PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
Pembelajaran 1. Peralatan Bengkel Otomotif
A. Deskripsi
Pembelajaran 1, merupakan materi peralatan bengkel otomotif, yang
membahas tentang peralatan tangan yang paling banyak digunakan di
bengkel otomotif. Penjelasan dalam pembelajaran 1, merupakan penjelasan
singkat, tentang nama alat dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris,
fungsi alat, dan dilengkapi dengan gambar, untuk memudahkan siswa
mengingat bentuk peralatan.
Dalam proses pembelajaran disarankan guru membawa alat aslinya untuk
ditujukkan dan diperagakan penggunaan yang benar.
B. Kegiatan Belajar
a. Tujuan Pembelajaran
1) Menyebutkan nama-nama alat bengkel otomotif sesuai dalam
bahasa Indonesia dan Ingris.
2) Menjelaskan fungsi dari masing-masing alat bengkel otomotif
3) Memeragakan penggunaan alat sesuai prosedur yang benar
4) Memperhatikan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), dan
berlaku santun, teliti dan penuh rasa tanggung jawab.
4
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
C. Uraian Materi
Kunci-Kunci (Spanner)
Dalam bengkel otomotif ataupun bengkel kerja bangku dikenal ada dua jenis alat
bantu kerja yaitu alat tangan dan alat bertenaga (hand tools and Power tools).
Kedua jenis alat tersebut dibedakan atas tenaga penggeraknya, alat tangan
berarti alat yang dalam penggunaannya hanya mengandalkan tenaga mansia,
sedangan power tools untuk menggerakkannya menggunakan tenaga bantu dari
mesin, misalnya mesin gerinda untuk dapat berputar batu gerindanya harus di
putarkan oleh motor listrik.
Kunci adalah alat untuk membuka dan mengunci, misalnya kunci pintu, kunci
almari, kunci laci dan lain-lain. Kunci dalam arti peralatan perbengkelan memiliki
fungsi yang sama yaitu untuk membuka dan mengencangkan (mengunci) sebuah
baut terhadap murnya atau sebaliknya.
Sebutan mur/baut dalam hal ini adalah berdasarkan tinjauan bentuk kepala,
bukan bentuk ulirnya. Kepala baut dimaksud dapat berbentuk segi enam, atau
segi empat, sedangkan bentuk lain adalah berbentuk lubang persegi, atau
bintang di tengah kepala baut, tetapi tidak tirus kearah dalam. Untuk kunci yang
digunakan membuka baut dengan lubang ditengah kepala baut, penamaannya
tergantung juga bentuk bentuk gagangnya. Jika diaplikasikan dengan gagang
seperti obeng maka sering juga disebut obeng.
Kunci Pas (Open End Spanner)
Kunci pas dibuat dari bahan baja
tensil tinggi yaitu logam paduan
Chrome Vanadium, kunci ini
mempunyai tangkai (shank)
dengan kepala di masing-masing
ujung yang membuat sudut 15
terhadap tangkainya. Pada disain
khusus terdapat kunci pas dengan
5
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
arah rahang 90 dari tangkainya
Digunakan untuk melepas baut
atau mur yang sudah dikendorkan
dengan kunci socket atau ring.
Kunci pas dapat melepas baut
Gambar 1.1. Kunci pas (Open end dengan cepat. Kunci pas tidak
spanner) boleh untuk mengencangkan atau
mengendorkan baut yang belum
kendor, karena dapat merusak
kepala baut/mur, mengingat
bidang sentuhnya hanya sedikit.
Umumnya ukuran kepala berbeda
antar sisi misalnya 9 mm dan 10
mm.
Kunci Pas – Ring (Combinatin
Spanner)
Dapat digunakan untuk
mengencangkan atau
mengendorkan baut/mur terutama
pada bagian-bagian yang tidak
terjangkau oleh kunci socket.
