0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan9 halaman

Kesamaan Keyakinan dalam Masyarakat

Teks tersebut membahas tentang pengertian masyarakat secara umum dan prinsip-prinsip hidup bermasyarakat dalam iman Kristen. Masyarakat didefinisikan sebagai kesatuan orang-orang yang terikat oleh unsur-unsur kesamaan seperti etnis, ideologi, sistem politik, profesi, dan agama. Prinsip-prinsip hidup bermasyarakat Kristen meliputi bahwa manusia diciptakan untuk hidup bersama,

Diunggah oleh

Ricke Triyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan9 halaman

Kesamaan Keyakinan dalam Masyarakat

Teks tersebut membahas tentang pengertian masyarakat secara umum dan prinsip-prinsip hidup bermasyarakat dalam iman Kristen. Masyarakat didefinisikan sebagai kesatuan orang-orang yang terikat oleh unsur-unsur kesamaan seperti etnis, ideologi, sistem politik, profesi, dan agama. Prinsip-prinsip hidup bermasyarakat Kristen meliputi bahwa manusia diciptakan untuk hidup bersama,

Diunggah oleh

Ricke Triyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MASYARAKAT dan KERUKUNAN

PENGERTIAN MASYARAKAT SECARA UMUM

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa yang dimaksud masyarakat adalah ”kesatuan orang-orang
yang dibangun atas unsur-unsur kesamaan”. Unsur -unsur kesamaan itu sangat banyak macamnya.
Hendropuspito dalam buku ”Sosiologi Agama” (1983 ) membagi ataslima macam unsur kesamaan yang
dapat menciptakan kesatuan sosiologis (masyarakat).

a). Kesatuan orang-orang (masyarakat) yang dibangun atas dasar kesamaan etnis, meliputi persamaan
darah, bahasa, daerah dan nasib yang sama. Masyarakat suku, masayarakat bangsa,adalah contoh nyata
dari kesatuan ini

b). Kesatuan orang-orang (masyarakat) yang dibangun atas persamaan ideologi, misalnyamasyarakat
liberalisme, sosialisme, sosialisme, komunisme, marhaenisme.

c). Kesatuan orang-orang (masyarakat) yang dibangun oleh penerimaan sistem politik yangsama.
Masyarakat negara-negara kesatuan, negara-negara federasi, seperti NKRI, negaraMalaysia, Amerika
Serikat dan lain-lain.

d). Kesatuan orang-orang atas dasar pragmatis yaitu atas dasar persamaan, profesi, hobby, bakat,
keilmuan, misalnya ; masyarakat (organisasi) ikatan dokter, persatuan olahraga, pecintaalam, organisasi
sarjana ilmu-ilmu tertentu.

e)Kesatuan orang-orang ( masyarakat ) yang dibangun atas kesamaan iman, keagamaanmisalnya


keagamaan Kristen, masyarakat Islam, masyarakat Hindu, dan lain-lain.

Menurut Hendropuspito diantara kesatuan sosiologis ( masyarakat ) diatas, kesatuanmasyarakat karena


kesamaan iman dan agamalah yang terkuat dan tertinggi. Terciptalahmasyarakat karena kesamaan iman
dan agama, ternyata lebih tangguh dari jenis masyarakatlain. Kesatuaan orang-orang karena kesamaan
iman dan agama, telah melibatkan seluruh pribadinya. Manusia selalu mencari sesamanya yang seiman.

Manusia dapat mengungkapkan (perasaan yang terdalam dan terkuat pada dirinya ).Dari beberapa
contoh jenis masyarakat di atas hal-hal yang kita garis bawahi adalah :

- Unsur pokok dalam masyarakat adalah adanya orang-orang yang bersatu, orang-orang yang terikat
satu dengan yang lain

- Orang-orang bersatu itu menyadari bahwa diantara mereka terdapat unsur-unsurkesamaan

- Masyarakat bangsa Indonesia adalah masyarakat yang paling dekat dengankehidupan kita
Namun, disamping faktor kesamaan-kesamaan tertentu yang terdapat dalammasyarakat, tidak dapat
dipungkiri juga bahwa selalu terdapat perbedaan. Perbedaan- perbedaan dalam masyarakat tidak serta
merta menjadi pendorong untuk saling mengisi dansaling melengkapi antar orang-orang dalam kesatuan
masyarakat itu.

