0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
101 tayangan11 halaman

Laporan Praktikum Circuit Breaker

Laporan praktikum ini membahas tentang percobaan circuit breaker dengan tiga poin utama, yaitu (1) tujuan percobaan untuk menguji karakteristik circuit breaker, (2) metode percobaan menggunakan berbagai tingkat arus listrik pada circuit breaker, (3) hasil yang menunjukkan waktu trip circuit breaker berbeda tergantung karakteristiknya dan besaran arus yang dialirkan.

Diunggah oleh

RAHMAD AFIZ
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
101 tayangan11 halaman

Laporan Praktikum Circuit Breaker

Laporan praktikum ini membahas tentang percobaan circuit breaker dengan tiga poin utama, yaitu (1) tujuan percobaan untuk menguji karakteristik circuit breaker, (2) metode percobaan menggunakan berbagai tingkat arus listrik pada circuit breaker, (3) hasil yang menunjukkan waktu trip circuit breaker berbeda tergantung karakteristiknya dan besaran arus yang dialirkan.

Diunggah oleh

RAHMAD AFIZ
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM

MESIN-MESIN LISTRIK DAN PROTEKSI


“CIRCUIT BREAKER”

Disusun Oleh:

Rahmad Afiz
2105031040
EL-4B

PRODI TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
MEDAN
TA.2022/2023
LEMBAR PENILAIAN

1. Percobaan : 08

2. Judul : Circuit Breaker

3. Nama Penyusun : Rahmad Afiz

4. NIM : 2105031040

5. Nama Partner : 1. Mhd Harianto

2. M Reza Fahlefi

3. Ariandi Mahamadana

4. Silvi Beakia Hasugian

6. Kelompok : 01

7. Kelas : EL – 4B

8. Tanggal Praktikum : 10 April 2023

9. Tanggal Penyerahan Laporan : 17 April 2023

10. Dosen Instruktur : 1. Drs. Ibnu Hajar, MT.

2. Darwis Tampubolon, ST., MT.

11. Nilai :
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah menganugerahkan
banyak rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Pratikum untuk mata
kuliah Praktikum Mesin Listrik & Proteksi, dengan judul “Pengujian Transformator 1 Fasa”.
Laporan ini kami susun dengan bantuan dan dukungan berbagai pihak diantaranya; Bapak Darwis
Tampubolon, S.T., MT., dan Bapak Drs. Ibnu Hajar, MT. selaku instruktur. Oleh karena itu kami
sampaikan terima kasih atas waktu, tenaga dan pikirannya yang telah diberikan.
Dalam penyusunan laporan ini, kami menyadari bahwa hasil laporan praktikum ini masih
jauh dari kata sempurna. Sehingga kami selaku penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran
yang membangun dari pembaca sekalian. Akhir kata semoga laporan praktikum ini dapat
memberikan manfaat untuk kelompok kami khususnya, dan masyarakat Indonesia dalam
perkembangan dunia pendidikan.
DAFTAR ISI

LEMBAR PENILAIAN..........................................................................................................i
KATA PENGANTAR.............................................................................................................ii
DAFTAR ISI............................................................................................................................iii

CIRCUIT BREAKER............................................................................................................1
1. TUJUAN/MAKSUD................................................................................................1
2. PENDAHULUAN....................................................................................................1
3. PERALATAN YANG DIGUNAKAN....................................................................1
4. RANGKAIAN PERCOBAAN.................................................................................2
5. LANGKAH KERJA.................................................................................................2
6. TUGAS DAN PERTANYAAN...............................................................................2
7. TABEL EVALUASI................................................................................................3
8. JAWABAN PERTANYAAN..................................................................................4
9. ANALISA................................................................................................................6
10. KESIMPULAN........................................................................................................7
Arusnya tidak
-/+ 1 jam besar

