67% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
2K tayangan5 halaman

Refleksi Pengalaman Belajar dan Mengajar

Dokumen tersebut berisi refleksi pengalaman belajar dan mengajar seseorang pada masa lalu beserta pemahaman akan prinsip pendidikan. Dokumen ini memberikan gambaran mengenai arti belajar, perasaan saat belajar di sekolah, hal yang membuat senang atau tidak senang belajar, serta pengalaman belajar yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan.

Diunggah oleh

HelmyHelmy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
67% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
2K tayangan5 halaman

Refleksi Pengalaman Belajar dan Mengajar

Dokumen tersebut berisi refleksi pengalaman belajar dan mengajar seseorang pada masa lalu beserta pemahaman akan prinsip pendidikan. Dokumen ini memberikan gambaran mengenai arti belajar, perasaan saat belajar di sekolah, hal yang membuat senang atau tidak senang belajar, serta pengalaman belajar yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan.

Diunggah oleh

HelmyHelmy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Anda diminta berefleksi, mengingat kembali pengalaman belajar


di satu masa tertentu (misal: SD, SMP, atau SMA) sebagai
murid dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

1. Apa arti belajar bagi anda?


Belajar menurut saya adalah kehidupan, dan nafas bagi
manusia. Belajar adalah mencoba atau mempelajari hal baru.

2. Bagaimana perasaan Anda saat harus belajar di sekolah?


Perasaan saya saat harus belajar di sekolah sangat senang. Jika
saya dalam kondisi stres atau dalam tekanan, maka saya tidak bisa
belajar secara efektif. Pembelajaran dapat efektif ketika  lingkungan
mendukung dan menyenangkan. Siswa diharapkan dapat menikmati
belajar dan belajar harus diusahakan timbul dari perasaan suka serta
nyaman tanpa paksaan. Untuk itu perlu diciptakan lingkungan
menyenangkan dan bebas dari stres.

3. Hal apa yang membuat Anda senang belajar di sekolah?


Menurut saya, yang membuat saya lebih senang belajar di
sekolah yaitu jika disekolah kita bisa belajar sambil bermain bersama
teman-teman, jadi dalam proses belajar kita tidak gampang letih atau
bosan, selain itu juga jika belajar disekolah kita bisa diajari oleh
seorang guru. berbeda dengan halnya belajar sendiri dirumah kita
akan cepat bosan karna tak ada teman untuk berdiskusi dan bermain.

4. Hal apa yang membuat Anda tidak senang belajar di sekolah?


Sekolah menjadi tidak menyenangkan karena model
pembelajaran yang membosankan.
Ruang kelas menjadi momok yang menakutkan, proses belajar
mengajar menjadi statis dan menjenuhkan. Bahkan ada beberapa
mata pelajaran yang diampu oleh guru-guru yang sama sekali bukan
dengan latar belakang bidang yang diajari.

5. Apa kejadian menyenangkan yang pernah Anda alami saat menjadi


seorang murid?
Setiap hari Sabtu, kelas kami mengadakan pengundian teman
sebangku. Katanya sih biar makin akrab dengan teman sekelas, tapi
saya yang masih kecil saat itu agak deg-degan juga. Soalnya milih
teman sebangku kayak ngambil kucing dalam karung. Kalau orangnya
rajin, saya ikut rajin. Tapi kalau teman sebangku saya pemalas, saya
ikut malas juga.
Setelah terpilih, maka disahkan dengan penandatanganan
kesepakatan antara ketua kelas dan sekretaris. Kesepakatan ini
penting disahkan dan diabadikan agar tidak ada penyelewengan
selama satu minggu ke depan.
Kalau sudah begini, kami sekelas cuma bisa ngakak seharian.
Apalagi kalau pasangan sebangkunya orang yang bertolak belakang
secara kepribadian maupun gaya belajar.
6. Kejadian kurang nyaman yang pernah Anda alami saat menjadi
seorang murid?
Mengalami bullying. Sebagaimana kita tahu, bullying merupakan
merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan
dengan sengaja oleh satu atau sekelompok orang yang lebih kuat
atau berkuasa terhadap orang lain, bertujuan untuk menyakiti dan
dilakukan secara terus menerus.