Perbedaan-perbedaan dalam masyarakat yang perlu kita hargai misalnya :

- perbedaan suku, bangsa, ras- perbedaan agama, keyakinan, aliran- perbedaan tingkat pendidikan,
adat istiadat- perbedaan status sosial ekonomi dan [Link] perbedaan-perbedaan itu dapat
menjadi pendorong bagi kita untuk berbuat apayang terbaik bagi kehidupan bersama.

2. Pergumulan Masyarakat Secara Umum

Jhon scott dalam artikelnya yang berjudul : kepemimpinan kristiani, pada buku : isu-isu global (1994)
menggariskan bahwa ada beberapa kategori bahaya yang mengancam duniadan masyarakat masa kini :

a)kategori global, yaitu bahaya persenjataan nuklir, pelanggaran terhadap hak-hak azasimanusia, krisis
lingkungan dan energi, kepincangan ekonomi utara-selatan

b) kategori sosial : yaitu tragedi pengangguran yang berkepanjangan, konflik dalamhubungan indusrtial,
kekerasan rasial yang tidak terduga.

c) Kategori moral : yang meliputi kekuatan yang berusaha merongrong stabilitas perkawinan dan
kehidupan keluarga, tantangan terhadap tata susila seksual. Pergaulan bebas, aborsi sesuka hati,
narkoba, penyimpangan dan pelecehan seksual.

d) Kategori spiritual : yaitu bahaya meluasnya materialisme sehingga hilangnyakepekaan realitas yang
transendent dan rohani. Kurangnya minat masyarakat padasoal-soal iman dan agama.

Keadaan masyarakat yang sedang diancam oleh gejala seperti diatas, tidak terlepasdari kehidupan orang
[Link] disatu pihak dikatakan, orang Kristen itu berbedasecara azasi dari orang-orang non
Kristen dalam masyarakat tetapi dari pihak lain harus kitaakui bahwa orang Kristen adalah bagian yang
tidak dapat terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Malahan dapat dikatakan, orang-orang Kristen
sering menjadi subjek dan objekgejala-gejala yang terjadi dalam masyarakat.

Sebagai bagian yang integral dari masyarakat, orang Kristen wajar turut bergumuldengan masyarakat
lainnya. Menurut iman Kristen bahwa dunia ini adalah satu kesatuan hidup yang saling berkaitan ;
Firman Tuhan berkata ; Dalam joh 3 : 16 ” karena demikianbesar kasih Allah akan dunia
ini....demikianlah seluruh dunia adalah sasaran kasih Allah ”. Yesus juga telah berkata :”kasihilah
sesamamu seperti dirimu sendiri ( Matius 22:39). Pergumulan masyarakat dunia secara global seperti
ancaman nuklir, pelanggaran HAM danlain-lain adalah bagian dari pergumulan orang Kristen juga.
Pergumulan masyarakat kategorikonflik sosial antar anggota dan kelomok masyarakat yang satu dengan
yang lainnya,tindakan-tindakan kekerasan juga menjadi bagian dari keprihatinan orang Kristen.
Apalagi ancaman-ancaman moral dan spiritual dalam masyarakat menjadi topik pergumulan yang sangat
dekat dengan wacana keimanan kristiani. Orang Kristen dengandidasari oleh iman Alkitabiah tidak
pantas membelakangi dunia dan masyarakat yang sedang bergumul, dan mencoba cuci tangan atau
tidak mau tahu terhadap persoalan-persoalan yang terjadi, memang bisa saja orang Kristen merasa tidak
pernah berbuat sesuatu yangmenimbulkan pergumulan dalam masyarakat, tetapi itu bukan alasan bagi
orang untuk berpaling dari masyarakat. Orang Kristen harus ikut bergumul dalam kehidupan
masyarakat, baik dalam sektor sektoral, regional nasional, maupun global.

