Referat
Hipertensi Emergensi
Penulis:
Glorianna Christy (194122006)
Pembimbing:
dr. Rudyanto Dwi Agustomo, [Link].
Pendahuluan
• Hipertensi emergensi adalah salah satu manifestasi krisis hipertensi
yang ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah lebih dari
180/110 mmHg dengan tekanan darah sistolik > 200 mmHg dan
tekanan darah diastolik > 120 mmHg disertai dengan adanya
disfungsi atau kerusakan organ target.
• Meskipun insiden kejadian hipertensi emergensi rendah, namun
angka hospitalisasi hipertensi emergensi tinggi.
Definisi
Hipertensi emergensi adalah salah satu manifestasi dari
hipertensi krisis yang ditandai dengan adanya peningkatan
tekanan darah yang akut dan berat, dengan peningkatan
tekanan darah sistolik > 180 mmHg dan tekanan darah
diastolik > 120 mmHg disertai dengan manifestasi klinis
terjadinya disfungsi atau kegagalan organ akut/acute organ
damage.
Epidemiologi
Global
WHO
1,28 miliar orang, dengan 9
juta kasus kematian akibat
komplikasi.
Asia Tenggara
39,9% populasi
penduduk mengalami
hipertensi.
Epidemiologi
Indonesia
Riskesdas
● 34,1 % dari perkiraan sekitar 260
juta penduduk.
● 1-2% pasien dengan hipertensi
akan berkembang menjadi
krisis hipertensi.
● Angka mortalitas selama perawatan pada pasien hipertensi
emergensi diperkirakan sebanyak 4-7%.
● Angka kematian dalam 1 tahun di antara pasien HT emergensi
mencapai angka lebih dari 79%.
Etiologi
Patofisiologi
Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik
Riwayat Hipertensi Peningkatan TD
Tekanan darah, waktu
Sistolik >180 mmHg
diagnosa, tatalaksana
hipertensi, riwayat Diastolik > 110 mmHg
pengobatan
Pemeriksaan
Tanda kerusakan
tambahan
organ
Funduskopi, Auskultasi
Nyeri dada, sesak nafas, nyeri kardiovaskular,
punggung, sakit kepala, gejala pemeriksaan neurologis
neurologis
Pemeriksaan Penunjang
Darah lengkap Biomarker jantung
Evauasi fungsi ginjal,
fungsi hepar
01 02 EKG, Evaluasi fungsi
cardiovaskular
Urinalisis CT Scan tanpa
kontras
Proteinuria,
Hematuria
03 04 Evaluasi fungsi
cerebrovaskular
Komplikasi
Otak Jantung Renal
Stroke, ICH, SAH, Acute congestive heart Acute Kidney Injury
Ensefalopati Hipertensi failure, Acute coronary
ischemia
Hepar Mata Vaskular
HELLP Syndrome Retinopati hipertensi Eklamsia, Diseksi aorta
Tatalaksana
Prinsip Umum
• Penurunan TD maksimal 25% • Penurunan TD yang lebih agresif dilakukan bila
dalam jam pertama. didapatkan compelling condition.
• Target penurunan TD mencapai
160/100-110 mm Hg dalam 2 • Penurunan TD yang kurang agresif dilakukan
sampai 6 jam
pada HT dengan kondisi komorbid penyakit
• Selanjutnya TD mencapai normal serebro-vaskuler (perdarahan intraserebral akut
dalam 24 sampai 48 jam. dan stroke iskhemik akut).
Strategi Tatalaksana InaSH2019
Step 1
Konfirmasi organ Step 2
target terdampak. Temukan faktor
pemicu lain kenaikan
Step 3 tekanan darah akut
Tentukan
kecepatan dan Step 4
besaran penurunan Tentukan obat
tekanan darah yang antihipertensi
aman
Target Tatalaksana
Pilihan Terapi Berdasarkan
Target Kerusakan Organ
Prognosis
● Dubia ad Bonam
● Terdapat hubungan antara pemilihan terapi
dan waktu pengobatan dengan survival rate .
● Terdapat peningkatan angka kematian pasien
hipertensi emergensi dari 12% menjadi 38,9%
pada pasien yang tidak diberikan terapi yang
tepat.
