0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
268 tayangan124 halaman

Rencana Pengadaan Tanah Tol Riau

Provinsi Riau memiliki potensi yang memungkinkan peningkatan infrastruktur. Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittinggi, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I diharapkan mengatasi lalu lintas dan mendukung perekonomian. Rencana ini telah terakomodasi dalam berbagai peraturan perencanaan. Lokasi rencana jalan tol sepanjang 24,7 km di Kabupaten Kampar memerlukan 9

Diunggah oleh

Tomi Sadewa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
268 tayangan124 halaman

Rencana Pengadaan Tanah Tol Riau

Provinsi Riau memiliki potensi yang memungkinkan peningkatan infrastruktur. Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittinggi, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I diharapkan mengatasi lalu lintas dan mendukung perekonomian. Rencana ini telah terakomodasi dalam berbagai peraturan perencanaan. Lokasi rencana jalan tol sepanjang 24,7 km di Kabupaten Kampar memerlukan 9

Diunggah oleh

Tomi Sadewa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PRAKTIKUM PENGADAAN TANAH

ANALISIS DOKUMEN PERENCANAAN PENGADAAN TANAH


PENAMBAHAN LAHAN JALAN TOL
RUAS PEKANBARU – BANGKINANG – PAYAKUMBUH – BUKITTINGGI
SEKSI BANGKINANG – PANGKALAN TAHAP I DI PROVINSI RIAU

Oleh:
Kelompok 1 Kelas B

Gansar Khumara NIT. 21303685


Rofi Nurhadi NIT. 21303705
Syahril Sidiq NIT. 21303710

Dosen Pengampu
Dr. Sutaryono, [Link]., [Link].
NIP. 19710121 199703 1 004

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV PERTANAHAN


SEKOLAH TINGGI PERTANAHAN NASIONAL
YOGYAKARTA
2023
DOKUMEN PERENCANAAN PENGADAAN TANAH JALAN TOL

SESUAI P ERATURAN P EMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2021

PENAMBAHAN LAHAN

RUAS JALAN TOL

PEKANBARU – BANGKINANG – PAYAKUMBUH –


BUKITTINGGI

SEKSI BANGKINANG – PANGKALAN TAHAP-I

STA 40+000 – STA 64+700

DI PROVINSI RIAU

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT


DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
DIREKTORAT JALAN BEBAS HAMBATAN
KATA PENGANTAR

Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) ini merupakan implementasi Undang


Undang No. 2 Tahun 2012, dimana setiap instansi yang memerlukan tanah untuk kepentingan
umum wajib membuat Rencana Pengadaan Tanah yang didasarkan pada RTRW dan
Prioritas Pembangunan. Adapun sasarannya adalah pengadaan tanah terencana dengan
baik. Dokumen ini juga telah mengacu pada Ketentuan Penyelenggaraan Pengadaan Tanah
Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum terbaru, sebagaimana tercantum dalam
Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2021.

Dokumen DPPT disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam rangka pengadaan
lahan untuk Pengembangan Jalan Tol Ruas Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh-
Bukittinggi, Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, sehingga tetap menjunjung prinsip
keadilan bagi masyarakat yang melepaskan hak atas tanahnya sesuai dengan peraturan
perundangan yang berlaku.

Tim Penyusun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
penyusunan dokumen ini. Diharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi
kesempurnaan dokumen ini.

Jakarta, 2022

Tim Penyusun
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

RINGKASAN EKSEKUTIF

Provinsi Riau memiliki banyak potensi dalam berbagai bidang yang


memungkinkan untuk dilakukannya perbaikan dan peningkatan fasilitas
infrastruktur dari dan menuju Provinsi Riau. Untuk itu perlu
pembangunan/pengusahaan Jalan Tol sebagai jalan dengan kualitas tinggi
sehingga diharapkan dapat mengatasi permasalahan lalu lintas dan mendorong
pertumbuhan ekonomi dan wilayah. Berbagai rencana pengembangan kawasan
di Provinsi Riau memicu adanya peningkatan volume lalu lintas di Provinsi Riau.
Peningkatan aktivitas tersebut membawa dampak kepada menurunnya tingkat
pelayanan dari jalan eksisting yang sudah ada. Sehubungan dengan hal
tersebut, diperlukan suatu jalan bebas hambatan yang dipercaya dapat
mempercepat mobilitas penduduk, bahkan mempunyai efek pertumbuhan
ekonomi yang signifikan bagi Provinsi Riau. Maksud dari pembangunan rencana
jalan tol ini adalah untuk mendukung perekonomian dan meningkatkan
aksesibilitas di Provinsi Riau dalam rangka membuka kawasan dalam
meningkatkan perekonomian wilayah. Sehingga pergerakan barang dan jasa
sangat mempengaruhi besaran tingkat perekonomian masyarakat di provinsi
tersebut, dan tujuan dari kegiatan pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–
Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I
adalah sebagai upaya penyediaan dan pengadaan sistem transportasi yang
efisien guna menunjang pertumbuhan ekonomi wilayah yang menjadi bagian dari
pertumbuhan ekonomi nasional.

Rencana pembangunan Ruas Jalan Tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-


Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I telah terakomodir (tertuang)
dalam RTRW Nasional (Peraturan Pemerintah No 13 Tahun 2017); RTRW Pulau
Sumatera (Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2012 ); RTRW Provinsi Riau
(Peraturan Daerah Provinsi Riau No. 10 tahun 2018); dan RTRW Kabupaten
Kampar (Perda Kabupaten Kampar Nomor 11 Tahun 2019.

Lokasi rencana jalan tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi


Bangkinang–Pangkalan Tahap-I, Sta. 40+000 – Sta. 64+700 secara
keseluruhan adalah sepanjang 24,7 Km yang dimulai pada Sta. 40+000 dari arah
Kota Bangkinang menuju kearah Pangkalan Koto Baru di Kabupaten Lima Puluh
Kota, Provinsi Sumatera Barat. Terdapat 4 kecamatan yang dilalui serta melewati
11 desa. Namun untuk tahap-I lokasi masih berada di Kabupaten Kampar yang
berakhir di Sta. 64+700.

i-i
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Total luas tambahan lahan yang dibutuhkan sebanyak 9,51 Ha, dengan
tambahan bidang tanah sebanyak 58 bidang yang terdiri dari dari Milik
Perseorangan.

Mayoritas status tanah yang digunakan merupakan perkebunan milik


masyarakat. Dari data tata guna lahan mayoritas kepemilikan adalah tanah
warga dan tidak terdapat tanah milik badan usaha. Dari status kepemilikan
Sebagian besar berstatus SKT dan SKGR.

Perkiraan waktu yang dibutuhkan dalam proses pengadaan tanah mengacu pada
UU Nomor 12 Tahun 2012 dan Perpres Nomor 71 Tahun 2012. tentang
pengadaan tanah untuk kepentingan umum, disebutkan bahwa Pengadaan
Tanah adalah kegiatan menyediakan tanah dengan cara memberi ganti kerugian
yang layak dan adil kepada pihak yang berhak. Sedangkan yang dimaksud
dengan ͞pihak yang berhak͟ adalah pihak yang menguasai atau memiliki objek
pengadaan tanah.

Perkiraan Waktu Perkiraan waktu rencana pembebasan lahan untuk


pembangunan Ruas Jalan Tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi,
Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I membutuhkan waktu kurang lebih 9 bulan
sampai dengan 13 bulan, yang terbagi menjadi 3 tahap yaitu;
1. TAHAP PERENCANAAN : Penyusunan Dokumen Perencanaan Pengadaan
Tanah (DPPT);
2. TAHAP PERSIAPAN : Pembentukan tim persiapan; Rapat Persiapan
Pelaksanaan Tahap Persiapan; Pemberitahuan rencana pembangunan via
media; Sosialisasi tatap muka; Pendataan awal pengadaan tanah; Konsultasi
publik; Permohonan Lokasi Pembangunan; Penetapan Lokasi Pembangunan;
3. TAHAP PELAKSANAAN DAN PENYERAHAN HASIL : Permohonan
Pelaksanaan Pengadaan Tanah Ke BPN; Penetapan Pelaksana Pengadaan
Tanah; Penyiapan Pengadaan Tanah & Pembentukan Satgas A & B;
Inventarisasi dan Identifikasi; Penerbitan dan Pengumuman Peta dan Bidang
Nominatif; Pelaksanaan penilai harga tanah; Penetapan Hasil Penilaian ;
Musyawarah Bentuk Kerugian; Validasi ; Pemberian Ganti Kerugian dan
Pelepasan Hak Atas Tanah; Pendokumentasian proses dan penyerahan.

i-i
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Estimasi Total Anggaran Pengadaan Tanah sebesar Rp. 42,815,444,713 atau


42,815 milyar Rupiah yang merupakan akumulasi dari Biaya Ganti Kerugian
Tanah, Biaya Penyelenggaraan Pengadaan Tanah (Tahap Perencanaan,
Persiapan), dan Biaya Operasional dan Biaya Pendukung (BOBP) Pelaksanaan
dan penyerahan Hasil, Biaya Penilai Pertanahan, Biaya Beracara di Pengadilan
dan Biaya Sertifikasi.

Kajian Lingkungan. Sesuai kreteria yang tercantum dalam Peraturan Menteri


Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2012 rencana
Tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–
Pangkalan Tahap-I, termasuk jenis kegiatan/usaha yang wajib melakukan
studi/memiliki Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Kajian/analisa
mengenai dampak lingkungan pembangunan jalan tol Ruas Rengat-Pekanbaru
saat ini telah menyelesaikan penyusunan Kerangka Acuan ANDAL dan tahap
awal kegiatan sosialisasi dan konsultasi public kepada masyarakat terkena
dampak rencana Jalan Tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi,
Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I.

i-i
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

DAFTAR ISI

RINGKASAN EKSEKUTIF............................................................................................................ I-i

DAFTAR ISI ................................................................................................................................... I-iii

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...................................................................................... I-1
B. Maksud dan Tujuan ................................................................................ I-2

BAB II : KESESUAIAN DENGAN TATA RUANG DAN PRIORITAS


PEMBANGUNAN
A. Kesesuaian Dengan Rencana Tata Ruang Wilayah ................. II-1
1. RTRW Nasional ................................................................................ II-1
2. RTRW Pulau Sumatera .................................................................... II-2
3. RTRW Provinsi Riau .............................................................................. II-4
4. RTRW Kabupaten Kampar .................................................................... II-4
B. Kesesuaian Dengan Rencana Prioritas Pembangunan Wilayah Dan
Prioritas Pembangunan Nasional/Daerah ........................................ II-5
1. Rencana Pembangunan Jangka Menengah .................................... II-5
2. Rencana Strategis ........................................................................... II-8
3. Rencana Kerja Pemerintah/Instansi Yang Bersangkutan ................. II-10
4. Dokumen Proyek Strategis Nasional ................................................ II-10

BAB III : LETAK/LOKASI RENCANA PEMBANGUNAN


A. Wilayah Administrasi ...................................................................... III-1
B. Kondisi Geografis ............................................................................ III-5
C. Titik Koordinat Batas Bidang .......................................................... III-7
D. Analisis Kelayakan Lokasi ................................................................. III-10

BAB IV : LUAS TANAH YANG DIBUTUHKAN


A. Perkiraan Kebutuhan Luas Tanah Per Wilayah Administrasi
Desa/Kelurahan .............................................................................. IV-1
B. Perkiraan Kebutuhan Luas Keseluruhan ........................................ IV-3
C. Justifikasi Teknik Kebutuhan Tambahan Lahan ............................ IV-4

I-iii
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

BAB V : GAMBARAN UMUM STATUS TANAH


A. Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Lahan .............. V-1
B. Bangunan dan Tanam Tumbuh ....................................................... V-3
C. Jenis Usaha Serta Benda Lain Yang Dapat Dinilai ......................... V-4

BAB VI : PERKIRAAN WAKTU PENGADAAN TANAH


A. Perkiraan Waktu Yang Dibutuhkan Terkait Dengan Tahun Anggaran VI-1
B. Jangka Waktu Pengadaan Tanah .................................................. VI-4
C. Bagan Proses Pengadaan Tanah .................................................. VI-7
D. Perkiraan Waktu Yg Dibutuhkan Pelaksanaan Pengadaan Tanah ..... VI-8
E. Tahap Pelaksanaan Pembangunan Jalan Tol .................................... VI-10

BAB VII : PERKIRAAN JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEMBANGUNAN . VII-1

BAB VIII : PERKIRAAN GANTI KERUGIAN


A. Perkiraan Ganti Kerugian Fisik ..................................................... VIII-1
B. Nilai Tanah ..................................................................................... VIII-1
C. Penilaian Ruang Atas dan Bawah ................................................. VIII-2
D. Nilai Bangunan ................................................................................ VIII-2
E. Nilai Tanam Tumbuh ..................................................................... VIII-3
F. Nilai Yang Berkaitan Dengan Tanah Dan/Atau Kerugian Lain Yang
Dapat Dinilai atau Nilai Fisik ........................................................... VIII-5
G. Dampak Sosial Yang Mungkin Timbul Terhadap Kegiatan Pengadaan
Tanah Tersebut ............................................................................. VIII-5

BAB IX : RENCANA PENGANGGARAN


A. Besaran Dana ............................................................................. IX-1
B. Biaya Tahap Penyelenggaran Pengadaan Tanah dan BOPP .......... IX-2
C. BOPP Tahap Pelaksanaan Dan Penyerahan Hasil .......................... IX-4
D. Nilai Ganti Kerugian atau Nilai Penggantian Wajar (NPW) .............. IX-9
E. Biaya Penilaian Pertanahan .............................................................. IX-11
F. Biaya Beracara di Pengadilan .......................................................... IX-12
G. Biaya Sertifikasi ................................................................................. IX-12

BAB X : PREFERENSI BENTUK KERUGIAN ............................................. X-1

BAB XI : MUATAN TAMBAHAN (TINJAUAN ASPEK LINGKUNGAN)


A. Landasan Hukum .......................................................................... XI-1
B. Kajian AMDAL .............................................................................. XI-3
C. Identifikasi Awal Potensi Dampak Besar Dan Penting Lingkungan ..... XI-4
D. Indikasi Awal Arahan & Pendekatan Pengelolaan LH ...................... XI-7
E. Hasil Kajian Tinjauan Lapangan AMDAL Jalan Tol ................... XI-8

BAB XII : PENUTUP ................................................................................................ XII-1

II-iii
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

DAFTAR TABEL

Tabel II.1 Rekap. Kesesuaian Rencana Pembangunan Jalan Tol Dengan RTRW ............ I-5
Tabel II.2 Jadual Sasaran Pembangunan Kementerian PUPR dalam RPJMN 2020-
2024 dalam Peningkatan Konektivitas Wilayah ........................................ II-10
Tabel II.3. Lampiran Peraturan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 ................................................ II-11
Tabel III.1. Daftar Wilayah Administrasi Terkena Rencana Ruas Jalan Tol Ruas
Bangkinang-Pangkalan Tahap-I ............................................................... III-2
Tabel III.2. Daftar Titik-Titik Koordinat Rencana Pembangunan Jalan Tol Ruas
Bangkinang-Pangkalan Tahap-I ............................................................... III-7
Tabel IV.1. Kebutuhan Lahan Tambahan ............................................................ IV-1
Tabel IV.2. Justifikasi Teknis .............................................................................. IV-4
Tabel V.1. Sebaran Status Alas Hak ................................................................. V-1
Tabel V.2. Jumlah dan Jenis Usaha Serta Benda Lain Yang Dapat Dinilai ........ V-5
Tabel VI.1. Perkiraan Waktu Yang Dibutuhkan Terkait Dengan Tahun Anggaran ...... VI-2
Tabel VI.2. Jangka Waktu Pembebasan Tanah ..................................................... VI-5
Tabel VI.3. Perkiraan Waktu Yang Dibutuhkan Pelaksanaan Pengadaan Tanah ....... VI-6
Tabel VI.4. Perkiraan Waktu Pembangunan ............................................................... VI-11
Tabel VII.1. Jadual Implementasi Pelaksanaan Pembangunan .................................. VII-2
Tabel VIII.1. Perkiraan Ganti Kerugian Fisik .................................................................... VIII-3
Tabel VIII.2. Perkiraan Ganti Kerugian Fisik ................................................................ VIII-4
Tabel VIII.3. Perkiraan Ganti Kerugian Non Fisik ........................................................ VIII-7
Tabel IX.1. Estimasi Total Anggaran Pengadadan Tanah ......................................... IX-1
Tabel IX.2. Estimasi Rincian Biaya Tahap Perencanaan dan Persiapan .................. IX-3
Tabel IX.3. Rincian Biaya OPP ................................................................................. IX-5
Tabel IX.4. Estimasi Nilai Penggantian Wajar ......................................................... IX-10
Tabel IX.5. Biaya Penilai Pertanahan ..................................................................... IX-11

III | i
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 4+000 – STA. 64+700

DAFTAR GAMBAR

Gambar II.1. Nawacita Kedua RPJMN 2020-2024 .................................................................. I-1


Gambar III.1. Sebaran Wilayah Administrasi Terkena Rencana Jalan Tol .................. III-1
Gambar III.2. Peta Orientasi Ruas Jalan Tol ............................................................. III-3
Gambar III.3. Peta Wilayah Administrasi Terkena Ruas Jalan Tol ............................ III-4
Gambar III.4. Peta Topografi dan Kemiringan .......................................................... III-6
Gambar III.5. Peta Trase Ruas Jalan Tol .................................................................. III-8
Gambar III.6. Peta Basic Design Ruas Jalan Tol ....................................................... III-9
Gambar IV.1. Luas Kebutuhan Lahan Sesuai RoW Plan ......................................... IV-2
Gambar IV.2. Perkiraan Luas Keseluruhan Lahan Per Kecamatan Sesuai RoW Plan . IV-3
Gambar IV.3. Perkiraan Luas Keseluruhan Lahan Per Desa Sesuai RoW Plan ........... IV-4
Gambar V.1. Sebaran Status Alas Hak dan Kepemilikan Lahan Penambahan .......... V-1
Gambar V.2. Luas Berdasarka Hak Kepemilikan/Penguasan Lahan ......................... V-2
Gambar V.3. Jumlah Tanam Tumbuh Yang Terkena ................................................. V-4
Gambar VI.1. Tahapan Pengadaan Tanah ................................................................. VI-1
Gambar VI.2. Bagan Alir Proses Pengadaan Tanah .................................................. VI-5

II | ii
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I STA. 40+000 – STA. 64+700

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2017 Tentang


Perubahan Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 Tentang RTRW Nasional
dan Lampiran III
Lampiran 2. Perpres Nomor 109 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor
3 Tahun 2016 Tentang “Percepatan Proyek Strategis Nasional”.
Lampiran 3. Data Awal Gambaran Umum Status Tanah Terkena Rencana Tol Penambahan
Lahan, Ruas: Pekanbaru – Bangkinang – Payakumbuh-Bukittinggi, Seksi
Bangkinang-Pangkalan Tahap-I

III | i
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Provinsi Riau memiliki banyak potensi dalam berbagai bidang yang


memungkinkan untuk dilakukannya perbaikan dan peningkatan fasilitas
infrastruktur dari dan menuju Provinsi Riau. Untuk itu perlu
pembangunan/pengusahaan Jalan Tol sebagai jalan dengan kualitas tinggi
sehingga diharapkan dapat mengatasi permasalahan lalu lintas dan
mendorong pertumbuhan ekonomi dan wilayah.

