ANGGARAN DASAR JUWANA HONDA CLASSIC (AD – JHC)
PEMBUKAAN
Bahwa para pecinta motor Honda klasik yang bertempat tinggal di Juwana menyadari akan
pentingnya kerja sama antar para pecinta motor pada umumnya dan pada pecinta motor
Honda klasik khususya, serta ikut menjalin rasa solidaritas dan rasa persaudaraan dalam
suasana kekeluargaan sesama pengendara dan pecinta motor.
Untuk mencpai tujuan tersebut kami saling membantu, menghormati, dan hidup rukun dalam
suasana kekeluargaan.
Maka atas rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, kami masing-masing telah menyetujui
pembukaan ini unuk mendirikan suatu Organisasi tetap yang dikenal “Juwana Honda Classic’
dan dengan ini pula menetapkan Anggaran Dasar Organisasi.
BAB I : NAMA dan TEMPAT
Pasal 1 :
(1) Organisasi ini bernama JHC (Juwana Honda Classic).
(2) JHC berkedudukan di Kota Juwana.
Pasal 2 :
JHC didirikan pada hari Minggu,8 agustus 2010 sampai batas waktu yang tidak
ditentukan.
BAB II : SIFAT dan TUJUAN
Pasal 3 :
JHC merupakan organisasi motor yang bersifat kekeluargaan.
Pasal 4 :
JHC bertujuan : Mempererat dan menjalin tali kekeluargaan sesame pengendara motor klasik
BAB III : MISI JHC
- Sebagai wadah kumpul pecinta motor klasik
- Mempererat jalinan tali persaudaran sesama pecinta motor klasik.
BAB IV : KEANGGOTAAN
Pasal 5 :
(1) Anggota JHC adalah setiap pecinta motor klasik
(2) Ketentuan mengenai keanggotaan JHC diatur dalam ART.
BAB V : ORGANISASI
Pasal 6 :
(1) JHC mempunyai wilayah kerja di Juwana.
(2) JHC dibawah naungan CBI.
Pasal 7 :
(1) Kekuasaan tertinggi pada ketua JHC.
(2) Kepengurusan diatur oleh Ketua dan Wakil Ketua terpilih di Musyawarah Besar.
BAB VI : MUSYAWARAH dan RAPAT
Pasal 8
Pengurus bertugas :
Pasal 9:
(1) Musyawarah besar diadakan dengan kesepakatan bersama.
(2) Rapat rutinan diadakan dua minggu sekali.
Pasal 10 :
Musyawarah Besar JHC memiliki wewenang pembahasan AD/ART dan pergantian
kepengurusan.
Pasal 11 :
Dalam keadaan luar biasa dapat diadakan musyawarah besar luar biasa.
Pasal 12 :
Pengambilan keputusan dalam musyawarah dan rapat-rapat yang tersebut pada pasal-pasal
dalam Bab IV diatas dilakukan dengan musyawarah untuk mencapau mufakat dalam keadaan
tertentu dilakukan voting.
BAB VII : LAMBANG
Pasal 13 :
JHC mempunyai lambang dengan bentuk serta makna sebagaimana diatur dalam ART.
BAB VIII : KEUANGAN
Pasal 14 :
Keuangan JHC diperoleh dari :
(1) Uang iuran anggota.
(2) Sumbangan dalam bentuk apapun yang sah dan tidak mengikat.
(3) Penerimaan-penerimaan lain yang sah.
(4) Usaha yang sah.
Pasal 15 :
Besarnya uang iuran diterapkan oleh rapat anggota.
Pasal 16 :
Dana yang diperoleh dipergunakan untuk membiayai Musyawarah Besar dan keperluan lain-
lain yang dibutuhkan untuk operasional JHC.
BAB IX : ANGGARAN RUMAH TANGGA
Pasal 17 :
(1) Hal-hal yang tidak diatur didalam Anggaran Dasar akan diatur didalam Anggaran
Rumah Tangga yang merupakan perincian pelaksanaan Anggaran Dasar.
