Rencana Pengadaan Tanah Tol Riau
Rencana Pengadaan Tanah Tol Riau
Oleh:
Kelompok 1 Kelas B
Dosen Pengampu
Dr. Sutaryono, [Link]., [Link].
NIP. 19710121 199703 1 004
PENAMBAHAN LAHAN
DI PROVINSI RIAU
Dokumen DPPT disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam rangka pengadaan
lahan untuk Pengembangan Jalan Tol Ruas Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh-
Bukittinggi, Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, sehingga tetap menjunjung prinsip
keadilan bagi masyarakat yang melepaskan hak atas tanahnya sesuai dengan peraturan
perundangan yang berlaku.
Tim Penyusun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
penyusunan dokumen ini. Diharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi
kesempurnaan dokumen ini.
Jakarta, 2022
Tim Penyusun
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
RINGKASAN EKSEKUTIF
i-i
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Total luas tambahan lahan yang dibutuhkan sebanyak 9,51 Ha, dengan
tambahan bidang tanah sebanyak 58 bidang yang terdiri dari dari Milik
Perseorangan.
Perkiraan waktu yang dibutuhkan dalam proses pengadaan tanah mengacu pada
UU Nomor 12 Tahun 2012 dan Perpres Nomor 71 Tahun 2012. tentang
pengadaan tanah untuk kepentingan umum, disebutkan bahwa Pengadaan
Tanah adalah kegiatan menyediakan tanah dengan cara memberi ganti kerugian
yang layak dan adil kepada pihak yang berhak. Sedangkan yang dimaksud
dengan ͞pihak yang berhak͟ adalah pihak yang menguasai atau memiliki objek
pengadaan tanah.
i-i
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
i-i
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...................................................................................... I-1
B. Maksud dan Tujuan ................................................................................ I-2
I-iii
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
II-iii
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
DAFTAR TABEL
Tabel II.1 Rekap. Kesesuaian Rencana Pembangunan Jalan Tol Dengan RTRW ............ I-5
Tabel II.2 Jadual Sasaran Pembangunan Kementerian PUPR dalam RPJMN 2020-
2024 dalam Peningkatan Konektivitas Wilayah ........................................ II-10
Tabel II.3. Lampiran Peraturan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 ................................................ II-11
Tabel III.1. Daftar Wilayah Administrasi Terkena Rencana Ruas Jalan Tol Ruas
Bangkinang-Pangkalan Tahap-I ............................................................... III-2
Tabel III.2. Daftar Titik-Titik Koordinat Rencana Pembangunan Jalan Tol Ruas
Bangkinang-Pangkalan Tahap-I ............................................................... III-7
Tabel IV.1. Kebutuhan Lahan Tambahan ............................................................ IV-1
Tabel IV.2. Justifikasi Teknis .............................................................................. IV-4
Tabel V.1. Sebaran Status Alas Hak ................................................................. V-1
Tabel V.2. Jumlah dan Jenis Usaha Serta Benda Lain Yang Dapat Dinilai ........ V-5
Tabel VI.1. Perkiraan Waktu Yang Dibutuhkan Terkait Dengan Tahun Anggaran ...... VI-2
Tabel VI.2. Jangka Waktu Pembebasan Tanah ..................................................... VI-5
Tabel VI.3. Perkiraan Waktu Yang Dibutuhkan Pelaksanaan Pengadaan Tanah ....... VI-6
Tabel VI.4. Perkiraan Waktu Pembangunan ............................................................... VI-11
Tabel VII.1. Jadual Implementasi Pelaksanaan Pembangunan .................................. VII-2
Tabel VIII.1. Perkiraan Ganti Kerugian Fisik .................................................................... VIII-3
Tabel VIII.2. Perkiraan Ganti Kerugian Fisik ................................................................ VIII-4
Tabel VIII.3. Perkiraan Ganti Kerugian Non Fisik ........................................................ VIII-7
Tabel IX.1. Estimasi Total Anggaran Pengadadan Tanah ......................................... IX-1
Tabel IX.2. Estimasi Rincian Biaya Tahap Perencanaan dan Persiapan .................. IX-3
Tabel IX.3. Rincian Biaya OPP ................................................................................. IX-5
Tabel IX.4. Estimasi Nilai Penggantian Wajar ......................................................... IX-10
Tabel IX.5. Biaya Penilai Pertanahan ..................................................................... IX-11
III | i
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 4+000 – STA. 64+700
DAFTAR GAMBAR
II | ii
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I STA. 40+000 – STA. 64+700
DAFTAR LAMPIRAN
III | i
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Jalan bebas hambatan dan jalan tol merupakan jalan yang dibiayai dengan
investasi yang sangat besar dikarenakan volume pekerjaan yang besar serta
ruang/lahan yang akan terkena pelaksanaan fisiknya juga sangat luas. Oleh
karena itu perlu perencanaan dan informasi yang akurat sehingga volume
pekerjaan maupun lahan yang akan terkena pembangunan sedini mungkin
sudah dapat terdata dengan baik.
I-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
1) Maksud
Maksud dari pembangunan rencana jalan tol ini adalah untuk mendukung
perekonomian dan meningkatkan aksesibilitas di Provinsi Riau dalam rangka
membuka kawasan dalam meningkatkan perekonomian wilayah. Sehingga
pergerakan barang dan jasa sangat mempengaruhi besaran tingkat
perekonomian masyarakat di provinsi tersebut. Untuk mengatasi dan
mempercepat pergerakan barang dan jasa perlu adanya akses yang bisa
mengantisipasi beban lalu lintas. Salah satu alternatif penyelesaian adalah
dengan membangun ruas jalan tol Bangkinang – Pangkalan yang
menghubungkan pergerakan di wilayah Provinsi Riau yang merupakan bagian
dari jaringan tol Trans Sumatera. Oleh karena itu pergerakan kendaraan dapat
dilayani oleh ruas jalan tol tersebut dan dapat mengatasi kemacetan pada
ruas jalan tersebut serta mengantisipasi pertumbuhan kendaraan yang tinggi
diiringi dengan kapasitas badan jalan yang cukup layak.
2) Tujuan
I-2
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
1. RTRW Nasional
Perencanaan jalan bebas hambatan yang tercakup dalam RTRW Nasional ini
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Pemerintah. Berdasarkan
kebijakan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas
Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional, perencanaan jaringan jalan bebas hambatan di Pulau Sumatera khususnya
pengembangan jaringan jalan bebas hambatan ruas Tol Pekanbaru–Bangkinang-
Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang – Pangkalan tercantum secara eksplisit
dalam Lampiran III tentang Jalan Bebas Hambatan di Pulau Sumatera, poin II/6 yaitu
Pekan Baru-Bangkinang-Payakumbuh-Bukittinggi.
