0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
131 tayangan40 halaman

Potensi Wisata Pantai Mutiara Mawasangka

Bab IV membahas hasil dan pembahasan penelitian tentang Desa Gumanano di Kabupaten Buton Tengah. Demografi penduduk Desa Gumanano berjumlah 991 jiwa dengan agama Islam sebesar 100%. Struktur organisasi pemerintahan Desa Gumanano dipimpin oleh Kepala Desa dan dibantu Sekretaris Desa serta Kepala Urusan. Visi mengembangkan pembangunan masyarakat yang mandiri dan sejahtera berlandaskan gotong royong.

Diunggah oleh

Anton mawasangka
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
131 tayangan40 halaman

Potensi Wisata Pantai Mutiara Mawasangka

Bab IV membahas hasil dan pembahasan penelitian tentang Desa Gumanano di Kabupaten Buton Tengah. Demografi penduduk Desa Gumanano berjumlah 991 jiwa dengan agama Islam sebesar 100%. Struktur organisasi pemerintahan Desa Gumanano dipimpin oleh Kepala Desa dan dibantu Sekretaris Desa serta Kepala Urusan. Visi mengembangkan pembangunan masyarakat yang mandiri dan sejahtera berlandaskan gotong royong.

Diunggah oleh

Anton mawasangka
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

4.1.1. Gambaran umum

Kabupaten Buton Tengah atau disingkat Buteng merupakan salah satu

kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Ibu kotanya

berada di Labungkari, kecamatan Lakudo. Buton Tengah merupakan hasil

pemerkaran dari kabupaten Buton yang disahkan pada pertengahan tahun 2014

bersama kabupaten Buton Selatan dan Kabupaten Muna Barat Ketiga daerah

otonomi baru tersebut disahkan menjelang akhir kepengurusan DPR RI periode

2009-2014. Salah satu alasan pemekaran wilayah ini adalah karena permasalahan

akses. Seluruh wilayah Buton Tengah tidak berada di Pulau Buton sedangkan ibu

kota Kabupaten Buton berada di Pasarwajo. Pelayanan dan kontrol membutuhkan

biaya dan waktu yang panjang karena harus melewati laut menuju kota Bau-Bau

lalu dilanjutkan perjalanan darat menuju Pasarwajo di ujung timur Pulau Buton.

Mawasangka merupakan salah satu kecamatan di daerah Kabupaten Buton

Tengah yang berada disebelah selatan Pulau Muna. Bila dilihat dari letak

geografisnya Kecamatan Mawasangka terletak dibagian selatan garis katulistiwa

yang berada disebagian daratan Pulau Muna. Luas wilayah Kecamatan

Mawasangka sekitar 290,67 km2 dan memiliki dua musim yaitu musim kemarau

dan musim hujan. Kondisi topografi tanah daerah Kecamatan Mawasangka pada

umumnya memiliki permukaan yang berbukit-bukit. Diantara bukit tersebut,

terbentang daratan yang merupakan daerah-daerah potensial untuk pengembangan

sektor pertanian. (BPS Buton Tengah, 2020).

52
53

Desa Gumanao yang merupakan salah satu desa dikecamatan mawasangka

letaknya dipesisir pantai, memiliki objek wisata yang beragam jenisnya mulai dari

Pantai, Permandian, Danau, dan Benteng. Terdapat hal unik pada Desa Gumanano

yaitu kondisi model rumah panggung tradisional, dimana tempat tinggal berada

diatas sedangkan dibawah digunakan untuk kegiatan menenun kain. Administrasi

Desa Gumanano berbatasan dengan sebelah Timur Kecamatan Mawasangka

Tengah, sebelah Barat Desa Kancebungi, sebelah Selatan laut Flores dan sebelah

Utara Desa Morikana. Desa Gumanano merupakan salah satu desa yang ada di

Kecamatan Mawasangka yang luas wilayahnya 10,60 km 2 dan memiliki tiga

dusun yaitu Dusun Koe, Dusun Kaki Air dan Dusun Kantolobea. Jarak antara

Desa Gumanano dengan ibukota kecamatan 15 Km dan jarak pusat pemerintahan

Kabupaten Buton Tengah adalah sekitar 58 Km (BPS Buton Tengah, 2022)

4.1.2. Kondisi Demografi

Demografi merupakan studi tentang penduduk terutama tentang jumlah

masyarakat berdasarkan data profil desa jumlah penduduk. Desa Gumanano

berdasarkan jenis kelamin diketahui laki-laki berjumlah 489 jiwa dan perempuan

berjumlah 502 jiwa. Total keseluruhan jumlah berdasarkan jenis kelamin

sebanyak 991 jiwa, dan untuk kepala keluarga laki-laki 200 jiwa dan perempuan

60 jiwa sehingga total jumlah kepala keluarga 260 jiwa.

Tabel 4.1 Jumlah Penduduk Desa Gumanano Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah Kepala keluarga


1 Laki-laki 489 200
2 Perempuan 502 60
Total 991 260
Sumber: Hasil Data Penelitian, 2022
54

4.1.3 Keadaan Topografi

[Link] Tingkat Pendidikan

berdasarkan data profil desa jumlah penduduk Desa Gumanano berdasarkan

tingkat pendidikan diketahui Sarjana (S1) berjumlah 20 jiwa, Diploma (D3)

berjumlah 4 jiwa, SMA berjumlah 125 jiwa, SMP berjumlah 124 jiwa, SD

berjumlah 318 jiwa, Belum Tamat Sekolah Dasar (BTSD) berjumlah 119 jiwa,

Belum Sekola (BS) berjumlah 168 jiwa, dan Tidak Tamat Sekolah Dasar (TTSD)

berjumlah 113 jiwa.

Tabel 4.2 Jumlah Penduduk Desa Gumanano Berdasarkan Tingkat


Pendidikan
No Tingkat Pendidikan Jumlah
1 Sarjana (S1) 20
2 Diploma (D3) 4
3 SMA 125
4 SMP 124
5 SD 318
6 BTSD 119
7 BS 168
8 TTSD 113
Jumlah 991
Sumber: Hasil Data Penelitian, 2022

[Link]. Tingkat Usia

Berdasarkan data profil desa jumlah penduduk Desa Gumanano berdasarkan

usia diketahui 0-4 tahun berjumlah 64 jiwa, 5-14 tahun berjumlah 106 jiwa, 15-39

tahun berjumlah 205 jiwa, 40-64 tahun berjumlah 89 jiwa dan 65 tahun keatas

berjumlah 25 jiwa.
55

Tabel 4.3 Jumlah Penduduk Desa Gumanano Berdasarkan Usia

No Usia Laki-laki Perempuan


1 0 - 4 Tahun 64 56
2 5 -14 Tahun 106 113
3 15-39 Tahun 205 203
4 40-64 Tahun 89 100
5 65 Tahun 25 30
Keatas
Sumber: Hasil Data Penelitian, 2022

[Link]. Agama dan Suku

Berdasarkan data profil desa jumlah penduduk Desa Gumanano berdasarkan

agama dapat dilihat bahwa yang beragama Islam berjumlah 991 jiwa. Sedangkan

yang beragama Kristen, Katolik, Hindu dan Budha masing-masing berjumlah 0

(nol). Itu artinya penduduk Desa Gumanano 100% beragama Islam, untuk jumlah

penduduk Desa Gumanano berdasarkan suku diketahui penduduk yang bersuku

Buton berjumlah 978 jiwa, suku Muna berjumlah 8 jiwa, suku Sunda, Jawa, dan

Batak masing-masing berjumlah 1 orang, serta suku Nias berjumlah 2 orang

Tabel 4.4 Jumlah Penduduk Desa Gumanano Berdasarkan Agama dan Suku

No Agama Jumlah Suku Jumlah


1 Islam 991 Buton 978
2 Kristen 0 Muna 8
3 Katolik 0 Sunda 1
4 Hindu 0 Jawa 1
5 Budha 0 Batak 1
6 Nias 2
Sumber: Hasil Data Penelitian, 2022
56

4.1.4. Struktur Organisasi dan Visi Misi Desa Gumanano

a. Struktur Organisasi

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Pemerintah Desa Gumanano

Kepala Desa
Halidun

Sekretaris Desa
Baharusin, [Link]

Kepala Urusan Kepala Urusan Kepala Urusan


Tata Usaha dan Keuangan Perencanaan
Umum Kalsum Asrawati
Sauna Hidayar, AMd. Nende
Keb

