0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan21 halaman

Asuhan Keperawatan Ibu Hamil KEK

Dokumen tersebut membahas tentang asuhan keperawatan pada seorang ibu bernama Ny. M yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) selama kehamilan. KEK dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti asupan makanan yang kurang, usia, beban kerja, dan penyakit. Gejala KEK pada ibu hamil meliputi lingkar lengan kurus, berat badan rendah, dan mudah lelah. Patofisiologinya adalah tubuh

Diunggah oleh

Risa sri rahmawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan21 halaman

Asuhan Keperawatan Ibu Hamil KEK

Dokumen tersebut membahas tentang asuhan keperawatan pada seorang ibu bernama Ny. M yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) selama kehamilan. KEK dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti asupan makanan yang kurang, usia, beban kerja, dan penyakit. Gejala KEK pada ibu hamil meliputi lingkar lengan kurus, berat badan rendah, dan mudah lelah. Patofisiologinya adalah tubuh

Diunggah oleh

Risa sri rahmawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS PADA Ny. M DENGAN


KEKURANGAN ENERGI KRONIK ( KEK ) DI RUANG KEPERAWAN IBU DAN
ANAK ( KIA ) DI PUSKESMAS CIANJUR KOTA

Nama: Risa Sri Rahmawati


NIM : 09190000162
Prodi : S1 Keperawatan A

PROGAM STUDI SI KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDONESIA MAJU
2

LEMBAR PENGESAHAN
ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS PADA Ny. M DENGAN
KEKURANGAN ENERGI KRONIK ( KEK ) DI RUANG KEPERAWAN IBU DAN
ANAK ( KIA ) DI PUSKESMAS CIANJUR KOTA

Telah Disyahkan
Pada tanggal:

Mengetahui :

Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik

(………………………..) (………………………………)

PROGAM STUDI SI KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDONESIA MAJU
2022
3

KATA PENGATAR

Puji dan syukur kita panjatkan kepada kehadirat Allah Swt. Yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tugas akhir dari
Praktikum. Dengan Judul “ ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS PADA Ny. M
DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK ( KEK ) DI RUANG KEPERAWAN IBU
DAN ANAK ( KIA ) DI PUSKESMAS CIANJUR KOTA “ Tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas pada mata
kuuliah Lab Klinik II. Selain itu laporan ini juga bertujuan untuk menambah wawasan bagi
pembaca dan juga bagi penulis tentang Ibu Hamil yang mengalami KEK..
4

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………...
BAB 1 TINJAUAN PUSTAKA LAPORAN PENDAHULUAN
A. Definisi………………………………………………………………………………….
B. Etiologi………………………………………………………………………………….
C. Manifestasi klinis………………………………………………………………………..
D. Patofisiologis……………………………………………………………………………
E. Patways………………………………………………………………………………….
F. Data penunjang………………………………………………………………………….
G. Focus pengkajian keperawatan………………………………………………………….
H. Focus intervensi keperawatan…………………………………………………………...
BAB II TINJAUAN KASUS
A. Identitas klien…………………………………………………………………………...
B. Identitas penanggung jawab……………………………………………………………..
C. Pengkajian………………………………………………………………………………
D. Analisa data……………………………………………………………………………..
E. Prioritas diagnose keperawatan………………………………………………………….
F. Intervensi keperawatan………………………………………………………………….
G. Implementasi keperawatan……………………………………………………………...
H. Evaluasi…………………………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………….
5