II - 1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
II - 2
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Berdasarkan tata ruang, Jaringan jalan di Sumatera terdiri dari tiga poros utama yaitu
poros timur, tengah/pusat, dan barat. Selain itu terdapat juga jalan (feeder)
pengumpan yang menghubungkan ketiga poros tersebut. Pada Peraturan Presiden
Nomor 13 Tahun 2012 mengenai sistem jaringan transportasi nasional salah satunya
terdapat pada Pasal 22, Ayat 1, Huruf F yang menyatakan bahwa pengembangan
jaringan jalan bebas hambatan dengan memperhatikan fungsi kawasan pertanian
pangan berkelanjutan, kawasan lindung, dan kawasan rawan bencana. Adapun
pengembangan jaringan jalan bebas hambatan dengan memperhatikan fungsi
kawasan pertanian pangan berkelanjutan, kawasan lindung, dan kawasan rawan
bencana tersebut, terdapat pada pasal 22 ayat 7 Huruf A, yaitu sebagai berikut:
(1). Jaringan jalan bebas hambatan antar kota yang menghubungkan : 1) Medan -
Kuala Namu - Tebing Tinggi; 2) Tebing Tinggi - Kisaran; 3) Pekanbaru - Dumai;
4) Bukittinggi - Padang; 5) Terbanggi Besar - Pematang Panggang; 6) Bakauheni
- Terbanggi Besar; 7) Pematang Panggang - Kayuagung - Simpang Indralaya; 8)
Rantau Prapat - Kisaran; 9) Duri - Dumai; 10) Dumai - Simpang Sigambal -
Rantau Prapat; 11) Indralaya - Betung (Simpang Sekayu) - Tempino - Jambi; 12)
Pekanbaru - Bangkinang - Payakumbuh - Bukittinggi; 13) Jambi - Rengat; 14)
Rengat - Pekanbaru; 15) Binjai - Langsa; 16) Langsa - Lhokseumawe; 17) Sigli -
Banda Aceh; 18) Palembang - Muara Enim; 19) Muara Enim - Lahat - Lubuk
Linggau; 20) Lhokseumawe - Sigli; 21) Lubuk Linggau - Curup - Bengkulu; 22)
Tebing Tinggi - Pematang Siantar - Parapat – Tarutung Sibolga; 23) Jembatan
Selat Sunda; 24) Jembatan Pulau Batam - Pulau Bintan; dan 25) Tebing Tinggi -
Kuala Tanjung.
II - 3
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
II - 4
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi
Seksi Bangkinang-Pangkalan, STA. 40+000 – STA. 65+125
Gambar 2.2 Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kampar Tahun 2019 - 2039
II-6
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
II - 6
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
layanan publik, serta kesejahteraan rakyat yang lebih baik. Visi tersebut diwujudkan
melalui 9 (sembilan) Misi yang dikenal sebagai Nawacita Kedua.
Terdapat 7 misi dan 5 arahan dan 7 agenda pembangunan dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) sebagaimana dijabarkan dalam Peraturan
Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024. Kelima arahan
tersebut mencakup Pembangunan Sumber Daya Manusia, Pembangunan
Infrastruktur, Penyederhanaan Regulasi, Penyederhanaan Birokrasi, dan
Transformasi Ekonomi.
Salah satu dari 7 Agenda Pembangunan dalam rangka mewujudkan misi dan arahan
Presiden adalah Memperkuat Infrastruktur untuk Mendukung Pengembangan
Ekonomi dan Pelayanan Dasar.
II - 7
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Isu Strategis Infrastruktur Ekonomi Konektivitas Jalan adalah Jaringan jalan sebagai
moda utama angkutan penumpang dan logistik, dihadapkan pada tantangan belum
memadainya kualitas prasarana jalan serta masih kurangnya ketersediaan jaringan
jalan untuk mendukung pengembangan wilayah.
Kurangnya ketersediaan jalan pada jalur logistik terlihat dari kinerja waktu tempuh
pada jalan lintas utama pulau yang baru mencapai 2,3 jam per 100 km. Ketersediaan
jalan tol pada jalur utama logistik masih terbatas di sepanjang jalur Pantura Jawa.
Ketersediaan jaringan jalan untuk mendukung pengembangan kawasan industri
maupun pariwisata juga masih terbatas. Masih terdapat sejumlah simpul transportasi
(bandara, pelabuhan, dan terminal) yang belum memiliki akses jalan yang memadai.
II - 8
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
2. Rencana Strategis
II - 9
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Pembangunan Infrastruktur yang Merata dan Terintegrasi antara lain ditandai dengan
kondisi konektivitas darat diwujudkan dengan penyelesaian ruas utama jalan di
seluruh pulau, jalan tol Jawa dan Sumatera, jalan perbatasan, kereta api di Sulawesi,
Kalimantan, dan Papua, serta transportasi perkotaan berbasis rel dan kereta cepat
untuk antisipasi mega urban dan urbanisasi di Jawa.
Dalam Rencana Strategis, disebutkan bahwa salah satu tujuan dari Kementerian
PUPR adalah Peningkatan kelancaran konektivitas dan akses jalan yang lebih merata
bagi peningkatan pelayanan sistem logistik nasional yang lebih efisien dan penguatan
daya saing.
Isu Strategis Infrastruktur Ekonomi Konektivitas Jalan adalah Jaringan jalan sebagai
moda utama angkutan penumpang dan logistik, dihadapkan pada tantangan belum
memadainya kualitas prasarana jalan serta masih kurangnya ketersediaan jaringan
jalan untuk mendukung pengembangan wilayah.
Kurangnya ketersediaan jalan pada jalur logistik terlihat dari kinerja waktu tempuh
pada jalan lintas utama pulau Jawa yang baru mencapai 2,3 jam per 100 km.
Ketersediaan jalan tol pada jalur utama logistik masih terbatas di sepanjang jalur
Pantura Jawa. Ketersediaan jaringan jalan untuk mendukung pengembangan
kawasan industri maupun pariwisata juga masih terbatas. Masih terdapat sejumlah
simpul transportasi (bandara, pelabuhan, dan terminal) yang belum memiliki akses
jalan yang memadai.
II - 10
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Tabel II-2. Sasaran Pembangunan Kementerian PUPR dalam RPJMN 2020-2024 dalam
Peningkatan Konektivitas Wilayah
Isu strategis dan tantangan lain terkait dengan pembiayaan infrastruktur meliputi isu
strategis yang terkait dengan penyelenggaraan Kerjasama Pemerintah dengan
Badan Usaha (KPBU) bidang pekerjaan umum dan perumahan.
Jalan Bebas Hambatan (Jalan Tol) yang telah dibangun sepanjang 1.298,49 Km,
sepanjang 115,53 km dikerjakan oleh Pemerintah dan selebihnya dikerjakan oleh
swasta.
