Mikoriza Arbuskular dan Jagung Manis
Mikoriza Arbuskular dan Jagung Manis
Oleh:
AHMAD IHSAN
11582100943
Oleh:
AHMAD IHSAN
11582100943
NIM : 11582100943
Menyetujui,
Setelah diuji pada tanggal, 21 Juli 2021
Pembimbing I Pembimbing II
Mengetahui:
Dekan, Ketua,
Fakultas Pertanian dan Peternakan Program Studi Agroteknologi
Skripsi ini telah diuji dan dipertahankan di depan tim penguji ujian
Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian dan Peternakan
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
dan dinyatakan lulus pada tanggal 21 Juli 2021
Ahmad Ihsan
NIM. 11582100943
PERSEMBAHAN
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu, Dia telah menciptakan manusia dari
segumpal darah Bacalah, dan Tuhanmulah yang maha mulia, Yang mengajar
manusia dengan pena, Dia mengajarkan manusia
apa yang tidak diketahuinya
(QS: Al-’Alaq 1-5)
Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
(QS: Ar-Rahman 13)
“Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan ”.
(Q.S. Al- Insyirah: 5)
Ya Allah,
Ku lalui semua waktu yang telah engkau takdirkan menjadi jalan hidupku,
bahagiaku, sedihku kulalui bersama orang-rang yang memberi ku sejuta semangat
dan pengalaman, dan engkau beri hitam, putih hingga warna-warna yang indah
dalam setiap perjalanan hidupku, ku bersujud dihadapan mu ya allah, Engkau
berikan aku Kesempatan untuk bisa sampai Di penghujung awal perjuanganku.
Segala Puji bagi Mu ya Allah.
Alhamdulillahirobbil’alamin..
Sujud syukurku kusembahkan kepadamu Tuhan yang Maha Agung nan Maha
Tinggi nan Maha Adil nan Maha Penyayang, atas takdirmu telah kau jadikan aku
manusia yang senantiasa berpikir, berilmu, beriman dan bersabar dalam menjalani
kehidupan ini. Serta lantunan sholawat beriring salam penggugah hati dan jiwa,
menjadi persembahan penuh kerinduanku pada sang penerang ialah Baginda
Rasullah Muhammad SAW.
Di setiap sujud ku dalam lima waktu mulai fajar terbit hingga terbenam.. seraya
tanganku menadah”..ya Allah ya Rahman ya Rahim... Terimakasih ya allah atas
segala izin mu kau tempatkan aku diantara kedua malaikatmu yang setiap waktu
ikhlas menjagaku,, mendidikku,,
membimbingku dengan baik,, Ya Allah berikanlah balasan setimpal syurga
firdaus untuk mereka dan jauhkanlah mereka nanti dari panasnya sengat
hawa api nerakamu..
Sahabat-sahabatku …
Tiada kata ucapan kasih bersandingkan rindu untuk para teman-teman ku.
Terima kasih, semoga persahabatan ini abadi di dunia dan akhirat, serta ku
ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah sudi membantu dan doa.
Kesuksesan bukanlah suatu kesenangan, bukan juga suatu kebanggaan, Hanya
suatu perjuangan dalam menggapai sebutir mutiara keberhasilan…
UCAPAN TERIMAKASIH
Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh
1. Kedua orang tua tercinta Alm Ayahanda Ambar Irawan (Tasim) dan Ibunda
Helmirissa, terimakasih atas segala yang telah dilakukan untuk penulis, atas
setiap cinta yang terpancar serta doa dan restu serta materil yang sangat luar
biasa kepada penulis. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala selalu melindungi,
serta membalas dan meridhoi segala ketulusan dan pengorbanan yang telah
diberikannya.
2. Kakak Helta Hanika, [Link], dan adikku Muhammad Zikri yang senantiasa
memberikan motivasi, mendoakan, serta memberikan dukungan dan support
yang sangat luar biasa kepada penulis.
3. Bapak Dr. Arsyadi Ali, [Link]., [Link]. Sc selaku Dekan Fakultas Pertanian dan
Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
4. Bapak Dr. Irwan Taslapratama, [Link]. selaku Wakil Dekan 1, Ibu Dr. Ir. Eva
Wati. selaku Wakil Dekan II dan Bapak Dr. Syukria Ikhsan Zam selaku Wakil
Dekan III Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan
Syarif Kasim Riau.
5. Bapak Dr. Syukria Ikhsan Zam. sebagai Ketua Program Studi Agroteknologi
Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif
Kasim Riau.
6. Ibu Rita Elfianis, S.P., [Link]. Sebagai pembimbing I dan Bapak Dr. Syukria
Ikhsan Zam, Sebagai pembimbing II dan pembimbing akademik penulis yang
dengan penuh kesabaran membimbing, memberi motivasi dan arahan kepada
penulis sampai dengan selesainya skripsi ini.
7. Ibu Novita Hera, S.P., M.P. Selaku penguji I serta Ibu Siti Zulaiha, [Link].
Sebagai penguji II yang telah memberikan masukkan berupa kritik dan saran
kepada penulis dengan tujuan terselesaikannya skripsi ini dengan baik.
8. Bapak dan Ibu dosen Program Studi Agroteknologi dan seluruh staf Fakultas
Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
yang telah mengajarkan banyak ilmu dan pengalaman yang berguna selama
penulis kuliah.
