0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan79 halaman

Mikoriza Arbuskular dan Jagung Manis

Skripsi ini membahas tentang aplikasi mikoriza arbuskular pada pertumbuhan dan hasil jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan jenis mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mikoriza dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis.

Diunggah oleh

oioioio
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan79 halaman

Mikoriza Arbuskular dan Jagung Manis

Skripsi ini membahas tentang aplikasi mikoriza arbuskular pada pertumbuhan dan hasil jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan jenis mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mikoriza dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis.

Diunggah oleh

oioioio
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKRIPSI

APLIKASI MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP


PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS
(Zea mays convar. saccharata Sturt)

UIN SUSKA RIAU

Oleh:

AHMAD IHSAN
11582100943

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
PEKANBARU
2021
SKRIPSI

APLIKASI MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP


PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS
(Zea mays convar. saccharata Sturt)

UIN SUSKA RIAU

Oleh:

AHMAD IHSAN
11582100943

Diajukan sebagai salah satu syarat


Untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
PEKANBARU
2021
HALAMAN PENGESAHAN

Judul : Aplikasi Mikoriza Arbuskular Terhadap Pertumbuhan dan


Hasil Jagung Manis (Zea mays convar. saccharata Sturt)

Nama : Ahmad Ihsan

NIM : 11582100943

Program Studi : Agroteknologi

Menyetujui,
Setelah diuji pada tanggal, 21 Juli 2021

Pembimbing I Pembimbing II

Rita Elfianis, S.P., [Link]. Dr. Syukria Ikhsan Zam


NIK. 130 817 066 NIP. 19810107 200901 1 008

Mengetahui:

Dekan, Ketua,
Fakultas Pertanian dan Peternakan Program Studi Agroteknologi

Dr. Arsyadi Ali, [Link], M. Agr. Sc Dr. Syukria Ikhsan Zam


NIP. 19710706 200701 1 031 NIP. 19810107 200901 1 008
HALAMAN PERSETUJUAN

Skripsi ini telah diuji dan dipertahankan di depan tim penguji ujian
Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian dan Peternakan
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
dan dinyatakan lulus pada tanggal 21 Juli 2021

No Nama Jabatan Tanda Tangan

1. Dr. Ahmad Taufiq Arminudin, [Link] KETUA 1. ____________

2. Rita Elfianis, S.P., [Link] SEKRETARIS 2. ____________

3. Dr. Syukria Ikhsan Zam ANGGOTA 3. ____________

4. Novita Hera, S.P., M.P ANGGOTA 4. ____________

5. Siti Zulaiha, [Link] ANGGOTA 5. ____________


PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa:


1. Karya tulis saya berupa skripsi ini adalah asli dan belum pernah diajukan
untuk mendapatkan gelar akademik apapun (sarjana, tesis, disertasi dan
sebagainya), baik di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
maupun di perguruan tinggi lainnya.
2. Karya tulis ini murni penelitian saya sendiri, tanpa bantuan pihak lain, kecuali
arahan tim dosen pembimbing dan hak publikasi pada karya tulis ini ada pada
penulis, pembimbing I dan pembimbing II.
3. Dalam karya tulis ini tidak terdapat karya atau pendapat yang telah ditulis
atau dipublikasikan orang lain, kecuali secara tertulis dengan jelas
dicantumkan sebagai acuan dalam naskah dengan disebutkan nama
pengarangnya dan dicantumkan pula di dalam daftar pustaka.
4. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila dikemudian hari
terdapat penyimpangan dan ketidak benaran dalam pernyataan saya ini, maka
saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan gelar yang telah
diperoleh karena karya tulis ini, serta sanksi lainnya sesuai dengan norma
hukum yang berlaku di perguruan tinggi dan Negara Republik Indonesia.

Pekanbaru, Juli 2021


Yang membuat pernyataan,

Ahmad Ihsan
NIM. 11582100943
PERSEMBAHAN

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu, Dia telah menciptakan manusia dari
segumpal darah Bacalah, dan Tuhanmulah yang maha mulia, Yang mengajar
manusia dengan pena, Dia mengajarkan manusia
apa yang tidak diketahuinya
(QS: Al-’Alaq 1-5)
Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
(QS: Ar-Rahman 13)
“Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan ”.
(Q.S. Al- Insyirah: 5)

Ya Allah,
Ku lalui semua waktu yang telah engkau takdirkan menjadi jalan hidupku,
bahagiaku, sedihku kulalui bersama orang-rang yang memberi ku sejuta semangat
dan pengalaman, dan engkau beri hitam, putih hingga warna-warna yang indah
dalam setiap perjalanan hidupku, ku bersujud dihadapan mu ya allah, Engkau
berikan aku Kesempatan untuk bisa sampai Di penghujung awal perjuanganku.
Segala Puji bagi Mu ya Allah.

Alhamdulillahirobbil’alamin..
Sujud syukurku kusembahkan kepadamu Tuhan yang Maha Agung nan Maha
Tinggi nan Maha Adil nan Maha Penyayang, atas takdirmu telah kau jadikan aku
manusia yang senantiasa berpikir, berilmu, beriman dan bersabar dalam menjalani
kehidupan ini. Serta lantunan sholawat beriring salam penggugah hati dan jiwa,
menjadi persembahan penuh kerinduanku pada sang penerang ialah Baginda
Rasullah Muhammad SAW.

Lantunan Al-fatihah beriring shalawat dalam sholatku, ku selalu berdoa dalam


syukurku, ku menunduk meminta terimakasih kepadamu kupersembahkan karya
kecilku untuk Alm Ayah dan Ibu tercinta, yang selalu ikut berdoa disepanjang
perjuangan ku serta tak hentinya memberiku semangat, doa, dorongan, nasehat
dan kasih sayang serta pengorbanan yang tak tergantikan.
Ayah... Ibu...
Terimalah bukti kecil ini sebagai kado perjuanganku untuk membalas semua
pengorbananmu.. dalam hidupmu demi hidupku kalian iklas mengorbankan segala
perasaan tanpa mengenal lelah, dalam lapar berjuang separuh nyawa hingga
segalannya.. Maafkan anakmu ini, masih saja ananda menyusahkanmu.
Menuju hari depan yang cerah, kini aku bersimpuh di tengah-tengah pusaran
kalian. Maka, sambutlah aku anakmu di depan pintu tempat dimana dulu anakmu
mencium tanganmu dan terimalah keberhasilan berwujud gelar persembahanku
sebagai bukti cinta dan tanda baktiku...

Di setiap sujud ku dalam lima waktu mulai fajar terbit hingga terbenam.. seraya
tanganku menadah”..ya Allah ya Rahman ya Rahim... Terimakasih ya allah atas
segala izin mu kau tempatkan aku diantara kedua malaikatmu yang setiap waktu
ikhlas menjagaku,, mendidikku,,
membimbingku dengan baik,, Ya Allah berikanlah balasan setimpal syurga
firdaus untuk mereka dan jauhkanlah mereka nanti dari panasnya sengat
hawa api nerakamu..

Terimakasih dosen pembimbingku


Ibu Rita Elfianis dan Bapak Syukria Ikhsan Zam, atas bimbingan dan arahannya
serta dosen-dosenku terimakasih atas semua ilmu yang engkau berikan semoga
menjadi berkah bagiku dunia dan akhirat.

Sahabat-sahabatku …
Tiada kata ucapan kasih bersandingkan rindu untuk para teman-teman ku.
Terima kasih, semoga persahabatan ini abadi di dunia dan akhirat, serta ku
ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah sudi membantu dan doa.
Kesuksesan bukanlah suatu kesenangan, bukan juga suatu kebanggaan, Hanya
suatu perjuangan dalam menggapai sebutir mutiara keberhasilan…
UCAPAN TERIMAKASIH

Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh

Alhamdulillahirabbil‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa ta’ala


Tuhan semesta alam yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga
penulis dapat melaksanakan dan menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Shalawat
dan salam penulis ucapkan untuk junjungan alam baginda Rasulullah Muhammad
Shalallaahu alaihi Wassalaam.

Skripsi saya yang berjudul “Aplikasi Mikoriza Arbuskular Terhadap


Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays convar. saccharata Sturt)”
merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada
Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas
Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Dalam pelaksanaan dan penyusunan skripsi ini penulis menyampaikan


terimakasih yang tidak terhingga kepada:

1. Kedua orang tua tercinta Alm Ayahanda Ambar Irawan (Tasim) dan Ibunda
Helmirissa, terimakasih atas segala yang telah dilakukan untuk penulis, atas
setiap cinta yang terpancar serta doa dan restu serta materil yang sangat luar
biasa kepada penulis. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala selalu melindungi,
serta membalas dan meridhoi segala ketulusan dan pengorbanan yang telah
diberikannya.
2. Kakak Helta Hanika, [Link], dan adikku Muhammad Zikri yang senantiasa
memberikan motivasi, mendoakan, serta memberikan dukungan dan support
yang sangat luar biasa kepada penulis.
3. Bapak Dr. Arsyadi Ali, [Link]., [Link]. Sc selaku Dekan Fakultas Pertanian dan
Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
4. Bapak Dr. Irwan Taslapratama, [Link]. selaku Wakil Dekan 1, Ibu Dr. Ir. Eva
Wati. selaku Wakil Dekan II dan Bapak Dr. Syukria Ikhsan Zam selaku Wakil
Dekan III Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan
Syarif Kasim Riau.
5. Bapak Dr. Syukria Ikhsan Zam. sebagai Ketua Program Studi Agroteknologi
Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif
Kasim Riau.
6. Ibu Rita Elfianis, S.P., [Link]. Sebagai pembimbing I dan Bapak Dr. Syukria
Ikhsan Zam, Sebagai pembimbing II dan pembimbing akademik penulis yang
dengan penuh kesabaran membimbing, memberi motivasi dan arahan kepada
penulis sampai dengan selesainya skripsi ini.
7. Ibu Novita Hera, S.P., M.P. Selaku penguji I serta Ibu Siti Zulaiha, [Link].
Sebagai penguji II yang telah memberikan masukkan berupa kritik dan saran
kepada penulis dengan tujuan terselesaikannya skripsi ini dengan baik.
8. Bapak dan Ibu dosen Program Studi Agroteknologi dan seluruh staf Fakultas
Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
yang telah mengajarkan banyak ilmu dan pengalaman yang berguna selama
penulis kuliah.
9. Keluarga Besar Lokal D Agroteknologi 2015: Wibowo Tri Sanjaya, S.P.,
Wirgo Ananta, S.P., Farid Suganda Adri., Dewi Puritasari Novianingrum,
S.P., Ella, S.P., Eriza Safitri, S.P., Intan Lorenza, S.P., Lestari Rukmana, S.P.,
Marlisa, S.P., Minja Putri Lahisuma., Nur Azmi, S.P., Putri Rahayu, S.P., Resi
Pratiwi Amalia, S.P., Rina Setiawati, S.P., Romin Rafika Saputri, S.P.
10. Keluarga Besar Kos Gembel Elite: Angga Permana, S.H., Fisal Amir, S.P.,
Andi Risman Pinem, [Link]., Weldi Apradana, S.E., Muhammad Hafidzol,
[Link]., Sri Bintang Pamungkas, [Link]., Agung Syaiful Rahman, Abdi
Setiawan, Alwis, Risky Pranadisastra, S.T., Ridoan Mubarok Hasibuan,
Alpian Arbi Harahap, [Link].
11. Teman-teman Selama Penelitian dan Skripsi: Astutiah Ningsih, S.P., Alfin
Syahri Rahman, S.P., Muliadinur, S.P., Vendi Siswanto, S.P., Gusti Nadra,
S.P., Saryono, Zunaidi, Andika Ramadani, Febri Mursanto, Dwi Wiryo
Handoko.
12. Teman-teman Seven Perfect Squad: Chicco Indra Supandri, S.M., Giok Ade
Surti, S.P., Dedi Bambang Wagiono, Agung Syaiful Rahman, Govinda
Novriga, Rika Nasutra, Iwan Zulfianto.
13. Teman-teman seperjuangan PKL di Cianjur Jawa Barat, teman-teman KKN
Desa Danau Baru, Teman-teman Angkatan Alumni Particullar Generation
Pondok Pesantren Khairul Ummah, Teman-teman Agroteknologi Angkatan
2015, yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan
semangat dan motivasi kepada penulis, baik pada saat perkuliahan maupun
pada saat penyusunan skripsi ini.

