0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan80 halaman

Analisis SHU Anggota Koperasi Jembrana

Dokumen tersebut merupakan skripsi yang menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi sisa hasil usaha (SHU) yang diterima anggota koperasi di Kabupaten Jembrana Bali. Faktor-faktor yang diteliti meliputi lama keanggotaan, umur, pendidikan, dan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama keanggotaan berpengaruh signifikan terhadap SHU, sedangkan umur, pendidikan, dan jenis kel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan80 halaman

Analisis SHU Anggota Koperasi Jembrana

Dokumen tersebut merupakan skripsi yang menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi sisa hasil usaha (SHU) yang diterima anggota koperasi di Kabupaten Jembrana Bali. Faktor-faktor yang diteliti meliputi lama keanggotaan, umur, pendidikan, dan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama keanggotaan berpengaruh signifikan terhadap SHU, sedangkan umur, pendidikan, dan jenis kel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Digital

Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


SISA HASIL USAHA (SHU) YANG DI TERIMA OLEH
ANGGOTA KOPERASI DI KABUPATEN JEMBRANA BALI

SKRIPSI

Diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi salah satu syarat
untuk menyelesaikan Program Studi Ilmu Ekonomi dan Studi
Pembangunan (S1) dan mencapai gelar Sarjana Ekonomi

Oleh

Retno Melinda
NIM 110810101008

JURUSAN ILMU EKONOMI STUDI PEMBANGUNAN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JEMBER
2018
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

PERSEMBAHAN

Skripsi ini saya persembahkan untuk :

1. Ayahanda Sujono dan Ibunda Erli Suciati tercinta, yang selalu


memberikan kasih saying, doa dan pengorbanan selama ini;
2. Kakak-kakakku tercinta Maulana Fristanto dan Neni Supartini yang telah
memberikan motivasi, dukungan moral dan semua pengorbanan selama
ini;
3. Ponakanku tercinta Adrian Duta Maulana yang sudah menjadi motivasiku
selama ini;
4. Guru-guruku sejak taman kanak-kanak sampai dengan Perguruan Tinggi;
5. Almamater Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember;
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

MOTTO

"Barang siapa yang bersungguh sungguh, sesungguhnya kesungguhan tersebut


untuk kebaikan dirinya sendiri"

(Qs. Al-Ankabut: Ayat 6)

“Bertambah tua itu bukan berarti kehilangan masa muda. Tapi babak baru dari
kesempatan dan kekuatan”

(Betty Friedan)

“Sukses adalah hasil kerja keras, belajar, berfikir dan membuat rencana.

(Azwar Siregar, 1989 : 28)


Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Retno Melinda
NIM : 110810101008
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul
“Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sisa Hasil Usaha (SHU) Yang Di
Terima Oleh Anggota Koperasi Di Kabupaten Jembrana Bali” adalah benar-benar
hasil karya saya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya,
belum pernah diajukan pada institusi manapun dan bukan karya jiplakan. Saya
bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap
ilmiah yang harus dijunjung tinggi.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, tanpa ada tekanan
dan paksaan dari pihak manapun serta bersedia mendapat sanksi akademik jika
ternyata di kemudian haripernyataan ini tidak benar.

Jember, 2 Juli 2018


Yang Menyatakan,

Retno Melinda
110810101008
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

SKRIPSI

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SISA HASIL


USAHA (SHU) YANG DI TERIMA OLEH ANGGOTA KOPERASI DI
KABUPATEN JEMBRANA BALI

Oleh

Retno Melinda
110810101008

Pembimbing :

Dosen Pembimbing I : Aisah Jumiati,SE. MP

Dosen Pembimbing II : Fajar Wahyu Prianto, SE. ME


Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

TANDA PERSETUJUAN

Judul : Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sisa Hasil


Usaha (Shu) Yang Di Terima Oleh Anggota Koperasi Di
Kabupaten Jembrana Bali

Nama Mahasiswa : Retno Melinda

NIM : 110810101008

Jurusan : Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan

Konsentrasi : Ekonomi Regional

Tanggal Persetujuan : 4 Juli 2018

Pembimbing I, Pembimbing II,

Aisah Jumiati, S.E, M.P Fajar Wahyu Prianto, S.E, M.E


NIP. 196807151993031001 NIP. 198103302005011003

Ketua Jurusan,

Dr. Dra. Sebastiana Viphindrartin, M. Kes


NIP. 196411081989022001
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

PENGESAHAN
Judul Skripsi

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SISA HASIL


USAHA (SHU) YANG DI TERIMA OLEH ANGGOTA KOPERASI DI
KABUPATEN JEMBRANA BALI.
Yang dipersiapkan dan disusun oleh:
Nama : Retno Melinda
Nim : 110810101008
Jurusan : Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan
Telah dipertahankan di depan panitia penguji pada tanggal:
Juli 2018
dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima sebagai kelengkapan guna
memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Universitas Jember.

Susunan Panitia Penguji

Ketua : Dra. Anifatul Hanim [Link] (........................................)


NIP. 196507301991032001

Sekretaris : Dr. M. Fathorrazi, S.E, [Link] (........................................)


NIP. 196306141990021001

Anggota :Dr. Regina Niken Wilantari, S.E., [Link]. (........................................)


NIP. 197409132001122001

Mengetahui/Menyetujui
Universitas Jember
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Dekan,

Dr. Muhammad Miqdad, S.E., M.M., Ak. CA.


NIP. 197107271995121001
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sisa Hasil Usaha (SHU) Yang Di


Terima Oleh Anggota Koperasi Di Kabupaten Jembrana Bali

RETNO MELINDA

Jurusan Ilmu Ekonomi Dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Jember

ABSTRAK

Koperasi merupakan salah satu kekuatan ekonomi yang tumbuh


dikalangan masyarakat sebagai pendorong tumbuhnya perekonomian nasional.
Koperasi ikut serta membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangkaian
mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur. Di koperasi pendapatan
yang diperoleh anggota koperasi disebut dengan sisa hasil. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui bagaimana pengaruh lama keanggotaan, umur, pendidikan,
jenis kelamin terhadap sisa hasil usaha yang diterima anggota koperasi di
Kabupaten Jembrana Bali. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi
linier berganda dengan asumsi klasik yaitu dengan uji multikolinieritas, uji
heterokeditas, uji normalitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lama
keanggotaan berpengaruh signifikan terhadap sisa hasil usaha. Umur, pendidikan
dan jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap sisa hasil usaha.

Kata Kunci : Sisa Hasil Usaha, Lama Keanggotaan, Umur, Pendidikan, Jenis
Kelamin.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Analysis Of Factors That Affect The Rest Of The Business Results Are Received
By Members Of The Cooperative In Jembrana Bali

RETNO MELINDA

Department of Development Economics and Studies Faculty of Economics and


Business

University of Jember

The cooperative is one of a growing economic power among communities


as drivers of the growth of the national economy. The cooperative participate
build order and national economy in the course of realizing an advanced society,
fair and prosperous. In cooperative earned income cooperative members are called
by the rest of the results. This research aims to find out how the influence of the
old membership, age, education, gender against the rest of the business results are
accepted members of cooperatives in Jembrana Bali. Methods of analysis used,
namely multiple linear regression analysis with classical assumptions by test
multikolinieritas test heterokeditas test normality. The results of this study showed
that long influential membership significantly to the rest of the business results.
Age, education and gender have no effect against the rest of the business results.

Keywords : The Rest Of The Results Of The Efforts, The Old Membership,
Age, Education, Gender.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

RINGKASAN

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sisa Hasil Usaha (Shu) Yang Di


Terima Oleh Anggota Koperasi Di Kabupaten Jembrana Bali, Retno Melinda,
110810101008; 2018; Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas
Jember.

Koperasi merupakan lembaga swadaya masyarakat yang sebagai salah satu


pelaku pembangunan ekonomi dan perkembangan kesejahteraan anggota pada
khususnya dan masyarakat pada umumnya, koperasi berperan untuk
mempersatukan usaha menimbulkan kegairahan kerja. Di koperasi pendapatan
yang diperoleh anggota koperasi disebut dengan sisa hasil.

Sisa hasil usaha merupakan laba bersih seperti lazimnya dalam dunia
usaha yang dilaporkan pada akhir tiap periode. Menurut Wijaya (2002:83 ), sisa
hasil usaha koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun,
dikurangi dengan penyusutan dan biaya dari tahun buku yang bersangkutan atau
biasa disebut dengan laba bersih. Sumarsono (2001:87) berpendapat bahwa SHU
adalah pendapatan yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya
penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang
bersangkutan. Sedangkan Baswir (2000:16) menyatakan, “SHU setelah dikurangi
dengan biaya-biaya tertentu, akan dibagikan kepada anggota sesuai dengan
pertimbangan jasa masing-masing.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sisa hasil usaha yang
diterima anggota koperasi dari lama keanggotaan, umur, pendidikan, jenis
kelamin. Metode yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil dari regresi
atas lama keanggotaan terhadap sisa hasil usaha yang diterima oleh anggota
koperasi menunjukkan hubungan yang positif signifikan. Sedangkan umur,
pendidikan dan jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan terhadap sisa hasil
usaha yang diterima oleh anggota koperasi.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Hasil dari uji F yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lama
keanggotaan, umur, pendidikan, jenis kelamin terhadap sisa hasil usaha dapat
dilihat menunjukan model regresi memiliki nilai signifikansi sebesar 0,254 lebih
kecil dari 0.05, maka variabel independen memiliki pengaruh bersama-sama
terhadap varibel dependen. Hasil analisis (uji t), pengaruh variabel Lama
Keanggotaan terhadap variabel sisa hasil usaha yang diterima oleh anggota
koperasi probabilitas (α) adalah 0,024. Hal ini berarti lama keanggotaan
berpengaruh signifikan terhadap sisa hasil usaha yang diterima oleh anggota
koperasi Karena nilai probabilitas < 0,05 maka terbukti kebenaranya. Pengaruh
variabel umur terhadap sisa hasil usah variabel sisa hasil usaha yang diterima
anggota koperasi probabilitas (α) adalah 0,527. Hal ini berarti umur di Koperasi
terhadap sisa hasil usaha tidakberpengaruh terhadap sisa hasil usaha yang
ditemrima anggota koperasi. Pengaruh variabel pendidikan di koperasi terhadap
variable sisa hasil usaha dengan probabilitas (α) adalah 0,539. hal ini berarti
pendidikan di koperasi terhadap sisa hasil usaha tidak signifikan terhadap sisa
hasil usaha yang diterima oleh anggota koperasi. Pengaruh variabel jenis kelamin
anggota koperasi terhadap variabel sisa hasil usaha yang diterima oleh anggota
koperasi dengan probabilitas (α) adalah 0,869. hal ini berarti jenis kelamin tidak
berpengaruh signifikan terhadap sisa hasil usaha yang diterima oleh anggota
koperasi.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

PRAKATA

Dengan mengucap puji syukur ke hadirat Allah SWT atas berkat dan
rahmatNya, karena tanpaNya tidak ada suatu hajatpun yang dapat terlaksana.
Skripsi penulis ajukan merupakan salah satu syarat guna memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember. Penulis
dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Sisa Hasil Usaha (Shu) Yang Di Terima Oleh Anggota
Koperasi Di Kabupaten Jembrana Bali”.
Penulis menyampaikan rasa terimakasih yang amat besar kepada :
1. Aisah Jumiati, S.E, M.P, selaku Dosen Pembimbing I dan Fajar Wahyu
Prianto, S.E, M.E, selaku Dosen Pembimbing II yang telah bersedia
meluangkan waktu, pikiran dan perhatian dalam penulisan skripsi ini.
2. Ibu Dr. Sebastiana Viphindrartin, [Link]., selaku Ketua Jurusan Ilmu
Ekonomi dan Studi Pembangunan.
3. Para dosen penguji penulis yang telah memberikan arahan, masukan serta
meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk mengarahkan, membimbing
dan menyempurnakan Skripsi ini.
4. Seluruh Dosen dan Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Universitas Jember, khususnya Jurusan IESP yang telah memberikan
bimbingan dan ilmu kepada penulis sampai akhir penyelesaian skripsi ini.
5. Ayahanda Sujono dan Ibunda Erli Suciati tersayang, atas curahan kasih
saying, untaian doa dan motivasi yang tiada henti yang sangat besar dan
tak ternilai harganya bagi saya dan atas semua yang telah engkau berikan,
semoga Allah SWT akan membalasnya.
6. Kakak-kakaku Maulana dan Neni Supartini terimakasih atas segala
dukungan dan motivasinya.
7. Ponakanku yang sekaligus sebagi anak Adrian Duta Maulana adalah
semangatku untuk berjuang.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

8. Nur Hidayatulloh yang selalu ada disampingku dan memberikan motivasi


selama ini, Terimakasih atas nasehat yang diberikan, yang terpenting
terimakasih udah ngasi cinta kasih tulusnya.
9. Teman-teman IESP angkatan 2011 yang seperjuangan yang tidak dapat
disebutkan satu per satu.
10. Teman-teman yang ada di Bali atau di Jember yang selalu memberikan
dukungan dan semangat
11. Serta semua pihak yang tidak bias disebutkan satu persatu. Semoga Allah
SWT membalas semua kebaikan yang telah anda berikan. Penulis juga
menerima saran dan keritik demi skripsi ini dan semoga dapat memberikan
manfaat pada kita semua.

Akhir kata penulis menyadari bahwa keterbatasan kemampuan penulis,


skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun sangat penulis harapkan bagi penyempurnaan tugas akhir ini. Penulis
berharap semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak
terkait. Amin amin ya Robbal‘alamin...