9. Keluarga Besar Lokal D Agroteknologi 2015: Wibowo Tri Sanjaya, S.P.,
Wirgo Ananta, S.P., Farid Suganda Adri., Dewi Puritasari Novianingrum,
S.P., Ella, S.P., Eriza Safitri, S.P., Intan Lorenza, S.P., Lestari Rukmana, S.P.,
Marlisa, S.P., Minja Putri Lahisuma., Nur Azmi, S.P., Putri Rahayu, S.P., Resi
Pratiwi Amalia, S.P., Rina Setiawati, S.P., Romin Rafika Saputri, S.P.
10. Keluarga Besar Kos Gembel Elite: Angga Permana, S.H., Fisal Amir, S.P.,
Andi Risman Pinem, [Link]., Weldi Apradana, S.E., Muhammad Hafidzol,
[Link]., Sri Bintang Pamungkas, [Link]., Agung Syaiful Rahman, Abdi
Setiawan, Alwis, Risky Pranadisastra, S.T., Ridoan Mubarok Hasibuan,
Alpian Arbi Harahap, [Link].
11. Teman-teman Selama Penelitian dan Skripsi: Astutiah Ningsih, S.P., Alfin
Syahri Rahman, S.P., Muliadinur, S.P., Vendi Siswanto, S.P., Gusti Nadra,
S.P., Saryono, Zunaidi, Andika Ramadani, Febri Mursanto, Dwi Wiryo
Handoko.
12. Teman-teman Seven Perfect Squad: Chicco Indra Supandri, S.M., Giok Ade
Surti, S.P., Dedi Bambang Wagiono, Agung Syaiful Rahman, Govinda
Novriga, Rika Nasutra, Iwan Zulfianto.
13. Teman-teman seperjuangan PKL di Cianjur Jawa Barat, teman-teman KKN
Desa Danau Baru, Teman-teman Angkatan Alumni Particullar Generation
Pondok Pesantren Khairul Ummah, Teman-teman Agroteknologi Angkatan
2015, yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan
semangat dan motivasi kepada penulis, baik pada saat perkuliahan maupun
pada saat penyusunan skripsi ini.
Penulis berharap dan mendoa kan semoga semua yang telah kita lakukan
dengan ikhlas dihitung amal ibadah oleh Allah Subbahanahu Wa’taala, Amin
yarobbal’alamin.
Wassalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh
Penulis
RIWAYAT HIDUP
Pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2015, penulis melanjutkan pendidikan ke
Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di Pondok Pesantren
Khairul Ummah, Desa Batu Gajah, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri
Hulu, Provinsi Riau.
Pada tahun 2015 melalui jalur SNMPTN, penulis diterima menjadi mahasiswa
pada Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian dan Peternakan
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Pada Bulan Juli 2017
melaksanakan Praktek Kerja Lapang (PKL) di Balai Penelitian Tanaman Hias
(Balithi), Desa Ciherang, Kecamatan Segunung, Kabupaten Cianjur, Provinsi
Jawa Barat, khusus di bagian kultur jaringan pada tanaman hias gerbera. Pada
Bulan Juli sampai bulan Agustus 2018 penulis melaksanakan Kuliah Kerja Nyata
(KKN) di Desa Danau Baru, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu,
Provinsi Riau.
Penulis
i
APLIKASI MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP PERTUMBUHAN
DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays convar. saccharata Sturt)
INTISARI
ii
APPLICATION OF ARBUSCULAR MYCORRHIZAE ON GROWTH AND
YIELD OF SWEET CORN (Zea mays convar. saccharata Sturt)
ABSTRACT
Sweet corn is one of the most cultivad food crop commodities because it
has a sweeter taste and a shorter harvest age. One of the efforts to increase the
growth and yield of sweet corn is the provision of arbuscular Mycorrhizal
biofertilizer. The purpose of this study was to obtain the best Arbuscular
Mycorrhizae dosage for the growth and yield of sweet corn. This research was
conducted from November 2019 to February 2020 in the Experimental Field and
Laboratory of Agronomy and Agrostology, Faculty of Agriculture and Animal
Science, State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau. The research
method used a completely randomized design (CRD), namely arbuscular
mycorrhizal doses consisting of five treatment levels (5 g/plant, 10 g/plant, 15
g/plant, and 20 g/plant) which were repeated three times. The parameters
observed were plant height, number of leaves, stem diameter, weight of cob with
weight, ear weight without ear weight, ear diameter, wet weight and dry weight of
the plant. The results showed that giving arbuscular mycorrhiza with different
doses was not able to increase plant height, stem diameter, number of leaves,
weight of corn cobs with weight, weight of corn cob without weight, fruit
diameter, wet weight, dry weight and yield of sweet corn. In conclusion there is no
best arbuscular mycorrhizal dose on the growth and yield of sweet corn. This is
indicated by the absence of a significant effect on all observed parameter.
