0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan27 halaman

Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan Di Mediasi Good Corporate Governance

Skripsi ini membahas pengaruh intellectual capital terhadap kinerja keuangan yang dimediasi oleh good corporate governance pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2022. Skripsi ini bertujuan untuk menguji pengaruh intellectual capital dan good corporate governance terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Diunggah oleh

Muhammad Nurohim
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan27 halaman

Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan Di Mediasi Good Corporate Governance

Skripsi ini membahas pengaruh intellectual capital terhadap kinerja keuangan yang dimediasi oleh good corporate governance pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2022. Skripsi ini bertujuan untuk menguji pengaruh intellectual capital dan good corporate governance terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Diunggah oleh

Muhammad Nurohim
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA

KEUANGAN DI MEDIASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE


(Studi Pada Perusahaan yang Terdaftar di BEI Tahun 2017-2022)

Proposal Skripsi
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas Akhir Dan Memenuhi Syarat-Syarat Guna
Mendapatkan Gelar Sarjana Akuntansi ([Link])

Anggun Mutiara Sakinah


NPM : 2051030252

Program Studi: Akuntansi Syariah

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
1443 H / 2022 M
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI............................................................................................................2

BAB 1 PENDAHULUAN.......................................................................................3

A. Penegasan Judul............................................................................................3

B. Latar Belakang..............................................................................................4

C. Identifikasi dan Batasan Masalah.................................................................7

D. Rumusan Masalah.........................................................................................7

E. Tujuan Penelitian..........................................................................................8

F. Manfaat Penelitian........................................................................................8

G. Kajian Penelitian Tedahulu Yang Relevan...................................................9

BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS.........................15

A. Teori Yang Digunakan................................................................................15

B. Pengajuan Hipotesis....................................................................................19

BAB III METODE PENELITIAN........................................................................21

A. Waktu dan Tempat Penelitian.....................................................................21

B. Pendekatan dan Jenis Penelitian.................................................................21

C. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengumpulan Data.....................................21


BAB 1
PENDAHULUAN
A. Penegasan Judul
Sebagai langkah awal untuk mendapatkan pemahaman yang jelas terhadap
skripsi ini. Diperlukan adanya uraian pengertian dan penegasan arti dari
sejumlah istilah yang relavan dengan maksud penulisan skripsi ini. Diharapkan
agar tidak terjadi kesalahpahaman tentang makna judul dari seluruh istilah
yang digunakan. Selain itu langkah ini adalah sistem penekanan tentang topik
yang akan dibahas.
Adapun Judul skripsi ini adalah “Pengaruh Intellectual Capital Terhadap
Kinerja Keuangan Di Mediasi Good Corporate Governance Pada Entitas
Syariah (Studi Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2017-
2022).’’
Uraian dari pengertian istilah judul tersebut adalah sebagai berikut:
1. Intellectual Capital adalah suatu asset tidak berwujud yang dimiliki
perusahaan terkait kualitas sumber daya manusia dan teknologi yang
dijadikan sebagai keunggulan kompetitif perusahaan.1
2. Kinerja keuangan adalah kegiatan menganalisis untuk melihat sejauh
mana perusahaan telah menggunakan aturan pelaksanaan keuangan
dengan baik dan benar.2
3. Mediasi adalah variable yang secara teoritis mempengaruhi hubungan
antara variable independen dengan variable dependen menjadi hubungan
yang tidak langsung dan tidak dapat di amati dan di ukur. Variabel
Mediasi dalam penelitian ini adalah kinerja operasional (Z).3

