komando Resor Militer Tipe A (Uji
Coba);
7) Peraturan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor 26 Tahun 2019 tentang
Orgas Kodam
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan pembekalan
teori sebagai berikut :
a. Waktu. Tanggal 2 Maret 2022.
15
b. Jumlah JP. 2 JP (@ 50 menit).
c. Metode. Ceramah dan tanya jawab dilaksanakan secara tatap muka di
kelas.
d. Operasional teori MP.
1) Pendahuluan;
2) Organisasi dan Tugas Korem;
3) Korem dalam PembinaanTeritorial;
4) Korem dalam OMP.(Operasi Militer Untuk Perang);
5) Korem dalam OMSP (Operasi Militer Selain Perang);
6) Komando, dalam tugas kegarnisunan;
7) Kuis; dan
8) Penutup.
6. Penugasan.
a. Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi lainnya
yang terkait dengan materi pelajaran;
b. Mengikuti proses belajar mengajar secara tatap muka;
c. Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata pelajaran;
d. Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar sesuai
alokasi waktu; dan
e. Pada akhir pokok bahasan/pertemuan atau menjelang akhir pembelajaran
akan diberikan kuis pada 15 menit terakhir. Pasis mengerjakan kuis selama 15 menit
di kertas jawaban masing-masing, selanjutnya Jawaban persoalan kuis diupload
dengan format pdf dengan nama file JAWABAN KUIS. MP (Contoh : JAWABAN
KUIS-MP. KOREM DALAM OPERASI) melalui aplikasi LMS.
7. Lain-lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan proses belajar mengajar
akan disampaikan kemudian.
Mengetahui Bandung, April 2022
Kepala Departemen Operasi, Dosen Pengampu Materi,
J.O Sembiring, S.H.,S.E.,M.M. Rike Anaxi Mandros
Kolonel Inf NRP 11950044430173 Letnan Kolonel Czi NRP 11950054241272
16
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Rabu, 25 Mei 2022
DEPARTEMEN OPERASI
BS. OPERASI
MP. OPERASI MENGATASI GERAKAN
SEPARATIS DAN PEMBERONTAKAN BERSENJATA
1. Pendahuluan.
Konflik bersenjata di Indonesia baik dalam bentuk gerakan separatis bersenjata
maupun pemberontakan bersenjata muncul sejak pasca perang kemerdekaan seperti
pemberontakan DI-TII, Andi Azis, PRRI, PKI Madiun, G 30 S/PKI serta Gerakan Aceh
Merdeka dan Papua Merdeka. Semua konflik bersenjata yang terjadi telah dapat
diselesaikan namun belum tuntas dan masih menyisakan beberapa permasalahan
sehingga keinginan untuk tetap memisahkan diri dari NKRI masih saja terjadi. Berangkat
dari pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa gerakan separatis bersenjata
merupakan ancaman aktual yang mungkin akan banyak dihadapi oleh bangsa Indonesia
ke depan. Hal tersebut dapat timbul akibat dari karakteristik bangsa Indonesia yang sangat
majemuk dan rentan tehadap polarisasi nilai nilai Global. Hingga sampai saat ini masih
terdapat sebagian masyarakat di beberapa wilayah Indonesia yang memiliki keinginan
untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upaya yang ditempuh
oleh sebagian masyarakat tersebut untuk memisahkan diri dari NKRI pada umumnya
diimplementasikan dalam bentuk perjuangan politik dan gerakan bersenjata.
TNI AD sebagai bagian dari Institusi TNI bertugas Pokok menegakkan kedaulatan
negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan
Undang-undang dasar Negara RI tahun 1945 serta melindungi segenap bangsa dan
seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa
dan negara. Hal ini sudah tertuang dalam amanat Undang-undang Republik Indonesia no
34 tahun 2004, doktrin TNI dan doktrin Kartika Eka Paksi yang merupakan landasan untuk
pelibatan TNI-AD dalam menangani konflik bersenjata dimulai pada kondisi tertib sipil,
darurat sipil dan darurat militer. Pada kondisi tertib sipil pelibatan TNI AD adalah melakukan
upaya-upaya penangkalan terhadap setiap bentuk ancaman dengan mewujudkan situasi
keamanan yang kondusif untuk menjamin kelancaran pembangunan daerah. Apabila
eskalasi ancaman meningkat menjadi darurat sipil dan darurat militer pelibatan TNI AD
adalah membantu pemerintah untuk menindak kekuatan bersenjata lawan.
Agar dicapai daya guna dan hasil guna yang optimal dalam proses belajar mengajar
17
selama di Seskoad, maka Pasis memedomani Naskah Departemen tentang operasi
mengatasi separatis dan pemberontakan bersenjata.
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis memahami dan mampu mengaplikasikan operasi
mengatasi gerakan separtis dan pemberontakan bersenjata dalam penugasan.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis memahami operasi mengatasi gerakan separtis dan
pemberontakan bersenjata serta mampu mengaplikasikannya dalam penugasan
secara mandiri dan bertanggungjawab.
b. Khusus.
1) Agar Pasis memahami pentingnya pengetahuan operasi mengatasi
separatis dan pemberontakan bersenjata;
2) Agar Pasis memahami Tataran Wewenang pada Operasi Mengatasi
Separatis dan Pemberontakan Bersenjata;
3) Agar Pasis memahami dan mampu mengaplikasikan Pokok-Pokok
Pelaksanaan Operasi Mengatasi Separatis dan Pemberontakan Bersenjata;
4) Agar Pasis memahami Komando, Pengendalian dan Komunikasi
pada Operasi Mengatasi Separatis dan Pemberontakan Bersenjata; dan
5) Agar Pasis memahami uraian dan kesimpulan kuliah yang
disampaikan dosen.
.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib. Keputusan Danseskoad Nomor Kep / 105 / III / 2022
tanggal 4 Maret 2022 tentang Operasi Mengatasi Gerakan Separatis dan
Pemberontakan Bersenjata.
b. Referensi Tambahan.
1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1959 tanggal 16
Desember 1959 tentang Keadaan Bahaya.
2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tanggal 16
Oktober 2004 tentang Tentara Nasional lndonesia.
3) Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/31/V/2008 tanggal 22 Mei
2008 tentang Buku Petunjuk Induk tentang Operasi TNI.
4) Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/78/XII/2009 tanggal 1
Desember 2009 tentang Buku Petunjuk Induk Operasi TNI tentang Operasi
18
Mengatasi Pemberontakan Bersenjata.
5) Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/184/II/2018 tanggal 28 Februari
2018 tentang Doktrin TNI AD Kartika Eka Paksi (KEP)
6) Peraturan Kasad Nomor 94 Tahun 2008 tanggal 12 Desember 2008
tentang Buku Petunjuk Operasi tentang Operasi Militer TNI AD.
7) Peraturan Kasad Nomor 86 Tahun 2009 tanggal 30 November 2009
tentang Buku Petunjuk Lapangan tentang Pedoman Penanganan Konflik
Bersenjata.
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan
pembekalan materi sebagai berikut :
a. Pembekalan teori
1) Waktu. Tanggal 25 Mei 2022.
2) Jumlah JP. 2 JP (@ 50 menit).
3) Metode. Ceramah dan tanya jawab dilaksanakan secara tatap muka.
4) Operasional teori MP.
a). Pendahuluan;
b). Tataran Wewenang pada Operasi Mengatasi Separatis dan
Pemberontakan Bersenjata;
c). Pokok-Pokok Pelaksanaan Operasi Mengatasi Separatis dan
Pemberontakan Bersenjata;
d). Komando, Pengendalian dan Komunikasi; dan
e). Penutup.
b. Praktik/Diskusi
1) Waktu. Tanggal 31 Mei 2022.
2) Jumlah JP. 4 JP (@ 50 Menit).
3) Metode. Diskusi/Praktik dilaksanakan secara tatap muka di kelas.
.4) Operasional praktik MP.
a) Diskusi.
b) Evaluasi Diskusi.
6. Penugasan.
a. Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi lainnya yang
terkait dengan materi pelajaran;
b. Mengikuti proses belajar mengajar di kelas masing masing dengan baik;
19
c. Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata pelajaran; dan
d. Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar di kelas.
7. Lain-lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan proses belajar mengajar
akan disampaikan kemudian.
Mengetahui Bandung, April 2022
Kepala Departemen Operasi, Dosen Pengampu Materi,
J.O. Sembiring, S.H., S.E., M.M. FX. Sri Wellyanto
Kolonel Inf NRP 11950044430173 Kolonel Inf NRP 11960029740971
20
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Dikumpulkan : Senin, 30 Mei 2022
DEPARTEMEN OPERASI Didiskusikan : Selasa, 31 Mei 2022
TERM OF REFERENCE (TOR) DISKUSI
MP. OPERASI MENGATASI GERAKAN SEPARATIS
DAN PEMBERONTAKAN BERSENJATA
PASIS DIKREG LXII SESKOAD TA 2022
TEMA:
PERAN TNI DAN POLRI DALAM MENGATASI SEPARATIS
DAN PEMBERONTAKAN BERSENJATA
1. Pengantar.
Pada dasarnya konflik merupakan hal yang alamiah dan sering terjadi dalam
kehidupan sehari-hari. Dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia khususnya pada masa
pasca Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, berbagai pemberontakan yang terjadi di
daerah karena ketidaksefahaman dan ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat sehinga
memunculkan ide memisahkan diri dari NKRI (separatis). Salah satu contoh ide atau
gerakan separatis yg masih eksis dan sewaktu-waktu masih dapat menjadi ancaman
terhadap keutuhan NKRI saat ini adalah di Papua, Pemerintah RI masih menghadapi
persoalan Papua yang sampai saat ini belum tuntas dimana kebijakan pemerintah
memberikan dana Otonomi khusus (Otsus) dalam jumlah yang cukup besar untuk memacu
pertumbuhan pembangunan, namun belum menjawab persoalan ketertinggalan di Papua.
Sehingga menimbulkan pemberontakan bersenjata khususnya di wilayah tengah yang
topografinya merupakan pegunungan.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam)
Mahfud Md. menanggapi kondisi Papua saat ini. Belakangan, banyak dikabarkan soal
adanya konflik yang melibatkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Mahfud mengatakan
pemerintah terus menangani kondisi keamanan Papua. Dalam penanganan itu, Mahfud
memposisikan Papua sebagai daerah normal yang memiliki kriminalitas sama seperti
daerah lainnya2.
2. Tujuan Diskusi. Agar Pasis memahami tentang Operasi mengatasi gerakan
Separatis dan Pemberontakan Bersenjata.
2
Hari Wawan Jauh.2022. ”Mahfud Md Soal Konflik KKB di Papua: Kita Treatment Biasa Saja”. Diakses dari [Link]
6014752/mahfud-md-soal-konflik-kkb-di-papua-kita-treatment-biasa-saja pada 26 April 2022.
21
3. Penugasan Peserta.
a. Para Peserta diskusi diharapkan mempersiapkan diri untuk melaksanakan
diskusi kelompok dengan membaca bahan bacaan yang ada hubungannya dengan
tujuan belajar dan pertanyaan yang harus dijawab serta di dikirimkan melalui email
Patun masing-masing.
b. Para Peserta diskusi diharapkan mempelajari keadaan TOR sebagai bahan
acuan dalam menjawab pertanyaan
c. Para peserta diskusi diharapkan memahami dan mampu menjawab
pertanyaan yang diberikan, sebagai berikut :
d. Pertanyaan.
1) Pemerintah, melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan
Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md. mengatakan, bahwa Pemerintah
saat ini tengah melakukan analisa dan menegaskan jika pendekatan yang
dilakukan pemerintah saat ini bukan pendekatan tempur melainkan
pendekatan kesejahteraan, pendekatan tempur itu diperlukan ketika terjadi di
luar batas dan sudah memenuhi keadaan tertentu. Bagaimana pendapat
Pasis tentang pendekatan kesejahteraan dan pendekatan tempur tersebut ?
2) Bagaimana pendapat Pasis tentang adanya penolakan dari berbagai
elemen masyarakat tentang keberlanjutan pemberian dana Otonomi khusus
kepada Papua?
3) Bagaimana pendapat Pasis tentang adanya issu Melanesian
Brotherhood yang sering dihembuskan oleh Negara-negara Pasifik baik
melalui media ataupun forum-forum Internasional. Vanuatu menjadi negara
yang paling vokal dan tegas menyatakan dukungannya terhadap gerakan
Papua Merdeka, dengan dalih persamaan ras (Melanesian Brotherhood).
e. Metode, Alokasi Waktu Diskusi dan Evaluasi.
1) Metode :
a) Mendiskusikan jawaban persoalan yang telah dikerjakan oleh
Pasis.
b) Mengevaluasi pemahaman Pasis.
2) Alokasi Waktu :
a) Diskusi. Dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 31 Mei 2022,
22
di kelas masing-masing, dengan alokasi waktu sebagai berikut:
(1) Waktu : 13.00 WIB s.d 13.50 WIB (1 JP). Pembahasan
persoalan pertama.
(2) Waktu : 13.50 WIB s.d 14.40 WIB (1 JP). Pembahasan
persoalan kedua.
(3) Waktu : 14.40 WIB s.d 15.30 WIB (1 JP). Pembahasan
persoalan ketiga.
(4) Waktu : 15.40 WIB s.d 16.30 WIB (1 JP). Evaluasi
Diskusi.
b) Evaluasi 1 JP terakhir. Dilaksanakan pada hari Selasa,
tanggal 31 Mei 2022, di kelas masing-masing (persoalan akan
ditayangkan serentak melalui LMS oleh Anevdik Seskoad).
f. Jawaban Persoalan. Jawaban persoalan dibuat perorangan dengan
ketentuan sebagai berikut :
1) Jawaban tiap persoalan TOR diketik pada kertas A4 kuarto dengan
spasi 1,5 menggunakan huruf Arial ukuran tulisan 12, Jawaban tiap
persoalan sesuai dengan kemampuan masing-masing dan referensi yang
diberikan.
2) Jawaban persoalan TOR diupload dengan format pdf dengan nama
file JAWABAN [Link] (Contoh : JAWABAN TOR MP. OPS SEPARATIS)
melalui aplikasi LMS pada H-1 sebelum praktek/diskusi (hari Senin, tanggal
31 Mei 2022, PKL. 06.00 WIB) sekaligus sebagai bahan paparan saat diskusi.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959
tentang Keadaan Bahaya;
2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tanggal 16
Oktober 2004 tentang Tentara Nasional lndonesia;
3) Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/31/V/2008 tanggal 22 Mei
2008 tentang Buku Petunjuk Induk tentang Operasi TNI;
4) Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/78/XII/2009 tanggal 1
Desember 2009 tentang Buku Petunjuk Induk Operasi TNI tentang Operasi
Mengatasi Pemberontakan Bersenjata;
23
5) Peraturan Kasad Nomor 94 Tahun 2008 tanggal 12 Desember 2008
tentang Buku Petunjuk Operasi tentang Operasi Militer TNI AD;
6) Peraturan Kasad Nomor 86 Tahun 2009 tanggal 30 November 2009
tentang Buku Petunjuk Lapangan tentang Pedoman Penanganan Konflik
Bersenjata;
7) UU RI Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi
Papua, Revisi UU Otsus Papua Pasal 34 ayat 3 huruf e; dan
8) Keputusan Danseskoad Nomor Kep / 105 / III / 2022 tanggal 4 Maret
2022 tentang Naskah Departemen Operasi Mengatasi Gerakan Separatis dan
Pemberontakan Bersenjata.
b. Referensi Tambahan. Pasis diwajibkan membaca referensi lainnya sesuai
pokok bahasan (buku, Jurnal, artikel, youtube, majalah dan internet).
Mengetahui Bandung, 26 April 2022
Kepala Departemen Operasi, Dosen Pengampu Materi,
J.O. Sembiring, S.H., S.E., M.M. FX. Sri Wellyanto K
Kolonel Inf NRP11950044430173 Kolonel Inf NRP11960029740971
24
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Jumat, 27 Mei 2022
DEPARTEMEN OLAH YUDHA
BS. STAF
SBS. LATIHAN
MP. MANAJEMEN DAN PENYELENGGARAAN LATIHAN
1. Pendahuluan.
Invasi Rusia ke Ukraina berskala besar telah berlangsung selama lebih dari satu
bulan lamanya, tepatnya 32 hari (24 Februari – 27 Maret 2022). “Secara umum, tugas
utama tahap pertama operasi telah selesai,” kata wakil kepala staf pertama Staf Umum
Rusia Kolonel Jenderal Sergei Rudskoy seperti dilansir dari CNN. Sedikitnya 1.351 tentara
Rusia tewas termasuk 7 (tujuh) Jenderal didalamnya dan 3.825 lainnya mengalami luka-
luka. Lamanya peperangan tersebut membutuhkan perencanaan yang sangat matang
dengan berbagai sarana pendukungnya3. Salah satu alasan utama invasi Rusia ini adalah
keinginan Ukraina untuk bergabung dengan NATO. Hal ini diprediksi akan berdampak pada
meningkatnya ancaman terhadap kedaulatan Republik Indonesia, ekonom Universitas
Gajah Mada Eddy Junarsin mengatakan, perang tersebut memberi dampak yang cukup
serius kepada Indonesia karena efek globalisasi. Dampak tersebut diantaranya adalah
penurunan nilai tukar rupiah, penurunan pasar modal, kehilangan pendapatan akibat
turunnya ekspor, dampak naiknya harga minyak terhadap APBN, dan kenaikan komoditas
impor gandum4. Menurut dosen Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya, Ferdiansyah
Rivai, dampak politik tidak signifikan terutama dari segi keamanan, mengingat jarak
geografis antara Indonesia dan kedua negara. Tetapi Indonesia memiliki pengalaman
dalam mengatasi konflik yang dipicu oleh keberagaman budaya, mulai dari kasus Maluku,
Aceh, dan lain-lain. Indonesia dapat berbagi pengalaman tersebut kepada negara-negara
lain di dunia, dan kemudian mendorong agar terjadi upaya bersama dalam mengentaskan
masalah ini5. Invasi Rusia ke Ukraina akan menimbulkan krisis perdamaian dan keamanan
global yang serius dan multidimensional, demikian seperti dikatakan Guru Besar Hukum
Internasional Jenderal Soedirman Purwokerto, Prof Ade Maman Suherman 6.
Untuk mengantisipasi semua ancaman terhadap kedaulatan RI, TNI AD melakukan
3
detiknews 27 Maret 2022, pada 28 Maret 2022 jam 14.37 WIB
4
[Link] 5 dampak invasi Rusia ke Ukraina oleh Taufieq Renaldi Arfiansyah 03-03-2022, pada 04 Maret 2022
jam 09.37 WIB.
5
[Link] 3 dampak perang Rusia-Ukraina bagi Indonesia oleh Luthfia Ayu Azanella 25/02/2022, pada 04 Maret
2022 jam 10.15 WIB.
6
[Link] Pakar ungkap sederet dampak perang Rusia-Ukraina bagi Indonesia 25 Februari 2022, pada 04 Maret
2022 jam 10.45 WIB.
25
upaya dengan meningkatkan kemampuan prajurit melalui pembinaan dan
penyelenggaraan latihan baik materi OMP maupun OMSP yang terarah dan terencana
dengan baik. Salah satunya adalah dengan melaksanakan manajemen latihan dengan
baik, yaitu meliputi latihan teknis dan taktis dalam rangka pembinaan kekuatan dan
penggunaan kekuatan serta melalui proses perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan
pengakhiran serta dikendalikan dan dilaksanakan evaluasi untuk meningkatkan kualitas
penyelenggaraan latihan.
Agar terwujud kesamaan pemahaman tentang pengetahuan dalam manajemen,
pengendalian, laporan evaluasi, penyelenggaraan latihan serta menyusun Rencana Garis
Besar dan Naskah Latihan dalam hal ini Pasis Dikreg LXII Seskoad TA 2022, maka perlu
disusun bahan ajaran tentang Manajemen dan Penyelenggaraan Latihan yang nantinya
dapat digunakan sebagai pedoman bagi Pasis dalam mengikuti proses belajar mengajar di
Seskoad. Harapan lembaga, Pasis Dikreg LXII Seskoad TA 2022 dapat memahami dan
mampu menyusun naskah latihan sebagai bekal bagi Pasis dalam melaksanakan tugas di
satuan setelah menyelesaikan pendidikan Seskoad.
2. Tujuan Kurikuler. Agar Perwira Siswa mengetahui ketentuan umum dan
Manajemen dan Penyelenggaraan Latihan.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Perwira Siswa memahami maksud dan tujuan
diberikannya pelajaran Manajemen dan Penyelenggaraan Latihan.
b. Khusus.
1) Agar Perwira Siswa dapat menjelaskan dengan cukup mendalam
tentang Pemrograman Latihan.
2) Agar Perwira Siswa dapat menjelaskan dengan cukup mendalam
tentang Penyelenggaraan Latihan.
3) Agar Perwira Siswa dapat menjelaskan dengan cukup mendalam
tentang Pengendalian Latihan.
4) Agar Perwira Siswa dapat menjelaskan dengan cukup mendalam
tentang Laporan Evaluasi Latihan.
5) Agar Perwira Siswa dapat menjelaskan dengan cukup mendalam
tentang Direktif Latihan.
6) Agar Perwira Siswa dapat menjelaskan dengan cukup mendalam
tentang Penyusunan RGB Latihan.
26
7) Agar Perwira Siswa dapat menjelaskan dengan cukup mendalam
tentang Penyusunan Naskah Latihan.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Peraturan Kasad Nomor Perkasad/ 70/ VII/ 2011 tanggal 29 Juli 2011
tentang Buku Petunjuk Induk tentang Latihan.
2) Peraturan Kasad No Perkasad/ 41-02/ XII/ 2012 tanggal 28 Desember
2012 tentang Buku Petunjuk Teknik tentang Pengendalian Latihan.
3) Keputusan Kasad Nomor Kep/ 430/ X/ 2013 tanggal 31 Oktober 2013
tentang Buku Petunjuk Administrasi tentang Penyelenggaraan Administrasi
Umum Angkatan Darat.
4) Keputusan Kasad Nomor Kep/ 407/ VIII/ 2014 tanggal 25 Agustus
2014 tentang Petunjuk Administrasi tentang Pemrograman Latihan.
5) Keputusan Kasad Nomor Kep/ 423/ V/ 2016 tanggal 20 Mei 2016
tentang Petunjuk Teknis tentang Latihan Posko I.
6) Keputusan Kasad Nomor Kep/ 632/ VIII/ 2017 tanggal 29 Agustus
2017 tentang Petunjuk Teknis tentang Tata Cara Penyusunan Doktrin dan
Petunjuk TNI Angkatan Darat.
7) Keputusan Kasad Nomor Kep/ 633/ VIII/ 2017 tanggal 29 Agustus
2017 tentang Petunjuk Administrasi tentang Penyusunan, Penerbitan Doktrin
dan Petunjuk TNI Angkatan Darat.
8) Keputusan Kasad Nomor Kep/ 1012/ XI/ 2019 tanggal 4 November
2019 tentang Petunjuk Penyelenggaraan tentang Penyelenggaraan Latihan.
9) Keputusan Kasad No Kep/ 667/ VII/ 2019 tanggal 11 Juli 2019 tentang
Petunjuk Teknis tentang Laporan Evaluasi Latihan.
10) Keputusan Kasad Nomor Kep/ 942/ XII/ 2020 tanggal 22 Desember
2020 tentang Petunjuk Teknis tentang Penyusunan Produk Latihan (Direktif
Latihan, RGB, Renlat, Renlap, dan Laporan Latihan).
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lain sesuai pokok
bahasan (buku, majalah, artikel, jurnal ilmiah dan internet).
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar.
a. Pembekalan Teori.
27
1) Pertemuan ke-1.
a) Waktu. Jumat tanggal 27 Mei 2022.
b) Jumlah JP. 2 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Ceramah dan tanya jawab dilaksanakan secara
tatap muka di kelas.
d) Operasional teori MP.
(1) Pendahuluan;
(2) Pemrograman Latihan; dan
(3) Penyelenggaraan Latihan.
2) Pertemuan ke-2.
a) Waktu. Senin tanggal 30 Mei 2022.
b) Jumlah JP. 2 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Ceramah dan tanya jawab dilaksanakan secara
tatap muka di kelas.
d) Operasional teori MP.
(1) Pengendalian Latihan; dan
(2) Laporan Evaluasi Latihan
3) Pertemuan ke-3.
a) Waktu. Jumat tanggal 3 Juni 2022.
b) Jumlah JP. 4 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Ceramah dan tanya jawab dilaksanakan secara
tatap muka di kelas.
d) Operasional teori MP.
- Direktif Latihan.
4) Pertemuan ke-4.
a) Waktu. Senin tanggal 27 Juni 2022.
b) Jumlah JP. 2 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Ceramah dan tanya jawab dilaksanakan secara
tatap muka di kelas.
d) Operasional teori MP.
- Penyusunan RGB Latihan.
5) Pertemuan ke-5.
a) Waktu. Selasa tanggal 28 Juni 2022.
b) Jumlah JP. 4 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Ceramah dan tanya jawab dilaksanakan secara
28
tatap muka di kelas.
d) Operasional teori MP.
- Penyusunan RGB Latihan
6) Pertemuan ke-6.
a) Waktu. Senin tanggal 11 Juli 2022.
b) Jumlah JP. 4 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Ceramah dan tanya jawab dilaksanakan secara
tatap muka di kelas.
d) Operasional teori MP.
(1) Penyusunan Naskah Latihan; dan
(2) Penutup.
b. Proses Praktek Bimbingan Penyusunan RGB dan Naskah Latihan.
1) Pertemuan ke-1.
a) Waktu. Kamis tanggal 30 Juni 2022.
b) Jumlah JP. 4 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Praktik pembuatan produk RGB.
d) Operasional praktik MP.
(1) Pasis melaksanakan brainstorming dalam rangka
mengumpulkan data-data.
(2) Pasis membuat perhitungan waktu.
2) Pertemuan ke-2.
a) Waktu. Jumat tanggal 01 Juli 2022.
b) Jumlah JP. 4 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Praktik pembuatan produk RGB.
d) Operasional praktik MP.
- Pasis membuat Konsep RGB Bab I s.d. V.
3) Pertemuan ke-3.
a) Waktu. Senin tanggal 04 Juli 2022.
b) Jumlah JP. 2 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Praktik pembuatan produk RGB.
d) Operasional praktik MP.
- Pasis membuat Konsep Lampiran RGB.
4) Pertemuan ke-4.
a) Waktu. Senin tanggal 25 Juli 2022.
29
b) Jumlah JP. 3 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Praktik pembuatan produk naskah latihan.
d) Operasional praktik MP.
- Pasis membuat Konsep Buku I (Rencana Latihan).
5) Pertemuan ke-5.
a) Waktu. Jumat tanggal 29 Juli 2022.
b) Jumlah JP. 3 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Praktik pembuatan produk naskah latihan.
d) Operasional praktik MP.
- Pasis membuat Konsep Lampiran Buku I (Rencana
Latihan):
(a) Skenario Latihan.
(b) Rencana Operasi Latihan (ROL).
6) Pertemuan ke-6.
a) Waktu. Selasa tanggal 09 Agustus 2022.
b) Jumlah JP. 4 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Praktik pembuatan produk naskah latihan.
d) Operasional praktik MP.
1) Pasis membuat Konsep Lampiran Buku I (Rencana
Latihan):
(a) Skenario Latihan.
(b) Rencana Operasi Latihan (ROL).
2) Pasis membuat Konsep Lampiran Buku I (Rencana
Latihan):
(a) Diagram Rencana Operasi Latihan.
(b) Rencana Informasi Latihan (RIL).
3) Pasis membuat Konsep Lampiran Buku I (Rencana
Latihan):
(a) Jawaban Persoalan.
(b) Petunjuk Khusus Wasit dan Pengendali (Format).
c. Evaluasi Paparan RGB dan Naskah Latihan.
1) Pertemuan ke-1.
a) Waktu. Rabu dan Kamis tanggal 6 dan 7 Juli 2022.
b) Jumlah JP. 16 JP (@ 50 menit).
30
c) Metode. Evaluasi Paparan RGB.
d) Operasional praktik MP.
(1) Pasis memasuki ruangan praktik paparan RGB dengan
memperhatikan tata cara memasuki ruangan (mengetuk pintu
dan melaksanakan penghormatan);
(2) Pasis menyiapkan slide paparan & sarana pendukung
lainnya serta menyerahkan print out slide paparan RGB serta
lembar pengesahan kepada dosen penguji;
(3) Pasis berperan sebagai Komandan Latihan
melaksanakan laporan yang diawali dengan penghormatan
kepada dosen penguji yang berperan sebagai Pimumlat;
(4) Pasis memaparkan RGB kepada dosen penguji;
(5) Dosen penguji mengajukan pertanyaan untuk
mengetahui pemahaman Pasis serta memberi arahan guna
perbaikan/penyempurnaan RGB yang telah dibuat;
(6) Dosen penguji memberikan penilaian paparan RGB
sesuai cheklist yang telah disediakan; dan
(7) Pasis melaksanakan laporan dan diakhiri dengan
penghormatan.
2) Pertemuan ke-2.
a) Waktu. Senin dan Selasa tanggal 15 dan 16 Agustus
2022.
b) Jumlah JP. 16 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Evaluasi Paparan Naskah Latihan.
d) Operasional praktik MP.
(1) Pasis memasuki ruangan praktik paparan dengan
memperhatikan tata cara memasuki ruangan (mengetuk pintu
dan melaksanakan penghormatan);
(2) Pasis menyiapkan slide paparan & sarana pendukung
lainnya serta menyerahkan print out slide paparan naskah
latihan serta lembar pengesahan kepada dosen penguji;
(3) Pasis berperan sebagai Komandan Latihan
melaksanakan laporan yang diawali dengan penghormatan
kepada dosen penguji yang berperan sebagai Pimumlat;
(4) Pasis memaparkan naskah latihan kepada dosen
31
penguji;
(5) Dosen penguji mengajukan pertanyaan untuk
mengetahui pemahaman Pasis serta memberi arahan guna
perbaikan/penyempurnaan naskah latihan yang telah dibuat;
(6) Dosen penguji memberikan penilaian paparan naskah
latihan sesuai cheklist yang telah disediakan; dan
(7) Pasis melaksanakan laporan dan diakhiri dengan
penghormatan.
3) Paparan RGB dan Naskah Latihan Kelompok.
a) Jadwal pelaksanaan Paparan akan disampaikan kemudian oleh
Departemen Olah Yudha.
b) Masing-masing kelompok menunjuk perwakilan untuk
melaksanakan paparan RGB dan Naskah Latihan.
c) Pada saat pelaksanaan Paparan RGB dan Naskah Latihan,
seluruh anggota kelompok hadir dan membantu pelaksanaannya.
6. Penugasan.
a. Proses Belajar Mengajar Teori.
1) Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi lainnya
yang terkait dengan materi pelajaran;
2) Mengikuti proses belajar mengajar tatap muka di kelas;
3) Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata
pelajaran; dan
4) Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar
sesuai alokasi waktu.
b. Diskusi/Praktek.
1) Mempelajari TOR Praktik Pembimbingan Penyusunan RGB dan
Naskah Latihan, bahan ajaran dan referensi lainnya yang terkait dengan
penyusunan RGB dan naskah latihan Posko I;
2) Mengerjakan penugasan perorangan dan kelompok sesuai TOR yang
telah diberikan selama pembimbingan;
3) Dilarang keras melakukan plagiat dalam pengerjaan penugasan
perorangan dan kelompok, apabila ditemukan adanya plagiat maka akan
32
dilakukan proses sesuai ketentuan yang berlaku di lembaga Seskoad;
4) Menyiapkan map Takah perorangan untuk pelaksanaan
pembimbingan penyusunan RGB dan Naskah Latihan;
5) Gunakan waktu pembimbingan secara maksimal pada kesempatan
penyusunan RGB dan Naskah Latihan dalam mengerjakan setiap materi
penugasan;
6) Mengajukan pertanyaan kepada dosen pembimbing selama proses
pembimbingan penyusunan sesuai alokasi waktu yang disediakan maupun di
luar waktu yang telah ditentukan secara perorangan apabila mengalami
kesulitan; dan
7) Mengirimkan/mengumpulkan jawaban penugasan dalam bentuk Hard
Copy dan Soft Copy sesuai waktu yang telah ditentukan.
7. Lain-Lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan Proses Belajar Mengajar
akan disampaikan kemudian.
Mengetahui: Bandung, 29 Maret 2022
Kadepoyu Seskoad, Dosen Pengampu Materi,
Tjahjono Denny Fardany, [Link].
Kolonel Inf NRP 11930082480671 Kolonel Inf NRP 11930077450970
33
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Ev. Paparan RGB : 6-7 Juli 2022
DEPARTEMEN OLAH YUDHA Ev. [Link] : 15-16 Agu 2022
TERMS OF REFERENCE (TOR) DISKUSI
PRAKTIK PEMBIMBINGAN PENYUSUNAN RGB DAN NASKAH LATIHAN
1. Pengantar.
a. Dalam setiap penyelenggaraan latihan di lingkungan TNI AD, setiap tingkat
komando pembina latihan perlu menjamin adanya kesatuan usaha dan kegiatan
agar pelaksanaan latihan dapat terkoordinasi dan terintegrasi dengan baik. Hal ini
menunjukan adanya keterkaitan antara komando atas dan satuan jajarannya dalam
sistem pembinaan latihan. Sebagai sistem maka apa yang dilaksanakan di satuan
bawah harus selaras dengan kebijakan dan pokok-pokok keinginan komando atas.
Untuk menjamin terlaksananya kebijakan dan pokok-pokok keinginan komando atas
pada penyelenggaraan latihan yang dilaksanakan di satuan jajarannya, maka setiap
penyelenggara Latihan harus mempedomani petunjuk latihan tertulis yang
disampaikan oleh Pimpinan Umum Latihan (Pimumlat) dalam bentuk Direktif Latihan.
b. Seterimanya Direktif Latihan, selanjutnya Danlat sebagai penyelenggara
latihan mempedomani direktif sebagai dasar dalam menyusun Rencana Garis Besar
(RGB) yang merupakan langkah awal dalam tahap perencanaan latihan. RGB akan
disetujui oleh Pimpinan Umum Latihan apabila memuat pokok-pokok
penyelenggaraan latihan dan dukungan selama penyelenggaraan latihan
sebagaimana yang telah tertuang dalam direktif latihan. Apabila RGB yang disusun
oleh Komandan Latihan telah disetujui oleh Pimumlat, maka Komandan Latihan
beserta Staf latihan segera menyelesaikan Naskah Latihan secara terinci. Selama
penyusunan Naskah Latihan tersebut, Komandan Latihan atau Staf latihan dapat
melakukan koordinasi dengan Staf Komando yang mengeluarkan direktif, agar
selalu dapat diikuti perkembangan perencanaan tepat pada waktunya, atau dapat
pula memberikan dan menerima bahan informasi untuk memperlancar jalannya
latihan7.
c. Pasis Dikreg Seskoad yang diproyeksikan untuk menduduki jabatan golongan
V sampai dengan Pati di lingkungan TNI AD, memiliki peluang dan kesempatan
7
Keputusan Kasad Nomor Kep/ 423/ V/ 2016 tanggal 20 Mei 2016 tentang Petunjuk Teknis tentang Latihan Posko I
34
untuk menjadi Panglima/Komandan atau pejabat yang akan membidangi latihan di
satuan jajaran TNI AD. Berkaitan dengan hal tersebut Lemdik Seskoad perlu
memberikan penugasan dan pembimbingan penyusunan RGB dan Naskah Latihan
kepada para Pasis untuk kepentingan pelaksanaan tugas di kemudian hari.
2. Tujuan Praktik Pembimbingan Penyusunan RGB dan Naskah Latihan. Mampu
menyusun RGB dan Naskah Latihan Posko I sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas.
3. Penugasan.
a. Tugas Perorangan.
1) Pasis membuat produk Rencana Garis Besar (RGB) Latihan secara
lengkap, lampiran yang dibuat (Lampiran A Struktur Organisasi, Lampiran B
Jadwal Kegiatan dan Lampiran C Skenario Bergambar).
2) Pasis membuat produk Naskah Latihan sebagai berikut :
a) Naskah latihan Buku I, dengan ketentuan sebagai berikut :
(1) Rencana Latihan (Dibuat Lengkap).
(2) Skenario Latihan (Dibuat Lengkap)
(3) Skenario Bergambar (Dibuat Lengkap)
(4) Rencana Operasi Latihan (Dibuat Lengkap)
(5) Diagram ROL (Dibuat Lengkap)
(6) Rencana Informasi Latihan (RIL) (Dibuat Lengkap,
dengan ketentuan RIL sebanyak 3 (tiga) pada setiap kegiatan
dalam langkah PPKM TNI AD.
(7) Petunjuk Wasit dan Pengendali (Dibuat dalam bentuk
format sampai dengan Sub Pasal)
(8) Petunjuk Penilaian (Dibuat dalam bentuk format sampai
dengan Sub Pasal)
(9) Alternatif Jawaban Persoalan (PM)
(10) Daftar Distribusi (Dibuat dalam bentuk format)
b) Naskah Latihan Buku II A, dengan ketentuan sebagai berikut :
(1) Lembar Pendahuluan (Dibuat dalam bentuk format
s.d. sub pasal)
(2) Keadaan Umum (Dibuat dalam bentuk format s.d. sub
pasal)
(3) Keadaan Khusus (Dibuat Lengkap)
35
(4) Ikhtisar kejadian (Dibuat Lengkap)
(5) Analisa Daerah Operasi (Dibuat dalam bentuk format
s.d. sub pasal)
(6) Data Pasukan Musuh (Dibuat dalam bentuk format
sampai dengan Sub Pasal)
(7) Data Pasukan Sendiri (Dibuat dalam bentuk format
sampai dengan Sub Pasal)
(8) Checklist Pendapat Pelaku (Dibuat dalam bentuk format
sampai dengan Sub Pasal)
(9) Daftar distribusi naskah (Dibuat dalam bentuk
format sampai dengan Sub Pasal).
b. Tugas Kelompok.
1) Pasis membuat produk Rencana Garis Besar (RGB) Latihan beserta
Lampiran secara Lengkap.
2) Pasis membuat produk Naskah Latihan sebagai berikut :
a) BUKU I (Dibuat Lengkap)
b) BUKU IIA (Dibuat Lengkap)
c) BUKU IIB (Dibuat Lengkap)
3) Pasis melaksanakan Paparan RGB dan Naskah Latihan kelompok
sesuai jadwal yang disusun oleh Departemen Olah Yudha (ditentukan
kemudian).
4) Kelompok dengan hasil penugasan terbaik akan berperan sebagai
Penyelenggara Latihan Posko I Tk. Brigif dan Latihan Posko I Tk. Korem.
c. Jawaban Penugasan.
1) Tugas perorangan. Produk perorangan diketik dengan ukuran kertas
A4, huruf Arial 12 spasi 1,5, dibuat dalam bentuk Hard Copy Tanpa Identitas
sebanyak 1 eksemplar dan mengirimkan Soft Copy Tanpa Identitas jenis file
PDF melalui LMS, dengan ketentuan sebagai berikut:
a) RGB : Rabu, 29 Juni 2022 pukul 06.00
b) Naskahlat : Selasa, 09 Agustus 2022 pukul 06.00
2) Tugas Kelompok. Produk Kelompok diketik dengan ukuran kertas A4,
huruf Arial 12 spasi 1,5, dibuat dalam bentuk Hard Copy sebanyak 1
eksemplar dan mengirimkan Soft Copy jenis file PDF melalui email:
36
[Link]@[Link], dengan ketentuan sebagai berikut:
a) RGB : Kamis, 30 Juni 2022 pukul 06.00
b) Naskahlat : Rabu, 10 Agustus 2022 pukul 06.00
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Peraturan Kasad Nomor Perkasad/ 70/ VII/ 2011 tanggal 29 Juli 2011
tentang Buku Petunjuk Induk tentang Latihan.
2) Peraturan Kasad No Perkasad/ 41-02/ XII/ 2012 tanggal 28 Desember
2012 tentang Buku Petunjuk Teknik tentang Pengendalian Latihan.
3) Keputusan Kasad Nomor Kep/ 430/ X/ 2013 tanggal 31 Oktober 2013
tentang Buku Petunjuk Administrasi tentang Penyelenggaraan Administrasi
Umum Angkatan Darat.
4) Keputusan Kasad Nomor Kep/ 407/ VIII/ 2014 tanggal 25 Agustus
2014 tentang Petunjuk Administrasi tentang Pemrograman Latihan.
5) Keputusan Kasad Nomor Kep/ 423/ V/ 2016 tanggal 20 Mei 2016
tentang Petunjuk Teknis tentang Latihan Posko I.
6) Keputusan Kasad Nomor Kep/ 632/ VIII/ 2017 tanggal 29 Agustus
2017 tentang Petunjuk Teknis tentang Tata Cara Penyusunan Doktrin dan
Petunjuk TNI Angkatan Darat.
7) Keputusan Kasad Nomor Kep/ 633/ VIII/ 2017 tanggal 29 Agustus
2017 tentang Petunjuk Administrasi tentang Penyusunan, Penerbitan
Doktrin dan Petunjuk TNI Angkatan Darat.
8) Keputusan Kasad Nomor Kep/ 1012/ XI/ 2019 tanggal 4 November
2019 tentang Petunjuk Penyelenggaraan tentang Penyelenggaraan Latihan.
9) Keputusan Kasad No Kep/ 667/ VII/ 2019 tanggal 11 Juli 2019 tentang
Petunjuk Teknis tentang Laporan Evaluasi Latihan.
10) Keputusan Kasad Nomor Kep/ 942/ XII/ 2020 tanggal 22 Desember
2020 tentang Petunjuk Teknis tentang Penyusunan Produk Latihan (Direktif
Latihan, RGB, Renlat, Renlap, dan Laporan Latihan).
37
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lain sesuai pokok
bahasan (buku, majalah, artikel, jurnal ilmiah dan internet).
Mengetahui: Bandung, 29 Maret 2022
Kadepoyu Seskoad, Dosen Pengampu Materi,
Tjahjono Denny Fardany, [Link].