iii
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR .............................................................................. i
INTISARI.................................................................................................. ii
ABSTRAK ................................................................................................ iii
DAFTAR ISI ............................................................................................. iv
DAFTAR TABEL ..................................................................................... vi
DAFTAR GAMBAR ................................................................................ vii
DAFTAR SINGKATAN .......................................................................... viii
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. ix
I. PENDAHULUAN ............................................................................. 1
1.1. Latar Belakang ............................................................................ 1
1.2. Tujuan Penelitian ........................................................................ 3
1.3. Manfaat Penelitian ...................................................................... 3
1.4. Hipotesis ..................................................................................... 3
iv
4.8. Berat Kering Tanaman ................................................................ 21
V. PENUTUP ............................................................................................ 23
5.1. Kesimpulan ................................................................................. 23
5.2. Saran ........................................................................................... 23
v
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
3.1. Tabel Sidik Ragam ............................................................................. 14
4.1. Rerata Tinggi Tanaman ..................................................................... 14
4.2. Rerata Jumlah Daun .......................................................................... 15
4.3. Rerata Diameter Batang .................................................................... 16
4.4. Rerata Berat Tongkol Berkelobot ..................................................... 17
4.5. Rerata Berat Tongkol Tanpa Berkelobot .......................................... 18
4.6. Rerata Diameter Buah ....................................................................... 19
4.7. Rerata Berat Basah Tanaman ............................................................ 20
4.8. Rerata Berat Kering Tanaman ........................................................... 21
vi
DAFTAR GAMBAR
Tabel Halaman
2.1. Jagung Manis ..................................................................................... 4
vii
DAFTAR SINGKATAN
viii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1. Deskripsi Jagung Manis Varietas Bonanza F1 .................................. 29
2. Tata Letak Penelitian Menurut RAL.................................................. 31
3. Tata Letak Jumlah Tanaman per Bedengan ....................................... 32
4. Bagan Alur Pelaksanaan Penelitian ................................................... 33
5. Hasil Analisis Sidik Ragam ............................................................... 34
6. Dokumentasi Penelitian ..................................................................... 42
ix
I. PENDAHULUAN
1
Penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus dan berlebihan dapat
menurunkan kesuburan tanah dan merusak lingkungan sehingga penggunaan
pupuk anorganik perlu dikurangi dengan meningkatkan penggunaan pupuk hayati.
Pupuk hayati memberikan alternatif yang tepat untuk memperbaiki, meningkatkan
dan mempertahankan kualitas tanah, sehingga mampu meningkatkan
pertumbuhan dan menaikkan hasil maupun kualitas berbagai tanaman dengan
signifikan (Simarmata., 2005). Salah satu pupuk hayati yang dapat dijadikan
sebagai alternatif adalah mikoriza arbuskular.
Mikoriza mempunyai kemampuan untuk berasosiasi dengan hampir 90%
jenis tanaman (Hanafiah dkk., 2009). Mikoriza merupakan fungi yang mampu
bersimbiosis dengan akar tanaman, serta mampu memberikan manfaat bagi
tanaman inang. Nyimas dkk. (2011), menyatakan bahwa mikoriza memiliki
kemampuan membantu tanaman inang dalam menyerap unsur hara yang
diperlukan untuk proses fotosintesis, sedangkan tanaman memberikan fotosintat
bagi kelangsungan hidup jamur mikoriza. Halis dkk. (2008) menambahkan bahwa
mikoriza arbuskular hifanya tumbuh dan berkembang hingga ke jaringan korteks
akar tanaman, sehingga mampu meningkatkan serapan P dan unsur hara lainnya,
seperti N, K, Zn, Co, S dan Mo dari dalam tanah, meningkatkan ketahanan
terhadap kekeringan dan sebagai pelindung tanaman dari infeksi patogen akar.
Hasil penelitian Santosa dkk. (2016) menunjukkan bahwa pemberian
mikoriza dengan dosis 6 g/tanaman merupakan dosis yang efektif untuk
pertumbuhan dan produksi jagung manis di lahan gambut. Pemberian dosis 6–10
g/tanaman menghasilkan berat kering tanaman, panjang tongkol, berat tongkol
tanpa kelobot dan produksi per plot berbeda tidak nyata dan lebih baik
dibandingkan perlakuan lainnya. Hartanti (2014) menambahkan bahwa pemberian
mikoriza berpengaruh nyata terhadap parameter batang, panjang tongkol dan
meningkatkan bobot tongkol berkelobot, sebesar 17,9% dibandingkan tanpa
pemberian mikoriza. Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis telah
melaksanakan penelitian dengan judul “Aplikasi Mikoriza Arbuskular
Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays convar.
saccharata Sturt)”.
2
1.2. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis mikoriza arbuskular
yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis.
1.3. Manfaat
Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang
pemanfaatan mikoriza arbuskular pada jagung manis.
3
II. TINJAUAN PUSTAKA
Jagung mempunyai akar serabut dengan tiga macam akar, yaitu akar
seminal, akar adventif dan akar kait atau penyangga (Subekti dkk., 2007).
Tanaman jagung mempunyai batang yang tidak bercabang, berbentuk silindris,
dan terdiri atas sejumlah ruas dan buku ruas. Batang memiliki tiga komponen
jaringan utama, yaitu kulit (epidermis), jaringan pembuluh (vaskuler bundles), dan
pusat batang (Tanty, 2011). Batang tanaman jagung bulat silindris, yang masih
muda berwarna hijau dan rasanya manis karena banyak mengandung zat gula,
beruas-ruas, dan pada bagian pangkal beruas sangat pendek dengan jumlah sekitar
8-20 ruas.