Kepala Seksi
Kepala Seksi Kepala Seksi
Pemerintahan
Pemerintahan Pelanan
Yasri Heldin,
Amidun Suriati
AMd. Keb

Kepla Kampo Koe Kepala Kampo


Kepala Kampo Kaki Air Kantolobea
Sutiana
Keslin, [Link] Tutri, [Link]
57

Sumber: Hasil Data Penelitian 2022

B. Visi Misi

Visi

“Terciptanya Pembangunan Masyarakat Desa Gumanano Yang Maju, Mandiri,

Sejahtera, Adil Dan Berakhlak Mulia Yang Dilandasi Dengan Gotong Royong

Tinggi”

Misi

 Menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, demokratis, kreatif dan aktif

yang berkepedulian

 Mengembangkan perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan potensi

desa

 Meningkatkan mutu sumber daya manusia serta kesejahteraan masyarakat

untuk mencapai taraf kehidupan yang lebih baik

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Prasarana dan Sarana Pariwisata

Untuk mendukung pengembangan kawasan obyek wisata Pantai Mutiara

perlu mendapat perhatian khusus disektor penyediaan sarana dan prasarana

pendukung. Karena salah satu kelemahan disektor pariwisata ini yaitu belum

optimalnya pengelolaan sarana dan prasarana yang ada, kurangnya kualitas dan

infrastruktur dan sarana transportasi, serta belum tumbuhnya industri pariwisata,


58

walaupun sebenarnya kawasan obyek wisata Pantai Mutiara memiliki banyak

potensi wisata yang mempunyai daya tarik unik, didukung dengan letaknya yang

strategis dan dijadikan sebagai obyek wisata pantai.

Aspek sarana dan prasarana pariwisata yang dimaksud adalah seluruh

aspek yang berperan dalam membantu terselenggarannya suatu proses kegiatan

berwisata seperti tersediannya sistem jaringan jalan, sistem telekomunikasi,

jaringan listrik, air bersih, persampahan dan sarana akomodasi, rumah makan,

penginapan/vila, sarana ruang pertunjukan dan parkiran.

[Link]. Sarana

a. Sarana Akomodasi

Sarana akomodasi memliki pengaruh yang besar terhadap pengembangan

kawasan obyek wisata Pantai Mutiara. Dalam hal ini berdampak pada lama

tinggalnya pengunjung dan jenis kegiatan yang dilakukan. Kondisi sarana

akomodasi pada kawasan obyek wisata Pantai Mutiara saat ini masih sangat

minim, dimana pada obyek ini juga belum memiliki sarana pendukung, sehingga

para pengunjung hanya datang dalam waktu sesaat untuk menikmati panorama

alam dan berekreasi. Untuk meningkatkan jumlah pengujung di kawasan obyek

wisata Pantai Mutiara perlu adanya penyediaan sarana akomodasi yang memadai,

guna mendukung pengembangan kawasan obyek wisata ini. Untuk sarana

akomodasi ini meliputi; rumah makan, penginapan/vila, dan lain sebagainya.

Penyediaan saran akomodasi secara merata pada titik-titik obyek, sehingga


59

memiliki kesan yang menarik bagi penggunjung menikmati suasana keindahan

alam Pantai Mutiara.

b. Rumah Makan dan Penginapan

Pada kawasan obyek wisata Pantai Mutiara belum tersedia sarana rumah

makan dan penginapan/vila. Hal ini merupakan salah satu faktor penghambat

perkembangan kawasan obyek wisata Pantai Mutiara. Berdasarkan observasi para

pengunjung mengeluhkan akan kurangnya tersedia sarana ini, membuat

pengunjung membawa bekal masing-masing, sehigga waktu untuk berekreasi dan

kegiatan lain terbatas

c. Ruang Pertunjukan

Ruang pertunjukan merupakan salah satu citra pada suatu kawasan obyek

wisata. Denga memanfaatkan potensi obyek-obyek wisata yang ada, perlu

dukungan agar bentuk penyajian obyek wisata ini bukan sekedar menikmati

panorama yang indah tetapi bisa memadukan produk wisata Pantai dengan daya

tarik wisata lain. Perpaduan produk wisata yang berbasis kultur budaya,

menyajikan atraksi kebudayaan masyarakat yang masih kental degan

menyediakan berupa ruang pertunjukan. Dengan adanya konsep ini para

wisatawan akan lebih lama tinggal.

d. Tempat Parkiran

Tempat parkir adalah bagian yang tak terpisahkan dan penting dari

kawasan obyek wisata. Kondisi perpakiran pada kawasan obyek wisata Pantai

masih semrawut. Lokasi perpakiran yang ditentukan oleh pengelolah obyek yang
60

sangat sempit untuk menampung jumlah kedaraan yang ada, membuat para

pengunjung memarkir kendaraannya dengan tak teratur. Hal ini menyebabkan

terjadinya kemacetan ketika pengunjung meninggalkan lokasi secara bersamaan.

Keamana perpakiran belum sepenuhnya terjamin karena belum ada pengelola

perpakiran pada obyek wisata ini. Dengan kondisi yang ada maka perlu adanya

pembenahan sarana perpakiran dan jaminan kemanan kendaraan para pengunjung.

Dalam hal ini lokasi perpakiran di tempatkan ± 200 meter dari obyek wisata denga

menerapkan sistem perpakiran kendaraan roda dua dan roda empat, sehingga tidak

terjadi kemacetan ketika pengunjung meninggalkan lokasi wisata. Selain itu pada

lokasi parkiran disediakan tempat-tempat sampah agar sampah makanan yang

berserakan bisa di buang pada tempat sampah yang disediakan.

[Link] Prasarana

a. Jaringan Jalan

Jaringan jalan merupakan prasarana yang dapat mempengaruhi motivasi

wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata. Salah satu hal yang terpenting

mempertimbangkan aksesibilitas dalam ruang kawasan obyek wisata Pantai

Mutiara adalah posisi dan letak yang sangat strategis yang berada pada jalur jalan

poros Kabupaten Buton Tengah- Kabupaten Muna dengan kondisi jalan aspal

sehingga mempermudah daya jangkau wisatawan yang ingin berkunjung, hanya

saja kondisi sebagian jalan ke kawasan obyek ada yang rusak. Berdasarkan

kondisi tersebut diperlukan peningkatan kualitas jaringan jalan menuju kawasan

wisata Pantai Mutiara.


61

b. Jaringan Listrik

Pada kawasan obyek wisata Pantai Mutiara belum terjangkau jaringan

listrik yang ada karena lokasi obyek wisata ini merupakan daerah yang terisolir

dari pemukiman penduduk Desa Gumanano. Kebutuhan akan energi listrik ini

juga mempunyai peran dalam pengembangan suatu obyek wisata, dengan

perkembangan teknologi saat ini hampir semua barang/alat elektronik

menggunakan tenaga yang bersumber dari tenaga listrik. Pengembangan kawasan

wisata ini dalam hal pembangunan sarana pariwisata harus didukung dengan

ketersediaan jaringan listrik. Untuk itu perlu peningkatan daya/voltase jaringan

listrik sehingga kebutuhan listrik pada kawasan wisata Pantai Mutiara dapat

terpenuhi.

c. Jaringan Telekomunikasi

Jaringan telekomunikasi/telepon pada wilayah penelitian sebagian besar

terjangkau ke kawasan obyek wisata, jaringan telekomunikasi yang terpasang

berupa tower membuat masyarakat/pengunjung bisa menggunakan alat

komunikasi berupa HP. Akan tetapi penggunaan alat komunikasi ini kadang-

kadang tergangu ketika jaringan/tower mengalami gangguan signal. Untuk itu

diperlukan pengembangan sistem jaringan telekomunikasi yang tidak hanya

menggunakan pemancar atau tower, tetapi juga pengembangan jaringa sistem

telekomunikasi dengan menggunakan jaringan kabel, mengingat kebutuhan

informasi atau untuk berinteraksi dengan kerabat lain yang tidak berada di

kawasan wisata bisa saling berkomunikasi. Melihat komunikasi sangat perlu

apalagi jika wisatawan sudah melakukan wisata denga waktu yang cukup lama,
62

sehingga wisatawan merasa nyaman jika melakukan perjalanan wisata tanpa

merasa resah dengan keadaan kerabat yang ditinggalkan.