7. Apakah mata pelajaran yang Anda sukai? 


Seni Budaya

8. Apa alasan Anda menyukai mata pelajaran tersebut?


Menurut saya orang yang menyukai seni adalah seseorang yang
dapat mencurahkan apa yang ada dalam pikiran (ide), perasaan,
mood, dsb. Dengan begitu biasanya orang yang menyukai seni
paham dengan perasaan, pemikiran, dsb dari seorang pencipta seni
tersebut.

9. Kegiatan belajar apa yang paling menarik untuk Anda pada saat itu?
Kegiatan belajar yang paling menarik untuk saya pada saat itu
adalah menari. Praktik seni tari mendorong saya memiliki minat di
dalam budaya. Meskipun sebagai siswa laki-laki awalnya kurang
berminat, namun semangat belajar seni tari menjadi hal yang harus
terus digelorakan dalam diri sebagai bagian menjaga tradisi.

10. Guru mata pelajaran apa yang menjadi favorit Anda? Jelaskan
alasannya!
Guru favorit saya mengajar pelajaran Biologi dan Bahasa
Indonesia. Saya menyukai gurunya dan tentu juga pelajaran yang ia
ajarkan kepada saya.
Kesan yang guru tersebut berikan kepada saya sangatlah
banyak. Salah satunya yang paling saya sukai adalah beliau selalu
memperhatikan seluruh murid-muridnya, selalu memberikan
semangat dan motivasi yang tiada henti-hentinya, motivasi dan
nasehat yang beliau berikan kepada saya sangat sangat membangun
dan membuat saya berubah menjadi lebih baik lagi.

11. Guru mata pelajaran apa yang tidak Anda sukai? Jelaskan alasannya.
Mata pelajaran yang tidak saya sukai adalah matematika karena
metode pembelajarannya. Beliau kalau menjelaskan materi sangat
cepat seperti kereta api. Saya duduk di depan saja tidak paham apa
yang di maksud guru tersebut. Matematika itu kan banyak rumusnya,
kalau misalnya ada yang tanya, sedangkan beliau menjelaskannya
seperti kereta api dan suaranya kecil lagi, Bagaimana bisa paham?

12. Guru seperti apa yang membuat Anda termotivasi dalam belajar?
Guru yang membuat saya termotivasi dalam belajar adalah guru
yang memberikan materi pelajaran lalu membuat pertanyaan dan
siswapun mengerjakan tugas dengan baik dengan tujuan untuk
menumbuhkan motivasi siswa dalam proses belajar, sehingga siswa
dapat menyelesaikannya dengan tuntas.

2. Anda diminta berefleksi, mengingat kembali pengalaman sebagai


pendidik dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

1. Hal apa yang mendorong Anda untuk menjadi seorang pendidik


seperti saat ini?
Bagi seorang guru seperti saya, mengajar adalah kebahagiaan
sedangkan belajar adalah kebutuhan. Ketika seorang guru
mengajarkan sesuatu kepada muridnya, di situ guru juga akan turut
serta belajar. Guru bukan hanya seorang yang menguasai bidang tapi
seorang yang tak pernah berhenti belajar.
Hal ini akan meningkatkan wawasan sekaligus pemahaman
tentang berbagai hal. Termasuk wawasan belajar dari banyak murid
karena guru yang baik adalah guru yang tidak membatasi diri, dari
mana ilmu itu datang.

2. Pendidik seperti apakah Anda saat ini?


Menurut saya, murid melihat saya sebagai peran yang penting.
Hal ini karena saya punya tugas yang mulia sebagai pembimbing,
pendidik, penilai dan bisa mengevaluasi muridnya jika ada hal yang
tidak pantas.
Seorang guru memang punya banyak peran yang harus
dimainkan. Seorang guru harus bisa membentuk karakter dari para
anak asuhnya agar punya karakter yang baik.
Tak aneh jika seorang guru juga harus punya karakter yang baik
agar mampu memberikan hal yang bisa dicontoh dengan baik oleh
siswanya.
Siswa akan meniru hal yang dicontohkan gurunya maka dari itu
wajib hukumnya untuk guru mencontohkan hal-hal baik.
Selain itu guru harus memberikan penilaian dan evaluasi khusus
untuk perkembangan anak muridnya.

3. Bagaimana profil pendidik yang ideal yang ingin Anda capai?


Umumnya, yang disebut guru ideal adalah guru yang mampu
menguasai materi; mampu menguasai kelas; mempunyai wawasan
yang luas; kreatif; inovatif; dan memiliki karakter-karakter positif
lainnya.

