0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
136 tayangan8 halaman

Simulasi Modulasi Frekuensi FM

Simulasi modulasi frekuensi dilakukan menggunakan Matlab/Octave dan Multisim untuk memahami proses modulasi frekuensi. Simulasi dilakukan dengan mengubah amplitudo dan frekuensi sinyal informasi untuk melihat pengaruhnya terhadap sinyal termodulasi. Frekuensi rendah dan tinggi pada sinyal termodulasi dihitung dengan menentukan periode gelombang berdasarkan dua titik pada kurva sinyal.

Diunggah oleh

Adit Haqy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
136 tayangan8 halaman

Simulasi Modulasi Frekuensi FM

Simulasi modulasi frekuensi dilakukan menggunakan Matlab/Octave dan Multisim untuk memahami proses modulasi frekuensi. Simulasi dilakukan dengan mengubah amplitudo dan frekuensi sinyal informasi untuk melihat pengaruhnya terhadap sinyal termodulasi. Frekuensi rendah dan tinggi pada sinyal termodulasi dihitung dengan menentukan periode gelombang berdasarkan dua titik pada kurva sinyal.

Diunggah oleh

Adit Haqy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASWANGGA ADJAYA ADHYASTA

KELAS : 1E JTD
NO ABSEN : 06

SIMULASI MODULASI FREKUENSI

2.1 Tujuan
• Mengetahui dan memahami proses modulasi frekuensi
• Melakukan simulasi modulasi frekuensi dengan menggunakan Matlab/Octave
2.2 Alat dan Bahan
• Software Matlab/Octave
• Software Multisim
2.3 Prosedur
2.3.1 Modulasi Frekuensi dengan Octave/Matlab
1. Gambar sinyal carrier, informasi, sinyal termodulasi FM menggunakan script
berikut.

2. Ubah nilai amplitude dan frekuensi sinyal sesuai dengan Tabel 2.1!
3. Periksa listing program yang Anda tulis. Perbaiki jika hasil yang didapat tidak
sesuai!
4. Amati sinyal yang dihasilkan dan catat hasilnya pada Tabel 2.1!

2.3.2 Simulasi Modulasi Frekuensi dengan Multisim


1. Buat modulator FM dengan menggunakan rangkaian berikut
xscl

Gambar 2. IRangkaian Modulator FM menggunakan VCO

2. Atur generator fungsi I untuk menghasilkan sinyal sinusoida dengan frekuensi dan
amplitude sesuai Tabel 1.2!
3. Atur parameter pada Voltage Controller — Sine wave Oscillator (VCO) sehingga
ketika tegangan kontrol bernilai 0 V, frekuensi yang dihasilkan adalah ½ dari
frekuensi generator fungsi, dan ketika tegangan kontrol bernilai I V, frekuensi yang
dihasilkan adalah dua kali frekuensi pada generator fungsi.
4. Ubah nilai amplitudo dan frekuensi sinyal sesuai dengan Tabel 2.2!
5. Amati sinyal yang keluaran sistem pada osiloskop dan catat hasilnya pada Tabel 2.2!

2.4 Hasil Simulasi

Tabel 2. 1 Hasil Simulasi Modulasi Frekuensi menggunakan Matlab/Octave


No Parameter Gambar Sinyal
1 Sinyal carrier
Vc = 4 Vpp
fc = (06 x 2)
= 12 kHz
Sinyal informasi
Vm = 6 Vpp
fm = (06) kHz
Sinyal termodulasi
f low = 12500 Hz
f high = 28,571 Hz

Gambar 2. 2 Sinyal carrier, informasi, dan termodulasi yang


dihasilkan untuk amplitude informasi 6 Vpp

2 Sinyal carrier
Vc = 4 Vpp
fc = (06 x 3)
= 18 kHz
Sinyal informasi
Vm = 4 Vpp
fm = (06) kHz
Sinyal termodulasi
f low = 27,397 Hz
f high = 5,500 Hz

Gambar 2. 3 Sinyal carrier, informasi, dan termodulasi yang


dihasilkan untuk amplitudo informasi 4 Vpp

3 Sinyal carrier
Vc = 4 Vpp
fc = (06 x 4)
= 24 kHz
Sinyal informasi
Vm = 2 Vpp
fm = (06) kHz
Sinyal termodulasi
f low = 20691Hz
f high = 14992,5 Hz

Gambar 2. 4 Sinyal carrier, informasi, dan termodulasi yang


dihasilkan untuk amplitudo informasi 2 Vpp
Tabel 2.2 Hasil Simulasi Modulasi Frekuensi Menggunakan Multisim

No Parameter Gambar Sinyal


1 Sinyal informasi (keluaran
Generator Fungsi)
Vm = 6 Vpp
fm = (06) = 6 kHz
Sinyal termodulasi
f low = 92329,5 Hz
f high = 142857,14 Hz