Jember, 4 Juli 2018

Penulis
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ....................................................................... i
HALAMAN PERSEMBAHAN …...….......................................... ii
HALAMAN MOTTO ………......................................................... iii
HALAMAN PERNYATAAN ........................................................ iv
HALAMAN PEMBIMBING SKRIPSI…………………………. v
HALAMAN PERSETUAN SKRIPS..…..…................................. vi
HALAMAN PENGESAHAN......................................................... vii
ABSTRAK ……............................................................................... viii
ABSTRACT...................................................................................... ix
RINGKASAN................................................................................... x
PRAKATA ....................................................................................... xii
DAFTAR ISI..................................................................................... xiii
DAFTAR TABEL............................................................................ xvii
DAFTAR LAMPIRAN................................................................... xviii
BAB 1. PENDAHULUAN............................................................... 1
1.1 Latar Belakang ………………………………………. 1
1.2 Rumusan Masalah ……………………………………. 6
1.3 Tujuan Penelitian …………………………………....... 6
1.4 Manfaat Penelitian ……………………………….……. 6
BAB 2. Tinjauan Pustaka …………………………………………. 7
2.1 Landasan Teori ………………………………………… 7
2.1.1 Teori Pertumbuhan Neo klasik……………………. 7
2.1.2 Pengertian Koperasi ………………………………. 9
2.1.3 Prinsip-prinsip ………………………..………. ….. 11
2.1.4 Teori Pendapatan …………………………………. 12
2.1.5 Sisa Hasil Usaha ……………..……………………... 14
2.1.6 Prinsip-prinsip Pembagian Sisa Hasil Usaha.. 18
2.1.7 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sisa Hasil Usaha… 19
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

2.2 Penelitian Terdahulu ……..…………………………… 21


2.3 Kerangka Konseptua…………………………………. 23
2.4 Hipotesis ….……………………………………………. 24
BAB 3. METODE PENELITI…………………………………… 25
3.1 Jenis Penelitian…………………….…………………. 25
3.2 Unit Analisis …………………………………………. 25
3.3 Jenis dan Sumber data………………………………. 25
3.4 Populasi dan Sampel ………………………………… 25
3.4.1 Populasi ……………………………………… 25
3.4.2 Sampel ……………………………………….. 26
3.5 Metode Analisis Data ………………………………… 27
3.5.1 Analisis Statistik Deskriptif ………………… 27
3.5.2 Analisis Regresi Linier Berganda ………….. 28
3.6 Uji Asumsi Klasik ……………………………………. 28
3.6.1 Uji Multikolinieritas …………………………. 28
3.6.2 Uji Heteroskedastisitas ………………….…. 28
3.6.3 Uji Normalitas ………………………………. 29
3.7 Uji Statistika ………….……………………………… 29
3.7.1 Uji F …………………………………………. 29
3.7.2 Uji t ………………………………………….. 31
3.7.3 Koefisien Determinasi ……………………. 32
3.8 Definisi Variabel Operasion ……………………… 32
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN ………………………… 34
4.1 Gambaran Umum…………………………………… 34
4.1.1 Kondisi Geografi …………………………… 34
4.1.2 Kondisi Kependudukan ……………………. 35
4.1.3 Sejarah Koperasi di Kabupaten Jembrana….. 37
4.1.4 Visi, Misi, dan Tujuan Koperasi …………… 38
4.2 Analisis Data ……………………………………….. 40
4.2.1 Statistik Deskriptif ………………………… 40
4.3 Analisis Regresi Linier Berganda ………………… 40
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

4.4 Uji Asumsi Klasik …………………………………… 40


4.4.1 Uji multikolinieritas ………………………….. 41

4.4.2 Uji Hetekrokeastisitas ………………………… 42

4.4.3 Uji Normalitas ………………………………… 43

4.5 Uji Hipotesis …………………………………………… 44

4.5.1 Uji F ………………………………………….. 44

4.5.2 Uji t …………………………………………… 44

4.5.3 Koefisien Determinasi (R2) …………………… 45

4.6 Pembahasan Hasil Penelitian ………………………… 46

4.6.1 Lama Keanggotaan Terhadap Sisa Hasil Usaha … 46


4.6.2 Umur Terhadap Sisa Hasil Usaha ……………….. 47
4.6.3 Pendikan Terhadap Sisa Hasil Usaha …………… 48
4.6.4 Jenis Kelamin Terhadap Sisa Hasil Usaha ……… 49

BAB 5. PENUTUP…………………………………………………… 50

5.1 Kesimpulan ……………………………………………… 50

5.2 Keterbatasan ……………………………………………. 50

5.3 Saran ……………………………………………………. 51

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

DAFTAR TABEL

Table Halaman

1.1 Daftar di Kabupaten Jembrana Bali ……………..………………… 4

2.2 Ringkasan Penelitian Sebelumnya………………………………… 22

3.1 Pembagian Sapel …………..…………………………………….. 27

4.1 Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk di Kabupaten Jembrana

Tahun 2011 ……………………………………………………… 36

4.2 Hasil Statistik Deskriptif ………………………………………… 39

4.3 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda ……………….………… 40

4.4 Hasil Uji Multikolinieritas ……………………………………… 42

4.5 Hasil Uji Glejer ……………………….………………………… 42

4.6 Hasil Uji Normalitas …………………………………………… 43

4.7 Hasil Uji F ……………………………………………………… 44

4.8 Hasil Uji t …….………………………………………………… 44

4.9 Hasil Uji R2 …………………………………………………….. 46


Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

A. Data Penelitian Analisis Faktor factor Yang Mempengaruhi


Sisa Hasil Usaha oleh Anggota Koperasi Di Kabupaten Jembrana
Bali…………………………………………………..…………… 54
B. Statistik Deskriptif ………………………………………………. 57
C. Analisis Regresi Linier Berganda ………………………………. 58
1. Uji Koefisien Determinasi ……………………………………… 58
2. Uji F………………….. ………………………………………… 58
3. Uji t …………………………………………………………….. 58
D. Uji Asumsi Klasik ……………………………………………… 59
1. Uji Multikoinieritas …………………………………………….. 59
2. Uji Heterokeditas ………………………………………………. 59
3. Uji Normalitas ………………………………………………….. 60
E. Kuisioner ………………………………………………………. 61
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Koperasi merupakan salah satu kekuatan ekonomi yang tumbuh
dikalangan masyarakat sebagai pendorong tumbuhnya perekonomian nasional.
Koperasi ikut serta membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangkaian
mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur. Koperasi sekaligus juga
sebagai soko guru perekonomian di Indonesia. Menurut UU No 25 Tahun 1992,
koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan
hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi
sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas azaz kekeluargaan.
Sedangkan prinsip-prinsip koperasi menurut UU No 25 Tahun 1992 adalah
keanggotaan bersifat sukarela, pengelolaan dilakuakan secara demokratis,
pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha
masing-masing anggota, pemberian balas jasa yang terbatas pada modal,
kemandirian.
Koperasi sebagai badan usaha mempunyai karekter tersendiri, karakter
khusus yang dimiliki koperasi inilah yang membedakan koperasi dengan bentuk
badan usaha lain. Dalam kegiatan usahanya koperasi tidak hanya berorientasi
dalam mencari keuntungan saja melainkan berorientasi pada manfaat. Pada
dasarnya tujuan koperasi ialah mensejahterakan anggota khususnya, dan
mensejahterakan masyarakat pada umumnya. Tetapi dalam usaha-usahanya
koperasi harus tetap memperoleh hasil yang layak. Sehingga pada akhir periode
usahanya diharapkan dan ditargetkan menghasilakan sisa hasil usaha.
Keuntungan dalam koperasi disebut dengan sisa hasil usaha. Menurut UU
No 25 Tahun 1992 Pasal 45 ayat 1 bahwa sisa hasil usaha merupakan pendapatan
koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi biaya, penyusutan dan
kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan. Sisa
hasil usaha setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding
jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta
digunakan untuk keperluan pendidikan koperasi dan keperluan koperasi, sesuai
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

dengan keputusan rapat anggota. Pertumbuhan perekonomian di Indonesia saat ini


tidak terlepas dari peranan koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat. Pada
dasarnya koperasi dikelola dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para
anggotanya dan masyarakat secara keseluruhan. Koperasi didirikan dengan tujuan
utama untuk mencegah masyarakat terbebas dari lintah darat atau rentenir
(Anaroga dan Widiyanti,1998). Sekalipun mencari keuntungan bukan tujuan
utama dari usaha koperasi, tetapi usaha yang dikelola oleh koperasi harus
memperoleh SHU yang layak sehingga koperasi dapat mempertahankan
kelangsungan hidupnya dan meningkatkan kemampuan usahanya (Munir, 2011).
Pembentukan koperasi pada awalnya untuk memudahkan partisipasi para
anggotanya untuk menyimpan dana dan meminjamannya kembali kepada
anggotanya dengan jumlah bunga dan waktu yang telah disepakati (Suyasa, 2013).
Sehingga koperasi diharapkan mampu memperoleh modal untuk membiayai
kegiatan operasionalnya. Sehubungan dengan hal itu, koperasi harus lebih
tangguh dalam menghadapi perubahan dan persaingan yang terjadi di dalam
lingkungan koperasi itu sendiri atau mampu bersaingan dengan lembaga keungan
bukan bank lainnya baik secara nasional, regional maupun internasional.
Anggota koperasi dapat mandiri dan lebih berkembang secara individu
maupun secara bersama-sama sehubungan dengan aktifnya partisipasi menyeluruh
dari anggotanya. Keadaan ini mengembangkan kopersi menjadi badan usaha yang
mandiri, tangguh dan efisien sehingga mampu menghadapi berbagi problem
ekonomi. Sumbangan koperasi harus ditingkatkan agar pemerataan pendapatan
dan pengetasan kemiskinan dapat terwujud. Pemerataan yang diharapkan
bukanlah suatu jenis pemerataan yang hanya mengambil dari satu golongan untuk
kemudian didistribusikan kepada golongan masyarakat yang lainnya. Namun
lebih pada peningkatan produktifitas dan episien, pemeratan informasi skala
ekonomi yang dapat tercipta apabila seseorangmenjadi anggota koperasi (M.
Amin Aziz, 1987:76). Dimana selain menjadi pengguna jasa otomatis menjadi
pemilik koperasi. Koperasi memerlukan peran aktif pada anggotanya dalam segala
kegiatan koperasi untuk dapat berkembang atas kekuatan sendiri.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Peran aktif tersebut tercipta apabila terdapat perasaan memiliki sehingga


secara efektif dapat mengambil keputusan koperasi. Para anggota juga berhak dan
harus mampu menjalankan pengawasan atas jalannya usaha koperasi (K. Tjilik
Suwito,dkk, 1991:18). Jenis koperasi yang ditentukan berdasarkan kesamaan
kegiatan dan kepentingan ekonomi anggotanya. Untuk memisah-misahkan
koperasi serba heterogen satu sama lainnya, bias digunakan berbagai kriteria
seperti lapangan usaha, tempat tinggal para anggota, golongan, fungsi ekonomi
maupun propesi para anggotanya. Khusus dalan hal profesi, (Revrisond Baswir,
1997:103) mengartikannya sebagai suatu jenis pekerjaan yang dilakukan oleh
orang-orang yang memiliki keahlian atau kecakapan tertentu dan juga berdasarkan
kode ektik tertentu. Maka berdasarkan profesi anggotanya koperasi dapat
dibedakan antara lain menjadi koperasi karyawan, koperasi pegawai, koperasi
anggota darat, koperasi mahasisiwa, koperasi pedagang pasar, dan sebagainya.
Besarnya SHU yang diperoleh koperasi setiap tahunnya juga sebagai
pertanda bahwa koperasi telah dikelola dengan baik dan professional. Pengelolaan
yang profesional memerlukan sistem pertanggung jawaban yang baik dari
anggota, pengurus bahkan manajer. Semakin besar SHU yang diperoleh koperasi
akan meningkatkan kesejahteraan para anggotanya dan masyarakat pada umumya.
SHU sangat tergantung dari besarnya modal yang berhasil dihimpun oleh koperasi
untuk menjalankan usahanya. Modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal
pinjaman. Modal sendiri dapat berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dana
cadangan dan hibah. Sedangkan modal pinjaman dapat berasal dari anggota,
koperasi lain, bank dan lembaga keuangan lain, penerbitan obligasi dan surat
hutang lainnya, sumber lain yang sah. Dengan partisipasi yang aktif akan
berdampak dalam perkembangan koperasi yang positif. Partisipasi anggota
meliputi berbagai bidang, yaitu partisipasi dalam aktifitas koperasi, modal dan
dalam penggunaan jasa usaha koperasi. Bidang aktifitas koperasi, anggota
berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan pengambilan keputusan yang
diselenggarakan melalui rapat-rapat anggota maupun di luar rapat anggota.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Perolahan sisa hasil usaha setiap tahun bagi koperasi menjadi sangat
penting, karena sebagian dari SHU tersebut disisihkan sebagai cadangan yang
akan memperkuat koperasi itu sendiri. Partisipasi yang aktif dari semua anggota
koperasi terhadap semua kegiatan koperasi diharapkan dapat memperoleh sisa
hasil usaha yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Sisa hasil usaha yang
diperoleh koperasi merupakan salah satu daya tarik bagi seseorang untuk menjadi
anggota koperasi tersebut dan akan mendorong anggota yang berpartisipasi
pasif menjadi anggota yang aktif. Hal itu disebabkan anggota yang berpartisipasi
aktif.
Perkembangan koperasi di Kabupaten Jembrana sangat pesat. Salah satu
Kabupaten dengan perkembangan koperasi yang pesat adalah Kabupaten
Jembrana. Namun peningkatan kuantitas tersebut ternyata tidak diimbangi dengan
peningkatan kualitas koperasi tersebut. Melihat perkembangan koperasi yang
sangat pesat tersebut, menunjukkan bahwa masyarakat mulai percaya dengan
keberadaan koperasi di tengah-tengah masyarakat. Tetapi dengan masyarakat akan
lebih mengutamakan kualitas dari koperasi itu sendiri dibandingkan kuantitasnya.
Dari banyaknya jumlah koperasi di Kabupaten Jembrana, masih banyak koperasi
yang dikategorikan kurang sehat. Dengan kata lain masih lemahnya sumber daya
manusia (SDM) pengelola koperasi, yang harus ditangani secara serius dan
mendapatkan pembinaan dari Dinas Koperasi.
Hal ini berhubungan dengan situasi kompetitif yang ketat dengan lembaga
keuangan lainnya, dengan demikian dalam pengelolaan manajemen koperasi di
butuhkan SDM yang berkulitas sesuai tuntutan pasar (Maulana dkk,. 2012). Selain
itu permodalan juga menjadi persoalan, besarnya jumlah modal yang dikeluarkan
oleh koperasi tesebut harus dapat pantaun dari instansi terkait. Untuk itu
Pemerintah Kabupaten Jembrana harus memiliki keberpihakan kepada usaha
koperasi dengan memberikan fasilitas serta peluang agar koperasi tersebut tetap
hidup dan eksis. Dengan masih banyak koperasi yang tidak aktif di Kabupaten
Badung harus ada upaya penyelamatan dan pembinaan agar nantinya koperasi
tersebut masih tetap eksis.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Kedepannya keberpihakkan Pemkab Jembrana dalam penguatan modal


sejumlah dana dan melakukan pelatihan dalam rangka peningkatan kemampuan
professional kewirausahaan dapat di tingkatkan. Selain itu Pemerintah Kabupaten
Jembrana harus lebih selektif dalam mengeluarkan izin koperasi, sehingga dapat
memaksimalkan perkembangan koperasi di Kabupaten Jembrana. Perkembangan
Jumlah koperasi simpan pinjam di Kabupaten Jembrana untuk Tahun 2011-2015
dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1.1 Daftar koperasi di Kabupaten Jembrana Bali
Tahun
No Uraian Satuan
2011 2012 2013 2014 2015

1 Jumlah Koperasi Unit 134 143 198 201 209

2 Jumla Anggota Anggota 42.694 43.364 45.308 45.328 45.776

3 Koperasi Aktif Unit 120 129 184 187 194

4 Koperasi Tidak Aktif Unit 14 14 14 14 15

Sumber: Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jembrana Bali 2015


Koperasi sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi rakyat memiliki
peran tidak besar dalam membangun ekonomi. Koperasi di Kabupaten Jembarana
juga tidak kalah peran sertanya dalam menggerakkan ekonomi. Dalam hal ini jika
terlihat data tentang perkembangan koperasi dalam kurun waktu empat tahun
terkahir di Kabupaten Jembrana terus bertambah. Kesadaran masyarakat untuk
masuk sebagai anggota koperasi menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah
anggota koperasi. Hal ini dapat menjadi salah satu faktor bahwa semakin
membaiknya kepercayaan masyarakat terhadao usaha ini.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut diatas, maka dapat
dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut:

a. Apakah Lama Keanggotaan berpengaruh terhadap Sisa Hasil Usah yang


diterima oleh Anggota Koperasi di Kabupaten Jembrana Bali?
b. Apakah Umur berpengaruh terhadap Sisa Hasil Usah yang diterima oleh
Anggota Koperasi di Kabupaten Jembrana Bali?
c. Apakah Pendidikan berpengaruh terhadap Sisa Hasil Usah yang diterima oleh
Anggota Koperasi di Kabupaten Jembrana Bali?
d. Apakah Jenis Kelamin berpengaruh terhadap Sisa Hasil Usah yang diterima
oleh Anggota Koperasi di Kabupaten Jembrana Bali?