190,65 Trip

69 Trip

24 Trip

6,9 Trip

5,9 Trip

3,45 Trip
+/- 1 jam Arusnya tidak
besar

157 Trip

28 Trip

16,6 Trip

6,23 Trip

4,2 Trip

1,8 Trip

8. JAWABAN PERTANYAAN

1. MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah saklar atau perangkat elektromekanis yang
berfungsi sebagai pelindung rangkaian instalasi listrik dari arus lebih (over current). Terjadinya
arus lebih ini, mungkin disebabkan oleh beberapa gejala, seperti: hubung singkat (short circuit)
dan beban lebih (overload). MCB sebenarnya memiliki fungsi yang sama dengan sekring (fuse),
yaitu akan memutus aliran arus listrik circuit ketika terjadi gangguan arus lebih. Yang
membedakan keduanya adalah saat terjadi gangguan, MCB akan trip dan ketika rangkaian sudah
normal, MCB bisa di ON-kan lagi (reset) secara manual, sedangkan fuse akan terputus dan tidak
bisa digunakan lagi.
  MCB biasa diaplikasikan atau digunakan pada instalasi rumah tinggal, pada instalasi
penerangan, pada instalasi motor listrik di industri dan lain sebagainya.

2. MCB biasanya di digunakan pada pemasangan transformator- transformator, penstabilan


rangkaian jala–jala, pada pemasangan instalasi di rumah dan industri.
Dan sebagai Alat pemutus arus yang berfungsi untuk memutuskan tenaga listrik baik saat operasi
normal dan tidak normal. MCB di lengkapi dengan pengaman thermis untuk beban lebih dan
untuk pengaman hubung singkat. Pada operasi normal digunakan untuk membuka dan
menghubungkan suatu rangkaian listrik, Pada operasi yang tidak normal digunakan untuk
melokalisir gangguan. Dan banyak digunakan untuk keperluan perawatan (rumah sakit), ruang
lab, bengkel, pengotrolan beban-beban pada industry, pada rumah tangga dan lain-lain..

3. Prinsip kerja MCB sangat sederhana, ketika ada arus lebih maka arus lebih tersebut akan
menghasilkan panas pada bimetal, saat terkena panas bimetal akan melengkung sehingga
memutuskan kontak MCB (Trip). Selain bimetal, pada MCB biasanya juga terdapat solenoid
yang akan mengtripkan MCB ketika terjadi grounding (ground fault) atau hubung singkat (short
circuit).

Namun MCB juga bisa trip dengan panas (over heating) yang diakibatkan karena kesalahan
desain/perencanaan instalasi, seperti ukuran kabel yang terlalu kecil untuk digunakan dalam arus
yang tinggi, sehingga menghasilkan panas, yang lama-kelamaan akan melekungkan bimetal dan
mengtripkan MCB. Oleh karena itu penggunaan kabel instalasi juga harus memperhatikan
standar maksimum arus (A) kabel yang akan digunakan, dan arus kabel tersebut tidak boleh lebih
kecil dari arus maksimum rangkaian/circuit.

4. Pengaruh factor pengali terhadap tripping adalah:

Jika semakin besar factor pengali dari MCB maka semakin membuat MCB cepat memutus
atau mengalami tripping. Hal ini disebabkan oleh semakin besar arus yang mengalir pada
MCB, Dan juga kenaikan temperature (panas) akan semakin cepat terjadi, yang membuat
terjadinya tripping.

