Eskatologi dan Apokaliptik dalam PL
Eskatologi dan Apokaliptik dalam PL
Teologi PL 2
Disusun Oleh:
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Eskatologi dan Apokaliptik adalah sebuah pengharapan tentang masa depan yang sudah
ada sejak dalam Perjanjian Lama.1 Allah sendiri menyingkapkan suatu kenyataan yang akan
terjadi di masa depan itu kepada manusia melalui para nabinya. Nubuatan-nubuatan itu satu
persatu tergenapi, mulai dari kembalinya bangsa Israel ke tanah perjanjian, pembangunan
kembali kota Yerusalem dan Bait Suci kedua, kedatangan Mesias, disingkirkannya Mesias, dan
hancurnya kembali Bait Suci kedua pada sekitar tahun 70 M di bawah pimpinan Kaisar Titus.2
Sebagian dari nubuatan itu memang belum tergenapi sekarang, dan orang percaya masih terus
menantikannya.
Konsep tentang Eskatologi dan Apokalitik mulai muncul setelah peristiwa pembuangan
bangsa Israel ke Babel. Banyak sarjana teologi yang mengetahui bahwa konsep tentang Allah
berkaitan dengan sejarah pembebasan bangsa Israel yang telah membangkitkan pengharapan
mereka tentang pengharapan akhir zaman.3
Eskatologi adalah nubuatan tentang akhir zaman yakni, akhir dari segala sesuatu, yang
berisi hal-hal yan akan terjadi di zaman tersebut. 4 Menurut berkof eksatologi adalah hari-hari
terakhir atau waktu terakhir kedatangan Yesus yang kedua kali dan Apokaliptik adalah suatu
pernyataan Allah yang diperoleh dari penglihatan, yang merupakan suatu penglihatan tentang
pengharapan masa depan yang telah ada dalam kitab Perjanjian Lama. Eskatologi dan
Apokaliptik adalah nubuat tentang akhir zaman yang saling terikat satu sama lain dan tidak bisa
dipisahkan.
1
Eliman, Diktat Teologi Perjanjian Lama 2 (Tanjung Enim, Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer), hal. 3
2
Daniel, S. T. P., Benyamin, N. C., Iuhhgrp, R. G. V, Rq, D., Wh, W. K. H., Deryh, W. V, Zulwhu, W.
K. H., Uhiohfwlrqv, P., & Lwv, D. (n.d.). DOA DAN HARAPAN AKAN ALLAH YANG
MEMBEBASKAN. 3(1), 2–3.
3
Eliman, Diktat Teologi Perjanjian Lama 2 (Tanjung Enim, Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer), hal. 3
4
Sabda
Dasar atau intisari dari Eskatologi dan Apokaliptik meliputi pengharapan tentang Mesias
yang menjadi juruselamat dunia, kerajaan Allah, hari Tuhan, gambaran mengenai kebangkitan
orang mati, serta langit dan bumi yang baru.5
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu Eskatologi dan Apokaliptik?
2. Nubuatan apa saja yang terdapat dalam Eskatologi dan Apokaliptik?
3. Apa saja nubuatan Eskatologi dan Apokaliptik yang sudah tergenapi dan yang
belum/akan tergenapi?
C. Tujuan Penulisan
1. Agar pembaca mengerti apa aitu Eskatologi dan Apokaliptik.
2. Agar pembaca mengetahui hal-hal apa saja yang dibahas dalam Eskatologi dan
Apokaliptik`.
3. Agar pembaca memahami nubuatan apa saja dalam Eskatologi dan Apokaliptik yang
sudah tergenapi dan yang belum/akan tergenapi.
5
Eliman, Diktat Teologi Perjanjian Lama 2 (Tanjung Enim, Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer), hal. 3
BAB II
ISI
1. Nubuatan Mesianik
Dalam Kitab PL terdapat nubuatan tentang Mesias atau kedatangan Mesias. Dalam
makalah ini penulis akan menyampaikan Firman Allah dalam konteks nubuatan, yang pada
intinya akan membawa kita pada tujuan penulisan yaitu nubuatan tentang Mesianik dalam
konteks PL.
Pengertian Nubuat
Nubuat menurut William H Thomson menjelaskan bahwa Mujizat adalah nubuat yang
sejati, karena memiliki sifat yang berbeda dengan ramalan. Nubuat dasarnya adalah kemampuan
mengetahui terlebh dahulu, dan kemampuan ini tidak dimiliki oleh siapapun tanpa suatu
pertolongan, maka nubuat tidak memiliki hubungan dengan pengalaman.
Pengertian Mesias
Kata mesias diamnbil dari Bahasa Aram dan juga Ibrani yaitu: “Mashach” artinya adalah
yang ‘’diurapi”. “Mesias” pada awalnya merujuk kepada raja yang berkuasa pada kerajaan Israel,
terutama pada dinasti Daud dan kadang – kaadang juga digunakan untuk raja Israel, namun
lambat laun Istilah Mesias digunakan kepada Raja yang akan datang atau Raja Keselamatan
yaitu pengharapan Bangsa Israel. Maka dengan adanya pengertian – pengertian diatas para ahli
menyepakati “pengharapan akan Mesias” dtunjukkan kepada keturunan Raja Daud yang
digenapi didalam diri Yesus Kristus.6
1. Kejadian 3:15
Dia berkata aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini antara
keturunanmu dan keturunannya ,keturunannya akan meremukkan kepalamu dan keturunanmu
akan meremukkan Tumitnya. Dalam teks ini dijelaskan keturunan perempuan itu yang dimaksud
dalam kejadian 3:15 adalah Yesus kristus sebab hanya dari Dialah janji Keselamatan itu yang
akan dinubuatkan dan digenapi bagi kita,yaitu ketika manusia jatuh kedalam dosa Allah
merencanakan keselamatan bagi manusia yaitu melalui nubuatan kelahiran sang penebus ,
pembebas umat manusia dari dosa .
2. Kejadian 22:18
dan melalui keturunanmu 7semua bangsa di bumi akan diberkati, semua ini karena engkau
telah menaati [Link] teks ini dimana perjanjian dalam Hukum Taurat diberikan
karena pelanggaran-pelanggaran, sampai keturunan itu datang sebagaimana maksud perjanjian
itu dibuatdijelaskan bahwa nubuatan Tuhan Yesus akan kelahiran akan tergenapi di PL juga yang
dimaksud dengan keturunan ini adalah kristus yesus itu sendiri (Galatia 3:18-22) .Kitab Suci
telah menjelaskan segala sesuatu dan semua orang di bawah dosa supaya perjanjian oleh iman
dalam Kristus kelahiran Yesus nantinya boleh diberikan kepada mereka yang percaya.
