RANCANG BANGUN FASILITAS PEMETAAN RUMAH IBADAH DI
DESA KALPATATU KECAMATAN TOMONI KABUPATEN LUWU
TIMUR BERBASIS WEBSITE
EUNIKE GLARIA .P
2004411457
FAKULTAS TEKNIK KOMPUTER
UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO
TAHUN2022/2023
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI................................................................................................................ii
DAFTAR TABEL.......................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR...................................................................................................3
1.1 Latar Belakang..............................................................................................4
BAB II...........................................................................................................................7
TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................................7
2.1 Kajian Teori.........................................................................................................7
2.2 Hasil Penelitian Yang Relevan...........................................................................3
2.3 Kerangka Pikir.....................................................................................................4
DAFTAR TABEL
Halaman
1. Waktu dan Tempat Penelitian........................................................................ 14
DAFTAR GAMBAR
Halaman
1. Komponen-komponen SIG............................................................................ 4
2. Kerangka Pikir................................................................................................ 13
3. BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi pada zaman ini membawa
dampak perubahan yang positif dalam kehidupan masyarakat khususnya di
Indonesia di mana pembangunan tempat ibadah saat ini yang semakin pesat yang
di tandainya tempat ibadah yang semakin meningkat seperti yang kita ketahui
rumah ibadah merupakan sarana keagamaan yang penting bagi pemeluk agama di
suatu tempat,dan juga sebagai tempat penyiaraan agama serta sebagai tempat
melakukan ibadah di mana kita mententramkan jiwa,beribadah sesuai kewajiban
sebagaimana kita sudah di tuntun dalam kitab yang di yakini dan di percayai.
Ibadah adalah memperhambakan diri kepada Allah dengan taat melaksanakan
segala perintahnya dan anjuranya,serta menjauhi segala laranganya karena Allah
semata ,baik dalam bentuk kepercayaan ,perkataan maupun perbuatan,dan juga
hubungan yang di lakukan manusia dengan Tuhan,manusia dengan sesamanya
seperti sedekah dan manusia dengan makhluk hidup lainya dengan demkian
tempat ibadah sangat di butuhkan di kalangan masyarakat
Desa kalpataru adalah desa yang terletak di kecamatan tomoni kabupaten luwu
timur dengan luas area 3,2km dengan presentase terhadapa luas kecamatan yaitu
2,7dan untuk jumlah penduduk yaitu 1712 [Link] kalpataru memiliki fasilitas
rumah ibadah,untuk jumlah fasilitas rumah ibadah ada 6 Gereja dan 2 Masjid serta
2 Mushola, di antaranya adalah Gereja Toraja cabang efrata yang berjumlah 29
keluaraga,Gereja Gkst yang berjumlah 11 keluarga, Gereja pantekosta yang
berjumlah 20 keluarga, Gereja Toraja kalaena berjumlah 35 keluarga,Gereja
Katolik berjumlah 17 keluarga, dan Gereja Setia berjumlah 12 keluarga, serta 2
masjid di dusun mandiri dan di dusun suryasakti dan mushola di sukadamai dan
mushola di dusun bumi harapan.
Website adalah kumpulan halaman yang menampilkan data informasi
konten ,informai gambar,akifitas, suara video atau kombinasi dari semuanya,baik
yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk rangkaian bangunan yang
saling terkait terhubung oleh hyperlink Website menjadi salah satu sarana yang di
gunakan untuk menyampaikan sebuah informsi dari pihak pemerintahan unuk
masyarakat [Link] segala keunggulan aplikasi Website nantinya akan
membuat informasi seputar rumah ibadah yang ada di Desa Kalpataru Kecamatan
Tomoni Kabupaten Luwu Timur.
Berkaitan dengan hal di atas,maka salah satu upaya untuk mengetahui rumah
ibadah yang ada di Desa Kalpataru Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur
adalah dengan membuatkan peta menggunakan aplikasi ArcGIS.