Kolonel Inf NRP 11930082480671 Kolonel Inf NRP 11930077450970
38
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Selasa, 31 Mei 2022
DEPARTEMEN TERITORIAL
BS. STAF
SBS. BIDANG TERITORIAL TNI AD
MP. SISTEM PEMERINTAHAN REPUBLIK INDONESIA
1. Pendahuluan.
Pembukaan UUD 1945 Alinea IV menyatakan bahwa kemerdekaan kebangsaan
Indonesia itu disusun dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk
dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. Berdasarkan
Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945, Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk
republik. Berdasarkan hal itu dapat disimpulkan bahwa bentuk negara Indonesia adalah
kesatuan, sedangkan bentuk pemerintahannya adalah republik. Selain bentuk negara
kesatuan dan bentuk pemerintahan republik, Presiden Republik Indonesia memegang
kekuasaan sebagai kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Hal itu didasarkan
pada Pasal 4 Ayat 1 yang berbunyi, “Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan
pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar.” Dengan demikian, sistem pemerintahan di
Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial.
Pokok-pokok sistem pemerintahan Indonesia adalah sebagai berikut: (1) Bentuk
negara kesatuan dengan prinsip otonomi daerah yang luas. Wilayah negara terbagi dalam
beberapa provinsi; (2) Bentuk pemerintahan adalah republik, sedangkan sistem
pemerintahan presidensial; (3) Presiden adalah kepala negara dan sekaligus kepala
pemerintahan. Presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu
paket; (4) Kabinet atau menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab kepada
presiden; (5) Parlemen terdiri atas dua bagian (bikameral), Dewan Perwakilan Rakyat
(DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Para anggota dewan merupakan anggota
MPR. DPR memiliki kekuasaan Legislatif dan kekuasaan mengawasi jalannya
pemerintahan; (6) Kekuasaan Yudikatif dijalankan oleh Makamah Agung dan badan
peradilan dibawahnya.
Sistem pemerintahan ini juga mengambil unsur-unsur dari sistem pemerintahan
parlementer dan melakukan pembaharuan untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan
yang ada dalam sistem presidensial. Beberapa variasi dari sistem pemerintahan
presidensial di Indonesia adalah sebagai berikut; Presiden sewaktu-waktu dapat
diberhentikan oleh MPR atas usul dari DPR. Jadi, DPR tetap memiliki kekuasaan
mengawasi presiden meskipun secara tidak langsung; Presiden dalam mengangkat
penjabat negara perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR; Presiden dalam
mengeluarkan kebijakan tertentu perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR; Parlemen
39
diberi kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk undang-undang dan hak Budget
(anggaran). Dengan demikian, ada perubahan-perubahan baru dalam sistem pemerintahan
Indonesia. Hal itu diperuntukan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama.
Perubahan baru tersebut, antara lain adanya pemilihan secara langsung, sistem bikameral,
mekanisme cheks and balance, dan pemberian kekuasaan yang lebih besar kepada
parlemen untuk melakukan pengawasan dan fungsi anggaran.
Dalam mata pelajaran ini juga akan mengupas tentang pelaksanaan otonomi daerah
yang memiliki beberapa implikasi, khususnya terkait dengan pelaksanaan Pilkada,
penyelenggaraan pemekaran wilayah, penyelenggaraan manajemen pemerintahan desa,
konflik sumber daya alam di daerah, isu putra daerah, Forkopimda dan tata kelola
pemerintahan daerah yang transparan, akuntabel, dan bebas korupsi berbasis pada good
and clean governance. Selain itu, mata pelajaran ini juga dikaitkan dengan struktur TNI
sebagai bagian dari sistem pemerintahan Indonesia, dimana TNI merupakan salah satu
lembaga negara dalam lingkup eksekutif karena TNI adalah bagian dari sistem
pemerintahan yang menyelenggarakan tugas di bidang pertahanan negara. Karena itu
keberadaan TNI sangat penting dalam menjaga kedaulatan negara. Termasuk
keberadaanya di daerah dari propinsi, kabupaten / kota sampai dengan desa, unsur TNI
sangat diperlukan oleh masyarakat dan pemerintah karena itu kolaborasi ini harus dipahami
sebagai bentuk penyelenggaraan sistem pemerintahan unilateral di mana TNI adalah unsur
pemerintah pusat atau instansi vertikal yang memiliki tugas selain menjaga kedaulatan
negara melalui OMP juga membantu pemerintah daerah melalui OMSP. Sehingga
keberadaan Satkowil relevan dengan penyelenggaraan sistem pemerintahan di Indonesia
sebagai negara kesatuan atau unilateral yang lebih mengutamakan integrasi dan keutuhan
wilayah dan kesejahteraan masyarakat.
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis mengerti tentang Sistem Pemerintahan Republik
Indonesia serta dapat menerapkannya dalam pelaksanaan tugas.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis mengerti tentang latar belakang sistem pemerintah suatu
negara secara umum dan mengerti maksud dan tujuan diberikannnya materi tersebut.
b. Khusus.
1) Pasis dapat menjelaskan tidak mendalam tentang latar belakang sistem
pemerintahan suatu negara secara umum dengan baik dan benar;
2) Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang pengertian sistem,
pengertian pemerintahan, pengertian dan jenis sistem pemerintahan serta
bentuk pemerintahan dengan baik dan benar;
40
3) Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang lahirnya pemerintahan
Republik Indonesia, perjalanan sistem pemerintahan Negara Republik
Indonesia, sistem pemerintahan Indonesia sebelum dan sesudah amandemen
dan prinsip dasar penyelenggaraan negara dengan baik dan benar;
4) Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang kelembagaan negara di
Indonesia serta kedudukan, kekuasaan dan kewenangan lembaga negara
dengan baik dan benar;
5) Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang kementerian negara
dengan baik dan benar; dan
6) Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang pemerintahan daerah,
penyelenggara pemerintahan, pembentukan dan penghapusan daerah,
pembagian urusan pemerintahan, pemerintahan daerah dan DPRD, perangkat
daerah dan kepegawaian daerah, Pilkada, Perda dan Perkada, Desa atau nama
lain, pembinaan dan pengawasan serta pertimbangan otonomi dengan baik dan
benar.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Keputusan Danseskoad Nomor Kep/4/I/2022 tanggal 26 Januari 2022
tentang Naskah Departemen Mata Pelajaran Sistem Pemerintahan Republik
Indonesa Nomor Teritorial-02;
2) Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945;
3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
4) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pemerintahan Desa; dan
5) Saldi Isra, Pergeseran Fungsi Legislasi, Menguatnya Model Legislasi
Parlementer dalam Sistem Presidensial Indonesia, Jakarta, Rajawali Pers, 2010.
6) C.S.T Kansil, Sistem Pemerintahan Desa, Jakarta, Bina Aksara, 2013.
7) Inu Kencana Syafei, Sistem Pemerintahan Indonesia, Bandung, Rineka
Cipta, 2017.
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lainnya sesuai dengan
pokok bahasa (buku, majalah, artikel, Jurnal ilmiah dan internet).
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan pembekalan
teori sebagai berikut :
41
a. Waktu. Selasa, tanggal 31 Mei 2022.
b. Jumlah JP. 3 JP (@ 50 Menit).
c. Metode. Ceramah dan tanya jawab secara tatap muka di kelas.
d. Operasional Teori MP.
1) Pendahuluan;
2) Sistem Pemerintahan;
3) Perkembangan Sistem Pemerintahan Republik Indonesia;
4) Lembaga Negara;
5) Kementerian Negara;
6) Pemerintahan Daerah dan Desa;
7) Tanya Jawab; dan
8) Penutup.
6. Penugasan.
a. Proses Belajar Mengajar Teori.
1) Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi lainnya yang
terkait dengan materi pelajaran.
2) Mengikuti proses belajar mengajar secara tatap muka di kelas.
3) Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata pelajaran.
4) Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar sesuai
alokasi waktu.
5) Pasis mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian Bidang Teritorial TNI AD
pada hari Senin tanggal 1 Agustus 2022.
b. Diskusi/Praktik. Nihil.
7. Lain-Lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan proses belajar mengajar akan
disampaikan kemudian.
Mengetahui: Bandung, 2 Juni 2022
Kepala Departemen Teritorial, Dosen Pengampu Materi,
Septinus Eduard Ginting, S.E. Dr. Agus Subagyo, S.I.P., [Link].
Kolonel Inf NRP 1900012060968 Pembina Tk I IV/b NIP 0418047801
42
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Selasa, 31 Mei 2022
DEPARTEMEN TERITORIAL
BS. STAF
SBS. BIDANG TERITORIAL TNI AD
MP. KKL WILAYAH PERTAHANAN
PEMBEKALAN KEPALA DEPARTEMEN TERITORIAL SESKOAD
1. Pendahuluan.
Perkembangan lingkungan strategis yang terjadi saat ini berlangsung sangat cepat,
kompetitif dan penuh dengan ketidakpastian serta menghadirkan berbagai perubahan yang
signifikan pada semua aspek kehidupan. Dampak dari perubahan tersebut secara otomatis
berpengaruh terhadap penyelenggaraan aspek pertahanan negara/Sishanta yang menjadi
tugas dan tanggung jawab TNI/TNI AD1. Sebagai konsekuensinya maka Perwira TNI
khususnya TNI AD dituntut untuk mampu menyesuaikan pola pikir dan pola tindak serta
memiliki pemahaman secara lebih komprehensif dan holistik dalam menjawab tuntutan
tugas ke depan yang berhubungan dengan dinamika perkembangan lingkungan strategis
maupun perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara. Upaya untuk memenuhi tuntutan
tersebut, keberadaan Seskoad semakin penting dalam mencapai tujuan organisasi, yaitu
sebagai lembaga pendidikan tertinggi TNI AD yang mengembangkan kemampuan perwira
siswa agar memiliki sikap dan perilaku prajurit Sapta Marga, Sumpah Prajurit, memiliki
pengetahuan dan keterampilan yang meliputi pengetahuan sosial dan teknologi, doktrin dan
kejuangan, manajemen, masalah strategi, teritorial, operasi dan olah yudha pada tataran
taktis dan operasional serta memiliki jasmani yang samapta.
Dalam kerangka pemikiran sebagaimana tersebut di atas, Seskoad sebagai lembaga
tinggi pendidikan TNI AD, yang didalamnya terdapat satu program pendidikan untuk
melaksanakan kegiatan KKL Wilayah Pertahanan. Kegiatan tersebut diarahkan untuk
mewujudkan kompetensi pendukung di bidang pengetahuan dan keterampilan dalam aspek
pembinaan teritorial dengan harapan agar Pasis memahami, mengkaji dan meneliti serta
dapat mengidentifikasi permasalahan yang terjadi tentang pelaksanaan pemberdayaan
wilayah pertahanan matra darat melalui program pembinaan teritorial (Binter). Adapun hasil
dari pengkajian dan penelitian yang diperoleh dari KKL Wilayah Pertahanan tersebut akan
ditindaklanjuti dengan menyusun laporan yang memuat ide dan gagasan potensial dalam
rangka mewujudkan sistem pertahanan semesta (Sishanta) sesuai tema yang telah dipilih,
dan selanjutnya akan diseminarkan.
1
Undang Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan Undang Undang Nomor 34 Tahun
2004 tentang TNI.
43
Ceramah pembekalan yang disampaikan Kepala Departemen Teritorial Seskoad
bertujuan untuk memberikan gambaran secara umum mekanisme pelaksanaan kegiatan
KKL Wilayah Pertahanan secara keseluruhan mulai dari pendahuluan, landasan
penyelenggaraan KKL Wilayah Pertahanan, Pokok-Pokok Penyelenggaraan KKL Wilayah
Pertahanan, Rencana Penyelenggaraan KKL Wilayah Pertahanan, Komando dan
Pengendalian KKL Wilayah Pertahanan dan penutup agar pelaksanaannya dapat berjalan
tertib, lancar dan aman dan dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis mengerti dan memahami tentang mekanisme
penyelenggaraan KKL Wilayah Pertahanan Pasis Dikreg LXII Seskoad TA 2022 serta dapat
menerapkannya dalam pelaksanaan tugas di lapangan pada masa mendatang.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis memahami maksud dan tujuan dari pembekalan yang
disampaikan Kapala Departemen Teritorial Seskoad.
b. Khusus. Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang isi materi
pembekalan yang disampaikan Kapala Departemen Teritorial Seskoad.
4. Jadwal Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan pembekalan
teori sebagai berikut:
a. Waktu. Selasa, tanggal 31 Mei 2022.
b. Jumlah JP. 2 JP (@ 50 Menit).
c. Metode. Ceramah dan tanya jawab.
d. Operasional Teori MP. Ceramah pembekalan dari Kapala Departemen
Teritorial Seskoad.
5. Penugasan.
a. Mempelajari bahan ceramah yang telah diberikan dan referensi lainnya yang
terkait dengan materi ceramah;
b. Mengikuti proses ceramah pembekalan secara tatap muka di kelas;
c. Menyiapkan pertanyaan yang relevan/sesuai dengan materi ceramah; dan
d. Pertanyaan dapat disampaikan dalam sesi tanya jawab sesuai alokasi waktu
yang telah diberikan.
44
6. Lain-lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan Proses Belajar Mengajar akan
disampaikan kemudian.
Bandung, 2 Juni 2022
Kepala Departemen Teritorial,
Septinus Eduard Ginting, S.E.
Kolonel Inf NRP 1900012060968
45
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Senin, 02 Juni 2022
DEPARTEMEN TERITORIAL
BS. STAF
SBS. BIDANG TERITORIAL TNI AD
MP. KKL WILAYAH PERTAHANAN
PEMBEKALAN PAKAR PENELITIAN
1. Pendahuluan.
Pelaksanaan kegiatan KKL Wilayah Pertahanan merupakan kegiatan rutin yang
dilaksanakan lembaga pendidikan reguler Seskoad kepada perwira siswa (Pasis), dengan
tujuan untuk mengenalkan berbagai dinamika permasalahan yang ada di wilayah sebagai
bekal ketika mereka melaksanakan penugasan di satuan kewilayahan agar lebih terlatih
dan berpengalaman dalam menghadapi masalah dan menyelesaikannya secara taktis.
Kegiatan pembekalan ini diarahkan agar para perwira siswa mampu menyiapkan berbagai
perangkat dan instrumen sebelum mereka melakukan kegiatan KKL Wilayah Pertahanan.
Dalam kegiatan KKL Wilayah Pertahanan ini, Pasis berperan sebagai peneliti yang memiliki
pemahaman dan penguasaan materi tentang metodologi riset dan teknik analisa, sehingga
dapat mendukung ketika melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) di
lapangan.
Dalam kegiatan pembekalan, akan diperkenalkan kepada para Pasis tentang metode
penelitian, tata cara pengumpulan data, teknik pengolahan data, teknik analisa data, dan
prosedur dalam menentukan informan. Setiap Pasis harus sudah siap di lapangan untuk
melakukan wawancara dengan para informan dan melakukan pengamatan/observasi
empiris di tengah masyarakat, mengidentifikasi data sekunder serta melakukan penyajian
data secara sistematis, melalui cek data, recek data, dan crosscek data yang valid dan
sahih. Selain itu, dalam pembekalan KKL Wilayah Pertahanan ini, Pasis akan diberikan
arahan dan bimbingan tentang tata cara penulisan laporan akhir/format penelitian/laporan,
baik laporan kelompok maupun laporan angkatan/Dikreg yang sesuai dengan kaidah ilmiah
yang berlaku.
Sehingga pada saat melaksanakan kegiatan KKL Wilayah Pertahanan nanti,
bagaimana Pasis menemukan dan mengenali persoalan di lapangan dengan menganalisa
serta mengidentifikasi permasalahan yang berkembang dalam pelaksanaan pemberdayaan
wilayah pertahanan matra darat melalui program pembinaan teritorial (Binter) yang
46
dilaksanakan oleh Satkowil2. Menemukan alternatif solusi atas persoalan dan
permasalahan yang berkembang, sehingga dapat dijadikan bahan dalam mengambil
keputusan yang cepat berbasis pada kajian ilmiah dan ilmu pembinaan teritorial yang
aplikatif. Hasil dari penelitian yang di dapat pada saat mengikuti pelaksanaan kegiatan KKL
Wilayah Pertahanan ini akan ditindaklanjuti dengan menyusun laporan hasil penelitian
dengan memuat ide dan gagasan yang dituangkan ke dalam makalah untuk diseminarkan.
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis mengerti dan memahami tentang mekanisme
penyelenggaraan KKL Wilayah Pertahanan Pasis Dikreg LXII Seskoad TA 2022 serta dapat
menerapkannya dalam pelaksanaan tugas di lapangan pada masa mendatang.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis memahami, menguasai dan menjiwai mengenai filosofi, teori
dan konsepsi pemberdayaan wilayah pertahanan melalui penelitian ilmiah/ kajian
ilmiah yang berbasis pada metodologi penelitian sehingga terwujud pola pikir dan pola
sikap yang adaptif, solutif dan aplikatif yang menunjang dalam pelaksanaan tugas di
masa depan.
b. Khusus.
1) Meningkatkan pemahaman Pasis tentang penyiapan pembinaan teritorial
(Binter) TNI AD yang terkoordinasikan, lintas sektoral, terkait dan terpadu yang
disinergikan dan terintegrasi dengan kebijakan pembangunan daerah.
2) Mempelajari, mengevaluasi dan meningkatkan kemampuan analisis Pasis
dalam mengimplementasikan metode pembinaan teritorial (Binter) yang
dilaksanakan oleh Satkowil dalam rangka pelaksanaan pembinaan teritorial
(Binter) TNI AD guna mendukung Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta) yang
tangguh, terkini dan relevan dengan perkembangan zaman yang dapat
digunakan untuk menyusun suatu doktrin yang berhubungan dengan teritorial.
3) Mengembangkan model pendekatan metode pembinaan teritorial (Binter)
TNI AD bagi Satkowil berdasarkan pada pendekatan akademik dan kearifan lokal
yang dapat dijadikan masukan dalam penyempurnaan pelaksanaan pembinaan
teritorial (Binter) di masa yang akan datang.
4. Referensi.
2
Peraturan Kasad Nomor 234 Tahun 2007 tanggal 27 Desember 2007 tentang Bujuklap Korem dalam
Penyelenggaraan Binter.
47
a. Referensi Wajib.
1) Sudjito, Arie dan Sutoro Eko. 2002. Demiliterisasi, Demokratisasi, dan
Desentralisasi. Yogyakarta: IRE Press;
2) Mulyono, 1999, Optimalisasi Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Dalam
Rangka Mendukung Sistem Pertahanan Semesta, Jurnal Yudhagama, Vol. 1,
No. 45;
3) Sudarwan Danim. 2002. Menjadi Peneliti Kualitatif. Bandung : Pustaka
Setia;
4) Mardalis. 1995. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta:
Bumi Aksara;
5) Undang Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.
6) Undang Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI;
6) Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
7) Undang-Undang RI Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
8) Bujukin tentang Binter Peraturan Kasad Nomor Perkasad/106/XII/2011
Bujuknik tentang Sikap Teritorial Peraturan Kasad Nomor Perkasad/ 174/X/2007;
9) Bujuknik tentang Lima Kemampuan Teritorial Surat Keputusan Kasad
Nomor Skep 508/XII/2003;
10) Mabesad, Bujuklak Pedoman Pemberdayaan Wilhan Aspek Darat, Jakarta,
2009;
11) Mabesad, Renstra TNI AD Tahun 2009 – 2014, Jakarta, Juli 2009;
12) Pusterad, Buku Petunjuk Teknik tentang Komunkasi Sosial, Jakarta, 2004;
13) Pusterad, Buku Petunjuk Teknik tentang Bintahwil, Jakarta, 2004; dan
14) Pusterad, Buku Petunjuk Teknik tentang Bhakti TNI, Jakarta, 2004.
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lainnya sesuai dengan
pokok bahasa (Buku, jurnal, artikel, youtube, majalah dan internet).
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan pembekalan
secara teori dengan kegiatan sebagai berikut:
a. Waktu. Kamis, tanggal 02 Juni 2022.
b. Jumlah JP. 2 JP (@ 50 Menit).
c. Metode. Ceramah dan tanya jawab dilaksanakan tatap muka dan virtual.
48
d. Operasional Teori MP.
1) Menjelaskan pelaksanaan audiensi atau tatap muka yang benar untuk
mencari data/informasi dari informan;
2) Menjelaskan pelaksanaan kegiatan wawancara dan observasi yang benar
untuk mencari data/informasi dari informan;
3) Menjelaskan pelaksanaan focus group discussion (FGD) atau diskusi
kelompok terarah/terfokus yang benar untuk mencari data/informasi dari
informan;
4) Menjelaskan tentang metodologi penelitian yang benar, baik mengenai
rancangan penelitian, prosedur penentuan informan dan sumber data yang
dibutuhkan;
5) Menjelaskan tentang pengolahan data, analisis data, dan metode
pemecahan masalah dan saran/rekomendasi dalam penyusunan laporan hasil
KKL Studi Wilayah Pertahanan;
6) Menjelaskan tentang format pembuatan laporan hasil KKL Studi Wilayah
Pertahanan yang benar; dan
7) Penutup.
6. Penugasan.
a. Pasis membuat/menyusun ceklis instrumen penelitian, seperti pedoman
wawancara, pedoman observasi dan pedoman studi literatur;
b. Pasis melaksanakan bimbingan dengan Pakarlit dalam penyusunan laporan
penelitian KKL Wilayah Pertahanan.
c. Pasis membuat/menyusun produk kelompok/sindikat proposal laporan KKL
Wilayah Pertahanan dari Bab I s.d. III.
d. Pasis mengumpulkan produk kelompok/sindikat proposal laporan KKL Wilayah
Pertahanan Bab I s.d. III ke Staf Departemen Teritorial tanggal 11 Juli 2022 pukul
14.00 WIB;
e. Pasis membuat/menyusun laporan hasil KKL Wilayah Pertahanan dari Bab IV
s.d. V;
f. Pasis mengumpulkan produk kelompok/sindikat laporan hasil KKL Wilayah
Pertahanan Bab I s.d. V ke Staf Departemen Teritorial tanggal 28 Juli 2022 pukul 14.00
WIB;
g. Pasis memaparkan produk kelompok/sindikat laporan hasil KKL Wilayah
Pertahanan untuk diberikan masukan, saran dan pertimbangan oleh Pakarlit; dan
49
h. Pasis yang tergabung dalam tim perumus yang ditunjuk untuk menyusun produk
angkatan/produk Dikreg kemudian dipaparkan dalam seminar Wilayah Pertahanan
dengan mengundang stakeholder terkait.
7. Lain-lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan proses belajar mengajar akan
disampaikan kemudian.
Mengetahui: Bandung, 2 Juni 2022
Kepala Departemen Teritorial, Dosen Pengampu Materi,
Septinus Eduard Ginting, S.E. Dr. Agus Subagyo, S.I.P., [Link].
Kolonel Inf NRP 1900012060968 Pembina Tk I IV/b NIP 0418047801
50
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Kamis, 2 Juni 2022
DEPARTEMEN TERITORIAL
BS. STAF
SBS. BIDANG TERITORIAL TNI AD
MP. PENYELENGGARAAN FUNGSI TERITORIAL TNI AD
1. Pendahuluan.
Undang-Undang Dasar NKRI Tahun 1945 pasal 30 ayat (2) pada prinsipnya
menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia menerapkan Sistem Pertahanan
dan Keamanan Rakyat Semesta yang diyakini mampu menghasilkan daya tangkal yang
handal, dan efektif terhadap kemungkinan datangnya ancaman dari dalam dan luar negeri.
Dalam implementasinya Sishankamrata tersebut melibatkan semua komponen bangsa
dengan menempatkan Tentara Nasional Indonesia sebagai komponen utama yang
didukung oleh komponen cadangan dan komponen pendukung. Komponen cadangan,
terdiri atas warga negara, sumber daya alam, sumber daya buatan, serta sarana dan
prasarana nasional yang telah disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna
memperbesar dan memperkuat komponen utama5. Hal tersebut berarti bahwa semua
warga negara wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam bentuk
penyelenggaraan pertahanan negara. Terkait dengan keterlibatan semua warga negara
dalam usaha pertahanan negara tersebut maka keikutsertaan warga negara dalam upaya
bela negara, diselenggarakan melalui pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar
kemiliteran secara wajib, pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia secara
suka-rela atau secara wajib dan pengabdian sesuai dengan profesi.
Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara bertujuan untuk
mentransformasikan Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Alam, dan Sumber Daya
Buatan, serta Sarana dan Prasarana Nasional menjadi kekuatan Pertahanan Negara yang
siap digunakan untuk kepentingan Pertahanan Negara.6 Pengelolaan Sumber daya Nasional
untuk pertahanan Negara dipersiapkan secara dini untuk menghadapi ancaman.
Berdasarkan pokok-pokok pikiran tersebut di atas dapat dipahami bahwa potensi
sumber daya nasional dapat digunakan secara optimal, maka TNI menyelenggarakan
fungsi pembinaan teritorial yang di dalamnya terdapat, pembinaan SDA dan SDB termasuk
juga didalamnya terdapat sarana dan prasarana. Dengan adanya Binter tersebut
diharapkan dapat tercipta pemberdayaan potensi sumber daya nasional yang efektif dan
efisien.
5
[Link]
6
[Link]
51
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis memahami tentang Penyelenggaraan Fungsi Teritorial
TNI AD serta mampu menerapkannya dalam pelaksanaan tugas.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis memahami latar belakang, maksud dan tujuan
pelaksanaan Penyelenggaraan Fungsi Teritorial TNI AD.
b. Khusus.
1) Pasis mampu menjelaskan cukup mendalam tentang latar belakang,
maksud dan tujuan pelaksanaan Penyelenggaraan Fungsi Teritorial TNI AD;
2) Pasis mampu menjelaskan cukup mendalam tentang penyelenggaraan
fungsi teritorial TNI AD, visi, misi, peran, tugas dan fungsi;
3) Pasis mampu menjelaskan cukup mendalam tentang peran, tugas, fungsi
dan asas yang diselaraskan dengan perkembangan dan modernisasi yang
terjadi di segala aspek kehidupan;
4) Pasis mampu menjelaskan cukup mendalam tentang tataran kewenangan
dan tanggung jawab yang berlaku di lingkungan TNI AD mulai dari tingkat pusat
sampai dengan tingkat satuan;
5) Pasis mampu menjelaskan cukup mendalam tentang tujuan dan sasaran
pembinaan teritorial TNI AD, kebijakan pembinaan teritorial TNI AD, Binter
sebagai fungsi utama, Binter sebagai fungsi organik militer, Binter sebagai fungsi
pembinaan dan pembinaan teritorial di satuan;
6) Pasis mampu menjelaskan cukup mendalam tentang sejarah
perkembangan pembinaan teritorial, ancaman dan tantangan masa depan serta
implikasinya;
7) Pasis mampu menjelaskan cukup mendalam tentang pembinaan
komunikasi sosial, pembinaan Bakti TNI dan pembinaan ketahanan wilayah; dan
8) Pasis mampu menjelaskan secara mendalam tentang ketentuan pokok
penyelenggaraan Binter, konsepsi penyelenggaraan Binter TNI AD dan
pembinaan wilayah.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Undang-Undang RI No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.
2) Peraturan Kasad Nomor 234 Tahun 2007 tanggal 27 Desember 2007
tentang Bujuklap Korem dalam Penyelenggaraan Binter.
3) Peraturan Kasad Nomor Perkasad/106/XII/2011 tanggal 7 Desember 2011
tentang Bujukin tentang Pembinaan Teritorial.
52
4) Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/184/II/2018 tanggal 28 Februari 2018
tentang Doktrin TNI AD Kartika Eka Paksi;
5) Keputusan Kasad Nomor Kep/1055/XII/2018 tanggal 26 Desember 2018
tentang Doktrin Induk Teritorial TNI Angkatan Darat.
6) Keputusan Kasad Nomor Kep/1069/XII/2019 tanggal 2 Desember 2019
tentang Petunjuk Induk tentang Binter; dan
7) Keputusan Danseskoad Nomor Kep/07/II/2022 tanggal 4 Februari 2022
tentang Naskah Departemen Mata Pelajaran Penyelenggaraan Fungsi Teritorial
TNI AD Nomor Teritorial-07.
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lainnya sesuai dengan
pokok bahasa (buku, majalah, artikel, jurnal ilmiah dan internet).
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan pembekalan
teori dan prakteik sebagai berikut:
a. Pertemua ke-1 (Teori).
1) Waktu. Tanggal 02 Juni 2022.
2) Jumlah JP. 5 JP (@ 50 menit).
3) Metode. Ceramah dan tanya jawab tatap muka di kelas.
4) Operasional modul MP.
a) Pendahuluan.
b) Penyelenggaraan Fungsi Teritorial TNI AD.
c) Ketentuan Pembinaan Teritorial.
d) Tataran Kewenangan.
e) Pembinaan Teritorial.
f) Dinamika Pembinaan Teritorial.
g) Metode Pembinaan Teritorial.
h) Penyelenggaraan Pembinaan Teritorial.
i) Penutup.
b. Pertemuan ke-2 (Praktik/Diskusi Esai).
1) Waktu. Tanggal 15 Juli 2022.
2) Jumlah JP. 4 JP (@ 50 menit).
3) Metode. Praktik/diskusi dilaksanakan tatap muka di kelas.
4) Operasional praktik/diskusi MP.
a) Paparan esai; dan
b) Diskusi esai.
6. Penugasan.
53
a. Proses Belajar Mengajar Teori.
1) Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi lainnya yang
terkait dengan materi pelajaran;
2) Melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka di kelas;
3) Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata pelajaran;
dan
4) Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar sesuai
alokasi waktu.
b. Praktik/Diskusi Pembuatan Esai.
1) Mempelajari dan mengerjakan persoalan sesuai TOR/KAK yang telah
diberikan;
2) Pedomani tata tulis/sistematika penulisan esai;
3) Pasis dalam pembuatan produk dilarang keras melakukan plagiat, apabila
ditemukan produk plagiat maka akan dilakukan proses sesuai dengan ketentuan
yang berlaku di lembaga Seskoad;
4) Jawaban persoalan diketik dengan komputer dalam kertas HVS ukuran A4
huruf (font) arial ukuran 12 dengan jarak spasi 1,5 maksimal sebanyak 10
lembar;
5) Pada akhir pembuatan esai, Pasis membuat mind mapping dan presentasi
berdasarkan hasil tulisannya tersebut;
6) Esai akan dipaparkan kepada Pasis lainnya untuk didiskusikan, Pasis yang
lainnya memberikan tanggapan serta masukan terhadap esai tersebut; dan
7) Pasis mengirimkan jawaban persoalan TOR/KAK pada H-1 kepada dosen
dan Patun melalui aplikasi Cels LMS Seskoad sebelum pelaksanaan
diskusi/praktik.
7. Lain-Lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan proses belajar mengajar akan
disampaikan kemudian.
Mengetahui: Bandung, 29 Maret 2022
Kepala Departemen Teritorial Seskoad, Dosen Pengampu Materi,
Septinus Eduard Ginting, S.E. Nunung Wahyu Nugroho, S.E,[Link]
Kolonel Inf NRP 11900012060968 Letnan Kolonel Inf NRP 11000007421072
54
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Dikumpulkan Kamis, 14 Juli 2022
DEPARTEMEN TERITORIAL Didiskusikan Jum’at, 15 Juli 2022
TERMS OF REFERENCE (TOR) ESAI
MP. PENYELENGGARAAN FUNGSI TERITORIAL TNI AD
PASIS DIKREG LXII SESKOAD TA 2022
TOPIK:
PEMBERDAYAAN POTENSI SUMBER DAYA NASIONAL
DALAM SISTEM PERTAHANAN NEGARA
1. Pengantar.
Berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal
30 ayat (2), Negara Kesatuan Republik Indonesia menerapkan Sistem Pertahanan dan
Keamanan Rakyat Semesta yang diyakini mampu menghasilkan daya tangkal yang handal,
dan efektif terhadap kemungkinan datangnya ancaman dari dalam dan luar negeri.
Ketentuan Sishankamrata tersebut diuraikan lebih lanjut pada pasal 7 UU RI Nomor 3
Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, yang menyatakan bahwa a) Pertahanan negara,
diselenggarakan oleh pemerintah dan dipersiapkan secara dini dengan sistem pertahanan
negara; b) Sistem pertahanan negara dalam menghadapi ancaman militer menempatkan
Tentara Nasional Indonesia sebagai komponen utama dengan didukung oleh komponen
cadangan dan komponen pendukung. c) Sistem pertahanan negara dalam menghadapi
ancaman non-militer menempatkan lembaga pemerintah di luar bidang pertahanan sebagai
unsur utama, sesuai dengan bentuk dan sifat ancaman yang dihadapi dengan didukung
oleh unsur-unsur lain dari kekuatan bangsa. Kemudian diperjelas dengan ketentuan pada
pasal 1 ayat (8) yang menyatakan bahwa Sumber daya nasional adalah sumber daya
manusia, sumber daya alam, dan sumber daya buatan . Kemudian pada pasal 1 dipertegas
bahwa ayat (10) Sumber daya buatan adalah sumber daya alam yang telah ditingkatkan
daya gunanya untuk kepentingan pertahanan negara dan ayat (11) Sarana dan prasarana
nasional adalah hasil budi daya manusia yang dapat digunakan sebagai alat penunjang
untuk kepentingan pertahanan negara dalam rangka mendukung kepentingan nasional 7.
Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara bertujuan untuk
mentransformasikan Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Alam, dan Sumber Daya
Buatan, serta Sarana dan Prasarana Nasional menjadi kekuatan Pertahanan Negara yang
siap digunakan untuk kepentingan Pertahanan Negara8
7
[Link]
8
[Link]
55
Merujuk pada semua ketentuan tersebut di atas sudah sangat jelas bahwa Sumber
daya nasional harus dipersiapkan dengan baik. Sistem tata kelola sumber daya nasional
untuk pertahanan negara merupakan langkah strategis agar Sistem Pertahanan Semesta
dapat diaplikasikan serta terbangun daya saing sebagai bangsa (nations
competitiveness). Kedepannya, pengaturan pengelolaan sumber daya nasional untuk
pertahanan negara sangat penting dan strategis dengan tujuan apabila negara
membutuhkan sumber daya nasional untuk menunjang kepentingan pertahanan Negara
berlandaskan kepada demokrasi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan
supremasi sipil. Pada PP No 3 tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No 23 tahun
2019, Pasal 1 ayat (14) Mobilisasi adalah tindakan pengerahan dan penggunaan secara
serentak Sumber Daya Nasional serta Sarana dan Prasarana Nasional yang telah
dipersiapkan dan dibina sebagai komponen kekuatan Pertahanan Negara untuk digunakan
secara tepat, terpadu, dan terarah bagi penanggulangan setiap Ancaman, baik dari luar
negeri maupun dari dalam negeri yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa
serta kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Agar potensi sumber daya nasional dapat digunakan secara optimal, maka TNI
menyelenggarakan fungsi pembinaan teritorial yang di dalamnya terdapat, pembinaan SDA
dan SDB termasuk juga didalamnya terdapat sarana dan prasarana. Dengan adanya Binter
tersebut diharapkan dapat tercipta pemberdayaan potensi sumber daya nasional yang
efektif dan efisien.
Sistem pertahanan negara di tiap negara di dunia tentunya tidak sama, hal tersebut
tergantung dari potensi ancaman dari keterlibatan masing-masing angkatan, kepolisian dan
warga negaranya, dihadapkan dengan aturan dan ketentuan tersebut diatas, tentu setiap
negara memiliki cara dan strategi dalam sistem pengelolaan sumber daya nasional yang
dapat diberdayakan untuk sistem pertahanan negara.
2. Penugasan Pasis.
a. Para peserta diskusi membuat produk esai perorangan dan mempersiapkan diri
untuk melaksanakan diskusi perorangan dalam hubungan kelompok sesuai
pembagian yang diatur oleh Patun kelas sebagai moderator diskusi. Pasis seluruhnya
harus aktif menyampaikan pendapat, ide/gagasan, saran dan tanggapan saat diskusi.
b. Pasis mempelajari TOR/KAK, referensi bacaan wajib dan tambahan serta semua
referensi yang terkait dengan materi yang akan didiskusikan.
c. Pasis melaksanakan penelitian secara mandiri tentang pemberdayaan potensi
sumber daya nasional dalam sistem pertahanan negara di negara lain, kemudian
dituangkan dalam esai perorangan dengan analisis SWOT dan diketik maksimal 10
56
halaman terdiri atas pendahuluan, pembahasan dan penutup.
d. Pertanyaan Yang Harus Dijawab Dalam Esai:
1) Apa ancaman internal dan eksternal yang dihadapi negara tersebut?
2) Bagaimana sistem pertahanan di negara tersebut?
3) Bagaimana peran Army, Navy, Air Force dan Police serta warga
negara dalam sistem pertahanan negara tersebut?
4) Apa saran dan masukan untuk TNI AD sebagai bagian dari sistem
pertahanan negara di Indonesia?
e. Judul esai antar Pasis tidak boleh sama, tulisan harus mengalir, logis,
argumentatif dan memiliki referensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
f. Jawaban persoalan TOR/KAK produk esai dikirimkan kepada dosen penilai dan
Patun di masing-masing kelas/sindikat dengan format PDF dengan nama file
Penugasan TOR/KAK-MP....... (contoh : PENUGASAN TOR/KAK-MP.
Penyelenggaraan Fungsi Teritorial TNI AD) dengan melampirkan mind mapping/
pemetaan pikiran dari esai yang dibuat melalui aplikasi Cels LMS Seskoad sesuai
sindikat masing-masing pada hari Kamis tanggal 14 Juli 2022 pukul 06.00 WIB
sebagai bahan paparan saat dikusi.
g. Membuat bahan paparan dalam bentuk slide yang akan di paparkan pada hari
Jum’at tanggal 15 Juli 2022.
3. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Keputusan Danseskoad Nomor Kep/7/II/2022 tanggal 4 Februari 2022
tentang Naskah Departemen Mata Pelajaran Penyelenggaraan Fungsi Teritorial
TNI AD Nomor Teritorial-07;
2) Keputusan Danseskoad Nomor Kep/67/XII/2020 tanggal 4 Desember 2020
tentang Naskah Departemen Mata Pelajaran Taskap Kertas Karya Ilmiah Perorangan
Nomor Sosial dan Teknologi-04; dan
3) Referensi sesuai pilihan Pasis (minimal 10 referensi).
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lainnya sesuai pokok
bahasan (buku, majalah, artikel, jurnal ilmiah dan internet).
4. Instruksi Koordinasi. Pembagian tugas perorangan, metode dan alokasi waktu
(terlampir).
57
5. Penutup. Demikian Term of Reference (TOR) dibuat untuk dijadikan pedoman bagi
Pasis Dikreg LXII Seskoad TA 2022 dalam menjawab persoalan dan pelaksanaaan diskusi
esai Penyelenggaraan Fungsi Teritorial TNI AD.
Mengetahui: Bandung, 29 Maret 2022
Kepala Departemen Teritorial Seskoad, Dosen Pengampu Materi,
Septinus Eduard Ginting, S.E. Nunung Wahyu Nugroho, S.E,[Link].