Berbagai rencana pengembangan kawasan di Provinsi Riau memicu adanya


peningkatan volume lalu lintas di Provinsi Riau. Peningkatan aktivitas tersebut
membawa dampak kepada menurunnya tingkat pelayanan dari jalan eksisting
yang sudah ada. Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan suatu jalan
bebas hambatan yang dipercaya dapat mempercepat mobilitas penduduk,
bahkan mempunyai efek pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi Provinsi
Riau.

Jalan Tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi merupakan ruas


prioritas berdasarkan Peraturan Presiden No. 109 Tahun 2020 tentang
Perubahan Ketiga Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 Tentang
Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Sebagai tahap awal dari
pengadaan tanah, disusunlah Dokumen Perencanaan Pengadaan Jalan
Tanah Tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi
Bangkinang – Pangkalan Tahap-I, Sta. 40+000 – Sta. 64+700 ini, sehingga
dalam pengadaan tanah nantinya lebih mempermudah dalam
pelaksanaannya.

Jalan bebas hambatan dan jalan tol merupakan jalan yang dibiayai dengan
investasi yang sangat besar dikarenakan volume pekerjaan yang besar serta
ruang/lahan yang akan terkena pelaksanaan fisiknya juga sangat luas. Oleh
karena itu perlu perencanaan dan informasi yang akurat sehingga volume
pekerjaan maupun lahan yang akan terkena pembangunan sedini mungkin
sudah dapat terdata dengan baik.

Guna mempercepat proses pengadaan tanah, pemerintah mengacu kepada


Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Untuk
Kepentingan Umum sebagai dasar untuk melakukan pembebasan lahan yang
diharapkan dapat selesai dalam dua tahun. Apabila kegiatan pembebasan

I-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

lahan telah selesai, dilanjutkan ke tahap konstruksi yang diperkirakan waktu


pelaksanaannya selama dua tahun. Dokumen Perencanaan Pengadaan
Tanah ditetapkan oleh pimpinan instansi yang memerlukan tanah atau pejabat
yang ditunjuk, selanjutnya disampaikan kepada Gubernur.

B. Maksud dan Tujuan

1) Maksud

Maksud dari pembangunan rencana jalan tol ini adalah untuk mendukung
perekonomian dan meningkatkan aksesibilitas di Provinsi Riau dalam rangka
membuka kawasan dalam meningkatkan perekonomian wilayah. Sehingga
pergerakan barang dan jasa sangat mempengaruhi besaran tingkat
perekonomian masyarakat di provinsi tersebut. Untuk mengatasi dan
mempercepat pergerakan barang dan jasa perlu adanya akses yang bisa
mengantisipasi beban lalu lintas. Salah satu alternatif penyelesaian adalah
dengan membangun ruas jalan tol Bangkinang – Pangkalan yang
menghubungkan pergerakan di wilayah Provinsi Riau yang merupakan bagian
dari jaringan tol Trans Sumatera. Oleh karena itu pergerakan kendaraan dapat
dilayani oleh ruas jalan tol tersebut dan dapat mengatasi kemacetan pada
ruas jalan tersebut serta mengantisipasi pertumbuhan kendaraan yang tinggi
diiringi dengan kapasitas badan jalan yang cukup layak.

2) Tujuan

Tujuan dari kegiatan pembangunan Jalan Tol Bangkinang – Pangkalan


adalah sebagai upaya penyediaan dan pengadaan sistem transportasi yang
efisien guna menunjang pertumbuhan ekonomi wilayah yang menjadi bagian
dari pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini terdapat jalan penghubung yang
arus lalu lintasnya cukup padat. Sehingga perlu pembangunan jalur alternatif
untuk meningkatkan sistem jaringan jalan yang menghubungkan semua
simpul jasa distribusi dari dan ke pusat – pusat kegiatan sebagai berikut:
- Menghubungkan secara menerus pusat kegiatan nasional, pusat
kegiatan wilayah, pusat kegiatan lokasi sampai pusat kegiatan
lingkungan, dan;
- Menghubungkan antar pusat kegiatan nasional.

I-2
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

BAB II. KESESUAIAN DENGAN TATA RUANG


DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN

A. Kesesuaian Dengan Rencana Tata Ruang Wilayah

Rencana pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi,


Seksi Bangkinang – Pangkalan Tahap-I tidak dapat dilepaskan dari Rencana Tata
Ruang Wilayah (RTRW) yang merupakan arahan kebijakan dan strategi pemanfaatan
ruang wilayah. RTRW dijadikan pedoman untuk:
a. penyusunan rencana pembangunan jangka Panjang;
b. penyusunan rencana pembangunan jangka menengah;
c. pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah;
d. pewujudan keterpaduan, keterkaitan, dan keseimbangan perkembangan antar
wilayah, serta keserasian antarsektor;
e. penetapan lokasi dan fungsi ruang untuk investasi;
f. penataan ruang kawasan-kawasan strategis; dan
g. penataan ruang wilayah.

1. RTRW Nasional

Perencanaan jalan bebas hambatan yang tercakup dalam RTRW Nasional ini
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Pemerintah. Berdasarkan
kebijakan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas
Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional, perencanaan jaringan jalan bebas hambatan di Pulau Sumatera khususnya
pengembangan jaringan jalan bebas hambatan ruas Tol Pekanbaru–Bangkinang-
Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang – Pangkalan tercantum secara eksplisit
dalam Lampiran III tentang Jalan Bebas Hambatan di Pulau Sumatera, poin II/6 yaitu
Pekan Baru-Bangkinang-Payakumbuh-Bukittinggi.

II - 1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

2. RTRW Pulau Sumatera

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2012 tentang Rencana Tata


Ruang Pulau Sumatera, terdapat beberapa definisi yang berhubungan dengan kajian
Penyusunan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Jalan Tol Ruas Tol
Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang – Pangkalan
khususnya dalam sistem jaringan jalan strategis nasional dan jalan tol, yaitu sebagai
berikut :

a) Rencana Pengembangan dari Pusat Kegiatan Sumatera


Dalam rencana pengembangan dari pusat kegiatan Sumatera dilakukan dengan
pengembangan sistem perkotaan nasional seperti berikut ini :

1. Pada Pasal 20, Ayat 17, menyebutkan bahwa pengembangan kawasan


perkotaan nasional sebagai pusat perdagangan dan jasa yang berskala
internasional sebagaimana yang dimaksudkan dilakukan di PKN Kawasan
Perkotaan Medan – Binjai - Deli Serdang - Karo (Mebidangro), PKN Padang, PKN
Pekanbaru, PKN Batam, PKN Jambi, PKN Palembang, PKN Bandar Lampung,
PKW Banda Aceh, PKW Bengkulu, dan PKW Pangkal Pinang.
2. Pada Pasal 20, Ayat 19, menyebutkan bahwa percepatan pengembangan PKSN
sebagai pusat pengembangan ekonomi, pintu gerbang internasional, serta simpul
transportasi kawasan perbatasan negara sebagaimana dimaksudkan dilakukan
dengan :
(1). membangun fasilitas Custom, Immigration, Quarantine, and Security (CIQS) di
PKSN Sabang dan PKSN Ranai;
(2). mengembangkan atau meningkatkan fasilitas CIQS di PKSN Dumai dan PKSN
Batam;
(3). meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota
sebagai upaya untuk meningkatkan daya tarik investasi di PKSN Sabang, PKSN
Ranai, PKSN Dumai, dan PKSN Batam;
(4). mengembangan kawasan pengembangan ekonomi di PKN Batam, PKN
Dumai, PKSN Sabang, dan PKSN Ranai yang berdaya saing; dan
(5). mengembangkan pusat-pusat bagi kegiatan ekonomi produksi lanjutan yang
komplementer dengan komoditas-komoditas unggulan dan komplementer
dengan produksi Negara Thailand, Negara Vietnam, Negara Malaysia, dan
Negara Singapura di PKSN Batam, PKN Dumai, PKSN Sabang, dan PKSN
Ranai.

II - 2
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

b) Rencana Pengembangan Jaringan Jalan

Berdasarkan tata ruang, Jaringan jalan di Sumatera terdiri dari tiga poros utama yaitu
poros timur, tengah/pusat, dan barat. Selain itu terdapat juga jalan (feeder)
pengumpan yang menghubungkan ketiga poros tersebut. Pada Peraturan Presiden
Nomor 13 Tahun 2012 mengenai sistem jaringan transportasi nasional salah satunya
terdapat pada Pasal 22, Ayat 1, Huruf F yang menyatakan bahwa pengembangan
jaringan jalan bebas hambatan dengan memperhatikan fungsi kawasan pertanian
pangan berkelanjutan, kawasan lindung, dan kawasan rawan bencana. Adapun
pengembangan jaringan jalan bebas hambatan dengan memperhatikan fungsi
kawasan pertanian pangan berkelanjutan, kawasan lindung, dan kawasan rawan
bencana tersebut, terdapat pada pasal 22 ayat 7 Huruf A, yaitu sebagai berikut:

(1). Jaringan jalan bebas hambatan antar kota yang menghubungkan : 1) Medan -
Kuala Namu - Tebing Tinggi; 2) Tebing Tinggi - Kisaran; 3) Pekanbaru - Dumai;
4) Bukittinggi - Padang; 5) Terbanggi Besar - Pematang Panggang; 6) Bakauheni
- Terbanggi Besar; 7) Pematang Panggang - Kayuagung - Simpang Indralaya; 8)
Rantau Prapat - Kisaran; 9) Duri - Dumai; 10) Dumai - Simpang Sigambal -
Rantau Prapat; 11) Indralaya - Betung (Simpang Sekayu) - Tempino - Jambi; 12)
Pekanbaru - Bangkinang - Payakumbuh - Bukittinggi; 13) Jambi - Rengat; 14)
Rengat - Pekanbaru; 15) Binjai - Langsa; 16) Langsa - Lhokseumawe; 17) Sigli -
Banda Aceh; 18) Palembang - Muara Enim; 19) Muara Enim - Lahat - Lubuk
Linggau; 20) Lhokseumawe - Sigli; 21) Lubuk Linggau - Curup - Bengkulu; 22)
Tebing Tinggi - Pematang Siantar - Parapat – Tarutung Sibolga; 23) Jembatan
Selat Sunda; 24) Jembatan Pulau Batam - Pulau Bintan; dan 25) Tebing Tinggi -
Kuala Tanjung.

(2). Jaringan jalan bebas hambatan dalam kota meliputi :


1) Balmera (Belawan - Medan - Tanjung Morawa); 2) Binjai - Medan; 3)
Palembang - Indralaya; dan 4) Batu Ampar - Muka Kuning - Bandara Hang
Nadim.

II - 3
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

3. RTRW Provinsi Riau

Rencana pembangunan Jalan Tol Rengat - Pekanbaru telah terdapat pada


Peraturan Daerah Provinsi Riau No. 10 tahun 2018 tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah II-5 DPPT Tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi
Bangkinang – Pangkalan, Provinsi Riau II-5 Provinsi Riau Tahun 2018-2038, yaitu
pada : Paragraf 1 Rencana Sistem Jaringan Transportasi Pasal 10, ayat 2, huruf f
Pengembangan jaringan jalan bebas hambatan yaitu ruas jalan yang
menghubungkan :
1. Pekanbaru - Kandis – Dumai
2. Dumai – Simpang Sigambal – Rantau Prapat
3. Jambi – Rengat
4. Rengat – Pekanbaru
5. Pekanbaru – Bangkinang –Payakumbuh – Bukit Tinggi.

Setelah dilakukan peninjauan terhadap beberapa kebijakan-kebijakan pemerintah di


atas, maka dapat diketahui bahwa rencana pelaksanaan untuk pembangunan jalan
tol ruas Pekanbaru – Bangkinang – Payakumbuh – Bukit Tinggi ini sudah sesuai
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas
Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional, Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang
Pulau Sumatera, Perda Tahun 2013 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Riau
Tahun 2013-2033.

4. RTRW Kabupaten Kampar

Rencana Jalan Tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi


Bangkinang – Pangkalan secara eksplisit tertuang dalam Pada Peraturan Daerah
Kabupaten Kampar Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten Kampar Tahun 2019-2039. Rencana pembangunan jalan Tol
Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang – Pangkalan.
Sistem Jaringan Transportasi Darat Pasal 10, ayat 3 (3) Jaringan jalan sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) huruf a meliputi: a. pengembangan jalan bebas hambatan; b.
pemantapan jalan arteri primer. Berikut adalah peta jaringan jalan sesuai RTRW
Kabupaten Kampar.

II - 4
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi
Seksi Bangkinang-Pangkalan, STA. 40+000 – STA. 65+125

Lokasi Rencana Jalan


Tol Bangkinang-
Pangkalan Tahap 1

Gambar 2.2 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kampar Tahun 2019 - 2039

II-6
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Tabel II-1. Rekapitulasi Kesesuaian Rencana Pembangunan Jalan Tol Ruas


Pekanbaru – Bangkinang – Payakumbuh – Bukit Tinggi dengan RTRW Nasional,
RTRW Pulau, RTRW Provinsi, dan RTRW Kota/ Kabupaten

No. RTRW DASAR HUKUM KETERANGAN


(Pasal Yang Relevan)
1. RTRW NASIONAL Peraturan Pemerintah No 13 Lampiran III RTRW Nasional
Tahun 2017 Tahun 2017 Pulau Sumatera, Pengembangan
Tahap III/ 6 (Pengembangan
Jaringan Jalan bebas hambatan)
2. RTW Pulau Peraturan Presiden Nomor Bab IV Bagian II Paragraf 2 Pasal
Sumatera 13 Tahun 2012 22 ayat 7 Huruf A Nomor 15
Tahun 2012
3. RTRW Provinsi Perda Nomor 1 ✓ Paragraf 1 Rencana Sistem
Riau Tahun 20 Jaringan Transportasi Pasal
Tahun 2018- 2038 12 10, ayat 2, huruf f
4. RTRW Perda ✓ Pasal 11 Ayat 2 huruf c
Kabupaten Kabupaten Kampar
Kampar Tahun Perda Nomor
2019-2039

B. Kesesuaian Dengan Rencana Prioritas Pembangunan Wilayah Dan


Prioritas Pembangunan Nasional/Daerah

1. Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Sesuai arahan RPJPN 2005-2025, sasaran pembangunan jangka menengah 2020-


2024 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan
makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan
terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan
kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh sumber daya manusia yang
berkualitas dan berdaya saing.

Dalam dokumen RPJM disebutkan bahwa RPJMN 2020-2024 dilaksanakan dengan


visi “Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian
Berlandaskan Gotong Royong”, yang merupakan titik tolak untuk mencapai sasaran
Visi Indonesia 2045, yaitu Indonesia Maju. Untuk itu, penguatan proses transformasi
ekonomi dalam rangka mencapai tujuan pembangunan tahun 2045 menjadi fokus
utama dalam rangka pencapaian infrastruktur, kualitas sumber daya manusia,

II - 6
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

layanan publik, serta kesejahteraan rakyat yang lebih baik. Visi tersebut diwujudkan
melalui 9 (sembilan) Misi yang dikenal sebagai Nawacita Kedua.
Terdapat 7 misi dan 5 arahan dan 7 agenda pembangunan dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) sebagaimana dijabarkan dalam Peraturan
Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024. Kelima arahan
tersebut mencakup Pembangunan Sumber Daya Manusia, Pembangunan
Infrastruktur, Penyederhanaan Regulasi, Penyederhanaan Birokrasi, dan
Transformasi Ekonomi.

Gambar II-1. Nawacita Kedua RPJMN 2020-2024

Salah satu dari 7 Agenda Pembangunan dalam rangka mewujudkan misi dan arahan
Presiden adalah Memperkuat Infrastruktur untuk Mendukung Pengembangan
Ekonomi dan Pelayanan Dasar.

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu pilihan strategis dalam rangka


mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Indonesia. Perhatian
pemerintah di bidang infrastruktur pada beberapa tahun terakhir telah berdampak

II - 7
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

pada peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur di Indonesia. Namun demikian,


daya saing infrastruktur Indonesia masih perlu terus ditingkatkan.

Pembangunan infrastruktur diarahkan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur


untuk menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, mempermudah
akses ke kawasan wisata, mendongkrak lapangan kerja baru, dan mempercepat
peningkatan nilai tambah perekonomian rakyat.

Perkuatan infrastruktur ditujukan untuk mendukung aktivitas perekonomian serta


mendorong pemerataan pembangunan nasional. Melalui : 1) Pembangunan
infrastruktur pelayanan dasar; 2) Pembangunan konektivitas multimoda untuk
mendukung pertumbuhan ekonomi; 3) Pembangunan infrastruktur perkotaan;
4) Pembangunan energi dan ketenagalistrikan; dan 5) Pembangunan dan
pemanfaatan infrastruktur TIK untuk transformasi digital.

Isu Strategis Infrastruktur Ekonomi Konektivitas Jalan adalah Jaringan jalan sebagai
moda utama angkutan penumpang dan logistik, dihadapkan pada tantangan belum
memadainya kualitas prasarana jalan serta masih kurangnya ketersediaan jaringan
jalan untuk mendukung pengembangan wilayah.

Kurangnya ketersediaan jalan pada jalur logistik terlihat dari kinerja waktu tempuh
pada jalan lintas utama pulau yang baru mencapai 2,3 jam per 100 km. Ketersediaan
jalan tol pada jalur utama logistik masih terbatas di sepanjang jalur Pantura Jawa.
Ketersediaan jaringan jalan untuk mendukung pengembangan kawasan industri
maupun pariwisata juga masih terbatas. Masih terdapat sejumlah simpul transportasi
(bandara, pelabuhan, dan terminal) yang belum memiliki akses jalan yang memadai.

