0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan8 halaman

Pemanfaatan Botol Bekas untuk Hidroponik

Dokumen tersebut memberikan ringkasan singkat tentang 3 hal utama: 1) Penggunaan botol bekas sebagai media tanam hidroponik dapat mengatasi masalah kekurangan pangan dan penumpukan sampah plastik. 2) Pelatihan budidaya hidroponik diadakan untuk santri dan guru di pondok pesantren untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan. 3) Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarak

Diunggah oleh

oioioio
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan8 halaman

Pemanfaatan Botol Bekas untuk Hidroponik

Dokumen tersebut memberikan ringkasan singkat tentang 3 hal utama: 1) Penggunaan botol bekas sebagai media tanam hidroponik dapat mengatasi masalah kekurangan pangan dan penumpukan sampah plastik. 2) Pelatihan budidaya hidroponik diadakan untuk santri dan guru di pondok pesantren untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan. 3) Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarak

Diunggah oleh

oioioio
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Vol: 1 No: 51 (Desember 2021)

Pemanfaatan Botol Bekas sebagai Media Tanam dalam


Teknik Budidaya Tanaman Secara Hidroponik

Fahmi Atoillah 1), Muhammad Rifqi Mahmud2)


1)Pendidikan Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati,
e-mail: fahmiathoillah8@[Link]
2)Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri

Sunan Gunung Djati, e-mail: mrifqimahmuduinsgd@[Link]

Abstrak
Pertambahan jumlah penduduk yang semakin cepat menuntut adanya upaya
alternatif untuk menyediakan pangan sehat yang cukup bagi masyarakat.
Salah satu solusi alternatif atas permasalahan tersebut adalah dengan
menggalakkan sistem budidaya tanaman secara hidroponik dengan
memanfaatkan limbah botol bekas sebagai wadah bercocok tanam, hal in
tidak hanya kita memiliki kebun sayur sendiri tanpa lahan tanah yang luas
namun juga dapat menjadu upaya pengurangan sampah plastik. Dengan
pengenalan, pelatihan, dan pendampingan untuk mengetahui bagaimana
cara penanman sayur yang efektif dengan media barang bekas atau sampah
plastik. Dari hasil penelitian, metode tersebut sangat relevan dan cocok
diguanakan untuk meningkatkan upaya pengurangan sampah plastik dan
juga menjadi kegiata yang positif bagi masyarakat khususnya di lingkungan
pondok pesantren ditengah pandemi covid-19 ini
Kata Kunci: Urban Farming, Hidroponik, Sampah Plastik.

Abstract
The rapidly increasing population demands alternative efforts to provide
sufficient healthy food for the community. One alternative solution to this
problem is to promote a hydroponic plant cultivation system by utilizing used
bottle waste as a container for farming, not only do we have our own
vegetable garden without a large land area but can also be an effort to reduce
plastic waste. With introduction, training, and assistance to find out how to
grow vegetables effectively with used media or plastic waste. From the
results of the study, this method is very relevant and suitable to be used to
increase efforts to reduce plastic waste and also be a positive activity for the
community, especially in the Islamic boarding school environment in the
midst of this covid-19 pandemic.
Keywords: Urban Farming, Hydroponics, Plastic Waste.
Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung Vol: 1 No: 51 (Desember 2021) 30 dari 36

A. PENDAHULUAN

Seiring dengan bertambahnya penduduk di Indonesia saat ini berpengaruh


terhadap sempitnya lahan pertanian yang tersedia. Semakin lama jika terus kita
biarkan dan tidak memikirkan untuk bercocok tanam dengan memaksimalkan lahan
yang sempit maka bisa di prediksi kita akan mengalami krisis pangan dengan
habisnya lahan pertanian sebagai sumber pangan utama manusia. Semakin
bertambahnya manusia diiringi bersamaan dengan bertambahnya polusi dalam
bentuk sampah plastik yang sangat sulit diuraikan dan memerlukan waktu yang
sangat lama.

Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia ini akan menghadapi sejumlah


tantangan besar, salah satunya adalah ketersediaan pangan sehat serta penumpukan
sampah sebagai konsekuensi aktivitas manusia. Oleh karena itu perlu dilakukan
pendidikan urban farming dengan harapan bisa mengimbangi tingginya kebutuhan
dengan ketersediaan pangan terutama di daerah perkotaan. Menurut Santoso dan
Widya (2014) menunjukkan bahwa urban farming menunjukkan bahwa banyak
manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat baik dalam hal pemenuhan
kebutuhan gizi dalam makanan, peningkatan pendapatan keluarga, estetika
lingkungan dan sebagai ruang terbuka hijau.