Kolonel Inf NRP 1190002060968 Letnan Kolonel Inf NRP 11000007421072
Lampiran:
1. Pembagian tugas Pasis lihat di Aplikasi Cels LMS Seskoad.
2. Metode dan Alokasi Waktu Paparan lihat di Aplikasi Cels LMS Seskoad.
58
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD
DEPARTEMEN TERITORIAL
Lampiran-I Pembagian Tugas Pasis pada
TOR MP. Penyelenggaraan Fungsi Teritorial TNI
AD Pasis Dikreg LXII Seskoad TA 2022
Pembagian tugas Pasis (sesuai no urut absen Sindikat dan Nosis) adalah sebagai
berikut :
NOMOR
NAMA
URUT SISWA KET
1 2 3 4
SINDIKAT I
1 62001 Hungaria (Hongary)
2 62002 Hongkong
3 62003 India (Republic of India)
4 62004 Indonesia (NKRI: Negara Kesatuan Republik Indonesia)
5 62005 Irak (Republic of Iraq)
6 62006 Iran (Islamic Republic of Iran)
7 62007 Irlandia (Republic of Ireland)
8 62008 Israel (State of Israel)
9 62009 Italia (Italy / Italian Republic)
10 62010 Jepang (Japan)
11 62011 Jerman (Federal Republic of Germany)
12 62012 Kamboja (Kingdom of Cambodia)
13 62013 Kanada (Canada)
14 62014 Kazakhstan (Republic of Kazakhstan)
SINDIKAT II
1 62015 Kolombia (Republic of Colombia)
2 62016 Kongo
3 62017 Korea Selatan (South Korea / Republic of Korea)
4 62018 Korea Utara (North Korea)
5 62019 Kuba (Republic of Cuba)
6 62020 Kuwait (State of Kuwait)
7 62021 Laos (Lao Peoples’ Democratic Republic)
8 62022 Lebanon (Lebanese Republic)
9 62023 Libia (State of Libya)
10 62024 Myanmar (Republic of the Union of Myanmar)
11 62025 Malaysia
12 62026 Mali (Republic of Mali)
13 62027 Malta (Republic of Malta)
14 62028 Maroko (Kingdom of Morocco)
SINDIKAT III
1 62029 Meksiko (Mexico / United Mexican States)
2 62030 Mesir (Arab Republic of Egypt)
3 62031 Monako (Principality of Monaco)
4 62032 Mongolia
5 62033 Myanmar (Republic of the Union of Myanmar)
6 62034 Lebanon (Lebanese Republic)
7 62035 Libia (State of Libya)
8 62036 Nepal (Federal Democratic Republic of Nepal)
9 62037 Nigeria (Federal Republic of Nigeria)
10 62038 Pakistan (Islamic Republic of Pakistan)
59
1 2 3 4
11 62039 Palestina (Palestine)
12 62040 Panama (Republic of Panama)
13 62041 Papua Nugini (Independent State of Papua New Guinea)
14 62042 Prancis (France Republic)
SINDIKAT IV
1 62043 Peru (Republic of Peru)
2 62044 Polandia (Republic of Poland)
3 62045 Portugal (Portuguese Republic)
4 62046 Qatar (State of Qatar)
5 62047 Republik Rakyat Cina / Tiongkok (RRC / People’s Republic of China)
6 62048 Romania
7 62049 Russia (Russian Federation)
8 62050 Selandia Baru (New Zealand)
9 62051 Senegal (Republic of Senegal)
10 62052 Serbia (Republic of Serbia)
11 62053 Suriah / Syria (Syrian Arab Republic)
12 62054 Siprus (Republic of Cyprus)
13 62055 Spanyol (Kingdom of Spain)
14 62056 Sri Lanka (Democratic Socialist Republic of Sri Lanka)
SINDIKAT V
1 62057 Sudan (Republic of the Sudan)
2 62058 Singapura (Singapore)
3 62059 Suriname (Republic of Suriname)
4 62060 Kerajaan Swedia (Kingdom of Sweden)
5 62061 Swiss / Konfederasi Swiss (Switzerland / Swiss Confederation)
6 62062 Kerajaan Thailand (Mueang Thai / Kingdom of Thailand)
7 62063 Timor Leste (Democratic Republic of Timor Leste)
8 62064 Tunisia (Republic of Tunisia)
9 62065 Turki (Republic of Turkey)
10 62066 Ukraina (Ukraine)
11 62067 Uni Emirat Arab (United Arab Emirates)
12 62068 Uruguay (Oriental Republic of Uruguay)
13 62069 Uzbekistan (Republic of Uzbekistan)
14 62070 Venezuela (Bolivarian Republic of Venezuela)
SINDIKAT VI
1 62071 Vietnam (Socialist Republic of Vietnam)
2 62072 Yaman (Republic of Yemen)
3 62073 Yordania (Hashemite Kingdom of Jordan)
4 62074 Yunani (Greece / Hellenic Republic)
5 62075 Korea Utara (North Korea)
6 62076 Korea Selatan (South Korea / Republic of Korea)
7 62077 Republik Rakyat Cina / Tiongkok (RRC / People’s Republic of China)
8 62078 Belgia (Kingdom of Belgium)
9 62079 Bosnia dan Herzegovina (Bosnia and Herzegovina)
10 62080 Brasil (Federative Republic of Brazil)
11 62081 Inggris / Britania Raya (United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland)
12 62082 Brunei Darussalam (Nation of Brunei, Abode of Peace)
13 62083 Bulgaria (Republic of Bulgaria)
14 62084 Ceko (Czech Republic)
SINDIKAT VII
1 62085 Chile (Republic of Chile)
2 62086 Denmark (Kingdom of Denmark)
3 62087 Ekuador (Republic of Ecuador)
4 62088 El Salvador (Republic of El Salvador)
5 62089 Filipina (Republic of the Philippines)
60
1 2 3 4
6 62090 Finlandia (Republic of Finland)
7 62091 Georgia
8 62092 Ghana (Republic of Ghana)
9 62093 Honduras (Republic of Honduras)
10 62094 Afghanistan
11 62095 Afrika Selatan (Republic of South Africa)
12 62096 Amerika Serikat (United States of America)
13 62097 Arab Saudi (Kingdom of Saudi Arabia)
14 62098 Australia (Commonwealth of Australia)
SINDIKAT VIII
1 62099 Azerbaijan (Republic of Azerbaijan)
2 62100 Belanda (Netherlands)
3 62101 Belgia (Kingdom of Belgium)
4 62102 Bosnia dan Herzegovina (Bosnia and Herzegovina)
5 62103 Brasil (Federative Republic of Brazil)
6 62104 Inggris / Britania Raya (United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland)
7 62105 Brunei Darussalam (Nation of Brunei, Abode of Peace)
8 62106 Bulgaria (Republic of Bulgaria)
9 62107 Ceko (Czech Republic)
10 62108 Chile (Republic of Chile)
11 62109 Denmark (Kingdom of Denmark)
12 62110 Ekuador (Republic of Ecuador)
13 62111 El Salvador (Republic of El Salvador)
14 62269 Filipina (Republic of the Philippines)
SINDIKAT IX
1 62112 Finlandia (Republic of Finland)
2 62113 Georgia
3 62114 Ghana (Republic of Ghana)
4 62115 Honduras (Republic of Honduras)
5 62116 Hungaria (Hongary)
6 62117 Hongkong
7 62118 India (Republic of India)
8 62119 Indonesia (NKRI: Negara Kesatuan Republik Indonesia)
9 62120 Irak (Republic of Iraq)
10 62121 Iran (Islamic Republic of Iran)
11 62122 Irlandia (Republic of Ireland)
12 62123 Israel (State of Israel)
13 62124 Italia (Italy / Italian Republic)
14 62270 Jepang (Japan)
1 62125 Jerman (Federal Republic of Germany)
2 62126 Kamboja (Kingdom of Cambodia)
3 62127 Kanada (Canada)
4 62128 Kazakhstan (Republic of Kazakhstan)
5 62129 Kolombia (Republic of Colombia)
6 62130 Kongo
7 62131 Korea Selatan (South Korea / Republic of Korea)
8 62132 Korea Utara (North Korea)
9 62133 Kuba (Republic of Cuba)
10 62134 Kuwait (State of Kuwait)
11 62135 Laos (Lao Peoples’ Democratic Republic)
12 62136 Lebanon (Lebanese Republic)
13 62137 Libia (State of Libya)
14 62271 Malaysia
SINDIKAT XI
1 62138 Mali (Republic of Mali)
61
1 2 3 4
2 62139 Malta (Republic of Malta)
3 62140 Maroko (Kingdom of Morocco)
4 62141 Meksiko (Mexico / United Mexican States)
5 62142 Mesir (Arab Republic of Egypt)
6 62143 Monako (Principality of Monaco)
7 62144 Mongolia
8 62145 Myanmar (Republic of the Union of Myanmar)
9 62146 Lebanon (Lebanese Republic)
10 62147 Libia (State of Libya)
11 62148 Nepal (Federal Democratic Republic of Nepal)
12 62149 Nigeria (Federal Republic of Nigeria)
13 62150 Pakistan (Islamic Republic of Pakistan)
14 62272 Palestina (Palestine)
SINDIKAT XII
1 62151 Panama (Republic of Panama)
2 62152 Papua Nugini (Independent State of Papua New Guinea)
3 62153 Prancis (France Republic)
4 62154 Peru (Republic of Peru)
5 62155 Polandia (Republic of Poland)
6 62156 Portugal (Portuguese Republic)
7 62157 Qatar (State of Qatar)
8 62158 Republik Rakyat Cina / Tiongkok (RRC / People’s Republic of China)
9 62159 Romania
10 62160 Russia (Russian Federation)
11 62161 Selandia Baru (New Zealand)
12 62162 Senegal (Republic of Senegal)
13 62163 Serbia (Republic of Serbia)
14 62273 Suriah / Syria (Syrian Arab Republic)
SINDIKAT XIII
1 62164 Siprus (Republic of Cyprus)
2 62165 Spanyol (Kingdom of Spain)
3 62166 Sri Lanka (Democratic Socialist Republic of Sri Lanka)
4 62167 Sudan (Republic of the Sudan)
5 62168 Singapura (Singapore)
6 62169 Suriname (Republic of Suriname)
7 62170 Kerajaan Swedia (Kingdom of Sweden)
8 62171 Swiss / Konfederasi Swiss (Switzerland / Swiss Confederation)
9 62172 Kerajaan Thailand (Mueang Thai / Kingdom of Thailand)
10 62173 Timor Leste (Democratic Republic of Timor Leste)
11 62174 Tunisia (Republic of Tunisia)
12 62175 Turki (Republic of Turkey)
13 62176 Ukraina (Ukraine)
14 62274 Uni Emirat Arab (United Arab Emirates)
SINDIKAT XIV
1 62177 Uruguay (Oriental Republic of Uruguay)
2 62178 Uzbekistan (Republic of Uzbekistan)
3 62179 Venezuela (Bolivarian Republic of Venezuela)
4 62180 Vietnam (Socialist Republic of Vietnam)
5 62181 Yaman (Republic of Yemen)
6 62182 Yordania (Hashemite Kingdom of Jordan)
7 62183 Yunani (Greece / Hellenic Republic)
8 62184 Korea Utara (North Korea)
9 62185 Korea Selatan (South Korea / Republic of Korea)
10 62186 Republik Rakyat Cina / Tiongkok (RRC / People’s Republic of China)
11 62187 Belgia (Kingdom of Belgium)
62
1 2 3 4
12 62188 Bosnia dan Herzegovina (Bosnia and Herzegovina)
13 62189 Brasil (Federative Republic of Brazil)
SINDIKAT XV
1 62190 Inggris / Britania Raya (United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland)
2 62191 Brunei Darussalam (Nation of Brunei, Abode of Peace)
3 62192 Bulgaria (Republic of Bulgaria)
4 62193 Ceko (Czech Republic)
5 62194 Chile (Republic of Chile)
6 62195 Denmark (Kingdom of Denmark)
7 62196 Ekuador (Republic of Ecuador)
8 62197 El Salvador (Republic of El Salvador)
9 62198 Filipina (Republic of the Philippines)
10 62199 Finlandia (Republic of Finland)
11 62200 Georgia
12 62201 Ghana (Republic of Ghana)
13 62202 Honduras (Republic of Honduras)
SINDIKAT XVI
1 62203 Afghanistan
2 62204 Afrika Selatan (Republic of South Africa)
3 62205 Amerika Serikat (United States of America)
4 62206 Arab Saudi (Kingdom of Saudi Arabia)
5 62207 Australia (Commonwealth of Australia)
6 62208 Azerbaijan (Republic of Azerbaijan)
7 62209 Belanda (Netherlands)
8 62210 Belgia (Kingdom of Belgium)
9 62211 Bosnia dan Herzegovina (Bosnia and Herzegovina)
10 62212 Brasil (Federative Republic of Brazil)
11 62213 Inggris / Britania Raya (United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland)
12 62214 Brunei Darussalam (Nation of Brunei, Abode of Peace)
13 62215 Bulgaria (Republic of Bulgaria)
SINDIKAT XVII
1 62216 Ceko (Czech Republic)
2 62217 Chile (Republic of Chile)
3 62218 Denmark (Kingdom of Denmark)
4 62219 Ekuador (Republic of Ecuador)
5 62220 El Salvador (Republic of El Salvador)
6 62221 Filipina (Republic of the Philippines)
7 62222 Finlandia (Republic of Finland)
8 62223 Georgia
9 62224 Ghana (Republic of Ghana)
10 62225 Honduras (Republic of Honduras)
11 62226 Malaysia
12 62227 Mali (Republic of Mali)
13 62228 Malta (Republic of Malta)
SINDIKAT XVIII
1 62229 Maroko (Kingdom of Morocco)
2 62230 Meksiko (Mexico / United Mexican States)
3 62231 Mesir (Arab Republic of Egypt)
4 62232 Monako (Principality of Monaco)
5 62233 Mongolia
6 62234 Myanmar (Republic of the Union of Myanmar)
7 62235 Lebanon (Lebanese Republic)
8 62236 Libia (State of Libya)
9 62237 Nepal (Federal Democratic Republic of Nepal)
10 62238 Nigeria (Federal Republic of Nigeria)
63
1 2 3 4
11 62239 Pakistan (Islamic Republic of Pakistan)
12 62240 Palestina (Palestine)
13 62241 Panama (Republic of Panama)
SINDIKAT XIX
1 62242 Papua Nugini (Independent State of Papua New Guinea)
2 62243 Prancis (France Republic)
3 62244 Peru (Republic of Peru)
4 62245 Polandia (Republic of Poland)
5 62246 Portugal (Portuguese Republic)
6 62247 Qatar (State of Qatar)
7 62248 Republik Rakyat Cina / Tiongkok (RRC / People’s Republic of China)
8 62249 Malaysia
9 62250 Mali (Republic of Mali)
10 62251 Malta (Republic of Malta)
11 62252 Maroko (Kingdom of Morocco)
12 62253 Meksiko (Mexico / United Mexican States)
13 62254 Mesir (Arab Republic of Egypt)
SINDIKAT XX
1 62255 Monako (Principality of Monaco)
2 62256 Mongolia
3 62257 Myanmar (Republic of the Union of Myanmar)
4 62258 Lebanon (Lebanese Republic)
5 62259 Libia (State of Libya)
6 62260 Nepal (Federal Democratic Republic of Nepal)
7 62261 Nigeria (Federal Republic of Nigeria)
8 62262 Pakistan (Islamic Republic of Pakistan)
9 62263 Palestina (Palestine)
10 62264 Panama (Republic of Panama)
11 62265 Papua Nugini (Independent State of Papua New Guinea)
12 62266 Prancis (France Republic)
13 62267 Peru (Republic of Peru)
14 62268 Polandia (Republic of Poland)
Mengetahui:
Kepala Departemen Teritorial Seskoad, Dosen Pengampu Materi,
Septinus Eduard Ginting, S.E. Nunung Wahyu Nugroho, S.E,[Link]
Kolonel Inf NRP 11900012060968 Letnan Kolonel Inf NRP 11000007421072
64
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Lampiran-II Metode dan Alokasi Waktu pada
. DEPARTEMEN TERITORIAL TOR MP. Penyelenggaraan Fungsi Ter TNI AD
Pasis Dikreg LXII Seskoad TA 2022
METODE DAN ALOKASI WAKTU PEMBUATAN ESAI
MP. PENYELENGGARAAN FUNGSI TERITORIAL TNI AD
1. Metode.
a. Mendiskusikan terhadap jawaban persoalan yang telah disampaikan/dipaparkan
Pasis; dan
b. Mengevaluasi terhadap pemahaman Pasis.
2. Alokasi Waktu.
a. Jawaban produk esai dibuat terhitung tanggal Juni s.d Juli 2022.
b. Jawaban Produk esai dipaparkan pada hari Jum’at tanggal 15 Juli 2022 dengan
pembagian waktu sebagai berikut:
1) Waktu : 09.50 s.d. 10.40 WIB. Paparan dan pembahasan esai Pasis
Pertama.
2) Waktu : 10.40 s.d. 11.30 WIB. Paparan dan pembahasan esai Pasis
kedua.
3) Waktu : 13.00 s.d. 13.50 WIB. Paparan dan pembahasan esai Pasis
ketiga.
4) Waktu : 13.50 s.d. 14.40 WIB. Paparan dan pembahasan esai Pasis
keempat.
Mengetahui:
Kepala Departemen Teritorial Seskoad, Dosen Pengampu Materi,
Septinus Eduard Ginting, S.E. Nunung Wahyu Nugroho, S.E,[Link]
Kolonel Inf NRP 1190001260968 Letnan Kolonel Inf NRP 11000007421072
65
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Dikumpulkan : 27 Mei 2022
DEPARTEMEN SOSIAL DAN TEKNOLOGI Dipaparkan : 3 Juni 2022
TERMS OF REFERENCE (TOR) ESAI
MP. KEPEMIMPINAN MILITER TINGKAT OPERASIONAL
PASIS DIKREG LXII SESKOAD TA 2022
TOPIK:
KEPEMIMPINAN MILITER TINGKAT OPERASIONAL DALAM KONFLIK ANTAR
NEGARA DI DUNIA DAN KONFLIK KEAMANAN DALAM NEGERI
1. Pengantar.
Pemimpin merupakan suatu kebutuhan, sebagai konsekuensi dari interaksi antar
manusia atau pembentukan kelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama. Teori dan
aliran kepemimpinan pada umumnya lahir di dunia barat, secara umum penerapan
kepemimpinan di lingkungan TNI telah terwadahi dalam teori kepemimpinan universal, yang
menyatakan bahwa proses kepemimpinan mempunyai tiga variabel yaitu pemimpin,
pengikut dan situasi. Pertempuran merupakan puncak tantangan bagi suatu proses
kepemimpinan, bila pertempuran itu sendiri merupakan suatu hal yang langka dan
berlangsung dalam waktu tidak terlalu lama seperti dalam suatu lingkungan operasi
keamanan dalam negeri, maka kepemimpinan di daerah operasi itu sendiri memberikan
tantangan yang berbeda dari tantangan yang dihadapi pemimpin di daerah pangkalan. Hal
ini disebabkan kondisi yang berlaku dalam lingkungan tersebut, yaitu tantangan bagi tiap
prajurit untuk melaksanakan tugasnya dengan menghadapi resiko gugur atau luka-luka.
Kondisi ini akan berpengaruh terhadap jiwa prajurit, dengan melahirkan karakteristik
kejiwaan seperti rasa takut, panik, kelelahan dan lain-lain.9
Fokus kepemimpinan operasional adalah untuk memastikan setiap staf memahami
apa yang harus dilakukan dan diberi wewenang, pengetahuan dan keterampilan untuk
melakukannya. Seorang pemimpin operasional adalah sosok yang melihat bagaimana
unsur-unsur individu dari suatu organisasi bersatu dan bekerja untuk menciptakan hasil
yang lebih besar. Para pemimpin ini memiliki peran kunci untuk memastikan bahwa segala
sesuatunya dilakukan dengan cara yang efektif dan efisien. 10
9
Agus Wijoyo, 2015, Transformasi TNI. Jakarta. Kata Hasta Pustaka. Hal. 69-71
10
[Link] diakses pada tanggal 28 Maret
2022 pukul 00.39 WIB
66
Dalam sejarah terdapat banyak contoh kepemimpinan militer yang berhasil.
Kepemimpinan militer yang berhasil itu setidaknya mensyaratkan adanya keteladanan dari
pemimpin dan loyalitas prajurit. Ahli strategi perang China Sun Tzu, dalam salah satu
tulisannya menjelaskan bahwa “Bila seorang Panglima memperlakukan prajuritnya
sebagaimana dia memperlakukan anaknya sendiri, atau apabila seorang Panglima
mencintai anak buahnya seperti dia mencintai anak kandungnya sendiri, maka para prajurit
atau anak buahnya itu akan siap mati untuk Panglimanya”. Ikatan batin seperti itulah yang
harus dapat dicapai kalau hendak mencapai tingkat kepemimpinan militer yang berhasil.
Adagium di kalangan tantara di seleruh dunia mengatakan, if you take care your men, your
men will take care of you.11
2. Penugasan.
a. Pasis melaksanakan penelitian secara mandiri terhadap tokoh Pemimpin
Militer tingkat opersional sepanjang masa pada beberapa negara di seluruh dunia dan
pemimpin militer dalam negeri.
b. Tulisan dalam bentuk esai yang Argumentatif dengan jumlah maksimal 10
halaman terdiri dari pendahuluan, pembahasan dan penutup serta membuat slide
paparan yang akan dipaparkan di kelasnya.
c. Pertanyaan yang harus terjawab dalam esainya sebagai berikut:
1) Jelaskan latar belakang peran pemimpin militer di negaranya
sehingga peran tokoh pemimpin militer tersebut menonjol dan menarik ?
2) Analisis sampai sejauh mana tokoh pemimpin militer tersebut
menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan militer.
3) Lesson learn apa yang dapat diambil dari kepemimpinan militer tokoh
tersebut.
d. Ketentuan pelaksanaan esai.
1) Mempelajari dan mengerjakan TOR sesuai persoalan yang telah
diberikan.
2) Pasis dalam membuat esai dilarang keras melakukan plagiat, apabila
ditemukan produk plagiat maka akan dilakukan proses sesuai ketentuan yang
berlaku di lembaga Seskoad.
11
Prabowo Subianto. 2021. Kepemimpinan Militer, Catatan Dari Pengalaman Letjen TNI (Purn) Prabowo
Subianto. Jakarta. PT. Media Pandu Bangsa. Hal. 44.
67
3) Pasis mengirimkan jawaban esai melalui LMS, H-7 sebelum
pelaksanaan paparan (hari Jumat tanggal 27 Mei 2022 pukul 14.00 WIB).
4) Pada saat pelaksanaan paparan (hari Jumat tanggal 3 Juni 2022)
Pasis akan dibagi menjadi 20 sindikat.
5) Patun sebagai moderator pada masing-masing sindikat menunjuk 4
orang pasis sebagai pemapar.
e. Pasis membuat dan melampirkan Mind Mapping (Pemetaan pikiran) dan
referensi yang digunakan.
3. Referensi.
a. Wajib
1) Naskah Departemen MP. Kepemimpinan Militer Tingkat Operasional
Nomor Sosial dan Teknologi-11 disahkan dengan Keputusan Danseskoad
Nomor Kep/08/II/2022 tanggal 7 Februari 2022.
2) Referensi sesuai hasil penelitian Pasis berjumlah minimal 10 referensi.
b. Tambahan. Buku, Jurnal, Majalah, Artikel, website Internet dan
Youtube.
4. Instruksi Koordinasi. Pembagian penetapan tokoh pemimpin militer dari beberapa
Negara untuk masing-masing Pasis pada setiap Sindikat terlampir.
5. Penutup. Demikian TOR ini dibuat untuk dijadikan sebagai pedoman dalam
pembuatan esai Pasis.
Bandung, April 2022
Mengetahui Dosen Pengampu Materi,
Kadepsos dan Tek Seskoad,
Ridwan Khoerul Anwar, S.I.P., [Link].
Sugeng Waskito Aji, S.I.P., M.M. Kolonel Inf NRP 11930070340269
Kolonel Kav NRP 1920037390671
68
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Lampiran Pembagian Tugas Pasis
DEPARTEMEN SOSIAL DAN TEKNOLOGI pada TOR MP. Kepemimpinan Militer
Tk. Operasional
Pasis Dikreg LXII Seskoad TA 2022
Pembagian tugas Pasis (sesuai Nosis) adalah sebagai berikut :
1. SINDIKAT I
NO. NOSIS PEMIMPIN MILITER DARI NEGARA
1 62001 Afganistan
2 62002 Indonesia
3 62003 Afrika Selatan
4 62004 Amerika Serikat
5 62005 Arab Saudi
6 62006 Australia
7 62007 Azerbaijan
8 62008 Belanda
9 62009 Belgia
10 62010 Bosnia dan Herzegovina
11 62011 Brazil
12 62012 Inggris / Britania Raya
13 62013 Brunei Darussalam
14 62014 Bulgaria
2. SINDIKAT II
NO. NOSIS PEMIMPIN MILITER DARI NEGARA
1 62015 Ceko
2 62016 Indonesia
3 62017 Chili
4 62018 Denmark
5 62019 Ekuador
6 62020 El Salvador
7 62021 Filipina
8 62022 Finlandia
9 62023 Georgia
10 62024 Kamerun
11 62025 Honduras
12 62026 Hungaria
13 62027 Guinea
14 62028 India
69
3. SINDIKAT III
NO. NOSIS PEMIMPIN MILITER DARI NEGARA
1 62029 Irak
2 62030 Indonesia
3 62031 Iran
4 62032 Irlandia
5 62033 Israel
6 62034 Italia
7 62035 Jepang
8 62036 Jerman
9 62037 Kamboja
10 62038 Kanada
11 62039 Kazakhstan
12 62040 Kolombia
13 62041 Kongo
14 62042 Korea Selatan
4. SINDIKAT IV
NO. NOSIS PEMIMPIN MILITER DARI NEGARA
1 62043 Korea Utara
2 62044 Amerika Serikat
3 62045 Kuba
4 62046 Kuwait
5 62047 Laos
6 62048 Lebanon
7 62049 Libya
8 62050 Malaysia
9 62051 Mauritania
10 62052 Lithuania
11 62053 Maroko
12 62054 Meksiko
13 62055 Mesir
14 62056 Mongolia
5. SINDIKAT V
NO. NOSIS PEMIMPIN MILITER DARI NEGARA
1 62057 Myanmar
2 62058 Rusia
3 62059 Nepal
4 62060 Nigeria
5 62061 Pakistan
6 62062 Palestina
7 62063 Papua Nugini
8 62064 Perancis
9 62065 Peru
10 62066 Polandia
11 62067 Portugal
12 62068 Qatar
13 62069 Republik Rakyat Cina / Tiongkok
14 62070 Romania
70
6. SINDIKAT VI
NO. NOSIS PEMIMPIN MILITER DARI NEGARA
1 62071 Russia
2 62072 Inggris
3 62073 Selandia Baru
4 62074 Senegal
5 62075 Serbia
6 62076 Suriah
7 62077 Siprus
8 62078 Spanyol
9 62079 Sri Lanka
10 62080 Sudan
11 62081 Armenia
12 62082 Austria
13 62083 Swedia
14 62084 Bangladesh
7. SINDIKAT VII
NO. NOSIS PEMIMPIN MILITER DARI NEGARA
1 62085 Swiss
2 62086 Indonesia
3 62087 Thailand
4 62088 Timor Leste
5 62089 Tunisia
6 62090 Turki
7 62091 Ukraina
8 62092 Uni Emirat Arab
9 62093 Uruguay
10 62094 Uzbekistan
11 62095 Venezuela
12 62096 Vietnam
13 62097 Yaman
14 62098 Arab Saudi
8. SINDIKAT VIII
NO. NOSIS PEMIMPIN MILITER DARI NEGARA
1 62099 Yordania
2 62100 Perancis
3 62101 Yunani
4 62102 Austria
5 62103 Bahama
6 62104 Bahrain
7 62105 Australia
8 62106 Belarus
9 62107 Belanda
10 62108 Belgia
11 62109 Bosnia dan Herzegovina
12 62110 Brazil
13 62111 Philipina
14 62269 Inggris / Britania Raya
71
9. SINDIKAT IX
NO. NOSIS PEMIMPIN MILITER DARI NEGARA
1 62112 Brunei Darussalam
2 62113 Indonesia
3 62114 Bulgaria
4 62115 Chad
5 62116 Chili
6 62117 Denmark
7 62118 Ekuador
8 62119 El Salvador
9 62120 Finlandia
10 62121 Georgia
11 62122 Ghana
12 62123 Honduras
13 62124 Thailand
14 62270 Slovakia
10. SINDIKAT X
NO. NOSIS PEMIMPIN MILITER DARI NEGARA
1 62125 Guatemala
2 62126 Belanda
3 62127 India
4 62128 Irak
5 62129 Iran
6 62130 Irlandia
7 62131 Israel
8 62132 Italia
9 62133 Jepang
10 62134 Jerman
11 62135 Kamboja
12 62136 Kanada
13 62137 India
14 62271 Kazakhstan
11. SINDIKAT XI
NO. NOSIS PEMIMPIN MILITER DARI NEGARA
1 62138 Kolombia
2 62139 Indonesia
3 62140 Kongo
4 62141 Korea Selatan
5 62142 Korea Utara
6 62143 Kuba
7 62144 Kuwait
8 62145 Makedonia Utara
9 62146 Lebanon
10 62147 Libya
11 62148 Malaysia
12 62149 Taiwan
13 62150 Malaysia
14 62272 Tanzania
72
12. SINDIKAT XII
NO. NOSIS PEMIMPIN MILITER DARI NEGARA
1 62151 Maroko
2 62152 Jepang
3 62153 Meksiko
4 62154 Mesir
5 62155 Mongolia
6 62156 Myanmar
7 62157 Lebanon
8 62158 Oman
9 62159 Norwegia
10 62160 Nigeria
11 62161 Pakistan
12 62162 Pantai Gading
13 62163 Singapura
14 62273 Papua Nugini
13. SINDIKAT XIII
NO. NOSIS PEMIMPIN MILITER DARI NEGARA
1 62164 Perancis
2 62165 Indonesia
3 62166 Peru
4 62167 Polandia
5 62168 Portugal
6 62169 Qatar
7 62170 Republik Rakyat Cina / Tiongkok
8 62171 Romania
9 62172 Russia
10 62173 Selandia Baru
11 62174 Senegal
12 62175 Serbia
13 62176 Australia
14 62274 Sierra Leone
14. SINDIKAT XIV
NO. NOSIS PEMIMPIN MILITER DARI NEGARA
1 62177 Siprus
2 62178 Jerman
3 62179 Spanyol
4 62180 Tajikistan
5 62181 Sudan
6 62182 Amerika Serikat
7 62183 Swedia
8 62184 Swiss
9 62185 Thailand
10 62186 Uganda
11 62187 Tunisia
12 62188 Turki
13 62189 Fiji
73
15. SINDIKAT XV
NO. NOSIS PEMIMPIN MILITER DARI NEGARA
1 62190 Ukraina
2 62191 Indonesia
3 62192 Uni Emirat Arab
4 62193 Uruguay
5 62194 Uzbekistan
6 62195 Venezuela
7 62196 Vietnam
8 62197 Yaman
9 62198 Yordania
10 62199 Yunani
11 62200 Aljazair
12 62201 Afrika Tengah
13 62202 Pakistan
16. SINDIKAT XVI
NO. NOSIS PEMIMPIN MILITER DARI NEGARA
1 62203 Amerika Serikat
2 62204 Perancis
3 62205 Albania
4 62206 Australia
5 62207 Azerbaijan
6 62208 Belanda
7 62209 Belgia
8 62210 Bosnia dan Herzegovina
9 62211 Brazil
10 62212 Inggris / Britania Raya
11 62213 Moldova
12 62214 Bulgaria
13 62215 Ceko
17. SINDIKAT XVII
NO. NOSIS PEMIMPIN MILITER DARI NEGARA
1 62216 Chile
2 62217 Indonesia
3 62218 Denmark
4 62219 Ekuador
5 62220 El Salvador
6 62221 Filipina
7 62222 Finlandia
8 62223 Georgia
9 62224 Guatemala
10 62225 Zimbabwe
11 62226 Hungaria
12 62227 Estonia
13 62228 India
74
18. SINDIKAT XVIII
NO. NOSIS PEMIMPIN MILITER DARI NEGARA
1 62229 Irak
2 62230 Rusia
3 62231 Iran
4 62232 Irlandia
5 62233 Israel
6 62234 Italia
7 62235 Jepang
8 62236 Jerman
9 62237 Kamboja
10 62238 Kanada
11 62239 Kazakhstan
12 62240 Kolombia
13 62241 Slovakia
19. SINDIKAT XIX
NO. NOSIS PEMIMPIN MILITER DARI NEGARA
1 62242 Korea Selatan
2 62243 Indonesia
3 62244 Kroasia
4 62245 Kuwait
5 62246 Laos
6 62247 Lebanon
7 62248 Paraguay
8 62249 Malaysia
9 62250 Rwanda
10 62251 Slovenia
11 62252 Maroko
12 62253 Meksiko
13 62254 Mesir
75
20. SINDIKAT XX
NO. NOSIS PEMIMPIN MILITER DARI NEGARA
1 62255 Mongolia
2 62256 Belanda
3 62257 Myanmar
4 62258 Nepal
5 62259 Nigeria
6 62260 Pakistan
7 62261 Palestina
8 62262 Nikaragua
9 62263 Perancis
10 62264 Peru
11 62265 Polandia
12 62266 Portugal
13 62267 Qatar
14 62268 Republik Rakyat Cina / Tiongkok
Mengetahui Bandung, April 2022
Kadepsos dan Tek Seskoad, Dosen Pengampu Materi,
Sugeng Waskito Aji, S.I.P., M.M. Ridwan Khoerul Anwar, S.I.P., [Link].
Kolonel Kav NRP 1920037390671 Kolonel Inf NRP 11930070340269
76
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Senin, 27 Juni 2022
DEPARTEMEN OPERASI
BS. OPERASI
MP. OPERASI MENGATASI AKSI TERORISME
1. Pendahuluan.
Keberadaan TNI sebagai alat negara, sebagai komponen utama pertahanan negara,
sebagai garda terdepan bangsa, sebagai benteng terakhir bangsa dituntut untuk mampu
melaksanakan tugas pokoknya seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia adalah menegakkan
kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah
Indonesia. Perwujudan tugas pokok tersebut dilaksanakan melalui Operasi Militer Perang
(OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Salah satu penjabaran dari tugas yang dilaksanakan TNI sesuai dengan amanat
undang-undang tersebut adalah melaksanakan operasi mengatasi aksi terorisme.
Mewujudkan tugas pokok TNI tersebut di atas dilakukan dengan operasi militer untuk
perang dan militer selain perang. Mengatasi aksi terorisme merupakan bagian dari operasi
militer selain perang, tetapi dalam implementasi mengatasi aksi masih cenderung bersifat
sektoral.
Terorisme merupakan faham yang menghalalkan segala cara dalam mencapai
tujuan, akibat aksi yang dilakukan telah banyak menimbulkan korban jiwa, kerugian harta
benda dan citra negatif Indonesia di dunia internasional. Sebab terorisme memiliki
kemampuan menggunakan senjata dan bahan peledak serta memiliki militansi yang tinggi
sehingga dalam operasi mengatasi aksinya perlu dihadapi oleh pasukan khusus yang
terpadu dengan unsur satuan TNl lainnya. Agar terorisme di Indonesia tidak berkembang,
maka perlu diselenggarakan operasi mengatasi aksi terorisme terpadu dan berkelanjutan.
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis memahami dan mampu mengaplikasikan operasi
militer selain perang matra darat dalam penugasan secara mandiri dan bertanggung jawab.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis memahami tentang operasi mengatasi aksi
terorisme serta mampu mengaplikasikannya dalam penugasan secara mandiri dan
77
bertanggung jawab.
b. Khusus.
1) Agar Pasis memahami maksud dan tujuan pelajaran Operasi
mengatasi aksi terorisme
2) Agar Pasis memahami tentang pokok pokok pelaksanaan operasi
mengatasi aksi terorisme
3) Agar Pasis memahami tentang penyelenggaraan Operasi Mengatasi
Aksi Terorisme
4) Agar Pasis memahami tentang administrai dan logistik pada Operasi
Mengatasi Aksi Terorisme
5) Agar Pasis memahami tentang Komando, kendali dan komunikasi
pada Operasi Mengatasi Aksi Terorisme.
6) Agar Pasis memahami tentang pentingnya pelajaran Operasi
Mengatasi Aksi Terorisme
7) Agar Pasis menguasai uraian dan kesimpulan kuliah yang
disampaikan dosen Pengajar.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib. Keputusan Danseskoad Nomor Kep / 105 / III / 2022
tanggal 4 Maret 2022 tentang Operasi Mengatasi Aksi Terorisme
b. Referensi Tambahan.
1) Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2013 tentang Penetapan Perppu Nomor 1
Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi
Undang-Undang;
2) Peraraturan Presiden RI Nomor 12 Tahun 2012 tentang Perubahan
atas Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2010 tentang Badan Nasional
Penanggulangan Terorisme;
3) Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/14/III/2008 tanggal 27 Maret
2008 tentang Petunjuk Induk tentang Operasi Militer Selain Perang;
4) Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/81/XII/2009 tanggal 1
Desember 2009 tentang Buku Petunjuk Pelaksanaan TNI tentang
Penyelenggaraan Operasi Mengatasi aksi Terorisme; dan
5) Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/19/VII/2019 tanggal 19 Juli
2019 tentang Organisasi dan Tugas Komando Operasi Khusus TNI; dan
78
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan pembekalan
Teori sebagai berikut :
a Waktu. Tanggal 27 Juni 2022.
b Jumlah JP 2 JP (@ 50 menit).
c Metode. Ceramah dan tanya jawab dilaksanakan secara tatap muka.
d Operasional teori MP.
1) Pendahuluan.
2) Pokok-Pokok Pelaksanaan Operasi Mengatasi Aksi Terorisme.
3) Penyelenggaraan Operasi Mengatasi Aksi Terorisme.
4) Administrasi dan Logistik.
5) Komando, Pengendalian dan Komunikasi.
6) Kuis
7) Penutup.
6. Penugasan.
a. Mempelajari Bahan Ajaran yang telah diberikan dan referensi lainnya yang
terkait dengan materi pelajaran.
b. Mengikuti Proses Belajar Mengajar secara tatap muka
c. Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata pelajaran.
d. Pertanyaan dapat disampaikan selama Proses Belajar Mengajar sesuai
alokasi waktu
f. Pada akhir pokok bahasan/pertemuan atau menjelang akhir pembelajaran
akan diberikan kuis pada 15 menit terakhir. Pasis mengerjakan kuis selama 15 menit
dengan tulis tangan di kertas jawaban masing-masing. Kemudian kertas jawaban
diserahkan ke Dosen pengajar.
7. Lain-lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan Proses Belajar Mengajar
akan disampaikan kemudian.
Mengetahui Bandung, April 2022
Kepala Departemen Operasi, Dosen Pengampu Materi,
J.O. Sembiring, S.H., S.E., M.M. FX. Sri Wellyanto K
Kolonel Inf NRP 11960029740971
Kolonel Inf NRP 11950044430173
79
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Senin-Jumat
DEPARTEMEN KEJUANGAN DAN DOKTRIN 6-10 Juni 2022
PKB KEJUANGAN TA 2022
PELAKSANAAN PKB JUANG SESKO TNI, SESPIMTI POLRI,
SESKO ANGKATAN DAN SESPIMMEN POLRI TA 2022
1. Pendahuluan.
a. Program Kegiatan Bersama (PKB) Kejuangan Sesko TNI, Sespimti Polri,
Sesko Angkatan dan Sespimmen Polri merupakan kegiatan integrasi strategis
gabungan seluruh matra yang dilaksanakan menjelang penutupan pendidikan.
Dalam situasi normal, PKB Kejuangan diselenggarakan dalam bentuk Seminar,
Pekan Olahraga (POR), kegiatan Psikologi Kepemimpinan Lapangan dan kegiatan
integratif lainnya. Sehubungan dengan kondisi endemi Covid-19 yang melanda tidak
hanya pada tingkat Nasional namun juga Internasional, maka program PKB Juang
pada tahun 2022 disesuaikan dengan protokol kesehatan new normal.
b. Melalui PKB Kejuangan diharapkan didapatkan ide, dan gagasan orisinil yang
berguna untuk pembinaan dan pengembangan TNI dan Polri dimasa mendatang
serta meningkatkan kemampuan perwira siswa dalam memecahkan setiap
permasalahan yang dihadapi, baik lingkup TNI dan Polri maupun lingkup nasional.
Disamping itu melalui PKB kejuangan tahun 2022 diharapkan semakin mantapnya
Sinergitas TNI-Polri beserta komponen bangsa lainnya dan siap dalam
melaksanakan pemulihan ekonomi nasional dan reformasi struktural dalam rangka
menuju Indonesia tangguh.
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis memahami tentang pelaksanaan Seminar, Bakti
Sosial dan olahraga Bersama dalam rangka PKB Kejuangan Sesko TNI, Sespimti Polri,
Sesko Angkatan dan Sespimmen Polri TA 2022.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis memahami tentang materi seminar, bhakti sosial dan
olahraga bersama PKB Kejuangan TA 2022.
b. Khusus.
1) Agar Pasis dapat melaksanakan Seminar PKB Kejuangan TA 2022.
80
2) Agar Pasis dapat melaksanakan bakti sosial dalam rangka PKB
Kejuangan TA 2022.
3) Agar Pasis dapat melaksanakan kegiatan olahraga bersama dalam
rangka PKB Kejuangan TA 2022.
4. Latar Belakang.
a. Tugas pokok TNI menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan
keutuhan wilayah NKRI dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah
Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara yang
berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik
Indonesia tahun 1945.
b. Tugas dan wewenang Polri memelihara Kamtibmas, penegakan hukum dan
memberikan perlindungan, pengayoman serta pelayanan kepada masyarakat.
c. TNI dan Polri sebagai komponen bangsa dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara senantiasa berpartisipasi aktif dan turut serta mewujudkan pemerintah
yang bersih dan berwibawa.
d. Sesko TNI, Sespimti Polri, Sesko Angkatan dan Sespimmen Polri sebagai
lembaga pendidikan yang mempunyai tugas menyiapkan calon pemimpin di
lingkungannya untuk menghadapi tuntutan tugas di masa datang harus solid dan
sinergis dalam melaksanakan tugas pokoknya.
5. Urgensi PKB Kejuangan. Penyelenggaraan PKB Kejuangan diharapkan Pasis
Sesko TNI, Sespimti Polri, Sesko Angkatan dan Sespimmen Polri dapat saling mengenal,
berinteraksi dan bekerjasama baik melalui seminar, POR maupun bakti sosial sehingga
terwujud TNI Polri solid, profesional, modern dan dicintai rakyat pada penugasan di satuan.
6. Tema dan Judul Makalah Seminar PKB Kejuangan TA 2022.
a. Tema. “TNI-Polri Beserta Komponen Bangsa Lainnya Siap Melaksanakan
Pemulihan Ekonomi Nasional Dan Reformasi Struktural Dalam Rangka Menuju
Indonesia Tangguh”
b. Judul. “Optimalisasi Peran TNI-Polri Beserta Komponen Bangsa Lainnya
Dalam Melaksanakan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Reformasi Struktural Guna
Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Rangka Terwujudnya Indonesia
Tangguh”
81
7. Jadwal Proses Belajar Mengajar.
a. Ceramah Pembekalan PKB Juang TA 2022.
1) Waktu. Selasa, 17 Mei 2022.
2) Jumlah JP 4 JP (@ 50 menit).
3) Metode.
a) Pembicara I : Presiden RI.
b) Pembicara II : Panglima TNI.
c) Pembicara III : Ceramah Kapolri.
4) Operasional teori MP.
a) Pendahuluan.
b) Ceramah Pembekalan PKB Juang TA 2022.
c) Paparan Tim Perumus kepada Pejabat Seskoad.
d) Geladi Bersih Paparan Makalah PKB Juang oleh Tim Perumus.
e) Pelaksanaan Seminar, Bakti Sosial dan Olahraga dalam rangka
PKB Juang TA 2022.
f) Penutup
b. Diskusi/Praktik.
1) Paparan Tim Perumus kepada para pejabat Struktural Seskoad.
a) Waktu. Tanggal 24 Mei 2022.
b) Jumlah JP 1 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Praktik/Diskusi saran masukan dari para pejabat
struktural Seskoad.
d) Operasional teori MP.
- Diskusi/Tanggapan.
2) Geladi Bersih Paparan Makalah PKB Juang
a) Waktu. Tanggal 3 Juni 2022.
b) Jumlah JP 2 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Diskusi
d) Operasional teori MP.
