0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan47 halaman

Teori Gelombang Laut dan Dinamika

Teori gelombang mencakup berbagai konsep seperti pendangkalan gelombang, refraksi, difraksi, dan refleksi. Refraksi terjadi ketika arah gerak gelombang berbelok akibat perubahan kedalaman, sementara difraksi adalah pemindahan energi gelombang ke area terlindung. Refleksi adalah pemantulan energi gelombang oleh bangunan, diukur dengan koefisien refleksi.

Diunggah oleh

Arya Mahayoga
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan47 halaman

Teori Gelombang Laut dan Dinamika

Teori gelombang mencakup berbagai konsep seperti pendangkalan gelombang, refraksi, difraksi, dan refleksi. Refraksi terjadi ketika arah gerak gelombang berbelok akibat perubahan kedalaman, sementara difraksi adalah pemindahan energi gelombang ke area terlindung. Refleksi adalah pemantulan energi gelombang oleh bangunan, diukur dengan koefisien refleksi.

Diunggah oleh

Arya Mahayoga
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

❯❯❯❯❯

Teori Gelombang
OK Cancel
Dr. Novi Andhi Setyo Purwono, ST., MT

Semoga selalu di garis depan


dalam berkarya nyata
B.J. Habibie

Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi


TEORI GELOMBANG
Pengenalan Gelombang

KENYATAAN GELOMBANG LAUT:

 Bentuk dan Arahnya tidak teratur


 Tinggi dan Periodenya Berbeda-beda
 Sulit diuraikan secara matematis karena tidak
linier dan 3 dimensi

2
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
Macam Teori Gelombang
 Teori Airy (Small Amplitude Waves)
 Teori Stokes (Finite Amplitude Waves)

 Teori Cnoidal (Finite Amplitude Waves)

 Teori Solitary (Finite Amplitude Waves)

3
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
TEORI GELOMBANG AIRY:
Diturunkan berdasar persamaan Laplace (Irrotational Flow)
dg kondisi batas dipermukaan air dan dasar laut.

Asumsi :
 Zat Cair homogen & Tidak termampatkan

 Tegangan permukaan diabaikan

 Gaya Coriolis akibat perputaran bumi diabaikan

 Tekanan pada permukaan air seragam dan konstan

 Zat Cair adalah Ideal shg berlaku aliran tak rotasional

 Dasar laut adalah tetap, horisontal dan impermeabel

 Amplitudo gelombang kecil thd panjang gelombang dan


kedalaman air

4
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
TEORI GELOMBANG
KLASIFIKASI GELOMBANG
 KLASIFIKASI GELOMBANG BERDASARKAN KEDALAMAN
– Gelombang perairan dangkal : d/L < 1/20
– Gelombang perairan transisi : 1/20 ≤ d/L ≤ 1/2
– Gelombang perairan dalam : d/L > 1/2

gT
Gelombang perairan dalam C0 = = 1,56.T
2
2d
tanh 1 gT 2
L L0 = = 1,56.T 2
2
Gelombang perairan dangkal
C = g .d
2d 2d
tanh  L = T . g .d 5
L L

Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi


TEORI GELOMBANG
DEFORMASI GELOMBANG

Bila suatu deretan gelombang bergerak ke


pantai, gelombang tsb mengalami perubahan
bentuk yg disebabkan :
proses refraksi & pendangkalan gelombang,
difraksi, refleksi, dan gelombang pecah.

6
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
TEORI GELOMBANG
DEFORMASI GELOMBANG
 Pendangkalan (shoaling)
– Proses perubahan tinggi gelombang karena perubahan kedalaman.
 Refraksi
– Proses berbeloknya arah gerak gelombang akibat perubahan
kedalaman
 Difraksi
– Proses pemindahan energi gelombang ke arah daerah yang
terlindung, sehingga pada daerah terlindung tersebut terjadi
gelombang.
 Refleksi
– Proses pemantulan energi gelombang akibat adanya bangunan
yang menghalangi gerak gelombang. Proses refleksi pada
gelombang terjadi seperti refleksi cahaya pada cermin.
 Gelombang pecah
– Gelombang pecah karena kedalaman
– Gelombang pecah karena kemiringannya / steepness (Wave
steepness ≥ 1/7)

