MAKALAH
KAJIAN KESELAMATAN JALAN
STUDI KASUS: JALAN RAYA CILEGON, BANTEN
Disusun guna memenuhi salah satu tugas dan pengganti Ujian Tengah Semester (UTS) Mata
Kuliah Perencanaan Infrastruktur Daerah Rawan Bencana (PIDRB)
Dosen Pengampu:
Dr. Ir. Antono Damayanto, MMBAT
Disusun Oleh:
Adrian Risnaldy
NIM. 8421221002
PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah tentang "Kajian Keselamatan Jalan
Raya Cilegon, Banten”. Tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah turut memberikan kontribusi dalam penyusunan makalah ini. Tentunya, tidak akan
bisa maksimal jika tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Sebagai penyusun, kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan, baik dari
penyusunan maupun tata bahasa penyampaian dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami
dengan rendah hati menerima saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki
makalah ini. Kami berharap semoga makalah yang kami susun ini memberikan manfaat dan
juga inspirasi untuk pembaca.
Bandung, 7 November 2022
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………………………………………… i
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………………………………… ii
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………………………………………… 1
1.1 Latar Belakang …………………………………………………………………………………………………… 1
1.2 Rumusan Masalah ………….…………………………………………………………………………………. 1
1.3 Tujuan Penelitian …………………………………………………………………………………………….… 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ……………………………………………………………………………………………. 2
2.1 Pengertian Lalu-Lintas ……………..………………………………………………………………………… 2
2.2 Faktor Penyebab Kecelakaan ………….…………………………………………………………………. 2
2.3 Kriteria Lokasi Rawan Kecelakaan ……………………………………………………………….……… 2
2.4 Metode Penentuan Titik Rawan Kecelakaan ………………………………………………..……. 2
BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN …………………………………………….………………………………... 3
3.1 Pembagian Segmen ……………..………………………………….………………………………………… 3
3.2 Karakteristik Kecelakaan ……………………………………………………………………………………. 3
3.3 Faktor Penyebab Kecelakaan ………….………………………………………………………….……… 4
3.4 Analisa Angka Kecelakaan ……………………………….…………………………………………..……. 6
3.5 Menentukan Titik Rawan Kecelakaan ………………………………………………………………… 7
3.6 Upaya Pencegahan Kecelakaan …………………………………………………………………………. 8
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ………….……………………………………………………………………….. 9
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………………………………………. 10
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa di jalan raya tidak diduga dan tidak
disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain yang
mengakibatkan korban manusia dan/atau kerugian harta benda. Kecelakaan lalu lintas
umumnya terjadi karena berbagai faktor penyebab seperti pelanggaran atau tindakan
tidak hati-hati para pengguna (pengemudi dan pejalan kaki), kondisi jalan, kondisi
kendaraan, cuaca dan pandangan yang terhalang. Pelanggaran lalu lintas yang cukup
tinggi serta kepemilikan kendaraan pribadi yang semakin hari semakin meningkat, hal ini
secara tidak langsung akan memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas (UU No. 22 tahun
2009).
Faktor manusia merupakan faktor yang paling dominan dalam kecelakaan. Hampir
semua kejadian kecelakaan didahului dengan pelanggaran rambu-rambu lalu lintas.
Pelanggaran dapat terjadi karena sengaja melanggar, ketidaktahuan terhadap arti aturan
yang berlaku ataupun tidak melihat ketentuan yang diberlakukan atau pula pura-pura
tidak tahu. Selain itu manusia sebagai pengguna jalan raya sering sekali lalai bahkan ugal
ugalan dalam mengendarai kendaraan, tidak sedikit angka kecelakaan lalu lintas
diakibatkan karena membawa kendaraan dalam keadaan mabuk, mengantuk, dan
mudah terpancing oleh ulah pengguna jalan lainnya yang mungkin dapat memancing
gairah untuk balapan.