- Paparan Makalah PKB Juang
c. Pelaksanaan PKB Juang TA 2022.
1) Waktu. Tanggal 6 – 10 Juni 2022.
2) Jumlah JP 35 JP (@ 50 menit).
82
3) Metode.
a) Seminar.
(1) Waktu. Tanggal 6 s.d 10 Juni 2022.
(2) Seminar terpusat dan diskusi tersebar.
b) Jadwal Kegiatan Bhakti Sosial.
(1) Kegiatan Donor Darah. Selasa 7 Juni 2022
(2) Kegiatan ke Panti Asuhan. Selasa, 7 Juni 2022.
c) Jadwal Kegiatan POR PKB Juang.
(1) Tenis Lapangan Rabu, 8 Jui 2022
(2) Bulu Tangkis Rabu 8 Juni 2022
(3) Menembak Pistol Kamis 9 Juni 2022
(4) Golf Kamis 9 Juni 2022
8. Penugasan.
a. Diskusi/Praktik.
1) Pasis/Tim Perumus mempelajari dan mengerjakan produk makalah
PKB Juang sesuai judul yang disepakati oleh Sesko Angkatan dan
Sespimmen Polri.
2) Pasis/tim perumus dalam membuat makalah PKB Juang dilarang keras
melakukan plagiat, apabila ditemukan produk plagiat maka akan dilakukan
proses sesuai ketentuan yang berlaku di lembaga Seskoad.
3) Pasis mengumpulkan makalah PKB Juang kepada Kadepjuang dan
Doktrin Seskoad pada tanggal 22 Mei 2022 sebelum pelaksanaan paparan
kepada para pejabat Struktural Seskoad sebanyak 20 eksemplar.
4) Pada saat pelaksanaan paparan kepada para pejabat Struktural
Seskoad, Pasis/Tim Perumus secara terpusat di Gd. A. Yani Seskoad.
b. Pembuatan Makalah dan Bahan Paparan.
1) Pasis/Tim Perumus membuat makalah PKB Juang sesuai TOR/KAK
yang telah ditentukan.
2) Pedomani tata tulis/sistematika penulisan makalah PKB Juang.
3) Jawaban persoalan berupa hard copy diketik dengan komputer dalam
kertas HVS ukuran A4 huruf (font) Arial ukuran 12 dan jarak spasi 1,5, sesuai
ketentuan pembuatan makalah.
4) Pertukaran makalah PKB Juang antara Sesko Angkatan dan
Sespimmen Polri pada tanggal 31 Mei 2022 sebanyak 20 eksemplar.
83
5) Makalah Seminar akan dipaparkan dan ditandingkan dengan Makalah
Pasis Sesko Angkatan lain dan Sespimmen Polri.
6) Hasil akhir makalah PKB Juang adalah Makalah Induk yang terdiri dari
hasil diskusi tim perumus gabungan dan ditandatangani oleh Ketua Senat
masing-masing Sesko Angkatan dan Sespimmen Polri.
9. Lain-lain Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan PKB Kejuangan TA 2022 akan
disampaikan lebih lanjut.
Bandung, 21 April 2022
Kadepjuang dan Doktrin Seskoad,
Yusuf Sampetoding, S.I.P.
Kolonel Inf NRP 11950048490674
84
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD
DEPARTEMEN KEJUANGAN DAN DOKTRIN
PERSOALAN
BIDANG STUDI : DOKTRIN DAN KEJUANGAN
SUB BIDANG STUDI : PKB KEJUANGAN
TERMS OF REFERENCE (TOR) / KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PROGRAM KEGIATAN BERSAMA (PKB) KEJUANGAN SESKO TNI,
SESPIMTI POLRI, SESKO ANGKATAN DAN
SESPIMMEN POLRI TA 2022
TEMA :
TNI-POLRI BESERTA KOMPONEN BANGSA LAINNYA SIAP MELAKSANAKAN
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL DAN REFORMASI STRUKTURAL
DALAM RANGKA MENUJU INDONESIA TANGGUH
1. Pengantar.
a. Program Kegiatan Bersama (PKB) Kejuangan Sesko TNI, Sespimti Polri,
Sesko Angkatan dan Sespimmen Polri merupakan kegiatan integrasi strategis
gabungan seluruh matra yang dilaksanakan menjelang penutupan pendidikan.
Dalam situasi normal, PKB Kejuangan diselenggarakan dalam bentuk Seminar,
Pekan Olah Raga (POR), kegiatan Psikologi Kepemimpinan Lapangan dan kegiatan
integratif lainnya. Sehubungan dengan kondisi endemi Covid-19 yang melanda tidak
hanya pada tingkat Nasional namun juga Internasional, maka program PKB Juang
pada tahun 2022 disesuaikan dengan protokol kesehatan new normal.
b. Melalui PKB Kejuangan diharapkan didapatkan ide, dan gagasan orisinil yang
berguna untuk pembinaan dan pengembangan TNI dan Polri dimasa mendatang
serta meningkatkan kemampuan Perwira Siswa dalam memecahkan setiap
permasalahan yang dihadapi, baik lingkup TNI dan Polri maupun lingkup nasional.
Disamping itu melalui PKB Kejuangan tahun 2022 diharapkan semakin mantapnya
sinergitas TNI-Polri beserta komponen bangsa lainnya dan siap dalam
melaksanakan pemulihan ekonomi nasional dan reformasi struktural dalam rangka
menuju Indonesia tangguh.
85
2. Penugasan.
a. Pasis membuat makalah yang akan di seminarkan antara Sesko Angkatan
dan Sespimmen Polri.
b. Pasis membuat tanggapan terhadap makalah yang dibuat oleh Sesko
Angkatan dan Sespimmen Polri.
c. Pasis melaksnakan kegiatan bakti sosial serta bisa meningkatkan jiwa sosial
dan kepedulian antar sesama manusia serta peduli dan aktif untuk saling membantu
kepada orang yang membutuhkan.
e. Pasis melaksanakan kegiatan POR PKB Juang untuk meningkatkan jiwa
sportifitas, semangat pantang menyerah serta menumbuhkan semangat dan jiwa
korsa antar Pasis.
3. Referensi.
a. Surat Keputusan Panglima ABRI Nomor Kep/326/VI/1985 tanggal 24 Juni
1985 tentang Penunjukan Komandan Sesko ABRI sebagai Kayek Program Kegiatan
Bersama Sesko TNI/Sesko Angkatan/Sespim Polri;
b. Nota Kesepahaman antara Tentara Nasional Indonesia dengan Kepolisian
Negara Republik Indonesia Nomor : Kerma/08/III/2015 dan Nomor: B/08/III/2015
tanggal 3 Maret 2015 tentang Pendidikan bersama antara Tentara Nasional
Indonesia dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
c. Surat Telegram Panglima TNI Nomor ST/655/2020 tanggal 5 Juni 2020
tentang Pelaksanaan Sistem Kerja di Lingkungan TNI dalam Tatanan Normal Baru.
d. Keputusan Dansesko TNI Nomor Kep/164/III/2022 tanggal 4 Maret 2022
tentang Pengangkatan Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Lembaga Pendidikan dan
Pelatihan (Kasespim Lemdiklat) Polri sebagai Kepala Pelaksana Proyek (Kalakyek)
Program Kegiatan Bersama Kejuangan (PKB Juang) antar Sesko TNI, Sespimti Polri,
Sesko Angkatan dan Sespimmen Polri TA 2022 ; dan
e. Direktif Dansesko TNI Nomor R/Direktif-8/III/2022 tanggal 15 Maret 2022
tentang Program Kegiatan Bersama (PKB) Kejuangan Sesko TNI, Sespimti Polri,
Sesko Angkatan dan Sespimmen Polri TA 2022.
86
4. Maksud dan Tujuan.
a. Maksud. Maksud penyusunan TOR (Term of Reference) ini adalah agar
dapat digunakan sebagai acuan bagi Pasis Dikreg LXII Seskoad TA 2022 dalam
penyusunan materi seminar PKB Kejuangan TA 2022.
b. Tujuan. Tujuan penyusunan TOR (Term of Reference) ini adalah agar dapat
menjadi pedoman dan persamaan persepsi dalam penyusunan makalah seminar
PKB Kejuangan TA 2022 khususnya judul, sistematika penulisan dan materi seminar
bagi Perwira Siswa Sesko TNI, Serdik Sespimti Polri, Perwira Siswa Sesko Angkatan
dan Serdik Sespimmen Polri TA 2022, sehingga kegiatan seminar dapat
terselenggara dengan tertib, lancar, dan mampu mencapai sasaran yang
diharapkan.
5. Tema dan Judul PKB Kejuangan TA 2022.
a. Tema PKB Kejuangan TA 2022. "TNI-Polri Beserta Komponen Bangsa
Lainnya Siap Melaksanakan Pemulihan Ekonomi Nasional Dan Reformasi Struktural
Dalam Rangka Menuju Indonesia Tangguh".
b. Judul PKB Kejuangan TA 2022. “Optimalisasi Peran TNI-Polri Beserta
Komponen Bangsa Lainnya Dalam Melaksanakan Pemulihan Ekonomi Nasional Dan
Reformasi Struktural Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Rangka
Terwujudnya Indonesia Tangguh”
6. Penutup. Demikian Term Of Reference (TOR) ini disusun sebagai acuan
penyelenggaraan seminar dalam rangka PKB Kejuangan TA 2022.
Bandung, 21 April 2022
Kadepjuang dan Doktrin Seskoad,
Yusuf Sampetoding, S.I.P.
Kolonel Inf NRP 11950048490674
87
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Kamis, 9 Juni 2022
DEPARTEMEN TERITORIAL
BS. STAF
SBS. BIDANG TERITORIAL TNI AD
MP. PENGENALAN DAN PERENCANAAN WILAYAH PERTAHANAN
1. Pendahuluan.
Setiap negara di dunia ini tentu memiliki batas-batas wilayahnya yang termasuk di
dalamnya Indonesia. Kita sudah mengetahui bahwa Indonesia adalah negara maritim,
dimana dua pertiga luas wilayah Indonesia adalah lautan. Jadi tidaklah mengherankan jika
batas-batas wilayah laut Indonesia berhubungan dengan sepuluh negara sedangkan
perbatasan wilayah darat hanya berhubungan dengan tiga negara.
Indonesia berbatasan langsung dengan Malaysia, tepatnya di sebelah utara Pulau
Kalimantan. Malaysia merupakan satu dari tiga negara yang berbatasan langsung dengan
wilayah darat Indonesia. Meskipun Indonesia dan Malaysia bertetangga dan satu rumpun,
akan tetapi tidak jarang terjadi konflik akibat permasalahan pemahaman terhadap batas-
batas negara. Salah satu berita yang menggemparkan dunia adalah persengketaan pulau
Sipadan Ligitan yang dahulu merupakan pulau terluar Indonesia sekaligus batas Indonesia
sebelah utara. Sekarang pulau Sipadan dan Ligitan adalah bagian dari negara Malaysia,
hal ini berdasarkan kesepakatan di Mahkamah Internasional. Wilayah laut Indonesia
sebelah utara berbatasan langsung dengan laut lima negara, yaitu Malaysia, Singapura,
Thailand, Vietnam dan Filipina. Batas-batas wilayah laut seringkali tidak jelas dan membuat
sedikit ketegangan di lapangan, utamanya adalah Indonesia-Malaysia dan Indonesia-
Singapura diperairan Malaka (Selat Malaka). Sudah sering rasanya kita melihat berita
penangkapan petugas Indonesia terhadap nelayan Malaysia, atau sebaliknya. Untuk
perbatasan laut Indonesia dengan tiga negara lainnya, yaitu Thailand, Vietnam, dan Filipina
jarang sekali ada permasalahan, hal ini antara lain dikarenakan secara geografis letak
Indonesia dengan tiga negara tersebut cukup jauh.
Sesuai Pasal 22 ayat (2) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan
Negara dan Pasal 17 ayat (7) Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan
Ruang, maka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 19 Agustus 2014 lalu telah
menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2014 tentang Penataan Wilayah
Pertahanan Negara.
88
Penataan wilayah pertahanan negara yang dimaksud dalam peraturan pemerintah
(PP) ini adalah meliputi perencanaan wilayah pertahanan, pemanfaatan wilayah pertahanan
dan pengendalian pemanfaatan wilayah pertahanan. “Sebagian atau seluruh wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat digunakan untuk kepentingan
penyelenggaraan pertahanan negara, baik pada masa damai maupun dalam keadaan
perang,” bunyi Pasal 3 ayat (1) PP ini. PP ini menyebutkan bahwa pada masa damai wilayah
digunakan untuk kepentingan pembangunan dan pembinaan kemampuan pertahanan
sebagai perwujudan daya tangkal bangsa. Sementara dalam keadaan perang, wilayah
digunakan sebagai wilayah pertahanan untuk kepentingan perang yang terdiri atas:
a. Pangkalan militer atau kesatrian; b. Daerah latihan militer; c. Instalasi militer. Tata ruang
wilayah pertahanan sebagai proses perencanaan penataan, pengendalian dan
pemanfaatan ruang yang merupakan satu kesatuan sistem yang tidak terpisahkan.
Rencana tata ruang disusun dengan perspektif kondisi masa depan yang diharapkan,
bertitik tolak dari data, informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dipakai serta
memperhatikan keragaman wawasan kegiatan tiap sektor, lingkungan hidup dan hakikat
ancaman yang berkembang setiap waktu. Wilayah pertahanan yang harus dipersiapkan
dibagi menjadi tiga lapisan, diantaranya meliputi: Lapisan pertama adalah medan
pertahanan penyangga, berada di luar garis batas zona ekonomi eksklusif dan lapisan
udara di atasnya; Lapisan kedua adalah medan pertahanan utama sebagai medan operasi,
dari laut zona ekonomi eksklusif sampai dengan laut teritorial dan lapisan udara di atasnya;
Lapisan ketiga adalah daerah-daerah perlawanan pada wilayah kompartemen strategis
darat, termasuk wilayah perairan kepulauan dan lapisan udara diatasnya, meliputi daerah
pertempuran, daerah komunikasi dan daerah pangkal pertahanan dan perlawanan.
Pendekatan pertahanan negara kedepan memerlukan pendekatan secara nirmiliter yang
terpadu dengan pendekatan secara militer. Dengan demikian, pembangunan pertahanan
militer dan nirmiliter harus dilaksanakan secara bersama-sama sehingga menghasilkan
suatu kekuatan dan kemampuan pertahanan negara yang memiliki efek penangkalan dan
efek penggentar/deterent effect dalam menjaga eksistensi dan keutuhan NKRI.
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis mengerti tentang Pengenalan dan Perencanaan
Wilayah Pertahanan serta dapat menerapkannya dalam pelaksanaan tugas.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis mengerti latar belakang secara umum tentang Pengenalan
dan Perencanaan Wilayah Pertahanan.
89
b. Khusus.
1) Pasis dapat menjelaskan tidak mendalam tentang latar belakang batas
wilayah negara Indonesia;
2) Pasis dapat menjelaskan tidak mendalam tentang pendapat ahli tentang
wilayah dan batas wilayah;
3) Pasis dapat menjelaskan tidak mendalam tentang Sejarah Perencanaan
Wilayah Dunia, Wilayah Indonesia dan Bentuk-Bentuk Perencanaan;
4) Pasis dapat menjelaskan tidak mendalam tentang telaahan studi wilayah
pertahanan, penentuan wilayah pertahanan, dasar-dasar teori kewilayahan dan
wilayah perbatasan negara;
5) Pasis dapat menjelaskan tidak mendalam tentang filosofis, kondisi dan
keadaan umum wilayah pertahanan Negara Indonesia; dan
6) Pasis dapat menjelaskan tidak mendalam tentang Penyiapan Daerah
Pangkal Perlawanan, Arti Penting Daerah Pangkal Perlawanan dan Aksentuasi
Aspek Geografi, Demografi dan Kondisi Sosial.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Keputusan Danseskoad Nomor Kep/6/I/2022 tanggal 28 Januari 2022
tentang Naskah Departemen Mata Pelajaran Pengenalan dan Perencanaan
Wilayah Pertahanan.
2) UU RI No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.
3) PP RI Nomor 68 Tahun 2014 tentang Penataan Wilayah Pertahanan
Negara.
4) Mahnken, Thomas G. 2007. Strategy Theory. Dalam Strategy in The
Contemporary World. Oxford: Oxford University Press.
5) Moran, Daniel.2007. Geography and Strategy. Dalam Strategy in The
Contemporary World. Oxford: Oxford University Press.
6) Viotti, Paul R dan Mark Kauppi. 1997. International Relations and World
Politics: Security Economy and Identity.
7) Bakrie, Connie Rahakundini. 2007. Pertahanan Negara dan Postur TNI
Ideal. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
8) Safadi, Arief. 2012. US missile shield branches into Asia, Middle East,
diakses melalui [Link]
9) Wolf, Jim. 2012. U.S. seeks missile-defense shields for Asia, Mideast,
diakses melalui [Link]
10) Mahnken, Thomas G.2007. Strategy Theory. Dalam Strategy in The
Contemporary World. Oxford: Oxford University Press.
90
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lain sesuai pokok
bahasan (buku, majalah, artikel, jurnal ilmiah dan internet).
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan pembekalan
teori sebagai berikut :
a. Pertemuan ke-1 (teori).
1) Waktu. Tanggal 9 Juli 2022.
2) Jumlah JP. 3 JP (@ 50 menit).
3) Metode. Ceramah dan tanya jawab secara tatap muka.
4) Operasional Teori MP.
a) Pendahuluan;
b) Konsepsi Wilayah;
c) Sejarah Perencanaan Wilayah;
d) Wilayah Pertahanan;
b. Pertemuan ke-2 (teori).
1) Waktu. Tanggal 10 Juli 2022.
2) Jumlah JP. 2 JP (@ 50 menit).
3) Metode. Ceramah dan tanya jawab secara tatap muka.
4) Operasional Teori MP.
a) Wilayah Pertahanan Negara Indonesia;
b) Daerah Pangkal Perlawanan;
c) Tanya Jawab; dan
d) Penutup.
6. Penugasan.
a. Proses Belajar Mengajar Teori.
1) Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi lainnya yang
terkait dengan materi pelajaran.
2) Mengikuti proses belajar mengajar secara tatap muka di kelas.
3) Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata pelajaran.
91
4) Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar sesuai
alokasi waktu.
5) Pasis menyiapkan diri untuk menghadapi ujian evaluasi Bidang Teritorial
TNI AD pada hari Jumat tanggal 29 Juli 2022.
b. Diskusi/Praktik. Nihil.
7. Lain-Lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan proses belajar mengajar akan
disampaikan kemudian.
Mengetahui: Bandung, 2 Juni 2022
Kepala Departemen Teritorial, Dosen Pengampu Materi,
Septinus Eduard Ginting, S.E. Efrijon Kroll, S.I.P., M.M.
Kolonel Inf NRP 1900012060968 Kolonel Czi NRP 11950053901071
92
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD
DEPARTEMEN SOSIAL DAN TEKNOLOGI 1. Senin & Selasa 13 & 14
Juni 2022
BS. SOSIAL DAN TEKNOLOGI
SBS. KEPEMIMPINAN MILITER
MP. JURNALISTIK
1. Pendahuluan.
Belajar jurnalistik itu penting, tentu bukan untuk menjadi wartawan, apalagi menjadi
pemimpin redaksi. Tapi belajar jurnalistik, sungguh untuk tahu caranya berpihak pada
kebenaran. Karena jurnalistik yang hingga hari ini masih berani mengajarkan tentang sikap
independen, berlaku netral, selalu akurat, niat jujur, dan perilakunya benar. Karena bisa
jadi, hari ini di dunia kehidupan susah mencari sosok sempurna yang memiliki 5 prinsip
jurnalistik itu.
Saat meliput wartawan harus pandai bertanya, menggali informasi, menginvestigasi
atau bahkan menulis berita. Tapi itu semua hanya tuntutan keterampilan dalam
menjalankan profesionalisme sebagai jurnalis. Bila masih banyak orang mau membaca,
mau menonton atau mau mendengar. Itu semua karena jurnalistik masih jadi "lembaga"
yang dianggap independen, netral, akurat, jujur dan benar. Bertanyalah, apakah kita
sekarang masih memiliki nilai-nilai jurnalistik itu?
Jurnalistik hadir bukan untuk menyesatkan. Melainkan untuk memperlihatkan
kebenaran. Agar publik bisa lebih berdaya, bisa bersikap atas keadaan yang terjadi.
Sekalipun sebagian pihak mencapai objektivitas jurnalistik, tentu itu tidak masalah. Karena
faktanya, hari ini semua dianggap berdiri di atas kepentingan.
Praktisi profesional Media Group Network: Journalist, Presenter dan PR akan
membantu peserta pelatihan mampu tampil maksimal, percaya diri berbicara di depan
publik, mampu menghadapi media dengan baik dan sukses keluar dari krisis komunikasi
yang terjadi.
Dalam Public Speaking & Media Handling Training ini, peserta akan memperoleh
gambaran pemetaan media dan cara menghadapinya, tips dan trik dalam menghadapi
wawancara media, manajemen media sosial yang saat ini semakin dibutuhkan, dan
bagaimana meningkatkan kesadaran bahwa krisis bisa menimpa institusi manapun.
Dengan bersiap akan bisa mengurangi dampak krisis.
93
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis memahami tentang jurnalistik dalam pelaksanaan
tugas.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis memahami tentang maksud, tujuan dan pengertian
diberikannya pelajaran jurnalistik.
b. Khusus.
1) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang penguasaan
ruang publik dengan baik dan benar;
2) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang pemahaman
konten dan penguasaan ruang media dengan baik dan benar;
3) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang body
language dalam public speaking dengan baik dan benar;
4) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang menghadapi
wawancara media dan talkshow, persiapan wawancara dengan baik dan
benar;
5) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang membuat
kontent dan key messages dengan baik dan benar;
6) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang how to handle
crisis communication dengan baik dan benar;
7) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang menggelar
konferensi pers dan how to handle audiens dengan baik dan benar;
8) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang simulasi
penyelenggaraan konferensi pers dengan baik dan benar;
9) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang social media
management dengan baik dan benar;
10) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang praktik
wawancara media: doorstop, one on one dan talkshow interview dengan baik
dan benar;
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
94
1) Naskah Departemen Mata Pelajaran Jurnalistik Nomor Sosial dan
Teknologi-12 disahkan dengan Keputusan Danseskoad Nomor
Kep/10/II/2022 Tanggal 8 Februari 2022.
2) Davies, G., Chun, R., & S. Roper. (2003). Corporate reputation and
competitiveness. London: Routledge.
3) Bland, M., Theaker, A., & Wrag, D. (2005). Effective Media Relations :
How to Get Results? London: Kogan Page.
4) Smith, R. D. (2005). Strategic Planning For Public Relations. New
Jersey: Lawrence Erlbaum Associates, inc.
5) McQuail’s, D. (2010). Mass Communication Theory. (6th, Ed.). London:
Sage Publications.
6) Stevenson. (2011). Basic of Nonprofit Publicity : Winning Strategies for
News Releases, Press Conferences, and Media Relations. Iowa: Stevenson,
Inc.
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lainnya sesuai
dengan pokok bahasan (buku, majalah, artikel, jurnal ilmiah dan internet).
5. Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan pembekalan teori
dan praktik sebagai berikut :
a. Pembekalan Teori.
1) Pertemuan ke-1.
a) Waktu. Tanggal 13 Juni 2022.
b) Jumlah JP. 7 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Ceramah dan tanya jawab dilaksanakan secara
tatap muka dan virtual.
d) Operasional teori MP.
(1) Pendahuluan.
(2) Penguasaan Ruang Publik.
(3) Pemahaman Konten dan Penguasaan Ruang Media.
(4) Body Language dalam Public Speaking.
95
(5) Wawancara Media dan Talkshow.
(6) Membuat Kontent dan Key Messages.
(7) How To Handle Crisis Communication.
2) Pertemuan ke-2.
a) Waktu. Tanggal 14 Juni 2022.
b) Jumlah JP. 5 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Ceramah dan tanya jawab dilaksanakan secara
tatap muka dan virtual.
d) Operasional teori MP.
(1) Menggelar Konferensi Pers dan How to Handle Audiens.
(2) Simulasi Penyelenggaraan Konferensi Pers.
(3) Social Media Management.
(4) Doorstop, One on One dan Talkshow Interview.
(5) Penutup.
b. Pembekalan Praktik/Diskusi.
1) Pertemuan ke-1.
a) Waktu. Tanggal 14 Juni 2022.
b) Jumlah JP. 2 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Praktik dilaksanakan secara tatap muka.
d) Operasional MP.
- Praktik.
2) Pertemuan ke-2.
a) Waktu. Tanggal 15 Juni 2022.
b) Jumlah JP. 8 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Praktik dilaksanakan secara tatap muka.
d) Operasional MP.
- Praktik
96
3) Pertemuan ke-3.
a) Waktu. Tanggal 16 Juni 2022.
b) Jumlah JP. 7 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Praktik dilaksanakan secara tatap muka.
d) Operasional MP.
- Praktik
4) Pertemuan ke-4.
a) Waktu. Tanggal 17 Juni 2022.
b) Jumlah JP. 6 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Praktik dilaksanakan secara tatap muka.
d) Operasional MP.
- Praktik
6. Penugasan.
a. Pembekalan Teori.
1) Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi lainnya
yang terkait dengan materi pelajaran.
2) Mengikuti proses belajar mengajar secara tatap muka dan virtual.
3) Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata
pelajaran.
4) Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar sesuai
alokasi waktu.
b. Praktik.
1) Pasis melaksanakan praktik crisis media center.
2) Pasis melaksanakan praktik Press Conference.
3) Pasis melaksanakan praktik Doorstop.
4) Pasis melaksanakan praktik Talk Show.
97
7. Lain-lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan Proses Belajar Mengajar
akan disampaikan kemudian.
Mengetahui Bandung, Maret 2022
Kadepsos dan Tek Seskoad, Dosen Pengampu,
TTD
Sugeng Waskito Aji, S.I.P., M .M. Media Group
Kolonel Kav NRP 19200337390671
98
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Dipraktikan : 14 s.d. 17 Juni 2022
DEPARTEMEN SOSIAL DAN TEKNOLOGI
TERMS OF REFERENCE (TOR) DISKUSI
MP. JURNALISTIK
PASIS DIKREG LXII SESKOAD TA 2022
TEMA:
MEMBANGUN CITRA POSITIF TNI AD MELALUI MEDIA
1. Pengantar.
Secara etimologis atau asal kata, istilah jurnalistik atau dalam bahasa Inggrisnya
Journalism dan dalam bahasa Belandanya Journalistiek, berasal dari perkataan Prancis,
Journa yang artinya surat kabar (Adinegoro, 1961). Istilah Journa sendiri berasal dari kata
lain Diurna, yang artinya tiap hari, harian, atau catatan harian (Muis, 1996).
Jurnalistik dapat diartikan sebagai suatu karya seni membuat catatan tentang
peristiwa sehari-hari. Karya seni dimaksud memiliki nilai keindahan yang dapat menarik
perhatian publik (pembaca, pendengar dan pemirsa), sehingga dapat dinikmati dan
dimanfaatkan untuk keperluan hidupnya. Secara lebih luas, pengertian jurnalistik adalah
seni dan keterampilan mencari, mengumpulkan, mengolah, menyusun dan menyajikan
berita tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari secara indah, dalam rangka memenuhi
segala kebutuhan hati nurani khalayaknya, sehingga terjadi perubahan sikap, sifat,
pendapat, opini dan perilaku khalayak (feedback) sesuai dengan kehendak para jurnalisnya
atau media massanya.
Keberadaan media berfungsi untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas satuan,
baik ke dalam maupun ke luar. Di samping itu, sebagai wahana pelayanan informasi terkait
dengan kebijakan-kebijakan Pimpinan TNI dan TNI AD, yang berbasiskan teknologi
informasi dan komunikasi serta tempat berkumpulnya mitra kerja berbagai kalangan media
massa, baik elektronik, cetak maupun online dalam rangka penyerapan maupun
penyebaran informasi kegiatan satuan. Dengan demikian, media merupakan rumah kita
bersama wartawan, sebagai tempat berkomunikasi dan bertukar informasi dalam
membangun citra positif TNI AD, serta sekaligus secara bersama-sama untuk memberikan
informasi kepada masyarakat.
99
Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat ini
masih tinggi. Jika diukur dalam presentase, mencapai 89%. Citra positif TNI tersebut
diyakini karena usaha dan kerja keras serta prestasi dan pelaksanaan tugas yang optimal.
Terlebih peningkatan kinerja TNI yang digenjot saat ini adalah upaya mengatasi kesulitan
masyarakat.
2. Tujuan Praktik.
a. Pasis mampu melaksanakan praktik crisis media center.
b. Pasis mampu melaksanakan praktik Press Conference.
c. Pasis mampu melaksanakan praktik Doorstop.
d. Pasis mampu melaksanakan praktik Talk Show.
3. Penugasan Pasis.
a. Mempelajari TOR secara perorangan;
b. Melaksanakan praktik crisis media center, press conference, doorstop dan
talk show;
c. Pasis mempersiapkan diri untuk melaksanakan praktik perorangan dan
kelompok dengan membaca referensi dan bahan bacaan yang ada hubungannya
dengan tujuan belajar dan pertanyaan yang harus dijawab;
d. Metode dan Alokasi Waktu Praktik.
1) Metode. Praktik
2) Alokasi Waktu: Praktik dilaksanakan pada hari Selasa sampai dengan
Jumat tanggal 14 sampai dengan 17 Juni 2022 di masing-masing sindikat.
e. Penilaian. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan praktik.
4. Referensi.
a. Wajib.
1) Naskah Departemen Mata Pelajaran Jurnalistik Nomor Sosial dan
Teknologi-12 disahkan dengan Keputusan Danseskoad Nomor
Kep/10/II/2022 Tanggal 8 Februari 2022.
2) Davies, G., Chun, R., & S. Roper. (2003). Corporate reputation and
competitiveness. London: Routledge.
3) Bland, M., Theaker, A., & Wrag, D. (2005). Effective Media Relations :
How to Get Results? London: Kogan Page.
100
4) Smith, R. D. (2005). Strategic Planning For Public Relations. New
Jersey: Lawrence Erlbaum Associates, inc.
5) McQuail’s, D. (2010). Mass Communication Theory. (6th, Ed.). London:
Sage Publications.
6) Stevenson. (2011). Basic of Nonprofit Publicity : Winning Strategies for
News Releases, Press Conferences, and Media Relations. Iowa: Stevenson,
Inc.
b. Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lain sesuai pokok bahasan
(buku, majalah, artikel, jurnal ilmiah dan internet).
5. Penutup. Demikian TOR ini dibuat untuk dijadikan sebagai pedoman dalam
pelaksanaan praktik MP. Jurnalistik.
Mengetahui Bandung, Maret 2022
Kadepsos dan Tek Seskoad, Dosen Pengampu,
TTD
Sugeng Waskito Aji, S.I.P., M .M. Media Group
Kolonel Kav NRP 19200337390671
101
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Jumat 17 Juni 2022
DEPARTEMEN MANAJEMEN
BS. PEMIMPIN
SBS. KEPEMIMPINAN MILITER
MP. KKL BINSAT (OJT)
1. Pendahuluan.
Pembinaan satuan adalah segala upaya, pekerjaan, kegiatan dan tindakan
untuk memelihara dan atau meningkatkan kesiapan komponen-komponen pembinaan
satuan secara berdaya dan berhasil guna dalam mewujudkan kesiapsiagaan satuan 8.
Keberhasilan satuan dalam melaksanakan tugas pokok merupakan salah satu tolok
ukur dalam melihat sejauhmana pelaksanaan pembinaan satuan tersebut sudah
dilakukan oleh seluruh satuan jajaran TNI AD.
Pembinaan satuan TNI AD yang meliputi pembinaan organisasi, personel,
materiil, peranti lunak, pangkalan, dan latihan harus dilaksanakan secara berkelanjutan
agar kesiapan operasional satuan dapat terjaga sehingga siap untuk digerakkan dalam
rangka pelaksanaan tugas pokok TNI AD. Untuk mencapai sasaran pembinaan satuan
di lingkungan TNI AD perlu memperhatikan ketentuan umum penyelenggaraan
pembinaan satuan, yang meliputi hakikat, peran, tujuan, sasaran, metode, prinsip-
prinsip kegiatan dan ketentuan administrasi serta pengelolaan dukungan anggaran.
Perhatian pimpinan TNI Angkatan Darat terhadap pentingnya pembinaan satuan
tergambar pada saat Kepala Staf TNI Angkatan Darat memberikan pengarahan kepada
Para Pangkotama secara virtual di Mabes AD. “Para Komandan Satuan (Dansat)
diminta agar lebih peka dalam membina prajurit di satuan masing-masing dengan rutin
mengecek kondisi mereka9.
Penyelenggaraan pembinaan satuan dilaksanakan dalam satu siklus pembinaan
secara berkelanjutan. Siklus pembinaan tersebut meliputi semua aspek yang
berpengaruh terhadap pencapaian tugas TNI AD. Pelaksanaannya secara terpadu dan
terencana meliputi penentuan kebijakan, strategi, tujuan, perumusan sasaran dan
8
Buku Petunjuk Pelaksanaan tentang Pembinaan Satuan TNI AD Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/542/XII/2006
tanggal 29 Desember 2006
9
[Link]
102
penerapan sistem serta metode pembinaan dengan menggunakan manajemen modern.
Manajemen modern tersebut meliputi pembinaan organisasi, personel, materiil,
pangkalan, peranti lunak dan latihan yang didukung anggaran. Hasil dari pembinaan
satuan akan diketahui setelah dilaksanakan pengawasan dan pengendalian di seluruh
satuan jajaran TNI AD.10
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis mengerti tentang mekanisme penyelenggaraan
KKL Binsat Pasis Dikreg LXII Seskoad TA 2022 serta dapat mengaplikasikannya dalam
pelaksanaan tugas.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis mengerti tentang mekanisme penyelenggaraan KKL
Binsat serta mengerti maksud dan tujuan diberikannya materi KKL Binsat.
b. Khusus.
1) Pasis dapat tercapainya penguasaan pengetahuan Sisbinsat TNI
AD khususnya tentang sistem pembinaan satuan.
2) Pasis mampu mendapatkan data dan informasi, wawancara
dengan narasumber, menganalisis dan mendiskripsikan, serta
mengevaluasi permasalahan yang didapat dari objek KKL Binsat.
3) Pasis dapat mewujudkan produk tulisan ilmiah dari hasil
pelaksanaan KKL Binsat yang telah dilaksanakan di Satuan.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Naskah Departemen Mata Pelajaran Sistem Pembinaan Satuan
TNI AD Nomor : MANAJEMEN – 18, disahkan dengan Keputusan
Komandan Seskoad Nomor Kep/17/II/2022 tanggal 9 Februari 2022;
2) Buku Petunjuk Pelaksanaan tentang Pembinaan Satuan TNI AD
Nomor Skep/542/XII/2006 tanggal 29 Desember 2006;
3) Keputusan Kasad Nomor Skep/311/IX/2002 tanggal 12 September
10
Naskah Departemen Manajemen tentang Sisbinsat TNI AD Nomor: MANAJEMEN - 18 Disahkan denganKep
Danseskoad Nomor: Kep/66/XII/2020 tanggal 4 Desember 2020.
103
2002 tentang pengesahan berlakunya Buku Petunjuk Induk Latihan.
4) Surat Keputusan Kasad Nomor : Skep/23/IV/2007 tanggal 24 April
2007 tentang Doktrin Kartika Eka Paksi;
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lainnya sesuai
dengan pokok bahasan (buku, majalah, artikel, jurnal ilmiah dan internet).
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan
pembekalan teori sebagai berikut :
a. Pertemuan ke-1 (Teori).
1) Waktu. Tanggal 17 Juni 2022.
2) Jumlah JP. 1 JP @ 50 menit (JP ke 7).
3) Metode. Ceramah dan tanya jawab.
4) Operasional MP. Pembekalan Kadep dalam rangka pelaksanaan
KKL Binsat.
b. Pertemuan ke-2 (Diskusi/Praktek).
1) Waktu. Tanggal 20 s.d. 24 Juni 2022.
2) Jumlah JP. 25 JP @ 50 menit (JP ke 1-5).
3) Metode. Pelaksanaan KKL Binsat.
4) Operasional MP. Pelaksanaan KKL Binsat.
c. Pertemuan ke-3 (Diskusi/Praktek).
1) Waktu. Tanggal 29 Juli 2022.
2) Jumlah JP. 3 JP @ 50 menit (JP ke 3-5).
3) Metode. Diskusi KKL Binsat.
4) Operasional MP.
a) Paparan; dan
b) Diskusi.
6. Penugasan.
a. Pasis mengikuti rangkaian pelaksanaan KKL Binsat secara tatap muka;
b. Pasis melaksanakan wawancara dengan para informan secara tatap
muka;
104
c. Pasis membuat laporan hasil pelaksanaan KKL Binsat;
d. Pasis mengumpulkan produk kelompok laporan hasil pelaksanaan KKL
Binsat;
e. Pasis melaksanakan diskusi kelompok untuk memaparkan laporan hasil
KKL Binsat; dan
f. Pasis mengumpulkan produk kelompok hasil diskusi KKL Binsat.
7. Lain-lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan Proses Belajar Mengajar
akan disampaikan kemudian.
Bandung, 26 April 2022
Kadepjemen Seskoad,
Waris Ari Nugroho, S.E., [Link].
Kolonel Inf NRP 1910035080668
105
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Jumat, Senin s.d. Jumat dan Jumat
DEPARTEMEN MANAJEMEN 17 Juni 2022, 20 Juni s.d. 24 Juni
2022 dan 29 Juli 2022
TERMS OF REFERENCE (TOR)
MP. PELAKSANAAN KKL BINSAT
PASIS DIKREG LXII SESKOAD TA 2022
1. Pengantar.
Penyelenggaraan Pembinaan satuan di jajaran TNI AD dilaksanakan dalam satu
siklus pembinaan secara berkelanjutan pada semua aspek yang berpengaruh terhadap
pencapaian tugas TNI AD yang dilaksanakan secara terpadu dan terencana. Hasil
pelaksanaan kegiatan pembinaan satuan akan diketahui setelah dilaksanakan
pengawasan dan pengendalian di seluruh satuan jajaran TNI AD. Pelaksanaan kegiatan
pembinaan satuan dilaksanakan sepanjang tahun dalam rangka meningkatkan
kemampuan intelijen, tempur, pembinaan teritorial dan kemampuan dukungan seluruh
satuan jajaran TNI AD11.
Agar pelaksanaan tugas pokoknya dapat berhasil secara optimal maka satuan-
satuan di jajaran TNI AD melaksanakan Pembinaan Satuan (Binsat) sehingga
pencapaiannya lebih terarah dan sesuai dengan yang diharapkan.12 Pembinaan
terhadap 6 (enam) komponen pembinaan satuan yang meliputi pembinaan organisasi,
personel, materiil, peranti lunak, pangkalan, dan latihan harus dilaksanakan secara
menyeluruh, berkelanjutan dan tidak terpotong potong karena setiap komponen
pembinaan satuan memiliki keterkaitan satu sama lain.
KKL Binsat merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari operasional Dikreg
Seskoad yang dilaksanakan di tahap II. Kegiatan ini bersifat aplikasi di lapangan untuk
mewujudkan tujuan pendidikan Seskoad. Pada pelaksanaan Dikreg LXII Seskoad TA
2022, Pasis TNI dan Polri melaksanakan KKL Binsat di satuan jajaran TNI AD, TNI AL,
TNI AU dan Polri dengan melakukan pengumpulan keterangan dan menganalisis data
komponen Binsat serta dapat menyusun laporan Binsat, sedangkan Pasis Negara
11
Buku Petunjuk Pelaksanaan tentang Pembinaan Satuan TNI AD Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/542/XII/2006
tanggal 29 Desember 2006
2
Naskah Departemen Manajemen tentang Sisbinsat TNI AD Nomor: MANAJEMEN - 18 Disahkan denganKep
Danseskoad Nomor: Kep/66/XII/2020 tanggal 4 Desember 2020.
106
Sahabat (PNS) melaksanakan Studi Wisata di objek-objek wisata untuk mengenal alam
dan budaya Indonesia.
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis mengerti tentang mekanisme penyelenggaraan
KKL Binsat Pasis Dikreg LXII Seskoad TA 2022 serta dapat mengaplikasikannya dalam
pelaksanaan tugas.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis mengerti tentang mekanisme penyelenggaraan KKL
Binsat serta mengerti maksud dan tujuan diberikannya materi KKL Binsat.
b. Khusus.
1) Pasis dapat tercapainya penguasaan pengetahuan Sisbinsat TNI
AD khususnya tentang sistem pembinaan satuan.
2) Pasis mampu mendapatkan data dan informasi, wawancara
dengan narasumber, menganalisis dan mendiskripsikan, serta
mengevaluasi permasalahan yang didapat dari objek KKL Binsat.
3) Pasis dapat mewujudkan produk tulisan ilmiah dari hasil
pelaksanaan KKL Binsat yang telah dilaksanakan di Satuan.
4. Penugasan Pasis.
a. Pasis mengikuti Pembekalan Kadepjemen tentang rencana pelaksanaan
KKL Binsat hari Jumat, tanggal 17 Juni 2022;
b. Pasis mengikuti rangkaian pelaksanaan KKL Binsat hari Senin s.d.
Jumat, tanggal 20 s.d. 24 Juni 2022 secara tatap muka;
c. Pasis melaksanakan wawancara dengan para informan hari Senin s.d.
Jumat, tanggal 20 s.d. 24 Juni 2022 secara tatap muka;
d. Pasis membuat laporan hasil pelaksanaan KKL Binsat;
e. Pasis mengumpulkan produk kelompok laporan hasil pelaksanaan KKL
Binsat hari Kamis, 28 Juli 2022;
f. Pasis melaksanakan diskusi kelompok hari Jumat, tanggal 29 Juli 2022
untuk memaparkan laporan hasil KKL Binsat; dan
g. Pasis mengumpulkan produk kelompok hasil diskusi KKL Binsat ke Staf
107
Departemen Manajemen hari Senin, tanggal 8 Agustus 2022.
5. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Naskah Departemen Mata Pelajaran Sistem Pembinaan Satuan
TNI AD Nomor : MANAJEMEN – 18, disahkan dengan Keputusan
Komandan Seskoad Nomor Kep/17/II/2022 tanggal 9 Februari 2022;
2) Buku Petunjuk Pelaksanaan tentang Pembinaan Satuan TNI AD
Nomor Skep/542/XII/2006 tanggal 29 Desember 2006;
3) Keputusan Kasad Nomor Skep/311/IX/2002 tanggal 12 September
2002 tentang pengesahan berlakunya Buku Petunjuk Induk Latihan.
4) Surat Keputusan Kasad Nomor : Skep/23/IV/2007 tanggal 24 April
2007 tentang Doktrin Kartika Eka Paksi;
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lainnya sesuai
dengan pokok bahasan (buku, majalah, artikel, jurnal ilmiah dan internet).
6. Jadwal Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan
pembekalan teori sebagai berikut :
a. Pertemuan ke-1 (Teori).
1) Waktu. Tanggal 17 Juni 2022.
2) Jumlah JP. 1 JP @ 50 menit (JP ke 7).
3) Metode. Ceramah dan tanya jawab.
4) Operasional MP. Pembekalan Kadep dalam rangka pelaksanaan
KKL Binsat.
b. Pertemuan ke-2 (Diskusi/Praktek).
1) Waktu. Tanggal 20 s.d. 24 Juni 2022.
2) Jumlah JP. 25 JP @ 50 menit (JP ke 1 – 5).
3) Metode. Pelaksanaan KKL Binsat.
4) Operasional MP. Pelaksanaan KKL Binsat.
c. Pertemuan ke-3 (Diskusi/Praktek).
1) Waktu. Tanggal 29 Juli 2022.
2) Jumlah JP. 3 JP @ 50 menit (JP ke 3-5).
108
3) Metode. Diskusi KKL Binsat.
4) Operasional MP.
a) Paparan; dan
b) Diskusi.
7. Instruksi Koordinasi. Pembagian tugas pelaksanaan dan diskusi KKL Binsat
sesuai Sprin Danseskoad.
8. Penutup. Demikian Terms Of Reference (TOR) ini dibuat untuk dijadikan
pedoman dalam pembuatan produk dan pelaksanaan diskusi KKL Binsat Pasis Dikreg
LXII Seskoad TA 2022.
Bandung, 26 April 2022
Kadepjemen Seskoad,
Waris Ari Nugroho, S.E., [Link].
Kolonel Inf NRP 1910035080668
109
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Senin, 27 Juni 2022
DEPARTEMEN OPERASI
BS. OPERASI
MP. OPERASI PENGAMANAN OBVITNAS DAN WILTASRAT
1. Pendahuluan.
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara kepulauan
terbesar di dunia yang memiliki wilayah perairan 6.315.222 km² dengan panjang garis
pantai 99.093 km² serta jumlah pulau 13.466 pulau yang bernama dan berkoordinat
(masih sekitar 3.000 pulau di tanah air belum memiliki nama atau direkam data
koordinatnya, sementara jumlah total pulau Indonesia sekitar 17.000an dan garis
pantainya bisa lebih dari 100.000 kilometer). Wilayah NKRI terletak pada posisi silang
dunia di antara dua benua dan dua samudera serta berbatasan dengan beberapa
negara tetangga. Posisi geografis yang demikian menyebabkan Indonesia menjadi
negara yang strategis bagi kepentingan negara-negara di dunia. Munculnya sengketa
wilayah sebagai akibat klaim terhadap wilayah daratan atau pulau-pulau terluar yang
berada di perbatasan antar negara, sering menjadi pemicu konflik.
TNI AD merupakan bagian dari TNI, sebagai alat negara memiliki tugas pokok
menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta melindungi
segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan
terhadap keutuhan bangsa dan negara. Dalam mewujudkannya dilakukan dengan
menyelenggarakan OMP (Operasi Militer Untuk Perang) dan OMSP (Operasi Militer
Selain Perang), sesuai UU TNI nomor 34 tahun 2004, diantaranya tugas TNI AD dalam
OMSP adalah pengamanan objek vital nasional dan mengamankan wilayah
perbatasan.
Dengan tugas pokok tersebut di atas, TNI AD berkewajiban untuk mengamankan
objek vital nasional dan perbatasan darat dengan negara lain di seluruh wilayah
Indonesia. Dalam pelaksanaannya ditempatkan satuan TNI AD guna pengamanan
objek vital nasional dan wilayah perbatasan, Agar dicapai daya guna dan hasil guna
yang optimal dalam proses belajar mengajar selama di Seskoad, maka Pasis
memedomani Naskah Departemen tentang operasi pengamanan wilayah perbatasan,
110
termasuk didalamnya tugas-tugas perbantuan pengamanan objek vital nasional.
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis memahami dan mampu melaksanakan operasi
pengamanan Obvitnas dan wilayah perbatasan darat.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum.
1) Agar Pasis memahami tentang operasi pengamanan Obvitnas;
dan
2) Agar Pasis memahami tentang operasi pengamanan wilayah
perbatasan darat.
b. Khusus.
1) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam macam-macam
objek vital nasional dan ciri-ciri objek vital nasional;
2) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam keterlibatan TNI
AD dalam pengamanan objek vital nasional;
3) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam isu strategis di
wilayah perbatasan;
4) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam permasalahan di
wilayah perbatasan darat Indonesia;
5) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam upaya
penyelesaian konflik sengketa wilayah perbatasan darat;
6) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam pelaksanaan
operasi pengamanan wilayah perbatasan oleh mabes TNI;
7) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tahapan
manajemen operasi pengamanan wilayah perbatasan darat; dan
8) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam administrasi dan
logistik dalam pelaksanaan pengamanan wilayah perbatasan.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib. Keputusan Danseskoad Nomor Kep / 105 / III /
2022 tanggal 4 Maret 2022 tentang Naskah Departemen Operasi Pengamanan
111
Obyek Vital Nasional dan Wilayah Perbatasan Darat.
b. Referensi Tambahan.
1) Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI;
2) Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
3) Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan
Obyek Vital Nasional;
4) Peraturan Presiden No 68 Tahun 2014 tentang Penataan Wilayah
Pertahanan Negara;
5) Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/14/III/2008 tanggal 27
Maret 2008 tentang Naskah Sementara Bujukin OMSP;
6) Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/173/XII/2011 tanggal
29 Desember 2011 tentang Buku Petunjuk Pelaksanaan TNI tentang
Operasi Pengamanan Wilayah Perbatasan; dan
7) Peraturan Kasad Nomor Perkasad /94/XI/2009 tanggal 30
November 2009 tentang Pedoman Pengamanan Wilayah Perbatasan
Darat.
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan
pembekalan materi sebagai berikut :
a. Pembekalan teori
1) Waktu. Tanggal 25 Mei 2022.
2) Jumlah JP. 2 JP (@ 50 menit).
3) Metode. Ceramah dan tanya jawab dilaksanakan secara tatap
muka.
4) Operasional teori MP.
a) Pendahuluan.
b) Pengamanan Objek Vital Nasional.
c) Permasalahan di wilayah perbatasan darat Indonesia;
d) Upaya penyelesaian konflik sengketa wilayah perbatasan
darat;
e) Pelaksanaan operasi pengamanan wilayah perbatasan
oleh mabes TNI;
f) Manajemen operasi pengamanan wilayah perbatasan
112
darat; dan
g) Administrasi dan logistik dalam pelaksanaan pengamanan
wilayah perbatasan.
h) Administrasi dan Logistik.
i) Penutup.
b. Diskusi/Praktik
1) Waktu. Tangal 29 Juni 2022.
2) Jumlah JP. 5 JP (@ 50 Menit).
3) Metode. Diskusi/Praktik dilaksanakan tatap muka di kelas.
4) Operasional Praktik MP.
a) Diskusi.
b) Evaluasi Diskusi
6. Penugasan.
a. Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi lainnya yang
terkait dengan materi pelajaran;
b. Mengikuti proses belajar mengajar di kelas masing masing dengan baik;
c. Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata pelajaran;
dan
d. Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar di kelas.
7. Lain-lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan proses belajar
mengajar akan disampaikan kemudian.
Mengetahui Bandung, April 2022
Kepala Departemen Operasi, Dosen Pengampu Materi,
J.O. Sembiring, S.H., S.E., M.M. FX. Sri Wellyanto K
Kolonel Inf NRP 11950044430173 Kolonel Inf NRP 11960029740971
113
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD
Dikumpulkan : Selasa, 28 Juni 2022
DEPARTEMEN OPERASI
Didiskusikan : Rabu, 29 Juni 2022
TERMS OF REFERENCE (TOR) DISKUSI
MP. PAM OBVITNAS DAN WILTASRAT
PASIS DIKREG LXII SESKOAD TA 2022
TEMA:
PERAN TNI DAN POLRI DALAM PENGAMANAN OBYEK VITAL NASIONAL
DAN WILAYAH PERBATASAN DARAT
1. Pengantar.
Objek vital nasional merupakan kumpulan potensi sumber daya alam dan sumber
daya buatan yang memiliki pengaruh penting terhadap kehidupan bangsa dan negara
Indonesia. Ancaman dan gangguan terhadap objek vital nasional bukan hanya
kriminalitas biasa tapi dapat berbentuk kerusuhan sosial yang menjurus anarkis, aksi
terorisme maupun separatis bersenjata. Tugas-tugas pengamanan objek vital nasional
yang dilaksanakan TNI diatur dalam Keputusan Presiden RI Nomor 63 Tahun 2004
tanggal 5 Agustus 2004 tentang pengamanan objek vital nasional dan Undang-Undang
RI Nomor 34 Tahun 2004 tanggal 16 Oktober 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.
Seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, semakin ketatnya persaingan dunia,
dan perkembangan jaman yang semakin pesat, tentunya akan menimbulkan berbagai
ancaman dan gangguan baik dari dalam maupun dari luar negeri terhadap keutuhan
wilayah Indonesia. Untuk mencegah semakin meningkatnya ancaman dan gangguan
terhadap obyek vital nasional termasuk aksi terorisme yang menyangkut hajat hidup
orang banyak, pemerintah telah mengeluarkan keputusan untuk mengatur langkah-
langkah pengamanan terhadap Obyek Vital Nasional13.
Pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) menjadi tanggung jawab dan
komitmen semua pemangku kepentingan. Pemerintah bahkan telah mengatur soal ini
melalui Keputusan Presiden Nomor 63 tahun 2004 tentang Pengamanan Obyek Vital
Nasional (Obvitnas) dengan pertimbangan bahwa Obvitnas memiliki peran penting bagi
kehidupan bangsa dan negara ditinjau dari aspek ekonomi, politik, sosial budaya,
13Naskah Departemen Nomor Kep/ 105 / III / 2022 Tanggal 4 Maret 2022, tentang Mata Pelajaran Operasi Pengamanan Obvitnas
dan Wilayah Perbatasan..
114
pertahanan dan keamanan. vital tersebut baik bagi masyarakat maupun bagi institusi.
Menyusul kerusuhan yang terjadi di area PT Freeport Indonesia, TNI dan Polri di
Timika, Provinsi Papua, mengadakan apel gabungan untuk meningkatkan kesiagaan
yang dipusatkan di lapangan Timika Indah, jalan Budi Utomo, Timika. Menurut laporan
Antara, apel gabungan yang dipimpin oleh Kapolda Papua yang diikuti oleh 550
personel gabungan TNI dan Polri, dalam apel itu, menginstruksikan untuk selalu
menggelar apel kesiapsiagaan guna mengantisipasi dampak-dampak yang terjadi dari
aksi-aksi itu. Dengan kehadiran TNI dan Polri, diharapkan bisa memberikan rasa aman
dan nyaman kepada masyarakat, aparat keamanan juga harus menjadi pelopor agar
terciptanya kesatuan dan persatuan di Mimika 14.
Selain masalah Obyek Vital Nasional, Indonesia juga menghadapi permasalahan
sengketa perbatasan yang menimbulkan ancaman bagi keamanan dan perdamaian
nasional maupun internasional, sengketa perbatasan juga menimbulkan berbagai
konflik regional. Masalah pendidikan, kesehatan, jalan dan sarana serta prasarana yang
kurang memadai bagi warga negara yang berdiam di daerah perbatasan dapat
melunturkan semangat nasionalisme warga. Sehingga tidak sedikit warga negara
Indonesia yang tinggal di daerah perbatasan lebih memilih menggantungkan
perekonomian, pendidikan dan bahkan menggunakan sarana-prasarana negara
tetangga karena lebih terjamin hingga ke pelosok negeri.
Meskipun saat ini dengan adanya pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah
di wilayah perbatasan akan tetapi masih ada kendala kendala yang terjadi. Ada
beberapa kendala yang menyebabkan lemahnya kondisi perbatasan Indonesia dengan
beberapa negara tetangga, beberapa diantaranya yaitu: 1. Wilayah perbatasan yang
jauh dari pusat pemerintahan, sehingga rentang kendali dari pusat dalam pengawasan
sangat lemah. 2. Masih banyaknya wilayah perbatasan darat yang bermasalah, belum
mendapat kesepakatan antara kedua belah pihak. Sehingga belum ada kesepakatan
mengenai garis batas yang tetap. 3. Keterbatasan kemampuan dan kekuatan aparatur
keamanan perbatasan menyebabkan lemahnya pencegahan, penangkalan dan
pemberantasan aktivitas pelanggaran batas dan kejahatan yang terjadi di daerah
perbatasan 4. Medan yang berat serta letak geografis yang sangat sulit dicapai. 5. Masih
lemahnya peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai wilayah
perbatasan. Beberapa kendala tersebut ditambah lagi dengan upaya diplomasi
14
Haryanto alexander.2017.”Usai Kerusuhan di Freeport, TNI-Polri Tingkatkan Kesiagaan”.diakses dari [Link]
kerusuhan-di-freeport-tni-polri-tingkatkan-kesiagaan-cu1X pada 26 April 2022.
115
perbatasan untuk menentukan batas wilayah dengan negara lain bukanlah sesuatu
yang mudah, karena seringkali harus melalui rangkaian proses negosiasi yang lama.
Ada banyak pekerjaan rumah pemerintah yang harus diprioritaskan dalam menangani
berbagai kasus sengketa perbatasan dan berbagai konflik yang menyertainya. Salah
satunya adalah pemerintah harus segera menyediakan payung hukum yang jelas
mengenai perbatasan yang dapat menjadi rujukan dalam negosiasi dengan negara
tetangga dalam menetapkan batas yang pasti. Selain itu pemerintah juga harus segera
menyelesaikan peta wilayah darat dengan memberdayakan instansi-instansi yang
terkait, permasalahan perbatasan yang terjadi antara RI dan PNG disebabkan jalan
menuju Skouw terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan akibat air sungai Tami meluap.
Kepala Kepolisian Sektor Muara Tami AKP Pieter Kalahutu kepada Antara di Jayapura
Selasa, mengatakan bahwa luapan air sungai Tami hingga naik ke jalan tersebut tidak
bisa dilewati berbagai kendaraan termasuk roda dua. Ia meminta masyarakat untuk
sementara waktu tidak melintasidi ruas jalan tersebut baik ke arah Skouw maupun dari
Skouw ke Koya hingga air dalam keadaan surut. Selain itu air bendungan Tami juga
meluap hingga menggenangi sejumlah kawasan seperti kawasan Koya tengah dan
beberapa jalan di Koya juga tergenang air 15.
Permasalahan menonjol yang terjadi di daerah perbatasan RI-PNG adalah
masalah Pelanggaran Lintas Batas.
a. Maraknya penyelundupan yang dilakukan oleh masyarakat terutama
penyelundupan minuman keras seperti bir, vodka dan juga anggur
b. Maraknya penyelundupan narkoba seperti ganja dan sabu sabu
c. Maraknya penyelundupan BBM dan juga adanya illeggal logging.
Disamping pelanggaran lintas batas masih ditemukan juga patok-patok diwilayah
perbatasan antara RI dan PNG yang mulai rusak.
2. Tujuan Diskusi.
a. Agar Pasis memahami tentang Operasi Pengamanan Obvitnas.
b. Agar Pasis memahami tentang Operasi Pengamanan Wilayah Perbatasan
darat.
3 Rumagit Alfian.2019. ”Sungai Tami Meluap Sebabkan Jalan Ke Perbatasan RI-PNG Terputus”. dikases dari
[Link] pada tanggal 26
April 2022.
116
4. Penugasan Peserta.
a. Para Peserta diskusi diharapkan mempersiapkan diri untuk melaksanakan
diskusi kelompok dengan membaca bahan bacaan yang ada hubungannya
dengan tujuan belajar dan pertanyaan yang harus dijawab.
b. Para Peserta diskusi diharapkan mempelajari keadaan TOR sebagai
bahan acuan dalam menjawab pertanyaan.
c. Para peserta diskusi diharapkan memahami dan mampu menjawab
pertanyaan yang diberikan, sebagai berikut :
d. Pertanyaan.
1) Bagaimana pendapat dan tanggapan Pasis dengan kejadian
kerusuhan di obyek Vital nasional Freeport seperti pada TOR serta
langkah langkah apa yang akan dilakukan apabila Pasis sebagai
Dansatgas Pengamanan di wilayah tersebut?
2) Bagaimana langkah langkah konkret Pasis apabila ditunjuk sebagai
Dansatgas Pamwilstrat di Papua yaitu perbatasan antara RI dan PNG
dihadapkan pada permasalahan menonjol pada TOR dalam rangka
mencapai tugas pokok ?
3) Bagaimana pendapat Pasis terkait bahwa setiap isu dan
permasalahan di wilayah perbatasan darat selalu menjadi topik/berita yang
menarik atau strategis? Pasis agar menjelaskan dari aspek Hankam dan
ekonomi.
4) Bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan Pasis apabila di
wilayah Pasis terdapat Obyek Vital Nasional Strategis tetapi Pasis tidak
dilibatkan dalam pengamanan Obyek Vital Nasional tersebut?
e. Metode, Alokasi Waktu Diskusi dan Evaluasi.
1) Metode :
a) Mendiskusikan jawaban persoalan yang telah dikerjakan oleh
Pasis.
b) Mengevaluasi terhadap pemahaman Pasis.
2) Alokasi Waktu :
117
a) Diskusi. Dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 29 Juni 2022, di
kelas masing-masing, dengan alokasi waktu sebagai berikut :
(1) Waktu : 10.10 WIB s.d 11.00 WIB (1 JP). Pembahasan
persoalan pertama.
(2) Waktu : 11.10 WIB s.d 12.00 WIB (1 JP). Pembahasan
persoalan kedua.
(3) Waktu : 13.00 WIB s.d 13.50 WIB (1 JP). Pembahasan
persoalan ketiga.
(4) Waktu : 13.50 WIB s.d 14.40 WIB (1 JP). Pembahasan
persoalan keempat.
(5) Waktu : 14.40 WIB s.d 15.30 WIB (1 JP). Evaluasi Diskusi.
b) Evaluasi 1 JP terakhir. Dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 29
Juni 2022, di kelas masing-masing (persoalan akan ditayangkan
serentak melalui LMS oleh Anevdik Seskoad).
f. Jawaban Persoalan. Jawaban persoalan dibuat perorangan dengan ketentuan
sebagai berikut :
1) Jawaban tiap persoalan TOR diketik pada kertas A4 kuarto dengan
spasi 1,5 menggunakan huruf Arial ukuran tulisan 12, Jawaban tiap persoalan
sesuai dengan kemampuan masing-masing dan referensi yang diberikan.
2) Jawaban persoalan TOR diupload dengan format pdf dengan nama file
JAWABAN [Link] (Contoh : JAWABAN TOR-MP. OPS PAM OBVITNAS
DAN WILTASRAT) melalui aplikasi LMS pada H-1 sebelum praktek/diskusi (hari
Selasa, tanggal 28 Juni 2022, PKL. 06.00 WIB) sekaligus sebagai bahan paparan
saat diskusi.
5. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Keputusan Presiden RI Nomor 63 tahun 2004 tentang Pengamanan
Obyek Vital Nasional.
2) Lampiran Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/173/XII/2011 tanggal
29 Desember 2011 tentang Buku Petunjuk Pelaksanaan TNI tentang Operasi
118
Pengamanan Wilayah Perbatasan.
3) Peraturan Kasad Nomor Perkasad/94/XI/2009 tanggal 30 November 2009
tentang Buku Petunjuk Pelaksanaan Pedoman Pengamanan Wilayah
Perbatasan Darat.
4). Keputusan Danseskoad Nomor Kep / 105 / III / 2022 tanggal 4 Maret
2022, tentang Nasdep Operasi Pengamanan Obvitnas dan Wilayah Perbatasan.
b. Referensi Tambahan. Pasis diwajibkan membaca referensi lainnya sesuai
pokok bahasan (buku, Jurnal, artikel, youtube, majalah dan internet
Mengetahui Bandung, 26 April 2022
Kepala Departemen Operasi, Dosen Pengampu Materi,
J.O. Sembiring, S.H., S.E., M.M. FX. Sri Wellyanto K
Kolonel Inf NRP11950044430173 Kolonel Inf NRP 11960029740971
a a
r r
u u
d d
d d
i i
n n
, ,
S S
. .
E E
. .
Kolonel Inf NRP 1900009920668 Kolonel Inf NRP 1900009920668
119
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD
DEPARTEMEN OPERASI Dikumpulkan : Kamis, 26 Mei 2022
Didiskusikan : Jumat, 27 Mei 2022
TERMS OF REFERENCE (TOR) DISKUSI
MP. OPERASI PERBANTUAN TNI AD
PASIS DIKREG LXII SESKOAD TA 2022
TEMA :
PERBANTUAN TNI AD DALAM PENANGGULANGAN BENCANA
1. Pengantar.
Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan berada di jalur gempa
teraktif di dunia karena dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik yang terletak pada pertemuan
empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng
Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Kondisi tersebut sangat berpotensi sekaligus
rawan terjadinya bencana alam seperti letusan gunung berapi, gempa bumi dan
tsunami. Iklim tropis yang dimiliki Indonesia dengan dua musim yaitu panas dan hujan
dengan ciri-ciri adanya perubahan cuaca, suhu dan arah angin yang cukup ekstrim
berpotensi terjadinya, bencana alam banjir, tanah longsor, kebakaran hutan/lahan dan
kekeringan serta kecelakaan transportasi. Bencana alam yang baru terjadi yaitu erupsi
Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur pada tanggal 4 Desember 2021 dengan
jumlah korban 48 orang meninggal dunia, 18 orang luka berat dan 12 orang luka
ringan16.
Selain menghadapi bencana alam, Indonesia juga menghadapi bencana Non
alam yaitu pandemi Covid-19 dan variannya yang secara Global terjadi di negara-
negara belahaan dunia. Pemerintah Indonesia menetapkan status pandemi Covid-19
sebagai Bencana Nasional. Beragam upaya telah dilakukan pemerintah untuk
memerangi pandemi Virus Corona yang telah menyebar lebih dari satu setengah tahun
di Indonesia. Penambahan kasus baru itu terjadi di 34 provinsi. berdasarkan data
sampai dengan hari Rabu (23/3/2022) 15.10 WIB total kasus Covid-19 di Tanah Air
berjumlah 5.974.646 terkonfirmasi, 5.639.029 sembuh dan 154.062 meninggal dunia
serta 181.555 dirawat17.
16
Tim Detikcom.2021. “Erupsi Gunung Semeru 4 Desember 2021, Ini Kondisi-Jumlah Korban Terbaru” . Diakses dari [Link]
5857366/erupsi-gunung-semeru-4-desember-2021-ini-kondisi-jumlah-korban-terbaru pada 23 April 2022
17
Antaranews.2022. “Data Perkembangan Covid-19 di Indonesia Per Provinsi”. Diakses dari [Link] pada 26 April 2022
120
TNI dalam pelaksanaan tugas pokoknya menegakkan kedaulatan negara,
mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman
dan gangguan terhadap kutuhan bangsa dan Negara salah satunya dengan
melaksanakan pola OMSP. Dalam pelaksanaan pola OMSP TNI melaksanakan tugas-
tugas perbantuan antara lain adalah membantu tugas pemerintahan di daerah,
membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas Kamtibmas yang
diatur dalam UU, membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan
pemberian bantuan kemanusiaan; membantu pencarian dan pertolongan dalam
kecelakaan (SAR).
Tugas tersebut selama ini dirasakan sangat efektif dan efisien karena TNI dan
khususnya TNI AD memiliki sturktur organisasi satuan komando kewilayahan yang
tersebar di seluruh NKRI, sehingga permasalahan di wilayah tanggung jawabnya dapat
diselesaikan dengan cepat dan berhasil. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari
pembinaan satuan, koordinasi dan kerjasama antar lembaga/ kementerian serta instansi
terkait serta peran pemangku kepentingan/stake holder di daerah.
2. Tujuan Diskusi. Agar Pasis memahami tentang Operasi Perbantuan TNI AD.
3. Penugasan Peserta.
a. Para peserta diskusi mempersiapkan diri untuk melaksanakan diskusi
kelompok dengan membaca referensi dan bahan bacaan yang ada
hubungannya dengan tujuan belajar dan pertanyaan yang harus dijawab.
b. Para peserta diskusi mempelajari TOR sebagai bahan acuan dalam
menjawab pertanyaan.
c. Para peserta diskusi diharapkan memahami dan mampu menjawab
pertanyaan yang diberikan, sebagai berikut :
d. Pertanyaan.
1) Jelaskan bagaimana tindakan dan langkah-langkah Pasis selaku
Dansatkowil/Kepala Kepolisian di wilayah membantu Pemerintah Daerah
dalam penanggulangan bencana alam meletusnya Gunung Semeru di
Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada tanggal 4 Desember 2021.
2) Bagaimana peran TNI dari tahap Pra Bencana, Tanggap Darurat
dan Pasca Bencana dalam penanggulangan bencana alam banjir dan
121
tanah longsor. serta bagaimana mekanisme/prosedur permintaan dan
pemberian bantuan TNI tersebut.
3) Jelaskan bagaimana kebijakan Pemerintah RI dalam
penanggulangan bencana non alam pandemi Covid-19 dari mulai awal
penetapannya sebagai bencana nasional sampai dengan saat ini dan
bagaimana implementasi pelibatan TNI dalam mendukung kebijakan
tersebut ?
4) Bagaimana implementasi fungsi TNI dalam membantu Pemerintah
Daerah di wilayah Provinsi/Kotamadya/Kabupaten Satuan Pasis bertugas
dalam penangulangan pandemi Covid-19 mulai dari penetapan
Pemerintah sebagai Bencana Nasional sampai dengan saat ini dan
bagaimana dampak pelibatan bantuan yang diberikan TNI dalam
penanggulangan pandemi tersebut. jawaban persoalan agar disebutkan
data terakhir (terinfeksi, sembuh dan meninggal dunia) sebelum
pelaksanaan vaksin dan data setelah pelaksanaan vaksin.
5) Bagaimana peran Militer/Angkatan Bersenjata dalam membantu
kebijakan pemerintah melaksanakan penanggulangan bencana alam dan
pandemi Covid-19 di Negara Pasis bertugas.
e. Metode, Alokasi Waktu Diskusi dan Evaluasi.
1) Metode :
a) Mendiskusikan jawaban persoalan yang telah dikerjakan
oleh Pasis.
b) Mengevaluasi pemahaman Pasis.
2) Alokasi Waktu :
a) Diskusi. Dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 27 Mei
2022, di kelas masing-masing, dengan alokasi waktu sebagai
berikut :
(1) Waktu : 07.50 WIB s.d 08.40 WIB (1 JP).
Pembahasan persoalan pertama.
(2) Waktu : 08.50 WIB s.d 09.40 WIB (1 JP).
Pembahasan persoalan kedua.
122
(3) Waktu : 09.50 WIB s.d 10.40 WIB (1 JP).
Pembahasan persoalan ketiga.
(4) Waktu : 10.40 WIB s.d 11.30 WIB (1 JP).
Pembahasan persoalan keempat.
(5) Waktu : 13.00 WIB s.d 13.50 WIB (1 JP). Evaluasi
Diskusi.
b) Evaluasi/kuis 1 JP terakhir. Dilaksanakan pada hari Jumat,
tanggal 27 Mei 2022, di kelas masing-masing (persoalan akan
ditayangkan serentak melalui LMS oleh Anevdik Seskoad).
f. Jawaban Persoalan. Jawaban persoalan dibuat perorangan dengan
ketentuan sebagai berikut :
1) Jawaban tiap persoalan TOR diketik pada kertas A4 kuarto
dengan spasi 1,5 menggunakan huruf Arial ukuran tulisan 12,
Jawaban tiap persoalan sesuai dengan kemampuan masing-masing dan
referensi yang diberikan.
2) Jawaban persoalan TOR diupload dengan format pdf dengan
nama file JAWABAN [Link] (Contoh : JAWABAN TOR MP. OPS
PERBANTUAN TNI) melalui aplikasi LMS pada H-1 sebelum
praktek/diskusi (hari Kamis, tanggal 26 Mei 2022, PKL. 06.00 WIB)
sekaligus sebagai bahan paparan saat diskusi.
3) Khusus kelompok yang terdapat PNS paparan persoalan 1 s.d 4
untuk Pasis TNI-Polri dan persoalan 5 diberikan kepada Pasis Negara
Sahabat yang ada di setiap kelompok.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara
Nasional Indonesia;
2) Penjelasan atas Undang-Undang RI Nomor 24 Tahun 2007 tentang
Penanggulangan Bencana;
3) Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2015 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 2012 tentang
Penanganan Konflik Sosial;
123
4) Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/71/VIII/2011 tanggal 19
Agustus 2011 tentang Buku Petunjuk Pelaksanaan tentang Perbantuan
TNI Kepada Polri Dalam Rangka Kamtibmas;
5) Keputusan Panglima TNI nomor Kep /1068/XII/2020 tanggal 30
Desember 2020 tentang Petunjuk penyelenggaraan Operasi Membantu
Polri dalam rangka Ketertiban Masyarakat; dan
6) Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ 105 / III / 2022 tanggal 4 Maret
2022 tentang Naskah Departemen Operasi Perbantuan TNI AD.
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lainnya sesuai
pokok bahasan (buku, jurnal, artikel, youtube, majalah dan internet).
Mengetahui Bandung, 23 April 2022
Kepala Departemen Operasi, Dosen Pengampu Materi,
J.O Sembiring, S.H.,S.E.,M.M. Ryke Anaxi Mandros
Kolonel Inf NRP 11950044430173 Letnan Kolonel Czi NRP 11950054241272
a
r
u
d
d
i
n
,
S
.
E
.
Kolonel Inf NRP 1900009920668
124
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Senin, 4 Juli 2022
DEPARTEMEN MANAJEMEN
BS. STAF
SBS. BIDANG PERENCANAAN TNI AD
MP. RENSTRA KOTAMA DAN SATKER
1. Pendahuluan.
Penyusunan dokumen Rancangan Renstra dan Renstra TNI AD diarahkan
terhadap terwujudnya Postur TNI AD yang merupakan keterpaduan kekuatan,
kemampuan dan gelar kekuatan ideal dalam rangka memiliki ketahanan yang kokoh
dan tangguh guna menghadapi dan menangkal ancaman. Penyusunan dokumen
Rancangan Renstra dan Renstra di lingkungan TNI AD selama ini berpedoman pada
Peraturan Dirjen Renhan Kemhan Nomor 05 Tahun 2014 tentang Pedoman
Penyusunan Rencana Strategis di lingkungan Kemhan dan TNI. Mengingat pentingnya
dokumen Rancangan Renstra dan Renstra TNI AD dan mewadahi dinamisnya arah
perencanaan pembangunan maka diperlukan penjelasan dan penjabaran secara teknis
yang dapat digunakan dan berlaku di lingkungan TNI AD.18
Rancangan Renstra/Renstra Kotama/Balakpus merupakan dokumen strategis
yang disusun oleh Kotama/ Balakpus dimana dalam proses awal penyusunan
mempertimbangkan potensi sumber daya manusia dan sumber daya lain yang
dihadapkan dengan persepsi ancaman serta tantangan perkembangan lingkungan
strategis global, regional dan nasional. Agar kegiatan penyusunan dokumen Rancangan
Renstra/Renstra dapat dilaksanakan secara optimal, maka perlu memahami tentang
ketentuan umum yang meliputi : Tujuan, sasaran, peranan, pengorganisasian, tugas
dan tanggung jawab, syarat personel, metode, komponen Renstra serta faktor-faktor
yang mempengaruhi.
Penyusunan dokumen perencanaan jangka menengah yang bersifat strategis
mengikuti alur sistem perencanaan pembangungan pertahanan negara dimulai dari
penyusunan dokumen Rancangan Renstra Kotama/Balakpus, Rancangan Renstra TNI
AD, Rancangan Renstra TNI dan Rancangan Renstra Kementrian Pertahanan bersifat
bottom up kemudian penyusunan Renstra Kementrian Pertahanan, Renstra TNI,
Renstra TNI AD dan Renstra Kotama/Balakpus secara Top Down. Penyusunan
dokumen Rancangan Renstra dan Renstra Kotama/Balakpus merupakan rangkaian
kegiatan secara berurutan dan berulang setiap 5 (lima) tahun dan pada tahun ketiga
18
Petunjuk Teknis Nomor Kep / 630 / VII / 2016 tanggal 27 juli 2016 tentang penyusunan dokumen rencana strategis
di lingkungan TNI AD.
125
dapat dilakukan revisi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan situasi.19
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis mengerti tentang Renstra Kotama dan Satker
serta dapat menerapkannya dalam pelaksanaan tugas.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis mengerti tentang Renstra Kotama dan Satker secara
umum dan mengerti maksud dan tujuan diberikannnya materi tersebut.
b. Khusus.
1) Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang ketentuan
umum dalam penyusunan Renstra Kotama dan Satker dengan baik dan
benar.
2) Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang proses
pelaksanaan Rancangan Renstra/Renstra Kotama/Balakpus TNI AD
dengan baik dan benar.
3) Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang Sistematika/
Format Dokumen dengan baik dan benar.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Naskah Departemen Mata Pelajaran Renstra Kotama dan Satker
Nomor : MANAJEMEN – 13, disahkan dengan Keputusan Komandan
Seskoad Nomor Kep/17/II/2022 tanggal 9 Februari 2022;
2) Undang-Undang RI Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional;
3) Peraturan Menhan RI nomor 28 tahun 2016 tentang Sistem
Program dan Anggaran Pertahanan Negara (SPA Hanneg);
4) Permenhan RI Nomor 31 Tahun 2018 tentang tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Pertahanan Negara (SPP Hanneg);
5) Buku Petunjuk Teknik tentang Penyusunan Dokumen Renstra di
lingkungan TNI AD (Tahap Autentivikasi di Ditajenad).
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lainnya sesuai
dengan pokok bahasan (buku, majalah, artikel, jurnal ilmiah dan internet).
19
Naskah Departemen tentang Renstra Kotama dan Satker Nomor : Manajemen-13 disahkan dengan Keputusan
Danseskoad Nomor Kep/17/II/2022 tanggal 9 Februari 2022.
126
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan
pembekalan teori sebagai berikut :
a. Waktu. Tanggal 4 Juli 2022.
b. Jumlah JP. 2 JP @ 50 menit (JP ke 7 – 8).
c. Metode. Ceramah dan tanya jawab.
d. Operasional MP.
1) Pendahuluan;
2) Ketentuan Umum;
3) Pelaksanaan Penyusunan Rancangan Renstra/Renstra Kotama/
Balakpus TNI AD;
4) Sistematika format Rancangan Renstra/Renstra Kotama/ Balakpus
TNI AD;
5) Penutup.
6. Penugasan.
a. Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi lainnya yang
terkait dengan materi pelajaran;
b. Mengikuti proses belajar mengajar di kelas masing-masing dengan baik;
c. Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata pelajaran;
dan
d. Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar sesuai
alokasi waktu.
7. Lain-Lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan proses belajar mengajar
akan disampaikan kemudian.
Mengetahui: Bandung, Juni 2022
Kadepjemen Seskoad, Dosen Pengampu Materi,
Waris Ari Nugroho, S.E., [Link]. Djoko Rudianto
Kolonel Inf NRP 1910035080668 Kolonel Inf NRP 11930081560571
127
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Selasa, 28 Juni 2022
DEPARTEMEN OPERASI
BS. OPERASI
MP. OPERASI DALAM RANGKA TUGAS PENGAMANAN VVIP
1. Pendahuluan.
Presiden, Wakil Presiden dan tamu negara setingkat kepala negara/kepala
pemerintahan beserta keluarganya merupakan simbol negara yang harus mendapat
perlakuan pengamanan secara khusus. Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004
tentang Tentara Nasional Indonesia, mengamanatkan pengamanan Presiden, Wakil
Presiden dan tamu negara setingkat kepala negara/kepala pemerintahan beserta
keluarganya menjadi tugas dan tanggung jawab TNI.
Ancaman terhadap Presiden, Wakil Presiden dan tamu negara setingkat kepala
negara/kepala pemerintahan beserta keluarganya tidak hanya berupa ancaman
terhadap keselamatan dan keamanan saja. Ancaman yang menjatuhkan kehormatan
dan kedaulatan negara, martabat dan kewibawaan pemerintah juga perlu diwaspadai.
Untuk mengatasi berbagai potensi ancaman tersebut, TNI dengan dibantu institusi
terkait perlu menyelenggarakan operasi pengamanan secara terpadu.
Dalam rangka mewujudkan keterpaduan penyelenggaraan operasi pengamanan
VVIP maka perlu disusun Petunjuk Pelaksanaan tentang Operasi Pengamanan
Presiden, Wakil Presiden dan tamu negara setingkat kepala negara/kepala
pemerintahan beserta Keluarganya. Agar dicapai daya guna dan hasil guna yang
optimal dalam proses belajar mengajar selama di Seskoad, maka Pasis memedomani
Naskah Departemen tentang Operasi dalam rangka tugas Pengamanan VVIP.
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis memahami operasi militer selain perang matra
darat dalam penugasan secara mandiri dan bertanggung jawab.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis memahami tentang operasi dalam rangka tugas
pengamanan VVIP serta dapat mengaplikasikannya dalam penugasan secara
mandiri dan bertanggung jawab.
128
b. Khusus.
1) Agar Pasis memahami pentingnya Pedoman Pengamanan
Presiden, Wapres dan tamu beserta keluarganya (VVIP);
2) Agar Pasis memahami Perkiraan ancaman dan permasalahan
yang dihadapi;
3) Agar Pasis memahami Pokok-pokok pengamanan;
4) Agar Pasis memahami Penyelenggaraan pengamanan;
5) Agar Pasis memahami komando dan pengendalian; dan
6) Agar Pasis menguasai uraian dan kesimpulan kuliah yang
disampaikan dosen.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib. Keputusan Danseskoad Nomor Kep / 105 / III / 2022
tanggal 4 Maret 2022 tentang tentang Naskah Departemen Operasi Dalam
rangka Tugas Pengamanan VVIP.
b. Referensi Tambahan.
1) Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara
Nasional Indonesia.
2) PP Nomor 59 Tahun 2013 tentang Pengamanan Presiden dan
Wakil Presiden, Mantan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya
serta Tamu Negara setingkat Kepala Negara/ Kepala Pemerintahan.
3) Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 207 Tahun 2014 tentang
Kebijakan Pengamanan Presiden Dan Wakil Presiden, Mantan Presiden
Dan Mantan Wakil Presiden Beserta Keluarganya Serta Tamu Negara
Setingkat Kepala Negara/Kepala Pemerintahan.
4) KEP Panglima TNI Nomor Kep/1287/XII/2018 Tanggal 5 Desember
2018 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Ops Pam VVIP.
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan
pembekalan teori sebagai berikut :
a. Pembekalan teori.
1) Waktu. Tanggal 28 Juni 2022.
2) Jumlah JP. 2 JP (@ 50 menit).
129
3) Metode. Ceramah dan tanya jawab dilaksanakan secara tatap
muka
4) Operasional teori MP.
a) Pendahuluan.
b) Perkiraan ancaman dan permasalahan yang dihadapi.
c) Pokok-pokok pengamanan.
d) Penyelenggaraan pengamanan.
e) Komando dan pengendalian.
f) Evaluasi Akhir Pelajaran
g) Penutup.
b. Diskusi/Praktik
1) Waktu. Tanggal 30 Juni 2022.
2) Jumlah JP. 4 JP (@ 50 Menit).
3) Metode. Diskusi/Praktik dilaksanakan tatap muka.
4) Operasional Praktik MP.
a) Diskusi.
b) Evaluasi Diskusi
6. Penugasan.
a. Pembekalan teori.
1) Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi
lainnya yang terkait dengan materi pelajaran;
2) Mengikuti proses belajar mengajar di kelas masing masing dengan
baik;
3) Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata
pelajaran; dan
4) Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar di
kelas.
b. Praktik/Diskusi.
1) Mempelajari dan mengerjakan persoalan dalam TOR yang telah
diberikan
130
2) Pasis dalam membuat produk dilarang keras melakukan plagiat,
apabila ditemukan produk plagiat maka akan dilakukan proses sesuai
ketentuan yang berlaku di lembaga Seskoad;
3) Pada saat pelaksanaan diskusi/praktik, Pasis akan dibagi menjadi
20 kelompok diskusi di masing-masing ruangan kelas.
7. Lain-lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan proses belajar
mengajar akan disampaikan kemudian.