Kunci pas-ring cukup praktis,
karena bagian ring, dapat untuk
mengencangkan/ mengendorkan
sedangkan bagian pasnya bisa
Gambar 1.2. Kunci pas ring (comination
untuk melepas dengan cepat.
wrench)
Hati-hati mengencangkan
baut/mur ukuran kecil, karena
dapat menyebabkan baut patah.
6
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
Kunci Ring (Offset Ring
Spanner)
Sudut offset yang lazim adalah
45o, namun tidak selalu demikian.
Sudut ini memungkinkan spanner
dapat terpasang tepat pada
mur/baut, dengan posisi yang
sulit. dan jika menggunakan
spanner yang jenisnya lebih pipih
akan terjadi kurangnya ruang
Gambar 1.3. Kunci ring (Offset Ring
antara yang cukup.
Spanner)
Ujung persegi menutupi sudut
mur/baut sepenuhnya,
kemungkinan wrench untuk
tergelincir sangat kecil. Ketika
membuka bolt pada ruang
terbatas, wrench dapat diangkat
dan dimasukkan kembali.
Jangan menggunakan extension
pada wrench untuk meningkatkan
torque. Wrench tidak didesain
untuk diberi extension karena
tidak akan tahan dan dapat slip
atau mengalami kerusakan yang
dapat berakibat cidera .
Kunci Nipel (Flare Nut Spanner)
Spanner ini digunakan untuk
mengencangkan/melepas baut
pada sambungan–sambungan
pipa yang serupa dengan
sambungan-sambungan yang
7
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
digunakan pada injector line atau
pipa rem.
Ferrule nut wrench/flare nut
spanner memiliki bentuk yang
serupa dengan standard box end
Gambar 1.4. Kunci nipel (Flare Nut wrench, hanya slot di bagian
Spanner) ujung dan jaw yang berbeda.
Bagian-bagian ujung wrench
berbentuk miring 15 derajat dari
shank dan ukurannya ditandai di
bagian tengah shank.
Wrench jenis ini dirancang untuk
melonggarkan atau
mengencangkan ferrule nut pada
fuel line dan tidak boleh
digunakan untuk tujuan umum
atau aplikasi dengan torque tinggi.
JANGAN menggunakan extension
atau memukul dengan hammer
untuk melipatgandakan kekuatan.
Ferrule nut wrencah/flare nut
spanner tidak dirancang untuk
penggunaan seperti di atas dan
dapat terlempar dari fastener atau
patah, yang dapat menyebabkan
cidera. Wrench dalam
penggunaannya harus ditarik,
hindari mendorong atau menekan.
Jika harus ditekan, tekan dengan
tangan terbuka.
8
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
Engkol Percepatan (Speed Brace)
Alat ini digunakan untuk melepaskan
dengan cepat baut atau mur yang
sudah kendor. Dibutuhkan ruang yang
cukup untuk dapat mengaplikasikan
alat ini.
Gambar 1.5. Engkol percepatan
(speed brace)
Ratchet
Ratchet adalah kelengkapan kunci
socket yang digunakan untuk
melepas/memasang baut yang dalam
keadaan longgar, tanpa harus
melepaskan kunci sock dari kepala
baut atau mur. Selama proses
melepas atau memasang cukup
dengan cara menarik dan mendorong
Gambar 1.6. Batang Ratchet batang ratchetnya. Untuk mengubah
arah putaran kunci sock, cukup
dengan memutar kunci pembalik.
Ratchet handle dan head dibuat dari
besi tempa dengan drive pada salah
satu sisi dan tuas pemutar yang
memiliki pengatur arah putaran pada
head. Standard rachet terdiri dari
ukuran dan bentuk yang berbeda-
beda untuk penggunaan yang
berbeda-beda pula, terdiri dari swivel
head, long handle, short handle, dan
bent handle swivel head. Ratchet
9
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
dipasang dengan drive socket untuk
melepas dan memasang komponen
pengikat di semua penggunaan yang
cukup ruang. Yakinkan socket
terpasang dengan baik ke ratchet lug.
