LAPORAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
(PTK)
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN
KEMAMPUAN BERCERITA DALAM MATA PELAJARAN
BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS II
SDN 213 HUTARIMBARU
Disusun oleh :
SITI ZUBAIDAH
856099336
UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ MADINA
2023
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ..............................................................................................................
DAFTAR ISI ..............................................................................................................................
ABSTRAK ..................................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN .........................................................................................................
A. Latar Belakang Masalah ............................................................................................
B. Rumusan Masalah dan Pemecahannya ......................................................................
C. Tujuan Penelitian .......................................................................................................
D. Masalah penelitian .....................................................................................................
BAB II KAJIAN PUSTAKA ....................................................................................................
A. Kajian Teori .....................................................................................................................
B. Temuan Hasil yang Relevan ............................................................................................
C. Kerangka Berpikir ...........................................................................................................
D. Hipotesis Tindakan ..........................................................................................................
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN ..............................................................................
A. Tempat Penelitian ............................................................................................................
B. Waktu Penelitian .............................................................................................................
C. Subyek Penelitian ............................................................................................................
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................................................
A. Hasil Penelitian ...............................................................................................................
B. Hasil Pengamatan ............................................................................................................
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................................................
A. Kesimpulan ......................................................................................................................
B. Saran ................................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................
ABSTRAK
Siti Zubaidah, NIM : 856099336. Penggunaan Media Gambar untuk Meningkatkan
Kemampuan bercerita Dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas II SD
Negeri 213 Hutarimbaru Tahun Pelajaran 2009/2010.
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada siswa kelas II SD Negeri 213
Hutarimbaru, dikarenakan adanya permasalahan yaitu hasi belajar mata pelajaran Bahasa
Indonesia khususnya kemampuan bercerita masih rendah. Melalui media gambar
permasalahan ini dicoba untuk diperbaiki dan ditingkatkan.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bercerita melalui
penggunaan media gambar pada siswa kelas 1I SD Negeri 213 Hutarimbaru.
Prosedur penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus langkah-langkah dalam setiap
siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan (planning),pelaksanaan tindakan
(acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting). Pada tahap observasi observer dan
peneliti melakukan pengumpulan data dengan melakukan pengamatan terhadap aktivitas
siswa dan guru dalam proses pembelajaran melalui penggunaan media pias-pias kata pada
pelajaran Bahasa Indonesia.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada saat proses pembelajaran pada indicator
partisipasi aktif pada siklus I 66,42 % menjadi 95 % pada siklus II meningkat
28,58%.Kemampuan guru dalam menggunakan media gambar kondisi awal 2,02 dalam
criteria cukup baik menjadi 3,02 pada siklus I dan menjadi 3,42 dalam criteria sangat baik
pada siklus II. Hasil belajar siswa pada tes akhir presentasi siswatuntas belajar pada kondisi
awal 12,50 % menjadi 50 % pada siklus I dan meningkat menjadi 95 % pada siklus II. Nilai
rata-rata juga mengalami peningkatan dari 57,50 pada kondisi awal menjadi 66,25 pada siklus
I dan pada siklus II 76,50.
BABI
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Keberhasilan belajar siswa dalam menyelesaikan studi di jenjang pendidikan yang terjadi
selama ini belum seperti yang diharapkan semua pihak. Terutama mata pelajaran Bahasa
Indonesia, padahal mata pelajaran Bahasa Indonesia sangatlah penting terutama bagi siswa
kelas [Link] karena itu, itu sebagai pendidik dan pengajar, guru harus dapat
mewujudkan harapan pendidikan dan sekolah.
Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk sekolah Dasar meliputi empat aspek yaitu :
mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara karena siswa kelas II belum menguasai
ketrampilan menulis dan berbicara,yaitu memahami pesan pendek dan dongeng yang
dilaksanakan. Padahal yang peneliti hadapi adalah kelas II yang tidak semuanya bisa menulis
dan berbicara lancar sesuai kondisi yang dibicarakan.
Dengan memperhatikan masalah dalam rangka memecahkan masalah tersebut diatas, agar
proses belajar mengajar berhasil dengan baik maka diperlukan metode, media dan strategi
mengajar.
Kemampuan mengajar guru berperan penting dalam mensukseskan proses belajar mengajar.
Seorang guru harus mampu mengukur kemampuan anak terhadap materi yang diajarkan.
Pada akhirnya proses belajar mengajar guru memberi latihan soal dan pengerjaan soal. Untuk
memantapkan penguasaan materi pada pelajaran Bahasa Indonesia.
