PRODUKSI PROGRAM DAKWAH RADIO ON TV
DI MAJT TV SEMARANG SELAMA COVID-19
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat
Guna Memperoleh Gelar Sarjana Sosial ([Link])
Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)
Konsentrasi Televisi Dakwah
Oleh:
Muhammad Syamsul Ma’arif
1501026076
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2022
NOTA PEMBIMBING
Lamp : 1 bendel
Hal : Persetujuan Naskah Skripsi
Kepada Yth.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi
UIN Walisongo Semarang
Di Semarang
Assalamualaikum Wr. Wb.
Setelah membaca, mengadakan koreksi dan melakukan perbaikan
sebagaimana mestinya, maka kami menyatakan bahwa skripsi saudara :
Nama : Muhammad Syamsul Ma’arif
NIM : 1501026076
Fakultas / Jurusan : Dakwah dan Komunikasi / Komunikasi Penyiaran Islam
Judul : PRODUKSI PROGRAM DAKWAH RADIO ON TV
DI MAJT TV SEMARANG SELAMA COVID-19
Dengan ini telah kami setujui, dan mohon agar segera diujikan. Demikian
atas perhatiannya diucapkan terimakasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Semarang, 22 Juni 2022
Pembimbing
H. M. Alfandi, [Link]
NIP. 19710830 199703 1 003
i
ii
PENGESAHAN
SKRIPSI
PRODUKSI PROGRAM DAKWAH RADIO ON TV
DI MAJT TV SEMARANG SELAMA COVID-19
Disusun Oleh:
Muhammad Syamsul Ma’arif
1501026076
telah dipertahankan di depan Dewan Penguji
pada tanggal 29 Juni 2022 dan dinyatakan telah lulus memenuhi syarat
guna memperoleh gelar Sarjana Sosial ([Link])
Susunan Dewan Penguji
Ketua/Penguji I Sekretaris/Penguji II
H. M. Alfandi, [Link]. Fitri, [Link]
NIP. 19710830 199703 1 003 NIP. 19890507 201903 2 021
Penguji III Penguji IV
Silvia Riskha Fabriar, M.S.I Dr. Kurnia Muhajarah, M.S.I
NIP. 19880229 201903 2 013 NIP. 19850829 201903 2 008
Mengetahui
Pembimbing
H. M. Alfandi, [Link]
NIP. 19710830 199703 1 003
Disahkan oleh
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Pada tanggal, 19 Juli 2022
Prof. Dr. Ilyas Supena, [Link]
NIP. 19720410 200112 1003
ii
iii
PERNYATAAN
Dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab, penulis menyatakan bahwa
skripsi ini tidak berisi materi yang pernah diajukan oleh orang lain atau diterbitkan
untuk memperoleh gelar di perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya.
Skripsi ini tidak berisi hasil pemikiran orang lain, kecuali informasi yang terdapat
dalam referensi sebagai bahan rujukan dijelaskan dalam daftar pustaka.
Semarang, 19 Juli 2022
Muhammad Syamsul Ma’arif
NIM 1501026076
iii
iv
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahamnirrahim
Alhamdulillahirobbil’alamin, Segala puji syukur kehadirat Allah SWT,
yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, hidayah, dan karuniaNya, sehingga penulis
dapat menyelesaikan skripsi berjudul “Produksi Program Dakwah Radio On TV
di MAJT TV Semarang Selama Covid-19” Shalawat serta salam kita haturkan
kepada Rasulullah Nabi Muhammad SAW, karena beliaulah suri tauladan yang
membawa manusia dari masa kegelapan dan kebodohan hingga masa yang kaya
akan ilmu pengetahuan.
Skripsi ini merupakan salah satu ikhtiar guna memperoleh gelar sarjana di
Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Penulis menyadari, bahwa keberhasilan
penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan, dorongan, dan motivasi berbagai
pihak. Oleh karena itu, dengan segala ketulusan hati penulis menyampaikan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Prof. Dr. H. Imam Taufiq, M. Ag selaku Rektor UIN Walisongo Semarang
2. Dr. Ilyas Supena, [Link] selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN
Walisongo Semarang.
3. H. M. Alfandi, [Link] selaku Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam,
dosen pembimbing sekaligus wali studi yang telah mencurahkan waktu, tenaga,
dan pikiran dalam proses bimbingan dan pengarahan penyusunan skripsi.
Terima kasih untuk kesempatan dan kepercayaan kepada penulis, untuk tetap
menuntaskan skripsi tepat pada waktunya.
4. Nilnan Ni’mah, M.S.I selaku Sekretaris Jurusan KPI yang telah mencurahkan
waktu, tenaga, dan pikiran dengan sabar menuntun penulis untuk terus
termotivasi untuk menyelesaikan skripsi ini.
5. Segenap Bapak dan Ibu dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN
Walisongo Semarang yang telah membekali penulis banyak ilmu pengetahuan.
Semua pihak yang telah membantu yang tidak dapat penulis sebutkan satu
persatu.
iv
v
6. Kedua orang tua tercinta, (Alm) Bapak Wasipan dan Ibu Lasimah. Terkhusus
untuk Alm. Bapak Tercinta, Terima kasih atas pelajaran hidup dan petuah bijak
yang selalu terucap semasa hidup, harapan untuk menemani wisuda jagoanmu,
kini harus terlaksana dalam panjatan Do’a. Untuk Ibukku tersayang Ibu
Lasimah terima kasih tak terhingga selalu mendoakan disiang dan malam
hingga fajar kembali menyapa, terus memberikan semangat, dan kasih
sayangnya tiada terkira. Terima kasih sudah bersabar dan percaya hingga anak
lelakimu mampu berjuang menyelesaikan skripsi ini.
7. Kakak-kakak, Keluarga Mas Imam dan Keluarga Mas Rofi’i. Terima kasih
selalu memberikan dorongan semangat dalam menapaki setiap jejak langkah.
8. Kekasihku, sang Pelipur lara. Terima kasih telah bersabar menemani proses,
seharusnya kau layak lelah, namun kau tak menyerah. Terimakasih sedalam-
dalamnya atas jerih payahmu, atas tulus kasihmu.
9. Sahabat Haresti Asysy Amrihani atas ketersediaan waktunya memberikan ilmu
tentang penelitian dan komunikasi ini.
10. Keluarga kecil MAJT TV, Dadang Supriatna dan Ghinari Oryza Sativa Putri
terima kasih telah menyaksikan, mendampingi dan memotivasi segala proses
yang telah dilalui.
11. Keluarga Besar Baladewa Indonesia (Fans Dewa19) utamanya Baladewa
Demak, terima kasih telah diterima menjadi bagian keluarga ini, tetap kompak
selalu. Salam Satoe Hati Semestinya.