Nabi Yesaya
“Perempuan” dalam janji kedatangan Mesias merupakan salah satu hal yang paling
penting untuk diperhatikan. Yesaya 7:14 “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan
kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan
6
Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, Hery Sihaloho, Nubuatan Tentang Mesias dalam Perjanjian Lama
Berdasarkan Kitab Sejarah, Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa Jakarta, 2015
7
[Link] Artikel /d-5882126/nubuatan mesianik Yesus dalam pL
melahirkan seorang anak laki – laki, dan ia kan menamakan Dia Imanuel.” Ayat ini akan
digenapi sepenuhnya dalam Matius 1:23 (dalam diri Manusia). Mesias yang dimaksudkan dan
dijanjikan dalam ayat ini bukanlah Mesias yang disebabkan antara kerjasama pria dan wanita.
Atau dapat dikatakan bahwa Mesias yang akan datang itu bukanlah hasil dari hubungan biologis.
Dalam hal kebenaran nya sebagai Mesias yang dijanjikan, maka Dia harus lahir dalam garis
keturunan manusia yang sesuai dengan perjanjian semula, karena jika tidak demikian,
penggenapan nubuat Mesias tidaklah memenuhi syarat dan tidak lengkap.8
Bangsa Israel telah menanti – nantikan kedatangan Mesias pembawa keselamatan bagi
mereka (Bangsa Israel) yaitu Mesias yang pribadinya mempunyai predikat manusia Ilahi. Dalam
Yesaya 7:14 Yesaya mengacu kepada proses kelahiran yang dinubuatkan dengan dasar
pemerintahannya adalah keadilan, dengan predikat – predikat dari Mesias atau Priabadi yang
dinanti- nantikan Bangsa Israel itu adalah: Allah yang Perkasa, Penasihat Ajaib, Bapa yang
Kekal, serta Raja Damai. Jelasnya Nubuatan tentang Mesias dalam kitab Yesaya tercatat dalam
pasal 7:10-17 (Kelahiran Immanuel), 9:1-6 (Kelahiran Raja Damai) Sesungguhnya, seorang anak
telah lahir bagi kita, seorang putra telah dikaruniakan bagi kita, dan pemerintahan akan ada di
bahunya; nama-Nya akan disebut, "Penasihat Ajaib, Allah Yang Mahakuasa, Bapa yang kekal,
Raja Damai."
Nabi yesaya berbicara tentang datangnya seorang pelepas yang pada suatu hari nanti akan
menuntun umat Allah kepada sukacita ,Damai sejahtera ,kebenaran dan keadilan dan orang itu
adalah Mesias atau kristus Yesus anak Allah itu sendiri Nubuatan ini menyatakan beberapa
kebenaran penting tentang mesias yang akan datang itu .
Kitab Yeremia
Yeremia 23:5-6 berisi tentang nubuatan tentang mesias yang disampaikan oleh Nabi
Yeremia. Nabi Yesaya telah menubuatkan terlebih dahulu tentang mesias kemudian Nabi
Yeremia hidup. Pasal 23:5-6, konteks nubuat ini merupakan suatu ungkapan yang menunjukkan
kekecewaan nabi Yeremia setelah kematian raja Yosia, kekecewaan nabi Yeremia menunjuk
kepada penguasa – penguasa pada waktu itu, sebab tidak ada lagi raja yang melakukan
8
Jurnal Metalogia, Pieter G.O. Sunkudon, KRISTUS DALAM NUBUATAN PERJANJIAN LAMA, Sekolah Tinggi Teologia
Injili Indonesia-Palu, 2021
kebenaran dan keadilan. Maka Yeremia bernubuat tentang “tunas adil” yang akan datang dari
keturunan Daud. Tunas tersebut adalah Pribadi yang telah dijanjikan dalam nubuat, Dia adalah
seorang Raja Yehuda dan itu adalah [Link] Yesaya merindukan keadilah dan kebenaran
yang akan diwujudkan oleh pemerintahan Mesias untuk memberi warna pada Yerusalem.9
3. Mikha 5:1
“Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda,
daripadamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya
sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.”
Injil Matius mencatat bahwa raja herodes menanyai kepala imam dan ahli-ahli Taurat di
Yerusalem di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka menjawab dengan mengutip dari Kitab
mikha, "Di Beit-Lechem tanah Y'hudah," jawab mereka, "karena sang nabi menulis, 'Dan
engkau, Beit-Lechem di tanah Y'hudah, sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara para
pemimpin Y'hudah; karena daripadamu akan datang seorang Pemimpin yang akan
menggembalakan umatku Isra'el. Bahwa seorang pemimpin akan muncul dari betlehem yang
akan menggenapi janji janji Allah kepada umatnya .ayat ini mengacu kepada Yesus sang mesias
(matius 2:1,3-6) yang asal usulnya sudah dari purbakala yaitu yang berarti dari dahulu sampai
sekarang (kekal) hal ini telah ditangkap oleh nabi mikha ketika ia menyampaikan kata kata ini
750 tahun sebelum kelahiran yesaya.
Perjanjian Lama
No Keterangan (Nubuat)
9
Jurnal Teologi, Dr. Kuntjoro Tjondro, NUBUATAN TENTANG MESIAS DARI KITAB PARA NABI
10
[Link] Artikel /d-5882126/nubuatan mesianik Yesus dalam pL
1 Mesias akan dilahirkan dari seorang Kejadian 3:15
perempuan.
2. Kerajaan Allah
Allah telah menyatakan kerajaanNya lewat kerajaan Israel di dalam perjanjian lama.
Kuasa yang dipegang oleh imam, nabi, dan raja yang memimpin Israel itu telah diberikan dari
Allah. kerajaan Israel dapat bertumbuh dengan kuat dan ditakuti oleh karena kekuatan Allah
yang besar. Allah memiliki tujuan untuk bangsa-bangsa ialah untuk menunjukkan kepada
bangsa-bangsa seperti apa Allah itu lewat bangsa Israel. Bangsa Israel telah menyembah kepada
ilah-ilah lain dan melakukan sesuatu bangsa di sekitar mereka. Pendapat bangsa Israel mengenai
kerajaan Allah dalam perjanjian lama merupakan Allah sebagai raja atas segala ciptaan dan
Allah sebagai raja atas Israel. Dalam perjanjian lama, kerajaan Allah adalah panggilan imamat
bagi Israel untuk dapat melakukan hal yang taat bersifat mutlak dan menjadi model bagi bangsa-
bangsa kafir. Oleh sebab itu kerajaan Allah dalam perjanjian lam tidak berarti wilayah atau
daerah ketika Allah menjadi raja. Kata “kerajaan Allah” yang artinya Allah datang atau hadir
sebagai raja untuk menyelamatkan demi kesejahtraan dan kebahagiaan bangsa-Nya. 11
kerajaan Allah dalam perjanjian lama terdapat dalam beberapa nats yaitu Mazmur 22:29,
103:19, 145:13 Daniel 4:3,25 Obaja 21; 1 Tawarikh 29:11 dalam Bahasa Yunani yaitu basileia
11
Wesley J. Fuerst, How Israel Conceived of and Adressed God, (Minneapolis: Fortress Press, 1989),
hlm. 29-30.