Berdasarkan uraian di atas harapan penulis dengan di buatkanya peta pada rumah
ibadah masyarakat Desa Kalpataru Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur
atau masyarakat pendatang akan dengan mudah untuk mengetahui lokasi rumah
ibadah yang ada di Desa Kalpataru.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah pada penelitian ini
adalah bagaimana Merancang dan Membangun pemetaan rumah ibadah di desa
kalpataru,kecamatan tomoni,,kabupaten luwu timur berbasis WEBSITE
1.3Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membangun sebuah
website untuk rumah ibadah agar mempermudah pihak gereja untuk membantu
pendeta dan para jemaat dengan cara yang efisien .
1.4 Manfaat Penelitian
[Link] bagi pendeta dan masyarakat
[Link] Pendeta dan masyarakat di desa kapataru untuk mendapat lokasi
rumah ibadah yang ada
[Link] masyarakat atau jemaat pendatang untuk mengetahui lokasi
setiap rumah ibadah yang ada di desa Kalpataru
[Link] bagi peneliti
[Link] pengetahuan dalam merancang sebuah WEBSITE dan
mengembangkan pemahaman teknologi yang berkaitan dengan penelitian ini.
[Link] mempelajari lebih dalam lagi sistem pemetaan peta menggunkan
WEBSITE
[Link] penulis sebagai salah satu syarat kelulusan untuk menyelesaikan
studi program strata 1(S1)
1.6 Batasan Penelitian
Mebuaat sebuah WEBSITE maka akan di berikan batasan batasan masalah dalam
penulisan proposal ini adalah sebagai berikut
[Link] di fokuskan di desa Kalpataru Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu
Timur.
[Link] data yang akan di gunakan adalah data yang ada di setiap rumah ibadah
c. Menggunakan metode overlay untuk beberapa peta tematik
[Link] peta menggunakan aplikasi ArcGis
[Link] akan di kembangkan untuk sistem Android & IOS
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teori
1. Rancang Bangun
Perancangan ialah suatu satu hal yang penting dalam menciptakan
program. Tujuan dari perancangan tentu untuk menggambarkan dengan jelas dan
lengkap kepada ahli teknik yang terlibat. Perancangan laiaknya sebuah konsep
yang mesti berguna dan mudah dimengerti sehingga memudahkan
pengaplikasiannya (Syukroni, 2017). Kata “rancang” adalah kata kerja yang
artinya mengatur keseluruhan dari sesuatu baik sebelum bertindak, mengerjakan
ataupun melakukan sesuatu untuk direncanakan. Sedangkan perancangan
termasuk dalam kategori kata benda yang bermakna proses, atau pembuatan
konsep. Jadi dapat disimpulkan “rancang bangun” dapat dimaknai sebagai
merancang atau mendesain sesuatu (Sobri & Suryanto, 2015).
Menurut Ningrum(2018), rancang bangun merupakan penggambaran,
rencangan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari sejumlah elemen yang
terpisah menjadi suatu kesatuan utuh dan berguna. Rancang adalah serangkaian
cara runut untuk menerjemahkan hasil pengamatan dari sebuah sistem ke dalam
bahasa pemrograman untuk menjelaskan detail bagaimana komponen – komponen
sistem diterapkan (Hart, 2018).
2. SIG
Sistem Informasi Geografi (SIG) adalah suatu sistem informasi yang
dirancang untuk bekerja dengan data yang bereferensi spasial atau berkoordinat
(Darmawan, A. 2006). SIG memadukan antara data grafis (spasial) dengan data
teks (atribut) objek yang dihubungkan secara geografis di bumi (georeference)
serta dapat menggabungkan data, mengatur data, dan melakukan analisis data
yang akhirnya akan menghasilkan kelaran yang dapat dijadikan acuan dalam
pengambilan keputusan pada masalah yang berhubungan dengan geografi
sebagai sistem komputer yang digunakan untuk memanipulasi data geografi.