4. Bagaimana praktik-praktik belajar yang Anda ketahui atau amati


terjadi di sekitar Anda sekarang?
Penerapan praktik-praktik belajar sekarang ini masih belum
memiliki proyek tertentu yang harus dilakukan oleh para peserta didik,
yang dapat membuat mereka menjadi lebih aktif dalam upaya
mengeksplorasi diri. Selain itu, praktik-praktik belajar saat ini juga
kurang interaktif dan relevan mengikuti perkembangan zaman.

3. Silakan tulis pemahaman Anda mengenai prinsip yang dimiliki


dan diyakini dalam menjalani peran sebagai pendidik dengan
bantuan pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Apa definisi belajar yang Anda pahami?


Pengertian belajar adalah suatu proses atau upaya yang
dilakukan setiap individu untuk mendapatkan perubahan tingkah laku,
baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai positif
sebagai suatu pengalaman dari berbagai materi yang telah dipelajari.

2. Apa definisi pendidikan yang Anda pahami?


Pendidikan ialah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, serta
kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke
generasi selanjutnya melalui pengajaran, penelitian serta pelatihan.

3. Jelaskan tokoh dan teori yang menjadi panutan dan referensi Anda
dalam menjalankan peran Anda sebagai pendidik!

Teori Humanistik
Nama Tokoh: Arthur Combs, Abraham H. Maslow, dan Carl R. Rogers

Arthur Combs, seorang humanis, berpendapat bahwa perilaku


batiniah, seperti perasaan, persepsi, keyakinan, dan maksud,
menyebabkan seseorang berbeda dengan orang lain. Untuk
memahami orang lain, kita harus melihat dunia orang lain seperti ia
merasa dan berpikir tentang dirinya.
Abraham H. Maslow dikenal sebagai salah satu tokoh psikologi
humanistik. Karyanya di bidang ini berpengaruh dalam upaya
memahami motivasi manusia. la menyatakan bahwa dalam diri
manusia terdapat dorongan positif untuk tumbuh sekaligus ke-kuatan
yang menghambat.
Carl R. Rogers adalah seorang ahli psikologi humanis yang
gagasan-gagasannya berpengaruh terhadap pikiran dan praktek
pendidikan. la menyarankan adanya suatu pendekatan yang berupaya
menjadikan belajar dan mengajar lebih manusiawi
4. Bagaimana pengalaman belajar Anda mempengaruhi tujuan Anda
bergabung dalam program Pendidikan Guru Penggerak sebagai
Pengajar Praktik?

Pengalaman belajar saya yang mempengaruhi tujuan saya


bergabung dalam program Pendidikan Guru Penggerak sebagai
Pengajar Praktik adalah: Pertama, saya ingin memastikan bahwa
setiap CGP memiliki kesempatan untuk belajar dan berlatih secara
langsung, sehingga mereka dapat memahami konsep dan aplikasi
dalam situasi nyata. Kedua, saya berusaha untuk membuat suasana
belajar yang menyenangkan dan inklusif, sehingga CGP merasa
nyaman dan tertarik untuk belajar. Dan yang ketiga, saya ingin
membantu CGP meningkatkan kemampuan mereka dan memperkuat
keterampilan praktis mereka melalui pengalaman belajar yang
menyenangkan dan memotivasi.

5. Bagaimana latar belakang dan prinsip yang Anda anut sebagai


pendidik mempengaruhi tujuan Anda bergabung dalam program
Pendidikan Guru Penggerak sebagai Pengajar Praktik?
Kategori yang memenuhi syarat untuk menjadi seorang pengajar
praktik adalah kepala sekolah, pengawas sekolah, akemisi, konsultan
pendidikan, dan guru. Adapun untuk dapat terseleksi sebagai
pengajar praktik haruslah seseorang yang memiliki jiwa
kepemimpinan yang tinggi, mendapatkan izin atasan, dan dapat
membimbing atau mendampingi keseluruhan proses pendidikan guru
penggerak.
Kemampuan yang sebaiknya dimiliki oleh seorang pengajar
praktik yaitu:
- Kemampuan memimpin dan mendampingi atau mementorkan guru
penggerak.
- Mampu memberikan pelatihan kepada tim yang didampingi.
- Mampu memberikan evaluasi, saran, masukan terhadap performa
dan kinerja dari guru yang didampingi.
- Memiliki rencana dan jadwal pendampingan yang sistematis.
- Menjaga komitmen dalam keseluruhan jadwal pendidikan.
- Mempunyai teknik yang sistematis dalam pendampingan dan
memecahkan masalah pada tim yang didampingi.