BAB 1

TINJAUAN PUSTAKA
LAPORAN PENDAHULUAN

A. Pengertian
Kekurangan Energi Kronik (KEK) adalah salah satu keadaan malnutrisi. Dimana
keadaan ibu menderita kekurangan makanan yang berlangsung menahun (kronik)
yang mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan pada ibu secara relative atau
absolut satu atau lebih zat gizi (Helena, 2013). Menurut Depkes RI (2002)
menyatakan bahwa Kurang Energi Kronik merupakan keadaan dimana ibu
penderita kekurangan makanan yang berlangsung menahun ( kronis ) yang
mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan pada ibu.
B. Penyebab
Keadaan KEK terjadi karena tubuh kekurangan satu atau beberapa jenis zat gizi
yang dibutuhkan. Beberapa hal yang dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat gizi
antara lain: jumlah zat gizi yang dikonsumsi kurang, mutunya rendah atau
keduanya. Zat gizi yang dikonsumsi juga mungkin gagal untuk diserap dan
digunakan untuk tubuh (Helena, 2013). Akibat KEK saat kehamilan dapat berakibat
pada ibu maupun janin yang dikandungnya yaitu
a. Pada Ibu hamil antara lain
terus menerus merasa letih, kesemutan, muka tampak pucat, kesulitan sewaktu
melahirkan, dair susu yang keluar tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi,
sehingga bayi akan kekurangan air susu ibu pada waktu menyusui.
b. Pada Janin yang dikandung antara lain
keguguran, pertumbuhan janin terganggu hingga bayi lahir dengan Bayi Berat Lahir
Rendah (BBLR), perkembangan otak janin terlambat, hingga kemungkinan
nantinya, kecerdasaan anak kurang, bayi lahir sebelum waktunya (Prematur),
kematian bayi (Helena, 2013).
c. Faktor - faktor Penyebab KEK pada Ibu Hamil Penyebab KEK dipengaruhi
beberapa faktor antara lain :
jumlah asupan energi, umur, beban kerja ibu hamil, penyakit / infeksi, pendidikan
atau pengetahuan ibu tentang gizi dan pendapatan keluarga menjadi penyebab ibu
hamil menderita KEK (Djamaliah, 2008).
Adapun penjelasannya sebagai berikut :
1) Jumlah Asupan Makanan Kebutuhan
makanan bagi ibu hamil lebih banyak dari pada kebutuhan wanita yang tidak
hamil. Untuk mencegah terjadinya ibu hamil KEK, maka upaya yang dapat
dilakukan adalah dengan mengkonsumsi makanan yang cukup secara kuantitas
( jumlah makanan yang dimakan ) dan secara kualitas ( variasi makanan dan zat
gizi yang sesuai kebutuhan ) serta suplemenatasi zat gizi yang harus di konsumsi
oleh ibu hamil [Link] yaitu tabet tambah darah ( berisi
zat besi dan asam folat), kalsium, seng, vitamin A, vitamin D dan iodium.
2) Usia Ibu Hamil Semakin muda dan semakin tua
umur seseorang ibu yang sedang hamil akan berpengaruh terhadap kebutuhan
gizi yang diperlukan. Umur muda perlu tambahan gizi yang banyak karena
6

selain digunakan pertumbuhan dan perkembangan dirinya sendiri, juga harus


berbagi dengan janin yang sedang dikandung. Sedangkan untuk umur tua perlu
energi yang besar juga karena fungsi organ yang melemah dan diharuskan untuk
bekerja maksimal, maka memerlukan tambahan energi yang cukup guna
mendukung kehamilan yang sedang berlangsung. Sehingga usia yang paling
baik adalah lebih dari 20 tahun dan kurang dari 35 tahun, dengan diharapkan
gizi ibu hamil akan lebih baik.
3) Beban Kerja Ibu Hamil
Aktifitas ibu hamil yang berlebihan sangat membutuhkan energi yang banyak
sehingga menimbulkan ibu cepat lelah dan capek. Hal ini bisa mengakibatkan
beban kerja ibu hamil menderita KEK.
4) Penyakit atau Infeksi Penyakit penyerta
seperti cacingan, malaria, HIV dan TBC sangat mempercepat malnutrisi.
Perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS ) perlu diterapkan dengan selalu
menggunakan air bersih, cuci tangan air bersih dan sabun, menggunakan
jamban sehat, memberantas jentik seminggu sekali, makan buah dan sayur tiap
hari. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah dan menghindari munculnya
berbagai macam penyakit yang dapat mempengaruhi masalah KEK.
5) Tingkat Pendidikan
Pendidikan yang rendah mempengaruhi penerimaan informasi, sehingga
pengetahuan akan terbatas. Pada masyarakat dengan pendidikan rendah akan
lebih kuat mempertahankan tradisi-tradisi yang berhubungan dengan makanan,
sehingga sulit untuk menerima pembaharuan di bidang gizi (Helena, 2013).
6) Pendapatan Keluarga
Pendapatan merupakan faktor yang menentukan kualitas dan kuantitas
makanan. Semakin meningkatnya pendapatan keluarga semakin besar
kebutuhan termasuk pengeluaran untuk pangan dan semakin meningkat
tuntutan akan kebutuhan makanan yang bergizi.
7) Deteksi Dini KEK Pengukuran LILA dapat dilakukan oleh Remaja Putri atau
wanita itu sendiri, kader atau pendidik. Selanjutnya konseling dapat dilakukan
oleh petugas gizi di Puskesmas (Pojok Gizi), sarana kesehatan lain atau petugas
kesehatan/gizi yang datang ke sekolah, pesantren dan tempat kerja. Pada
Remaja Putri/Wanita yang LILA-nya