1.3 Tujuan Penelitian


a. Untuk mengetahui pengaruh Lama Keanggotaan terhadap Sisa Hasil Usah
yang diterima oleh Anggota Koperasi di Kabupaten Jembrana Bali.
b. Untuk Mengetahui pengaruh Umur terhadap Sisa Hasil Usah yang diterima
oleh Anggota Koperasi di Kabupaten Jembrana Bali.
c. Untuk Mengetahui pengaruh Pendidikan terhadap Sisa Hasil Usah yang
diterima oleh Anggota Koperasi di Kabupaten Jembrana Bali?
d. Untuk Mengetahui pengaruh Jenis Kelamin terhadap Sisa Hasil Usah yang
diterima oleh Anggota Koperasi di Kabupaten Jembrana Bali?

1.4 Manfaat Penelitian


Hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk:
a. Meberikan informasi bagi para pembaca dan penulis lain sebagai inspirasi
untuk mengembangkan ke topik lain.
b. Memberikan gambaran mengenai kondisi Sisa Hasil Usaha yang di terima
oleh Anggota Koperasi di Kabupaten Jembrana Bali
c. Memberikan sarana kebijakan untuk meningkatkan Sisa Hasil Usaha yang di
terima oleh Anggota Koperasi di Kabupaten Jembrana Bali.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

Dalam kegiatan penelitian diperlukan adanya suatu landasan atau kerangka


teori yang sangat luas dan kuat berupa konsep-konsep bahkan teori-teori sehingga
mampu mendeskripsikan serta menjelaskan suatu realitas sosial. Seperti yang
dikemukakan Snelbecker (Moleong, 2006:34) dalam mendefinisikan teori adalah
sebagai perangkat proposisi yang terintegrasi secara sintaksis (yaitu yang
mengikuti atauran tertentu yang dapat diamati) dan berfungsi sebagai wahana
untuk meramalkan dan menjelaskan fenomena yang diamati sehingga landasan
teori tersebut sebagai bahan acuan untuk menggambarkan dan mendapatkan teori-
teori yang relevan serta berkaitan dengan penelitian yang ada.

2.1.1 Teori Pertumbuhan Ekonomi Neo-Klasik

Teori pertumbuhan neoklasik merupakan teori yang dikembangkan oleh


Robert M Solow (1970) dan T.W Swan (1956) yang dikenal dengan Model
Solow-Swan. Unsur yang diguakan pada model Solow-Swan adalah pertumbuhan
penduduk, akumulasi kapital, kemajuan teknologi, dan besarnya output yang
saling berinteraksi. Yang menjadi perbedaan utama pada model Solow-Swan
dengan model Harrod-Domar adalah terletak pada unsur kemajuan teknologi.
Solow-swan juga menggunakan model fungsi produksi yang memungkinkan
adanya substitusi antara kapital dan labour. Pada teori Solow-Swan mekanisme
pasar dapat menciptakan keseimbangan sehingga tidak memerlukan campur
tangan pemerintah, jadi pemerintah hanya berperan dalam kebijaka fiskal dan
kebijakan moneter saja (Tarigan 2004).
Model Solow menggunakan konsep diminishing return atau skala hasil
yang terus berkurang dari unsur tenaga kerja dan modal apabila kedua unsur
tersebut dianalisis secara terpisah. Dalam teorinya, Solow juga menggunakan
asumsi constant return to scale. Unsur kemajuan teknologi itu sendiri menurut
Solow tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lain atau bersifat eksogen. Dan model
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

neoklasik dari Solow ini juga disebut dengan model pertumbuhan eksogen
(Todaro & Smith 2006).
Dalam model Solow, terdapat tiga sumber dalam meningkatkan
pertumbuhan yaitu akumulasi modal, bertambahnya penawaran tenaga kerja, dan
peningkatan teknologi. Teknologi yang dimaksud adalah peningkatan dalam skill
atau teknik yang membuat produktivitas perkapita meningkat. Masalah teknologi
pada model Solow dianggap sebagai funsgi dari waktu yang fungsi produksinya
berbentuk sebagai berikut

Yi = (K,L,t)
Yang kemudian diderivasikan rumus menjadi :
Yi = ai ki + (1- ai) ni + T

Yi = Besarnya output
ki = Tingkat pertumbuhan modal
ni = Tingkat pertumbuhan tenaga kerja
Ti = Kemajuan teknologi
a = Bagian yang dihasilkan oleh faktor modal
(1- a) = Bagian yang dihasilkan oleh faktor diluar modal

Diperlukan mekanisme yang menyamakan investasi dengan tabungan (


dalam kondisi full employment) agar faktor produksi berada pada kapasitas penuh
𝑌𝑖
maka MPKi = ai =p
𝐾𝑖
MPKi = Marginal productivity of capital
Jika p sudah terbentuk dan a tetap konstan maka Y dan K harus tumbuh dengan
tingkat yang sama.
Syarat keseimbangannya adalah :
∑ Ii = ∑ Si

i=1 i=1
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Suatu daerah akan mengimpor modal jika tingkat pertumbuhan modal


daerah tersebut lebih kecil daripada rasio tabungan domestik terhadap modal.
Seperti pada pasar persaingan sempurna bisa dilihat dari rasio modal tenaga kerja
Kapital/Labour, dimana MPL atau marginal productivity of labour adalah fungsi
langsung tetapi bersifat terbalik dengan MPK atau marginal productivity of
capital. Sehngga setiap daerah memiliki perbedaan seperti daerah memiliki K/L
tinggi, upah riil tinggi dan MPK rendah dan ada pula daerah yang memiliki K/L
rendah, upah riil rendah namun MPK tinggi. Akibatnya, modal akan mengalir dari
daerah yang memiliki upah tinggi ke daerah yang memiliki upah
rendah,sebaliknya tenaga kerja akan mengalir dari daerah yang memiliki upah
rendah ke daerah yang memiliki upah tinggi. Mekanisnya tersebut akan
menciptakan balas jasa faktor-faktor produksi disetiap daerah adalah sama
(seimbang). Dengan demikian, perekonomian atau pendapatan perkapita akan
mengalami proses konvergensi.

2.1.2 Pengertian Koperasi

Koperasi berasal dari bahasa latin coopere atau dalam bahasa Inggris
disebut cooperation. Co berarti bersama dan operation berarti bekerja atau
berusaha (to operate) (Suwandi, 1982:10). Pengertian koperasi dilihat dari sudut
pandang menurut beberapa tokoh, diantaranya (Firdaus, 2002:39) : Pengertian
koperasi menurut Undang Undang Perkoperasian No.25 tahun, yaitu badan usaha
yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan
berlandaskan kegiatan pada prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi
rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Koperasi berkenaan dengan manusia
sebagai individu dan dengan kehidupannya dalam masyarakat. Manusia tidak
dapat melakukan kerja sama sebagai satu unit, dia memerlukan orang lain dalam
suatu kerangka kerja sosial (Sitio dan Tamba, 2001:13).
Koperasi menurut Richard Kohl dan Abrahamson (dalam Ropke,2003:13)
adalah “badan usaha dengan kepemilikan dan pemakai jasa merupakan anggota
koperasi itu sendiri serta pengawasan terhadap badan usaha tersebut harus
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

dilakukan oleh mereka yang menggunakan jasa/pelayanan badan usaha itu ” Moh
Hatta (dalam Sumarsono,2003:3 ) menjelaskan bahwa “koperasi adalah
persekutuan kaum yang lemah untuk membela dan mencapai keperluan hidupnya
dengan ongkos yang semurah-murahnya.” Selain dipandang sebagai badan usaha
yang memiliki bentuk dan kerakteristik tersendiri, koperasi di Indonesia
dipandang sebagai alat untuk membangun sistem perekonomian. Hal itu sejalan
dengan tujuan koperasi sebagaimana dicantumkan dalam UU No.25 Bab II pasal
3 Tahun 1992 yang menyebutkan bahwa: Koperasi bertujuan memajukan
kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut
membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan
masyarakat maju, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang
Dasar 1945.
Landasan ideal koperasi adalah Pancasila, yaitu sila kelima. Landasan
Strukturil Koperasi Indonesia adalah UUD 1945 dan landasan gerakannya adalah
pasal 33 ayat 1 UUD 1945 beserta penjelasannya. Sedangkan landasan mental
dari koperasi Indonesia adalah setia kawan dan kesadaran pribadi. Fungsi dan
peran koperasi manurut UU No. 25 Tahun 1992 pasal 4 adalah:
1. Membangun, mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota
pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan
kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
2. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan
manusia dan masyarakat.
3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan
perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya.
4. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional
yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan
demokrasi ekonomi.
Jadi dari pengertian-pengertian tersebut dapat diartikan bahwa koperasi
merupakan kumpulan orang dan bukan kumpulan modal. Koperasi harus betul-
betul mengabdi kepada kepentingan perikemanusiaan semata-mata dan bukan
kepada kebendaan. Kerjasama dalam koperasi didasarkan pada rasa persamaan
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

derajat, dan kesadaran para anggotanya. Koperasi digunakan sebagai wadah


demokrasi ekonomi dan sosial yang dimiliki bersama para anggota, pengurus
maupun pengelola. Usaha tersebut diatur sesuai dengan keinginan para anggota
melalui musyawarah rapat anggota.

2.1.3 Prinsip-Prinsip Koperasi


Perbedaan antara koperasi dengan badan usaha lainnya tidak hanya
terletak pada landasan dan asasnya, tetapi juga pada prinsip-prinsip pengelolaan
organisasi dan usaha yang dianutnya serta penjabaran lebih lanjut dari asas
kekeluargaan yang dianutnya. Prinsip-prinsip koperasi mengatur hubungan antara
koperasi dengan para anggotanya, antara sesama anggota koperasi, pola
kepengurusan organisasi koperasi serta mengenai tujuan yang ingin dicapai.
Selain itu, juga mengatur pola kepemilikan modal koperasi serta pola pembagian
sisa hasil usahanya. Penyusunan prinsip-prinsip koperasi di Indonesia tidak
terlepas dari sejarah dan perkembangan prinsip koperasi internasional.
Sebagaimana dinyatakan dalam pasal ayat Undang-undang No.25/1992 , koperasi
Indonesia melaksanakan prinsip-prinsip sebagai berikut:
e. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
Karena itu, tidak seorang pun yang boleh dipaksa oleh orang lain untuk
menjadi anggota koperasi.
f. Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
Penerapan prinsip ini dalam koperasi dilakukan dengan mengupayakan
sebanyak mungkin anggota koperasi di dalam pengambilan keputusan
koperasi.
g. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil dan sebanding dengan
besarnya jasa masing-masing anggota.
Koperasi tidak menggunakan istilah laba atau keuntungan untuk
menunjukkan selisih antara penghasilan yang diterima yang disebut dengan
Sisa Hasil Usaha (SHU). SHU ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya
tertentu akan dibagikan kepada para anggota sesuai dengan pertimbangan
jasanya masing-masing. Jasa para anggota diukur berdasarkan jumlah
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

konstribusi masing-masing terhadap pembentukan SHU ini. Ukuran


konstribusi yang digunakan adalah jumlah transaksi anggota dengan koperasi
selama periode tertentu.
h. Pemberian balas jasa yang terbatas pada modal.
Pembatasan bunga atas modal merupakan cerminan bahwa selain
menaruh perhatian terhadap pemberian imbalan yang wajar atas partisipasi
para anggotanya, koperasi juga mendorong dan menumbuhkan rasa
kesetiakawanan antar sesama anggota koperasi.

2.1.4 Teori Pendapatan


Pendapatan adalah uang yang diterima oleh perorangan, perusahaan dan
organisasi-organisasilain dalam bentuk upah, gaji, komisi, ogkos, dan laba,
bantuan, tunjangan pengangguran, dan lain sebagainya. Pendapatan total semua
jumlah penerimaan uang dan bukan uang seseorang atau rumah tangga selama
periode tertentu. Pendapatan terdiri atas pendapatan permanen dan pendapatan
sementara. Pendapatan permanen adalah pendapatan yang pasti akan diterima oleh
rumah tangga selama beberapa tahun mendatang,sedangkan pendapatan sementara
terdiri dari pengeluaran dan tambahan yang tidak terduga dari pendapatan
permanen (Amelia, 2014).
Menurut Boediono (1993) pendapatan total (total revenue) adalah total
dari semua hasil produksi yang didapat dikalikan dengan harga jual produk yang
berlaku atau dengan rumus :
TR = P x Q
Keterangan :
TR = Total revenue (total pendapatan yang diterima)
P = Price (Harga Jual Produk)
Q = Quatity (Jumlah hasil produk yang dicapai)

Menurut ahli ekonomi klasik pendapatan ditentukan oleh kemampuan


faktor-faktor produksi dalam menghasilkan barang dan jasa. Semakin besar
kemampuan faktor-faktor produksi dalam menghasilkan barang dan jasa, semakin
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

besar pula pendapatan yang diciptakan. Berdasarkan efektivitas penggunaannya


pendapatan bisa saja bergeser seiring dengan pengeluaran yang dikeluarkan oleh
masyarakat (Komariyah, 2013). Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan:
1. Pendidikan
Pendidikan seseorang mencerminkan tingkat pengetahuan yang diperoleh,
semakin tinggi pendidikan yang ditempuh maka semakin banyak pengetahuan
yang diperoleh. Dengan adanya pendidikan yang dimiliki maka seseorang
mempunyai kemampuan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya
(Priyambodo,2013).
Menurut Payaman J. Simanjutak (1998) mengatakan adanya hubungan antara
pendidikan dengan tingkat pendapatan. Asumsi dasar teori Human Capital
menyatakan bahwa tingkat pendidikan akan meningkatkan produktifitas kerja
seseorang, yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan yag
cukup untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Namun hal ini dapat terjadi
dengan asumsi bahwa, seseorang dapat meningkatkan pendapatannya apabila
mempunyai karakter yang baik antara lain: jujur, disiplin, kerja keras, dan patuh
pada norma-norma yang berlaku pada masyarakat. Jika seseorang berpendidikan
disertai dengan karakter yang baik, maka dapat meningkatkan manfaat bagi
kehidupan sosial dan juga mampu meningkatkan pendapatannya (Tarigan, 2006).
2. Umur
Menurut Iswantoro dan Anastasia (2013) usia merupakan batasan atau
tingkat ukuran hidup yang mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Menurut
Notoatmodjo (2007) Usia berpengaruh terhadap daya tangkap dan pola pikir
seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap
dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik.
Semakin bertambah usia semakin bijaksana, semakin banyak informasi yang
dijumpai dan semakin banyak hal yang dikerjakan sehingga menambah
pengetahuannya. Jadi semakin bertambahnya usia dan semakin lama menjadi
anggota koperasi maka akan semakin pengetahuan untuk mendapatkan Sisa Hasil
Usaha (SHU) di Koperasi.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

3. Lama Keanggotaan

Lama anggota akan menentukan besar kecilnya Sisa Hasil Usaha (SHU) yang di
peroleh semakin lama menjadi anggota, maka Sisa Hasil Usaha yang akan
diperolehsemakin besar, karena masa menjadi anggota yang lebih lama biasanya
memperbanyak pengalaman dan pengalaman itusendiri akan memudahkan
anggota dalam dalam memperoleh hasil. Partisipasi anggota merupakan hal yang
vital dalam pembangunan koperasi. Dalam realita yang terjadi saat ini banyak
koperasi dengan tingkat partisipasi anggota yang rendah, namun beberapa di
antaranya tetap dapat memberikan manfaat yang memuaskan bagi para
anggotanya. Akan tetapi, tanpa partisipasi anggota, kemungkinan atas rendah atau
menurunnya efisien dan efektivitas anggota dalam rangka mencapai kinerja
koperasi, akan lebih besar (Ropke, 2003:39)

