“PERAN TEKNOLOGI, INFORMASI DAN KOMUNIKASI
DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA”
Disusun untuk Memenuhi Tugas Kuliah TIK
Dosen Pengampu:
Dr. Azainil, [Link].
Disusun Oleh:
Sherlly Monalisa
1905046011
A 2019
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat bimbingan dan
karunia-Nya maka dapatlah penulis menyusun makalah yang berjudul “Peran
Teknologi, Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran Matematika”.
Kepada semua pihak yang telah membantu penulisan buku ini, penulis
ucapkan terima kasih semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan imbalan yang
sesuai.
Dalam penulisan makalah ini, kami menyadari masih banyak kekurangan dan
kelemahan, baik dalam segi teknik maupun obyektifitas hasil penulisan makalah.
Untuk itu saran dan kritik positif dari pembaca sangat penulis harapkan.
Kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan yang lain khususnya bagi
penulis sendiri.
Samarinda, 27 Mei 2022
Penulis
2
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ..........................................................................1
KATA PENGANTAR.........................................................................2
DAFTAR ISI........................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.........................................................................4
B. Rumusan Masalah....................................................................6
C. Tujuan ......................................................................................6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengaruh Pandemi Covid-19 dalam dunia Pendidikan.............7
B. Kemajuan Teknologi dalam Bidang pendidikan.......................8
C. Pembelajaran Matematika di sekolah........................................9
D. Manfaat Media..........................................................................13
E. Keunggulan dan kekurangan media..........................................13
BAB III PEMBAHASAN
A. Peran dan Manfaat Teknologi, Informasi dan Komunikasi......18
B. Integrasi Teknologi, Informasi dan Komunikasi dalam
Dunia Pendidikan......................................................................21
C. Peran Teknologi, Informasi dan Komunikasi dalam
Masyarakat Informasi................................................................21
D. Peran Teknologi, Informasi dan Komunikasi dalam
Dunia Pendidikan......................................................................24
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan..............................................................................27
B. Saran..........................................................................................27
DAFTAR PUSTAKA
3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada era ini semua yang kita lakukan tidak lepas dari teknologi, dari
mulai kita bangun tidur di pagi hari hingga kembali tidur di malam hari, dari
kita mencuci pakaian, berkomunikasi dengan seseorang yang berbeda tempat,
belajar, melihat berita terkini hingga membersih kan rumah pun kita dapat
menggunakan teknologi. Teknologi digunakan untuk membantu dan
memudahkan pekerjaan manusia.
Salah satu kegiatan yang sangat membutuhkan teknologi yaitu
kegiatan belajar mengajar di pendidikan formal. Salah satu manfaat dari
penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar pembelajaran adalah untuk
memvisualisasikan materi yang diberikan guru kepada peserta didik. Seorang
akan lebih mudah memahami dan menghapal sesuatu ketika melihat bentuk
dari yang dijelaskan oleh guru.
Kegiatan belajar yang banyak menggunakan media untuk
memudahkan peserta didik untuk memahami maksud dari guru adalah mata
pelajaran matematika. Matematika akan lebih mudah dipahami ketika peserta
didik memahami sistematika atau algoritma penyelesaian suatu sub materi,
sehingga pada pembelajaran matematika sering kita jumpai alat peraga yang
biasanya menggunakan teknologi. Misalnya saja menggunakan layar LCD dan
4
proyektor yang dapat memvisualisasikan bentuk tanpa harus kita membuat
benda alat peraganya.
Kita tahu bahwa daerah-daerah di Indonesia masih banyak yang belum
terjamah teknologi, apalagi untuk proses pembelajaran di sekolah formal.
Guru masih menggunakan cara konvensional untuk memberikan materi
kedapa peserta didik seperti menggunakan papan tulis hitam dengan kapur
putih, lalu guru masih menuliskan materi secara runtun di papan tulis dan jika
papan sudah penuh tulisan, guru hanya dapat menghapus untuk dapat
menuliskan hal lainnya. Tetapi sekarang guru dapat menggunakan aplikasi
pada PC seperti Microsoft power point karena dengan menggunakan aplikasi,
guru tidak harus menuliskan materi dipapan, guru hanya langsung
menjelaskan nya di depan kelas, dan guru dapat mempresentasikan file
tersebut untuk kelas lainnya sehingga tidak lagi guru menghapus tulisan lalu
menuliskannya kembali.
Dengan masih banyaknya sekolah yang belum memanfaatkan
teknologi dengan semaksimal mungkin, maka masih banyak orang yang
gagap teknologi. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu adanya
pemahaman yang diberikan. Sehingga dibuatlah makalah ini yang akan
mengangkat judul “Peran TIK dalam Pembelajaran Matematika” yang
diharapkan dapat memberi informasi dan pemahaman lebih mendalam
mengenai pentingnya TIK dalam memudahkan kegiatan belajar mengajar.