II - 11
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
II - 12
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
A. Wilayah Administrasi
Kabupaten Kampar
Kecamatan Kuok
Kecamatan Salo
Gambar III-1. Sebaran Wilayah Administrasi Terkena Rencana Jalan Tol Ruas
Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–
Pangkalan Tahap-I
III-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Tabel III-1. Daftar Wilayah Administrasi Terkena Rencana Ruas Jalan Tol
Ruas Bangkinang-Pangkalan Tahap-I
1 Pasir Sialang
1 Bangkinang Seberang 2 Muara Uwai
3 Pulau Bodi
1 Kampar 2 Salo 4 Sipungguk
5 Ganting Damai
6 Pulau Jambu
3 Bangkinang Barat 7 Empat Balai
8 Silam
4 XIII Koto Kampar 9 Koto Mesjid
10 Pulau Gadang
11 Tanjung Alai
III-2
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Insert
Gambar III‐2. Peta Orientasi Ruas Jalan Tol Bangkinang – Pangkalan Tahap‐1
III-3
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Gambar III‐3. Peta Wilayah Administrasi Terkena Ruas Jalan Tol Bangkinang‐Pangkalan Tahap‐1
III-4
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
B. Kondisi Geografis
Kabupaten Kampar, Riau dialiri oleh beberapa sungai baik sungai besar maupun
sungai kecil. Sungai Kampar merupakan salah satu sungai terbesar di kawasan ini
yang menjadi daerah pusat pembangkit listrik. Sungai ini rata-rata memiliki
panjangnya ± 413,5 km, kedalaman rata-rata 7,7 meter dan lebar rata-rata
mencapai 143 meter. Selain Sungai Kampar, Sungai Siak juga mengaliri
kabupaten yang satu ini. Sungai Siak di Kabupaten Kampar melintasi daerah
Tapung, Kampar. Sungai-sungai tersebut digunakan untuk berbagai fungsi seperti
perhubungan, pembangkit listrik, budi daya perikanan, sumber air bersih dan
sebagainya. Kondisi topografi Kabupaten Kampar ditampilkan pada gambar
berikut:
III-5
100°46'30"E 100°52'0"E 100°57'30"E 101°3'0"E
60
60
0°28'30"N
60
0°28'30"N
70
PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN
80
PENGADAAN TANAH RUAS JALAN TOL
BANGKINANG - PANGKALAN TAHAP I
Gambar
60
PETA TOPOGRAFI DAN KEMIRINGAN
60
U
SKALA 1 : 150,000
60
4 2 0 4 8 12 16
Kilometer
70
40 + 000
150
41 + 400
40
30
Proyeksi : …………………… Universal Transverse Merca tor 47N
210
0°23'0"N
0°23'0"N
45 + 000
48 + 850 KETERANGAN
46 + 550 STA
30 30
55 + 050 52 + 050
KONTUR
150
ROW PLAN
62 + 400
60
64 + 550 1. Peta Rupa Bumi Indonesia Provinsi Riau Skala 1:50.000 .
170
110
0°17'30"N
0°17'30"N
90
80
Insert
130
80
99°2'30"E 100°33'0"E 102°3'30"E 103°34'0"E 105°4'30"E
2°0'30"N
2°0'30"N
290
260
0°30'0"N
0°30'0"N
90
1°0'30"S
1°0'30"S
0°12'0"N
0°12'0"N
380
160
190
230
KOORDINAT
NO STA
X Y
1 40 + 000 101° 1ʹ 12,923ʺ E 0° 23ʹ 30,096ʺ N
2 41 + 400 101° 0ʹ 7,094ʺ E 0° 23ʹ 1,664ʺ N
3 43 + 050 100° 59ʹ 35,671ʺ E 0° 22ʹ 49,382ʺ N
4 45 + 000 100° 59ʹ 19,665ʺ E 0° 22ʹ 0,639ʺ N
5 46 + 550 100° 58ʹ 30,734ʺ E 0° 21ʹ 28,681ʺ N
6 48 + 850 100° 57ʹ 11,113ʺ E 0° 21ʹ 14,088ʺ N
7 52 + 050 100° 55ʹ 55,561ʺ E 0° 21ʹ 4,874ʺ N
8 55 + 050 100° 54ʹ 10,062ʺ E 0° 20ʹ 16,572ʺ N
9 59 + 600 100° 51ʹ 29,571ʺ E 0° 19ʹ 23,699ʺ N
10 62 + 400 100° 50ʹ 32,221ʺ E 0° 19ʹ 19,964ʺ N
11 64 + 550 100° 49ʹ 42,990ʺ E 0° 19ʹ 7,600ʺ N
12 65 + 126 100° 49ʹ 12,987ʺ E 0° 19ʹ 8,426ʺ N
III-7
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Kecamatan
Bangkinang Seberang
Desa
Muara Uwai
Kecamatan Desa
Pulau Bodi
Kecamatan Salo
XIII Koto Kampar
Desa
Kecamatan Sipungguk
Desa
Kuok Desa Pasir Sialang
Pulau Jambu
Desa
Ganting Damai
‘ Desa
Desa
Silam
Desa Koto Mesjid Desa
Pulau Gadang Empat Balai
Desa
Pulau Gadang
Desa
Tanjung Alai
III-8
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
III-9
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
1. Mendapatkan hasil kajian secara teknis terhadap alternative trase ruas Jalan
Tol Ruas Jalan Tol Bangkinang-Pangkalan, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I dan kajian terhadap aksesibilitas sistem jaringan jalan akibat
dibangunnya jalan tol tersebut;
2. Membuat kelayakan investasi alternatif trase ruas Jalan Tol Ruas Jalan Tol
Bangkinang-Pangkalan, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-1 berdasarkan
aspek lalu lintas, teknis, biaya, dan lingkungan;
3. Melakukan penyusunan rencana teknik awal/pendahuluan untuk alternatif
terpilih ruas Jalan Tol Ruas Jalan Tol Bangkinang-Pangkalan, Seksi
Bangkinang–Pangkalan Tahap-I dari segi teknis dan finansial dengan produk
akhir berupa Definitive Plan untuk ruas Jalan Tol Ruas Jalan Tol Bangkinang-
Pangkalan, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-1 dan prakiraan biaya
konstruksi;
4. Melakukan pendampingan dan memberikan penjelasan / presentasi apabila
dibutuhkan kepada PT Hutama Karya atau kepada BPJT/Instansi terkait.
Adapun ruang lingkup secara garis besar studi kelayakan dibagi dalam 2 kelompok
besar yaitu studi kelayakan dan perancangan awal rencana Jalan Tol Ruas Jalan
Tol Bangkinang-Pangkalan, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I yang masing-
masing terdiri dari:
III-10
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
1. Studi Lalu lintas rencana Jalan Tol Ruas Jalan Tol Bangkinang-Pangkalan,
Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I:
a. Melakukan identifikasi kondisi sosial-ekonomi dan pertumbuhan pusat- pusat
perekonomian yang baru sebagai dasar penentuan besarnya tingkat
permintaan (demand) transportasi.
b. Melakukan identifikasi pengembangan terkait dengan melakukan
pengumpulan rencana pengembangan Pemerintah Daerah, Bina Marga dan
Jasa Marga sebagai sinkronisasi pengembangan.
c. Mengumpulkan data (survei) eksisting lalu lintas sepanjang koridor Ruas
Jalan Tol Bangkinang-Pangkalan, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I.
d. Melakukan pemodelan transportasi dalam memprediksi lalu lintas total
koridor dan pembagiannya (splitting) ke jalan tol dan jalan bukan tol,
berdasarkan volume lalu lintas eksisting, kondisi tata ruang dan trase terpilih.
e. Menyampaikan rekomendasi yang berkaitan dengan kemungkinan
pengembangan Jalan Tol Ruas Jalan Tol Bangkinang-Pangkalan, Seksi
Bangkinang–Pangkalan Tahap-I.
III-11
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Hasil Studi Kelayakan selengkapnya disajikan pada Dokumen Laporan Akhir Studi
Kelayakan, yang terpisah dari dokumen Dokumen Perencanaan Pengadaan
Tanah (DPPT) ini.
III-12
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
IV-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Gambar IV-1. Luas Kebutuhan Lahan Sesuai ROW Plan Rencana Jalan Tol Ruas
Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I
IV-2
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Dari Grafik terlihat bahwa tambahan lahan yang cukup banyak diperlukan di daerah
Desa Tanjung Alai yaitu 79.60%, sementara untuk tambahan lahan yang relatif sedikit
berlokasi di Desa Pasir Sialang 1.05%.