Salah satu bentuk dari kegiatan urban farming adalah budidaya tanaman secara
hidroponik. Menurut Izzuddin (2016), Hidroponik merupakan suatu metode bercocok
tanam tanpa menggunakan media tanah, melainkan menggunakan larutan bernutrisi
atau bahan lainnya yang mengandung unsur hara seperti serabut kelapa, serat
mineral, pasir, pecahan batu bata, serbuk kayu, dan lain-lain sebagai pengganti tanah.

Dengan adanya hidroponik menjadi salah satu jawaban atas permasalahan


krisis pangan yang mengancam. Dengan hidroponik kita tidak perlu tanah dan
perawatan intens, dalam waktu singkat sekitar tiga minggu tanaman sudah
menghasilkan. Budidaya tanaman secara hidroponik memiliki banyak manfaat
diantaranya bisa menjadi sumber pangan sehat bagi keluarga, menambah ruang
terbuka hijau dan sekaligus sebagai sumber pendapatan potensial bagi keluarga dan
lingkungan masyarakat lain seperti santri di pondok pesantren (Muis et al, 2018).

Gerakan urban Farming perlu diperkenalkan dan di galakkan sejak dini kepada
generasi mengenai pengenalan sistem pertanian hidroponik kepada guru-guru tingkat
SMA dan pengasuh pondok Pesantren. Salah satu cara yang kami lakukan adalah
melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam bentuk pemberian
pelatihan atau workshop tentang teknik budidaya tanaman secara hidroponik .
program PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi
Guru Biologi di MA YAPISA Cileunyi dan Para Pengurus Pondok pesantren Syamsul
MA’arif Cileunyi dalam memanfaatkan limbah botol plastik sebagai wadah bercocok
tanam secara hidroponik. Anggota kelompok mitra diharapkan bisa mengintegrasikan
pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki dalam kegiatan belajar mengajar

[Link]
Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung Vol: 1 No: 51 (Desember 2021) 31 dari 36

(KBM) khususnya pada materi pelajaran yang relevan untuk memberikan edukasi dini
kepada siswa tentang budidaya tanaman secara hidroponik. Selain bermitra kepada
guru biologi MA YAPISA kami juga bermitra dengan pengurus santri di pondok
pesantren Syamsul Ma’arif Cileunyi yang masih satu komplek agar dapat
memberdayakan dan meningkatkan keterampilan santri dalam bidang hidroponik
sebagai bekal life skill para santri di masa depan dan mengembangkan ketersediaan
pangan di pondok pesantren yang sehat dan bernilai ekonomis.

Pembuatan instalasi hidroponik dengan pemanfaatan limbah Botol plastik bekas


air mineral maupun botol plastik lainnya karena sering kali dianggap sebagai barang
yang tidak berguna, sebenarnya yang sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi
berbagai macam hal yang salah satunya adalah untuk media tanam. Pemanfaatan
botol plastik bekas untuk media tanam juga berguna untuk mengurangi terjadinya
pencemaran lingkungan yang dapat mengurangi keindahan lingkungan dan
merugikan kita sendiri. apalagi sampah botol plastik ini tidak dapat diurai oleh mikroba
pengurai sehingga sangatlah sulit untuk membususk, jika memilih untuk
membakarnya justru akan mencemari udara dan apabila terhirup dapat
membahayakan kesehatan tubuh. Penggunaan botol plastik bekas menjadi lebih
menghemat tempat khususnya di daerah perkotaan. Pada rumah yang memiliki lahan
sempit namun tetap ingin menanam sayur dan tanaman hijau lainnya.

Dengan pemanfaatan botol plastik sebagai media tanam maka kita dapat
bercocok tanam dengan lahan yang sempit sekalipun. Berusaha bercocok tanam
pada lahan sempit akan melatih kita untuk menciptakan lahan pangan untuk persiapan
ketika lahan pertanian dipersempit oleh proyek pembangunan. Bahan yang digunakan
sebagian besar dari barang bekas. Jadi menanam bahan pangan dalam botol
sederhana ini selain kita dapat mendapatkan tanaman sayuran yang sehat dan subur,
kita juga bisa memanfaatkan barang-barang bekas. Sehingga botol bekas, jirigen
bekas dan sterofoam bekas yang semestinya dibuang menjadi limbah ternyata masih
bisa diambil manfaatnya.