artinya kerajaan atau pemerintahan Allah. kerajaan Allah dalam Bahasa ibrani yaitu “malkuth
Elohim”. Yang berarti raja yang sempurna tak dapat ditandingi dalam keadilan, kebijaksanaan
dan kekuasaan-Nya dalam memelihara serta melindungi setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Kerajaan telah dimulai sejak penciptaan, pada saat adam dan hawa diciptakan mereka lalu diberi
perintah untuk menguasai dan mengelola bumi (kejadian 1:26-28). Yang berarti Allah
merupakan raja alam semesta dan manusia merupakan penerima mandat. Pendapat H.L
willmington mengenai sifat-sifat kerajaan Allah ialah 1. damai sejahtera pemerintahan mesia
penuh sukacita secara pribadi dan secara nasional (yesaya 2:4), 2. Sukacita sebagai lambang
khusus ketika pemerintahan mesias (9:2), 3. Kudus oleh sebab Allah kudus maka dari itu
pemerintahannya juga kudus (yesaya 1:26), 4. Kemuliaan Allah terlihat kerajaan-Nya yang
terang (yesaya 35:32) 5. Raja dijadikan sebagai penghibur dengan melayani dan menyediakan
semua kebutuhan warga kerajaan (yesaya 29:22), 6. Keadilan untuk semua orang (yesaya 9:6)
dan 7. Raja dan warga kerajaan mempunyai pengenalan penuh (yesaya 11:1).12
3. Perjanjian Baru
Didalam perjanjian lama sering sekali disingguang oleh penulis kitab tentang perjanjian
(kovenan) baru. Perjanjian baru dalam kitab PL adalah brbicara tentang karya Tuhan dalam
kehidupan manusia. Klimaks dari kovenan baru ini adalah pencurahan Roh Kudus pada hari
pentakosta.13 Ada perbedaan antara kovenan lama dengan kovenan baru yaitu perbedaan yang
sangat besar terjadi di dalam Gereja oleh pencurahan Roh Kudus pada hari pentakosta. Ada
banyak lagi perbedan yang ada yaitu sebagai berikut:
Dalam Perjanjian Lama jabatan Nabi, Imam, dan Raja dibatasi pada orang-orang yang
khusus yang telah Allah tunjuk dengan pencurahan minyak. Sedangkan didalam
Perjanjian Baru semua umat Allah adalah orang-orang yang diurapi.
Dalam perjanjian Lama ketika dtang kepada Tuhan atau memberikan korban
persembahan kepada Tuhan harus melalui para Imam, dan ketika Tuhan berbicara kepada
umat harus melalui para nabi, sedangkan dalam Perjanjian Baru semua orang boleh
datang kepada Tuhan dan Tuhan berbicara juga kepada semua orang.
12
Yan Antoni, Teologi Perjanjian Baru: Mengungkap Siapakah Yesus Sebenarnya, (Bandung: Kalam
Hidup, 2014), hlm 11.
13
Prof. Herman Hanko, Kovenan Lama dan Kovenan Baru
Dalam Perjanjian Lama seseorang yang elakukan kesalahan harus menebusnya dengan
datang kepada para imam dan memberikan korban persembahan dan mereka tidak dapat
memerintah diri mereka sendiri sedangkan dalam dispensasi baru Allah telah
mencurahkan Roh Kudus, Ia bukan hanya kepada orang-orang tertentu tetapi kepada
semua orang percaya sehingga dengan kehariranNYA yang berkuasa, Ia membawa
Kristus kepada umat yang adalah nabi, raja, imam.
Tema utama dalam covenan yang masih relevan sampai sekarang adalah berpeganglah
kepada perintahku maka engkau akan hidup, tetapi engkau akan terkutuk jika engkau tidak
berpegang pada semua perkataan taurat.
Tetapi jika dilihat dalam kitab Daniel 9:24-27 perjanjian baru itu berisikan tentang jawaban
dari doa Daniel yang dipanjatkan untuk bangsanya dan untuk Yerusalem yang sudah runtuh dan
pengampunan untuk bangsanya yang hidup dalam pembuangan di babel. Tuhan memberikan
janji tentang akan ada waktunya seorang pembebas yang akan membebaskan umatnya. Konsep
covenan dalam perjanjian baruini memberikan pengertian yang lebih mendalam dari pada
sekedar sebuah perjanjian Allah-manusia tetapi dalam covenan tersebut diri Allah sedalam-
dalamnya dinyatakan didalamnya.14
Adanya kovenan Allah dengan manusia yang kontinu di dalam perjanjian lama dan
perjanjian baru menggambarkan kesatuan seluruh Alakitab, yaitu suatu pemikiran tentang
keselamatan bagi mansia.
Gagasan kovenan menyatakan bahwa Allah sendiri berinisiatif untuk bersekutu dengan
manusia, yang merupakan suatu anugrah bagi mansia, terutama didalam keberdosaan
mereka. Kovenan Allah dengan manusia harus dihayati sebagai anugerah yang besar dari
Allah kepada manusia, sehingga harus diresponi dengan ketaatan dan kesetiaan.
Masuk kedalam kovenan dengan Allah seharusnya membawa umat untuk makin
bertumbuh di dalam pengenalan kepadanya. Terutama keberadaan atribut Allah sebagai
isiator kovenan yang adil, benar, sekaligus kasih setia. Allah tetap setia sekalipun
umatnya melanggar kovenan dengannya.
Kovenan menjadi dasar iman kepada Allah didalam pelaksanaan sakramen.
14
Teologi kovenan: Benang Merah Alkitab
4. Pemulihan Bangsa Israel
bangsa israel dimulai dari kisah tentang Abraham yang merupakan bapa leluhur bangsa
Israel, kisah bangsa Israel dimulai dari perjanjian Allah kepada Abraham yaitu Allah
menjanjikan bahwa Abraham akan memiliki keturunan seperti pasir di laut dan bintang dilangit
(kejadian 15:1-21, 17:1-8), perjanjian yang dibuat Allah kepada Abraham merupakan suatu
perjanjian yang tanpa syarat. Setelah janji Allah digenapi dengan lahirnya Ishak kemudian Ishak
memperanakan Esau dan Yakub, lalu dari keturunan Yakub lahirlah 12 suku [Link]
perjalanan bangsa israel dimulai dari kisah Yusuf yang dijual oleh saudara-saudaranya kepada
pedagang dari Mesir, yang kemudian peristiwa tersebut berlanjut sampai dengan terjadinya
kelaparan yang hebat di negeri orang israel dan membuat mereka harus pindah kemesir.