Perkiraan Luas Total Pembebasan Lahan adalah akumulasi luas sesuai Penlok
ditambah dengan Kebutuhan Lahan di Dalam ROW Tambahan, yaitu 2,373,164.422
m2 atau 237,316 hektar.
Luas Total Pembebasan Lahan ini selanjutnya dijadikan acuan dalam perhitungan
kebutuhan pembebasan lahan.
IV-3
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Gambar IV-3. Perkiraan Luas Keseluruhan Kebutuhan Lahan Per Desa Sesuai
ROW Plan Rencana Jalan Tol Ruas Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-
Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I
Gambar IV-3 menunjukkan bahwa sebaran per wilayah desa menunjukkan bahwa
Desa Pasir Sialang merupakan wilayah yang paling luas pembebasan lahan seluas
kurang lebih 56,82 hektar (23,94 %), sedangkan Desa Ganting Damai merupakan
desa dengan luasan terendah seluas 12,86 hektar (5,42%).
Justifikasi Teknik sangat diperlukan untuk penambahan lahan pada jalan tol Ruas
Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I, agar pembebasan lahan betul – betul diperlukan hal ini berdasakan dari
gambar rencana jalan tol, Secara lengkap dapat dilihat di lembar lampiran.
IV-4
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
IV-5
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
IV-6
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Gambar V-1. Sebaran Status Alas Hak dan Kepemilikan Lahan Pada Penambahan
Lahan Rencana Pembangunan Jalan Tol Ruas Pekanbaru–
Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I.
Sedangkan sebaran alas hak berdasarkan luasan yang dominan adalah SKT
seluas 8,05 hektar (84,65 %), Hak Milik SKGR seluas 1,46 hektar (15,35 %).
V-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
V-2
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
1. Bangunan
Bangunan merupakan salah satu obyek pengadaan tanah, selain tanah dan tanaman.
Berdasarkan hasil pendataan lapangan Jalur pada penambahan lahan rencana jalan
tol Ruas Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–
Pangkalan Tahap-I dalam Row terdapat bangunan dengan jenis semi permanen total
luasan 260 m2 sebanyak sebanyak 3 unit.
2. Tanam Tumbuh
V-3
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Gambar V-3. Jumlah Tanam Tumbuh Warga Yang Terkena Pada Penambahan
Lahan Rencana Pembangunan Jalan Tol Ruas Pekanbaru–
Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I.
Selain lahan, bangunan untuk rumah tinggal dan tanaman yang terkena Rencana
Pembangunan Jalan Tol Ruas Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi,
Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I, setidaknya terdapat 3 kategori obyek
pengadaan lahan lain yang dapat dinilai antara lain terkait kegiatan usaha ekonomi,
fasos fasum dan utilitas.
Dari hasil inventarisir di sepanjang trase yang terkena Pembangunan Jalan Tol Ruas
Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I, bahwa jenis usaha serta benda lain yang dapat dinilai ada 2 unit rumah
tinggal dan 1 unit berupa kegiatan usaha warung. Daftar Jenis usaha dan obyek yang
dapat dinilai dapat dilihat tabel berikut :
V-4
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Tabel V-2. Jumlah dan Jenis Usaha Serta Benda Lain Yang Dapat Dinilai
Jumlah 3
V-5
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Perkiraan terhadap perkiraan waktu yang dibutuhkan terkait dengan Tahun Anggaran
dalam pelaksanaan pengadaan tanah untuk Ruas Bangkinang – Pangkalan Tahap-I
ini, setidaknya meliputi beberapa item sebagai berikut :
I. Tahap Perencanaan meliputi;
- Penyusunan DPPT;
II. Tahap Persiapan meliputi:
- Pembentukan Tim Persiapan & Pemberitahuan;
- Undangan sosialisasi & konsultasi publik;
- Pelaksanaan pengumuman PENLOK;
III. Pelaksanaan dan Pengumuman Hasil
- Pelaksanaan dan Pengumuman hasil inventarisasi;
- Pelaksanaan pengadaan penilai (appraisal);
- Pelaksanaan penilaian harga tanah;
- Musyawarah & penetapan harga tanah;
- Pemberian ganti rugi & penyerahan hasil.
Mengacu pada tahapan kegiatan tersebut diatas, perkiraan waktu yang dibutuhkan
terkait dengan Tahun Anggaran Pelaksanaan Pengadaan Tanah Jalan Tol
Bangkinang – Pangkalan Tahap-I adalah sebagai berikut :
VI-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Tabel VI-1. Perkiraan Waktu Yang Dibutuhkan Terkait Dengan Tahun Anggaran
I Tahap Perencanaan
1. Penyusunan DPPT
II Tahap Persiapan
VI-2
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
(2). Tahap Persiapan, adalah tahapan/proses yang dilakukan oleh Tim Persiapan,
merupakan tindaklanjut dari Dokumen Perencanaan Tanah (DPPT) yang telah
disusun sebelumnya, dimana secara garis besaar kegiatannya meliputi kegiatan
verifikasi DPPT, Pendataan Awal, Pemberitahuan Pembangunan dan Konsultasi
Publik, dan diakhiri dengan denga Penetapan Lokasi oleh Gubernur. Estimasi
VI-3
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
(4). Tahap Penyerahan Hasil, seperti yang dimaksud dalam peraturan Kepala Badan
Nomor 5 tahun 2012 adalah menyerahkan hasil setelah selesainya pelaksanaan
pengadaan tanah paling lama 7 (tujuh) hari kerja.
Berikut disajikan tahapan kegiatan dan estimasi kebutuhan waktu pengadaan tanah
mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku :
VI-4
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
VI-5
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
KEBUTUHAN WAKTU
NO. TAHAP KEGIATAN Kondisi Normal Kondisi Ada
Keberatan
17 Pelaksanaan pengadaan penilai 30 30
(appraisal)
18 Pelaksanaan penilai harga tanah 30 30
19 Penyampaian undangan musyawarah 5 5
warga
20 Musyawarah harga & Penetapan Harga 30 30
21 Pengajuan keberatan atas hasil 14
Musyawarah ke Pengadilan Negeri
(Penetapan Nilai Obyek Tanah)
22 Keputusan Pengadilan Negeri 30
23 Pengajuan kasasi atas keberatan hasil 14
Musyawarah ke MA
24 Keputusan kasasi oleh MA atas 30
Keberatan hasil musyawarah
25 Pemberian ganti rugi 7 7
VI-6
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
VI-7
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
TAHUN
No. Jenis Pekerjaan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5 Bulan 6 Bulan 7 Bulan 8 Bulan 9 Bulan 10 Bulan 11
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
I Tahap Perencanaan
Penyerahan Dokumen
1.
DPPT ke Gubernur
Verifikasi Dokumen
2.
DPPT
II Tahap Persiapan
Pembentukan Tim
1.
Persiapan
Rapat Persiapan
2. Pelaksanaan Tahap
Persiapan
Pemberitahuan
3.
Rencana
4. Sosialisasi Tatap Muka
Pendataan Awal
5.
Pengadaan Tanah
6. Konsultasi Publik
Permohonan Lokasi
7.