Jangan pergunakan extension pada
ratchet atau memukul dengan
hammer karena dapat menyebabkan
kerusakan tool atau cidera. Selalu
menarik ratchet, jangan didorong.
Batang Geser T (Sliding ’T’ Bar)
Sebuah ‘T’ Bar digunakan untuk
mengendorkan sebuah mur atau baut
yang sangat kencang. Alat ini
menggunakan dua pegangan yang
digunakan untuk memberikan
tekanan pada arah yang berlawanan.
Gambar 1.7. Batang Geser T (Sliding ’T’ Bar)
Batang Universal (Breaker Bar)
Alat ini gagangnya bisa disambung
dengan berbagai jenis penyambung
untuk mengendorkan baut-baut yang
sangat kuat misalnya baut kepala
silinder
Gambar 1.8. Batang breaker (breaker bar)
10
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
Batang Perpanjangan Sock
(Socket Extension Bar)
Alat ini digunakan bersama dengan
ratchet atau Alat yang sama untuk
Gambar 1.9. Perpanjangan kunci sock menjangkau mur atau baut yang tidak
(Socket Extension Bar) terjangkau oleh spanner.
Pastikan extension sejajar dengan
head nut atau head bolt dan socket
terpasang dengan aman serta tidak
berada dalam posisi miring pada
suatu sudut. Jika tidak maka
extension dapat tergelincir sehingga
menimbulkan kerusakan pada tool
atau kemungkinan cidera. Berhati-
hatilah ketika bekerja di dalam tempat
yang tertutup di sekitar sambungan
listrik misalnya pada starter atau
battery.
Sambunga Sock Universal
(Universal Socket Joint Wrench)
Sambungan sock universal
digunakan untuk melepas atau
memasang baut/mur pada posisi-
posisi yang menyudul dan tidak
terjangkau dengan batang
perpanjangan saja.
Universal joint terdiri dari internal
drive socket member, external lug
11
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
member dan pivot block di bagian
tengah. Yoke dipasang pada pivot
block dan memberikan kedua pivot
point yang memungkinkan
sambungan dibengkokkan. Universal
joint dapat digunakan dalam aplikasi
apa pun dimana ratchet atau
extension harus berada pada suatu
sudut dengan socket.
Tool ini khusus digunakan untuk
menjangkau area yang sulit.
Yakinkan socket betul-betul pas
dengan nut atau bolt, jika tidak maka
dapat terjadi slip sehingga tool
menjadi rusak dan beresiko timbulnya
kecelakaan. Jangan pernah
menggunakan standard atau power
universal joint dengan impact wrench.
Universal joint lebih keras dan lebih
rapuh dibanding impact universal joint
dan akan rusak atau pecah saat
digunakan.
Gambar 1.10. Sambungan Sock Universal
Socket segi enam (Single
Hexagonal)
Alat ini berdinding sangat tebal dan
karena itu sangat kuat. Alat ini sangat
cocok untuk digunakan dengan impact
12
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
Gambar 1.11. Sock segi enam (Single gun. Kunci sock secara umum
Hexagonal) memiliki bidang sentuh pada seluruh
bagian kepala baut/mur dan lebih luas
dibandingkan dengan kunci ring,
sehingga kemungkinan merusak
kepala baut sangat kecil. Oleh karena
itu dalam pengencangan yang extra
disarankan menggunakan kunci sock
terutama yang segi enam
Kunci sock segi enam ganda
(Double Hex Socket).
Alat ini berdinding tipis dan dibuat
untuk digunakan dengan Alat
penggerak yang dioperasikan dengan
tangan. Alat ini sangat serbaguna
Gambar 1.12. Sock segi enam ganda
karena cocok dipakai pada mur atau
(Double Hexagonal Socket)
baut dalam 12 posisi yang berbeda-
beda.
Kunci Busi (Spark Plug Socket).
Alat ini dipasang dengan sisipan
karet yang tidak hanya mencegah
porselin pada busi agar tidak
pecah, melainkan juga menahan
busi untuk memudahkan
pelepasan dan pemasangan. Alat
ini dibuat dengan bermacam-
macam ukuran agar cocok dengan
13
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
Gambar 1.13. Kunci busi (Spark Plug semua busi.