12. Keluarga Besar Dewa19 dan Republik Cinta Management, utamanya Ahmad
Dhani, Andra Ramadhan, Ari Lasso, Once Mekel, Yuke Sampurna, Agung
Yudha, Tyo Nugros, Virzha, dan Ello. Terima kasih atas sajian karya selalu
menemani disetiap langkah. Suwun rek.
13. Mas Aziz Ayip, Mbak Nadia, Dek Kur, dan Dek Nur terima kasih telah
memberikan inspirasi untuk berproses dan memberikan banyak pengalaman.
14. Sahabat seperjuangan, Lukman Al Hakim, Hasan Mabrur, dan Aang Mujtaba,
dan Irfani Abdurrozaq, Terima kasih
v
vi
15. Teman-teman seperjuanganku yang terus berjuang hingga titik akhir untuk
mewujudkan kemenangan, Ima, Hikmah, Mila, Sativa, Syukron, Windan, dan
Sara, serta keluarga besar KPI-B 2015 .
16. Dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses studi dan penelitian yang peneliti
lakukan. Dengan rasa hormat yang setinggi-tingginya peneliti mengucapkan
terimakasih. Semoga Allah senantiasa memberkahi dan meridhoi kita semua.
Harapan dan doa penulis semoga Allah SWT memberikan pahala
atas semua kebaikan mereka. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan
skripsi ini masih belum sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat
konstruktif dari para pembaca sangat diharapkan demi tercapainya suatu
kesempurnaan di masa yang akan datang. Namun demikian, sekecil apapun
makna yang tersisipkan dalam tulisan ini semoga ada manfaatnya bagi penulis
sendiri dan pembaca.
Semarang, 19 Juli 2022
Penulis,
Muhammad Syamsul Ma’arif
NIM. 1501026076
vi
vii
PERSEMBAHAN
Alhamdulillah, atas ridho Allah SWT dan syafaat baginda Nabi Muhammad
SAW. Dengan ketulusan hati, karya ini dengan iringan do’a yang terus mengalir
saya persembahkan kepada:
1. Kedua Orang Tua, (Alm) Bapak Wasipan dan Ibu Lasimah, terimakasih atas
cinta dan do’a yang senantiasa engkau curahkan tanpa perumaan kata.
Persembahan ini tak akan pernah sebanding dengan apa yang telah engkau
haturkan, walau setitik debu, tak akan pernah setara.
2. Kekasih, seharusnya kau layak lelah, namun kau tak menyerah. Terimakasih
sedalam-dalamnya atas jerih payahmu, atas tulus kasihmu.
3. Keluarga dan Saudaraku, terimakasih atas do’a dan dukungannya.
4. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan
Komunikasi UIN Walisongo Semarang
vii
viii
MOTTO
“Tolonglah Tuhan beri petunjukMu, Jalan yang benar, Menuju JalanMu,
Agar tak tersesat di persimpangan jalan.”
(Kuldesak 1998, Inspirasi dari QS. Al Fatihah)
Filosofi Hidup
“yang paling penting dalam hidup adalah bisa menikmati hidup.”
(Ahmad Dhani)
“Hidup itu sederhana, Pilihlah dan jangan sesali”
(Muhammad Syamsul Ma’arif)
viii
ix
ABSTRAK
Muhammad Syamsul Ma’arif, 1501026076, “Produksi Program Dakwah Radio On TV
di MAJT TV Semarang Selama Covid-19.
Televisi merupakan media yang dianggap paling mempengaruhi khalayak dalam
penyampaian informasi. Media televisi sebagai salah satu media massa elektronik yang
digemari masyarakat memiliki daya tarik karena program audio visualnya mampu
memberikan informasi, hiburan, dan pendidikan yang mudah dicerna, dinikmati, dan ditiru.
Oleh karenanya, demi memenuhi kebutuhan masyarakat, beberapa stasiun televisi
memproduksi program religi yang memberikan informasi tentang keagamaan. MAJT TV
misalnya, dengan salah satu program Radio On TV yang dikemas dalam bentuk talkshow.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses produksi yang
dilakukan crew program Radio On TV dan mengetahui peluang dan tantangan televisi
streaming sebagai media dakwah di era covid-19. Program Radio On TV merupakan salah
satu program acara religi yang diproduksi dan disiarkan oleh MAJT TV.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu
suatu pendekatan yang bertujuan mengumpulkan data yang berupa kata-kata, gambar-
gambar dan bukan angka-angka. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu
observasi, wawancara dan dokumentasi.
Kesimpulan penelitian ini adalah proses produksi program Radio On TV melalui
tiga tahap: 1) Pra Produksi, 2) Produksi, dan 3) Pasca Produksi. Pada tahapan pra produksi
dibagi menjadi beberapa kegiatan yaitu penemuan ide, perencanaan dan persiapan. Pada
tahapan produksi yaitu meliputi seluruh pelaksanaan kegiatan liputan (shooting). Pasca
produksi merupakan tahapan terakhir dari proses produksi program Radio On TV. Tahapan
pasca produksi program Radio On TV melalui empat kegiatan sebagai berikut: 1) editing,
2) review, 3) penayangan, dan 4) evaluasi. Kelebihan proses produksi program Radio On
TV adalah program berjalan dengan baik walaupun crew dan alat produksi terbatas,
sedangkan kekurangannya adalah organisasi dan penayangan belum termanajemen dengan
baik. Peluang televisi streaming di era covid-19 adalah masyarakat dapat kapan saja dan
dimana saja mengakses televisi streaming dengan mudah. Tantangan yang dihadapi oleh
televisi streaming sebagai media dakwah adalah televisi streaming bergantung pada
kualitas sinyal, kurangnya sumber daya ahli di bidang penyiaran streaming dapat
berdampak terhadap kulaitas siaran.
