PENERAPAN PROGRAM SDGs DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
DI DESA SAUKANG KECEMATAN SINJAI TIMUR KABUPATEN SINJAI
Ria Mutmainna Ramadani 1 Muhlis Hajar Adiputra2
Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
riamutmainnaramadani@g [Link]
Universitas Muhammadi yah Sinjai
Abstrak
Penelitian ini membahas tentang penerapan program SDGs di Desa Saukang. SDGs ini di
dilunjurkan oleh pemerintah dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan adalah pembangunan
global yang dilaksanakan dalam pembangunan nasional dan [Link] penelitian untuk
mengkaji seberapa efektif penerapan dari program SDGs di desa [Link] penelitian ini
menggunkan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan
menggunakan studi kepustakaan. Penelitian ini menujjukan bahwa penerapan program dari SDGs
di desa saukang belum begitu maksimal dikarenakan anggaran yang terbatas, pembangunan
infrastruktur yang masih tergantung pada pembiayaan APBD dan program pembangunan dari
kabupaten.
Kata kunci : Desa saukang. Penerapan, SDGs
Abstract
This research discusses the implementation of the SDGs program in Saukang Village. The
SDGs were launched by the government with the aim of Sustainable Development, which is global
development implemented in national and regional development. The research objective was to
examine how effective the implementation of the SDGs program was in Saukang Village. This
research method uses a qualitative method with a case study approach with a collection technique
using a study literature. This research shows that the implementation of the SDGs program in
Saukang Village has not been maximized due to a limited budget, infrastructure development
which still depends on APBD financing and development programs from the district.
Keywords: Saukang Village. Implementation, SDGs
PENDAHULUAN
Sustainable Development (SD) pada merupakan langkah lanjutan sejak
dasarnya memiliki dua kunci utama, yaitu dicetuskannya SD oleh WCED pada tahun
kesadaran akan adanya kebutuhan para 1987. SDGs atau Tujuan Pembangunan
masyarakat miskin di negara berkembang dan Berkelanjutan adalah 17 tujuan dengan 169
adanya keterbatasan dari teknologi dan capaian yang terukur dan tenggat yang telah
organisasi sosial yang berkaitan dengan ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia
kapasitas lingkungan untuk mencukup i pembangunan untuk kemaslahatan manusia
kebutuhan generasi sekarang dan generasi dan planet bumi. Tujuan ini dicanangkan
yang akan datang. SD memiliki keterkaitan bersama oleh negara-negara lintas
yang erat dengan SDGs (Sustainable pemerintahan pada resolusi PBB yang
Development Goals), dimana SDGs diterbitkan pada 21 Oktober 2015 sebagai
ambisi pembangunan bersama hingga tahun berkelanjutan. Hal ini didasarkan pada
2030. Tujuan ini merupakan kelanjutan atau kenyataan bahwa pemerintah daerah
pengganti dari Tujuan Pembangunan memiliki dana dan berwenang untuk
Milenium yang ditandatangani oleh melakukan inovasi dalam bentuk pelayanan
pemimpin-pemimpin dari 189 negara sebagai publik dan kebijakan lainnya.(Dzulqarnain et
Deklarasi Milenium di markas besar PBB al., 2022)
pada tahun 2000 dan tidak berlaku lagi sejak
akhir 2015.(Aldi & Djakman, 2020) Pengertian desa yang tercantum
dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014
Pergeseran kebijakan dalam yakni desa dan desa adat atau yang disebut