4. Jenis kelamin

Menurut Lynn dan Irwing (2002) mengatakan laki-laki lebih cedas dari
perempuan, ini dilihat dari IQ laki-laki rata-rata lima poin lebih tinggi dibanding
perempuan. Menurut Hungu (2007) mengatakan jenis kelamin merupakan
perbedaan antara perempuan dengan laki-laki secara biologis sejak seseorang
lahir. Jenis kelamin berkaitan dengan tubuh laki-laki dan perempuan, dimana laki-
laki memproduksikan sperma, sementara perempuan menghasilkan sel telur dan
secara biologis mampu untuk menstruasi, hamil dan menyusui. Perbedaan
biologis dan fungsi biologis laki-laki dan perempuan tidak dapat dipertukarkan
diantara keduanya. Tetapi di Kabupaten Jembrana perempuan tidak kalah dengan
laki-laki untuk menjadi anggota Koperasi

2.1.5 Sisa Hasil Usaha (SHU)


Sisa hasil usaha merupakan laba bersih seperti lazimnya dalam dunia
usaha yang dilaporkan pada akhir tiap periode. Menurut Wijaya (2002:83 ), sisa
hasil usaha koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun,
dikurangi dengan penyusutan dan biaya dari tahun buku yang bersangkutan atau
biasa disebut dengan laba bersih. Sumarsono (2001:87) berpendapat bahwa SHU
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

adalah pendapatan yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya
penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang
bersangkutan. Sedangkan Baswir (2000:16) menyatakan, “SHU setelah dikurangi
dengan biaya-biaya tertentu, akan dibagikan kepada anggota sesuai dengan
pertimbangan jasa masingmasing.
Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa sisa hasil
usaha merupakan laba bersih yang akan digunakan oleh anggota untuk memenuhi
kebutuhannya. SHU disisihkan sebagian untuk cadangan dan dana-dana koperasi
yang besarnya ditetapkan dalam rapat anggota. Sebagian lagi sisa hasil usaha ini
dibagikan kepada anggota sesuai dengan besarnya kontribusi anggota terhadap
pendapatan koperasi. Hasil dari pembagian SHU ini berarti anggota telah
menerima manfaat berupa manfaat ekonomi tidak langsung. Jika pendapatan lebih
kecil dari beban usaha maka akan timbul kerugian usaha. Pengelolaan usaha
koperasi sebagai badan usaha yang bergerak di bidang ekonomi tidak boleh
mengabaikan adanya kelebihan yang diperoleh dari kegiatan usaha atau yang
disebut Sisa Hasil Usaha (SHU). Pembagian Sisa Hasil Usaha
Pada dasarnya SHU yang diperoleh koperasi disetiap tahunnya dibagi
sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pada Anggaran Dasar/Anggaran
Rumah Tangga koperasi yang bersangkutan. Acuan dasar untuk membagi SHU
adalah prinsip-prinsip dasar koperasi yang menyebutkan bahwa, pembagian SHU
dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing
anggota. Menurut UU Koperasi No.25 Tahun 1992 pasal 34 bahwa pembagian
Sisa Hasil Usaha (SHU) yang berasal dari usaha yang diselenggarakan untuk
anggota koperasi itulah yang boleh dibagikan kepada para anggota, sedang sisa
hasil usaha yang berasal dari usaha koperasi yang diselenggarakan untuk bukan
anggota, misalnya dari hasil pelayanan terhadap pihak ketiga tidak boleh
dibagikan kepada anggota karena bagian ini bukan diperoleh dari jasa anggota,
sisa hasil usaha ini digunakan untuk pembiayaan tertentu lainnya.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Pembagian Sisa Hasil Usaha koperasi supaya diatur sebagai berikut:


A. Sisa Hasil Usaha yang berasal dari usaha yang diselenggarakan untuk anggota,
dibagikan untuk:
a. Cadangan koperasi
b. Para Anggota, sebanding dengan jasa yang diberikan masing-masing
c. Dana Pengurus
d. Dana Pegawai / karyawan
e. Dana pendidikan koperasi
f. Dana Sosial
g. Dana Pembangunan Daerah kerja
B. Sisa Hasil Usaha yang berasal dari usaha yang diselenggarakan untuk bukan
anggota, dibagikan untuk:
a. Cadangan koperasi
b. Dana Pengurus
c. Dana Pegawai/karyawan
d. d. Dana Pendidikan Koperasi
e. Dana Sosial
f. Dana Pembangunan Daerah Kerja.
Cara penggunaan sisa hasil usaha di atas, kecuali cadangan diatur dalam
Anggaran Dasar dengan mengutamakan kepentingan koperasi yang bersangkutan.
Cadangan ini dimaksudkan untuk memupuk modal koperasi sendiri dan untuk
menutup kerugian koperasi bila diperlukan, oleh karenanya cadangan tidak boleh
dibagikan kepada anggota walaupun diwaktu pembubaran. Penggunaan Dana
Sosial diatur oleh Rapat Anggota dan dapat diberikan antara lain pada fakir
miskin, yatim piatu atau usaha-usaha sosial lainnya. Perihal zakat dapat diatur
oleh koperasi yang bersangkutan dalam Anggaran Dasar maupun
ketentuanketentuan lain dari koperasi. Penggunaan Dana Pembangunan Daerah
dilakukan setelah mengadakan konsultasi dengan pihak Pemerintah Daerah
setempat.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK No.27) menyebutkan


bahwa, Pembagian Selisih Hasil Usaha harus dilakukan pada akhir periode
pembukuan. Jumlah yang dialokasikan selain untuk koperasi diakui sebagai
kewajiban. Dalam hal pembagian tidak dapat dilakukan karena jenis dan jumlah
pembagiannya belum diatur secara jelas dalam anggaran dasar atau anggaran
rumah tangga, tetapi harus menunggu rapat anggota, maka sisa hasil usaha
tersebut dicatat sebagai sisa hasil usaha belum dibagi dan harus dijelaskan dalam
catatan atas laporan keuangan.
Menurut Sitio dan Tamba ( ) secara umum SHU koperasi dibagi untuk:
A. Cadangan Koperasi
Cadangan koperasi merupakan bagian dari penyisihan SHU yang tidak
dibagi dan dapat digunakan untuk memupuk modal sendiri serta untuk
menutup kerugian koperasi bila diperlukan.
B. Jasa Anggota
Anggota di dalam koperasi memiliki fungsi ganda yaitu sebagai pemilik
(owner) dan sekaligus sebagai pelanggan (customer). Dengan demikian, SHU
yang diberikan kepada anggotanya berdasar atas (dua) kegiatan ekonomi yang
dilakukan oleh anggota sendiri, yaitu:
a. SHU atas jasa modal, adalah SHU yang diterima oleh anggota karena jasa
atas penanaman modalnya (simpanan) didalam koperasi.
b. SHU atas jasa usaha, adalah SHU yang diterima oleh anggota karena jasa
atas transaksi yang dilakukan sebagai pelanggan di dalam koperasi.
C. Dana Pengurus
Dana pengurus adalah SHU yang disisihkan untuk pengurus atas balas
jasanya dalam mengelola organisasi dan usaha koperasi.
D. Dana Pegawai
Dana Pegawai adalah penyisihan SHU yang digunakan untuk membayar
gaji pegawai yang bekerja dalam koperasi.
E. Dana Pendidikan
Dana pendidikan adalah penyisihan SHU yang digunakan untuk
membiayai pendidikan pengurus, pengelola, dan pegawai koperasi sebagai
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

upaya meningkatkan kemampuan dan keahlian Sumber Daya Manusia dalam


mengelola koperasi
F. Dana Sosial
Dana sosial adalah penyisihan SHU yang dipergunakan untuk
membantu anggota dan masyarakat sekitar yang tertimpa musibah.
G. Dana Pembangunan Daerah Kerja
Dana Pembangunan Daerah Kerja adalah penyisihan SHU yang
dipergunakan untuk mengembangkan daerah kerjanya.
2.1.6 Prisip-prinsip Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU)
Menurut Sitio dan Tamba (2002:90) agar tercermin asas keadilan,
demokrasi, tranparasi, dan sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi, maka perlu
diperhatikan prinsip-prinsip pembagian SHU sebagai berikut:
A. SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota.
Pada hakikatnya SHU yang dibagi kepada anggota adalah yang bersumber
dari anggota sendiri, sedangkan SHU yang bukan berasal dari anggota dijadikan
sebagai cadangan koperasi. Oleh sebab itu, langkah pertama dalam pembagian
SHU adalah memisahkan antara SHU yang bersumber dari hasil transaksi anggota
dan SHU yang bersumber dari nonanggota.
B. SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan
anggota sendiri.
SHU yang diterima setiap anggota pada dasarnya merupakan insentif dari
modal yang diinvestasikannya dan dari hasil transaksi yang dilakukannya dengan
koperasi. Oleh sebab itu, perlu ditentukan proporsi SHU untuk jasa modal dan
jasa transaksi usaha yang dibagi kepada anggota.
C. Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan.
Proses perhitungan SHU peranggota dan jumlah SHU yang dibagi kepada
anggota harus diumumkan secara transparan, sehingga setiap anggota dapat
dengan mudah menghitung secara kuantitatif berapa partisipasinya kepada
koperasinya. Prinsip ini pada dasarnya juga merupakan salah satu proses
pendidikan bagi anggota koperasi dalam membangun suatu kebersamaan,
kepemilikan terhadap suatu badan usaha, pendidikan dalam proses demokrasi.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

2.1.7 Faktor-faktor yang Memperngaruhi Sisa Hasil Usaha (SHU)


1. Lama Keanggotaan
Lama anggota akan menentukan besar kecilnya Sisa Hasil Usaha (SHU)
yang di peroleh semakin lama menjadi anggota, maka Sisa Hasil Usaha yang akan
diperolehsemakin besar, karena masa menjadi anggota yang lebih lama biasanya
memperbanyak pengalaman dan pengalaman itusendiri akan memudahkan
anggota dalam dalam memperoleh hasil. Partisipasi anggota merupakan hal yang
vital dalam pembangunan koperasi. Dalam realita yang terjadi saat ini banyak
koperasi dengan tingkat partisipasi anggota yang rendah, namun beberapa di
antaranya tetap dapat memberikan manfaat yang memuaskan bagi para
anggotanya. Akan tetapi, tanpa partisipasi anggota, kemungkinan atas rendah atau
menurunnya efisien dan efektivitas anggota dalam rangka mencapai kinerja
koperasi, akan lebih besar (Ropke, 2003:39).
Sebagai suatu perkumpulan, koperasi tidak akan terbentuk tanpa anggota
sebagai tulang punggungnya Semakain banyak anggota maka semakin kokoh
kedudukan koperasi. Sebab badan usaha koperasi dikelola serta dibiayai oleh para
anggota, hal ini terlihat dari pemasukan modal koperasi yang bersumber dari
simpanan - simpanan para anggota, yang dikelompokkan sebagai modal sendiri
atau modal equity. Disamping itu menurut ketentuan Pasal 17 ayat ( 1 ) UU No.
25 Tahun 1992, dinyatakan bahwa anggota koperasi Indonesia adalah merupakan
pemilik sekaligus sebagai pengguna jasa koperasi.
Keanggotaan koperasi didasarkan pada kesadaran dan kehendak secara
bebas. Didalam koperasi dijunjung tinggi asas persamaan derajat. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa dalam keanggotaan koperasi dikenal adanya sifat bebas,
sukarela dan terbuka. Di dalam ketentuan Pasal 19 ayat (1) UU No.25 Tahun
1992, dinyatakan bahwa keanggotaan koperasi didasarkan pada kesamaan
kepentingan ekonomi dalam lingkup usaha koperasi. Dalam ketentuan Pasal 18
ayat (1) UU No.25 Tahun 1992 dinyatakan bahwa yang dapat menjadi anggota
koperasi adalah setiap warga negara Indonesia yang mampu melakukan tindakan
hukum, atau koperasi yang memenuhi persyaratan seperti ditetapkan dalam
anggaran dasar. Menurut ketentuan Pasal 18 ayat (2) UU No.25 tahun 1992,
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

koperasi Indonesia dapat memiliki anggoa luar biasa. Oleh ketentuan dari Pasal
tersebut, keanggotaan mereka sebagai anggota luar biasa adalah dimungkinkan,
sepanjang mereka memenuhi ketentuan peraturan perundang – undangan yang
berlaku.
Pasal 19 ayat (3) UU No.25 tahun 1992, dinyatakan bahwa keanggotaan
koperasi tidak dapat dipindah tangankan. Dalam hal anggota koperasi meninggal
dunia maka keanggotaannya dapat dipindah tangan / diteruskan oleh ahli
warisnya, yang memenuhi syarat dalam Anggaran Dasar. Ketentuan Pasal 17 ayat
(2) UU No.25 tahun 1992 menyatakan bahwa keanggotaan koperasi dicatat dalam
buku anggota yang ada pada koperasi bersangkutan. Buku daftar anggota koperasi
tersebut harus diselenggarakan oleh Pengurus Koperasi dan dipelihara dengan
baik. Untuk menghindari adanya kecenderungan anggota hanya akan
mementingkan dirinya pribadi, maka di dalam UU No.25 ahun 1992 diatur
keentuan yang member batasan – batasan terhadap tindakan – tindakan anggota
koperasi, khususnya pada Pasal 20.
2. Umur
Menurut Iswantoro dan Anastasia (2013) usia merupakan batasan atau
tingkat ukuran hidup yang mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Menurut
Notoatmodjo (2007) Usia berpengaruh terhadap daya tangkap dan pola pikir
seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap
dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik.
Semakin bertambah usia semakin bijaksana, semakin banyak informasi yang
dijumpai dan semakin banyak hal yang dikerjakan sehingga menambah
pengetahuannya. Jadi semakin bertambahnya usia dan semakin lama menjadi
anggota koperasi maka akan semakin pengetahuan untuk mendapatkan Sisa Hasil
Usaha (SHU) di Koperasi.
3. Pendidikan
Thoby Mutis (1992: 95) menyatakan bahwa ”kurangnya pendidikan
anggota antara lain dalam bentuk latihan anggota dan calon anggota yang sesuai
dengan kebutuhan dan aspirasi local menyebabkan kurangnya partisipasi
anggota”. Pendidikan perkoperasian adalah salah satu jalan terbaik untuk
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

mempertinggi kesadaran berkoperasi dan meneguhkan keyakinan para anggota


betapa besar manfaat yang dapat diberikan oleh koperasi kepada mereka untuk
meningkatkan taraf hidupnya. Kesadaran akan hak dan kewajibannya sebagai
anggota serta keyakinan akan manfaat yang diberikan koperasi akan
meningkatkan partisipasi anggota dalam berkoperasi. Tujuan dilaksanakannya
pendidikan perkoperasian adalah agar anggota dapat melaksanakan tugas dengan
lebih efektif bagi perkembangan koperasi. Dengan Pendidikan Perkoperasian
maka pengetahuan anggota tentang koperasi akan tinggi sehingga kualitas anggota
dalam mengelola koperasi juga tinggi. Pengetahuan anggota yang tinggi tentang
koperasi akan mendorong anggota untuk terus berpartisipasi dalam koperasi.
4. Jenis Kelamin
Menurut Lynn dan Irwing (2002) mengatakan laki-laki lebih cedas dari
perempuan, ini dilihat dari IQ laki-laki rata-rata lima poin lebih tinggi dibanding
perempuan. Menurut Hungu (2007) mengatakan jenis kelamin merupakan
perbedaan antara perempuan dengan laki-laki secara biologis sejak seseorang
lahir. Jenis kelamin berkaitan dengan tubuh laki-laki dan perempuan, dimana laki-
laki memproduksikan sperma, sementara perempuan menghasilkan sel telur dan
secara biologis mampu untuk menstruasi, hamil dan menyusui. Perbedaan
biologis dan fungsi biologis laki-laki dan perempuan tidak dapat dipertukarkan
diantara keduanya. Tetapi di Kabupaten Jembrana perempuan tidak kalah dengan
laki-laki untuk menjadi anggota Koperasi.