Socket)
Kunci Roda (Wheel Brace)
Alat ini digunakan untuk melepaskan
dan memasang kembali pelak(lug)
ataun mur (nut) pada roda. Alat ini
biasanya mempunyai 3 atau 4 ujung
socket dengan ukuran yang
berbeda-beda. Hal ini membuat
sebuah wheel brace cocok untuk
berbagai penggunaan pada
kendaraan.
Gambar 1.14. Kunci roda (Wheel Brace)
Kunci Allen (Allens Keys)
Kunci allen, disebut juga kunci inbus
dibuat dari baja heksagonal high
tensile, seringkali dibengkokkan
dengan sudut yang tepat dan
berbentuk huruf ”L” dan ada yang
berbentuk huruf ”T”. Ada juga kunci
allen yang dioperasikan seperti kunci
sock . Allen key digunalan untuk
melepaskan dan mengganti
mur/sekrup dengan tengah kepala
berbentuk segi enam (Allen headed
cap).
Gambar 1.15. Kunci Allen (Allens Keys)
14
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
Kunci Sock Bintang (Star Socket)
Sekilas kunci ini mirip kunci sock
segi enam ganda, namun berbeda
jenis kepala baut yang dapat dibuka
dengan kunci ini. Penggunaanya dan
kelengkapan lainnya sama dengan
kunci sock biasa.
Gambar 1.16. Kunci Sock Bintang (Star
Socket)
Adjustable / Shifing Spanner .
Alat ini hanya digunakan bila spanner
atau socket yang tepat untuk
pekerjaan tersebut tidak tersedia.
Wrench ini memiliki head dengan
salah satu jaw tetap dan jaw yang
Gambar 1.17. Kunci ingris (adjustable lainnya bisa disetel. Head memiliki
spanner) sudut 22.50 terhadap shank atau
handle. Adjustment screw yang di-
knurling berguna untuk
menggerakkan adjustable jaw dan
berada ditengah-tengah head.
Adjustable wrench secara umum
dipergunakan pada bolt atau nut
ukuran tertentu (special) atau hanya
ketika open end, box end atau
combination wrench tidak tersedia.
Meskipun adjustable wrench dapat
dipergunakan pada macam-macam
15
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
ukuran, namun tidak dapat
mencengkeram nut atau bolt seaman
standard wrench dan memiliki
kemungkinan yang lebih besar untuk
slip dan merusak fastener.
Wrench ini tidak dirancang untuk
pekerjaan service yang berat dan
tidak boleh digunakan di tempat yang
memerlukan tenaga yang kuat. Selalu
kencangkan jaw dengan aman pada
fastener sebelum menggunakan
wrench.
Pastikan adjustable jaw menghadap
ke si pemakai tool ketika menarik
wrench. Hal ini akan menempatkan
tenaga yang lebih besar pada
stationary jaw dan membantu
mempertahankan cengkeraman yang
kuat pada fastener.
HINDARI MENDORONG adjustable
wrench, memukulnya dengan
hammer, atau menggunakan
extension.
Obeng (Screwdriver).
Fungsi obeng adalah untuk membuka atau mengencangkan sekrup. Yakni untuk
membuka atau mengencangkan sekrup. Secara umum orang mengenal hanya
ada dua jenis obeng yaitu obeng plus (Philips screwdriver) dan obeng minus
(Slotte Screwdriver). Namun faktanya, jenis obeng bukan hanya bentuk plus atau
minus karena masih banyak obeng yang dirancang untuk beragam kebutuhan.
16
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
Gambar 1.18. Obeng plus dan obeng minus
Gambar 1.19. Macam-macam kepala obeng
Satuan obeng
Umumnya banyak yang tidak mengetahui satuan ukuran obeng sehingga dapat
dikatakan obeng hanya terbagi tiga ukuran: obeng kecil, sedang dan besar.