penanggulangan kemiskinan dunia ditandai dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa,
dengan paradigma pembangunan yang lebih adalah kesatuan masyarakat hukum yang
humanis yang menekankan pada kelestarian memiliki batas wilayah yang berwenang
lingkungan dan pembangunan sosial untuk untuk mengatur dan mengurus urusan
mendukung pertumbuhan ekonomi dengan pemerintahan, kepentingan masyarakat
strategi pembangunan berkelanjutan, maka setempat berdasarkan prakarsa masyarakat,
program-program penanggulangan hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang
kemiskinan diarahkan pada pendekatan diakui dan dihormati dalam sistem
pemberdayaan masyarakat. Pendekatan pemerintahan Negara Kesatuan Republik
pemberdayaan menempatkan manusia dan Indonesia. Dengan adanya regulasi terbaru
modal sosial sebagai faktor kunci yang tentang desa maka negara mengamanatkan
memainkan peran penting dalam segala segi. adanya alokasi dana dari Anggaran
Dalam proses inilah unsur modal sosial sudah Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
diupayakan untuk dimanfaatkan dalam proses serta Anggaran Pendapatan dan Belanja
penanggulangan kemiskinan berbarengan Daerah (APBD) yang cukup untuk
dengan modal komunitas yang lain. pembangunan di desa dengan harapan
Sustainable Development Goals (SDGs) mampu menjadikan desa sebagai subyek
merupakan suatu rencana aksi global yang pembangunan. Peningkatan pembangunan
disepakati oleh para pemimpin dunia, infrastruktur di Desa akan mampu
termasuk Indonesia, guna mengakhiri meningkatkan kesejahteraan masyarakat
kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan terutama semakin cepatnya hasil-hasil
melindungi lingkungan. SDGs berisi 17 pertanian dan produksi dari Desa terserap di
Tujuan dan 169 Target yang diharapkan pasaran khusunya di kota. Pengertian desa
dapat dicapai pada tahun 2030.(Tundjung yang tercantumdalam Undang-Undang
Linggarwati, Agus Haryanto, Renny Nomor 6 Tahun 2014 yakni desa dan desa
Miryanti1, 2021) adat atau yang disebut dengan nama lain,
selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan
Sesuai dengan Peraturan Presiden masyarakat hukum yang memiliki batas
(Perpres) SDGs Nomor 59 Tahun 2017 wilayah yang berwenang untuk mengatur dan
tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan
Pembangunan Berkelanjutan bahwasanya masyarakat setempat berdasarkan prakarsa
setiap daerah sudah harus mulai masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak
mengimplementasikan program SDGs guna tradisional yang diakui dan dihormati dalam
tercapainya tujuan di tahun 2030 nanti serta sistem pemerintahan Negara Kesatuan
menyesuaikan dengan RPJMN yang dibuat Republik Indonesia.(Sutrisna, 2021)
oleh pemerintah pusat. Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan adalah pembangunan global Dengan adanya regulasi terbaru
yang dilaksanakan dalam pembangunan tentang desa maka negara mengamanatkan
nasional dan daerah. Oleh karena itu, adanya alokasi dana dari Anggaran
pemerintah daerah perlu berperan untuk Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
membantu mewujudkan tujuan pembangunan serta Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) yang cukup untuk telah merealisasikan salah satu program
pembangunan di desa dengan harapan SDGs desa yaitu pertumbuhan ekonomi desa
mampu menjadikan desa sebagai subyek yang merata melalui BUMDes Estu Mukti.