7
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
TEORI GELOMBANG
PENDANGKALAN DAN REFRAKSI
GELOMBANG

P = E.n.C E = 1 gH 2
P1 B1 8
1
2
P1.B1 = P2 .B2
E1.n1.C1.B1 = E2 .n2 .C2 .B2
1 1
g.H1 .n1.C1.B1 = g.H 22 .n2 .C2 .B2
2
P = Tenaga Gelombang
8 8 Ks = Koefisien Shoaling
H2 n1.C1 B1 n1C1
= Ks = KR = Koefisien Refraksi
H1 n2 .C2 B2 n2C2
H H B1
1

n = 1 +
2k .d 
 KR =
B1 = '
2  sinh(2k .dArus
Gelombang ) Sedimen B2
Polutan
H0 H0
Interaksi
B2 8
TEORI GELOMBANG
PENDANGKALAN DAN REFRAKSI
GELOMBANG

9
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
TEORI GELOMBANG
REFRAKSI GELOMBANG

sin(1 ) C1 L1
= = 0
sin( 2 ) C2 L2 x
d/L= 0,5

L0 L1
= =x
sin( 0 ) sin(1 ) 1
B0 B1 x
=x=
cos( 0 ) sin(1 )
B0 cos( 0 )
KR = =
B1 cos(1 ) 10

Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi


Refraksi
sin(1 ) C1 L1
= =
sin( 2 ) C2 L2
1 = sdt antara grs puncak gelombang dg konturdsr dimana
gelombang melintas
2 = sdt yg sama yang diukur saat garis puncak gelombang
melintasi kontur dasar berikutnya
C1
= kecepatan gelombang pd kedalaman di kontur pertama
C2 = kecepatan gelombang pd kedalaman di kontur kedua

11

Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi


Refraksi Gelombang

12

Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi


Difraksi Gelombang
Terjadi apabila tinggi gelombang disuatu
titik pd garis puncak gelombang lebih besar
dr titik didekatnya, yg menyebabkan
perpindahan energi sepanjang puncak
gelombang ke arah tinggi gelombang yg lbh
kecil. Difraksi terjadi apabila suatu deretan
gelombang terhalang suatu rintangan atau
pulau.

13
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
Difraksi Gelombang

✓Difraksi : fenomena energi gelombang ditransmisikan secara lateral sepanjang puncak


gelombang. Terjadi jika tinggi gelombang di suatu titik pada garis puncak gelombang lebih besar
daripada titik di dekatnya, yang menyebabkan perpindahan energi sepanjang puncak gelombang
ke arah tinggi gelombang yang lebih kecil.
✓Peristiwa ini dapat dilihat jelas bila perambatan gelombang terhalang oleh rintangan-rintangan :
pulau, breakwater, jetty

Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi


TEORI GELOMBANG
REFLEKSI GELOMBANG

HR =KRHi HR
Keterangan:
HR = tinggi gelombang refleksi 
Hi = tinggi gelombang datang
KR = koefisien refleksi

Hi
15

Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi


TEORI GELOMBANG
REFLEKSI GELOMBANG
Besar kemampuan suatu bangunan memantulkan gelombang
diberikan oleh koefisian refleksi, yaitu perbandingan antara tinggi
gelombang refleksi Hr dan tinggi gelombang datang (Hi)
KR = Hr/Hi
Dinding vertikal dan tak permiabel memantulkan sebagian besar energi
gelombang. Pada gelombang seperti itu KR = 1

16
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
TEORI i =
Hi
cos(kx − t )
2
GELOMBANG Hi
r = cos(kx + t )
REFLEKSI 2
GELOMBANG H
H r = maks
− H min
2
H + H min
H i = maks
2
Hmaks Hi
 = i +  r = (1 + K R ) cos(kx). cos(t )
2
KOEFISIEN REFLEKSI

No TIPE BANGUNAN KR

1 Dinding vertikal dengan 0,70 – 1,00


puncak di atas air
Hmin 2 Dinding vertikal dengan 0,50 – 0,70
dinding terendam
3 Tumpukan batu sisi 0,30 – 0,60
Hmaks miring
4 Tumpukan blok beton 0,30 – 0,50
17
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
TEORI GELOMBANG
GELOMBANG PECAH KARENA
KEDALAMAN
Gelombang yg menjalar dr laut dlm menuju pantai akan
mengalami perubahan bentuk. Di laut dalam bentuk
gelombang adalah sinusoidal. Di laut transisi dan dangkal,
puncak gelombang semakin tajam sementara lembah
gelombang semakin landai. Pada suatu kedalaman tertentu
puncak gelombang sedemikian tajam sehingga tidak stabil
dan pecah. Setelah pecah, gelombang terus menjalar ke
pantai, dan semakin dekat dgn pantai tinggi gelombang
semakin berkurang.