4
Sistem ini diimplementaikan dengan perangkat keras dan perangkat lunak
komputer yang berfungsi untuk akusisi dan verifikasi data, kompilasi data,
penyimpanan data, perubahan dan pembaharuan data, manajemen dan pertukaran
data, manipulasi data, pemanggilan dan presentasi data serta analisa data
(Bernhardsen, 2002). Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem berbasis
komputer yang memiliki kemampuan dalam menangani data bereferensi geografi
yaitu pemasukan data, manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan kembali),
manipulasi dan analisis data, serta keluaran sebagai hasil akhir (output). Hasil
akhir (output) dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan pada masalah
yang berhubungan dengan geografi (Arronoftt,1989). Sedangkan menurut Riyanto
(2009), SIG sebagai sebuah sistem berbasiskan komputer yang digunakan untuk
menyimpan dan memanipulasi informasi - informasi geografis. SIG dirancang
untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis objek dan fenomena dimana
lokasi geografi merupakan karakteristik yang penting atau kritis untuk dianalisis.
3. Komponen SIG
Adapun komponen-komponen utama yang terdapat dalam SIG meliputi
perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), kemampuan intelegensi
manusia (barinware), data, dan metode. Berikut ulasannya masing-masing:
Gambar 1. Komponen-komponen SIG
5
4. ARCGIS
ArcGis merupakan sotware berbasis Geographic Information
System (GIS) yang dikembangkan oleh ESRI (Environment Science &
Research Institue). Produk utama arcgis terdiri dari tiga komponen utama
yaitu :
ArcView (Berfungsi sebagai pengelola data komprehensif, pemetaan dan
analisis),
ArcEditor (berfungsi sebagai editor dari data spasial) dan
ArcInfo (Merupakan fitur yang menyediakan fungsi – fungsi yang ada di dalam
GIS yaitu meliputi keperluan analisa dari fitur Geoprocessing).
ArcGis pertama kali diluncurkan kepada publik sebagai software yang komersial
pada tahun 1999 dengan versi (ArcGis 8.0) dengan perkembangan dan tuntutan
akan fitur yang dibutuhkan ESRI selalu memberikan pembahuruan pada ArcGis,
pada saat ini telah keluar versi yang terbaru update 2016 yaitu (ArcGis 13.0)
Pada versi terbarunya, ArcGis Deskstop memiliki beberapa fitur diantaranya :
ArcMap, yaitu aplikasi utama yang digunakan dalam pengelolahan data GIS.
ArcMap memiliku kemampuan untuk visualisasi, editing, pembuatan peta
tematik, pengelolaan dari data tabular (Exceel), memilih (Query), menggunakan
fitur Geoprocessing untuk menganalisa dan customize data ataupun melakukan
output berupa tampilan peta. Operator juga dapat mengolah data sesuai dengan
keinginannya.
ArcGlobe, merupakan salah satu aplikasi yang memiliki tampilan seperti
GoogleEarth yang memiliki fungsi sebagai tampilan datum permukaan bumi
dengan menggunakan citra satelit.
ArcCatalog, yaitu merupakan aplikasi yang memiliki fitur untuk membuat
data vector dan mengelompokannya sesuai dengan fungsi yang diinginkan.
Dengan kemampuan tools untuk menjelajah informasi (browsing), mengatur
data (organizing), membagi data (distribution) dan mendokumentasikan data
spasial maupun ataupun data – data berkaitan dengan informasi geografis.
5
ArcScene merupakan aplikasi yang memiliki fitur serupa dengan ArcMap,
tetapi kelebihannya terdapat dari fitur 3D yang digunakan dimana
worksheetnya dapat diolah dengan tampilan X,Y, dan Z
5. Hardware (Perangkat Keras)
Perangkat keras pada SIG/Sistem Informasi Geografis dapat berupa
komputer beserta instrumen nya (perangkat pendukungnya). Data atau
informasi yang terdapat dalam SIG diolah melalui perangkat keras.