Kata Kunci: proses produksi, Radio On TV, MAJT TV, televisi
streaming
ix
x
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
NOTA PEMBIMBING ......................................................................................... i
PENGESAHAN ................................................................................................... ii
PERNYATAAN ...................................................................................................iii
KATA PENGANTAR ......................................................................................... iv
PERSEMBAHAN ............................................................................................... vii
MOTTO .............................................................................................................viii
ABSTRAK ........................................................................................................... ix
DAFTAR ISI ......................................................................................................... x
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ............................................................ 1
B. Rumusan Masalah ..................................................................... 5
C. Tujuan Penelitian ...................................................................... 5
D. Manfaat Penelitian .................................................................... 5
E. Tinjauan Pustaka ....................................................................... 6
F. Metode Penelitian.................................................................... 10
1. Jenis dan Pendekatan Penelitian........................................ 10
2. Definisi Konseptual........................................................... 10
3. Sumber dan Jenis Data ...................................................... 12
4. Teknik Pengumpulan Data ................................................ 13
5. Teknik Analisis Data ......................................................... 15
G. Sistematika Penulisan Skripsi ................................................. 17
BAB II TELEVISI DAN PRODUKSI PROGRAM DAKWAH
A. Televisi .....................................................................................18
1. Pengertian Televisi .......................................................18
2. Fungsi Televisi .............................................................20
3. Program Siaran Televisi ...............................................22
B. Produksi Program Televisi ......................................................24
1. Pra Produksi .................................................................24
2. Produksi........................................................................26
x
xi
3. Pasca Produksi .............................................................28
C. Produksi Program Melalui Streaming .....................................31
D. Program Dakwah Televisi selama Covid-19 ...........................31
BAB III GAMBARAN UMUM MAJT TV DAN PROGRAM RADIO
ON TV
A. Profil MAJT TV .....................................................................33
1. Gambaran Umum MAJT TV............................................33
2. Program Acara MAJT TV ................................................34
B. Analisis Program Radio On TV..............................................37
1. Profil Program RADIO ON TV .......................................37
2. Unit Program RADIO ON TV..........................................39
C. Proses Produksi Program Dakwah Radio On TV ..................40
BAB IV ANALISIS PRODUKSI PROGRAM DAKWAH RADIO ON
TV
A. Analisis Produksi Program Dakwah Radio On Tv .................44
B. Analisis SWOT Proses Produksi Radio On TV .....................50
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan .............................................................................55
B. Saran .......................................................................................55
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................57
LAMPIRAN – LAMPIRAN ................................................................................59
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ............................................................................74
xi
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan komunikasi dan informasi saat ini sangat signifikan,
komunikasi dan informasi sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan
dari masyarakat, karena sudah menjadi sebuah kebutuhan di kehidupan
masyarakat. dengan adanya media massa masyarakat saat ini menjadi lebih
mudah dalam mendapatkan informasi (Khatimah, 2018: 121). Akses dalam
menggunakan media massa semakin berkembang dan bertambah banyak
mulai dari cetak hingga ke bentuk audio dan visual.
Televisi yang merupakan bagian dari media massa yang cukup
fenomenal pada masa penemuannya, karena televisi dapat menggabungkan
unsur-unsur audio dan visual secara bersamaan. Penemuan televisi ini bukan
hanya membawa perubahan terhadap perkembangan teknologi, akan tetapi
juga membawa perubahan di kehidupan masyakat (Cahyaningrum, 2013:
48). Misalnya seperti pengaruh terhadap budaya masyarakat, ekonomi,
kehidupan sosial, dan lain – lain. Televisi saat ini telah menjadi kebutuhan
bagi sebagian masyarakat sebagai sarana untuk mendapatkan informasi
maupun hiburan.
Pertumbuhan industri televisi di Indonesia, terutama lahirnya banyak
stasiun televisi berbasis streaming, menjajikan banyak harapan. Kehadiran
televisi berbasis streaming menambah variasi atau pilihan bagi masyarakat
untuk mendapatkan informasi, hiburan, dan pendidikan.
Streaming bisa menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam
mengetahui isu-isu ataupun informasi yang dibutuhkan. Selain itu
keberadaan televisi streaming dapat mengembangkan potensi dalam
perkembangan tekonologi informasi sehingga menjadi lebih maju dan
meningkatnya kualitas teknologi masyarakat.
Kekuatan televisi streaming terletak pada kemudahan mengakses
dilihat dari perkembangan teknologi internet yang saat ini banyak digunakan
1
2
untuk mencari informasi. Untuk itu televisi streaming ditunjukan untuk
menciptakan, memproduksi dan mengemas program-program yang benar-
benar menarik dan menghibur serta dapat mencari perhatian masyarakat.
Mulai program berita, musik dan hiburan, pendidikan, program
kebudayaan hingga potensi ekonomi dalam masyarakat. Televisi streaming
dapat digunakan sebagai salah satu media untuk berdakwah, karena
kemampuannya yang dapat menjangkau daerah yang cukup luas siarannya
dan dapat dengan mudah diakses di mana saja dengan menggunakan internet
(Wibowo, 2007:39)
Pengelola televisi harus mampu menyajikan program yang menarik
dan disenangi setiap elemen masyarakat, namun tetap tidak meninggalkan
motif awal yakni untuk menyebarkan ajaran Islam. Pengelola televisi harus
mampu mengimbangi kemajuan teknologi pertelevisian, karena itu
pengelola harus selalu meningkatkan teknik produksinya, agar tidak terkesan
monoton tetapi mampu membuat khalayak penonton lebih betah untuk
menonton program acaranya terutama program dakwah.
MAJT TV merupakan stasiun televisi lokal yang berdiri dan
mengudara di Kota Semarang, Jawa Tengah. Diawali dengan
penandatanganan kerjasama antara MAJT, MAJT-TV, Udinus, dan TVKU
pada 8 Januari 2017. Naskah kerja sama ditandatangani oleh Rektor Udinus
Prof Dr Ir Edi Noersasongko MSc, Ketua MAJT Dr H Noor Achmad MA,
Dirut TVKU Dr Guruh Fadjar Sidiq, dan Dirut MAJT-TV Drs Agus
Fathuddin Yusuf MA. Kemudian menghasilkan buah kesepakatan kerja
sama siaran MAJT TV akan dilakukan 2 jam setiap hari di channel TVKU.
MAJT TV memiliki slogan Televisi Dakwah Masa kini. Dengan
semangat seperti itulah MAJT TV hadir ditengah-tengah masyarakat Jawa
Tengah. Sebagai pionir televisi dakwah di Jawa Tengah yang ingin
menghadirkan program program yang informatif, edukatif tetapi juga
mengandung nilai hiburan. MAJT TV mulai mengudara pada tanggal 27 Mei
2017 atau 1 Ramadhan 1438 H MAJT TV dapat mengudara secara lokal
dengan siaran bersama di frekuensi TVKU Semarang Channel 49 UHF.
2
3
Seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya kebutuhan
masyarakat, MAJT TV mulai memposisikan diri sebagai stasiun televisi
digital dengan menerapkan berbagai layanan media sosial, Youtube, website,
live streaming sehingga lebih stabil dan jernih. Dengan memaanfaatkan
siaran melalui Youtube, MAJTTV dapat mejangkau pemirsanya secara
siaran langsung dan dapat lebih mudah diakses secara berulang ulang,
Didukung dengan teknisi yang berpengalaman, menjadikan MAJT TV
sebagai televisi lokal satu-satunya di Semarang yang didirikan oleh tempat
ibadah yakni Masjid Agung Jawa Tengah.