B. Rumusan Masalah
5
Rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini yaitu:
1. Apa saja manfaat teknologi, informasi dan komunikasi dalam
pembelajaran?
2. Apa saja peran Teknologi, informasi dan komunikasi dalam pembelajaran
matematika
3. Bagaimana cara mengintegrasikan teknologi, informasi dan komunikasi
dalam dunia pendidikan?
C. Tujuan penulisan
Adapaun tujuan penulisan pembuatan makalah ini yaitu
1. Agar pembaca mengetahui manfaat teknologi, informasi dan komunikasi
dalam pembelajaran
2. Agar pembaca mengetahui peran Teknologi, informasi dan komunikasi
dalam pembelajaran matematika
3. Agar pembaca mengetahui cara mengintegrasikan teknologi, informasi
dan komunikasi dalam dunia pendidikan
6
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap Pendidikan
Akibat dari Pandemi COVID-19 memengaruhi berbagai bidang, salah
satunya adalah pendidikan. Hasil dari,hampir semua institusi mengadopsi sosial
dan jarak fisik sebagai pencegahan. Inipasti mempengaruhi sistem pendidikan,
dan akhirnya, pendidikan hanya bisa dilakukan dengan e-learning. Pelaksanaan
pembelajaran menggunakan e-learning membutuhkan metode dan strategi untuk
membantu siswa untuk menyerap bahan pelajaran. Namun, untuk pendidikan
kejuruan, khususnya dalam praktikum implementasi, strategi khusus dan alat-alat
yang dibutuhkan, agar siswa tetap mampu untuk mengembangkan pengetahuan
dan keterampilan mereka meskipun pelajaran dilakukan secara virtual. (Ana,
2020)
Selain itu, gejala CoViD-19 adabahkan pelajar yang terpengaruh
denganprestasi. Sebagai partisipasi antarapelajar dan guru mungkin berhenti
sebagaipembelajaran online menjadi lebih dari sehari-harimenggiling untuk
remaja yang gelisah. Guru membutuhkanuntuk mempersiapkan ruang kelas
virtual untuk onlinebelajar selama keterbatasan saat iniCoViD-19 [Link]
kasus yang lebih buruk, banyak siswa yang tinggaldi daerah terpencil seringkali
tidak terlayani dengan baikbaik oleh pendidik. Para siswa dan merekaorang tua
7
putus hubungansekolah sepenuhnya. virus coronawabah absensi kronis adalah
amasalah di banyak sekolah. Para siswa memilikimemiliki kurangnya akses ke
teknologi karenatelepon tidak tersedia, akses internet, email atau bentuk
komunikasi lainnya sebagaikeluarga berjuang dengan ekonomi yang lebih
luasdan efek kesehatan. Dalam hal instruksionalkegiatan, ada juga guru
yangtidak dapat mengajar secara online karena sumber daya yang terbatasdan
fasilitas. Mereka tidak dapat mengontrolmata pelajaran di bagian teori danbagian
konten latihan. Efek dariwabah virus Corona sangat [Link] sebelum
pandemi, kronisketidakhadiran sudah menjadi masalah di banyak orangsekolah
kejuruan, terutama yang memiliki abanyak siswa berpenghasilan [Link]
siswa memiliki kekurangan aksesteknologi. Di kelas mengajar, gurutidak dapat
mengontrol konten secara online, dansiswa tidak dapat mengatur pembelajaran
mereka,terutama untuk pelajaran praktek. On linepembelajaran membuat siswa
dapat pergi ke semua websitus yang ingin mereka ketahui. Dengan demikian,
merekacenderung tersesat di tengah banyak hal informasi (Sangsawang, 2020)
B. Kemajuan Teknologi dalam Bidang Pendidikan
Pesatnya kemajuan di bidang teknologi telah mempengaruhi seluruh bidang
kehidupan manusia, termasuk bidang pendidikan. Melihat kenyataan tersebut
maka pada era globalisasi, di mana teknologi dan informasi sudah menjadi bagian
penting dalam kehidupan, maka diperlukan sumber daya manusia yang
mempunyai kemampuan kompetitif, adaptif, dan mandiri dalam menghadapi
8
perubahan situasi dan kondisi. Dengan adanya sumber daya manusia seperti itu,
diharapkan akan tercapai kehidupan yang damai, sejahtera, dan diperhitungkan
dalam masyarakat dunia. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka sistem
pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan pendidikan, peningkatan
mutu, serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan dengan melakukan
pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.
(Komputer et al., n.d.)
Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang berintikan interaksi antar peserta
didik dengan pendidik serta berbagai sumber pendidikan. Setiap guru hendaknya
mampu memahami dan mampu melakukan kegiatan inovasi dalam rangka
meningkatkan mutu proses pembelajaran, khususnya dalam pemilihan dan
pemanfaatan media pembelajaran agar kegiatan pembelajaran dapat berlangsung
secara efektif.(Komputer et al., n.d.)