pembangunan. Peningkatan pembangunan Menurut (Sudirman & Susilawaty, 2022)
infrastruktur di Desa akan mampu menunjukkan bahwa partisipasi Perempuan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan anak perempuan agar mereka menikmati
terutama semakin cepatnya hasil-hasil akses yang sama baik di bidang pendidikan,
pertanian dan produksi dari Desa terserap di sumber daya ekonomi dan partisipasi politik,
pasaran khusunya di kota. Badan Pusat pengambilan keputusan di semua tingkatan
Statistik (BPS) merilis bahwa pada tahun sebagai persyarat untuk tercapainya tujuan
2018 jumlah Desa yang ada di Indonesia pembangunan berkelanjutan. Menurut
adalah sebanyak 83.931. Secara geografis (Dzulqarnain et al., 2022) menunjukkan
desa digolongkan menjadi dua yakni Desa bahwa dalam rangka memaksimalkan
yang terletak di tepi laut dan Desa yang pencapaian Sustainable Development Goals
terletak bukan di tepi laut. Membangun Desa (SDGs) bebas kemiskinan, berbagai upaya
berarti membangun Indonesia secara merata telah dilakukan untuk mengurangi
dan berkeadilan serta akan mampu kemiskinan, akan tetapi dengan SDGs
menurunkan tingkat kemiskinan secara penanggulangan kemiskinan mendapatkan
umum karena tingkat kemiskinan di Desa formulasi penanganan yang berbeda sehingga
lebih tinggi dari pada di kota(Sutrisna, 2021) topik kemiskinan yang sering ada tiap
tahunnya bisa perlahan teratasi. Menurut
Kesuksesan dari system informasi (Amalia & Izharsyah, 2022) menyatakan
dilihat dari beberapa hal meliputi seberapa bahwa pelaksanaan program sanitasi sudah
bagus sosialisasi serta informasi yang berjalan sesuai dengan yang direncanakan
diberikan dalam penerapan program SDGs tetapi masih belum efektif. Hal ini dapat
ini. Di Desa saukang juga sudah menerapkan dilihat dari kendala-kendala yang terjadi,
beberapa program dari SDGs misalnya kurangnya edukasi mengenai air
([Link], 2021) serta kurang bersih dan sanitasi layak dimana sulitnya
pahammnya masyarakat mengenai progam mengubah kebiasaan masyarakat dalam
serta tujuan dari SDGs ini. melakukan program ini. Menurut (Tundjung
Linggarwati, Agus Haryanto, Renny
Pentingnya penelitian ini dilakukan Miryanti1, 2021) bahwa Desa Pandak telah
karna berkaitan dengan pembangunan mengimplementasikan 18 tujuan SDGs
berkelanjutan. Dimana pembangunan dengan baik, meskipun ada beberapa tujuan
berkelanjutan sangat penting untuk yang belum maksimal dalam pelaksanaannya
kelangsungan hidup berikutnya serta upaya karena keterbatasan sumber daya dan
terpadu yang dihadirkan sebagai alternatif berbagai kendala internal dan eksternal.
aksi percepatan pencapaian tujuan Faktor keberhasilan implementasi SDGs di
pembangunan berkelanjutan di tingkat Desa. Desa Pandak didukung oleh pola
Kemudian terdapat beberapa kepemimpinan dan partisipasi seluruh
penelitian terdahulu yang relavan dalam komponen masyarakat serta memaksimalkan
penelitian ini, seperti (Yuliana & Alinsari, seluruh potensi desa untuk kesejahteraan dan
2022) menunjukkan bahwa Desa Bejalen pencapaian tujuan SDGs
METODE menggunakan Studi kepustakaan. Sumber
data penelitian adalah portal berita online
Metode penelitian ini menggunakan lokal yang terpercaya dan kredibel seperti
metode kualitatif dengan pendekatan studi peduli bangsa dan artikel jurnal yang relavan.
kasus. Studi kasus penelitian ini adalah Teknik analisis data dalam penelitian ini
penerapan program SDGs di desa saukang mengunakan deskriptif. Tahapan dalam
.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini analisis data yakni pengumpulan data ,
seleksi data, analisis antar-variabel dan dan melindungi lingkungan. Adapun
verifikasi data ,serta penafsiran dan SDGs berisikan 17 tujuan dan 169 target
penarikan kesimpulan.(Al-Hamdi et al., yang diharapkan akan dapat terpenuhi
2020) pada tahun 2030.(Jalaali, 2021).