Proyek prioritas mendukung konektivitas jalan meliputi: i) Pembangunan jalan


strategis, contoh: Jalan Trans Papua Merauke – Sorong (Major Project) dan Jalan
Trans pada 18 Pulau Tertinggal, Terluar, dan Terdepan (Major Project); ii)
Pembangunan jalan tol, contoh: Jalan Tol Trans Sumatera Aceh – Lampung (Major
Project); iii) Pembangunan jalan mendukung kawasan prioritas (KI, KEK, KSPN, dan
kawasan perbatasan); iv) Pembangunan jalan akses simpul transportasi (pelabuhan,
bandara, dan terminal); v) Preservasi jalan nasional (termasuk
peningkatan/pelebaran); serta vi) Pembangunan dan pemeliharaan jalan daerah.

II - 8
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Dalam upaya mencapai target pertumbuhan PDB dalam RPJMN 2020-2024,


kebutuhan belanja infrastruktur mencapai Rp 6.445 triliun sementara kemampuan
pemerintah untuk mendanai hanya sebesar Rp 2.385 triliun (hanya 37 persen dari
total kebutuhan). Untuk itu diperlukan upaya inovatif untuk mendorong peran serta
investasi masyarakat dan badan usaha melalui skema Kerjasama Pemerintah dan
Badan Usaha (KPBU) dan skema pembiayaan kreatif lainnya. Hal ini sesuai dengan
paradigma baru pendanaan infrastruktur yang menjadikan APBN/APBD sebagai
alternatif sumber pendanaan terakhirDalam upaya mencapai target pertumbuhan
PDB dalam RPJMN 2020-2024, kebutuhan belanja infrastruktur mencapai Rp 6.445
triliun sementara kemampuan pemerintah untuk mendanai hanya sebesar Rp 2.385
triliun (hanya 37 persen dari total kebutuhan). Untuk itu diperlukan upaya inovatif
untuk mendorong peran serta investasi masyarakat dan badan usaha melalui skema
Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan skema pembiayaan kreatif
lainnya. Hal ini sesuai dengan paradigma baru pendanaan infrastruktur yang
menjadikan APBN/APBD sebagai alternatif sumber pendanaan terakhir.

Pengembangan Jalan Pekanbaru – Bangkinang – Payakumbuh – Bukit Tinggi juga


merupakan salah satu implementasi dari inovasi pendanaan pembangunan jaringan
jalan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU),
pemanfaatan dana jangka panjang, dan program dana bergulir (revolving fund),
khususnya untuk pengembangan jalan tol.

2. Rencana Strategis

Rencana Kerja Pemerintah/Lembaga terkait dengan peningkatan infrastruktur


ekonomi yang terkait dengan konektivitas jalan dituangkan Dalam Rencana Stra tegis
Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Tahun 2020-2024.

Indonesia diproyeksikan menjadi negara berpendapatan tinggi dan menjadi peringkat


kelima negara dengan PDB terbesar di dunia pada tahun 2045. Untuk mewujudkan
Visi Indonesia 2045 tersebut ditetapkan empat pilar pembangunan yang terdiri dari:
(i) Pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi; (ii)
Pembangunan ekonomi berkelanjutan; (iii) Pemerataan pembangunan; serta (iv)
Pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan.

Pilar ketiga “Pemerataan Pembangunan” tersebut diimplementasikan salah satunya


melalui “Pembangunan Infrastruktur yang Merata dan Terintegrasi”, di mana

II - 9
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

pembangunan infrastruktur bertujuan untuk mewujudkan konektivitas antarwilayah


secara fisik dan virtual, menyediakan layanan dasar bagi masyarakat, menciptakan
pemerataan pembangunan dan memperkuat ketahanan terhadap bencana dan
perubahan iklim.

Pembangunan Infrastruktur yang Merata dan Terintegrasi antara lain ditandai dengan
kondisi konektivitas darat diwujudkan dengan penyelesaian ruas utama jalan di
seluruh pulau, jalan tol Jawa dan Sumatera, jalan perbatasan, kereta api di Sulawesi,
Kalimantan, dan Papua, serta transportasi perkotaan berbasis rel dan kereta cepat
untuk antisipasi mega urban dan urbanisasi di Jawa.

Dalam Rencana Strategis, disebutkan bahwa salah satu tujuan dari Kementerian
PUPR adalah Peningkatan kelancaran konektivitas dan akses jalan yang lebih merata
bagi peningkatan pelayanan sistem logistik nasional yang lebih efisien dan penguatan
daya saing.

Selama periode 2015 – 2019, penyelenggaraan jalan yang meliputi pembangunan


serta pemeliharaan jalan dan jembatan secara umum ditujukan bagi peningkatan
konektivitas dan memperkuat daya saing infrastruktur, dan lebih khusus ditujukan
untuk mempercepat pembangunan transportasi yang mendorong penguatan industri
nasional mendukung sislognas dan konektivitas nasional serta membangun sistem
dan jaringan transportasi yang terintegrasi untuk mendukung investasi pada koridor
ekonomi, kawasan industri prioritas, kawasan strategis pariwisata nasional, dan
pusatpusat pertumbuhan lainnya di wilayah non-koridor ekonomi.

Isu Strategis Infrastruktur Ekonomi Konektivitas Jalan adalah Jaringan jalan sebagai
moda utama angkutan penumpang dan logistik, dihadapkan pada tantangan belum
memadainya kualitas prasarana jalan serta masih kurangnya ketersediaan jaringan
jalan untuk mendukung pengembangan wilayah.

Kurangnya ketersediaan jalan pada jalur logistik terlihat dari kinerja waktu tempuh
pada jalan lintas utama pulau Jawa yang baru mencapai 2,3 jam per 100 km.
Ketersediaan jalan tol pada jalur utama logistik masih terbatas di sepanjang jalur
Pantura Jawa. Ketersediaan jaringan jalan untuk mendukung pengembangan
kawasan industri maupun pariwisata juga masih terbatas. Masih terdapat sejumlah
simpul transportasi (bandara, pelabuhan, dan terminal) yang belum memiliki akses
jalan yang memadai.

II - 10
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Sasaran Pembangunan Kementerian PUPR dalam RPJMN 2020-2024 adalah


sebagai berikut :

Tabel II-2. Sasaran Pembangunan Kementerian PUPR dalam RPJMN 2020-2024 dalam
Peningkatan Konektivitas Wilayah

Isu strategis dan tantangan lain terkait dengan pembiayaan infrastruktur meliputi isu
strategis yang terkait dengan penyelenggaraan Kerjasama Pemerintah dengan
Badan Usaha (KPBU) bidang pekerjaan umum dan perumahan.

Jalan Bebas Hambatan (Jalan Tol) yang telah dibangun sepanjang 1.298,49 Km,
sepanjang 115,53 km dikerjakan oleh Pemerintah dan selebihnya dikerjakan oleh
swasta.

3. Rencana Kerja Pemerintah/Instansi yang bersangkutan

Rencana Kerja Pemerintah/Lembaga terkait dengan peningkatan infrastruktur


ekonomi yang terkait dengan konektivitas jalan dituangkan Dalam Rencana Strategis
Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Tahun 2020-2024.

Sebagai sasaran Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan


Rakyat Tahun 2020-2024 peningkatan infrastruktur ekonomi yang ditargetkan
pemerintah yaitu pembangunan 2500 km Jalan Tol Baru dan/atau Beroperasi maka
dari hasil kesesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, Provinsi
Riau,Kabupaten Kampar, maka ruas jalan tol Pekanbaru – Bangkinang –
Payakumbuh – Bukit Tinggi, merupakan prioritas utama pembangunan.

4. Dokumen Proyek Strategis Nasional

Rencana Pengembangan Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang – Payakumbuh – Bukit


Tinggi ini merupakan salah satu prioritas pembangunan yang bersifat proyek
strategis nasional dokumen Proyek Strategis Nasional, sebagaimana tercantum
dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2020 Tentang
Perubahan Ketiga Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 Tentang
Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Peraturan Menteri
Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 Tentang
Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional. Hal ini terdapat dalam Lampiran

II - 11
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 7


Tahun 2021 sebagai berikut :

Tabel II-3. Lampiran Peraturan


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021

II - 12
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

BAB III. LETAK/LOKASI RENCANA


PEMBANGUNAN

A. Wilayah Administrasi

Lokasi rencana jalan tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi


Bangkinang–Pangkalan Tahap-I, Sta. 40+000 – Sta. 64+700 secara
keseluruhan adalah sepanjang 24,7 Km yang dimulai pada Sta. 40+000 dari arah
Kota Bangkinang menuju kearah Pangkalan Koto Baru di Kabupaten Lima Puluh
Kota, Provinsi Sumatera Barat. Namun untuk tahap-I lokasi masih berada di
Kabupaten Kampar yang berakhir di Sta. 64+700.

Jalan Tol tersebut akan melewati 1 kabupaten, 4 kecamatan serta 11 desa.


Sebaran jumlah desa per wilayah kecamatan sebagai berikut:

Kabupaten Kampar

Kecamatan XIII Koto Kampar

Kecamatan Kuok

Kecamatan Salo

Kecamatan Bangkinang Seberang

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5

Gambar III-1. Sebaran Wilayah Administrasi Terkena Rencana Jalan Tol Ruas
Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–
Pangkalan Tahap-I

Daftar desa terkena rencana Ruas Jalan Tol Pekanbaru–Bangkinang-


Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I selengkapnya
disajikan pada table berikut:

III-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Tabel III-1. Daftar Wilayah Administrasi Terkena Rencana Ruas Jalan Tol
Ruas Bangkinang-Pangkalan Tahap-I

No. KABUPATEN KECAMATAN DESA

1 Pasir Sialang
1 Bangkinang Seberang 2 Muara Uwai
3 Pulau Bodi
1 Kampar 2 Salo 4 Sipungguk
5 Ganting Damai
6 Pulau Jambu
3 Bangkinang Barat 7 Empat Balai
8 Silam
4 XIII Koto Kampar 9 Koto Mesjid
10 Pulau Gadang
11 Tanjung Alai

Data wilayah administrasi yang terlintasi rencana jalan tol Pekanbaru–


Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I,
Sta. 40+000 – Sta. 64+700 disajikan pada Gambar 3.2 berikut:

III-2
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Ruas:


Bangkinang-Pangkalan Tahap-1

Insert

Gambar III‐2. Peta Orientasi Ruas Jalan Tol Bangkinang – Pangkalan Tahap‐1

III-3
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Gambar III‐3. Peta Wilayah Administrasi Terkena Ruas Jalan Tol Bangkinang‐Pangkalan Tahap‐1

III-4
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

B. Kondisi Geografis

Kabupaten Kampar merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Riau yang


memiliki luas wilayah cukup besar dibanding kabupaten lainnya yang ada di Riau.
Kabupaten Kampar memiliki luas daerah sebesar 10.928,20 km². Kabupaten
Kampar memiliki 21 kecamatan yang dipadati penduduk secara total sebesar
783.248 Jiwa (Permendagri No.66 Tahun 2011).

Kabupaten Kampar di Propinsi Riau memiliki julukan sebagai "negeri serambi


Makkah". Julukan lainnya yang juga diberikan kepada kabupaten yang beribu kota di
Kota Bangkinang ini adalah "bumi sarimadu". Secara garis lintang, kabupaten ini
terletak pada 1°00’40” LU sampai 0°27’00” LS dan 100°28’30” – 101°14’30” BT. Sama
seperti kabupaten lain di Riau, Kampar memiliki iklim tropis, dengan suhu rendah
terjadi pada bulan November dan Desember dengan capaian sebesar 21 °C,
sementara cuaca memanas terjadi pada bulan Juli dengan suhu sekitar 35 °C.

Bangkinang sebagai ibukota Kabupaten Kampar terletak hampir di tengah wilayah


kabupaten menjadi kekuatan daerah untuk melakukan pembinaan ke seluruh
wilayah kecamatan dan memberi kemudahan bagi kecamatan untuk melakukan
koordinasi dengan pemerintah kabupaten. Bangkinang juga menjadi lintasan
transportasi utama dari wilayah Riau lainnya menuju ke Provinsi Sumatera Barat.

Kabupaten Kampar memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:

1. Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Siak dan Kabupaten


Rokan Hulu
2. Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Kuantan Singingi
3. Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hulu dan Provinsi
Sumatera barat.
4. Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten
Siak dan Kota Pekanbaru.

Kabupaten Kampar, Riau dialiri oleh beberapa sungai baik sungai besar maupun
sungai kecil. Sungai Kampar merupakan salah satu sungai terbesar di kawasan ini
yang menjadi daerah pusat pembangkit listrik. Sungai ini rata-rata memiliki
panjangnya ± 413,5 km, kedalaman rata-rata 7,7 meter dan lebar rata-rata
mencapai 143 meter. Selain Sungai Kampar, Sungai Siak juga mengaliri
kabupaten yang satu ini. Sungai Siak di Kabupaten Kampar melintasi daerah
Tapung, Kampar. Sungai-sungai tersebut digunakan untuk berbagai fungsi seperti
perhubungan, pembangkit listrik, budi daya perikanan, sumber air bersih dan
sebagainya. Kondisi topografi Kabupaten Kampar ditampilkan pada gambar
berikut:

III-5
100°46'30"E 100°52'0"E 100°57'30"E 101°3'0"E

60
60

0°28'30"N
60
0°28'30"N

70
PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN

80
PENGADAAN TANAH RUAS JALAN TOL
BANGKINANG - PANGKALAN TAHAP I

Gambar

60
PETA TOPOGRAFI DAN KEMIRINGAN

60
U
SKALA 1 : 150,000
60

4 2 0 4 8 12 16

Kilometer

70

40 + 000
150

41 + 400

40
30
Proyeksi : …………………… Universal Transverse Merca tor 47N
210

0°23'0"N
0°23'0"N

Ellipsoid Referensi : …………………… WGS 84


43 + 050 Sistem Grid : …………………… UTM
Sistem Gratikul : …………………… Geografi

45 + 000
48 + 850 KETERANGAN
46 + 550 STA

30 30
55 + 050 52 + 050
KONTUR
150
ROW PLAN
62 + 400

65 + 126 59 + 600 SUMBER

60
64 + 550 1. Peta Rupa Bumi Indonesia Provinsi Riau Skala 1:50.000 .

170

110

0°17'30"N
0°17'30"N

90

80

Insert

130
80
99°2'30"E 100°33'0"E 102°3'30"E 103°34'0"E 105°4'30"E

2°0'30"N
2°0'30"N
290
260

0°30'0"N
0°30'0"N
90

1°0'30"S

1°0'30"S
0°12'0"N
0°12'0"N

380

150 99°2'30"E 100°33'0"E 102°3'30"E 103°34'0"E 105°4'30"E


190
380

160
190
230

100°46'30"E 100°52'0"E 100°57'30"E 101°3'0"E


Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

C. Titik Koordinat Batas Bidang

Lokasi rencana jalan tol Bangkinang-Pangkalan, Seksi Bangkinang–Pangkalan


Tahap-1, Sta. 40+000 – Sta. 64+700 secara keseluruhan adalah sepanjang 24,7
Km yang dimulai pada Sta. 40+000 dari arah Kota Bangkinang menuju kearah
Pangkalan Koto Baru di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.
Namun untuk tahap-I lokasi masih berada di Kabupaten Kampar yang berakhir di
Sta. 64+700.

Tabel III-2. Titik-Titik Koordinat Rencana Pembangunan Jalan Tol Bangkinang-


Pangkalan, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-1

KOORDINAT
NO STA
X Y
1 40 + 000 101° 1ʹ 12,923ʺ E 0° 23ʹ 30,096ʺ N
2 41 + 400 101° 0ʹ 7,094ʺ E 0° 23ʹ 1,664ʺ N
3 43 + 050 100° 59ʹ 35,671ʺ E 0° 22ʹ 49,382ʺ N
4 45 + 000 100° 59ʹ 19,665ʺ E 0° 22ʹ 0,639ʺ N
5 46 + 550 100° 58ʹ 30,734ʺ E 0° 21ʹ 28,681ʺ N
6 48 + 850 100° 57ʹ 11,113ʺ E 0° 21ʹ 14,088ʺ N
7 52 + 050 100° 55ʹ 55,561ʺ E 0° 21ʹ 4,874ʺ N
8 55 + 050 100° 54ʹ 10,062ʺ E 0° 20ʹ 16,572ʺ N
9 59 + 600 100° 51ʹ 29,571ʺ E 0° 19ʹ 23,699ʺ N
10 62 + 400 100° 50ʹ 32,221ʺ E 0° 19ʹ 19,964ʺ N
11 64 + 550 100° 49ʹ 42,990ʺ E 0° 19ʹ 7,600ʺ N
12 65 + 126 100° 49ʹ 12,987ʺ E 0° 19ʹ 8,426ʺ N

III-7
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Kecamatan
Bangkinang Seberang

Desa
Muara Uwai

Kecamatan Desa
Pulau Bodi
Kecamatan Salo
XIII Koto Kampar
Desa
Kecamatan Sipungguk
Desa
Kuok Desa Pasir Sialang
Pulau Jambu

Desa
Ganting Damai
‘ Desa
Desa
Silam
Desa Koto Mesjid Desa
Pulau Gadang Empat Balai

Desa
Pulau Gadang
Desa
Tanjung Alai

Gambar III-5. Peta Trase Ruas Jalan Tol Bangkinang-Pangkalan,


Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I

III-8
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Gambar III-6. Peta Basic Design Ruas Jalan Tol Bangkinang-Pangkalan,


Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I

III-9
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

D. Analisis Kelayakan Lokasi

Selain Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT), Dokumen Studi


Kelayakan menjadi salah satu dokumen penting yang akan disampaikan pada saat
pengajuan penetapan Rencana Ruas Jalan Tol Bangkinang-Pangkalan, Seksi
Bangkinang–Pangkalan Tahap-1 Wilayah Propinsi Riau telah melalui analisis
kelayakan teknis, ekonomi, sosial dan lingkungan yang telah dilaksanakan
sebelumnya oleh Tim Konsultan PT. Blantickindo Aneka. Mengacu pada Dokumen
Laporan Studi Kelayakan, tujuan dari studi kelayakan antara lokasi (Penlok).