2.2 Penelitian Terdahulu


Penelitian terdahulu merupakan kumpulan hasil penelitian yang telah
dilakukan oleh peneliti-peneliti terdahulu dan memiliki keterkaitan dengan
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sisa Hasil Usaha Yang Diterima
Oleh Anggota Koperasi Di Kabupaten Jembrana Bali. Studi Empiris Penelitian
Sebelumnya Akan Disajikan Dalam Tabel 2.2 Sebagai Beikut:
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Tabel 2.2 Ringkasan Penelitian sebelumnya

Peneliti Judul Analisis Hasil


Data

Iskandar dan Analisis Faktor - Analisis Tingkat pendidikan, jumlah


Khosman Faktor Yang Regresi
(2011) Mempengaruhi Linier tanggungan keluarga dan umur
Sisa Hasil Usaha Berganda berpengaruh signifikan terhadap
Koperasi jumlah jam kerja, sedangkan
Pegawai Negeri pengalaman kerja berpengaruh
Dikota Surakarta signifikan negatif terhadap jumlah
Tahun 2007 jam [Link] pendidikan,
jumlah tanggungan keluarga, umur
dan jumlah jam kerja berpengaruh
signifikan terhadap pendapatan
pekerja perempuan migran,
sedangkan pengalaman kerja tidak
berpengaruh signifikan negatif
terhadap pendapatan pekerja
perempuan migran. Tingkat
pendidikan, jumlah tanggungan
keluarga, dan umur berpengaruh
tidak lansung signifikan terhadap
pendapatan pekerja perempuan
migran, melalui jumlah jam kerja

Ni Kadek Faktor-Faktor Analisis Jumlah anggota, jumlah pinjaman,


Sumita Yang Regresi Pendidikan, modal kerja
Dewik1 Mempengaruhi Linier berpengaruh signifikan secara
(2016) Sisa Hasil Usaha Berganda simultan terhadap Sisa Hasil Usaha
(Shu) Koperasi Koperasi Simpan Pinjam di
Simpan Pinjam Kabupaten Badung. Secara parsial
Kabupaten variabel hasil jumlah anggota,
Badung jumlah pinjaman, pendidikan dan
modal kerja berpengaruh positif
dan signifikan terhadap Sisa Hasil
Usaha Koperasi Simpan Pinjam di
Kabupaten Badung.

Ahmad Analisis Faktor- Analisis secara bersama-sama variabel


Wahyudi Faktor Yang Regresi jumlah usia, Pendidikan,
(2014) Linier mempunyai pengaruh yang
Mempengaruhi Berganda signifikan terhadap Pendapatan
Pendapatan Anggota Koperasi Peternakan Sapi
Anggota Perah Kabupaten Malang
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Koperasi
Peternakan Sapi
Perah Kabupaten
Malang

2.3 Kerangka Konseptual


Untuk memudahkan kegiatan penelitian yang akan dilakukan serta untuk
memperjelas akar pemikiran dalam penelitian ini, berikut ini gambar kerangka
pemikiran yang skematis.

Pertumbuhan Ekonomi Neo Klasik

Koperasi

Pendapatan

Sisa Hasil Usaha

Ropke Notoadmojo Thoby Mutis Lynn dan Irwing

Lama Umur Pendidikan Jenis


Keanggotaan Kelamin

Gambar 2.2 Kerangka Konseptual


Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

2.4 Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan
penelitian, hingga terbukti melalui data yang terkumpul. Berdasarkan landasan
teori serta penelitian terdahulu, maka hipotesis yang diajukan adalah sebagai
berikut:
1. Lama Keanggotaan berpengaruh terhadap SHU koperasi di Kabupaten
Jembrana Bali
2. Umur berpengaruh terhadap SHU koperasi di Kabupaten Jembrana Bali
3. Pendidikan berpengaruh terhadap SHU koperasi di Kabupaten Jembrana Bali
4. Jenis Kelamin berpengaruh terhadap SHU koperasi di Kabupaten Jembrana
Bali
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian


Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis penelitian hipotesa atau
penelitian penjelasan atau disebut juga explanatory research yaitu metode
penelitian yang menjelaskan hubungan antara variabel-variabel bebas dan variabel
terikat (Singarimbun 1995). Penelitian ini akan menjelaskan hubungan antara
Lama Keanggotaan, Umur, Pendidikan Jenis Kelamin terhadap Sisa Hasil Usah
yang diterima oleh Anggota Koperasi di Kabupaten Jembrana Bali.

3.2 Unit Analisis

Unit analisis dalam penelitian ini adalah Lama Keanggotaan, Umur,


Pendidikan Jenis Kelamin terhadap Sisa Hasil Usah yang diterima oleh Anggota
Koperasi di Kabupaten Jembrana Bali.

3.3 Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang
bersifat kuantitatif yaitu data yang diperoleh dari respomden penigsisi kuisioner
dalam bentuk angka-angka dan masih perlu dianalisis kembali. Data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data cross-section yang berupa kuisioner
yang dibagikan kepada anggota koperasi yang ada di Kabupaten Jembrana Bali.

3.4 Populasi dan Sampel

3.4.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subyek atau obyek
yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2006). Dalam
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

penelitian ini yang dimaksudkan sebagai populasi yaitu Anggota koperasi di


Kabupaten Jembrana Bali.

3.4.2 Sampel
Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan metode
purposive sample yaitu, sampel yang dilakukan dengan cara mengambil subyek
bukan didasarkan atas strata, random atau daerah, tetapi didasarkan atas subyek
tujuan tertentu. Teknik ini biasanya dilakukan karena beberapa pertimbangan,
misalnya alasan keterbatasan waktu, tenaga, dan dana sehingga tidak dapat
mengambil sampel yang besar dan jauh. Pengambilan sampel dengan teknik
puposive ini cukup baik karena sesuai dengan pertimbangan peneliti sendiri
sehingga dapar mewakili populasi (Arikunto, 2002). Adapun pembagian sampel
sebagai berikut:
Tabel 3.1 Pembagian Sampel
Kecamatan Populasi Sampel yang Populasi Anggota Sampel
Koperasi diambil Anggota

Melaya 30 5 200 20

Jembrana 50 5 200 20

Negra 50 5 250 20

Mendoyo 30 5 300 20

Pekutatan 40 5 250 20

Jumlah 200 25 1.200 100

Sumber: Dinas Koperasi Kabupaten Jembrana 2017

Berdasrakan tabel 3.1 dapat diketahui bahwa jumlah sampel dalam


penelitian yakni 100 responden dari koperasi di 5 kecamatan di Kabupaten
Jembrana Bali.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

3.5 Metode Analisis Data

3.5.1 Analisis Statistik Deskriptif

Analisis statisik deskriptif dalam penelitian pada dasarnya merupakan


proses transformasi data penelitian dalam bentuk tabulasi sehingga mudah
dipahami dan diinterpretasikan (Indriantoro dan Supomo, 2013:170). Menurut
Indriantoro dan Supomo (2013:170), statistik deskriptif digunakan untuk
memberikan infromasi tentang karakteristik variabel penelitian yang utama untuk
mengetahui hubungan antara variabel penelitian. Statistik diskriptif
mendeskripsikan data menjadi sebuah informasi yang lebih jelas dan mudah
dipahami. Penelitian ini menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui
deskripsi atau gambaran dari suatu data yang dapat dilihat dari rata-rata (mean),
nilai maksimum dan minimum serta standar deviasi atas variabel-variabel
[Link] untuk mengetahui deskripsi atau gambaran dari suatu data
yang dapat dilihat dari rata-rata (mean), nilai maksimum dan minimum serta
standar deviasi atas variabel-variabel penelitian.

3.5.2 Analisis Regresi Linier Berganda

Penelitian ini menggunakan analisis data regresi linier berganda dengan


menggunakan metode ordinal least square (OLS). metode regresi ini digunakan
untuk mengestimasi pengaruh antara Lama Keanggotaan, Umur, Pendidikan Jenis
Kelamin terhadap Sisa Hasil Usah yang diterima oleh Anggota Koperasi di
Kabupaten Jembrana Bali. Model ekonometrika persamaan regresi linier berganda
dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut (Gujarati, 2003):

Y = β0 + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + β4 X4 +e
Keterangan:
Y = kesejahteraan
X1 = Lama Keanggotaan
X2 = Umur
X3 = Pendidikan
X4 = Jenis Kelamin
β0 = Konstanta
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

β1 = Koefisien Lama Keanggotaan


β2 = Koefisien Umur
β3 = Koefisien Pendidikan
β4 =Koefisien Jenis Kelamin
e = variabel pengganggu

3.6 Uji Asumsi Klasik


3.6.1 Uji Multikolinieritas

Multikoliniearitas dapat diartikan bahwa terdapat hubungan linier yang


sempurna atau hampir sempurna antara beberapa atau semua variabel independen
dengan model regresi (Shochrul et al, 2014 dalam Dewi, 2012). Tujuan dari uji
multikoliniearitas ini adalah untuk menguji apakah dalam model regresi
ditemukan adanya korelasi antar variabel tidak terikat (independen). Tidak
terjadinya korelasi diantara variabel tidak terikat (independen) mencerminkan
modal regresi yang baik (Ghozali, 2013: 105). Apabila nilai Tolerance ≤ 0,10 atau
sama dengan VIF ≥ 10 maka dapat diartikan terjadi multikoliniearitas. Namun
apabila nilai Tolerance ≥ 0,10 atau sama dengan VIF ≤ 10 maka tidak terjadi
multikoliniearitas.

3.6.2 Uji Heteroskedastisitas


Uji heteroskedastisitas digunakkan untuk mengetahui apakah kesalahan
penganggu mempunyai varian yang sama. Untuk mendeteksi adanya gejala
heterokedastisitas dalam model persamaan regresi digunakan uji Glejser dengan
langkah-langkah sebagai berikut : (gujarati, 2003)
1. Melakukan regresi variabel terikat Y terhadap variabel penjelas Xi dan
memperoleh residual;
2. Melakukan regresi dari nilai absolut residual terhadap nilai Xi yang
mempunyai hubungan erat;
3. Menentukan ada tidaknya heteroskedastisitas dengan uji statistik, untuk
menguji hipotesis.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Kriteria pengambilan keputusan:


1) Apabila probabilitas thitung > α (0,05), maka dalam model tidak terjadi
heteroskedastisitas;
2) Apabila probabilitas thitung < α (0,05), maka dalam model terjadi
heterokedastisitas.
a. Jika dW, dL, atau dW > 4 – dL, maka Ho ditolak, berarti ada autokorelasi
positif maupun negatif ;
b. Jika dU < dW < 4 – dU, maka Ho diterima, berarti tidak ada autokorelasi
c. Jika dU < dW < dU atau 4 –dU < 4 – dL, maka tidak ada kesimpulan.

3.6.3Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam metode regresi,


variabel pengganggu atau residual terdistribusi normal atau tidak (Ghozali,
2013:160). Model regresi yang baik adalah data yang berdistribusi normal atau
mendekati normal. Penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dalam
pengujian normalitas data penelitian. Uji Kolmogorov-Smirnov adalah pengujian
normalitas data dengan cara membandingkan distribusi data yang akan diuji
normalitasnya dengan distribusi normal baku. Pengambilan keputusan atas
pengujian ini adalah sebagai berikut :
1. Jika nilai signifikansi > 0,05 maka tidak terdapat adanya perbedaan yang
signifikan atau dapat dikatakan populasi terdistribusi normal.
2. Jika nilai signifikansi < 0,05 maka terdapat adanya perbedaan yang
signifikan atau dapat dikatakan populasi tidak terdistribusi normal.

3.7 Uji Statistika


3.7.1 Uji F (Uji Secara Serentak)
Uji F ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah variabel-
variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tingkat Investasi,
Pendapatan Daerah Regional Bruto (PDRB), tingkat upah, Produksi PT. Gudang
Garam Tbk, dan inflasiberpengaruh secara bersama-sama terhadap pengangguran
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

di Kabupaten Kediri. Menurut Gujarati (2003) adalah formula uji F sebagai


berikut:
𝑅2 /(𝑘−1)
F = (1−𝑅2 )/(𝑛−𝑘)

Keterangan:
F = Pengujian secara bersama-sama
R2 = Koefisien determinasi berganda
K = Banyaknya variabel bebas
N = Banyaknya sampel
k-1 = derajad bebas pembilang
n-k = derajad bebas penyebut
Perumusan hipotesis disusun sebagai berikut:
a. H0 : β1 = β2 = β3 = β4 = β5 = 0, artinya secara bersama-sama variabel artinya
variabel bebas Lama Keanggotaan, Umur, Pendidikan Jenis Kelamin terhadap
Sisa Hasil Usah yang diterima oleh Anggota Koperasi di Kabupaten
Jembrana Bali.
b. H1 : β1 ≠ β2 ≠ β3 ≠ β4 ≠ β5 ≠ 0, artinya secara bersama-sama variabel artinya
variabel bebas Lama Keanggotaan, Umur, Pendidikan Jenis Kelamin terhadap
Sisa Hasil Usah yang diterima oleh Anggota Koperasi di Kabupaten
Jembrana Bali.
Kriteria pengujian :
1) Apabila nilai probabilitas Fhitung ≤ α (α = 0,05) maka, H0 ditolak dan H1
diterima, artinya variabel artinya secara bersama-sama variabel artinya
variabel bebas Lama Keanggotaan, Umur, Pendidikan Jenis Kelamin terhadap
Sisa Hasil Usah yang diterima oleh Anggota Koperasi di Kabupaten
Jembrana Bali.
2) Apabila nilai probabilitas Fhitung> α (α = 0,05) maka, H0 diterima dan H1
ditolak, artinya variabel artinya secara bersama-sama variabel artinya variabel
bebas Lama Keanggotaan, Umur, Pendidikan Jenis Kelamin terhadap Sisa
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Hasil Usah yang diterima oleh Anggota Koperasi di Kabupaten Jembrana


Bali.

3.7.2 Uji t (Uji Secara Parsial)


Pengujian secara parsial adalah bertujuan untuk menguji pengaruh masing-
masing variabel bebas dengan variabel terikat secara parsial atau untuk
mengetahui variabel mana yang mempunyai pengaruh paling besar atau paling
signifikan terhadap variabel terikatnya. Adapun rumus yang digunakan dalam
pengujian ini adalah sebagai berikut (Gujarati, 2003).
𝑏𝑖
Thitung = 𝑆𝑒(𝑏𝑖)

Keterangan :
Thitung = pengujian secara parsial
bi = koefisien regresi
Se(bi) = Standart deviasi
Perumusan hipotesis sebagai berikut:
a. H0 = β1 = 0, artinya secara parsial tidak ada pengaruh signifikan antara
variabel artinya variabel artinya secara bersama-sama variabel artinya
variabel bebas Lama Keanggotaan, Umur, Pendidikan Jenis Kelamin terhadap
Sisa Hasil Usah yang diterima oleh Anggota Koperasi di Kabupaten
Jembrana Bali;
b. H0 ≠ β1 ≠ 0, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan antara variabel
artinya variabel artinya secara bersama-sama variabel artinya variabel bebas
Lama Keanggotaan, Umur, Pendidikan Jenis Kelamin terhadap Sisa Hasil
Usah yang diterima oleh Anggota Koperasi di Kabupaten Jembrana Bali
c. Kriteria pengujian :
1) Apabila nilai probabilitas t hitung ≤ α (α = 0,05) maka, H0 ditolak dan H1
diterima, artinya secara parsial variabel secara bersama-sama variabel bebas
Lama Keanggotaan, Umur, Pendidikan Jenis Kelamin terhadap Sisa Hasil
Usah yang diterima oleh Anggota Koperasi di Kabupaten Jembrana Bali.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

2) Apabila nilai probabilitas t hitung > α (α = 0,05) maka, H0 diterima dan H1


ditolak, artinya secara parsial variabel secara bersama-sama variabel bebas
Lama Keanggotaan, Umur, Pendidikan Jenis Kelamin terhadap Sisa Hasil
Usah yang diterima oleh Anggota Koperasi di Kabupaten Jembrana Bali.

