Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan Di Mediasi Good Corporate Governance
Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan Di Mediasi Good Corporate Governance
Proposal Skripsi
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas Akhir Dan Memenuhi Syarat-Syarat Guna
Mendapatkan Gelar Sarjana Akuntansi ([Link])
DAFTAR ISI............................................................................................................2
BAB 1 PENDAHULUAN.......................................................................................3
A. Penegasan Judul............................................................................................3
B. Latar Belakang..............................................................................................4
D. Rumusan Masalah.........................................................................................7
E. Tujuan Penelitian..........................................................................................8
F. Manfaat Penelitian........................................................................................8
B. Pengajuan Hipotesis....................................................................................19
1
Sabri Nurdin dan Muhammad Suyudi, “Pengaruh Intellectual Capital dan Islamicity Performance
Index Terhadap Kinerja Jeuangan Perbankan Syariah Di Indonesia”, Jurnal Akuntansi Multi
Dimensi (JAMDI), 2019, h., 120
2
Ibid.,h. 121
3
[Link]
sequence=8&isAllowed=y
4. Good Corporate Governance (GCG) adalah sistem yang mengatur dan
mengendalikan perusahaan yang menciptakan nilai tambah (value
added)untuk semua stakeholders.4
B. Latar Belakang
Dewasa ini, perkembangan perekonomian mengharuskan setiap perusahaan
meningkatkan kinerjanya. Tanggapan dan solusi terbaik untuk keluar dari krisis
ekonomi yang sedang dialami indonesia adalah dengan meningkatkan tata
kelola perusahaan yang efektif. Pemilihan investasi di suatu perusahaan
mempertimbangkan prinsip tata kelola perusahaan yang sangat baik karena
dapat meningkatkan kinerja perusahaan bertahan dari krisis ekonomi saat ini
sekaligus memungkinkan perusahaan bersaing secara global. 5
Kelangsungan hidup suatu perusahaan dan kinerja keuangan perusahaan
bukan hanya dihasilkan oleh asset perusahaan yang bersifat tangible assets
(nyata) tetapi hal yang lebih penting adalah adanya intangible assets yang
berupa sumber daya yang mengatur dan mendayagunakan asset perusahaan
yang ada, karena nilai perusahaan bukan hanya ditentukan oleh asset fisik tapi
berdasarkan pada kualitas sumber daya yang dimiliki oleh suatu perusahaan
tersebut. Ilmu pengetahuan sendiri merupakan salah satu asset tak terwujud
yang bisa disebut dalam Akuntansi. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) 19 (revisi 2010). PSAK mendefinisikan aset tak berwujud sebagai aset
nonmoneter teridentifikasi tanpa wujud fisik. Asset tak berwujud belum
memungkinkan untuk dicatat dan diungkapkan dalam laporan keuangan
tradisional.6
Keterbatasan dalam pelaporan keuangan pada akuntansi tradisional dalam
menjelaskan suatu nilai perusahaan menunjukan bahwa sumber ekonomi yang
tidak hanya asset berupa fisik melainkan penciptaan intellectual capital.
