Pengertian Tanda Baca
Tanda baca adalah tanda-tanda yang digunakan di dalam bahasa tulis agar kalimat-
kalimat yang kita tulis dapat dipahami orang persis seperti yang kita maksudkan,
mengutip Abdul Chaer dalam buku Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia.
Tanda baca adalah tanda yang dipakai dalam sistem ejaan (seperti titik, koma, titik
dua, dan sebagainya). Tanda baca dapat membantu pembaca untuk memahami
makna tulisan dengan tepat. Bayangkan jika tulisan dibuat tanpa tanda baca, pasti
tulisan tersebut akan membuat bingung dan susah dicerna.
Sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Telah Disempurnahkan (EYD), ada
lima belas tanda baca yang lazim digunakan dalam penulisan, antara lain tanda titik,
tanda koma, tanda titik koma, tanda titik dua, tanda hubung, tanda pisah, tanda
tanya, tanda seru, tanda elipsis, tanda petik, tanda petik tunggal, tanda kurung,
tanda kurung siku, tanda garis miring, dan tanda penyingkat atau apostrof.
Jenis dan Cara Penulisan Tanda Baca yang Benar
Sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD), tanda baca
terbagi menjadi lima belas jenis (Wijaya, 2012: 41). Adapun jenis dan aturan
penggunaannya sebagai berikut:
1. Tanda titik (.)
Tanda titik digunakan pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan dan seruan.
Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar
atau daftar.
Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang
menunjukkan waktu.
Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang
menunjukkan jangka waktu.
Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, judul tulisan
yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru dan tempat terbit.
Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang
menunjukkan [Link] titik dipakai pada penulisan singkatan.
Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah dianggap
umum. Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih, hanya dipakai satu
tanda titik.
Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.
anda koma (,)
Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau
pembilangan.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat
setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti, tetapi, melainkan.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat, apabila
anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya.
Tanda koma dipakai di belakang ungkapan atau kata penghubung antara
kalimat yang terdapat pada awal kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan
demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun begitu.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seru, seperti, o, ya, wah, aduh,
dan kasihan, atau kata-kata yang digunakan sebagai sapaan seperti, Bu, Dik,
atau Mas dari kata lain yang terdapat di dalam sapaan.
Tanda koma digunakan untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain
dalam kalimat.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian
lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir
dengan tanda tanya atau tanda seru.
Tanda koma dipakai di antara nama dan alamat, bagian-bagian alamat,
tempat dan tinggal, nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis
berurutan.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik
susunannya dalam daftar pustaka.
Tanda koma dipakai di antara tempat penerbitan, nama penerbit, dan tahun
penerbitan.
Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang
mengikutinya, untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga,
atau marga.
Tanda koma dipakai di muka angka desimal atau di antara rupiah dan sen
yang dinyatakan dengan angka.
Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya
tidak membatasi.
Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca/salah pengertian di belakang
keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
3. Titik koma (;)
Tanda titik koma dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk
memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk setara.
Tanda titik koma digunakan untuk akhiri pertanyaan perincian dalam kalimat
yang berupa frasa atau kelompok kata. Dalam hubungan itu, sebelum perincian
terakhir tidak perlu digunakan kata dan.
Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih
apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata
penghubung.
Tanda Titik Dua (:)
Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap uang diikuti
rangkaian atau pemerian.
Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan
pemerian.
Tanda titik dua dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan
pelaku dalam percakapan.
Tanda titik dua dipakai di antara jilid atau nomor dan halaman, bab dan ayat
dalam kitab suci, judul dan anak judul suatu karangan, serta nama kota dan
penerbit buku acuan dalam karangan.
5. Tanda Hubung (-)
Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh
pergantian baris.
Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata yang mengikutinya
atau akhiran dengan bagian kata yang mendahuluinya pada pergantian baris.
Tanda hubung digunakan untuk menyambung unsur-unsur kata ulang.
Tanda hubung digunakan untuk menyambung bagian-bagian tanggal dan huruf
dalam kata yang dieja satu-satu.
Tanda hubung dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian kata atau
ungkapan.
Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan se- dengan kata berikutnya yang
dimulai dengan huruf kapital, ke- dengan angka, angka dengan –an, dan
singkatan huruf kapital dengan imbuhan atau kata.
Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur
bahasa asing.
6. Tanda Pisah (‒)
Tanda pisah dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang
memberi penjelasan di luar bangun utama kalimat.
Tanda pisah dipakai untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau
keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.
Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat dengan arti
‘sampai dengan’ atau sampai ke’.
7. Tanda Tanya (?)
Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.
Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat
yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
8. Tanda Seru (!)
Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa
seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan,
ataupun emosi yang kuat.
9. Tanda Elipsis (...)
Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus.
Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau
naskah ada bagian yang dihilangkan.
Tanda Petik (“...”)
Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari
pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.
Tanda petik dipakai untuk mengapit judul puisi, karangan, atau bab buku yang
dipakai dalam [Link] petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang
kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
Tanda Petik Tunggal („... „)
Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan-petikan yang terdapat di
dalam petikan lain.
Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna kata atau ungkapan.
Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna, kata atau ungkapan bahasa
daerah atau bahasa asing.
12. Tanda Kurung ((...))
Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan
bagian utama kalimat.
Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di
dalam teks dapat dihilangkan.
Tanda kurung dipakai untuk mengapit angka atau huruf yang merinci urutan
keterangan.
13. Tanda Kurung Siku ([...])
Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf, kata atau kelompok kata
sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat, atau bagian kalimat yang ditulis
orang lain.
Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat
di dalam naskah asli.
Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas
yang sudah bertanda kurung.
14. Tanda Garis Miring (/)
Tanda garis miring di dalam nomor surat, nomor pada alamat, dan penandaan
masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim atau tahun ajaran.
Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau, tiap, dan ataupun.
15. Tanda Penyingkat atau Apostrof („)
Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka
tahun.