Kota Cilegon adalah sebuah kota di Provinsi Banten, Indonesia. Cilegon berada di
ujung barat laut pulau Jawa, di tepi Selat Sunda. Kota Cilegon dikenal sebagai kota industri
mengingat kota ini merupakan penghasil baja terbesar di Asia Tenggara yaitu di Kawasan
Industri Krakatau Steel, Cilegon. Mengingat kota Cilegon merupakan kota dengan
berbagai macam objek dan pembangunan maka tak heran lalu lintas di Cilegon seringkali
terjadi kecelakaan. Jalanan di Jalan Raya Cilegon memiliki beberapa titik yang masih
memiliki rambu dan penerangan yang masih minim. Seperti contohnya adalah baru –
baru ini terdengar kecelakaan yang terjadi di daerah Serdang dan Keramatwatu menuju
arah PCI Cilegon. Kecelakaan tersebut terjadi tiga kali dalam tiga hari berturut – turut dan
menelan korban jiwa.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat
diambil rumusan masalah sebagai berikut:
a. Bagaimana karakteristik penyebab kecelakaan pada ruas Jalan Raya Cilegon?
b. Dimana lokasi titik daerah blackspot pada ruas Jalan Raya Cilegon ?
c. Apa saja faktor penyebab kecelakaan pada ruas Jalan Raya Cilegon?
e. Bagaimana upaya penanganan pada lokasi titik blackspot di Jalan Raya Cilegon?
f. Berapa besar kerugian materil dari kecelakaan di Jalan Raya Cilegon?
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa faktor penyebab,
karakteristik, lokasi daerah titik rawan (blackspot), keadaan daerah titik rawan
(blackspot), upaya – upaya penanganan yang dapat dilakukan, dan besarnya kerugian
materiil kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Cilegon.
1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Lalu Lintas
Lalu lintas merupakan gabungan dua kata yang masing-masing dapat diartikan
tersendiri. Menurut Djajoesman (1976:50) mengemukakan bahwa secara harfia lalu
lintas diartikan sebagai gerak (bolak balik) manusia atau barang dari satu tempat
ketempat lainnya dengan menggunakan sarana jalan umum. Menurut Poerwadarminta
dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (1993:55) menyatakan bahwa lalu lintas adalah
berjalan bolak balik, hilir mudik dan perihal perjalanan di jalan dan sebagainya serta
berhubungan antara sebuah tempat dengan tempat lainnya. Dengan demikian lalu lintas
adalah merupakan gerak lintas manusia dan atau barang dengan menggunakan barang
atau ruang di darat, baik dengan alat gerak ataupun kegiatan lalu lintas din jalan yang
dapat menimbulkan permasalahan seperti terjadinya kecelakaan dan kemacetan lalu
lintas.
2.2. Faktor Penyebab Kecelakaan
Faktor manusia merupakan faktor yang paling dominan dalam kecelakaan. Manusia
menggunakan jalan sebagai pejalan kaki dan pengemudi kendaraan. Pejalan kaki tersebut
menjadi korban kecelakaan dan dapat juga menjadi penyebab kecelakaan. Pengemudi
kendaraan merupakan penyebab 10 kecelakaan yang utama, sehingga paling sering
diperhatikan. Hampir semua kejadian kecelakaan diawali dengan pelanggaran aturan lalu
lintas.
2.3. Kriteria Lokasi Rawan Kecelakaan
Daerah yang mempunyai angka kecelakaan tinggi, resiko kecelakaan tinggi dan
potensi kecelakaan tinggi pada suatu ruas jalan dapat disebut daerah rawan kecelakaan
(Dewanti dalam Sulistyono, 1998:3). Penggolongan ruas jalan tertentu dikatakan masuk
dalam kategori daerah rawan kecelakaan lalu lintas, memiliki beberapa istilah yang
digunakan sebagai kriteria. Direktorat Keselamatan Transportasi Darat (2007:18)
menjelaskan beberapa kriteria untuk menentukan lokasi daerah rawan kecelakaan lalu
lintas adalah sebagai berikut:
a. Blackspot, adalah lokasi pada jaringan jalan yang frekuensi kecelakaan atau jumlah
kecelakaan lalu lintas dengan korban mati, atau kriteria kecelakaan lainnya, per tahun
lebih besar daripada jumlah minimal yang ditentukan.
b. Blacklink, adalah panjang jalan yang mengalami tingkat kecelakaan, atau kematian,
atau kecelakaan dengan kriteria lain per Kilometer per tahun, atau per kilometer
kendaraan yang lebih besar daripada jumlah minimal yang telah ditentukan.