Tujuan utama dari pekerjaan ini adalah :

1. Mendapatkan hasil kajian secara teknis terhadap alternative trase ruas Jalan
Tol Ruas Jalan Tol Bangkinang-Pangkalan, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I dan kajian terhadap aksesibilitas sistem jaringan jalan akibat
dibangunnya jalan tol tersebut;
2. Membuat kelayakan investasi alternatif trase ruas Jalan Tol Ruas Jalan Tol
Bangkinang-Pangkalan, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-1 berdasarkan
aspek lalu lintas, teknis, biaya, dan lingkungan;
3. Melakukan penyusunan rencana teknik awal/pendahuluan untuk alternatif
terpilih ruas Jalan Tol Ruas Jalan Tol Bangkinang-Pangkalan, Seksi
Bangkinang–Pangkalan Tahap-I dari segi teknis dan finansial dengan produk
akhir berupa Definitive Plan untuk ruas Jalan Tol Ruas Jalan Tol Bangkinang-
Pangkalan, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-1 dan prakiraan biaya
konstruksi;
4. Melakukan pendampingan dan memberikan penjelasan / presentasi apabila
dibutuhkan kepada PT Hutama Karya atau kepada BPJT/Instansi terkait.

Adapun ruang lingkup secara garis besar studi kelayakan dibagi dalam 2 kelompok
besar yaitu studi kelayakan dan perancangan awal rencana Jalan Tol Ruas Jalan
Tol Bangkinang-Pangkalan, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I yang masing-
masing terdiri dari:

III-10
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

1. Studi Lalu lintas rencana Jalan Tol Ruas Jalan Tol Bangkinang-Pangkalan,
Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I:
a. Melakukan identifikasi kondisi sosial-ekonomi dan pertumbuhan pusat- pusat
perekonomian yang baru sebagai dasar penentuan besarnya tingkat
permintaan (demand) transportasi.
b. Melakukan identifikasi pengembangan terkait dengan melakukan
pengumpulan rencana pengembangan Pemerintah Daerah, Bina Marga dan
Jasa Marga sebagai sinkronisasi pengembangan.
c. Mengumpulkan data (survei) eksisting lalu lintas sepanjang koridor Ruas
Jalan Tol Bangkinang-Pangkalan, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I.
d. Melakukan pemodelan transportasi dalam memprediksi lalu lintas total
koridor dan pembagiannya (splitting) ke jalan tol dan jalan bukan tol,
berdasarkan volume lalu lintas eksisting, kondisi tata ruang dan trase terpilih.
e. Menyampaikan rekomendasi yang berkaitan dengan kemungkinan
pengembangan Jalan Tol Ruas Jalan Tol Bangkinang-Pangkalan, Seksi
Bangkinang–Pangkalan Tahap-I.

2. Studi Kelayakan dan Perancangan Awal Jalan Tol Bangkinang-Pangkalan Seksi


Bangkinang–Pangkalan Tahap-I:
a. Mengumpulkan data sekunder dan data primer topografi dan kondisi tanah
untuk keperluan perancangan jalan tol serta data harga satuan bahan dan
upah untuk memperkirakan kebutuhan biaya konstruksi jalan tol.
b. Melakukan kajian kondisi koridor Jalan Tol Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I, untuk menentukan alternatif trase jalan tol dan memilih trase yang
paling baik.
c. Melakukan perancangan teknis awal (preliminary engineering design) yang
meliputi desain geometrik jalan (alinyemen vertikal, horizontal dan potongan
melintang), kapasitas jalan dan jumlah lajur, desain perkerasan jalan, desain
jembatan (bila ada), desain bangunan pelengkap dan perencanaan drainase
serta perkiraan volume dan biaya konstruksi untuk trase terpilih.
d. Melakukan evaluasi ekonomi dan finansial untuk mengetahui kelayakan dari
segi ekonomi dengan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of
Return (IRR) dan Benefit Cost Ratio (BCR) dan juga mengetahui kelayakan
dari segi finansial dengan metode Cash Flow Analysis yaitu Metode
Keseimbangan Pengeluaran dan Toll Revenue.

III-11
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

e. Membuat analisa Resiko terhadap rencana investasi Awal Jalan Seksi


Bangkinang–Pangkalan Tahap-I.

Hasil Studi Kelayakan selengkapnya disajikan pada Dokumen Laporan Akhir Studi
Kelayakan, yang terpisah dari dokumen Dokumen Perencanaan Pengadaan
Tanah (DPPT) ini.

III-12
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

BAB IV. LUAS TANAH YANG DIBUTUHKAN

A. Perkiraan Kebutuhan Luas Tanah Per Wilayah Administrasi


Desas/Kelurahan

Rencana Pekerjaan Penambahan Lahan Ruas Jalan Tol Pekanbaru–Bangkinang-


Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I dituangkan dalam
gambar peta Auto CAD ROW Plan, yang dijadikan acuan untuk menentukan lokasi-
lokasi diperkirakan perlu pembebasan. Mengacu pada ROW Plan yang di overlay
dengan peta kondisi eksisting menunjukkan bahwa kebutuhan lahan untuk
penambahan Lahan Jalan Tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi,
Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I tidak bersifat kontinyu, sepanjang jalan kanan-
kiri jalan tol, namun bersifat sporadis (blok per blok). Berdasarkan akumulasi hasil
deliniasi peta bidang penguasaan lahan, Rencana Pekerjaan Pembangunan Ruas
Jalan Tol Ruas Bangkinang – Pangkalan Tahap-I membutuhkan lahan tambahan
kurang lebih 95,067.51 m² atau 9,51 hektar. Selengkapnya jumlah kebutuhan luas
lahan per wilayah administrasi disajikan pada table IV-1:

Tabel IV.1 Kebutuhan Lahan Tambahan Pekerjaan Jalan Tol


Ruas Bangkinang-Pangkalan Tahap-I
Luas Tambahan
No Provinsi Kabupaten/ Kecamatan Desa / Kelurahan Lahan
Kota M2 Ha
Pasir Sialang 955,238 0,10
1 Bangkinang
Seberang Muara Uwai 1,966.241 0,20

2 Salo Ganting Damai 1,606.113 0,16


Riau Kampar Pulau Jambu 2,932.841 0,29
Bangkinang
3 Barat Empat Balai 4,819.074 0,48

Silam 2,635.742 0,26

Koto Mesjid 1,970,131 0,20


4 XIII Koto Kampar
Pulau Gadang 2,462,476 0,25

Tanjung Alai 75,719,509 7,57

JUMLAH LUAS TAMBAHAN LAHAN 95,067.422 9,51

IV-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Gambar IV-1. Luas Kebutuhan Lahan Sesuai ROW Plan Rencana Jalan Tol Ruas
Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I

IV-2
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Dari Grafik terlihat bahwa tambahan lahan yang cukup banyak diperlukan di daerah
Desa Tanjung Alai yaitu 79.60%, sementara untuk tambahan lahan yang relatif sedikit
berlokasi di Desa Pasir Sialang 1.05%.

B. Perkiraan Kebutuhan Luas Keseluruhan

Perkiraan Luas Total Pembebasan Lahan adalah akumulasi luas sesuai Penlok
ditambah dengan Kebutuhan Lahan di Dalam ROW Tambahan, yaitu 2,373,164.422
m2 atau 237,316 hektar.

Luas Total Pembebasan Lahan ini selanjutnya dijadikan acuan dalam perhitungan
kebutuhan pembebasan lahan.

Sebaran per wilayah kecamatan menunjukkan bahwa Kecamatan Bangkinang


Seberang merupakan wilayah yang paling luas pembebasan lahan seluas kurang
lebih 79,64 Ha (34 %), selanjutnya Kecamatan Bangkinang Barat kurang lebih 79,06
Ha (33 %), Kecamatan XIII Koto Kampar seluas 65.76 Ha (28 %), dan Kecamatan
Salo seluas 12.86 Ha (5 %). Gambar IV-2 memperlihatkan luas masing-masing per
kecamatan.

Gambar IV-2. Perkiraan Luas Keseluruhan Kebutuhan Lahan Per Kecamatan


Sesuai ROW Plan Rencana Jalan Tol Ruas Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-
Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I

IV-3
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Gambar IV-3. Perkiraan Luas Keseluruhan Kebutuhan Lahan Per Desa Sesuai
ROW Plan Rencana Jalan Tol Ruas Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-
Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I

Gambar IV-3 menunjukkan bahwa sebaran per wilayah desa menunjukkan bahwa
Desa Pasir Sialang merupakan wilayah yang paling luas pembebasan lahan seluas
kurang lebih 56,82 hektar (23,94 %), sedangkan Desa Ganting Damai merupakan
desa dengan luasan terendah seluas 12,86 hektar (5,42%).

C. Justifikasi Teknik Kebutuhan Tambahan Lahan

Justifikasi Teknik sangat diperlukan untuk penambahan lahan pada jalan tol Ruas
Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I, agar pembebasan lahan betul – betul diperlukan hal ini berdasakan dari
gambar rencana jalan tol, Secara lengkap dapat dilihat di lembar lampiran.

IV-4
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Tabel IV-2 Justifikasi Teknis Tambahan Lahan (Sta 40+000 sd 64+700)


Ruas Bangkinang – Pangkalan Tahap-1

Kebutuhan Luas Lahan (ha)


ROW Rencana Tambahan
Sesuai Teknik Kebutuhan
Kabupaten Kecamatan Desa Lokasi (Sta) Penlok Akhir Luas Justifikasi Usulan Lahan Tambahan
(1) (RTA) Lahan
(2) RTA (3) =
(2) - (1)
Bangkinang 40+900 - 40+980 Kebutuhan untuk mengakomodasi kaki timbunan dan lebar galian.
Seberang Pasir Sialang & 1+000-1+050 56.72 56.82 0,10 Penambahan Lahan di luar lingkup Basic Design karena perubahan
bentuk IC.
22.62 22.82 0,20 Simpang Perawang, kebutuhan untuk mengakomodasi kaki
Muara Uwai 41+600 - 42+050 timbunan dan lebar galian.
Perubahan alinyemen vertikal jalan utama berdasarkan konsep
Salo Ganting Damai 49+800 - 49+850 12.70 12.86 0,16 geoteknik yang mempertahankan tinggi timbunan tanah maksimal
7m. - Penanganan geoteknik dengan pelebaran bench kanan dan
Kampar bench kiri
- Perubahan alinyemen vertikal jalan utama berdasarkan konsep
Bangkinang Barat Pulau Jambu 50+350 – 50+850 22.21 22.50 0,29 geoteknik yang mempertahankan tinggi timbunan tanah maksimal
7m.
- Penanganan geoteknik dengan pelebaran bench kanan dan bench
kiri
- Perubahan alinyemen vertikal jalan utama berdasarkan konsep
Empat Balai 53+150 – 53+500 25.27 25.75 0,48 geoteknik yang mempertahankan tinggi timbunan tanah maksimal
7m.
- Penanganan geoteknik dengan pelebaran bench kanan dan bench
kiri

IV-5
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Kebutuhan Luas Lahan (ha)

ROW Rencana Tambahan


Kecamatan Desa Lokasi (Sta) Sesuai Teknik Kebutuhan Justifikasi Usulan Lahan Tambahan
Penlok Akhir Luas
(1) (RTA) Lahan
(2) RTA (3) =
(2) - (1)
- Penanganan geoteknik dengan pelebaran bench kanan dan bench
Silam 54+900 - 55+250 30.55 30.81 0,26 kiri
- Penanganan geoteknik dengan counterweight pada timbunan
- Perubahan alinyemen vertikal jalan utama berdasarkan konsep
XIII Koto Kampar geoteknik yang mempertahankan tinggi timbunan tanah maksimal
Koto Masjid 60+050 – 60+100 24.50 24.70 0,20 7m.
- Penanganan geoteknik dengan pelebaran bench kanan dan bench
kiri
- Penanganan geoteknik dengan pelebaran bench kanan dan bench
Pulau Gadang 64+100 – 64+150 19.52 19.77 0,25 kiri
- Penanganan geoteknik dengan counterweight pada timbunan
Tanjung Alai 64+650 – 65+100 Kebutuhan untuk mengakomodasi kaki timbunan dan lebar galian.
0+750 – 1+100 13.69 21.26 7,57 Penambahan Lahan di luar lingkup Basic Design karena perubahan
bentuk IC.
TOTAL (Ha) 227,81 237.316 9.51

IV-6
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

BAB V. GAMBARAN UMUM STATUS TANAH

A. Penguasan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah

Kondisi eksisting status/alas hak kepemilikan/penguasaan lahan yang terkena


rencana Penambahan Luas Lahan RoW Tambahan pada Jalan Tol Pekanbaru–
Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I,
sebagian besar masih berstatus Hak Milik SKT sekitar 47 bidang (81.03%) dan hak
milik SKGR sekitar 11 bidang (18.97%).

Gambar V-1. Sebaran Status Alas Hak dan Kepemilikan Lahan Pada Penambahan
Lahan Rencana Pembangunan Jalan Tol Ruas Pekanbaru–
Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I.

Sedangkan sebaran alas hak berdasarkan luasan yang dominan adalah SKT
seluas 8,05 hektar (84,65 %), Hak Milik SKGR seluas 1,46 hektar (15,35 %).

V-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Gambar V-2. Luas Berdasarkan Alas Hak Kepemilikan/Penguasaan Lahan Pada


Penambahan Lahan Rencana Pembangunan Jalan Tol Ruas
Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–
Pangkalan Tahap-I.

Tabel V-1. Sebaran Jumlah Bidang Berdasakan Alas Hak Kepemilikan/Penguasaan


Lahan Terkena Rencana Ruas Jalan Tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-
Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I

SHM SKGR SKT TOTAL


No. WILAYAH ADMINISTRASI
Jumlah Luas (Ha) Jumlah Luas (Ha) Jumlah Luas (Ha) Luas (Ha)

I. Kec. Bangkinang Seberang


1 Desa Pasir Sialang 4 0.10 0.10
2 Desa Muara Uwai 7 0.20 0.20

II. Kec. Salo


3 Desa Ganting Damai 2 0.16 0.16
IV. Kec. Bangkinang Barat
4 Desa Pulau Jambu 13 0.29 0.29
5 Desa Empat Balai 9 0.48 0.48
6 Desa Silam 5 0.26 0.26

V. Kec. XIII Koto Kampar


7 Desa Koto Masjid 2 0.20 0.20

8 Desa Pulau Gadang 2 0.25 0.25

9 Desa Tanjung Alai 6 1.25 8 6.44 7.57


Total 6 1.25 52 8.38 9.51

V-2
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

B. Bangunan dan Tanam Tumbuh

Pemanfaatan Lahan/Peruntukan lahan di sepanjang rencana pembangunan Jalan


Tol Ruas Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–
Pangkalan Tahap-I pada saat ini bervariasi. Bervariasinya kondisi peruntukan lahan
ini akan sangat berpengaruh terhadap nilai tanah yang terkena dampak jalan tol dan
juga terhadap kemungkinan perubahan disain dari jalan tol. Berdasarkan Tipologi
lahan secara umum peruntukan lahan terdapat atas Lahan Darat, Jalan, dan Sungai.

Berikut Deskripsi gambaran umum tentang kondisi eksisting beberapa peruntukuan


lahan yang menjasi perhatian yang terkena rencana trase sebagai berikut:

1. Bangunan

Bangunan merupakan salah satu obyek pengadaan tanah, selain tanah dan tanaman.
Berdasarkan hasil pendataan lapangan Jalur pada penambahan lahan rencana jalan
tol Ruas Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–
Pangkalan Tahap-I dalam Row terdapat bangunan dengan jenis semi permanen total
luasan 260 m2 sebanyak sebanyak 3 unit.

2. Tanam Tumbuh

Rencana jalan Tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi


Bangkinang–Pangkalan Tahap-I Sebagian besar melintasi perkebunan milik Rakyat.
Lahan perkebunan masyarakat ini menyebar di wilayah Kecamatan Bangkinang
Seberang, Kecamatan Salo, Kecamatan Bangkinang Barat dan Kecamatan XIII Koto
Kampar. Kondisi eksisting kebun saat ini ditanami Karet dan kelapa sawit yang telah
menghasilkan (TM), dan kelapa sawitt yang terkena jalan tol kurang lebih 439 batang
dan karet sebanyak 28,700 batang.

V-3
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Gambar V-3. Jumlah Tanam Tumbuh Warga Yang Terkena Pada Penambahan
Lahan Rencana Pembangunan Jalan Tol Ruas Pekanbaru–
Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I.

C. Jenis Usaha Serta Benda Lain Yang Dapat Dinilai

1. Jenis Usaha dan Fasiltas Yang Bernilai

Selain lahan, bangunan untuk rumah tinggal dan tanaman yang terkena Rencana
Pembangunan Jalan Tol Ruas Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi,
Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I, setidaknya terdapat 3 kategori obyek
pengadaan lahan lain yang dapat dinilai antara lain terkait kegiatan usaha ekonomi,
fasos fasum dan utilitas.

Dari hasil inventarisir di sepanjang trase yang terkena Pembangunan Jalan Tol Ruas
Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I, bahwa jenis usaha serta benda lain yang dapat dinilai ada 2 unit rumah
tinggal dan 1 unit berupa kegiatan usaha warung. Daftar Jenis usaha dan obyek yang
dapat dinilai dapat dilihat tabel berikut :

V-4
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Tabel V-2. Jumlah dan Jenis Usaha Serta Benda Lain Yang Dapat Dinilai

No. Jenis Usaha/Fasilitas/Utilitas Yang Jumlah Keterangan


Bernilai
1. Rumah Tinggal 2
2. Warung 1

Jumlah 3

V-5
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

BAB VI. PERKIRAAN JANGKA WAKTU PELAKSANAAN


PENGADAAN TANAH

A. Perkiraan Waktu Yang Dibutuhkan Terkait Dengan Tahun Anggaran

Perkiraan terhadap perkiraan waktu yang dibutuhkan terkait dengan Tahun Anggaran
dalam pelaksanaan pengadaan tanah untuk Ruas Bangkinang – Pangkalan Tahap-I
ini, setidaknya meliputi beberapa item sebagai berikut :
I. Tahap Perencanaan meliputi;
- Penyusunan DPPT;
II. Tahap Persiapan meliputi:
- Pembentukan Tim Persiapan & Pemberitahuan;
- Undangan sosialisasi & konsultasi publik;
- Pelaksanaan pengumuman PENLOK;
III. Pelaksanaan dan Pengumuman Hasil
- Pelaksanaan dan Pengumuman hasil inventarisasi;
- Pelaksanaan pengadaan penilai (appraisal);
- Pelaksanaan penilaian harga tanah;
- Musyawarah & penetapan harga tanah;
- Pemberian ganti rugi & penyerahan hasil.