18
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
TEORI GELOMBANG
GELOMBANG PECAH

Gelombang pecah dipengaruhi oleh kemiringan gelombang


yaitu perbandingan antara tinggi dan panjang gelombang. Di
laut dalam, kemiringan gelombang maksimum, dimana
gelombang mulai tidak stabil diberikan dalam bentuk :
Ho / Lo = 1/7 = 0,142
Pada kondisi kemiringan tersebut, kecepatan partikel di
puncak gelombang sama dengan kecepatan rambat
gelombang. Kemiringan yg lbh tajam dr batas maksimum tsb
menyebabkan kecepatan partikel dipuncak gelombang lebih
besar dr kecepatan rambat gelombang shg terjadi ketdk
stabilan dan gelombang pecah.

19
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
TEORI GELOMBANG
GELOMBANG PECAH KARENA
KEDALAMAN
Graph. Hub antara Ho’/gT2 dan Hb/Ho’ (penentuan tinggi gel pch)

Gelombang dari deep water


menjalar ke pantai, pada saat
mencapai kedalaman tertentu (db),
gelombang tersebut akan pecah.
Tipe gelombang pecah ada tiga
macam: Spilling, Surging dan
Plunging

db

20
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
Tinggi Gelombang Pecah
Tinggi gelombang pecah biasanya dikaitkan dengan kedalaman
perairan (ds) dan landai dasar pantai (m).
Untuk menentukan tinggi gelombang pecah dapat dipergunakan
grafik yang disajikan pada Gambar diatas.
Untuk kondisi pantai relatif datar maka tinggi gelombang pecah
dapat ditentukan dengan formula: (CERC, 1984)
Hb = 0,78 ds
Keterangan:
Hb = Tinggi gelombang pecah (m)
ds = Kedalaman air di lokasi bangunan (m)

21
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
TEORI GELOMBANG
MACAM GELOMBANG PECAH
 Spilling, bila gelombang dgn kemiringan kecil menuju
pantai yg datar (kemiringan kecil). Gelombang mulai
pecah pd jrk ckp jauh dari pantai dan pecahnya terjadi
berangsur-angsur. Buih terjadi pada puncak gelombang
selama mengalami pecah dan meninggalkan suatu lapis
buih pd jarak cukup panjang.
 Plunging, bila kemiringan gelombang dan dsr
bertambah, gelombang akan pecah dan puncak
gelombang akan memutar dgn masa air pd puncak
gelombang akan terjun kedepan. Energi gelombang
pecah dihancurkan dalam turbulensi, sebagian kecil
dipantulkan pantai ke laut, dan tidak banyak gelombang
baru terjadi pada air yg lbh dangkal.

22
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
TEORI GELOMBANG
MACAM GELOMBANG PECAH
 Surging, bila pada pantai dg kemiringan yg sangat bsr spt yg terjadi
pada pantai berkarang. Daerah gelombang pecah sangat sempit, dan
sebagian besar energi dipantulkan kembali kelaut dalam. Gelombang
pecah tipe surging ini mirip dengan plunging, tetapi sblm puncaknya
terjun, dasar gelombang sdh pecah.

23
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
TIPE GELOMBANG PECAH

SPILLING BREAKER

SURGING BREAKER

PLUNGING BREAKER

UNTUK PANTAI YANG RELATIF HORISONTAL,


GELOMBANG AKAN PECAH PADA
24
KEDALAMAN
Gelombang Arus d = 1,28
Sedimen H
Polutan Interaksi
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
Gelombang Alam
 Gelombang di alam sangat kompleks : mempunyai tinggi dan periode
yang berbeda-beda.

 Pengukuran gelombang disuatu tempat membutuhkan waktu yang


panjang, sehingga data akan banyak.

