Prosiding Diseminasi FTI Genap 2021/2022
Perencanaan Sistem Lifting Menggunakan
Single Crane dan Multi Crane
Achmad Zein, Iwan Agustiawan, Eka Taufiq
Institut Teknologi Nasional Bandung
Email : ahmadzein76@[Link]
Received DD MM YYYY | Revised DD MM YYYY | Accepted DD MM YYYY
ABSTRAK
Lifting adalah suatu metode pengangkatan benda dengan bantuan crane, untuk
memindahkan benda secara horizontal atau vertikal. Jurnal ini membahas tentang prosedur
lifting menggunakan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun
2020. Perencanaan sistem lifting ini bertujuan mengetahui kekuatan pada peralatan rigging
yang akan menghasilkan dokumen berupa lifting plan, lifting operation, dan lifting drawing
yang sesuai dengan standar K3. Pengangkatan metode single crane (menggunakan satu
crane) memindahkan beban angkat kontainer dengan total berat 13 ton dengan
pemanfaatan kapasitas crane 65%. Pengangkatan metode multi crane (menggunakan dua
crane) mengangkat dan memindahkan kondisi benda angkat erection vessel dengan total
berat 46,7 ton dari posisi horizontal menjadi vertikal dengan pemanfaatan kapasitas
maksimum crane 62,37% dan 85,5%. Hasil pemilihan peralatan rigging dan pemanfaatan
kapasitas crane ini telah sesuai dengan standar K3.
Kata kunci: Lifting, lifting plan, lifting operation, lifting drawing, single crane, multi crane.
ABSTRACT
Lifting is a method of lifting an object with the help of a crane, to move objects horizontally
or vertically. This journal discusses lifting procedures using the Regulation of the Minister of
Manpower of the Republic of Indonesia Number 8 of 2020. This lifting system planning aims
to determine the strength of the rigging equipment which will produce documents in the
form of lifting plans, lifting operations, and lifting drawings in accordance with K3 standards.
The single crane lifting method (using one crane) moves the container lifting load with a total
weight of 13 tons with a crane capacity utilization of 65%. The lifting of the multi crane
method (using two cranes) lifts and moves the erection vessel lifting condition with a total
weight of 46.7 tons from a horizontal position to a vertical position with a maximum crane
capacity utilization of 62.37% and 85.5%. The results of the selection of the strength of the
rigging equipment and the utilization of the crane's capacity are in accordance with K3
standards.
Keywords: Lifting, lifting plan, lifting operation, lifting drawing, single crane, multicrane
Diseminasi FTI-1
Zein, Agustiawan, Taufiq
1. PENDAHULUAN
Lifting adalah suatu metode kerja yang terencana untuk memindahkan objek angkat dari satu
tempat ke tempat lain menggunakan satu alat atau lebih dengan bantuan crane. Proses lifting
memerlukan dokumen yang telah disetujui oleh LFE (Lead Field Engineer) sebelum melakukan
pengangkatan, pada jurnal ini menggunakan standar Peraturan Menteri Ketenagakerjaan
Republik Indonesia (permenaker) Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (K3) Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut, dimana standar permenaker ini memiliki
standar safety factor minimum breaking load (MBL) untuk penggunaan peralatan rigging.
Penggunaan kapasitas maksimum yang digunakan harus memenuhi standar K3 yang telah
ditentukan. Perencanaan dokumen lifting berfungsi memudahkan proses pengangkatan di
lapangan, sehingga koordinasi di lapangan lebih terarah, serta meminimalisir terjadinya risiko
kecelakaan yang terjadi pada saat pengangkatan. Hasil penelitian ini untuk mendapatkan
dokumen lifting plan, lifting operation, dan lifting drawing yang sesuai dengan standar K3 dan
dapat disetujui oleh LFE.
2. METODOLOGI
2.1 Diagram Alir Langkah Penelitian
Dibawah ini merupakan diagram alir pada tahapan-tahapan penelitian yang telah dilakukan.
Gambar 1. Diagram Alir Penelitian
D Diseminasi FTI-2
Perencanaan Sistem Lifting Menggunakan Single Crane dan Multi Crane
2.2. Penjelasan Diagram Alir
1. Mengatur Konfigurasi Crane
Konfigurasi crane ditentukan untuk menentukan radius kerja pada crane untuk mengangkat
beban angkat dan mengatur jarak crane pada kondisi lokasi.