Mengacu pada tahapan kegiatan tersebut diatas, perkiraan waktu yang dibutuhkan
terkait dengan Tahun Anggaran Pelaksanaan Pengadaan Tanah Jalan Tol
Bangkinang – Pangkalan Tahap-I adalah sebagai berikut :

VI-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Tabel VI-1. Perkiraan Waktu Yang Dibutuhkan Terkait Dengan Tahun Anggaran

TAHUN 2022 TAHUN 2023


Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Februari Maret

No. JENIS TAHAPAN


1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

I Tahap Perencanaan

1. Penyusunan DPPT
II Tahap Persiapan

1. Pembentukan Tim Persiapan & pemberitahuan


2. Undangan sosialisasai & konsultasi publik
3. Pelaksanaan Pengumuman PENLOK
III Tahap Pelaksanaan dan Penyerahan Hasil
1. Pelaksanaan dan Pengumuman hasil inventarisasi
2. Pelaksanaan pengadaan penilai (appraisal)
3. Pelaksanaan penilai harga tanah
4. Musyawarah & penetapan harga tanah
5. Pemberian ganti rugi & penyerahan hasil

VI-2
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Pengadaan tanah untuk kepentingan umum dilaksanakan Sesuai dengan Sesuai UU


Nomor 2 Tahun 2012, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 dan Permen ATR
No. 19 tahun 2021 yang diselengarakan dengan tahapan sebagai berikut:

Pengadaan tanah untuk kepentingan umum mengacu pada Peraturan Menteri


ATR/BPN No. 19 Tahun 2021, secara normatif melalui beberapa tahapan yang
membutuhkan waktu paling lama kurang lebih kurang lebih 11 bulan dalam kondisi
normal (tidak ada keberatan), dan paling lama kurang lebih 17 bulan beserta
perubahannya sebagai berikut :

Gambar VI-1. Tahapan Pengadan Tanah

(1). Tahap Perencanaan, Penyusunan Dokumen Perencanaan pengadaan Tanah.


Waktu yang dibutuhkan tahapan ini berbeda-beda sesuai dengan kelengkapan
data yang menunjang dalam mendukung pembuatan dokumen ini. Dengan
asumsi kegiatan berjalan sesuai urutan dan limit waktu yang ditentukan, estimasi
waktu Tahap Perencanaan kurang lebih selama 3 (tiga) bulan.

(2). Tahap Persiapan, adalah tahapan/proses yang dilakukan oleh Tim Persiapan,
merupakan tindaklanjut dari Dokumen Perencanaan Tanah (DPPT) yang telah
disusun sebelumnya, dimana secara garis besaar kegiatannya meliputi kegiatan
verifikasi DPPT, Pendataan Awal, Pemberitahuan Pembangunan dan Konsultasi
Publik, dan diakhiri dengan denga Penetapan Lokasi oleh Gubernur. Estimasi

VI-3
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

kebutuhan waktu Tahap Persiapan pengadaan tanah kurang lebih 2 (dua)


sampai dengan 6 (enam) bulan.

(3). Pelaksanaan Pengadaan Tanah. Pelaksanaan Pengadaan Tanah dilaksanakan


oleh Lembaga Pertanahan setelah ada pengajuan dari Instansi yang
memerlukan tanah, meliputi: Inventarisasi dan identifikasi, Penilaian Ganti
Kerugian, Musyawarah penetapan Ganti Kerugian, Pemberian Ganti Kerugian,
Kepemilikan/penguasaan Pihak yang Berhak menjadi hapus setelah
pelaksanaan pembayaran ganti kerugian/pelepasan hak atau pelaksanaan
penitipan ganti kerugian di Pengadilan Negeri. Estimasi kebutuhan waktu Tahap
Pelaksanaan pengadaan tanah kurang lebih 6 (enam) sampai dengan 9 (bulan)
atau lenbih, tergantung pada dinamika sosial yang terjadi.

(4). Tahap Penyerahan Hasil, seperti yang dimaksud dalam peraturan Kepala Badan
Nomor 5 tahun 2012 adalah menyerahkan hasil setelah selesainya pelaksanaan
pengadaan tanah paling lama 7 (tujuh) hari kerja.

B. Jangka Waktu Pengadaan Tanah

Mengacu pada UU Nomor 2 Tahun 2012, Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun2021


dan Peraturan Menteri ATR/BPN No. 19 Tahun 2021, pengadaan tanah untuk
kepentingan umum mengacu pada, secara normatif melalui beberapa tahapan yang
membutuhkan estimasi Jangka waktu dalam tahapan pelaksanan pembebasan tanah
untuk kepentingan umum dengan estimasi kurang lebih 13 bulan (1 tahun) s.d 20
bulan (1,5 satu setengah) tahun.

Berikut disajikan tahapan kegiatan dan estimasi kebutuhan waktu pengadaan tanah
mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku :

VI-4
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Tabel VI-2. Jangka Waktu Pembebasan Tanah


KEBUTUHAN WAKTU
NO. TAHAP KEGIATAN Kondisi Normal Kondisi Ada
Keberatan
A TAHAP PERENCANAAN 90 90
Penyusunan Dokumen Perencanaan 90 90
Pengadaan Tanah (DPPT)
B TAHAP PERSIAPAN 43 163
1 Pembentukan tim persiapan 2 2
2 Pemberitahuan rencana pembangunan 3 3
Oleh tim persiapan
3 Undangan sosialisasi tatap muka 3 3
4 Pendataan awal pengadaan tanah 14 14
5 Undangan konsultasi publik 3 3
6 Konsultasi publik 15 14
7 Konsultasi publik ulang (Keberatan Thd 14
Lokasi - 1)
8 Kajian tim keberatan konsultasi publik 3

9 Pelaksanaan Pengumuman Penetapan 3 3


Lokasi Pembangunan
10 Pengajuan keberatan Penetapan Lokasi 30
ke PTUN
11 Keputusan PTUN atas Penetapan Lokasi 30
12 Pengajuan kasasi ke ma atas keberatan 14
Terhadap Penetapan Lokasi
13 Keputusan MA atas Penetapan Lokasi 30

C. TAHAP PELAKSANAAN DAN 139 255


PENYERAHAN HASIL
14 Pelaksanaan dan Pengumuman hasil 30 30
inventarisasi
15 Pengajuan Keberatan atas Hasil 14
Inventarisasi
16 Verifikasi/perbaikan Hasil Inventarisasi 14

VI-5
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

KEBUTUHAN WAKTU
NO. TAHAP KEGIATAN Kondisi Normal Kondisi Ada
Keberatan
17 Pelaksanaan pengadaan penilai 30 30
(appraisal)
18 Pelaksanaan penilai harga tanah 30 30
19 Penyampaian undangan musyawarah 5 5
warga
20 Musyawarah harga & Penetapan Harga 30 30
21 Pengajuan keberatan atas hasil 14
Musyawarah ke Pengadilan Negeri
(Penetapan Nilai Obyek Tanah)
22 Keputusan Pengadilan Negeri 30
23 Pengajuan kasasi atas keberatan hasil 14
Musyawarah ke MA
24 Keputusan kasasi oleh MA atas 30
Keberatan hasil musyawarah
25 Pemberian ganti rugi 7 7

26 Pendokumentasian proses dan 7 7


penyerahan hasil
Hari 272 508
Bulan 11 17

VI-6
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

C. Bagan Proses Pengadaan Tanah

Gambar VI-2. Bagan Alir Proses Pengadaan Tanah

VI-7
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

D. Perkiraan Waktu Yang Dibutuhkan Pelaksanaan Pengadaan Tanah


Tabel VI-3. Jadwal Perkiraan Waktu Pengaaan Tanah Untuk Pengembangan Jalan Tol Ruas Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi,
Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I

TAHUN
No. Jenis Pekerjaan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5 Bulan 6 Bulan 7 Bulan 8 Bulan 9 Bulan 10 Bulan 11
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
I Tahap Perencanaan
Penyerahan Dokumen
1.
DPPT ke Gubernur
Verifikasi Dokumen
2.
DPPT

II Tahap Persiapan
Pembentukan Tim
1.
Persiapan
Rapat Persiapan
2. Pelaksanaan Tahap
Persiapan
Pemberitahuan
3.
Rencana
4. Sosialisasi Tatap Muka
Pendataan Awal
5.
Pengadaan Tanah
6. Konsultasi Publik
Permohonan Lokasi
7.
Pembangunan
8. Penentuan Lokasi

VI-8
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

TAHUN
No. Jenis Pekerjaan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5 Bulan 6 Bulan 7 Bulan 8 Bulan 9 Bulan 10 Bulan 11
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
III Tahap Pelaksanaan dan Penyerahan Hasil
1. Permohonan Pengadaan Tanah ke BPN

2. Penetapan Pelaksanan Pengadaan Tanah


3. Penyiapan Pengadaan Tanah dan
Penetapan Satgas A & B
4. Inventarisasi dan Identifikasi
5. Penerbitan dan Penetapan Peta dan
Bidang Nominatif

6. Pelaksanaan dan Penilaian Harga Tanah

7. Penetapan Hasil Penilaian

8. Musyawarah Bentuk Kegiatan

9. Validasi
Pemberian Ganti Kerugian dan Pelepasan
10. Hak
Pendokumentasian Proses dan
11. Penyerahan Hasil

11. Penerimaan Tenaga Kerja Operasional

VI-9
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

E. Tahap Pelaksanaan Pembangunan Jalan Tol

Tahap pelaksanaan pembangunan jalan tol, setidaknya meliputi beberapa item


sebagai berikut :
1). Umum
2). Pembersihan Lahan
3). Pembongkaran
4). Pekerjaan Tanah
5). Galian Struktur
6). Drainase
7). Subgrade
8). Lapis Pondasi Agregat
9). Perkerasan
10). Struktur beton
11). Struktur baja
12). Pekerjaan Lain-Lain
13). Pencahayaan Lampu lalu Lintas & Pekerjaan Listrik
14). Gerbang TOL
15). Pengalihan dan Utilitas yang ada
16). Fasilitas Tol dan gerbang Tol.

Mengacu pada tahapan kegiatan tersebut diatas, perkiraan kebutuhan waktu


dalam kondisi normal adalah sebagai berikut :

VI-10
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Tabel VI-4 Jadwal Perkiraan Waktu Pembangunan

Bulan Ke‐
No. Item Pekerjaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 Umum
2 Pembersihan Lahan
3 Pembongkaran
4 Pekerjaan Tanah
5 Galian Struktur
6 Drainase
7 Subgrade
8 Lapis Pondasi Agregat
9 Perkerasan
10 Struktur beton
11 Struktur baja
12 Pekerjaan Lain‐Lain
13 Pencahayaan Lampu lalu Lintas & Pekerjaan Listrik
14 Gerbang TOL
15 Pengalihan dan Utilitas yang ada
16 Fasilitas Tol dan gerbang Tol

VI-11
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

I
BAB VII. PERKIRAAN JANGKA WAKTU
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN

Perkiraan terhadap jangka waktu pelaksanaan pembangunan, merupakan uraian


tentang waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan pembangunan. Dalam tahap
pelaksanaan pembangunan jalan tol ini, setidaknya meliputi beberapa item sebagai
berikut :
1). Umum;
2). Pembersihan Lahan;
3). Pembongkaran;
4). Pekerjaan Tanah;
5). Galian Struktur;
6). Drainase;
7). Subgrade;
8). Lapis Pondasi Agregat;
9). Perkerasan;
10). Struktur beton;
11). Struktur baja;
12). Pekerjaan Lain-Lain;
13). Pencahayaan Lampu lalu Lintas & Pekerjaan Listrik;
14). Gerbang TOL;
15). Pengalihan dan Utilitas yang ada;
16). Fasilitas Tol dan gerbang Tol.

Mengacu pada tahapan kegiatan tersebut diatas, perkiraan Jadual Implementasi


Pelaksanaan Pembangunan Jalan Tol Bangkinang – Pangkalan Tahap-I adalah
sebagai berikut :

VII-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Tabel VII-1. Jadual Implementasi Pelaksanaan Pembangunan Jalan Tol Ruas Bangkinang – Pangkalan Tahap-I

Tahun
2022 2023 2024 2025

Agus - Sep

Apr-Jun

Apr-Jun

Apr-Jun
Jan-Mar

Jan-Mar

Jan-Mar
Okt-Des

Okt-Des

Okt-Des
Jul-Sep

Jul-Sep
No. Jenis Pekerjaan

I Tahap Pra Konstruksi

1. Sosialisasi Rencana Kegiatan


2. Pengurusan Izin
3. Pembebasan Lahan
4. Perencanaan Teknis
II Tahap Konstruksi

1. Pekerjaan Umum
2. Pekerjaan Tanah
3. Pekerjaan Drainase
4. Pekerjaan Jalan
5. Pekerjaan Struktur
6. Pekerjaan Lain~Lain
7. Pekerjaan Penerangan Jalan Umum & Fasilitas Tol
8. Pekerjaan Gerbang Tol
III Tahap Operasi
[Link] Tenaga Kerja Operasional
2. Pengoperasian Jalan Tol
3. pemeliharaan Jalan dan Sarana Pendukung

VII-2
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

BAB VIII. PERKIRAAN NILAI KERUGIAN

A. Perkiraan Ganti Kerugian Fisik

Pendekatan utama dalam menentukan perkiraan nilai fisik adalah pendekatan nilai
pasar. Pada pelaksanaan pekerjaan penyusunan dokumen perencanaan pengadaan
tanah tambahan ruas jalan tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi
Bangkinang–Pangkalan Tahap-I, nilai fisik yang dimaksud adalah nilai tanah,
bangunan dan tanaman. Nilai pasar untuk menentukan nilai fisik tersebut diperoleh
dari hasil survey lapangan oleh Tim Appraisal yang dimana pendekatan nilai pasar
didapatkan dari harga pasar keterwakilan di luar row ruas jalan tol Bangkinang –
Pangkalan Tahap-I dari setiap desa yang terkena dampak pembangunan ruas jalan
tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I.

B. Nilai Tanah

UU No. 2 tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk


Kepentingan Umum pasal 33 bahwa penilaian besarnya nilai Ganti Kerugian oleh
Penilai dilakukan bidang per bidang tanah, meliputi;
a. Tanah;
b. Ruang atas dan ruang bawah tanah;
c. Bangunan;
d. Tanaman;
e. Benda yang berkaitan dengan tanah; dan/atau
f. Kerugian lain yang dapat dinilai.
Dalam menentukan indikasi Nilai Penggantian Wajar atau Nilai Ganti Kerugian, maka
objek penilaian yang dimaksud akan diganti rugi mencakup kerugian Fisik dan Non
Fisik. Kerugian fisik yang dimaksud, meliputi :
a. Tanah dengan peruntukan seperti Mix-Used Area atau komersial
b. Ruang atas dan bawah tanah
c. Bangunan ; dapat terdiri dari bangunan residensial, industri, komersial

VIII-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

d. Benda yang berkaitan dengan tanah; seperti utilitas dan saran pelengkap
bangunan.
Sedangkan Kerugian non fisik yang dimaksud, meliputi :
a. Penggantian terhadap kerugian pelepasan hak dari pemilik tanah yang akan
diberikan premium serta diukur dalam bentuk uang berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Penggantian ini dapat meliputi hal-hal
yang berkaitan dengan :
-) Kehilangan pekerjaan atau kehilangan bisnis termasuk alih profesi (dengan
memperlihatkan UU No.2 tahun 2012 Pasal 33 huruf f berikut
penjelasannya).
-) Hal-hal yang belum diatur pada butir (1) dan (2) diatas seharusnya ditentukan
berdasarkan kesepakatan para pihak yang terkait.
b. Biaya transaksi, dapat meliputi biaya pindah, pajak dan Notaris sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
c. Kompensasi masa tunggu (bunga), yaitu sejumlah dana yang diperhitungkan
sebagai pengganti adanya perbedaan waktu antara tanggal penilaian
dengan perkiraan tanggal pembayaran.

C. Penilaian Ruang Atas Tanah dan Bawah

Pada tahap perencanaan Pengadaan Tanah Rencana Pembangunan Jalan Tol Ruas
tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I, tidak ditemukan secara nyata fisik ruang atas tanah dan bawah tanah yang
dapat dilakukan penilaian.

D. Nilai Bangunan

Berdasarkan hasil pendataan lapangan, terdapat kurang lebih 3 unit bangunan yang
terkena sebagian dan semuanya adalah bangunan permanen dan semi permanen
dengan luas kurang lebih luasan 260 m 2 pada Rencana Pembangunan Jalan Tol
Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I.

VIII-2
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Perkiraan nilai bangunan didasarkan kepada hasil inventarisir terhadap bangunan


dengan memperhatikan unsur-unsur antara lain terkait spesifikasi bangunan, umur,
fungsi. Dasar Penilaian yang digunakan yaitu dengan metode pendekatan biaya.

Tabel VIII-1. Perkiraan Nilai Bangunan Pada Rencana Pembangunan Jalan Tol
Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I

No. Wilayah Administrasi Bangunan


Luas Harga Rata2 Estimasi Nilai Fisik
(M2) (Rp. Per m2) Bangunan (Rp.)
A. Kec. XIII Koto Kampar
1. Desa Tanjung Alai 260 2,000,000 520,000,000

Jumlah 520,000,000

E. Nilai Tanaman Tumbuh

Salah satu obyek pengadaan tanah, selain tanah dan bangunan adalah tanaman.
Pada RoW tambahan ini terdapat 2 jenis tanaman warga yang terkena berupa kebun
sawit dengan perkiraan jumlah batang dan kebun karet dengan jumlah batang.

Jumlah dan nilai kerugian fisik untuk tanah, bangunan dan tanaman tersebut dapat
dilihat pada Tabel VIII.2.

VIII-3
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Tabel VIII-2. Perkiraan Ganti Kerugian Fisik Pada Rencana Pembangunan Jalan Tol
Ruas Bangkinang – Pangkalan Tahap-I

Tanah Bangunan Tanaman

No. WILAYAH ADMINISTRASI Estimasi Nilai Estimasi


Harga Rata2 Estimasi Nilai Harga Rata2
Luas (m2) Luas (m2) Fisik Bangunan Jumlah Nilai Rp.
(Rp. Per m2) Fisik Tanah (Rp.) (Rp. Per m2)
(Rp.) Batang

I. Kec. Bangkinang Seberang


1 Desa Pasir Sialang 955.24 85,000 81,195,230 - - 478 47,750,000

2 Desa Muara Uwai 1,966.24 85,000 167,130,485 - - 988 107,800,000

II. Kec. Salo

3 Desa Ganting Damai 1,606.11 35,000 56,213,955 - - 803 80,300,000

IV. Kec. Bangkinang Barat

4 Desa Pulau Jambu 2,932.84 35,000 102,649,435 - - - 1,428 151,800,000

5 Desa Empat Balai 4,819.07 35,000 168,667,590 - - - 1,543 264,038,889

6 Desa Silam 2,635.74 55,000 144,965,810 - - - 409 168,022,222

V. Kec. XIII Koto Kampar

7 Desa Koto Masjid 1,970.13 50,000 98,506,550 - - - 986 98,550,000

8 Desa Pulau Gadang 2,462.48 50,000 123,123,800 - - - 1,049 104,850,000

9 Desa Tanjung Alai 75,719.51 50,000 3,785,975,450 260.00 2,000,000 520,000,000 21,455 2,285,455,556

95,067.37 4,728,428,305 520,000,000 3,308,566,667

Total: 8,556,994,972

VIII-4
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

F. Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah Dan/Atau Kerugian Lain Yang Dapat
Dinilai atau Nilai Non Fisik

Selain lahan, bangunan untuk rumah tinggal dan tanaman yang terkena Rencana
Pembangunan Jalan Tol Ruas Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi,
Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I, setidaknya terdapat 3 kategori obyek
pengadaan lahan lain yang dapat dinilai antara lain terkait kegiatan usaha ekonomi,
fasos fasum dan utilitas.