MAJT TV didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan
professional dalam bidang broadcasting, serta ditunjang dengan infrastuktur
dan peralatan yang lengkap untuk mendukung konsep acara secara kreatif
dan inovatif yang diinginkan masyarakat. MAJT TV terus berbenah dan
mengikuti perkembangan zaman dengan tetap mempertahankan ciri khas
televisi dakwah. Program-program acara yang disajikan pun mulai
berkembang dan beragam dengan menyasar target sasaran usia produktif 18
– 60 tahun. MAJT TV tengah bersiap pada tranformasi era televisi digital
yang dicanangkan akan dimulai April 2022.
Sebuah stasiun televisi dalam memproduksi sebuah program atau
tayangan harus melalui tahapan tertentu agar menghasilkan informasi yang
dibutuhkan oleh masyarakat. Mulai dari pre production planning (persiapan
produksi), set-up and rehearsal (persiapan teknis), production (produksi),
dan post production (penyelesaian produksi). Tahapan produksi tersebut bisa
dikerjakan melalui broadcasting house dan rumah produksi atau sering
disebut production house, kemudian disimpan dalam kaset dan dijual kepada
khalayak (Wahyudi, 1992: 57).
Salah satu program talkshow yang diproduksi MAJT TV adalah
program dakwah “Radio On TV”. Program talkshow ini bernuansa dakwah
yang hadir dan mengangkat lebih mendalam mengenai problematika yang
sedang hangat diperbincangkan di tengah masyarakat serta menghadirkan
narasumber yang kompeten di bidangnya. Pendakwah dalam produksi
3
4
program dakwah Radio On TV berperan sebagai narasumber dan merupakan
unsur yang penting begitu juga dengan kerabat kerjanya.
Kerabat kerja acara Radio On TV di MAJT TV harus mempunyai
perencanaan yang baik sebelum produksi acara Radio On TV berlangsung,
untuk kelancaran dalam produksi acara Radio On TV dan mampu
menghasilkan acara Radio On TV yang diinginkan sehingga layak untuk
ditayangkan. Dengan demikian, penulis tertarik untuk melakukan penelitian
terhadap proses produksi siaran dakwah dalam acara Radio On TV, dengan
meneliti proses produksi dari pra produksi, produksi, hingga pasca produksi.
Sebelum acara Radio On TV tersebut ditayangkan, terlebih dahulu
harus ada proses produksi. Hal ini disebabkan karena proses produksi
dakwah Radio On TV adalah tugas bagi kerabat kerja MAJT TV untuk
mengatur acara tersebut menjadi siap tayang. Dalam produksinya, kerabat
kerja MAJT TV harus mengikuti siaran yang berkualitas untuk merebut
perhatian penonton dan meningkatkan peralatan yang setiap tahunnya
semakin canggih.
Pentingnya siaran dakwah yang ditayangkan di MAJT TV karena
pada dasarnya stasiun televisi iitu mampu memberikan suatu tayangan yang
mendidik dan mampu memberikan motivasi bagi masyarakat sekitar serta
lebih peka terhadap informasi mengenai siaran dakwah.
Pertengahan tahun 2020, Indonesia telah dilanda pandemi COVID-
19 yang berasal dari Wuhan, China pada 31 Desember 2019. Coronavirus-
2019 (COVID-19) ini menjadi pandemi global yang bertahan cukup lama.
Hingga akhir tahun 2021, pandemi ini masih bertahan. Membuat banyak hal
terkena dampaknya, seperti krisis ekonomi. Media televisi pun terkena
dampak, karena pemerintah memutuskan untuk penundaan syuting program,
yang membuat perubahan dalam proses produksi (Mustafa, 2021:195).
Pada masa Covid-19 sekarang, seluruh dunia merasakan dampaknya
tidak terkecuali Indonesia. Baik dampak secara kesehatan maupun ekonomi,
Proses produksi Radio On TV sebelum covid-19 biasanya proses produksi
didalam ruangan berisi banyak orang baik host, narasumber, produser,
4
5
kameramen, dan technical support. Kini adanya covid-19 terjadi perubahan
pada proses produksi Radio On TV, pembatasan kru yang terlibat produksi
didalam studio serta upaya pemberlakuan protokol kesehatan mulai kru
produksi hingga host dan narasumber, seperti pengecekan suhu, memakai
masker, mencunci tanga dan menjaga jarak. Terkadang jika kondisi
narasumber sedang tidak sehat proses produksi menggunakan aplikasi zoom.
Hal tersebut demi menjaga kesehatan bersama seluruh pihak yang terlibat
produksi.
Berdasarkan uraian di atas, maka dari itu penulis tertarik untuk
meneliti proses produksi siaran dakwah yang dtayangkan MAJT TV, dengan
judul penelitian: “Produksi Program Dakwah Radio On TV di MAJT TV
Selama Covid-19”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang dapat dirumuskan masalah
dalam penelitian skripsi ini adalah bagaimana proses produksi program
Dakwah Radio On TV di MAJT TV Semarang selama Covid-19?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui proses produksi yang dilakukan tim dalam program
acara Radio On TV di MAJT TV selama Covid-19, ditinjau dari 3 tahapan
produksi, yakni Pra Produksi, Produksi dan Pasca Produksi.
Adapun penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat,
ditinjau dari dua aspek baik secara teoritis maupun praktis. Diantaranya,
yaitu :
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah dan referensi bagi
pengembengan ilmu pengetahuan di Jurusan Komunikasi dan Hostan
Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang
dalam penemuan kaidah ataupu mengenai cara proses produksi suatu
program acara dakwah berlangsung yang diterapkan oleh televisi
swasta lokal yaitu stasiun MAJT TV.
5
6
2. Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan menjadi sebuah perkembangan tentang
penelitian Komunikasi dan Hostan Islam terutama pada kajian-kajian
media massa dan khususnya pada program-program acara pertelevisian
Indonesia yang saat ini terus berkembang, serta penelitian ini menjadi
sebuah masukkan untuk para pengelola stasiun televisi, khususnya yang
menjadikan televisi sebagai media dakwah.
D. Tinjauan Pustaka
Terkait dengan penelitian terdahulu, peneliti telah melacak beberapa
penelitian sebelumnya seperti skripsi, jurnal, artikel maupun penelitian
lainnya tentang produksi program dakwah yang ada kaitannya dengan
penelitian yang dilakukan peneliti. Peneliti akan menyajikan beberapa
penelitian terdahulu yang ada relevansinya dengan judul di atas, antara lain:
Pertama, Skripsi yang ditulis oleh Awaluddin Idris (2017)
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dengan judul Analisis Proses
Produksi Program Inspirasi Islam I News Tv Makassar. Penelitian ini
bertujuan memaparkan secara jelas proses produksi program siaran Inspirasi
Islam iNews TV Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan metode deskriptif. Metode deskriptif sebagai metode
yang hanya memaparkan situasi dan peristiwa yaitu mengambarkan
keadaan yang sebenarnya. Penelitian ini menggunkan teknik berupa
wawancara, analisis data yang dilakukan penulis dengan pihak yang terlibat
langsung dengan penelitian yang dimaksud.