Kemampuan bercerita siswa SD Negeri 213 Hutarimbaru belum mencapai kriteria ketuntasan
minimal yang ditetapkan yaitu 70,00 dan nilai tuntas beajar 75 % pada Kompetensi Dasar 2.2
menceritakan kegiatan sehari-hari dengan bahasa yang mudah dipahami orang lain, nilai rata-
rata yang dicapai siswa hanya mencapai 57,50. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa.
Dari 40 siswa kelas II SD 213 Hutarimbaru, 5 anak mendapat nilai 60 sebanyak 50 % dan 15
siswa mendapat nilai 50 sebanyak37,5%.
.
Dengan memperhatikan nilai ulangan siswa yang rendah diatas maka agar dapat
meningkatkan kemampuan siswa terhadap materi pelajaran yaitu bercerita guru harus
melakukan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan media gambar dan proses
perbaikan pembelajaran serta dilakukan observasi maupun diskusi observasi dengan teman
sejawat.
Berdasarkan pengalaman penulis sebagai pengajar dan pendidik di SD dan melihat hasil
ulangan dan tingkat penguasaan siswa terhadap materi Bahasa Indonesia tentang
menceritakan gambar dan menyalin puisi sederhana ke dalam bentuk tulisan dan bicara masih
rendah, maka penulis mengadakan penelitian dalam rangka memecahkan masalah tersebut
diatas.
Dari identifikasi tersebut diatas terkesan terlalu banyak untuk dipecahkan, agar peneliti
terfokus maka peneliti member batasan masalah sebagai berikut "Penggunaan Media Gambar
Untuk Meningkatkan Kemampuan Bercerita Dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas
II SD Negeri 213 Hutarimbaru”.
Dengan adanya proses pembelajaran menggunakan media gambar, maka diharapkan siswa
SD kelas II di SD Negeri 213 Hutarimbaru dapat meningkatkan kemampuannya untuk
bercerita serta meningkatkan prestasi belajar serta ketuntasan belajar minimal Bahasa
Indonesia
B. Rumusan Masalah dan Pemecahannya.
1. Apakah penggunaan media gambar dapat meningkatkan kemampuan bercerita pada
siswa keas II SD Negeri 1 Sragen?
2. Rencana Pemecahan Masalah.
a. Membuat RPP yang menggunakan media gambar kata untuk meningkatkan
ketrampilan membaca nyaring pada siswa kelas II
b. Membelajarkan siswa bercerita dengan menggunakan media gambar.
c. Membuat lembar pengamatan siswa untuk mengetahui kemampuan siswa
dalam bercerita.
d. Mengukur pemahaman siswa tentang bercerita sesudah proses pembelajaran.
C. Tujuan Penelitian
Dalam proposal penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan bercerita melalui media gambar pada siswa kelas II SD Negeri I Sragen.
D. Manfaat Penelitian.
1. Manfaat Teoritis
a. Dapat meningkatkan mutu pembelajaran
b. Dapat memberikan masukan kepada instansi terkait dalam mengambil
kebijakan yang dapat menunjang proses pembelajaran.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi peneliti, menemukan solusi untuk meningkatkan kemampuan
bercerita nyaring pada siswa kelas II.
b. bagi siswa,siswa menjadi lebih terampil dalam bercerita.
3. Bagi institusi, kepala sekolah dapat mensosialisasikan kepada rekan guru
sehingga terinspirasi untuk menggunakan media gambar dalam pembelajaran
bercerita siswa kelas II.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1. Kemampuan Bercerita
Kegiatan bercerita di SD berperan penting dalam pembelajaran bahasa disamping dapat
digunakan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak.
Selain tujuan tersebut Kusumo Priyono (2001:15) juga menambahkan bahwa
ketrampilan mendongeng dalam hal ini termasuk juga bercerita, bertujuan untuk:
a. Merangsang dan menumbuhkan imajinasi dan daya fantasi murid.
b. Mengembangkan daya penalaran sikap kritis serta kreatif.
c. Mempunyai sikap kepedulian terhadap nilai-nilai luhur budaya bangsa.
d. Dapat membedakan perbuatan yang baik dan perlu ditiru dengan yang buruk
dan tidak perlu dicontoh.
e. Menumbuhkan rasa hormat dan mendorong terciptanya kepercayaan diri dan
sikap terpuji pada murid.
Untuk meningkatkan kemampuan bercerita para pembelajar harus sering mengikuti
aktivitas berbahasa lisan dan sering berlatih bercerita dalam berbagai macam situasi.
Disamping itu,mereka juga harus terlibat dalam proses bercerita berusaha untuk
memahami apa yang mereka ceritakan.
2. Media Pembalajaran
a. Pengertian Media Pembelajaran.