3.7.3 Koefisien Determinasi (R2)


Untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan antara variabel independen
dengan variabel dependen. Selanjutnya akan digunakan analisis koefisien
determinasi berganda dan dengan semakin besar nilai koefisien determinasi maka
semakin tepat model regresi yang digunakan sebagai alat uji dalam penelitian ini.
Adapun rumus yang digunakan adalah (Gujarati, 2003).
𝐸𝑆𝑆
R2 = 𝑇𝑆𝑆

Keterangan :
R2 = Koefisien determinasi berganda
ESS = Jumlah kuadrat yang dijelaskan
RSS = Jumlah kuadrat yang residual
TSS = Jumlah kuadrat total (ESS+RSS)
Kriteria pengujian :
1. Apabila nilai R2 hampir mendekati 1, maka pengaruh tingkat artinya secara
parsial variabel secara bersama-sama variabel bebas Lama Keanggotaan,
Umur, Pendidikan Jenis Kelamin terhadap Sisa Hasil Usah yang diterima oleh
Anggota Koperasi di Kabupaten Jembrana Bali.
2. Apabila nilai R2 hampir mendekati 0, maka tidak ada pengaruh artinya secara
parsial variabel secara bersama-sama variabel bebas Lama Keanggotaan,
Umur, Pendidikan Jenis Kelamin terhadap Sisa Hasil Usah yang diterima oleh
Anggota Koperasi di Kabupaten Jembrana Bali.

3.8 Definisi Variabel Operasioal


Variabel operasional merupakan variabel-variabel yang digunakan dalam
penelitian ini. Variabel operasional ini dimaksutkan untuk menjelaskan istilah
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

yang digunakan penelitian dan menghindari meluasnya permasalahan. Adapun


variabel yang diteliti dalam penelitian ini antara lain:
a. Lama Keanggotaan adalah data yang didapat dari responden melalui kusioner
yang berisi tentang lama keanggotan anggota keluarga dalam koperasi yang
di ukur dari tahun.
b. Umur adalah data yang didapat dari responden melalui kusioner yang berisi
tentang Umur setiap anggota koperasi yang di nyatakan dalam tahun.
c. Pendidikan adalah data yang didapat dari responden melalui kusioner yang
berisi tentang lama pendidikan setiap anggota koperasi yang diukur
menggunakan tahun.
d. Jenis Kelamin adalah data yang didapat dari responden melalui kusioner
yang berisi tentang Jenis kelamin perempuan atau laki-laki yang menjadi
anggota koperasi tersebut yang diukur dengan dummy.
e. Sisa Hasil Usaha adalah pendapat koperasi yang didapat satu tahun yang
diukur menggunakan rupiah.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum

4.1.1 Kondisi Geografis


Secara geografis Kabupaten Jembrana merupakan pintu masuk maupun
keluar pulau Bali, melalui pelabuhan Gilimanuk. Angkutan barang, wisata,
penumpang umum dan jasa dari Pulau Jawa akan melewati Kabupaten Jembrana
menuju ke Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Karangasem di sebelah Utara, dan
angkutan menuju Kabupaten Tabanan, Badung, Kota Denpasar, Kabupaten
Gianyar dan Kabupaten Klungkung di bagian selatan dan selanjutnya menuju
penyeberangan Padang Bai dengan tujuan Propinsi NTB. Dengan demikian
Jembrana merupakan jalur penghubung utama segala aktivitas antar kota-kota di
pulau Jawa dengan pulau Bali, NTB dan NTT melalui jalur darat. Secara
keseluruhan luas wilayah Kabupaten Jembrana adalah 841,80 Km² atau 14,93 %
dari luas Propinsi Bali, terluas kedua di bawah Buleleng. Dengan luasan daerah
yang demikian merupakan potensi yang sangat baik khususnya di sektor pertanian
maupun sektor-sektor lain seperti perkebunan, perikanan, industri maupun
perdagangan. Dari 5 (lima) kecamatan yang ada di Kabupaten Jembrana, yang
terluas adalah Kecamatan Mendoyo. Rincian luas masing-masing kecamatan,
yaitu sebagai berikut:
1. Kecamatan Melaya seluas : 197,19 km2
2. Kecamatan Negara seluas : 126,50 km2
3. Kecamatan Mendoyo seluas : 294,49 km2
4. Kecamatan Pekutatan seluas : 129,65 km2
5. Kecamatan Jembrana : 93,97 km2
Secara administrasi Kabupaten Jembrana dibagi atas 5 (lima) wilayah
kecamatan, 51 desa/ kelurahan dengan 207 banjar (dusun) dan 43 lingkungan. Di
samping desa dinas, Kabupaten Jembrana juga memiliki desa Pekraman sebanyak
64 buah dengan Banjar Adat sebanyak 232 buah. Secara geografis, kabupaten
Jembrana terletak pada posisi titik koordinat 80 03’ 40” – 80 50’ 48” Lintang
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Selatan dan 1140 25’ 53” – 1150 42’ 40” Bujur Timur dengan batas-batas
wilayah sebagai berikut :
1. Sebelah utara : Kabupaten Buleleng
2. Sebelah timur : Kabupaten Tabanan
3. Sebelah selatan : Samudera Indonesia
4. Sebelah barat : Selat Bali
Kondisi topografi wilayah Kabupaten Jembrana meliputi daerah
pegunungan yang meliputi pegunungan di sebelah utara yang memanjang dari
barat ke timur. Diantara pegunuan tersebut tidak terdapat pegunungan berapi yaitu
gunung Merbug (1.386 meter), Masehe (1.300 meter), Gunung Klatakan (698
meter), Gunung Sanghyang (1.004 meter), Gunung Musi (1.224 meter), dan
Gunung Patas (1.414 meter) serta beberapa Gunung lainnya. Pada pendataran
(pantai) di bagian selatan yang berbatasan dengan Samudera Indonesia. Pada
bagian tengah merupakan daerah perkotaan. Berdasarkan tingkat kemiringan
lereng, wilayah Kabupaten Jembrana dapat dikelompokkan kedalam 4 kelompok :
1. Wilayah dengan kemiringan lereng 0 - 2% (datar) seluas 210,47 Km²;
2. Wilayah dengan kemiringan lereng 2 - 15% (landai) seluas 85,49 Km²;
3. Wilayah dengan kemiringan lereng 15 - 40% (bergelombang/berbukit)
seluas 212,45 Km² sebagian besar merupakan kawasan yang
dikembangkan untuk hutan produksi dan hutan lindung;
4. Wilayah dengan kemiringan lereng >40% (curam sampai sangat
curam) seluas 333,39 Km² merupakan kawasan lindung mutlak.
4.1.2 Kondisi Kependudukan
Di Kabupaten Jembrana berkembang lima agama yaitu hindu, islam,
katolik, protestan, budha dan yang lainnya. Agama hindu merupakan agama
mayoritas penduduk Jembrana. Selain itu Jembrana ialah Kabupaten yang paling
banyak penduduk beragama islam dari Kabupten yang ada di Provinsi Bali.
Jumlah penduduk Kabupaten Jembrana dari waktu ke waktu terus mengalami
penambahan yang cukup signifikan. Jumlah peningkatan penduduk Kabupaten
Jembrana diakibatkan karena penyediaan fasilitas umum dan kesempatan kerja
yang menjamin kelangsungan hidup serta kesejahteraan setiap masyarakatnya.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Akan tetapi pada tahun 2014 jumlah penduduk mengalami penurunan, karena
banyaknya kesempatan kerja, penduduk kabupaten Jembrana banyak melakukan
migrasi ke luar kota Jembrana.
Informasi data kependudukan merupakan kebutuhan dasar untuk
melakukan sebuah perencanaan dalam sebuah [Link] data
kependudukan tersebut dapat di buat sebuah proyeksi beberapa tahun kedepan,
sehingga perencanaan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sesaat saja namun
dapat diimplementasikan dalam jangka waktu tertentu. Proyeksi penduduk
tersebut bukan merupakan ramalan, tetapi perhitungan ilmiah yang didasarkan
pada asumsi–asumsi tertentu berdasarkan komponen–komponen laju pertumbuhan
penduduk.
Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Berdasarkan data Dinas
Kependudukan, Catatan Sipil, Tenaga Kerja dan Transmigarasi jumlah
pendudukdi Kabupaten Jembrana per 31 Desember 2011 adalah sebanyak 307.804
jiwa yang terbagi kedalam 5 kecamatan. Jumlah penduduk terbesar adalah pada
Kecamatan Negara dengan jumlah 87.143 jiwa, sedangkan jumlah penduduk
paling sedikit adalah pada Kecamatan Pekutatan dengan jumlah 30.481 jiwa.
Berikut adalah Tabel 4.1 yang menyajikan jumlah penduduk tiap kecamatan.

Tabel 4.1 Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk di Kabupaten Jembrana


Tahun 2011
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

4.1.3 Sejarah Koperasi di Kabupaten Jembrana, Bali


Koperasi adalah merupakan lembaga ekonomi mikro yang berfungsi untuk
mensejahterakan masyarakat, namun saat ini pemerintah memberikan perhatian
besar kepada koperasi-koperasi di Indonesia. Program unggulan ini dimaksudkan
dapat menjadi pilar penggerak ekonomi kemasyarakatan sehingga diharapkan
dapat merambah sampai kepada masyarakat yang tingkat sosial ekonominya
rendah. Di lingkungan masyarakat kita khususnya Kabupaten Jembrana,
Seiring dengan perkembangannya Koperasi sesuai dengan amanat
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, dan Peraturan
Pemerintah Nomor 4 Tahun 1994 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengesahan
Akta Pendirian dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi, maka pada tahun 1995
tepatnya pada tanggal 8 Desember 1995 Menteri Koperasi dan Pembinaan
Pengusaha Kecil Republik Indonesia, telah menetapkan dan mengesahkan Akte
Pendirian Koperasi sebagai lembaga yang berbadan hukum dengan Akta
Pendirian Koperasi Serba Usaha Wirausaha nomor 02/BH/XXVII.5/IV/2008.
Koperasi sebagai lembaga berbadan hukum tentunya Koperasi juga harus
mengikuti tata aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.
4.1.4 Visi, misi, dan Tujuan Koperasi Serba Usaha Wirausaha
Sebagai salah satu organisasi yang bergerak dibidang perekonomian maka,
keberadaan dan tujuan koperasi tidak lepas dari visi dan misi yang di embanya
yakni:
1. Visi Terwujudnya kesejahteraan bersama dengan sistem ekonomi.
2. Misi
A. Menerapkan prinsip dalam kegiatan ekonomi.
B. Menyediakan produk yang inovatif dan kompetitif.
C. Menjadi mitra bisnis yang saling menguntungkan.
D. Meningkatkan mutu pelayanan guna mencapai kepuasaan konsumen.
E. Membangun sumber daya insani yang professional.
3. Tujuan
A. Menjadikan Koperasi Serba Usaha Wirausaha sebagai sumber dana
bagi lembaga.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

B. Menjadikan Koperasi Serba Usaha Wirausaha sebagai badan usaha


yang kompetetif, inovatif dan kreatif.
C. Mengoptimalkan usaha ekonomi di lingkungan Kelurahan Gilimanuk,
Kabupaten Jembrana, Bali.
D. Membangun sinergi dan komitmen stakeholder untuk pengembangan
usaha ekonomi di lingkungan Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten
Jembrana, Bali.
E. Menselaraskan kegiatan ekonomi dengan kegiatan pendidikan.
F. Melakukan standarisasi mutu produk dan layanan.
G. Membangun system ekonomi sesuai kaidah akuntansi.
H. Mengembangkan usaha ekonomi untuk ekspansi usaha baru.

Dari Visi, Misi dan Tujuan yang dimiliki oleh Koperasi maka dapat dilihat
bahwa Koperasi tersebut mempunyai suatu program yang jelas dalam
menjalankan peranannya di dalam Koperasi itu sendiri maupun di dalam
masyarakat. Komitmen tesebut diciptakan bagi pihak-pihak yang berkepentingan
untuk meningkatkan kinerjanya untuk memajukan Koperasi tersebut dalam
meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik anggota maupun bukan anggota.

4.2 Analisis Data

4.2.1 Statistik Deskriptif

Setelah menganalisis data ke 100 data penelitian, tahap selanjutnya adalah


mengolah data statistik deskriptif variabel penelitian. Hasil pengolahan data
statistik deskriptif variabel penelitian tampak pada Tabel 4.1 berikut ini:
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Tabel 4.2 Hasil Statistik Deskriptif


Variabel Standar
N Min Max Mean
Penelitian Deviasi

Y 100 500.000 8.333.333 992.599 774.770


X1 100 1 25 4,68 4,57
X2 100 17 56 35,94 10,89
X3 100 3 1616 10,05 3,69
X4 100 0 1 0,44 0,49
Sumber: Lampiran 2

Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa untuk
nilai rata-rata (mean) untuk variabel SHU sebesar 992.599. Nilai terendah variabel
SHU sebesar 500.000 dan nilai tertinggi 8.333.333. Standar deviasi sebesar
774.770. Hal ini berarti nilai standar deviasi yang mendekati nilai rata-rata (mean)
dan ukuran penyebaran data yang semakin kecil

Variabel Lama Keanggotaan menunjukkan nilai rata-rata (mean) sebesar


4.68 Nilai terendah variabel Lama Keanggotaan sebesar 1 dan nilai tertinggi 25.
Standar deviasi sebesar 4.57. Hal ini berarti nilai standar deviasi yang mendekati
nilai rata-rata (mean) dan ukuran penyebaran data yang semakin kecil.

Nilai rata-rata (mean) untuk variabel Umur sebesar 35.94. Nilai terendah
variabel Umur sebesar 17 dan nilai tertinggi 56. Standar deviasi sebesar 10.89.
Hal ini berarti nilai standar deviasi yang mendekati nilai rata-rata (mean) dan
ukuran penyebaran data yang semakin kecil.

Nilai rata-rata (mean) untuk variabel Pendidikan sebesar 10.05. Nilai


terendah variabel Pendidikan sebesar 3 dan nilai tertinggi 16. Standar deviasi
sebesar 3,69. Hal ini berarti nilai standar deviasi yang mendekati nilai rata-rata
(mean) dan ukuran penyebaran data yang semakin kecil.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Nilai rata-rata (mean) untuk variabel Jenis Kelamin sebesar 0,44. Nilai
terendah variabel Jenis Kelamin sebesar 0 dan nilai tertinggi 1. Standar deviasi
sebesar 0,49. Hal ini berarti nilai standar deviasi yang mendekati nilai rata-rata
(mean) dan ukuran penyebaran data yang semakin kecil.

