Tugas Internet of Things
Malware 3 (Spyware, Adware, Scareware)
Disusun Oleh
Yan Guardo 26010121140104
Putri Maharesmi Puan Nagari 26010121130057
Auliya Afifah Candraningtyas 26010121140084
Tiara Suci 26010121140074
Ghalih Bhing Hidayatullah 26010121140094
Manajemen Sumberdaya Perairan (B)
UNIVERSITAS DIPONEGORO
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
2022
DAFTAR ISI
I. PENDAHUAN……………………………………………………………………… 1
II. PERMASALAHAN………………………………………………………………… 2
III. PEMBAHASAN MASALAH………………………………………………………. 2
A. Spyware…………………………………………………………………………. 2
B. Adware………………………………………………………………………….. 4
C. Scareware……………………………………………………………………….. 6
IV. SIMPULAN………………………………………………………………………….7
V. DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………..8
i
Malware 3 (Spyware, Adware, Scareware)
I. PENDAHULUAN
Zaman sekarang menggunakan barang yang berkaitan dengan internet adalah hal
yang lumrah. Hampir semua perangkat yang ada pada zaman sekarang pasti
menggunakan internet. Dengan semakin banyak orang yang menggunakan internet maka
permasalahan dan ancaman serangan siber juga semakin meningkat. Mengetahui hal
tersebut kita sebagai pengguna internet harus selalu berjaga dan lebih memerhatikan apa
yang kita punya.
Keamanan siber sangat dibutuhkan untuk perangkat internet, hal ini diperlukan untuk
membantu melindungi dan mengamankan sistem dari ancaman serangan siber seperti
spyware, penipuan, pencurian, penyalahgunaan data dan lain-lain. Dengan adanya
keamanan siber ini dapat melindungi informasi-informasi penting yang kalian miliki.
Dengan adanya spyware dan tanpa adanya keamanan siber banyak pengguna internet
akan merasa resah saat menggunakannya. Hal ini dikarenakan bisa saja informasi penting
yang kalian miliki akan dicuri oleh pelaku pelaku kejahatan itu. Selain itu, spyware juga
dapat merusak suatu sistem. Sistem tersebut akan dibobol dan diberhentikan lalu akan
dicuri data-datanya.
Selain ada spyware, di dunia internet juga ada istilah adware. Adware adalah iklan
yang dipasang dan apabila ada yang mengeklik iklan tersebut maka pembuat iklan
tersebut akan mendapatkan penghasilan. Adware ini bisa menjadi hal yang
membahayakan pengguna internet dikarenakan akan mengganggu pengguna internet dan
dapat mendistribusi data yang mengeklik iklan tersebut.
Selanjutnya pada malware juga ada istilah scareware, hal ini adalah suatu bentuk
malware yang membuat pengguna internet menjadi resah. Hal tersebut dikarenakan
malware ini dalam bentuk yang mengancam bagi pengguna internet yang ada. Scareware
adalah dimana proses penipuan yang para pengguna akan diancam untuk mengunduh
atau pengguna disuruh membeli proses penipuan tersebut. Scareware sering dibilang oleh
pengguna internet adalah pemindai jahat
1
II. PERMASALAHAN
Berdasarkan judul makalah yang akan dianalisis dapat diambil tiga permasalahan yang
akan dibahas pada makalah ini, seperti :
1. Apakah ada cara dalam mengatasi spyware?
2. Apa dampak bahaya dari adware yang terinstall pada komputer?
3. Bagaimana cara agar terhindar dari scareware?
III. PEMBAHASAN MASALAH
A. SPYWARE
Spyware atau perangkat pengintai adalah istilah teknologi informasi yang
mengacu kepada salah satu bentuk program berbahaya yang memasang dirinya
sendiri ke dalam sebuah sistem untuk mencuri data pengguna atau merusak sistem
pengguna tersebut. Selain itu, spyware juga bisa disebut dengan turunan perangkat
lunak beriklan yang dimana dapat memantau aktivitas seorang pengguna internet
dalam menggunakan internet untuk mendapatkan data diri atau informasi penting
dari pengguna tersebut. Sebenarnya perangkat lunak beriklan itu tidak terlalu
berbahaya, spyware itulah yang berbahaya yang melakukan pencurian data lalu data
tersebut akan digunakan. Virus spyware merupakan program yang dibuat untuk
memata-matai komputer korbannya. Bila sudah terinfeksi virus spyware sudah
tidak ada rahasia lagi dalam komputer korban.