Namun tak berbeda dengan peralatan kunci, obeng pun memiliki satuan ukuran.
Obeng plus, memiliki ukuran berdasarkan ketumpulan mata. Sebagai contoh, 1 x
75 berarti mata plus lancip dengan panjang gagang 75 mm. Sedangkan 2 x 100
berarti mata obeng lebih tumpul dari contoh pertama dengan panjang gagang
100 mm. Sedangkan untuk obeng minus, satuan ukurannya lebih mudah.
Misalnya ukuran 5 x 75 yang berarti lebar ujung obeng 5 mm dengan panjang
obeng 75 mm. Penggunaan obeng harus memperhatikan kepresisian mata
obeng dengan sekrup, agar kepala sekrup tidak mudah rusak. Panjang
17
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
pendeknya obeng juga perlu disesuaikan dengan ruang yang tersedia. Obeng
dengan gagang pendek sering digunakan untuk menyetel karburator atau bagian
dengan ruang kerja terbatas.
Obeng ketok (Impact driver)
Obeng ketok digunakan untuk
mengencangkan atau melepas
sekrup dengan kekencangan yang
lebih.
Diaplikasikan dengan cara metutar
gagang obeng kearah
mengencangkan atau mengendorkan
kemudian menahan dengan tetap
menekan, selanjutnya ujung gagang
obeng dipukul dengan palu.
Mata obeng dapat diganti-ganti
sesuai ukuran yang pas dengan
kepala sekrup.
Gambar 1.20. Obeng ketok
Skrap (Gasket Scraper) Alat ini
digunakan untuk melepaskan
material gasket yang menempel
pada komponen sebelum
komponen dipasang kembali.
Gambar 1.21. skrap (Gasket Scraper)
18
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
Thread Gauge atau T.P.I.
Alat ini digunakan untuk
mengidentifikasi threat pitch atau
jenis ulir pada baut yang tidak
diketahui.
Gambar 1.22. Thread Gauge
Satu unit Feeler Gauge atau
Pengukur Ketebalan ( Thickness
Gauge).
Feeler Gauge digunakan untuk
mengukur celah atau kerenggangan
kecil di antara dua komponen.
Gambar 1.23. Feeler gauge
Misalnya jarak di antara valve stem
dan lengan pemutus (rocker arm)
yaitu tappet atau kerenggangan katup
(valve clearance). Alat ini memiliki
ukuran ketebalan yang tertera pada
masing-masing lembaran, sehingga
untuk menggunakanya tinggal
menyesaikan kebutuhan sesuai
spesifikasi.
Starting Punch.
Alat ini adalah sebuah punch yang
dilancipkan/diruncingkan sehingga
membuatnya menjadi lebih kuat
dibandingka pin punch. Kegunaannya
adalah sebagai pembuka awal
Gambar 1.24. Starting Punch sebuah dowel atau retaining pin
sebelum menggunakan pin punch.
19
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
Pin Punch.
Alat ini mempunyai diameter yang
sama dari ujung hingga
kerangka/bodinya. Alat ini digunakan
untuk melepaskan pin yang menahan
komponen pada sebuah shaft dari
Gambar 1.25. Pin Punch
tempatnya, yang sebelumnya telah
diawali dengan starting punch.
Tang Potong (Side Cutting Plier)
Cutting jaw dibuat pada sudut di
antara kedua pegangan/gagangan.
Tang potong tersedia dengan
berbagai macam ukuran dan yang
paling sering digunakan dengan
Gambar 1.26. Tang potong (Side
ukuran panjang 7 inchi. Pivot pin
Cutting Pliers)
telah dikunci secara permanen dan
tidak bisa diatur supaya tidak terjadi
kelonggaran pada jaw. Jaw
mempunyai dua permukaan
pemotong, tanpa jaw datar ataupun
gigi pencengkeram, dan bersudut
sekitar 200 terhadap handle.