[Link] Hidup Bermasyarakat Kristiani

Ada beberapa prinsip hidup bermasyarakat Kristiani yang dapat dikemukakan,sebagai landasan sikap
bertindak umat Kristen dalam masyarakat ; baik dalam konteks hidup bermasyarakat secara lokal.
Prinsip-prinsip hidup itu adalah sebagai berikut:

a. Manusia Tidak Baik Hidup Sendiri

Menurut iman Kristen, berdasarkan Alkitab bahwa pada dasarnya manusia itudiciptakan Allah adalah
sebagai makhluk bermasyarakat, makhluk yang harus berhubungandengan ciptaan lainnya. Sesuai
dengan rancangan Allah pada mulanya, manusia itu diciptakan harus berteman. Tuhan Allah berfirman ;
Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja ”Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan
dengan dia”.(Kejadian 2 : 18).

Maksud pernyataan ini tidak hanya dikaitkan dengan konsep hidup manusia yang berkeluarga, yaitu :
Hubungan suami-istri, tetapi juga memberi makna manusia itu harus hidup bermasyarakat, manusia
hidup membutuhkan satu dengan yang lain. Manusiatergantung kepada manusia lain.

Menurut Alkitab, manusia menerima tugas dari Allah untuk menguasai, menguasahaidan memelihara
Taman Eden (Kejadian 2 : 15). Tugas ini tidak mungkin dilaksanakan dengan baik, jika manusia seorang
diri. Allah menyadari bahwa manusia membutuhkan teman, makadiciptakan perempuan itu. Konsep
hubungan suami-istri, kemudian berkembang menjadikonsep keluarga beranak cucu. Allah berfirman
kepada manusia : ”Beranak cuculah dan bertambah banyak;penuhilah bumi” (Kejadian 1:28) dari semula
Allah sudahmemprogramkan kehidupan manusia yang bermasyarakat yaitu kehidupan
kebersamaan(Living together).

Hidup bersama dengan orang lain diarahkan pada pelaksanaan tugas yang diberikanAllah kepada
manusia. Allah yang membentuk lembaga suami-istri. Allah yang memberkatiterciptanya keluarga
sebagai masyarakat inti, dan Allah juga yang telah memanggil danmemilih umatNya, supaya
menampakkan kerajaan Allah dalam dunia ini.

b. Mengasihi Sesama Seperti Diri Sendiri

Menurut Alkitab manusia memiliki dua arah hubungan yaitu : Hubungan denganAllah secara vertikal
dan hubungan dengan secara manusia dan alam secara horizontal. Allahsendiri telah berkata kepada
umarNya :“Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimudan segenap jiwamu dan segenap
kekuatanmu”(Ulangan 6 : 5) dan kasihilah sesamamuseperti dirimu sendiri (Imamat 19 :18). Dan Yesus
sendiri menegaskan bahwa pada keduahukum inilah tergantung seluruh hukum taurat dari kitab para
nabi (Matius 22 : 40).

Mengasihi sesama seperti diri sendiri adalah prinsip hidup bermasyarakat yang palinghakiki dalam iman
Kristen. Mengasihi sesama seperti diri sendiri bermakna : “Menghargai hidup manusia lain seperti
menghargai hidup diri sendiri”. Jika masing-masing manusiasecara pribadi mampu menghargai orang
lain, maka kehidupan bersama yang harmonis,seimbang, selaras, dan serasi akan terwujud.

