0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan1 halaman

Denda dalam Akad Pembiayaan Syariah

Denda merupakan konsekuensi bagi nasabah yang menunda pembayaran utang dalam pembiayaan murabahah, dan dalam akuntansi penjual, denda dikenakan kepada pembeli yang lalai memenuhi kewajibannya sesuai akad serta denda diakui sebagai dana kebajikan.

Diunggah oleh

ayu nila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan1 halaman

Denda dalam Akad Pembiayaan Syariah

Denda merupakan konsekuensi bagi nasabah yang menunda pembayaran utang dalam pembiayaan murabahah, dan dalam akuntansi penjual, denda dikenakan kepada pembeli yang lalai memenuhi kewajibannya sesuai akad serta denda diakui sebagai dana kebajikan.

Diunggah oleh

ayu nila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Denda merupakan konsekuensi dari ketidaksesuaian akad yang telah disepakati bersama

dalam proses transaksi pembiayaan. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya nasabah mampu
yang menunda-nunda pembayaran utang dalam transaksi pembiayaan, seperti pada
pembiayaan murabahah. Dalam pencatatan akuntansi untuk penjual, denda dikenakan jika
pembeli lalai dalam melakukan kewajibannya sesuai dengan akad dan denda yang diterima
diakui sebagai bagian dana kebajikan.

Referensi : BMP EKMA4482/MODUL 5 HAL. 5.11 AKUNTANSI KEUANGAN SYARIAH

Anda mungkin juga menyukai