C. Pembelajaran Matematika di Sekolah
Salah satu isu yang melatarbelakangi terbentuknya kurikulum 2013 sebag ai
penyempurnaan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yakni adanya
tuntutan bahwa pembelajaran matematika disekolah harus memafasilitasi siswa
untuk aktif, kreatif, dan berpikir kritis. Hal ini dikarenakan berdasarkan hasil
survei yang dilakukan oleh lembaga-lembaga internasional seperti Trend in
International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program for
International Student Assessment (PISA) yang masih menempatkan peserta didik
9
Indonesia dalam zona bawah. Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud) menjelaskan bahwa pada tahun 2010-2035 bagi Indonesia dalam
mempersiapkan generasi emas karena jumlah penduduk dengan usia sekolah
sangat tinggi. Dengan demikian, kebutuhan perubahan kurikulum menuju
pembelajaran matematika yang menekankan pada kemampuan kreatif dan kritis
merupakan suatu keniscayaan.
Menurut Richardo & Richardo (2016) Tidak bisa dipungkiri, ketika peserta
didik sejak awal dari pendidikan dasar difasilitasi untuk mengembangkan
kemampuan berpikir kritis, logis, kreatif, kemampuan bekerjasama maka
kemampuan tersebut akan memberikan implikasi yang positif dalam kehidupannya
kedepan. Sehingga dengan kemampuan tersebut diharapkan peserta didik dapat
bertahan hidup pada kondisi yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif.
Proses pembelajaran di SMP N 5 Magelang yang memiliki visi “Berprestasi
dan Berakhlak Mulia” ini masih didominasi model pembelajaran ceramah
(ekspositori). Proses pembelajaran yang diterapkan di kelas masih berpusat pada
guru (teacher centtre), meskipun ada juga beberapa diantara guru telah
menerapkan
proses pembelajaran yang student centre (berpusat pada siswa) dan berbasis ICT.
Proses pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centre) tidak menarik
bagi siswa, hal ini menyebabkan konsentrasi belajar siswa kurang optimal ketika
proses pembelajaran berlangsung. Sehingga dibutuhkan model pembelajaran yang
lebih bervariasi dan menumbuhkan motivasi siswa untuk belajar. Konsentrasi
10
belajar siswa yang kurang optimal ketika proses pembelajaran berlangsung,
berdam-Pengaruh Model Pembelajaran Kreatif Produktif pada rendahnya motivasi
dan penyerapan materi pembelajaran yang ditunjukan oleh prosentasi ketuntasan
belajar klasikal yang hanya 68 % setiap dilakukan tes ulangan harian, ulangan
tengah semester dan Ulangan semester.
Kurang optimalnya konsentrasi belajar siswa ini menjadi kendala bagi siswa
untuk menyimpan materi pelajaran tersebut dalam ingatan/memori/kesan siswa.
Proses pembelajaran IPA yang bermakna dan berkualitas adalah yang mampu
memberikan pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan
pengembangan ketrampilan proses dan sikap ilmiah. Dalam rangka memberikan
pengalaman belajar langsung tersebut, seorang guru diharapkan dapat
memanfaatkan ICT untuk memperjelas konsep IPA yang
abstrak menjadi lebih kongkrit dengan menggunakan multimedia seperti
komputer, internet, video dan lain-lain yang dikembangkan agar pembelajaran IPA
menjadi lebih berkesan dan bermakna.
Guru dituntut untuk pandai meramu berbagai model, metode, strategi,
dan taktik pembelajaran yang memanfaatkan ICT, seperti kapan menggunakan
chat, e-mail, blog, elearning, presentasi dengan slide powerpoint, simulasi, dan
lain-lain. Kehadiran teknologi Internet sudah banyak membantu dan memberikan
peluang bagi dunia pendidikan untuk meningkatkan kreativitas guru dalam
membangun dan mengembangkan media pembelajaran. Model pembelajaran yang
diterapkan guru di kelas akan lebih menarik motivasi siswa jika didukung oleh
11
media pembelajaran, sehingga materi pelajaran mudah dipahami oleh peserta
didik, dan dapat membuat suasana belajar lebih menyenangkan.
(Inovasi & Pendidikan, 2014)
Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat di era globalisasi saat
ini tidak bisa dihindari lagi pengaruhnya terhadap dunia [Link]
global menuntut dunia pendidikan untuk selalu dan senantiasa menyesuaikan
perkembangan teknologi terhadap usaha dalam peningkatan mutu pendidikan,
terutama penyesuaian penggunaan nya bagi dunia pendidikan khususnya dalam
proses [Link] dunia pendidikan, bertujuan agar siswa memahami
secara umum, termasuk komputer( computer literate) dan memahami informasi
(information literate), artinya siswa mengenal istilah-istilah yang digunakan pada
teknologi informasi dan komunikasi. Peran teknologi informasi dalam
pembelajaran, selain membantu siswa dalam belajar juga memiliki peran yang
cukup berpengaruh bagi guru terutama dalam pemanfaatan fasilitas untuk
kepentingan memperkaya kemampuan mengajarnya.