d. Jaringan Air Bersih

Air merupakan unsur kehidupan. Tingkat kebutuhan air bersih pada suatu

obyek wisata sangat diperlukan, sumber air yang digunakan masyarakat pada

lokasi penelitian terdiri dari jenis PDAM dan air tanah. Untuk pemenuhan

kebutuhan air terhadap pengunjung di kawasan obyek wisata ini, sebagian

penggunaan air bersih sebagian kecil masih mengandalkan kemampuan air bersih

yang terdapat dalam tanah yang kedalamanya 3-5 meter yang digunakan sebagai

kebutuhan wc dan pembilasan badan setelah mandi air laut. Kondisi air bersih

pada obyek wisata ini sudah terbilang mendukung sehingga dalam

pengembangannya jaringan air bersih dapat terpenuhi pada sarana pendukung

berupa penginapan, rumah makan, wc/toilet umum dan sebagainya dengan

menggunakan system jaringan perpipahan. .

e. Aksesibilitas

Adapun kondisi jalan Desa Gumanano sebagian besar jalan aspal dan jalan

tanah. Akan tetapi kondisi jalan menuju ke lokasi kawasan wisata masih

merupakan jalan tanah. Jarak tempuh dari ibukota kecamatan kelokasi wisata ± 61

Km. Untuk wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata menggunakan

jenis/moda angkutan seperti mikrolet, kendaraan pribadi, dan dengan biaya yang

disesuaikan dengan jarak tempuh

4.2.2 Potensi Objek Wisata Pantai Mutiara di Desa Gumanano Kecamatan

Mawasangka Kabupaten Buton Tengah


63

Desa Gumanano adalah sebuah desa wisata yang berlokasi di kabupaten

Buton Tengah, Desa Gumanano mulai menjadi bahan pembicaraan pada tahun

2015 ketika mulai ramai diekspos melalui media eletronik. Desa Gumanano juga

memiliki keistimewaan yang lain, yaitu memiliki banyak tempat wisata dengan

jarak yang berdekatan sehingga dalam satu kali jalan akan dapat menikmati obyek

wisata yang lain sekaligus. Desa Gumanano terletak di wilayah Kecamatan

Mawasangka Kabupaten Buton Tengah dan merupakan desa disekitar Hutan dan

Desa Pesisir Pantai yang merupakan Desa Wisata Binaan dengan memiliki

beberapa Potensi Sumber Daya Alam yang sangat potensial. Jenis wisata yang

dapat dinikmati wisatawan di Desa Gumanano adalah wisata alam dan juga

kerajinan karena memang alam disekitar lokasi ini masih jarang tersentuh

gangguan manusia sehingga masih sangat indah dan menarik untuk dilihat. Daya

tarik wisata di Desa Gumanano antara lain adalah sebagai berikut :

[Link] Daya Tarik Wisata Alam

1. Potensi Obyek Wisata Bahari

a. Pantai Mutiara

b. Danau Anano Te’i

2. Potensi Obyek Wisata Goa / Goa Wisata

a. Goa Moko

b. Permandian Gumanano

3. Potensi Obyek Wisata Ziarah/Benteng

a. Benteng Lasaidewa

4. Potensi Sumber Daya Alam lainnya, diantaranya, Pasir Kuarsa, Batu Kapur,
64

Batu Kaca, dll.

[Link] Daya tarik Wisata Budaya dan Kerajinan

5. Seni Budaya

a. Kasebu

b. Pingitan

c. Kangkilo

d. Upacara Adat

6. Seni Kerajinan

a. Kerajinan Seni Ukir

b. Kerajinan Membuat Sarung Tenun

c. Kerajinan Makanan Khas (Sumber Kantor Desa Gumanano)

Pantai Mutiara adalah sebuah pantai yang terdapat di Desa Gumanano

yang menjadi daya tarik Desa Gumanano, Pantai Mutiara adalah sebuah pantai

yang menghadap ke Samudera Hindia, hamparan pantai bersih yang terbentang

sepanjang 2 km dengan pemandangan laut lepas, keberadaan perahu-perahu

tradisional yang ditambatkan disana melahirkan pemandangan pantai yang khas

dan indah, juga akitivitas nelayan tradisional saat mendaratkan ikan.

Pemandangan Yang menarik ini semakin terasa såat matahari terbit (sunrise) dan

matahari tenggelam (sunset), Desa Gumanano yang berjarak sekitar 65 km dan

menghabiskan waktu sekitar 1 jam dari pusat Kota banyak didatangi wisatawan

yang berasal dari Muna, Muna Barat, Bau-Bau, Buton, dan sekitarnya. Seperti

yang disampaikan oleh Bapak Rustam (54 tahun) yang merupakan salah satu

pengelola wisata pantai mutiara mengatakan:

“Pantai mutiara merupakan objek wisata favorit yang ada di Desa


65

Gumanano yang memiliki karakteristik pantai pasir putih sepanjang bibir pantai

dan air berwarna biru jernih menjadikan pantai sebagai lokasi wisata favorit

akhir pekan wisatawan lokal. Pantai mutiara sangat cantik saat kondisi air laut

sedang surut karena dapat melihat pulau sekitar pantai, anda dapat

menghabiskan waktu dengan berenang dan berfoto di spot foto yang sudah

disediaka.”. (hasil wawancara 20 maret 2022)

Perjalanan menuju Pantai Mutiara dapat melalui jalur darat dan jalur laut,

untuk jalur darat jika berangkat dari Kabupaten Muna yang melewati beberapaa

kecamatan dan desa di kabupaten buton tengah, kondisi jalan di bebrapa ruas jalan

ada sebagian jalan menuju wista pantai mutiara yang lumayan hancur sehingga

dapat menghabiskan waktu sekitar 3-4 jam menuju Pantai Mutiara dengan

menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Jika melewati jalur

laut dengan rute keberangkatan dari Pelabuhan Bau-Bau maupun Pelabuha Tampo

makan memkan wakktu kuurang lebih 1 jam.

Efek dari adanya wisata Pantai Mutiara dapat memberikan tambahan serta

meningkatkan penghasilan bagi masyarakat terutama yang berada di Desa

Gumanao sebagai desa yang paling dekat dengan Pantai Mutiara. Seperti apa yang

disampaikan oleh aparatur Desa Gumanano Bapak Lamani (53 tahun) yang

mengatakan:

“Untuk peluang Pantai Mutiara sendiri dapat kita lihat seperti adanya

pedagang kecil yang menjual di wisata pantai mutiara artinya adanya wisata

pantai mutiara ini bisa memajukan perekonomian masyarakat setempat.” (hasil

wawancara 10 april 2022)


66

Senada dengan apa yang di sampaikan oleh Bapak Muhamad Said (42

tahun) salah satu pegawai dinas pariwisata yang mengatakan:

“Adanya pantai mutiara dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru

bagi masyarakat setempat hususnya seperti UKM kecil dan bagi masyarakat

buton tengah umumnya seperti penyediaan jasa terkait dengan kepariwisataan di

pantai mutiara.” (hasil wawancara, 24 Maret 2022).

Berdasarkan uraian di atas dapat di simpulkan bahwa Desa Gumanaano

yang merupakan lokasi wisata dari Pantai Mutiara tidak hanya memiliki

keindahan wisata pantai saja tetapi memiliki beberapa potensi wisata seperti

wisata alam yang terdiri dari wisata bahari, wisata goa, wisata ziarah dan juga

wisata kerajinan seperti kain tenun, kasebu serta makanan khas, hal ini yang akan

menjadi obyek wisata pendukung bagi Pantai Mutiara sehingga penggunjung tidak

hanya menikmaati wisata pantai mutiara saja tetapi juga bisa menikmati objek

wisata lainya. Dan juga Hamparan pantai pasir putih yang terbentang sepanjang 2

km dengan pemandangan laut lepas, keberadaan perahu-perahu tradisional yang

ditambatkan disana melahirkan pemandangan pantai yang khas dan indah, juga

akitivitas nelayan tradisional saat mendaratkan ikan. Pemandangan Yang menarik

ini semakin terasa såat matahari terbit (sunrise) dan matahari tenggelam (sunset).

Perkembangan kepariwisataan hususnya pada Pantai Mutiara akan mendukung

dan menciptakan lapangan kerja baru, memajukan ekonomi masyarakat serta

pariwisata yang ada di buton tengah, meningkatkan produktifitas home industry

maupun kerajinan sehingga secara otomatis akan mengurangi kemiskinan.

