kelompok 8
PENIMBUNAN BARANG
IMPOR, PEMBERITAHUAN
IMPOR, PEMERIKSAAN
DALAM RANGKA IMPOR,
PENGELUARAN BARANG
IMPOR
kelompok 8
DIAN SYAHFITRI - 215030400111015
SAVIRA RAHMA AZIZAH - 215030401111027
MICHELE BERLIANA - 215030407111069
PENIMBUNAN BARANG IMPOR
Penimbunan barang impor adalah menumpuk atau
menyimpan barang impor yang dilakukan sementara
menunggu pengeluaran barang impor dari kawasan
pabean serta barang impor tersebut belum
menyelesaikan kewajiban pabean.
Penimbunan dilakukan di:
1. Tempat Penimbunan Sementara (TPS)
2. Tempat lain yang diperlakukan sama dengan TPS
setelah mendapat izin dari kepala kantor pabean
Jangka waktu penimbunan barang adalah 30 hari sejak
tanggal penimbunan dan jika melampaui jangka waktu
tersebut maka akan ditetapkan sebagai barang tidak
dikuasai yang kemudian akan disimpan di Tempat
Penimbunan Pabean (TPP).
Bagi barang impor berupa sarana pengankut,
penimbunan dihitung setelah sarana pengangkut selesai
dibongkar.
3 Jenis tempat penimbunan yang berada di bawah pengawasan
aparat kepabeanan:
a. Tempat Penimbunan Sementara (TPS)
Bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan
dengan itu di kawasan pabean untuk menimbun barang,
sementara menunggu pemuatan atau pengeluarannya.
b. Tempat Penimbunan Pabean (TPP)
Bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan
dengan itu berdasarkan ketentuan kepabeanan yang disediakan
oleh pemerintah di kantor pabean, yang berada di bawah
pengelolaan DJBC untuk menyimpang barang-barang khusus.
c. Tempat Penimbunan Berikat (TPB)
Bangunan, tempat, atau kawasan yang memenuhi
persyaratan yang digunakan untuk menimbun
barang dengan tujuan tertentu dengan
mendapatkan fasilitas fiskal berupa penangguhan
bea masuk.
Tujuan pemerintah membuat kebijakan
mengenai TPB
yaitu memberikan fasilitas kepada pengusaha
berupa penangguhan pembayaran bea masuk
sehingga diharapkan dapat memperlancar
arus barang impor atau ekspor serta
meningkatkan produksi dalam negeri
Bentuk - bentuk TPB yang berada
dikawasan pabean dan sepenuhnya
dibawah pengawasan DJBC :
1. Gedung berikat 2. Kawasan 3. Tempat
berikat penyelenggaraan
pameran berikat
4. toko bebas bea 5. Tempat lelang 6. kawasan daur
berikat ulang berikat
perlakuan pungutan penerimaan negara atas
barang yang ditimbun di TPB memiliki perbedaan
dengan barang impor secara umum :
barang impor yang ditimbun di TPB baru terutang BM, Cukai, dan
PDRI pada saat barang impor tersebut dikelurkan dengan tujuan
diimpor untuk dipakai
Barang impor tersebut dimuat untuk di ekspor maka tidak
ada lagi kewajiban untuk membayar bea masuk.
Pemberitahuan Impor
terdapat bebrapa jenis dokumen pemberitahuan dalam rangka
impor barang. penggunaan dokumen tergantung dari tujuan
pengeluaran impor
Pemberitahuan impor untuk dipakai selain menggunakan PIB dapat juga
menggunakan dokumen lain seperti PIBK, CD, PPKP, atau PPLB. Walaupun
sama-sama merupakan pemberitahuan impor untuk dipakai,
perbedaan dokumen PIB dengan 4 dokumen tersebut terdapat pada
sistem pemungutannya. PIB menggunakan sistem self assessment yang
artinya importir secara mandiri menentukan nilai pabean, tarif, dan
jumlah pungutan impornya, sedangkan 4 dokumen lainnya
menggunakan sistem official assessment yang artinya pejabat bea
cukai yang menentukan nilai pabean, tarif, dan jumlah pungutan
impornya.