Perangkat keras dapat dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.
1. Alat masukan (input), sebagai sarana untuk memasukkan data ke dalam
jaringan komputer. Misalnya, scanner, digitizer, dan CD-ROM.
2. Alat pemrosesan, merupakan sistem dalam komputer yang berfungsi
mengolah, menganalisis, dan menyimpan data yang masuk sesuai
kebutuhan. Misalnya, Central Processing Unit (CPU), tape drive, dan disk
drive.
3. Alat keluaran (output), berfungsi menayangkan informasi geografis
sebagai data dalam proses SIG. Misalnya, VDU (Visual Display Unit),
plotter, dan printer.
Data yang telah masuk akan diolah melalui CPU yang di hubungkan dengan:
Unit penyimpanan (disk drive, tape drive) untuk disimpan dalam disket atau
CD
Unit keluaran (printer dan plotter) untuk dicetak menjadi data dalam bentuk
peta.
VDU (layar monitor) untuk ditayangkan agar dapat dikontrol oleh para
pemakai dan programer (pembuat program).
Scanner, yaitu alat untuk membaca tulisan pada sebuah kertas atau gambar.
CD-ROM, yaitu alat untuk menyimpan program.
Digitizer, yaitu alat pengubah data asli (gambar) menjadi data digital (angka).
Plotter, yaitu alat yang mencetak peta dalam ukuran relatif besar.
Printer, yaitu alat yang mencetak data maupun peta dalam ukuran relatif kecil.
CPU, yaitu pusat pemrosesan data digital.
5
VDU, yaitu layar monitor untuk menayangkan hasil pemrosesan.
Disk drive, yaitu bagian CPU untuk menghidupkan program.
Tape drive, yaitu bagian CPU untuk menyimpan program.
6. Software (Perangkat Lunak)
Perangkat lunak merupakan sistem yang berfungsi untuk memasuk
kan, menyimpan, dan mengeluarkan data yang di perlukan. Perangkat
lunak meliputi proses komputerisasi yang berhubungan dengan masukan
data, data tambahan, data dasar geografi, transformasi, dan penayangan
serta pelaporan data. Beberapa
jenis software berupa program komputer yang biasa dimanfaatkan antara lain
program AutoCad, ArcInfo, ArcView, dan program lainnya.
7. Brainware (Kemampuan Manusia)
Brainware merupakan kemampuan manusia dalam pengelolaan dan
pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) secara efektif dan efisien.
Secanggih apapun teknologi yang digunakan, manusia merupakan subjek
(pelaku) yang sangat penting dalam mengendalikan seluruh sistem.
Artinya, manusia tetap memegang peran yang sentral dalam SIG.
Koordinasi dalam pengelolaan SIG sangat diperlukan agar informasi yang
diperoleh tidak simpang siur, tetapi tepat dan akurat. Berikut ini disajikan
skema dari komponen-komponen dalam SIG.
8. Data
Pada prinsipnya terdapat dua jenis data untuk mendukung SIG yaitu:
1. Data Spasial
Data spasial adalah gambaran nyata suatu wilayah yang terdapat di permukaan
bumi. Umumnya direpresentasikan berupa grafik, peta, gambar dengan format
digital dan disimpan dalam bentuk koordinat x,y (vektor) atau dalam bentuk
image (raster) yang memiliki nilai tertentu.
5
2. Data Non Spasial (Atribut)
Data non spasial adalah data berbentuk tabel dimana tabel tersebut
berisi informasi- informasi yang dimiliki oleh obyek dalam data spasial.
Data tersebut berbentuk data tabular yang saling terintegrasi dengan data
spasial yang ada.
9. Metode
Metode yang digunakan dalam SIG akan berbeda untuk setiap
permasalahan. SIG yang baik tergantung pada aspek desain dan aspek
realnya.