Penulis berharap dan mendoa kan semoga semua yang telah kita lakukan
dengan ikhlas dihitung amal ibadah oleh Allah Subbahanahu Wa’taala, Amin
yarobbal’alamin.

Wassalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh

Pekanbaru, Juli 2021

Penulis
RIWAYAT HIDUP

Ahmad Ihsan dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1996


di Medan, Provinsi Sumatera Utara. Lahir dari pasangan
Ayahanda Alm. Ambar Irawan (Tasim) dan Ibunda
Helmirisa, dan merupakan anak ke 2 dari 3 bersaudara.
Mengawali pendidikan dasar pada tahun 2003 di SDN
010 Desa Air Putih, Kecamatan Lubuk Batu Jaya,
Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, dan lulus pada
tahun 2009.

Pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2015, penulis melanjutkan pendidikan ke
Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di Pondok Pesantren
Khairul Ummah, Desa Batu Gajah, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri
Hulu, Provinsi Riau.

Pada tahun 2015 melalui jalur SNMPTN, penulis diterima menjadi mahasiswa
pada Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian dan Peternakan
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Pada Bulan Juli 2017
melaksanakan Praktek Kerja Lapang (PKL) di Balai Penelitian Tanaman Hias
(Balithi), Desa Ciherang, Kecamatan Segunung, Kabupaten Cianjur, Provinsi
Jawa Barat, khusus di bagian kultur jaringan pada tanaman hias gerbera. Pada
Bulan Juli sampai bulan Agustus 2018 penulis melaksanakan Kuliah Kerja Nyata
(KKN) di Desa Danau Baru, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu,
Provinsi Riau.

Penulis telah melaksanakan penelitian pada bulan November sampai Februari


2019 dengan judul “Aplikasi Mikoriza Arbuskular Terhadap Pertumbuhan dan
Hasil Jagung Manis (Zea mays convar. saccharata Sturt)” di bawah bimbingan
Ibu Rita Elfianis, S.P., [Link]. dan Bapak Dr. Syukria Ikhsan Zam.
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa ta’ala yang telah melimpahkan


rahmat dan hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan
judul “Aplikasi Mikoriza Arbuskular Terhadap Pertumbuhan dan Hasil
Jagung Manis (Zea mays convar. saccharata Sturt)”. Skripsi ini dibuat sebagai
syarat untuk melaksanakan seminar hasil
Penulis mengucapkan terima kasih kepada kepada kedua orang tua
almarhum Bapak Ambar Irawan (Tasim) dan Ibu Helmiriza serta seluruh keluarga
besar yang selalu mengiringi dalam setiap do’a. Terima kasih kepada Ibu Rita
Elfianis, S.P., [Link]. selaku dosen pembimbing I dan Bapak Dr. Syukria Ikhsan
Zam selaku dosen pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan dan
motivasi sampai selesainya skripsi ini, serta seluruh rekan-rekan mahasiswa yang
telah banyak membantu dan mendukung penulis dalam penyelesaian skripsi ini.
Penulis ucapkan beribu kata terima kasih dan semoga mendapatkan balasan dari
Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi
kesempurnaan penulisan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita
semua baik untuk masa kini maupun untuk masa yang akan datang.

Pekanbaru, Juli 2021

Penulis

i
APLIKASI MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP PERTUMBUHAN
DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays convar. saccharata Sturt)

Ahmad Ihsan (11582100943)


Di bawah bimbingan Rita Elfianis dan Syukria Ikhsan Zam

INTISARI

Jagung manis merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang


banyak dibudidayakan karena memiliki rasa lebih manis dan umur panen yang
lebih cepat. Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung
manis yaitu dengan pemberian pupuk hayati mikoriza arbuskular. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis mikoriza arbuskular yang terbaik
terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Penelitian ini telah dilaksanakan
pada Bulan November 2019 sampai Februari 2020 di Lahan Percobaan dan
Laboratorium Agronomi dan Agrostologi, Fakultas Pertanian dan Peternakan,
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian menggunakan
metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yaitu dosis mikoriza
arbuskular yang terdiri dari lima taraf perlakuan (5 g/tanaman, 10 g/tanaman, 15
g/tanaman, dan 20 g/tanaman) yang diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang
diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat tongkol
berkelobot, berat tongkol tanpa berkelobot, diameter tongkol, berat basah dan
berat kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mikoriza arbuskular
dengan dosis yang berbeda belum mampu meningkatkan tinggi tanaman, diameter
batang, jumlah daun, bobot tongkol jagung berkelobot, bobot tongkol jagung
tanpa berkelobot, diameter buah, berat basah, berat kering dan hasil produksi
tanaman jagung manis. Kesimpulannya tidak terdapat dosis mikoriza terbaik
terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Hal tersebut ditunjukkan dengan
tidak adanya pengaruh yang signifikan terhadap semua parameter yang diamati.

Kata kunci : jagung, mikoriza, pertumbuhan, hasil

ii
APPLICATION OF ARBUSCULAR MYCORRHIZAE ON GROWTH AND
YIELD OF SWEET CORN (Zea mays convar. saccharata Sturt)

Ahmad Ihsan (11582100943)


Under guidance by Rita Elfianis and Syukria Ikhsan Zam

ABSTRACT

Sweet corn is one of the most cultivad food crop commodities because it
has a sweeter taste and a shorter harvest age. One of the efforts to increase the
growth and yield of sweet corn is the provision of arbuscular Mycorrhizal
biofertilizer. The purpose of this study was to obtain the best Arbuscular
Mycorrhizae dosage for the growth and yield of sweet corn. This research was
conducted from November 2019 to February 2020 in the Experimental Field and
Laboratory of Agronomy and Agrostology, Faculty of Agriculture and Animal
Science, State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau. The research
method used a completely randomized design (CRD), namely arbuscular
mycorrhizal doses consisting of five treatment levels (5 g/plant, 10 g/plant, 15
g/plant, and 20 g/plant) which were repeated three times. The parameters
observed were plant height, number of leaves, stem diameter, weight of cob with
weight, ear weight without ear weight, ear diameter, wet weight and dry weight of
the plant. The results showed that giving arbuscular mycorrhiza with different
doses was not able to increase plant height, stem diameter, number of leaves,
weight of corn cobs with weight, weight of corn cob without weight, fruit
diameter, wet weight, dry weight and yield of sweet corn. In conclusion there is no
best arbuscular mycorrhizal dose on the growth and yield of sweet corn. This is
indicated by the absence of a significant effect on all observed parameter.

Keywords: corn, mycorrhizae, growth, yield.

iii
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR .............................................................................. i
INTISARI.................................................................................................. ii
ABSTRAK ................................................................................................ iii
DAFTAR ISI ............................................................................................. iv
DAFTAR TABEL ..................................................................................... vi
DAFTAR GAMBAR ................................................................................ vii
DAFTAR SINGKATAN .......................................................................... viii
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. ix

I. PENDAHULUAN ............................................................................. 1
1.1. Latar Belakang ............................................................................ 1
1.2. Tujuan Penelitian ........................................................................ 3
1.3. Manfaat Penelitian ...................................................................... 3
1.4. Hipotesis ..................................................................................... 3

II. TINJAUAN PUSTAKA ..................................................................... 4


2.1. Tinjauan Umum Jagung Manis ..................................................... 4
2.2. Syarat Tumbuh Jagung Manis .................................................... 5
2.3. Budidaya Jagung Manis ....................................................................... 5
2.4. Pupuk Hayati Mikoriza Arbuskular ..................................................... 7

III. MATERI DAN METODE .................................................................. 9


3.1. Waktu dan Tempat ...................................................................... 9
3.2. Bahan dan Alat ............................................................................ 9
3.3. Metode Penelitian ....................................................................... 9
3.4. Pelaksanaan Penelitian ................................................................ 9
3.5. Parameter Pengamatan ................................................................ 12
3.6. Analisis Data ............................................................................... 13

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN .......................................................... 14


4.1. Tinggi Tanaman .......................................................................... 14
4.2. Jumlah Daun ............................................................................... 15
4.3. Diameter Batang ......................................................................... 16
4.4. Berat Tongkol Berkelobot ........................................................... 17
4.5. Berat Tongkol Tanpa Berkelobot ................................................ 18
4.6. Diameter Buah ............................................................................ 19
4.7. Berat Basah Tanaman ................................................................. 20

iv
4.8. Berat Kering Tanaman ................................................................ 21

V. PENUTUP ............................................................................................ 23
5.1. Kesimpulan ................................................................................. 23
5.2. Saran ........................................................................................... 23

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 24


LAMPIRAN .............................................................................................. 29

v
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman
3.1. Tabel Sidik Ragam ............................................................................. 14
4.1. Rerata Tinggi Tanaman ..................................................................... 14
4.2. Rerata Jumlah Daun .......................................................................... 15
4.3. Rerata Diameter Batang .................................................................... 16
4.4. Rerata Berat Tongkol Berkelobot ..................................................... 17
4.5. Rerata Berat Tongkol Tanpa Berkelobot .......................................... 18
4.6. Rerata Diameter Buah ....................................................................... 19
4.7. Rerata Berat Basah Tanaman ............................................................ 20
4.8. Rerata Berat Kering Tanaman ........................................................... 21

vi
DAFTAR GAMBAR

Tabel Halaman
2.1. Jagung Manis ..................................................................................... 4

vii
DAFTAR SINGKATAN

BPTP Balai Pengkajian Teknologi Pertanian


BST Bulan Setelah Tanam
DMRT Duncan’s Multiple Range Test
HST Hari Setelah Tanam
MA Mikoriza Arbuskular
MST Minggu Setelah Tanam
OTS Olah Tanah Sempurna
RAL Rancangan Acak Lengkap

viii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman
1. Deskripsi Jagung Manis Varietas Bonanza F1 .................................. 29
2. Tata Letak Penelitian Menurut RAL.................................................. 31
3. Tata Letak Jumlah Tanaman per Bedengan ....................................... 32
4. Bagan Alur Pelaksanaan Penelitian ................................................... 33
5. Hasil Analisis Sidik Ragam ............................................................... 34
6. Dokumentasi Penelitian ..................................................................... 42