Dimesir bangsa Israel harus mengalami perbudakan selama 430 tahun, karena bangsa
israel merupakan bangsa pilihan Allah, Allah memilih seorang pemimpin untuk membawa
bangsa israel keluar dari tanah mesir yaitu Musa, tidak hanya memilih Musa sebagai pemimpin
bangsa Israel Allah juga membuat perjanjian kepada Musa yang dikenal dengan Mosaic
covenant. Allah memakai Musa untuk membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir (Keluaran
15:4). Selama perjalanan bagsa Israel menuju tanah yang telah dijanjikan oleh Allah, ada banyak
sekali penyertaan Allah kepada bangsa Israel akan tetapi bangsa Israel berpaling dari Tuhan dan
melakukan banyak dosa yang membuat Allah murka kepada bangsa Israel.
Dosa bangsa Israel terus berlanjut akan tetapi meskipun bangsa Israel berbuat dosa Allah
selalu memberikan kesempatan untuk bangsa Israel dapat bertobat kembali dan setiap kali Allah
memberi pengampunan kepada bangsa Israel akan tetapi kerap kali bangsa Israel melakukakan
pemberontakan kepada Allah.
Bangsa israel semakin hari semakin hidup dalam dosa berhala dan meninggalkan Tuhan
yang mengakibatkan bangsa Israel menerima hukuman dari Allah, sampai pada akhirnya Allah
memilih paraNabi untuk menyuarakan hukuman Allah kepada umat yang berdosa dan
menjanjikan pemulihan bagi orang-orang yang mau bertobat.
Pembuangan israel ke Babel menjadi hukuman yang membuat bangsa Israel yang justru
semakin tidak mengenal Allah israel dan menyembah dewa lain15 setelah Salomo mati maka
15
Herowati Sitorus, teologi pembuangan:suatu kajian teologis konsep teologi pembuangan menurut Yeremia, Jurnal
Teologi Cultivation, vol. 4, no. 1 juli 2020.
kerajaan Israel terpecah menjadi dua yaitu Israel utara dan Israel selatan. Perpecahan menjadi
penyebab bangsa Israel meninggalkan Tuhan, karena setelah itu maka muncullah raja-raja Israel
yang tidak mengenal Tuhan sehingga bangsa Israel dibawa hidup tidak mengenal Tuhan, akibat
dari ketidaktaatan bangsa Israel dan juga raja-raja bangsa Israel maka Allah memberikan
hukuman kepada bangsa Israel.
pada tahun 712SM Israel dikalahkan oleh Asyur dan bangsa Israel harus masuk
kepembuangan, yaitu pembuangan pertama, kemudian di tahun 587SM Israel juga diserang oleh
Babilonia16 selama di pembuangan bangsa Israel banyak mengalami penderitaan selama tujuh
puluh tahun, akan tetapi karena kasih Allah kepa da umatNya Allah menjajikan pemulihan bagi
bangsa Israel Lewat pelayanan para nabi. Dalam zefanya 17-20 Allah menjanjikan kemenangan.
Allah memulihkan bangsa Israel dengan dimulai dari keluarnya bangsa Israel dari
pembuangan, dan Allah juga menjajikan pemulihan bangsa Isarel dengan janji mesianik.
Dalam 2 samuel 7:12-17 Allah memakai nabi Natan untuk memberikan janji kepada
Daud yaitu bahwa Allah akan membangkitkan keturunanmu dan mengokohkan kerajaannya 17.
Melihat dari sejarah bangsa Israel yang tergar tengkuk yang memaksa Allah untuk memberikan
seorang pemimpin yang benar-benar nyata, sehingga bangsa Israel memilih pemimpin ynag
salah. Akan tetapi meskipun begitu Allah tetap setia mengasi umatNya dengan memberikan
pemimpin yang adalah pilihan dari Allah untuk memimpin Israel yaitu Daud, lalu kepada Daud
Allah mengikat perjanjian yang dikenal dengan David covenant.
Janji pemulihan bangsa Israel dalam kitab Yesaya menjelaskan bahwa Yesaya adalah
Nabi yang diutus Tuhan untuk memperingati bangsa Israel agar bertobat, dalam kitab ini juga
mengandung banyak sekali janji pemulihan akan bangsa Israel, yaitu janji akan kedatangan
Mesias sebagai pembebas bangsa Israel.
16
[Link]
17
Andri Harvijanto, Progresivitas Perjanjian Daud
Ketika Yeremia menjadi nabi umat Israel melakukan dosa sehingga Israel harus di hukum
akan tetapi Allah masih mengasihi bangsa Israel sehingga melalui Yeremia Allah juga
menjanjikan Pemulihan bagi bangsa Israel (yeremia 30-31). Alllah menjanjikan pemulihan bagi
bangsa Israel dengan memberi hati yang baru. Menurut wiiliem A. Van Gemeren hati yang baru
merupakan tanda dari adanya kehidupan rohani dengan Allah18
Namun dalam eskatologi dalam Perjanjian Lama ada banyak hal-hal rahasia yang Allah
nyatakan melalui para nabi (apokaliptik) salah satunya mengenai pencurahan Roh Allah,
terkhususnya dalam teks Yoel 2:28-29. Pencurahan roh Allah secara berlimpah tanpa dibatasi
oleh keturunan genetis, jenis, kelamin, usia, status, dan ruang serta waktu. Dalam teks ini juga
berbicara tentang janji Tuhan mengenai kepada semua manusia baik itu anak-anak, generasi
muda bahkan kepada para hamba laki-laki jga perempuan. Pencurahan roh Allah memiliki
pengaruh pada pemberdayaan dengan memberian kemampuan bernubuat, memperoleh
penglihatan, sebagaimana pelayanan yang dilakukan oleh para nabi. Allah akan melakukan
mujizat di langit. Penggambran hari Tuhan yang gelap dan mengerikan mendahuli hari Tuhan
itu. Keselamatan ada bagi orang-orang yang berseru kepada Tuhan. 20
18
Hery Susanto, Tinjauan Teologis Tentang Perjanjian yang Dibaharui Bagi Umat Allah menurut yeremia 31:33-34,
(STT Jafray: Makasar)
19
*6-Article [Link], Telusuri Karya Ruakh (Roh) Dalam Perjanjjian Lama, Diakses 27 maret 2023
20
Leonardo Latumanuwy, Penginjilan Yang Diberdayakan : Nubuatan Yoel Mengenai Era Pencurahan Roh Kudus,
DIEGEIS : Jurnal Teologi, Volume 7 No.2, Agustus 2022, hal 5
Dimana di kitab Yoel pasal yang ke 3 ini berbicara tentang nubuatan yang ada dalam PL
dan yang paling kelihatan yaitu tentang pencurahan roh kudus yang terjadi pada hari pentakosta.
