0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
68 tayangan4 halaman

Etiket di Rumah Sakit Bakti Kars

Dokumen tersebut membahas etiket berkomunikasi dan perilaku yang harus diperhatikan oleh staf rumah sakit Bakti Kars dalam berinteraksi dengan pasien, keluarga, sesama staf, dan penggunaan fasilitas umum rumah sakit seperti lift, koridor, dan kamar kecil. Beberapa etiket kunci meliputi berkomunikasi dengan sopan, menghormati privasi pasien, menjaga kebersihan, dan berpakaian rapi.

Diunggah oleh

Aziz Andriyanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
68 tayangan4 halaman

Etiket di Rumah Sakit Bakti Kars

Dokumen tersebut membahas etiket berkomunikasi dan perilaku yang harus diperhatikan oleh staf rumah sakit Bakti Kars dalam berinteraksi dengan pasien, keluarga, sesama staf, dan penggunaan fasilitas umum rumah sakit seperti lift, koridor, dan kamar kecil. Beberapa etiket kunci meliputi berkomunikasi dengan sopan, menghormati privasi pasien, menjaga kebersihan, dan berpakaian rapi.

Diunggah oleh

Aziz Andriyanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ETIKET RUMAH SAKIT BAKTI KARS

Etiket berkomunikasi
Etiket dalam berkomunikasi dapat dibagi menjadi 2, yaitu
1. Komunikasi secara langsung
2. Komunikasi secara tidak langsung

Etiket berkomunikasi secara langsung


1. Pada senior
 Berusaha untuk menyapa terlebih dahulu.
 Berbicaralah dengan menggunakan kata-kata yang sopan, jelas, dan
ramah.
 Berbicara dengan menggunakan intonasi suara yang sesuai, tidak
terlalu keras, tidak terlalu pelan, tidak terlalu cepat.
 Tidak mengeluarkan bunyi-bunyian atau gerakan yang tidak
diperlukan. Contoh: tidak menggoyangkan kaki, mengetukkan
jari/pulpen, menggaruk-garuk kepala, mengunyah sesuatu, dll.
 Tidak memotong pembicaraan saat senior sedang berbicara, baik saat
senior sedang berbicara dengan pasien ataupun dengan kita.
 Jika memungkinkan sebelum berbicara menggunakan kata ”maaf”.
 Menggunakan kata sapa seperti: bapak, ibu, dokter, mbak, dll. Lalu
dilanjutkan dengan namanya jika kita mengetahui namanya.
 Berusaha untuk mempertahankan kontak mata, mendengarkan secara
aktif, dan berusaha untuk menjawab jika diajukan suatu pertanyaan
dengan singkat, jelas, dan tidak berbelit-belit.
2. Pada sesama
 Berusaha untuk menyapa terlebih dahulu.
 Berbicara dengan menggunakan kata-kata yang sopan, jelas,dan
ramah.
 Tidak menggunakan kata sapa yang kurang sopan, seperti : gue, elo,
dll.
 Berbicara dengan menggunakan intonasi suara yang sesuai, tidak
terlalu keras, tidak terlalu pelan, tidak terlalu cepat.
 Tidak membicarakan kejelekan atau kesalahan sesama karyawan baik
yang dalam satu departemen ataupun berlainan departemen
3. Pada yunior
 berbicara dengan menggunakan kata-kata yang sopan, jelas,dan
ramah.
 berbicara dengan menggunakan intonasi suara yang sesuai, tidak
terlalu keras, tidak terlalu pelan, tidak terlalu cepat.
 Tidak membentak-bentak saat yunior melakukan kesalahan
Etiket berkomunikasi secara tidak langsung

1. Tertulis
2. Telepon
 Mulailah pembicaraan di telepon dengan mengucapkan salam,
memperkenalkan diri, dan ucapan siap membantu. Contoh : ”selamat
siang , dengan (nama) ada yang bisa saya bantu”
 Gunakanlah kata-kata yang sopan, baik, dan jelas.
 Usahakan untuk memberikan suasana yang akrab dengan
menggunakan kata panggilan seperti Bapak, Ibu dll.
 Dengarlah pembicaraan si penelepon dengan seksama, penuh
perhatian, jangan memotong pembicaraan.
 Jika ada yang menitip pesan, catatlah pesan-pesan penting yang
disampaikan dan sampaikan pada orang yang bersangkutan.
 Gunakanlah kata-kata ”terima kasih” saat akan mengakhiri
pembicaraan di telepon.
 Tidak membiarkan telepon berdering lebih dari 3 kali.
 Tidak membiarkan orang menunggu terlalu lama saat dalam menu
”hold”
 Dilarang menerima/menggunakan telepon untuk kepentingan pribadi.