Mengetahui Bandung, April 2022
Kepala Departemen Operasi, Dosen Pengampu Materi,
J.O Sembiring, S.H.,S.E.,M.M. Indra Jaya
Kolonel Inf NRP 11950044430173 Kolonel Cpm NRP 11990061131175
131
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD
DEPARTEMEN OPERASI Dikumpulkan : Rabu, 29 Juni 2022
Didiskusikan : Kamis, 30 Juni 2022
TERMS OF REFERENCE (TOR) DISKUSI
MP. OPERASI DALAM RANGKA TUGAS PENGAMANAN VVIP
PASIS DIKREG LXII SESKOAD TA 2022
TEMA:
PERAN TNI DAN POLRI DALAM RANGKA TUGAS
PENGAMANAN VVIP
1. Pengantar.
Di dalam Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional
Indonesia pada pasal 7 ayat 2 huruf (b) OMSP angka 7 dan 11 mengamanatkan bahwa
pengamanan Presiden, Wakil Presiden RI beserta keluarganya, serta tamu negara
setingkat Kepala Negara/Kepala Pemerintahan dan perwakilan pemerintah asing yang
sedang berada di Indonesia menjadi tugas dan tanggungjawab TNI20, termasuk dalam
hal mengamankan mantan Presiden RI dan Wakil Presiden RI beserta isteri/suami 21.
Orang yang sangat penting (VVIP) yang harus mendapat perlakuan pengamanan
secara khusus. Ancaman terhadap Verry-Verry Important Person (VVIP) tidak hanya
berupa ancaman terhadap keselamatan dan keamanan saja, namun juga yang bersifat
akan menjatuhkan kehormatan dan kedaulatan negara, martabat dan kewibawaan
pemerintah. Beberapa kejadian yang dapat dijadikan studi kasus baik di dalam maupun
di luar negeri sehingga pelaksanaan Pam VVIP ke depan bisa dilakukan dengan lebih
baik diantaranya Penembakan Presiden Mesir Anwar Sadat pada saat parade militer 22
dan penembakan Presiden USA J.F. Kennedy saat berada dalam kenderaan
rangkaian23.
Pada saat ini Presiden RI dijabat oleh Bapak Ir. Joko Widodo banyak hal yang
berubah dalam pelaksanaan pengamanan. Hal ini dikarenakan keinginan beliau untuk
20
[Link].”UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2004 TENTANG TENTARA NASIONAL INDONESIA”.
Dikases dari [Link] pada 26 April 2022.
21
[Link].“Pengamanan. Presiden. Wapres. Mantan. Keluarga. Tamu Negara”. Diakses dari [Link]
content/uploads/2015/11/[Link] pada 26 April 2022.
22
Yunita [Link].2014.”6-10-1981: Presiden Mesir Anwar Sadat Diberondong Peluru”. Diakses dari
[Link] pada 26 April 2022.
23
[Link].2018.”Kronologi Pembunuhan Presiden AS John F Kennedy pada 55 Tahun Lalu”
Diakses dari [Link]
lalu?page=all pada 26 April 2022.
132
dekat dengan masyarakat secara langsung. Pengecekan kegiatan-kegiatan juga
dilakukan secara langsung bahkan terkadang mendadak. Kegiatan yang sudah
terjadwal secara protokoler sering berubah apabila beliau menginginkan untuk
mendapatkan sesuatu hal yang mungkin dianggap perlu, tentu hal ini perlu persiapan
dan pelaksanaan pengamanan yang lebih baik dan teliti. 24
Pemerintahan Presiden RI Joko Widodo saat ini terus mendorong pemerataan
pembangunan ke Kawasan Timur Indonesia, tidak terkecuali di wilayah Papua dan
Papua Barat. Komitmen tersebut dapat dilihat dari upaya pemerintah yang sangat serius
untuk terus melanjutkan pembangunan semua sektor termasuk di wilayah Papua
dengan lima agenda khusus yang menitikberatkan pembangunan sumber daya
manusia, percepatan pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi,
penyederhanaan birokrasi, serta transformasi ekonomi. Kondisi ini menyebabkan
seringnya kunjungan kerja Presiden RI dan keluarga ke wilayah tersebut, khususnya
Provinsi Papua. Dihadapkan pada dinamika kondusifitas wilayah yang kurang optimal
karena masih adanya upaya unjuk rasa, demonstrasi dan aksi separatisme oleh KKSB
Papua yang dapat mengancam keselamatan, keamanan dan kenyamanan Presiden RI
beserta keluarganya.
2. Tujuan Diskusi. Agar Pasis memahami tentang Operasi Pengamanan VVIP.
3. Penugasan Peserta.
a. Para peserta diskusi diharapkan mempersiapkan diri untuk melaksanakan
diskusi kelompok dengan membaca bahan bacaan yang ada hubungannya
dengan tujuan belajar dan pertanyaan yang harus dijawab serta di dikirimkan
melalui email Patun masing-masing.
b. Para peserta diskusi diharapkan mempelajari keadaan TOR sebagai
bahan acuan dalam menjawab pertanyaan.
c. Para peserta diskusi diharapkan memahami dan mampu menjawab
pertanyaan yang diberikan, sebagai berikut :
d. Pertanyaan.
1) Ada rencana kedatangan keluarga Presiden (anak) ke suatu
wilayah, sedangkan yang bersangkutan tidak menghendaki dilaksanakan
24
TribunnewsWiki.2019.”Presiden Tinjau Lokasi Ibu Kota Baru, Mobil Rombongan Pemerintah Hampir Terperosok ke Jurang”. Diakses dari
[Link]
pada 26 April 2022.
133
pengawalan ataupun kegiatan secara protokoler, Apa langkah-langkah
yang akan Pasis lakukan sebagai Dansatgas Pamwil menghadapi situasi
ini?
2) Apabila Pasis saat ini menjabat sebagai Dansatgas Pamwil dan di
wilayah Pasis terdapat rencana penyampaian pendapat dengan cara
berdemonstrasi saat kunjungan Presiden RI, maka langkah-langkah apa
yang akan Pasis kerjakan sebagai seorang Dansatgas?
3) Dalam kunjungan kerja Presiden ke suatu wilayah, ada rencana
Presiden membagikan sertifikat tanah kepada masyarakat yang selama
ini sudah mengurus ke BPN dalam waktu yang cukup lama. Sebagai
Dansatgas apa yang akan Pasis lakukan dalam pengamanan kegiatan
ini dimana saat tersebut secara umum wilayah Indonesia masih dilanda
Pandemi Virus Covid-19 !
e. Metode, Alokasi Waktu Diskusi dan Evaluasi.
1) Metode :
a) Mendiskusikan terhadap jawaban persoalan yang telah
disampaikan/dipaparkan Pasis.
b) Mengevaluasi terhadap pemahaman Pasis.
2) Alokasi Waktu :
a) Diskusi. Dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 30 Juni
2022, di kelas masing masing dengan alokasi waktu sebagai
berikut:
(1) Waktu : 07.30 s.d 08.20 WIB (1 JP). Pembahasan
persoalan pertama.
(2) Waktu : 08.20 s.d 09.10 WIB (1 JP). Pembahasan
persoalan kedua.
(3) Waktu : 09.20 s.d 10.10 WIB (1 JP). Pembahasan
persoalan ketiga.
(4) Waktu :10.10 s.d 11.10 WIB (1 JP). Evaluasi Diskusi.
b) Evaluasi 1 JP terakhir. Dilaksanakan pada hari Kamis,
134
tanggal 30 Juni 2022, di kelas masing-masing (persoalan akan
ditayangkan serentak melalui LMS oleh Anevdik Seskoad).
f. Jawaban Persoalan. Jawaban persoalan dibuat perorangan dengan
ketentuan sebagai berikut :
1) Jawaban tiap persoalan TOR diketik pada kertas A4 kuarto
dengan spasi 1,5 menggunakan huruf Arial ukuran tulisan 12,
Jawaban tiap persoalan sesuai dengan kemampuan masing-
masing dan referensi yang diberikan.
2) Jawaban persoalan TOR diupload dengan format pdf
dengan nama file JAWABAN [Link] (Contoh : JAWABAN
TOR-MP. OPS PAM VVIP) melalui aplikasi LMS pada H-1
sebelum praktek/diskusi (hari Rabu, tanggal 29 Juni 2022, PKL.
06.00 WIB) sekaligus sebagai bahan paparan saat diskusi.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara
Nasional Indonesia;
2) PP Nomor 59 Tahun 2013 tentang Pengamanan Presiden dan
Wakil Presiden, Mantan Presiden dan Wakil Presiden beserta
keluarganya serta Tamu Negara setingkat Kepala Negara/ Kepala
Pemerintahan;
3) Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 207 Tahun 2014 tentang
Kebijakan Pengamanan Presiden Dan Wakil Presiden, Mantan Presiden
Dan Mantan Wakil Presiden Beserta Keluarganya Serta Tamu Negara
Setingkat Kepala Negara/Kepala Pemerintahan;
4) KEP Panglima TNI Nomor Kep/1287/XII/2018 Tanggal 5
Desember 2018 tentang Petunjuk Penyelenggaraan ops pam VVIP; dan
5) Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ 105 / III / 2022 Tanggal 4
Maret 2022 tentang Naskah Departemen Operasi Dalam rangka Tugas
Pengamanan VVIP.
135
b. Referensi Tambahan. Pasis diwajibkan membaca referensi lainnya
sesuai pokok bahasan (buku, jurnal, artikel, youtube, majalah dan internet).
Mengetahui Bandung, 25 April 2022
Kepala Departemen Operasi, Dosen Pengampu Materi,
J.O. Sembiring, S.H., S.E., M.M. Indra Jaya
Kolonel Inf NRP11950044430173 Kolonel Cpm NRP 11990061131175
a
r
u
d
d
i
n
,
S
.
E
.
Kolonel Inf NRP 1900009920668
Kolonel Inf NRP 1900009920668
136
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Selasa, 28 Juni 2022
DEPARTEMEN OPERASI
BS. OPERASI
MP. OPERASI PEMELIHARAAN PERDAMAIAN DUNIA
1. Pendahuluan.
Perkembangan lingkungan strategis yang selalu berubah mempunyai dampak
terhadap situasi maupun kondisi suatu negara atau kawasan. Hal tersebut dapat
berkembang menjadi peluang, kendala atau ancaman tergantung kepentingan nasional
masing-masing negara. Benturan kepentingan kelompok ataupun antar bangsa yang
tidak dapat diatasi berakibat terjadinya konflik dalam satu negara maupun antar negara
dimana hal ini dapat melibatkan negara lain atau organisasi internasional turun tangan
untuk membantu penyelesaian konflik melalui operasi pemeliharaan perdamaian dunia
yang penyelenggaraannya oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
Bangsa Indonesia sesuai dengan yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD
1945 ikut berpartisipasi aktif dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan dan perdamaian abadi. TNI sebagai bagian dari komponen bangsa dan
berdasarkan Doktrin TNI serta petunjuk dasar tentang fungsi utama operasi secara
sistematis dilibatkan dengan efektif, realistis untuk menanggulangi ancaman secara
tuntas melalui penggelaran yang tepat sesuai dengan pola operasi TNI. Operasi
pemeliharaan perdamaian dunia merupakan salah satu tugas bantuan TNI dalam
penyelenggaraan “Civic Mission” secara aktif dalam rangka tugas pemeliharaan
perdamaian dunia. Dimensi pelibatan strategis TNI mencakup pelibatan dalam
rangka upaya pemeliharaan perdamaian dunia sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dari Piagam PBB Chapter VI dan VII serta keputusan politik pemerintah.
Dalam rangka pelibatan unsur-unsur TNI pada operasi perdamaian dunia,
diperlukan pedoman tentang penyelenggaran operasi pemeliharaan perdamaian dunia
yang memuat tata cara pelaksanaan operasi. Pelaksanaan operasi yang ditata,
dimulai dari proses perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan pengakhiran yang tertib
akan menjamin keberhasilan TNI dalam operasi pemeliharaan perdamaian dunia sesuai
dengan kebijakan politik luar negeri.
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis memahami dan mampu mengaplikasikan
137
operasi militer selain perang matra darat dalam penugasan secara mandiri dan
bertanggung jawab.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis memahami tentang operasi pemeliharaan
perdamaian dunia serta mampu mengaplikasikannya dalam penugasan secara
mandiri dan bertanggung jawab.
b. Khusus.
1) Agar pasis memahami pentingnya pengetahuan tentang Operasi
Pemeliharaan Perdamaian Dunia.
2) Agar pasis memahami tentang pembentukan dan Kerangka
Hukum Misi Perdamaian Dunia.
. 3) Agar pasis memahami tentang jenis, macam dan pola Operasi
Perdamaian Dunia.
4) Agar pasis memahami tentang pokok-pokok Pelaksanaan Operasi
Pemeliharaan Perdamaian Dunia.
5) Agar Pasis memahami tentang komando, kendali dan komunikasi
dalam Operasi Pemeliharaan Perdamaian Dunia.
6) Agar Pasis menguasai uraian dan kesimpulan kuliah yang
disampaikan dosen.
.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib. Keputusan Danseskoad Nomor Kep / 105 / III / 2022
tanggal 4 Maret 2022.
b. Referensi Tambahan.
1) Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara
Nasional Indonesia;
2) Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/31/V/2008 tanggal 22 Mei
2008 tentang Buku Petunjuk Induk tentang Operasi TNI;
3) Kep Panglima TNI Nomor : 906/X/2015 tanggal 27 Oktober 2015
tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelibatan TNI dalam Pemeliharaan
Perdamaian Dunia;
138
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan
pembekalan Teori sebagai berikut :
a Waktu. Tanggal 28 Juni 2022.
b Jumlah JP 2 JP (@ 50 menit).
c Metode. Ceramah dan tanya jawab dilaksanakan secara tatap muka
d Operasional teori MP.
1) Pendahuluan.
2) Pengamanan Objek Vital Nasional.
3) Pengamanan Wilayah Perbatasan Darat.
4) Administrasi , Logistik dan Latihan
5) Komando, Pengendalian dan Komunikasi.
6) Kuis.
7) Penutup.
e. Diskusi/Praktik
1) Waktu. Tanggal 1 Juli 2022.
2) Jumlah JP. 4 JP (@ 50 Menit).
3) Metode. Diskusi/Praktik dilaksanakan tatap muka.
4) Operasional Praktik MP.
a) Diskusi.
b) Evaluasi Diskusi
6. Penugasan.
a. Pembekalan teori.
1) Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi
lainnya yang terkait dengan materi pelajaran;
2) Mengikuti proses belajar mengajar di kelas masing masing dengan
baik;
3) Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata
pelajaran; dan
4) Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar di
kelas.
b. Praktik/Diskusi.
139
1) Mempelajari dan mengerjakan persoalan dalam TOR yang telah
diberikan
2) Pasis dalam membuat produk dilarang keras melakukan plagiat,
apabila ditemukan produk plagiat maka akan dilakukan proses sesuai
ketentuan yang berlaku di lembaga Seskoad;
3) Pada saat pelaksanaan diskusi/praktik, Pasis akan dibagi menjadi
20 kelompok diskusi di masing-masing ruangan kelas.
7. Lain-lain Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan Proses Belajar
Mengajar akan disampaikan kemudian.
Mengetahui Bandung, April 2022
Kepala Departemen Operasi, Kepala Departemen Operasi
J.O Sembiring, S.H.,S.E.,M.M Indra Jaya.
.Kolonel Inf NRP 11950044430173 Kolonel Cpm NRP 11990061131175
140
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD
DEPARTEMEN OPERASI Dikumpulkan : Kamis, 30 Juni 2022
Didiskusikan : Jumat, 01 Juli 2022
TERMS OF REFERENCE (TOR) DISKUSI
MP. OPERASI PEMELIHARAAN PERDAMAIAN DUNIA
PASIS DIKREG LXII SESKOAD TA 2022
TEMA:
PERAN TNI DAN POLRI DALAM RANGKA SATGAS
PERDAMAIAN DUNIA DI CONGO
1. Pengantar.
Dengan berakhirnya Perang Dingin, konteks penggelaran Misi PBB berubah dari
misi "tradisional" yang mengedepankan tugas-tugas militer menjadi misi yang lebih
"multidimensional". Perubahan ini terjadi baik dari segi mandat maupun komposisi
personel (semakin banyak melibatkan komponen polisi dan sipil), dalam rangka
mengimplementasikan perjanjian damai secara komprehensif dan membantu
meletakkan dasar-dasar bagi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan. Sifat dari
konflik yang harus dihadapi oleh Misi PBB juga mengalami perubahan. Sebelumnya,
mayoritas Misi Pemeliharaan Perdamaian dihadapkan pada konflik antar negara,
namun saat ini Misi PBB dituntut untuk dapat diterjunkan pada berbagai konflik internal
dan perang saudara. Misi PBB juga dihadapkan pada realita semakin meningkatnya
konflik yang bersifat asimetris, ancaman kelompok bersenjata, terorisme dan
radikalisme, serta penyakit menular 25.
Indonesia kata Jokowi, memiliki sejarah panjang dalam upaya menjaga
perdamaian dunia, Kontingen Perdamaian Garuda, dibawah bendera perdamaian PBB,
telah mengambil peran ketika terjadi pergolakan di gurun Sinai Mesir pada tahun 1957 26.
Kontribusi Indonesia pada MPP PBB dimulai pada tahun 1957, saat Indonesia
mengirimkan 559 personel infantri sebagai bagian dari United Nations Emergency Force
(UNEF) di Sinai. Pengiriman tersebut diikuti dengan kontribusi 1.074 personel infantri
(1960) dan 3.457 personel infantri (1962), sebagai bagian dari United Nations Operation
25
Nada Nailufar Nibras.2020. “Kontingen Garuda dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB”. Diakses dari
[Link] pada 23 April 2022
26
[Link].2018.” Presiden Jokowi Berangkatkan Pasukan Perdamaian Indonesia ke Kongo dan Lebanon”. Diakses dari
[Link] pada 23 April 2022
141
in the Congo (ONUC) di Republik Kongo. Saat ini, jumlah personel Indonesia yang
tengah bertugas dalam berbagai MPP PBB (sesuai data gabungan per 1 Oktober 2020)
adalah sejumlah 2.517 personel (termasuk 116 personel perempuan), dan
menempatkan Indonesia di urutan ke-8 dari 124 Troops/Police Contributing Countries
(T/PCC). Personel dan Pasukan Kontingen Garuda tersebut bertugas di 9 (sembilan)
Misi PBB, yaitu UNIFIL (Lebanon), UNAMID (Darfur,Sudan), MINUSCA (Repubik Afrika
Tengah), MONUSCO (Republik Demokratik Kongo), MINUSMA (Mali), MINURSO
(Sahara Barat), UNMISS (Sudan Selatan) dan UNISFA (Abyei, Sudan). Salah satu Misi
disebut MONUSCO (Mission de l’Organistion des Nations Unies pour la Stabilisation en
Republique du Congo) yang berpusat di Goma. Sesuai dengan mandate PBB misi ini
berpedoman pada Bab VII Piagam PBB yaitu dapat menggunakan kekuatan senjata
untuk menyelesaikan konflik.
2. Tujuan Diskusi.
a. Memahami Operasi Pemeliharaan Perdamaian Dunia.
b. Memahami aplikasi dinamika pelaksanaan Misi Pemeliharaan
Perdamaian Dunia.
3. Penugasan Peserta.
a. Para peserta diskusi diharapkan mempersiapkan diri untuk melaksanakan
diskusi kelompok dengan membaca referensi dan bahan bacaan yang ada
hubungannya dengan tujuan belajar dan pertanyaan yang harus dijawab.
b. Pasis mempelajari TOR, referensi bacaan wajib dan pelengkap serta
semua referensi yang terkait materi yang didiskusikan.
c. Para peserta diskusi diharapkan memahami dan mampu menjawab
pertanyaan yang diberikan, sebagai berikut :
d. Pertanyaan.
1) Negara Republik Demokratik Kongo adalah sebuah negara besar
di pusat benua Afrika, dari segi stabilitas keamanan, Republik Demokratik
Kongo menjadi salah satu negara yang memiliki banyak gerakan
separatis kelompok bersenjata. Pasis sebagai Dansatgas MONUSCO
(Mission de l’Organistion des Nations Unies pour la Stabilisation en
Republique du Congo) yang telah dibekali pengetahuan Pokok-pokok
pelaksanaan Ops Perdamaian Dunia dii dalamnya ada Prinsip Merebut
142
dan Memenangkan Hati dan Pikiran Masyarakat (To win the heart
and mind of the people). Serta Mengedepankan Keterlibatan Warga
Setempat (Promotion of National dan Local Ownership). Hal ini
sangat terkait dengan Metode Binter yang sering kita terapkan dalam
pelaksanaan tugas di dalam negeri. Jelaskan menurut pendapat Pasis
yang berperan sebagai Danastgas MONUSCO !
2) TNI masuk dalam urutan ke-8 negara terbesar yang terlibat pada
Misi Operasi Pemeliharaan Perdamain Dunia. Bagaimana pendapat
Pasis tentang pengiriman Pasukan Misi Pemeliharaan Perdamaian
Dunia dari Indonesia dihadapkan kepada Operasi dalam Negeri yang
membutuhkan pasukan pengamanan di daerah Operasi !
3) Sejak tahun 1957 TNI dalam sejarahnya selalu hadir pada Misi
Pemeliharan Perdamaian Dunia. Bagaimana pendapat Pasis dalam
persiapan pengiriman operasi Misi Pemeliharan Perdamaian Dunia
dihadapkan dengan Alutsista, SDM personel dan system perekrutan dari
satuan-satuan baik dari personel TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Polri !
e. Metode, Alokasi Waktu Diskusi dan Evaluasi.
1) Metode :
a) Mendiskusikan terhadap jawaban persoalan yang telah
disampaikan/dipaparkan Pasis.
b) Mengevaluasi terhadap pemahaman Pasis.
2) Alokasi Waktu :
a) Diskusi. Dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 1 Juli
2022, di kelas masing-masing dengan alokasi waktu sebagai
berikut :
(1) Waktu : 07.30 s.d 08.20 WIB (1 JP). Pembahasan
persoalan pertama.
(2) Waktu : 08.20 s.d 09.10 WIB (1 JP). Pembahasan
persoalan kedua.
(3) Waktu : 09.20 s.d 10.10 WIB (1 JP). Pembahasan
persoalan ketiga.
(4) Waktu :10.10 s.d 11.00 WIB (1 JP). Evaluasi Diskusi.
b) Evaluasi 1 JP terakhir. Dilaksanakan pada hari Jumat,
143
tanggal 1 Juli 2022, di kelas masing-masing (persoalan akan
ditayangkan serentak melalui program LMS).
f. Jawaban Persoalan. Jawaban persoalan dibuat perorangan dengan
ketentuan sebagai berikut :
1) Jawaban tiap persoalan TOR diketik pada kertas A4 kuarto
dengan spasi 1,5 menggunakan huruf Arial ukuran tulisan 12,
Jawaban tiap persoalan sesuai dengan kemampuan masing-masing dan
referensi yang diberikan.
2) Jawaban persoalan TOR diupload dengan format pdf dengan
nama file JAWABAN [Link] (Contoh : JAWABAN TOR-MP. OPS
PERDAMAIN DUNIA) melalui aplikasi LMS pada H-1 sebelum
praktek/diskusi (hari Kamis, tanggal 30 Juni 2022, PKL. 06.00 WIB)
sekaligus sebagai bahan paparan saat diskusi.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara
Nasional Indonesia;
2) Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/31/V/2008 tanggal 22 Mei
2008 tentang Buku Petunjuk Induk tentang Operasi TNI;
3) Kep Panglima TNI Nomor 906/X/2015 tanggal 27 Oktober 2015
tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelibatan TNI dalam Pemeliharaan
Perdamaian; dan
4) Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ 105 / III / 2022 Tanggal 4
Maret 2022 tentang Naskah Departemen Operasi Pemeliharaan
Perdamaian Dunia.
b. Referensi Tambahan. Pasis diwajibkan membaca referensi lainnya
sesuai pokok bahasan (buku, jurnal, artikel, youtube, majalah dan internet).
Mengetahui Bandung, 23 April 2022
Kepala Departemen Operasi, Dosen Pengampu Materi,
J.O. Sembiring, S.H., S.E., M.M. Indra Jaya
Kolonel Inf NRP11950044430173 Kolonel Cpm NRP 11990061131175
a
r
u a
d r
144
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD
DEPARTEMEN MANAJEMEN Kamis, 23 Juni 2022
BS. STAF
SBS. BIDANG PERENCANAAN TNI AD
MP. DOKTRIN PERENCANAAN TNI AD
1. Pendahuluan.
Sebagai organisasi militer dalam sebuah negara, TNI AD dituntut untuk mampu
mengatasi segala macam ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan dalam
melaksanakan tugas sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 34 Tahun 2004
tentang TNI. Dalam melaksanakan tugasnya, TNI AD menyelenggarakan proses
manajemen untuk dapat mencapai tujuan yang ditetapkan. Menurut Fayol (General and
Industrial Management, 1949), perencanaan (planning) merupakan salah satu dari
fungsi-fungsi manajemen yang dikenal dalam teori organisasi klasik dengan singkatan
POAC (Planning, Organizing, Actuating and Controlling). Dalam konteks manajemen,
perencanaan merupakan fungsi yang bersifat fundamental bagi TNI AD untuk dapat
melaksanakan tugasnya dalam rangka menjamin tegaknya kedaulatan negara,
keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.
TNI AD sebagai bagian komponen pertahanan negara dalam melaksanakan
tugas pokok dijabarkan melalui tugas-tugas Operasi Militer Untuk Perang (OMP) dan
Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Di samping itu juga, TNI AD bertugas
melaksanakan tugas TNI dalam menyelenggarakan pembangunan dan pengembangan
kekuatan matra darat melalui pembinaan yang bertujuan untuk penyiapan kekuatan
dalam wujud kesiapan operasional. Disamping sebagai kekuatan pertahanan matra
darat, TNI AD juga melaksanakan pembinaan kekuatan melalui fungsi organik, fungsi
teknis umum, fungsi teknis militer khusus dan fungsi teknis khusus dalam rangka
penyiapan kekuatan.27
Perencanaan TNI AD sebagai fungsi organik militer dilaksanakan dalam rangka
menyusun rencana pembangunan kekuatan, kemampuan dan gelar kekuatan TNI AD
yang ideal sesuai dengan kebutuhan pertahanan negara dihadapkan kepada
perkembangan lingkungan strategis dan hakekat ancaman yang akan dihadapi baik
27
Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor : Kep/495-5/XII/2013 tentang Naskah Sementara Doktrin Perencanaan
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat
145
jangka panjang, jangka menengah maupun tahunan. Penyelenggaraan fungsi
Perencanaan harus dapat membuat kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dan
tindakan-tindakan yang harus diambil dalam rangka merealisasikan pembangunan TNI
AD. Agar tercapai keseragaman dalam sikap dan pola tindak dalam penyelenggaraan
kegiatan-kegiatan di bidang perencanaan fungsi dari seluruh jajaran TNI AD, maka
diperlukan doktrin yang dapat dijadikan pedoman operasional dalam mewadahi
Kebijakan Strategis Pertahanan Negara dan Kebijakan Umum Pimpinan Angkatan
Darat yang ditujukan dalam rangka pembangunan TNI AD yang ideal.
Fungsi perencanaan TNI AD sebagai fungsi organik militer dapat dijadikan
pedoman operasional dalam mewadahi kebijakan strategis pertahanan negara dan
kebijakan umum pimpinan Angkatan Darat yang ditujukan dalam rangka pembangunan
TNI AD yang ideal. Dengan disusunnya Doktrin Perencanaan TNI AD diharapkan fungsi
perencanaan dari seluruh jajaran TNI AD memiliki keseragaman dalam sikap dan pola
tindak dalam penyelenggaraan kegiatan-kegiatan di bidang perencanaan28.
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis memahami tentang keilmuan dan keterampilan
Doktrin Perencanaan TNI AD sebagai suatu sintesa keilmuan dan mampu
mengaplikasikan dalam penugasan untuk melakukan analisa terhadap perkembangan
Doktrin Perencanaan TNI Angkatan Darat.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis memahami maksud dan tujuan diberikan pelajaran
Doktrin Perencanaan TNI AD.
b. Khusus.
1) Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang Pokok-Pokok
Perencanaan TNI AD.
2) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang
Perencanaan dan Penganggaran.
3) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang
Pembinaan Manajemen Organisasi.
4) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang
Pengendalian.
28
Naskah Departemen tentang Doktrin Induk Perencanaan TNI AD Nomor : Manajemen – 11 disahkan dengan
Keputusan Danseskoad Nomor Kep/17/II/2022 tanggal 9 Februari 2022.
146
5) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang Penelitian
dan Pengembangan, Analisa Sistem dan Riset Operasi serta Pembinaan
Sistem dan Teknologi Informasi.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Naskah Departemen Mata Pelajaran Doktrin Induk Perencanaan
TNI AD Nomor : MANAJEMEN – 11, disahkan dengan Keputusan
Komandan Seskoad Nomor Kep/17/II/2022 tanggal 9 Februari 2022;
2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002 tentang
Pertahanan Negara;
3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004
tentang Tentara Nasional Indonesia;
4) Keputusan Kasad Nomor Kep/495-5/XII/2013 tanggal 18
Desember 2013 tentang Naskah Sementara Doktrin Perencanaan
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat; dan
5) Keputusan Kasad Nomor Kep/177/V/2014 tanggal 5 Mei 2014
tentang Buku tentang Doktrin TNI AD “Kartika Eka Paksi”.
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lainnya sesuai
dengan pokok bahasan (buku, majalah, artikel, jurnal ilmiah dan internet).
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan
pembekalan teori sebagai berikut :
e. Waktu. Tanggal 23 Juni 2022.
f. Jumlah JP. 2 JP @ 50 menit (JP ke 8 – 9).
g. Metode. Ceramah dan tanya jawab.
h. Operasional MP.
1) Pendahuluan;
2) Pokok-Pokok Perencanaan TNI AD;
3) Perencanaan dan Penganggaran;
4) Pembinaan Manajemen Organisasi;
5) Pengendalian;
6) Penelitian dan Pengembangan, Analisa Sistem dan Riset
147
Operasi serta Pembinaan Sistem dan Teknologi Informasi;
7) Penutup
6. Penugasan.
a. Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi lainnya yang
terkait dengan materi pelajaran;
b. Mengikuti proses belajar mengajar di kelas masing-masing dengan baik;
c. Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata pelajaran;
dan
d. Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar sesuai
alokasi waktu.
7. Lain-Lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan proses belajar mengajar
akan disampaikan kemudian.
Mengetahui: Bandung, Juni 2022
Kadepjemen Seskoad, Dosen Pengampu Materi,
Waris Ari Nugroho, S.E., [Link]. Dodi Kuswandi, [Link], [Link]
Kolonel Inf NRP 1910035080668 Kolonel Czi NRP 32789
148
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Rabu, 13 Juli 2022
DEPARTEMEN MANAJEMEN
BS. STAF
SBS. BIDANG PERENCANAAAN TNI AD
MP. REFORMASI BIROKRASI TNI AD
1. Pendahuluan.
Reformasi Birokrasi (RB) merupakan sebuah kebutuhan yang perlu dipenuhi
dalam rangka memastikan terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik sebagai
prasyarat utama pembangunan nasional. Program-program pembangunan nasional
dipengaruhi oleh kualitas tata kelola pemerintahan, semakin baik tata kelola
pemerintahan suatu negara maka semakin cepat pula perputaran roda pembangunan
nasional. RB mendorong setiap Kementerian Lembaga dan Pemerintah Daerah
termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada umumnya dan TNI Angkatan Darat
(AD) pada khususnya agar manfaat keberadaannya dapat dirasakan langsung oleh
publik.29
Penyelenggaraan RB di lingkungan TNI AD merupakan sebuah tuntutan yang
harus dilaksanakan seluruh satuan jajaran TNI AD guna terciptanya organisasi TNI AD
yang bersih, akuntabel, kapabel, dan dapat memberikan pelayanan publik yang prima.
Program RB Nasional yang telah dicanangkan dan dilaksanakan sejak tahun 2010 dan
di implementasikan penyelenggaraannya di lingkungan TNI dan TNI AD masih belum
terlaksana secara optimal dikarenakan belum adanya kesamaan pemahaman, pola
pikir, pola sikap, pola tindak, dan bagaimana mewujudkan implementasi
penyelenggaraan pelaksanaan agenda RB yang lebih konkret sesuai dengan
karakteristik dan ciri organisasi TNI AD. Guna mewujudkan tujuan tersebut diperlukan
suatu pedoman untuk memberikan kesamaan pemahaman, pola pikir, pola sikap, pola
tindak, dan bagaimana implementasi penyelenggaraan RB di lingkungan TNI AD dalam
Petunjuk Penyelenggaraan (Jukgar). Jukgar ini adalah penjabaran dari Doktrin Fungsi
Perencanaan TNI AD yang berisikan tentang penyelenggaraan kegiatan RB di
lingkungan TNI AD meliputi pendahuluan, ketentuan umum, penyelenggaraan,
ketentuan lainnya, dan penutup.
29
Naskah Departemen tentang Reformasi Birokrasi TNI AD Nomor : Manajemen – 09 disahkan dengan Keputusan
Danseskoad Nomor Kep/17/II/2022 tanggal 9 Februari 2022.
149
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis memahami tentang Reformasi Birokrasi TNI AD serta
mampu menganalisis dan mengaplikasikan dalam penugasan.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis memahami maksud dan tujuan diberikan pelajaran
Reformasi Birokrasi.
b. Khusus.
1) Agar Pasis dapat menjelaskan ketentuan umum.
2) Agar Pasis dapat menjelaskan penyelenggaraan.
3) Agar Pasis dapat menjelaskan ketentuan lain.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Peraturan Menteri PANRB Nomor 53 Tahun 2011 tentang
Pedoman Penjaminan Kualitas dan Pedoman Monitoring dan Evaluasi RB;
2) Peraturan Menteri PANRB Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pedoman
Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik;
3) Peraturan Menteri PANRB Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pedoman
Evaluasi Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE);
4) Peraturan Menteri PANRB Nomor 19 Tahun 2018 tentang
Penyusunan Peta Proses Bisnis Instansi Pemerintah;
5) Peraturan Kasad Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pedoman
pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan
Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Lingkungan TNI AD;
6) Keputusan Kasad Nomor Kep 96/III/2021 tanggal 1 Maret 2021
tentang Road Map Reformasi Birokrasi TNI AD TA 2020-2024 (Revisi);
dan
7) Keputusan Kasad Nomor Kep/831/XII/2021 tanggal 1 Desember
2021 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Reformasi Birokrasi di
lingkungan TNI AD; dan
8) Peraturan Presiden RI Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand
Design RB 2010-2025.
150
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lainnya sesuai
dengan pokok bahasan (buku, majalah, artikel, jurnal ilmiah dan internet).
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar .
a. Pertemuan ke-1 (teori).
1) Waktu. Tanggal 13 Juli 2022.
2) Jumlah JP. 2 JP @ 50 menit (JP ke 6 - 7)
3) Metode. Ceramah dan Tanya jawab.
4) Operasional teori MP.
a) Pendahuluan;
b) Ketentuan Umum;
c) Penyelenggaraan;
d) Ketentuan lain; dan
e) Penutup.
b. Pertemuan ke-2 (Diskusi/Praktek).
1) Waktu. Tanggal 10 Agustus 2022.
2) Jumlah JP. 3 JP @ 50 menit (JP ke 6 - 9).
3) Metode. Diskusi/Praktek dilaksanakan di kelas masing-
masing kelompok.
4) Operasional Praktik MP.
a) Diskusi;dan
b) Evaluasi diskusi.
6. Penugasan.
a. Proses Belajar Mengajar Teori.
1) Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi
lainnya yang terkait dengan materi pelajaran;
2) Melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik;
3) Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata
pelajaran; dan
4) Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar
sesuai alokasi waktu.
b. Diskusi/Praktik.
1) Mempelajari dan mengerjakan TOR/KAK sesuai persoalan yang
151
telah diberikan;
2) Pasis dalam pembuatan produk dilarang keras melakukan plagiat,
apabila ditemukan produk plagiat maka akan diproses sesuai dengan
ketentuan yang berlaku di lembaga Seskoad;
3) Jawaban persoalan berupa soft copy diketik dengan
komputer/Laptop diupload dengan format pdf dikirim melalui aplikasi LMS;
4) Jawaban persoalan akan dipresentasikan dan didiskusikan
dikelas/sindikat masing-masing.
7. Lain-Lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan proses belajar
mengajar akan disampaikan kemudian.
Mengetahui Bandung, Juni 2022
Kadepjemen Seskoad, Dosen Pengampu Materi,
Waris Ari Nugroho, S.E., [Link]. Dodi Kuswandi
Kolonel Inf NRP 1910035080668 Kolonel Czi NRP 32789
152
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD
DEPARTEMEN MANAJEMEN Dikumpulkan : Selasa, 9 Agustus 2022
Didiskusikan : Rabu, 10 Agustus 2022
TERM OF REFERENCE (TOR) DISKUSI
MP. REFORMASI BIROKRASI TNI AD
PASIS DIKREG LXII SESKOAD TA 2022
TEMA:
REFORMASI BIROKRASI TNI AD MENUJU
TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN BEBAS KKN
1. Pengantar.
Tuntutan perubahan di berbagai bidang kehidupan masyarakat, telah dimulai
sejak bergulirnya era reformasi pada tahun 1998. Berbagai perubahan tersebut
dilandasi oleh keinginan sebagian besar masyarakat untuk mewujudkan pemerintahan
yang lebih demokratis serta peningkatan kesejahteraan rakyat yang didasarkan pada
nilai-nilai dasar sebagaimana tertuang di dalam Pembukaan UUD Tahun 1945. Sejalan
dengan perkembangan reformasi di bidang politik, ekonomi dan hukum, pemerintah
juga memiliki komitmen untuk melakukan reformasi di bidang birokrasi.
Reformasi Birokrasi pada dasarnya secara bertahap telah dilaksanakan mulai
tahun 2004 sampai dengan tahun 2009. Dalam implementasinya Reformasi Birokrasi
berdasarkan Grand Design Reformasi Birokrasi, yang ditetapkan dengan Peraturan
Presiden Nomor 81 Tahun 2010, sebagai rancangan induk yang berisi arah kebijakan
pelaksanaan Reformasi Birokrasi Nasional untuk kurun waktu 2010–2025. Kemudian
dioperasionalisasikan dengan Road Map Reformasi Birokrasi, ditetapkan dengan
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20
tahun 2010, yang disusun dan dilakukan setiap lima tahun sekali dan merupakan
rencana rinci Reformasi Birokrasi dari satu tahapan ke tahapan selanjutnya selama lima
tahun dengan sasaran per tahun yang jelas.
Sekjen Kemhan lebih lanjut mengatakan bahwa komitmen dan upaya kemhan
dalam pelaksanaan reformasi birokasi telah disahkan melalui Kepmenhan Nomor:
KEP/858/M/IX/2020 tanggal 10 September 2020 tentang Road Map Reformasi Birokrasi
Kementerian Pertahanan Tahun 2020-2024. “Road map ini menjadi pedoman bagi
seluruh penanggung jawab program dan Kasatker/Kasubsatker dalam melaksanakan
153
program reformasi birokrasi Kemhan. Selain itu, yang menjadi maksud penyusunan
road map untuk memberikan arah pelaksanaan reformasi birokrasi Kemhan”, jelas
Sekjen Kemhan. Dari hasil evaluasi atas pelaksanaan reformasi birokrasi dan SAKIP
Kemhan oleh Tim Evaluator Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB), pencapaian indeks reformasi birokrasi
Kemhan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Sekjen Kemhan menuturkan,
pada tahun 2018 nilai indeks reformasi birokrasi Kemhan adalah 67,97. Sedangkan
pada tahun 2019, Kemhan memperoleh nilai 69,05. Terdapat kenaikan indeks reformasi
birokrasi dengan predikat “B”. Sedangkan untuk hasil evaluasi implementasi SAKIP
pada tahun 2019, Kemhan memperoleh nilai 65,22 atau predikat “B”.30
Sejak tahun 2010 TNI khususnya TNI AD telah menetapkan program Reformasi
Birokrasi sebagai salah satu program prioritas. Reformasi Birokrasi TNI AD merupakan
program jangka panjang menuju tata kelola pemerintahan 2025 yang bersih dan bebas
KKN, transparan, akuntabel dan profesional. Komitmen dan kebijakan pimpinan TNI AD
sangat diperlukan untuk menjamin kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan
Reformasi Birokrasi di lingkungan TNI AD secara konsisten dan berkelanjutan.
2. Tujuan Diskusi.
a. Agar Pasis memahami tentang Reformasi Birokrasi TNI AD.
b. Agar Pasis memahami tentang Pelaksanaan Reformasi Birokrasi TNI AD.
3. Penugasan Pasis.
a. Kerjakan persoalan dalam TOR secara perorangan;
b. Jawaban persoalan TOR dibuat dengan diketik komputer;
c. Para Peserta diskusi mempersiapkan diri untuk melaksanakan diskusi
kelompok dengan membaca referensi dan bahan bacaan yang ada
hubungannya dengan tujuan belajar dan pertanyaan yang harus dijawab;
d. Para Peserta diskusi mempelajari TOR sebagai bahan acuan dalam
menjawab pertanyaan;
e. Para Pasis diharapkan dapat memahami Reformasi Birokrasi TNI AD
dengan berdasarkan bahan ajaran dan bahan referensi lainnya berkaitan
dengan dokumen yang akan disusun; dan
30
[Link]
[Link] diakses tanggal 3 Maret 2022
154
f. Pertanyaan yang harus dijawab:
1) Apa yang pasis ketahui dengan Reformasi Birokrasi baik dalam
pemerintahan maupun jajaran TNI AD ? Apakah Reformasi Birokrasi
dijajaran TNI AD sudah berjalan maksimal ? Apabila belum maksimal
apayang menjadi faktor yang mempengaruhi dan kendala pelaksanaan
Reformasi birokrasi tersebut?
2) Mengapa Reformasi Birokrasi sangat penting dilaksanakan secara
maksimal dalam Pemerintahan dan di jajaran TNI AD?
3) Bagaimana mengatasi permasalahan pelaksanaan RB di jajaran
TNI AD tersebut ?
4) Bagaimana Strategi Pasis yang harus dilaksanakan agar RB
dijajaran TNI AD mendapat indeks penilaian sesuai dengan yang
diinginkan Pemerintah?
g. Metode, Alokasi Waktu Diskusi dan Evaluasi.
1) Metode.
a) Mendiskusikan terhadap jawaban persoalan yang telah
disampaikan/dipaparkan Pasis.
b) Mengevaluasi terhadap pemahaman Pasis.