No. JENIS USAHA PEMILIK DESA/KELURAHAN


1. Rumah, Warung Hj. Roosna Desa Tanjung Alai
2. Rumah, Warung Simatupang Desa Tanjung Alai

G. Dampak Sosial Yang Mungkin Timbul Terhadap Kegiatan Pengadaan


Tanah Tersebut

Kerugian Dampak Sosial Yang Mungkin Timbul Karena Pengadaan Tanah atau non
fisik adalah kerugian lainnya yang meliputi kerugian emosional (solatium), kehilangan
pekerjaan atau kehilangan bisnis termasuk alih profesi, kompensasi masa tunggu
(bunga), kerugian sisa tanah, kerusakan fisik lainnya dan biaya transaksi (biaya
pemindahan, biaya pengosongan, biaya pajak terkait dan biaya PPAT).

Uraian Kerugian Non Fisik dalam rangka pembebasan lahan untuk kepentingan
umum antara lain sebagai berikut:

1) Solatium (kerugian emosional)

Solatium merupakan kompensasi yang diberikan kepada pemilik rumah untuk


kerugian non finansial yang disebabkan oleh adanya kebutuhan pengambil alihan
dan/atau berpindah rumah tinggal sebagai akibat adanya pengadaan tanah untuk
kepentingan umum.

Besaran kerugian emosional (solatium) dalam bentuk persentase yang diambil


secara wajar. Dalam menilai jumlah kompensasi kerugian, keadaan yang relevan
diperhitungkan, termasuk:

VIII-5
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

• Kepentingan pemilik atas rumah yang dimiliki yang dihubungkan adanya


pemberian kompensasi yang wajar

• Jangka waktu pemilik telah memiliki/ menempati rumah,

• Ketidak nyamanan yang mungkin diderita pemilik rumah sebagai penghuni


karena adanya keharusan pindah rumah.

Premium yang diberikan berkisar antara 10% sampai dengan 30%.

2) Biaya Transaksi/PPAT

Beban biaya PPAT atau sejenisnya dikenakan secara proporsional untuk seluruh
kerugian fisik yang terkait kepada tanah dan bangunan saja, seperti tanah, rumah
tinggal, tempat usaha, industri, dan perkebunan. Premium yang diberikan untuk
PPAT 0,5%.

3) Kompensasi Masa Tunggu

Kompensasi Masa Tunggu dihitung berdasarkan alasan bahwa tanggal penilaian


diterapkan pada tanggal penetapan [Link] terdapat masa waktu yang
tenggang dari pemilik tanah yang belum menerima biaya penggantian sampai
menunggu prosedur administrasi [Link] biaya ini dikenakan sebesar
suku bunga deposito dari bank pemerintah atas nilai properti dari kerugian fisik
ditambah beban premium dan [Link] tunggu ini kami asumsikan selama 6-9
bulan sesuai dengan jadwal serah terima. Premium yang diberikan untuk Masa
Tunggu maksimal 7%.

Hasil estimasi kerugian Non Fisik untuk RoW tambahan sebesar kurang lebih sebesar
Rp. 642,733,710 Juta Rupiah, dengan komposisi nilai solatium, masa tunggu dan
PPAT seperti yang tertera dalam Gambar dan Tabel berikut:

VIII-6
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Tabel VIII.3. Perkiraan Ganti Kerugian Non Fisik Pada Rencana RoW Tambahan Pembangunan Jalan Tol
Ruas Bangkinang – Pangkalan Tahap - I

VIII-7
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

BAB IX. RENCANA PENGANGGARAN

A. Besaran Dana

Besaran Dana adalah Total Anggaran Pengadaan Tanah merupakan penjumlahan


dari Biaya Ganti Kerugian Tanah, Biaya Penyelenggaraan Pengadaan Tanah (Tahap
Perencanaan, Persiapan), dan Biaya Operasional dan Biaya Pendukung (BOBP)
Pelaksanaan dan penyerahan Hasil, Biaya Penilai Pertanahan, Biaya Beracara di
Pengadilan dan Biaya Sertifikasi, dengan Estimasi Total Anggaran Pengadaan Tanah
sebesar Rp. 42,815,444,713 atau 42,815 milyar Rupiah. Pengadaan Tanah bagi
Jalan Tol beserta pembiayaannya merupakan kewajiban pemerintah, dengan rincian
sebagai berikut :

Tabel IX-1. Estimasi Total Anggaran Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Jalan Tol
Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I

ESTIMASI BIAYA %
NO. JENIS BIAYA Rp. Milliar Rp.
1 Biaya Ganti Kerugian 9,199,728,682 9,199 25,61
Tanah
Biaya 6,483,680,000 6,483 17,78
2 Penyelenggaraan
Pengadaan Tanah
a. Biaya Tahap 2,350,000,000 2,350
Perencanaan
b. Biaya Tahap 795,600,000 0,796
Persiapan
c. BOBP Tahap 3,338,080,000 3,338
Pelaksanaan Dan
Penyerahan Hasil
3 Biaya Penilai 2,285,200,000 2,285 6,27
Pertanahan
4 Biaya Berperkara di 18,155,200,000 18,155 49.77
Pengadilan
5 Biaya Sertifikasi 207,956,031 0,208 0.57

TOTAL 42,815,444,713 42,815 100

Penjabaran masing-masing biaya disajikan pada sub-BAB sub-BAB selanjutnya.

IX-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

B. Sumber Dana

Infrastruktur merupakan salah satu aspek pendukung utama yang sangat dibutuhkan
oleh suatu Negara untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat. Indonesia
sebagai Negara berkembang terus menerus melakukan peningkatan dari segi
infrastrukturnya. Pembangunan Infrastruktur saat ini tidak hanya terpaku pada
pembangunan di pulau Jawa saja, melainkan pembangunan di luar pulau Jawa juga
menjadi prioritas untuk mewujudkan pembangunan yang bersifat Indonesia-sentris
sehingga dapat terwujudnya pemerataan pembangunan di daerah.

Sumber pembiayaan yang digunakan dalam pembangunan Ruas Jalan Tol


Pekanbaru – Padang, Seksi Bangkinang – Pangkalan berasal dari dua sumber, yaitu
:
1. LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara)
2. BUJT ( Badan Usaha Jalan Tol) berupa dana talangan.

C. Biaya Tahap Penyelenggaraan Pengadaan Tanah dan Biaya Operasional


dan Biaya Pendukung (BOPP)

Perkiraan Biaya operasioanal Tahap Pelaksanaan Pengadaan Tanah, mengacu pada


Biaya Honorarium dan Biaya Operasional Biaya Pendukung (BOBP) sebagaimana
termuat dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor
10/PMK.02/2016 yang dikalkulasi secara rasional dengan serta memperhitungkan
biaya-biaya lain yang kemungkinan diperlukan pada saat pelaksanaan.

Perkiraan biaya penyelengaraan pengadaan tanah ini merupakan akumulasi dari:


1) Biaya Tahap Perencanaan dan Persiapan pengadaan tanah;
2) BOBP Tahap Pelaksanaan Dan Penyerahan Hasil;
3) Biaya lain-lain.

Adapun Estimasi perhitungan alokasi anggaran yang meliputi biaya perencanaan,


persiapan, pelaksanaan, penyerahan hasil, administrasi, pengelolaan, dan
sosialisasi, BOBP dan Honorium sebesar Rp. 6,843,680,000,- atau 6,843 Milyar
Rupiah. Rincian masing-masing tahapan penyelenggaraan disajikan pada:

IX-2
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

1. Biaya Tahap Perencanaan dan Persiapan Pengadaan Tanah

Rincian Alokasi Dana untuk Tahap Perencanaan dan Persiapan dengan biaya
sebesar Rp. 3,145,600,000. disajikan pada Tabel IX-2.

Tabel IX-2. Estimasi Rincian Biaya Tahap Perencanaan dan Persiapan

NO. TAHAP KEGIATAN/JENIS VOLUME HARGA SATUAN JUMLAH (Rp.) KET.


BIAYA
A. TAHAP PERENCANAAN 2,350,000,000
1 Penyusunan Dokumen FS 1 paket 750,000,000 750,000,000
2 Penyusunan Dokumen 1 paket 1,000,000,000 1,000,000,000
Lingkungan (AMDAL)
3 Penyusunan DPPT 1 paket 600,000,000 600,000,000

B. TAHAP PERSIAPAN 795,600,000


1 Rapat Koordinasi Awal
Tingkat Provinsi
- Gedung (Ruangan) 1 unit x 1 hr (kali ) 1,500,000 1,500,000
- Honor Narasumber Utama 1 org x 1 hr (kali ) 2,500,000 2,500,000
- Honor Narasumber 2 org x 1 hr (kali ) 1,500,000 1,500,000
- Konsumsi 75 org x 1 hr (kali ) 150,000 150,000
- Uang Transport Peserta 75 org x 1 hr (kali ) 250,000 250,000
- ATK dan Penggandaan 1 Ls 1,500,000 1,500,000
2 Verifikasi Dok DPPT 4 org x 5 HK 350,000 7,000,000
3 Rapat Persiapan
Pelaksanaan Tahap
Persiapan
- Gedung (Ruangan) 1 unit x 1 HK 1,000,000 1,000,000
- Honor Narasumber 1 org x 1 HK 1,500,000 1,500,000
- Konsumsi 75 org x 1 HK 150,000 11,250,000
- Uang Transport Peserta 75 org x 1 HK 250,000 18,750,000
- ATK dan Penggandaan 1 Ls 2,500,000 2,500,000
4 Singkronisasi Data
Sementara dengan BPN
- Honor Narasumber 7 org x 5 HK 350,000 12,250,000
- Konsumsi 7 org x 5 HK 350,000 12,250,000
- Uang Transport Peserta 7 org x 5 HK 350,000 12,250,000

- ATK dan Penggandaan 1 Ls 2,500,000 2,500,000


5 Pemberitahuan rencana 1 ILM x 2 kali (hr) 40,000,000 80,000,000
pembangunan di media
6 Sosialisasi tatap muka

IX-3
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

- Gedung (Ruangan) 1 unit x 11 desa /keL 750,000 8,250,000


- Honor Panitia 2 org x 11 desa /kel 250,000 2,750,000
- Honor Narasumber 2 org x 11 desa /kel 750,000 8,250,000
- Konsumsi 400 org x 1 hr (kali ) 150,000 60,000,000
- Uang Transport Peserta 400 org x 1 hr (kali ) 200,000 80,000,000
- ATK dan Penggandaan 1 pkt x 11 desa /kel 1,000,000 11,000,000
7 Pendataan awal pengadaan
tanah
- Honor Pelaksana 21 orghari x 11 350,000 80,850,000
desa
- Uang Transport Peserta 21 orghari x 3 kali/ 150,000 9,450,000
hr
- ATK dan Penggandaan 1 pkt x 11 desa /kel 2,000,000 22,000,000
8 Konsultasi publik
- Gedung (Ruangan) 1 unit x 11 desa 750,000 8,250,000
/kel
- Honor Panitia 2 org x 11 desa /kel 250,000 2,750,000
- Honor Narasumber 2 org x 11 desa /kel 750,000 16,500,000
- Konsumsi 400 org x 1 hr (kali 150,000 60,000,000
)
- Uang Transport Peserta 400 org x 1 hr (kali 200,000 80,000,000
)
- ATK dan Penggandaan 1 pkt x 11 desa /kel 1,000,000 11,000,000
9 Pemberitahuan Penetapan
Lokasi Pembangunan
- ATK dan Penggandaan 1 pkt x 11 desa /kel 500,000 5,500,000
- Transportasi 2 org x 4 hr 500,000 4,000,000
10 Pemberitahuan Penetapan 1 ILM x 1 kali (hr) 40,000,000 40,000,000
Lokasi via media
11 Lain-lain
- Honorarium Team
Persiapan (Sesuai PMK No.
10/PMK02/2016)
Ketua Merangkap anggota 1 12 OB 3,700,000 44,400,000
Orang x 12 bulan x 3.500.000
Sekretaris Merangkap 12 OB 2,500,000 30,000,000
anggota 1 Orang x 12 bulan
x 2.500.000
Anggota 10 Orang x 12 bulan 12 OB 2,500,000 30,000,000
x 2.500.000
Sekretariat 3 Orang x 12 12 OB 1,000,000 12,000,000
bulan x 1.000.000

D. BOBP Tahap Pelaksanaan Dan Penyerahan Hasil

Perkiraan Biaya operasioanal Tahap Pelaksanaan Pengadaan Tanah, mengacu pada


Biaya Honorarium dan Biaya Operasional Biaya Pendukung (BOBP) sebagaimana
termuat dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor

IX-4
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

10/PMK.02/2016 yang dikalkulasi secara rasional dengan serta memperhitungkan


biaya-biaya lain yang kemungkinan diperlukan pada saat pelaksanaan.

Rencana Biaya Operasional dan Biaya Pendukung Pelaksanaan dan Penyerahan


Hasil Rencana Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-
Bukittingi, Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I sebesar Rp. 3,338,080,000.

Secara rinci disajikan pada Tabel berikut ini.

Tabel IX-3. Rincian Biaya Operasional dan Biaya Pendukung (BOBP)


Pendukung Pelaksanaan dan Penyerahan Hasil Rencana Pembangunan Jalan
Tol Bangkinang-Pangkalan Tahap-1

No. URAIAN VOLUME HARGA JUMLAH (RP)


SATUAN
A Belanja Bahan 645,780,000
1 Alat Tulis Kantor dan 7 Paket 5,000,000 132,000,000
Supply Bahan
Komputer (1 Paket x 7
bulan)
2 Pengadaan 232,360,000

- Cetak Map Inven Iden 13,200 Map 10,000 132,000,000


(2200 X 2) dan Map
UGR (2200 X 4)
- Cetak Peta A0 206 Lembar 30,000 6,180,000
Pengumuman Peta
Bidang Tanah
(4 Lembar x 11 desa +
14 kecamatan)
- Cetak Peta A0 Peta 206 Lembar 30,000 6,180,000
Bidang Tanah hasil
verifikasi
(4 Lembar x 11 desa +
14 kecamatan)
- (4 Lembar x 11 desa + 8,800 Keping 10,000 88,000,000
4 kecamatan)
3 Sewa 357,420,000
a. Kendaraan Roda 4 (6 42 Unit 5,000,000 210,000,000
Unit x 7 bln)
b. Sewa Laptop (5 Unit x 35 Unit 1,250,000 43,750,000
7 bln)
c. Sewa Komputer 35 Unit 1,000,000 35,000,000
Desktop (5 Unit x 7 bln)
d. Sewa Printer A4 (4 unit 28 Unit 750,000 21,000,000
x 7 bln)

IX-5
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

e. Sewa Printer A3 (4 Unit 28 Unit 1,000,000 28,000,000


x 7 bln)
f. Sewa Proyektor (1 Unit 7 Unit 750,000 5,250,000
x 7 bln)
g. Sewa Mesin Fotocopy 7 Unit 3,500,000 3,500,000
Digital (1 Unit x 7 bln)
h. Sewa Lemari Besi (6 42 Unit 260,000 10,920,000
Unit x 7 bln)
No. URAIAN VOLUME HARGA JUMLAH (RP)
SATUAN
B. Honorarium - 508,200,000
Pelaksana
Pengadaan Tanah
1. Honorarium Pelaksana
(7 bulan)
- Ketua merangkap 7 OB 3,700,000 25,900,000
anggota
- Sekretaris merangkap 7 OB 2,900,000 20,300,000
anggota
- Sekretariat (6 Orang) 42 OB 2,400,000 420,000,000
C. Inventarisasi dan 548,000,000
Identifikasi
1. Biaya Satgas
Satgas A -
a. Biaya Inventarisasi dan 440 bidang 250,000 123,500,000
Identifikasi
b. Transport Satgas A (6 180 HK 150,000 27,000,000
Orang X 30 Hari)
Satgas B
a. Biaya Inventarisasi dan 440 bidang 150,000 330,000,000
Identifikasi
b. Uang Transport Satgas 450 OK 150,000 67,500,000
B (15 Orang X 30 Hari)
D. Verifikasi Sanggahan

1. Biaya Verifikasi Satgas 44,100,000

Satgas A

a. Transport Satgas A (6 84 OK 50,000 12,600,000


Orang X 14 Hari)

Satgas B

Uang Transport OK 150,000 31,500,000


Satgas B (15 Orang X 210
14 Hari)

IX-6
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

E. Akomodasi Rapat/ 1,499,000,000


Koordinasi

1. Koordinasi Tim 80,000,000


Pelaksana Pengadaan
Tanah dan Satgas

- Paket Fullday (200 org 200 OK 250,000 50,000,000


X 2 kali)
No. URAIAN VOLUME HARGA JUMLAH (RP)
SATUAN
Transport rapat 200 OK 150,000 30,000,000
-

2. Pengumuman Hasil 269,000,000


Inventarisasi dan
Identifikasi

- Konsumsi warga 2,471 OK 70,000 172,970,000


(makan dan snack)
(org X 1 Keg)
- Konsumsi panitia 440 OK 70,000 30,800,000
(makan dan snack)
(40 org x 11 Kel/Des)
- Transport panitia (40 440 OK 150,000 66,000,000
org x 48 Kel/Des)

3. Rapat Pleno Hasil 112,000,000


Verifikasi

- Paket Fullday (40 org X 280 OK 250,000 70,000,000


7 kali)

- Transport rapat 280 OK 150,000 42,000,000

4. Rapat Rencana 112,000,000


Pengadaan Jasa
Penilai
- Paket Fullday (40 org X 280 OK 250,000 70,000,000
7 kali)