2. Menghitung Berat Peralatan Rigging
Untuk menentukan berat total yang diangkat oleh crane. Menghitung total beban angkat dapat
menggunakan persamaan berikut:
Total Beban angkat = (Berat benda + berat peralatan rigging + berat hook) x DAF (1)
3. Pemilihan Crane
Pemilihan crane untuk mengetahui pemanfaatan kapasitas crane (%) yang digunakan. Menghitung
kapasitas crane dapat menggunakan persamaan berikut:
t𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑏𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡
%Pemanfaatan Kapasitas 𝐶𝑟𝑎𝑛𝑒= 𝑥100% (2)
𝑘𝑎𝑝𝑎𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑐𝑟𝑎𝑛𝑒
4. Menghitung Kekuatan Sling
Kekuatan sling dihitung agar dapat mengetahui besar gaya yang terjadi pada sling. Perhitungan
lifting
SDL
dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (3):
WLL 𝑠𝑙𝑖𝑛𝑔 = jumlah 𝑠𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑥 sumbu 𝑠𝑙𝑖𝑛𝑔 sudut vertikal (3)
5. Faktor Keamanan Permenaker Nomor 8 Tahun 2020
Berdasarkan Permenaker Nomor 8 Tahun 2020, faktor keamanan pada wire sling yaitu 5, pada
spreader bar 6, pada shackle 5, dan pada hook 5.
6. Menghitung WLL Peralatan Rigging
WLL peratalan rigging dihitung agar dapat mengetahui WLL yang akan digunakan dan sesuai dengan
permenaker nomor 8 tahun 2020. Pemilihan spreader bar dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan (4), pemilihan shackle dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (5), pemilihan
hook dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (6):
𝑀𝐵𝐿 = 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑏𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑥 6 (4)
𝑀𝐵𝐿 = 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑏𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑥 5 (5)
𝑀𝐵𝐿 = 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑏𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑥 5 (6)
7. Hasil yang Diinginkan
Hasil perencanaan ini berupa dokumen lifting plan, lifting operation, dan lifting drawing yang telah
sesuai dengan permenaker nomor 8 tahun 2020 dan standar K3.
3. ISI (HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS/PEMBAHASAN)
3.1. Single Crane
Data single crane adalah sebagai berikut:
• Benda Angkat : kontainer 40ft (10 ton)
• Berat peralatan rigging : 1,17 ton
• Berat hook : 0,64 ton
• DAF : 1,10
• Panjang boom : 24,6 m
• Kapasitas crane : 20 ton (dilihat dari boom chart)
Berat Peralatan Rigging
Dari data tersebut, didapatkan total beban angkat dengan persamaan (1) sebagai berikut: Total
Beban angkat = (10 ton + 1,17 ton+ 0,64 ton) x 1.10 = 13 ton
Kapasitas Crane
Dengan persamaan (2) akan mendapatkan %pemanfaatan kapasitas crane sebagai berikut:
Diseminasi FTI-3
Zein, Agustiawan, Taufiq
13 𝑡𝑜𝑛
%Pemanfaatan Kapasitas 𝐶𝑟𝑎𝑛𝑒 = 20 𝑡𝑜𝑛 𝑥100% = 65%
Kekuatan Sling
Gambar 2. Sudut Sling Dari Sumbu Vertikal Single Crane
Kekuatan sling pada mobile crane dapat dihitung menggunakan persamaan (3).