(Islam et al., 2017)
D. Manfaat Multimedia
Multimedia memberi manfaat lain bagi siswa antara lain:
(1) siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir lebih tinggi dan
kemampuan interpersonal;
(2) siswa dapat mempelajari sesuatu dengan menggabungkan beberapa disiplin
ilmu;
12
(3) siswa dapat mengembangkan kompetensi teknis dan wawasan media dalam
kehidupan
kelebihan multimedia pembelajaran adalah penyajiannya dapat dilakukan dengan
model: latihan dan praktik, tutorial, simulasi, permainan, dan pemecahan masalah.
Dengan demikian, pembelajaran matematika menjadi lebih interaktif, menarik, dan
menyenangkan.
E. Keunggulan dan Kekurangan Media
Keunggulan pemanfaatan multimedia untuk trigonometri yang dimultimediakan
adalah dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, mampu memberikan informasi
tentang skor yang dihasilkan dari megerjakan soal-soal uji kompetensi, melatih
siswa untuk trampil memilih bagian isi pembelajaran yang dikehendaki, dan
mendukung pembelajaran individual.
Dalam rangka meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan menciptakan
enjoyable learning untuk optimalisasi pencapaian kompetensi hasil belajar dan
sebagai upaya mengatasi kelangkaan multimedia pembelajaran matematika, maka
dirasa perlu mengembangkan suatu software multimedia berbasis komputer untuk
pembelajaran matematika yang interaktif bagi siswa SMA(Komputer et al., n.d.)
Mengatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran,
perasaan, perhatian, minat, dan perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses
belajar terjadi. Media pembelajaran yang baik seyogyanya merupakan media
13
pembelajaran yang interaktif, artinya mampu membangkitkan motivasi dan
menstimulasisehingga meningkatkan keaktifan, interaksi, umpan balik, serta
penguatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Sekarang ini banyak tersebar berbagai media pembelajaran yang dapat
menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah. Namun kenyataannya, sifat
media yang digunakan hanya sebagai alat bantu dan para siswa hanya sebagai
penonton dari media yang digunakan oleh guru. Oleh karena itu, media
pembelajaran yang akan digunakan sebaiknya bersifat sebagai alat bantu
pengajaran dan dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran.
Tosti dan Ball (Riyana, 2007) mengelompokkan media menjadi tujuh
kelompok media penyaji, yaitu (1) media grafis, bahan cetak, dan gambar diam;
(2) media proyeksi diam; (3) media audio; (4) media audiovisual diam; (5) media
gambar hidup/film; (6) media televisi; (7) multimedia. Merujuk pada kelompok
tujuh dalam klasifikasi media di atas, Arsyad (2006) mendefinisikan multimedia
sebagai kombinasi antara teks, grafik, animasi, suara, dan video. Salah satu media
pembelajaran yang termasuk dalam kelompok multimedia adalah media
pembelajaran berbasis komputer. Heinich, dkk (1989) mengemukakan sejumlah
kelebihan yang ada pada media komputer. Aplikasi komputer sebagai alat bantu
proses pembelajaran memberikan beberapa keuntungan. Komputer memungkinkan
siswa belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya dalam memahami
pengetahuan dan informasi yang ditayangkan. Penggunaan komputer dalam proses
pembelajaran membuat siswa dapat melakukan kontrol terhadap aktivitas
14
belajarnya. Kemampuan komputer untuk menayangkan kembali informasi yang
diperlukan oleh pemakainya dapat membantu siswa yang memiliki kecepatan
belajar lambat. Dengan kata lain komputer dapat menciptakan iklim belajar yang
efektif bagi siswa yang lambat (slow learner), tetapi juga dapat memacu efektifitas
belajar bagi siswa yang lebih cepat (fast learner).(Richardo, 2016)
Proses Belajar dan Belajar selamapenyebaran COVID-19. Apalagi,
proses belajar dari rumah dilaksanakandengan ketentuan sebagai berikut:• Belajar
dari rumah dilakukan melaluipembelajaran online atau jarak jauh
untukmemberikan pembelajaran yang bermaknapengalaman bagi siswa
tanpadibebani dengan tuntutanmenyelesaikan semua tujuan kurikuler
untukkenaikan kelas dan kelulusan.• Belajar dari rumah bisa fokustentang
pendidikan kecakapan hidup termasukPandemi covid19.• Kegiatan dan tugas
daribelajar dari rumah bisa bermacam-macamantar siswa, berdasarkan
merekakepentingan dan kondisi, termasukmempertimbangkan kesenjangan akses
danfasilitas belajar di rumahnya.• Bukti atau produk pembelajarankegiatan dari
rumah diberikanumpan balik kualitatif dan bermanfaat dariguru tanpa
dimintauntuk memberikan skor kuantitatif
Kegiatan Pembelajaran Jarak JauhKegiatan belajar jarak jauh atau online
bisamenjadi lebih menarik dan membuat siswalebih aktif dan mudah
dipahamibahan pembelajaran ( Basilaia & Kvavadze,2020 ). Untuk alasan ini,
perlu untukperiksa apakah ini bisa terjadi padaSiswa SMK di Jawa Barat selama
15
iniwaktu belajar jarak jauh. Dalam studi ini, filepertanyaan terkait dengan
pembelajarankegiatan seperti yang disebutkan dalam inipernyataan berikut:1.