C. Manifestasi klinik.
Tanda-tanda KEK menurut sediaoetomo (2002), meliputi:
a. Lingkar lengan atas (LILA) kurang dari 23,5 cm
b. Badan kurus, berat badan kurang dari 40kg
c. Rambut kusam Turgor kulit kering
d. Conjungtiva pucat
e. Tensi kurang dari 100 mmHgg. Hb kurang dari normal (<11 gr%)
Gejala KEK menurut winkjosastro (2002), meliputi:
a. Nafsu makan kurang
b. Mual
c. Badan lemas
d. Mata berkunang-kunang
7

D. Patofisiologi
Kurang energy pada ibu hamil akan terjadi jika kebutuhan tubuh akan energy tidak
tercukupi oleh diet. Ibu hamil membutuhkan energi yang lebih besar dari kebutuhan
energy individu [Link] ini dikarenakan pada saathamil ibu, ibu tidak hanya
memenuhi kebutuhan energy untuk dirinya sendiri,tetapi juga untuk janin yang
dikandungnya. Oleh sebab itu jika pemenuhankebutuhan energy pada ibu hamil
kurang dari normal, maka hal itu tidakhanya akan membahayakan ibu, tetapi juga
janin yang ada di dalamkandungan ibu.
dalam keadaan kekurangan makanan, tubuh selalu berusaha untukmempertahankan
hidup dengan memenuhi kebutuhan pokok atau [Link] tubuh untuk
mempergunakan karbohidrat, protein maupunlemak merupakan hal yang sangat
penting dalam usaha untukmempertahankan [Link] (glukosa)
dapat dipakai oleh seluruh jaringan tubuh sebagai bahan bakar, sayangnya
kemampuan tubuh untuk menyimpan karbohidratsangat sedikit, sehingga setelah
25 jam sudah dapat terjadi [Link] jika keadaan ini berlanjut terus
menerus, maka tubuh akanmenggunakan cadangan lemak dan protein amino yang
digunakan untukdiubah menjadi karbohidrat. Jika keadaan ini terus berlanjut maka
tubuhakan mengalami kekurangan zat gizi terutama energi yang akan berakibat
buruk pada ibu hamil.