10. Pemetaan
Peta adalah gambaran unsur-unsur alam dan atau unsur-unsur buatan, yang
berada di atas maupun di bawah permukaan bumi yang digambarkan
pada suatu bidang datar dengan skala tertentu. Di jaman yang sudah
berkembang ini peta mempunyai banyak kegunaan, kegunaan untuk
pribadi maupun kepentingan
umum. Berdasarkan peraturan kepala BIG no 3 Tahun 2016 tentang
penyajian peta desa . penyajian Pada peta desa harus memiliki beberapa
unsur yaitu unsur alami, unsur buatan maupun unsur lainya. unsur – unsur
tersebut meliputi:
a. Toponimi
b. Batas Wilayah Administrasi
c. Jaringan/Infrastruktur Transportasi
d. Perairan (sungai, saluran air, dan lainnya)
e. Sarana dan prasara (fasum dan fasos)
f. Penutup lahan
g. Penggunaan lahan
11. Potensi Desa
5
Potensi desa adalah segenap sumber daya alam dan sumber daya
manusia yang dimiliki desa sebagai modal dasar yang perlu dikelola dan
dikembangkan bagi kelangsungan dan perkembangan desa.
Potensi Fisik dan Non Fisik :
Sumber Daya Alam
Sumber daya alam yang dimiliki desa seperti lahan kosong, sungai,
sawah,perkebunan, hutan, pegunungan yang pada saat ini belum
dimanfaatkan secara maksimal.
Sumber Daya Manusia
Potensi yang dimiliki Desa Pegiringan adalah tenaga, kader kesehatan,kader
pertanian, dan tersedianya SDM yang memadai ini bisa dilihat dari tabel
tingkat pendidikan di atas rata-rata adalah SMP/SMA.
Sumber Daya Sosial
Potensi sumber daya sosial yang dimiliki Desa Pegiringan adalah
banyaknya lembaga-lembaga yanga ada dimasyarakat seperti
LPM,Gapoktan,Kelompok Pengajian, Arisan, Kelompok Simpan
Pinjam,Posyandu,Karang Taruna ,dan lain-lain.
Sumber Daya Ekonomi
Potensi sumber daya ekonomi yang dimiliki Desa Pegiringan adalah
adanya Lahan-Lahan Pertanian, Perkebunan, maupun Peralatan Kerja
Seperti Peternakan,Perikanan.
12. Visual studio code
Visual Studio Code merupakan penyunting kode-sumber yang dapat digunakan
untuk beragam bahasa pemrograman, termasuk Java, JavaScript,
Go, [Link], Python dan C++. Visual Studio Code memperkerjakan komponen
penyunting yang sama (namakode "Monaco") yang digunakan di Azure
DevOps (awalnya dippangil Visual Studio Online dan Visual Studio Team
Services). Sebagai ganti dari sistem proyek, VSCode memungkinkan pengguna
untuk membuka satu atau lebih banyak direktori, yang dapat disimpan di ruang
kerja untuk digunakan ulang nanti. Ini memungkinkan untuk beroperasi sebagai
5
penyunting kode languange-agnostic untuk semua bahasa. VSCode mendukung
banyak bahasa pemrograman dan sekumpulan fitur yang berbeda dari setiap
bahasa. Berkas dan map yang tidak diingikan dapat di kecualikan dari pohon
proyek melalui pengaturan proyek tersebut. Kebanyakan fitur VSCode tidak di
terekspos melalui menu atau tampilan pengguna tetapi dapat diakses
melalui command palette. Visual Studio Code dapat diperluas
melalui ekstensi, tersedia melalui repositori pusat VSCode. Ini
mencakup penambahan ke penyunting dan dukungan bahasa. Salah satu
fitur terkemuka dari VSCode adalah kemampuan untuk membuat ekstensi
yang menambahkan dukungan untuk bahasa baru, tema,
dan pengawakutuan, melalukan analisis kode statis, dan
menambahkan linter kode menggunakan Protokol Server Bahasa. Visual