c. Blackarea, adalah wilayah jaringan jalan yang mengalami frekuensi kecelakaan, atau
kematian, atau kriteria kecelakaan lain, per tahun lebih besar dari jumlah minimal
yang ditentukan.
d. Mass Treatment (blackitem), adalah bentuk individual jalan atau tepi jalan, yang
terdapat dalam jumlah signifikan pada jumlah total jaringan jalan dan yang secara
kumulatif terlibat dalam banyak kecelakaan, atau kematian, atau kriteria kecelakaan
lain, per tahun daripada jumlah minimal yang ditentukan.
2.4. Metode Penentuan Titik Rawan Kecelakaan
1. Metode Angka Ekivalen
Salah satu metode untuk menghitung angka kecelakaan adalah dengan menggunakan
metode EAN (Equivalent Accident Number) atau AEK (Angka Ekivalen Kecelakaan)
(Pignataro, 1973), yang merupakan pembobotan angka ekivalen kecelakaan mengacu
pada daerah rawan kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan Pd T – 09 – 2004 – B tentang
penanganan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas disebutkan bahwa metode angka
ekivalen kecelakaan merupakan pemeringkatan dengan pembobotan tingkat
kecelakaan. Dimana lokasi rawan kecelakaan ditentukan berdasarkan pembobotan
terhadap korban akibat kecelakaan tersebut. Dari pembobotan ini akan diperoleh
daftar peringkat kecelakaan yang baru. Metode ini menggunakan rumus sebagai
berikut:
AEK = 12MD + 3LB + 3LR + 1K
dengan :
MD = Meninggal dunia
LB = Luka Berat
LR = Luka Ringan
K = Kecelakaan dengan kerugian materi
2. Metode Statistika Kendali Mutu
Direktorat Keselamatan Transportasi Darat (2007:19) metode yang paling umum dan
yang mudah digunakan serta memberikan hasil yang cukup memuaskan adalah
metode yang dibuat berdasarkan frekuensi kecelakaan. Teknik Analisa daerah rawan
kecelakaan untuk ruas jalan yang menggunakan sistem referensi km mengacu kepada
penerapan konsep statistik kendali mutu yang memanfaatkan teknik nilai kendali
batas atas (UCL: Upper Control Limit) dengan menggunakan rumus:
dengan:
UCL = Garis kendali batas atas
λ = Rata-rata tingkat kecelakaan AEK
m = Angka kecelakaan ruas yang ditinjau Ruas jalan dengan tingkat kecelakaan yang
berada diatas garis UCL didefinisikan sebagai lokasi rawan kecelakaan.
BAB III
ANALISA DAN PEMBAHASAN
3.1. Pembagian Segmen
Jalan yang akan dianalisa dan dibahas pada penelitian ini adalah Jalan Raya Cilegon,
Kabupaten Serang, Banten, membentang sepanjang 12,3 Kilometer dengan titik awal
Kelurahan Serdang, Kecamatan Kramatwatu, bertempat di perempatan PCI (Pondok
Cilegon Indah) Serdang. Dan titik akhir yaitu berada di Kelurahan Drangong, Kecamatan
Taktakan, tepatnya di jembatan depan restoran Pecak Bandeng Tanpa Duri.
Identifikasi segmen adalah sebagai berikut:
- Segmen 1 : Berada di kelurahan Serdang, Kecamatan Kramatwatu, 1,1 Km.
- Segmen 2 : Berada di Kelurahan Wanayasa, Kecamatan Kramatwatu, 1,5 Km.
- Segmen 3 : Berada di Kelurahan Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, 2 Km
- Segmen 4 : Berada di Kelurahan Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu, 1,2 Km.
- Segmen 5 : Berada di Kelurahan Pelamunan, Kecamatan Kramatwatu, 1,9 Km.
- Segmen 6 : Berada di Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Taktakan, 0,5 Km.
- Segmen 7 : Berada di Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, 2,5 Km.
