0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
102 tayangan4 halaman

Protap Pengendalian Hama di Produksi

Protap ini memberikan pedoman untuk pengendalian hama dan tikus di lingkungan produksi CV Darwin Jamu Godok Indonesia dengan cara yang aman bagi pekerja dan lingkungan. Prosedur meliputi penggunaan bahan kimia seperti Abate, Solvac, dan Mustang secara bergantian, serta penggunaan perangkap tikus seperti Klerat RM-B dan Racumin. Pelaksanaan pest control dapat dilakukan sendiri oleh perusahaan atau pihak ketiga dengan mengikuti prose

Diunggah oleh

haugiyanto kiro
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
102 tayangan4 halaman

Protap Pengendalian Hama di Produksi

Protap ini memberikan pedoman untuk pengendalian hama dan tikus di lingkungan produksi CV Darwin Jamu Godok Indonesia dengan cara yang aman bagi pekerja dan lingkungan. Prosedur meliputi penggunaan bahan kimia seperti Abate, Solvac, dan Mustang secara bergantian, serta penggunaan perangkap tikus seperti Klerat RM-B dan Racumin. Pelaksanaan pest control dapat dilakukan sendiri oleh perusahaan atau pihak ketiga dengan mengikuti prose

Diunggah oleh

haugiyanto kiro
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROTAP PENGENDALIAN HAMA

RUANGAN PRODUKSI

CV DARW I
G ODOK IND

1. Tujuan
Untuk memberikan pedoman tata cara pengendalian serangga dan hama tikus di
lingkungan perusahaan tanpa mencemari sarana penyimpanan dan aman untuk pekerja
dan lingkungan.

2. Ruang Lingkup
Protap ini berlaku di fasilitas produksi di CV Darwin Jamu Godok Indonesia di kabupaten
Serang, Banten

3. Referensi
- Buku petunjuk Operasional Penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik, edisi2006,
BPOM

4. Lampiran
I. Lampiran 1 Protap : Catatan Pelaksanaan Pest Control
II. Lampiran 2 Protap : Bahan Pestisida dan Rodentisida yang Terdaftar di
Departemen pertanian RI
III. Lampiran 3 Protap : Bahan Insektisida Yang Terdaftar di Departemen Pertanian RI
IV. Lampiran 4 Protap : Catatan Pelaksanaan Pengendalian Jentik Nyamuk
V. Lampiran 5 Protap : Pemantauan Harian Efektifitas Pengendalian Jentik Nyamuk
VI. Lampiran 6 Protap : Pemantauan Harian Efektifitas Pest Control
VII. Lampiran 7 Protap : Pemantauan Harian Efektifitas Insect Trap

5. Tanggung jawab
Merupakan tanggung jawab dari apoteker penanggung jawab untuk memastikan bahwa
pengendalian serangga dan hama tikur sesuai denagn ketentuan dan dilakukan dengan
cara yang benar.
6. Bahan dan Peralatan yang Diperlukan
1) Bahan yang diperlukan :
a) Abate
b) Solvac 10 WP atau 50 EC
c) Mustang 25 EC
d) Icon 10 WP
e) Klerat RM-B
f) Racumin
2) Peralatan yang diperlukan :
a) Insecutor
b) Mesin fogging (foger) / sprayer
c) Masker N95
d) Pakaian pelindung yang terbuat dari bahan yang sesuai (APD)
e) Sarung tangan karet
f) Sepatu pelindung