E. Patways

Kehamilan Kurang pengetahuan Pendidikan dan ekonomi rendah

Perubahan Hormon Ketidak sediaan sumber


makanan
Kebutuhan energi meningkat Tidak adekuat

Asupan nutrisi terbatas Asupan nutrisi kurang

Status gizi Kurang pada


Ibu hamil

Ketidakseimbangan nutrisi kurang


Dari kebutuhan tubuh
8

F. Pemeriksaan penunjang
1) Pemeriksaan Antropometri antara lain: pengukuran LILA(Lingkar Lengan
Atas) <23,5 cm, IMT < 18,5, kenaikan berat badan ibu kurang dari 1 kg pada
trimester pertama, kurang dari 3 kg pada trimester kedua, dan kurang dari 6 kg
padatrimester ketiga
2) Pemeriksaan Klinis yaitu tampak lemah dan pucat, conjungtiva pucat, nadi
lemahatau lambat, keringat dingin
3) Pemeriksaan Laboratorium yaitu serum albumin (gr/100ml) wanita hamil
<3,0(kurang), 3,0-3,4 (criteria margin), 3,5+(cukup) dan serum protein
(gr/100ml)wanita hamil 5,5 (kurang), 5,5-5,9 (criteria margin), 6,0+ (cukup)
4) Pemeriksaan Dietetik digunakan food recall 24 jam. Metode ini dapat
memberikangambaran asupan zat gizi yang lebih optimal dan memberikan
variasi yang lebih besar tentang intake ibu hamil (individu). Hasil dibandingkan
dengan AKG yakni1900 kkal ditambah 180 kkal pada trimester I, 300 pada
trimester II dan III.
5) Sensitivity dan Specifity dalam penelitian ini pengukuran LILA tidak
dapatdigunakan untuk memantau perubahan status gizi dalam jangka pendek
melainkan jangka panjang (kronis) karena mencerminkan tumbuh kembang
jaringan lemakdan otot yang tidak berpengaruh banyak oleh cairan tubuh. LILA
hanya sensitifuntuk mereka wanita usia subur dan ibu hamil. Pengukuran LILA
digunakankarena pengukurannya sangat mudahdan dapat dilakukan oleh siapa
saj

G. Penatalaksanaan
istirahat lebih banyak Terapi kekurangan energi kronis ditujukanpada
pengobatanindividu disertai tindakan-tindakan preventif di masyarakat dengan
perbaikan-perbaikan pada faktor-faktor penyebab .
Penatalaksaan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis adalah:
1. Memberikan penyuluhan dan melaksanakan nasehat atau anjuran.
a. Tambahan MakananMakanan pada ibu hamil sangat penting , karena
makanan merupakan sumber giziyang dibutuhkan ibu hamil untuk
perkembangan janin dan tubuhnya sendiri (notoadmojo,2008).Keadaan gizi
pada waktu konsepsi harus dalam keadaan baik, dan selamahamilharus
mendapat tambahan protein ,mineral,dan energi (chinue,2009).
b. Istirahat lebih banyakIbu hamil sebaiknya menghemat tenaga dengan cara
mengurangi kegiatan yangmelelahkan . siang 4 jam / hari, malam 8
jam/hari(wiryo, 2002)
2. Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
a. Contoh makanan tambahan antara lain : susu untuk ibu [Link]
yang berprotein (hewani dan nabati), susu, roti, dan biji-bijian, buah
dansayuran yang kaya vit C, sayuran berwarna hijau tua, buah dan sayuran
lain (NaninJaja, 2007)
b. Cara mengolah makanan menurut Proverawati (2009)Sebaiknya makanan
jangan terlalu lama disimpan. Untuk jenis sayuran segeradihabiskan setelah
diolah, susu sebaiknya jangan terlalu lama terkena cahaya karenaakan
9

menyebabkan hilangnya vitamin B, jangan digarami daging atau ikan


sebelumdimasak dan apabila makanan yang mengandung protein lebih baik
dimasak janganterlalu panas.
c. Apabila terjadi atau timbul masalah medis, maka hal yang perlu dilakukan
menurutsaifuddin (2003) adalah :
1) Rujuk untuk konsultasi
2) Perencanaan sesuai kondisi ibu hamil
3) Minum tablet zat besi tatau tambah darah
4) Periksa kehamilan secara teratur.