Pembangunan Berkelanjutan atau SDGS
(Sustainable Development Goals)
merupakan Agenda Pembangunan Global
HASIL DAN PEMBAHASAN yang memiliki tujuan dengan
pelaksanaannya tidak hanya berfokus
1. PENERAPAN PROGRAM SDGs
pada pembangunan manusia, tetapi juga
Berdasarkan Undang – undang pembangunan ekonomi ramah
Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa lingkungan dan pembangunan
adalah kesatuan masyarakat hukum yang lingkungan hidup.
memiliki batas – batas wilayah yuridis,
berwenang untuk mengatur dan
mengurus kepentingan masyarakat
setempat berdasarkan asal – usul dan adat
istiadat setempat yang diakui dan/atau
dibentuk dalam sistem Pemerintah
Nasional dan berada di Kabupaten/Kota,
sebagaimana dimaksud dalam Undang –
Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945. Landasan
Pemikiran dalam pengaturan mengenai
desa adalah keanekaragaman, partisipasi,
otonomi asli, demokratisasi dan Dalam tujuan SDGS (Sustainable
pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan Development Goals) terdapat 17 Tujuan
pola pemikiran dimaksud, dimana bahwa atau Goals dan sejumlah indikator untuk
berwenang mengurus kepentingan pengukurannya. Dalam Perpres Nomor
masyarakat setempat berdasarkan asal- 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan
usul dan adat istiadat setempat yang Pencapaian Tujuan Pembangunan
diakui dan/atau dibentuk dalam sistem Berkelanjutan mengamanatkan bahwa
Pemerintahan Nasional dan berada di untuk mencapai sasaran TPB/SDGS yang
Kabupaten/Kota, maka sebuah desa mencakup 17 tujuan yaitu (1) Tanpa
diharuskan mempunyai perencanaan Kemiskinan; (2) Tanpa Kelaparan; (3)
yang matang berdasarkan partisipasi dan Kehidupan Sehat dan Sejahtera; (4)
transparansi serta demokrasi yang Pendidikan Berkualitas; (5) Kesetaraan
berkembang di desa, maka desa Gender; (6)Air Bersih dan Sanitasi
diharuskan mempunyai Rencana Layak; (7) Energi Bersih dan
Pembangunan Jangka Menengah Desa Terjangkau; (8) Pekerjaan Layak dan
(RPJM Desa) ataupun Rencana Pertumbuhan Ekonomi; (9) Industri,
Pembangunan Tahunan Desa (RKP Inovasi dan Infrastruktur;
Desa).(Tundjung Linggarwati, Agus (10)Berkurangnya Kesenjangan;
Haryanto, Renny Miryanti1, 2021) (11)Kota dan Permukiman yang
Berkelanjutan; (12)Konsumsi dan
Sustainable development goals Produksi yang Bertanggung Jawab; (13)
(SDGs) merupakan hasil kesepakatan Penanganan Perubahan Iklim; (14)
para pemimpin dunia akan rencana aksi Ekosistem Laut; (15)Ekosistem daratan;
global yang bertujuan untuk mengakhiri (16)Perdamaian, Keadilan dan
kemiskinan, mengurangi kesenjangan Kelembagaan yang Tangguh; dan (17)
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. desa, seperti, meningkatkan pendapatan
(Amalia & Izharsyah, 2022) penduduk miskin, menjamin akses
terhadap pelayanan dasar serta
Penerapan program SDGs pada desa melindungi seluruh masyarakat dari
saukang sudah dilaksanakan seperti yang segala bentuk bencana.