4
Muhammad Saifi, “Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Dan
Nilai Perusahaan ( Studi Pada Badan Usaha Milik Negara ( Bumn ) Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia Periode 2012-2015 )” 50, no. 3 (2017): 108– 17
5
Fatimah Ronny Malavia mardani. Budi Wahono, “Pengaruh Good Corporate Governance
Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus
Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2015-2017,”
Jurnal Ilmiah Riset Manajemen 8 (2019): 52
6
Ikatan Akuntansi Indonesia, “Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan”, (Jakarta: Salemba
Empat, 2010), h. 8
perusahaan akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai setiap tujuan
yang telah direncanakan sebelumnya. Salah satu upaya dalam pencapaian suatu
tujuan perusahaan adalah peningkatan intellectual capital (IC) atau dikenal
dengan modal intelektual. Menurut Alipour Intellectual Capital dapat
meningkatkan perekonomian secara mendasar bergantung pada pengetahuan,
keahlian dan informasi. Intellectual capital (modal intelektual) merupakan asset
dan sumberdaya non-tangible atau non-physical dari sebuah organisasi, yaitu
dapat mencakup proses, kapasitas inovasi, pola-pola, dan pengetahuan yang
tidak kelihatan dari para anggotanya dan jaringan kolaborasi serta hubungan
organisasi.7
Selain memperbaiki pengungkapan laporan keuangan berupa pengungkapan
IC (intellectual capital), sebuah perusahaan juga dirasa perlu melakukan
penerapan dan pengelolah corporate governance yang baik. Sejak krisis
ekonomi tahun 1997, pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik (Good
Corporate Governance) menjadi isu yang mengemuka di Indonesia. Akibat
buruknya tata kelola perusahaan di Indonesia pada masa itu, menyebabkan
perekonomian di Indonesia menjadi terpuruk. Semenjak itulah semua pihak
sepakat untuk dapat bangkit dari keterpurukan. Indonesia harus mulai tata
kelola yang baik dari pemerintah, perusahaan pemerintah, dan swasta. Berbagai
upaya dilakukan dengan menerapkan prinsip GCG di semua lini masyarakat.8
Penerapan tata kelola perusahaan (corporate governance) itu penting dalam
memberikan kontribusi terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penerapan GCG
(good corporate governance) di Indonesia merupakan suatu kebutuhan dalam
menjalankan aktivitas bisnis, agar perusahaan-perusahaan yang ada di
Indonesia dapat terus bersaing dan bertahan dalam persaingan pasar global
yang semakin hari semakin kompetitif sehingga perusahaan dapat mencapai
tujuannya. Selain itu, penerapan GCG (good corporate governance)
7
Wahyuni Agustina, Gede Adi Yuniarta, and Ni Kadek Sinarwati, “Pengaruh Intellectual Capital,
Corporate Governance Dan Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan,” E-
Journal Akuntansi Universitas Pendidikan Ganesha 3, no. 1 (2015): 1–11,
[Link]
8
Diah Nurriza Indah Permata, Fariyana Kusumawati Dan Rindah F. Suryawati, “Pengaruh Good
Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan”, Jurnal Infestasi, Vol. 8 No. 2
(Desember 2012), h.171
dibutuhkan untuk menjaga konsistensi kepercayaan masyarakat terhadap
sebuah perusahaan. Penerapan GCG memerlukan langkah panjang dalam
mengimplementasikan prinsip-prinsipnya, dimana pada prosesnya menanankan
nilai-nilai yang pada hakekatnya akan membentuk sebuah proses budaya baru
dalam menata kelola perusahaan.9
Tata kelola yang baik pada perusahaan menjadi peran penting dalam
perkembangan ekonomi bisnis, dimana pengelolaan yang baik dapat
meminimalisir resiko munculnya penyalahgunaan kewenangan sehingga dapat
meningkatkan kinerja perusahaan. Salah satu penyebab penyalahgunaan
kewenangan itu terjadi karena kurangnya tata kelola pada perusahaan tersebut,
sehingga sangat dibutuhkan penerapan prinsip good corporate governance
sebagai upaya mengurangi resiko serta meningkatkan kinerja perusahaan.