3.2. Karakteristik Kecelakaan
A. Kecelakaan Berdasarkan Hari
Jumlah kecelakaan berdasarkan hari terjadinya kecelakaan berdasarkan data
kecelakaan selama 4 tahun 2 bulan terakhir di Jalan Raya Cilegon sebanyak 257 kali
kecelakaan. Hari Sabtu memperoleh persentase kecelakaan terbanyak sebanyak 47
kali dengan persentase 18% disusul hari Rabu pada urutan kedua sebanyak 43 kali
dengan persentase 17%.
B. Kecelakaan Berdasarkan Waktu
Jumlah terbanyak terjadinya kecelakaan berada pada jam 18:00 - 05:59 sebanyak
149 Kali kecelakaan dengan persentase sebesar 58 % sedangkan pada jam 06:00 -
17:59 jumlah kecelakaan sebesar 108 kali (42%).
C. Berdasarkan Tingkat Kecelakaan
Karakteristik jumlah korban kecelakaan sebanyak 408 korban kecelakaan, dimana
angka yang terbanyak dari tingkat kecelakaan yaitu yang mengalami Luka Ringan
(LR) sebanyak 258 korban dengan nilai persentase 62%, kemudian disusul
Meninggal Dunia (MD) sebanyak 97 korban dengan persentase 24%, lalu Luka Berat
(LB) sebanyak 62 korban dengan persentase 14% dan tidak adanya korban materi.
Korban materi disini adalah kecelakaan yang hanya menghasilkan kerugian materiil
dan tanpa adanya luka dari pengendara kendaraan baik merupakan pelaku ataupun
korban kecelakaan.
D. Kecelakaan Berdasarkan Bulan
Berikut adalah karakteristik berdasarkan Musim/ bulan terjadinya kecelakaan.
E. Kecelakaan BerdasarkanTingkat Pendidikan
Berikut adalah karakteristik berdasarkan tingkat pendidikan yang terlibat
kecelakaan.
F. Kecelakaan Berdasarkan Jenis Kendaraan
Berikut adalah karakteristik berdasarkan jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan.
G. Berdasarkan Jenis Kelamin
Berikut adalah karakteristik berdasarkan jenis kelamin yang terlibat kecelakaan.
H. Berdasarkan Kepemilikan SIM
Berikut adalah karakteristik berdasarkan kepemilikan SIM yang terlibat kecelakaan.
I. Berdasarkan Usia Pengendara
Berikut adalah karakteristik berdasarkan usia pengendara yang terlibat kecelakaan.
3.3. Faktor Penyebab Kecelakaan
A. Subjek Penyebab Kecelakaan
Terdapat 3 subjek penyebab utama kecelakaan, berdasarkan data yang dikumpulkan
faktor yang paling dominan terjadi karena dari faktor manusianya dengan jumlah 248
kali (96%), faktor kedua adalah lingkungan dan jalan sebanyak 7 kali (3%), dan faktor
kendaraan sebanyak 2 kali (1%).
B. Bentuk Kecelakaan
Karakteristik berdasarkan bentuk yang menjebabkan kecelakaan didapatkan bahwa
bentuk kecelakaan dominan adalah tabrak lari dengan jumlah 67 kali kecelakaan
dengan nilai persentase 26%, urutan kedua terbanyak bentuk kecelakaan yaitu tabrak
depan sebanyak 54 kali dengan persentase 21%, dan bentuk kecelakaan ketiga
terbanyak yaitu tabrak sisi sebanyak 44 kali dengan persentase 17%.
C. Modus Operandi
Berdasarkan modus operandi kecelakaan yang terjadi selama 4 tahun 2 bulan terakhir
di sepanjang Jalan Raya Cilegon, maka modus operandi yang paling dominan adalah
kurang konsentrasi dengan jumlah 127 kali kecelakaan dengan nilai persentase 50%.
3.4. Analisa Angka Kecelakaan
Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) dihitung dengan rumus menjumlahkan kejadian
kecelakaan dalam satu kilometer atau satu segmen panjang jalan kemudian dikalikan
dengan nilai bobot sesuai tingkat keparahannya. Sedangkan perhitungan dengan
menggunakan metode Upper Control Limit (UCL) dilakukan dengan menggunakan
rumusan yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya. Dari hasil perhitungan didapatkan
besar nilai AEK dan UCL seperti pada tabel dan gambar di bawah ini.