dikatakan oleh kepala desa tahun 2021
[Link] mengatakan bahwa Ini Saat ini, kemiskinan masih menjadi
adalah amanah yang wajib kami problem semua negara di dunia. Karena
lakukan, kami sudah berkomitmen dan itulah, agenda utama SDGs adalah
bertekad untuk mengabdikan diri pada menghapuskan kemiskinan di dunia pada
bangsa dan negara khususnya Desa tahun 2030. Dalam Outcome Document
Saukang dengan pembangunan yang Transforming Our World: The 2030
lebih baik lagi.([Link], 2021) Agenda For Sustainable Development,
Hal yang sama pun di pertegas lagi oleh disebutkan tujuan utama pembangunan
kepala desa baru desa saukang bapak adalah mengakhiri kemiskinan dalam
waris pada saat wawancara menegatakan segala bentuk dimanapun (end poverty in
bahwa program Sdgs pada desa saukang all its forms everywhere)
sudah di terapkan dari mulai
pemerintahan kepala desa sebelumnya, Dalam RPJPN 2005-2025, masalah
program –program yang sudah kemiskinan dilihat dalam kerangka
diterapkan adalah tanpa kemiskinan dan multidimensi, karenanya kemiskinan
tanpa kelaparan dengan memberikan bukan hanya terkait ukuran pendapatan,
bantuan berupa blt pada masyarakat melainkan menyangkut beberapa hal,
yang kurang mampu di desa saukang antara lain: kerentanan dan kerawanan
serta kami juga sedang berupaya dalam orang atau masyarakat untuk menjadi
melaksanakan program Sdgs yang miskin; serta menyangkut ada/tidak
lainnya pada desa saukang. adanya pemenuhan hak dasar warga dan
ada/tidak adanya perbedaan perlakuan
Nilai-nilai yang terkandung dalam seseorang atau kelompok masyarakat
model pembangunan sejak dalam menjalani kehidupan secara
diberlakukannya Milenium Development bermartabat. Dalam kaitannya dengan
Goals (MDGs) yang berlanjut dengan kemiskinan Desa saukang sudah
SDGs dalam pembangunan desa sudah melakukan kegiatan seperti pemberian
diadopsi dalam rencana pembangunan hewan ternak, dan beda rumah,
maupun sudah dilaksanakan serta
disesuaikan dengan kemampuan dan Tujuan 2 : Desa Tanpa Kelaparan
potensi desa yang ada.
Program ketahanan pangan digiatkan
Tujuan 1 : Desa Tanpa dengan gerakan intensifikasi pertanian,
Kemiskinan pemanfaatan lahan pertanian, lahan
kosong serta lahan rumah tangga untuk
Tujuan ini menargetkan pada tahun menanam tanaman makanan pokok,
2030 kemiskinan di desa mencapai 0 sayursayuran dan buah-buahan yang bisa
persen. Artinya, pada tahun 2030, tidak dikonsumsi keluarga maupun bisa dijual
boleh ada penduduk miskin di desa. untuk menambah penghasilan keluarga.
Untuk mencapai target tersebut, tentu Demikian juga upaya memanfaatkan
banyak kebijakan yang harus diambil dan lahan dengan beternak, ayam, kambing
dilaksanakan bersama-sama, dalam dan sapi sehingga hasilnya bisa
rangka pencapaian tujuan Desa tanpa menambah asupan gizi keluarga maupun
kemiskinan, baik oleh pemerintah pusat, untuk diproduksi dan dijual sebagai
pemerintah daerah maupun pemerintah komoditas yang menghasilkan
pendapatan keluarga. Sementara itu akses kelamin perempuan , beberapa unit
masyarakat untuk mendapatkan bahan kegiatan juga dikelola oleh TP-PKK
pangan tidaklah sulit mengingat di Desa 100% berjenis kelamin perempuan. Dari
saukang terdapat beberapa toko/warung ilustrasi di atas, dapat disimpulkan Desa
sembako yang dikelola oleh warga saukang sudah telah mendukung
sendiri. pencapaian kesetaraan gender.
Tujuan 3 : Kehidupan Sehat dan Tujuan 6: Air bersih dan sanitasi
Sejahtera layak
Untuk melayani kesehatan Di desa saukang beberapa kepala
masyarakat, Pemerintah Kabupaten keluarga menggunakan sumur bor dalam
Sinjai di bawah koordinasi Dinas memenuhi kebutuhan air bersihnya ,baik
Kesehatan telah menyenggarakan itu untuk masyarakat , masjid ,dn fasilitas
pelayanan kesehatan Puskesmas pendidiikan.
