BAB II
KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN
2.1 Identitas Pemrakarsa dan Penyusun Dokumen
1. Identitas Pemrakarsa
a. Nama Pemilik : dr. Kharisma Wildan Fuadi
b. Nama Penanggung Jawab Usaha : dr. Kharisma Wildan Fuadi
c. Nomor KTP : 3206382311940002
d. Nomor NPWP : [Link]-425.000
e. Jabatan : Ketua
f. No. Telepon/No. Fax : 082280872807
g. Jenis Usaha/Kegiatan : Klinik Kesehatan dan Apotek
h. Nama Usaha/Kegiatan : KLINIK KHAIRAN MEDIKA
i. Alamat Usaha/Kegiatan : Jl. Pagerageung RT 002 / RW 004
Desa/Kec. Pagerageung, Kab. Tasikmalaya
2. Identitas Penyusun Dokumen
a. Nama Perusahaan : CV. Khairan Medika
b. No. HP : 082280872807
c. Email : khairanmedika@[Link]
d. Akte Notaris : No 05, 05 Januari 2023
e. NPWP : [Link]-425.000
f. Alamat Kantor : Jl. Pagerageung RT 002 / RW 004
Desa/Kec. Pagerageung, Kab. Tasikmalaya
g. Penanggung Jawab : dr. Kharisma Wildan Fuadi
2.2 TATA LETAK USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
1. Tata Letak Usaha / Kegiatan
Lokasi usaha dan/atau kegiatan “KLINIK KHAIRAN MEDIKA” :
Jalan : Jl. Pagerageung RT 002 / RW 004
Desa/Kelurahan : Pagerageung
Kecamatan : Pagerageung
Kabupaten : Tasikmalaya
Koordinat (GPS) : 7˚06’46.1”S dan 108˚10’00.5”E
4
2. Batas-Batas Usaha dan/atau Kegiatan
Lokasi kegiatan operasional “KLINIK KHAIRAN MEDIKA” ini berada di
wilayah Desa Pagerageung, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya.
Adapun batas-batas lahan-lahannya sebagai berikut:
- Sebelah Utara : Jalan Pagerageung
- Sebelah Timur : Praktek Bidan Mandiri Hj. Neneng Siti Patonah, [Link]
- Sebelah Selatan : TK Siti Rohimah
- Sebelah Barat : Rumah Hj. Popong
2.3 Potensi Dampak Lingkungan
Studi ini mengkaji dan memprediksikan dampak lingkungan dari kegiatan Klinik
tersebut pada tahap operasi. Potensi dampak lingkungan yang diprediksikan muncul akibat
kegiatan antara lain :
a. Penurunan kualitas udara
b. Pengelolaan kebisingan
c. Pencahayaan
d. Kualitas air
e. Timbulan limbah padat/sampah
f. Limbah padat infeksius
g. Limbah cair medis
h. Limbah cair domestik
i. Limbah B3
j. Peningkatan volume/arus lalu lintas
k. Social ekonomi (tumbuhnya perekonomian lokal dan interaksi antara karyawan dengan
masyarakat sekitar, persepsi masyarakat dan kekhawatiran)
l. Sanitasi lingkungan (vektor penyakit)
m. Keamanan dan ketertiban (bahaya kebakaran)
5
2.3 Kegiatan yang Dilaksanakan
Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada Klinik Khairan Medika adalah :
2.3.1 Timbulan Limbah Padat/Sampah
Sampah adalah limbah padat yang terdiri dari zat organik dan zat anorganik yang
dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan bagi kesehatan
masyarakat, mencemari lingkungan dan melindungi investasi pembangunan (Departement
PU, Direktorat PLP, 1991).
Sampah adalah merupakan limbah yang berasal dari aktivitas manusia yang tidak
terpakai baik organik maupun aorganik yang apabila tidak dikelola akan mengganggu
kesehatan manusia dan menimbulkan dampak lingkungan (Keputusan Mentri Lingkungan
Hidup, nomor: Kep.37/Men/ LH/ 7/ 1995).
Ada beberapa hal yang dipertimbangkan dalam masalah timbulan sampah adalah :
1. Faktor Yang Mempengaruhi Timbulan Sampah, diantaranya adalah : Letak geografis
(wilayah pengunungan, wilayah bantaran sungai, wilayah datar). Klimatologis (musim
hujan, musim panas). Frekuensi pengumpulan sampah (1 x dalam sehari). Karakteristik
populasi (jumlah penduduk dan penyebarannya). Kebiasaan masyarakat (pemahaman
masyarakat terhadap pengelolaan sampah/kebiasaan masyarakat dalam membuang
sampah).
2. Metode Perhitungan Timbulan Sampah. Kuantitas dan komponen sampah merupakan
faktor penting dalam perencanaan dan operasional sampah.
3. Besaran Timbulan Sampah Dalam SK-SNI -0401993-03 ditetapkan suatu spesifikasi
timbulan sampah untuk kota sedang dan kota kecil.