PEMERIKSAAN DALAM
RANGKA IMPOR
Pemeriksaan merupakan salah satu bentuk
pengawasan yang dilakukan oleh aparat
kepabeanan dalam menjamin terpenuhinya
kewajiban pabean bagi para pengguna jasa
kepabeanan
PEMERIKSAAN DALAM
RANGKA IMPOR
selain pemeriksaan dokumen, aparat kepabeanan juga
melakukan penetapan jalur pengeluaran barang, antara lain :
Jalur merah Jalur hijau
Jalur kuning Jalur Mitra Utama
(MITA)
setelah penjaluran telah
ditetapkan, pemeriksaan fisik
dilakukan untuk memeriksa
kesesuaian antara PEMERIKSAAN
pemberitahuan pabean impor
dengan kondisi barang yang
DALAM
sesungguhnya. tingkat RANGKA IMPOR
pemeriksaan fisik tergantung
dari besar kecilnya manajemen
risiko yang ditentukan oleh
Sistem Komputer Pabean (SKP)
PEMERIKS pemeriksaan terakhir yaitu penelitian tarif
AAN dan nilai pabean yang bertujuan
DALAM memastikan kebenaran tarif dan nilai
pabean yang disampaikan importir dalam
RANGKA pemeritahuan impor barang (PIB).
IMPOR penelitian ini harus selesai dilakukan
maksimal 30 hari sejak tanggal
pendaftaran PIB.
terdapat kategori pengeluaran
barang impor dari kawasan pabean,
antara lain :
1. Diimpor untuk dipakai, PENGELUARAN
adalah memasukkan barang
ke dalam daerah pabean
BARANG IMPOR
dengan tujuan untuk dipkai
atau memasukkan barang ke
dalam daerah pabean untuk
dimiliki atau dikuasai oleh
orang yang berdomisili di
Indonesia.
terdapat kategori pengeluaran
barang impor dari kawasan pabean,
antara lain :
2. diimpor sementara, adalah PENGELUARAN
memasukkan barang ke dalam
daerah pabean dengan
BARANG IMPOR
sementara waktu paling lama 3
tahun kemudian untuk
selanjutnya akan diekspor
kembali.
terdapat kategori pengeluaran
barang impor dari kawasan pabean,
antara lain :
3. ditimbun di TPB, adalah
memasukkan barang ke
PENGELUARAN
dalam daerah pabean dengan BARANG IMPOR
tujuan untuk ditimbun di TPB.
barang impor yang ada di
kawasan pabean dikeluarkan
ke TPB menggunakan
dokumen BC2.3 yang
ditujukan kepada pejabat
kantor pabean yang
mengawasi TPB.
terdapat kategori pengeluaran
barang impor dari kawasan pabean,
antara lain :
4. diangkut ke TPS di kawasan PENGELUARAN
pabean lain, adalah
pengeluaran barang impor
BARANG IMPOR
dari TPS untuk diangkut ke TPS
lainnya dalam wilayah
pengawasan kantor pabean.
terdapat kategori pengeluaran
barang impor dari kawasan pabean,
antara lain :
5. diangkut terus atau PENGELUARAN
diangkut lanjut, barang
diangkut terus adalah barang
BARANG IMPOR
impor diangkut dengan
sarana pengangkut melalui
kantor paean tanpa dilakukan
pembongkaran terlebih
dahulu dan pengeluarannya
hanya dengan mengjukan
manifest.
terdapat kategori pengeluaran
barang impor dari kawasan pabean,
antara lain :
6. diekspor kembali, adalah PENGELUARAN
barang impor yang masih
berada di dalam kawasan
BARANG IMPOR
pabean dan akan dikirimkan
kembali ke luar daerah
pabean. kondisi terjadi
apabila barang impor tidak
sesuai seperti salah impor,
cacat atau rusak.
kelompok 8
TERIMA KASIH