Pembantu (Pustu). Pustu melayani Rawat
jalan, Penyuluhan Kebidanan, Imunisasi, Tujuan 8 : Industri, Inovasi dan
dan aktivitas medis ringan lainnya. Infrasruktur
Tujuan 4: Pendidikan berkualitas Program desa yaitu menanam pohon
Berdasarkan di sepanjang jalan dan gang di Desa
Pandak sebagai program penghijauan
Penduduk Desa Pandak terbesar Desa, sehingga ditotalkan telah tertanam
adalah lulusan SD/Sederajad sejumlah 18.000 bibit pohon yang bisa
1011 Jiiwa, data ini didukung dengan menghasilkan dalam 3 tahun ke depan.
berdirinya 1 SD Negri di Desa Pandak, Pertanian melibatkan kelompok
namun jika untuk melanjutkan ke SLTP perempuan sehingga dapat menjadi
Negri dan SMA Negri penduduk desa sumber kas desa. Pembangunan Ruang
harus sekolah ke ibukota kecamatan. Terbuka Hijau, hingga saat ini telah
Sedangkan proporsi lulusan perguruan dilaksanakan Pembebasan lahan, namun
tinggi sebesar 2,8% dari total penduduk masih belum memiliki Gambar rencana
Desa. Pada desa saukang sudah ada dan Rencana Anggaran Biaya. Untuk
Taman kanak-Kanak idhata 1 dompili Infrastruktur, sudah adanya perbaikan
serta sudah adaa sekolah dasar jadi jalan dibeberapa dusun yang ada di desa
masyarakat desa saukang tidak perlu lagi saukang.
membawa keluarga atau anaknya untuk
bersekolah di tempet yang jauh. Tujuan 15 : Ekosistem Daratan
Tujuan 5 : Kesetaraan Gender Memperbaiki penggunaan ekosistem
darat seperti hutan, rawa, lahan dan
BPS menitikberatkan Indeks gunung pada 2020. Mempromosikan
Pemberdayaan Gender dilihat dari 3 pengelolaan hutan yang berkelanjutan
sudut pandang yaitu Ekonomi, Politik dan menghentikan penebangan hutan
dan Pengambil Keputusan. Hingga saat juga sangat penting untuk menghentikan
ini belum ada Indeks Pemberdayaan dampak perubahan iklim. Harus segera
Gender yang terdisagregasi hingga dilakukan tindakan untuk mengurangi
tingkat desa. Namun Pemerintah Desa hilangnya habitat alami dan
Pandak telah berusaha mencapai IPG keanekaragaman hayati yang merupakan
meskipun belum terhitung secara bagian dari warisan kita bersama.
statistic. Pada sektor Pengambil Melindungi hutan dan ekosistem lainnya
Kebijakan tertinggi di tingkat Desa, adalah satu dari 17 Tujuan Global yang
Beberapa perangkat desa (50%) berjenis tersusun dalam Agenda Pembangunan
Berkelanjutan 2030. Dan pendekatan aplikasi yang digunakan untuk menginput
terpadu sangat penting demi kemajuan di data SDGs.
seluruh tujuan.
DAFTAR PUSTAKA
Tujuan 16 : perdamaian, Keadilan,
dan Kelembagaaan yang tangguh Al-Hamdi, R., Sakir, S., Atmojo, M. E., &
Efendi, D. (2020). Penelitian Kualitatif:
Untuk menjaga keamanan dan
Pegangan Mahasiswa Ilmu
perdamaian itu desa membentuk
Pemerintahan (Q. Ns (Ed.). Pustaka
Pertahanan Sipil (Hansip) yang bekerja
Pelajar.
sama dengan Polsek Sinjai. Saat ini rutin
dilaksanakan Pelatihan Hansip seperti Aldi, B., & Djakman, C. D. (2020). Persepsi
Beladiri dan Penanggulangan bencana. Manajemen dan Stakeholders pada
Selain itu, upaya keterbukaan informasi Pencapaian Sustainable Development
publik, seluruh kondisi keuangan desa di Goals (SDGs) dalam Sustainability
Publikasi dalam baliho sehingga dapat Reporting. Jurnal Riset Akuntansi Dan
diketahui oleh seluruh masyarakat desa. Keuangan, 8(2), 405–430.