Ada dua istilah lain yang berkaitan dengan spyware yaitu trojan horse dan
Remote Administration Tool (RAT). Trojan horse adalah program yang
disamarkan dengan file lain yang tidak dianggap berbahaya contohnya icon program
yang sama dengan icon [Link] ditambah dengan nama file yang sangat
menarik sehingga memancing user untuk mengeksekusi file tersebut. Biasanya tiap
spyware yang disebarkan diberikan kode yang unik untuk membedakan informasi
dari tiap target.
Contoh kerugian yang dihasilkan oleh spyware :
1. Tambahan biaya internet
Dengan adanya keberadaan spyware akan menimbulkan banyak iklan dapat
mengganggu pengguna dan akan terjadi pemborosan bandwidth.
2. Pencurian data
Kerugian selanjutnya adalah pencurian data. Data yang kita miliki didunia
internet akan diambil oleh pelaku spyware, data tersebut bisa saja diambil lalu
akan dikirimkan spam yang tidak berguna.
Dampak dari komputer yang terserang virus spyware semua aktivitas dalam
menggunakan komputer sudah dimonitor oleh pelaku penyerang karena
penyerang punya banyak cara untuk mengendus aktivitas dari target. Aktivitas
yang dapat di monitor antara lain:
2
1. Keylogger
3
3
Keylogger merupakan sebuah tools yang digunakan untuk memantau
penekanan tombol papan ketik. Sebuah perekam ketikan biasanya akan
menyimpan hasil pemantauan penekanan tombol papan ketik tersebut ke
dalam sebuah berkas catatan (log file). Beberapa perekam ketikan tertentu
bahkan dapat mengirimkan hasil rekamannya ke surel tertentu secara
berkala. Keylogger dapat digunakan untuk kepentingan yang baik atau
bahkan bisa digunakan untuk kepentingan yang jahat. Kepentingan yang
baik antara lain untuk memantau produktivitas karyawan, untuk
penegakan hukum dan pencarian bukti kejahatan. Kepentingan yang
buruk antara lain pencurian data dan password seperti yang dilakukan oleh
pelaku spyware.
2. Snapshoot
Tools ini penyusup dapat merekam dalam bentuk gambar segala aktivitas
kegiatannya di depan komputer. Aktivitas tersebut seperti meng
captureatau screenshotsegala aktifitas komputer target.
3. Videocam
Fitur yang dapat menampilkan aktivitas pengguna bergerak secara real time
yang dikendalikan oleh penyusup. Disini penyusup dapat melihat aktivitas
pengguna secara live.
4. Remote login
Fitur yang memungkinkan penyusup dapat mengakses (login). dengan
memanfaatkan remote login, penyusup dapat mengoperasikan sebuah
komputer korban dari jarak jauh.
Pengawasan terhadap penggunaan teknologi informasi sangat diperlukan terlebih
semakin berkembangnya ilmu tentang pembuatan virus, worm, atau spyware.
Memasang antivirus bisa juga menjadi solusi untuk mencegah virus masuk ke dalam
jaringan atau sistem computer. Selain mengandalkan antivirus para pengguna juga
diharapkan untuk bisa lebih berhati-hati dan lebih bijak dalam melakukan aktivitas di
internet. Menurut Rudi (2016), untuk menanggulangi ancaman virus spyware dapat
menggunakan perangkat anti-spyware untuk melindungi komputer dari jenis
ancaman ini. Spybot adalah salah satu contohnya dan perangkat ini bekerja dengan
sangat baik dalam mengidentifikasi dan menghapus tipe-tipe malware tertentu
yang sering tidak dihiraukan oleh program anti-virus.
Cara mengatasi spyware :
1. Memasang Antivirus
Dengan dipasangnya antivirus ini dapat menangkal virus virus masuk ke dalam
laptop atau alat internet lainnya.
2. Memutakhirkan virus
Sangatlah penting untuk memutakhirkan data antivirus tersebut.
3. Menampilkan berkas tersembunyi
4
Dengan menampilkan berkas tersembunyi ini, kita dapat memindai apakah ada
berkas atau pergerakan yang mencurigakan.