11,35 𝑡𝑜𝑛
WLL 𝑠𝑙𝑖𝑛𝑔 𝐴 = = 6,5 𝑡𝑜𝑛
2 𝑥 𝑐𝑜𝑠30°
11,09 𝑡𝑜𝑛
WLL 𝑠𝑙𝑖𝑛𝑔 𝐵 = = 3,2 𝑡𝑜𝑛
4 𝑥 𝑐𝑜𝑠30°
11 𝑡𝑜𝑛
WLL 𝑠𝑙𝑖𝑛𝑔 𝐶 = = 2,75 𝑡𝑜𝑛
4 𝑥 𝑐𝑜𝑠0°
WLL Peralatan Rigging
Gambar 3. Spreader Bar Single Crane
❖ Spreader Bar
WLL spreader bar 1 dan 2 dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (4)
𝑀𝐵𝐿 = 5,5 𝑡𝑜𝑛 𝑥 6 = 33 𝑡𝑜𝑛
WLL spreader bar 3 dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (4)
𝑀𝐵𝐿 = 11 𝑡𝑜𝑛 𝑥 6 = 66 𝑡𝑜𝑛
Diseminasi FTI-4
Perencanaan Sistem Lifting Menggunakan
Single Crane dan Multi Crane
© Teknik Mesin Itenas | No.x | Vol.X.x
Agustus, 2022
❖ Shackle
Gambar 4. Shackle Single Crane
WLL Shackle A, B, dan C dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (5)
𝑀𝐵𝐿 𝑆ℎ𝑎𝑐𝑘𝑙𝑒 A = 2,75 𝑡𝑜𝑛 𝑥 5 = 13,75 𝑡𝑜𝑛
𝑀𝐵𝐿 𝑆ℎ𝑎𝑐𝑘𝑙𝑒 B = 3,2 𝑡𝑜𝑛 𝑥 5 = 16 𝑡𝑜𝑛
𝑀𝐵𝐿 𝑆ℎ𝑎𝑐𝑘𝑙𝑒 C = 6,5 𝑡𝑜𝑛 𝑥 5 = 32,5 𝑡𝑜𝑛
❖ Hook
Gambar 5. Hook Single Crane
WLL Hook A dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (6)
𝑀𝐵𝐿 = 13 𝑡𝑜𝑛 𝑥 5 = 65 𝑡𝑜𝑛
Dokumen Lifting Plan, Lifting Operation, Lifting Drawing
• Lifting Plan
Dokumen lifting plan pada single crane dapat dilihat pada Gambar 6. Dokumen Lifting Plan Single
Crane
Diseminasi FTI-5
Zein, Agustiawan, Taufiq
Gambar 6. Dokumen Lifting Plan Single Crane
• Dokumen Lifting Operation
Dokumen lifting operation pada single crane dapat dilihat pada Gambar 7. Dokumen Lifting Operation
Single Crane
Gambar 7. Dokumen Lifting Operation Single Crane
• Dokumen Lifting Drawing
Dokumen lifting Drawing pada single crane dapat dilihat pada Gambar 8. Dokumen Lifting
Drawing Single Crane.
Gambar 8. Dokumen Lifting Drawing Single Crane
Diseminasi FTI-6
Perencanaan Sistem Lifting Menggunakan
Single Crane dan Multi Crane
© Teknik Mesin Itenas | No.x | Vol.X.x
Agustus, 2022
3.2. Multi Crane
Data multi crane adalah sebagai berikut:
• Benda Angkat : erection vessel (40 ton)
• Berat peralatan rigging mobile crane & crawler crane : 0,410 ton & 0,906 ton
• Berat hook mobile crane & crawler crane : 0,64 ton
• DAF : 1,10
• Panjang boom crawler crane & mobile crane : 26 m & 20,8 m
• Kapasitas crane crawler crane & mobile crane : 61 ton & 26,6 ton
Berat Peralatan Rigging
Dari data tersebut, didapatkan total beban angkat dengan persamaan (1) sebagai berikut:
✓ Posisi Erection Vessel Horizontal
Total Beban angkat = (40 ton + 1,3 ton + 1,28 ton) x 1.10 = 46,8 ton
✓ Posisi Erection Vessel Vertikal
Total Beban angkat = (40 ton + 0,906 ton + 0,64 ton) x 1.10 = 45,7 ton
Kapasitas Crane
Dengan persamaan (2) akan mendapatkan %pemanfaatan kapasitas crane sebagai berikut:
✓ Posisi Erection Vessel Horizontal
% Pemanfaatan Kapasitas 𝐶𝑟𝑎𝑛𝑒 46,8 ton 𝑥100% = 53%
= 87,6 𝑡𝑜𝑛
✓ Posisi Erection Vessel Vertikal
46 ton
% Pemanfaatan Kapasitas 𝐶𝑟𝑎𝑛𝑒 61 𝑡𝑜𝑛 𝑥100% = 75,4%
=
Kekuatan Sling
Gambar 9. Sudut Sling Dari Sumbu Horizontal Dan Vertikal Multi Crane
Kekuatan sling dapat dihitung menggunakan persamaan (3).