Penerapan GCG juga dilakukan untuk meningkatkan nilai stakeholder, dan
memastikan manajer melakukan kinerjanya untuk meningkatkan return bagi
pemegang saham. Selain itu juga, diharapkan bahwa penerapan GCG
berdampak baik pada kinerja perusahaan serta dapat meningkatkan nilai
perusahaan. Dalam proses memaksimalkan nilai perusahaan akan muncul
konflik kepentingan antara manajer dan pemegang saham yang mana disebut
agency problem. Terkadang seorang manajer melaporkan hasil yang tidak
sesuai dengan keadaan sebenarnya kepada para pemegang saham. Hal inilah
yang dapat memberikan kesempatan kepada para manajer untuk melakukan
manajemen laba. Konflik keagenan ini disebabkan karena perbedaan
kepentingan antara pihak internal dan pihak eksternal sehingga menyebabkan
kemungkinan terjadinya praktik manajemen atau manipulasi laba untuk
kepentingan pribadi pihak manajemen.10
Maka adanya Good Corporate Governance penting bagi suatu perusahaan
untuk mengatasi konflik antara pihak yang ada di perusahaan melalui
mekanisme pengawasan dan pengendalian terhadap kinerja manajemen
sehingga perusahaan lebih mudah meningkatkan kinerja perusahaannya. Dan
9
Ibid, h.1
10
Melia Agustina, Yulius Jogi, and M Si, “Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap
Kinerja Perusahaan Pada Sektor Keuangan,” 2014. h. 224
GCG dapat menjadi variabel mediasinya. Yang mana Kinerja suatu
perusahaan akan tercemin dalam laporan keuangannya, yang mana laporan
keuangan tersebut sebagai informasi bagi pihak internal maupun eksternal.
ُهR ا ِّم ْنRRض َج ِمي ًعِ ْا ِفى ٱَأْلرRRت َو َم ِ َو َس َّخ َر لَ ُكم َّما ِفى ٱل َّس ٰ َم ٰ َو
َ ت لِّقَ ْو ٍم يَتَفَ َّكر
ُون َ ِِإ َّن فِى ٰ َذل
ٍ َك َل َءا ٰي
Artinya: Dan Dia menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang
ada di bumi untukmu semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. Sungguh,
dalam hal yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran
Allah) bagi orang-orang yang berpikir. (Q.S Al Jasiyah [45]: 13) Dari
ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa Allah SWT telah menundukkan
semua apa yang ada di langit dan bumi dengan rahmatNya agar manusia
dapat menjalankan tugasnya sebagai khalifah di bumi dengan mencari
manfaat dari kehidupannya. Manusia diwajibkan untuk mencari manfaat
sebanyak-banyaknya karena pada hakikatnya manusia diciptakan dengan
diberikan akal sehat dan kemampuan berfikir. Ilmu pengetahuan,
kecepatan dalam menghadapi perubahan, serta inovasi sangat penting
untuk dimiliki. Pada hakikatnya, harta merupakan amanah yang harus
dijaga dan dikelola dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu manusia
harus memiliki pengetahuan yang cukup agar mampu mengatur,
mengelola, dan mengalokasikan harta tersebut dengan benar dan tepat.
Hal tersebut tertera dalam hadits berikut:
ُ لَّى هَّللاRص
َ ِ و ُل هَّللاRال َر ُسR َ َهُ قRض َي هَّللا ُ َع ْن
َ َال قR ِ َع ْن َأبِي هُ َري َْرةَ َر
ا َعتُهَاRRض َ ْف ِإَ ال َكي َ َت اَأْل َمانَةُ فَا ْنتَ ِظ ُر السَّا َعةَ ق ُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم ِإ َذا
ْ ضيِّ َع
َال ِإ َذا ُأ ْسنِ َد اَأْل ْم ُر ِإلَى َغي ِْر َأ ْهلِ ِه فَا ْنتَ ِظ ُر السَّا َعة
َ َُول هَّللا ِ ق
َ يَا َرس
Rasulullah SAW bersabda: Apabila amanah tidak lagi dipegang teguh
maka tunggulah saat kehancuran. Abu Hurairah bertanya, bagaimana
orang yang tidak memegang amanah itu ya Rasulullah? Rasul menjawab:
Apabila suatu urusan telah diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka
tunggulah saat kehancuran. Hadits tersebut menjelaskan bahwa amanah
merupakan hal yang harus dijaga, seperti halnya urusan pekerjaan. Dalam
melakukan pekerjaan seseorang harus memiliki pemahaman yang cukup
agar apa yang dikerjakan menjadi maksimal. Tidak dibenarkan bagi
seseorang yang ingin melakukan pekerjaan namun tidak memiliki ilmu
dan pemahaman yang cukup tentang pekerjaannya.