4. Memiliki pemindai yang mendeteksi aplikasi periklanan dan pengintai
Dengan adanya pemindai ini dapat menangkal spyware dan adware
B. ADWARE (PERANGKAT LUNAK BERIKLAN)
Adware berasal dari bahasa inggris yaitu “Ad ” yang berarti iklan dan “ Ware”
yang artinya perangkat. Adware termasuk dalam golongan malware yakni software
berbahaya. Secara umum adware adalah suatu program iklan yang difungsikan untuk
menguntungkan semua pihak. Adware dapat diartikan pula sebagai komponen
perangkat lunak yang menampilkan iklan. Namun, perangkat lunak yang berbahaya
akan mengambil alih dan mengendalikan browser untuk melacak aktivitas
kita,menampilkan ikan yang palsu, dan dapat membuat kita membuka halaman web
yang mencurigakan. Adware berpotensi untuk mengganggu dan mendistribusikan
data pribadi penggunanya.
Sofware-sofware yang berbahaya dapat menyusup melalui layanan distribusi
aplikasi baik resmi maupun melalui pihak ketiga. Banyak cara yang dapat dilakukan
contohnya menyamar menjadi aplikasi pemutar video, permainan, dan utilitas sistem.
Adware merupakan salah satu jenis sofware berbahaya yang banyak muncul di app
store. Menurut Rusdi et al. (2019), adware merupakan malware yang paling banyak
menyerang pengguna Google Play Store dan terus mengalami peningkatan hingga
36% sejak tahun 2016.
Penyebaran sofware-software berbahaya ini terdapat banyak bentuknya mulai dari
social-engineering attack yang memanfaatkan kondisi psikis dari suatu individu, file
download fraud yang digunakan untuk menipu pengguna untuk mendownload
malware secara tidak disengaja, dan email phising menipu pengguna dengan spam
email yang membuat pengguna tertarik.
Dampak bahaya adware yang terinstal yaitu dapat memperlambat keceptan
browsing, menurunkan kecepatan pemrosesan PC, menggangu kinerja sistem,
perubahan ke beranda browser dan hasil pencarian, iklan yang disesuaikan
ditampilakan di halaman web dan ketika dikllik, malware akan diunduh di bagian
belakang. Gangguan terhadap layanan yang sedang berjalan bahkan dapat
menyebabkan penunrunan hingga turunnya profit yang didapatkan, karena itu
malware merupakan ancaman yang sangat berpengaruh baik untuk individual
maupuan organisasi. Tujuan utama dari definisi adware adalah mengumpulkan data
dari pengguna tanpa menunjukkan keberadaannya di sistem pengguna.
Adanya virus adware dapat meresahkan kita dalam menjalankan browser karean
membuat pengguna tidak nyaman dan menggangu privasi pengguna yang sedang
online. Gejala jika komputer anda treinfeksi oleh adware yakni browser anda tiba-
tiba berjalan lebih lambat daripada sebelumnya, iklan muncul di halaman web yang
mencurigakan dan tidak pernah muncul sebelumnya, halaman beranda berubah dan
tidak dapat diubah kembali,setiap kali ingin mengunjungi suatu halaman web akan
diarahkan ke halaman yang berbeda, terlihat toolbar,plug-in, atau ekstensi baru di
5
browser,komputer akan mulai meng-install aplikasi yang tidak diinginkan tanpa izin
dari pengguna.
Cara agar dilindungi dari adware adalah kita harus memiliki program antivirus
yang memadai untuk mendeteksi ada atau tidaknya adware dan anti virus akan
mengarahkan pengguna untuk menghapusnya. Menurut Daniswara et al. (2019),
banyak cara penanganan malware yang dapat dilakukan namun salah satu cara
mengatasinya adalah dengan melakukan malware analysis, cara pencegahan ini
merupakan cara yang cukup handal dalam mengatasi malware karna dapat membaca
pola serangan yang tepat jika analisinya juga tepat.
Contoh jenis program adware:
1. Appear
Appear adalah program adware yang bertindak sebagai pembajak peramban. Hal
ini biasanya terjalin dengan perangkat lunak lainnya,dan menyisikan banyak
iklan pada browser yang membuat navigasi hampir mustahil.