✓ Posisi Erection Vessel Horizontal
22 𝑡𝑜𝑛
WLL 𝑠𝑙𝑖𝑛𝑔 𝐴 = = 11 𝑡𝑜𝑛
2 𝑥 𝑐𝑜𝑠0°
22,044 𝑡𝑜𝑛
WLL 𝑠𝑙𝑖𝑛𝑔 𝐵 = = 11,4 𝑡𝑜𝑛
2 𝑥 𝑐𝑜𝑠0°
22 𝑡𝑜𝑛
WLL 𝑠𝑙𝑖𝑛𝑔 𝐶 = 1 𝑥 𝑐𝑜𝑠0° = 22 𝑡𝑜𝑛
✓ Posisi Erection Vessel Vertikal
Diseminasi FTI-7
Zein, Agustiawan, Taufiq
44 𝑡𝑜𝑛
WLL 𝑠𝑙𝑖𝑛𝑔 𝐴 = 2 𝑥 𝑐𝑜𝑠0° = 22 𝑡𝑜𝑛
44,022 𝑡𝑜𝑛
WLL 𝑠𝑙𝑖𝑛𝑔 𝐵 = 2 𝑥 𝑐𝑜𝑠15° = 22,8 𝑡𝑜𝑛
WLL Peralatan
Rigging
❖ Spreader Bar
Gambar 10. Spreader Bar Multi Crane
WLL spreader bar pada crawler crane dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (4)
𝑀𝐵𝐿 = 44 𝑡𝑜𝑛 𝑥 6 = 264 𝑡𝑜𝑛
❖ Shackle
Gambar 11. Shackle Multi Crane
WLL Shackle A (crawler crane) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (5)
𝑀𝐵𝐿 = 22 𝑡𝑜𝑛 𝑥 5 = 110 𝑡𝑜𝑛
WLL Shackle B (mobile crane) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (5)
𝑀𝐵𝐿 = 22 𝑡𝑜𝑛 𝑥 5 = 110 𝑡𝑜𝑛
❖ Hook
Gambar 12. Hook Multi Crane
Diseminasi FTI-8
Perencanaan Sistem Lifting Menggunakan
Single Crane dan Multi Crane
© Teknik Mesin Itenas | No.x | Vol.X.x
Agustus, 2022
WLL Hook A (crawler crane) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (6)
𝑀𝐵𝐿 = 44 𝑡𝑜𝑛 𝑥 5 = 220 𝑡𝑜𝑛
WLL Hook B (mobile crane) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (6)
𝑀𝐵𝐿 = 22 𝑡𝑜𝑛 𝑥 5 = 110 𝑡𝑜𝑛
Dokumen Lifting Plan, Lifting Operation, dan Lifting Drawing
• Dokumen Lifting Plan
Dokumen lifting plan pada multi crane dapat dilihat pada Gambar 13. Dokumen LiftingPlan
Multi Crane.
Gambar 13. Dokumen Lifting Plan Multi Crane
• Dokumen lifting operation
Dokumen lifting operation pada multi crane dapat dilihat pada Gambar 14. Dokumen Lifting
Operation Multi Crane.
Gambar 14. Dokumen Lifting Operation Multi Crane
• Dokumen Lifting Drawing
Dokumen lifting Drawing pada multi crane dapat dilihat pada Gambar 15. Dokumen Lifting
Drawing Multi Crane.