Sudut jaw memberikan ruang gerak
di antara handle pada pekerjaan di
area tertutup. Penggunaan dasar
diagonal plier adalah untuk
memotong kawat, tetapi dapat juga
digunakan untuk banyak tujuan
lainnya.
Tool ini dapat digunakan untuk
20
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
melepaskan dan memasang cotter
pin, memotong selang berdiameter
kecil, pipa tembaga, baja berdiameter
kecil, mengelupas isolasi dari kabel,
dsb. Berhati-hatilah saat memotong
kabel listrik. Pastikan rangkaian
sudah dimatikan untuk mencegah
agar tidak terjadi percikan api atau
sengatan listrik.
Ketika memotong pipa pastikan tidak
terdapat tekanan di dalam saluran.
Jangan menggunakan diagonal plier
untuk melepaskan spring. Mencoba
mencengkeram spring dapat
menyebabkan spring terpotong dan
terpental sehingga menyebabkan
cidera. Jangan mencoba memotong
benda-benda yang berukuran terlalu
besar, misalnya kawat baja.
Perawatan
Jagalah kebersihan diagonal plier ,
bersihkan dari kotoran dan oli.
Periksalah jaw secara berkala untuk
mengetahui apakah terdapat
kelonggaran secara berlebihan dan
gantilah tool apabila ditemukan
kondisi seperti ini. Apabila bagian
cutting edge sudah tumpul atau
rusak, gantilah tool ini. Mencoba
menajamkan cutting edge akan
mengakibatkan tool menjadi tidak
21
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
sejajar.
Tang Kombinasi (Combination
Plier) Alat ini adalah jenis pliers yang
paling berguna. Rahangnya
mempunyai gerigi untuk memegang
beda rata, gerigi untuk memegang
pipa, pemotong samping (side
cutter),dan dua sambungan atau
Gambar 1.27. Tang kombinasi
pemotong kabel (wire cutter). Alat ini
(Combination Pliers)
juga bisa digunakan untuk melilit dan
memotong kabel, menggenggam
komponen-komponen bulat
berukuran kecil dan membengkokkan
logam yang tipis. Alat ini dikeahui
dapat digunakan untuk berbagai
macam keperluan.
Tang Cucut (Long Nose Plier)
Rahangnya berukuran panjang dan
diruncingkan dengan permukaan
penggenggam yang bergerigi tajam.
Alat ini digunakan dalam pekerjaan di
ruangan-ruangan sempit, untuk
Gambar 1.28. Tang cucut (Long Nose
membengkokkan dan membentuk
Plier)
kabel atau lembaran besi lunak
Tang Sambungan Slip (Slip Joint
Pliers) Salah satu pegangannya
mempunyai lubang yang kecil dan
pegangan lainnya mempunyai lubang
pin yang bias digeser (pivot pin). Alat
Gambar 1.29. Tang sambungan slip
22
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
(Slip Joint Pliers) ini dapat digunakan untuk
mencengkeram komponen-
komponen kecil atau bisa diperbesar
untuk mencengkeram komponen-
komponen yang lebih besar.
Tang Air (Interlocking joint
plier/Multi Grip)
Multi grip pliers mempunyai kelebihan
yang sama seperti slip joint pliers
namun dengan pemilihan ukuran
jepitan yang lebih besar. Alat ini akan
menjepit benda bundar atau bengkok
Gambar 1.30. Tang air (Multi Grip) dengan sangat kuat.
Interlocking joint plier terdiri dari tiga
bagian utama: stationary jaw,
adjustable jaw dan pivot pin serta nut.
Stationary jaw memiliki lima slot
melengkung yang pas dengan curved
teeth pada adjustable jaw. Jaw
berada pada sudut 450 dengan
handle untuk memberikan
cengkeraman tambahan pada benda
kerja ketika daya diaplikasikan untuk
memutar bidang yang dikerjakan.
Handle berukuran lebih panjang
dibandingkan handle pada slip joint
atau needle nose plier untuk
memberikan daya cengkeram yang
lebih besar. Ukuran panjang 250 mm
adalah yang paling umum dan dapat
digunakan pada fastener dengan
23
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
diameter hingga 1½”.