Menurut iman Kristen, setiap manusia memiliki Hak azasi dan kewajiban azasi yangsama dalam
kehidupan bermasyarakat, maka sejalan dengan itu setiap manusia harusmenerapkan hak dan
kewajiban secara seimbang. Dietriech Bonhoffer pernah mengatakan “hak atau kebebasan tanpa
kewajiban adalah kekacauan, tetapi kewajiban tanpa kebebasan adalah penindasan”; artinya jika
masing-masing manusia mengutamakan haknya, tetapimelaksanakan kewajibannya, maka kehidupan
masyarakat akan kacau, dan sebaliknya, jika dalam kehidupan masyarakat dituntut kewajiban, tetapi
tidak ada hak dan kebebasan, makakehidupan seperti inilah yang disebut ; penjajahan atau penindasan.

Yesus pernah berkata “Apa yang engkau kehendaki diperbuat orang lain kepadamu, perbuatlah
demikian juga kepada mereka, itulah isi seluruh hukum taurat dan kitab para nabi” (Matius 7 12).

Mengasihi sesama seperti diri sendiri tidak hanya menyangkut sesamateman, tetapi juga sesama
manusia yang memusihi dan menganiaya kita. Yesus berkata :“Kasihilah musuhmu, dan berdoalah bagi
mereka yang menganiaya kamu”(Matius 5 : 44).Dalam konteks bermasyarakat, orang Kristen
berkewajiban mengahargai hidupmanusia lain, termasuk orang-orang yang menjadi sendiri, bukan
berarti menyetujui perbuatan-perbuatan dan perilaku yang tidak benar, tetapi maksudnya menjauhkan
diri sikapdan tindakan-tindakan yang merusak kehidupan orang lain. Mengasihi sesama seperti
dirisendiri meliputi : sikap membela kebenaran, menghormati hak-hak azasi manusia lain,menegor apa
yang salah dan menolak tindakan dan perbuatan-perbuatan kekerasan.

c. Jadilah Garam Dan Terang Dalam Masyarakat

Orang Kristen yang merupakan bagian integral dalam kehidupan masyarakatmendapat fungsi yang
sangat khas. Fungsi itu ialah menjadi”Garam dan Terang”. Yesus berkata : ”Kamu adalah garam dan
terang dunia” .(Matius 5 :1-16).

Menjadi garam berarti : ”Orang Kristen berguna untuk menjadi kebutuhan pokok dalam masyarakat:
Orang Kristen menjadi disukai oleh masyarakat” (Kisah 2 : 4) menjadigaram juga berarti orang Kristen
berguna untuk memberi nilai tambah meningkatkan kualitaskehidupan dalam kehidupan masyarakat.

Sebagai garam orang Kristen harus melarutkan diri dalam kehidupan [Link] Kristen harus
bergaul dalam masyarakat. Konsekwensi melarutkan dalam masyarakatseperti garam, bisa saja
kehilangan existensi diri, tetapi tidak dengan esensi diri. Esensi dirikristiani inilah yang berfungsi
memberi nilai tambah dalam kehidupan masyarakat.

Menjadi terang, berarti orang Kristen harus mampu menciptakan suasana kehidupanyang jelas dan
terbuka. Seperti terang dalam kehidupan sehari-hari berguna untuk membuatsuasana sekitar terang
benderang, sehingga orang yang berbeda pada sekitar terang yang bersinar akan dapat melihat
kehidupan secara jelas dan nyata. Dalam suasana terang, orangdapat membedakan hal-hal yang
seharusnya berbeda ; orang dapat membedakan, mana yang baik dan mana yang buruk. Orang Kristen
menjadi motivator sikap hidup terbuka jelas, dan jujur. Orang Kristen berfungsi sebagai terang dalam
masyarakat itu sendiri. Mendorong masyarakat dapat melihat apa yang baik dan apa yang tidak baik,
dan apa yang seolah-olah baik.

d. Orang Kristen Harus Cerdik, Tulus dan Waspada Dalam Masyarakat

Prinsip hidup cerdik tulus dan waspada dikaitkan dengan kehidupan masyarakat yang berpotensi
berbahaya. Orang Kristen ada kalanya berhadapan dengan kehidupan masyarakatyang berbahaya. Yesus
pernah berkata kepada murid- muridnya ”Lihat aku mengutus kamu”Seperti domba ketengah serigala :
sebab itu, hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulusseperti merpati, tetapi waspadalah terhadap
sesama orang, karena ada yang akan menyerahkan(Matius 10 : 16-17).