Semua dimulai dengan suatu seruan untuk meniup sangkala di sion. Sangkala yang dimaksud
adalah alat yang dipakai di Israel untuk tanda bagi pemimpin dan seluruh bangsa untuk
berkumpul. Inilah suara peringatan yang dipakai untuk megingatkan bahwa Tuhan segera datang,
apa yang umat harus lakukan? Tiuplah sangkala! berteriaklah!gemeterlah! ini seperti yang
dikatakan yesaya dalam Yes 51:8. Yang artinya umat Tuhan harus peka mendengar suara
sangkala rohani, yaitu roh kudus. Umat Tuhan juuga harus mengangkat suaranya dan
memberitakan hari Tuhan 21
6. Hari Tuhan
Hari Tuhan merupakan salah satu bagian dari Apokaliptik Alkitab. Dalam kitab Perjanjian
Lama “hari Tuhan” biasanya mengarah pada peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di akhir
sejarah umat manusia (Yesaya 7:18-25), yang memiliki padanan kata “hari itu”, atau “pada hari
itu”. Kebanyakan orang mengasosiasikan “hari Tuhan” dengan masa tertentu atau hari tertentu
yang akan terjadi di akhir zaman, ketika rencana dan maksud Allah bagi dunia dan umat manusia
akan digenapi.22
Frasa “hari Tuhan” digunakan Sembilan belas kali didalam Perjanjian Lama (Yes 2:12; 13:6,
9; Yeh 13:5; 30:3; Yoel 1:15, 2:1, 11, 31:14; Amos 5:18, 20; Oba 15, Zef 1:7-14; Zak 14:1; Mal
4:5. Dari Am 5:18-20, pemakaian paling dini, jelas bahwa ungkapan itu lazim dalam percakapan
umum. Bagi rakyat biasa itu bearti adalah hari saatnya Yahwe akan campur tangan untuk
menempatkan Israel menjadi kepala atau pemimpin bangsa-bangsa, tak menjadi kepala atau
pemimpin bangsa-bangsa, tak menjadi soal apakah Israel setia kepada-Nya atau tidak. Amos
menerangkan bahwa “hari itu” berarti penghakiman bagi Israel. Bagi Israel. Begitu juga Yes
2:12 dan Yeh 13:5, Yoel 1:15, 11, Zef 1:7, 14, Za 14:1. Nabi lain, yang menyadari baik dosa-
dosa bangsa lain maupun dosa Israel, menyatakan, bahwa hari itu akan menimpa bangsa-bangsa
satu demi satu, sebagai hukuman karena kekejaman mereka, seperti Babel, Yoel 2:31, 3:14, Obj
15.
21
Kitab Yoel | Abbalove Ministries kitab Yoel, diakses 27 maret 2023
22
Diktat Eliman [Link], Teologi Perjanjian Lama 2, Tanjung Enim Tahun 2023, Hal
Bagian-bagian Perjanjian Lama yang berhubungan dengan “hari Tuhan” seringkali terkait
sesuatu yang “sudah dekat”, hampir dan pengharapan., merataplah, sebab hari Tuhan sudah dekat
(Yes 13:6), hari itu sudah dekat, hari Tuhan sudah dekat (yeh 30:3, sungguh, hari Tuhan sudah
dekat (Yoel 1:15); “Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, sebab hari TUHAN datang, sebab
hari itu sudah dekat, “(Yoel 2:1); “Banyak orang, banyak orang dilembah penentuan! Ya, sudah
dekat hari TUHAN di lembah penentuan! “(Yoel 3:14); “sebab telah dekat hari TUHAN
menimpa segala bangsa “(Obaja 1:15); Berdiam dirilah dihadapan Tuhan ALLAH! Sebab hari
TUHAN sudah dekat” (Zef 1:7; “ sudah dekat hari TUHAN yang hebat itu, sudah dekat dan
datang dengan cepat sekali! “(Zef 1:14), Frasa “hari Tuhan” dalam Perjanjian Lama seringkali
dikaitkan dengan penggenapan yang sudah dekat dan akan segera terjadi sama halnya dengan
nubuat di Perjanjian Lama seringkali dikaitkan dengan penggenapan yang sudah dekat dan akan
segera terjadi sama halnya dengan nubuat di Perjanjian Lama. Frasa “hari Tuhan” kadangkala
juga digunakan untuk merujuk pada penghakiman bersejarah yang telah digenapi dalam
penegrtian tertentu (Yes 13:6-22; Yeh 30:2-19; Yoel 1:15; 3:14; Amos 5:18-20; Zef 1:14-18).
Pada konteks lainnya, istilah ini merujuk pada penghakiman ilahi yang akan terjadi menjelang
berakhirnya zaman (Yoel 2:30-32; Zak 14:1; Mal 4:1, 5). 23
Jadi “hari Tuhan” ialah saatnya Yahweh secara aktif bertindak menghukum dosa yang sudah
mencapai puncaknya. Hukuman ini bisa datang melalui penyerbuan (Ams 5 dan 6; Yes 13; Yeh
13:5), atau melalui bencana alam, seperti serangan belalang (Yl 1 dan 2). Semua campur tangan
yang lebih kecil mencapai kepuncaknya pada kedatangan Tuhan sendiri secara nyata. Pada hari
itu orang yang bertobat dan percaya akan diselamatkan (Yl 2:28-32), tetapi orang yang tetap
memusuhi Tuhan, baik itu orang Yahudi maupun bukan orang Yahudi, akan dihukum. Hari itu
mempunyai akibat-akibat alarm juga terhadap alam semesta (Yes2).24
Menurut Berkhof, ada beberapa hal terkait kematian yaitu yang pertama: manusia
diciptakan dalam gambar rupa Allah, dan dengan gambar sempurna dengan gambar Allah.
Dalam Kejadian 1:27 disebutkan, “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya,
menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan di ciptakann-Nya mereka”.
Dalam Kejadian 1:31a dikatakan, “maka Allah melihat segala yang diciptakan-Nya itu, sungguh
amat baik”. Kedua: kematian fisik tidak di sebutkan dalam Alkitab sebagai akibat natural dari
kelangsungan keadaan asli manusia berkenan dengan kegagalan manusia untuk meningkatkan
diri sampai kepada taraf imortalitas oleh karena ketaatannya, tetapi sebagai hasil dari kematian
rohani. Dimana pada saat manusia itu melanggar perintah Tuhan, mereka mati rohani dan diusir
dari Taman Eden, akibat dari perbuatan mereka sendiri karena tidak menatati perintah Tuhan.
(lih. Kejadian 2:17) “Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, jaganlah
kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati”. Dan itu
sudah terbukti dan akhirnya Adam mati secara jasmani pada umur 930 tahun (Kejadian 5:5).