Media merupakan bagian dari salah satu kmponen dari proses belajar mengajar, untuk
itu guru harus memiliki pengetahuan da pemahaman yang luas tentang media
pembelajaran. Kata media berasal dari bahasa latin Medius yang berarti tengah,
peraturan atau pengantar. Menurut Suwana, dkk, (2005 : 127), mengemukakan bahwa
media adalah kata jamak dari medium, yang artinya perantara. Sedangkan pendapat
dari Sri Anitah (2007 : 2) mengemukakan bahwa media
pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu yang mengentarkan pesan pembelajaran
antara pemberi pesan kepada penerima pesan tersebut. Dari Association For
Educational Communications and Technology (AECT,1997) mendefinisikan media
sebagai segala bentuk yang digunakan untuk menyalurkan informasi.
Pendapat lain dikemukakan oleh Sudarwan Danim (1994:7) media dalam dunia
pendidikan merupakan seperangkat alat bantu atau perlengkapan yang digunakan oleh
guru dalam rangka berkmunikasi dengan siswa.
Definisi media dalam arti yang luas adalah setiap orang,bahan,alat atau peristiwa yang
dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa menerima pengetahuan,
ketrampilan dan sikap. Dengan demikian guru atau dosen, bahan ajar, lingkungan
adalah media (Sri Anitah, 2007:3).
Konsep media pembelajaran mempunyai dua segi yang satu sama lain tak dapat
dipisahkan atau saling menunjang yaitu perangkat keras atau peralatan (Hardware)
dan materi atau bahan yang dapat disebut perangkat lunak (Software). Sebagai contoh
bila guru membuat gambar/tulisan pada transparasi kemudian di proyeksiakan melalui
OHP, maka bahan/materi pada transparan tersebut dinamakan perangkat lunak
(Software) sedangkan OHP itu sendiri merupakan alat/perangkat keras (Hardware)
yang digunakan untuk menampilkan materi pembelajaran pada layer.
Dari definisi yang ada dapat disimpulkan bahwa media adalah seperangkat alat bantu
yang digunakan guru untuk mempermudah penyampaian pesan/materi kepada siswa
agar konsep yang abstrak dapat di kongkritkan dan mudah dipahami
b. Jenis-jenis Media Pembelajaran
Inovasi dalam dunia pendidikan menuntut kreativitas dari tenaga kependidikan. Media
pembelajaranpun mengalami perkembangan yang sangat pesat. Jika dulu media hanya
dilakukan dengan manual namun
sekarang sudah dimasukkan unsur-unsur animasi dari komputer sehingga lebih
menarik, jika dilihatpun tidak monoton.
Berdasarkan klasifikasinya, jenis-jenis media pembelajaran dapat dikeompokkan
menjadi lima jenis, yaitu : (1) Media Grafis,(2)Media Gambar dan Ilustrasi Fotografi,
(3) Media Bandanya, (4) Media Proyeksi,(5)Media Audio,(6)Multimedia.
Mengingat beraneka ragamnya media pembelajaran yang masing-masing mempunyai
karakteristik sendiri-sendiri, maka kita harus berusaha memilih dengan cerma agar
dapat digunakan secara tepat. Dengan kata lain tidak ada suatu media yang dapat
digunakan untuk mencapai segala macam hasil yang diharapkan dan untuk segala
jenis pelajaran.
Dari berbagai penelitian di bidang media dan desain system instruksional, yang dapat
dirumuskan hanyalah pedoman umum atau pedoman pokok untuk melakukan
berdasarkan berbagai macam variable yang terdapat dalam suatu system instruksional.
c. Media Gambar
Media gambar adalah media yang sederhana, tidak membutuhkan proyektor dan layer.
Media ini tidak tembus cahaya,maka tidak dapat dipantulkan pada layer. Guru
memilih ini karena praktis.
Menurut Gerlach dan Ely (1980) mengatakan bahwa gambar tidak hanya bernilai
seribu bahasa tetapi seribu tahun.
Melalui gambar dapa ditunjukkan kepada pembelajar suatu tempat dan segala sesuatu
dari daerah yang jauh jangkauan pengalaman sendiri.
Samaldino dkk (2005) mengatakan bahwa gambar atau fotografi memberi gambaran
tentang segala sesuatu seperti gambar binatang, orang, bunga, dsb. Gambar diam yang
pada umumnya digunakan dalam pembelajaran.
Edgar Dale (1963) mengatakan bahwa gambar dapat mengalihkan pengalaman belajar
dari taraf belajar dengan lambang kata-kata ke taraf yang lebih konkrit misal guru
akan menjelaskan pelajaran. Maka pembelajar akan lebih mudah menagkap gambar
daripada uraian guru dengan kata-kata. Selain dapat menggambarkan berbagai hal,
gambar diperoleh dari majalah atau buletin dll. Kalau terpaksa tidak dapat
menggambar dengan bagus guru dapat menggambar dengan sederhana. Manfaat
gambar sebagai media visual antara lain :
1) Menimbulkan daya tarik bagi siswa Gambar dengan berbagai warna akan
lebih menarik dan dapat membangkitkan minat serta perhatian siswa.