Disatu sisi orang yang Kristen menajdi kesukaan banyak orang dalam masyarakat,tetapi disisi lain, orang
Kristen dapat saja dibenci oleh orang-orang tertentu dalammasyarakat. Orang Kristen tidak boleh
terlena ddengan sikap hidup yang merasa aman dandisukai banyak orang, masyarakat bisa saja berubah
menjadi sarang serigala.

Oleh karena itu orang Kristen harus cerdik, artinya orang Kristen harus memakai otakdan berpikir
rasional. Dan kalau perlu boleh bergaya Lihay dalam hidup bermasyarakat. Namun demikian pada saat
orang Kristen bergaya hidup lihay seperti ular (bukan licik), orangKristen sekaligus harus menjadi orang
tulus seperti merpati.

Bagaimana gaya hidup lihay dapat dipadukan dengan gaya hidup tulus. Gaya hiduplihay tapi tulus,
adalah gaya hidup yang cerdas. Orang Kristen tidak harus mengatakan apasaja yang diketahui dalam
masyarakat (itu adalah sikap lihay), tetapi orang Kristen juga harusmengetahui (mengerti) apa saja yang
dikatakan dalam masyarakat (sikap hidup tulus, jujur).Selajutnya prinsip waspadalah dalam masyarakat,
menggambarkan sikap hidup yang hati-hati,tidak terlalu mudah percaya pada gekala-gejala dalam
masyarakat.

Dunia ini pennuh dengan serigala dan sikap kepura-puraan, oleh karena itu,kecerdasan, ketulusan dan
kewaspadaan hidup dalam masyarakat menjadi modal dasar kitauntuk dapat mengasihi sesama kita
seperti diri sendiri.

4. Partisipasi Umat Kristen dalam Pergumulan Masyarakat (Tangguh jawab Kristiani).

Sesuai dengan prinsip hidup bermasyarakat Kristen yaitu:

- Orang Kristen adalah integral dari masyarakat sekitarnya

- Orang Kristen menghargai dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.

- Orang Kristen terpanggil menjadi garam dan terang masyarakat sekitar.


-Orang Kristen harus bersikap cerdik, tulus dan waspada terhadap masyarakatsekitarnya

Maka orang Kristen wajar ikut berpartisipasi dalam pergumulan masyarakat :Pergumulan masyarakat
yang dimaksud meliputi bahaya yang mengancam, baik secaraglobal, regional maupun lokal. Jenis-jenis
pergumulan masyarakat seperti, pergumulan sosial,moral dan spiritual juga bagian dari pergumulan
orang Kristen sama seperti yang dihadapimasyarakat umum. Konflik sosial, dekadensi moral dan spiritual
adalah fokus pergumulanyang sangat relevan untuk diberikan oleh orang Kristen.

Ada dua sikap yang dipilih umat Kristen terhadap pergumulan masyarakat:

Pertama, ialah umat Kristen melarikan diri atau menghindari dari pergumulanmasyarakat

Kedua, umat Kristen concern, iku serta dalam setiap pergumulan [Link] melaksanakan
partisipasinya di tengah-tengah pergumulan masyarakat menurutJohn Scott harus disadari, bahwa:

a. Orang Kristen adalah berbeda secara azasi dari masyarakat non Kristen.

b. Orang Kristen harus masuk (bergaul) dalam masyarakat non Kristen.

c. Orang Kristen harus dapat berpengaruh dalam masyarakat.

d. Orang Kristen mampu mempertahankan jati dirinya dalam masyarakat.

