1.
Iptek an seni serta tanggung jawab seorang ilmuwan
Menurut saya, antara agama dan konsep IPTEK an seni memiliki hubungan yang harmonis
dan dinamis yang terintegrasi dalam suatu sistem yang disebut dinul islam. Didalamnya
terkandung tiga unsur, yaitu akiah, syariah an akhlak (iman, ilmu dan amal).
Tanggung jawab seorang ilmuwan, yaitu ilmuwan merupakan seorang hamba dan khalifah
Allah Swt. yang akan dimintai pertanggung jawaban atas keilmuannya. Ilmuwan harus
membuktikan isi suatu ilmu yang didasarkan firman Allah Swt. (Al-Qur’an) dan ilmuwan juga
harus mendorong pengembangan IPTEK ke arah kemashalatan umat dan mencegah
terjadinya kerusakan alam dan lingkungan karena itu banyak disebabkan oleh ulah manusia.
Serta menerpkn ilmu dalam mengeksploitasi alam dan lingkungan.
2. kerukunan antar umat beragama dan penghambatnya
yaitu dengan saling tenggang rasa, menghargai dan toleransi antar umat beragama.
Kemudian tidak memaksa seseorang untuk memeluk agama tertentu, dan melaksanakan
ibadah sesuai agamanya. Dan yang menjadi faktor penghambat kerukunan hidup beragama
yaitu adanya sikap fanatisme dangkal, sikap kurang bersahabat dengn menirikan tempat
ibadah tanpa mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. hakikat martabat an tanggung jawab
Hakikat manusia, merupakan makhluk ciptaan Allah Swt. yang memiliki kalbu, fitrah, akal
dan kemauan serta amanah. Martabat adalah kehormatan atau harga diri atau kedudukan
manusia di muka bumi sebagai makhluk ciptaan Allah Swt. yang paling sempurna dan paling
tinggi derajatnya karena manusia diberi akal, pikiran an hati nurani.
4. agama sebagai sumber moral
Menurut saya, agama memiliki nilai penting alam kehidupan manusia, salah-satunya sebagai
sumber akhlak. Dalam islam akhlak bersumber kepada Al-Qur’an dan sunnah serta memiliki
keterkaitan yang erat dengan etika, moral dan susila. Etika (ilmu akhlak) bersifat teoritis
sedangkan moral, susila, akhlak bersifat prraktis. Artinya moral berbicara tentang mana yang
baik an mana yang buruk, susila berbicara tentang mana yang tabu dan mana yang tidak
tabu, akhlak berbicara tentang baik buruk, benar salah, layak atau tiak layak, sementara
etika berbicara tentang kenapa perbuatan itu dikatakan baik dan buruk.
5. peran agama alam mewujudkan persatuan dan kesatuan
Peranan agama dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa antara lain yaitu agama
memberikan penerangan kepada manusia dalam hidup bersama termasuk dalam bidang
politik atau bernegara. Penerangan itu perintah untuk bersatu dan larangan untuk curiga.
Taat dan mengamalkan ajaran agama didalam masyarakat, menjunjung tinggi kebebasab
beragama semua orang dan membina semangat toleransi terhadap agama lain.
6. Kebutuhan pokok dan tujuan hidup manusia
Kebutuhan pokok manusia dalam islam terdiri atas 3 yaitu:
1. Dharuriyat (primer) : khifdu din (agama), khifdu nafs (kehidupan), kifdu ‘aql (akal), kifdu
nasl (keturunan). Kifdu mal (harta)
2. Hajiyat (sekunder)
3. Tahsiniyat (tersier)
Agama mempunyai tujuan untuk menjadikan tatanan kehidupan (aturan) yang berasal dari
Tuhan dimana hal tersebut nantinya mampu membimbing manusia menjadi seseorang yang
berakal dan berusaha mencari kebahagiaan hidup baik itu di dunia ataupun di akhirat
sebagai bekal dalam kehidupan ditahap selanjutnya di alam fana.
7. Kepribadian
Setiap orang tentu memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda-beda. Menurut ilmu
spikologi terdapat 4 kepribadiian yang dimiliki manusia, yaitu:
1. Sanguinis merupakan kepribadian yang cenderung hidup optimis riangan dan riang.
Menyukai pertualangan dan dikenal kreatif dan biasanya lemah dalam mentolerir rasa
bosan.