2) Alokasi Waktu.
a) Diskusi. Dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 10 Agustus
JP 6-9, (pukul 13.20 s.d. 17.00 WIB).
(1) Waktu : 13.20 WIB s.d. 14.10 WIB Pembahasan
persoalan ke satu.
(2) Waktu : 14.20 WIB s.d. 15.10 WIB Pembahasan
persoalan ke dua.
(3) Waktu : 15.10 WIB s.d. 16.00 WIB Pembahasan
persoalan ke tiga.
b) Evaluasi Diskusi 1 JP terakhir. Dilaksanakan pada JP ke-9
(pukul 16.10 s.d. 17.00 WIB) di masing-masing kelas/kelompok
(persoalan akan ditayangkan secara serentak dari Pusdalsisfo oleh
Sdirdik Seskoad).
h. Jawaban Persoalan. Jawaban persoalan dibuat perorangan dengan
ketentuan sebagai berikut:
155
1) Jawaban persoalan TOR dibuat diketik di Laptop masing-masing,
kemudian jawaban langsung dikirim melalui aplikasi LMS pada H-1
sebelum pelaksanaan diskusi (hari Selasa tanggal 9 Agustus 2022
pukul 06.00 WIB), sekaligus sebagai bahan paparan saat diskusi.
2) Pada akhir diskusi/praktek atau menjelang akhir pembelajaran
akan diberikan evaluasi 1 JP terakhir. Jawaban dikerjakan dengan tulis
tangan di lembar jawaban masing-masing, kemudian lembar jawaban
diserahkan kepada dosen di kelas.
3. Referensi.
a. Wajib.
1) Peraturan Presiden RI Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand
Design RB 2010-2025;
2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2010
tentang Administrasi Prajurit Tentara Nasional Indonesia;
3) Peraturan Menteri PANRB Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pedoman
Pengajuan Dokumen Usulan Reformasi Birokrasi Kementerian/Lembaga;
4) Peraturan Menteri PANRB Nomor 9 Tahun 2011 tentang Pedoman
Penyusunan Road Map Reformasi Birokrasi Kementerian/Lembaga dan
Pemerintah Daerah; dan
5) Peraturan Menteri PANRB Nomor 10 Tahun 2011 tentang
Pedoman Pelaksanaan Program Manajemen Perubahan.
b. Tambahan. Buku, jurnal, artikel, youtube, majalah dan internet.
4. Instruksi koordinasi.
5. Penutup. Demikian TOR ini dibuat untuk dijadikan sebagai pedoman dalam
pembuatan produk Pasis.
Mengetahui: Bandung, Juni 2022
Kadepjemen Seskoad, Dosen Pengampu Materi,
Waris Ari Nugroho, S.E., [Link]. Dodi Kuswandi, [Link], [Link]
Kolonel Inf NRP 1910035080668 Kolonel Czi NRP 32789
156
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Senin, 4 Juli 2022
DEPARTEMEN SOSIAL DAN TEKNOLOGI
BS. SOSIAL DAN TEKNOLOGI
SBS. BIDANG PERSONEL TNI AD
MP. SISTEM PEMBINAAN KARIER
1. Pendahuluan.
Pembinaan karier Prajurit dan PNS TNI AD merupakan bagian dari pembinaan
prajurit dan PNS TNI AD yang penyelenggaraannya memiliki tujuan untuk pemenuhan
norma-norma jabatan, kepangkatan dan pendidikan. Pembinaan karier Prajurit pada
dasarnya mengandung dua aspek yaitu; aspek pengembangan kemampuan dan
kecakapan (profesionalisme) perorangan serta aspek pemanfaatannya bagi
kepentingan organisasi. Namun, dalam hubungan ini kepentingan organisasi lebih
diutamakan dari pada kepentingan individu sehingga dapat diperoleh daya guna dan
hasil guna yang optimal. Sejalan dengan hal tersebut, terdapat perkembangan
ketentuan dan aturan yang perlu diwadahi berkenaan dengan bidang jabatan,
kepangkatan maupun pendidikan sehingga akan menyempurnakan norma dan
ketentuan dalam penyelenggaraan pembinaan karier Prajurit dan PNS TNI AD. Dengan
demikian, penyusunan Hanjar tentang Sistem Pembinaan Karier sangat tepat untuk
dilaksanakan, dengan tujuan agar penyelenggaraan kegiatan pembinaan karier Prajurit
dan PNS TNI AD dapat lebih optimal.
Sejalan dengan perkembangan dan tuntutan tugas-tugas TNI AD, pada TA 2022
kebijakan pembinaan personel TNI AD diarahkan tetap melanjutkan program-program
tahun sebelumnya sesuai dengan tuntutan Reformasi Birokrasi dengan titik berat pada
penataan sistem manajemen Sumber Daya Manusia dan kebijakan Zero Growth of
Personnel (ZGP) dalam rangka pembangunan kekuatan pokok minimum atau Minimum
Essential Force (MEF). Kebijakan ZGP dihadapkan pada MEF artinya TNI AD harus
lebih meningkatkan SDM yang sejalan dengan “Panca Tunggal Sasaran Pembinaan”
yaitu pelaksanaan reformasi birokrasi, meningkatkan kesiapan operasional satuan,
meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan kesejahteraan prajurit dan PNS beserta
keluarganya, serta meningkatkan tertib administrasi dan hukum sesuai ketentuan yang
berlaku.
Dihadapkan dengan tuntutan penyelenggaraan Binpers TNI AD yang efektif,
157
efisien dan optimal, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penyelenggaraan pembinaan
karier Prajurit dan PNS TNI AD adalah agar diperoleh kesamaan pemahaman dan
tindakan penyelenggaraan kegiatan pemenuhan norma-norma jabatan, kepangkatan
dan seleksi pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga pelaksanaan kegiatan
berjalan secara efektif dan efisien serta tercapainya hasil yang optimal dari segi kualitas
dan kuantitas.
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis memahami tentang sistem pembinaan karier
Prajurit dan PNS TNI AD.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis memahami tentang maksud, tujuan dan pengertian
diajarkannya sistem pembinaan karier.
b. Khusus.
1) Mampu menjelaskan cukup mendalam tentang ketentuan umum;
2) Mampu menjelaskan cukup mendalam tentang pelaksanaan
kegiatan; dan
3) Mampu menjelaskan cukup mendalam tentang hal-hal yang perlu
diperhatikan.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Naskah Departemen Mata Pelajaran Sistem Pembinaan Karier
Nomor Sosial dan Teknologi-19 disahkan dengan Keputusan Danseskoad
Nomor Kep/99/II/2022 tanggal 25 Februari 2022.
2) Peraturan Pemerintah RI Nomor 39 Tahun 2010 tentang
Administrasi Prajurit Tentara Nasional Indonesia.
3) Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/44/VII/2009 tanggal 17
Juli 2009 tentang Petunjuk Teknis tentang Kesempatan Kenaikan Pangkat
Prajurit TNI.
4) Keputusan Kasad Nomor Kep/462/VIII/2021 tanggal 4 Agustus
2021 tentang Petunjuk Teknis Pembinaan Karier Perwira TNI AD.
158
5) Keputusan Kasad Nomor Kep/423/V/2019 tanggal 8 Mei 2019
tentang Petunjuk Teknis Pembinaan Karier Bintara dan Tamtama TNI AD.
6) Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/414/XI/2000 tanggal 22
November 2000 tentang Pengesahan Buku Petunjuk Administrasi
Penyusunan dan Penomoran Bahan Ajaran TNI AD.
7) Keputusan Kasad Nomor Kep/430/X/2013 tanggal 31 Oktober 2013
tentang Buku Petunjuk Administrasi tentang Penyelenggaraan
Administrasi Umum Angkatan Darat.
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lainnya sesuai
dengan pokok bahasan (buku, majalah, artikel, jurnal ilmiah dan internet).
5. Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan pembekalan
teori dan praktik sebagai berikut :
a. Pembekalan Teori.
1) Waktu. Tanggal 4 Juli 2022.
2) Jumlah JP. 2 JP (@ 50 Menit).
3) Metode. Ceramah dan tanya jawab dilaksanakan secara tatap
muka.
4) Operasional Teori MP.
a) Pendahuluan.
b) Ketentuan Umum.
c) Pelaksanaan Kegiatan.
d) Hal-hal yang Perlu Diperhatikan.
e) Penutup.
b. Pembekalan Diskusi/Praktik.
1) Waktu. Tanggal 2 September 2022.
2) Jumlah JP. 4 JP (@ 50 Menit).
3) Metode. Diskusi/Praktik dilaksanakan secara tatap muka.
4) Operasional Praktik MP.
a) Diskusi.
159
b) Evaluasi Diskusi.
6. Penugasan.
a. Pembekalan Teori.
1) Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi
lainnya yang terkait dengan materi pelajaran.
2) Mengikuti Proses Belajar Mengajar secara tatap muka di kelas.
3) Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata
pelajaran.
4) Pertanyaan dapat disampaikan selama Proses Belajar Mengajar
sesuai alokasi waktu.
b. Diskusi/Praktik.
1) Mempelajari dan mengerjakan TOR/KAK sesuai persoalan yang
telah diberikan.
2) Pasis dalam membuat produk dilarang keras melakukan Plagiat,
apabila ditemukan produk plagiat maka akan dilakukan proses sesuai
ketentuan yang berlaku di lembaga Seskoad.
3) Pasis mengirimkan jawaban TOR kepada dosen dan Patun sindikat
masing-masing melalui LMS sebelum pelaksanaan diskusi/praktik (hari
Kamis tanggal 1 September 2022 pukul 14.00 WIB).
4) Pada saat pelaksanaan diskusi/praktik, Pasis akan dibagi menjadi
20 sindikat diskusi.
5) Pada 1 JP akhir pokok bahasan/pertemuan atau menjelang akhir
diskusi/praktik akan diberikan persoalan evaluasi dalam bentuk tes
formatif dan closed book, persoalan akan di share secara bersamaan
saat waktu memasuki 1 JP terakhir. Pasis diberikan waktu selama 50
menit untuk menjawab persoalan. Jawaban dikerjakan dengan ditulis
tangan di kertas jawaban masing-masing, kemudian jawaban langsung
dikumpulkan sesuai dengan sindikat masing-masing.
160
7. Lain-lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan proses belajar mengajar
akan disampaikan kemudian.
Mengetahui Bandung, Juni 2022
Kadepsos dan Tek Seskoad, Dosen Pengampu,
Sugeng Waskito Aji, S.I.P., M .M. Arief Hidayat
Kolonel Kav NRP 19200337390671 Kolonel Caj NRP 11970063130376
161
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Senin, 1 Agustus 2022
DEPARTEMEN MANAJEMEN
BS. STAF
SBS. BIDANG PERENCANAAN TNI AD
MP. PETUNJUK PERENCANAAN KOTAMA
1. Pendahuluan.
Petunjuk Perencanaan (Jukcan) Kotama/Balakpus adalah dokumen perencanaan
tahunan yang perlu disiapkan sebagai dokumen pendukung pada program perencanaan
pembangunan TNI AD. Dokumen Jukcan Kotama/ Balakpus merupakan dokumen strategis
yang berpedoman pada Jakren TNI AD. Dokumen Jukcan Kotama/Balakpus juga merupakan
panduan dalam pembuatan Rancangan Renja Kotama/Balakpus.
Penyusunan Dokumen Jukcan Kotama/Balakpus diarahkan terhadap terwujudnya
Postur TNI AD dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD. Saat ini telah terbit Petunjuk
Penyelenggaraan Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Pertahanan Negara
di Lingkungan TNI AD yang disahkan dengan Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor
Kep/763/X/2020, namun petunjuk teknis turunan tentang penyusunan Dokumen Jukcan
Kotama/Balakpus belum ada sehingga penyusunannya menggunakan pedoman yang lama
yaitu Petunjuk Teknis tentang Penyusunan Dokumen Kebijakan Perencanaan TNI AD dan
Petunjuk Perencanaan Kotama/Balakpus yang disahkab dengan Keputusan Kepala Staf
Angkatan Darat Nomor Kep/629/VII/2016.
Dihadapkan dengan kondisi tersebut dibutuhkan penyusunan dokumen Jukcan
Kotama/Balakpus secara sistematis, terarah, terpadu dan menyeluruh. Untuk memperoleh
validitas data dan kesamaan pemahaman serta tindakan dalam pelaksanaan penyusunan
dokumen Jukcan Kotama/Balakpus, maka diperlukan adanya Hanjar tentang penyusunan
dokumen Jukcan Kotama/ Balakpus.1
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis mengerti tentang Petunjuk Perencanaan
Kotama/Balakpus serta dapat menerapkannya dalam pelaksanaan tugas.
3. Tujuan Instruksional.
1
Naskah Departemen tentang Petunjuk Perencanaan Kotama Nomor : Manajemen-23 disahkan dengan
Keputusan Danseskoad Nomor Kep/17/II/2022 tanggal 9 Februari 2022.
162
a. Umum. Agar Pasis mengerti tentang Petunjuk Perencanaan Kotama/Balakpus
secara umum dan mengerti maksud dan tujuan diberikannya materi tersebut.
b. Khusus.
1) Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang Petunjuk Perencanaan
Kotama/Balakpus dengan baik dan benar;
2) Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang Petunjuk Perencanaan
Kotama/Balakpus dengan baik dan benar;
3) Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam Tindakan Pengamanan dan
Administrasi dengan baik dan benar; dan
4) Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang Pengawasan dan
Pengendalian dengan baik dan benar.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Naskah Departemen Mata Pelajaran Petunjuk Perencanaan Kotama
Nomor : MANAJEMEN – 23, disahkan dengan Keputusan Komandan Seskoad
Nomor Kep/17/II/2022 tanggal 9 Februari 2022;
2) Peraturan Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Nomor 02 tahun
2017 tentang Tata Cara Penyusunan Kebijakan Perencanaan di Lingkungan
Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia;
3) Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Kep/629/VII/2016
tentang Petunjuk Teknis tentang Penyusunan Dokumen Kebijakan
Perencanaan TNI AD dan Petunjuk Perencanaan Kotama/Balakpus;
4) Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Kep/763/X/2020 tentang
Petunjuk Penyelenggaraan Penyusunan Dokumen Perencanaan
Pembangunan Pertahanan Negara di Lingkungan TNI AD;
5) Keputusan Kasad Nomor Kep/633/VIII/2017 tanggal 29 Agustus 2017
tentang Petunjuk Administrasi tentang Penyusunan, Penerbitan Doktrin dan
Petunjuk TNI AD; dan
6) Keputusan Kasad Nomor Kep/800/X/2017 tanggal 27 Oktober 2017
tentang Petunjuk Administrasi Penyusunan Dokumen Perencanaan
Pembangunan di Lingkungan TNI AD.
163
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lainnya sesuai dengan
pokok bahasan (buku, majalah, artikel, jurnal ilmiah dan internet).
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan pembekalan
teori sebagai berikut :
a. Waktu. Tanggal 1 Agustus 2022.
b. Jumlah JP. 2 JP @ 50 menit (JP ke 6 – 7).
c. Metode. Ceramah dan tanya jawab.
d. Operasional MP.
1) Pendahuluan;
2) Ketentuan Umum;
3) Kegiatan yang Dilaksanakan;
4) Tindakan Pengamanan dan Administrasi; dan
5) Pengawasan dan Pengendalian.
6) Penutup.
6. Penugasan.
a. Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi lainnya yang
terkait dengan materi pelajaran;
b. Mengikuti proses belajar mengajar di kelas masing-masing dengan baik;
c. Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata pelajaran; dan
d. Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar sesuai alokasi
waktu.
7. Lain-Lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan proses belajar mengajar
akan disampaikan kemudian.
Mengetahui: Bandung, Mei 2022
Kadepjemen Seskoad, Dosen Pengampu Materi,
Waris Ari Nugroho, S.E., [Link]. Dodi Kuswandi
Kolonel Inf NRP 1910035080668 Kolonel Czi NRP 32789
164
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD
Senin, 20 Juni 2022
DEPARTEMEN MANAJEMEN
BS. STAF
SBS. BIDANG PERENCANAAN TNI AD
MP. SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN PERTAHANAN NEGARA
1. Pendahuluan.
Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang
tepat, melalui urutan pilihan dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. 31
Pertahanan Negara yang selanjutnya disebut Hanneg adalah segala usaha untuk
mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap
keutuhan bangsa dan negara. Pembangunan Hanneg merupakan upaya yang
dilaksanakan oleh Kemhan dan TNI serta komponen lainnya untuk mencapai tujuan
Hanneg. Kebijakan Penyelenggaraan Hanneg adalah segala kegiatan untuk
melaksanakan kebijakan Hanneg yang merupakan upaya membangun dan membina
kemampuan bangsa, serta menanggulangi setiap ancaman yang diselenggarakan secara
terpadu lintas sektoral dengan melibatkan Kementerian dan Lembaga Pemerintah Non
Kementerian serta penyelenggara negara lainnya termasuk TNI.
Sistem Perencanaan Pembangunan Pertahanan Negara (SPP Hanneg) merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang
mencakup penyelenggaraan perencanaan pembangunan kekuatan, kemampuan, dan
gelar Hanneg sebagai upaya meningkatkan daya tangkal bangsa yang tangguh dalam
mengatasi setiap ancaman terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia serta melindungi keselamatan segenap bangsa.
Perencanaan Pembangunan Hanneg dilaksanakan secara terpadu oleh semua
UO di lingkungan Kemhan dan TNI serta pemangku kepentingan terkait dan berpedoman
pada suatu sistem perencanaan yang baku sehingga dapat berjalan efektif dan
berkesinambungan. Unit Organisasi yang selanjutnya disingkat UO adalah tingkatan dalam
organisasi pengelolaan program dan anggaran di lingkungan Kemhan dan TNI yang
mencakup UO Kemhan, UO Markas Besar TNI dan UO Angkatan Darat, UO Angkatan
Laut, UO Angkatan Udara.
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis memahami tentang Sistem Perencanaan
31
Permenhan RI Nomor 31 Tahun 2018 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Pertahanan Negara, Halaman 1.
165
Pembangunan Pertahanan Negara (SPP. Hanneg) serta mampu menganalisis dan
mengaplikasikan dalam penugasan.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis memahmi maksud dan tujuan diberikan pelajaran
Sistem Perencanaan Pembangunan Pertahanan Negara (SPP. Hanneg).
b. Khusus.
1) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang dokumen
Perencanaan Pembangunan Jangka Panjang;
2) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang dokumen
Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah; dan
3) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang dokumen
Perencanaan Pembangunan Tahunan.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2002 tentang
Pertahanan Negara.
2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang
Keuangan Negara.
3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).
4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tanggal 16
Oktober 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.
5) Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi
Proses Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional.
6) Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 09 Tahun 2017 tentang
Tata Cara Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja Kementerian/
Lembaga.
7) Peraturan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Nomor 31 Tahun
2018 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Pertahanan Negara.
8) Naskah Departemen Mata Pelajaran Sistem Perencanaan
Pembangunan Pertahanan Negara (SPP Hanneg) Nomor : MANAJEMEN –
07, disahkan dengan Keputusan Komandan Seskoad Nomor Kep/17/II/2022
tanggal 9 Februari 2022
166
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lainnya sesuai
dengan pokok bahasan (buku, majalah, artikel, jurnal ilmiah dan internet).
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan pembekalan
teori sebagai berikut :
a. Waktu. Tanggal 20 Juni 2022.
b. Jumlah JP. 2 JP @ 50 menit (JP ke 8-9).
c. Metode. Ceramah dan tanya jawab.
d. Operasional teori MP.
1) Pendahuluan;
2) Ketentuan Umum;
3) Dokumen Perencanaan Pembangunan Jangka Panjang;
4) Dokumen Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah;
5) Dokumen Perencanaan Pembangunan Tahunan;
6) Penutup.
6. Penugasan.
a. Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi lainnya yang
terkait dengan materi pelajaran;
b. Mengikuti proses belajar mengajar di kelas masing-masing dengan baik;
c. Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata pelajaran; dan
d. Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar sesuai
alokasi waktu.
7. Lain-Lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan proses belajar mengajar
akan disampaikan kemudian.
Mengetahui Bandung, Juni 2022
Kadep Jemen Seskoad, Dosen Pengampu Materi,
Waris Ari Nugroho, S.E., [Link].
Sahid Sahabuddin, S.H.,[Link].
Kolonel Inf NRP 1910035080668 Kolonel Kav NRP 1920037210671
167
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Selasa, 5 Juli 2022
DEPARTEMEN SOSIAL DAN TEKNOLOGI
BS. SOSIAL DAN TEKNOLOGI
SBS. BIDANG PERSONEL TNI AD
MP. MANAJEMEN SDM
1. Pendahuluan.
Pelaksanaan Reformasi Birokrasi sejak tahun 2009 terus dijalankan secara
konsisten dan berkelanjutan. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010
tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025, saat ini pelaksanaan Reformasi
Birokrasi telah memasuki periode kedua dan akan menuju periode ketiga atau periode
terakhir masa berlaku Road Map. Pada periode pertama hingga periode kedua telah
tercapai banyak kondisi yang mendukung sasaran Reformasi Birokrasi, yaitu:
a. Birokrasi yang bersih, akuntabel dan berkinerja tinggi;
b. Birokrasi yang efektif dan efisien; dan
c. Birokrasi yang mempunyai pelayanan publik yang berkualitas.
Birokrasi sebagai pelaksana tugas pemerintah terus melakukan perubahan dalam
mencapai sasaran Reformasi Birokrasi dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik
serta memudahkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Agar masyarakat
merasakan hasil percepatan Reformasi Birokrasi yang telah dilakukan pemerintah,
terutama pada unit kerja, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi (Kementerian PAN RB) telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman
Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi
Bersih Melayani di Lingkungan Instansi Pemerintah yang diperbaharui dengan Permenpan
RB nomor 10 tahun 2019. 32
Pembangunan Zona Integritas dianggap sebagai role model Reformasi Birokrasi
dalam penegakan integritas dan pelayanan berkualitas. Dengan demikian pembangunan
Zona Integritas menjadi aspek penting dalam hal pencegahan korupsi di pemerintahan.
Sebenarnya itu bukan hal baru. Konsep ini sudah “ditawarkan” pemerintah sejak
terbitnya Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 Tentang Grand Design Reformasi
Birokrasi yang mengatur tentang pelaksanaan program Reformasi Birokrasi. Peraturan
32
[Link]
Wilayah-Birokrasi-dan-Bersih-Melayani-WBBM
168
tersebut menargetkan tercapainya tiga sasaran hasil utama, yaitu peningkatan kapasitas
dan akuntabilitas organisasi, pemerintah yang bersih dan bebas KKN, serta peningkatan
pelayanan publik. Zona Integritas adalah sebuah konsep yang berasal dari konsep island
of integrity. Island of integrity atau pulau integritas biasa digunakan oleh pemeirntah
maupun NGO untuk menunjukkan semangatnya dalam pemberantasan dan pencegahan
tindak pidana korupsi. Terdapat dua kata kunci dalam Zona Integritas, yaitu integrity
ataupun integritas dan island/zone atau pulau/kepulauan
TNI AD sudah merealisasikan apa yang menjadi program Reformasi Birokrasi yang
dicanangkan oleh pemerintah. Pada periode saat ini dimana pemerintah menggalakkan
pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM, TNI AD pun juga sudah
memulainya. Hal ini bisa kita lihat beberapa Satuan kerja sudah mulai membangun zona
integritas menuju WBK dan WBBM.
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis memahami tentang manajemen SDM.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis memahami tentang maksud, tujuan dan pengertian
diberikannya pelajaran manajemen SDM.
b. Khusus.
1) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang
pembangunan zona integritas dengan baik dan benar; dan
2) Agar Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang manajemen
Sumber Daya Manusia.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Naskah Departemen Mata Pelajaran Manajemen SDM Nomor Sosial
dan Teknologi-17 disahkan dengan Keputusan Danseskoad Nomor
Kep/97/II/2022 Tanggal 21 Februari 2022.
2) Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/33/ VII/2018 tanggal 13 Juli
2018 tentang Reformasi Birokrasi di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
3) Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/65/XII/2019 tanggal 26
Desember 2019 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju
Wilayah Bebas Dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di
Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
169
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lainnya sesuai
dengan pokok bahasan (buku, majalah, artikel, jurnal ilmiah dan internet).
5. Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan pembekalan
teori sebagai berikut :
a. Waktu. Tanggal 5 Juli 2022.
b. Jumlah JP. 2 JP (@ 50 menit).
c. Metode. Ceramah dan tanya jawab dilaksanakan secara tatap muka.
d. Operasional teori MP.
1) Pendahuluan.
2) Pembangunan Zona Integritas.
3) Manajemen Sumber Daya Manusia.
4) Penutup.
5) Kuis.
6. Penugasan.
a. Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi lainnya yang
terkait dengan materi pelajaran.
b. Mengikuti proses belajar mengajar secara tatap muka.
c. Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata pelajaran.
d. Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar sesuai
alokasi waktu.
e. Pada akhir pembelajaran akan dilaksanakan Kuis 15 menit sebelum pelajaran
berakhir, dikerjakan dengan ditulis tangan di kertas jawaban masing-masing,
kemudian jawaban langsung dikumpulkan sesuai alokasi waktu ketentuannya.
7. Lain-lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan proses belajar mengajar
akan disampaikan kemudian.
Bandung, Juni 2022
Mengetahui ; Dosen Pengampu,
Kadepsos dan Tek Seskoad,
Wahyu Jatmiko Adi
Sugeng Waskito Aji, S.I.P., M .M. Letnan Kolonel Czi NRP 11930090220169
Kolonel Kav NRP 19200337390671
170
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Selasa, 5 Juli 2022
DEPARTEMEN MANAJEMEN
BS. STAF
SBS. BIDANG PERENCANAAN TNI AD
MP. SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DAN
LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH
1. Pendahuluan.
Untuk mengetahui sejauh mana Instansi Pemerintah mengimplementasikan Sistem
Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (Sakip)-nya serta sekaligus untuk mendorong adanya
peningkatan kinerja Pemerintah, maka perlu dilakukan suatu evaluasi Implementasi Sakip.
Evaluasi diharapkan mendorong instansi Pemerintah di Pusat dan di Daerah untuk secara
konsisten meningkatkan implementasi Sakip-nya dan mewujudkan capaian kinerja ( hasil)
Instansinya sesuai yang direncanakan dalam RPJMN/RPJMD. Penyelenggaraan SAKIP
dilaksanakan untuk penyusunan Laporan Kinerja sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan, dilaksanakan secara selaras dan sesuai dengan penyelenggaraan
Sistem Akuntansi Pemerintahan dan tata cara pengendalian serta evaluasi pelaksanaan
rencana pembangunan.
Penyusunan laporan kinerja di lingkungan TNI AD berpedoman pada Permenhan
Nomor 29 tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Kinerja di lingkungan
Kemhan dan TNI, sehingga dapat merubah orientasi tentang capaian kinerja. Perubahan
yang dimaksud bukan pada seberapa besar dana yang telah dihabiskan namun seberapa
besar kinerja yang dihasilkan melalui rencana yang tersusun diakhir periode. Peningkatan
kinerja akan berdampak pada meningkatnya opini penilaian terhadap TNI AD di masyarakat
sebagai salah satu UO penerima APBN. Penyusunan laporan kinerja dapat menjadi
petunjuk dalam penyusunan capaian kinerja bagi satuan sekaligus pedoman mengajar bagi
lembaga pendidikan di lingkungan TNI AD. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah di
lingkungan TNI AD merupakan ikhtisar yang menjelaskan secara ringkas dan lengkap
tentang capaian kinerja di Unit Organisasi TNI AD. Laporan kinerja ini secara garis besar
membahas tentang capaian kinerja di UO TNI AD, Kotama, Balakpus AD serta Satuan kerja
(Satker).
Kegiatan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah di tingkat UO TNI AD,
Kotama dan Balakpus agar berjalan lancar sesuai ketentuan, perlu memperhatikan faktor
171
keamanan dan ketertiban administrasi. Faktor keamanan dan ketertiban administrasi harus
senantiasa diperhatikan oleh semua pihak yang terlibat melalui penerapan tindakan
keamanan dan tindakan administrasi. Tindakan pengamanan ditekankan pada tindakan
preventif untuk pengamanan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah di tingkat UO TNI AD,
Kotama dan Balakpus, sedangkan tindakan administrasi ditekankan pada terwujudnya
akuntabilitas anggaran.33
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis memahami tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta mampu
menganalisis dan mengaplikasikan dalam penugasan.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis memahami maksud dan tujuan diberikan pelajaran
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Laporan Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah.
b. Khusus.
1) Pasis dapat menjelaskan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah.
2) Pasis dapat menjelaskan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Naskah Departemen Mata Pelajaran Sistem Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Nomor : MANAJEMEN – 17, disahkan dengan Keputusan Komandan
Seskoad Nomor Kep/17/II/2022 tanggal 9 Februari 2022;
2) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tanggal
21 April 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(SAKIP);
3) Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 tahun 2014 tanggal 20 November
2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata
33
Naskah Departemen Manajemen tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Laporan Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah Nomor: MANAJEMEN - 17 Disahkan denganKep Danseskoad Nomor: Kep/17/II/2022 tanggal
9 Februari 2022.
172
Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Undang-Undang RI
Nomor 34 Tahun 2004 Tentang TNI;
4) Peraturan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Nomor 29 tahun
2016 tanggal 2 Agustus 2016 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Kinerja
Instansi Pemerintah di lingkungan Kementerian Pertahanan dan Tentara
Nasional Indonesia.
5) Peraturan Kasad Nomor Kep Kasad/536/VIII/2015 tanggal 12
Agustus 2015 tentang Petunjuk Administrasi Pengendalian Program.
6) Keputusan Kasad Nomor Kep/774/IX/2016 tanggal 14 September
2016 tentang Petunjuk Teknis tentang Penyusunan Laporan Kinerja Instansi
Pemerintah di Lingkungan TNI AD.
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lainnya sesuai
dengan pokok bahasan (buku, majalah, artikel, jurnal ilmiah dan internet).
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan pembekalan
teori sebagai berikut :
a. Waktu. Tanggal 5 Juli 2022.
b. Jumlah JP. 2 JP @ 50 menit (JP ke 7-8).
c. Metode. Ceramah dan tanya jawab.
d. Operasional teori MP.
1) Pendahuluan;
2) Sistim Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
3) Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
4) Penutup.
6. Penugasan.
a. Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi lainnya yang
terkait dengan materi pelajaran;
b. Mengikuti proses belajar mengajar di kelas masing-masing dengan baik;
c. Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata pelajaran; dan
d. Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar sesuai
alokasi waktu.
173
7. Lain-lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan Proses Belajar Mengajar
akan disampaikan kemudian.
Mengetahui: Bandung, 26 April 2022
Kadepjemen Seskoad, Dosen Pengampu Materi,
Waris Ari Nugroho, S.E., [Link]. Dodi Kuswandi, [Link], [Link]
Kolonel Inf NRP 1910035080668 Kolonel Czi NRP 32789
174
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Senin 4 Juli 2022
DEPARTEMEN MANAJEMEN
BS. STAF
SBS. BIDANG PERENCANAAN TNI AD
MP. PENYELENGGARAAN FUNGSI PERENCANAAN TNI AD
1. Pendahuluan.
Pembangunan nasional diselenggarakan untuk mencapai cita-cita dan tujuan
nasional. Hal ini merupakan kepentingan nasional yang ditopang dengan kebijakan dan
strategi pertahanan negara. Dalam konteks pertahanan negara, TNI merupakan komponen
utama dalam menghadapi ancaman militer dan ancaman bersenjata. Sebagai bagian dari
kekuatan TNI, TNI AD merumuskan kebijakan dan strategi dalam pembinaan postur pada
aspek kekuatan, kemampuan maupun gelar kekuatan, secara berjenjang pada setiap strata
organisasi yang diwujudkan dalam perencanaan TNI AD. Oleh sebab itu, seluruh
perencanaan yang dilaksanakan oleh setiap strata organisasi TNI AD memiliki nilai
strategis dalam mendukung kepentingan nasional.
Sebagai bagian dari perencanaan pertahanan negara, perencanaan TNI AD
merupakan salah satu fungsi organik militer yang keberadaannya diperlukan dalam
merencanakan dan mengendalikan pembinaan TNI AD berupa penyiapan postur TNI AD
agar mampu melaksanakan tugas. Fungsi perencanaan secara umum diselenggarakan
oleh seluruh staf perencanaan pada setiap tingkatan organisasi. Selain itu, sebagian fungsi
perencanaan juga dilaksanakan oleh staf umum lainnya. Perencanaan TNI AD memiliki
peranan dalam menyusun dan mengendalikan rencana, strategi, struktur, dan sistem dalam
rangka pembinaan TNI AD34.
Perencanaan pertahanan merupakan pendekatan-pendekatan dalam penyusunan
dan pembangunan kekuatan pertahanan untuk melaksanakan tugas dan menghadapi
ancaman (Tagarev, 2006). Sebagai bagian dari perencanaan pertahanan negara,
perencanaan TNI AD merupakan salah satu fungsi organik militer yang keberadaannya
diperlukan dalam merencanakan dan mengendalikan pembinaan TNI AD berupa
penyiapan postur TNI AD agar mampu melaksanakan tugas. Fungsi perencanaan secara
umum diselenggarakan oleh seluruh staf perencanaan pada setiap tingkatan organisasi.
Selain itu, sebagian fungsi perencanaan juga dilaksanakan oleh staf umum lainnya.
34
Naskah Departemen tentang Penyelenggaraan Fungsi Perencanaan TNI AD Nomor: MANAJEMEN-22 disahkan dengan
Keputusan Danseskoad Nomor Kep/17/II/2022 tanggal 9 Februari 2022.
175
Perencanaan TNI AD memiliki peranan dalam menyusun dan mengendalikan rencana,
strategi, struktur, dan sistem dalam rangka pembinaan TNI AD35.
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis memahami materi Penyelenggaraan Fungsi
Perencanaan TNI AD.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis memahami maksud dan tujuan diberikan pelajaran
Penyelenggaraan Fungsi Perencanaan TNI AD.
b. Khusus.
1) Agar Pasis dapat menjelaskan Pokok-Pokok Perencanaan TNI AD;
2) Agar Pasis dapat menjelaskan Perencanaan dan Penganggaran;
3) Agar Pasis dapat menjelaskan Pembinaan Manajemen Organisasi;
4) Agar Pasis dapat menjelaskan Penelitian dan Pengembangan, Analisa
Sistem dan Riset Operasi; dan
5) Agar Pasis dapat menjelaskan Pembinaan Sistem dan Teknologi
Informasi.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1024/XII/2020 tanggal 12
Desember 2020 tentang Doktrin TNI AD Kartika Eka Paksi;
2) Keputusan Kasad Nomor Kep/872/XII/2021 tanggal 13 Desember
2021 tentang Doktrin Perencanaan TNI AD; dan
3) Peraturan Kasad Nomor Perkasad/75/XII/2013 Tanggal 31
Desember 2013, Buku Petunjuk Induk tentang Perencanaan.
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lainnya sesuai
pokok bahasan (buku, majalah, jurnal ilmiah, artikel dan internet).
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar.
a. Pertemuan ke-1 (Teori).
1) Waktu. Tanggal 4 Juli 2022.
2) Jumlah JP. 2 JP @ 50 menit (JP ke 3-4).
35
Keputusan Kasad Nomor Kep/872/XII/2021 tanggal 13 Desember 2021 tentang Doktrin Perencanaan TNI AD.
176
3) Metode. Ceramah dan tanya jawab.
4) Operasional MP.
a) Pendahuluan.
b) Pokok-Pokok Perencanaan TNI AD.
c) Perencanaan dan Penganggaran.
d) Pembinaan Manajemen Organisasi.
e) Pengendalian.
f) Penelitian dan Pengembangan, Analisa Sistem dan Riset
Operasi.
g) Pembinaan Sistem dan Teknologi Informasi.
h) Penutup.
b. Pertemuan ke-2 (Diskusi/Praktek).
1) Waktu. Tanggal 12 Juli 2022.
2) Jumlah JP. 4 JP @ 50 menit(JP ke 2-5).
3) Metode. Diskusi/Praktek dilaksanakan di kelas masing-masing
kelompok.
4) Operasional MP.
a) Paparan Jawaban Persoalan; dan
b) Diskusi.
6. Penugasan.
a. Proses Belajar Mengajar Teori.
1) Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi lainnya
yang terkait dengan materi pelajaran;
2) Melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik;
3) Menyiapkan pertanyaan yang relevan/sesuai dengan mata pelajaran;
dan
4) Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar
sesuai alokasi waktu.
b. Diskusi/Praktik
1) Mempelajari dan mengerjakan TOR/KAK sesuai persoalan yang telah
diberikan;
177
2) Pasis dalam pembuatan produk dilarang keras melakukan plagiat,
apabila ditemukan produk plagiat maka akan diproses sesuai dengan
ketentuan yang berlaku di lembaga Seskoad;
3) Jawaban persoalan berupa soft copy diketik dengan komputer/Laptop
diupload dengan format pdf dikirim melalui aplikasi LMS;
4) Jawaban persoalan akan dipresentasikan dan didiskusikan
dikelas/sindikat masing-masing.
7. Lain-Lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan Proses Belajar Mengajar
akan disampaikan kemudian.
Mengetahui Bandung, Juni 2022
Kadepjemen Seskoad, Dosen Pengampu Materi,
Waris Ari Nugroho, S.E., [Link]. Ir. Tommy Mukti Widyastomo
Kolonel Inf NRP 1910035080668 Kolonel Cpl NRP 1920017820267
178
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Dikumpulkan : Senin, 11 Juli 2022
DEPARTEMEN MANAJEMEN Didiskusikan : Selasa, 12 Juli 2022
TERM OF REFERENCE (TOR) DISKUSI
MP. PENYELENGGARAAN FUNGSI PERENCANAAN TNI AD
PASIS DIKREG LXII SESKOAD TA 2022
TEMA :
PERAN PERENCANAAN DALAM PEMBANGUNAN POSTUR TNI AD
1. Pengantar.
TNI AD sebagai bagian komponen pertahanan Negara memiliki tugas dalam
menyelenggarakan pembangunan dan pengembangan kekuatan matra darat dalam rangka
menghadapi segala bentuk ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan
negara. Untuk melaksanakan tugas tersebut dirumuskanlah fungsi fungsi, termasuk fungsi
perencanaan TNI AD sebagai salah satu fungsi organik militer memiliki peran penting dalam
menyusun rencana pembangunan postur TNI AD yang ideal sesuai dengan kebutuhan
negara dihadapkan pada perkembangan lingkungan strategis dan hakikat ancaman yang
akan dihadapi36.
Dengan adanya persoalan tarik menarik kepentingan antara nilai strategis
pembangunan kekuatan militer dihadapkan dengan belanja militer yang menjadi beban
terhadap ekonomi negara ini, perencanaan TNI AD harus disusun berdasarkan kerangka
berpikir logis yang mengarahkan dan mengembangkan visi masa depan yang dikehendaki
menjadi sasaran-sasaran, strategi, kebijakan, dan rencana terperinci pada jangka panjang,
jangka menengah, dan jangka pendek. Perencanaan TNI AD juga harus disusun secara
terstruktur dalam ruang lingkup perencanaan mulai dari strategis, taktis, sampai dengan
operasional agar dapat mewujudkan postur yang dapat mendukung pelaksanaan tugas TNI
AD yang selaras dengan pertumbuhan ekonomi negara 37.
Memperhatikan kemampuan negara di bidang anggaran, maka kebijakan
perencanaan untuk pembangunan Angkatan Darat ditentukan sesuai skala prioritas
pembangunan yang tepat sasaran serta melalui tahapan jangka tahunan, jangka
menengah dan jangka panjang, sehingga arah kebijakan perencanaan dapat memperkecil
resiko yang dihadapi38.
36 (Keputusan Kasad Nomor Kep / 872 /XII/2021 Tanggal 13 Desember 2021,tentang Doktrin Perencanaan TNI AD, h 1)
37 Keputusan Kasad Nomor Kep / 872 /XII/2021 Tanggal 13 Desember 2021,tentang Doktrin Perencanaan TNI AD, h 7)
38 (Keputusan Kasad Nomor Kep / 872 /XII/2021 Tanggal 13 Desember 2021,tentang Doktrin Perencanaan TNI AD, h 14)
179
2. Tujuan Diskusi .
a. Memahami pentingnya peran perencaan dalam pembangunan Postur TNI
AD.
b. Memahami proses penyelenggaraan perencanaan khususnya dalam
penentuan kebijakan strategis.
3. Penugasan Pasis .
a. Kerjakan persoalan dalam TOR secara perorangan;
b. Jawaban Persoalan TOR dibuat dengan diketik, maksimal 1 lembar untuk
satu pertanyaan;
c. Para peserta diskusi mempersiapkan diri untuk melaksanakan diskusi
sindikat dengan membaca referensi dan bahan bacaan yang ada hubungannya
dengan persoalan;
d. Para peserta diskusi mempelajari TOR sebagai bahan acuan dalam
menjawab pertanyaan;
e. Pertanyaan yang harus dijawab:
1) Bagaimana analisa Pasis, satuan apa (Yonarmed, Yonarhanud,
Yonkav) yang diprioritaskan untuk dibangun/dibentuk terlebih dahulu.
Jelaskan alasannya dihadapkan dengan perkembangan lingkungan
strategis dan potensi ancaman.
2) Dari alaternatif exact location yang akan digunakan untuk
pembangunan pangkalan satuan baru. Bagaimana analisa Pasis, alaternatif
mana yang paling ideal. Jelaskan beserta alasannya serta jelaskan
mengapa alternatif lain tidak dipilih.
3) Pembangunan pangkalan sesuai dengan ketersediaan anggaran
dilaksanakan secara bertahap. Menurut Pasis fasilitas apa saja yang harus
diprioritaskan diawal pembangunannya, jelaskan beserta alasannya.
f. Metode, Alokasi Waktu Diskusi dan Evaluasi.
1) Metode:
a) Mendiskusikan terhadap jawaban persoalan yang telah
disampaikan/dipaparkan pasis.
b) Mengevaluasi terhadap pemahaman Pasis.