3. Penambahan BB normal pada ibu hamil sebagai berikut


Kebutuhan zat gizi pada ibu hamil secara garis besar adalah sebagai
berikut
1. Asam folat
Pemberian suplemen asam folat dimulai dari 2 bulan sebelum konsepsi dan
berlanjut hingga 3 bulan pertama kehamilan.
2. Energy
Diet pada ibu hamil tidak hanya difokuskan pada tinggi protein saja
tetapi pada susunan gizi seimbang energy juga protein. Hal ini juga efektif
untuk menurunkan kejadian BBLR dan kematian perinatal.
Kebutuhanenergy ibu hamil adalah 285 kalori untuk proses tumbuh
kembang janindan perubahan pada tubuh ibu
3. Protein
Pembentukan jaringan baru dari janin dan untuk tubuh ibu
dibutukan protein sebesa 910 gram dalam 6 bullan terakhir kehamilan. Dib
utuhkantambahan 12 gram protein sehari untuk ibu hamil.
4. Zat besi (FE)
Pemberian suplemen tablet tambah darah atau zat besi secara rutin
adalahuntuk membangun cadangan besi, sintesa sel darah merah, dan
sinesadarah otot. Kenaikan volume darah selama kehamilan akan
meningkatkankebutuhan zat besi. Jumlah zat besi yang diperlukan ibu untuk
mencegahanemia akibat meningkatnya volume darah adalah 500 mg.
5. Kalsium
Untuk pembentukan tulang dan gigi bayi. Kebutuhan kalsium ibu
hamiladalah sebesar 500 mg sehari.
6. Pemberian suplemen vitaminVitamin D terutama pada kelompok beresiko
penyakit seksual dan dinegara dengan musim dingin yang panjangg.
10

Focus pengkajian keperawatan

1. IDENTTAS
2. ANAMNESA ( DATA SUBJEKTIF )
1. Keluhan utama
2. Riwayat Menstruasi
3. Riwayat hamil ini
4. Riwayat penyakit
5. Riwayat perkawinan
6. Riwayat Keluarga Berencana
7. Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu
8. Pola Kebutuhan Sehari-hari.

3. PEMERIKSAAN FISIK ( DATA SUBJEKTIF )


1. Status Generalisa. KU
b. Kesadaran
c. TTV
d. TB
e. BB Sebelum hamil
f. BB Sekarangg. LILA
2. Pemeriksaan Sistematisa.
a. Kepala
b. Leher
c. Dada dan Axilla
d. Ektremitas

3. Pemeriksaan Khusus Obstetria.


a. Abdomen
1) Inspeksia
a) Pembesaran perut
b) Bentuk Perut
c) Linea Albican / nigra
d) Strie Alba / Livide
e) Kelainan
f) Pergerakan anak
2) Palpasi
a) Kontraksi
b) Leopold I
c) Leopold II
d) Leopold III
e) Leopold IV
f) TFU
g) TBU

3) Aukultasi
a. DJJ
b. Pemeriksaan panggul
c. Anogenita
11

H. Fokus Diagnosa Keperawatan


Diagnosa keperawatan adalah penilaian klinik tentang respon individu,keluarga,
atau komunitas terhadap masalah kesehatan/proses kehidupan yang aktual atau
potensial. Diagnosis keperawatan merupakan dasar pemilihan intervensi dalam
mencapai tujuan yang telah di tetapka oleh perawat yang bertanggung jawab.
Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul sesuai dengan SDKI.
Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul
1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d factor biologis
2. Kurang pengetahuan berhubungan dengan tidak mengetahui sumber-
sumber informasi

I. Fokus intervensi keperawatan


1) Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d factor biologis
Tujuan : Nutrisi terpenuhi
Kriteria hasil :
 Berat badan pasien dalam batas normal
 Adanya peningkatan berat badan
 Bb ideal sesuai dengan tinggi badan
 Mampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi
 Tidak ada tanda-tanda malnutrisi
Intervensi :
1) Timbang berat badan setiap pagi
2) Kaji penyebab BB turun
3) Kaji makanan kesukaan pasien
4) Anjurkan makan sedikit sedikittapi sering
5) Anjurkan ibu makan-makanan yang bergizi , protein tinggi
6) Anjurkan ibu melakukan pemeriksaan setiap bulan ke puskesmas
Kolaborasi :
7) Dalam pemberian gizi yang tepat dengan ahli gizi