Studio Code memilki beberapa ekstensi untuk FTP, memungkinkan
VSCode untuk digunakan sebagai perangkat lunak gratis alternatif untuk
pengembangan web. Kode dapat disinkronkan antara penyunting dan
server, tanpa harus mengunduh perangkat lunak tambahan
13. Hypertext Preprocessor (PHP)
Merujuk pada (Robitoh, 2018), Hypertext Preprocessor atau hanya
PHP adalah bahasa pemrograman webserver-side yang bersifat open
source. PHP merupakan naskah yang terintegrasi dengan HTML dan
berada pada server. Dengan kata lain, PHP ialah bahasa pemrograman
web yang sifatnya sebagai server dan memudahkan dalam pengelolaan
pusat data, serta dapat digunakan dalam file HTML. Sebagian besar
sintaks mirip dengan bahasa C, Java dan
Perl,ditambah dengan beberapa fungsi dari PHP yang lebih spesifik. Tujuan
paling utama dari penggunaan bahasa ini adalah untuk perancangan web dinamik
dengan cepat(Sobri & Suryanto, 2015). Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh
pengguna saat menggunakan bahasa pemrograman [Link] mengenal
singkatan PHP, pengguna dapat memeroleh informasi tentang keuntungan
penggunaannya seperti tampilan web yang lebih menarik dan dinamis. Karena
banyak keuntungan yang dapat dirasakan pengguna, bahasa pemrograman PHP
5
banyak diterapkan untuk laman situs rumah sakit, klinik, akademik, dan lain
sebagainya. Bahkan, saat ini banyak situs pemerintah telah mulai menggunakan
PHP(Anggraini, 2021).
6
14. Java Script
JavaScript adalah suatu bahasa pemrograman yang dikembangkan untuk dapat
berjalan pada web browser. Pada awalnya JavaScript dikembangkan pada web
browser Netscape oleh Brenden Eich dengan nama Mocha, kemudian berubah
menjadi Live-Script dan yang akhirnya menjadi JavaScript (Robitoh, 2018).Java
merupakan bahasa pemprograman serbaguna yang bisa digunakan untuk
meciptakan suatu program.
Java adalah teknologi dimana teknologi tersebut melingkupi java sebagai
bahasa pemprograman yang mempunyai sintaks dan aturan pemprograman
tersendiri, juga mencakup java sebagai platform dimana teknologi ini memiliki
mesin virtual dan perpustakaan yang dibutuhkan dalam menulis dan menjalankan
program yang ditulis dengan bahasa pemprograman java. Berdasarkan pendapat
diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa java adalah bahasa paemprograman
serbaguna yang memiliki sintaks dan aturan pemprograman tersendiri yang mana
dalam bahasa programan ini dapat membangun suatu aplikasi seperti membangun
15. EXAMPP
EXAMPP adalah sebuah software yang menjalankan peran sebagai local web
server. Local web server artinya, localhost komputer yang berperan menjalankan
web server dan juga sistem database. Software ini biasa digunakan untuk
pengujian aplikasi web melalui localhost. Aplikasi web yang dikembangkan
secara native, menggunakan framework, maupun CMS bisa diuji menggunakan
XAMPP
16. MySQL
MySQL adalah sebuah DBMS (Database Management System) menggunakan
perintah SQL (Structured Query Language) yang banyak digunakan saat ini
dalam pembuatan aplikasi berbasis website. MySQL dibagi menjadi dua lisensi,
pertama adalah Free Software dimana perangkat lunak dapat diakses oleh siapa
saja. Dan kedua adalah Shareware dimana perangkat lunak berpemilik memiliki
batasan dalam penggunaannya.