Pembangunan
8. Penentuan Lokasi
VI-8
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
TAHUN
No. Jenis Pekerjaan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5 Bulan 6 Bulan 7 Bulan 8 Bulan 9 Bulan 10 Bulan 11
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
III Tahap Pelaksanaan dan Penyerahan Hasil
1. Permohonan Pengadaan Tanah ke BPN
9. Validasi
Pemberian Ganti Kerugian dan Pelepasan
10. Hak
Pendokumentasian Proses dan
11. Penyerahan Hasil
VI-9
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
VI-10
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Bulan Ke‐
No. Item Pekerjaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 Umum
2 Pembersihan Lahan
3 Pembongkaran
4 Pekerjaan Tanah
5 Galian Struktur
6 Drainase
7 Subgrade
8 Lapis Pondasi Agregat
9 Perkerasan
10 Struktur beton
11 Struktur baja
12 Pekerjaan Lain‐Lain
13 Pencahayaan Lampu lalu Lintas & Pekerjaan Listrik
14 Gerbang TOL
15 Pengalihan dan Utilitas yang ada
16 Fasilitas Tol dan gerbang Tol
VI-11
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
I
BAB VII. PERKIRAAN JANGKA WAKTU
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN
VII-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Tabel VII-1. Jadual Implementasi Pelaksanaan Pembangunan Jalan Tol Ruas Bangkinang – Pangkalan Tahap-I
Tahun
2022 2023 2024 2025
Agus - Sep
Apr-Jun
Apr-Jun
Apr-Jun
Jan-Mar
Jan-Mar
Jan-Mar
Okt-Des
Okt-Des
Okt-Des
Jul-Sep
Jul-Sep
No. Jenis Pekerjaan
1. Pekerjaan Umum
2. Pekerjaan Tanah
3. Pekerjaan Drainase
4. Pekerjaan Jalan
5. Pekerjaan Struktur
6. Pekerjaan Lain~Lain
7. Pekerjaan Penerangan Jalan Umum & Fasilitas Tol
8. Pekerjaan Gerbang Tol
III Tahap Operasi
[Link] Tenaga Kerja Operasional
2. Pengoperasian Jalan Tol
3. pemeliharaan Jalan dan Sarana Pendukung
VII-2
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Pendekatan utama dalam menentukan perkiraan nilai fisik adalah pendekatan nilai
pasar. Pada pelaksanaan pekerjaan penyusunan dokumen perencanaan pengadaan
tanah tambahan ruas jalan tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi
Bangkinang–Pangkalan Tahap-I, nilai fisik yang dimaksud adalah nilai tanah,
bangunan dan tanaman. Nilai pasar untuk menentukan nilai fisik tersebut diperoleh
dari hasil survey lapangan oleh Tim Appraisal yang dimana pendekatan nilai pasar
didapatkan dari harga pasar keterwakilan di luar row ruas jalan tol Bangkinang –
Pangkalan Tahap-I dari setiap desa yang terkena dampak pembangunan ruas jalan
tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I.
B. Nilai Tanah
VIII-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
d. Benda yang berkaitan dengan tanah; seperti utilitas dan saran pelengkap
bangunan.
Sedangkan Kerugian non fisik yang dimaksud, meliputi :
a. Penggantian terhadap kerugian pelepasan hak dari pemilik tanah yang akan
diberikan premium serta diukur dalam bentuk uang berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Penggantian ini dapat meliputi hal-hal
yang berkaitan dengan :
-) Kehilangan pekerjaan atau kehilangan bisnis termasuk alih profesi (dengan
memperlihatkan UU No.2 tahun 2012 Pasal 33 huruf f berikut
penjelasannya).
-) Hal-hal yang belum diatur pada butir (1) dan (2) diatas seharusnya ditentukan
berdasarkan kesepakatan para pihak yang terkait.
b. Biaya transaksi, dapat meliputi biaya pindah, pajak dan Notaris sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
c. Kompensasi masa tunggu (bunga), yaitu sejumlah dana yang diperhitungkan
sebagai pengganti adanya perbedaan waktu antara tanggal penilaian
dengan perkiraan tanggal pembayaran.
Pada tahap perencanaan Pengadaan Tanah Rencana Pembangunan Jalan Tol Ruas
tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I, tidak ditemukan secara nyata fisik ruang atas tanah dan bawah tanah yang
dapat dilakukan penilaian.
D. Nilai Bangunan
Berdasarkan hasil pendataan lapangan, terdapat kurang lebih 3 unit bangunan yang
terkena sebagian dan semuanya adalah bangunan permanen dan semi permanen
dengan luas kurang lebih luasan 260 m 2 pada Rencana Pembangunan Jalan Tol
Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I.
VIII-2
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Tabel VIII-1. Perkiraan Nilai Bangunan Pada Rencana Pembangunan Jalan Tol
Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I
Jumlah 520,000,000
Salah satu obyek pengadaan tanah, selain tanah dan bangunan adalah tanaman.
Pada RoW tambahan ini terdapat 2 jenis tanaman warga yang terkena berupa kebun
sawit dengan perkiraan jumlah batang dan kebun karet dengan jumlah batang.
Jumlah dan nilai kerugian fisik untuk tanah, bangunan dan tanaman tersebut dapat
dilihat pada Tabel VIII.2.
VIII-3
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Tabel VIII-2. Perkiraan Ganti Kerugian Fisik Pada Rencana Pembangunan Jalan Tol
Ruas Bangkinang – Pangkalan Tahap-I
9 Desa Tanjung Alai 75,719.51 50,000 3,785,975,450 260.00 2,000,000 520,000,000 21,455 2,285,455,556
Total: 8,556,994,972
VIII-4
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
F. Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah Dan/Atau Kerugian Lain Yang Dapat
Dinilai atau Nilai Non Fisik
Selain lahan, bangunan untuk rumah tinggal dan tanaman yang terkena Rencana
Pembangunan Jalan Tol Ruas Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi,
Seksi Bangkinang–Pangkalan Tahap-I, setidaknya terdapat 3 kategori obyek
pengadaan lahan lain yang dapat dinilai antara lain terkait kegiatan usaha ekonomi,
fasos fasum dan utilitas.
Kerugian Dampak Sosial Yang Mungkin Timbul Karena Pengadaan Tanah atau non
fisik adalah kerugian lainnya yang meliputi kerugian emosional (solatium), kehilangan
pekerjaan atau kehilangan bisnis termasuk alih profesi, kompensasi masa tunggu
(bunga), kerugian sisa tanah, kerusakan fisik lainnya dan biaya transaksi (biaya
pemindahan, biaya pengosongan, biaya pajak terkait dan biaya PPAT).
Uraian Kerugian Non Fisik dalam rangka pembebasan lahan untuk kepentingan
umum antara lain sebagai berikut:
VIII-5
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
2) Biaya Transaksi/PPAT
Beban biaya PPAT atau sejenisnya dikenakan secara proporsional untuk seluruh
kerugian fisik yang terkait kepada tanah dan bangunan saja, seperti tanah, rumah
tinggal, tempat usaha, industri, dan perkebunan. Premium yang diberikan untuk
PPAT 0,5%.
Hasil estimasi kerugian Non Fisik untuk RoW tambahan sebesar kurang lebih sebesar
Rp. 642,733,710 Juta Rupiah, dengan komposisi nilai solatium, masa tunggu dan
PPAT seperti yang tertera dalam Gambar dan Tabel berikut:
VIII-6
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Tabel VIII.3. Perkiraan Ganti Kerugian Non Fisik Pada Rencana RoW Tambahan Pembangunan Jalan Tol
Ruas Bangkinang – Pangkalan Tahap - I
VIII-7
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
A. Besaran Dana
Tabel IX-1. Estimasi Total Anggaran Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Jalan Tol
Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I
ESTIMASI BIAYA %
NO. JENIS BIAYA Rp. Milliar Rp.