2) Mempermudah pengertian siswa Suatu penjelasan yang sifatnya abstrak dapat
dibantu dengan gambar sehingga siswa lebih mudah memahami apa yang
dimaksud.
3) Memperjelas bagian-bagian penting Melalui gambar dapat pula memperbesar
bagian-bagian yang penting atau yang kecil. Sehingga dapat diamati lebih
jelas
4) Menyingkat suatu uraian panjang
5) Uraian tersebut mungkin dapat ditunjukkan dengan sebuah gambar saja Ciri-
ciri gambar yang baik
a) Cocok dengan tingkatan umur dan kemampuan siswa
b) Bersahaja
c) Realitas maksudnya gambar itu seperti benda yang sesungguhnya atau
sesuai dengan apa yang digambar dengan memperhatikan
perbandingan ukuran.
d) Gambar dapat dikerjakan dengan tangan.
B. Temuan Hasil yang Relevan
Penelitian yang dilakukan pada siswa kelas II SD Negeri 213 Hutarimbaru yang berjudul
Penggunaan Media Gambar untuk Meningkatkan Kemampuan dan Pemahaman
Mendiskripsikan Benda dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia.
C. Kerangka Berfikir
Pada kondisis awal guru belum menggunakan media gambar, sehingga siswa
berkemampuan bercerita rendah. Selanjutnya guru melakukan tindakan sebanyak dua
siklus. Pada siklus I pembelajaran membaca nyaring menggunakan media gambar hitam
putih, dan dilanjutkan siklus II Pembelajaran kemampuan bercerita menggunakan gambar
yang berwarna-warni dengan harapan kondisi akhir hasil belajar kemampuan bercerita
meningkat.
D. Hipotesis Tindakan
Penerapan media pias-pias kata dapat meningkatkan kemampuan bercerita siswa kelas II
SD Negeri 213 Hutarimbaru.
BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN
A. Tempat Penelitian
Dalam penelitian ini penulis mengambil tempat di SD Negeri 213 Hutarimbaru.
B. Waktu Penelitian
Subyek penelitian tahun pelajaran 2022/2023.
C. Subyek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SD Negeri 213 Hutarimbaru Tahun
Pelajaran 2022/2023.
1) Prosedur Penelitian.
Prosedur penelitian yang diterapkan antara lain:
Siklus I
1. Perencanaan
a) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) lampiran 1.a.
b) Membuat lembar pengamatan tentang kemampuan bercerita pada
lampiran 1.a.2.
c) Membuat lembar evaluasi pada lampiran 1.a.1
d) Menyediakan media gambar hitam putih.
2. Pelaksanaan tindakan
a) Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP I secara aktual pada
lampiran 1.a.
b) Mengamati kegiatan guru oleh observer (kepala sekolah)
c) lampiran 2.a.
d) Mengamati kegiatan siswa oleh guru teman sejawat lampiran 2.b.
e) Melakukan penilaian pada lampiran 5.
3. Observasi
a) Pelaksanaan pembelajaran doiobservasi dengan menggunakan lembar
pengamatan, kemudian hasilnya di interpretasikan
b) Melaporkan aktivitas guru
c) Melaporkan aktivitas murid
d) Melaporkan hasil penilaian.
4. Refleksi
Hasil observasi yang telah di interpretasikan, dianalisis dan direfleksi untuk
menentukan langkah dan tindakan pada siklus II
Siklus II
1. Perencanaan
a) Perbaikan RPP dengan mempehatikan hasil refleksi pada siklus I pada
lampiran 1.b.
b) Membuat lembar pengamatan lampiran 1.b.2.
c) Membuat lembar evaluasi lampiran 5.
d) Menyediakan media gambar yang warna-warni.
2. Pelaksanaan tindakan
Melaksanakan tidakan perbaikan sesuai dengan RPP yang telah
disempurnakan hasil refleksi pada siklus I
3. Observasi
Pelaksanaan pembelajaran diobservasi menggunakan lembar pengamatan
kemudian hasilnya di interpretasikan
4. Refleksi
5. Hasil analisis dan refleksi data-data siklus-siklus ini digunakan sebagai acuan
untuk menentukan tingkat ketercapaian tujuan yang dilakukan guru dalam
upaya peningkatan kemampuan bercerita melalui media gambar. Untuk lebih
jelasnya peneliti menggambarkan siklus seperti gambar 3.1.
Sumber : Hartono dan Edi Legowo (2003:4)
Gambar 3.1
Siklus Penelitian Tindakan Kelas