Menurut Syukur dan Rifianto (2013), jagung memiliki daun-daun panjang,
berbentuk rata meruncing dan memiliki tulang daun yang sejajar seperti daun-
daun tanaman monokotil pada umumnya. Zulkarnain (2013), menyatakan
tanaman jagung merupakan tanaman berumah satu (monoecious), di mana bunga
jantan (berupa malai atau tessel) dan bunga betina (berupa tongkol atau pistil)
terletak pada bagian yang berbeda pada tanaman yang sama. Tongkol jagung
diselimuti oleh daun kelobot dan tongkol jagung yang terletak pada bagian atas
4
umumnya lebih dahulu terbentuk dan lebih besar dibandingkan yang terletak pada
bagian bawah.
5
gulma. Olah tanah kedua untuk menciptakan kondisi tanah yang lebih halus
(Larosa dkk.,2014).
2.3.3. Penanaman
Menurut BPTP Riau (2010), penanaman jagung manis dilakukan pada
jarak tanam 75 x 25 cm, sebanyak 2 benih per lubang tanam dan lubang ditutupi
kembali dengan tanah. Cangkul atau koak tempat menugal benih sesuai dengan
jarak tanam dan berikan pupuk kandang atau kompos 1–2 gengam (+50 – 75 g)
tiap cangkulan atau koakan, sehingga takaran pupuk kandang yang diperlukan
adalah 3,5–5 ton/ha. Menurut Pratama dkk. (2014) menyatakan, kedalaman
tanam terbaik untuk benih jagung manis adalah 5 cm. Pemberian pupuk kandang
dilakukan 3–7 hari sebelum tanam. Pupuk kandang bisa diberikan pada saat tanam
sebagai penutup benih yang baru ditanam atau ditugal. Jarak tanam yang
dianjurkan ada 2 cara, yaitu: (a) 70 x 20 cm dengan 1 benih per lubang tanam, dan
(b) 75 x 40 cm dengan 2 benih per lubang tanam. Dengan jarak tanam seperti ini
populasi mencapai 66.000 – 71.000 tanaman/ha. (BPTP Sulawesi Tengah, 2007).
2.3.4. Pemupukan
Pemupukan tanaman jagung berfungsi sebagai penambah unsur hara di
dalam tanah yang belum tercukupi bagi tanaman. Menurut Trisnadewi dkk.
(2012), dosis pupuk kandang terbaik dalam pemupukan jagung manis adalah 20
ton/ha. Hasil penelitian Jumini dkk. (2011) menunjukan, pertumbuhan dan hasil
jagung manis yang terbaik dijumpai pada kombinasi dosis pupuk urea 500 kg/ha,
TSP 350 kg/ha dan KCl 300 kg/ha. Menurut BPTP Riau (2010), pemupukan
pertama dilakukan dengan tugal pada jarak 5 cm dari lubang tanam, pemupukan
seterusnya dilakukan pada jarak 10 cm dari lubang tanam. Menurut Zulkarnain
(2013), pupuk diberikan di dalam alur antara barisan pada jarak ± 15 cm dari
tanaman dengan kedalaman 5–10 cm.
2.3.5. Pemeliharaan
Kegiatan pemeliharaan jagung manis terdiri dari pengairan, penyiangan,
penjarangan, pembumbunan dan pengendalian hama dan penyakit. Menurut BPTP
Riau (2010), kegiatan pengairan diberikan sesuai kebutuhan, yang penting dijaga
agar tanaman tidak kekurangan atau kelebihan air, selanjutnya penyiangan
6
dilakukan sebanyak tiga kali, pada umur 21 hari setelah tanam (HST), 42 HST
dan menjelang panen. Menurut Admaja (2006), penjarangan tanaman dilakukan
pada 3 minggu setelah tanam (MST). Menurut Syofia dkk. (2014), pembumbunan
dilakukan saat tanaman berumur 4 MST dengan tinggi 5 cm. Menurut BPTP
Sulawesi Tengah (2007), untuk pengendalian hama dan penyakit jagung maka
direkomendasikan menggunakan komponen pengendalian yang meliputi varietas
tahan, kultur teknis, musuh alami dan pestisida.
2.3.6. Panen
Panen pada jagung manis dilakukan tergantung varietas yang digunakan.
Menurut Suntoro dan Astuti (2014), panen dilakukan apabila tanaman
menunjukkan gejala, yaitu rambut jagung mengalami perubahan warna menjadi
coklat dan tongkol telah berisi penuh. Pemanenan dilakukan dengan mematahkan
tongkol jagung tanpa mematahkan batang utama (Larosa dkk., 2014).
7
Mikoriza arbuskular tidak hanya menguntungkan pertumbuhan tanaman, tetapi
juga meningkatkan kebutuhan fosfat 20% sampai 30% (Susanto, 2005). Mikoriza
arbuskular memiliki struktur hifa yang menjalar luas ke dalam tanah, melampaui
jauh jarak yang dapat dicapai oleh rambut akar. Pada saat P berada di sekitar
rambut akar, maka hifa membantu menyerap P di tempat-tempat yang tidak dapat
dijangkau rambut akar. Daerah akar bermikoriza tetap aktif dalam mengabsorpsi
hara untuk jangka waktu yang lebih lama dibandingkan dengan akar yang tidak
bermikoriza (Rivana dkk.,2016). Peningkatan unsur hara dengan adanya mikoriza
arbuskular pada akar tanaman dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman semakin
meningkat, di mana peningkatan pertumbuhan tanaman dicirikan dengan
meningkatnya bobot kering, pertambahan jumlah dan panjang akar tanaman,
dengan demikian unsur hara yang diserap semakin meningkat (Sartini, 2004).