Kesimpulan
Hipertensi emergensi: tekanan Target penurunan tekanan
darah sebaiknya diturunkan
01 03
darah sistolik >180 mmHg atau
tekanan darah diastolik > 120 sebesar 25% MAP dalam
mmHg dan bukti kerusakan beberapa menit.
organ target yang akut
Pemeriksaan penunjang: Penurunan TD yang lebih
agresif dilakukan bila
02 04
darah lengkap, biomarker
jantung, EKG, funduskopi, didapatkan compelling
condition. Penurunan TD yang
kreatinin, urinalisis, dan tes
kehamilan, CT Scan non kurang agresif dilakukan
kontras. pada HT dengan serebro-
vaskuler
Terima
Kasih
Daftar Pustaka
5. Unger T, Borghi C, Charchar F, Khan NA, Poulter NR, Prabhakaran D,
1. Mills KT, Stefanescu A, He J. The global epidemiology of
Ramirez A, Schlaich M, Stergiou GS, Tomaszewski M, Wainford RD. 2020
hypertension. Nature Reviews Nephrology. 2020 International Society of Hypertension global hypertension practice
Apr;16(4):223-37. guidelines. Hypertension. 2020 Jun;75(6):1334-57.
2. Tirtasari S, Kodim N. Prevalensi dan karakteristik hipertensi 6. Balahura AM, Moroi ȘI, Scafa-Udrişte A, Weiss E, Japie C, Bartoş D,
Bădilă E. The Management of Hypertensive Emergencies—Is There a
pada usia dewasa muda di Indonesia. Tarumanagara Medical
“Magical” Prescription for All?. Journal of Clinical Medicine. 2022 May
Journal. 2019 May 2;1(2):395-402. 31;11(11):3138.
3. Nkoke C, Noubiap JJ, Dzudie A, M Jingi A, Njume D, 7. Whelton PK, Carey RM, Aronow WS, Casey DE, Collins KJ, Dennison
Teuwafeu D, Aseneh J, Nkouonlack C, Menanga A, Kingue Himmelfarb C, DePalma SM, Gidding S, Jamerson KA, Jones DW,
MacLaughlin EJ. 2017
S. Epidemiology of hypertensive crisis in the Buea Regional
ACC/AHA/AAPA/ABC/ACPM/AGS/APhA/ASH/ASPC/NMA/PCNA
Hospital, Cameroon. The Journal of Clinical Hypertension. guideline for the prevention, detection, evaluation, and management of high
2020 Nov;22(11):2105-10. blood pressure in adults: a report of the American College of
4. Loekman JS. PATOGENESIS DAN MANAGEMEN Cardiology/American Heart Association Task Force on Clinical Practice
Guidelines. Journal of the American College of Cardiology. 2018 May
HIPERTENSI EMERGENSI. Jurnal Kedokteran. 2016:241-
15;71(19):e127-248.
9. 8. Benken ST. Hypertensive emergencies. Medical Issues in the ICU. 2018.
5. Vaidya CK, Ouellette JR. Hypertensive urgency and 9. Aronow WS. Treatment of hypertensive emergencies. Annals of
emergency. Hospital Physician. 2007 Mar;3:43-50. translational medicine. 2017 May;5(Suppl 1).
Daftar Pustaka
10. Aronow WS. Treatment of hypertensive emergencies. Annals of translational medicine. 2017 May;5(Suppl 1).
11. Mahendra IB, PD-KGH S, Badung FR, Definisi I. Krisis Hipertensi (Emergensi Dan Urgensi) Edisi I. Rsudmangusada. Badungkab.
Go. Id. 2017:1-2.
12. van den Born, B.J.H., Lip, G.Y., Brguljan-Hitij, J., Cremer, A., Segura, J., Morales, E., Mahfoud, F., Amraoui, F., Persu, A., Kahan,
T. and Agabiti Rosei, E., 2019. ESC Council on hypertension position document on the management of hypertensive
emergencies. European Heart Journal–Cardiovascular Pharmacotherapy, 5(1), pp.37-46.
13. UK NA, Atherton JJ, Bauersachs J, UK AJ, Carerj S, Ceconi C, Coca A, UK PE, Erol Ç, Ezekowitz J, Fernández-Golfın C. 2016
ESC guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. European Heart Journal. 2016;37:2129-200.
14. Barman M, Djamel B, Mathews J, On H, Pocket NE. Acute aortic dissection. ESC Council for Cardiology PracticeVol. 2014 Jul
2;12.
15. Khwaja A. KDIGO clinical practice guidelines for acute kidney injury. Nephron Clinical Practice. 2012;120(4):c179-84.