180
2) Alokasi Waktu.
a) Diskusi. Dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 12 Juli 2022
(JP 2-5) di tempat praktek yang telah ditentukan, dengan alokasi waktu
sebagai berikuti:
(1) Waktu : 08.20 WIB s.d. 09.10 WIB Pembahasan
persoalan ke satu.
(2) Waktu : 09.20 WIB s.d. 10.10 WIB Pembahasan
persoalan ke dua.
(3) Waktu : 10.10 WIB s.d. 11.00 WIB Pembahasan
persoalan ke tiga.
b) Tempat praktek. Diskusi dan Evaluasi dikelas masing-masing.
c) Evaluasi Diskusi 1 JP. Dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal
12 Juli 2022 pukul 11.10 WIB s.d. 12.00 WIB di masing-masing
kelas/kelompok (persoalan akan ditayangkan secara serentak dari
Pusdalsisfo oleh Sdirdik Seskoad).
g. Jawaban persoalan. Jawaban persoalan dibuat perorangan dengan
ketentuan sebagai berikut :
1) Jawaban persoalan TOR dibuat diketik di Laptop masing-masing,
kemudian jawaban langsung dikirim melalui aplikasi LMS pada H-1 sebelum
pelaksanaan diskusi (hari Senin tanggal 11 Juli 2022 pukul 06.00 WIB),
sekaligus sebagai bahan paparan saat diskusi.
2) Pada akhir diskusi/praktek atau menjelang akhir pembelajaran akan
diberikan evaluasi 1 JP terakhir. Pasis mengerjakan tulis tangan di lembar
jawaban masing-masing, kemudian lembar jawaban diserahkan kepada
dosen di kelas.
4. Referensi.
a. Wajib.
1) Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1024/XII/2020 tanggal 12 Desember
2020 tentang Doktrin TNI AD Kartika Eka Paksi.
2) Keputusan Kasad Nomor Kep/872/XII/2021 tanggal 13 Desember 2021
tentang Doktrin Perencanaan TNI AD.
181
3) Peraturan Kasad Nomor Perkasad/75/XII/2013 Tanggal 31
Desember 2013, Buku Petunjuk Induk tentang Perencanaan.
b. Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lainnya sesuai pokok
bahasan (buku, majalah, jurnal ilmiah, artikel dan internet).
5. Instruksi koordinasi. Keadaan umum dan keadaan khusus (terlampir).
6. Penutup. Demikian TOR ini dibuat untuk dijadikan sebagai pedoman dalam
pembuatan esai Pasis.
Mengetahui Bandung, 26 April 2022
Kadepjemen Seskoad, Dosen Pengampu Materi,
Waris Ari Nugroho, S.E., [Link]. Ir. Tommy Mukti Widyastomo
Kolonel Inf NRP 1910035080668 Kolonel Cpl NRP 1920017820267
Lampiran:
- Keadaan Umum dan Keadaan Khusus.
182
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Lampiran 1 Keadaan Umum dan Keadaan
DEPARTEMEN MANAJEMEN Khusus pada TOR MP. Penyelenggaraan
Fungsi Perencanaan TNI AD Pasis Dikreg
LXII Seskoad TA 2022
KEADAAN UMUM DAN KEADAAN KHUSUS
1. Keadaan Umum.
Sistem pertahanan semesta (Sishanta) adalah salah satu upaya pertahanan negara
dengan melibatkan seluruh potensi dan kekuatan Nasional yang diselenggarakan secara
terpadu, terarah, efektif dan efisien dimana pelaksanaannya didasarkan pada kepentingan
pertahanan negara. Kodam LXII/Itegritas sebagai unsur TNI AD merupakan salah satu
komponen utama sistem pertahanan negara yang dalam pelaksanaan tugasnya harus
senantiasa mampu menyiapkan kekuatan satuan operasional yang mantap dan handal
dalam mengatasi berbagai macam bentuk ancaman baik dari dalam maupun luar negeri.
Serta mampu melaksanakan perlawanan berlarut dan upaya penanggulangan berbagai
bentuk konflik komunal baik konflik horizontal maupun pemberontakan bersenjata yang
dapat mengancam keutuhan dan kedaulatan NKRI. oleh sebab itu perlu dibuat suatu
pengkajian Kondisi Postur Kodam LXII/Integritas dihadapkan dengan Kondisi wilayah
sehingga dapat mengatasi segala bentuk permasalahan yang ada.
Untuk menghadapi tuntutan perkembangan lingkungan strategis yang penuh
dengan ketidakpastian dan dihadapkan pada kemampuan anggaran negara yang relatif
terbatas, maka tidak semua program yang ada dapat terlaksana seluruhnya. Sesuai
dengan kebijakan pengembangan kekuatan Postur TNI AD yang didalamnya terdapat
pengembangan organisasi yang diarahkan pada peningkatan kemampuan Kodam LXII/ Itg
yang bertujuan untuk mewujudkan standart defence (standar penangkalan ). Maka Kodam
LXII/ Itg menganggap perlu mempertimbangkan pembentukan satuan baru.
2. Keadaan Khusus.
a. Kondisi umum Kodam LXII / ITG.
1) Kondisi Postur, Kodam LXII / ITG belum memiliki Satbanpur Armed,
Arhanud dan Kavaleri setingkat Batalyon, Satbanpur Arhanud dan Kavaleri
yang saat ini tergelar adalah setingkat Detasemen. Satbanpur yang sudah
setingkat Batalyon adalah Zeni Tempur.
183
2) Kondisi wilayah wilayah Kodam LXII / ITG. Sebagai Kompartemen
Strategis berada di wilayah Provinsi P yang memiliki wilayah perbatasan darat
langsung dengan Negara N.
b. Kondisi wilayah Provinsi P.
1) Kondisi Geografi. Provinsi P memiliki luas ±75.467,70 km2 yang
berbatasan langsung dengan Negara N baik darat maupun laut di bagian
utara. Secara umum kondisi wilayah bervariasi terdiri dari perbukitan,
persawahan dan ladang serta hutan tropis khususnya wilayah perbatasan.
2) Kondisi Demografi. Jumlah penduduk di Provinsi P berdasarkan
Total 524.656 jiwa dengan kepadatan penduduk 10/km2, terdiri dari
bermacam-macam suku, baik penduduk asli maupun suku pendatang.
Masyarakat wilayah perbatasan P memiliki tingkat pendidikan rendah.
3) Kondisi Sosial Ekonomi. Daerah perbatasan 99% merupakan daerah
pedalaman yang masih tertinggal dan belum tersentuh infrastruktur
pembangunan yang memadai. Sebagian besar mata pencarian penduduk
adalah pertanian sawah dan perkebunan. Salah satu Kabupaten yang berada
Di wilayah perbatasan adalah Kabupaten K yang di wilayah bagian selatan
terdapat obyek vital berupa PLTU yang mensuplai sebagian besar listrik di
provinsi P. Tingkat eskalasi ancaman di wilayah Provinsi P, baik dari dalam
maupun dari luar negeri berupa konflik perbatasan, penyelundupan narkoba,
teroris, perdagangan manusia dan illegal logging cukup tinggi.
c. Potensi Ancaman
1) Invasi. Invasi dengan menggunakan kekuatan bersenjata oleh negara
lain terhadap kedaulatan negara Indonesia diperkirakan dari negara tetangga
N maupun dari negara lain baik melalui darat maupun laut. Kondisi saat ini
Tentara Republik N telah menambah dan menggelar kekuatan di wilayah
dekat dengan perbatasan terdiri dari 3 Brigade Infanteri serta unsur bantuan
tempur 1 Batalyon Armed Roket, 1 Detasemen rudal, 1 Detasemen Kavaleri
dan 1 Detasemen Zeni.
2) Subversi/Infiltrasi. Kegiatan Subversi/Infiltrasi yang diindikasikan
dilakukan intelijen asing dengan menggunakan kover LSM, Wisatawan,
pendidikan dan penelitian, Tenaga Kerja Warga Negara Asing (TKWNA) serta
misi agama di wilayah Provinsi P.
184
3) Pelanggaran wilayah perbatasan.
d. Hasil-hasil kajian sebelumnya adalah sebagai berikut :
1) Perlu dibentuk Satbanpur baru setingkat Batalyon untuk Satuan
Armed, Arhanud dan Kavaleri, perencanaan pembentukan dan pembangunan
satuan tersebut dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kemampuan
anggaran. dislokasi satuan di wilayah Kabupaten K.
2) Terdapat alternatif exact location yang direncanakan untuk
pembangunan pangkalan satuan baru tersebut yaitu :
a) Tanah asset Kodam LXII/ IGT. Luas tanah keseluruhan + 40 Ha
yang tersebar di 3 lokasi di wilayah perkotaan Kabupaten K. kondisi
tanah keras dan rata,
b) Tanah persawahan dan pekebunan yang sebagian merupakan
asset Pemkab K seluas 15 Ha yang dikelola oleh masyarakat dan
sebagian hak milik masyarakat. Kondisi tanah keras, rata, dekat
dengan lingkungan kota Kabupaten dan berada di tepi jalan poros
provinsi.
c) Tanah asset Pemprov P berupa hutan seluas + 60Ha, kondisi
tanah keras, sedikit bervariasi, berlokasi 10 Km dari pusat Kota K dan
berada + 3 Km dari jalan poros Provinsi.
185
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Senin, 23 Juni 2022
DEPARTEMEN MANAJEMEN
BS. STAF
SBS. BIDANG PERENCANAAN TNI AD
MP. PENGELOLAAN PROGRAM DAN ANGGARAN
1. Pendahuluan.
Penyusunan perencanaan dan penganggaran pembangunan nasional dilakukan
dengan pendekatan penganggaran berbasis program (money follow program) melalui
penganggaran berbasis kinerja. Sinkronisasi Perencanaan dan Penganggaran
Pembangunan Nasional dilakukan untuk meningkatkan keterpaduan perencanaan dan
penganggaran, yang lebih berkualitas dan efektif dalam rangka pencapaian Sasaran
pembangunan nasional sesuai visi dan misi Presiden yang dituangkan dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional dan RKP dengan menggunakan pen dekatan
tematik, holistik, integratif dan spasial.39
Pengelolaan program dan anggaran dimulai dari perencanaan, pelaksanaan,
pengendalian, pengawasan dan pelaporan program dan anggaran untuk mewujudkan PPA
yang efektif, efisien, ekonomis, dan transparan di lingkungan Kementerian Pertahanan dan
Tentara Nasional Indonesia. Pada Perencanaan Program dan Anggaran dijelaskan tentang
dokumen-dokumen perencanaan yang berada di lingkungan Kemhan dan TNI mulai dari
rencana kebutuhan tahunan sampai dengan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).
Setelah perencanaan program dan anggaran selanjutnya dilaksanakan
Pelaksanaan Program dan Anggaran untuk mewujudkan PPA yang efektif, efisien,
ekonomis, dan transparan di lingkungan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional
Indonesia. Pelaksanaan Program dan Anggaran dilaksanakan berdasarkan DIPA, dengan
berbagai sumber pembiayaan dan dilaksanakan oleh pejabat pengelola program dan
anggaran. Pelaksanaan penganggaran juga harus mengikui mekanisme yang telah
ditentukan.40
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis mengerti tentang Pengelolaan Program dan
Anggaran di Lingkungan Kementrian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia serta
dapat menerapkannya dalam pelaksanaan tugas.
39
Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi Proses Perencanaan dan Penganggaran
Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 105, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 6056.
40
Naskah Departemen tentang Pengelolaan Program dan Anggaran Nomor : Manajemen – 12 disahkan dengan Keputusan
Danseskoad Nomor Kep/17/II/2022 tanggal 9 Februari 2022.
186
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis mengerti tentang latar belakang Pengelolaan Program
dan Anggaran secara umum dan mengerti maksud dan tujuan diberikannnya materi
tersebut.
b. Khusus.
1) Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang Perencanaan
Program dan Anggaran, pengertian dan jenis Perencanaan Program dan
Anggaran dengan baik dan benar.
2) Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang Pelaksanaan
Program dan Anggaran di lingkungan Kementrian Pertahanan dan Tentara
Nasional Indonesia.
3) Pasis dapat menjelaskan cukup mendalam tentang Pengendalian,
Pengawasan dan Pelaporan Program dan Anggaran dengan baik dan benar.
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Naskah Departemen Mata Pelajaran Pengelolaan Program dan
Anggaran Nomor : MANAJEMEN – 12, disahkan dengan Keputusan
Komandan Seskoad Nomor Kep/17/II/2022 tanggal 9 Februari 2022;
2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286).
3) Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi
Proses Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 105, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 6056).
4) Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 31 Tahun 2018 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Pertahanan Negara (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2018 Nomor 1894).
5) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 143/ PMK.05 /2018 tentang
Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Belanja Negara di Lingkungan
Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1512).
187
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lainnya sesuai
denganpokok bahasan (buku, majalah, artikel, jurnal ilmiah dan internet).
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan pembekalan
teori sebagai berikut :
a. Waktu. Tanggal 23 Juni 2022.
b. Jumlah JP. 2 JP @ 50 menit (JP ke 6 – 7).
c. Metode. Ceramah dan tanya jawab.
d. Operasional MP.
1) Pendahuluan;
2) Perencanaan Program dan Anggaran;
3) Pelaksanaan Program dan Anggaran;
4) Pengendalian, Pengawasan dan Pelaporan;
5) Penutup.
6. Penugasan.
a. Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi lainnya yang
terkait dengan materi pelajaran;
b. Mengikuti proses belajar mengajar di kelas masing-masing dengan baik;
c. Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai dengan mata pelajaran; dan
d. Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar sesuai
alokasi waktu.
7. Lain-Lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan proses belajar mengajar
akan disampaikan kemudian.
Mengetahui: Bandung, Juni 2022
Kadepjemen Seskoad, Dosen Pengampu Materi,
Waris Ari Nugroho, S.E., [Link]. Djoko Rudianto
Kolonel Inf NRP 1910035080668 Kolonel Inf NRP 11930081560571
188
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD
DEPARTEMEN OPERASI Dikumpulkan : Kamis, 07 Juli 2022
Didiskusikan : Jumat, 08 Juli 2022
TERM OF REFERENCE (TOR) DISKUSI
MP. RENKON TNI DAN RENTINKON KOTAMAOPS TNI
PASIS DIKREG LXII SESKOAD TA 2022
TEMA
PERAN TNI DAN POLRI DALAM RENTINKON
OMSP KODAM KUJANG
1. Pengantar.
Rencana Tindakan Kontinjensi (Rentinkon) Kotamaops TNI adalah merupakan
suatu dokumen rencana strategis jangka pendek yang dibuat oleh Kotamaops TNI yang
dibatasi pada lingkup tanggung jawab Kotama (sesuai Tupoknya) baik menghadapi
kemungkinan ancaman yang terjadi maupun pencegahan dan penanggulangannya dalam
kurun waktu 1 tahun mendatang serta hanya menggunakan kekuatan yang ada dibawah
komandonya dimana kekuatan nyata belum memperhitungkan adanya tambahan kekuatan
baru dari alokasi hasil pembangunan kekuatan 41.
Guna menentukan kontinjensi yang terjadi pada Tahun 202B diperlukan analisa
terhadap perkembangan situasi yang terjadi di wilayah Kodam KUJANG dan
perkembangan lingkungan strategis Tahun 202B berupa wabah Covid 19, terorisme,
bencana banjir, keamanan kunjungan VVIP, konflik sosial dan kebakaran hutan dan lahan
(Karhutla).(Data terlampir dalam Keadaan Umum).
Dalam rangka memberikan pemahaman tentang MP. Renkon TNI dan Rentinkon
Kotamaops TNI kepada Pasis Dikreg LX TA.2021 maka Pasis diharapkan mampu
melaksanakan pembuatan dokumen Rentinkon Kotamaops TNI (Kodam KUJANG TA.
202B) dalam menghadapi OMSP dengan mengisi beberapa pasal format dari dokumen
tersebut dengan menggunakan metode Praktek dan Diskusi. Dalam pelaksanaan praktek
dan diskusi Pasis diperankan sebagai Kelompok Kerja Kodam KUJANG TA. 202B dalam
penyusunan dokumen Rentinkon Kotamaops TNI (Kodam KUJANG TA. 202B) dalam
menghadapi OMSP diantaranya membuat dan mendiskusikan tentang Analisa Kontinjensi
dengan indikasinya, kemungkinan Kontinjensi yang perlu mendapatkan Penanganan
41
Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ 105 / III / 2022 Tanggal 4 Maret 2022 tentang Rencana Kontinjensi TNI dan Rencana Tindakan Kontinjensi
Kotamaops TNI khususnya Sublampiran Pengisian Dokumen Rentinkon Kotamaops TNI.
189
berdasarkan Prioritas dengan alasan pertimbangan konsep rencana operasi dan rencana
gelar kekuatan dalam menghadapi kontinjensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan
Pernyataan Risiko apabila tindakan dan Kontinjensi tidak berhasil dalam menghadapi
Kontinjensi OMSP di Kodam KUJANG TA. 202B.
2. Tujuan Diskusi. Agar Pasis memahami tentang Operasi Pengamanan Rencana
Tindakan Kontinjensi (Rentinkon) Kotamaops TNI.
3. Penugasan Peserta.
a. Para peserta diskusi diharapkan mempersiapkan diri untuk melaksanakan
diskusi kelompok dengan membaca bahan bacaan yang ada hubungannya dengan
tujuan belajar dan pertanyaan yang harus dijawab serta di dikirimkan melalui email
Patun masing-masing.
b. Para peserta diskusi diharapkan mempelajari keadaan TOR sebagai bahan
acuan dalam menjawab pertanyaan.
c. Para peserta diskusi diharapkan memahami dan mampu menjawab
pertanyaan yang diberikan, sebagai berikut :
d. Pertanyaan.
1) Pasis diperankan sebagai Kelompok Kerja Kodam KUJANG TA 202B
dalam penyusunan dokumen Rentinkon Kodam KUJANG TA. 202B dalam
menghadapi OMSP, Setelah Panglima Kodam KUJANG menerima direktif
dari Panglima TNI selanjutnya melaksanakan pentahapan penyusunan
dokumen Rentinkon Kodam KUJANG TA. 202B dalam OMSP. bertugas
membuat isi naskah yaitu :
a) Pasis agar mengisi format kemungkinan kontinjensi OMSP di
Kodam KUJANG TA. 202B yang perlu mendapat penanganan
berdasarkan skala prioritas dan berikan alasan pertimbangan
setiap Kontinjensi.
b) Pasis agar mengisi format analisa kontinjensi yang dihadapi,
menggunakan analisis kualitatif dengan indikasinya dalam
menghadapi OMSP di Kodam KUJANG TA. 202B sesuai fakta-fakta
kejadian kontinjensi. (Data terlampir di Kaum)
c) Pasis agar mengisi format Konsep Rencana Operasi dan
Rencana Gelar Kekuatan dalam mengatasi Kontinjensi kebakaran
hutan dan lahan (Karhutla) di Kodam KUJANG TA. 202B.
d) Pasis agar mengisi format pernyataan Resiko kontinjensi,
190
apabila tindakan menghadapi kontinjensi tidak berhasil yang
dihadapi dengan OMSP di Kodam KUJANG TA. 202B.
e. Metode, Alokasi Waktu Diskusi dan Evaluasi.
1) Metode :
a) Mendiskusikan terhadap jawaban persoalan yang telah
disampaikan/dipaparkan Pasis.
b) Mengevaluasi terhadap pemahaman Pasis.
2) Alokasi Waktu :
a) Diskusi. Dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 8 Juli 2022, di
kelas masing-masing dengan alokasi waktu sebagai berikut :
(1) Waktu : 07.30 s.d 08.20 WIB (1 JP). Pembahasan
persoalan pertama.
(2) Waktu : 08.20 s.d 09.10 WIB (1 JP). Pembahasan
persoalan kedua.
(3) Waktu : 09.20 s.d 10.10 WIB (1 JP). Pembahasan
persoalan ketiga.
(4) Waktu :10.10 s.d 11.10 WIB (1 JP). Pembahasan
persoalan keempat.
(5) Waktu :11.10 s.d 12.00 WIB (1 JP). Evaluasi Diskusi.
b) Evaluasi 1 JP terakhir. Dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal
08 Juli 2022, di kelas masing-masing (persoalan akan ditayangkan
serentak melalui program LMS).
f. Jawaban Persoalan. Jawaban persoalan dibuat perorangan dengan
ketentuan sebagai berikut :
1) Jawaban tiap persoalan TOR diketik pada kertas A4 kuarto dengan
spasi 1,5 menggunakan huruf Arial ukuran tulisan 12, Jawaban tiap
persoalan sesuai dengan kemampuan masing-masing dan referensi yang
diberikan.
2) Jawaban persoalan TOR diupload dengan format pdf dengan nama
file JAWABAN [Link] (Contoh : JAWABAN TOR-MP. RENKON DAN
RENTINKON TNI) melalui aplikasi LMS pada H-1 sebelum praktek/diskusi
(hari Kamis, tanggal 7 Juli 2022, PKL. 06.00 WIB) sekaligus sebagai bahan
paparan saat diskusi.
191
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Keputusan Danseskoad Nomor Kep/ 105 / III / 2022 Tanggal 4 Maret
2022 tentang Rencana Kontinjensi TNI dan Rencana Tindakan Kontinjensi
Kotamaops TNI khususnya Sublampiran Pengisian Dokumen Rentinkon
Kotamaops TNI; dan
2) Keadaan Umum berisi fakta-fakta kejadian, Jumlah Kekuatan Siap
Ops dalam Rangka OMSP dan Rencana perlibatan di Kodam KUJANG.
b. Referensi Tambahan. Pasis diwajibkan membaca referensi lainnya sesuai
pokok bahasan (buku, jurnal, artikel, youtube, majalah dan internet).
Mengetahui :
Bandung, 23 April 2022
Kepala Departemen Operasi,
Dosen Pengampu Materi,
J.O. Sembiring, S.H., S.E., M.M. FX. Sri Wellyanto
Kolonel Inf NRP11950044430173 Kolonel Inf NRP 11960029740971
192
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Jum’at, 8 Juli 2022
DEPARTEMEN TERITORIAL
BS. STAF
SBS. BIDANG TERITORIAL TNI AD
MP. SISRENDAL BINTER
1. Pendahuluan.
Dalam kegiatan Binter yang dilaksanakan secara terus menerus agar sasaran Binter
dapat terwujud diperlukan proses dalam perencanaan dan pengendalian terhadap
pembinaan teritorial yang tertuang dalam produk Sisrendal Binter. Sisrendal Binter adalah
suatu sistem penyusunan produk dasar dan produk operasional dalam Rendal Binter yang
dibuat dengan baik, teratur, terkoordinasi secara terpadu, sehingga dapat dilaksanakan
secara berhasil guna dan berdaya guna demi kepentingan pertahanan negara dan
kesejahteraan masyarakat42.
Penyusunan dan pembuatan produk Sisrendal Binter, Korem dan Kodim selaku satuan
komando kewilayahan sebagai penyelenggara fungsi Binter yaitu melaksanakan koordinasi
dengan Pemda dan instansi terkait lainnya dengan memadukan Binter dan program Pemda
dalam rangka pertahanan negara aspek darat, meningkatkan kesejahteraan rakyat,
sehingga penyelenggaraan Binter dapat dilaksanakan secara bertahap, bertingkat,
berlanjut dan terus menerus.
Pembuatan produk Sisrendal Binter tersebut dilakukan secara terkoordinasi sistematis
dimulai dari pengumpulan data, pengolahan data dan kemudian dilakukan KISS
(Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi dan Simplikasi) melalui forum Musrenbang mulai dari
tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan kelurahan/desa. Produk tersebut berupa
Petunjuk Teritorial (Jukter), Analisa Potensi Wilayah (Anpotwil), Analisa Potensi Pertahanan
(Anpothan), Rencana Pembinaan Teritorial (Renbinter), Telaahan Pembinaan Teritorial
(Telbinter) dan Program Pembinaan Teritorial (Progbinter).
2. Tujuan Kurikuler. Agar Pasis memahami tentang Sisrendal Binter serta mampu
menerapkannya dalam pelaksanaan tugas.
3. Tujuan Instruksional.
a. Umum. Agar Pasis memahami secara umum prosedur penyusunan produk
42
Peraturan Kasad Nomor 28-02 Tahun 2012 tentang Buku Petunjuk Teknik Sisrendal Binter.
193
Sisrendal Binter.
b. Khusus.
1) Agar Pasis mampu menjelaskan secara mendalam tentang
penyusunan Sisrendal Binter;
2) Agar Pasis mampu menjelaskan cukup mendalam tentang tujuan,
sasaran, sifat, peranan, organisasi, tugas dan tanggung jawab, syarat
personel, teknik, alat peralatan/sarana prasarana/perlengkapan, serta faktor-
faktor yang mempengaruhi;
3) Agar Pasis mampu menjelaskan cukup mendalam tentang kegiatan
pembuatan produk perencanaan dan pengendalian Binter;
4) Agar Pasis mampu menjelaskan secara mendalam tentang tujuan
Jukter, kedudukan Jukter, landasan yang digunakan dalam penyusunan
Jukter, hal-hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan Jukter dan
manfaat yang diperoleh;
5) Agar Pasis mampu menjelaskan secara mendalam tentang tujuan
Anpotwil, kedudukan Anpotwil, landasan yang digunakan dalam penyusunan
Anpotwil, hal-hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan Anpotwil dan
manfaat yang diperoleh;
6) Agar Pasis mampu menjelaskan secara mendalam tentang tujuan
Anpothan, kedudukan Anpothan, landasan yang digunakan dalam
penyusunan Anpothan, hal-hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan
Anpothan dan manfaat yang diperoleh;
7) Agar Pasis mampu menjelaskan secara mendalam tentang tujuan
Renbinter, kedudukan Renbinter, landasan yang digunakan dalam
penyusunan Renbinter, hal-hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan
Renbinter dan manfaat yang diperoleh;
8) Agar Pasis mampu menjelaskan secara mendalam tentang tujuan
Telbinter, kedudukan Telbinter, landasan yang digunakan dalam penyusunan
Telbinter, hal-hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan Telbinter dan
manfaat yang diperoleh;
9) Agar Pasis mampu menjelaskan secara mendalam tentang tujuan
Progbinter, kedudukan Progbinter, landasan yang digunakan dalam
penyusunan Progbinter, hal-hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan
Progbinter dan manfaat yang diperoleh; dan
10) Agar Pasis mampu melaksanakan praktek menyusun produk
Sisrendal Binter.
194
4. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1024/XII/2020 tanggal 21 Desember
2020 tentang pengesahan berlakunya Doktrin TNI AD “Kartika Eka Paksi”;
2) Keputusan Kasad Nomor Kep/845/XI/2015 tanggal 24 November 2015
tentang Petunjuk Administrasi tentang Penyusunan, Penerbitan Doktrin dan Buku
Petunjuk Angkatan Darat;
3) Keputusan Kasad Nomor Kep/1069/XII/2019 tanggal 2 Desember 2019
tentang Petunjuk Induk tentang Teritorial;
4) Peraturan Kasad Nomor Perkasad/28-02/XII/2012 tanggal 26 Desember
2012 tentang Buku Petunjuk Teknik Sisrendal Binter; dan
5) Keputusan Danseskoad Nomor Kep/16/II/2022 tanggal 9 Februari 2022
tentang Pengesahan Naskah Departemen Mata Pelajaran Sisrendal Binter Nomor
Teritorial-05.
b. Referensi Tambahan. Pasis dapat membaca referensi lain sesuai pokok bahasan
(Buku, majalah, artikel, jurnal ilmiah, dan internet).
5. Jadwal Proses Belajar Mengajar. Dilaksanakan dengan memberikan pembekalan
teori dan praktik sebagai berikut:
a. Pemberian Materi Teori.
1) Pertemuan ke-1 (Teori).
a) Waktu. Tanggal 8 Juli 2022.
b) Jumlah JP. 2 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Ceramah dan tanya jawab.
d) Operasional teori MP :
(1) Pendahuluan;
(2) Ketentuan Umum Sisrendal Binter;
(3) Kegiatan yang dilaksanakan;
(4) Petunjuk Teritorial;
(5) Analisa Potensi Wilayah;
(6) Analisa Potensi Pertahanan;
195
2) Pertemuan ke-2 (Teori).
a) Waktu. Tanggal 12 Juli 2022.
b) Jumlah JP. 2 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Ceramah dan tanya jawab.
d) Operasional teori MP :
(1) Rencana Pembinaan Teritorial;
(2) Telaahan Pembinaan Teritorial;
(3) Program Pembinaan Teritorial;
(4) Tanya jawab; dan
(5) Penutup.
b. Praktik/Diskusi.
1) Pertemuan ke-1 (Praktik/Diskusi).
a) Waktu. Tanggal 13 Juli 2022.
b) Jumlah JP. 3 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Praktik/Diskusi.
d) Operasional Praktik MP.
(1) Paparan; dan
(2) Diskusi.
2) Pertemuan ke-2 (Praktik/Diskusi).
a) Waktu. Tanggal 15 Juli 2022.
b) Jumlah JP. 3 JP (@ 50 menit).
c) Metode. Diskusi/Praktik.
d) Operasional Praktek MP.
(1) Paparan;
(2) Diskusi; dan
(3) Evaluasi Diskusi.
6. Penugasan.
a. Proses Belajar Mengajar Teori.
1) Mempelajari bahan ajaran yang telah diberikan dan referensi lainnya yang
terkait dengan materi pelajaran.
2) Mengikuti proses belajar mengajar secara tatap muka di kelas.
3) Menyiapkan pertanyaan yang relevan dan sesuai mata pelajaran.
4) Pertanyaan dapat disampaikan selama proses belajar mengajar sesuai
alokasi waktu.
196
b. Diskusi/Praktik.
1) Mempelajari dan mengerjakan persoalan sesuai TOR/KAK yang telah
diberikan.
2) Pasis dalam pembuatan produk dilarang keras melakukan plagiat, apabila
ditemukan hasil produk plagiat maka akan dilakukan proses sesuai dengan
ketentuan yang berlaku di lembaga Seskoad.
3) Pasis mengirimkan jawaban persoalan TOR/KAK pada H-1 kepada dosen
dan Patun melalui aplikasi Cels LMS Seskoad sebelum pelaksanaan
diskusi/praktik.
4) Pada saat pelaksanaan diskusi/praktik, Pasis akan dibagi bebarapa kelompok
sesuai pembagian yang telah diatur oleh Patun kelas sebagai moderator. Pasis
seluruhnya harus aktif menyampaikan pendapat, ide/gagasan, saran dan
tanggapan saat diskusi.
5) Pada 1 JP terakhir pokok bahasan/pertemuan atau menjelang akhir
pelaksanaan diskusi/praktik akan diberikan persoalan evaluasi dalam bentuk tes
formatif dan close book, persoalan akan di share secara bersamaan saat waktu
memasuki 1 JP terakhir melalui aplikasi Cels LMS. Pasis diberikan waktu selama
50 menit untuk menjawab persoalan. Jawaban dikerjakan dengan tulis tangan di
kertas jawaban masing-masing, kemudian kertas jawaban dikumpulkan kepada
dosen/Patun di kelas.
7. Lain-Lain. Apabila ada perubahan waktu pelaksanaan proses belajar mengajar
akan disampaikan kemudian..
Mengetahui: Bandung, 2 Juni 2022
Kepala Departemen Teritorial Seskoad, Dosen Pengampu materi,
Septinus Eduard Ginting, S.E. Mordechai Triyandono S.I.P.
Kolonel Inf NRP 1900012060968 Kolonel Inf NRP 11970039061075
197
SEKOLAH STAF DAN KOMANDO TNI AD Dikumpulkan: Selasa, 12 Juli 2022
DEPARTEMEN TERITORIAL Didiskusikan: Rabu, 13 Juli 2022
Jum’at, 15 Juli 2022
TERMS OF REFERENCE (TOR)/KAK DISKUSI
MP. SISRENDAL BINTER
PASIS DIKREG LXII SESKOAD TA 2022
TEMA
PENYUSUNAN PRODUK SISRENDAL BINTER
1. Pengantar.
Penyelenggaraan Pembinaan teritorial oleh TNI AD hakikatnya adalah upaya,
pekerjaan dan kegiatan, baik berdiri sendiri maupun bersama dengan aparat terkait dan
komponen bangsa lainnya dalam membantu pemerintah dalam menyiapkan kekuatan
pertahanan aspek darat yang meliputi wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya,
serta terwujudnya Kemanunggalan TNI-Rakyat yang dilaksanakan sesuai kewenangan dan
peraturan perundang-undangan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD, yakni
mempertahankan dan menjaga kedaulatan serta keutuhan wilayah darat NKRI dan
membantu pemerintah melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat yang
dipersiapkan secara dini43. Pemerintahan Daerah dalam hal ini memiliki tugas dan tanggung
jawab secara otonom yang meliputi geografi, demografi dan kondisi sosial yang dapat
diberdayakan untuk mendukung terselenggaranya sistem pertahanan negara di daerah
sebagai bagian dari fungsi pemerintah untuk menyiapkan dan membina pertahanan negara
sejak dini44.
Berdasarkan referensi di atas bahwa pemerintah pusat/daerah mengemban fungsi
dalam rangka menyiapkan dan membina pertahanan negara, sedangkan TNI/TNI AD
sebagai alat pertahanan negara bersama komponen bangsa lainnya membantu
pemerintah, melalui kegiatan Binter untuk memberdayakan potensi sumber daya
pertahanan menjadi kekuatan pertahanan bagi kepentingan pertahanan negara. Oleh
karena itu penyelenggaraan Binter TNI-AD dengan manajemen teritorial tingkat Kodim
yakni sistem perencanaan dan pengendalian pembinaan teritorial (Sisrendal Binter) Kodim,
harus dapat diselaraskan dengan program pembangunan pemerintah daerah. Seperti kita
ketahui bersama Sisrendal Binter terdiri dari produk dasar (Jukter, Anpotwil, Anpothan dan
43
Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
44
Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
198
Renbinter) dan produk operasional (Telbinter dan Progbinter). Produk dasar berlaku
selama lima tahun yang merujuk pada Renbangda lima tahunan Pemkab/kota (Rencana
Pembangunan Jangka Menengah) dan produk operasional berlaku selama satu tahun yang
dipadukan dengan Renbangda tahunan Pemkab/kota (Rencana Pembangunan Jangka
Pendek). Namun demikian produk Sisrendal Binter harus mengacu juga pada Renstra TNI
yang berlaku pada saat ini.
Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) bertugas menyiapkan potensi sumber daya
pertahanan menjadi kekuatan pertahanan melalui program Pembinaan Teritorial (Binter).
Namun pada pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala. Diantaranya belum
sinkron dan terpadu antara program pembangunan Pemda kabupaten/kota dengan
program pembinaan teritorial satuan komando kewilayahan di tingkat Kodim. Hal tersebut
disebabkan aparat komando kewilayahan tingkat Kodim, komandan Kodim beserta staf
dalam menyusun produk Sisrendal Binter belum berkoordinasi maksimal dengan Pemda
kabupaten/kota setempat. Produk Sisrendal Binter sebaiknya harus dikoordinasikan
dengan program pembangunan yang dilaksanakan pemerintahan kabupaten/kota,
sehingga produk Sisrendal Binter dapat berjalan terpadu selaras dengan produk RTRW
pemerintah daerah setempat. Sehubungan dengan hal tersebut, dalam rangka proses
belajar pembuatan produk Sisrendal Binter tingkat Kodim kepada Pasis Dikreg LXII TA 2022
terdapat penugasan dalam membuat produk Sisrendal Binter Kodim sebagaimana tertuang
dalam TOR/KAK ini.
2. Penugasan Peserta.
a. Para peserta diskusi membuat produk perorangan dan mempersiapkan diri untuk
melaksanakan diskusi perorangan dalam hubungan sindikat sesuai pembagian tugas
yang telah diatur oleh Patun kelas sebagai moderator. Pasis seluruhnya harus aktif
menyampaikan pendapat, ide/gagasan, saran dan tanggapan saat diskusi.
b. Pasis mempelajari TOR/KAK, referensi bacaan wajib dan tambahan serta semua
referensi yang terkait materi yang akan didiskusikan, Analisa Daerah Operasi (ADO),
Petunjuk Teritorial (Jukter) serta Rencana Tata Ruang Wilayah pertahanan (RTRW)
Kodim (terlampir) sebagai bahan data dalam menjawab persoalan/pertanyaan yang
diberikan.
c. Persoalan yang harus dijawab.
1) Berdasarkan data yang ada di Jukter dan ADO Kodim 0732/Sleman,
bagaimana menurut pasis untuk merumuskan data Potensi Wilayah yang dapat
dikembangkan sebagai kemampuan wilayah, menjadi bahan dalam pembuatan
199
Analisa Potensi Wilayah (Anpotwil) Kodim 0732/Sleman?
2) Hasil Data Analisa Potensi Wilayah (Anpotwil) yang telah dibuat, bagaimana
menurut Pasis kemampuan wilayah Kodim 0732/Sleman, yang harus dibuat untuk
dapat ditingkatkan menjadi kekuatan terhadap Sistem Pertahanan Negara,
sebagai bahan dalam pembuatan Analisa Potensi Pertahanan (Anpothan) Kodim
0732/Sleman?
3) Apa konsep Rencana Pembinaan Teritorial (Renbinter) yang dapat Pasis
implementasikan berdasarkan data Jukter, konsep Anpotwil, Anpothan dan
RTRW Hanrat Kodim 0732/Sleman?
4) Dengan adanya data Teritorial tersebut, bagaimana pendapat Pasis dalam
mewujudkan Ruang Juang, Alat Juang dan Kondisi Juang (RAK) Juang yang
tangguh, serta Kemanunggalan TNI-Rakyat dalam sistem pertahanan di wilayah
Kodim 0732/Sleman?
5) Wilayah Kodim 0732/Sleman yang merupakan daerah yang rawan terhadap
bencana alam. Bagaimana menurut pendapat Pasis, program Binter yang tepat
untuk dilaksanakan oleh Kodim 0732/Sleman dihadapkan dengan karakteristik
wilayah tersebut?
d. Metode, Alokasi Waktu Diskusi dan Evaluasi.
1) Metode.
a) Mendiskusikan terhadap jawaban persoalan yang telah disampaikan/
dipaparkan Pasis; dan
b) Mengevaluasi terhadap pemahaman Pasis.
2) Alokasi Waktu Diskusi. Diskusi dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 13
Juli 2022 JP ke 1 s.d. 3 pukul 07.30 s.d. 10.10 WIB dan hari Jum’at tanggal 15
Juli 2022 JP ke 1 s.d. 2 pukul 07.00 s.d. 08.40 WIB di masing-masing
kelas/sindikat dengan alokasi waktu sebagai berikut:
a) Pukul 07.30 s.d. 08.20 WIB pembahasan persoalan pertama;
b) Pukul 08.20 s.d. 09.10 WIB pembahasan persoalan kedua;
c) Pukul 09.20 s.d. 10.10 WIB pembahasan persoalan ketiga;
d) Pukul 07.00 s.d. 07.50 WIB pembahasan persoalan keempat; dan
e) Pukul 07.50 s.d. 08.40 WIB pembahasan persoalan kelima.
200
3) Evaluasi 1 JP terakhir. Dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 15 Juli
2022 JP ke-3 pukul 08.50 s.d. 09.40 WIB di masing-masing kelas/sindikat
(persoalan akan ditayangkan oleh Sdirdik Seskoad). Jawaban evaluasi ditulis
tangan dan dikumpulkan kepada masing-masing dosen pengawas di kelas.
e. Jawaban Persoalan. Jawaban persoalan TOR/KAK dibuat perorangan dengan
ketentuan sebagai berikut:
1) Jawaban persoalan TOR/KAK tulis tangan di kertas A4, satu lembar untuk
satu pertanyaan;
2) Jawaban persoalan TOR/KAK dikirimkan kepada Dosen penilai dan Patun
di masing-masing sindikat dengan format PDF dengan nama file Jawaban
TOR/KAK-MP....... (contoh : JAWABAN TOR/KAK-MP. SISRENDAL BINTER)
melalui aplikasi Cels LMS Seskoad pada hari Selasa tanggal 12 Juli 2022 pukul
06.00 WIB sebagai bahan paparan saat diskusi; dan
3) Membuat bahan paparan dalam bentuk slide yang akan dipaparkan pada
hari Rabu tanggal 13 Juli 2022 dan Jum’at tanggal 15 Juli 2022.
3. Referensi.
a. Referensi Wajib.
1) Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1024/XII/2020 tanggal 21 Desember
2020 tentang pengesahan berlakunya Doktrin TNI AD “Kartika Eka Paksi”;
2) Keputusan Kasad Nomor Kep/845/XI/2015 tanggal 24 November 2015
tentang Petunjuk Administrasi tentang Penyusunan, Penerbitan Doktrin dan Buku
Petunjuk Angkatan Darat;
3) Keputusan Kasad Nomor Kep/1069/XII/2019 tanggal 2 Desember 2019
tentang Petunjuk Induk tentang Teritorial;
4) Peraturan Kasad Nomor Perkasad/28-02/XII/2012 tanggal 26 Desember
2012 tentang Buku Petunjuk Teknik Sisrendal Binter; dan
5) Keputusan Danseskoad Nomor Kep/16/II/2022 tanggal 09 Februari 2022
tentang Pengesahan Naskah Departemen Mata Pelajaran Sisrendal Binter Nomor
Teritorial-05.
b. Referensi Tambahan. Buku, jurnal, artikel, majalah dan internet yang berkaitan
dengan materi pelajaran.
201
4. Penutup. Demikian Term of Reference (TOR)/KAK dibuat untuk dijadikan pedoman
bagi Pasis Dikreg LXII Seskoad TA 2022 dalam menjawab persoalan dan pelaksanaan
diskusi Sisrendal Binter.
Mengetahui: Bandung, 2 Juni 2022
Kepala Departemen Teritorial, Dosen Pengampu materi
Septinus Eduard Ginting, S.E. Mordechai Triyandono S.I.P.
Kolonel Inf NRP 1900012060968 Kolonel Inf NRP 11970039061075