Kematian merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari oleh manusia. Setelah manusia
mengalami kematian jasmani, tubuhnya akan dikuburkan dan kembali menjadi tanah, sedangkan
roh atau nyawahnya kembali kepada Allah.25
Dalam kitab perjanjian lama, secara khusus dalam kitab yesaya yang secara sekilas
memaparkan tentang langit dan bumi baru dalam yesaya 65:17, 66:22. Supaya faham apa yang
dimaksudkan nabi yesaya ialah bahwa Allah akan menjadikan langit dan bumi baru, maka
25
Sujud Swastoko, Pandangan tentang kematian dan kebangkitan orang mati dalam perjanjian lama, (Jurnal Teologi
dan Pendidikan Kristen 1 no. 2, 2020 )hal 131-132
telebih dulu wajib mengetahui apa yang menjadi latar belakang atau situasi bangsa Israel sebagai
penerima janji tentang langit dan bumi baru tersebut. Keadaan bangsa Israel sebagai umat Allah
pada waktu itu berada dalam keputusasaan karena mereka berada di pembuangan akibat ketidak
setiaan mereka kepada Allah dan firman-Nya. Keadaan ini terindikasi dalam yesaya 65:16b
tentang kesesakan-kesesakan yang dahulu mereka alami. Davit Mathewson memaparkan
keadaan bangsa Israel dalam konteks yesaya 65 sebagai berikut “Dalam konteksnya yesaya
65:17-25 menggambarkan waktu ketika kesusahan situasi lama masalah yeang disebabkan oleh
pengasingan (ay 16b), yaitu sebagai situasi yang ditandai dengan tangisan (ay 19b), kematian
dini (ay 20), dan kerja keras yang sia-sia (ay 22-23).26
Dalam keadaan seperti itu, Allah menjanjikan bahwa kondisi kehidupan mereka dalam
dunia yang baru. Allah menjanjikan bahwa keadaan kehidupan mereka yang lama “Akan diganti
dengan orde baru yang diinginkan oleh Allah, dan bahkan tindakan kreatif Yahweh”. 27 Untuk itu
M.C. Bart dalam tafsirannya tentang langit dan bumi baru dalam kitab yesaya 65 yang
menyimpulkan bahwa:28
Allah tidak meniadakan dunia ini untuk membentuk alam yang lain... ia memperbaharui
langit dan bumi, yaitu alam semesta, sesuai dengan maksud semulanya agar bumi didiami
(45:18) oleh sebab manusia yang bersuka hati dalam persekutuan dengan Tuhannya. Dengan
demikian yang dimaksudkan dengan langit dan bumi baru yang diciptakan oleh Allah sama
seperti dalam 2 petrus dan wahyu 21, yaitu kondisi kehidupan umat Allah di alam semesta yang
akan di reformasi oleh Allah. Dan keselamatan yang disampaikan oleh yesaya sendiri dan
perjanjian lama secara keseluruhan, yaitu bahwa keselamatan yang dijanjikan Allah kepada
umat-Nya adalah pembaruan hidup yang akan mereka alami.29
Dan hingga sampai pada intinya Allah hendak membangun hubungan yang intim dengan
manusia dan seluryh ciptaan di langit dan di bumi ini yang berlanjut sampai terwujudnya langit
dan bumi baru. Dalam rancangan Allah, dunia ini tidak diciptakan untuk dihancurkan. Oleh
26
David Mathewson, A New Heaven and A New Earth: The Meaning and Function of the Old Testament in
Revelation 21.1-22.5 (London: Sheffield Academic, 2003), 34.
27
Mathewson, A New Heaven and A New Earth, 34.
28
. M.C. Barth, Tafsiran Alkitab Kitab Yesaya Pasal 56-66 (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1996), 94.
29
Walter Brueggemann, Isaiah 40-66 (Louisville: Westminster, 1998), 246
karena itu, Moltmann berpendapat bahwa seluruh ciptaan harus diliihat dalam persepektif “pada
mulanya” sampai akhir zaman.30
Langit dan bumi baru merupakan suatu topik yang pentik dalam iman Kristen, karena puncak
dari seluruh pengharaan iman Kristen adalah hidup kekal bersama Allah dilangit dan bumi
[Link] ini meliputi seluruh iman keristen,karena iman Kristen bergerak menuju pada
masa depan.
Dalam PL langit dan bumi baru dituliskan dalam kitab yesaya 65,: 17. Topik ini merupakan
janji Allah yang akan digenapi bagi umat [Link] yang akan datang walaupun dalam
perjalanan umatnya lebih banyak menyakit hati Tuhan,namun janjiNya,tidak tergoyakan,dan
tetap berlaku bagi umatNya. Janji Allah merupakan harapan hidup umat Allh dan membawa
umat Allah untuk menikmati kasih Allah bagi mereka,yakni,bebas dari ancaman musuh. hal ini
menggambarkan datangnya perdamaian dalam zaman baru. dimana umatNya akan mengalami
damai sejatra,kasih, pebenaran, keadilan, dan pemeliharaan Allah terhadap umatNya. Dan ini
melukiskan dan menggambarkan datangnya perdamanian dalam zaman baru.
Mengenai janji Allah akan langit dan bumi baru ada beberapa respon dari Allah kepada umatNya
1. Allah menyatakan diri-Nya di masa lalu, dan harapan seorang Bapa mengharapkan anak-
anak-Nya kembali ke pelukan-Nya (Yes. 65:1).
2. Allah tetap memiliki suatu rencana bagi kaum salah. Allah berjanji untuk memulihkan
hamba-hambaNya. Kehinaan karena pembuangan yang dahulu akan terlupakan dan
sebaliknya, mereka yang berbagian di dalam era yang berisi kebaruan di langit baru dan
bumi baru. Unsur utama dari kebaruan terletak di dalam perkenan baru Allah kepada
31
umatNya.
3. , Allah memberkati yang merindukan kerajaan-Nya yang mencari Dia sebagai kebaikan
ultimat (peringatan terakhir). Dan Ia berjanji untuk hadir bersama kaum yang rendah hati.
4. Keempat, Hari Tuhan merupakan realitas yang akan hadir, oleh karena itu umat-Nya
tidak perlu kawatir, karena Allah akan membalaskan diri-Nya terhadap musuh-musuh-
30
Jürgen Moltmann, God in Creation: A New Theology of Creation and the Spirit of God (Menneapolis:
Fortress, 1993), 55.
31
Lamtota Manalu, M. Th. (NUBUATAN TENTANG LANGIT BARU DAN BUMI BARU DAN PENGLIHATAN DALAM
PERJANJIAN BARU (Suatu Studi Intertekstual Yesaya 65:17 dan Wahyu 21:1) Volume 3, Nomor 1,2020
Nya pada hari kedatanganNya. mereka yang taat akan Allah masuk dalam kerajaan mulia
dan menikmati untuk selamanya berkat dari langit baru dan bumi baru.