Amalia, R. R., & Izharsyah, J. R. (2022).
Fungsi Directing Kepala Desa Dalam
KESIMPULAN Pelaksanaan Program SDGs
(Sustainable Development Goals) di
Desa saukang sudah menerapkan beberapa Desa Tani Makmur Rengat Barat.
program pembangunan berbasis SDGs KESKAP: Jurnal Kesejahteraan Sosial
dengan baik yang diawali dengan …, 1(1), 38–45.
perencanaan yang melibatkan semua [Link]
komponen dalam masyarakat termasuk tokoh p/article/download/9973/7071
agama dan tokoh masyarakat, begitupula Dzulqarnain, G. Z., Meigawati, D., & Basori,
dalam implementasinya yang Y. F. (2022). Implementasi Program
mengikutsertakan peran serta masyarakat. Sustainable Development Goals ( SDGs
Program-program dijalankan dengan ) dalam Upaya Penanggulangan
memperhatikan skala prioritas, Kemiskinan di Kota Sukabumi. Jurnal
memaksimalkan potensi sumber daya yang Professional, 9(1), 109–116.
ada untuk kesejahteraan masyarakatnya. Jalaali, B. (2021). IMPLEMENTASI VISI
SUSTAINABLE DEVELOPMENT
Hambatan yang dialami oleh Desa saukang GOALS(SDGs) PADA PROGRAM
adalah anggaran yang terbatas, pembangunan BERBASIS MASYARAKAT DI ERA
infrastruktur yang masih tergantung pada PANDEMI. KACANEGARA Jurnal
pembiayaan APBD dan program Pengabdian Pada Masyarakat, 4(1), 47.
pembangunan dari kabupaten. Demikian juga [Link]
adanya masa pandemi yang membuat tidak 1.711
maksimalnya implementasi karena anggaran [Link]. (2021). Peningkatan SDM
dan sumber daya diprioritaskan pada Menjadi Komitmen Pemdes Saukang di
penanganan covid dan bantuan terdampak Musyawarah Desa Khusus Penetapan
covid. Masalah pendataan juga menjadi SDGs Tahun 2021. [Link].
kendala dimana data sudah bisa terkumpul [Link]
ngkatan-sdm-menjadi-komitmen-
dengan baik, namun terjadi hambatan pada
pemdes-saukang-di-musyawarah-desa-
khusus-penetapan-sdgs-tahun-2021/ [Link]
Sudirman, F. A., & Susilawaty, F. T. (2022). Tundjung Linggarwati, Agus Haryanto,
KESETARAAN GENDER DALAM Renny Miryanti1, A. B. D. (2021).
TUJUAN PEMBANGUNAN IMPLEMENTASI SDGs DI DESA
BERKELANJUTAN (SDGs): SUATU PANDAK, KECAMATAN
REVIUW LITERATUR SISTEMATIS. BATURRADEN, KABUPATEN
Journal Publicuho, 5(4), 995–1010. BANYUMAS. 361–368.
[Link]
.41 Yuliana, E., & Alinsari, N. (2022). Penerapan
Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa
Sutrisna, I. W. (2021). Implementasi Fungsi dalam Mewujudkan Sustainable
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Development Goals Desa. Owner, 6(3),
Dalam Mewujudkan Sustainable 2789–2799.
Development Goals (SDGs) Desa. [Link]
Jurnal Ilmiah Cakrawarti, 4(1), 1–10. 5