ix
I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Jagung manis merupakan salah satu komoditas pangan yang telah banyak
dibudidayakan karena memiliki rasa lebih manis dan umur panen yang lebih cepat
dibandingkan dengan jagung biasa (Seipin dkk., 2016). Pusat produksi jagung
tersebar di berbagai wilayah Indonesia, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur dan
Madura, selanjutnya meluas ditanam di luar Pulau Jawa (Hayati, dkk 2011).
Menurut Iskandar (2003), setiap 100 g jagung manis yang dikonsumsi
mengandung 96 kalori; karbohidrat 22,8 g; protein 3,5 g; lemak 1,0 g; P 111 mg;
Fe 0,7 mg; dan air 72,7 g.
Permintaan terhadap jagung manis terus meningkat sejalan dengan
pertambahan penduduk yang diikuti dengan meningkatnya kesadaran akan
manfaat tanaman pangan dalam memenuhi gizi keluarga, sehingga produksi
jagung manis perlu terus ditingkatkan. Berdasarkan data Kementerian Pertanian
(2020), produksi jagung di Indonesia mengalami peningkatan yaitu pada tahun
2018 sebesar 21,66 juta ton, pada tahun 2019 sebesar 22,59 juta ton dan pada
tahun 2020 sebesar 23,95 juta ton. Peningkatan produksi jagung tersebut dapat
disebabkan karena adanya perluasan areal tanam, baik di lahan sawah, lahan
kering, di lahan perkebunan, atau di lahan-lahan pinggir hutan.
Usaha untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman jagung yang optimal,
selain memperhatikan syarat tumbuh yang ideal, tetapi juga pemeliharaan di
antaranya seperti suplai unsur hara. Salah satu upaya untuk meningkatkan unsur
hara yang tersedia di dalam tanah untuk mencukupi kebutuhan tanaman yaitu
dengan dilaksanakannya pemupukan (Duaja dkk., 2013). Pemupukan bertujuan
untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman agar
dapat dicapai produksi dan kualitas hasil tanaman yang tinggi (Wijaya, 2008).
Pupuk yang digunakan dapat berupa pupuk organik dan pupuk anorganik.
Pupuk organik merupakan pupuk yang didapat langsung dari alam
misalnya fosfat alam, pupuk kandang, trichompos dan sebagainya. Pupuk organik
dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, tetapi dalam
penggunaannya diperlukan dalam jumlah yang besar dibandingkan dengan pupuk
anorganik dalam luasan yang sama (Purnomo dkk., 2013).

1
Penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus dan berlebihan dapat
menurunkan kesuburan tanah dan merusak lingkungan sehingga penggunaan
pupuk anorganik perlu dikurangi dengan meningkatkan penggunaan pupuk hayati.
Pupuk hayati memberikan alternatif yang tepat untuk memperbaiki, meningkatkan
dan mempertahankan kualitas tanah, sehingga mampu meningkatkan
pertumbuhan dan menaikkan hasil maupun kualitas berbagai tanaman dengan
signifikan (Simarmata., 2005). Salah satu pupuk hayati yang dapat dijadikan
sebagai alternatif adalah mikoriza arbuskular.
Mikoriza mempunyai kemampuan untuk berasosiasi dengan hampir 90%
jenis tanaman (Hanafiah dkk., 2009). Mikoriza merupakan fungi yang mampu
bersimbiosis dengan akar tanaman, serta mampu memberikan manfaat bagi
tanaman inang. Nyimas dkk. (2011), menyatakan bahwa mikoriza memiliki
kemampuan membantu tanaman inang dalam menyerap unsur hara yang
diperlukan untuk proses fotosintesis, sedangkan tanaman memberikan fotosintat
bagi kelangsungan hidup jamur mikoriza. Halis dkk. (2008) menambahkan bahwa
mikoriza arbuskular hifanya tumbuh dan berkembang hingga ke jaringan korteks
akar tanaman, sehingga mampu meningkatkan serapan P dan unsur hara lainnya,
seperti N, K, Zn, Co, S dan Mo dari dalam tanah, meningkatkan ketahanan
terhadap kekeringan dan sebagai pelindung tanaman dari infeksi patogen akar.
Hasil penelitian Santosa dkk. (2016) menunjukkan bahwa pemberian
mikoriza dengan dosis 6 g/tanaman merupakan dosis yang efektif untuk
pertumbuhan dan produksi jagung manis di lahan gambut. Pemberian dosis 6–10
g/tanaman menghasilkan berat kering tanaman, panjang tongkol, berat tongkol
tanpa kelobot dan produksi per plot berbeda tidak nyata dan lebih baik
dibandingkan perlakuan lainnya. Hartanti (2014) menambahkan bahwa pemberian
mikoriza berpengaruh nyata terhadap parameter batang, panjang tongkol dan
meningkatkan bobot tongkol berkelobot, sebesar 17,9% dibandingkan tanpa
pemberian mikoriza. Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis telah
melaksanakan penelitian dengan judul “Aplikasi Mikoriza Arbuskular
Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays convar.
saccharata Sturt)”.

2
1.2. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis mikoriza arbuskular
yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis.

1.3. Manfaat
Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang
pemanfaatan mikoriza arbuskular pada jagung manis.

1.4. Hipotesis Penelitian


Terdapat dosis mikoriza arbuskular terbaik dalam meningkatkan
pertumbuhan dan hasil jagung manis.

3
II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tinjauan Umum Jagung Manis


Menurut Zulkarnain (2013) jagung manis diklasifikasikan sebagai berikut:
Kerajaan: Plantae; Divisi: Spermatophyta; Anak divisi: Angiospermae; Kelas:
Monokotiledon; Bangsa: Poales; Suku: Poaceae; Marga: Zea; Jenis: Z. mays;
Convar.: Zae mays saccharata Sturt. Morfologi jagung manis dapat dilihat pada
Gambar 2.1.

Gambar 2.1. Jagung Manis

Jagung mempunyai akar serabut dengan tiga macam akar, yaitu akar
seminal, akar adventif dan akar kait atau penyangga (Subekti dkk., 2007).
Tanaman jagung mempunyai batang yang tidak bercabang, berbentuk silindris,
dan terdiri atas sejumlah ruas dan buku ruas. Batang memiliki tiga komponen
jaringan utama, yaitu kulit (epidermis), jaringan pembuluh (vaskuler bundles), dan
pusat batang (Tanty, 2011). Batang tanaman jagung bulat silindris, yang masih
muda berwarna hijau dan rasanya manis karena banyak mengandung zat gula,
beruas-ruas, dan pada bagian pangkal beruas sangat pendek dengan jumlah sekitar
8-20 ruas.
Menurut Syukur dan Rifianto (2013), jagung memiliki daun-daun panjang,
berbentuk rata meruncing dan memiliki tulang daun yang sejajar seperti daun-
daun tanaman monokotil pada umumnya. Zulkarnain (2013), menyatakan
tanaman jagung merupakan tanaman berumah satu (monoecious), di mana bunga
jantan (berupa malai atau tessel) dan bunga betina (berupa tongkol atau pistil)
terletak pada bagian yang berbeda pada tanaman yang sama. Tongkol jagung
diselimuti oleh daun kelobot dan tongkol jagung yang terletak pada bagian atas

4
umumnya lebih dahulu terbentuk dan lebih besar dibandingkan yang terletak pada
bagian bawah.

2.2. Syarat Tumbuh Jagung Manis


Tanah sebagai tempat tumbuh jagung harus mempunyai kandungan hara
yang cukup, tersedianya zat makanan didalam tanah sangat menunjang proses
pertumbuhan tanaman hingga menghasilkan. Jagung manis tidak memerlukan
persyaratan tanah khusus, namun akan memberikan produksi optimum pada tanah
yang gembur, subur dan kaya humus serta sangat baik ditanam awal musim hujan
atau menjelang musim kemarau (BPTP Riau, 2010).
Menurut Wirosoedarmo dkk.(2011), jagung dapat tumbuh baik dengan
ketinggian antara 0 – 1200 mdpl. Menurut Syukur dan Rifianto (2013), kondisi
pH tanah yang cocok untuk pertumbuhan jagung manis berkisar 6,0–6,5, suhu
tanah optimum untuk perkecambahan biji adalah 21–27°C dan pertumbuhan bibit
tanaman terbaik pada suhu antara 21–30°C. Beberapa kultivar dapat dipanen
paling cepat pada umur 70 hari (18–24 hari setelah penyerbukan), sedangkan
kultivar umum memerlukan hari panen lebih dari 110 hari.

2.3. Budi Daya Jagung Manis


2.3.1. Persiapan Benih
BPTP Riau (2010), menyatakan dalam persiapan benih jagung manis
gunakan benih bermutu tinggi baik genetik, fisik dan fisiologi (benih hibrida) dan
berdaya tumbuh >90%, kebutuhan benih antara 20–30 kg/ha. Menurut Zulkarnain
(2013), sebelum menanam di tanah yang lembab (agak basah) hendaknya benih
diberi perlakuan fungisida terlebih dahulu.

2.3.2. Persiapan Lahan


Langkah awal persiapan lahan adalah pembersihan di sekitar area tanam
dari sisa-sisa tanaman dan gulma. Menurut BPTP Riau (2010), gemburkan tanah
hingga kedalaman 30-40 cm, buat bedengan dengan lebar 1 m dan panjangnya
sesuaikan dengan kondisi lahan, jarak antara bedengan 30 cm. pengerjaan olah
tanah merupakan persiapan tanah dan sering dikelompokkan menjadi olah tanah
pertama yang tujuannya untuk menata ulang bongkahan tanah dan struktur tanah,
sehingga air lebih cepat, pertukaran udara yang cukup, serta dapat mengendalikan

5
gulma. Olah tanah kedua untuk menciptakan kondisi tanah yang lebih halus
(Larosa dkk.,2014).

2.3.3. Penanaman
Menurut BPTP Riau (2010), penanaman jagung manis dilakukan pada
jarak tanam 75 x 25 cm, sebanyak 2 benih per lubang tanam dan lubang ditutupi
kembali dengan tanah. Cangkul atau koak tempat menugal benih sesuai dengan
jarak tanam dan berikan pupuk kandang atau kompos 1–2 gengam (+50 – 75 g)
tiap cangkulan atau koakan, sehingga takaran pupuk kandang yang diperlukan
adalah 3,5–5 ton/ha. Menurut Pratama dkk. (2014) menyatakan, kedalaman
tanam terbaik untuk benih jagung manis adalah 5 cm. Pemberian pupuk kandang
dilakukan 3–7 hari sebelum tanam. Pupuk kandang bisa diberikan pada saat tanam
sebagai penutup benih yang baru ditanam atau ditugal. Jarak tanam yang
dianjurkan ada 2 cara, yaitu: (a) 70 x 20 cm dengan 1 benih per lubang tanam, dan
(b) 75 x 40 cm dengan 2 benih per lubang tanam. Dengan jarak tanam seperti ini
populasi mencapai 66.000 – 71.000 tanaman/ha. (BPTP Sulawesi Tengah, 2007).

2.3.4. Pemupukan
Pemupukan tanaman jagung berfungsi sebagai penambah unsur hara di
dalam tanah yang belum tercukupi bagi tanaman. Menurut Trisnadewi dkk.
(2012), dosis pupuk kandang terbaik dalam pemupukan jagung manis adalah 20
ton/ha. Hasil penelitian Jumini dkk. (2011) menunjukan, pertumbuhan dan hasil
jagung manis yang terbaik dijumpai pada kombinasi dosis pupuk urea 500 kg/ha,
TSP 350 kg/ha dan KCl 300 kg/ha. Menurut BPTP Riau (2010), pemupukan
pertama dilakukan dengan tugal pada jarak 5 cm dari lubang tanam, pemupukan
seterusnya dilakukan pada jarak 10 cm dari lubang tanam. Menurut Zulkarnain
(2013), pupuk diberikan di dalam alur antara barisan pada jarak ± 15 cm dari
tanaman dengan kedalaman 5–10 cm.