8
III. BAHAN DAN METODE
9
3.4.2. pH Tanah
Pengukuran pH tanah dilakukan dengan menggunakan soil tester.
Pengambilan sampel tanah terdiri dari lima titik yang diambil secara acak. Hasil
dari pengukuran sampel menunjukkan bahwa pH tanah yang telah dilakukan
penelitian tersebut di bawah kriteria pH untuk pertumbuhan jagung manis, maka
telah dilakukan aplikasi pengapuran untuk meningkatkan pH tanah. Tanah pada
lahan penelitian ini pH termasuk ke dalam kategori asam, berkisar dari 5,4 – 5,96
maka dari itu telah dilakukan penetralan pH tanah sebelum melakukan penelitian
menggunakan dolomit.
3.4.5. Penanaman
Penanaman benih jagung dilakukan dengan jarak tanam 60 x 30 cm. Benih
diberikan sebanyak 2 benih per lubang tanam. Pada lubang tanam dibuat dengan
tugal kayu sedalam 2 cm. Lubang tanam yang telah diberi benih kemudian ditutup
kembali dengan tanah yang gembur. Sebelum penanaman telah dilakukan terlebih
dahulu pemberian label pada masing-masing petak sesuai dengan perlakuan.
Pemberian label ini bertujuan untuk memudahkan dalam penanaman dan
pengamatan di lapangan.
10
3.4.6. Pemberian Perlakuan
Pemberian mikoriza arbuskular dilakukan sesuai dengan dosis perlakuan
(5 g/tanaman, 10 g/tanaman, 15 g/tanaman, dan 20 g/tanaman), yang diberikan
satu kali yaitu pada saat awal penanaman, dengan cara ditaburkan terlebih dahulu
ke dalam lubang tanam sebelum dimasukkan benih jagung manis.
3.4.7. Pemeliharaan
Pemeliharaan dilakukan dengan cara:
1. Penyiraman
Penyiraman dilakukan setiap hari yaitu pagi dan sore hari, jika terjadi
hujan penyiraman tidak dilakukan.
2. Penyiangan
Penyiangan gulma dilakukan 2 minggu sekali, dimulai pada umur tanaman
jagung manis 2 MST secara manual.
3. Penjarangan
Penjarangan dilakukan pada saat tanaman berumur 2 MST dengan
menyisakan satu tanaman sehat. Penjarangan dilakukan dengan cara memotong
bagian batang bawah tanaman tepat berada di permukaan tanah dengan
menggunakan gunting.
4. Pembumbunan
Pembumbunan dilakukan 1 dan 2 bulan setelah tanam (BST) untuk
mengokohkan batang tanaman dan menutupi akar tanaman, sehingga unsur hara
dapat diserap secara optimal.
5. Pemupukan
Pemberian pupuk anorganik seperti TSP diberikan setengah dosis dari
dosis anjuran, pada saat tanaman telah berumur 1 MST dengan dosis 4,25
g/tanaman, pada umur 2 MST pemberian urea 2 g/tanaman dan KCl 3,6
g/tanaman dan pada 6 MST pemberian urea 4 g/tanaman. Pemberian pupuk
dilakukan dengan cara ditabur.
6. Pengendalian hama
Pengendalian hama dilakukan selama masa pemeliharaan tanaman. Hama
yang menyerang tanaman yaitu semut hitam, kepik dan belalang. Pengendalian
hama pada saat tanam dengan memberikan Furadan 3G, ± 5 butir per lubang
11
tanam dengan cara ditaburkan (Setiawan, 2003). Pengendalian berikutnya
dilakukan secara secara fisik dengan mengambil hama menggunakan tangan
maupun dengan cara penyemprotan langsung menggunakan regent 50.
3.4.8. Panen
Panen jagung manis dilakukan pada umur 70 HST dengan kriteria daunnya
sudah mulai menguning, klobot berwarna hijau, rambut tongkol berwarna
kecoklatan dan tongkol terasa keras bila digengam. Pemanenan dilakukan pagi
hari saat suhu udara belum tinggi.
12
3.5.5. Bobot Tongkol Jagung Tanpa Kelobot per Tanaman (g)
Pengamatan dilakukan dengan cara membersihkan jagung dari kelobot dan
rambut-rambut yang menempel pada masing-masing tanaman sampel, lalu
tongkol ditimbang menggunakan timbangan digital.
13
V. PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Tidak terdapat dosis mikoriza terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil
jagung manis. Hal tersebut ditunjukkan dengan tidak adanya pengaruh yang
signifikan terhadap semua parameter yang diamati.
5.2 Saran
Perlu dilakukannya penambahan dosis mikoriza arbuskular untuk
meningkatkan pertumbuhan dan hasil pada tanaman jagung manis.
23
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, M., S. Darwanto dan R.D. Andayani. 2017. Pengaruh Dosis Pupuk
Organik Petroganik dan Mikoriza terhadap Pertumbuhan dan Produksi
Tanaman Jagung Manis (Zea mays convar. Saccharata Sturt) Varietas
Talenta. Jurnal Hijau Cendekia, 2(2) 47-54.
Admaja, G. 2006. Evaluasi Adaptabilitas Tiga Genotipe Jagung Manis (Zea mays
convar. saccharata Sturt.) di Dua Lokasi Dataran Tinggi. Skripsi.