Nubuata nabi Yesaya ini memaikan pearan peting bagi umatnya,saat berada dalam pasca
[Link] Allah telah menantikan kemuliaan,kebebasan, dan kemamakmuran,dan damai
sejatrah, yang menurut yesaya berkaitan dengaan baru dan pemulihan.
pembahasan mengenai langit dan bumi baru ada dua pandangan besar yakni recreationism
dan [Link] pandangan ini memiliki konsep yang berbeda akan langit dan bumi baru,
pandangan pertama recreationism,yang beranggapan bahwa langit dan bumi yang baru sekarang
akan dihancurkan,lalu digantikan dengan dengan langit dan bumi yang diciptakan ulang,atau
benar benar baru (penghancuran total). pandangan yang kedua renewalism yang memahami
bahwa langit dan bumi dipertahankan sampai pada akir zaman,dan langit dan bumi baru
merupakan hasil restorasi atau pembaharuan dari dunia sekarang,dalam pendangan ini tidak ada
ciptaan yang baru32
Dalam kitab yesaya 65 : 17, kata baru menggambarkan sesuau yang belum ada sebelumnya,yang
belum ada sama sekali,dengan demikian, yang ada pada saat ini yang bersifat semantara ini akan
digantikan dengan yang baru ,yang bersifat kekal.,sesuatu yang lama itu,yang dulu,atau pertama
itu akan dihancurkan,dan diganti dengan [Link] bersifat kekal. Sedangkan Kata langit ini
mengacu pada surga yang menjadi tempat kediaman [Link] demikian langit dan bumi
baru merupakan zaman baru yang dilambangkan dengan kehidupan Allah bersama
[Link] demikian orang yang menikmati langit dan bumi baru adalah orang yang
diperdamaikan dengan Allah.
Kata menciptakan ( bore), yang digunakan Allah sebagai [Link] proses [Link]
penciptaan dimana diciptakan yang baru,tatanan yang lama,akan hilang dan diganti dengan
tatanan yang [Link] umat yang beraada dalamnya akan merasa sukacita,bersamaAllah,kata
sukacita ini merupakan manusia yang berada dalam yerusalem [Link] situasi yang baru,dan
tidak ada yang menyebabkan kesedihan,atau yang merusak kehidupan,hal ini akan menjadi
kehidupan yang sepenuhnya disediakan untuk benar benar dalam damai [Link] kita
memberikan perhatian khusus terhadap topik langit baru dan bumi baru, ini merupakan sebuah
32
Christopher J. H. Wright, The God I don't Understand: Reflection on Tough Questions of Faith (Grand Rapids:
Zondervan, 2008), 162.
janji Allah yang akan digenapi bagi umat percaya. Namun, sangat sering, hal yang sangat
penting menjadi terabaikan, secara khusus masa depan yang dijanjikan Allah baik dalam
nubuatan nabi yesaya. Langit baru dan bumi baru , karya Allah untuk memperkenalkan
perubahan suasana dalam deskripsi langit baru dan bumi baru. Nabi yesaya memberikan
nubuatan dan penjelasan bahwa masa depan yang indah bagi umat-Nya. Dalam penglihatan
yesaya di simpulkan dalam bentuk waktu sekarang, menciptakan langit baru dan bumi baru ( yes
65:17). Hal ini Allah menyampaikan kepada bangsa Israel bahwa rencana-Nya akan digenapi
kepada umat pilihan-Nya.
Dengan beragamnya asumsi tentang langit baru dan bumi baru dan aplikasinya dalam
pemahaman orang Kristen, maka ada beberapa pandangan yang muncul:
Pertama, adanya hubungan intertekstual terhadap kitab yesaya 65:17, dan wahyu 21:1.
Kedua, langit baru dan bumi baru ialah hasil dari renovasi/pembaharuan langit dan bumi yang
pertama.
Mengenai akan janji Allah tentang langit baru dan bumi baru ada bebapa respon Allah
kepada umat-Nya:
Pertama, Allah menyatakan diri-Nya di masa lalu, dan harapan seorang Bapa
mengharapkan anak-anak-Nya kembali ke pelukan-Nya (Yes. 65:1).
Kedua, Allah tetap memiliki suatu rencana bagi kaum salah. Allah berjanji untuk
memulihkan hamba-hamba-Nya. Kehinaan karena pembuangan yang dahulu akan terlupakan dan
sebaliknya, mereka yang berbagian di dalam era yang berisi kebaruan di langit baru dan bumi
baru. Unsur utama dari kebaruan terletak di dalam perkenan baru Allah kepada umat-Nya.
Ketiga, Allah memberkati yang merindukan kerajaan-Nya yang mencari Dia sebagai
kebaikan ultimat (peringatan terakhir). Dan Ia berjanji untuk hadir bersama kaum yang rendah
hati.
Keempat, Hari Tuhan merupakan realitas yang akan hadir, oleh karena itu umat-Nya
tidak perlu kawatir, karena Allah akan membalaskan diri-Nya terhadap musuh-musuh-Nya pada
hari kedatangan-Nya. mereka yang taat akan Allah masuk dalam kerajaan mulia dan menikmati
untuk selamanya berkat dari langit baru dan bumi baru. Jadi nubutan Yesaya memainkan peran
besar di dalam era pasca pembuangan.
33
Daniel, E., & Newell, L. (n.d.). Eksposisi Daniel 9. 11–12.
34
Daniel, E., & Newell, L. (n.d.). Eksposisi Daniel 9. 11–12.
35
Daniel, S. T. P., Benyamin, N. C., Iuhhgrp, R. G. V, Rq, D., Wh, W. K. H., Deryh, W. V, Zulwhu, W.
K. H., Uhiohfwlrqv, P., & Lwv, D. (n.d.). DOA DAN HARAPAN AKAN ALLAH YANG
MEMBEBASKAN. 3(1), 2–3.
36
Daniel, S. T. P., Benyamin, N. C., Iuhhgrp, R. G. V, Rq, D., Wh, W. K. H., Deryh, W. V, Zulwhu, W.
K. H., Uhiohfwlrqv, P., & Lwv, D. (n.d.). DOA DAN HARAPAN AKAN ALLAH YANG
MEMBEBASKAN. 3(1), 2–3.
menggenapkan penglihatan para nabi, mengurapi yang maha kudus (mesias). Periode ini terbagi
menjadi tiga bagian yakni 7x7 masa, 62x7 masa (pada ayat 25), dan 1x7 masa (pada ayat 27).37
Pada Daniel 9:25 firman Tuhan mengatakan, “Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun
kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa;
dan enam puluh dua kali tujuh masa lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah
lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan.”
