Chamber, Caster, King Pin Inclination Gauge dan Toe In Gauge
Disusun oleh:
Talkhah Anizar
NIM: 5202422018
PRODI PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF
JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2023
Pengertian CCKG
Cаmbеr, саѕtеr kіngріn gаugе (CCKG)
Alаt іnі berfungsi untuk mеngеtаhuі bеѕаr ѕudut camber, саѕtеr, dаn kіngріn dаrі kendaraan. Pеnunjukаn
besar sudut ditunjukan оlrh аdаnуа gеlеmbung udаrа раdа gelas реndugа pada mаѕіng-mаѕіng
реngukurаnnуа. Pеnggunааn аlаt іnі harus dikombinasikan dеngаn turnіng radius gauge dаn kendaraan
harus pada роѕіѕі dаtаr untuk memperoleh hasil pengukuran yang рrеѕіѕі.
gambar CCKG diambil dari PENDALAMAN MATERI CASIS OTOMOTIF KEGIATAN BELAJAR 1. SISTEM KEMUDI, REM, DAN SUSPENSI
Muhkamad Wakid,Yosep Efendi ,Tafakur PPG DALAM JABATAN Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi2018
Nama nama bagian CCKG
1. Caster angle gauge: Alat untuk mengukur sudut caster pada kendaraan.
2. King pin inclination gauge: Alat untuk mengukur sudut inklinasi king pin pada kendaraan.
3. Camber gauge: Alat untuk mengukur sudut camber pada kendaraan.
4. Bubble level: Alat untuk memastikan bahwa alat ukur berada pada posisi yang tepat.
5. Protractor: Alat untuk mengukur sudut yang tidak dapat diukur menggunakan bubble level.
6. Height stand: Alat untuk memposisikan alat ukur pada ketinggian yang sesuai.
7. Wheel adapter: Alat untuk memasang alat ukur pada roda kendaraan.
8. Dial indicator: Alat untuk mengukur sudut dengan akurasi tinggi dan menunjukkan hasil
pengukuran pada skala.
9. Turntables: Alat untuk memutar roda kendaraan secara bebas sehingga memungkinkan
pengukuran caster dan king pin inclination.
10. Magnetic base: Alat untuk menempelkan dial indicator pada bagian kendaraan yang
diperlukan.
Pengertian dan fungsi
CHAMBER
gambar dari Muhkamad Wakid,Yosep Efendi ,Tafakur PPG DALAM JABATAN Kementerian Riset, Teknologi
dan Pendidikan Tinggi2018
Camber adalah kemiringan roda terhadap garis vertikal jika dilihat dari depan atau belakang
kendaraan. Jika roda miring ke arah luar kendaraan maka nilainya + (positif) dan jika roda miring ke arah
dalam kendaraan maka nilainya – (negatif). Manfaat sudut camber positif yaitu memperkecil
kemungkinan axle bengkok, mencegah roda slip, kemudi jadi ringan. Masing-masing sudut camber ini
memiliki fungsi berbeda sehingga disesuaikan penyetelakannya dengan jenis kendaraan. Camber positif
memiliki fungsi utama untuk membuat camber menjadi nol ketika terdapat beban pada kendaraan.
Efeknya adalah beban pada steering jadi berkurang. Selain itu camber positif juga mencegah camber
menjadi negatif sehingga tidak terjadi perubahan komponen suspensi. Mobil-mobil keluaran lama
biasanya menggunakan camber positif, sehingga terdapat penambahan daya tahan pada axle depan.
Selain itu juga mengupayakan agar ban tidak mengalami keausan yang tidak rata akibat menyentuh jalan
dengan sudut yang salah. Camber negatif memiliki fungsi untuk mengupayakan agar kendaraan bisa
stabil dan juga lurus. Selain itu dapat mengurangi kemiringan kendaraan saat berbelok dan jadi lebih
sempurna. Jenis mobil yang menggunakan camber negatif adalah mobil balap yang membutuhkan
kestabilan tinggi pada saat berbelok tajam dengan kecepatan sangat tinggi.