Gambar 2. 5 Sinyal informasi dan termodulasi yang


dihasilkan untuk amplitudo informasi 6 Vpp
2 Sinyal informasi (keluaran
Generator Fungsi)
Vm = 5 Vpp
fm = 2 x (06) = 12 kHz
Sinyal termodulasi
f low = 5076,75 Hz
f high = 6769,19 Hz
Gambar 2. 6 Sinyal informasi dan termodulasi yang
dihasilkan untuk amplitudo informasi 5 Vpp

3 Sinyal informasi (keluaran


Generator Fungsi)
Vm = 4 Vpp
fm = 3 x (06) = 18 kHz
Sinyal termodulasi
f low = 369931,5 Hz
f high = 10153,93 Hz

Gambar 2. 7 Sinyal informasi dan termodulasi yang


dihasilkan untuk amplitudo informasi 4 Vpp

2.5 Analisis
1. Karakteristik modulasi frekuensi
 Keamanan: Modulasi frekuensi dapat memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi
daripada modulasi amplitudo, karena sinyal modulasi tidak mudah ditangkap oleh
penerima yang tidak sah.
 Keandalan: Modulasi frekuensi lebih tahan terhadap gangguan sinyal atau noise
dibandingkan dengan modulasi amplitudo.
 Spektrum: Modulasi frekuensi memiliki spektrum yang lebih lebar dibandingkan
dengan modulasi amplitudo, yang berarti dapat membawa informasi yang lebih banyak.
 Penggunaan: Modulasi frekuensi banyak digunakan dalam aplikasi komunikasi seperti
radio FM, televisi, dan telepon seluler.
 Modulasi FM Stereo: FM stereo memungkinkan transmisi suara stereo berkualitas
tinggi melalui saluran tunggal, dan ini memungkinkan pemirsa untuk menikmati
pengalaman mendengarkan yang lebih baik.
 Perubahan besar dalam frekuensi sinyal pembawa bisa merugikan karena dapat
memerlukan bandwidth yang lebih besar, sehingga membatasi jumlah saluran yang
dapat ditransmisikan melalui media tertentu.
 Keakuratan: Modulasi frekuensi memerlukan keakuratan yang tinggi dalam
pembentukan sinyal pembawa dan modulasi, karena kehilangan keakuratan dapat
menyebabkan distorsi sinyal yang signifikan.
 Kompleksitas: Teknik modulasi frekuensi lebih kompleks daripada modulasi
amplitudo, sehingga memerlukan peralatan yang lebih canggih untuk
implementasinya.

2. Prinsip kerja VCO
 VCO (Voltage Controlled Oscillator) adalah jenis osilator elektronik yang
menghasilkan sinyal output dengan frekuensi yang dapat diatur dengan tegangan input
yang diberikan. Prinsip kerja VCO adalah sebagai berikut:
 VCO menggunakan komponen elektronik seperti kapasitor dan induktor yang
terpasang pada rangkaian tertentu untuk membentuk resonansi dan menghasilkan
osilasi.
 VCO memiliki satu input tegangan kontrol, yang digunakan untuk mengatur frekuensi
output. Tegangan kontrol yang diberikan akan memodulasi frekuensi gelombang
output VCO.
 Pada umumnya, VCO dirancang untuk menghasilkan gelombang sinusoidal. Namun,
VCO juga dapat menghasilkan gelombang segitiga atau gelombang kotak.
 Tegangan kontrol yang diberikan pada VCO dapat berasal dari berbagai sumber, seperti
potensiometer, IC (Integrated Circuit) pengatur tegangan, atau sinyal kontrol digital.
 Tegangan kontrol akan mengubah nilai kapasitansi atau induktansi pada VCO sehingga
mengubah frekuensi gelombang output. Semakin besar tegangan kontrol yang
diberikan, semakin tinggi frekuensi output VCO.
 Prinsip kerja VCO dapat digunakan untuk menghasilkan sinyal osilasi dengan
frekuensi tertentu yang dapat dikontrol oleh tegangan input, dan dapat digunakan dalam
berbagai aplikasi seperti sintetiser musik, pemancar frekuensi radio, modulasi
frekuensi (FM), dan sistem deteksi dan tampilan frekuensi

.
3. Cara perhitungan frekuensi rendah dan tinggi pada sinyal termodulasi FM
menggunakan octave maupun multisim

Caranya adalah kita dapat menggunakan tool yang disediakan oleh matlab dan octave,
yang dapat kita gunakan untuk membuat suatu titik di sumbu Y, sehingga kita bisa
menghitung periode gelombang tersebut hingga frekuensinya.
1. Pertama-tama menentukan terlebih mau menghitung frekuensi low atau
frekuensi high
2. membuat dua titik pada kurva, sesuai dengan amplitude sinyal frekuensi
3. kemudian kita menentukan selisih dua titik tersebut 𝑇2 − 𝑇1
4. sehingga kita dapatkan periode gelombang (T)
1
5. selanjutnya untuk menenukan frekuensi, dapat dicari dengan 𝐹 =
𝑇

Anda mungkin juga menyukai