3.5. Menentukan Titik Rawan Kecelakaan
Dari hasil perhitungan AEK dan UCL dapat diidentifikasi mengenai titik rawan kecelakaan
(blackspot). Titik rawan kecelakaan dapat ditentukan apabila nilai AEK lebih besar dari
nilai UCL. Didapat titik blackspot yaitu di segmen 2, segmen 3, dan segmen 7.
3.6. Upaya Pencegahan Kecelakaan
A. Segmen 2
Solusi berdasarkan kondisi lapangan pada segmen ini yaitu bisa dilakukan dengan
pemasangan pita kejut, rambu hati – hati, dan perbaikan jalan. Solusi berdasarkan
penyebab kecelakaan pada segmen ini yaitu pemasangan rambu hati – hati, pita kejut,
dan marka jalan tak terputus.
B. Segmen 3
Solusi berdasarkan kondisi lapangan pada segmen ini yaitu bisa dilakukan dengan
pemasangan rambu tikungan, tanjakan, dan peremajaan marka. Solusi berdasarkan
penyebab kecelakaan pada segmen ini yaitu bisa dengan pemasangan rambu hati –
hati, median jalan, dan sosialisasi tentang bagaimana cara berbelok dari kepolisian.
C. Segmen 7
Solusi berdasarkan kondisi lapangan di segmen ini yaitu dengan penambahan rambu
penyeberang, zona aman sekolah, dan peremajaan pita kejut. Solusi berdasarkan
penyebab kecelakaan di segmen ini yaitu dengan penambahan fasilitas pejalan kaki,
dan zebra cross.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
Kesimpulan Kecelakaan dominan terjadi pada Hari Sabtu sebanyak 47 kali (19%),
waktu gelap sebanyak 149 kali (58%), korban Luka Ringan sebanyak 258 korban (62%),
Bulan Maret hingga Agustus sebanyak 145 kali (57%), tingkat pendidikan SLTA sebanyak
164 kali (77%), pengguna Kendaraan Roda Dua sebanyak 180 kali (74%), laki – laki
sebanyak 167 kali (87%), tidak memiliki SIM sebanyak 124 kali (67%), karyawan swasta
sebanyak 134 kali (66%), usia 21 hingga 25 tahun sebanyak 49 kali (23%). Didapat lokasi
rawan kecelakaan di ruas Jalan Raya Cilegon pada segmen: - Segmen 2 : Dengan nilai AEK
= 522, dan nilai UCL = 305,3969 - Segmen 3 : Dengan nilai AEK = 447, dan nilai UCL =
305,5556 - Segmen 7 : Dengan nilai AEK = 405, dan nilai UCL = 305,6632.
Faktor penyebab kecelakaan di Jalan Raya Cilegon yang paling utama adalah faktor
manusia (sebanyak 96% dari total kasus kecelakaan). Dengan bentuk kecelakaan yang
dominan terjadi adalah Tabrak Lari dengan jumlah 67 kali kecelakaan dengan nilai
persentase 26%. Lalu Modus Operandi yang paling dominan terjadi adalah Kurang
Konsentrasi dengan jumlah 127 kali kecelakaan dengan nilai persentase 50%. Upaya dan
solusi untuk mengurangi kecelakaan yaitu bisa dengan menambah rambu rawan
kecelakaan, rambu pengurangan kecepatan dan pembenahan jalan.
4.2. Saran
Saran yang dapat diberikan penulis pada makalah ini adalah untuk peneliti
selanjutnya mendapatkan data kecelakaan dengan durasi waktu yang lebih lama dan
karakteristik yang lebih beragam.
DAFTAR PUSTAKA
Antoro, H., D., 2006, Analisa Hubungan Kecelakaan Dan V/C Ratio (Studi Kasus : Jalan Tol Jakarta
Cikampek), Tesis Pasca Sarjana, Universitas Diponegoro, Semarang.
Dwiyogo, P., dan Prabowo., 2006, Studi Identifikasi Daerah Rawan Kecelakaan (Blackspot dan
Blacksite) Pada Jalan Tol Jagorawi, Tugas Akhir, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Diponegoro,
Semarang.