2) Kurang pengetahuan berhubungan dengan tidak mengetahui sumber sumber


informasi
12

Tujuan :
Pasien mengetahui KEK itu apa dan pengetahuan akan meningkat
Kriteria Hasil :
 Pasien dan suami mengatakan paham akan KEK
 Pasen dan suami mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan perawat
Intervensi :
1) Kaji pengetahuan ibu tentang masalah yang dialaminta
2) Jelaskan tentang masalah yang dialaminya (KEK)
3) Jelaskan penyebab dari KEK itu apa
4) Jelaskan pengaruh KEK pada ibu dan janin
5) Evaluasi dari penjelasan tentang KEK dan minta ibu terangkan kembali
6) Anjurkan ibu untuk kepuskesmas setiap bulan
13

BAB II
TINJAUAN KASUS

A. IDENTITAS KLIEN
Nama : Ny .M
Umur : Cianjur, 01 maret 2002, 20 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : (Hanya ditulis nama Desa dan Kabupaten)
Status : Menikah
Agama : Islam
Suku : Sunda
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Tanggal masuk RS : 29 agustus 2022
Tanggal pengkajian : 29 Agustus 2022
DX Medis : KEK
B. IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB
Nama : Tn. Fauzi
Umur : Cianjur, 12 januari 1998, 24 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat : Kp Babakan Tasik rt01 rw12, sawahgede, cianjur
Pendidikan : SMK
Pekerjaan : Karyawan
C. PENGKAJIAN
1. Keluhan Utama :
Pasien mengatakan ingin mengontrol kandungan
2. Riwayat Kesehatan Sekarang
Pasien dating ke puskesmas cianjur kota pada tanggal 29 agustus didapatkan data
subjektif pasien mengatakan ingin mengontrol kandungan dengan status obstresi
G1POA0 hamil 12 minggu, pasien mengeluh pusing dan mual
HPHT 18-05-2022, HPL 25-01-2023.
14

TD : 100/80 MmHg, Nadi : 80x/mnt, RR : 19x/mnt, S : 36,0. BB : 35kg, LILA :


21cm, TB 152 cm, pasien dibawa keruang KIA puskesmas cianjur kota
3. Riwayat Kesehatan Dahulu
Pasien mengatakan tidak mempunyai Riwayat penyakit
4. Riwayat Kesehatan Keluarga
Pasien mengatakan di dalam anggota keluarganya tidak ada yang mengalami
diare.
5. Genogram

Keterangan :
• : Laki- laki
• : Perempuan
• : Serumah
• : Pasien/ pragnen

6. Pemeriksaan Sistem Tubuh


1. Tingkat Kesadaran = Compos Mentis
2. Berat badan
Sebelum hamil :
Sekarang : 35 kg

3. Tinggi badan : 152 cm


4. LILA : 21 cm
5. Tanda – tanda vital
15

 Tekanan Darah = 100/80 mmHg


 Nadi = 80 x/menit
 Respirasi = 19 x/menit
 Suhu = 36,0 C

Pemeriksaan khusus

a) Inspeksi

a. Kepala
bentuk kepala bulat, warna hitam, tidakada benjolan, kepala
b. Muka
tidak terlihat pucat, tidak ada pembengkakan dan tidak ada nyeri tekan
c. Mata
tampak simetris antara kanan dan kiri, konjungtiva tidak pucat dan sklera
tidak kuning
d. Telinga
simetris, tidak ada benjolan, lubang telinga bersih, tidak ada serumen
e. Hidung
tampak bersih, tidak ada polip, tidak ada pergerakan cuping hidung
f. Mulut
Bibir tidak tampak pucat, tidak ada sariawan maupun bibir pecah-pecah
dan tidak ada karies pada gigi
g. Leher
tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada bendungan vena jugularis,
tidak ada kaku kuduk

h. Mamae
Tampak simetris antara kanan dan kiri, tidak ada massa, terdapat
hiperpigmentasi pada areola, putting susu menonjol, dan tidak ada nyeri
tekan
i. Genetalia : tidak dilakukan
j. Perut
Perut tampak membesar, tidak ada bekas luka operasi, tidak terdapat bekas
luka jahitan, dan terdapat linea nigra dan striae gravidarum
b) Palpasi abdomen