Jumlah waktu pembelajaran danjumlah tugasnya samasebagai pembelajaran
biasa2. Proses belajar online lebihmenarik dari pembelajaran biasa3. Guru
memberikan lebih banyak tugasdari biasanya4. Pembelajaran jarak jauh membantu
sayalebih memahami materi pembelajarandaripada belajar biasa5. Materi
praktikummata pelajaran kejuruan cocok untukkebutuhan industri.6. Guru
memberi kesempatansiswa untuk bertanya dan bertanyaberpartisipasi aktif selama
pembelajaranproses (Mulyanti et al., 2020)
Media sosial bukan hanya platformuntuk membina hubungan sosial, tetapi
jugaberfungsi sebagai penyampai informasi, dis-seminasi segala macam berita,
termasuk ituyang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akanmasalah kecil
( Boukes, 2019 ). Ini adalah media atauplatform tempat pengguna dapat berbagi
informasiberkaitan dengan fakta dan angka tentangCOVID-19 saat ini; pengguna
yang terinformasi danmasyarakat kemudian dapat berbuat baikkeputusan dan
mengambil tindakan yang tepat untuk menghindari po-infeksi [Link]
media sosial dalam mempengaruhipersepsi dan subse-tindakan quent tidak dapat
disangkal; misalnyastudi Strekalova (2017) menemukan bahwakarakteristik
perilaku komunikatif-iours audiens media sosial di re-sponsor untuk berita wabah
telah menarikkepentingan masyarakat, bukan kesehatanberita promosi di
Facebook. Facebookfeed menyajikan bukti informasiperilaku bagi mereka yang
memilih untuk berkom-berkomunikasi secara aktif dan berperan dalampenyebaran
16
masi. Begitu pula dengan studi tentangMcNeill dkk. (2016) , menemukan bahwa
Twitter adalahdapat diakses dan mudah digunakan; yang paling antarEsting adalah
yang digambarkan oleh Retweetreaksi dan emosi masyarakat,bukan hanya sebagai
media berbagi [Link] situasi mendesak saat inipandemi,
pengiriman cepat, akurat, benardan informasi terkini harus menjadiprioritas utama,
karena ini adalah langkah penting yangdapat mengurangi efek buruk dari dan
membawawabah berakhir secepat mungkin. Cacatdalam rantai penyebaran
informasi yang efektifseminasi akan berkontribusi pada lonjakaninfeksi di antara
komunitas, dansiswa dalam kasus ini. Tanpa cukuppengetahuan dan kesadaran,
para siswasebenarnya berisiko tinggi terkena paparanfeksi. Sebuah studi kasus,
misalnya membuktikanintinya: kurangnya pengetahuan dan kesadaran-anjuran
yang berkaitan dengan gaya hidup sehat telah kembalimengakibatkan praktik
sanitasi pribadi yang burukkesehatan dan kebersihan, akibatnya mengekspos
akelompok migran tertentu di Thailand kepandemi influenza pada tahun 2016
( Hickey et al. ,2016 ). Di sisi lain, dalam menanganikasus baru pandemi,
penyebaranCoronavirus 2019 (COVID-19), (Hashim et al., 2020)
BAB III
PEMBAHASAN
E-learning melibatkan penggunaan alat digital untuk mengajar dan belajar. Itu
membuat penggunaan dari perangkat teknologi untuk memungkinkan peserta didik
belajar kapan saja dan di mana saja. Ini melibatkan pelatihan, penyampaian
17
pengetahuan dan memotivasi siswa untuk berinteraksi satu sama lain, serta saling
bertukar dan menghormati sudut pandang yang berbeda. Ini memudahkan komunikasi
dan meningkatkan hubungan yang menopang belajar. Meskipun beberapa tantangan
dibahas, literatur telah berusaha untuk menjelaskan peran e-learning khususnya dan
bagaimana e-learning telah membuat dampak yang kuat dalam proses belajar
mengajar. Diadopsi di beberapa institusi telah meningkatkan akses pengajar dan
pelajar ke informasi dan telah menyediakan lingkungan yang kaya untuk kolaborasi
di antara siswa yang telah meningkatkan akademikstandar. (Author, 2014)
A. Peran dan Manfaat Tekonologi, Informasi dan Komunikasi
Menurut Budiana, H.R., Sjafirah, N.A. dan Bakti (2015) TIK dalam
pembelajaran dapat di bagi atas dua peran, yaitu:
1. Sebagai media presentasi pembelajaran, misal berbentuk slide power point
dan animasi dengan program flash;
2. Sebagai media pembelajaran mandiri atau E-Learning, misal peserta didik
diberikan tugas untuk membaca atau mencari sumber dari internet,
mengirimkan jawaban tugas, bahkan mencoba dan melakukan materi
pembelajaran. Melalui E-Learning, belajar tidak lagi dibatasi oleh ruang dan
waktu. Belajar dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Hal ini
mendorong peserta didik untuk melakukan analisis dan sintesis pengetahuan,
menggali, mengolah dan memanfaatkan informasi, menghasilkan tulisan,
informasi dan pengetahuan sendiri. Peserta didik dirangsang untuk
18
melakukan eksplorasi ilmu pengetahuan. Fasilitas yang dapat dimanfaatkan
oleh peserta didik untuk belajar melalui E-Learning diantaranya: E-Book, E-
Library, interaksi dengan pakar, email, mailling List, News Group, dan lain-
lain.