Selain manfaat tersebut pemberdayaan yang dilakukan di linkungan pesantren


juga dapat menambah keterampilan santri dalam hal life skill sebagai pembekalan
untuk menjadi santri yang mandiri dan peduli terhadap [Link] dari
kegiatan ini yaitu: Memperkenalakan cara bercocok tanam tanpa lahan yang luas,
memberikan wawasan dan pengetahuan tentang bercocok tanam dengan botol bekas
sebagai media, membangun dan meningkatkan kepedulian terhadap botol plastik
bekas, serta menunjukkan berbagai kemungkinan usaha bercocok tanam yang sehat
bersih dan aman di daerah yang minim lahan pertanian yang diharapkan mampu
meningkatkan stabilitas pangan masyarakat pondok pesantren dan nasional.

B. METODOLOGI PENGABDIAN

Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 28 – 29 Agustus 2021 di pondok


pesantren Syamsul Maarif Kp. Neglasari RT/RW: 02/20 Desa Cileunyi Kulon,

[Link]
Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung Vol: 1 No: 51 (Desember 2021) 32 dari 36

Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung dengan mengikuti protokol kesehatan


covid-19. Kelompok mitra dalam kegiatan PKM ini adalah guru Biologi di MA Yapisa
Cileunyi, pengurus Pondok Pesantren Syamsul Ma’arif dan Anggota OSIS MA Yapisa
Cileunyi. Kegiatan PKM dikemas dalam bentuk Workshop dengan model
pemberdayaan kelompok dengan pendekatan Participatory Learning and Action
(PLA) dan Community Empowerment (CE). Pendekatan ini bertujuan untuk
memastikan keterlibatan setara dan aktif kelompok mitra, baik secara individu maupun
organisasi dalam seluruh kegiatan PKM. Metode pelatihan yang digunakan adalah
metode demonstrasi, ceramah dan diskusi.

C. PELAKSANAAN KEGIATAN

Pelaksanaan kegiatan PKM dilaksanakan Di MA YAPISA Cileunyi tepatnya di


Komplek Pondok Pesantren Syamsul Ma’arif Cileunyi. Pemilihan sekolah dan pondok
pesantren sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan dilakukan dengan kerjasama
kelompok 100 KKN DR SISDAMAS UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Anggota
kelompok Mitra serta Pihak Sekolah Dan Pondok Pesanteren terkait. Agar dapat
melaksanakan Kegiatan PKM DI Sekolah dan Pesantren dengan lancar, tim telah
melakukan koordinasi sebelumnya dengan kepala sekolah MA YAPISA sekaligus
Pimpinan Pondok Pesantren Syamsul Ma’arif Cileunyi Bandung. Kegiatan PKM ini
dilaksanakan dengan langkah-langkah Sebagai berikut:

1. Penyuluhan Mengenai Teknik Dasar Budidaya Tanaman Secara Hidroponik.

Materi yang diberikan pada kegiatan ini adalah materi mengenai teknik budidaya
tanaman secara hidroponik, pengenalan alat dan bahan hidroponik, pembuatan
medium tanaman, serta pembuatan instalasi budidaya tanaman secara hidroponik.
Penyampaian materi dilakukan dengan metode demonstrasi yang dikombinasikan
dengan metode ceramah dan diskusi dengan anggota kelompok mitra seperti yang
ditunjukkan pada gambar 1.

Gambar 1. Pemberian Materi Kepada Peserta Pelatihan Budidaya Tanaman Sistem


Hidroponik.

[Link]
Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung Vol: 1 No: 51 (Desember 2021) 33 dari 36

2. Praktek Pembuatan Medium dan Instalasi Perangkat Tanaman Hidroponik

Praktek dilaksanakan agar Peserta memiliki keterampilan (skill) dalam proses


pembudidayaan tanaman secara hidroponik yang meliputi keterampilan pembuatan
medium hidroponik (Gambar 2), pembuatan Instalasi hidroponik (gambar 3),
penanaman dan pemeliharaan tanaman hidroponik. Pada kegiatan praktek ini peserta
di bagi menjadi 3 kelompok seperti pada gambar 2. Setiap kelompok melakukan
kegiatan praktek secara bersamaan pada tempat yang sama. Setiap kelompok
didampingi oleh satu orang pemateri yang bertugas sebagai pembimbing dan dibantu
oleh mahasiswa KKN yang berperan sebagai asisten.