1 Biaya Ganti Kerugian 9,199,728,682 9,199 25,61
Tanah
Biaya 6,483,680,000 6,483 17,78
2 Penyelenggaraan
Pengadaan Tanah
a. Biaya Tahap 2,350,000,000 2,350
Perencanaan
b. Biaya Tahap 795,600,000 0,796
Persiapan
c. BOBP Tahap 3,338,080,000 3,338
Pelaksanaan Dan
Penyerahan Hasil
3 Biaya Penilai 2,285,200,000 2,285 6,27
Pertanahan
4 Biaya Berperkara di 18,155,200,000 18,155 49.77
Pengadilan
5 Biaya Sertifikasi 207,956,031 0,208 0.57
IX-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
B. Sumber Dana
Infrastruktur merupakan salah satu aspek pendukung utama yang sangat dibutuhkan
oleh suatu Negara untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat. Indonesia
sebagai Negara berkembang terus menerus melakukan peningkatan dari segi
infrastrukturnya. Pembangunan Infrastruktur saat ini tidak hanya terpaku pada
pembangunan di pulau Jawa saja, melainkan pembangunan di luar pulau Jawa juga
menjadi prioritas untuk mewujudkan pembangunan yang bersifat Indonesia-sentris
sehingga dapat terwujudnya pemerataan pembangunan di daerah.
IX-2
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Rincian Alokasi Dana untuk Tahap Perencanaan dan Persiapan dengan biaya
sebesar Rp. 3,145,600,000. disajikan pada Tabel IX-2.
IX-3
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
IX-4
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
IX-5
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Satgas A
Satgas B
IX-6
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
IX-7
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
IX-8
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
2 Penggandaan
Dokumen Hasil
Pengadaan Tanah
- 2200 berkas x 4 8,800 Lembar 1,500 13,200,000
rangkap
TOTAL 3,338,080,000
Perkiraan Nilai Ganti Kerugian pada Rencana Pembangunan Jalan Tol RengatPekanbaru
dilakukan melalui pendekatan Nilai Penggantian Wajar (NPW) yang merupakan
akumulasi nilai fisik dan non-fisik. Mengacu pada perhitungan sebelumnya pada Sub Bab
sebelumnya, maka estimasi nilai NPW kurang lebih sebesar Rp. 9,199,728,682, dengan
komposisi nilai dijelaskan sebagai berikut:
IX-9
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Gambar IX.1. Komposisi Nilai Ganti Kerugian atau Nilai Penggantian Wajar (NPW)
Obyek Pengadaan Tanah (Miliar Rupiah)
Tabel IX.4. Estimasi Nilai Ganti Kerugian atau Nilai Penggantian Wajar (NPW)
Lahan Pada Rencana Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Bangkinang-
Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I
ESTIMASI TOTAL
ESTIMASI TOTAL
ESTIMASI TOTAL NILAI
NO. WILAYAH ADMINISTRASI NILAI NON FISIK (M.
NILAI FISIK ([Link]) PENGGANTIAN
Rp)
WAJAR (NPW)
I. Kec. Bangkinang Seberang
1 Desa Pasir Sialang 128,945,230 7,713,547 136,658,777
2 Desa Muara Uwai 274,930,485 15,877,396 290,807,881
II. Kecamatan Salo
3 Desa Ganting Damai 136,513,955 5,340,326 141,854,281
III. Kec. Bangkinang Barat
4 Desa Pulau Jambu 254,449,435 9,751,696 264,201,131
5 Desa Empat Balai 432,706,479 16,023,421 448,729,900
6 Desa Silam 312,988,032 13,771,752 326,759,784
IV. Kec. XIII Koto Kampar
7 Desa Koto Mesjid 197,056,550 9,358,122 206,414,672
8 Desa Pulau Gadang 227,973,800 11,696,761 239,670,561
9 Desa Tanjung Alai 6,591,431,006 553,200,689 7,144,631,695
Total 8,556,994,972 642,733,710 9,199,728,682
IX-10
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Jumlah bidang pengadaan tanah untuk Rencana Tambahanan Lahan RoW Pembangunan
Jalan Tol Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittingi, Seksi Bangkinang-Pangkalan
Tahap-I, kurang lebih 58 bidang. Dari hasil kajian bahwa Biaya penilaian tanah dan bangunan
dalam tahap pelaksanaan dari hasil perhhitungan bahwa untuk Penilai tanah dan bangunan
adalah sekitar Rp. [Link], dimana jumlah bidang x biaya perbidang.
Harga
No. Komponen Biaya Volume Satuan Jumlah (Rp.)
(Rp.)
A. Biaya Langsung Personil
1 Penilai Berijin (S) 2 orang 15 hari 9.500.000 285.000.000
Jumlah B. 11.000.000
Total [Link]
IX-11
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
Dengan asumsi 20% dari total jumlah bidang berpekara di pengadilan diperkirakan
membutuhkan biaya kurang lebih Rp. 18,155,200,000 dengan asumsi rincian perkiraan biaya
pengadilan sebagai berikut :
• Biaya sidang di PTUN = 4 orang (2 org Pemprov + 2 Orang TPT) x 8 sidang x Rp.
1.800.000 (akan disesuaikan dengan honorarium beracara pada SBM tahun berjalan)
x 2 gugatan;
• Biaya sidang dipengadilan Negeri =4 org (2 orang TPT dan 2 orang BPN) x Rp.
1.800.000 (akan disesuaikan dengan honorarium beracara pada SBM tahun berjalan)
X 5 sidang (pemeriksaan, pemeriksaan, pembuktian, pembuktian, putusan) X jumlah
estimasi 20% dari total bidang);
• Biaya pengajuan banding dan kasasi @Rp. 5.000.000 per bidang (akan disesuaikan
dengan PNBP yang berlaku di PN 4 Kab/Kota lokasi studi ) x (estimasi 20% dari total
bidang).
Total 18,155,200,000
H. Biaya Sertifikasi
Perkiraan Biaya Sertipikasi, mengacu pada Surat Edaran Sekjen Ke-menterian ATR nomor
KU.01.04/1301-100/VIII/2020 tanggal 19 Agustus 2020 dan Pasal 9 PP nomor 128 Tahun
2015 serta Peraturan Menteri Keuangan nomor 132 tahun 2010) dengan formulasi sebagai
berikut :
• Untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Pendaftaran diestimasi Rp. 50.000 X
total bidang;
IX-12
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
• Untuk Biaya Tim Peneliti Tanah dikenakan tarif = 1/5 X ((Luas : 500) X 20.000)) +
350.000.
Mengacu pada formula tersebut, perkiraan biaya sertifikasi kurang lebih Rp. 207,956,031.
Total 207,956,031
IX-13
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
I
BAB X. PREFERENSI BENTUK KERUGIAN
Kondisi eksisting peruntukan penambahan lahan yang terkena tol Jalan Tol
Pekanbaru–Bangkinang-Payakumbuh-Bukittinggi, Seksi Bangkinang–Pangkalan
Tahap-I menunjukkan bahwa rencana trase tol dominan melewati area kebun rakyat
9,51 hektar.