Sedangkan manfaat penggunaan TIK dalam rangka mendukung pelaksanaan
pembelajaran adalah:
1. meningkatkan kualitas pembelajaran;
2. memperluas akses terhadap pendidikan dan pembelajaran;
3. membantu memvisualisasikan ide-ide abstrak;
4. mempermudah pemahaman materi yang sedang dipelajari;
5. menampilkan materi pembelajaran menjadi lebih menarik; dan
6. memungkinkan terjadinya interaksi antara pembelajaran dengan materi yang
sedang dipelajari.
Jika memperhatikan manfaat dari penggunaan TIK ini, tentunya penggunaan
TIK dalam pembelajaran maupun lingkungan sekolah tidak dapat dihindari.
Sekolah harus senantiasa berupaya untuk memenuhi kebutuhan terhadap fasilitas
TIK ini.
Sedangkan menurut Harsa (2018)Manfaat media pembelajaran dalam proses
belajar siswa antara lain :
1. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat
menumbuhkan motivasi belajar,
19
2. Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga akan lebih
dipahami oleh para siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan
pembelajaran lebih baik,
3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi
verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan
dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru mengajar untuk setiap
jam pelajaran,
4. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya
mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati,
melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.
B. Integrasi Tekonologi, Informasi dan Komunikasi pada Sistem Pendidikan
Terdapat empat tahapan model integrasi TIK pada sistem pendidikan dan
sekolah. Keempat tahapan ini merupakan tahapan kontinum, yang oleh UNESCO
diistilahkan dengan Emerging, Applying, Infusing dan Transforming .
Menurut Supianti (2018) Tahapan integrasi TIK dalam pendidikan dapat
yaitu:
1. pada tahap emerging, baru menyadari akan pentingnya teknologi informasi
untuk pembelajaran dan belum berupaya untuk menerapkannya;
2. tahap applying, satu langkah lebih maju dimana teknologi informasi telah
dijadikan sebagai objek untuk dipelajari (mata pelajaran);
20
3. tahap integrating, teknologi informasi telah diintegrasikan ke dalam
kurikulum (pembelajaran);
4. tahap transforming, merupakan tahap yang paling ideal dimana teknologi
informasi telah menjadi katalis bagi perubahan/evolusi pendidikan.
C. Peran Tekonologi, Informasi dan Komunikasi dalam Masyarakat Informasi
Menurut Rahim (2011) Fungsi dan peranan TIK Dalam Masyarakat Informasi
yaitu:
1. Kelebihan
Penerima manfaat mengindikasikan mereka yang mampu memahami
berbagai dimensi dari dampak informasi dan oleh karenanya lebih mampu
belajar untuk mendapatkan, menggunakan dan menyebarkan informasi ke
lingkungan mereka. Rentetan cerita sukes muncul baik seperti di kelompok
usaha dan kelompok yang lebih luas yang mewakili kelompok dalam
masyarakat informasi yang menikmati manfaat tertentu dari ICT. Kelompok-
kelompok ini mampu menggunakan peran ICT dalam konteks mereka sendiri
yang berbeda dari kelompok lain.
Diluar bidang bisnis, penetrasi ICT sangat berdampak pada sejumlah
komunitas, khususnya negara-negara berkembang. Di bidang pendidikan,
pembaruan dibidang sistem pendidikan menjadi mungkin dengan
memperkenalkan komputer rumah sebagai media pelengkap untuk
memperluas perolehan informasi bagi anak-anak.
21
Di bidang layanan publik, penggunaan sistem online pada dapat
dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk mengetahui sejauh mana
perkembangan perguruan tinggi ini, khususnya orang tua mahasiswa dapat
setiap saat memanfaatkan fasilitas online ini untuk melihat dan mengetahui
prestasi masing– masing anaknya untuk menhindari kemungkinan laporan
yang tidak sesuai dari anak-anak mereka.