c. Good Corporate Governance
1. Definisi Good Corporate Governance
Menurut OECD (Organization for Economic Cooperation &
Development), good corporate governance atau dalam bahasa indonesia
tata kelola perusahaan yang baik adalah kumpulan hubungan antara pihak
manajemen perusahaan, pemegang saham, serta pemangku kepentingan
lainnya di dalam perusahaan. good corporate governance yang baik akan
dapat memberikan insentif yang baik bagi para pemangku kepentingan
untuk mencapai tujuan perusahaan. penerapan good corporate
governance juga dapat mencegah terjadinya praktik-praktik bisnis yang
dilarang. Selain itu juga dapat mendorong terciptanya iklim persaingan
yang sehat dan keterbukaan informasi.39 Menurut Omasis dan Robin,
good corporate governance merupakan suatu sistem yang terdiri dari
sekumpulan struktur, prosedur, dan mekanisme yang dirancang dalam
rangka pengelolaan perusahaan dengan berlandaskan prinsip-prinsip
tertentu untuk meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang.
2. Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance
Menurut KEP-117/M-MBU/2002 prinsip-prinsip dasar Good
Corporate Governance adalah sebagai berikut:
1) Kewajaran dan kesetaraan (fairness)
Prinsip ini dilakukan agar pengelola memperlakukan pemangku
kepentingan secara adil dan setara, baik pemangku kepentingan primer
(pemasok, pelanggan, karyawan, dan pemodal) maupun sekunder
(pemerintah, masyarakat, serta pihak lainnya). Prinsip inilah yang
memunculkan konsep mengedepankan kepentingan atas stakeholders
dan bukan hanya shareholders.
2) Keterbukaan (transparency)
Kewajiban bagi para pengelola untuk menjalankan prinsip
keterbukaan dalam proses keputusan dan penyampaian informasi.
Lebih dalam bahwa informasi yang disampaikan harus lengkap, benar,
dan tepat waktu kepada semua pemangku kepentingan. Tidak boleh
ada hal-hal tertentu yang dirahasiakan, disembunyikan, ditutup-tutupi,
maupun ditunda-tunda pengungkapannya. Dalam hal ini perusahaan
secara rutin menyampaikan beberapa laporan yang diwajibkan oleh
perusahaan.
3) Akuntabilitas (accountability)
Kewajiban bagi para pengelola untuk membina sistem akuntansi
yang efektif untuk menghasilkan laporan keuangan yang dapat
dipercaya (reliable) dan berkualitas. Penerapan akuntabilitas di suatu
perusahaan merupakan salah satu bentuk pertanggung jawaban
perusahaan kepada seluruh pemangku kepentingan yang bertujuan
agar dalam pengelolaan perusahaan dilakukan dengan baik dan sesuai
dengan kebutuhan perusahaan.
4) Pertanggungjawaban (responsibility)
Kewajiban bagi para pengelola untuk memberikan pertanggung
jawaban atas semua tindakan dalam pengelolaan perusahaan kepada
para pemangku kepentingan sebagai wujud kepercayaan dan
wewenang yang telah diberikan. Eksistensi bisnis perusahaan tidak
hanya bermanfaat untuk para pengguna jasa perusahaan saja, akan
tetapi juga bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Manfaat yang
diberikan perusahaan merupakan suatu bentuk tanggung jawabnya
dalam rangka menjaga eksistensinya di mata publik.
5) Independensi (independency)
Merupakan suatu keadaan dimana para pengelola mengambil suatu
keputusan bersifat profesional, mandiri, bebas dari konflik
kepentingan, bebas dari tekanan serta pengaruh dari pihak manapun
yang bertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku dan
prinsip pengelolaan yang sehat. Perusahaan harus selalu memastikan
bahwa perusahaan dikelola secara independen, yakni tidak
terpengaruh dan tidak saling mendominasi atas kepentingan tertentu
dan juga bebas dari benturan kepentingan.