Hasil dari penelitian ini adalah program Inspirasi Islam diharapkan
bisa menjadi program realigi yang bermanfaat bagi masyarakat luas
khususnya di Sulawesi Selatan. Selain itu program Inspirasi Islam
diharapkan bisa lebih inovatif dalam mengoptimalkan kualitas dan produksi
siarannya. Persamaan judul skripsi Awaluddin Idris dengan skripsi yang
akan peneliti buat yaitu sama-sama mengalisis proses produksi yang
diterapkan pada sebuah program media dakwah. Sedangkan letak perbedaan
6
7
nya adalah pada media yang digunakan, pada skripsi Awaluddin Idris
subjeknya adalah I News TV Makassar. Sementara, skripsi ini penulis akan
membahas secara spesifik tentang Proses Produksi Program Dakwah
Radio On Tv yang ditayangkan oleh MAJT TV melalui Channel
Youtubenya.
Kedua, Skripsi yang ditulis oleh Ariesta Hadi Wulandari (2020)
Institut Agama Islam Negeri Salatiga dengan judul Analisis Proses
Produksi Program Acara Dakwah Dalam TV Lokal (Studi di ADiTV
Yogyakarta). Penelitian bertujuan mengetahui proses produksi program-
program acara yang ada di ADi TV secara keseluruhan mulai dari pra
produksi sampai pasca produksi. Dalam penelitian ini menggunakan
jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data berupa
wawancara, analisis data yang dilakukan penulis dengan pihak yang
terlibat langsung dengan penelitian yang dimaksud, penulis juga
menggunakan data dokumentasi yang terkait. Hasil penelitian ini adalah
mengetahui secara keseluruhan proses produksi dan program – program
yang ditayangakan di ADiTV dengan tahapan-tahapan, preproduction
planning (pra produksi), set up and rehearsal, production (produksi) dan
post production (pasca produksi). Allah SWT. Persamaan penelitian yang
akan dilakukan penulis dengan penelitian yang dilakukan oleh Ariesta Hadi
Wulandari adalah keduanya menganalisis proses produksi program
dakwah dalam televisi iNews TV sesuai dengan tahapan pra produksi
hingga pasca produksi, Sedangkan perbedaannya terletak pada objek
penelitiannya, skripsi Ariesta Hadi Wulandari berfokus pada Program
Acara Dakwah di ADiTV Yogyakarta, dilaksanakan untuk proses
produksi hingga siap tayang). Sementara, objek penelitian ini yaitu
Radio On TV di MAJT TV.
Ketiga, Skripsi yang ditulis oleh Merlinda Ramadhani (2020) Insitut
Agama Islam Negeri Kudus dengan judul Analisis Programming Acara
Religi “Ulama Menyapa” di TVKU Semarang. Penelitian ini bertujuan
mengetahui proses pemrograman (programming) TVKU Semarang dalam
7
8
mengemas Ulama Menyapa sebagai sebuah program religi, serta
mendeskripsikan kendala dan solusi atas pemrograman (programming)
acara religi “Ulama Menyapa” pada TVKU Semarang. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Jenis
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu field research (peneliti
terjun langsung ke tempat terjadinya gejala- gejala yang akan diselidiki).
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi
dan dokumentasi di TVKU Semarang pada program acara religi Ulama
Menyapa. Persamaan judul skripsi Merlinda Ramadhani dengan skripsi
yang akan peneliti buat yaitu sama-sama mengalisis proses produksi yang
diterapkan pada sebuah program media dakwah. Sedangkan letak perbedaan
nya adalah pada media yang digunakan, pada skripsi Merlinda Ramadhani
objek penelitiannya adalah Program Religi Ulama Menyapa yang
ditayangkan TVKU Semarang. Sementara, penulis akan membahas
Program Dakwah Radio On Tv yang ditayangkan MAJT TV melalui
Channel Youtubenya.
Keempat, Skripsi yang ditulis oleh Farhan Faishal (2021)
Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta dengan judul Produksi Program
Siaran “Podc ast TV Show” di TvMu di Era Covid-19. Penelitian ini
bertujuan mengetahui proses produksi program acara Podcast TV Show
yang terdiri dari : Pra produksi, Produksi, dan Pasca produksi dengan
karakter siaran yang disajikan program acara Podcast TV Show. Penelitian
ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan melakukan penelitian
yang menghasilkan data berupa kata-kata, gambar dan buku. Dengan
instrumen penelitian menggunakan teori Three Production Phases dari
Herbert Zettl tentang tahap produksi siaran meliputi, pra produksi, produksi,
dan pasca produksi. Hasil penelitian ini adalah mengetahui proses produksi
daring melalui zoom untuk menghindari penularan Covid-19 jika
narasumber tidak dapat hadir secara offline. Jika narasumber berkenan hadir
ke studio maka narasumber melampirkan hasil bukti tes Virus Covid-19.
Persamaan penelitian yang akan dilakukan penulis dengan penelitian yang
8
9
dilakukan oleh Farhan Faishal adalah keduanya menganalisis proses
produksi program dakwah sesuai dengan tahapan pra produksi hingga
pasca produksi dengan memperhatikan protokol kesehatan, berusaha
mengetahui Produksi dakwah yang digunakan. Sedangkan
perbedaannya terletak pada subjek penelitiannya.
Kelima, Skripsi yang ditulis oleh Noviarista Ana Rofillah (2021)
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan judul Proses Produksi
Program Sentuhan Qolbu Di TVRI Yogyakarta Sebelum dan Saat Pandemi
Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses
produksi program “Sentuhan Qolbu” di TVRI Yogyakarta sebelum dan saat
terjadinya pandemi COVID-19 yang ditinjau dari tiga tahapan produksi,
yaitu tahapan pra-produksi, produksi dan pasca-produksi. Penulis
menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu sebuah penelitian yang
digunakan untuk memahami suatu fenomena dalam kontak sosial secara
alami dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam
antara peneliti dengan objek yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang
digunakan ialah metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Dengan
menggunakan ketiga teknik itu peneliti mendapatkan hasil yang lebih valid
dan maksimal. ketiga teknik itu peneliti mendapatkan hasil yang lebih valid
dan maksimal. Hasil penelitian ini menjelasan bahwa program acara
“Sentuhan Qolbu” adalah program acara dakwah bersifat religi dengan
format tapping atau melalui proses editing yang berjenis program talkshow
antara narasumber (da’i) dengan host dalam melaksanakan proses produksi
program acara dakwah tersebut. Produksi program Sentuhan Qolbu
melakukan tiga tahapan produksi program, yaitu pra-produksi, produksi
hingga pasca produksi meski dalam kondisi pandemi COVID-19.