1
Sabri Nurdin dan Muhammad Suyudi, “Pengaruh Intellectual Capital dan Islamicity Performance
Index Terhadap Kinerja Jeuangan Perbankan Syariah Di Indonesia”, Jurnal Akuntansi Multi
Dimensi (JAMDI), 2019, h., 120
2
Ibid.,h. 121
3
[Link]
sequence=8&isAllowed=y
4. Good Corporate Governance (GCG) adalah sistem yang mengatur dan
mengendalikan perusahaan yang menciptakan nilai tambah (value
added)untuk semua stakeholders.4
B. Latar Belakang
Dewasa ini, perkembangan perekonomian mengharuskan setiap perusahaan
meningkatkan kinerjanya. Tanggapan dan solusi terbaik untuk keluar dari krisis
ekonomi yang sedang dialami indonesia adalah dengan meningkatkan tata
kelola perusahaan yang efektif. Pemilihan investasi di suatu perusahaan
mempertimbangkan prinsip tata kelola perusahaan yang sangat baik karena
dapat meningkatkan kinerja perusahaan bertahan dari krisis ekonomi saat ini
sekaligus memungkinkan perusahaan bersaing secara global. 5
Kelangsungan hidup suatu perusahaan dan kinerja keuangan perusahaan
bukan hanya dihasilkan oleh asset perusahaan yang bersifat tangible assets
(nyata) tetapi hal yang lebih penting adalah adanya intangible assets yang
berupa sumber daya yang mengatur dan mendayagunakan asset perusahaan
yang ada, karena nilai perusahaan bukan hanya ditentukan oleh asset fisik tapi
berdasarkan pada kualitas sumber daya yang dimiliki oleh suatu perusahaan
tersebut. Ilmu pengetahuan sendiri merupakan salah satu asset tak terwujud
yang bisa disebut dalam Akuntansi. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) 19 (revisi 2010). PSAK mendefinisikan aset tak berwujud sebagai aset
nonmoneter teridentifikasi tanpa wujud fisik. Asset tak berwujud belum
memungkinkan untuk dicatat dan diungkapkan dalam laporan keuangan
tradisional.6
Keterbatasan dalam pelaporan keuangan pada akuntansi tradisional dalam
menjelaskan suatu nilai perusahaan menunjukan bahwa sumber ekonomi yang
tidak hanya asset berupa fisik melainkan penciptaan intellectual capital.
4
Muhammad Saifi, “Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Dan
Nilai Perusahaan ( Studi Pada Badan Usaha Milik Negara ( Bumn ) Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia Periode 2012-2015 )” 50, no. 3 (2017): 108– 17
5
Fatimah Ronny Malavia mardani. Budi Wahono, “Pengaruh Good Corporate Governance
Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus
Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2015-2017,”
Jurnal Ilmiah Riset Manajemen 8 (2019): 52
6
Ikatan Akuntansi Indonesia, “Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan”, (Jakarta: Salemba
Empat, 2010), h. 8
perusahaan akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai setiap tujuan
yang telah direncanakan sebelumnya. Salah satu upaya dalam pencapaian suatu
tujuan perusahaan adalah peningkatan intellectual capital (IC) atau dikenal
dengan modal intelektual. Menurut Alipour Intellectual Capital dapat
meningkatkan perekonomian secara mendasar bergantung pada pengetahuan,
keahlian dan informasi. Intellectual capital (modal intelektual) merupakan asset
dan sumberdaya non-tangible atau non-physical dari sebuah organisasi, yaitu
dapat mencakup proses, kapasitas inovasi, pola-pola, dan pengetahuan yang
tidak kelihatan dari para anggotanya dan jaringan kolaborasi serta hubungan
organisasi.7
Selain memperbaiki pengungkapan laporan keuangan berupa pengungkapan
IC (intellectual capital), sebuah perusahaan juga dirasa perlu melakukan
penerapan dan pengelolah corporate governance yang baik. Sejak krisis
ekonomi tahun 1997, pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik (Good
Corporate Governance) menjadi isu yang mengemuka di Indonesia. Akibat
buruknya tata kelola perusahaan di Indonesia pada masa itu, menyebabkan
perekonomian di Indonesia menjadi terpuruk. Semenjak itulah semua pihak
sepakat untuk dapat bangkit dari keterpurukan. Indonesia harus mulai tata
kelola yang baik dari pemerintah, perusahaan pemerintah, dan swasta. Berbagai
upaya dilakukan dengan menerapkan prinsip GCG di semua lini masyarakat.8
Penerapan tata kelola perusahaan (corporate governance) itu penting dalam
memberikan kontribusi terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penerapan GCG
(good corporate governance) di Indonesia merupakan suatu kebutuhan dalam
menjalankan aktivitas bisnis, agar perusahaan-perusahaan yang ada di
Indonesia dapat terus bersaing dan bertahan dalam persaingan pasar global
yang semakin hari semakin kompetitif sehingga perusahaan dapat mencapai
tujuannya. Selain itu, penerapan GCG (good corporate governance)
7
Wahyuni Agustina, Gede Adi Yuniarta, and Ni Kadek Sinarwati, “Pengaruh Intellectual Capital,
Corporate Governance Dan Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan,” E-
Journal Akuntansi Universitas Pendidikan Ganesha 3, no. 1 (2015): 1–11,
[Link]
8
Diah Nurriza Indah Permata, Fariyana Kusumawati Dan Rindah F. Suryawati, “Pengaruh Good
Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan”, Jurnal Infestasi, Vol. 8 No. 2
(Desember 2012), h.171
dibutuhkan untuk menjaga konsistensi kepercayaan masyarakat terhadap
sebuah perusahaan. Penerapan GCG memerlukan langkah panjang dalam
mengimplementasikan prinsip-prinsipnya, dimana pada prosesnya menanankan
nilai-nilai yang pada hakekatnya akan membentuk sebuah proses budaya baru
dalam menata kelola perusahaan.9
Tata kelola yang baik pada perusahaan menjadi peran penting dalam
perkembangan ekonomi bisnis, dimana pengelolaan yang baik dapat
meminimalisir resiko munculnya penyalahgunaan kewenangan sehingga dapat
meningkatkan kinerja perusahaan. Salah satu penyebab penyalahgunaan
kewenangan itu terjadi karena kurangnya tata kelola pada perusahaan tersebut,
sehingga sangat dibutuhkan penerapan prinsip good corporate governance
sebagai upaya mengurangi resiko serta meningkatkan kinerja perusahaan.
Penerapan GCG juga dilakukan untuk meningkatkan nilai stakeholder, dan
memastikan manajer melakukan kinerjanya untuk meningkatkan return bagi
pemegang saham. Selain itu juga, diharapkan bahwa penerapan GCG
berdampak baik pada kinerja perusahaan serta dapat meningkatkan nilai
perusahaan. Dalam proses memaksimalkan nilai perusahaan akan muncul
konflik kepentingan antara manajer dan pemegang saham yang mana disebut
agency problem. Terkadang seorang manajer melaporkan hasil yang tidak
sesuai dengan keadaan sebenarnya kepada para pemegang saham. Hal inilah
yang dapat memberikan kesempatan kepada para manajer untuk melakukan
manajemen laba. Konflik keagenan ini disebabkan karena perbedaan
kepentingan antara pihak internal dan pihak eksternal sehingga menyebabkan
kemungkinan terjadinya praktik manajemen atau manipulasi laba untuk
kepentingan pribadi pihak manajemen.10
Maka adanya Good Corporate Governance penting bagi suatu perusahaan
untuk mengatasi konflik antara pihak yang ada di perusahaan melalui
mekanisme pengawasan dan pengendalian terhadap kinerja manajemen
sehingga perusahaan lebih mudah meningkatkan kinerja perusahaannya. Dan
9
Ibid, h.1
10
Melia Agustina, Yulius Jogi, and M Si, “Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap
Kinerja Perusahaan Pada Sektor Keuangan,” 2014. h. 224
GCG dapat menjadi variabel mediasinya. Yang mana Kinerja suatu
perusahaan akan tercemin dalam laporan keuangannya, yang mana laporan
keuangan tersebut sebagai informasi bagi pihak internal maupun eksternal.