2.3.5. Pemeliharaan
Kegiatan pemeliharaan jagung manis terdiri dari pengairan, penyiangan,
penjarangan, pembumbunan dan pengendalian hama dan penyakit. Menurut BPTP
Riau (2010), kegiatan pengairan diberikan sesuai kebutuhan, yang penting dijaga
agar tanaman tidak kekurangan atau kelebihan air, selanjutnya penyiangan

6
dilakukan sebanyak tiga kali, pada umur 21 hari setelah tanam (HST), 42 HST
dan menjelang panen. Menurut Admaja (2006), penjarangan tanaman dilakukan
pada 3 minggu setelah tanam (MST). Menurut Syofia dkk. (2014), pembumbunan
dilakukan saat tanaman berumur 4 MST dengan tinggi 5 cm. Menurut BPTP
Sulawesi Tengah (2007), untuk pengendalian hama dan penyakit jagung maka
direkomendasikan menggunakan komponen pengendalian yang meliputi varietas
tahan, kultur teknis, musuh alami dan pestisida.

2.3.6. Panen
Panen pada jagung manis dilakukan tergantung varietas yang digunakan.
Menurut Suntoro dan Astuti (2014), panen dilakukan apabila tanaman
menunjukkan gejala, yaitu rambut jagung mengalami perubahan warna menjadi
coklat dan tongkol telah berisi penuh. Pemanenan dilakukan dengan mematahkan
tongkol jagung tanpa mematahkan batang utama (Larosa dkk., 2014).

2.4. Pupuk Hayati Mikoriza Arbuskular


Pupuk hayati mikoriza adalah inokulan endomikoriza yang hifanya dapat
menembus akar sampai bagian korteks. Endomikoriza mampu bersimbiosis
dengan perakaran tanaman dan berfungsi untuk meningkatkan kemampuan
tanaman menyerap unsur hara. Mikoriza merupakan fungi yang mampu
bersimbiosis dengan akar tanaman serta mampu memberikan manfaat bagi
tanaman inang. Prinsip kerja dari mikoriza adalah menginfeksi sistem perakaran
tanaman inang, memproduksi jalinan hifa secara intensif sehingga tanaman yang
terinfeksi mampu meningkatkan penyerapan unsur hara. Secara umum mikoriza
dikelompokkan menjadi dua tipe yaitu ektomikoriza dan endomikoriza. Salah satu
jenis endomikoriza adalah mikoriza arbuskular (Santosa dkk.,2016)
Mikoriza arbuskular hifanya tumbuh dan berkembang hingga ke jaringan
korteks akar tanaman, sehingga mampu meningkatkan serapan P dan unsur hara
lainnya, seperti N, K, Zn, Co, S dan Mo dari dalam tanah, meningkatkan
ketahanan terhadap kekeringan dan sebagai pelindung tanaman dari infeksi
patogen akar. (Halis dkk, 2008).
Mikoriza arbuskular merupakan jenis fungi yang menguntungkan
pertumbuhan tanaman terutama pada tanah-tanah yang mengalami kekurangan P.

7
Mikoriza arbuskular tidak hanya menguntungkan pertumbuhan tanaman, tetapi
juga meningkatkan kebutuhan fosfat 20% sampai 30% (Susanto, 2005). Mikoriza
arbuskular memiliki struktur hifa yang menjalar luas ke dalam tanah, melampaui
jauh jarak yang dapat dicapai oleh rambut akar. Pada saat P berada di sekitar
rambut akar, maka hifa membantu menyerap P di tempat-tempat yang tidak dapat
dijangkau rambut akar. Daerah akar bermikoriza tetap aktif dalam mengabsorpsi
hara untuk jangka waktu yang lebih lama dibandingkan dengan akar yang tidak
bermikoriza (Rivana dkk.,2016). Peningkatan unsur hara dengan adanya mikoriza
arbuskular pada akar tanaman dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman semakin
meningkat, di mana peningkatan pertumbuhan tanaman dicirikan dengan
meningkatnya bobot kering, pertambahan jumlah dan panjang akar tanaman,
dengan demikian unsur hara yang diserap semakin meningkat (Sartini, 2004).

8
III. BAHAN DAN METODE

3.1. Tempat dan Waktu


Penelitian ini telah dilaksanakan di Lahan Percobaan dan Laboraturium
Agronomi dan Agrostologi, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Islam
Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Jl. H. R. Soebrantas KM. 15 No. 155, pada
Bulan November 2019 sampai Februari 2020,

3.2. Bahan dan Alat


Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih jagung manis
Varietas Bonanza F1, dolomit, Furadan 3G, Regent 50, mikoriza arbuskular, urea,
Kcl, TSP dan pupuk kandang ayam. Adapun alat yang digunakan dalam penelitian
ini adalah cangkul, parang, meteran, gunting, pisau, gembor, penggaris, soil tester,
ember, tugal, timbangan digital, tali rafia, alat tulis, palu dan kamera.

3.3. Metode Penelitian


Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak
lengkap (RAL) yang terdiri dari lima dosis mikoriza arbuskular, yaitu: M0 = tanpa
mikoriza arbuskular (kontrol); M1 = 5 g/tanaman; M2 = 10 g/tanaman; M3 = 15
g/tanaman; dan M4 = 20 g/tanaman. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali,
Sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Tanaman ditanam di bedengan. Setiap
bedengan terdiri dari 12 tanaman sehingga terdapat 180 unit tanaman. Setiap
masing-masing bedengan terdapat 2 tanaman sebagai sampel.

3.4. Pelaksanaan Penelitian


3.4.1. Persiapan Lahan
Sebelum penanaman dilakukan pembersihan lahan dari gulma dan sisa-
sisa tanaman, kemudian dilakukan olah tanah sempurna (OTS). Pengolahan tanah
dilakukan dengan cara dicangkul sedalam 30 cm dan digemburkan sekaligus
pembuatan bedengan. Pembuatan petakan atau bedengan dengan ukuran 2,4 x 0,9
m, tinggi petakan 30 cm, dan jarak antar bedengan 50 cm serta buat saluran
drainase agar tidak terjadi penggenangan ketika hujan.

9
3.4.2. pH Tanah
Pengukuran pH tanah dilakukan dengan menggunakan soil tester.
Pengambilan sampel tanah terdiri dari lima titik yang diambil secara acak. Hasil
dari pengukuran sampel menunjukkan bahwa pH tanah yang telah dilakukan
penelitian tersebut di bawah kriteria pH untuk pertumbuhan jagung manis, maka
telah dilakukan aplikasi pengapuran untuk meningkatkan pH tanah. Tanah pada
lahan penelitian ini pH termasuk ke dalam kategori asam, berkisar dari 5,4 – 5,96
maka dari itu telah dilakukan penetralan pH tanah sebelum melakukan penelitian
menggunakan dolomit.

3.4.3. Pemberian Dolomit


Pemberian dolomit dilakukan pada penelian ini dikarenakan pH tanah
dibawah kriteria pH tanah untuk jagung manis. Pemberian dolomit dilakukan 1
minggu sebelum pemberian pupuk kandang ayam. Menurut BPTP (2016), lahan
kering masam sebaiknya menggunakan kapur pertanian (dolomit atau kalsit)
dengan dosis: pH 4,8 – 5,3 = 2,0 ton/ha, pH 5,3 – 5,5 = 1,0 ton/ha, dan pH 5,5 –
6,0 = 0,5 ton/ha, jadi dosis yang diberikan dalam penelitian ini adalah 148,5
g/bedengan dan diberikan secara merata, sesuai dengan keadaan pH pada tanah
penelitian yaitu 5,4 – 5,96.

3.4.4 Pemberian Pupuk Dasar


Pupuk kandang ayam digunakan sebagai pupuk dasar. Pemberian pupuk
kandang ayam dengan dosis 5,94 kg/bedengan diberikan secara merata ke
bedengan dengan menggunakan cangkul. Kemudian dibiarkan selama 1 minggu
agar pupuk kandang ayam dapat terdekomposisi dengan baik.

3.4.5. Penanaman
Penanaman benih jagung dilakukan dengan jarak tanam 60 x 30 cm. Benih
diberikan sebanyak 2 benih per lubang tanam. Pada lubang tanam dibuat dengan
tugal kayu sedalam 2 cm. Lubang tanam yang telah diberi benih kemudian ditutup
kembali dengan tanah yang gembur. Sebelum penanaman telah dilakukan terlebih
dahulu pemberian label pada masing-masing petak sesuai dengan perlakuan.
Pemberian label ini bertujuan untuk memudahkan dalam penanaman dan
pengamatan di lapangan.

10
3.4.6. Pemberian Perlakuan
Pemberian mikoriza arbuskular dilakukan sesuai dengan dosis perlakuan
(5 g/tanaman, 10 g/tanaman, 15 g/tanaman, dan 20 g/tanaman), yang diberikan
satu kali yaitu pada saat awal penanaman, dengan cara ditaburkan terlebih dahulu
ke dalam lubang tanam sebelum dimasukkan benih jagung manis.
3.4.7. Pemeliharaan
Pemeliharaan dilakukan dengan cara:
1. Penyiraman
Penyiraman dilakukan setiap hari yaitu pagi dan sore hari, jika terjadi
hujan penyiraman tidak dilakukan.
2. Penyiangan
Penyiangan gulma dilakukan 2 minggu sekali, dimulai pada umur tanaman
jagung manis 2 MST secara manual.
3. Penjarangan
Penjarangan dilakukan pada saat tanaman berumur 2 MST dengan
menyisakan satu tanaman sehat. Penjarangan dilakukan dengan cara memotong
bagian batang bawah tanaman tepat berada di permukaan tanah dengan
menggunakan gunting.
4. Pembumbunan
Pembumbunan dilakukan 1 dan 2 bulan setelah tanam (BST) untuk
mengokohkan batang tanaman dan menutupi akar tanaman, sehingga unsur hara
dapat diserap secara optimal.
5. Pemupukan
Pemberian pupuk anorganik seperti TSP diberikan setengah dosis dari
dosis anjuran, pada saat tanaman telah berumur 1 MST dengan dosis 4,25
g/tanaman, pada umur 2 MST pemberian urea 2 g/tanaman dan KCl 3,6
g/tanaman dan pada 6 MST pemberian urea 4 g/tanaman. Pemberian pupuk
dilakukan dengan cara ditabur.
6. Pengendalian hama
Pengendalian hama dilakukan selama masa pemeliharaan tanaman. Hama
yang menyerang tanaman yaitu semut hitam, kepik dan belalang. Pengendalian
hama pada saat tanam dengan memberikan Furadan 3G, ± 5 butir per lubang

11
tanam dengan cara ditaburkan (Setiawan, 2003). Pengendalian berikutnya
dilakukan secara secara fisik dengan mengambil hama menggunakan tangan
maupun dengan cara penyemprotan langsung menggunakan regent 50.

3.4.8. Panen
Panen jagung manis dilakukan pada umur 70 HST dengan kriteria daunnya
sudah mulai menguning, klobot berwarna hijau, rambut tongkol berwarna
kecoklatan dan tongkol terasa keras bila digengam. Pemanenan dilakukan pagi
hari saat suhu udara belum tinggi.

3.5. Parameter Pengamatan


3.5.1. Tinggi Tanaman (cm)
Pengamatan tinggi tanaman dilakukan dengan cara mengukur dari pangkal
batang sampai ujung daun tertinggi tanaman menggunakan meteran. Pengukuran
dimulai pada saat tanaman berumur 2 MST sampai muncul bunga jantan, dengan
interval waktu pengukuran 1 minggu sekali. Data yang dianalisis merupakan data
terakhir yaitu 6 MST.

3.5.2. Diameter Batang (cm)


Pengamatan diameter batang dilakukan pada saat jagung berumur 2 MST
sampai muncul bunga jantan, pengukuran menggunakan jangka sorong dengan
interval waktu pengukuran 1 minggu sekali. Data yang dianalisis merupakan data
terakhir yaitu 6 MST.