2. Gator
Apabila program adware lain yang tidak aktif, Gator akan mempelopori
pemasaran bertarget bedasarkan perilaku dan menimbulkan banyak kontroversi.
Gator dikemas dengan perangkat lunak gratis seperti kazaa dan Go!Zilla, Gator
akan menghapus iklan dari halaman web dan menggantinya dengan iklannya
sendiri. Pengguna yang mengklik iklan tersebut akan memberikan keuntungan
langsung ke Gator daripada pembuat konten.
3. DeskAd
DeskAd adalah program adware umum yang menampilkan iklan palsu dalam
browser internet pengguna,mengarahkan lalu lintas pengguna ke halaman web
yang mencurigakan, dan menampilkan pop-up. DeskAd dimulai dengan sangat
diam-diam dan secara bertahap mengambil alih browser anda.
4. DollarRevenue
DollarRevenue merupakan salah satu program adware besar pertama yang
menginfeksi jutaan komputer di dunia. Program ini memasang bilah alat di
browser komputer yang terinfeksi untuk mengikuti penjelajahan internet pada
komputer, selain itu program ini juga menampilkan iklan palsu dan pada halaman
yang sama juga sebagai pop-up.
5. Fireball
Fireball menjadi berita pada tahun 2017 ketika sebuah perusahaan perangkat
lunak israel melakukan penelitian dan menemukan bahwa lebih dari 250 juta
komputer,serta seperlima dari jaringan komputer perusahaan di seluruh dunia
terinfeksi.
Cara mengatasi adware:
1. Pasang antivirus terupdate
Program antivirus adalah solusi untuk mengatasi adware yanng berisi jenis
malware berbahaya.
2. Hati-hati dan lebih teliti
6
Hindari situs yang menampilkan terlalu banyak iklan, tetapi jangan gunakan
Adblock di browseer karena itu menghasilkan uang bagi penerbit atau pemilik
situs dengan menulis kegiatan yang membagikan font secara gratis yang
menjadikannya bermanfaat bagi pengunjung.
3. Hapus adware
Periksa aplikasi yang terinstal di komputer,terumata freeware,aplikasi,atau game
gratis. Copot pemasangan aplikasi atau game yang diduga mengandung adware
C. SCAREWARE
Modus kejahatan di dunia cyber sangat beragam. Salah satu contohnya adalah
Spaceware. Scareware adalah perangkat lunak yang digunakan oleh para scammer
dunia maya untuk menakut-nakuti pengguna agar membeli atau meng-install
perangkat lunak tertentu. Wujud dari scare ware ini biasnaya berupa pengumuman
bahwa laptop atau komputer pengguna telah diserang virus dan menyarankan segera
meng-install aplikasi yang disarankan agar virus tersebut hilang. Peringatan virus
yang diberikan tentu saja hanya peringatan palsu dan scareware akan menyebut
dirinya sebagai antivirus yang dapat melindungi komputer pengguna. Scareware juga
termasuk malware yang berbahaya dan terbaru yang bisa menimbulkan ancaman
keuangan dan privasi atau data pribadi bagi pemula. Menurut Adenansi dan Novarina
(2017), scareware mempunyai interface yang menyerupai antivirus, biasanya
scareware memberi informasi ke pengguna bahwa ada kode jahat dalam sistemnya
dan satu-satunya cara dengan membeli software tersebut. Namun kenyataannya
software tersebut hanya mampu menghapus scareware tersebut.
Ciri-ciri apabila perangkat terkena scarewar adalah pengguna akan menemukan
aplikasi atau software baru yang tidak diketahui ter-install secara otomatis. Lebih
mengerikan lagi pengguna akan diminta untuk upgrade ke versi premium agar dapat
menghapus virus palsu tadi dan pengguna akan di arahkan untuk memasukkan
informasi kartu debit atau kredit pengguna. Inilah yang menyebabkan adanya
pembobolan rekening yang menyebabkan kerugian secara finansial. Namun, kita
tidak akan mendapatkan antivirus dari scareware,tetapi malah mendapatkan virus itu
sendiri pada software yang ter-install. Virus ini dapat menginfeksi semua file,
aplikasi, hingga OS perangkat pengguna dan virus ini dapat tersebar melalui Wi-Fi
dan menginfeksi perangkat lain yang terhubung ke jaringan Wi-Fi pengguna. Apabila
telah terinfeksi, file di komputer pengguna akan dienskripsi sehingga tidak dapat di
akses lagi. Apabila scareware terserang lewat ponsel, biasanya akun sosial medua
atau pesan singkat milik pengguna akan mengirimkan pesan permintaan yang tidak
disadari ke kontak pengguna. Contohnya adalah para scammer akan meminta transfer
sejumlah uang ke kontak pengguna dan parahnya, data pribadi pengguna juga dapat
diambil dan digunakan untuk hal-hal yang merugikan pengguna namun
menguntungkan para scammer.