2. koleris dikenal sebagai kepribadian yang memiliki semangat dan selalu optimis dan
berorientasi pada tujuan. Orang dengan kepribadian koleris terkenal sangat cerdas,
analitis dan logis dan juga dikatakan keras kepala dan mudah marah, tidak sabaran dan
menyukai keributan yang berujung perkelahian.
3. Melankolis yaitu orang dengan kepribadian yang sering merasa khawatir dan mudah
menyerah. Namun kelebihan melankolis adalah seseorang yang analitis dan sangat
kreatif. Walaupun begitu melankolis kadang suka meremehkan diri mereka sendiri yang
pada kenyataannya diri mereka tidak seburuk itu.
4. Plegmatis yaitu tipe kepribadian yang menyukai kedamaian, suka menjaga hubungan
dengan keluarga atau anggota keluarga jauh, teman lama, dan tetangga. Tipe
kepribadian ini cenderung menghindari konflik dan selalu menengahi orang lain untuk
memulihkan perdamaian dan kepribadian yang suka membantu orang lain.
Saya termasuk tipe kepribadian plegmatis karena saya cenderung tidak suka uyang namanya
permusuhan, sekecil apapun masalahnya harus segera diselesaikan dan cepat berbaikan.
Kemudian saya juga suka menjadi penengah ketika ada teman saya yang bertengkar.
8. Hak kita dibatasi oleh hak orang lain
Contoh, Shikin menghidupkan musik dengan suara yang keras dimalam hari, ini merupakan
hak shikin untuk menghidupkan musik, tetapi adek shikin juga mempunyai hak yang sama
untuk istirahat dan tidur yang tenang. Dan contoh lainnya yaitu jika bertamu kerumah orang
lain harus melihat waktu. Maka seharusnya setiap orang harus menghormati hak
saudaranya, maksudnya tidak boleh seenaknya atas hak kita, karena apa yang kita anggap
hak kita tersebut bisa juga adalah hak orang lain. Jadi hak seseorang itu dibatasi oleh hak
rang lain.
9. Kewajiban Manusia
Menurut saya kewajiban adalah sesuatu yang diwajibkan atau sesuatu yang harus
dilaksanakan. Jadi dapat kita artikan sebagai kewajiban dasar setiap manusia. Dan kewajiban
terdiri dari 5 jenis kewajiban yaitu kewajiban mutlak, kewajiban primer, kewajiban publik,
kewajiban positif dan negatif serta kewajiban umum dan khusus. Sedangkan kewajiban
warga negara indonesia adalah yang tertuang dalam peraturan dan hukum. Contohnya pada
pasal 30 ayat (1) UUD 1945 yang berbunyi “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta
dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.” Yaitu setiap warga negara ikut serta dalam
mengamankan lingkungan dengan cara mengikuti siskamling atau ronda. Melestarikan
budaya Indonesia seperti tidak menirukan budaya barat. Serta menaati peraturan dan tata
tertib dalam lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan negara.
10. Hubungan antara norma dan moralitas. Jelaskan?
Menurut saya, nilai mengandung harapan atau sesuatu yang diinginkan oleh manusia. Oleh karena
itu nilai bersifat normatif yang merupakan keharusan untuk diwujudkan dalam tingkah laku
kehidupan manusia. Moral itu sendiri berarti kelakuan atau tingkah laku. Setiap manusia dalam
tindakan dan tingkah laku perbuatan digerakkan oleh nilai-nilai. Semua tingkah laku perbuatan
manusia harus berpedoman pada norma-norma kehidupan, seperti norma hukum, norma
kesopanan, norma kesusilaan, norma kejujuran dan lain sebagainya. Dengan demikian, hubungan
nilai, moral, dan norma adalah nilai merupakan suatu keharusan, berupa ide dan ide ini memberi
pedoman, ukuran bagi manusia, pedoman/ukuran ini berupa norma, baik dalam hubungannya
dengan manusia lain, alam dan dengan Tuhan Yang Maha Esa.