3.5.3. Jumlah Daun (Helai)


Pengamatan jumlah daun dilakukan dengan menghitung seluruh daun yang
telah membuka secara sempurna. Penghitungan dilakukan saat tanaman telah
berumur 2 MST sampai muncul bunga jantan dan terus diamati dengan interval
waktu 1 minggu sekali sampai panen. Data yang dianalisis merupakan data
terakhir yaitu 6 MST.

3.5.4. Bobot Tongkol Jagung Berkelobot per Tanaman (g)


Pengamatan bobot tongkol jagung berkelobot per tanaman dilakukan
dengan cara menimbang masing-masing tongkol jagung setelah dipanen, pada
setiap tanaman yang diamati menggunakan timbangan digital.

12
3.5.5. Bobot Tongkol Jagung Tanpa Kelobot per Tanaman (g)
Pengamatan dilakukan dengan cara membersihkan jagung dari kelobot dan
rambut-rambut yang menempel pada masing-masing tanaman sampel, lalu
tongkol ditimbang menggunakan timbangan digital.

3.5.6. Diameter Buah (cm)


Pengamatan diameter buah dilakukan pengukuran dengan menggunakan
jangka sorong.

3.5.7. Bobot Basah Tanaman (g)


Penimbangan bobot basah tanaman menggunakan timbangan digital. Dan
pengamatan dilakukan pada akhir penelitian.

3.5.8. Bobot Kering Tanaman (g)


Memasukkan sampel tanaman ke dalam oven dengan suhu 105˚C selama
24 jam. Kemudian ditimbang menggunakan timbangan analitik. Pengamatan
bobot kering tanaman dilakukan setelah penimbangan.

3.6. Analisis Data


Data dianalisis menggunakan sidik ragam model RAL dengan
menggunakan aplikasi SAS 9.1. Bila hasil analisis sidik ragam menunjukkan
pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan uji jarak Duncan (UJD).

13
V. PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Tidak terdapat dosis mikoriza terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil
jagung manis. Hal tersebut ditunjukkan dengan tidak adanya pengaruh yang
signifikan terhadap semua parameter yang diamati.

5.2 Saran
Perlu dilakukannya penambahan dosis mikoriza arbuskular untuk
meningkatkan pertumbuhan dan hasil pada tanaman jagung manis.

23
DAFTAR PUSTAKA

Abidin, M., S. Darwanto dan R.D. Andayani. 2017. Pengaruh Dosis Pupuk
Organik Petroganik dan Mikoriza terhadap Pertumbuhan dan Produksi
Tanaman Jagung Manis (Zea mays convar. Saccharata Sturt) Varietas
Talenta. Jurnal Hijau Cendekia, 2(2) 47-54.

Admaja, G. 2006. Evaluasi Adaptabilitas Tiga Genotipe Jagung Manis (Zea mays
convar. saccharata Sturt.) di Dua Lokasi Dataran Tinggi. Skripsi.
Fakultas Pertanian. IPB. Bogor.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau. 2010. Teknologi Budidaya Jagung


Manis. BPTP Riau. Pekanbaru. 2 hal.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tengah. 2007. Budidaya Jagung


dengan Konsep Pengelolaan Tanaman Terpadu. BPTP Sulawesi Tengah.
Palu. 17 hal.

Budiman, A. 2004. Aplikasi Kascing dan Cendawan Mikoriza arbuskular (CMA)


pada Ultisol serta Efeknya terhadap Perkembangan Mikroorganisme
Tanah dan Hasil Tanaman Jagung Semi (Zea mays L.). Skripsi. Fakultas
Pertanian. Universitas Andalas. Padang.

Halis, P. Murni dan A.B Fitria. 2008. Pengaruh Jenis dan Dosis Cendawan
Mikoriza Arbuskular terhadap Pertumbuhan Cabai (Capsicum annuum
L.) pada Tanah Ultisol. Jurnal Biospecies, 2 : 59-62.

Hanafiah, A. S., T. Sabrina, dan H. Guchi. 2009. Biologi dan Ekologi Tanah.
Universitas Sumatera Utara. Medan.

Hardjowigeno, S. 1995. llmu Tanah. Akademika Presindo, Jakarta.

Hartanti, I. 2013. Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati Mikoriza dan Rock


Phosphate terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis
(Zea mays saccharata Sturt). Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas
Riau. Pekanbaru.

Husin, E. F. dan R. Marlis. 2002. Aplikasi Cendawan Mikoriza Arbuskular


Sebagai Pupuk Pada Pembibitan Kelapa Sawit. Prosiding Seminar
Nasional BKS PTN Wilayah Indonesia Barat. Fakultas Pertanian
Universitas Sumatera Medan.

Indriati, G., L.I. Ningsih, dan Rizki. 2013. Pengaruh Pemberian Fungi Mikoriza
Multispora terhadap Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L.). Prosiding
Semirata FMIPA Universitas Lampung, 323-327.

Iskandar, D. 2003. Pengaruh dosis pupuk N, P dan K terhadap produksi tanaman


jagung manis di lahan kering. Di dalam prosiding Seminar Untuk Negeri.

24
Jayanegara, C.M. 2011. Pengaruh Pemberian Mikoriza Vesikular Arbuskula
(MVA) dan Berbagai Dcsis Pupuk Kompos terhadap Pertumbuhan dan
Hasil Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench). Skripsi.
Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”.
Yogyakarta.

Jumini., Nurhayati dan Murzani. 2011. Efek Kombinasi Dosis Pupuk N P K dan
Cara Pemupukan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis. J.
Floratek, 6: 165-170.

Lakitan, B. 2004. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. PT. Raja Grafindo Persada.


Jakarta.

Laksono. J. dan T. Karyono. 2017. Pemberian Pupuk Fosfat dan Fungi Mikoriza
Arbuskular terhadap Pertumbuhan Tanaman Legum Pohon (Indigofera
zollingeriana). Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 12(2): 165-170.

Larosa, O.L., T. Simanungkalit dan S. Damanik. 2014. Pertumbuhan dan Produksi


Jagung Manis (Zea mays Saccharata Sturt) pada Beberapa Persiapan
Tanah dan Jarak Tanam. Jurnal Online Agroekoteknologi, 3(1): 01-07.

Lingga P. 1995. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya; Jakarta.

Martoyo, K. 2001. Sifat Fisik Tanah Ultisol pada Penyebaran Akar Tanaman
Kelapa Sawit. Warta PPKS.

Mashfufah, L.F. dan B. Prasetya. 2019. Pengaruh Abu Terbang Batubara,


Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit, dan Mikoriza terhadap
Ketersediaan dan Serapan Fosfor, Pertumbuhan dan Produksi Jagung
pada Ultisol. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 6(2): 1261-1272.

Musfal. 2010. Potensi Cendawan Mikoriza arbuskular untuk Meningkatkan Hasil


Tanaman Jagung. Jurnal Litbang Pertanian, 29(4): 154-158.

Novriani dan A. Majid. 2009. Prospek Pupuk Hayati Mikoriza.

Nyakpa, Y. M., A. M. Lubis, M. A. Pulung., A. G. Amrah, A. Munawar., G. B.


Hong, dan N. Hakim. 1988. Kesuburan Tanah. Universitas Lampung.
Lampung

Nyapka, M. Y, A. M. Lubis, M. A. Pulungan, A. G. Amrah, Munawar, GO. B.


Hong dan N. Hakim. 1998. Kesuburan Tanah. Universitas Lampung.
Lampung.

Nyimas, P.I., Mansyur dan K. Lizah. 2006. Pengaruh Pemberian bahan Organik,
Mikoriza dan Batuan fosfat terhadap produksi, serapan fosfor pada
tanaman Kudzu tropika (Pueraria phaseoloides benth). J. Ilmu Ternak,
6(2): 158-162.

25
Nyimas, P.I., Mansyur., I. Susilawati dan R.Z. Islami. Peningkatan Produktivitas
Tanaman Pakan Melalui Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA).
Pastura, 1(1):27-30.

Oktaviana, G., Yusran, dan Wahyu Harso. 2019. Pemberian Dosis Inokulum
Jamur Mikoriza Abuskula (Jma) dan Pupuk P yang Berbeda terhadap
Serapan P dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.). Biocelebes,
13(2) 142-151.

Pratama, H.W., M. Baskara dan B. Guritno. 2014. Pengaruh Ukuran Biji dan
Kedalaman Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung
Manis (Zea mays saccharata Sturt). Jurnal Produksi Tanaman, 2(7):
576-582.

Pratama, R.A., A. Nizar, dan T. Siswancipto. 2019. Pengaruh Pemberian Berbagai


Dosis Cendawan Mikoriza Arbuskular (Cma) dan Pupuk Fosfat Alam
terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.)
Lokal Garut. Jurnal Agrowiralodra, 2(2): 43-51.

Priyanto. 2016. Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea
mays saccaratha Sturt. L) Terhadap Pemberian Ekstrak Daun Lamtoro,
Batang Pisang, dan Sabut Kelapa. Skripsi, Fakultas pertanian universitas
lampung.1-32 hal.

Pulungan, A.S.S. 2015. Biodiversity of FMA in Red Pepper Rhizosfer. Jurnal


Biosains, 1(3), 125-129.

Puspitasari, R.T., Elfarisna., Y. Suryati, dan N.T. Pradana. Pengujian Isolat


Mikoriza arbuskular (Glomus geosporum) pada Tanaman Mentimun
(Cucumis sativus L.). Jurnal Matematika, Saint, dan Teknologi, 17(1): 1-
8.

Ramalasari, N., Alfandi., dan S. Wahyuni. 2013. Pengaruh Cendawan Mikoriza


arbuskular dan Pupuk Fosfor terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman
Jagung Semi (Zea mays L.) Kultivar Bisi-816. Jurnal Agrijati, 22(1): 1-
19.

Rivana, E., N. P. Indriani., dan L. Khairani. 2015. Pengaruh Pemupukan Fosfor


dan Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) Terhadap Pertumbuhan
dan Produksi Tanaman Sorghum (Sorghum bicolor L.). Jurnal Online.
Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran.

Rosmarkam, A. dan N.W. Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius.


Yogyakarta.

Rukmana, R. 2009. Usaha Tani Jagung. Kasinus. Yogyakarta. 109 hal.

Sahil, J dan N. Sirajudin. 2014. The Kinship Analysis of 10 Corn (Zea mays L.)
Populations Through Morphological Characteristics in The City of

26
Tidore Islands North Mollucas Province. International Journal of
Engineering and Science, 4(1): 21-27.

Santosa, C.A., Edison,A., Murniati. 2016. Efektifitas Pemberian Pupuk Hayati


Mikoriza Terhadap Serapan P, Pertumbuhan Serta Produksi Jagung
Manis (Zea mays saccharata Sturt) Di Lahan Gambut. Jurnal JOM
FAPERTA Vol.3 No.2.

Sartini. 2004. Mikoriza arbuskular dan kascing : Pengaruh terhadap Pertumbuhan


tanaman. Jurnal Bidang Ilmu Pertanian.2 (1) :36-38.

Satrahidayat, I. R. 2010. Rekayasa pupuk hayati mikoriza dalam meningkatkan


produksi pertanian. UB Press. Malang Indonesia. pp. 226.

Simanungkalit, R.D.M. 1999. Penelitian Pemanfaatan Cendawan Mikoriza


Arbuskular pada Tanaman Pangan di Indonesia. Setiadi, Y., S. Hadi, E.
Santoso, M. Turjaman, R.S.B. Irianto, R. Premastury, D. Maryanti, R.
Widopratiwi (Eds.) In Prosiding Seminar Nasional I. Bogor, 15-16
Nopember. 1999. 383 Hal.