Persamaan penelitian yang akan dilakukan penulis dengan penelitian yang
dilakukan oleh Noviarista Ana Rofillah adalah keduanya menganalisis
proses produksi program dakwah sesuai dengan tahapan pra produksi
hingga pasca produksi dengan memperhatikan protokol kesehatan,
9
10
berusaha mengetahui Produksi dakwah yang digunakan. Sedangkan
perbedaannya terletak pada subjek penelitiannya.
E. Metode Penelitian
1. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yakni suatu
penelitian ilmiah yang bertujuan untuk memahami suatu fenomena
dalam konteks sosial secara alamiah dengan mengedepankan proses
interaksi komunikasi yang mendalam anata peneliti dengan fenomena
yang diteliti (Herdiansyah, 2012:9).
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk
memaham fonemena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian
misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain. Secara
holisik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa,
pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan
berbagai metode ilmiah (Moleong, 1993: 6).
Jenis pendekatan yang digunakan deskriptif kualitatif.
Desakriptif kualitatif adalah suatu pendekatan yang bertujuan
megumpulkan data yang berupa kata-kata, gambar-gambar, dan bukan
angka-angka. Data dimaksud meliputi transkip wawancara, catatan data
lapangan, foto-foto, dokumen pribadi, nota dan catatan lainnya
(Surakhmad, 1989:139).
Penulis akan menelusuri objek yang diteliti, meninjau ke
lapangan secara langsung untuk mendapatkan informasi mengenai
produksi program dakwah Radio On TV di MAJT TV Semarang selama
Covid-19.
2. Definisi Konseptual
Definisi konseptual digunakan sebagai penjelas agar tidak terjadi
kesalahpahaman pembaca terhadap judul “Produksi Program Dakwah
Radio On TV di MAJT TV Semarang Selama Covid-19”. maka perlu
adanya penjelasan dan penegasan terhadap istilah-istilah yang penulis
gunakan.
10
11
a. Analisis
Analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa
(karangan, perbuatan, dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan
yang sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dan
sebagainya) (Kemdikbud, 2002). Dalam penelitian ini, penulis
melakukan analisis terhadap proses produksi sebuah program di
televisi.
b. Produksi Streaming
Streaming adalah proses pengiriman data secara terus
menerus yang dilakukan secara broadcast melalui internet untuk
ditampilkan oleh aplikasi streaming pada komputer. Streaming
berasal dari bahasa Inggris yang artinya sungai, artinya proses
streaming diibaratkan seperti aliran sungai yang tak pernah terputus
kecuali mata airnya mengering. Seperti aliran sungai, aliran data
streaming dilakukan tanpa ada interupsi dan termenerus sehingga
data tersebut habis. Proses produksi yang dimaksud dalam penelitian
ini adalah runtutan seluruh kegiatan produksi program dakwah Radio
On TV di MAJT TV yang disiarkan secara streaming sebagai
alternatif selain siaran di televisi analog.
c. Program Siaran
Kata ”program” berasal dari bahasa Inggris programme atau
program yang berarti acara atau rencana (Morrisan, 2008: 199).
Siaran adalah pesan atau rangkaian pesan dalam bentuk suara,
gambar, atau suara dan gambar atau yang berbentuk grafis, karakter,
baik yang bersifat interaktif maupun tidak, yang dapat diterima
melalui perangkat penerima siaran (Peraturan Komisi Hostan
Indonesia Nomor 03 Tahun 2007 Tentang Standar Program Siaran).
Namun kata program lebih sering digunakan dalam dunia hostan di
Indonesia daripada kata siaran untuk mengacu pada pengertian
acara.
11
12
Umumnya program berdiri sendiri tidak terkait satu sama
lain sepanjang minggu dan bulan, namun ada acara yang
bersambung yang disebut sebagai television series. Bentuk program
semacam ini terdiri dari beberapa paket yang disebut sebagai
episode atau miniseries. Paket ini disiarkan secara mingguan pada
hari yang sama dan slot waktu yang sama, atau setiap hari pada jam
yang sama.
Dalam penelitian ini, penulis memfokuskan pada program
siaran yang ada di MAJT TV yaitu Radio On TV sebagai objek
penelitian. Program ini merupakan program rutinan dengan waktu
siaran mulai pukul 16.30-17.30 WIB setiap hari. Tayang di secara
live streaming di Youtube MAJT TV dan siaran tunda di TVKU
Semarang menjadikan alternatif dalam media pembelajaran agama
untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dari berbagai
permasalahan dan keutamaan dalam kehidupan sehari-hari bagi
masyarakat luas.
3. Sumber dan Jenis Data
Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kat-kata dan
tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain
(Moleong, 1993:112). Jenis data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua
yaitu data primer dan data sekunder.
a. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil kata-kata dan
tindakan (Moleong, 1998:22). Jenis data primer yang dimaksud disini
adalah jenis data yang digali langsung dari subjek penelitian yang
bertanggung jawab dalam produksi Radio On TV. Sumber data
primer dalam penelitian ini semua diperoleh dari informan melalui
hasil wawancara peneliti dengan Ibu Fadjar Tri Utami, [Link],
selaku Direktur MAJT TV dan Dadang Supriatna, selaku produser
MAJT TV dan penanggung jawab program Radio On TV, serta
tayangan program Radio On TV di channel Youtube MAJT TV.
12
13
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh lewat pihak lain, tidak
langsung diperoleh peneliti dari subjek penelitiannya (Azwar, 1998:
91). Jenis data sekunder yang dimaksud disini adalah jenis data yang
berwujud data dokumentasi atau data laporan yang telah tersedia
yang berkaitan dengan penelitian ini. Sumber data sekundernya
berupa buku-buku, majalah, artikel, atau karya ilmiah yang dapat
digunakan sebagai bahan yang mendukung dalam melakukan
penelitian.
4. Teknik Pengumpulan Data
Mengingat metode penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini
adalah kualitatif, maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data
berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.
a. Observasi
Pengertian observasi adalah perilaku yang tampak dan
adanya tujuan yang ingin dicapai. Perilaku yang tampak ini berupa
perilaku yang dapat dilihat langsung oleh mata, didengar, dihitung
dan dapat diukur (Herdiansyah, 2010:131–132).