CASTER
Caster adalah kemiringan steering axis inklination/ king pin jika dilihat dari arah samping. Caster
berperan untuk kelurusan dan kestabilan kemudi serta untuk mendapatkan pengembalian ke posisi lurus
setelah belok
gambar dari PENDALAMAN MATERI CASIS OTOMOTIF KEGIATAN BELAJAR 1. SISTEM KEMUDI, REM, DAN SUSPENSI Muhkamad
Wakid,Yosep Efendi ,Tafakur PPG DALAM JABATAN Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi2018
Fungsi penyetelan, pada saat jalan lurus, mobil tetap stabil walaupun kemudi tidak dipegang, serta gak
gampang selip saat belok. Cara penyetelan sama seperti setingan camber. Jika caster terlalu positif,
efeknya saat belok kemudi terasa berat dan getaran pada kemudi terasa besar, terutama saat lewat jalan
kasar. Namun jika caster terlalu negatif, akan berakibat kemudi tidak stabil/terasa melayang dan ban aus
tidak rata atau bergelombang. Sementara bila sudut caster kiri dengan kanan berbeda, akibatnya jalannya
mobil cenderung menarik ke salah satu sisi, lalu saat belok ke kiri maupun kanan, beratnya berbeda.
Terakhir, ketika ngerem, kemungkinan mobil menarik ke satu sisi saja
King pin inclination (KPI) / Steering axis inclination (SAI)
KPI/SAI gambar dari PENDALAMAN MATERI CASIS OTOMOTIF KEGIATAN BELAJAR 1. SISTEM KEMUDI, REM, DAN SUSPENSI Muhkamad
Wakid,Yosep Efendi ,Tafakur PPG DALAM JABATAN Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi2018
Kingpin Inclination adalah sudut terhadap garis vertikal dan bisa dilihat dari bagian depan
kendaraan, atau disebut juga Steering Axis Inclination yang dapat menimbulkan jarak offset semakin
kecil. Pemeriksaan ini berfungsi mengetahui kestabilan kemudi ketika menggelinding di sekitar kingpin.
Ketika kendaraan berhenti, maka gaya jadi lebih kecil untuk memutarkan kemudi. Kemudian
pemeriksaan ini juga dapat menciptakan pengaruh self centering yang lebih kuat, membuat roda depan
yang dibelokkan saat melewati tikungan dapat kembali lurus ke depan.
Nama bagian bagian dari toe in gauge
1 = SKALA PENGUKURAN
2 & 4 = JARUM PENUNJUK
3 = MUR PENGATUR
5 = MUR PENYETEL
Prosedur pengukuran Chamber, Caster, KPI/SAI
1).Lakukan pemeriksaan tekanan ban dan kondisi ban! Kondisi ban harus standart.
2).Periksa kondisi bantalan roda serta run-out roda! Jika ada yang tidak baik perbaiki terlebih
dahulu!
3). Periksa kondisi steering lingkage dan ball joint! Steering linkage dan ball joint harus dalam
kondisi yang baik
4).Periksa kondisi dari suspensi! Suspensi harus dalam kondisi yang baik!
5).Tempatkan kendaraan pada tempat yang rata/ datar!
6).Tempatkan roda depan kendaraan di atas turning table!
7).Tempatkan landasan setebal turning table pada roda belakang!
8).Pasangkan CCKG pada hub roda dengan posisi yang tepat!
9).Tepatkan gelembung udara pada level alat tepat pada nol (0)!
10). Bacalah penunjukkan gelembung pada skala camber gauge!
11). Putarkan roda depan dengan pelan-pelan tapi kontinyu ke arah luar sebesar 20 derajat.
12). Putarkan penyetel nol pada belakang skala alat, sehingga skala caster dan KPI tepat berada
pada nol!
13). Putarkan depan dengan pelan-pelan tapi kontinyu ke arah dalam sebesar 20 derajat dari posisi
lurus!
14). Bacalah penunjukkan gelembung pada skala caster dan KPI gauge.
Cara pembacaan Toe in gauge
a. Set skala pengukuran toe in gauge pada posisi nol.
b. Kendorkan mur pengikat panjang patokan.
c. Masukkan toe in gauge dari bagian belakang roda depan dengan posisi jarum pengukur menempel
pada ban dengan cara memperpanjang atau memperpendek batang toe in, kemudian keraskan mur
pengikat panjang patokan.
d. Set jarum pengukur berada di tengah-tengah ban, kemudian beri tanda di titik tersebut.
e. Keluarkan toe in gauge dan jangan sampai posisi jarum pengukur berubah.
f. Dorong kendaraan ke depan sehingga roda kendaraan berputar 180 derajat.
g. Pasang toe in gauge di depan roda depan dengan posisi jarum pengukur menempel pada titik
yang terdapat di tengah-tengah ban.
h. Baca skala pengukuran pada toe in gauge dan catat hasilnya.
Refrensi vidio pembelajaran:
[Link]
Daftar pustaka
m wahid, y. e. (2018). artikel. pendalaman materi casis otomotif kegiatan belajar 1 sistem kemudi, rem,dan
suspensi, 78.