12
MySQL termasuk ke dalam RDBMS (Relational Database Management
System). Sehingga, menggunakan tabel, kolom, baris, di dalam struktur database -
nya. Jadi, dalam proses pengambilan data menggunakan metode relational
database. Dan juga menjadi penghubung antara perangkat lunak dan database
server. Secara garis besar, fungsi dari MySQL adalah untuk membuat dan
mengelola database pada sisi server yang memuat berbagai informasi dengan
menggunakan bahasa SQL. Fungsi lain yang dimiliki adalah memudahkan
pengguna dalam mengakses data berisi informasi dalam bentuk String (teks), yang
dapat diakses secara personal maupun publik dalam [Link] seluruh penyedia
server web atau host menyediakan fasilitas untuk MySQL dalam pengembangan
aplikasi berbasis website untuk dikelola oleh web developer. Kemudian,
antarmuka dari MySQL adalah PHP MyAdmin. Yang berfungsi untuk
menghubungkan antara bahasa pemrograman PHP dengan MySQL untuk proses
pengelolaan basis data pada web.
2.2 Hasil Penelitian Yang Relevan
Penelitian ini merujuk pada beberapa penelitian yang sudah ada sebagai
referensi dalam penelitian untuk diukur. Penelitian tersebut antara lain :
1. Adininggar (2016), Pembuatan Peta Potensi Lahan Berdasarkan Kondisi Fisik
Lahan Menggunakan Metode Weighted Overlay.
2. Saraswati (2016), Sistem Informasi Geografis Pemetaan Desa Pengrajin Batik
Di Kabupaten Bantul Berbasis Web.
3. Aryani (2014), Pembuatan Peta Potensi Curah Hujan Dengan Menggunakan
Citra Satelit MTSAT Di Pulau Jawa.
9
4. Fitriyanto (2013) Evaluasi Penggunaan Lahan Terhadap Rencana Tata Ruang
Wilayah Kota Semarang Tahun 2011 – 2031 (Study Kasus Kecamatan Genuk,
Pedurungan, dan Gayamsari).
5. Toyibulah (2012), Evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah Berdasarkan Indeks
Potensi Lahan Melalui Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Sragen.
Dengan merujuk pada penelitian sebelumnya, penulisan Desain Pengembangan
Peta Potensi Desa Berbasis Sistem Informasi Geografi ini dibuat berbeda
dengan mengambil lokasi di Kelurahan Sumurboto Kecamatan Banyumanik
Kabupaten Semarang.
2.3 Kerangka Pikir
Kerangka berpikir adalah suatu dasar pemikiran yang mencakup
penggabungan antara teori, fakta, observasi, serta kajian pustaka, yang nantinya
dijadikan landasan dalam melakukan menulis karya tulis ilmiah. Karena menjadi
dasar, kerangka berpikir ini dibuat ketika akan memaparkan konsep-konsep dari
penelitian. Kerangka berpikir juga bisa dibilang sebagai visualisasi dalam bentuk
bagan yang saling terhubung. Dengan bagan itu dapat dikatakan bahwa kerangka
berpikir adalah suatu alur logika yang berjalan di dalam suatu penelitian.
Namun, kerangka berpikir ilmiah juga bisa dibuat dalam bentuk poin-poin yang
sesuai dengan variabel.
Sugiyono mengatakan bahwa kerangka berpikir adalah suatu model konseptual
yang digunakan sebagai landasan teori yang terkait dengan faktor-faktor dalam
penelitian. Menurutnya, suatu penelitian membutuhkan kerangka berpikir agar
bisa menjelaskan secara teoritis, dan dapat menjelaskan alasan adanya hubungan
antara variabel.
Menurut Sapto Haryoko, kerangka berpikir adalah suatu penelitian yang
menggunakan dua variabel atau lebih dalam prakteknya. Sehingga kerangka
berpikir itu berisi mengenai variabel-variabel yang akan dibahas di dalam
penelitian. Variabel iu lantas dijelaskan di dalam tulisan.
10
7
8
11