0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
179 tayangan3 halaman

Evolusi Manajemen Operasi dan Teknologi

Manajemen operasi merupakan fungsi manajemen yang berkembang pesat dengan inovasi teknologi baru. Manajemen operasi harus beradaptasi dengan perubahan teknologi dengan menjalin kemitraan, mengembangkan tim kolaboratif, perencanaan strategis, dan menerapkan analisis data. Implementasi teknologi dalam manajemen operasi bertujuan untuk mencapai efisiensi, efektivitas, dan kualitas proses produksi.

Diunggah oleh

udawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
179 tayangan3 halaman

Evolusi Manajemen Operasi dan Teknologi

Manajemen operasi merupakan fungsi manajemen yang berkembang pesat dengan inovasi teknologi baru. Manajemen operasi harus beradaptasi dengan perubahan teknologi dengan menjalin kemitraan, mengembangkan tim kolaboratif, perencanaan strategis, dan menerapkan analisis data. Implementasi teknologi dalam manajemen operasi bertujuan untuk mencapai efisiensi, efektivitas, dan kualitas proses produksi.

Diunggah oleh

udawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Manajemen operasi

Manajemen operasi merupakan satu fungsi manajemen yang berkembang sangat pesat terutama dengan
lahirnya inovasi dan teknologi baru yang diterapkan dalam praktik bisnis. Oleh karena itu banyak
perusahaan yang sudah menjadikan aspek-aspek dalam manajemen operasi sebagai salah satu senjata
strategis untuk bersaing dan mengungguli kompetitornya.
Perkembangan industri yang semakin pesat saat ini, membuat persaingan semakin ketat antarperusahaan
yang ada di dunia. Segala upaya dilakukan untuk menjadi yang terbaik. Manajemen yangbaik menjadi
kunci kesuksesan dunia industri saat ini baik itu manajemen produksi, pemasaran,sumber daya manusia
dan keuangan. Manajemen operasi merupakan satu fungsi manajemen yangsangat penting bagi sebuah
organisasi atau perusahaan. Bidang ini berkembang sangat pesatterutama dengan lahirnya inovasi dan
teknologi baru yang diterapkan dalam praktik bisnis. Olehkarena itu banyak perusahaan yang sudah
melirik dan menjadikan aspek-aspek dalam manajemenoperasi sebagai salah satu senjata strategis untuk
bersaing dan mengungguli kompetitornya. Dalamkewirausahaan, manajemen operasi pun diperlukan
untuk menciptakan sesuatu yang baru danperubahan atau inovasi produk untuk menjadi lebih baik lagi.
Seiring perkembangan industri yangsemakin maju perusahaan juga dituntut untuk memberikan kualitas
yang terbaik baik dalam produkmaupun jasa yang dihasilkan tetapi tidak melupakan dampak lingkungan
yang terjadi dari segala aktivitas perusahaan.
Revolusi Industri Keempat, juga dikenal sebagai Industri 4.0, adalah periode kemajuan teknologi yang
cepat dan transformasi digital yang mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berinteraksi satu sama lain.
Istilah "Industri 4.0" diciptakan oleh pemerintah Jerman pada tahun 2011 untuk menggambarkan integrasi
sistem siber-fisik, Internet of Things (IoT), dan komputasi awan ke dalam sektor manufaktur dan industri.
menurut saya ruang lingkup Teknologi dan manajemen operasi telah berkembang selama periode waktu
tertentu dan telah berpindah dari pengembangan produk ke dalam desain, manajemen dan peningkatan
sistem operasi dan proses. Dimana penggunaan teknologi dalam manajemen operasi telah memastikan
bahwa organisasi dapat mengurangi biaya, meningkatkan proses pengiriman, membakukan dan
meningkatkan kualitas dan fokus pada penyesuaian,sehingga menciptakan nilai bagi [Link]
juga mendorong efisiensi dalam organisasi dan meningkatkan produktivitas organisasi.