 Kekompleksan dan besarnya jumlah data, maka gelombang dialam


dianalisis secara statistik untuk mendapatkan bentuk gelombang yang
bermanfaat.

Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi


Gelombang Alam
 Dalam perencanaan bangunan pantai perlu dipilih tinggi dan
peroide gelombang tunggal yang dapat mewakili suatu
spektrum gelombang disebut gelombang representatif.

 Gelombang hasil pencacatan diurutkan dari H tertinggi ke H


terendah atau sebaliknya, sehingga akan bertemu 𝐻𝑛
merupakan rerata dari n persen gelombang tertinggi.

 Misal 𝐻10 adalah tinggi rerata dari 10 persen gelombang


tertinggi dari pencacatan gelombang.

 Bentuk yang paling banyak digunakan adalah 𝐻33 atau


tinggi rerata 33,3% atau 1/3 nilai tertinggi dari pencatatan
gelombang, sering disebut tinggi gelombang signifikan.

Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi


Contoh Pencacatan tinggi dan periode gelombang
Tinggi Periode Dari data tersebut dapat
No No T
gelombang Gelombang H (m)
Gelombang Urut (detik) ditentukan Hn. Gelombang
H (m) T (detik) maksimum dan periodenya
1 2,32 7,4 1 3,25 8,4 Hmax = 3,25m dan Tmax =8,4
2 0,24 2,3 2 3,05 8,3 detik
3 1,85 6,5 3 2,89 7,4
4 2,41 7,3 4 2,45 7,8 Gelombang 10% (H10) adalah
5 2,89 7,4 5 2,41 7,3 n = 10% x 20 = 2 data
6 0,47 4,1 6 2,38 7,7 3,25 + 3,05
7 1,87 5,7 7 2,32 7,4 𝐻10 = = 3,15 𝑚
8 1,92 6,2 8 2,31 7,4
2
8,4 + 8,3
9 1,00 5,1 9 2,05 6,9 𝑇10 = = 8,35 𝑚
10 2,05 6,9 10 2,05 7,1 2
11 2,38 7,7 11 2 7,2
12 1,05 6,2 12 1,92 6,2
13 2,00 7,2 13 1,89 6,8
14 2,05 7,1 14 1,87 5,7
15 1,63 6,4 15 1,85 6,5
16 3,05 8,3 16 1,63 6,4
17 3,25 8,4 17 1,05 6,2
18 2,31 7,4 18 1 5,1
19 1,89 6,8 19 0,47 4,1
20 2,45 7,8 20 0,24 2,3
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
 Gelombang 33,3% (gelombang signifikan) adalah
n = 33,3% x 20 = 6,6 ≈ 7 data
3,25 + 3,05 + 2,89 + 2,45 + 2,41 + 2,38 + 2,32
𝐻33 = = 2,68 𝑚
7
8,4 + 8,3 + 7,4 + 7,8 + 7,3 + 7,7 + 7,4
𝑇33 = = 7,8 𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘
7
 Gelombang 100% (gelombang rerata) adalah
n = 100% x 20 = 20 data
3,25 + 3,05 + 2,89 … … . +0,47 + 0,24
𝐻100 = = 1,95 𝑚
20
8,4 + 8,3 + 7,4 … … + 4,1 + 2,3
𝑇100 = = 6,6 𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘
20

Apabila data tinggi gelombang dari pencacatan diplot terhadap probabilitas


kejadiannya, maka akan terlihat bahwa probabilitasnya mengikuti distribusi
Rayleigh.
Berdasarkan distribusi Rayleigh akan didapat hubungan antara tinggi gelombang
𝐻
rerata dari n% gelombang tertinggi dan tinggi gelombang signifikan ( 𝑛 ) serta
𝐻𝑠
𝐻𝑛
𝐻100 ( )
𝐻100
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
n 𝐻𝑛 𝐻 𝐻𝑛 𝐻100
1 1,68 2,68
5 1,37 2,18
10 1,28 2,03
33 1,00 1,60
50 0,89 1,42
100 0,63 1,00

Dengan kata lain, tinggi gelombang rerata dari 1% gelombang tertinggi dapat
diperkirakan sama dengan 1,68 kali tinggi gelombang signifikan atau 2,68 kali
gelombang rerata. Hubungan tersebut dapat berlaku dengan baik apabila jumlah
data dalam satu pencacatan cukup banyak. Jum;ah data sebanyak 100 gelombang
sudah dapat memberikan hasil yang memadai.

Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi


GELOMBANG ANGIN
PEMBANGKITAN GELOMBANG
 Angin yang berhembus di atas permukaan air akan memindah-kan
energinya ke air. Hembusan angin dengan kecepatan tertentu, akan
menimbulkan tegangan pada permukaan laut, sehingga permukaan air
yang semula tenang akan terganggu dan timbul riak gelombang kecil
di atas permukaan air tersebut. Apabila kecepatan angin bertambah,
riak tersebut akan menjadi semakin besar dan apabila angin bertiup
terus akhirnya akan terbentuk gelombang. Semakin lama dan semakin
kuat angin berhembus, semakin besar gelombang yang akan
terbentuk.
 Tinggi dan periode gelombang yang dibangkitkan oleh angin,
dipengaruhi oleh kecepatan angin (U), lama hembus angin (td), arah
angin dan panjang fetch (F). Fetch adalah panjang daerah
pembangkitan gelombang pada arah kecepatan angin tersebut
berhembus.
 Gelombang yang terjadi di daerah pembangkitan disebut gelom-bang
SEA, sedangkan gelombang yang terbentuk tersebut setelah menjalar
keluar daerah pembangkitan disebut gelombang SWELL.

33
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
GELOMBANG ANGIN
DAERAH PEMBANGKITAN GELOMBANG

Short Fully
Developed
Steep
SEAS
SEAS

SEA
SWELL

Panjang Fetch
(L)

Pembentukan gelombang angin (DAERAH


PEMBANGKITAN GELOMBANG)
34

Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi


GELOMBANG ANGIN
PEMBANGKITAN GELOMBANG
 Dalam peramalan gelombang dapat dipakai beberapa
grafik yang telah tersedia diberbagai buku literatur.

 Lama hembus ditentukan berdasarkan lama badai yang


terjadi. Berdasarkan hasil studi model distribusi kecepatan
angin pada saat badai di Indonesia Wilayah Barat (Surya,
2002), Indonesia Wilayah Tengah (Thambas, 2003) dan
Indonesia Wilayah Timur (Hendri Edi, 2004) dapat
disimpulkan bahwa:

– Badai yang terjadi di Indonesia berkisar 8 jam dengan distribusi


kecepatan angin: tiga jam pertama 60 sd 70 % Umaks, dua jam
berikutnya: 100 % Umaks, dan tiga jam terakhir 60 sd 70 % Umaks.

– Peramalan gelombang dengan distribusi kecepatan tersebut di


atas hasilnya setara dengan peramalan tinggi gelombang dengan
Umaks dengan lama hembus 4 sd 5 jam.
35
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
Peramalan Gelombang
DATA-DATA YANG DIPERLUKAN
 Kecepatan rata-rata angin dipermukaan air (𝑈𝑤 )

 Arah angin

 Panjang Fetch (F) : tinjauan pembangkitan gelombang di laut yang dibatasi oleh
daratan yang mengelilingi laut.
 Lama hembus angin (t)

Hubungan antara angin di atas


laut dengan angin di daratan
tersekat adalah 𝑅𝐿 = 𝑈𝑤 𝑈𝐿
Persamaan berikut untuk
mengkonversi faktor kecepatan
angin didarat menjadi kecepatan
angin di permukaan laut
𝑈𝐴 = 0,71 𝑈𝑤 1,23 , dimana 𝑈𝑤
kecepatan angni di laut dalam
m/s

36
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
Fetch Effektif
 Untuk melakukan peramalan gelombang di suatu perairan diperlukan
masukan berupa data angin dan peta batimetri. Peta perairan lokasi dan
sekitarnya diperlukan untuk menentukan besarnya “fetch” atau kawasan
pembentukan gelombang. Fetch adalah daerah pembentukan gelombang
yang diasumsikan memiliki kecepatan dan arah angin yang relatif konstan.
Adanya kenyataan bahwa angin bertiup dalam arah yang bervariasi atau
sembarang, maka panjang fetch diukur dari titik pengamatan dengan
interval 5.
Panjang fetch efektif dihitung untuk 8 arah mata angin dan ditentukan
berdasarkan rumus berikut.
Σ𝑋𝑖 𝑐𝑜𝑠𝜎
𝐹𝑒𝑓𝑓 =
Σ 𝑐𝑜𝑠𝜎