Orang Kristen adalah berbeda secara asasi dari masyarakat non Kristen, bukanmaksudnya membuat
posisi orang Kristen menjadi eksklusive dari masyarakat lain. Berbedasecara asasi artinya bahwa orang
Kristen sudah menerima pembaharuan dari Kristus (Yohanes17 : 16). Orang Kristen harus masuk
(bergaul) dalam masyarakat non Kristen, artinya orangKristen tidak boleh menghindarkan diri dari
masyarakat. Orang Kristen harus mampu hidup berdampingan dengan masyarakat. Orang Kristen harus
dapat Berpengaruh dalammasyarakat itu bukan berarti, orang Kristen bersikap aroan, atau memaksakan
kehendakdalam masyarakat. Tetapi maksudnya orang Kristen dapat memberi nilai tambah
padamasyarakat sekitarnya, dapat memberi sesuatu yang berguna untuk membangun danmemperbaiki
kehidupan masyarakat. Orang Kristen juga didalam melaksanakan partisipasinya ditengah-tengah
masyarakat, jangan kehilangan identitas dan jati dirinya sehingga betulah dia menjadi garam dan terang
masyarakat sekitarnya.

5. Bentuk-Bentuk partisipasi umat Kristen dalam masyarakat

Menurut Alkitab banyak bentuk partisipasi orang percaya didalam kehidupan berbangsadan
bermasyarakat. Beberapa dari bentuk partisipasi itu dapat diketengahkan sebagai berikut.

a. Mendoakan Bangsa, Masyarakat dan Pemerintah

Paulus dalam suratnya yang pertama kepada Timotius berkata : Pertama-tama akumenasihatkan :
naikkanlah permohonan doa dan ucapan syukur untuk semua orang, untukraja-raja, dan untuk semua
pembesar agar kita dapat hidup tenang dan tentram dalam segalakesalehan dan kehormatan. Itulah
yang baik dan yang berkenan kepada Allah, juru selamatkita, yang menghendaki supaya semua orang
diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran”(1 Timotius 2:1-4).

Mendoakan orang lain adalah salah satu bentuk mengasihi dan memperdulikan oranglain, dengan
mendoakan secara tulus dan ikhlas menjadi pertanda, kita berpartisipasi dalam pergumulan bangsa, dan
masyarakat seiman dan seagama sendiri, melainkan semua orang,termasuk raja-raja dan pembesa-
pembesar (pemerintah).

Untuk apa kita mendoakan pemerintah, bangsa, masyarakat sekitar kita? Paulusmenggaris bawahi,
supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh: pengetahuan dankebenaran. Jika semua orang
termasuk unsur-unsur pemerintahan sudah mengetahui kebenaran ; maka peluang untuk menikmati
kehidupan yang tenang dan tentram dalam segalakesalehan dan kehormatan akan semakin besar.
Berdoalah untuk kemakmuran hidup masyarakat.

[Link] mengatahan : Doa umat Kristen, jika dilakukan dengan kejujuran hati dandengan iman,
sangatlah besar artinya, doa terhadap negara adalah pelayaran politis yang paling dasar yang dilakukan
oleh gereja dan tiap-tiap orang Kristen untuk bangsa, negara dan masyarakat.

b. Menaati Hukum dan Peraturan yang Berlaku

Menanti hukum dan peraturan yang berlaku bagi Kristen adalah penjabaran dari prinsip hidup kristiani
”Menjadi garam dan terang masyarakat sekitar”. Jika orang Kristen setiap saat berusaha menaati hukum
dan peraturan yang berlaku maka sekaligus orang Kristen telah turutserta menciptakan ketertiban hidup
dan memberi contoh yang bagi masyarakat lain, jika kita berbicara tentang hukum dan peraturan
berlaku dalam masyarakat itu tidak hanya berkaitandengan hukum-hukum tertulis dan peraturan-
peraturan formal, tetapi juga norma-norma dankebiasaan hidup (tradisi) yang diwarisi oleh masyarakat
tertentu.