- Transport rapat 280 OK 150,000 42,000,000

5. Rapat Penyerahan 112,000,000


Peta Bidang dan
Nominatif Kepada
Penilai

- Paket Fullday (40 org X 280 OK 250,000 70,000,000


7 kali)
- Transport rapat 280 OK 150,000 42,000,000

IX-7
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

6. Rapat Penyerahan 112,000,000


Hasil Penilaian
Kepada Ketua
Pelaksana

- Paket Fullday (40 org 280 OK 250,000 70,000,000


X 7 kali)
- Transport rapat 280 OK 150,000 42,000,000

No. URAIAN VOLUME HARGA JUMLAH (RP)


SATUAN
7. Rapat Kajian Hasil 112,000,000
Penilaian

- Paket Fullday (40 org X 280 OK 250,000 70,000,000


7 kali)

- Transport rapat 280 OK 150,000 42,000,000

8 Rapat Kajian Hasil 112,000,000


Penilaian
- Paket Fullday (40 org X 280 OK 250,000 70,000,000
7 kali)
- Transport rapat 280 OK 150,000 42,000,000
9. Musyawarah Bentuk 127,000,000
dan Besaran Ganti
Kerugian
- Konsumsi warga 440 OK 70,000 30,800,000
(makan dan snack)
(2200 org X 1 Keg)
- Konsumsi panitia 440 OK 70,000 30,800,000
(makan dan snack) (40
org x 48 Kel/Des)
Transport panitia (40 440 OK 150,000 66,000,000
org x 11 Kel)-
10 Musyawarah Ulang 127,000,000
Bentuk dan Besaran
Ganti Kerugian
- Konsumsi warga 440 OK 70,000 30,800,000
(makan dan snack)
(400 org X 1 Keg)
Konsumsi panitia 440 OK 70,000 30,800,000
(makan dan snack) (40
org x 11 Kel/Des)
Transport panitia (40 440 OK 150,000 66,000,000
org x 11 Kel/Des)

IX-8
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

11 Pelepasan Hak dan 127,000,000


Pemberian Ganti
Kerugian
- Konsumsi warga 440 OK 70,000 30,800,000
(makan dan snack) (40
org X 1 Keg)
- Konsumsi panitia 440 OK 70,000 30,800,000
(makan dan snack) (40
org x 48 Kel/Des)
No. URAIAN VOLUME HARGA JUMLAH (RP)
SATUAN
- Transport panitia (40 440 OK 150,000 66,000,000
org x 11 Kel/Des)
- Sewa Pengeras Suara 1 Set 2,418,000 2,418,000

12 Rapat Kajian 112,000,000


Permohonan Tanah
Sisa
- Paket Fullday (40 org X 280 OK 250,000 70,000,000
7 kali)
- Transport rapat 280 OK 150,000 42,000,000

F Penyerahan Hasil 93,200,000


Pengadaan Tanah
1 Rapat Koordinasi Hasil 80,000,000
Akhir
- Paket Fullday (200 org) 200 OK 250,000 50,000,000
- Transport rapat 200 OK 150,000 30,000,000

2 Penggandaan
Dokumen Hasil
Pengadaan Tanah
- 2200 berkas x 4 8,800 Lembar 1,500 13,200,000
rangkap

TOTAL 3,338,080,000

E. Nilai Ganti Kerugian atau Nilai Penggantian Wajar (NPW)

Perkiraan Nilai Ganti Kerugian pada Rencana Pembangunan Jalan Tol RengatPekanbaru
dilakukan melalui pendekatan Nilai Penggantian Wajar (NPW) yang merupakan
akumulasi nilai fisik dan non-fisik. Mengacu pada perhitungan sebelumnya pada Sub Bab
sebelumnya, maka estimasi nilai NPW kurang lebih sebesar Rp. 9,199,728,682, dengan
komposisi nilai dijelaskan sebagai berikut:

IX-9
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

Gambar IX.1. Komposisi Nilai Ganti Kerugian atau Nilai Penggantian Wajar (NPW)
Obyek Pengadaan Tanah (Miliar Rupiah)

Tabel IX.4. Estimasi Nilai Ganti Kerugian atau Nilai Penggantian Wajar (NPW)
Lahan Pada Rencana Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Bangkinang-
Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I

ESTIMASI TOTAL
ESTIMASI TOTAL
ESTIMASI TOTAL NILAI
NO. WILAYAH ADMINISTRASI NILAI NON FISIK (M.
NILAI FISIK ([Link]) PENGGANTIAN
Rp)
WAJAR (NPW)
I. Kec. Bangkinang Seberang
1 Desa Pasir Sialang 128,945,230 7,713,547 136,658,777
2 Desa Muara Uwai 274,930,485 15,877,396 290,807,881
II. Kecamatan Salo
3 Desa Ganting Damai 136,513,955 5,340,326 141,854,281
III. Kec. Bangkinang Barat
4 Desa Pulau Jambu 254,449,435 9,751,696 264,201,131
5 Desa Empat Balai 432,706,479 16,023,421 448,729,900
6 Desa Silam 312,988,032 13,771,752 326,759,784
IV. Kec. XIII Koto Kampar
7 Desa Koto Mesjid 197,056,550 9,358,122 206,414,672
8 Desa Pulau Gadang 227,973,800 11,696,761 239,670,561
9 Desa Tanjung Alai 6,591,431,006 553,200,689 7,144,631,695
Total 8,556,994,972 642,733,710 9,199,728,682

IX-10
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

F. Biaya Penilai Pertanahan

Jumlah bidang pengadaan tanah untuk Rencana Tambahanan Lahan RoW Pembangunan
Jalan Tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang-Pangkalan
Tahap-I, kurang lebih 58 bidang. Dari hasil kajian bahwa Biaya penilaian tanah dan bangunan
dalam tahap pelaksanaan dari hasil perhhitungan bahwa untuk Penilai tanah dan bangunan
adalah sekitar Rp. [Link], dimana jumlah bidang x biaya perbidang.

Tabel IX.5. Biaya Penilai Pertanahan

Harga
No. Komponen Biaya Volume Satuan Jumlah (Rp.)
(Rp.)
A. Biaya Langsung Personil
1 Penilai Berijin (S) 2 orang 15 hari 9.500.000 285.000.000

2 Penilai T 4 orang 60 hari 1.900.000 456.000.000

3 Penilai P 5 orang 60 hari 900.000 270.000.000

4 Administrator 2 orang 60 hari 670.000 80.400.000

5 Operator 2 orang 60 hari 550.000 66.000.000

Jumlah A. 15 orang 255 hari [Link]

B Biaya Langsung Non Personil

1 Transportasi dan Akomodasi 1 paket 5.000.000 5.000.000

2 Alat Tulis 1 paket 3.000.000 3.000.000

3 Laporan 3 buku 1.000.000 3.000.000

Jumlah B. 11.000.000

D PPN, 10% 116.840.000

Total [Link]

Total, Dibulatkan [Link]

IX-11
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

G. Biaya Beracara di Pengadilan

Dengan asumsi 20% dari total jumlah bidang berpekara di pengadilan diperkirakan
membutuhkan biaya kurang lebih Rp. 18,155,200,000 dengan asumsi rincian perkiraan biaya
pengadilan sebagai berikut :

• Biaya sidang di PTUN = 4 orang (2 org Pemprov + 2 Orang TPT) x 8 sidang x Rp.
1.800.000 (akan disesuaikan dengan honorarium beracara pada SBM tahun berjalan)
x 2 gugatan;
• Biaya sidang dipengadilan Negeri =4 org (2 orang TPT dan 2 orang BPN) x Rp.
1.800.000 (akan disesuaikan dengan honorarium beracara pada SBM tahun berjalan)
X 5 sidang (pemeriksaan, pemeriksaan, pembuktian, pembuktian, putusan) X jumlah
estimasi 20% dari total bidang);
• Biaya pengajuan banding dan kasasi @Rp. 5.000.000 per bidang (akan disesuaikan
dengan PNBP yang berlaku di PN 4 Kab/Kota lokasi studi ) x (estimasi 20% dari total
bidang).

NO. BIAYA VOLUME BIAYA SAT JUMLAH (RP)


PENGADILAN

1 Biaya sidang di 4 org x 8 x sidang x 2 gugatan 1,800,000 115,200,000


PTUN

2 Biaya sidang di 4 org x 5 x sidang x 440 bidang 1,800,000 15,840,000,000


Pengadilan Negeri
3 Biaya Pengajuan
Banding dan 440 bidang 5,000,000 2,200,000,000
kasasi

Total 18,155,200,000

H. Biaya Sertifikasi

Perkiraan Biaya Sertipikasi, mengacu pada Surat Edaran Sekjen Ke-menterian ATR nomor
KU.01.04/1301-100/VIII/2020 tanggal 19 Agustus 2020 dan Pasal 9 PP nomor 128 Tahun
2015 serta Peraturan Menteri Keuangan nomor 132 tahun 2010) dengan formulasi sebagai
berikut :

• Untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Pendaftaran diestimasi Rp. 50.000 X
total bidang;

IX-12
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

• Untuk Biaya Tim Peneliti Tanah dikenakan tarif = 1/5 X ((Luas : 500) X 20.000)) +
350.000.

Mengacu pada formula tersebut, perkiraan biaya sertifikasi kurang lebih Rp. 207,956,031.

NO. JENIS BIAYA VOL SATUAN BIAYA JUMLAH


SATUAN (Rp.)
1. Penerimaan Negara Bukan
Pajak (PNBP), Pendaftaran Bidang 50,000 110,000,000
2200
diestimasi Rp. 50.000 X total
bidang
2 Biaya Tim Peneliti Tanah
dikenakan tarif = 1/5 X ((Luas : Paket 97,956,031
1
500) X 20.000)) + 350.000

Total 207,956,031

IX-13
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

I
BAB X. PREFERENSI BENTUK KERUGIAN

Preferensi bentuk ganti kerugian sejalan/terkait erat dengan kondisi eksisting


peruntukan dan status/alas hak obyek lahan.

Kondisi eksisting peruntukan penambahan lahan yang terkena tol Jalan Tol
Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittinggi, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I menunjukkan bahwa rencana trase tol dominan melewati area kebun rakyat
9,51 hektar.

Sedangkan alas hak/bukti kepemilikan lahan menunjukkan bahwa lahan Kondisi


eksisting status/alas hak kepemilikan/penguasaan lahan yang terkena rencana Jalan
Tol Ruas Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–
Pangkalan Tahap-I sebagian besar berupa status Hak Milik SKT sekitar 47 bidang
(81.03%) dan hak milik SKGR sekitar 11 bidang (18.97%). Sedangkan sebaran alas
hak berdasarkan luasan yang dominan adalah SKT seluas 8,05 hektar (84,65 %),
Hak Milik SKGR seluas 1,46 hektar (15,35 %).

Preferensi bentuk ganti kerugian yang teridentifikasi kurang lebih sebagai berikut :
✓ Obyek pengadaan lahan yang merupakan Hak Milik Atas Tanah secara pribadi,
lembaga atau atau perusahaan, yang berbentuk atau dengan peruntukan seperti
lahan rumah tinggal, sawah, kebun, kolam, kendang mengarah pada kepada
permohonan kompensasi bentuk kerugian dalam bentuk tunai/uang;
✓ Obyek pengadaan lahan yang merupakan Hak Milik Negara, antara lain HGU,
Tanah Negara bebas, Asset dalam bentuk peruntukan jalan, sungai, hutang,
Kebun swasta dan yang lainnya, preferensi kompensasi dapat berupa beberapa
alternatif antara lain : Izin Pakai, Alih Status/Pengelolaan, Tukar Guling atau
Penggantian Bangunan berdasarkan kesepakatan dengan intansi yang berhak
(pengelola) dan sesuai ketentuan yang berlaku.

X-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-1, STA. 40+000 – STA. 64+700

BAB XI. MUATAN TAMBAHAN


(TINJAUAN ASPEK LINGKUNGAN)

A. Landasan Hukum

Beberapa referensi hukum terkait dengan rencana pembangunan dan pembebasan


lahan untuk pembangunan Jalan Tol Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-
Payakumbuh—Bukittingi, Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-1, sebagai berikut:
(1). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja;
(2). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2012 tentang Pengadaan
Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum;
(3). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2009 Tentang
Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan;
(4). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang jalan, yang
menyatakan bahwa pelaksanaan pembangunan jalan baru dapat dimulai pada
bidang tanah yang telah diberi ganti kerugian atau telah dicabut hak atas
tanahnya, prinsip dasar ini adalah wujud komitmen Pemerintah dalam
menjunjung keadilan dan penghormatan terhadap hak-hak atas tanah yang
dimiliki masyarakat;
(5). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
(6). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan
Ruang;
(7). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2021 Tentang
Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan
Umum;
(8). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 Tentang Jalan;
(9). Peraturan Pemerintah No 13 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional;
(10).Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 Tentang
Penetapan Dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan;

XI-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-1, STA. 40+000 – STA. 64+700

(11). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 th 2005 Tentang Jalan Tol,
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun
2009;
(12). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2017 Tentang
Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan
Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional;
(13). Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2003 Tentang
Kebijakan Nasional di bidang pertanahan;
(14). Peraturan Menteri ATR /Kepala BPN Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2021
Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021
Tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk
Kepentingan Umum;
(15). Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN RI, No. 20 Tahun 2020 Tentang Tata Cara
Penyusunan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah;
(16). Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 10/PMK-02/2016 yang
merupakan perubahan dari Peraturan Menteri Keuangan 13/PMK.02/2013
tentang Biaya Operasional Dan Biaya Pendukung Penyelenggaraan
Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum;
(17). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik
Indonesia Nomor 13.1/prt/m/2015 Tentang Rencana strategis Kementerian
pekerjaan umum dan perumahan rakyat Tahun 2015-2019
(18). Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 355/kpts/m
Tahun 2016 Tentang Perubahan Keempat atas Keputusan Menteri Pekerjaan
Umum No.567/KPTS/M/2010 tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional;
(19). Peraturan Menteri ATR /Kepala BPN Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2021
Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021
Tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk
Kepentingan Umum;
(20). Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Pulau
Sumatera;
(21). Peraturan Daerah Provinsi Riau No. 10 tahun 2018 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Provinsi Riau Tahun 2018-2038;
(22). Peraturan Daerah Kabupaten Kampar Nomor 11 Tahun 2019 tentang Rencana
Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kampar 2019 – 2039.

XI-2
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-1, STA. 40+000 – STA. 64+700

B. Kajian AMDAL

Mengacu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 12 tahun 2007 dinyatakan


bahwa Setiap rencana usaha dan/atau kegiatan yang mempunyai dampak terhadap
lingkungan hidup wajib memiliki Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan
Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 36 (1) menyebutkan bahwa Setiap usaha
dan/atau kegiatan yang wajib memiliki AMDAL atau UKLUPL wajib memiliki IZIN
LINGKUNGAN. Selanjutnya pada Pasal 40 (1) menyebutkan bahwa Izin lingkungan
merupakan persyaratan untuk memperoleh izin usaha dan/atau kegiatan.

(1). Sesuai kreteria yang tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan
Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2012 Tentang Jenis Rencana Usaha
Dan/Atau Kegiatan Yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Hidup, rencana pembangunan jalan tol Rengat-Pekanbaru termasuk jenis
kegiatan/usaha yang wajib melakukan studi/memiliki Dokumen Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan;
(2). Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kehutanan No P
38 tahun 2019 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib
Memiliki AMDAL mengenai dampak lingkungan pembangunan jalan tol Ruas
Rengat-Pekanbaru. Pada saat ini dokumen Lingkungan rencana Pembangunan
Jalan Tol Rengat - Pekanbaru sedang dilakukan proses penyusunan KA-ANDAL.

Tabel XI-1. Batasan AMDAL untuk Pembangunan Jalan Tol

No Jenis Kegiatan Skala/Besaran Alasan Ilmiah Khusus


1 Pembangunan dan/atau a. Luas wilayah kegiatan operasi
peningkatan jalan tol yang produksi berkolerasi dengan luas
membutuhkan penyebaran dampak.
pengadaan lahan diluar b. Memicu alih fungsi lahan berigasi
rumija (ruang milik jalan) teknis menjadi lahan permukiman
dengan sakala/besaran dan industri
panjang (Km) dan c. Bangkitan lalu lintas, dampak
skala/besaran luas kebisingan, getaran, emisi yang
pengadaan lahan (Ha) tinggi, gangguan visual dan dampak
a. Di kota Metropolitan/besar ≥ 5 Km dengan sosial
▪ Panjang jalan dengan pengadaan
luas pengadaan lahan lahan ≥ 10 Ha
atau

XI-3
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-1, STA. 40+000 – STA. 64+700

▪ Luas pengadaan lahan ≥ 30 Ha


b. Di kota sedang a. Bangkitan lalu lintas, dampak
▪ Panjang jalan dengan ≥ 5 Km dengan kebisingan, getaran, emisi yang
luas pengadaan lahan pengadaan tinggi, gangguan visual dan dampak
atau lahan ≥ 20 Ha sosial
b. Alih fungsi lahan
▪ Luas pengadaan lahan ≥ 30 Ha
c. Di Pedesaan a. Bangkitan lalu lintas, dampak
▪ Panjang jalan dengan ≥ 5 Km dengan kebisingan, getaran, emisi yang
luas pengadaan lahan pengadaan tinggi, gangguan visual dan dampak
atau lahan ≥ 30 Ha sosial
▪ Luas pengadaan lahan ≥ 40 Ha b. Alih fungsi lahan

Sumber : PermenLHK No 38 tahun 2019

C. Identifikasi Awal Potensi Dampak Besar Dan Penting Lingkungan

Secara umum, hasil identifikasi awal dampak dan arahan dan pendekatan
pengelolaan lingkungan hidup terkait dengan pembangunan jalan tol, dapat disajikan
sebagai berikut :

Komponen rencana kegiatan pembangunan jalan tol yang diidentifikasi mencakup


rencana kegiatan pada tahap Pra-konstruksi; Konstruksi dan Pasca Konstruksi yang
berpotensi menimbulkan dampak besar dan penting terhadap komponen lingkungan
hidup di sepanjang dan sekitar koridor tapak lokasi rencana kegiatan pembangunan
jalan tol Rengat-Pekanbaru. Indikator dan parameter komponen rencana kegiatan
yang berpotensi menimbulkan dampak besar & penting terhadap komponen
lingkungan hidup diidentifikasi berdasarkan ”potensi degradasi lingkungan” yang
ditimbulkan oleh komponen rencana kegiatan. Potensi degradasi lingkungan dinilai
akan terjadi, bila memenuhi salah satu dari beberapa kriteria berikut:

1) Komponen rencana kegiatan berpotensi merubah bentang alam secara


signifikan;
2) Komponen rencana kegiatan diperkirakan membutuhkan material dan/atau
sumber daya alam dengan volume sangat besar;
3) Komponen rencana kegiatan berpotensi menggangu kawasan sensitif
lingkungan;
4) Komponen rencana kegiatan berpotensi menggangu keseimbangan suatu
ekosistem dan/atau habitat tertentu;

XI-4
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-1, STA. 40+000 – STA. 64+700

5) Komponen rencana kegiatan berpotensi menimbulkan dampak penurunan


kualitas udara dan kebisingan secara tetap;
6) Komponen rencana kegiatan berpotensi menggangu kondisi sosial ekonomi
budaya;
7) Komponen rencana kegiatan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan antar
sektor.