Pada kegiatan ini semua kelompok telah berhasil membuat larutan stok untuk
media tanam hidroponik (gambar 2). Larutan stok untuk media tanam ini dibuat dari
nutrisi AB-Mix yang terdiri atas 2 kemasan, Yaitu Nutrisi A dan Nutrisi B. Larutan Stok
dibuat dengan cara melarutkan masing-masing nutrisi dengan air sebanyak 5000 ml.
Untuk pemakaian dalam hidroponik, maka masing-masing larutan stiok A dan B
diambil sebanyak 5 ml. Dan dilarutkan dalam 1 liter air. Demikian seterusnya
tergantung dari volume media yang mau digunakan. Dalam pembuatan media
tanaman ini perlu dihindari pencampuran larutan stok secara langsung.

Gambar 2. Pembuatan Instalasi Perangkat Hidroponik.

Hiola et al. (2019) melaporkan bahwa PKM yang mereka laksanakan telah
berhasil meningkatkan keterampilan masyarakat mitra yaitu ibu-ibu rumah tangga
Desa Turika Maseang Kabupaten Maros dalam menggunakan botol bekas sebagai
wadah [Link] kegiatan ini semua kelompok telah berhasil membuat instalasi
(wadah tanam) hidroponik dari sampah botol plastik bekas seperti pada gambar 3.

Gambar 3. Desain Media Tanam Secara Hidroponik dari Botol Bekas.

[Link]
Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung Vol: 1 No: 51 (Desember 2021) 34 dari 36

3. Diskusi dan Evaluasi Masalah Terkait Budidaya Hidroponik

Dalam kegiatan ini pemateri dan asisten kelas secara aktif memberikan jawaban
dan penjelasan mengenai hal-hal yang dipertanyakan oleh peserta pelatihan (gambar
4). Pada kegiatan ini peserta juga memberikan evaluasi dan masukan-masukan terkait
kegiatan praktikum yang telah dilakukan terutama pada hal-hal yang masih dianggap
kurang atau masih perlu diperbaiki agar penyelenggaraan kegiatan serupa pada
kesempatan yang akan datang bisa berlangsung lebih baik lagi.

Gambar 4. Kegiatan Tanya Jawab dan Diskusi Antara Pemateri dan Anggota
Kelompok Mitra.

D. HASIL DAN PEMBAHASAN

Sampah botol plastik rumah tangga masih banyak belum dimanfaatkan dan
hanya sebagai limbah yang dapat merusak lingkungan. Limbah botol plastik bekas
yang dibuang ke sungai, kebun dan tempat sampah sulit terurai dan berbahaya bagi
lingkungan sekitar. Pencemaran lingkungan akibat sampah botol plastik bekas
semakin mengkhawatirkan apabila tidak ada usaha untuk mengatasinya.
Pemanfaatan limbah sampah plastik masih sedikit dan masyarakat belum
memanfaatkannya. Salah satu pemanfaatan limbah plastik khususnya sampah botol
bekas adalah digunakan kembali sebagai suatu wadah atau media tanam.

Proses kegiatan ini dikemas dalam bentuk pelatihan dengan memanfaatkan


limbah botol plastik yang digunakan sebagai madah atau instalasi hidroponik yang
akan di tanami berbagai macam tanaman sayuran hijau seperti sawi, kangkung dan
lain sebagainya. Sasaran program ini adalah guru biologi di MA YAPISA Cileunyi,
Pengurus OSIS dan Santri Pondok Pesantren Syamsul Ma’arif Cileunyi yang terletak
di lokasi kegiatan KKN kelompok 100 di RW 20 Desa Cileunyi Kulon Kecamatan
Cileunyi, Kabupaten Bandung. Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada tanggal 28-29
Agustus 2021. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan pemberian materi terkait
budidaya tanaman dengan cara hidroponik dan juga materi tentang pentingnya
menjaga lingkungan dari limbah sampah khususnya pemanfaatan botol plastik yang
digunakan sebagai media instalasi hidroponik. Proses PKM meliputi pelatihan
memilah limbah sampah plastik botol bekas yang masih dapat digunakan. Membuat
larutan nutrisi untuk tanaman hidroponik, pembuatan model instalasi hidroponik dari

[Link]
Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung Vol: 1 No: 51 (Desember 2021) 35 dari 36

botol bekas. Perawatan instalasi hidroponik dan pemanfaatan tanaman hasil


budidaya.

E. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis kegiatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan


kegiatan PKM Pemanfaatan Botol Bekas Sebagai Media Tanam Dalam Teknik
Budidaya Tanaman Secara Hidroponik Di Pondok Pesantren Syamsul Ma’arif Cileunyi
Bandung telah terlaksana dengan sukses. Setelah kegiatan PKM selesai terbukti
adanya peningkatan pengetahuan, wawasan dan keterampilan dasar kelompok mitra
tentang teknik budidaya tanaman secara hidroponik dan peningkatan antusiasme.

Pemanfaatan botol bekas sebagai wadah media tanaman secara hidroponik.


Berdasarkan hasil evaluasi dengan menggunakan kuisioner, diketahui bahwa 100%
Anggota kelompok mitra merasa puas dan menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dan
dapat diterpakan dalam kehidupan sehari-hari. secara umum anggota kelompok mitra
memberikan respon positif setelah mengikuti kegiatan pelatihan diantaranya dengan
memberikan pernyataan bahwa kegiatan PKM dalam rangkaian kegiatan KKN ini
dapat menambah pengetahuan, keterampilan dan wawasan anggota kelompok mitra
mengenai prinsip dasar dan pengembangan usaha hidroponik pada sekala rumah
tangga dan warga pondok pesantren.

F. UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Rektor UIN Sunan Gunung Djati
Bandung yang telah memberikan arahan dan pembinaannya selama proses kegiatan
KKN dan PKM berlangsung. Selanjutnya Ucapan terima kasih disampaikan kepada
Ketua LP2M UIN SGD Bandung yang telah memberikan kesempatan kepada kami
untuk melakukan kegiatan pengabdian dan pemberdayaan kepada masyarakat
Demikian Pula Ucapan terima kasih disampaikan Kepada DPL kelompok 100 yang
senantiasa membimbing dan mengarahkan kami dalam kegiatan KKN dan PKM ini,
dan juga kami ucapkan terima kasih kepada aparatur Pemerintahan di lingkungan
Desa Cileunyi Kulon khususnya di lingkungan RW 20. Dan tak lupa Ucapan terima
kasih disampaikan kepada Kepala Sekolah MA YAPISA Cileunyi sekaligus Pimpinan
Pondok Pesantren Syamsul Ma’arif yang senantiasa membantu dan memfasilitasi
kami sehingga kegiatan KKN dan PKM ini dapat berjalan dengan lancar.

G. DAFTAR PUSTAKA

Izzuddin, A. (2016). Wirausaha Santri Berbasis Budidaya Tanaman Hidroponik.


Jurnal Pengabdian Masyarakat/DIMAS, 12(2), 351-366.

Hiola, F., S, Taufieq, N., A., S, Salsabila, P., H. 2020. Pemanfaatan barang bekas
dalam bercocok tanam secara hidroponik bagi masyarakat pesisir. Jurnal Dedikasi,
Vol. 22, No. 1.

[Link]
Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung Vol: 1 No: 51 (Desember 2021) 36 dari 36

Muis, A., Ismail., Palennari, M. 2018. Budidaya Sayuran Sistem Hidroponik bagi
Kelompok Guru dan Siswa Pesantren Al-Quran Yayasan Babussalam Selayar. Jurnal
Dedikasi, Vol. 20, No. 1.

Santoso, B.E. dan R.R. Widya. 2014 . Gerakan Pertanian Perkotaan Dalam
Mendukung Kemandirian Masyarakat Di Kota Surabaya. Makalah Seminar Nasional
Cities 2014

Roidah IS. 2014. Pemanfaatan Lahan Dengan Menggunakan Sistem


Hidroponik. Jurnal Universitas Tulungagung Bonorowo. 1(2):43-50.

[Link]

Anda mungkin juga menyukai