Preferensi bentuk ganti kerugian yang teridentifikasi kurang lebih sebagai berikut :
✓ Obyek pengadaan lahan yang merupakan Hak Milik Atas Tanah secara pribadi,
lembaga atau atau perusahaan, yang berbentuk atau dengan peruntukan seperti
lahan rumah tinggal, sawah, kebun, kolam, kendang mengarah pada kepada
permohonan kompensasi bentuk kerugian dalam bentuk tunai/uang;
✓ Obyek pengadaan lahan yang merupakan Hak Milik Negara, antara lain HGU,
Tanah Negara bebas, Asset dalam bentuk peruntukan jalan, sungai, hutang,
Kebun swasta dan yang lainnya, preferensi kompensasi dapat berupa beberapa
alternatif antara lain : Izin Pakai, Alih Status/Pengelolaan, Tukar Guling atau
Penggantian Bangunan berdasarkan kesepakatan dengan intansi yang berhak
(pengelola) dan sesuai ketentuan yang berlaku.
X-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-1, STA. 40+000 – STA. 64+700
A. Landasan Hukum
XI-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-1, STA. 40+000 – STA. 64+700
(11). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 th 2005 Tentang Jalan Tol,
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun
2009;
(12). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2017 Tentang
Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan
Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional;
(13). Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2003 Tentang
Kebijakan Nasional di bidang pertanahan;
(14). Peraturan Menteri ATR /Kepala BPN Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2021
Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021
Tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk
Kepentingan Umum;
(15). Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN RI, No. 20 Tahun 2020 Tentang Tata Cara
Penyusunan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah;
(16). Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 10/PMK-02/2016 yang
merupakan perubahan dari Peraturan Menteri Keuangan 13/PMK.02/2013
tentang Biaya Operasional Dan Biaya Pendukung Penyelenggaraan
Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum;
(17). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik
Indonesia Nomor 13.1/prt/m/2015 Tentang Rencana strategis Kementerian
pekerjaan umum dan perumahan rakyat Tahun 2015-2019
(18). Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 355/kpts/m
Tahun 2016 Tentang Perubahan Keempat atas Keputusan Menteri Pekerjaan
Umum No.567/KPTS/M/2010 tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional;
(19). Peraturan Menteri ATR /Kepala BPN Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2021
Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021
Tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk
Kepentingan Umum;
(20). Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Pulau
Sumatera;
(21). Peraturan Daerah Provinsi Riau No. 10 tahun 2018 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Provinsi Riau Tahun 2018-2038;
(22). Peraturan Daerah Kabupaten Kampar Nomor 11 Tahun 2019 tentang Rencana
Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kampar 2019 – 2039.
XI-2
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-1, STA. 40+000 – STA. 64+700
B. Kajian AMDAL
(1). Sesuai kreteria yang tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan
Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2012 Tentang Jenis Rencana Usaha
Dan/Atau Kegiatan Yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Hidup, rencana pembangunan jalan tol Rengat-Pekanbaru termasuk jenis
kegiatan/usaha yang wajib melakukan studi/memiliki Dokumen Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan;
(2). Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kehutanan No P
38 tahun 2019 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib
Memiliki AMDAL mengenai dampak lingkungan pembangunan jalan tol Ruas
Rengat-Pekanbaru. Pada saat ini dokumen Lingkungan rencana Pembangunan
Jalan Tol Rengat - Pekanbaru sedang dilakukan proses penyusunan KA-ANDAL.
XI-3
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-1, STA. 40+000 – STA. 64+700
Secara umum, hasil identifikasi awal dampak dan arahan dan pendekatan
pengelolaan lingkungan hidup terkait dengan pembangunan jalan tol, dapat disajikan
sebagai berikut :
XI-4
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-1, STA. 40+000 – STA. 64+700
Tabel XI-2. Indikasi Komponen Rencana Kegiatan Pembangunan Jalan Tol Yang
Berpotensi Menimbulkan Dampak Besar & Penting Terhadap
Lingkungan Hidup
XI-5
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-1, STA. 40+000 – STA. 64+700
Potensi jenis dampak besar & penting rencana kegiatan pembangunan jalan tol,
komponen rencana kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak besar & penting,
serta komponen lingkungan yang terkena dampak besar & penting adalah
sebagaimana tersaji pada Tabel berikut.
Tabel XI-3. Indikasi Potensi Jenis Dampak Besar & Penting; Komponen
Rencana Kegiatan Sumber Dampak Besar & Penting; Dan
Komponen Lingkungan Hidup Yang Terkena
XI-6
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-1, STA. 40+000 – STA. 64+700
Merujuk potensi terjadinya dampak besar dan penting pada rencana kegiatan
pembangunan jalan tol Ruas Rengat-Pekanbaru tersebut di atas, maka dapat
disampaikan arahan penanganan dampak kegiatan yang bersifat indikatif yang perlu
dilakukan pendalaman pada saat studi AMDAL, sebagaimana tersaji pada Tabel
berikut.
Potensi
No Dampak Sumber Dampak Pendekatan Target penanganan
Besar & Besar & Penting Penanganan
Penting
Penetapan trase Koordinasi Institusional: • Konfirmasi Trase Jalan
• Kementerian Kehutanan Tol (Trase vs PIPIBB)
• Dinas Pertanian Provinsi & Izin Pinjam Pakai
1. Konflik sektoral dan Kabupaten Kawasan Hutan (jika
Pengadaan lahan • Kanwil Kementerian diperlukan)
Agama Provinsi • Pengakomodasian
• Bappeda Provinsi dan ttrase jalan pada
Kabupaten RTRW
• BPN
Survey lapangan • Pendekatan sosial
melalui sosialisasi
kegiatan secara
transparan & terbuka
• Pendekatan ekonomi
Pengadaan lahan dgn memberikan • WTP (Warga Terkena
2 Konflik sosial Mobilisasi kompensasi pada Proyek)
peralatan kegiatan pengadaan • Warga terdampak
Mobilisasi personil lahan dan/atau relokasi
XI-7
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-1, STA. 40+000 – STA. 64+700
Telah dilakukan suvei antara pemrakarsa kegiatan PT. Hutama Karya (Persero) dan
Konsultan Penyusun Amdal bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan
Kehutanan Provinsi Riau. Adapun tujuan dari survey bersama ini adalah untuk melihat
rona lingkungan awal rencana lokasi kegiatan jalan tol Pekanbaru-Bangkinang-
Payakumbuh—Bukittingi, Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-1, dan memastikan
agar pada saat proses penyusunan dokumen AMDAL dan sebelum keluar ijin
lingkungan, tidak ada kegiatan konstruksi (Fisik) yang dilakukan oleh kontraktor, yang
nantinya hasil survey bersama ini sebagai dasar untuk keluarnya arahan penyusunan
dokumen lingkungan, karena apabila ada kegiatan fisik ketika belum keluar ijin
lingkungan, maka dokumen lingkungan yang semula adalah AMDAL (Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan) akan berubah menjadi DELH (Dokumen Evaluasi
Lingkungan Hidup).