Observasi merupakan bagian yang sangat penting dalam
penelitian kualitatif. Melalui observasi peneliti dapat
mendokumentasikan dan merefleksi secara sistematis terhadap
kegiatan dan interaksi subjek penelitian. Semua yang dilihat serta
didengar dalam observasi dapat dicatat dan direkam dengan teliti
jika itu sesuai dengan tema dan masalah yang dikaji dalam
penelitian.
Observasi haruslah mempunyai tujuan tertentu, agar mampu
mendeskripsikan lingkungan, aktivitas, individu yang terlibat dalam
lingkungan tersebut berserta aktivitas dan perilaku apa saja yang
muncul dalam lingkungan yang sedang di observasi.
Dalam hal observasi sendiri haruslah mempunyai panduan
observasi. Panduan ini berfungsi untuk memberikan batasan pada
13
14
peneliti supaya dalam melakukan observasi terhadap suatu
lingkungan tidak keluar dari tujuan yang telah direncanakan.
Dalam hal ini penulis melakukan peninjauan dan penelitian
langsung ke lingkungan kerja Stasiun MAJT TV atau lokasi
produksi program untuk mengumpulkan dan memperoleh data dari
proses produksi program dakwah Radio On TV di MAJT TV.
b. Wawancara
Wawancara adalah teknik dalam upaya menghimpun data
yang akurat untuk keperluan melaksanakan proses pemecahan
masalah tertentu, yang sesuai dengan data (Wardi, 1997: 72). Teknik
pengumpulan data berupa wawancara mendalam ini dilakukan pada
informan yang telah ditentukan. Wawancara tersebut bertujuan
untuk mendapatkan informasi yang terkait dari topik yang telah
ditentukan tentang proses produksi program Radio On TV.
c. Dokumentasi
Dokumentasi adalah setiap bahan tertulis seperti buku-buku,
foto, maupun film yang telah dipersiapkan oleh subjek karena
adanya permintaan seorang peneliti (Moleong, 1993:217).
Sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang
berbentuk dokumentasi. Sebagian besar yang tersedia adalah
berbentuk surat-surat, catatan harian, cenderamata, laporan, artefak,
foto, dan sebagainya. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan
waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui
hal-hal yang pernah terjadi di waktu silam (Masrukhin, 2016: 223-
224).
Bentuk dokumentasi yang dikumpulkan pada penelitian ini
berupa notulensi rapat pra produksi, notulensi rapat evaluasi, foto-
foto saat melakukan persiapan produksi program dan live program.
14
15
5. Teknis Analisis Data
Analisis data merupakan pencandraan dan penyusunan transkip
interview serta material yang lain yang telah terkumpul (Danim, 2002:
209). Pengolahan atau analisis data dilakukan setelah adanya data
terkumpul dari hasil pengumpulan data. Analisis data sering disebut
sebagai pengolahan data. Ada yang menyebut data preparation, ada pula
data analysis (Arikunto, 2002: 209).
Untuk mengolah data yang diperoleh dari penelitian ini, penulis
menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Yakni analisis
data yang telah diperoleh dengan membangun penjelasan secara
deskriptif data yang diperoleh sehingga temuan hasil penelitian akan
tersaji secara runtut, detail dan mendalam. Metode deskriptif yang
dimaksud adalah metode non statistik dengan penyajian atau pola pikir
dari umum ke khusus (Moleong, 2013: 10).
Proses analisis data dapat dilakukan sebelum memasuki
lapangan, selama di lapangan dan setelah selesai dari lapangan. Proses
analisis data dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu:
a. Reduksi Data
Reduksi data yaitu merangkum, memilih hal-hal yang
pokok, memfokuskan pada hal-hal penting, dicari tema dan polanya
(Milles, 1992: 16). Setelah peneliti melakukan wawancara kepada
MAJT TV, maka hal selanjutnya yaitu merangkum hal-hal yang
didapat sesuai dengan tema yang akan dibahas, yaitu tentang
“Produksi Dakwah MAJT TV melalui Program Radio On TV.
b. Display Data
Display data yaitu penyajian data dalam bentuk uraian
singkat atau teks yang bersifat narasi dan bentuk penyajian data yang
lain sesuai dengan sifat data itu sendiri. Yang paling sering
digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah
dengan teks yang bersifat naratif (Sugiyono, 2014: 341). Display
data dalam hal ini adalah setelah peneliti melakukan observasi di
15
16
lapangan tentang “Produksi Dakwah MAJT TV melalui Program
Radio On TV”, kemudian selanjutnya menguraikan dalam bentuk
narasi atau uraian cerita tentang apa yeng diperoleh.
c. Verifikasi data
Verifikasi data adalah penarikan kesimpulan. Kesimpulan
ini mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan
sejak awal tetapi juga mungkin tidak. Karena seperti telah
dikemukakan bahwa masalah dan rumusan masalah dalam
penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang
setelah mendapatkan bukti baru pada penelitian di lapangan
(Sugiyono, 2014: 345).
Bila kesimpulan di awal didukung data yang valid sesuai
yang ditemukan di lapangan dan secara konsisten, maka kesimpulan
tersebut kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan (Abu Achmadi,
dkk, 2013: 60).
Jadi dari data yang diperoleh melalui beberapa metode,
metode wawancara, observasi dan dokumentasi, maka dapat
dianalisis dan memperoleh gambaran mengenai bagaimana Produksi
Dakwah MAJT TV melalui Program Radio On TV.
16
17
F. Sistematika Penulisan
Guna memudahkan pemahaman pada penelitian ini dan membentuk suatu
sistematika yang baik dan terarah, maka setiap pembahasannya akan terbagi
menjadi beberapa bagian, yakni:
BAB I : Bab ini merupakan pendahuluan, yang di dalamnya mencakup
ruang lingkup penulisan dari keseluruhan skripsi ini, meliputi
latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat
penelitian, tinjauan pustaka, kerangka teori, metode penelitian,
dan sistematika penulisan.
BAB II : Bab ini terdiri atas tinjauan umum tentang pengertian Televisi,
Teori tentang Produksi Program Televisi. Kemudian dijelaskan
pula mengenai Produksi Program Melalui Streaming dan
Program Dakwah Televisi Selama Covid-19
BAB III : Pada bab ini, penulis akan lebih banyak menguraikan terkait
dengan gambaran umum MAJT TV, mulai dari sejarah berdirinya
hingga tujuan serta visi-misi MAJT TV, dan tentunya lebih lanjut
penulis juga akan menjelaskan terkait program RADIO ON TV.
BAB IV : Dalam bab ini berisi tentang Analisis Produksi dakwah yang
digunakan MAJT TV dalam program RADIO ON TV.
BAB V : Bab ini merupakan penutup yang memuat kesimpulan dari
berbagai pembahasan yang telah dilakukan. Pada bagian ini,
berisi pula hasil penelitian serta saran dan [Link] ini
berisikan kajian produk yang telah direvisi, saran pemanfaatan
produk, diseminasi proBABduk, dan pengembangan penelitian
lanjutan.