Simanungkalit, R.D.M., D.A. Suriadikarta, R. Saraswati, D. Setyorini, dan W.


Hartatik. 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Balai Besar Penelitian
dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor.

Simarmata, T. 2005. Revitalisasi kesehatan ekosistem lahan kiritis dengan


memanfaatkan pupuk biologis mikoriza dalam percepatan pengembangan
pertanian ekologis di indonesia. Di dalam prosiding AMI Jambi.

Subandi, M., S. Hasani, dan W. Satriyawan. 2017. Efisiensi Pupuk Nitrogen dan
Fosfor dengan Penambahan Pupuk Hayati pada Tanaman Jagung (Zea
mays L.) Varietas Pertiwi -3. Jurnal Istek. 10(1); 206-225.

Suherman, C.A. 2011. Efektivitas Fungi Mikoriza Arbuskular dan Pupuk Fosfat
dalam Meningkatkan Hasil dan Rendemen Minyak Jarak Pagar (Jatropha
curcas L.). Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Padjadjaran.
Bandung.

Sukarno, N. 2003. Mikoriza dan Peranannya. Jurusan Biologi FMIPA IPB. Bogor.

Suntoro dan P. Astuti. 2014. Pengaruh Waktu Pemberian dan Dosis Pupuk NPK
Pelangi terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung Manis Varietas Sweet
Boys (Zea mays Saccharata Sturt). Jurnal AGRIFOR, 8(2): 213-222.

Surtinah. 2012. Korelasi Antara Waktu Panen dan Kadar Gula Biji Jagung Manis
(Zea mays Saccharata Sturt). Jurnal Ilmiah Pertanian, 9(1): 1-6.

Sutanto, R. 2005. Dasar-dasar Ilmu Tanah: Konsep dan Kenyataan. Penerbit


Kanisius. Yogyakarta.

27
Sutoro, Y., Soeleman dan Iskandar. 1988. Budidaya Tanaman Jagung. Penyunting
Subandi, M. Syam dan A. Widjono. Puslitbang Tanaman Pangan, Bogor.

Syofia, I., A. Munar dan M. Sofyan. 2014. Pengaruh Pupuk Organik Cair terhadap
Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Tanaman Jagung Manis (Zea mays
Saccharata Sturt). Agrium, 18(3): 208-218.

Syukur, M dan A. Rifianto. 2013. Jagung Manis. Penebar Swadaya. Jakarta. 124
hal.

Tanty, H. [Link] daya gabung persilangan jagung dengan metode


diallel. Jurnal Comtech, 2(2): 1-9 hal.

Trisnadewi, A.A.A.S., T.G.O. Susila dan I.W. Wijana. 2012. Pengaruh Jenis dan
Dosis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung
Manis (Zea mays saccharata Sturt). Pastura, 1(2): 52-55.

Wirosoedarmo, R., A.T. Sutanhaji., E. Kurniati dan R. Wijayanti. 2011. Evaluasi


Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Jagung Menggunakan Metode
Analisis Spasial. Agritech, 31(1): 71-78.

Yasin, H.G.M., Syuryawati dan F. Kasim. 2010. Varietas Unggul Jagung Bermutu
Protein Tinggi. Iptek Tanaman Pangan, 5(2): 146-158.

Zulkarnain. 2013. Budidaya Sayuran Tropis. Bumi Aksara. Jakarta. 219 hal.

28
Lampiran 1. Deskripsi Jagung Manis Varietas Bonanza F1

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN


NOMOR : 2071/Kpts/SR.120/5/2009
TANGGAL : 7 Mei 2009

DESKRIPSI JAGUNG MANIS VARIETAS BONANZA


Asal : East West Seed Thailand
Silsilah : G-126 (F) x G-133 (M)
Golongan Varietas : Hibrida silang tunggal
Bentuk Tanaman : Tegak
Tinggi Tanaman : 220–250 cm
Kekuatan akar pada tanaman dewasa : Kuat
Ketahanan terhadap kerebahan : Tahan
Bentuk penampang batang : Bulat
Diameter Batang : 2,0 – 3,0 cm
Warna Batang : Hijau
Ruas Pembuahan : 5 – 6 ruas
Bentuk Daun : Panjang Agak Tegak
Ukuran Daun : PJ 85,0 – 95,0 cm, LB 8,5 – 10,0cm
Tepi Daun : Rata
Bentuk Ujung Daun : Lancip
Warna Daun : HijauTua
Permukaan Daun : Berbulu
Bentuk Malai (Tassel) : Tegak Bersusun
Warna Malai (Anther) : Putih Bening
Warna Rambut : Hijau Muda
Umur mulai keluar bunga betina : 55 – 60 Hari Setelah Tanam
Umur Panen : 82 – 84 Hari Setelah Tanam
Bentuk Tongkol : Silindris
Ukuran Tongkol : PJ 20 ,0 – 22,0 cm, D 5,3 – 5,5 cm
Berat per tongkol dengan kelobot : 467 – 495 g
Berat per tongkol tanpa kelobot : 300 – 325 g

29
Jumlah tongkol pertanaman : 1 – 2 Tongkol
Tinggi tongkol dari permukaan tanah : 80 – 115 cm
Warna Kelobot : Hijau
Baris Biji : Rapat
Warna Biji : Kuning
Tekstur Biji : Halus
Rasa Biji : Manis
Kadar Gula : 13 – 15 Obrix
JumlahBarisBiji : 16 – 18 Baris
Berat 1.000 Biji : 175 – 200 g
Daya simpan tongkol dengan kelobot
Pada suhu kamar (siang 29 – 31ºC,
Malam 25 – 27ºC) : 3 – 4 Hari Setelah Panen
Hasil tongkol dengan kelobot : 33,0 – 34,5 Ton/ha
Jumlah populasi per hektar : 53.000 Tanaman (2 benih per lubang)
Kebutuhan benih per hektar : 9,4 – 10,6 g
Keterangan : Beradaptasi dengan baik di dataran
tinggi dengan altitude 900 – 1.200 mdpl
Pengusul : PT. East West Seed Indonesia
Peneliti : Jim Lothlop (East West Seed
Thailand), Tukiman Misidi dan Abdul
Kohar (PT. East West Seed Indonesia)

30
Lampiran 2. Tata Letak Percoban Menurut RAL

50 cm

M0U1 M3U2 M2U3 M4U4 M1U4


5
50 cm

M1U2 M4U3 M3U4 M0U1 M2U1

M2U3 M0U4 M1U1 M4U2 M3U2

M = Perlakuan U= Ulangan

Keterangan:

M0 = Tanpa Mikoriza Arbuskular (kontrol)


M1 = 5 g/tanaman
M2 = 10 g/tanaman
M3 = 15 g/tanaman
M4 = 20 g/tanaman

31
Lampiran 3. Tata Letak Tanaman per Bedengan

2.4 m
60cm

1 2 3 4

30 cm

5 6 7 8
0.8 m

9 10 11 12 30 cm

15 cm

Keterangan:

Jarak antar tanaman = 60 cm x 30 cm = 1800


Jarak tepi bedeng = 30 cm x 10 cm
Ukuran bedengan = 30 cm + 60 cm + 60 cm + 60 cm + 30 cm = 240 cm
= 240 cm= 2.4 m
100
= 15 cm + 30 cm + 30 cm + 15 cm = 90 cm
= 90 cm = 0.9 m
100
Jadi, ukuran bedeng = 2.4 m x 0.9 m
No 6 dan 7 = Tanaman Sampel

32
Lampiran 4. Bagan Alur Pelaksanaan Penelitian

Persiapan Lahan

Pemberian Label

Penanaman

Pemberian Pupuk
 Penyiraman
 Penyiangan
Pemeliharaan
 Penjarangan
 Pembumbunan
Panen  Pengendalian hama

Pengamatan

33
Lampiran 5. Hasil Sidik Ragam dan SAS 9.1
1. Tinggi Tanaman umur 6 MST (cm)
Ulangan Jumlah
Perlakuan Rataan
U1 U2 U3
M0 216,50 234,00 248,00 698,50 232,83
M1 236,50 229,50 249,00 715,00 238,33
M2 237,00 220,00 234,00 691,00 230,33
M3 228,00 237,50 238,50 704,00 234,67
M4 244,50 244,00 238,00 726,50 242,17
Jumlah 3535,00 1178,33

Faktor Koreksi (FK) = Yij2/tr = 3535,002/5(3) = 833081,67


JK Total (JKT) = ∑ Yij2 – FK
= (216,50)2 + (234,00)2 + (248,00)2 + ..... +(238,00)2
– FK
= 1211,83
JK Perlakuan (JKP) = (∑ Yi.2/ r) – FK
= ((698,50)2 + (715,00)2 + (691,00)2 + (704,00)2+
(726,50)2)/3 – FK
= 260,50
JKG = JKT – JKP = 1211,83 – 260,50 = 951,33
KTP = JKP/DBP = 260,50/4 = 65,13
KTG = JKG/DBG= 951,33/10 = 95,13
F Hitung = KTP/KTG = 65,13/95,13= 0,68
Rataan Umum (X) = Yij/tr = 3535,00/15 = 1178,33

Koefisien Keragaman (KK) = x 100 % = x 100 % = 0,83

Sumber Derajat Jumlah Kuadrat F tabel


F hitung
Keragaman Bebas Kuadrat Tengah 5% 1%
Perlakuan 4 260,50 65,13 0,68 3,48 5,99
Galat 10 951,33 95,13
Total 14 1211,83 160,26
KK = 0,83 %
Keterangan: tn = Tidak nyata.

34
The SAS System 19:10
Thursday, April 6, 2020 1

The ANOVA Procedure

Class Level Information

Class Levels Values

Perlakuan 5 M0 M1 M2 M3 M4

Number of Observations Read 15


Number of Observations Used 15

35
The SAS System 19:10
Thursday, April 6, 2020 2

The ANOVA Procedure

Dependent Variable: Hasil

Sum of
Source DF Squares Mean Square
F Value Pr > F

Model 4 260.500000 65.125000


0.68 0.6186

Error 10 951.333333 95.133333

Corrected Total 14 1211.833333

R-Square Coeff Var Root MSE Hasil Mean

0.214964 4.138741 9.753632 235.6667

Source DF Anova SS Mean Square


F Value Pr > F

Perlakuan 4 260.5000000 65.1250000


0.68 0.6186

36
The SAS System 19:10
Thursday, April 6, 2020 3

The ANOVA Procedure

Duncan's Multiple Range Test for Hasil

NOTE: This test controls the Type I comparisonwise error rate, not the
experimentwise error
rate.

Alpha 0.05
Error Degrees of Freedom 10
Error Mean Square 95.13333

Number of Means 2 3 4
5
Critical Range 17.74 18.54 19.01
19.31

Means with the same letter are not significantly


different.