XI-8
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
XII-1
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap 1, STA. 40+000 – STA. 64+700
LAMPIRAN-1
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2017
Tentang Perubahan Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008
Tentang RTRW Nasional dan Lampiran III
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
LAMPIRAN-2
Perpres Nomor 109 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas
Perpres Nomo 3 Tahun 2016 Tentang “Percepatan Proyek Strategis
Nasional”
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah Provinsi Riau
Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh—Bukittingi,
Seksi Bangkinang-Pangkalan Tahap-I, STA. 40+000 – STA. 64+700
LAMPIRAN-3
Data Awal Gambaran Umum Status Tanah Terkena
Rencana Tol Penambahan Lahan
Ruas:
Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbum-Bukitinggi, seksi
Bangkinang-Pangkalan Tahap-I
Tanah Bangunan Tanaman
No. Pemilik
Letak Luas M2 Jenis Luas M2 Jenis Jumlah Batang
Nama : Yatin
1 Pasir Sialang 102,876 - - Karet 52
Alamat : Pasir Sialang
Nama : Ermulyati
2 Pasir Sialang 297,273 - - Karet 149
Alamat : Pasir Sialang
3 Nama : Syafriuddin
Pasir Sialang 290,302 - - Karet 145
Alamat : Pasir Sialang
4 Nama : Mardhiah
Muara Uwai 11,36 - - Sawit 10
Alamat : Muara Uwai
5 Nama : Dahlan
Muara Uwai 185,259 - - Karet 93
Alamat : Muara Uwai
6 Nama : Aguspia
Muara Uwai 217,267 - - Karet 109
Alamat : Muara Uwai
7 Nama : Zubir
Muara Uwai 40,396 - - Karet 21
Alamat : Muara Uwai
8 Nama : Abdul Muis
Muara Uwai 744,767 - - Karet 373
Alamat : Muara Uwai
9 Nama : Mohd Nasir
Muara Uwai 723,738 - - Karet 362
Alamat : Muara Uwai
10 Nama : Syukri Toha
Muara Uwai 43,454 - - Karet 22
Alamat : Muara Uwai
11 Nama : Rusdi
Ganting Damai 1,230,195 - - Karet 615
Alamat : Ganting Damai
12 Nama : Rusdi
Ganting Damai 375,918 - - Karet 188
Alamat : Ganting Damai
13 Nama : H. Zainu
Pulau Jambu 209,543 - - Karet 615
Alamat : Pulau Jambu
14 Nama : Yusnimar
Pulau Jambu 161,398 - - Karet 105
Alamat : Pulau Jambu
15 Nama : Hartimis
Pulau Jambu 432,471 - - Karet 217
Alamat : Pulau Jambu
16 Nama : Febrian Tomi
Pulau Jambu 418 - - Karet 209
Alamat : Pulau Jambu
17 Nama : Febrian Tomi
Pulau Jambu 100 - - Sawit 10
Alamat : Pulau Jambu
18 Nama : Anas D
Pulau Jambu 162,432 - - Karet 82
Alamat : Pulau Jambu
19 Nama : Darwis
Pulau Jambu 306,043 - - Karet 153
Alamat : Pulau Jambu
20 Nama : Parit
Pulau Jambu 11,666 - - Karet 6
Alamat : Pulau Jambu
21 Nama : Syamsinar
Pulau Jambu 136,444 - - Karet 69
Alamat : Pulau Jambu
22 Nama : Adrinaldi
Pulau Jambu 182,995 - - Karet 92
Alamat : Pulau Jambu
23 Nama : Syukri
Pulau Jambu 393,210 - - Karet 197
Alamat : Pulau Jambu
24 Nama : Afrizal
Pulau Jambu 4,384 - - Karet 3
Alamat : Pulau Jambu
Tanah Bangunan Tanaman
No. Pemilik
Letak Luas M2 Jenis Luas M2 Jenis Jumlah Batang
25 Nama : A. Hamid
Pulau Jambu 344,289 - - Karet 172
Alamat : Pulau Jambu
26 Nama : Abas Abd
Pulau Jambu 70,391 - - Karet 36
Alamat : Pulau Jambu
27 Nama : Marihot Manurung
Empat Balai 107,021 - - Sawit 12
Alamat : Empat Balai
28 Nama : Ikramiwaldi
Empat Balai 660,379 - - Karet 331
Alamat : Empat Balai
29 Nama : Marihot Manurung
Empat Balai 9,385 - - Sawit 2
Alamat : Empat Balai
30 Nama : Antoni
Empat Balai 165,622 - - Karet 83
Alamat : Empat Balai
31 Nama : Zulkifli
Empat Balai 2,659,467 - - Karet 942
Alamat : Empat Balai
32 Nama : Parit
Empat Balai 22,239 - - Sawit 3
Alamat : Empat Balai
33 Nama : Katimin
Empat Balai 958,059 - - Sawit 107
Alamat : Empat Balai
34 Nama : Salman
Empat Balai 132,704 - - Karet 67
Alamat : Empat Balai
35 Nama : Jalil
Silam 90,365 - - Sawit 11
Alamat : Silam
36 Nama : M. Ramli
Silam 980,531 - - Sawit 109
Alamat : Silam
37 Nama : Mai Adri
Silam 926,498 - - Karet 49
Alamat : Silam
38 Nama : Mai Adri
Silam 200 - - Sawit 23
Alamat : Silam
39 Nama : Andi Pramana Saputra
Silam 278,877 - - Karet 140
Alamat : Silam
40 Nama : Anwar
Silam 159,471 - - Karet 80
Alamat : Silam
41 Nama : Rusman
Koto Mesjid 1,687,514 - - Karet 844
Alamat : Koto Mesjid
42 Nama : M. Dani
Koto Mesjid 282,617 - - Karet 142
Alamat : Koto Mesjid
43 Nama : Usman Habibi
Pulau Gadang 1,464,380 - - Karet 550
Alamat : Pulau Gadang
44 Nama : Kamarudin Nasution
Pulau Gadang 998,096 - - Karet 500
Alamat : Pulau Gadang
45 Nama : Risma Yeni
Tanjung Alai 850,550 - - Karet 426
Alamat : Tanjung Alai
46 Nama : Risma Yeni
Tanjung Alai 3,538,054 - - Karet 1,769
Alamat : Tanjung Alai
47 Nama : Rosna
Tanjung Alai 531,531 - - Karet 266
Alamat : Tanjung Alai
48 Nama : Heri
Tanjung Alai 2,433,568 - - Karet 1,217
Alamat : Tanjung Alai
Tanah Bangunan Tanaman
No. Pemilik
Letak Luas M2 Jenis Luas M2 Jenis Jumlah Batang
49 Nama : Salidah
Tanjung Alai 8,408,243 - - Karet 4,204
Alamat : Tanjung Alai
50 Nama : Kutar
Tanjung Alai 13,985,322 - - Karet 8,792
Alamat : Tanjung Alai
51 Nama : Alm. Ali
Tanjung Alai 24,175,008 - - Karet 538
Alamat : Tanjung Alai
52 Nama : Ismail
Tanjung Alai 933,586.00 Rumah 80
Alamat : Tanjung Alai
53 Nama : Alm. Ali
Tanjung Alai 65,430 - - Karet 33
Alamat : Tanjung Alai
54 Nama : Simatupang
Tanjung Alai 164,292.00 Rumah 60 Karet 1,456
Alamat : Tanjung Alai
55 Nama : Sibur
Tanjung Alai 4,554,456 - - Karet 2,275
Alamat : Tanjung Alai
56 Nama : Rinti Putriani
Tanjung Alai 649,790 - - Karet 325
Alamat : Tanjung Alai
57 Nama : Milik Pt. WIKA
Tanjung Alai 5,904,714 - - - -
Alamat : Tanjung Alai
58 Nama : NN
Tanjung Alai 2,911,038 - - Karet 1,456
Alamat : Tanjung Alai