Paulus telah memberikan sebagai contoh bentuk ketaatan kepada hukum dari peraturanyang berlaku
antara lain:

1) Tidak melawan pemerintah, yang sah,

2) Membayar pajak kepada yang berhak menerima pajak (bukan pungutan liar).

3) Membayar cukai kepada yang berhak menerima cukai (Bukan sogok, suap, pelicin).

4) Memberi rasa takut dan hormat kepada orang berhak menerima rasa takut dan hormat(Roma.1:1-7).

Yesus sendiri juga mengajarkan :”Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamuberikan kepada kaisar,
dan kepada Allah, apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Lukas 20:25). Tetapi harus diingat bahwa
ketaatan kepada Hukum dan peraturan yang berlaku di masyarakat, tidak boleh bertentangan dengan
ketaatan kita kepada Allah danYesus Kristus. Bahkan harus dikatakan bahwa ketaatan kepada Allah
adalah menjadi pedoman kita menaati hukum dan peraturan yang berlaku dalam masyarakat, atau
dengan katalain, ketaatan kita kepada hukum dan peraturan yang berlaku, haruslah
merupakanmanifentasi ketaatan kita kepada Allah didalam Yesus Kristus (moral yang tunggal).

c. Mengatakan Ya Kalau Ya, Tidak Kalau Tidak

Jikalau orang Kristen wajib menaati hukum dan menghargai norma-norma tradisi yang berlaku dalam
masyarakat, tetapi Yesus meminta supaya kita jujur dan tegas pada [Link] meminta supaya
kita jujur dan tegas pada kebenaran. Yesus berkata : ”Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak,
hendaklah kamu berkata tidak, apa yang lebihdari pada itu, berasal dari si jahat”(Matius 5 : 37). Orang
Kristen terpanggil untuk melayani bersekutu dan bersaksi dalam masyarakat, tetapi semua pelayan,
persekutuan dan kesaksianitu harus selalu berdasarkan kebenaran Allah.

Paulus dalam suratnya kepada Timotius, memberikan beberapa sikap dan tindakankristiani dalam
kebenaran masyarakat antara lain:

1) Jauhilah tahyul dan dongeng nenek-nenek tua

2) Beritakan dan ajarkanlah kebenaram injil

3) Jagalah kemurnian dirimu

4) Nyatakan apa yang salah, tegor dan nasihatilah

5) Dengan segala kesabaran dan pangajaran (II Tim. 4)

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering berhadapan dengan perilaku-perilaku dan prinsip-prinsip hidup
yang bertentangan dengan kebenaran Allah misalnya :

1) Katakanlah apa yang baik-baik saja tetapi jangan katakan yang sebenarnya.

2) Kebencianlah yang mengatakan kebenaran

3) Boleh berbohong asal untuk kebaikan

4) Boleh mencuri asal tidak ketahuan

5) Memang iblis mempunyai kekuatan

Tetapi sebagai orang Kristen yang ikut berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat, kitaharus membela,
dan mempertahankan kebenaran.

Di satu pihak orang Kristen tidak menjadi orang-orang ekslusif, arogan dan ekstrim,tapi di pihak lain,
orang Kristen tidak akan menjadi orang-orang yang munafik, berpura-puradalam masyarakat:
Katakanlah ya, kalau ya, tidak, kalau tidak.
DAPUS :

[Link]

Daito Tri Sampurna Lumbanraja,’’ kerukunan umat beragama ditinjau dari perspektif alkitab dan
implementasinya bagi umat kristen dikota palangkaraya, kalimantan tengah’’.2022

Anda mungkin juga menyukai