Duncan Grouping Mean N Perlakuan

A 242.167 3 M4
A
A 238.333 3 M1
A
A 234.667 3 M3
A
A 232.833 3 M0
A
A 230.333 3 M2

37
2. Jumlah Daun Jagung umur 6 MST (Helai)

Ulangan
Perlakuan Jumlah Rataan
U1 U2 U3
M0 10,50 11,50 11,00 33,00 11,00
M1 11,00 12,00 12,00 35,00 11,67
M2 11,50 10,00 10,50 32,00 10,67
M3 11,50 11,50 12,00 35,00 11,67
M4 11,50 12,00 12,00 35,50 11,83
Jumlah 170,50 56,83

Faktor Koreksi (FK) = Yij2/tr = 170,502/5(3) = 1938,02


JK Total (JKT) = ∑ Yij2 – FK
= (10,50)2 + (11,50)2 + (11,00)2 + ..... +(12,00)2 –
FK
= 5,73
JK Perlakuan (JKP) = (∑ Yi.2/ r) – FK
= ((33,00)2 + (35,00)2 + (32,00)2 + (35,00)2+
(35,50)2)/3 – FK
= 3,07
JK Galat = JKT – JKP = 5,73 – 3,07 = 2,67
KTP = JKP/DBP = 3,07/4 = 0,77
KTG = JKG/DBG= 2,67/10 = 0,27
F Hitung = KTP/KTG = 0,77/0,27= 2,87
Rataan Umum (X) = Yij/tr = 170,50/15 = 56,83

Koefisien Keragaman (KK) = x 100 % = x 100 % = 0,91

Sumber Derajat Jumlah Kuadrat F F tabel


Keragaman Bebas Kuadrat Tengah hitung 5% 1%
Perlakuan 4 3,07 0,77 2,87 3,48 5,99
Galat 10 2,67 0,27
Total 14 5,73 1,03
KK = 0,91 %
Keterangan: tn = Tidak nyata.

38
The SAS System 19:27
Thursday, April 6, 2020 1

The ANOVA Procedure

Class Level Information

Class Levels Values

Perlakuan 5 M0 M1 M2 M3 M4

Number of Observations Read 15


Number of Observations Used 15

39
The SAS System 19:27
Thursday, April 6, 2020 2

The ANOVA Procedure

Dependent Variable: Hasil

Sum of
Source DF Squares Mean Square
F Value Pr > F

Model 4 3.06666667 0.76666667


2.87 0.0800

Error 10 2.66666667 0.26666667

Corrected Total 14 5.73333333

R-Square Coeff Var Root MSE Hasil Mean

0.534884 4.543089 0.516398 11.36667

Source DF Anova SS Mean Square


F Value Pr > F

Perlakuan 4 3.06666667 0.76666667


2.87 0.0800

40
The SAS System 19:27
Thursday, April 6, 2020 3

The ANOVA Procedure

Duncan's Multiple Range Test for Hasil

NOTE: This test controls the Type I comparisonwise error rate, not the
experimentwise error
rate.

Alpha 0.05
Error Degrees of Freedom 10
Error Mean Square 0.266667

Number of Means 2 3 4
5
Critical Range 0.939 0.982 1.007
1.023

Means with the same letter are not significantly


different.

Duncan Grouping Mean N Perlakuan

A 11.8333 3 M4
A
A 11.6667 3 M1
A
A 11.6667 3 M3
A
A 11.0000 3 M0
A
A 10.6667 3 M2

41
3. Diameter Batang umur 6 MST (cm)
Ulangan
Perlakuan Jumlah Rerata
U1 U2 U3
M0 2,23 2,55 2,70 7,47 2,49
M1 2,46 2,57 2,55 7,58 2,53
M2 2,59 2,28 2,69 7,56 2,52
M3 2,24 2,58 2,46 7,28 2,43
M4 2,54 2,68 2,82 8,03 2,68
Jumlah 37,90 12,63

Faktor Koreksi (FK) = Yij2/tr = 37,902/5(3) = 95,76


JK Total (JKT) = ∑ Yij2 – FK
= (2,23)2 + (2,55)2 + (2,70)2 + ..... +(2,82)2 – FK
= 0,41
JK Perlakuan (JKP) = (∑ Yi.2/ r) – FK
= ((7,47)2 + (7,58)2 + (7,56)2 + (7,28)2+ (8,03)2)/3 –
FK
= 0,10
JKG = JKT – JKP = 0,41 – 0,10 = 0,31
KTP = JKP/DBP = 0,10/4 = 0,03
KTG = JKG/DBG= 0,31/10 = 0,03
F Hitung = KTP/KTG = 0,03/0,03= 0,81
Rataan Umum (X) = Yij/tr = 37,90/15 = 12,63

Koefisien Keragaman (KK) = x 100 % = x 100 % = 1,40

Sumber Derajat Jumlah Kuadrat F F tabel


Keragaman Bebas Kuadrat Tengah hitung 5% 1%
Perlakuan 4 0,10 0,03 0,81 3,48 5,99
Galat 10 0,31 0,03
14 0,41 0,06
Total
KK = 1,40 %
Keterangan: tn = Tidak nyata.

42
The SAS System 19:23
Thursday, April 6, 2020 1

The ANOVA Procedure

Class Level Information

Class Levels Values

Perlakuan 5 M0 M1 M2 M3 M4

Number of Observations Read 15


Number of Observations Used 15

43
The SAS System 19:23
Thursday, April 6, 2020 2

The ANOVA Procedure

Dependent Variable: Hasil

Sum of
Source DF Squares Mean Square
F Value Pr > F

Model 4 0.09936000 0.02484000


0.93 0.4830

Error 10 0.26620000 0.02662000

Corrected Total 14 0.36556000

R-Square Coeff Var Root MSE Hasil Mean

0.271802 6.433611 0.163156 2.536000

Source DF Anova SS Mean Square


F Value Pr > F

Perlakuan 4 0.09936000 0.02484000


0.93 0.4830

44
The SAS System 19:23
Thursday, April 6, 2020 3

The ANOVA Procedure

Duncan's Multiple Range Test for Hasil

NOTE: This test controls the Type I comparisonwise error rate, not the
experimentwise error
rate.

Alpha 0.05
Error Degrees of Freedom 10
Error Mean Square 0.02662

Number of Means 2 3 4
5
Critical Range .2968 .3102 .3180
.3231

Means with the same letter are not significantly


different.

Duncan Grouping Mean N Perlakuan

A 2.6800 3 M4
A
A 2.5267 3 M0
A
A 2.5267 3 M1
A
A 2.5200 3 M2
A
A 2.4267 3 M3

45
4. Berat Tongkol Berkelobot (g)

Perlakuan Ulangan Jumlah Rataan


U1 U2 U3
M0 355,50 520,50 502,00 1378,00 459,33
M1 489,50 507,50 467,50 1464,50 488,17
M2 462,00 443,00 408,50 1313,50 437,83
M3 514,50 535,00 1049,50 524,75
M4 515,00 484,50 524,00 1523,50 507,83
Jumlah 6729,00 2243,00

Faktor Koreksi (FK) = Yij2/tr = 6729,002/5(3)-1 = 3234245,79


JK Total (JKT) = ∑ Yij2 – FK
= (355,50)2 + (520,50)2 + (502,00)2 + ..... +(524,00)2
– FK
= 32823,21
JK Perlakuan (JKP) = (∑ Yi.2/ r) – FK
= ((1378,00)2 + (1464,50)2 + (1313,50)2 +
(1049,50)2+ (1523,50)2)/3 – FK
= 13138,92
JK Galat = JKT – JKP = 32823,21 – 13138,92 = 19684,29
KTP = JKP/DBP = 13138,92/4 = 3284,73
KTG = JKG/DBG= 19684,29/9 = 2187,14
F Hitung = KTP/KTG = 3284,73/2187,14 = 1,67
Rataan Umum (X) = Yij/tr = 6729,00/15 = 2243,00

Koefisien Keragaman (KK) = x 100 % = x 100 % = 1,98

Sumber Derajat Jumlah Kuadrat F F tabel


Keragaman Bebas Kuadrat Tengah hitung 5% 1%
Perlakuan 4 13138,92 3284,73 1,50 3,48 5,99
Galat 10 19684,29 2187,14
Total 14 32823,21 5253,16
KK = 1,98 %
Keterangan: tn = Tidak nyata.

46
The SAS System 19:29
Thursday, April 6, 2020 1

The ANOVA Procedure

Class Level Information

Class Levels Values

Perlakuan 5 M0 M1 M2 M3 M4

Number of Observations Read 14


Number of Observations Used 13

47
The SAS System 19:29
Thursday, April 6, 2020 2

The ANOVA Procedure

Dependent Variable: Hasil

Sum of
Source DF Squares Mean Square
F Value Pr > F

Model 4 10167.06410 2541.76603


1.04 0.4419

Error 8 19474.16667 2434.27083

Corrected Total 12 29641.23077

R-Square Coeff Var Root MSE Hasil Mean

0.343004 10.35515 49.33833 476.4615

Source DF Anova SS Mean Square


F Value Pr > F

Perlakuan 4 10167.06410 2541.76603


1.04 0.4419

48
The SAS System 19:29
Thursday, April 6, 2020 3

The ANOVA Procedure

Duncan's Multiple Range Test for Hasil

NOTE: This test controls the Type I comparisonwise error rate, not the
experimentwise error
rate.

Alpha 0.05
Error Degrees of Freedom 8
Error Mean Square 2434.271
Harmonic Mean of Cell Sizes 2.142857

NOTE: Cell sizes are not equal.

Number of Means 2 3 4
5
Critical Range 109.9 114.5 117.1
118.7

Means with the same letter are not significantly


different.

Duncan Grouping Mean N Perlakuan

A 514.50 1 M3
A
A 507.83 3 M4
A
A 488.17 3 M1
A
A 459.33 3 M0
A
A 437.83 3 M2

49
5. Berat Tongkol Tanpa Berkelobot (g)

Perlakuan Ulangan Jumlah Rataan


U1 U2 U3
M0 274,50 383,50 361,00 1019,00 339,67
M1 360,50 366,50 355,50 1082,50 360,83
M2 358,50 336,50 259,00 954,00 318,00
M3 390,50 410,50 801,00 400,50
M4 388,00 358,50 375,50 1122,00 374,00
Jumlah 4978,50 1659,50

Faktor Koreksi (FK) = Yij2/tr = 4978,502/5(3)-1 = 1770390,16


JK Total (JKT) = ∑ Yij2 – FK
= (274,50)2 + (383,50)2 + (361,00)2 + ..... +(375,50)2
– FK
= 22918,59
JK Perlakuan (JKP) = (∑ Yi.2/ r) – FK
= ((1019,00)2 + (1082,50)2 + (954,00)2 + (801,00)2+
(1122,00)2)/3 – FK
= 10132,76
JK Galat = JKT – JKP = 22918,59 – 10132,76 = 12785,83
KTP = JKP/DBP = 10132,76/4 = 2533,19
KTG = JKG/DBG= 12785,83/9 = 1420,65
F Hitung = KTP/KTG = 2533,19/1420,65 = 1,78
Rataan Umum (X) = Yij/tr = 4978,50/15 = 1659,50

Koefisien Keragaman (KK) = x 100 % = x 100 % = 2,27

Sumber Derajat Jumlah Kuadrat F F tabel


Keragaman Bebas Kuadrat Tengah hitung 5% 1%
Perlakuan 4 10132,76 2533,19 1,78 3,48 5,99
Galat 9 12785,83 1420,65
Total 13 22918,59 3953,84
KK = 2,27 %
Keterangan: tn = Tidak nyata.

50
The SAS System 19:37
Thursday, April 6, 2020 1

The ANOVA Procedure

Class Level Information

Class Levels Values

Perlakuan 5 M0 M1 M2 M3 M4

Number of Observations Read 14


Number of Observations Used 13

51
The SAS System 19:37
Thursday, April 6, 2020 2

The ANOVA Procedure

Dependent Variable: Hasil

Sum of
Source DF Squares Mean Square
F Value Pr > F

Model 4 7087.74359 1771.93590


1.13 0.4089

Error 8 12585.83333 1573.22917

Corrected Total 12 19673.57692

R-Square Coeff Var Root MSE Hasil Mean

0.360267 11.28790 39.66395 351.3846

Source DF Anova SS Mean Square


F Value Pr > F

Perlakuan 4 7087.743590 1771.935897


1.13 0.4089

52
The SAS System 19:37
Thursday, April 6, 2020 3

The ANOVA Procedure

Duncan's Multiple Range Test for Hasil

NOTE: This test controls the Type I comparisonwise error rate, not the
experimentwise error
rate.