Etiket saat menggunakan/berada di fasilitas umum

1. Lift
 Dahulukan pasien, keluarga pasien, dokter, senior, atau pimpinan
untuk menaiki lift saat lift sedang penuh
 Usahakan untuk mempersilahkan pasien, keluarga pasien, dokter,
senior, atau pimpinan untuk menaiki lift terlebih dahulu.
 Jangan menyerobot/berebut saat akan menaiki lift.
 Berusahalah untuk menyapa setiap orang yang ditemui didalam lift.
 Jangan melakukan tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan
pemakai lift yang lain seperti mengobrol, bercanda, tertawa, dll.
 Dilarang membicarakan tentang pasien.
2. Koridor
 Usahakan untuk menyapa setiap orang yang berpapasan di koridor
rumah sakit.
 Tidak makan/minum di koridor rumah sakit.
 Tidak berhenti atau jalan bergerombol yang berakibat menghalangi
akses orang lain.
3. Restoran/cafe
 Tidak bicara/mengobrol terlalu keras yang akan mengakibatkan orang
lain terganggu.
 Usahakan agar saat makan tidak berdecak.
 Jangan terlalu lama duduk di tempat makan yang akan mengakibatkan
pengunjung lain yang ingin makan sulit mendapatkan tempat makan.

Etiket dalam masuk ruang perawatan


 Mengetuk pintu dengan tekanan secukupnya.
 Buka pintu perlahan untuk dapat berkomunikasi dengan pasien atau
penunggu pasien.
 Perhatikan agar saat membuka pintu tetap menjaga privasi pasien.
 Mengucapkan salam dan meminta ijin saat memasuki ruang perawatan
pasien dan jelaskan tujuannya.
 Berusaha menunjukan keramahan dan sikap empati terhadap pasien.
 Menanyakan kondisi pasien saat ditemui dan menawarkan bantuan
apabila ada yang bisa dibantu.
 Mendengarkan keluhan pasien dengan seksama dan menindaklanjuti
keluhan pasien.
 Berikan asuhan yang akan dilaksanakan dengan senantiasa menjaga
kehormatan dan privasi pasien.
 Mengucapkan salam perpisahan sebelum meninggalkan ruang
perawatan.
 Tutup pintu setelah keluar dari ruang rawat inap.
 Perhatikan saat-saat harus melakukan cuci tangan.

Etiket saat berada dalam kamar kecil


 Selalu berusaha menjaga kebersihan saat berada di kamar kecil.
 Tidak merokok baik saat berada di kamar kecil ataupun saat berada di
lingkungan rumah sakit.
 Tidak membuang pembalut atau barang-barang yang dapat
menyumbat aliran air pembuangan di kamar kecil.
 Tidak menggunakan fasilitas yang ada di kamar kecil secara
berlebihan, contoh : tissue, sabun, dll.

Etiket dalam berpakaian


 Rambut harus selalu disisir dan ditata. Untuk rambut pendek tidak
boleh melebihi bahu, sedangkan untuk rambut panjang harus harus
diikat rapi.
 Tidak menggunakan rias wajah / kosmetik yang terlalu mencolok.
 Semua staf rumah sakit harus menggunakan seragam yang telah
ditentukan oleh manajemen rumah sakit.
 Pakaian harus rapih, bersih, tidak kebesaran / kekecilan, dan baju
harus dikancing rapih.
 Hindari bau badan dengan memakai wewangian, bedak, dll.
 Tidak boleh menggunakan aksesoris yang berlebihan.
 Penampilan secara keseluruhan harus mencerminkan keramahan dan
kesopanan.

Etiket saat melakukan asesmen pasien


 Pastikan tidak membawa telpon genggam bila masuk ruang rawat
pasien.
 Sampaikan salam sesuai ketentuan rumah sakit.
 Bila baru pertama kali bertemu dengan pasien, perkenalkan diri
dengan menyebutkan nama, nama panggilan, dan profesi.
 Jelaskan tujuan yang akan dilakukan.
 Lakukan komunikasi dengan nada yang lembut dan tunjukkan empati
dan penghormatan kepada pasien dan atau keluarganya.
 Perhatikan hak pasien terkait dengan nilai dan keyakinannya.
 Selalu menjaga hak privasi pasien selama proses wawancara dan
pemeriksaan.
 Laksanakan cuci tangan sesuai ketentuan.
 Laksanakan pemeriksaan dengan sopan dan sesuai ketentuan standar.
 Jelaskan hasil asesmen dengan memperhatikan juga aspek psikologis
pasien.
 Rapikan kembali kondisi pasien setelah selesai melakukan
pemeriksaan.
 Mengucapkan salam perpisahan sebelum meninggalkan ruang
perawatan.

Anda mungkin juga menyukai