Dalam penelitian ini penulis akan meneliti kinerja keuangan perusahaan


yang terdaftar di BEI tahun 2017-2022. Berdasarkan fenomena dari uraian latar
belakang dan hasil penelitian tersebut. penulis tertarik untuk melakukan
penelitian, yang mana penelitian ini mengembangkan penelitian dengan judul
’’Pengaruh Intellectual Capital Dan Good Corporate Governance Terhadap
Kinerja Keuangan Di Entitas Syariah(Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di
JII Periode 2015-2019)”. Dimana peneliti mengganti model dari judul
tersebut, mengganti sampel dan menambah periode penelitian menjadi 5
tahun terakhir. Sehingga judul penelitian ini adalah ‘’ Pengaruh Intellectual
Capital Terhadap Kinerja Keuangan Di Mediasi Good Corporate
Governance Pada Entitas Syariah (Studi Pada Perusahaan Yang
Terdaftar Di BEI Tahun 2017-2022).’’
C. Identifikasi dan Batasan Masalah
Agar penelitian ini dapat dipahami dengan jelas dan menjadi lebih terarah
dengan maksud untuk membatasi masalah. Penulis membatasi masalah pada
perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kriteria perusahaan
yang konsisten terdaftar BEI periode 2017-2022 dan perusahaan yang
menyediakan data yang di perlukan dalam penelitian. Pada kinerja keuangan
perusahaan diukur hanya menggunakan indikator return on asset (ROA).
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah:
1. Apakah intellectual capital berpengaruh terhadap kinerja keuangan pada
perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2017-2022?
2. Apakah good corporate governance berpengaruh terhadap kinerja keuangan
pada perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2017-2022?
3. Apakah intellectual capital dan good corporate governance berpengaruh
secara simultan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan yang terdaftar
di BEI periode 2017-2022?
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas penelitian ini dilakukan dengan
tujuan sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui intellectual capital berpengaruh terhadap kinerja
keuangan pada perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2017-2022
2. Untuk mengetahui good corporate governance berpengaruh terhadap kinerja
keuangan pada perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2017-2022
3. Untuk mengetahui intellectual capital dan good corporate governance
berpengaruh secara simultan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan
yang terdaftar di BEI periode 2017-2022
F. Manfaat Penelitian
Hal yang paling penting dari sebuah penelitian adalah manfaat yang dapat
di implementasikan setelah tersingkapnya hasil dari penelitian tersebut.
Adapun penulis mengharapkan manfaat dari penelitian ini sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
Diharapkan agar penelitian ini dapat menambah wawasan dan
pengetahuan, serta sebagai tambahan literatur bagi peneliti lain yang akan
melakukan penelitian di bidang yang sama. Penelitian ini juga diharapkan
dapat menjadi sarana perluasan ilmu pengetahuan pada lembaga keuangan
syariah.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Penulis
Penelitian ini akan menambah ilmu pengetahuan dan pemahaman
yang mendalam kepada penulis mengenai intellectual capital, good
corporate governance, dan kinerja keuangan pada indeks saham syariah
Indonesia.
b. Bagi Akademisi
Penelitian ini diharapkan akan dapat menambah ilmu pengetahuan
tentang intellectual capital, good corporate governance, dan kinerja
keuangan indeks saham syariah Indonesia serta dapat diganakan sebagai
referensi dan masukan untuk peneliti selanjutnya yang akan melakukan
penelitian di bidang yang sama.
c. Bagi pihak perusahaan
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai literatur dalam
pengambilan kebijakan oleh pihak manajemen perusahaan mengenai
pengaruh intellectual capital terhadap kinerja keuangan di mediasi good
corporate governance.