Fakultas Pertanian. IPB. Bogor.
Halis, P. Murni dan A.B Fitria. 2008. Pengaruh Jenis dan Dosis Cendawan
Mikoriza Arbuskular terhadap Pertumbuhan Cabai (Capsicum annuum
L.) pada Tanah Ultisol. Jurnal Biospecies, 2 : 59-62.
Hanafiah, A. S., T. Sabrina, dan H. Guchi. 2009. Biologi dan Ekologi Tanah.
Universitas Sumatera Utara. Medan.
Indriati, G., L.I. Ningsih, dan Rizki. 2013. Pengaruh Pemberian Fungi Mikoriza
Multispora terhadap Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L.). Prosiding
Semirata FMIPA Universitas Lampung, 323-327.
24
Jayanegara, C.M. 2011. Pengaruh Pemberian Mikoriza Vesikular Arbuskula
(MVA) dan Berbagai Dcsis Pupuk Kompos terhadap Pertumbuhan dan
Hasil Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench). Skripsi.
Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”.
Yogyakarta.
Jumini., Nurhayati dan Murzani. 2011. Efek Kombinasi Dosis Pupuk N P K dan
Cara Pemupukan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis. J.
Floratek, 6: 165-170.
Laksono. J. dan T. Karyono. 2017. Pemberian Pupuk Fosfat dan Fungi Mikoriza
Arbuskular terhadap Pertumbuhan Tanaman Legum Pohon (Indigofera
zollingeriana). Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 12(2): 165-170.
Martoyo, K. 2001. Sifat Fisik Tanah Ultisol pada Penyebaran Akar Tanaman
Kelapa Sawit. Warta PPKS.
Nyimas, P.I., Mansyur dan K. Lizah. 2006. Pengaruh Pemberian bahan Organik,
Mikoriza dan Batuan fosfat terhadap produksi, serapan fosfor pada
tanaman Kudzu tropika (Pueraria phaseoloides benth). J. Ilmu Ternak,
6(2): 158-162.
25
Nyimas, P.I., Mansyur., I. Susilawati dan R.Z. Islami. Peningkatan Produktivitas
Tanaman Pakan Melalui Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA).
Pastura, 1(1):27-30.
Oktaviana, G., Yusran, dan Wahyu Harso. 2019. Pemberian Dosis Inokulum
Jamur Mikoriza Abuskula (Jma) dan Pupuk P yang Berbeda terhadap
Serapan P dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.). Biocelebes,
13(2) 142-151.
Pratama, H.W., M. Baskara dan B. Guritno. 2014. Pengaruh Ukuran Biji dan
Kedalaman Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung
Manis (Zea mays saccharata Sturt). Jurnal Produksi Tanaman, 2(7):
576-582.
Priyanto. 2016. Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea
mays saccaratha Sturt. L) Terhadap Pemberian Ekstrak Daun Lamtoro,
Batang Pisang, dan Sabut Kelapa. Skripsi, Fakultas pertanian universitas
lampung.1-32 hal.
Sahil, J dan N. Sirajudin. 2014. The Kinship Analysis of 10 Corn (Zea mays L.)
Populations Through Morphological Characteristics in The City of
26
Tidore Islands North Mollucas Province. International Journal of
Engineering and Science, 4(1): 21-27.
Subandi, M., S. Hasani, dan W. Satriyawan. 2017. Efisiensi Pupuk Nitrogen dan
Fosfor dengan Penambahan Pupuk Hayati pada Tanaman Jagung (Zea
mays L.) Varietas Pertiwi -3. Jurnal Istek. 10(1); 206-225.
Suherman, C.A. 2011. Efektivitas Fungi Mikoriza Arbuskular dan Pupuk Fosfat
dalam Meningkatkan Hasil dan Rendemen Minyak Jarak Pagar (Jatropha
curcas L.). Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Padjadjaran.
Bandung.
Sukarno, N. 2003. Mikoriza dan Peranannya. Jurusan Biologi FMIPA IPB. Bogor.
Suntoro dan P. Astuti. 2014. Pengaruh Waktu Pemberian dan Dosis Pupuk NPK
Pelangi terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung Manis Varietas Sweet
Boys (Zea mays Saccharata Sturt). Jurnal AGRIFOR, 8(2): 213-222.
Surtinah. 2012. Korelasi Antara Waktu Panen dan Kadar Gula Biji Jagung Manis
(Zea mays Saccharata Sturt). Jurnal Ilmiah Pertanian, 9(1): 1-6.
27
Sutoro, Y., Soeleman dan Iskandar. 1988. Budidaya Tanaman Jagung. Penyunting
Subandi, M. Syam dan A. Widjono. Puslitbang Tanaman Pangan, Bogor.
Syofia, I., A. Munar dan M. Sofyan. 2014. Pengaruh Pupuk Organik Cair terhadap
Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Tanaman Jagung Manis (Zea mays
Saccharata Sturt). Agrium, 18(3): 208-218.
Syukur, M dan A. Rifianto. 2013. Jagung Manis. Penebar Swadaya. Jakarta. 124
hal.
Trisnadewi, A.A.A.S., T.G.O. Susila dan I.W. Wijana. 2012. Pengaruh Jenis dan
Dosis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung
Manis (Zea mays saccharata Sturt). Pastura, 1(2): 52-55.