4.3 Analisis Regresi Linier Berganda


Penelitian ini menggunakan analisis data regresi linier berganda dengan
menggunakan metode ordinal least square (OLS). metode regresi ini digunakan
untuk mengestimasi pengaruh antara Lama Keanggotaan, Umur, Pendidikan,
Jenis Kelamin terhadap SHU. Hasil analisis regresi berganda dapat dilihat pada
Tabel 4.3 sebagai berikut:

Tabel 4.3 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda


Koefisien
Variabel Sig. Keterangan
Regresi

Konstanta 13.904 0.000 Signifikan

X1 0.007 0.024 Signifikan

X2 0.005 0.527 Tidak Signifikan

X3 0.006 0.539 Tidak Signifikan

X4 -0.011 0.869 Tidak Signifikan

Sumber: Lampiran 2
Persamaan regresi yang diperoleh dari pengujian tersebut adalah :
Y = 13.904 + 0.007X1 + 0.005X2 + 0.006X3 - 0.011X4 + e
Dari persamaan regresi linier sederhana tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Konstanta dalam persamaan regresi tersebut adalah 13.904 rupiah. Artinya ,jika
Lama Keanggotaan, Umur, Pendidikan, Jenis Kelamin bernilai 0, maka SHU
sebesar 13.904 rupiah.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

2. Nilai koefisien regresi variabel Lama Keanggotaan sebesar 0.007 tahun.


Artinya, jika terjadi peningkatan variabel Lama Keanggotaan dalam satu
satauan, maka nilai variabel SHU akan mengalami peningkatan sebesar 0.007
rupiah.
3. Nilai koefisien regresi variabel Umur sebesar 0.005 tahun. Artinya, jika terjadi
peningkatan variabel Umur dalam satu satauan, maka nilai variabel SHU akan
mengalami peningkatan sebesar 0.005 rupiah.
4. Nilai koefisien regresi variabel Pendidikan sebesar 0.006 tahun. Artinya, jika
terjadi peningkatan variabel Pendidikan dalam satu satauan, maka nilai variabel
SHU akan mengalami peningkatan sebesar 0.006 rupiah.
5. Nilai koefisien regresi variabel Jenis Kelamin sebesar -0.011. Artinya, jika
terjadi peningkatan variabel Jenis Kelamin, maka nilai variabel SHU akan
mengalami penurunan sebesar 0.011 rupiah.

4.4 Uji Asumsi Klasik


4.4.1 Uji Multikolinieritas

Multikoliniearitas dapat diartikan bahwa terdapat hubungan linier yang


sempurna atau hampir sempurna antara beberapa atau semua variabel independen
dengan model regresi (Shochrul et al, 2014 dalam Dewi, 2012). Tujuan dari uji
multikoliniearitas ini adalah untuk menguji apakah dalam model regresi
ditemukan adanya korelasi antar variabel tidak terikat (independen). Tidak
terjadinya korelasi diantara variabel tidak terikat (independen) mencerminkan
modal regresi yang baik (Ghozali, 2013: 105). Apabila nilai Tolerance ≤ 0,10 atau
sama dengan VIF ≥ 10 maka dapat diartikan terjadi multikoliniearitas. Namun
apabila nilai Tolerance ≥ 0,10 atau sama dengan VIF ≤ 10 maka tidak terjadi
multikoliniearitas. Hasil uji multikolinearitas sebagai berikut:
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Tabel 4.4 Hasil Uji Multikolinieritas

Collinearity Statistics
Model Keterangan
Tolerance VIF
X1 0.964 1.038 tidak terjadi multikolinieritas

X2 0.944 1.060 tidak terjadi multikolinieritas

X3 0.952 1.050 tidak terjadi multikolinieritas

X4 0.973 1.028 tidak terjadi multikolinieritas

Sumber: lampiran 2

Berdasarkan hasil analisis Collinearity Statistics yang dapat dilihat pada


tabel 4.4, diketahaui bahwa model tidak terjadi multikolinieritas. Hal tersebut
ditandai dengan nilai VIF dari masing-masing variabel kurang dari 10 dan nilai
tolerance lebih dari 0,10.

4.4.2 Uji Heterokedastisitas

Uji heteroskedastisitas digunakkan untuk mengetahui apakah kesalahan


penganggu mempunyai varian yang sama. Untuk mendeteksi adanya gejala
heterokedastisitas dalam model persamaan regresi digunakan uji Glejser. Apabila
probabilitas thitung > α (0,05), maka dalam model tidak terjadi heteroskedastisitas
Hasil uji heteroskedastisitas sebagai berikut:
Tabel 4.5 Hasil Uji Glejser

Variabel Sig Keterangan


X1 0.214 Tidak Terjadi Heterokesdatisitas
X2 0.714 Tidak Terjadi Heterokesdatisitas
X3 0.080 Tidak Terjadi Heterokesdatisitas
X4 0.998 Tidak Terjadi Heterokesdatisitas
Sumber: Lampiran 2
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Berdasarkan tabel 4.5 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi masing-


masing variabel lebih besar dari 0,05, sehingga dari hasil tersebut dapat diketahui
bahwa tidak terjadi heterokesdatisitas dari persamaan yang diuji.

4.4.3 Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam metode regresi,


variabel pengganggu atau residual terdistribusi normal atau tidak (Ghozali,
2013:160). Model regresi yang baik adalah data yang berdistribusi normal atau
mendekati normal. Penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dalam
pengujian normalitas data penelitian. Uji Kolmogorov-Smirnov adalah pengujian
normalitas data dengan cara membandingkan distribusi data yang akan diuji
normalitasnya dengan distribusi normal baku. Jika nilai signifikansi > 0,05 maka
tidak terdapat adanya perbedaan yang signifikan atau dapat dikatakan populasi
terdistribusi normal. Hasil uji normalitas sebagai berikut:

Tabel 4.6 Hasil Uji Normalitas

Variabel Nilai Kolmogorov Keterangan


Smirnov

Unstandardized Residual 0.082 Berdistribusi Normal

Sumber: Lampiran 2

Berdasarkan hasil pengujian pada tabel tersebut, dapat diketahui bahwa


nilai probabilitas atau signifikansi dari semua variabel tersebut lebih besar dari
0.05. Sehingga, dapat dinyatakan bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi
normal.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

4.5 Uji Hipotesis


4.5.1 Uji F
Uji F ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah variabel-
variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Lama Keanggotaan,
Umur, Pendidikan, Jenis Kelamin berpengaruh secara bersama-sama terhadap
SHU. Hasil dari uji F dapat dilihat pada Tabel 4.7 berikut:

Tabel 4.7 Hasil Uji F

Variabel Sig

Residual 0.254

Sumber: Lampiran 2

Berdasarkan Tabel 4.7 menunjukan model regresi memiliki nilai


signifikansi sebesar 0.000 lebih kecil dari 0.05, maka variabel independen tidak
memiliki pengaruh bersama-sama terhadap varibel dependen.

4.5.2 Uji t
Pengujian secara parsial adalah bertujuan untuk menguji pengaruh masing-
masing variabel bebas dengan variabel terikat secara parsial atau untuk
mengetahui variabel mana yang mempunyai pengaruh paling besar atau paling
signifikan terhadap variabel terikatnya. Hasil uji t sebagai berikut:
Tabel 4.8 Hasil Uji t

Variabel Sig
X1 0.024
X2 0.527
X3 0.539
X4 0.869
Sumber: Lampiran 2
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui besar dari pengaruh masing-


masing variabel independen terhadap variabel dependen sebagai berikut:
1. Pengaruh variabel Lama Keanggotaan terhadap variabel SHU.
Berdasarkan Tabel 4.8 dapat dilihat bahwa Tingkat probabilitas (α) adalah
0.024. Hal ini berarti Lama Keanggotaan berpengaruh terhadap SHU Karena
nilai probabilitas < 0,05 maka terbukti kebenaranya.
2. Pengaruh variabel Umur terhadap variabel SHU.
Berdasarkan Tabel 4.8 dapat dilihat bahwa Tingkat probabilitas (α) adalah
0.527. Hal ini berarti Umur tidak berpengaruh terhadap SHU Karena nilai
probabilitas > 0,05 maka terbukti kebenaranya
3. Pengaruh variabel Pendidikan terhadap variabel SHU.
Berdasarkan Tabel 4.8 dapat dilihat bahwa Tingkat probabilitas (α) adalah
0.539. Hal ini berarti Pendidikan tidak berpengaruh terhadap SHU Karena
nilai probabilitas > 0,05 maka terbukti kebenaranya
4. Pengaruh variabel Jenis Kelamin terhadap variabel SHU.
Berdasarkan Tabel 4.8 dapat dilihat bahwa Tingkat probabilitas (α) adalah
0.869. Hal ini berarti Jenis Kelamin tidak berpengaruh terhadap SHU Karena
nilai probabilitas > 0,05 maka terbukti kebenaranya

4.5.3 Uji koefisien determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh


kemampuan model menerangkan variasi variabel independen’’. Nilai R 2 yang
kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi
variabel dependen sangat terbatas, sebaliknya nilai R2 yang mendekati satu berarti
variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang
dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2011:97
dalam Salim, 2015). Nilai koefisien determinasi yang digunakan dalam penelitian
ini adalah nilai adjusted R2 karena variabel independen yang digunakan dalam
penelitian ini lebih dari dua variabel. Selain itu nilai adjusted R2 dianggap lebih
baik dari nilai R2, karena nilai adjusted R2 dapat naik atau turun apabila satu
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

variabel independen ditambahkan ke dalam model regresi (Ghozali, 2011:97


dalam Zebua, 2013). Hasil uji R2 sebagai berikut:

Tabel 4.9 Hasil Uji R2

R R Square Adjusted R Square

0.233 0.154 0.143

Sumber: Lampiran 2

Berdasarkan Tabel 4.9 menunjukan model memiliki nilai Adjusted R


Square sebesar 0.143. Hal ini berarti variabel terikat SHU dipengaruhi oleh
variabel Lama Keanggotaan, Umur, Pendidikan, Jenis Kelamin sebesar 14.3%.
Nilai tersebut menunjukkan bahwa secara keseluruhan variabel bebas
mempengaruhi 14.3% variabel terikat sedangkan sisanya dipengaruhi oleh
variabel lain diluar model.

4.6 Pembahasan Hasil Penelitian


4.6.1 Lama Keanggotaan terhadap SHU
Hasil analisis regresi linier berganda pada Uji t terhadap hipotesis pertama
(H1) dapat dilihat pada Tabel 4.8 bahwa Lama Keanggotaan berpengaruh
terhadap SHU. Hubungan yang ditunjukkan oleh koefisien regresi adalah positif,
artinya semakin Lama Keanggotaan maka SHU akan semakin meningkat (H1
diterima).
Koperasi merupakan lembaga swadaya masyarakat yang sebagai salah satu
pelaku pembangunan ekonomi dan perkembangan kesejahteraan anggota pada
khususnya dan masyarakat pada umumnya, koperasi berperan untuk
mempersatukan usaha menimbulkan kegairahan kerja (kartasapoetra, 1991:29-
31). Secara kenyataannya bahwa rakyat Indonesia di pelosok-pelosok tanah air
dan yang tinggal dikota-kota maupun di desa, dari dahulu hingga sekarang adalah
merupakan rakyat yang mampu berproduksi, tetapi secara kenyataan pula hanya
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

sebagian kecil sekali yang mampu berproduksinya, sedang sebagian terbesar


hanya merupakan industry kecil yang sulit mengembangkan usaha produksinya
dan tetap hidup dibawah batas-batas kemiskinan. Pada pemulaannya kita
mengenal 3 jenis koperasi yag didasarkan pada bidang-bidang usahanya, yaitu
koperasi konsumsi, koperasi produksi dan koperasi kredit. Selanjutnya terjadi
perkembangan usaha yang juga memerlukan perkembangan struktur organisasi.
Perkembangan usaha koperasi berlangsung serba cepat dan luas mengikuti
kemajuan ekonomi dan tingkat kepentingan kebutuhan para anggotanya, ini
berarti bahwa usaha-usaha dan pelayanannya telah meningkat, walaupun demikian
gerak organisasinya tetap bertahan dengan kuat pada seni yang khas yaitu :
mengutamakan kesejateraan para anggotanya dengan gerakan yang cepat dan
tepat.
Menurut Mohammad Hatta (Sukamdiyo,1999:4) menyatakan bahwa:
koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki penghidupan ekonomi
berdasarkan tolong menolong. Selanjutnya dikemukakan bahwa gerakan koperasi
adalah perlambang harapan bagi kaum lemah, berdasarkan elf-helpdan tolong
menolong diantara anggota-anggotanya, sehingga dapat melahirkan rasa saling
percaya kepada diri dalam persaudaraan koperasi yang merupakan semangat baru
dan menolong diri sendiri. Tujuan koperasi yang utama ialah meningkatkan taraf
hidup dan kesejateraan anggotanya.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan
oleh Devina Ariestha Sari (2016) yang menyatakan bahwa Lama Keanggotaan
mempunyai pengaruh yang signifikan positif terhadap SHU. Jadi dapat
disimpulkan dalam penelitian ini bahwa Lama Keanggotaan berpengaruh positif
SHU.

4.6.2 Umur terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU)


Hasil analisis regresi linier berganda pada Uji t terhadap hipotesis kedua
(H2) dapat dilihat pada Tabel 4.8 bahwa Lama Keanggotaan tidak berpengaruh
terhadap SHU. Artinya semakin tinggi Umur maka tidak akan memberikan
pengaruh terhadap SHU (H2 diterima).
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Menurut Iswantoro dan Anastasia (2013) usia merupakan batasan atau


tingkat ukuran hidup yang mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Menurut
Notoatmodjo (2007) Usia berpengaruh terhadap daya tangkap dan pola pikir
seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap
dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik.
Semakin bertambah usia semakin bijaksana, semakin banyak informasi yang
dijumpai dan semakin banyak hal yang dikerjakan sehingga menambah
pengetahuannya. Jadi semakin bertambahnya usia dan semakin lama menjadi
anggota koperasi maka akan semakin pengetahuan untuk mendapatkan Sisa Hasil
Usaha (SHU) di Koperasi.
Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian sebelumnya yang
dilakukan oleh Ni Kadek Sumita Dewik1 (2016) yang menyatakan bahwa Umur
mempunyai pengaruh yang signifikan positif terhadap SHU. Jadi dapat
disimpulkan dalam penelitian ini bahwa Umur berpengaruh positif SHU.

4.6.3 Pendidikan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU)


Hasil analisis regresi linier berganda pada Uji t terhadap hipotesis ketiga
(H3) dapat dilihat pada Tabel 4.8 bahwa Pendidikan tidak berpengaruh terhadap
SHU. Artinya semakin tinggi Pendidikan maka tidak akan memberikan pengaruh
terhadap SHU (H3 diterima).
Thoby Mutis (1992: 95) menyatakan bahwa ”kurangnya pendidikan
anggota antara lain dalam bentuk latihan anggota dan calon anggota yang sesuai
dengan kebutuhan dan aspirasi local menyebabkan kurangnya partisipasi
anggota”. Pendidikan perkoperasian adalah salah satu jalan terbaik untuk
mempertinggi kesadaran berkoperasi dan meneguhkan keyakinan para anggota
betapa besar manfaat yang dapat diberikan oleh koperasi kepada mereka untuk
meningkatkan taraf hidupnya. Kesadaran akan hak dan kewajibannya sebagai
anggota serta keyakinan akan manfaat yang diberikan koperasi akan
meningkatkan partisipasi anggota dalam berkoperasi. Tujuan dilaksanakannya
pendidikan perkoperasian adalah agar anggota dapat melaksanakan tugas dengan
lebih efektif bagi perkembangan koperasi. Dengan Pendidikan Perkoperasian
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

maka pengetahuan anggota tentang koperasi akan tinggi sehingga kualitas anggota
dalam mengelola koperasi juga tinggi. Pengetahuan anggota yang tinggi tentang
koperasi akan mendorong anggota untuk terus berpartisipasi dalam koperasi.
Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian sebelumnya yang
dilakukan oleh Iskandar dan Khosman (2011) yang menyatakan bahwa
Pendidikan mempunyai pengaruh yang signifikan positif terhadap SHU. Jadi
dapat disimpulkan dalam penelitian ini bahwa Pendidikan berpengaruh positif
SHU.