Ukuran kecilnya juga sering
ditemukan dan digunakan untuk
servicing distributor dan pekerjaan-
pekerjaan elektrik yang lain. Tidak
seperti vice grip yang hanya
berfungsi sebagai wrench pemegang,
interlocking joint plier dapat juga
digunakan untuk memutar fastener
atau pipa karena memiliki gigi-gigi
yang memberikan cengkeraman yang
cukup, dan pengaturan
memungkinkan jaw tetap sejajar.
Plier ini dapat digunakan pada nut,
bolt, fitting, pipa-pipa dan plat logam.
Tool ini cocok untuk membengkokkan
kabel, melepas dan memasang clip
dan spring, dan cramping sambungan
listrik. Untuk pemakaian pada
fastener, pastikan bahwa kedua jaw
sejajar dan bersentuhan dengan rata
pada sisi-sisi nut atau bolt. Gunakan
selalu gaya tarik pada adjustable
handle agar gigi plier menggigit ke
dalam fastener saat diputar.
Penerapan arah gaya yang salah
akan menyebabkan plier slip dari
fastener, menyebabkan cidera dan
gigi-gigi plier jadi tumpul. Periksa
terlebih dahulu sebelum digunakan
untuk mencegah terlepasnya
24
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
cengkraman jaw secara tiba-tiba saat
dilakukan pemberian gaya.
Vice Grip atau Locking Pliers. Alat
ini biasanya digunakan sebagai
sekrup bangku (vice) portabel
berukuran kecil untuk menahan
komponen yang dilas, diruncingkan,
dibor atau dipotong.
Vice grip yang paling umum
Gambar 1.31. Tang buaya (Vice Grip) berukuran 250 mm, tetapi tersedia
juga ukuran dan bentuk jaw yang
berbeda. Jaw untuk multi grip yang
berukuran 250 mm lebih panjang 25
mm dari pipe wrench atau slip joint
plier dan mempunyai gripping teeth.
Knurled adjusting screw terdapat di
bagian ujung stationary handle dan
release lever terdapat pada
adjustable handle.
Jaw yang bergerak dihubungkan
dengan stationary jaw dengan pivot
pin yang dibuka dan ditutup oleh
adjustable jaw, yang terdapat pada
pivot pin lainnya. Vice grip adalah tool
pengunci yang dapat digunakan
untuk menahan nut, bolt, pipefitting,
plat besi. Jaw tidak selalu sejajar satu
sama lain pada saat bukaan jaw
semakin lebar. Pada saat digunakan
25
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
untuk fastener, harus selalu
memperhatikan ukuran vice grip
untuk mencegah slip atau
kemungkinan rusak.
Untuk fastener seperti nut dan head
bolt, harus digunakan vice grip
dengan jaw lurus. Untuk pipa atau
benda-benda bundar, harus
digunakan vice grip dengan jaw
melengkung. Pilihlah selalu ukuran
vice grip yang memungkinkan jaw
agar sedapat mungkin berada dalam
posisi sejajar ketika menjepit
fastener. Gunakan vice grip sebagai
tool penahan saja, bukan sebagai
wrench.
Teeth tidak dimiringkan seperti pada
pipe wrench dan cenderung
kehilangan cengkeraman pada saat
vice grip diputar. Pastikan bahwa vice
grip terpasang dengan benar dan
aman pada nut atau head bolt serta
tidak berada dalam posisi miring
pada suatu sudut.
Bentuk geriginya tidak seperti pada
pipe wrench dan cenderung lepas
genggamannya pada saat vice grip
diputar. Pastikan vice grip terpasang
dengan baik dan aman pada nut atau
bolt serta tidak longgar. Jangan
26
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
pernah memukulnya dengan hammer
atau menggunakan extension, karena
hal ini dapat membuat penguncinya
terbuka dan terlepas dari objek,
mengakibatkan tool rusak atau
cidera. Jika perlu, genggam kedua
pegangannya untuk mengurangi
kemungkinan penguncinya terlepas.