4.2.3. Daya Tarik Wisata Pantai Mutiara


67

[Link] Masih Sangat Natural

Berkunjung ke suatu tempat wisata alam maupun bahari pasti ada satu hal

yang didamba-dambakan oleh para wisatawan, yaitu keasriannya ataupun alamnya

yang natural. Pantai ini terkenal masih asri karena masih dijaga dan juga dikelola

dengan baik oleh masyarakat setempat. Hal ini pun juga didukung dengan kondisi

pantai yang memang masih asri. Keadaan pantai yang menjadikannya terlihat asri

yaitu adanya pepohonan yang tumbuh di pesisir, lautnya yang sangat jernih, batu

karangnya yang berdiri kokoh, dan juga pasirnya yang berwarna putih.

[Link] Tulisan Pantai Mutiara

Daya tarik selanjutnya yakni terdapat tulisan “Pantai Mutiara” yang besar.

Tulisan ini memiliki warna yang beragam sehingga tampak cantik diletakkan di

atas pasir putih. Wisatawan pun bisa menjadikan spot ini sebagai tempat memotret

untuk menandai bahwa mereka telah datang ke pantai ini dan bersenang-senang di

sana.

4.2 3.3 Taman

Pantai ini juga dilengkapi dengan taman kecil yang semakin menambah

kenyamanan pengunjungnya. Di taman ini, wisatawan bisa bermain ayunan serta

bergantian bermain dengan wisatawan lain karena pihak pengelola tidak

menyediakan banyak ayunan.

[Link]. Berpasir Putih Halus

Pantai ini mempunyai hamparan pasir putih halus yang membentang

sejauh mata memandang sebagai daya tarik terakhir. Pasir putih ini semakin indah

dilihat kala air laut sedang surut sebab pulau sekitar seperti Talaga, Kadatua
68

Buton Selatan, Kabaena, dan Pulau Siompu terlihat.

4.2.4 Hambatan Yang Dihadapi

Adapun hasil wawancara penelitian dengan Bapak Rustam (54 tahun)

salah satu pengelola wisata pantai mutiara adalah sebagai berikut:

“Permasalahan yang dihadapi adalah pengadaan dan pemeliharaan

fasilitas yang memadai yang kondisinya masih perlu perhatian khusus bagi

pemerintah selaku penanggung jawab penuh. Kami juga pengelola selalu ingin

supaya objek wisata semakin bagus, tapi kadang tersendat izin masyarakat,

seperti tanah yang rencana akan dibangun parkir permanen, sebenarnya masih

tanah masyarakat yang sedang dalam rperkara sehingga menyebabkan lahan

parkir yang sempit di kawasan pantai.” (hasil wawancara penelitian, 20 Maret

2022).

Selanjutnya hasil wawancara yang di lakukan dengan Ibu Mardiana (38

tahun) salah satu wisatawan dari Kabupaten Muna adalah sebagai berikut:

“Pantai mutiara cukup indah kalau menurut saya, disini udaranya sejuk

dan ditambah pemandangannya indah, tapi ibu agak kurang nyaman karena

banyak sekali sampah yang berserakan di sekitar pantai, ada sebagian toilet yang

kotor serta jika masuk wc di kenakan pemungutan biaya dari petugas harusnya

dengan membeli karcis tidak perlu lagi dikenakan biaya, kondisi jalan yang

sebagian rusak dan juga saya tidak menemukan penginapan di sekitar pantai

padahal seharusnya pemerintah mengadakan fasilitas karna kami biasa datang

sekeluarga. Masalah jaringan internet juga sebenarnya sangat penting karna


69

kalau di lihat jaringan di pantai mutiara ini sangat tidak mendukung yang di

mana tadinya saya pengen video call dengan keluarga di perentauan soalnya

mereka juga belum pernah lihat wisata ini tapi karna jaringan tidak berfungsi

dengan baik akhirnya saya tidak bisa video call dengan keluarga untuk melihat

keindahan pantai mutiara ini.” (hasil wawancara penelitian, 20 Maret 2022).

hal yang senada juga wawancara dengan saudara Abdul Qama (23 tahun)

wisatawan asal Mawasangka Tengah mengatakan:

“ jika dilhat pantai mutiara memang bagus tapi kurang teratur misalnya seperti

parkiran mobil dan motor yang tidak beraturan, misalnya saja pada saat hari

libur seperti tahun baru atau idul fitri bisa di bilang jalan itu sudah di penuhi

dengan kendaraan yang parkir sehingga mengalami kemacetan harusnya di

sediakan lahan parkir yang luas di sekitar pantai.” (hasil wawancara penelitian,

23 April 2022)

Berdasarkan hasil wawancara penelitian diatas maka dapat dijelaskan

bahwa Pantai Mutiara masih menghadapi masalah dalam hal pengadaan fasilitas

pemeliharaan dan penataan wisata, serta akses jaringan yang memadai di area

wisata pantai mutiara dan juga masalah tanah di sekitar pantai yang akan di

jadikan lahan parkir. Dalam hal fasilitas wisata pantai mutiara masih banyak

membutuhkan pembangunan seperti penginapan, lahan parkir, toilet, penyewaan

alat-alat dan perbaikan jaringan. begitupun halnya dalam hal penataan.

4.2.5 Promosi Yang Dilakukan


70

Adapun hasil wawancara penelitian dengan Bapak Muhamad Said (42

Tahun) salah satu pegawai dinas pariwisata Kabupaten Buton Tengah adalah

sebagai berikut:

“pihak dinas sendiri kiat getol dan terus memperlihatkan keseriusan

dalam memantapkan manajemen pengelolaan dan pembangunan sarana

prasarana pendukung di kawasan pantai mutiara, dan salah satu upaya yang

dilakukan untuk memperkenalkan pesona Pantai Mutiara secara luas adalah

melalui pengembangan dan pemantapan kegiatan public relations,

pengembangan dan perluasan produk-produk wisata, pengembangan pemasaran

jasa wisata dan tempat wisata.” (hasil wawancara penelitian, 24 Maret 2022).

Sementara menurut Saudara Sulaiman (24 Tahun) yang merupakan

mahasiswa asal Mawasangka yang ikut mempromosikan wisata pantai mutiara

adalah sebagai berikut:

“media promosi yang biasa di lakukan masih hanya sebatas BBM dan di

Facebook iya juga,dan instagram, serta menyampaikan kepada teman-teman.”

(hasil wawancara penelitian, 18 April 2022).

Berdasarkan hasil wawancara penelitian maka dapat dijelaskan bahwa

promosi pengenalan wisata Pantai Mutiara dengan melakukan beberapa upaya.

Pertama, melalui pemantapan kegiatan public relations. Dalam hal ini Dinas

Parawisata Kabupaten Buton Tengah menjalin kerjasama dengan beberapa pihak,

mengikuti ivent-ivent terkait dan program kunjungan terkait dalam upaya promosi

dan pembangunan kawasan Pantai Mutiara. Kedua, pengembangan dan perluasan


71

produk-produk wisata dsengan melakukan survei harapan wisatawan, audit

potensi wisata pantai mutiara , dan pengembangan kualitas dan kemasan produk

Pantai Mutiara. Ketiga, pengembangan pemasaran jasa wisata dan tempat wisata

serta perkenalan wisata melalui media sosial.

4.2.6 Pemanfaatan Teknologi dan Komunikasi

Adapun hasil wawancara penelitian dengan Bapak Muhamad Said (42

Tahun) salah satu pegawai dinas [Link] sebagai berikut:

“Sejauh ini pemanfaatan tekhnologi masih hanya sebatas sebagai media

promosi belum pada tahap penyusunan rencana pengembangan parawisata

berbasis tekhnologi seperti dalam hal kemudahan akses transportasi, paket

wisata, biaya, rute dan jarak, serta hal-hal yang berkenan dengan wisata pantai

mutiara, diharapkan kedepannya penggunaan teknologi dapat diterapkan secara

luas bukan sekedar dalam hal database tetapi juga dalam fisualisasi dan fasilitas.

Sehingga wisata pantai mutiara dapat diakses melalui e-tourism yang

menekankan pada online riview.” (hasil wawancara penelitian 24 Maret 2022)

Senada dengan yang disampaikan Bapak La Mani (54 Tahun) yang

merupakan pengelola wisata pantai mutiara yaitu:

“pemanfaatan teknologi terkait dengan pemasaran wisata masih sebatas internet,

facebook, instagram dan sejenisnya. Harapannya semoga kedepan pemanfaatan

teknologi bisa lebih baik lagi.” (hasil wawancara penelitian, 20 Maret 2022).