𝐹𝑒𝑓𝑓 adalah fetch effektif


Xi adalah panjang segmen yang diukur dari titik observasi gelombang ke ujung akhir fetch
𝜎 adalaℎ 𝑑𝑒𝑣𝑖𝑎𝑠𝑖 𝑘𝑒𝑑𝑢𝑎 𝑠𝑖𝑠𝑖 dari arah angin, dengan menggunakan sudut 22,5 derajat
berlawanan arah jarum jam dari masing-masing arah mata angin

Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi


Panjang Fetch (F) F. Cos ()
Arah Utama Sudut () (o) F efektif (km)
(km) (km)
-20 198,521 186,549 Arah Utama Panjang Fetch (F) F. Cos () F efektif (km)
Sudut () (o)
-15 259,000 250,174 (km) (km)
-10 270,367 266,259
-20 600,000 563,816
-05 304,408 303,250
-15 86,576 83,626
Utara 0 281,668 281,668 345,942
05 283,646 282,567 -10 82,020 80,774
10 600,000 590,885 -05 80,645 80,338
15 600,000 579,555 Barat 0 77,868 77,868 136,389
20 313,000 294,124 05 78,415 78,117
-20 294,029 276,297 10 78,940 77,740
-15 320,911 309,976 15 79,625 76,911
-10 622,407 612,951 20 82,347 77,381
-05 594,655 592,392 -20 85,252 80,110
Timur Laut 0 548,987 548,987 523,043 -15 84,906 82,013
05 523,732 521,739 -10 89,353 87,996
10 542,762 534,516 -05 96,440 96,073
15 614,611 593,668
Barat Laut 0 102,010 102,010 112,690
20 636,647 598,252
05 110,785 110,364
-20 791,075 743,368
-15 912,666 881,568 10 125,073 123,173
-10 1,061,594 1,045,466 15 139,110 134,370
-05 1,444,602 1,439,104 20 183,625 172,551
Timur 0 1,433,930 1,433,930 863,623
05 600,000 597,717
10 810,807 798,489
15 461,922 446,183
20 203,201 190,947
-20 85,774 80,601
-15 65,796 63,554
-10 56,243 55,388
-05 61,822 61,587
Tenggara 0 68,796 68,796 64,991
05 65,721 65,471
10 62,466 61,517
15 61,495 59,400
20 57,324 53,867
-20 47,257 44,407
-15 43,185 41,713
-10 42,570 41,923
-05 42,386 42,225
Selatan 0 43,193 43,193 43,999
05 41,444 41,286
10 44,631 43,953
15 46,125 44,554
20 45,506 42,762
-20 45,611 42,861
-15 41,957 40,527
-10 43,369 42,710
-05 44,641 44,471
Barat Daya 0 45,583 45,583 52,213
05 62,913 62,673
10 64,756 63,773
15 59,979 57,935
20 61,233 57,540

Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi


Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
NFDS

Grafik Peramalan Gelombang


Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
GELOMBANG ANGIN
PERAMALAN GELOMBANG UA = 0,71 U1,23

41
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
Contoh :
Akan diramalkan tinggi dan periode gelombang disuatu tempat di laut. Kecepatan angin yang
diukur di darat dekat laut adalah 10 m/s, durasi angin 3 jam dan panjang fetch adalah 100 km.
Berapakah tinggi dan periode gelombang.