d. Bagi investor
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai
laporan perusahaan sebagai acuan dalam membuat keputusan investasi.
Diharapkan juga dapat memberikan pijakan baru dalam berinvestasi yang
tidak hanya terpaku pada unit-unit moneter.
e. Bagi masyarakat
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada
masyarakat berupa stimulus sebagai pengontrol atas segala tindakan yang
dilaku yjkan oleh perusahaan.
G. Kajian Penelitian Tedahulu Yang Relevan
N Penulis Judul Variabel Metode Hasil
O (Tahun) Penelitian Penelitian Analisis (Kesimpulan)
1 Yenita Arini Pengaruh Independen Pada Hasil
dan Intellectual (X): penelitian penelitian
Musdholifa Capital dan intellectual ini tekni menunjukkan
h Good capital dan pengolahan bahwa
Musdholifa Corporate good data variable
h (2018) Governanc corporate dilakukan intellectual
e Terhadap governance dengan capital
Nilai . Dependen Analisis memiliki
Perusahaan (Y): Nilai Jalur pengaruh
Dengan Perusahaan. signifikan
Kinerja Intervening terhadap
Keuangan (Z): Kinerja kinerja
Sebagai Keuangam keuangan.
Variabel (ROA) Sedangkan
Intervening variable
(Studi Pada komite audit
Perusahaan tidak
Subsektor memiliki
Perbankan pengaruh
Yang terhadap
Listing di kinerja
BEI keuangan.
Periode Selanjutnya
2013-2015) untuk
variabel
intellectual
capital
berpengaruh
positif dan
signifikan
terhadap nilai
perusahaan.
Sedangkan
variabel
komisaris
independen
dan komite
audit tidak
berpengaruh
terhadap nilai
perusahaan.
Kemudian
untuk
pengaruh
variabel
intellectual
capital
terhadap nilai
perusahaan
dapat
dimediasi
oleh kinerja
keuangan.
Namun
pengaruh
variabel
komisaris
independen
dan komite
audit
terhadap nilai
perusahaan
tidak dapat
dimediasi
oleh kinerja
keuangan
dengan
menggunaka
n proksi
Return On
Asset (ROA)
2 Hot Kristian Pengaruh Independen Pada Hasil
Maryanto Intellectua l (X): penelitian penelitian
(2017) capital dan intellectual ini menunjukka
Good capital dan pengujian n bahwa
Corporate good dilakukan variabel
Governan corporate dengan intellectual
ce governance metode capital
Terhadap . Dependen analisis berpengaruh
Nilai (Y): Nilai jalur signifikan
Perusahaa n Perusahaan. dengan terhadap nilai
Dengan Intervening mengguna perusahaan
Kinerja (Z): Kinerja k an melalui
Keuangan Keuangan purposive profitabilitas
Sebagai (ROE) random . Dan good
Variabel sampling corporate
Intervenin method governance
g Pada berpengaruh
Perusahaa n terhadap nilai
Manufaktu perusahaan
r Terdaftar namun tidak
di Bursa signifikan.
Efek Hal tersebut
Indonesia dibuktikan
Tahun dengan tidak
2011-2014 semua proksi
good
corporate
governance
dalam
penelitian
tersebut
perpengaruh
positif
terhadap nilai
perusahaan
melalui
profitabilitas
yang
diproksikan
dengan
Return On
Equity (ROE)
3 Safira Pengaruh Independen Pada Hasl
Ma`auyah Intellectua l (X): penelitian penelitian
dan Fera capital dan intellectual ini, analisis menunjukka
Tjahjani Good capital dan dilakukan n bahwa pada
(2021) Corporate good dalam pengujian
Governan corporate kurun hipotesis
ce governance waktu struktural
Terhadap . Dependen 2015-2019 pertama
Nilai (Y): Nilai dengan menunjukka
Perusahaa n Perusahaan. sampel n bahwa
Dengan Intervening perusahaan intellectual
Kinerja (Z): Kinerja perbankan capital
Keuangan Keuangan syariah. dengan
Sebagai (ROA) Pemilihan proksi VAIC
Variabel sampel dan good
Intervenin mengguna corporate
k an governance
purposive dengan
sampling. proksi
Teknik kepemilikan
Hasil manajerial
analisis berpengaruh
yang simultan
digunakan terhadap
adalah path kinerja
analysis, keuangan
dan uji dengan
hipotesis proksi return
hubungan on asset.
antar Sedangkan
variabel. hasil
hipotesis
struktural
kedua
diperoleh
hasil bahwa
nilai
perusahaan
dengan
proksi
Tobins`Q
memiliki
pengaruh
simultan
terhadap
intellectual
capital dan
good
corporate
governance.
BAB II
LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