Berdasarkan hasil wawancara penelitian maka dapat dijelaskan bahwa

Dinas Parawisata Kabupaten Buton Tengah dan pihak pengelola telah


72

memanfaatkan internet namun belum maksimal. Ini terlihat dari pemanfaatan

teknologi yang masih sebatas media promosi dan belum pada pengembangan

parawisata berbasis teknologi. Saat ini, wisatawan belum bisa mengakses

transportasi, paket wisata, biaya, rute dan jarak, secara online. Dinas Parawisata

Buton Tengah berharap kedepannya penggunaan teknologi dapat diterapkan

sehingga wisata Pantai Mutiara dapat diakses melalui online review.

4.2.7 SWOT Dalam Pengembangan Objek Wisata Pantai Mutiara di Desa

Gumanano Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah.

[Link] Identifikasi Faktor Internal

Identifikasi faktor internal pada kali ini dengan melihat kekuatan dan

kelemahan yang terdapat pada Wisata Pantai Mutiara yang nantinya akan

digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam strategi pengembangan Wisata

Pantai Mutiara sebagai berikut :

a. Identifikasi Variabel Kekuatan

Variabel kekuatan yang ada dalam Wisata Pantai Mutiara didapat dari

identifikasi wawancara dengan penyebaran kuisioner pada pengunjung

Wisata Pantai Mutiara antara lain :

1. Pemandangan Yang Indah di Wisata Pantai Mutiara

Pemandangan indah yang dimiliki Wisata Pantai Mutiara menjadi daya

tarik paling utama untuk wisatawan berkunjung ke Wisata Pantai Mutiara

guna menikmati suasana dan pemandangan yang indah. Untuk menjaga

kebersihan dan keindahan pengelola Wisata Pantai Pulau Merah membuat


73

tulisan yang berisi larangan “Dilarang Membuang Sampah Sembarangan” di

sekitar kawasan Wisata Pantai Pulau Merah.

Berdasarkan tabel 4.5 Poin pertama, peneliti memberikan bobot (0,11)

untuk faktor kekuatan yang pertama dikarenakan potensi yang ada di kawasan

Wisata Pantai Mutiara menyajikan keindahan wisata alamnya. Pemandangan

merupakan komponen yang sangat penting untuk menarik pengunjung,

potensi pemandangan yang indah masuk kedalam kriteria penting maka

peneliti juga memberikan rating (3).

2. Kelengkapan Fasilitas Yang Ada di Wisata Pantai Mutiara

Fasilitas yang terdapat di kawasan Pantai Mutiara sudah cukup memadai

karena sudah banyaknya fasilitas yang tersedia. Pengunjung dapat

menggunakan dengan menyewa fasilitas yang ada, seperti Speed Boot,

Pelampung sebagai alat berenang, Toilet, dan Area Berfoto Dengan Huruf.

Berdasarkan tabel 4.5 Poin kedua, peneliti memberikan bobot (0,10)

untuk faktor kekuatan yang kedua dikarenakan fasilitas yang ada di kawasan

wisata Pantai Mutiara sudah cukup memadai. Disediakannya fasilitas yang

memadai merupakan upaya untuk menarik pengunjung agar tidak bosan

berada di kawasan wisata Pantai Mutiara. Peneliti juga memberikan besaran

skala (3) yang berarti kelengkapan fasilitas masuk ke dalam kriteria penting.

3. Didukung Oleh Sumber Daya Alam Lainya

Adanya sumber daya alam pendukung di sekitaran kawasan wisata pantai

mutiara merupakan point positif bagi pengunjung, dengan adanya sumber

daya alam pendukung tidak hanya membuat wisatawan menikmati keindahan

pantai saja tetapi juga bisa membuat wisatawan menikmati keindahan alam

lainnya sehingga memuat wisatawaan tidak merasa bosan.


74

Berdasarkan tabel 4.5 Poin ketiga, peneliti memberikan bobot (0,11)

untuk faktor kekuatan yang ketiga dikarenakan sumber daya alam pendukung

merupakan nilai tambah bagi para wisatawan untuk menikmati pariwisata.

Adanya sumber daya alam pendukung masuk kedalam kriteria penting maka

peneliti memberikan rating (3).

4. Harga Tiket Masuk Wisata Pantai Mutiara yang Terjangkau

Tarif atau Harga tiket masuk yang ada di kawasan Wisata Pantai Mutiara

cukup terjangkau. Harga tiket yang terjangkau dapat mempengaruhi

wisatawan untuk mengunjungi daerah wisata tersebut. Karena wisatawan

tidak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk tarif tiket masuknya.

Berdasarkan tabel 4.5 Point kelima, peneliti memberikan bobot (0,10)

untuk faktor kekuatan yang kelima dikarenakan harga tarif tiket masuk

kawasan wisata Pantai Mutiara dapat dijangkau seluruh kalangan wisatawan

yang datang berkunjung. Harga tiket masuk yang terjangkau juga masuk ke

dalam skala penting maka peneliti memberikan rating (3).

5. Adanya Dukungan Masyarakat Setempat

Masyarakat mendukung pengembangan kawasan Pantai Mutiara dengan

harapan adanya pengembangan wisata di Pantai Mutiara akan membuka peluang

kerja dan keseınpatan berusaha bagi masyarakat. Selain itü dengan adanya

pengembangan, fasilitas umum juoa menjadi lebih baik. Adanya dukungan

masyarakat ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang

harus dijaga dengan baik, sosialisasi dan membahas setiap upaya dan tahap

kegiatan merupakan kunci agar masyarakat ınerasa dilibatkan dan tidak

berprasangka buruk, sehingga masyarakat merasa ikut bertanggung jawab dengan


75

keberhasilan pengembangan dan ikut menjaga kenyamanan, keamanan dan

kelestarian lingkungan.

Berdasarkan tabel 4.5 Point kelima, peneliti memberikan bobot (0,10)

untuk faktor kekuatan yang kelima dikarenakan adanya dukungan masyrakat

setempat dapat menjaga kenyamanan, keamanan dan kelestarian lingkungan

hususnya di sekitaran objek wisata Pantai Mutiara. Dukungan masyarakat juga

masuk ke dalam skala penting maka peneliti memberikan rating (3).

6. Prakiraan Dampak Positif

Prakiraaan dampak positif yang mungkin terjadi karena adanya

pengembangan pariwisata hususnya pada objek wisata panta mutiara seperti

peningkatan kesempatan berusaha, terbukanya lapangan kerja, meningkatnya

pendapatan masyarakat maupun peemerintah, mendorong pembangunan serta

pelestarian sejarah, seni budaya, dan adat istiadat hususnya didesa gumanano

Berdasarkan tabel 4.5 Point keenam, peneliti memberikan bobot (0,10)

untuk faktor kekuatan yang kelima dikarenakan adanya pengembangan wisata

Pantai Mutiara bisa membawa dampak positif bagi masyarakat setempat

maupun daerah. Dampak positif dengan adanya wisata Pantai Mutiara juga

masuk ke dalam skala penting maka peneliti memberikan rating (3).

b. Identifikasi Variabel Kelemahan

Variabel kelemahan yang ada dalam Wisata Panta Mutiara didapatkan

dari identifikasi wawancara serta dengan menyebarkan kuisioner pada

pengunjung Wisata Panta Mutiara antara lain :

1. Akses Jalan
76

Kurang bagusnya akses jalan untuk menuju kawasan wisata Panta

Mutiara diakibatkan oleh kendaraan besar yang melintas untuk menuju wisata

Panta Mutiara sehingga jalan banyak yang berlubang. Ditambah lagi curah

hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya genangan-genangan yang terdapat

pada jalan yang lubang. Sehingga memerlukan perbaikan akses jalannya agar

kendaraan yang melintas merasa nyaman.

Berdasarkan tabel 4.5 Poin pertama, peneliti memberikan bobot (0,07)

untuk faktor kelemahan yang pertama dikarenakan akses jalan untuk menuju

wisata Panta Mutiara masih membutuhkan perbaikan. Peneliti juga memberi

skala (2) yang berarti akses jalan menuju wisata Panta Mutiara kurang bagus

untuk dilalui.

2. Keterbatasan lahan

Lahan disekitar Panta Mutiara sebagian masih berpekara sehingga

mengakibatkan terhambatnya pengembangan dikawasan pantai, sebagai salah

satu contohnya yaitu area parkir yang ssangat tidak memadai diakibatkan dari

keterbatasan lahan. ini akan membuat para pengunjung merasa tidak nyaman.