Diseminasi FTI-9
Zein, Agustiawan, Taufiq
Gambar 15. Dokumen Lifting Drawing Multi Crane
3.3 Hasil
Hasil pemilihan sling pada single crane dan multi crane yaitu:
Tabel 1. Hasil Perhitungan Lifting
NO SLING HASIL PERHITUNGAN
1 C Single crane 18,25 ton
2 B Single crane 23,04 ton
3 A Single crane 40,99 ton
4 C Multi crane 114,2 ton
5 B Multi crane 114,2 ton
6 A Multi crane 114,2 ton
Hasil pemilihan spreader bar yang digunakan pada single crane dan multi crane yaitu :
Tabel 2. Hasil Perhitungan Spreader Bar
NO SPREADER BAR HASIL PERHITUNGAN
1 1 Single crane 33 ton
2 2 Single crane 33 ton
3 3 Single crane 66 ton
4 Multi crane 264 ton
Hasil pemilihan shackle yang digunakan pada single crane dan multi crane yaitu :
Tabel 3. Hasil Perhitungan Shackle
NO SHACKLE HASIL PERHITUNGAN
1 A Single crane 13,75 ton
2 B Single crane 16 ton
3 C Single crane 32,5 ton
4 A Multi crane 110 ton
5 B Multi crane 110 ton
Hasil pemilihan hook yang digunakan pada single crane dan multi crane yaitu:
Tabel 4. Hasil Perhitungan Hook
NO HOOK HASIL PERHITUNGAN
1 A Single crane 65 ton
4 A Multi crane 220 ton
5 B Multi crane 110 ton
Diseminasi FTI-10
Perencanaan Sistem Lifting Menggunakan Single Crane dan Multi Crane
3.3. Analisis
Peralatan Rigging
WLL sling A, B, dan C pada metode multi crane yaitu sebesar 114,2 ton, pemilihan WLL sling ini
dipilih berdasarkan besar kekuatan yang diterima oleh sling dari posisi erection vessel horizontal hingga
vertikal yang paling besar. Hasil WLL sling tersebut dipengaruhi oleh faktor keamanan yang sesuai
dengan Permenaker 8 tahun 2020, maka penggunaan peralatan rigging ini aman.
Kapasitas Crane
Penggunaan kapasitas crane pada metode multi crane yaitu sebesar 62,37% (posisi erection vessel
horizontal) dan 85,5% (posisi erection vessel vertikal). Hasil ini dipengaruhi oleh perubahan besarnya
berat peralatan rigging, maka hasil penggunaan kapasitas crane ini telah sesuai berdasarkan Asosiasi
Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontruksi Indonesia (A2K4- Indonesia) berat beban angkat
mendekati kapasitas maksimum crane (70% hingga 90%).
4. KESIMPULAN
Hasil dokumen lifting plan yang berisi informasi pengangkatan telah direncanakan dengan sesuai
sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia 8 tahun 2020 Tentang
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut. Hasil dokumen lifting
operation yang berisi tentang deskripsi peralatan rigging yang digunakan hingga kapasitas crane
telah sesuai dengan standar K3. Hasil dokumen lifting drawing telah menjelaskan tahapan proses
pengangkatan dari awal hingga akhir yang sesuai dan aman.
Diseminasi FTI-11
Zein, Agustiawan, Taufiq
DAFTAR PUSTAKA
Taufiqurrahman, S. (2021). TRAINING LIFTING/RIGGING ENGINEER. PETROS OIL GAS TRAINING.
Soelarso, H. P. (2015). ANALISA STRUKTUR ULA WELL PLATFORM TAHAP LIFTING DENGAN
MENGGUNAKAN SOFTWARE SACS 5.2 (STUDI KASUS PROYEK PT. BAKRIE
CONSTRUCTION). JURNAL FONDASI, Volume 4 No 1,
Ardian Dwi Dermawan, I. P. (n.d.). Perancangan Mekanisme Angkat Boatlift Crane yang Sinkron
dengan Kapasitas Swl 15 Ton pada PT.F1 Perkasa. Program Studi Teknik Desain dan
Manufaktur, Jurusan Teknik Permesinan Kapal, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya,
Surabaya 60111.
K, N. A. (2015). EVALUASI PENERAPAN KESELAMATAN KERJA PADA PEKERJAAN ERECTION
GIRDER MENGGUNAKAN CRAWLER CRANE DI PT. ADHI KARYA (PERSERO) TBK. JURNAL
TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI HIPERKES DAN KESELAMATAN KERJA.
Syapril Janizar, E. R. (n.d.). ANALISIS PENEMPATAN DAN PENENTUAN JUMLAH TOWER
CRANE (TC) STUDI KASUS : PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN CABLE STAYED
DICIJAMBE KABUPATEN GARUT. Teknik Sipil Universitas Winaya Mukti.
Wildan Rizky Pratama, F. M. (2018). PREVENTIVE DAN CORRECTIVE MAINTENANCE
HIDROLIK TRUCK CRANE . Jurnal Teknologi dan Terapan Bisnis (JTTB).
Diseminasi FTI-12