BAB I.
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Masalah
Sampah plastik sudah menjadi permasalahan serius di Indonesia, terutama di
daerah perkotaan. Kebanyakan masyarakat memilih untuk membuang sampah
plastik diberbagai tempat umum seperti di jalan, sungai atau perkarangan kosong.
Mengingat sampah plastik sulit terurai maka akan menggangu kebersihan dan
kesehatan lingkungan. Apabila pembuangan sampah semakin tidak terkendali
akan berakibat menumpuknya sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS)
dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Salah satu jenis sampah yang cukup banyak adalah sampah botol plastik. Menurut
Ditjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum (2007), sampah merupakan
suatu buangan atau produk sisa dalam bentuk padat sebagai kegiatan manusia
yang dianggap sudah tidak bermanfaat lagi.
Penggunaan plastik dalam kehidupan manusia semakin lama semakin meningkat.
Peningkatan pemanfaatan plastik ini terjadi karena plastik bersifat ringan, plastik,
ekonomi dan dapat menggantikan fungsi dari barang-barang lain. Sifat praktis dan
ekonomi ini menyebabkan plastik sering dijadikan barang sekali pakai, sehingga
semakin banyaknya penggunaan perlengkapan dari bahan plastik terutama dalam
kemasan air minum yang terbuat dari botol plastik.
Sampah botol yang pembuangannya semakin tidak terkontrol dan sembarangan
menjadi suatu masalah yang sangat mengkhawatirkan. Penumpukan sampah yang
melebihi batas telah muncul di beberapa kota besar, Tempat Penampungan
Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) penuh. sehingga
mencemari lingkungan dan dapat menimbulkan penyakit yang berada disekitar
pemukiman penduduk, bahkan bahaya banjir dapat mengancam akibat
pembuangan sampah yang sembarangan.
1
Daur ulang limbah plastik adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas
menjadi sebuah produk. Jika masyarakat memahami cara mengolah sampah
dengan baik, maka sampah yang tadinya tidak berguna akan memiliki nilai
ekonomi yang baik dengan dijual atau dimanfaatkan kembali menjadi sebuah
produk kreatif dan inovatif (Herianti, 2009: hal.5).
Pemakaian botol plastik yang semakin meningkat dapat diatasi dengan gerakan
recycle atau mendaur ulang menjadi barang baru yang berguna bagi lingkungan
maupun recreate untuk mendapat barang baru. Pengolahan daur ulang botol
plastik bekas ini berguna untuk memberi kesinambungan sumber daya alam yang
perlu dilestarikan di masa depan.
Di Indonesia, menurut data statistik persampahan domestik Indonesia, jenis
sampah plastik menduduki peringkat kedua sebesar 5.4 juta ton per tahun atau 14
persen dari total produksi sampah plastik yang terbesar dari kemasan dan wadah
seperti: botol minuman, tutup botol, botol sampo dan lainnya. Sementara
berdasarkan data dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD)
Jakarta, khusus di Jakarta tumpukan sampah mencapai lebih dari 6.000 ton per
hari dan sekitar 13 persen dari jumlah tersebut berupa sampah plastik. Pada
umumnya masyarakat masih belum bisa mengelolah sampah dengan baik
sehingga sampah botol plastik menumpuk, padahal sampah botol plastik dapat
dimanfaatkan. Maka dari itu perlu upaya perancangan komunikasi yang baik
dalam menginformasikan cara mengolah sampah botol plastik yang benar
sehingga menjadikan sebuah produk inovatif, bertujuan agar masyarakat
memahami cara mengelolah sampah botol plastik. Barang yang tadinya tidak
berguna menjadi sebuah produk bernilai dan bermanfaat bagi masyarakat.
2
I.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang ada, maka dapat diidenfikasikan yang terjadi
pada masyarakat, yaitu:
Sebagian besar masyarakat belum mengetahui bahwa dari sampah botol
plastik dapat dijadikan sebuah barang/produk daur ulang yang berguna dan
memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.
Sebagian besar masyarakat belum mengetahui cara mengelolah sampah
botol plastik dengan baik.
I.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan dari identifikasi masalah, maka dapat dirumuskan bahwa terdapat
masalah yang dihadapi oleh masyarakat adalah perlunya pengembangan
komunikasi yang baik sehingga masyarakat dapat mengelolah dan memahami
bahwa sampah botol plastik yang dapat diolah dengan baik dan benar akan
memiliki nilai ekonomi tinggi.
I.4 Batasan Masalah
Masalah sampah botol plastik terjadi di berbagai daerah, maka ada beberapa
batasan masalah yang harus diperhatikan, yaitu:
Batasan masalah dari sisi objek adalah sampah plastik. Namun
perancangan ini membatasi sampah plastik yang akan diolah yaitu sampah
botol plastik seperti: botol air mineral dan sofdrink, karena memiliki nilai
ekonomi, tergantung dari inovasi cara mengelolah sampah botol plastik
sehingga menghasilkan sebuah barang/produk yang memiliki nilai
ekonomi tinggi.
Batasan masalah dari sisi subjek adalah kurangnya pengetahuan
masyarakat tentang pengolahan sampah botol plastik dengan baik.
Masalah pengolahan sampah botol plastik yang kurang baik terjadi di
berbagai negara, salah satunya adalah negara Indonesia. Menurut data
statistik di Indonesia jenis sampah plastik menduduki peringkat kedua
sebesar 5,4 juta ton per tahun atau 14 persen dari total produksi sampah
3
plastik yangterbesar dari kemasan dan wadah seperti: botol minuman,
tutup botol, botol sampo dan lainnya.
I.5 Tujuan dan Manfaat Perancangan
Sesuai dengan permasalahan yang ada di latar belakang, tujuan dan manfaat yang
diharapkan akan dicapai dalam perancangan ini adalah agar masyarakat
mengetahui cara mengelolah sampah botol plastik yang baik dan benar, yang
diharapkan membuka wawasan kepada masyarakat tentang seberapa besar
pemanfaatan botol plastik terhadap lingkungan dengan mengolah sampah botol
plastik. Sampah botol plastik yang dipandang tidak berguna dapat menjadi sebuah
produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga hal ini dapat mewujudkan
gaya hidup peduli lingkungan menjadi bersih dan dapat mengurangi jumlah
sampah botol plastik yang sulit terurai.