5. Pengaman Magnetik tidak memerlukan waktu lama untuk tripping.

Karena disebabkan pengaman magnetik digunakan untuk pengaman beban lebih, short
circuit, dan arus lebih. Dan apabila pengaman magneticnya tidak cepat bekerja ( mengalami
tripping) saat terjadi gangguan. Maka beban yang mengalami ganguan akan terbakar atau hal lain
yang akan terjadi pada rangkaian. Dan biasanya pengaman magnetic diciptakan sensitif terhadap
gangguan yang terjadi dalam rangkaian yang dilayaninya.
6. Thermal Over Load,
Jika terjadi beban lebih pada motor maka arus akan meningkat dan memutus bimetal. Maka
kontak NO dan NC pada overload juga bekerja. Kontak NC digunakan untuk memutus rangkaian
control yang mengendalikan Magnatic contactor. Dengan terbukanya kendali ke Magnetic
contactor yang mengendalikan rangkaian utama maka motor akan berhenti bekerja. Sedangkan
kontak NO dapat dihubungkan dengan lampu indicator terjadinya beban lebih pada rangkaian.
Bekerja apabila ada beban lebih saja dan dapat distel dalam daerah waktu tertentu dan hanya
bekerja pada bagian yang mengalami gangguan saja, Dan memutuskan pada daerah yang terjadi
beban lebih.
MCB (Miniature Breaker Circuit),
Bekerja pada beban lebih dan hubung singkat, tetapi tidak dapat di setting di daerah tertentu
dan apabila terjadi beban lebih atau hubung singkat maka yang diputus adalah semua rangkaian,
bukan pada tempat yang mengalami kerusakan. Hal inilah yang membedakan antara Thermal
Over Load dengan MCB.

9. ANALISA

Dalam tabel hasil pratikum waktu trip MCB karakteristik panas lebih cepat dibandingkan
MCB karakteristik dingin, menurut analisa kami hal ini disebabkan  pada MCB karakteristik
panas karena digunakan terus menerus untuk mengamankan beban lebih maka kondisi
bimetal belum sepenuhnya lurus ( agak sedikit melengkung ) sehingga saat teraliri arus beban
lebih lagi MCB lebih cepat trip.
Berbeda dengan MCB karakteristik dingin, setelah teraliri arus beban lebih lalu trip
MCB harus menunggu sampai keadaan bimetal benar-benar lurus sehingga apabila teraliri
arus beban lebih lagi butuh waktu lebih lama untuk trip dibanding saat bimetal agak sedikit
melengkung, yaitu pada MCB karakteristik panas.
10. KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :


 MCB (Miniature Circuit Breaker) berfungsi Sebagai pengaman dari arus beban lebih atau
arus hubung singkat atau pengaman ke dua–duanya dan sebagai sakelar yang mempunyai
kemampuan untuk mengatasi kenaikan beban sakelar. MCB banyak di pergunakan pada
pemasangan transformator- transformator, penstabilan rangkaian jala–jala, pada pemasangan
instalasi rumah dan industri.

 MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah saklar atau perangkat elektromekanis yang
berfungsi sebagai pelindung rangkaian instalasi listrik dari arus lebih (over current).
Terjadinya arus lebih ini, mungkin disebabkan oleh beberapa gejala, seperti: hubung singkat
(short circuit) dan beban lebih (overload). MCB biasa diaplikasikan atau digunakan pada
instalasi rumah tinggal, pada instalasi penerangan, pada instalasi motor listrik di industri dan
lain sebagainya.
Prinsip kerja MCB yaitu ketika ada arus lebih maka arus lebih tersebut akan menghasilkan
panas pada bimetal, saat terkena panas bimetal akan melengkung sehingga memutuskan
kontak MCB (Trip). Selain bimetal, pada MCB biasanya juga terdapat solenoid yang akan
mengtripkan MCB ketika terjadi grounding (ground fault) atau hubung singkat (short circuit).
Namun MCB juga bisa trip dengan panas (over heating) yang diakibatkan karena
kesalahan desain/perencanaan instalasi, seperti ukuran kabel yang terlalu kecil untuk
digunakan dalam arus yang tinggi, sehingga menghasilkan panas, yang lama-kelamaan akan
melekungkan bimetal dan mengtripkan MCB. Oleh karena itu penggunaan kabel instalasi
juga harus memperhatikan standar maksimum arus (A) kabel yang akan digunakan, dan arus
kabel tersebut tidak boleh lebih kecil dari arus maksimum rangkaian/circuit.

 MCB adalah alat kelistrikan yang berfungsi sebagai pengaman hubung singkat dan beban
lebih.
 MCB mempunyai komponen penting yaitu bimetal dan selenoid yang dapat menjadi
pengaman hubung singkat.
 MCB memiliki 2 karakteristik yaitu karakteristik panas dan karakteristik dingin.

MEDAN, 17 April 2023

RAHMAD AFIZ

Anda mungkin juga menyukai