Leopold 1 : TFU sepusat, teraba lunak, bulat dan tidak melenting


Leopold II : Bagian kiri perut ibu teraba keras memanjang (punggung)
Leopold : bagian kanan perut ibu teraba bagian terkecil janin
Leopold III : Bagian bawah janin teraba bulat, keras, dan melenting
Leopold V : Tidak dilakukan
TFU : 23 cm. : (TFU – 12) x 155 = (23 – 12) x 155 = 1705 gram
TBJ : Simetris tidak ada oedem, dan tidak ada varises.

c) Aukultasi
16

DJJ (+) terdengar jelas dan irama teratur dengan frekuensi 142x/menit, punggung kiri,
presentasi kepala
d) Perkusi
- Refleks Patella : Kiri / Kanan, (+)/(+)
- Cek ginjal : Kiri / Kanan, (-) /(-) 3

7. Pengkajian Pola Fungsional (Gordon)


1. Pola manajemen dan persepsi Kesehatan
2. Pola aktifitas
mengurus pekerjaan rumah
3. Pola istirahat dan tidur
tidur dan istirahat Siang hari : ± 1-2 jam Malam hari : ± 6-8 jam Masalah :
tidak ada
4. Pola nutrisi dan metabolic
jenis yang di konsumsi : nasi, sayur, lauk pauk
Frekuensi : 2 x/hari Porsi
makan : setengah piring Pantangan : tidak ada Masalah : tidak ada
Minum
Jenis yang diminum : air puti
Frekuensi : air putih 7-8 gelas /hari
Pantangan : tidak ada
Masalah : tidak ada
5. Pola eliminasi
BAB
Frekuensi : 1x sehari
Konsistensi : lembek
Warna : kuning
Masalah : tidak ada
BAK
Frekuensi : 3-4 kali/hari
Warna : jernih
Bau : pesing
Masalah : tidak ada
17

8. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Hasil Normal
Hemoglobin 10 gr/dl 11g/dl
Glukosa Negative < 140 mg/dl

Protein Negative < 30 mg/hari

1 x dilakukan
USG
( Normal)

9. Program terapi
• Vit
• Pemberian PMT

D. Analisa data
No Data Etiologi Problem
1. DS : Mual dan muntah Defisist nutrisi b.d factor
1. Klien mengatakan nafsu fsikologis
makan berkurang semenjak Nafsu makan berkurang
hamil
2. Klien mengatakan makan Berat badan berkurang
hanya porsi kecil
3. Klien mengatakan BB awal
45kg. BB sekarang 35kg
Klien mengatakan tidak
nafsu makan.

DO :
1. Klien tampak kurus
2. BB klien 35kg
3. Tanda- tanda vital :
TD : 100/80 mmHg
Nadi : 80 x / mnt
RR : 19 x / mnt
18

Suhu : 36.0 ° C

2 DS : Pendidikan Deficit pengetahuan b.d


1. Klien mengatakan belum kurang terpapar informasi
mendapatkan edukasi Kurang terpapar
mengenai nutrisi dan dampak informasi
menyusui saat hamil.
2. Klien menanyakan dampak Kurang pengetahuan,
menyusui saat hamil pengobatan, perawatan,
progrosis penyakit
DO :
1. Klien tampak bingung saat
ditanyakan mengenai
pentingnya nutrisi saat hamil

E. Prioritas Diagnosa Keperawatan


1. Defisist nutrisi b.d factor fsikologis
2. Deficit pengetahuan b.d kurang terpapar informasi
19

F. Intervensi Keperawatan
Hari/Tgl/jam No. Diagnosa Tujuan Dan Kriteria Intervensi Ttd
(DP) Hasil

Senin , Defisit nutrisi berhubungan dengan Setelah di lakukan Menejemen Nutrisi


29/8/2022 factor fsikologi Tindakan a. lakukan
Jam 10.25 keperawatan selama indentifikasi status
wib 2x/ 30 menit nutrisi
diharapkan status b. berikan suplemen
nutrisi terpenuhi . makanan
kriteria hasil : c. indentifikasi
a. Pengetahuan perubahan berat
tentang standar badan
asupan nutrisi d. indentifikasi factor
yang tepat yang
meningkat mempengerahui
b. Menetapkan asupan gizi
target berat
badan yang
sehat meningkat
c. Memberikan
nutrisi pararel
sesuai
rekomendasi