(2) ART dan peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya tidak boleh bertentangan
dengan AD.
BAB X : PERUBAHAN ANGGARAN DASAR dan ANGGARAN RUMAH TANGGA
Pasal 18 :
(1) Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ditetapkan oleh
Musyawarah Besar.
(2) Perubahan AD dan ART dianggap sah jika tujuannya tidak bertentangan dengan
tujuan awal berdirinya JHC.
BAB XI : PEMBUBARAN
Pasal 19 :
Pembubaran JHC ditetapkan dan diatur dalam ART.
BAB XII : PENUTUPAN
Pasal 20 :
(1) Hal-hal yang tidak diatur di dalam AD JHC, diatur dalam ART dan jika ada hal-
hal lain dalam Peraturan JHC.
(2) Anggaran Dasar ini mulai sejak tanggal ditetapkan.
(3) Disahkan dalam musyawarah besar.
ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART)
BAB I : UMUM
Pasal 1 :
Anggaran Rumah Tangga JHC merupakan pengaturan lebih lanjut dari AD JHC.
BAB II : ORGANISASI JHC
- Menjelaskan spesifikasi misi dan pembagian tanggung jawab dari kerja organisasi
BAB III : PERTEMUAN/KERJASAMA DENGAN (ORGANISASI LAINNYA YANG
SESIFAT)
Pertemuan/ Kerjasama dengan organisasi yang sesifat.
BAB IV : KEANGGOTAAN
Pasal 2:
(1) Anggota : Semuang anggota JHC setara dan tidak ada yang membedakan satu
sama lain
Pasal 3 :
Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban :
(1) Hak
- Dapat menjadi Ketua JHC sesuai atuuran yang berlaku.
- Dapat menjadi pengurus JHC.
- Menyampaikan idenya untuk memajukan JHC.
- Berpendapat saat rapat.
(2) Kewajiban
- Datang saat adanya rapat.
- Berkontribusi saat adanya kegiatan diselenggarakan JHC.
- Membayar iuran anggota sesuai kesepakatan
- Sukarela membangun JHC dan setia terhadap JHC.
- Sosialisasi dll.
Pasal 4 :
(1) Keanggotan seseorang diberhentikan karena ingin mengubah tujuan awal JHC.
(2) Pemberhentian sementara dilakukan oleh Ketua JHC.
Pasal 5 :
Pengurusan dibentuk oleh Ketua dan Wakil Ketua Terpilih dengan cara menunjuk anggota
untuk satu masa jabatan kerja .
Pasal 6 :
Pengurus mempunyai hak dan kewajiban:
(1) Hak
- Melakukan pengambilan suara ketika akan membuat kebijakan atau kegiatan
- Mengadakan rapat rutin
- Membuat Panitia Mubes diluar dan didalam Kepengurusan JHC
(2) Kewajiban
- Loyal terhadap JHC
- Menerima hasil musyawarah ketika suara Mubes.
- Berkontribusi segala kegiatan JHC.
BAB V : MUSYAWARAH DAN RAPAT
Pasal 7 :
(1) Musyawarah Besar JHC diselenggarakan satu kali dalam satu tahun
(2) Musyawarah Besar JHC dihadiri oleh sedikitnya 15 orang anggota JHC.
(3) Sidang Mubes dianggap sah jika adanya musyawarah.
BAB VI : ATRIBUT DAN PENGGUNAANNYA
Pasal 8 : Atribut
(1) Atribut
- Bendera
(2) Penggunaan
- Sebagai identitas komunitas
BAB VII : Ketentuan Penutup
Pasal 9 :
1) Hal- hal lain yang tidak diatur didalam AD JHC, diatur dalam Peraturan JHC.
2) Anggaran Rumah Tangga ini mulai berlaku sejak tanggal disyahkan.
3) Disahkan dalam musyawarah besar.
Ditetapkan di :
Juwana, 13 September 2022 Pukul 22.13
(……………………………..…..) (……………………….………)
Pimpinan Sidang Notulensi