Yasin, H.G.M., Syuryawati dan F. Kasim. 2010. Varietas Unggul Jagung Bermutu
Protein Tinggi. Iptek Tanaman Pangan, 5(2): 146-158.
Zulkarnain. 2013. Budidaya Sayuran Tropis. Bumi Aksara. Jakarta. 219 hal.
28
Lampiran 1. Deskripsi Jagung Manis Varietas Bonanza F1
29
Jumlah tongkol pertanaman : 1 – 2 Tongkol
Tinggi tongkol dari permukaan tanah : 80 – 115 cm
Warna Kelobot : Hijau
Baris Biji : Rapat
Warna Biji : Kuning
Tekstur Biji : Halus
Rasa Biji : Manis
Kadar Gula : 13 – 15 Obrix
JumlahBarisBiji : 16 – 18 Baris
Berat 1.000 Biji : 175 – 200 g
Daya simpan tongkol dengan kelobot
Pada suhu kamar (siang 29 – 31ºC,
Malam 25 – 27ºC) : 3 – 4 Hari Setelah Panen
Hasil tongkol dengan kelobot : 33,0 – 34,5 Ton/ha
Jumlah populasi per hektar : 53.000 Tanaman (2 benih per lubang)
Kebutuhan benih per hektar : 9,4 – 10,6 g
Keterangan : Beradaptasi dengan baik di dataran
tinggi dengan altitude 900 – 1.200 mdpl
Pengusul : PT. East West Seed Indonesia
Peneliti : Jim Lothlop (East West Seed
Thailand), Tukiman Misidi dan Abdul
Kohar (PT. East West Seed Indonesia)
30
Lampiran 2. Tata Letak Percoban Menurut RAL
50 cm
M = Perlakuan U= Ulangan
Keterangan:
31
Lampiran 3. Tata Letak Tanaman per Bedengan
2.4 m
60cm
1 2 3 4
30 cm
5 6 7 8
0.8 m
9 10 11 12 30 cm
15 cm
Keterangan:
32
Lampiran 4. Bagan Alur Pelaksanaan Penelitian
Persiapan Lahan
Pemberian Label
Penanaman
Pemberian Pupuk
Penyiraman
Penyiangan
Pemeliharaan
Penjarangan
Pembumbunan
Panen Pengendalian hama
Pengamatan
33
Lampiran 5. Hasil Sidik Ragam dan SAS 9.1
1. Tinggi Tanaman umur 6 MST (cm)
Ulangan Jumlah
Perlakuan Rataan
U1 U2 U3
M0 216,50 234,00 248,00 698,50 232,83
M1 236,50 229,50 249,00 715,00 238,33
M2 237,00 220,00 234,00 691,00 230,33
M3 228,00 237,50 238,50 704,00 234,67
M4 244,50 244,00 238,00 726,50 242,17
Jumlah 3535,00 1178,33
34
The SAS System 19:10
Thursday, April 6, 2020 1
Perlakuan 5 M0 M1 M2 M3 M4
35
The SAS System 19:10
Thursday, April 6, 2020 2
Sum of
Source DF Squares Mean Square
F Value Pr > F
36
The SAS System 19:10
Thursday, April 6, 2020 3
NOTE: This test controls the Type I comparisonwise error rate, not the
experimentwise error
rate.
Alpha 0.05
Error Degrees of Freedom 10
Error Mean Square 95.13333
Number of Means 2 3 4
5
Critical Range 17.74 18.54 19.01
19.31
A 242.167 3 M4
A
A 238.333 3 M1
A
A 234.667 3 M3
A
A 232.833 3 M0
A
A 230.333 3 M2
37
2. Jumlah Daun Jagung umur 6 MST (Helai)
Ulangan
Perlakuan Jumlah Rataan
U1 U2 U3
M0 10,50 11,50 11,00 33,00 11,00
M1 11,00 12,00 12,00 35,00 11,67
M2 11,50 10,00 10,50 32,00 10,67
M3 11,50 11,50 12,00 35,00 11,67
M4 11,50 12,00 12,00 35,50 11,83
Jumlah 170,50 56,83
38
The SAS System 19:27
Thursday, April 6, 2020 1
Perlakuan 5 M0 M1 M2 M3 M4
39
The SAS System 19:27
Thursday, April 6, 2020 2
Sum of
Source DF Squares Mean Square
F Value Pr > F
40
The SAS System 19:27
Thursday, April 6, 2020 3
NOTE: This test controls the Type I comparisonwise error rate, not the
experimentwise error
rate.
Alpha 0.05
Error Degrees of Freedom 10
Error Mean Square 0.266667
Number of Means 2 3 4
5
Critical Range 0.939 0.982 1.007
1.023
A 11.8333 3 M4
A
A 11.6667 3 M1
A
A 11.6667 3 M3
A
A 11.0000 3 M0
A
A 10.6667 3 M2
41
3. Diameter Batang umur 6 MST (cm)
Ulangan
Perlakuan Jumlah Rerata
U1 U2 U3
M0 2,23 2,55 2,70 7,47 2,49
M1 2,46 2,57 2,55 7,58 2,53
M2 2,59 2,28 2,69 7,56 2,52
M3 2,24 2,58 2,46 7,28 2,43
M4 2,54 2,68 2,82 8,03 2,68
Jumlah 37,90 12,63
42
The SAS System 19:23
Thursday, April 6, 2020 1
Perlakuan 5 M0 M1 M2 M3 M4
43
The SAS System 19:23
Thursday, April 6, 2020 2
Sum of
Source DF Squares Mean Square
F Value Pr > F
44
The SAS System 19:23
Thursday, April 6, 2020 3
NOTE: This test controls the Type I comparisonwise error rate, not the
experimentwise error
rate.