Setelah di lakukan Perawatan kehamilan


Defisit pengetahuan berhubungan Tindakan a. identifikasi kesiapan
dengan kurang terpaparnya informasi. keperawatan selama dan kemampuan
menerima informasi
2x/ 30 menit b. jelaskan manfaat
diharapkan tingkat nutrisi ibu hamil
pengetahuan selama hamil
meningkat c. ajarkan klien rutin
kriteria hasil : untuk memeriksa
a. Perilaku sesuai kehamilannya.
dengan anjuran
b. Persepsi yang
keliru terhadapp
masalah
menurun
20

G. Implementasi Keperawatan
Hari/tgl/jam No DP Implementasi Ttd
1. Defisit nutrisi Mengidentifikasi status nutrisi
Senin , b.d factor TB 153cm, BB : 32kg, Lila 21 cm
29/8/2022
psikologis Memberikan suplemen makanan
Jam 10.25
Mengidentifikasi perubahan berat badan .
wib
BB sebelum hamil :
Saat hamil ;
Menidentifikasi faktor yang mempengaruhi asupan gizi
yaitu mengalami mual muntah
2. Deficit Mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan untuk
pengetahuan menerima informasi
b.d kurang Menjelaskan manfaat nutrisi ibu selama hamil
terpapar Menganjurkan ibu untuk memeriksa kehamilan
informasi

H. Evaluasi
No DP SOAP Ttd
Hari/tgl/jam
Senin, 29 Defisit nutrisi S : Klien mengatakan ingin mengontorl kandungannya
agustus, b.d factor O : Monitor status Gizi . TB : 153 cm BB : 35 kg LLA :
Jam 10.40 psikologis 21 cm. Hb 10 mg/dl
A : masalah belum teratasi

P : Intervensi di lanjutkan

2 senin,29 Deficit S : Klien mengatakan sudah mengerti mengenai informasi


yang di berikan tentang nutrisi
agustus pengetahuan
Jam 10.40 b.d kurang O : Klien nanmpak sudah mengerti tentang manfaat dari
nutrisi
terpapar
A : Masalah Teratasi
informasi
P : Intervensi di hentikan.
21

DAFTAR PUSTAKA

Aminin, Fidyah,Wulandari, Atika, Pratidina Lestari, Ria. 2016. Pengaruh


Kekurangan Energi Kronik dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil.
Jurnal Kesehatan. [Internet]. VOL. 5, No. 2 Hal 167-172. ISSN 2548-
5695. Tersedia Pada : [Link]
article/view/52. [Di akses 30 Juli 2019].
Arikunto. 2011. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka
Cipta.
Rohima Press..
Astuti, H.P. 2012. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Ibu I (Kehamilan). Yogyakarta :
Rohima Press.
Kemenkes RI. 2012. Panduan Penyelenggaraan PMT Bagi Balita Gizi Kurang
dan Ibu Hamil KEK. [Internet]. Tersedia pada [Link]
/resource/download/pusdatin/.../[Link]. [Diakses
10 Mei 2019]
. 2015a. Gizi Pada Ibu Hamil. [Internet]. Tersedia pada https//
[Link]
[Link]. [Di akses 10 Mei 2019].
. 2015b. Kesehatan Dalam Kerangka Sistainable Development
Goals (SDG’S). [Internet]. Tersedia pada [Link]
resources/download/info-publik/[Link]. [Diakses 5 Mei 2019]
. 2015c. Pedoman Penanggulangan Kurang Energi Kronis (KEK)
Pada Ibu Hamil. [Internet]. Tersedia pada [Link]
[Link]?file=download/pusdatin/infodatin/[Link]. [Di
akses 5 Mei 2019]
. 2018. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018. Jakarta:
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. [Internet]. Tersedia pada:
[Link]
_2018/Hasil%20Riskesdas%[Link] [Diakses 24 Juli 2019].

[Link]
[Link]

Anda mungkin juga menyukai