Macam-Macam Palu
Palu Konde (Ball Peen Hammer)
Alat ini mempunyai bola di salah
satu ujung dan permukaan yang rata
pada ujung lainnya. Alat ini
digunakan untuk membulatkan paku
keling ( rivet ), membentuk logam,
Gambar 1.32. Palu konde (Ball Peen
memukul dan pahat serta fungsi-
Hammer)
fungsi lainnya yang sejenis.
Palu Kuningan (Brass Hammer)
Alat ini digunakan untuk pemukulan
berkekuatan sedang dan mencegah
agar tidak rusak komponen-
komponen yang dipukul.
Gambar 1.33. Palu tembaga (Brass
Hammer)
27
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
Plastic Hammer. Alat ini juga
digunakan serupa dengan brass
hammer namun ditujukan hanya
untuk pemukulan ringan.
Gambar 1.34. Palu plastik (Plastic
Hammer)
Palu Kulit (Rawhide Hammer) Alat
ini dibuat dengan permukaan dari
kulit. Alat ini digunakan untuk
memukul permukaan-permukaan
benda yang sangat halus atau
bahan-bahan lunak tanpa
Gambar 1.45. Palu kulit (Rawhide
mengakibatkan kerusakan.
Hammer)
Palu Karet (Rubber Mallet)
Bagian kepela dibuat dari karet yang
keras yang membuatnya sangat
cocok untuk pemakaian seperti
pemasangan ban.
Gambar 1.36. Palu karet (Rubber
Mallet)
28
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
Tang Sirklip Dalam (Internal Circlip
Pliers)
Alat ini digunakan untuk melepaskan
atau memasang internal circlip yang
digunakan untuk menahan beberapa
gudgeon pin di dalam piston.
Retaining ring plier tidak memiliki jaw
teeth atau gripping flat yang umum
Gambar 1.37. Tang Sirlip Dalam (Internal
terdapat pada kebanyakan plier. Plier
Circlip Pliers)
jenis ini memiliki jaw tipis yang
meruncing sampai ke ujung dan di
setiap jaw pada bagian ujung tersebut
terdapat bentuk bundaran kecil.
Bagian-bagian ujung ini dapat masuk
dengan pas pada lubang-lubang dalam
retaining ring untuk mengembangkan
atau menyusutkannya.
Kebanyakan retaining plier mempunyai
tip yang permanen, tetapi ada juga tip
yang dapat ditukar-tukar untuk
berbagai ukuran sehingga
memungkinkan penggunaan retaining
plier dalam berbagai ukuran.
Kebanyakan tipe retaining plier terbuat
dari baja tempa tipis yang dihubungkan
oleh pivot pin, tetapi dapat juga
ditemukan tipe lain dengan feature
tambahan dan bentuk yang berbeda.
Retaining plier juga digunakan untuk
membuka dan memasang internal dan
eksternal retaining ring dan tidak ada
penggunaan umum lainnya.
29
PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF
Jangan pernah menggunakan retaining
ring plier pada aplikasi lain yang mana
tool ini tidak didesain untuk itu, seperti
gripping, prying, dll. Yakinkan untuk
menggunakan ukuran plier yang benar.
Penggunaan yang ukurannya tidak
sesuai akan mengakibatkan ring lepas
dan terlempar sehingga
mengakibatkan cidera, ataupun
kerusakan pada plier itu sendiri.
Jangan gunakan plier yang bengkok
atau tip yang rusak, ataupun jaw yang
terlalu longgar.
Tang Sirklip Luar (External Circlip
Pliers)
Alat ini digunakan untuk melepaskan
dan memasang external circlip seperti
yang akan digunakan untuk menahan
bearing pada shaft. Alat ini mempunyai
gerakan ganda, sehingga pada saat
tangan Anda menutup, jaw terbuka.
Gambar 1.48. Tang cirlip luar (external
Circlip Pliers)
30