2. Kekurangan
Pihak yang dirugikan juga muncul dari kelompok masyarakat yang
sama sebagai hasil dari ketidakmampuan dalam mempertimbangkan
lingkungan sosioekonomi dan politik misalnya pada saat kelompok tersebut
mengimplementaskan inisiatif ICT. Hal itu menghalangi anggota masyarakat
tertentu untuk menggunakan dan menerima ICT secara terbuka.
Di bidang bisnis misalnya, sebagai hasil dari tekanan ekonomi untuk
selalu berada di atas, kompetisi yang ketat menghasilkan monopoli ketika
suatu perusahaan menguasai infomasi yang terlalu banyak dari yang lain
untuk berkompetisi.
Situasi yang sama juga terjadi pada sektor pendidikan di mana terdapat
risiko potensial akan penggunaan website yang tidak berwenang yang
dilakukan oleh pelajar atau mahasiswa bahkan pengajar atau dosen. Bagi
pelajar atau mahasiswa di negara-negara berkembang, rasa penghormatan
terhadap karya ilmiah orang lain masih rendah dibandingkan dengan teman-
22
teman mereka di negara-negara maju. Pornografi anak juga menjadi perhatian
utama di sektor pendidikan. Para pelajar atau mahasiswa dalam hal ini,
diuntungkan dan juga dirugikan oleh ICT dalam konteks yang berbeda.
D. Peran Teknologi, Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan
Menurut Mirza (2018) Peran teknologi informasi dan komunikasi dalam
pendidikan dapat dikelompokkan menjadi 7 aspek yaitu:
1. Peningkatan Produktivitas Teknologi informasi dan komunikasi telah terbukti
mampu melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan pengolahan data menjadi
informasi dan proses penyaluran data menjadi informasi dan proses
penyaluran data/informasi tersebut dalam batas ruang dan waktu. Dalam dunia
pendidikan peningkatan produktivitas melalui teknologi informasi dapat
dilakukan seperti pada permasalahan :
Pengolahan kata (Word)
Pengolah angka (Spreetsheet)
Pengolahan gambar (Graphic)
Pengolah suara dan video
Pengolah data statistic
2. Alat Bantu (Media) Pembelajaran
a. Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Komputer
23
Salah satu pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia
pendidikan adalah penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis
komputer multimedia. Kemampuan komputer yang semakin meluas
menawarkan fasilitas multimedia dalam satu sistem untuk penyajian
materi pembelajaran. Layanan media pembelajaran konvensional dalam
bentuk papan tulis, tape recorder, OHP, Slide Projector, Movie Projector,
sampai ke alat-alat peraga praktikum dapat diberikan dengan kualitas
yang sama atau setidaknya mendekati dengan menggunakan sebuah
komputer.
b. E-Learning
E-Learning merupakan salah satu bentuk pendidikan jarak jauh yang
menggunakan media elektronik sebagai media penyampaian materi dan
komunikasi antara pengajar dengan pelajarnya. Pembelajaran berbasis e-
learning memungkinkan penyelenggaraan distance teaching baik itu
dalam mode synchronous atau asynchronous. Fasilitas-fasilitas yang
ditawarkan E-Learning antara lain e-mail, discussion forums, video
conferencing dan live lecture.
c. Forum Diskusi
Salah satu permasalahan dalam pembelajaran di UNY adalah
meningkatkan keaktifan mahasiswa. Berbagai upaya telah dilakukan
untuk meningkatkan keaktifan mahasiswa diantaranya melalui penelitian
tindakan kelas, aturanakademik yang memasukkan unsur keaktifan dalam
24
penilaian, presentasi di kelas, micro teaching dan metode lainnya tetapi
hasil yang didapat ternyata masih belum optimal. Permasalahan di atas
dapat diatasi dengan pengembangan forum diskusi berbasis web.
3. Akses Informasi Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang
sangat pesat menuntut semua orang untuk dapat mengakses informasi melalui
media yang ada. UNY telah mengembangkan sarana akses informasi ke
internet dengan menyediakan layanan internet secara gratis bagi dosen,
karyawan dan mahasiswa. Media yang digunakan dapat menggunakan kabel
atau Wifi (Hotspot). Sarana dan prasarana ini terbukti memberikan
peningkatan kualitas pendidikan dan pembelajaran dengan meningkatknya
produktivitas dosen dan mahasiswa, prestasi akademik dan non akademik
dosen dan mahasiswa, pencapaian hibah (PHKI, Imhere, TIK, PGSD dll).
4. Manajemen Pendidikan Dalam hal manajemen pendidikan, UNY telah
mengembangkan beberapa sistem informasi. SIAKAD (Sistem Informasi
Akademik) Sistem informasi akademik berbasis web saat ini merupakan
tuntutan dalam penyelenggaraan pendidikan khususnya di perguruan tinggi.
SIOLA (Sistem Informasi Online Library) SIOLA atau sistem informasi
perpustakaan merupakan dapat digunakan untuk mengelola perpustakaan.