Sampah yang dikelola oleh Klinik adalah sampah domestik seperti bekas bungkus
makanan baik dari karyawan maupun pasien dan keluarga pasien, kertas bekas, daun daun
6
dan rumput dari halaman sekitar, dikumpulkan oleh petugas cleaning sevice dikumpulkan
setiap hari dan akan diambil oleh BUMDES setiap 3 hari sekali.
Alur Pengelolaan sampah di Klinik Khairan Medika dapat terlihat pada grafik di
bawah ini
ALUR PENGELOLAAN SAMPAH/LIMBAH PADAT
DI KLINIK KHAIRAN MEDIKA
PENDAFTARAN
RUANG PERIKSA 1 & 2
RUANG TUNGGU
INSTALASI FARMASI / KANTONG PLASTIK HITAM
APOTEK
IGD
LABORATORIUM
PENGAMBILAN OLEH BUMDES
RAWAT INAP / OBSERVASI
2.2.3 Limbah B3
Secara umum yang disebut limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan
proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industri, pertambangan, dan sebagainya. Bentuk limba
h tersebut dapat berupa gas dan debu, cair atau padat. Di antara berbagai jenis limbah ini ada yang ber
sifat beracun atau berbahaya dan dikenal sebagai Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah
B3).
Suatu limbah digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya atau berac
un yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung, dapat merusak atau mencem
arkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan [Link] termasuk limbah B3 antara lain
adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan,
7
tumpahan, sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. Ba
han-bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih karakteristik berikut: mudah me
ledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif, dan lain-lain,
yang bila diuji dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.
Klinik sebagai pelayanan kesehatan di masyarakat, langsung bersentuhan dengan
masyarakat terutama di pedesaan atau masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Tetapi, di berbagai
aktivitas pusat layanan kesehatan kadang memunculkan persoalan baru. Sering kali kurang
memperhatikan masalah-masalah penanganan limbah medis yang biasanya terdiri dari plastik, jarum
suntik, kapas, botol infus dan lain-lain. Pesatnya pertumbuhan industri pelayanan Kesehatan di
Indonesia akan memberikan kontribusi atau dampak signifikan dalam menghasilkan limbah padat B3
(limbah medis).
Limbah medis adalah limbah padat yang terdiri dari limbah infeksius, limbah patologi,
limbah benda tajam, limbah farmasi, limbah sitotoksis, limbah kimiawi, limbah radioaktif, limbah
kontainer bertekanan dan limbah dengan kandungan logam berat yang tinggi (Komilis, 2012).
Produksi limbah medis padat di berbagai negara berkembang meningkat sangat pesat, hal ini di
karenakan masih belum adanya penanganan secara khusus untuk limbah medis padat tersebut
(Wendfeld, 2015). Menurut Mayonetta dan Warmadewanthi (2016), limbah medis sangat berpotensi
untuk mencemari lingkungan dan menyebabkan penyakit apabila pengelolaan tidak sesuai dengan
prosedur yang sudah ditentukan.
Supaya pengelolaan limbah padat berjalan dengan baik, maka perlu adanya tempat
penyimpanan sementara limbah yang berijin. Pengelolaan limbah padat B3 medis tahap akhir pada
umumnya menggunakan insenerator. Tetapi, tidak semua fasilitas kesehatan khususnya di
puskesmas/klinik swasta mempunyai insenerator. Keterbatasan inilah yang menyebabkan beberapa
dari fasilitas kesehatan harus menyerahkan limbah medis yang dihasilkan kepada pihak lain.
JENIS - JENIS LIMBAH YANG AKAN DIKELOLA
JENIS-JENIS LIMBAH
B3 BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN B3
8
Masker, sarung tangan lateks, kassa, selang infus,
Limbah Infeksius
selang kateter
Limbah Farmasi Botol obat, kardus obat, botol infus plastik dan kaca
Desinfektan, paraffin, H2O2, Alcohol, ethanol, O2,
Limbah Kimia
chlorine, CO2 , Glycerin
Limbah Benda Tajam Jarum suntik, Bisturi (Pisau Bedah)
Darah, organ tubuh (dalam jumlah yang sedikit
Limbah Patologi
sehingga dimasukkan dalam limbah infeksius)
Pengharum ruangan, plastik, lampu bekas, baterai
Limbah Kantor
bekas
Pembersih lantai, pembersih kaca, plastik, saluran air
Limbah Dapur
kotor
Limbah Gudang Lampu bekas, baterai bekas, cat dan tiner,
Pemutih, detergen, pewangi, pembersih lantai, saluran
Limbah Laundry
air kotor
JUMLAH LIMBAH B3 (UNTUK PER JENIS LIMBAH) YANG AKAN DIKELOLA
JENIS-JENIS LIMBAH BAHAN BERBAHAYA JUMLAH
DAN BERACUN (B3) (KG)/HARI
Limbah Infeksius 0,3 - 0.5
Limbah Farmasi 0,5 - 0,7
Limbah Kimia 0 - 0,3
Limbah Infeksius Benda Tajam 0,3 - 0.5
Limbah Patologi 0 - 0,2
Limbah Kantor 0 - 0,2
Limbah Dapur 0 - 0.5
Limbah Gudang 0 - 0.5
Limbah Laundry 0 - 0,2
A. PROSES PENGUMPULAN DAN PERPINDAHAN LIMBAH (ASAL LIMBAH
DAN TITIK AKHIR PERJALANAN LIMBAH)
9
a. Pengelolaan Limbah Pengelolaan Limbah Medis Tajam
Limbah benda tajam adalah obyek atau alat yang memiliki sudut tajam, sisi,
ujung atau bagian menonjol yang dapat memotong atau menusuk kulit seperti jarum
hipodermik, perlengkapan intravena, pipet pasteur, pecahan gelas, pisau bedah.