Penyelesaian :
Dihitung kecepatan angin di laut dengan grafik peramalan gelombang, Untuk nilai UL = 10 m/s
diperoleh
𝑈𝑤
𝑅𝐿 = = 1,13
𝑈𝐿
Kecepatan angin di laut :
𝑈𝑤 = 𝑅𝐿 𝑈�𝐿 = 1,13 x 10 = 11,3 m/s
Faktor tegangan angin dihitung dengan rumus berikut:
𝑈𝐴 = 0,71 𝑊 1,23 = 0,71 (11,3)1,23 = 14,01𝑚 𝑠
Dengan menggunakan grafik peramalan gelombang untuk nilai 𝑈𝐴 = 14,01 m/s dan panjang
fetch F = 100 km di dapat :
H = 2,28 m dan T = 7 detik (F dan 𝑈𝐴 )
Selain berdasarkan 𝑈𝐴 dan F, dihitung pula tinggi dan periode gelombang berdasar 𝑈𝐴 dan
durasi angin dengan menggunakan grafik yang sama
H = 1,1 m dan T = 4,3 detik (berdasar 𝑈𝐴 dan D)
Dari kedua H dan T tersebut diatas diambil nilai yang lebih kecil sehingga tinggi dan periode
gelombang adalah H = 1,1 m dan T = 4,3 detik .

Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi


GELOMBANG ANGIN
MAWAR GELOMBANG
1. Analisis distribusi gelombang
dilakukan dengan cara
meninjau arah gelombang dan
tinggi gelombang yang terjadi
pada suatu tempat.
2. Arah yang ditinjau biasanya
hanya yang utama saja,
biasanya dengan interval 450
dengan arah: Utara, Timur
Laut, Timur, Tenggara, Selatan,
Barat Daya, Barat dan Barat
Laut.
3. Contoh disamping adalah:
mawar gelombang di perairan
selatan pulau Bali (JICA, 1989)

43
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi
Frekuensi Kejadian Angin Dalam Persen (%)
Kecepatan angin (m/s)
Arah >5,0- >10,0- >15,0- >20,0- Jumlah
Calm >0,0-5,0 10,0 15,0 20,0 25,0 >25,0
- 0.06 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.06
0 U 0.00 40.43 3.14 0.00 0.06 0.06 0.00 43.69
22,5 UTL 0.00 16.96 1.51 0.00 0.00 0.00 0.00 18.47
45 TL 0.00 15.09 2.72 0.12 0.00 0.00 0.00 17.92
67,5 TLT 0.00 0.91 0.18 0.00 0.00 0.00 0.00 1.09
90 T 0.00 0.78 0.18 0.00 0.00 0.00 0.00 0.97
112,5 TTg 0.00 0.42 0.12 0.00 0.00 0.00 0.00 0.54
135 Tg 0.00 3.92 5.55 0.18 0.06 0.06 0.00 9.78
157,5 TgS 0.00 5.73 1.69 0.06 0.00 0.00 0.00 7.48
180 S 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
202,5 SBD 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
225 BD 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
247,5 BDB 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
270 B 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
292,5 BBL 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
315 BL 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
337,5 BLU 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
Total 0.06 84.25 15.09 0.36 0.12 0.12 0.00 100
Kumulatif 0.06 84.31 99.40 99.76 99.88 100 100 100

✓Arah Angin dominan dari arah Utara dengan frekuensi kejadian sebesar 43,69 %
✓Kecepatan Angin dominan >0,0-5,0 m/detik dengan frekuensi kejadian sebesar 84,25 %
Barat Laut ±37 km
Utara ±10 km

Timur Laut ±12 km

Barat >200 km Timur ±36 km

Pelabuhan Menghadap Utara


Pelabuhan menghadap Selatan

Barat >200 km Timur ±36


>200km
km

Barat Daya >200 km


Tenggara >200 km

Selatan >200 km
GELOMBANG ANGIN
ANALISIS STATISTIK GELOMBANG ANGIN
 Analisis distribusi probabilitas tinggi gelombang (short term analysis)
– Lama pencatatan 10 sd 30 menit
– Hasil analisis: H100, H33, H10, Hrms
 Analisis spektrum energi gelombang (short term analysis)
– Lama pencatatan 10 sd 30 menit
– Hasil analisis: spektrum energi gelombang
 Analisis distribusi arah gelombang (medium term analysis)
– Data gelombang/angin minimum 1 th, disarankan di atas 5 th
– Hasil analisis: mawar gelombang
 Analisis kala ulang gelombang ekstrem (long term analysis)
– Data gelombang minimum 5 tahun, disarankan di atas 10 tahun.
– Hasil yang didapatkan: (Hs)20th; (Hrms)50th ; (H0,10)100th

47
Gelombang Arus Sedimen Polutan Interaksi

Anda mungkin juga menyukai