Alpha 0.05
Error Degrees of Freedom 8
Error Mean Square 1573.229
Harmonic Mean of Cell Sizes 2.142857

NOTE: Cell sizes are not equal.

Number of Means 2 3 4
5
Critical Range 88.36 92.08 94.16
95.41

Means with the same letter are not significantly


different.

Duncan Grouping Mean N Perlakuan

A 390.50 1 M3
A
A 374.00 3 M4
A
A 360.83 3 M1
A
A 339.67 3 M0
A
A 318.00 3 M2

53
6. Diameter Buah (cm)

Perlakuan Ulangan Jumlah Rataan


U1 U2 U3
M0 5,02 5,52 5,47 16,00 5,33
M1 5,52 4,92 5,32 15,75 5,25
M2 5,33 5,32 4,57 15,22 5,07
M3 5,53 5,65 11,18 5,59
M4 5,62 5,31 5,48 16,40 5,47
Jumlah 74,54 24,85

Faktor Koreksi (FK) = Yij2/tr = 74,542/5(3)-1 = 396,87


JK Total (JKT) = ∑ Yij2 – FK
= (5,02)2 + (5,52)2 + (5,47)2 + ..... +(5,48)2 – FK
= 1,18
JK Perlakuan (JKP) = (∑ Yi.2/ r) – FK
= ((16,00)2 + (15,57)2 + (15,22)2 + (11,18)2+
(16,40)2)/3 – FK
= 0,41
JK Galat = JKT – JKP = 1,18 – 0,41 = 0,78
KTP = JKP/DBP = 0,41/4 = 0,10
KTG = JKG/DBG= 0,78/9 = 0,09
F Hitung = KTP/KTG = 0,10/0,09 = 1,18
Rataan Umum (X) = Yij/tr = 74,54/15 = 24,85

Koefisien Keragaman (KK) = x 100 % = x 100 % = 1,18

Sumber Derajat Jumlah Kuadrat F F tabel


Keragaman Bebas Kuadrat Tengah hitung 5% 1%
Perlakuan 4 0,41 0,10 1,18 3,48 5,99
Galat 9 0,78 0,09
13 1,18 0,19
Total
KK = 1,18 %
Keterangan: tn = Tidak nyata.

54
The SAS System 19:34
Thursday, April 6, 2020 1

The ANOVA Procedure

Class Level Information

Class Levels Values

Perlakuan 5 M0 M1 M2 M3 M4

Number of Observations Read 14


Number of Observations Used 13

55
The SAS System 19:34
Thursday, April 6, 2020 2

The ANOVA Procedure

Dependent Variable: Hasil

Sum of
Source DF Squares Mean Square
F Value Pr > F

Model 4 0.30423077 0.07605769


0.79 0.5612

Error 8 0.76660000 0.09582500

Corrected Total 12 1.07083077

R-Square Coeff Var Root MSE Hasil Mean

0.284107 5.838140 0.309556 5.302308

Source DF Anova SS Mean Square


F Value Pr > F

Perlakuan 4 0.30423077 0.07605769


0.79 0.5612

56
The SAS System 19:34
Thursday, April 6, 2020 3

The ANOVA Procedure

Duncan's Multiple Range Test for Hasil

NOTE: This test controls the Type I comparisonwise error rate, not the
experimentwise error
rate.

Alpha 0.05
Error Degrees of Freedom 8
Error Mean Square 0.095825
Harmonic Mean of Cell Sizes 2.142857

NOTE: Cell sizes are not equal.

Number of Means 2 3 4
5
Critical Range .6896 .7187 .7349
.7446

Means with the same letter are not significantly


different.

Duncan Grouping Mean N Perlakuan

A 5.5300 1 M3
A
A 5.4700 3 M4
A
A 5.3367 3 M0
A
A 5.2533 3 M1
A
A 5.0733 3 M2

57
7. Berat Basah Tanaman (g)

Perlakuan Ulangan Jumlah Rataan


U1 U2 U3
M0
373,50 635,00 910,00 1918,50 639,50
M1
860,00 859,50 606,00 2325,50 775,17
M2
617,00 463,50 780,00 1860,50 620,17
M3
616,00 675,50 1291,50 645,75
M4
693,00 761,00 711,50 2165,50 721,83
Jumlah 9561,50 3187,17

Faktor Koreksi (FK) = Yij2/tr = 9561,502/5(3)-1 = 6530163,02


JK Total (JKT) = ∑ Yij2 – FK
= (373,50)2 + (635,00)2 + (910,00)2 + ..... +(711,50)2
– FK
= 291520,23
JK Perlakuan (JKP) = (∑ Yi.2/ r) – FK
= ((1918,50)2 + (2325,50)2 + (1860,50)2 +
(2165,50)2+ (2165,50)2)/3 – FK
= 50304,11
JK Galat = JKT – JKP = 291520,23 – 50304,11 = 241216,13
KTP = JKP/DBP = 50304,11/4 = 12576,03
KTG = JKG/DBG= 241216,13/9 = 26801,79
F Hitung = KTP/KTG = 12576,03/26801,79 = 0,47
Rataan Umum (X) = Yij/tr = 9561,50/15 = 3187,17

Koefisien Keragaman (KK) = x 100 % = x 100 % = 5,14

Sumber Derajat Jumlah Kuadrat F F tabel


Keragaman Bebas Kuadrat Tengah hitung 5% 1%
Perlakuan 4 50304,11 12576,03 0,47 3,48 5,99
Galat 9 241216,13 26801,79
Total 13 291520,23 39377,82
KK = 5,14 %
Keterangan: tn = Tidak nyata.

58
The SAS System 19:38
Thursday, April 6, 2020 1

The ANOVA Procedure

Class Level Information

Class Levels Values

Perlakuan 5 M0 M1 M2 M3 M4

Number of Observations Read 14


Number of Observations Used 13

59
The SAS System 19:38
Thursday, April 6, 2020 2

The ANOVA Procedure

Dependent Variable: Hasil

Sum of
Source DF Squares Mean Square
F Value Pr > F

Model 4 52014.2308 13003.5577


0.43 0.7807

Error 8 239446.0000 29930.7500

Corrected Total 12 291460.2308

R-Square Coeff Var Root MSE Hasil Mean

0.178461 25.31022 173.0051 683.5385

Source DF Anova SS Mean Square


F Value Pr > F

Perlakuan 4 52014.23077 13003.55769


0.43 0.7807

60
The SAS System 19:38
Thursday, April 6, 2020 3

The ANOVA Procedure

Duncan's Multiple Range Test for Hasil

NOTE: This test controls the Type I comparisonwise error rate, not the
experimentwise error
rate.

Alpha 0.05
Error Degrees of Freedom 8
Error Mean Square 29930.75
Harmonic Mean of Cell Sizes 2.142857

NOTE: Cell sizes are not equal.

Number of Means 2 3 4
5
Critical Range 385.4 401.6 410.7
416.2

Means with the same letter are not significantly


different.

Duncan Grouping Mean N Perlakuan

A 775.2 3 M1
A
A 721.8 3 M4
A
A 639.5 3 M0
A
A 620.2 3 M2
A
A 616.0 1 M3

61
8. Berat Kering Tanaman (g)

Perlakuan Ulangan Jumlah Rataan


U1 U2 U3
M0
107,00 195,00 336,00 638,00 212,67
M1
338,50 361,00 229,50 929,00 309,67
M2
215,00 196,00 285,00 696,00 232,00
M3
268,50 232,00 500,50 250,25
M4
272,50 274,50 233,50 780,50 260,17
Jumlah 3544,00 1181,33

Faktor Koreksi (FK) = Yij2/tr = 3544,002/5(3)-1 = 897138,29


JK Total (JKT) = ∑ Yij2 – FK
= (107,00)2 + (338,50)2 + (215,00)2 + ..... +(272,50)2
– FK
= 58716,21
JK Perlakuan (JKP) = (∑ Yi.2/ r) – FK
= ((638,00)2 + (929,00)2 + (696,00)2 + (500,50)2+
(780,50)2)/3 – FK
= 16005,59
JK Galat = JKT – JKP = 58716,21 – 16005,59 = 42710,63
KTP = JKP/DBP = 16005,59/4 = 4001,40
KTG = JKG/DBG= 42710,63/9 = 4271,06
F Hitung = KTP/KTG = 4001,40/4271,06 = 0,94
Rataan Umum (X) = Yij/tr = 3544,00/15 = 1181,33

Koefisien Keragaman (KK) = x 100 % = x 100 % = 5,53

Sumber Derajat Jumlah Kuadrat F F tabel


Keragaman Bebas Kuadrat Tengah hitung 5% 1%
Perlakuan 4 16005,59 4001,40 0,94 3,48 5,99
Galat 10 42710,63 4271,06
Total 14 58716,21 8272,46
KK = 5,53 %
Keterangan: tn = Tidak nyata

62
The SAS System 19:39
Thursday, April 6, 2020 1

The ANOVA Procedure

Class Level Information

Class Levels Values

Perlakuan 5 M0 M1 M2 M3 M4

Number of Observations Read 14


Number of Observations Used 13

63
The SAS System 19:39
Thursday, April 6, 2020 2

The ANOVA Procedure

Dependent Variable: Hasil

Sum of
Source DF Squares Mean Square
F Value Pr > F

Model 4 16190.30769 4047.57692


0.77 0.5739

Error 8 42044.50000 5255.56250

Corrected Total 12 58234.80769

R-Square Coeff Var Root MSE Hasil Mean

0.278018 28.45526 72.49526 254.7692

Source DF Anova SS Mean Square


F Value Pr > F

Perlakuan 4 16190.30769 4047.57692


0.77 0.5739

64
The SAS System 19:39
Thursday, April 6, 2020 3

The ANOVA Procedure

Duncan's Multiple Range Test for Hasil

NOTE: This test controls the Type I comparisonwise error rate, not the
experimentwise error
rate.

Alpha 0.05
Error Degrees of Freedom 8
Error Mean Square 5255.563
Harmonic Mean of Cell Sizes 2.142857

NOTE: Cell sizes are not equal.

Number of Means 2 3 4
5
Critical Range 161.5 168.3 172.1
174.4

Means with the same letter are not significantly


different.

Duncan Grouping Mean N Perlakuan

A 309.67 3 M1
A
A 268.50 1 M3
A
A 260.17 3 M4
A
A 232.00 3 M2
A
A 212.67 3 M0

65
Lampiran 6. Dokumentasi Penelitian

Pengecekan PH Tanah Pemberian Dolomit

Pemberian Pukan Ayam Pemberian Mikoriza Di Lubang Tanam

Pemberian Pupuk Urea Pada Tanaman Pemberian Pupuk Kcl Pada Tanaman

66
Melakukan pengamatan tinggi tanaman Melakukan pengamatan diameter batang

Penyemprotan Hama Dengan Regent 50 Pemanenan

Penimbangan berat buah berkelobot Penimbangan buah tanpa berkelobot

67
Pengukuran diameter tongkol Pengovenan Tanaman

Penimbangan Berat Kering Pupuk Hayati Mikoriza


Bagian Akar Tanaman

68

Anda mungkin juga menyukai