Beberapa teknologi yang mendorong Industri 4.0 termasuk kecerdasan buatan (AI), IoT, robotika,
pencetakan 3D, blockchain, dan analisis data besar. Teknologi-teknologi ini mengubah cara kita
mendesain, memproduksi, serta mengirimkan barang dan jasa, dan diharapkan memiliki dampak yang
besar pada ekonomi global dan masyarakat secara keseluruhan. Era Industri 4.0 ditandai dengan
pergeseran dari proses manufaktur tradisional ke proses digital, terkoneksi, dan otomatis, yang lebih
efisien, hemat biaya, dan berkelanjutan. Era ini juga ditandai dengan munculnya model bisnis baru,
seperti ekosistem berbasis platform, yang memungkinkan perusahaan untuk berkolaborasi dan berinovasi
secara lebih efektif.

Seiring dengan berkembangnya teknologi dalam Era Revolusi Industri 4.0, manajemen operasi juga harus
ikut berkembang dan menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Ada beberapa hal yang dapat
dilakukan dalam menyikapi perubahan teknologi yang begitu cepat ini dalam kaitannya dengan
manajemen operasi, antara lain:
1. Menjalin kemitraan dengan perusahaan teknologi: Manajemen operasi dapat menjalin kemitraan
dengan perusahaan teknologi untuk mengembangkan solusi yang lebih baik untuk manajemen
operasi mereka. Ini dapat memungkinkan mereka untuk memperoleh akses ke teknologi terbaru,
memperluas jaringan, dan mengembangkan solusi yang lebih inovatif.
2. Mengembangkan tim yang adaptif dan kolaboratif: Dalam Revolusi Industri 4.0, manajemen
operasi harus dapat mengembangkan tim yang adaptif dan kolaboratif. Tim ini harus terdiri dari
orang-orang yang memiliki keterampilan teknologi yang kuat, memiliki kemampuan untuk
beradaptasi dengan perubahan, dan dapat bekerja sama dalam tim.
3. Perencanaan Strategis: Manajemen operasi harus terlibat dalam perencanaan strategis untuk
memastikan bahwa teknologi digunakan secara maksimal. Hal ini termasuk menetapkan tujuan
dan sasaran penggunaan teknologi, serta mengukur dan mengevaluasi kinerja untuk
mengidentifikasi area-area yang perlu ditingkatkan.
4. Menerapkan analisis data: Dalam Revolusi Industri 4.0, analisis data menjadi sangat penting
untuk mengoptimalkan proses produksi dan manajemen operasi secara keseluruhan. Manajemen
operasi harus mampu memanfaatkan data untuk mengidentifikasi tren, memprediksi permintaan
dan memahami perilaku pelanggan.
5. Memperluas keahlian teknologi: Para pekerja di dalam organisasi harus diberi pelatihan dan
pendidikan untuk meningkatkan keahlian mereka dalam teknologi terbaru. Dalam hal ini,
manajemen operasi dapat mengembangkan program pelatihan dan pendidikan agar karyawan
dapat menguasai keterampilan teknologi yang diperlukan.
6. Mengadopsi Teknologi: Salah satu cara yang paling penting untuk menanggapi perubahan
teknologi yang cepat adalah dengan merangkul teknologi itu sendiri. Manajemen operasi harus
mengeksplorasi dan mengadopsi kemajuan teknologi baru, seperti otomatisasi, kecerdasan
buatan, dan internet of things (IoT), untuk merampingkan proses produksi dan meningkatkan
efisiensi.

Namun demikian, membawa teknologi ke dalam sistem produksi merupakan proses yang sangat
kompleks, dan perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Akuisisi Teknologi: teknologi yang diperoleh harus selaras dengan tujuan keseluruhan organisasi
dan harus disetujui setelah analisis biaya-manfaat yang rumit.
2. Integrasi Teknologi: teknologi mempengaruhi semua aspek produksi yaitu modal, tenaga kerja
dan pelanggan. Oleh karena itu, diperlukan rencana integrasi teknologi yang solid.
3. Verifikasi Teknologi: setelah teknologi terintegrasi, penting untuk memeriksa apakah teknologi
memberikan efektivitas operasional dan telah digunakan secara maksimal.
4. Teknologi Manufaktur dan Desain Teknologi semakin banyak digunakan dalam penyesuaian
produk dan layanan desain. Penggunaan komputer dan sistem elektronik pendukung merupakan
bagian integral dari industri modern dan industri jasa. Teknik saat ini secara luas dapat
diklasifikasikan ke dalam kategori berikut:

Computer-Aided Design (CAD): CAD memfasilitasi penautan dua komponen desain yang lebih
kompleks dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi sehingga menghasilkan produktivitas yang
lebih tinggi.