Berdasarkan tabel 4.5 Poin kedua, peneliti memberikan bobot (0.06)

untuk faktor kelemahan yang kedua dikarenakan keterbatasan lahan disekitar

pantai. Peneliti juga memberikan skala (2)

3. kurang optimmalnya pemanfaatan teknologi

Pemanfaatan teknologi sebagai media promosi sangat penting bagi

sebuah pariwisata akan tetapi pemanfaatan teknologi untuk wisata pantai

mutiara masih hanya sebatas untuk mengenalkan objek wisata pantai saja

belum pada kemasan produk wisata seperti biaya rute dan lain sebagainya.
77

Berdasarkan tabel 4.5 Poin ketiga, peneliti memberikan bobot (0,06)

untuk faktor kelemahan yang ketiga dikarenakan pemanfaatan teknologi yang

ada pada wisata Panta Mutiara masih kurang. Peneliti juga memberikan skala

(2)

4. Pembangunan vila dan hotel

Pembangunan vila dan hotel pada sekitar Kawasan wisata Panta Mutiara

adalah rencana yang baik untuk mengembangkan pariwisata di Kabupaten

Buton Tengah. Karena hingga detik peneliti melakukan observasi penelitian di

wisata Panta Mutiara masih belum ada pembangunan vila dan hotel disekitar

kawasan wisata Panta Mutiara. Sehingga perlu direncakanan pembangunan

vila dan hotel agar lebih menarik minat pengunjung yang ingin berwisata di

wisata Panta Mutiara.

Berdasarkan tabel 4.5 Poin keempat, peneliti memberikan bobot (0,08)

untuk faktor kelemahan yang keempat dikarenakan belum berdirinya vila dan

hotel ataupun perencanaan pembangunan vila dan hotel di kawasan Sekitar

panta mutiara. Peneliti juga memberikan skala (2) yang artinya pembangunan

vila dan hotel perlu dilakukan.

5. Penerangan

Penerangan di kawasan wisata Panta Mutiara menyebabkan aktifitas di

malam hari menjadi terbatas. Pengunjung tidak bisa menikmati keindahan

pantai di malam hari, padahal jika penerangan cukup memadai pengunjung

dapat menikmati keindahan pantai di malam hari, mulai dari bersantai di

pinggir pantai bahkan makan malam di pinggir pantai. Sehingga perlu

ditambahkannya penerangan yang cukup di sekitar kawasan wisata Panta


78

Mutiara

Berdasarkan tabel 4.5 Poin kelima, peneliti memberikan bobot (0,06)

untuk faktor kelemahan yang kelima dikarenakan penerangan yang ada di

sekitar kawasan wisata Panta Mutiara masih sedikit. Peneliti juga memberikan

skala (2) yang berarti penerangan yang ada masih kurang memadai.

Setelah meidentifikasi faktor-faktor strategi internal pada Wisata Panta

Mutiara dan data faktor-faktor strategis internal dimasukkan pada tabel

analisis faktor strategis internal (IFAS) dan dilakukan pemberian skor. Matrik

IFAS pada wisata Panta Mutiara dapat dilihat pada tabel (4.5). Sebagai berikut

Tabel 4.5 Matriks IFAS Pantai Mutiara

No Faktor Penentu Bobot (B) Rating (R) Skor


Kekuatan
1 pemandangan yang indah 0,11 3 0,33
2 kelengkapan fasilitas yang ada 0,1 3 0,3
3 didukung sumber daya alam lainya 0,11 3 0,33
4 harga tiket masuk terjangkau 0,1 3 0,3
5 dukungan masyarakaat setempat 0,1 3 0,3
6 prakiraan dampaak positif 0,1 3 0,3
Jumlah 0,62 1,86
Kelemahan
1 akses jalan 0,07 2 0,14
2 Keterbatasan lahan 0,06 2 0,12
3 Kurang optimalnya pemanfaatan
teknologi 0,06 2 0,12
4 Tidak adanya vila dan hotel 0,08 2 0,16
5 penerangan 0,06 2 0,12
jumlah 0,33 0,66
79

total keseluruhan 1 2,52


Sumber: (Data Penelitian 2022)

Berdasarkan tabel 4.5 Matrik hasil analisis Fkator strategi internal (IFAS)

pada wisata Panta Mutiara diperoleh skor faktor kekuatan sebesar 1,86 dan

skor pada faktor kelemahan sebesar 0,66 sehingga dalam pengembangan

wisata Panta Mutiara dari faktor internal yaitu faktor kekuatan lebih

berpengaruh dibandingkan faktor kelemahan.

[Link] Identifikasi Faktor Eksternal

Identifikasi faktor eksternal dengan cara melihat dari peluang dan

ancaman yang ada pada wisata Panta Mutiara dapat digunakan untuk

mempertimbangkan dalam strategi pengembangan adalah sebagai berikut :

a. Identifikasi Variabel Peluang

Variabel peluang yang ada dalam Panta Mutiara didapat dari identifikasi

wawancara dengan penyebaran kuisioner pada pengunjung wisata Panta

Mutiara antara lain :

1. Detinasi Utama Wisatawan Domestik Maupun Mancanegara

Dengan adanya potensi-potensi yang ada di kawasan Wisata Panta

Mutiara sangat mendukung bagi Wisata panta mutiara untuk menjadi

destinasi utama bagi wistawan domestik maupun mancanegara dikabupaten

Buton Tengah. .

Berdasarkan tabel 4.6 Poin pertama peneliti memberikan bobot (0,15)

pada faktor peluang yang pertama dikarenakan wisata Panta Mutiara

mempunyai potensi untuk dapat dikembangkan sehingga masuk dengan


80

kriteria skala (3) artinya wisata Panta Mutiara dapat dijadikan sebagai

destinasi utama yang berdampak positif bagi masyarakat sekitar membuka

lapangan pekerjaan baru, bagi Kabupaten Buton Tengah menambah

pendapatan pemkab Kabupaten Buton Tengah. Selain juga memberikan

peluang juga memberikan dampak yang sangat berpengaruh pada masyarakat

Desa Gumanano khususnya maupun daerah Kabupaten Buton Tengah.

2. Pembangunan vila dan Hotel

Adanya pembangunan vila dan Hotel pada kawasan wisata Panta

Mutiara merupakan salah satu bentuk kegiatan positif yang akan berguna

untuk mendukung berkembangnya wisata Panta Mutiara. Karena hinngga saat

ini, wisata Panta Mutiara belum menyediakan homstay ataupun hotel di

sekitar objek wisata panta mutiara. Sehingga diperlukannya pembangunan vila

dan Hotel yang dapat menambah kenyamanan wisatawan yang berkunjung

saat istirahat ataupun menginap.

Berdasarkan tabel 4.6 Poin kedua peneliti memberikan bobot (0,14)

pada faktor peluang yang kedua dikarenakan wisata Panta Mutiara dengan

lahan yang luas sebenarnya dapat membangun vila dan masuk dengan kriteria

yang (3) yang artinya dampak positif yang bisa dirasakan jika dilakukannya

pembukaan vila dan Hotel yang utama adalah menambah lapangan pekerjaan

untuk masyarakat sekitar objek wisata dan juga dapat menambah daya tarik

wisatawan untuk mengunjungi wisata Panta Mutiara karena sudah disediakan

tempat tinggal yang nyaman.

3. Adanya Kegiatan Perikanan Yang Dapat Mendukung Kegiatan Pariwisata

Pengembangan kawasan perikanan yang berdampingan dengan


81

kawasan objek wisata pantai mutiara dapat diarahkan untuk mendukung

kegiatan pariwisata seperti rumah makan ataupun restoran sefood,

pemancingan atau dengan membangun pusat jajan serba ikan bagi wisatwan.

Para wisatwan dapat menikmati produk segar atau olahan langsung di tempat

maupun dijadikan oleh-oleh, aktifitas nelayan menangkap ikan di laut juga

merupakan suatu pemandangan khas yang menarik bagi wisatwan.

Berdasarkan tabel 4.6 Poin ketiga peneliti memberikan bobot (0,13) pada

faktor peluang yang ketiga yang artinya di sekitar kawasan objek wisata

Panta Mutiara perlu untuk melakukan kegiatan perikanan yang dapat

mendukung kegiatan pariwisata. Dan masuk kriteria penting maka peneliti

memberikan rating (3) yaitu tujuan akan mendukung kegiatan pariwisata.

4. Penerangan Jalan Yang Lebih

Penerangan jalan yang terdapat di wisata Panta Mutiara kurang memadai

karena di sepanjang jalan belum terdapat lampu jalan yang terpasang.

