Denda merupakan konsekuensi dari ketidaksesuaian akad yang telah disepakati bersama
dalam proses transaksi pembiayaan. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya nasabah mampu
yang menunda-nunda pembayaran utang dalam transaksi pembiayaan, seperti pada
pembiayaan murabahah. Dalam pencatatan akuntansi untuk penjual, denda dikenakan jika
pembeli lalai dalam melakukan kewajibannya sesuai dengan akad dan denda yang diterima
diakui sebagai bagian dana kebajikan.
Referensi : BMP EKMA4482/MODUL 5 HAL. 5.11 AKUNTANSI KEUANGAN SYARIAH