Alpha 0.05
Error Degrees of Freedom 10
Error Mean Square 0.02662
Number of Means 2 3 4
5
Critical Range .2968 .3102 .3180
.3231
A 2.6800 3 M4
A
A 2.5267 3 M0
A
A 2.5267 3 M1
A
A 2.5200 3 M2
A
A 2.4267 3 M3
45
4. Berat Tongkol Berkelobot (g)
46
The SAS System 19:29
Thursday, April 6, 2020 1
Perlakuan 5 M0 M1 M2 M3 M4
47
The SAS System 19:29
Thursday, April 6, 2020 2
Sum of
Source DF Squares Mean Square
F Value Pr > F
48
The SAS System 19:29
Thursday, April 6, 2020 3
NOTE: This test controls the Type I comparisonwise error rate, not the
experimentwise error
rate.
Alpha 0.05
Error Degrees of Freedom 8
Error Mean Square 2434.271
Harmonic Mean of Cell Sizes 2.142857
Number of Means 2 3 4
5
Critical Range 109.9 114.5 117.1
118.7
A 514.50 1 M3
A
A 507.83 3 M4
A
A 488.17 3 M1
A
A 459.33 3 M0
A
A 437.83 3 M2
49
5. Berat Tongkol Tanpa Berkelobot (g)
50
The SAS System 19:37
Thursday, April 6, 2020 1
Perlakuan 5 M0 M1 M2 M3 M4
51
The SAS System 19:37
Thursday, April 6, 2020 2
Sum of
Source DF Squares Mean Square
F Value Pr > F
52
The SAS System 19:37
Thursday, April 6, 2020 3
NOTE: This test controls the Type I comparisonwise error rate, not the
experimentwise error
rate.
Alpha 0.05
Error Degrees of Freedom 8
Error Mean Square 1573.229
Harmonic Mean of Cell Sizes 2.142857
Number of Means 2 3 4
5
Critical Range 88.36 92.08 94.16
95.41
A 390.50 1 M3
A
A 374.00 3 M4
A
A 360.83 3 M1
A
A 339.67 3 M0
A
A 318.00 3 M2
53
6. Diameter Buah (cm)
54
The SAS System 19:34
Thursday, April 6, 2020 1
Perlakuan 5 M0 M1 M2 M3 M4
55
The SAS System 19:34
Thursday, April 6, 2020 2
Sum of
Source DF Squares Mean Square
F Value Pr > F
56
The SAS System 19:34
Thursday, April 6, 2020 3
NOTE: This test controls the Type I comparisonwise error rate, not the
experimentwise error
rate.
Alpha 0.05
Error Degrees of Freedom 8
Error Mean Square 0.095825
Harmonic Mean of Cell Sizes 2.142857
Number of Means 2 3 4
5
Critical Range .6896 .7187 .7349
.7446
A 5.5300 1 M3
A
A 5.4700 3 M4
A
A 5.3367 3 M0
A
A 5.2533 3 M1
A
A 5.0733 3 M2
57
7. Berat Basah Tanaman (g)
58
The SAS System 19:38
Thursday, April 6, 2020 1
Perlakuan 5 M0 M1 M2 M3 M4
59
The SAS System 19:38
Thursday, April 6, 2020 2
Sum of
Source DF Squares Mean Square
F Value Pr > F
60
The SAS System 19:38
Thursday, April 6, 2020 3
NOTE: This test controls the Type I comparisonwise error rate, not the
experimentwise error
rate.
Alpha 0.05
Error Degrees of Freedom 8
Error Mean Square 29930.75
Harmonic Mean of Cell Sizes 2.142857
Number of Means 2 3 4
5
Critical Range 385.4 401.6 410.7
416.2
A 775.2 3 M1
A
A 721.8 3 M4
A
A 639.5 3 M0
A
A 620.2 3 M2
A
A 616.0 1 M3
61
8. Berat Kering Tanaman (g)
62
The SAS System 19:39
Thursday, April 6, 2020 1
Perlakuan 5 M0 M1 M2 M3 M4
63
The SAS System 19:39
Thursday, April 6, 2020 2
Sum of
Source DF Squares Mean Square
F Value Pr > F
64
The SAS System 19:39
Thursday, April 6, 2020 3
NOTE: This test controls the Type I comparisonwise error rate, not the
experimentwise error
rate.
Alpha 0.05
Error Degrees of Freedom 8
Error Mean Square 5255.563
Harmonic Mean of Cell Sizes 2.142857
Number of Means 2 3 4
5
Critical Range 161.5 168.3 172.1
174.4
A 309.67 3 M1
A
A 268.50 1 M3
A
A 260.17 3 M4
A
A 232.00 3 M2
A
A 212.67 3 M0
65
Lampiran 6. Dokumentasi Penelitian
Pemberian Pupuk Urea Pada Tanaman Pemberian Pupuk Kcl Pada Tanaman
66
Melakukan pengamatan tinggi tanaman Melakukan pengamatan diameter batang
67
Pengukuran diameter tongkol Pengovenan Tanaman
68