A. Teori Yang Digunakan


a. Stakeholder Theory
Teori stakeholder menurut Edward Freeman merupakan teori yang
menyatakan bahwa seluruh stakeholder berhak mendapat informasi tentang
bagaimana aktivitas organisasi mempengaruhi keberadaan stakeholder yang
telah memberikan kontribusi secara langsung maupun tidak langsung.
Informasi tersebut adalah berupa laporan tahunan perusahaan yang
merupakan cerminan kinerja suatu perusahaan. melalui informasi tersebut
para stakeholder akan mengukur dan membandingkan kinerja perusahaan
agar dapat membuat keputusan dan strategi untuk kemajuan perusahaan.
Lebih lanjut freeman mengatakan bahwa semakin banyak pemangku
kepentingan yang dipuaskan oleh perusahaan, maka tidak menutup
kemungkinan bahwa perusahaan akan memiliki peluang untuk besar dan
sukses. Teori ini menjelaskan hubungan yang terjadi antara manajemen
perusahaan dengan para stakeholder. Dalam teori ini, akuntabilitas juga
dianggap penting karena dalam melaporkan informasi pada laporan tahunan
seharusnya laporan non keuangan perusahaan juga disajikan selain dari
informasi laporan [Link] konteks ini, para pemangku kepentingan
berwenang untuk memberikan pengaruh kepada manajemen dalam proses
mendayagunakan seluruh potensi dari organisasi. Intellectual capital dan
good corporate governance menjadi upaya perusahan dalam menyelaraskan
kepentingan perusahaan dengan pemangku kepentingan. Dengan
pengelolaan strategi dengan baik dan maksimal maka akan menciptakan
nilai perusahaan yang kemudian hal tersebut juga akan dapat meningkatkan
kinerja keuangan.
b. Intellectual Capital
1. Definisi Intellectual Capital
Menurut Stewart, intellectual capital didefinisikan sebagai materi
intelektual yang meliputi pengetahuan, informasi, kekayaan intelektual,
serta pengalaman dari pekerja yang digunakan dalam rangka
menciptakan kesejahteraan.
Bontis menyatakan bahwa intellectual capital atau yang disebut
dengan modal intelektual merupakan aset tidak berwujud berupa sumber
daya dan pengetahuan, kemampuan dan kompetensi yang berfungsi
untuk meningkatkan kinerja perusahaan yang mencakup seluruh
pengetahuan karyawan, organisasi serta kemampuan mereka dalam
menciptakan nilai tambah sehingga perusahaan dapat memiliki
keunggulan kompetitif secara berkelanjutan.
2. Intellectual Capital Dalam Perspektif Islam
Intellectual capital dalam pandangan Islam apabila merujuk pada Al-
Quran dan Hadits merupakan salah satu hal penting yang harus
diperhatikan perusahaan. pada hakikatnya intellectual capital akan sangat
mendorong kemajuan bisnis perusahaan karena terdiri dari ilmu
pengetahuan, daya fikir, serta berbagai kemampuan dan keahlian yang
dimiliki tenaga kerja. Tenaga kerja merupakan sumber daya insani yang
selalu ada di suatu perusahaan. pengetahuan merupakan hal yang harus
dimiliki seseorang baik di lingkungan kerja maupun lingkungan
masyarakat.36 Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al Jasiyah
ayat 13:

ُ‫ه‬R ‫ا ِّم ْن‬RR‫ض َج ِمي ًع‬ِ ْ‫ا ِفى ٱَأْلر‬RR‫ت َو َم‬ ِ ‫َو َس َّخ َر لَ ُكم َّما ِفى ٱل َّس ٰ َم ٰ َو‬
َ ‫ت لِّقَ ْو ٍم يَتَفَ َّكر‬
‫ُون‬ َ ِ‫ِإ َّن فِى ٰ َذل‬
ٍ َ‫ك َل َءا ٰي‬
Artinya: Dan Dia menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang
ada di bumi untukmu semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. Sungguh,
dalam hal yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran
Allah) bagi orang-orang yang berpikir. (Q.S Al Jasiyah [45]: 13) Dari
ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa Allah SWT telah menundukkan
semua apa yang ada di langit dan bumi dengan rahmatNya agar manusia
dapat menjalankan tugasnya sebagai khalifah di bumi dengan mencari
manfaat dari kehidupannya. Manusia diwajibkan untuk mencari manfaat
sebanyak-banyaknya karena pada hakikatnya manusia diciptakan dengan
diberikan akal sehat dan kemampuan berfikir. Ilmu pengetahuan,
kecepatan dalam menghadapi perubahan, serta inovasi sangat penting
untuk dimiliki. Pada hakikatnya, harta merupakan amanah yang harus
dijaga dan dikelola dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu manusia
harus memiliki pengetahuan yang cukup agar mampu mengatur,
mengelola, dan mengalokasikan harta tersebut dengan benar dan tepat.
Hal tersebut tertera dalam hadits berikut:

ُ ‫لَّى هَّللا‬R‫ص‬
َ ِ ‫و ُل هَّللا‬R‫ال َر ُس‬R َ َ‫هُ ق‬R‫ض َي هَّللا ُ َع ْن‬
َ َ‫ال ق‬R ِ ‫َع ْن َأبِي هُ َري َْرةَ َر‬
‫ا َعتُهَا‬RR‫ض‬ َ ‫ْف ِإ‬َ ‫ال َكي‬ َ َ‫ت اَأْل َمانَةُ فَا ْنتَ ِظ ُر السَّا َعةَ ق‬ ُ ‫َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم ِإ َذا‬
ْ ‫ضيِّ َع‬
َ‫ال ِإ َذا ُأ ْسنِ َد اَأْل ْم ُر ِإلَى َغي ِْر َأ ْهلِ ِه فَا ْنتَ ِظ ُر السَّا َعة‬
َ َ‫ُول هَّللا ِ ق‬
َ ‫يَا َرس‬
Rasulullah SAW bersabda: Apabila amanah tidak lagi dipegang teguh
maka tunggulah saat kehancuran. Abu Hurairah bertanya, bagaimana
orang yang tidak memegang amanah itu ya Rasulullah? Rasul menjawab:
Apabila suatu urusan telah diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka
tunggulah saat kehancuran. Hadits tersebut menjelaskan bahwa amanah
merupakan hal yang harus dijaga, seperti halnya urusan pekerjaan. Dalam
melakukan pekerjaan seseorang harus memiliki pemahaman yang cukup
agar apa yang dikerjakan menjadi maksimal. Tidak dibenarkan bagi
seseorang yang ingin melakukan pekerjaan namun tidak memiliki ilmu
dan pemahaman yang cukup tentang pekerjaannya.
c. Good Corporate Governance
1. Definisi Good Corporate Governance
Menurut OECD (Organization for Economic Cooperation &
Development), good corporate governance atau dalam bahasa indonesia
tata kelola perusahaan yang baik adalah kumpulan hubungan antara pihak
manajemen perusahaan, pemegang saham, serta pemangku kepentingan
lainnya di dalam perusahaan. good corporate governance yang baik akan
dapat memberikan insentif yang baik bagi para pemangku kepentingan
untuk mencapai tujuan perusahaan. penerapan good corporate
governance juga dapat mencegah terjadinya praktik-praktik bisnis yang
dilarang. Selain itu juga dapat mendorong terciptanya iklim persaingan
yang sehat dan keterbukaan informasi.39 Menurut Omasis dan Robin,
good corporate governance merupakan suatu sistem yang terdiri dari
sekumpulan struktur, prosedur, dan mekanisme yang dirancang dalam
rangka pengelolaan perusahaan dengan berlandaskan prinsip-prinsip
tertentu untuk meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang.
2. Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance
Menurut KEP-117/M-MBU/2002 prinsip-prinsip dasar Good
Corporate Governance adalah sebagai berikut:
1) Kewajaran dan kesetaraan (fairness)
Prinsip ini dilakukan agar pengelola memperlakukan pemangku
kepentingan secara adil dan setara, baik pemangku kepentingan primer
(pemasok, pelanggan, karyawan, dan pemodal) maupun sekunder
(pemerintah, masyarakat, serta pihak lainnya). Prinsip inilah yang
memunculkan konsep mengedepankan kepentingan atas stakeholders
dan bukan hanya shareholders.
2) Keterbukaan (transparency)
Kewajiban bagi para pengelola untuk menjalankan prinsip
keterbukaan dalam proses keputusan dan penyampaian informasi.
Lebih dalam bahwa informasi yang disampaikan harus lengkap, benar,
dan tepat waktu kepada semua pemangku kepentingan. Tidak boleh
ada hal-hal tertentu yang dirahasiakan, disembunyikan, ditutup-tutupi,
maupun ditunda-tunda pengungkapannya. Dalam hal ini perusahaan
secara rutin menyampaikan beberapa laporan yang diwajibkan oleh
perusahaan.
3) Akuntabilitas (accountability)
Kewajiban bagi para pengelola untuk membina sistem akuntansi
yang efektif untuk menghasilkan laporan keuangan yang dapat
dipercaya (reliable) dan berkualitas. Penerapan akuntabilitas di suatu
perusahaan merupakan salah satu bentuk pertanggung jawaban
perusahaan kepada seluruh pemangku kepentingan yang bertujuan
agar dalam pengelolaan perusahaan dilakukan dengan baik dan sesuai
dengan kebutuhan perusahaan.
4) Pertanggungjawaban (responsibility)
Kewajiban bagi para pengelola untuk memberikan pertanggung
jawaban atas semua tindakan dalam pengelolaan perusahaan kepada
para pemangku kepentingan sebagai wujud kepercayaan dan
wewenang yang telah diberikan. Eksistensi bisnis perusahaan tidak
hanya bermanfaat untuk para pengguna jasa perusahaan saja, akan
tetapi juga bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Manfaat yang
diberikan perusahaan merupakan suatu bentuk tanggung jawabnya
dalam rangka menjaga eksistensinya di mata publik.
5) Independensi (independency)
Merupakan suatu keadaan dimana para pengelola mengambil suatu
keputusan bersifat profesional, mandiri, bebas dari konflik
kepentingan, bebas dari tekanan serta pengaruh dari pihak manapun
yang bertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku dan
prinsip pengelolaan yang sehat. Perusahaan harus selalu memastikan
bahwa perusahaan dikelola secara independen, yakni tidak
terpengaruh dan tidak saling mendominasi atas kepentingan tertentu
dan juga bebas dari benturan kepentingan.
B. Pengajuan Hipotesis
1. Kerangka Pemikiran
Kerangka pikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori
saling memiliki hubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi
sebagai masalah yang penting. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini
menggambarkan pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat
melalui variabel mediasi yaitu good corporate governance. Menurut
penelitian yang dilakukan oleh Maryanto dan penelitian Arini menjelaskan
bahwa nilai perusahaan dan kinerja keuangan sebuah perusahaan tidak
hanya dapat diukur melalui aset moneternya saja namun juga dengan aset
non moneter. Keterkaitan intellectual capital terhadap kinerja keuangan di
mediasi good corporate governance adalah ketika perusahaan dapat
mengelola sumber daya nya maka akan dapat meningkatkan kepercayaan
pasar terhadap perusahaan tersebut yang kemudian akan meningkatkan nilai
perusahaan. nilai perusahaan yang baik secara tidak langung akan dapat
meningkatkan kinerja keuangan karena penilaian investor terhadap prospek
perusahaan bahwa mereka akan mendapatkan tingkat pengembalian
investasi yang diharapkan dari perusahaan tersebut.
Berikut adalah gambaran kerangka pemikiran dalam penelitian ini:

Intelectual Kinerja
capital Good Corporate keuangan
Governace

2. Hipotesis
H1: Intellectual capital berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja
keuangan
H2: Intellectual capital berpengaruh positif signifikan terhadap Good
corporate governance
H3: Good corporate governance berpengaruh positif signifikan terhadap
kinerja keuangan
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Indeks Saham Syariah Indonesia dengan
pengambilan data melalui website resmi [Link], yahoo finance, dan
situs resmi perusahaan. penelitian dilakukan dalam kurun waktu selama 5
tahun yakni dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2022.
B. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Untuk mengetahui kebenaran dari penelitian yang dilakukan, maka
penelitian ini menggunakan data kuantitatif. Data kuantitatif merupakan data-
data yang penyajiannya dalam bentuk angka secara sepintas lebih mudah untuk
diketahui maupun untuk dibandingkan satu dengan yang lainnya. Penelitian
kuantitatif lebih sistematis, terencana, terstruktur, jelas dari awal hingga akhir
penelitian dan tidak dipengaruhi oleh keadaan yang ada pada lapangan. Namun
demikian, tidak berarti bahwa penelitian kualitatif tidak tersusun secara
sistematis dan teratur, hanya saja penelitian dengan pendekatan kualitatif dapat
berubah sesuai dengan keadaan di lapangan. Metode kuantitatif sering juga
disebut metode tradisional, ilmiah, bersifat discovery atau metode penemuan.
Metode ini berlandaskan pada filsafat positivisme. Metode ini disebut sebagai
metode ilmiah atau scientific. Karena metode ini telah memenuhi kaidah-
kaidah ilmiah yaitu konkrit, empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis.
Data kuantitatif dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor
yang mempengaruhi Intellectual capital, Good Corporate Governance, dan
Kinerja Keuangan.
C. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengumpulan Data
a. Populasi
Populasi adalah tempat melaksanakan penelitian atau wilayah generalisasi
yang terdiri atas obyek/subyek yang dipelajari dan memiliki kualitas serta
karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk di eksplorasi,
kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh perusahaan yang telah terdaftar pada Bursa efek indonesia.
b. Sampel
1. Pengertian Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut. Bila populasi besar, maka penelitian yang dilaakukan
dapat menggunakan sampel tersebut.
2. Teknik Sampling
Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah metode purposive
sampling, yaitu teknik pengambilan sampel secara acak yang disertai
dengan pertimbanganpertimbangan tertentu. Pemilihan sampel diambil
dengan cara disesuaikan dengan kriteria yang ditetapkan. Tujuan dari
metode ini agar sampel yang dipilih sesuai dengan tujuan masalah
penelitian, sehingga memperkecil kesalahan dalam proses pemilihan
data. Sampel yang digunakan apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:
1) Perusahaan yang menerapkan intellectual capital dan good corporate
governance yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)
periode 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Desember 2020. 2) Perusahaan
yang mengeluarkan laporan keuangan secara berturut-turut dari tahun
2016 sampai dengan tahun 2020. 3) Laporan keuangan mempunyai data
lengkap yang dibutuhkan
c. Teknik pengumpulan data
Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan jenis data dalam kurun
waktu tahun 2016 sampai dengan tahun 2020. Dalam penelitian ini penulis
memperoleh data sekunder dengan mengutip literatur pada catatan, dan
buku berupa laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah,
buku-buku, dan artukel. Dalam hal ini data penelitian diperoleh langsung
dari instansi yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Website
Perusahaan, serta sumber-sumber lain yang berhubungan dengan data
penelitian seperti jurnal dan hasil-hasil penelitian terdahulu. Data yang
penulis himpun menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu:
1. Dokumentasi
Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel
berupa catatan, transkip, dan buku-buku, surat kabar, majalah dapat juga
berbentuk file yang tersimpan dalam website.65 Data tersebut diperoleh
melalui website perusahaan, yahoo finance, website Bursa Efek
Indonesia, serta sumber-sumber lainnya seperti sahamOk, sahamU, dan
[Link].
2. Studi Pustaka
Studi pustaka dilakukan dengan mempelajari dan mengambil data dari
literatur terkait dan sumber-sumber lain seperti buku, catatan maupun
hasil penelitian terdahulu yang dianggap dapat memberikan informasi
mengenai penelitian ini.
d. Metode Analisis Data
Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah model
analisis statistik yang pengolahan datanya menggunakan program Microsoft
Office Excel sebelum diolah menggunakan SPSS. Dalam kurun waktu dari
tahun 2017 sampai dengan tahun 2022. Berikut adalah instrumen penelitian
yang akan digunakan:
1. Analisis Keuangan
Analisis keuangan pada penelitian ini dilakukan dengan menghitung
variabel-variabel yang terkait dengan penelitian yang diperoleh dari
laporan keuangan perusahaan.
2. Analisis Deskriptif Statistik
Deskriptif berusaha menjelaskan atau menggambarkan berbagai
karakteristik data dan lebih berhubungan dengan pengumpulan data dan
peringkasan data, serta penyajian hasil ringkasan. Dalam penelitian ini
hanya menggunakan frekuensi yang merupakan bagian dalam statistik
deskriptif, yaitu: Statistik deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk
mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti
melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan
analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.75 Statistik
deskriptif dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran umum
tentang data sampel yang meliputi perhitungan rata-rata, median, standar