5. Penelitian
Kegiatan penelitian sekarang ini dapat menggunakan teknologi informasi
dalam bentuk E-survey E-quisionery Analisis data Dll
6. Kerja Kolaborasi
25
Kerja kolaborasi merupakan kerja kelompok antar pengakses sistem informasi
yang ada di internet. Salah satu situs yang banyak dikembangkan untuk
keperluan kerja kolaborasi adalah Wiki.
7. Hiburan (Musik, Video dan Games)
Teknologi informasi dan komunikasi juga mendukung fasilitas hiburan yang
dapat berupa game, musik atau video yang dapat diakses oleh pengguna.
Hiburan yang dapat diakses tentu saja hiburan yang legal.
26
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Maka kesimpulan dari pembahasan diatas yaitu:
1. Manfaat teknologi, informasi dan komunikasi dalam pembelajaran antara
lain meningkatkan kualitas pembelajaran; memperluas akses terhadap
pendidikan dan pembelajaran; membantu memvisualisasikan ide-ide abstrak;
mempermudah pemahaman materi yang sedang dipelajari; menampilkan
materi pembelajaran menjadi lebih menarik; dan memungkinkan terjadinya
interaksi antara pembelajaran dengan materi yang sedang dipelajari.
2. Peran Teknologi, informasi dan komunikasi dalam pembelajaran matematika
yaitu Peningkatan Produktivitas , Alat Bantu (Media) Pembelajaran (E-
Learning dan forum diskusi), Akses Informasi , Manajemen Pendidikan ,
Penelitian , Kerja Kolaborasi , Hiburan (Musik, Video dan Games)
3. Terdapat empat tahapan model integrasi TIK pada sistem pendidikan dan
sekolah. Keempat tahapan ini merupakan tahapan kontinum, yang oleh
UNESCO diistilahkan dengan Emerging, Applying, Infusing dan
Transforming.
27
B. Saran
Dengan dibuatnya makalah ini diharapkan penulis dapat membantu
masyarakat untuk dapat berperan aktif dalam mengembangkan teknologi
kususnya di bidang pendidikan. Selain itu dikarenakan penulisan ini berasal dari
berbagai sumber yang ada dan pengambilan data dengan metode studi dokumen
maka diharapkan makalah ini dapat dikembangkan lagi agar masyarakat dapat
memiliki wawakan yang lebih banyak mengenai peranan teknologi, komunikasi
dan informasi di bidang pendidikan.
28
DAFTAR PUSTAKA
Ana, A. (2020). Indonesian Journal of Science & Technology Trends in Expert
System Development : A Practicum Content Analysis in Vocational Education
for Over Grow Pandemic Learning Problems. 5.
Author, C. (2014). The role of e-learning , the advantages and disadvantages of its
adoption in Higher Education . 2(12), 397–410.
Budiana, H.R., Sjafirah, N.A. dan Bakti, I. (2015). PEMANFAATAN TEKNOLOGI
INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN BAGI PARA
GURU SMPN 2 KAWALI DESA CITEUREUP KABUPATEN CIAMIS. 4(1), 59–
62.
Harsa, F. S. (2018). Integrasi ict dalam pembelajaran matematika. December 2016.
Hashim, S., Masek, A., Abdullah, N. S., Paimin, A. N., Hanim, W., & Wan, N.
(2020). Indonesian Journal of Science & Technology Students ’ Intention to
Share Information Via Social Media : A Case Study of Covid-19 Pandemic. 5(2).
Inovasi, J., & Pendidikan, T. (2014). Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, Volume 1
- Nomor 2, 2014. 1, 190–198.
Islam, U., Raden, N., & Lampung, I. (2017). PERAN TEKNOLOGI INFORMASI
DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN Haris Budiman. 8(I), 31–43.
Komputer, B., Kelas, U., & Smp, V. (n.d.). Pengembangan Multimedia
Pembelajaran Matematika ... Slamet Riyadi, Pardjono 165. 1, 165–177.
Mirza, D. V. (2018). PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM DUNIA
29
PENDIDIKAN.
Mulyanti, B., Purnama, W., & Pawinanto, R. E. (2020). Indonesian Journal of
Science & Technology Distance Learning in Vocational High Schools during the
COVID-19 Pandemic in West Java Province , Indonesia. 5(2), 271–282.
Rahim, H. M. Y. (2011). Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam
bahasa Inggris dikenal dengan istilah. 6(3), 127–135.
Richardo, R. (2016). KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS
KOMPUTER. 2(November).
Richardo, R., & Richardo, R. (2016). Rino Richardo Peran Ethnomatematika dalam
Penerapan Pembelajaran Matematika. 2(2), 118–125.
Sangsawang, T. (2020). Indonesian Journal of Science & Technology An
Instructional Design for Online Learning in Vocational Education according to
a Self-Regulated Learning Framework for Problem Solving during the CoViD-
19 Crisis. 5.
Supianti, I. I. (2018). Pemanfataan Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK )
dalam Pembelajaran Matematika. 4(1), 63–70.
[Link]
30