B. Pengajuan Hipotesis
1. Kerangka Pemikiran
Kerangka pikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori
saling memiliki hubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi
sebagai masalah yang penting. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini
menggambarkan pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat
melalui variabel mediasi yaitu good corporate governance. Menurut
penelitian yang dilakukan oleh Maryanto dan penelitian Arini menjelaskan
bahwa nilai perusahaan dan kinerja keuangan sebuah perusahaan tidak
hanya dapat diukur melalui aset moneternya saja namun juga dengan aset
non moneter. Keterkaitan intellectual capital terhadap kinerja keuangan di
mediasi good corporate governance adalah ketika perusahaan dapat
mengelola sumber daya nya maka akan dapat meningkatkan kepercayaan
pasar terhadap perusahaan tersebut yang kemudian akan meningkatkan nilai
perusahaan. nilai perusahaan yang baik secara tidak langung akan dapat
meningkatkan kinerja keuangan karena penilaian investor terhadap prospek
perusahaan bahwa mereka akan mendapatkan tingkat pengembalian
investasi yang diharapkan dari perusahaan tersebut.
Berikut adalah gambaran kerangka pemikiran dalam penelitian ini:
Intelectual Kinerja
capital Good Corporate keuangan
Governace
2. Hipotesis
H1: Intellectual capital berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja
keuangan
H2: Intellectual capital berpengaruh positif signifikan terhadap Good
corporate governance
H3: Good corporate governance berpengaruh positif signifikan terhadap
kinerja keuangan
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Indeks Saham Syariah Indonesia dengan
pengambilan data melalui website resmi [Link], yahoo finance, dan
situs resmi perusahaan. penelitian dilakukan dalam kurun waktu selama 5
tahun yakni dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2022.
B. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Untuk mengetahui kebenaran dari penelitian yang dilakukan, maka
penelitian ini menggunakan data kuantitatif. Data kuantitatif merupakan data-
data yang penyajiannya dalam bentuk angka secara sepintas lebih mudah untuk
diketahui maupun untuk dibandingkan satu dengan yang lainnya. Penelitian
kuantitatif lebih sistematis, terencana, terstruktur, jelas dari awal hingga akhir
penelitian dan tidak dipengaruhi oleh keadaan yang ada pada lapangan. Namun
demikian, tidak berarti bahwa penelitian kualitatif tidak tersusun secara
sistematis dan teratur, hanya saja penelitian dengan pendekatan kualitatif dapat
berubah sesuai dengan keadaan di lapangan. Metode kuantitatif sering juga
disebut metode tradisional, ilmiah, bersifat discovery atau metode penemuan.
Metode ini berlandaskan pada filsafat positivisme. Metode ini disebut sebagai
metode ilmiah atau scientific. Karena metode ini telah memenuhi kaidah-
kaidah ilmiah yaitu konkrit, empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis.
Data kuantitatif dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor
yang mempengaruhi Intellectual capital, Good Corporate Governance, dan
Kinerja Keuangan.
C. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengumpulan Data
a. Populasi
Populasi adalah tempat melaksanakan penelitian atau wilayah generalisasi
yang terdiri atas obyek/subyek yang dipelajari dan memiliki kualitas serta
karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk di eksplorasi,
kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh perusahaan yang telah terdaftar pada Bursa efek indonesia.
b. Sampel
1. Pengertian Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut. Bila populasi besar, maka penelitian yang dilaakukan
dapat menggunakan sampel tersebut.