Allah menyatakan pada Daniel bahwa 69x7 masa (7x7masa + 62x7 masa) = 483 tahun,
sebagai waktu di mana dibangun kembali Yerusalem dan juga kedatangan Mesias yang
dijanjikan (seorang yang diurapi), yang dimulai sekitar tahun 457 SM, yaitu ketika Ezra kembali
ke Yerusalem dan mulai membangun kembali kota itu. Pembangunan ini berarti berakhir pada
tahun 26-27 M, yaitu waktu di saat Yesus memulai pelayanan-Nya.38
Ada anggapan bahwa 7x7 masa itu menunjukkan tahun Yobel (tahun pembebasan) bagi
bangsa itu untuk kembali ke tanahnya. Yakni pada saat raja Koresy mengeluarkan perintah agar
bangsa itu kembali ke tanahnya dan membangun bait suci Bait suci pada tahun 539/538 SM. 39
Akan tetapi ada juga yang beranggapan bahwa pembangunan kembali kota itu terjadi pada
zaman Ezra (457 SM), yakni ketika Ezra kembali ke tanahnya dan membangun kota yerusalem
kembali. Dan anggapan ini, membuat tahun itu berakhir pada tahun 27 M.40
Alkitab mengatakan pada Daniel 9:26, bahwa: “Sesudah keenam puluh dua kali tujuh
masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka
datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu akan
menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan
pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan”.41
Hal ini menyatakan bahwa setelah 7x7 masa dan 62x7 masa itu, maka akan terjadi dua
hal, yakni:
1. Mesias akan disingkirkan (Bandingkan dengan Yesaya 53:1-12), tentang hamba Tuhan yang
menderita.
37
[Link]
38
[Link]
39
[Link]
40
[Link]
41
Daniel 9:26
2. Rakyat seorang raja di sini maksudnya adalah pasukan romawi yang akan memusnahkan
kota Yerusalem dan bait suci (70 M) dapat dilihat pada Lukas 21:20-24 (tentang keruntuhan
Yerusalem), dan raja itu sendiri merujuk pada antikristus di akhir zaman. Keruntuhan
Yerusalem tidak langsung terjadi setelah penyaliban. Jadi akhir dari 69x7 (7x7 masa+62x7
masa) masa itu masih tersisah jarak 7 masa untuk menjadi 70x7 masa, dan banyak penafsir
yang menafsirkan bahwa itu adalah zaman gereja.42
Air bah pada ayat ini juga bukan diartikan secara hurufiah tetapi maksudnya adalah
akhir zaman itu akan datang seperti banjir yang membawa perang dan kehancuran. 43 Ini
berarti kehancuran terhadap raja itu (antikristus) itu terjadi secara tiba-tiba dan membawa
kehancuran yang dahsyat, tanpa dapat diduga-duga kapan terjadinya. Dan Alkitab sendiri
yang mengatakan bahwa akan terjadi kekacauan besar, yakni: peperangan dan kemusnahan
akan terjadi menjelang akhir zaman.
Pada ayatnya yang ke 27 dikatakan bahwa: “Raja itu akan membuat perjanjian itu
menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa
itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap
kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan
menimpa yang membinasakan itu.”.44
Dalam 1x7 masa terakhir, yakni untuk menggenapkan Firman Tuhan yang datang kepada
Daniel yang mengatakan 70x7 masa itu, terdapat beberapa hal yang diajarkan Alkitab:
Raja yang mengikat perjanjian dengan bangsa Israel itu adalah antikristus,dan perjanjian
damai yang dilakukan oleh raja itu dengan bangsa Isreael adalah tentang kekuasaan, dan
tentang pemberian tanah, orang yang mengikat perjanjian dengan antikristus itu akan
dilimpahi kehormatan.(Daniel 11:39)
Di pertengahan tujuh tahun itu. Raja itu akan melangar perjanjiannya, menyatakan
dirinya sebagai Allah, melarang ibadah kepada Tuhan dan mengambil alih Bait Suci di
Yerusalem (bandingkan dengan 3 tesalonika 2:4).dan ia akan memerintah selama tiga
setengah tahun lamanya (wahyu 11:1-2).
Hanya orang yang percaya kepada Allah yang akan mengerti tentang arti dari kekejian
yang membinasakan itu seperti yang tertulis pada Daniel 12:10 dan dengan
42
[Link]
43
Sabda
44
Daniel 9:27
memmperhatikan semuanya itu, orang percaya aka mengetahui bahwa waktu-Nya sudah
dekat.45
Pemakaian angka 7 dan 70 pada karangan-karangan timur tengah kuno, yakni daerah
Babel dan sekitarnya memiliki makna sebagai berikut:46
Angka 7 memiliki arti genap atau keseluruhan
Tujuh harii dan tujuh tahun menunjukkan jangka waktu yang lengkap, bukan arti
hurufiah.
Tujuh puluh tahun berarti masa hukuman oleh para dewa
Pemakaian dan makna angka 7 dan 70 di timur tengah kuno merupakan konteks yang
mendukung arti simbolis dari angka-angka yang terdapat dalam Daniel pasal 9.47
Di dalam Alkitab juga pemakaian angka 7 dan 70 memiliki makna yang hampir sama.
Angka 7 dan 7 kali dipakai untuk menunjukkan sesuatu yang lengkap atau keseluruhan.
Angka 7, 7 kali dan 70 tahun berhubungan dengan penghukuman
Angka 7 juga berkaitan erat dengan perjanjian (covenant) seperti hari ke 7 ( hari Sabat),
tahun ke tujuh (tahun Sabat), 7 kali 7 tahun (tahun Yobel), berkaitan dengan berkat dan
kutuk yang ditetapkan oleh Allah sendiri.48
Sabat memiliki arti bahwa pekerjaan Tuhan sudah selesai, menyatakan bahwa akan dimulai masa
yang baru, sabat juga mengingatkan manusia pada pekerjaan Tuhan yang telah menciptakan,
memberi hidup, menyelamatkan dan membebaskan umat-Nya. Tahun sabat juga mengingatkan
kita dengan tahun pembebasan dan penebusan dan pada tahun itu juga umat Tuhan kembali
kepada kaum keluarga dan tanah mereka yang dikembalikan kepada pemilik aslinya, menyatakan
suatu pelepasan, penebusan dan suatu permulaan yang baru.49
45
[Link]
46
Daniel, E., & Newell, L. (n.d.). Eksposisi Daniel 9. 11–12.
47
Daniel, E., & Newell, L. (n.d.). Eksposisi Daniel 9. 11–12.
48
Daniel, E., & Newell, L. (n.d.). Eksposisi Daniel 9. 11–12.
49
Daniel, E., & Newell, L. (n.d.). Eksposisi Daniel 9. 11–12.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Didalam Alkitab perjanjian Lama maupun dalam perjanjian baru selalu disinggung tentang hari
Tuhan atau sering kita denga mengenai eskatoligi. Ada perbedaan nubuatan dari keduanya.
Nubuatan yang terdapat dalam perjanjian lama sebagian sudah digenapi dalam kitab perjanjian
baru tentang datangnya seorang penebus, pembebas dan yang memerintah didunia, yang
mengajar dan lain sebagainya. Tetapi ada juga yang belum tergenapi yaitu tentang
kedatangannya yang kedua. Dalam perjanjian lama nubuatannya lebih kepada kedatangan yang
pertama sedangkan dalam perjanjian baru nubuatan tentang kedatangan ini lebih merujuk kepada
kedatangan Tuhan yang kedua berbicara tentang akhir dari segala sesuatunya. Itulah yang
membedakan nubuatan dalam perjanjian lama maupun perjanjian baru.