Berdasarkan kriteria tersebut, dapat diidentifikasi dan ditentukan komponen rencana


kegiatan pembangunan jalan tol Rengat-Pekanbaru yang berpotensi menimbulkan
dampak besar & penting dan justifikasi pendukungnya sebagaimana tersaji pada
tabel berikut.

Tabel XI-2. Indikasi Komponen Rencana Kegiatan Pembangunan Jalan Tol Yang
Berpotensi Menimbulkan Dampak Besar & Penting Terhadap
Lingkungan Hidup

No. Komponen Tinjauan Potensi Degradasi Lingkungan Hasil


Rencana (Komponen Rencana kegiatan Vs Komponen Lingkungan Hidup) Identif
Kegiatan ikasi
Perubahan Kebut Gangguan Gangguan Potensi Emisi, Potensi
Bentang uhan kawasan Ekosistem konflik Debu, konflik
Alam materi sensitif /Habitat Sosial Noise sektoral
al dari
SDA
I PRA- KONSTRUKSI
1 Penetapan ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ X Ya
trase
2 Survey - - - - X - - Ya
lapangan
3 Pengadaan - - - - X - X Ya
lahan
II KONSTRUKSI
1 Mob. - - - - X - - Ya
Peralatan
2 Mob. Personil - - - - X - - Ya
3 Peng. Material - - X X X X - Ya
4 [Link] X X X X X X - Ya
5 Pek. - X X X - X - Ya
Perkerasan
6 Pek. Drainase - X X X - - - Ya
7 Pek. Struktur - X X X - X - Ya
8 Pek. - - - - - - - Tidak
Perlengkapan

XI-5
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-1, STA. 40+000 – STA. 64+700

III PASCA –KONSTRUKSI


1 Operasi Jalan - - - - - X - Ya
2 Maintenance - - - - - - - Tidak
Jalan

Potensi jenis dampak besar & penting rencana kegiatan pembangunan jalan tol,
komponen rencana kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak besar & penting,
serta komponen lingkungan yang terkena dampak besar & penting adalah
sebagaimana tersaji pada Tabel berikut.

Tabel XI-3. Indikasi Potensi Jenis Dampak Besar & Penting; Komponen
Rencana Kegiatan Sumber Dampak Besar & Penting; Dan
Komponen Lingkungan Hidup Yang Terkena

No Potensi Sumber Dampak Komponen Lingkungan Prakiraan Terjadinya


Dampak Besar & Penting Yang Terkena Dampak Dampak Besar &
Besar & Besar & Penting Penting
Penting
1 Konflik sektoral Penetapan trase Sosekbud (hubungan antar Pra - konstruksi
institusi)
Pengadaan lahan
Survey lapangan Sosekbud (sosial ekonomi Pra - konstruksi
Pengadaan lahan kemasyarakatan)
Mobilisasi peralatan Sosekbud (sosial Konstruksi (persiapan)
kemasyarakatan)
2 Konflik sosial Mobilisasi personil Sosekbud (kesempatan Konstruksi (persiapan)
kerja & berusaha)
Pengangkutan Sosekbud (kenyamanan
material lingkungan masyarakat)
[Link] Sosekbud (kenyamanan
lingkungan masyarakat)
3 Perubahan Pekerjaan tanah Geofisik-kimia (morfologi - Konstruksi
bentang alam bentang alam)
Pekerjaan tanah
4 Degradasi Pekerjaan perkerasan Geofisik-kimia (morfologi - Konstruksi
lingkungan Pekerjaan drainase bentang alam)
Pekerjaan struktur
Gangguan Pengangkutan
5 kawasan material Biologi (gangguan fungsi Konstruksi
sensitif Pekerjaan tanah kawasan)
lingkungan Pekerjaan perkerasan
Pekerjaan struktur
Pengangkutan
Gangguan material Biologi (gangguan flora - Konstruksi
6 ekosistem/ Pekerjaan tanah fauna)
habitat satwa Pekerjaan perkerasan
Pekerjaan drainase
Pekerjaan struktur

XI-6
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-1, STA. 40+000 – STA. 64+700

No. Potensi Sumber Dampak Komponen Lingkungan Prakiraan Terjadinya


Dampak Besar & Penting Yang Terkena Dampak Dampak Besar &
Besar & Besar & Penting Penting
Penting
Pengangkutan
material Geofisik-kimia (baku mutu Konstruksi
7 Emisi, debu, Pekerjaan tanah lingkungan)
noise Pekerjaan perkerasan
Pekerjaan struktur
Operasi jalan Geofisik-kimia (baku mutu Pasca - Konstruksi
lingkungan)

D. Indikasi Awal Arahan Dan Pendekatan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Merujuk potensi terjadinya dampak besar dan penting pada rencana kegiatan
pembangunan jalan tol Ruas Rengat-Pekanbaru tersebut di atas, maka dapat
disampaikan arahan penanganan dampak kegiatan yang bersifat indikatif yang perlu
dilakukan pendalaman pada saat studi AMDAL, sebagaimana tersaji pada Tabel
berikut.

Tabel XI.4. Indikasi Arahan Penanganan Potensi Dampak Rencana Kegiatan


Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—
Bukittingi, Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-1

Potensi
No Dampak Sumber Dampak Pendekatan Target penanganan
Besar & Besar & Penting Penanganan
Penting
Penetapan trase Koordinasi Institusional: • Konfirmasi Trase Jalan
• Kementerian Kehutanan Tol (Trase vs PIPIBB)
• Dinas Pertanian Provinsi & Izin Pinjam Pakai
1. Konflik sektoral dan Kabupaten Kawasan Hutan (jika
Pengadaan lahan • Kanwil Kementerian diperlukan)
Agama Provinsi • Pengakomodasian
• Bappeda Provinsi dan ttrase jalan pada
Kabupaten RTRW
• BPN
Survey lapangan • Pendekatan sosial
melalui sosialisasi
kegiatan secara
transparan & terbuka
• Pendekatan ekonomi
Pengadaan lahan dgn memberikan • WTP (Warga Terkena
2 Konflik sosial Mobilisasi kompensasi pada Proyek)
peralatan kegiatan pengadaan • Warga terdampak
Mobilisasi personil lahan dan/atau relokasi

XI-7
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-1, STA. 40+000 – STA. 64+700

Pengangkutan • Pendekatan tekonologi


material dengan penyiraman;
[Link] • Pendekatan ekonomi
dengan kompensasi
(jika diperlukan)
3 Perubahan Pekerjaan tanah Pendekatan Tekonologi: • Minimalisasi volume
bentang alam Optimlisasi koridor trase galian & timbunan
Pekerjaan tanah
Pekerjaan • Minimalisasi
perkerasan Pendekatan Tekonologi: penggunaan kawasan
4 Degradasi Pekerjaan Optimlisasi koridor trase hutan utk koridor
lingkungan drainase tapak trase jalan
Pekerjaan struktur
Gangguan Pengangkutan Pendekatan Tekonologi: • Minimalisasi
kawasan material Optimlisasi koridor trase penggunaan kawasan
5 sensitif Pekerjaan tanah konservasi &
lingkungan Pekerjaan permukiman utk
perkerasan koridor tapak trase
Pekerjaan jalan
drainase
Pekerjaan struktur
Pengangkutan • Pendekatan sosial • WTP (Warga Terkena
material melalui sosialisasi Proyek)
7 Emisi, debu, Pekerjaan tanah kegiatan secara • Warga terdampak
noise Pekerjaan transparan & terbuka
perkerasan • Pendekatan tekonologi
Pekerjaan struktur dengan penyiraman;
Operasi jalan • Pendekatan ekonomi
dengan kompensasi
(jika diperlukan)

E. Hasil Kegiatan Tinjauan Lapangan AMDAL Jalan Tol

Telah dilakukan suvei antara pemrakarsa kegiatan PT. Hutama Karya (Persero) dan
Konsultan Penyusun Amdal bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan
Kehutanan Provinsi Riau. Adapun tujuan dari survey bersama ini adalah untuk melihat
rona lingkungan awal rencana lokasi kegiatan jalan tol Pekanbaru-Bangkinang-
Payakumbuh—Bukittingi, Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-1, dan memastikan
agar pada saat proses penyusunan dokumen AMDAL dan sebelum keluar ijin
lingkungan, tidak ada kegiatan konstruksi (Fisik) yang dilakukan oleh kontraktor, yang
nantinya hasil survey bersama ini sebagai dasar untuk keluarnya arahan penyusunan
dokumen lingkungan, karena apabila ada kegiatan fisik ketika belum keluar ijin
lingkungan, maka dokumen lingkungan yang semula adalah AMDAL (Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan) akan berubah menjadi DELH (Dokumen Evaluasi
Lingkungan Hidup).

XI-8
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

BAB XII. PENUTUP

Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) Ruas Jalan Tol Pekanbaru-


Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi, Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I
Provinsi Riau, merupakan implementasi Undang Undang No. 2 Tahun 2012 dan
Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2020 dimana setiap instansi yang memerlukan
tanah untuk kepentingan umum wajib membuat Rencana Pengadaan Tanah yang
didasarkan pada RTRW dan Prioritas Pembangunan. Adapun sasarannya adalah
pengadaan tanah terencana dengan baik.

Dokumen perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) disusun untuk memenuhi salah


satu persyaratan dalam rangka pengadaan lahan untuk Ruas Jalan Tol Tol
Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi, Seksi Bangkinang-Pangkalan
Tahap-I Provinsi Riau, sehingga tetap menjunjung prinsip keadilan bagi masyarakat
yang melepaskan hak atas tanahnya sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku, serta memperhatikan adat istiadat yang dijunjung tinggi masyarakat oleh
masyarakat terdampak.

Selanjutnya, Dokumen perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) diserahkan ke


Pemerintah Provinsi Riau sebagai bahan awal/dasar masuk ke Tahap Persiapan
Pengadaan Tanah, yaitu: (1). pelaksanaan kegiatan Pemberitahuan Rencana
Pembangunan, (2) Pendataan Awal dan (3). Konsultasi Publik yang dilaksanakan
oleh Tim Persiapan. Apabila tidak ada permasalahan yang berarti di Tahap
Persiapan, selanjutnya Gubernur akan mengeluarkan Penetapan Lokasi.

XII-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap 1, STA. 40+000 – STA. 64+700

LAMPIRAN-1
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2017
Tentang Perubahan Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008
Tentang RTRW Nasional dan Lampiran III
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

LAMPIRAN-2
Perpres Nomor 109 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas
Perpres Nomo 3 Tahun 2016 Tentang “Percepatan Proyek Strategis
Nasional”
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700

LAMPIRAN-3
Data Awal Gambaran Umum Status Tanah Terkena
Rencana Tol Penambahan Lahan
Ruas:
Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbum-Bukitinggi, seksi
Bangkinang-Pangkalan Tahap-I
Tanah Bangunan Tanaman
No. Pemilik
Letak Luas M2 Jenis Luas M2 Jenis Jumlah Batang

Nama : Yatin
1 Pasir Sialang 102,876 - - Karet 52
Alamat : Pasir Sialang

Nama : Ermulyati
2 Pasir Sialang 297,273 - - Karet 149
Alamat : Pasir Sialang
3 Nama : Syafriuddin
Pasir Sialang 290,302 - - Karet 145
Alamat : Pasir Sialang
4 Nama : Mardhiah
Muara Uwai 11,36 - - Sawit 10
Alamat : Muara Uwai
5 Nama : Dahlan
Muara Uwai 185,259 - - Karet 93
Alamat : Muara Uwai
6 Nama : Aguspia
Muara Uwai 217,267 - - Karet 109
Alamat : Muara Uwai
7 Nama : Zubir
Muara Uwai 40,396 - - Karet 21
Alamat : Muara Uwai
8 Nama : Abdul Muis
Muara Uwai 744,767 - - Karet 373
Alamat : Muara Uwai
9 Nama : Mohd Nasir
Muara Uwai 723,738 - - Karet 362
Alamat : Muara Uwai
10 Nama : Syukri Toha
Muara Uwai 43,454 - - Karet 22
Alamat : Muara Uwai
11 Nama : Rusdi
Ganting Damai 1,230,195 - - Karet 615
Alamat : Ganting Damai
12 Nama : Rusdi
Ganting Damai 375,918 - - Karet 188
Alamat : Ganting Damai
13 Nama : H. Zainu
Pulau Jambu 209,543 - - Karet 615
Alamat : Pulau Jambu
14 Nama : Yusnimar
Pulau Jambu 161,398 - - Karet 105
Alamat : Pulau Jambu
15 Nama : Hartimis
Pulau Jambu 432,471 - - Karet 217
Alamat : Pulau Jambu
16 Nama : Febrian Tomi
Pulau Jambu 418 - - Karet 209
Alamat : Pulau Jambu
17 Nama : Febrian Tomi
Pulau Jambu 100 - - Sawit 10
Alamat : Pulau Jambu
18 Nama : Anas D
Pulau Jambu 162,432 - - Karet 82
Alamat : Pulau Jambu
19 Nama : Darwis
Pulau Jambu 306,043 - - Karet 153
Alamat : Pulau Jambu
20 Nama : Parit
Pulau Jambu 11,666 - - Karet 6
Alamat : Pulau Jambu
21 Nama : Syamsinar
Pulau Jambu 136,444 - - Karet 69
Alamat : Pulau Jambu
22 Nama : Adrinaldi
Pulau Jambu 182,995 - - Karet 92
Alamat : Pulau Jambu
23 Nama : Syukri
Pulau Jambu 393,210 - - Karet 197
Alamat : Pulau Jambu
24 Nama : Afrizal
Pulau Jambu 4,384 - - Karet 3
Alamat : Pulau Jambu
Tanah Bangunan Tanaman
No. Pemilik
Letak Luas M2 Jenis Luas M2 Jenis Jumlah Batang
25 Nama : A. Hamid
Pulau Jambu 344,289 - - Karet 172
Alamat : Pulau Jambu
26 Nama : Abas Abd
Pulau Jambu 70,391 - - Karet 36
Alamat : Pulau Jambu
27 Nama : Marihot Manurung
Empat Balai 107,021 - - Sawit 12
Alamat : Empat Balai
28 Nama : Ikramiwaldi
Empat Balai 660,379 - - Karet 331
Alamat : Empat Balai
29 Nama : Marihot Manurung
Empat Balai 9,385 - - Sawit 2
Alamat : Empat Balai
30 Nama : Antoni
Empat Balai 165,622 - - Karet 83
Alamat : Empat Balai
31 Nama : Zulkifli
Empat Balai 2,659,467 - - Karet 942
Alamat : Empat Balai
32 Nama : Parit
Empat Balai 22,239 - - Sawit 3
Alamat : Empat Balai
33 Nama : Katimin
Empat Balai 958,059 - - Sawit 107
Alamat : Empat Balai
34 Nama : Salman
Empat Balai 132,704 - - Karet 67
Alamat : Empat Balai
35 Nama : Jalil
Silam 90,365 - - Sawit 11
Alamat : Silam
36 Nama : M. Ramli
Silam 980,531 - - Sawit 109
Alamat : Silam
37 Nama : Mai Adri
Silam 926,498 - - Karet 49
Alamat : Silam
38 Nama : Mai Adri
Silam 200 - - Sawit 23
Alamat : Silam
39 Nama : Andi Pramana Saputra
Silam 278,877 - - Karet 140
Alamat : Silam
40 Nama : Anwar
Silam 159,471 - - Karet 80
Alamat : Silam
41 Nama : Rusman
Koto Mesjid 1,687,514 - - Karet 844
Alamat : Koto Mesjid
42 Nama : M. Dani
Koto Mesjid 282,617 - - Karet 142
Alamat : Koto Mesjid
43 Nama : Usman Habibi
Pulau Gadang 1,464,380 - - Karet 550
Alamat : Pulau Gadang
44 Nama : Kamarudin Nasution
Pulau Gadang 998,096 - - Karet 500
Alamat : Pulau Gadang
45 Nama : Risma Yeni
Tanjung Alai 850,550 - - Karet 426
Alamat : Tanjung Alai
46 Nama : Risma Yeni
Tanjung Alai 3,538,054 - - Karet 1,769
Alamat : Tanjung Alai
47 Nama : Rosna
Tanjung Alai 531,531 - - Karet 266
Alamat : Tanjung Alai
48 Nama : Heri
Tanjung Alai 2,433,568 - - Karet 1,217
Alamat : Tanjung Alai
Tanah Bangunan Tanaman
No. Pemilik
Letak Luas M2 Jenis Luas M2 Jenis Jumlah Batang
49 Nama : Salidah
Tanjung Alai 8,408,243 - - Karet 4,204
Alamat : Tanjung Alai
50 Nama : Kutar
Tanjung Alai 13,985,322 - - Karet 8,792
Alamat : Tanjung Alai
51 Nama : Alm. Ali
Tanjung Alai 24,175,008 - - Karet 538
Alamat : Tanjung Alai
52 Nama : Ismail
Tanjung Alai 933,586.00 Rumah 80
Alamat : Tanjung Alai
53 Nama : Alm. Ali
Tanjung Alai 65,430 - - Karet 33
Alamat : Tanjung Alai
54 Nama : Simatupang
Tanjung Alai 164,292.00 Rumah 60 Karet 1,456
Alamat : Tanjung Alai
55 Nama : Sibur
Tanjung Alai 4,554,456 - - Karet 2,275
Alamat : Tanjung Alai
56 Nama : Rinti Putriani
Tanjung Alai 649,790 - - Karet 325
Alamat : Tanjung Alai
57 Nama : Milik Pt. WIKA
Tanjung Alai 5,904,714 - - - -
Alamat : Tanjung Alai
58 Nama : NN
Tanjung Alai 2,911,038 - - Karet 1,456
Alamat : Tanjung Alai

Anda mungkin juga menyukai