Sistem Manufaktur Berbantuan Komputer (CAM): Presisi sangat penting dalam mengoperasikan
mesin apa pun dan oleh karena itu, mesin Terkomputerisasi Terkendali Numerik digunakan,
sehingga memastikan tingkat akurasi tertinggi. Standar untuk Pertukaran Data Produk: Seperti
namanya, desain produk ditransmisikan antara CAM dan CAM dalam tiga dimensi. Standar
untuk Pertukaran Data Produk proses berbagi produk di semua fase siklus hidup produk dan
berfungsi sebagai pertukaran file netral.
Sistem Perangkat Lunak di Manufaktur
Ada berbagai sistem perangkat lunak yang tersedia untuk operasi terintegrasi dan fungsi
manufaktur dengan fungsi organisasi bisnis lainnya. Beberapa sistem perangkat lunak yang
umum adalah Enterprise Resource Planning (ERP), Supply-Chain Management (SCM), New-
Product Development (NPD) dan Customer Relationship Management (CRM).

Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (ERP) menghubungkan semua fungsi bisnis seperti
manufaktur, pemasaran, sumber daya manusia, dan keuangan melalui platform perangkat lunak
umum. Manfaat utama dari solusi ERP adalah tidak hanya mengurangi kesalahan basis data tetapi
juga memberikan nilai kepada pelanggan melalui pengiriman dan pemenuhan pesanan yang lebih
cepat.

Otomasi dalam Produksi dan Operasi


Otomasi mengurangi intervensi manual dalam proses manufaktur. Ini meningkatkan produktivitas
dan mengurangi margin of error sehingga memfasilitasi skala ekonomi.

Kesimpulannya, bahwa manajemen operasi harus dilakukan dengan cara yang lebih fleksibel dan adaptif
untuk menghadapi perubahan teknologi yang begitu cepat. Ini terkait dengan pengelolaan sumber daya
manusia, pengembangan proses produksi, dan pemilihan teknologi yang tepat untuk meningkatkan
efisiensi dan produktivitas. Manajemen operasi juga harus dapat beradaptasi dengan perubahan-
perubahan di luar perusahaan seperti perubahan tren konsumen, kondisi ekonomi global, dan lain
sebagainya.

        Dalam konteks ini, manajemen operasi diarahkan untuk mencapai efisiensi, efektivitas, fleksibilitas,
dan kualitas dalam proses produksi dan pengiriman produk atau layanan kepada konsumen. Hal ini juga
melibatkan implementasi teknologi dan sistem informasi yang dapat mendukung manajemen operasi
untuk meningkatkan proses dan meningkatkan produktivitas. Dalam keseluruhan proses manajemen
operasi, penting untuk selalu memperhatikan perubahan tren teknologi dan mempertimbangkan strategi
yang tepat dalam menghadapi perubahan tersebut.

Referensi :

 EKMO5208 BUKU MANAJEMEN OPERASI


 Kagermann, H., Wahlster, W., & Helbig, J. (2013). Recommendations for implementing the
strategic initiative INDUSTRIE 4.0: Securing the future of German manufacturing industry; final
report of the Industrie 4.0 working group. Forschungsunion.
 Lee, J., Lapira, E., Bagheri, B., & Kao, H. A. (2013). Recent advances and trends in predictive
manufacturing systems in big data environment. Manufacturing Letters, 1(1), 38-41.
 Moorthy, K., & Lee, S. (2018). Industry 4.0 and operations management: A review and research
agenda. International Journal of Operations & Production Management, 38(1), 129-156.
 Singh, R. K., Bansal, R., & Jain, K. (2017). Industry 4.0: A review on industrial automation and
robotic. International Journal of Engineering and Manufacturing Science, 7(2), 1-7.
 Sumber:[Link]
[Link]

Anda mungkin juga menyukai