deviasi, nilai maksimum, dan nilai minimum.
3. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik merupakan tahap yang harus dilakukan sebelum uji
hipotesis. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah
normalitas, dijelaskan sebagai berikut:
1) Uji Normalitas
Tujuan uji ini adalah apakah dalam model regresi, nilai residual
memiliki distribusi normal atau tidak. Plot peluang normal (normal
probability plot) dilakukan dengan membandingkan nilai observasi
(observed normal) dengan nilai yang diharapkan dari distribusi normal
(expected normal). Jika data diperlihatkan distribusi normal, maka
titiknya akan berada disekitar garis diagonal. Normalitas data dapat
dilihat pada grafik NORMAL P-P Plot Of Regression standardized
yang menunjukkan suatu distribusi data. Data dengan distribusi
normal, titik-titik akan menyebar mendekati garis diagonal dan
mengikuti alur ke kanan atas.
4. Pengujian Hipotesis
1) Analisis Jalur (Path Analysis)
Uji statistik inferensial yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan metode analisis jalur (Path Analysis). Analisis jalur
diperkenalkan dan dikembangkan pertama kali oleh Sewal Wright
seorang ahli genetika pada tahun 1921.
2) Koefisien Determinasi (Adjusted R2)
Koefisien determinasi yang dinotasikan dengan R2 adalah suatu
ukuran yang penting dalam regresi, karena dapat menginformasikan
baik atau tidaknya model regresi yang terestimasi. Nilai koefisien (R2)
ini mencerminkan seberapa besar variasi dan variabel terikat Y dapat
diterangkan oleh variabel bebas X. Bila nilai koefisien determinasi
sama dengan 0, artinya variasi dari variabel Y secara keseluruhan
dapat diterangkan oleh variabel X.
3) Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji t)
Uji t merupakan bagian dari pengujian signifikansi persamaan yang
digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel
independen secara individu terhadap variabel dependen. Ghazali
mengatakan bahwa seluruh variabel independen akan dimasukkan
dalam model memiliki pengaruh secara individu terhadap variabel
dependen.
4) Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
Uji F merupakan bagian dari pengujian signifikansi persamaan
yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel
independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen.84 Uji
Signifikansi Parameter Individual (Uji F) dilakukan untuk
membandingkan pada tingkat nilai signifikansi dengan α = 5% atau
0,05 dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Apabila tingkat signifikansi
< 5% maka hipotesis diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa
variabel independen secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap
variabel dependen. 2) Apabila tingkat signifikansi > 5% hipotesis
ditolak. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel independen secara
bersama-sama tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependen.
DAFTAR PUSTAKA
Agustina, Melia, Yulius Jogi, and M Si. “Pengaruh Good Corporate Governance
Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Sektor Keuangan,” 2014.
Agustina, Wahyuni, Gede Adi Yuniarta, and Ni Kadek Sinarwati. “Pengaruh
Intellectual Capital, Corporate Governance Dan Corporate Social
Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan.” E-Journal Akuntansi
Universitas Pendidikan Ganesha 3, no. 1 (2015) : 1–11.
[Link]
Agustina, Wulan Analisis Pengeruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Kantor
Akuntan Publik di Surabaya, Tesis Fakultas Universitas Airlangga
Surabaya, 2007
Andika, Meri, and Lisa Fitriani Rahman. “Pengaruh Penerapan Good Corporate
Governance (Gcg) Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Kasus Pada
Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Bei) Tahun
2014-2016).” Jurnal Profiet 1, no. 1 (2018): 51–57.
Andriana, Denny, “Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan
Perusahaan”, Jurnal Riset Akuntansi, Vol. 2 No. 1, 2014
Andriani Tisna, Gita, and Silviana Agustami. “Pengaruh Good Corporate
Governance Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan
Perusahaan (Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia (Bei) Tahun 2010-2014).” Jurnal Riset Akuntansi Dan Keuangan
4, no. 2 (2016): 1035–46. [Link]
Arikonto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta:
Rineke Cipta, 2014
Badawi, Ahmad “Pengaruh Good Corporate Governance Dan Intellectual Capital
Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pada Perbankan Indonesia (Studi
Empiris Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2017)”, Jurnal JDM, Vol.1
No 02, 2018
Bangun, Wilson, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Erlangga, 2012
Brigham, Eugene F. dan Houston, Joul F, Fundamentals of Financial
Management, Dasar-dasar Manajemen Keuangan, Jakarta : Salemba Empat,
2006 Salemba Empat, 2006
Christel Tumewu, Riana dan Stanly W. Alexander, Pengaruh Penerapan Good
Corporate Governance Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Perbankan
Yang Terdaftar Di BEI Periode 2009-12013, Program Pendidikan Profesi
Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi
Manado, 2014
Danisnurhadi, Lita Astari, “Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Nilai
Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Mediator Pada
Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia”, Jurnal
Manajemen & Bisnis Sriwijaya, Vol. 13 No. 3, 2015
Departemen Agama RI, Al-Quran Dan Terjemahan , Bandung: CV penerbit
Diponegoro, 2010
Eksandy, Arry. “Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja
Keuangan Pada Perbankan Syari‟Ah Indonesia.” Jurnal Akuntansi : Kajian
Ilmiah Akuntansi (JAK) 5, no. 1 (2018): 1.
[Link]
Endraswati, Hikmah, Corporate Governance: Keterkaitan Antara Struktur
Kepemilikan, Kinerja Jangka Panjang Saham, dan Stabilitas Manajemen
Puncak di Indonesia, Salatiga: STAIN Salatiga Press

Anda mungkin juga menyukai