2. Teknik Sampling
Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah metode purposive
sampling, yaitu teknik pengambilan sampel secara acak yang disertai
dengan pertimbanganpertimbangan tertentu. Pemilihan sampel diambil
dengan cara disesuaikan dengan kriteria yang ditetapkan. Tujuan dari
metode ini agar sampel yang dipilih sesuai dengan tujuan masalah
penelitian, sehingga memperkecil kesalahan dalam proses pemilihan
data. Sampel yang digunakan apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:
1) Perusahaan yang menerapkan intellectual capital dan good corporate
governance yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)
periode 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Desember 2020. 2) Perusahaan
yang mengeluarkan laporan keuangan secara berturut-turut dari tahun
2016 sampai dengan tahun 2020. 3) Laporan keuangan mempunyai data
lengkap yang dibutuhkan
c. Teknik pengumpulan data
Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan jenis data dalam kurun
waktu tahun 2016 sampai dengan tahun 2020. Dalam penelitian ini penulis
memperoleh data sekunder dengan mengutip literatur pada catatan, dan
buku berupa laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah,
buku-buku, dan artukel. Dalam hal ini data penelitian diperoleh langsung
dari instansi yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Website
Perusahaan, serta sumber-sumber lain yang berhubungan dengan data
penelitian seperti jurnal dan hasil-hasil penelitian terdahulu. Data yang
penulis himpun menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu:
1. Dokumentasi
Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel
berupa catatan, transkip, dan buku-buku, surat kabar, majalah dapat juga
berbentuk file yang tersimpan dalam website.65 Data tersebut diperoleh
melalui website perusahaan, yahoo finance, website Bursa Efek
Indonesia, serta sumber-sumber lainnya seperti sahamOk, sahamU, dan
[Link].
2. Studi Pustaka
Studi pustaka dilakukan dengan mempelajari dan mengambil data dari
literatur terkait dan sumber-sumber lain seperti buku, catatan maupun
hasil penelitian terdahulu yang dianggap dapat memberikan informasi
mengenai penelitian ini.
d. Metode Analisis Data
Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah model
analisis statistik yang pengolahan datanya menggunakan program Microsoft
Office Excel sebelum diolah menggunakan SPSS. Dalam kurun waktu dari
tahun 2017 sampai dengan tahun 2022. Berikut adalah instrumen penelitian
yang akan digunakan:
1. Analisis Keuangan
Analisis keuangan pada penelitian ini dilakukan dengan menghitung
variabel-variabel yang terkait dengan penelitian yang diperoleh dari
laporan keuangan perusahaan.
2. Analisis Deskriptif Statistik
Deskriptif berusaha menjelaskan atau menggambarkan berbagai
karakteristik data dan lebih berhubungan dengan pengumpulan data dan
peringkasan data, serta penyajian hasil ringkasan. Dalam penelitian ini
hanya menggunakan frekuensi yang merupakan bagian dalam statistik
deskriptif, yaitu: Statistik deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk
mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti
melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan
analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.75 Statistik
deskriptif dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran umum
tentang data sampel yang meliputi perhitungan rata-rata, median, standar
deviasi, nilai maksimum, dan nilai minimum.
3. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik merupakan tahap yang harus dilakukan sebelum uji
hipotesis. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah
normalitas, dijelaskan sebagai berikut:
1) Uji Normalitas
Tujuan uji ini adalah apakah dalam model regresi, nilai residual
memiliki distribusi normal atau tidak. Plot peluang normal (normal
probability plot) dilakukan dengan membandingkan nilai observasi
(observed normal) dengan nilai yang diharapkan dari distribusi normal
(expected normal). Jika data diperlihatkan distribusi normal, maka
titiknya akan berada disekitar garis diagonal. Normalitas data dapat
dilihat pada grafik NORMAL P-P Plot Of Regression standardized
yang menunjukkan suatu distribusi data. Data dengan distribusi
normal, titik-titik akan menyebar mendekati garis diagonal dan
mengikuti alur ke kanan atas.
4. Pengujian Hipotesis
1) Analisis Jalur (Path Analysis)
Uji statistik inferensial yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan metode analisis jalur (Path Analysis). Analisis jalur
diperkenalkan dan dikembangkan pertama kali oleh Sewal Wright
seorang ahli genetika pada tahun 1921.
2) Koefisien Determinasi (Adjusted R2)
Koefisien determinasi yang dinotasikan dengan R2 adalah suatu
ukuran yang penting dalam regresi, karena dapat menginformasikan
baik atau tidaknya model regresi yang terestimasi. Nilai koefisien (R2)
ini mencerminkan seberapa besar variasi dan variabel terikat Y dapat
diterangkan oleh variabel bebas X. Bila nilai koefisien determinasi
sama dengan 0, artinya variasi dari variabel Y secara keseluruhan
dapat diterangkan oleh variabel X.
3) Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji t)
Uji t merupakan bagian dari pengujian signifikansi persamaan yang
digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel
independen secara individu terhadap variabel dependen. Ghazali
mengatakan bahwa seluruh variabel independen akan dimasukkan
dalam model memiliki pengaruh secara individu terhadap variabel
dependen.
4) Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
Uji F merupakan bagian dari pengujian signifikansi persamaan
yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel
independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen.84 Uji
Signifikansi Parameter Individual (Uji F) dilakukan untuk
membandingkan pada tingkat nilai signifikansi dengan α = 5% atau
0,05 dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Apabila tingkat signifikansi
< 5% maka hipotesis diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa
variabel independen secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap
variabel dependen. 2) Apabila tingkat signifikansi > 5% hipotesis
ditolak. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel independen secara
bersama-sama tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependen.
DAFTAR PUSTAKA
Agustina, Melia, Yulius Jogi, and M Si. “Pengaruh Good Corporate Governance
Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Sektor Keuangan,” 2014.
Agustina, Wahyuni, Gede Adi Yuniarta, and Ni Kadek Sinarwati. “Pengaruh
Intellectual Capital, Corporate Governance Dan Corporate Social
Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan.” E-Journal Akuntansi
Universitas Pendidikan Ganesha 3, no. 1 (2015) : 1–11.
[Link]
Agustina, Wulan Analisis Pengeruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Kantor
Akuntan Publik di Surabaya, Tesis Fakultas Universitas Airlangga
Surabaya, 2007
Andika, Meri, and Lisa Fitriani Rahman. “Pengaruh Penerapan Good Corporate
Governance (Gcg) Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Kasus Pada
Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Bei) Tahun
2014-2016).” Jurnal Profiet 1, no. 1 (2018): 51–57.
Andriana, Denny, “Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan
Perusahaan”, Jurnal Riset Akuntansi, Vol. 2 No. 1, 2014
Andriani Tisna, Gita, and Silviana Agustami. “Pengaruh Good Corporate
Governance Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan
Perusahaan (Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia (Bei) Tahun 2010-2014).” Jurnal Riset Akuntansi Dan Keuangan
4, no. 2 (2016): 1035–46. [Link]
Arikonto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta:
Rineke Cipta, 2014
Badawi, Ahmad “Pengaruh Good Corporate Governance Dan Intellectual Capital
Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pada Perbankan Indonesia (Studi
Empiris Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2017)”, Jurnal JDM, Vol.1
No 02, 2018
Bangun, Wilson, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Erlangga, 2012
Brigham, Eugene F. dan Houston, Joul F, Fundamentals of Financial
Management, Dasar-dasar Manajemen Keuangan, Jakarta : Salemba Empat,
2006 Salemba Empat, 2006
Christel Tumewu, Riana dan Stanly W. Alexander, Pengaruh Penerapan Good
Corporate Governance Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Perbankan
Yang Terdaftar Di BEI Periode 2009-12013, Program Pendidikan Profesi
Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi
Manado, 2014
Danisnurhadi, Lita Astari, “Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Nilai
Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Mediator Pada
Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia”, Jurnal
Manajemen & Bisnis Sriwijaya, Vol. 13 No. 3, 2015
Departemen Agama RI, Al-Quran Dan Terjemahan , Bandung: CV penerbit
Diponegoro, 2010
Eksandy, Arry. “Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja
Keuangan Pada Perbankan Syari‟Ah Indonesia.” Jurnal Akuntansi : Kajian
Ilmiah Akuntansi (JAK) 5, no. 1 (2018): 1.
[Link]
Endraswati, Hikmah, Corporate Governance: Keterkaitan Antara Struktur
Kepemilikan, Kinerja Jangka Panjang Saham, dan Stabilitas Manajemen
Puncak di Indonesia, Salatiga: STAIN Salatiga Press