7. Prosedur
7.1 Bahan Pengendali Serangga atau Hama dan Cara Penggunaannya
i) Berdasarkan penggunaannya bahan pengendali serangga atau hama terbagi dalam
beberapa golongan diantaranya adalah :
(1) Pengendali jentik nyamuk
(a) Gunakan salah satu bahan pengendali jentik nyamuk dibawah ini :
(i) Abate, cara pemakaian masukan butiran abate sebanyak 0.5-1 gram
dalam bak penampung agar jentik – jentik mati dan telur nyamuk
tidak menetas. Ulangi setiap 2 bulan.
(ii) Baytex 5—ec. Cara pemakaian masukkan 4-20 ml dalam 1 liter air dan
semprotkan ke seluruh permukaan sampai basah. Untuk parit,
selokan, kolam, rawa gunakan 2ml setiap 10m3
(iii) Setiap selesai melakukan pengendalian jentik nyamuk, catat dengan
lengkap pada lampiran 4 Protap dan catat efektifitas hariannya pada
lampiran 5 Protap
(2) Pengendali Nyamuk, Lalat, Semut dan Kecoa
Untuk menghindari kekebalan serangga pada insektisida tertentu, maka
gunakan salah satu bahan pengendali nyamuk, lalat, kecoa di bawah ini
secara bergantian
(a) Solvac 10 WP atau 50 EC, cara pemakaiannya yaitu dicampur dengan air
dan disemprotkan ke permukaan dinding, belakang almari, lantai, dst,
kecoa, lalat, nyamuk, kutu yang melewati bidang yang disemprot akan
mati.
(i) Penyemprotan ulang solvac dapat dilakukan sebulan sekali dan solvac
aman untuk manusia dan hewan peliharaan.
(b) Mustang, cara pemakaian dicampur air dan disemprotkan seperti
penggunaan solvac di atas.
(i) Mustang 25 EC juga dapat dicampur dengan solar atau white oil dan
diaplikasikan dengan alat hot fogger menjadi asap untuk membunuh
nyamuk demam berdarah.
(c) Icon 10 WP, cara pemakaian dicampur dengan air, dan disemprotkan
seperti penggunaan solvac di atas.
(d) Selain dengan insektisida yang telah disebutkan di atas, pengendalian
serangga terbang dapat dilakukan dengan jalan pemasangan alat
insecutor yang dilengkapi lampu dan dipasang diluar pintu masuk. Catat
efektivitas harian alat insect trap pada lampiran 7 Protap
(3) Pengendali binatang pengerat (missal tikus)
Untuk mengendalikan tikus gunakan bahan pengendali tikus dibawah ini
secara bergantian
(a) Klerat RM-B , terbuat dari beras yang dibentuk berupa kubus. Cara
penggunaannya diletakkan dalam wadah kertas atau plastic dan
ditempatkan di lantai atau di daerah yang biasa dilalui tikus.
(i) Keuntungan menggunakan Klerat RM-B adalah tikus akan mati kering
dan tidak berbau busuk.
(b) Racumin, berupa tepung. Cara penggunannya dapat dicampur dengan
makanan kering/ tidak basah maupun langusng ditempatkan di sekitar
lubang tikus.
(c) Catat efektifitas harian dari pemasangan upan untuk pengendalian tikus
pada lampiran 6 Protap.

ii) Teknis Pelaksanaan Pest Control

1) Teknis pelaksanaan pest control dapat dilakukan sendiri atau pihak ketiga
sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

a) Pelaksanaan Fogging dilakukan oleh internal perusahaan

i) Sebelum diberi tugas melakukan fogging, semua tenaga pelaksana


harus diberikan pelatihan yang benar oleh orang yang kompeten di
bidangnya
ii) Walaupun bahan insektisida relative aman untuk manusia, namun
sebaiknya pelaksanaan fogging atau spraying atau penyemprotan
dilakukan pada saat libur pekerja dan dilakukan hanya di bagian luar
area produksi.
iii) Sebelum melakukan fogging atau spraying, tenaga pelaksana harus
meneliti jenis bahan insektisida yang digunakan dan membaca brosur
atau etiket terutama cara panggunaan dan tindakan darurat dengan
teliti dan cermat.
Catatan :
- Pada prinsipnya pemakaian bahan pengendali serangga atau tikus
dapat menggunakan bahan lain di luar yang telah dirinci pada
poin 6 sepanjang kualitas dan efek samping dari bahan tersebut
tidak lebih buruk.
iv) Pakailah masker, pakaian pelindung, sarung tangan, dan sepatu
pelindung
v) Encerkan bahan insektisida sesuai dengan cara pemakaian dan
kebutuhan, kemudian tuangkan dalam alat penyemprot atau fogger
kurang lebih ¾ bagian.
vi) Perhatikan arah angin, kemudian lakukan penyemprotan atau fogging
di luar area produksi dengan baik searah dengan arah angina hingga
selesai.
Catatan :
 Apabila larutan mengenai kulit atau mata, lakukan seperti yang
tertera pada etiket atau brosur dari produk yang digunakan.
vii) Cairan pembasmi hama yang dibuat/diencerkan harus dipakai habis
dan tidak bersisa.
viii) Apabila telah selesai,bilas bagian luar masker, pakaian pelindung,
sarung tangan dan sepatu pelindung dengan air, kemudian cuci
dengan sabun dan bilas kembali dengan air.

2) Pelaksanaan Fogging Dilakukan oleh Pihak Ketiga

a. Apabila fogging atau spraying dilakukan oleh pihak ketiga, maka dalam
pelaksanaannya harus didampingi atau dalam pengawasan
petugas/pengawas yang ditunjuk oleh perusahaan untuk memastikan
bahwa fogging atau spraying telah dilakukan dengan baik dan benar.
b. Setiap selesai melakukan fogging atau penyemprotan baik dilakukan internal
maupun oleh pihak ketiga, catat dengan lengkap pada lampiran 1 Protap.

3) Jadual/ Program Pest Control


a. Kecuali ditentukan lain, jadual/program pelaksanaan pest control minimal
dilakukan setiap 3(tiga) bulan sekali

Anda mungkin juga menyukai