0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
293 tayangan2 halaman

Surat Perintah Kerja Restorasi Dental

Surat perintah kerja (SPK) adalah surat permintaan dari dokter gigi kepada laboratorium teknik gigi untuk membuat restorasi gigi, yang berisi instruksi lengkap dan gambar gigi pasien. SPK berisi informasi tentang nama dan alamat dokter gigi, laboratorium, tanggal pengiriman dan penyelesaian, serta tanda tangan dokter gigi. Kerja sama antara dokter gigi dan laboratorium diperlukan untuk hasil restorasi gigi yang baik

Diunggah oleh

iuiuyayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
293 tayangan2 halaman

Surat Perintah Kerja Restorasi Dental

Surat perintah kerja (SPK) adalah surat permintaan dari dokter gigi kepada laboratorium teknik gigi untuk membuat restorasi gigi, yang berisi instruksi lengkap dan gambar gigi pasien. SPK berisi informasi tentang nama dan alamat dokter gigi, laboratorium, tanggal pengiriman dan penyelesaian, serta tanda tangan dokter gigi. Kerja sama antara dokter gigi dan laboratorium diperlukan untuk hasil restorasi gigi yang baik

Diunggah oleh

iuiuyayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Work Authorization

Surat perintah kerja adalah surat yang tertulis dengan singkat, sederhana, jelas, dan berisi
informasi lengkap mengenai apa yang diinginkan.

Work Authorization memuat:

1. Nama dan alamat lab tekniker gigi


2. Nama dan alamat dokter gigi pemesan
3. Tanggal pengiriman
4. Tanggal selesai pekerjaan yang diinginkan
5. Kolom untuk instruksi kerja
6. Gambar gigi serta lengkung gigi rahang atas dan bawah
7. TTD dokter gigi

Dengan demikian, SPK merupakan sebuah surat permintaan dari dokter gigi kepada lab tekniker
gigi untuk melaksanakan pebuatan restorasi dental, berisi petunjuk lengkap dan rinci, sesuai
dengan kebutuhan pasien.

Untuk menghasilkan sebuah restorasi dental yang baik diperlukan kerja sama antara dokter gigi
dan laboratorium tekniker gigi akan tercapai bila hal tersebut dilengkapi dengan rasa saling
menghormati dan percaya satu sama lain

Sumber :Gunadi HA. Buku Ajar Ilmu Gigi Geligi Tiruan Sebagian Lepasan. Edisi 2. Jakarta :
EGC; 2014. P 427-434.

Informt Concent

Informed consent terdiri dari dua kata yaitu informed yang berarti telah mendapat penjelasan
atau informasi dan consent yang berarti persetujuan atau memberi izin. Jadi informed consent
didefinisikan sebagai persetujuan yang diberikan oleh pasien dan atau keluarganya atas dasar
penjelasan mengenai tindakan medis yang akan dilakukan terhadap dirinya serta resiko yang
berkaitan dengannya.

Dalam hubungan antara pelaksana (dokter gigi) dengan pengguna jasa tindakan medis (pasien),
maka pelaksanaan informed consent bertujuan melindungi pasien secara hukum dari segala
tindakan medis yang dilakukan tanpa sepengetahuannya, maupun tindakan dokter gigi yang
sewenang-wenang, tindakan malpraktek yang bertentangan dengan hak asasi pasien dan standar
profesi medis, serta penyalahgunaan alat canggih yang memerlukan biaya tinggi yang
sebenarnya tidak perlu dan tidak berdasar alasan medis, memberikan perlindungan hukum
terhadap pelaksana tindakan medis dari tuntutan-tuntutan pihak pasien yang tidak wajar

Menurut PerMenKes no. 290/MenKes/Per/III/2008 dan Undang Undang no. 29 tahun 2004
Pasal 45 serta Manual Persetujuan Tindakan Kedokteran KKI tahun 2008, Informed Consent
adalah persetujuan tindakan kedokteran yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekatnya
setelah mendapatkan penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran yang akan
dilakukan terhadap pasien tersebut. Dalam masalah informed consent dokter gigi sebagai
pelaksana jasa tindakan medis, disamping terikat oleh Kode Etik Kedokteran Gigi Indonesia,
dokter gigi tidak dapat melepaskan diri dari ketentuan-ketentuan hukun perdata, hukum
pidana maupun hukum administrasi, sepanjang hal itu dapat diterapkan.

Sumber : Juliawati M. Pentingnya Surat Persetujuan Tindakan Medik (Informed Concent) pada
Praktek Dokter Gigi. Jurnal PDGI; 2014. Vol 63(2). P.48-49

Anda mungkin juga menyukai