4.6.4 Jenis Kelamin terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU)


Hasil analisis regresi linier berganda pada Uji t terhadap hipotesis keempat
(H4) dapat dilihat pada Tabel 4.8 bahwa Jenis Kelamin tidak berpengaruh
terhadap SHU. Artinya semakin tinggi Jenis Kelamin maka tidak akan
memberikan pengaruh terhadap SHU (H4 diterima).
Menurut Lynn dan Irwing (2002) mengatakan laki-laki lebih cedas dari
perempuan, ini dilihat dari IQ laki-laki rata-rata lima poin lebih tinggi dibanding
perempuan. Menurut Hungu (2007) mengatakan jenis kelamin merupakan
perbedaan antara perempuan dengan laki-laki secara biologis sejak seseorang
lahir. Jenis kelamin berkaitan dengan tubuh laki-laki dan perempuan, dimana laki-
laki memproduksikan sperma, sementara perempuan menghasilkan sel telur dan
secara biologis mampu untuk menstruasi, hamil dan menyusui. Perbedaan
biologis dan fungsi biologis laki-laki dan perempuan tidak dapat dipertukarkan
diantara keduanya. Tetapi di Kabupaten Jembrana perempuan tidak kalah dengan
laki-laki untuk menjadi anggota Koperasi.
Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian sebelumnya yang
dilakukan oleh Ahmad Wahyudi (2014 yang menyatakan bahwa Proporsi
Pendapatan Usaha dari Kerjasama Langsung dgn Koperasi mempunyai pengaruh
yang signifikan positif terhadap SHU. Jadi dapat disimpulkan dalam penelitian ini
bahwa Proporsi Pendapatan Usaha dari Kerjasama Langsung dgn Koperasi
berpengaruh positif SHU.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

BAB 5. PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah peneliti jelaskan
maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Hasil pengujian regresi linier berganda atas Lama Keanggotaan terhadap
SHU menunjukkan hubungan yang positif signifikan. Ini membuktikan
membuktikan bahwa semakin Lama Keanggotaan akan meningkatkan SHU.
2. Hasil pengujian regresi linier berganda atas Umur terhadap SHU
menunjukkan hubungan yang tidak signifikan. Ini membuktikan
membuktikan bahwa semakin tinggi Umur tidak akan memberikan pengaruh
terhadap SHU.
3. Hasil pengujian regresi linier berganda atas Pendidikan terhadap SHU
menunjukkan hubungan yang tidak signifikan. Ini membuktikan
membuktikan bahwa semakin tinggi Pendidikan tidak akan memberikan
pengaruh terhadap SHU.
4. Hasil pengujian regresi linier berganda atas Jenis Kelamin terhadap SHU
menunjukkan hubungan yang tidak signifikan. Ini membuktikan
membuktikan bahwa Jenis Kelamin tidak akan memberikan pengaruh
terhadap SHU.

5.2 Keterbatasan
Penelitian ini mempunyai keterbatasan yang mempengaruhi hasil
penelitian. Keterbatasan tersebut adalah:
1. Kurangnya minat responden dalam pengambilan data dilapangan sehingga
menyababkan waktu penelitian relatif lama.
2. Variabel independen dalam penelitian ini masih terbatas yaitu Lama
Keanggotaan, Umur, Pendidikan, Jenis Kelamin.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

5.3 Saran
1. Bagi peneliti selanjutnya, menggunakan cara pengambilan data
dilapangdengan cara yang lebih baik agar waktu penelitian lebih efektif .
2. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat mempertimbangkan variabel-
variabel independen lainnya seperti jumlah tanggungan dan pendapatan istri.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

DAFTAR PUSTAKA

Algifari, Guritno Mangkoesoebroto. 1998. Teori Ekonomi Makro. Yogyakarta:


STIE YKPN.

Azhar Arsyad. 2003. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Boediono. 1993. Ekonomi Makro. Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi No. 2.
BPFE : Yogyakarta.

Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS
17. Cetakan Kelima, Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS
21 Update PLS Regresi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gujarati, Damodar. 2003. Ekonometrika Dasar. Terjemah Sumarno Zein. Jakarta:


Erlangga.

Indriantoro, Nur., dan Supomo, Bambang. (2013). Metodologi Penelitian Bisnis


Untuk Akuntansi & Manajemen. Yogyakarta: BPFE.

Kartasapoetra, G, 1987. Koperasi Indonesia Yang Berdasarkan Pancasila dan


UUD 1945,Jakarta: PT Bina Aksara.

Kartasapoetra, G. 1991. Pengantar Anatomi Tumbuh-Tumbuhan. Jakarta : Rineka


Cipta.

Khairuddin, H. 1997. Sosiologi Keluarga. Yogyakarta: Liberty.

Moleong, j, Lexy. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja


Rosdakarya.

Mosher. 1987. Menggerakkan dan Membangun Pertanian. [Link].

Poerwadarminta W.J.S. 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia, PN Balai


Pustaka, Jakarta.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

Poerwadarminta. W.J.S. 2003. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai


Pustaka

Satori, Djam’an dan Komariah, Aan.2013. Metodologi Penelitian Kualitatif.


Bandung: Alfabeta.
Simanjuntak. 2005. Manajemen Dan Evaluasi Kinerja. Jakarta: Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia.

Singarimbun, Masri.1995. Metode Penelititan Survei. LP3S, Jakarta.

Sukamdiyo. 1997, Manajemen Koperasi, Semarang: Penerbit Erlangga.

Sumarsono, Sonny. 2003. Ekonomi Manajemen Sumber Daya Manusia dan


Ketenagakerjaan. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Suparmoko. 1991. Pengantar Ekonomi Makro, Yogyakarta: BPFE

Susilawetty. 2013. Peran Koperasi Serba Usaha Mutiara Mandiri Untuk


Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Gunung Sindur Kabupaten
Bogor. Jakarta : Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Todaro, Michael. P. 1997. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Jilid 1 & 2.
Jakarta : Erlangga
Todaro, Michael. P. 2000. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Edisi
Ketujuh, Terjemahan Haris Munandar. Jakarta : Penerbit Erlangga
Todaro, Michael P. dan Stephen C. Smith. 2004. Pembangunan Ekonomi di Dunia
Ketiga, Edisi kedelapan. Jakarta : Erlangga
Todaro, Michael P. dan Stephen C. Smith. 2006. Pembangunan Ekonomi (edisi
kesembilan, jilid I). Jakarta : Erlangga
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

LAMPIRAN

A. Data Penelitian Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sisa Hasil Usaha yang
diterima oleh Anggota Koperasi di Kabupaten Jembrana Bali

Lama Jenis
Pendidikan
Responden Nama SHU (Y) Keanggotaan Umur(X2) Kelamin
(X3)
(X1) (X4)
1 Irfan Nufrijal 1500000 3 24 3 1
2 Ita Muslihawati 560000 2 39 15 0
3 Nurudin 1000000 1 23 9 1
4 Suhana 666666 1 21 12 1
5 I Wayan Suardita 1333333 5 23 9 1
6 Ketut Bernen 1166666 20 34 12 1
7 Hendra Budi 766666 2 47 12 1
8 Sujono 1125000 20 52 9 1
9 Siti Arofah 1350000 2 45 12 0
10 Neni Supartini 833333 3 34 4 0
11 Siti Amunah 700000 5 29 6 0
12 Ni Made Puspa Widari 1250000 6 36 12 0
13 Ni Made Sariasih 666666 4 42 6 0
14 Muamanah 1250000 3 31 6 0
15 Musyarafah Ali 800000 5 40 4 0
16 Maimunah 875000 7 46 12 0
17 Hidayah 750000 4 42 9 0
18 Ni Komang Kartini 766666 3 45 12 0
19 Ni Luh Inda Kasih 833333 3 36 6 0
20 Gusti Ayu Kadek Suryantini 800000 5 53 15 0
21 Samianto 1066666 2 48 15 1
22 Ni Komang Sarini 900000 2 38 6 0
23 I Wayan Juniarta 1000000 2 42 6 1
24 Suhairi 1000000 4 52 6 0
25 I Wayan Suartawan 750000 2 48 12 1
26 Siti Rohma 750000 2 33 16 0
27 I Kadek Oka 625000 2 28 6 1
28 Hairudin 1000000 3 54 12 1
29 Ketut Reti 800000 4 37 6 0
30 Ni Ketut Mariasih 900000 3 38 12 0
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

31 Loh Nawidiani 625000 2 42 12 0


32 Ni Komang Martini 700000 3 38 6 0
33 Ketut Weda 1000000 3 36 16 1
34 Ketut Siang 833333 2 30 16 1
35 Ketut Parmiati 625000 4 26 6 0
36 Budi Suartadana 750000 3 38 16 1
37 Siti Rusdiana 666666 2 28 12 0
38 Fitriani 1033333 4 34 6 0
39 Muhammad Karif 500000 3 25 9 1
40 Yahya 1333333 5 42 9 1
41 Ariani Sakti 800000 1,5 23 12 1
42 I Made Wiryawan 1000000 2 21 16 1
43 I Gusti Eka Prami 750000 5 24 6 1
44 IGN Budiatama 700000 4 28 9 1
45 Ni Putu Hindayani 750000 2,5 37 6 1
46 Gusti Ayu Putu Karsini 1250000 2 20 3 0
47 Sayu Komang Sumitri 675000 3 29 12 0
48 Luh Sitiani 1000000 3 23 6 0
49 Ni Made Artini 575000 3 25 16 0
50 Pipin Wulandari 1500000 4 28 9 0
51 Kadek Kristina 1250000 4 28 6 1
52 Ni Wayan Kusuma Dewi 666666 1 50 15 0
53 Ni Kadek Yulianti 666666 2 47 16 1
54 Ketut Sandra Dewi 700000 4 27 12 1
55 Ni Nyoman Donita 1050000 2 25 6 1
56 Sayu Puspita Dewi 600000 3 46 16 1
57 Ketut Singgih 950000 2 36 6 1
58 Ni Wayan Muriyati 1250000 2 30 6 1
59 Wayan Mangku 1066666 3 17 9 0
60 I Putu Winaya 8333333 1 17 16 0
61 Indrawati 775000 4 19 12 0
62 Sayu Lestari 1250000 2 23 16 0
63 Komang Riana 750000 6 47 6 0
64 Nyoman Anggraini 933333 10 23 12 0
65 I ketut Astana 800000 5 22 6 0
66 I Made Ariyasa 833333 4 42 9 0
67 I Nengah Suember Antara 750000 3 54 12 0
68 I Nengah Suparta 875000 2 34 16 0
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

69 I Wayan Wedya 1000000 3 32 15 0


70 I Kadek Sukarya 1000000 21 42 9 0
71 I Putu Arya Warbawa 933333 3 38 9 1
72 Humaidi 875000 5 33 6 0
73 Jafar 1000000 6 28 9 1
74
700000 5 51 12 0
I Gusti Kd Sumedia
75 I Gede Cipta 1000000 4 56 12 1
76 Ni Pt Sudarmayasa 900000 6 53 16 0
77 Ni Ketut Simpen 1000000 3 48 9 1
78 I Ketut Suarta 800000 4 32 9 1
79 I Komang Wikadana 625000 5 54 6 0
80 Febrian Jayanti P 1250000 5 25 12 0
81 Luh Megayani 958333 10 25 6 0
82 Ni Putu Sumarwati 933333 5 38 6 0
83 Ni Gusti Ayu Komang Asriani 1000000 10 37 6 1
84 Gusti Putu Lasmiadi 1066666 6 34 12 1
85 Kadek Sri Astuti 1000000 2 50 9 0
86 Putu Prima Dewi 1250000 5 48 16 1
87 Ni Ketut Widiani 1166666 2 38 9 0
88 ketut Sudarmi 825000 7 36 6 0
89 Turmuji 625000 25 45 9 1
90 Nurul Huda 666666 10 21 9 1
91 Nur Hasanah 1166666 13 49 6 1
92 Sumbri Mts 1100000 25 34 9 1
93 I Wayan Wiarjana 1200000 4 20 12 1
94 I Nengah Parnawa 750000 3 55 12 1
95 I Wayan Perdana 1000000 3 29 12 1
96 Ni Ketut Sumartini 833333 2 53 12 0
97 Ketut Swastika 1166666 3 55 12 0
98 I Wayan Sudiarsana 1166666 5 21 12 0
99 Kadek adi Kusuma Putra 1250000 4 21 12 0
100 I Putu Agus Widiarmika 700000 3 49 12 0
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

B. Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Y 100 500000,00 8333333,00 992599,8500 774770,04260
X1 100 1,00 25,00 4,6800 4,57735
X2 100 17,00 56,00 35,9400 10,89511
X3 100 3,00 16,00 10,0500 3,69377
X4 100 ,00 1,00 ,4400 ,49889
Valid N (listwise) 100
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

C. Analisis Regresi Linier Berganda

1. Uji Koefisien Determinasi

Model Summaryb
Adjusted R Std. Error of the
Model R R Square Square Estimate
1 ,233a ,154 ,143 ,32818
a. Predictors: (Constant), X4, X1, X3, X2
b. Dependent Variable: LogY

2. Uji F
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression ,586 4 ,146 1,359 ,254b
Residual 10,232 95 ,108
Total 10,818 99
a. Dependent Variable: LogY
b. Predictors: (Constant), X4, X1, X3, X2

3. Uji t
Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 13,904 ,143 97,137 ,000
X1 ,007 ,003 ,233 2,296 ,024
X2 ,005 ,007 ,065 ,635 ,527
X3 ,006 ,009 ,063 ,616 ,539
X4 -,011 ,067 -,017 -,165 ,869
a. Dependent Variable: LogY
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

D. Uji Asumsi Klasik

1. Uji Multikolinieritas

Coefficientsa
Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Collinearity Statistics
Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF
1 (Constant) 13,904 ,143 97,137 ,000
X1 ,007 ,003 ,233 2,296 ,024 ,964 1,038
X2 ,005 ,007 ,065 ,635 ,527 ,944 1,060
X3 ,006 ,009 ,063 ,616 ,539 ,952 1,050
X4 -,011 ,067 -,017 -,165 ,869 ,973 1,028
a. Dependent Variable: LogY

2. Uji Heteroskesdastisitas

Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) ,296 ,100 2,975 ,004
X1 -,005 ,002 -,234 -1,339 ,214
X2 -,002 ,005 -,037 -,368 ,714
X3 ,011 ,006 ,179 1,772 ,080
X4 ,000 ,047 ,000 -,003 ,998
a. Dependent Variable: RES2
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

3. Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardized
Residual
N 100
a,b
Normal Parameters Mean ,0000000
Std. Deviation ,32148660
Most Extreme Differences Absolute ,084
Positive ,084
Negative -,060
Test Statistic ,084
Asymp. Sig. (2-tailed) ,082
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

KUISIONER PENELITIAN KEGIATAN PERKOPERASIAN YANG MEMPENGARUHI


KESEJAHTERAAN KELUARGA
(STUDI KASUS DI WILAYAH KABUPATEN JEMBRANA BALI)

IDENTITAS RESPONDEN :
Nama :
Nama Koperasi :
Alamat Koperasi :
Umur :
Jenis Kelamin :

Jumlah Anggota Keluarga :


Pendidikan Terakhir :
Alamat :
Pertanyaan :
1. Apa tujuan anda menjadi anggota koperasi ?
………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
2. Bagaimana menurut anda pelayanan koperasi selama anda menjadi anggota koperasi?
………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
3. Berapa pendapatan per kapita anda dalam satu bulan?
………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
4. Sudah berapa lama anda menjadi anggota koperasi ?
………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
5. Berapa persen proporsi kredit di koperasi terhadap total kredit?
………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
6. Berapa persen proporsi belanja anda di koperasi ?
Digital
Digital Repository
Repository Universitas
Universitas Jember
Jember

………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
7. Berapa persenkah proporsi usaha anda yang dipasarkan oleh koperasi ?
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………

Anggota Koperasi

..……………………………..

Anda mungkin juga menyukai