Pengelolaan limbah medis tajam anatara lain :
1) Pemilahan limbah harus dilakukan mulai dari sumber yang menghasilkan limbah.
2) Limbah benda tajam harus dikumpulkan dalam satu wadah tanpa memperhatikan
terkontaminasi atau tidaknya. Wadah tersebut harus anti bocor, anti tusuk dan tidak
mudah untuk dibuka sehingga orang yang tidak berkepentingan tidak dapat
membukanya.
3) Ditampung pada tempat khusus (safety box) atau karton yang aman.
4) Pengumpulan limbah medis tajam dilakukan oleh petugas cleaning service dan
dibawa ke TPS.
b. Pengelolaan Limbah Medis Infeksius
Limbah padat infeksius yang dihasilkan dari ruang perawatan berupa kasa
bekas, peralatan infus, botol bekas obat injeksi, plester, masker, peralatan medis habis
pakai, pembalut dan limbah padat dari ruang tindakan/IGD. Pengelolaan limbah medis
infeksius antara lain :
1) Pemilahan limbah harus dilakukan mulai dari sumber yang menghasilkan limbah.
2) Tempat pewadahan limbah medis padat : Terbuat dari bahan yang kuat, cukup
ringan, tahan karat, kedap air, dan mempunyai permukaan yang halus pada bagian
dalamnya, misalnya fiberglass.
3) Setiap sumber penghasil limbah medis harus tersedia tempat pewadahan yang
terpisah dengan limbah padat non medis.
4) Kantong plastik warna kuning diangkat setiap hari atau kurang sehari apabila 2/3
bagian telah terisi limbah.
5) Pengumpulan limbah medis infeksius dilakukan oleh petugas cleaning dan dibawa
ke TPS.
c. Pengelolaan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
10
Limbah B3 ini meliputi limbah patologi, limbah farmasi, limbah sitotoksis, limbah
kimiawi, , limbah kontainer bertekanan, dan limbah dengan kandungan logam berat
yang tinggi. Pengelolaan limbah B3 antara lain :
1) Pengumpulan limbah B3 yang dihasilkan dari setiap instalasi dilakukan oleh petugas
cleaning service dan dibawa ke TPS.
2) Pada TPS limbah B3 dilakukan penimbangan dan pencatatan berat limbah medis dan
B3 yang dihasilkan.
3) Limbah medis dan B3 dikelola oleh pihak ketiga yang ditunjuk.
B. LAY OUT KEGIATAN
Terkumpulnya limbah medis B3 di TPS dengan keadaan yang tertutup dan
sudah dilakukan penimbangan dan pencatatan sehingga siap diambil oleh pihak ke tiga.
C. URAIAN PENGELOLAAN PASCA PENGUMPULAN
Setelah dilakukan penyimpanan limbah medis B3 di TPS kemudian limbah
tersebut diambil oleh pihak ke tiga setiap 30 hari sampai 90 hari sekali dengan cara
mengisi dokumen pengambilan limbah medis B3 dengan persetujuan pihak klinik dan
pihak ke tiga.
1) Limbah B3 infeksius, benda tajam, dilakukan penyimpanan paling lama 90 hari.
2) Limbah B3 bahan kimia kadaluarsa, tumpahan, atau sisa kemasan, farmasi,
peralatan medis yang mengandung logam berat tinggi, dan tabung gas dilakukan
Penyimpanan paling lama :
- 90 hari untuk limbah B3 yang dihasilkan sebesar 50 kg per hari atau lebih
- 180 hari untuk limbah B3 yang dihasilkan kurang dari 50 kg per hari atau lebih
Tempat penampungan sementara limbah padat medis (TPS B3) dapat berupa
tempat yang terlindung dari vector ataupun gangguan lain, kedap air, serta diberi
penerangan serta harus betul-betul diperhatikan agar tidak tercecer dimana-manaa untuk
antisipasi terjadinya penyebaran penyakit lewat limbah B3.
11