Common questions

Didukung oleh AI

Lingkungan belajar yang ideal menurut dokumen ini haruslah mendukung dan menyenangkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Ketika lingkungan tersebut bebas stres dan mempromosikan rasa suka serta kenyamanan dalam belajar tanpa paksaan, siswa dapat lebih menikmati proses belajar . Didasarkan pada pemahaman bahwa suasana belajar yang menyenangkan dan inklusif dapat membuat siswa nyaman dan tertarik untuk belajar, hal itu mendorong efektivitas .

Sebagai siswa, belajar dianggap sebagai kehidupan dan nafas, di mana suasana yang menyenangkan dan bebas stres membuat belajar menjadi lebih efektif . Sementara bagi seorang pendidik, belajar adalah sebuah kebutuhan dan kesempatan untuk terus meningkatkan wawasan dan pemahaman, di mana mengajar pun menjadi bagian dari belajar .

Seni Budaya disenangi oleh siswa karena memungkinkan ekspresi ide, perasaan, dan mood, serta pemahaman akan pencipta seni dan budaya . Ini sejalan dengan teori humanistik dalam pendidikan, misalnya oleh Abraham Maslow dan Carl Rogers, yang menekankan aktualisasi diri dan pembelajaran yang manusiawi, mendorong lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi perasaan dan potensi individu secara penuh .

Pengalaman dengan bullying dapat membuat pendidikan terasa menakutkan dan tidak menyenangkan bagi seorang siswa. Bullying, sebagai bentuk kekerasan yang dilakukan secara terus-menerus, dapat menyebabkan siswa merasa tertekan dan mengurangi motivasinya untuk belajar .

Pendekatan guru yang terlalu cepat dalam menyampaikan materi dapat menghambat pemahaman siswa, karena siswa kesulitan untuk mengikuti penjelasan dan merasa tertekan. Ini membuat siswa tidak dapat memahami materi dengan baik, terutama jika terdapat banyak informasi atau rumus yang perlu dicerna .

Prinsip yang mendasari keikutsertaan pendidik dalam program ini meliputi keinginan untuk memastikan peserta mendapatkan kesempatan belajar dan berlatih langsung, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan inklusif, serta meningkatkan kemampuan praktis peserta melalui pengalaman belajar yang memotivasi .

Kriteria untuk menjadi Pengajar Praktik dalam program ini termasuk menjadi kepala sekolah, pengawas sekolah, akademisi, konsultan pendidikan, atau guru. Diperlukan kemampuan memimpin, memberikan pelatihan, mengevaluasi kinerja, membuat jadwal sistematis, menjaga komitmen, dan memecahkan masalah dalam pendampingan .

Teori humanistik, yang didukung oleh tokoh-tokoh seperti Arthur Combs, Abraham Maslow, dan Carl Rogers, mempengaruhi pandangan tentang pendekatan belajar dan mengajar yang manusiawi dengan menekankan aspek perasaan, persepsi, serta motivasi individu. Humanisme berupaya menjadikan proses belajar dan mengajar lebih humanis dengan memperhatikan dorongan pertumbuhan positif dalam diri manusia dan menciptakan lingkungan dimana individu dapat memahami dan mengembangkan potensi secara penuh .

Praktik-praktik belajar saat ini dianggap kurang mendukung perkembangan siswa karena kurangnya proyek yang mendorong eksplorasi diri dan praktik belajar yang tidak interaktif serta tidak relevan dengan perkembangan zaman . Untuk mengatasi hal ini, praktik pembelajaran harus diubah untuk lebih proaktif, relevan, dengan penerapan proyek dan pendekatan interaktif yang dapat mempromosikan pembelajaran mandiri dan eksploratif.

Peran guru sangat penting dalam membentuk karakter siswa, karena guru berfungsi sebagai pembimbing, pendidik, penilai, dan role model yang harus mempunyai karakter baik. Dengan mencontohkan perilaku yang positif, guru memberikan hal yang dapat dicontoh oleh siswa dan mendorong mereka untuk meniru perilaku baik tersebut, sehingga membentuk karakter siswa yang baik .

Anda mungkin juga menyukai