Penerangan merupakan hal yang penting untuk mendukung aktifitas

masyarakat sekitar maupun wisatawan yang berkunjung.

Berdasarkan tabel 4.6 Poin keempat peneliti memberikan bobot (0,12)

pada faktor peluang yang keempat artinya wisata Panta Mutiara perlu

melakukan pemasangan lampu jalan yang berguna untuk penerangan jalan.

Dan masuk kriteria penting maka peneliti memberikan rating (3) yang artinya

pemasangan lampu jalan perlu dilaksanakan.

5. Meningkatkan ekonomi masyarakat maupun daerah

Dengan adanya sebuah objek wisata maka akan menjadi peluang besar

bagi suatu daerah dikarenakan objek wisata tersebut akan membawa dampak
82

positif salah satunya akan memajukan suatu perekonomian.

Berdasarkan tabel 4.6 Poin kelima peneliti memberikan bobot (0,13) pada

faktor peluang yang kelima artinya dengan adanya wisata Panta Mutiara akan

memajukan suatu perekonomian, peneliti memberikan rating (3).

b. Identifikasi Variabel Ancaman

Variabel ancaman yang ada dalam wisata Panta Mutiara didapat dari

identifikasi wawancara dengan penyebaran kuisioner pada pengunjung wisata

Panta Mutiara antara lain :

1. Adanya Pengembangan Obyek Wisata Sejenis di Kabupaten Buton Tengah

Buton Tengah sebagai kabupaten tidak hanya memiliki objek wisata Pantai

Mutiara tetapi juga mempunyai obyek wisata pantai lainnya yang mempunyai

fasilitas cukup lengkap baik untuk kegiatan wisata bahari, maupun sarana rekreasi

pantai. Saat ini pemerintah Kabupaten Buton Tengah tidak hanya mengembangan

Pantai Mutiara tetapi juga Pantai Katembe yang ada di desa madongka dan Pantai

Maobu yang ada di desa lalibo hal itu bisa dilihat dengan adaanya perbaikan akses

jalan dan juga penambahan fasilitas seperti tempat bersantai maupun gazebo, hal

ini merupakan ancaman apalagi dengan pernbangunan fasilitas-fasilitas yang

memberi kemudahan bagi wisatawan.

Berdasarkan tabel 4.6 Poin pertama peneliti memberikan bobot (0,09)

untuk faktor ancaman dikarenakan dengan adanya pengembangan objek

wisata yang sejenis pantai dikabupaten Buton Tengah dapat mengakibatkan

kurangnya pengunjung di wisata Pantai Mutiara. Peneliti memberikan rating

(2) yang berarti jika adanya pantai lain yang sejenis dengan Pantai Mutiara
83

dan memiliki kelengkapan fasilitas dan kemudahan maka akan mempengaruhi

minat wisatawan.

2. Wisatawan Yang Musiman Sifatnya, Sehingga Membuat Jumlah Wisatawan

Berfluktuasi

Seseorang melakukan perjalanan wisata selain disebabkan adanya motivasi

tertentu juga, karena adanya ketersediaan waktu luang (leisure time). Waktu

senggang untuk melakukan perjalanan wisata ini banyak dipengaruhi oleh hari

libur seperti lebaran, weekend (hari Sabtu-Minggu), liburan sekolah, hari natal dan

tahun baru. Hal tersebut menyebabkan jurnlah wisatawan yang berkunjung

berfluktuasi, sehingga merupakan kendala bagi masyarakat dan swasta yang

berusaha di sektor pariwisata, karena berdampak pada ketidakpastian penghasilan.

Berdasarkan tabel 4.6 Poin kedua peneliti memberikan bobot (0,10) untuk

faktor ancaman dikarenakan dengan adanya sifat wisatawan yang musiman akan

berdampak pada ketidakpastian penghasilan seingga peneliti memberikan rating

(2)

3. kemudahan, ketenangan kenyamanan dan keamanan

Suatu objek wisata harus memfasilitasi para pengunjung dengan sebaik

mungkin sehinggga hal tersebut akan membuat para wiatawan akan merasa puas

dengan pelayanan wisata tersebut. Jika suatu objek wisata tidak memberikan

kemudahan keamanan dan kenyamanan maka akan membuat para wiatawan tidak

akan berkunjung kembali di objek wisata tersebut.

Berdasarkan tabel 4.6 Poin ketiga peneliti memberikan bobot (0.09)

untuk faktor ancaman dikarenakan jika suatu objek wisata tidak memberikan
84

kemudahan, keamanan dan kenyamanan maka akan membuat wisatawan tidak

akan berkunjung kembali. Peneliti memberikan rating (2) yang berarti,

pemerintah maupun pengelola harus berupaya keras dalam memberikan

pelayanan sebaik mungkin demi kenyamanan pengunjung.

4. sebagian masyarakat yang memiliki tanah disekitar pantai tidak ingin

menjual atau menghibahkan tanahnya

Masyarakat Desa Gumanano yang merupakan penduduk di sekitar

kawasan objek wisata pantai harusnya diberikan pemahaman mengenai

pentingnya pembangunan suatu kawasan wisata sehingga masyarakat yang

memiliki tanah disekiataran kawasan objek wiasata pantai bersedia meberikan

tanahnya.

Berdasarkan tabel 4.6 Poin keempat peneliti memberikan bobot (0.09)

untuk faktor ancaman dikarenakan jika sebagian masyarakat yang memiliki

tanah di sekitaran kawasan objek wisata tidak ingin memberikan atau menjual

tanahnya maka hal ini akan menghambat pembangunan wisata. Peneliti juga

memberikan rating (2).

Setelah faktor-faktor strategi eksternal pada wisata Pantai Mutiara

didefinisikan, data dimasukan pada tabel analisis Faktor Strategi Eksternal

(EFAS) dan dilakukan pemberian skor. Matrik EFAS pada wisata Pantai

Mutiara Kabupaten Buton Tengah dapat dilihat pada tabel 4.6

Tabel 4.6. Matrik EFAS Pada Wisata Pantai Mutiara

Rating(R
No Faktor Penentu Bobot (B) ) Skor
  Peluang      
1 Destinasi Utama Wisatwan 0,14 3 0,42
2 Pembangunan Vila dan Hotel 0,13 3 0,39
3 Kegiatan Perikanan Yang Mendukung 0,12 3 0,36
85

Pariwisata
4 Penerangan Jalan 0,11 3 0,33
5 Membangun Rumah Makan 0,12 3 0,36
Jumlah 0,62   1,86
  Ancaman      
1 Objek Wisata Yang Sejenis 0,09 2 0,18
2 Wisatawan Yang Sifatnya Musiman 0,1 2 0,2
Kopetensi Daeraah Yang Makin Tinggi
3 Antar Daerah 0,09 2 0,18
Sebagian Masyarakat Yang Tidak
4 Ingin Memberikan Tanahnya 0,09 2 0,18
Jumlah 0,37   0,74
Total Keseluruhan 1   2,6
Sumber: (data hasil penelitian 2022)

Berdasarkan tabel 4.6 Matrik hasil analisis faktor strategi eksternal

(EFAS) pada wisata Pantai Mutiara diperoleh skor pada peluang sebesar 1,86

dan skor pada ancaman sebesar 0,74 sehingga dalam pengembangan wisata

Pantai Mutiara dari faktor peluang lebih berpengaruh dibandingkan dengan

faktor ancaman

4.2.8 Strategi Pengembangan Pantai Mutiara di Desa Gumanano

Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah.

Pembangunan wisata menurut peraturan pemerintah tentang rencana

induk pembangunan kepariwisataan adalah suatu proses perubahan untuk

menciptakan nilai tambah dalam segala aspek bidang pariwisata, mulai dari

sarana prasarana, objek daya tarik wisata, dan aspek-aspek lainnya. Adapun

tujuan dari pembangunan kepariwisataan nasional adalah meningkatkan

kualitas dan kuantitas destinasi pariwisata, mengkomunikasikan destinasi

pariwisata indonesia dengan menggunakan media secara efektif, efisien dan

bertanggung jawab, mewujudkan industri pariwisata yang mampu


86

menggerakkan ekonomi nasional dan mengembangkan kelembagaan

pariwisataan dan tata kelola pariwisata yang mampu mengoptimalkan

pembangunan destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata secara profesional,

efektif dan efisien (Budianto, 2012).