Cara menghindari scareware adalah dengan bersikap waspada dan hati-hati
terhadap penipuan online. Pengguna harus selalu bertanya setiap kali terdapat
penawaran gratis pada pop-up yang meminta pengguna untuk mengunduh dan meng-
7
install sesuatu. Pengguna juga dapat menggunakan produk antivirus yang original
dan sah untuk memambantu menghindari scareware. Salah satunya, pengguna dapat
membaca email dalam teks bisa hal ini akan membantu pengguna menampilkan
tautan yang mencurigakan. Apabila membuka browser dan muncul sacreware, jangan
mengklik tombol close (X) atau cancel karena biasanya itu akan membuat pengguna
meng-install sofware dari scareware tersebut. Pengguna bisa langsung close browser
jika scareware muncul dan segera scan dengan antivirus yang sudah pengguna install.
IV. SIMPULAN
Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa :
1. Banyak cara untuk terhindar dari serangan spyware. Walaupun begitu para
pengguna internet juga diharapkan dapat berhati-hati. Jangan lupa untuk
memasang aplikasi dukungan seperti aplikasi anti-virus dan pemindai untuk
menangkal virus. Selain itu dengan adanya bantuan dari aplikasi pemindai kita
dapat mengetahui pergerakan yang mencurigakan apabila spyware sedang
mencuri data yang kita punya.
2. Adware berpotensi untuk mengganggu dan mendistribusikan data pribadi
[Link] lunak yang berbahaya akan mengambil alih dan
mengendalikan browser untuk melacak aktivitas kita,menampilkan ikan yang
palsu, dan dapat membuat kita membuka halaman web yang mencurigakan.
3. Penyebaran sofware-software berbahaya ini terdapat banyak bentuknya mulai dari
social-engineering attack yang memanfaatkan kondisi psikis dari suatu individu,
file download fraud yang digunakan untuk menipu pengguna
4. Cara agar dilindungi dari adware adalah kita harus memiliki program antivirus
yang memadai untuk mendeteksi ada atau tidaknya adware dan anti virus akan
mengarahkan pengguna untuk menghapusnya.
5. Scareware adalah perangkat lunak yang digunakan oleh para scammer dunia maya
untuk menakut-nakuti pengguna agar membeli atau meng-install perangkat lunak
tertentu. Wujud dari scare ware ini biasnaya berupa pengumuman bahwa laptop
atau komputer pengguna telah diserang virus dan menyarankan segera meng-
install aplikasi yang disarankan agar virus tersebut hilang.
6. Cara menghindari scareware adalah dengan bersikap waspada dan hati-hati
terhadap penipuan online. Pengguna harus selalu bertanya setiap kali terdapat
penawaran gratis pada pop-up yang meminta pengguna untuk mengunduh dan
meng-install sesuatu.
DAFTAR PUSTAKA
Adenansi, R. dan L. A. Novarina. 2017. Malware Dynamic. JOEICT ( Jurnal of Education and
Information Communication Technology),1(1): 37-43.
Daniswara, D. A., A. Budiyono dan A. Almaarif, A. 2019. Analisis Deteksi Malicious Activity
Menggunakan Metode Analisis Malware Dinamis Berbasis Anomali. eProceedings of
Engineering, 6(2): 7796-77803.
Hermawan, R. 2016. Analisa Cara Kerja dan Dampak dari Serangan Virus Spyware. Jurnal
String, 1(1): 10-18.
Rusdi, A. S., N. Widiyasono dan H. Sulastri. 2019. Analisis Infeksi Malware Pada Perangkat
Android Dengan Metode Hybrid Analysis. Jurnal Ilmiah Informatika, 7(02): 99-107.