Untuk mengatahui arah dan bentuk pengembangan wisata Pantai Mutiara

maka diperlukan informasi-informasi mengenai faktor-faktor internal maupun

eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi

wisata Pantai Mutiara. Informasi tersebut diperoleh dari wawancara pengelola,

Dinas Pariwisata Buton Tengah, Pemerintah Desa Gumanano, dan wawancara

pengunjung wisatawan. Dari hasil penyebaran kuisioner diperoleh beberapa

informasi yang menjadi faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman

bagi pengembangan wisata Pantai Mutiara.

[Link] Perumusan Alternatif Strategi Pengembangan

Berdasarkan hasil analisis faktor internal dan eksternal maka dapat

didefinisikan strategi pengembangan dengan melihat faktor-faktor yang

menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang sangat berpengaruh

terhadap pengembangan objek Wisata Pantai Mutiara. Analisis matrik SWOT

dengan alternativ strategi dapat dilihat pada tabel 10.

Tabel 4.7 Matrik SWOT Pada Wisata Pantai Mutiara

Faktor Internal Kekuatan (S) Kelemahan (W)


1. Panorama 1 Akses jalan sebagian
pemandangan yang kurang bagus dan tidak
indah mudah dilalui
2. Fasilitas lengkap dan 2 Keterbatasan lahan
menyenangkan 3 Kurang optimalnya
3. Di dukung sumber pemanfaatan teknologi
daya alam lainnya 4 Tidak adanya villa dan
4. Harga tiket hotel
87

teerjangkau 5 Kurangnya Penerangan


5. Adanya dukungan
dari masyarakat
6. Prakiraan dampak
Faktor Eksternal positif
Peluang (O) Strategi SO Strategi WO
1 Dapat menjadi  Memanfaatkan potensi Perlu memperbaiki
destinasi utama alam yang ada dan akses jalan agar mudah
wisatawan mengembangkannya dilalui dan menjadi
2 Dibangunnya vila agar menjadi destinasi destinasi utama
ataupun hotel utama wisatawan  Perlu adanya
3 Kegiatan perikanan domestik maupun ketersedian lahan demi
yang mendukung mancanegara pembangunan suatu
objek wisata pantai  Memelihara fasilitas kawasan objek wissata
mutiara yang ada dan Diperlukannya
4 Memberikan melakukan pembangunan vila
penerangan jalan yang pembangunan vila ataupun hotel karena
lebih ataupun hotel di mempengaruhi
5 Dapat meningkatkan sekitaran wisata ketertarikan
ekonomi masyarakat  Melibatkan dan pengunjung
maupun daerah meperdayakan potensi Memberikan
masyarakat dalam penerangan yang lebih
pengembangan objek karena penerangan
wisata pantai mutiara masih kurang memadai
 Pengembangan
kawasan perikanan
untuk mendukung
kegiatan pariwisata
seperti rumah makan
ataupun restoran
sefood, pemancingan
atau dengan
membangun pusat jajan
serba ikan bagi
wisatwan.
 Dengan adanya objek
wisata pantai mutiara
maka akan memajukan
suatu perekonomian
Ancaman (T) Strategi ST Strategi WT
88

1 Adanya objek wisata  Dengan lengkapnya  Meningkatkan


yang sejenis fasilitas diharapkan jaringan-jaringan akses
2 Wisatawan yang tidak menaikkan jalan untuk mendukung
sifatnya musiman terlalu tinggi harga kegiatan wisata hususnya
3 Kemudahan, fasilitas sehingga di pantai mutiara
ketenangan, wisatwan akan  Memanfaatkan
kenyamanan, dan nyaman tanpa harus musim liburan dengan
keamanan bagi para berkunjung ke melakukan kegiatan yang
wisatawan tempat wisata lain di susun dalam suatu
4 Sebagian Mayarakat yang sejenis pantai paket wisata
yang memeiliki tanah  Menambah atraksi-  Memanfaatkan
di sekitar pantai tidak atraksi dan kegiatan teknologi sebagai media
ingin menjual atau wisata sebagai daya promosi dalam
menghibahkan tarik sehingga dapat memberikan kemudahan
tanahnya menahan wisatawan ketenangan, kenyamanan,
lebih lama dan keamanan bagi para
 Menjaga keindahan wiatawan
pantai eksotis yang
menjadi daya tarik dan  Membangun
keunikan wisata Pantai penginapan berupa vila
Mutiara agar tidak ataupun hotel di sekitar
tersaingi oleh wisata kawasan wisata agar
lainya yang ada di pengunjung bisa tinggal
Buton Tengah lebih lama dan
membelanjakan lebih
banyak uangnya
sehingga di sisi lain
dapat meningkatan
pendapatan
 Memberikan
pemahaman kepada
mayarakat menegenai
pentingnya pembangunan
pariwisata

Sumber: (Data Penelitian 2022)

Berdasarkan pengelolaan faktor internal dan pengelolaan faktor eksternal

wisata Pantai Mutiara di Desa Gumanano, Kecamatan Mawasangka,


89

Kabupaten Buton Tengah diperoleh skor masing-masing faktor sebagai

berikut:

1. Skor untuk faktor kekuatan = 1,86

2. Skor untuk faktor kelemahan = 0,66

3. Skor untuk faktor peluang = 1,86

4. Skor untuk faktor ancaman = 0,74

Untuk menentukan titik kordinat pada strategi pengembangan wisata

Pantai Mutiara, perlu dilakukan perhitungan terhadap faktor internal dan

faktor eksternal dengan diagram analisis SWOT.

- Sumbu horizontal (x) sebagai faktor internal dan diperoleh nilai koordinat

(X) sebesar X = 1,86 – 0,66 = 1,20

- Sumbu vertikal (y) sebagai faktor eksternal dan diperoleh nilai koordinat

(Y) sebesar Y = 1,86 – 0,74 = 1,12

Nilai koordinat pada diagram SWOT bernilai positif, pada sumbu

horizontal (X) sebesar 1,20 dan pada sumbu vertikal (Y) diperoleh sebesar

1,45. Diagram analisis SWOT (Matriks Grand Strategy) dapat dilihat pada

gambar 4 berikut :

Gambar 4.2. Diagram analisis SWOT (Matriks Grand Strategy)

Peluang
Kuadran I (Agresif)
1,12 1

0,75

Kelemahan 1 1,20 1 Kekuatan

Ancaman
90

Sumber: (Data Hasil Penelitian 2022)

[Link] Strategi Pengembangan Berdasarkan Analisis Swot

Dari analisis SWOT peneliti mendapatkan alternatif strategi

pengembangan yaitu pada kuadran I. Pada kuadaran ini perusahaan berada di

situasi yang menguntungkan karena memiliki kekuatan dan peluang, strategi

yang akan diterapkan pada kuadran ini adalah mendukung kebijakan

pertumbuhan yang agresif. Strategi-strategi yang dapat dilakukan atau

dijalankan adalah sebagai berikut :

 Memanfaatkan potensi alam yang ada dan mengembangkannya agar

menjadi destinasi utama wisatawan domestik maupun mancanegara

 Memelihara fasilitas yang ada dan melakukan pembangunan vila ataupun

hotel di sekitaran wisata

 Melibatkan dan meperdayakan potensi masyarakat dalam pengembangan

objek wisata pantai mutiara

 Pengembangan kawasan perikanan untuk mendukung kegiatan pariwisata

seperti rumah makan ataupun restoran sefood, pemancingan atau dengan

membangun pusat jajan serba ikan bagi wisatawan.

 Mempertahankan harga tiket yang terjangkau dan melakukan

pembangunan rumah makan.

4.3. Pembahasan

Hasil penelitian tersebut merupakan proses penelitian lapangan yang telah

dilakukan peneliti dengan pemenuhan persyaratan penelitian. Penelitian ini

menggunakan metode deskriptif kualitatif tentang bagaimana strategi


91

pengembangan objek wisata pantai mutiara. Berdasarkan hasil penelitian dengan

menggunakan analisis SWOT yang menunjukkan tentang prospek dan hambatan

dalam strategi pengembangan objek wisata pantai mutiara sebagai daerah tujuan

wisata Kabupaten Buton Tengah yaitu dengan pemanfaatan segala potensi yang

dimiliki wisata Pantai Mutiara.

Hal ini didukung oleh teori (Irfan Fahmi :2015) yang menjelaskan bahwa

manajemen strategi sebagai suatu rencana yang disusun dan dikelolah dengan

memperhitungkan berbagai sisidengan tujuan agar pengaruh rencana tersebut

memberikan dampak positif bagi organisasi dalam jangka waktu panjang.

Anda mungkin juga menyukai