17
BAB II
TELEVISI DAN PRODUKSI PROGRAM DAKWAH
A. Televisi
1. Pengertian Televisi
Televisi yaitu media komunikasi yang bersifat audio-visual
(dengar lihat) dengan penyajian berita yang berorientasi pada
produksi dari kenyataan. Kekuatan utama dari media televisi adalah
suara dan gambar. Dampak pemberitaan melalui televisi bersifat
lebih nyata, karena melibatkan aspek suara dan gambar sehingga
lebih memberi pengaruh yang kuat kepada pemirsa.
Media televisi memiliki fungsi yang lebih dominan pada
hiburan dibandingkan fungsi memberi informasi dan mendidik.
Kelebihan televisi adalah sifatnya audio-visual yang dapat didengar
dan dilihat secara langsung, di samping pemirsa mendapat sajian
informasi berita yang lebih realistik, yang sesuai dengan keadaan
sebenarnya. Media televisi sangat dipengaruhi beberapa faktor,
seperti pemirsa, alokasi waktu, durasi penayangan, dan cara
penyajian berita (Yunus, 2010: 32).
Televisi dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah sistem
hostan gambar disertai bunyi (suara) melalui kabel atau angkasa
menggunakan alat pengubah cahaya (Suara) menjadi gelombang
listrik dan mengubahnya kembali menjadi berkas cahaya yang dapat
dilihat dan bunyi yang dapat di dengar.
Televisi merupakan media yang dianggap paling
memengaruhi khalayaknya dalam hal penyampaian informasi.
Media televisi sebagai salah satu media massa elektronik yang di
gemari masyarakat memiliki daya tarik karena program audio
visualnya mampu memberikan informasi, hiburan, dan pendidikan
yang udah dicerna, dinikmati, dan ditiru. Sehingga pemirsa televisi
18
19
sangat cepat dapat dipengaruhi oleh media yag satu ini, baik itu
positif ataupun negatifnya.
a. Sejarah Televisi
Prinsip televisi ditemukan oleh Paul Nipkow dari
Jerman pada tahun 1884, namun baru tahun 1928 Vladimir
Zworkn (Amerika Serikat) menemukan tabung kamera atau
iconoscope yang biasa menangkap dan mengirim gambar ke
kotak bernama televisi. Iconoscope bekerja mengubah gambar
dari bentuk gambar optis kedalam sinyal lektronis untuk
selanjutnya diperkuat dan ditumpangkan kedalam gelombang
radio. Zworkyn dengan bantuan Philo Fransworth berhasil
menciptakan pesawat televisi pertama yang dipertunjukkan
kepada umum pada pertemuan World’s fair pada tahun 1939
(Morissan, 2011: 6)
Awalnya ditahun 1945, hanya terdapat delapan stasiun
televisi dan 8000 pesawat televisi di seluruh AS. Namun
sepuluh tahun kemudian, jumlah stasiun televisi meningkat
menjadi hampir 100 stasiun sedangkan jumlah rumah tangga
yang memiliki pesawat televisi mencapai 35 juta rumah tangga
atau 67 persen dari total rumah tangga.
Semua program televisi pada awalnya ditayangkan
dalam siaran langsung (live). Pertunjukan opera di New York
menjadi program favorit televisi dan disiarkan secara langsung.
Ketika itu, belum ditemukan kaset penyimpan suara dan gambar
(videotape). Pengisi acara televisi harus mengulang lagi
pertunjukannya beberapa kali agar dapat disiarkan pada
kesempatan lain. Barulah pada tahun 1956, Ampex Corporation
berhasil mengembangkan videotape sebagai sarana yang murah
dan efisien untuk menyimpan suara dan gambar program
televisi. Pada awal tahun 1960-an hampir seluruh program, yang
19
20
ada awalnya disiarkan secara langsung, diubah dan disimpan
dalam videotape.
Pesawat televisi berwarna mulai diperkenalkan kepada
publik pada tahun 1950-an. Siaran televisi berwarna
dilaksanakan pertama kali oleh stasiun televisi NBC pada tahun
1960 dengan menayangkan program siaran berwarna selama
tiga jam setiap harinya.
b. Televisi Lokal
Stasiun hostan televisi lokal merupakan stasiun hostan
dengan wilayah siaran terkecil yang mencangkup satu wilayah
kota atau kabupaten. Undang-undang hostan mengatakan
bahwa: stasiun hostan lokal dapat didirikan di lokasi tertentu
dalam wilayah Negara Republik Indonesia dengan wilayah
jangkauan terbatas pada lokasi tertentu ( UU Hostan No.32
Tahun 2002 Pasal 31 ayat 5).
Ini berarti syarat atau kriteria suatu stasiun dikategorikan
sebagai hostan lokal adalah lokasi sudah ditentukan dan
jangkauan siaran terbatas. Perusahaan lokal tentu saja tidak
perlu memasang iklan pada media massa yang memiliki daya
jangkauan siaran yang meliputi sebagian besar wilayah Negara
karenaa tidak efektif dan membutuhkan biaya besar.
Pemasangan iklan lokal sebaiknya memilih media dangan
cakupan siaran yang tebatas pada wilayah pemasaran lokal.
2. Fungsi Televisi
Pada hakikatnya media televisi sebagai media komunikasi
pandang dan dengar mempunyai tiga fungsi yaitu :
a. Fungsi Informasi (The Information Function)
Dalam melaksanakan fungsinya sebagai sarana
informasi tidak hanya dalam bentuk siaran pandang mata, atau
berita yang dibacakan host, dilangkapi gambar-gambar yang
20
21
faktual, akan tetapi juga menyiarkan bentuk lain seperti
ceramah, diskusi dan komentar. Televisi dianggap sebagai
media massa yang mampu memuaskan pemirsa dirumah jika
dibandingkan dengan media lainnya. Hal ini dikarenakan efek
audio dan visual yang memiliki unsur immediacy dan realism.
Immediacy, mencakup pengertian langsung dan dekat.
Peristiwa yang disiarkan oleh stasiun televisi dapat dilihat dan
didengar olah para pemirsa pada saat periatiwa itu berlangsung.
Host yang sedang membaca berita, pemuka masyarakat yang
sedang membaca pidato atau petinju yang sedang melancarkan
pukulannya, tampak dan terdengar oleh pemirsa, seolah-olah
mereka berada ditempat peristiwa itu terjadi, meskipun mereka
berada dirumah masing-masing jauh dari tempat kejadian, tapi
mereka dapat menyaksikan pertandingan dengan jelas dari jarak
yang amat dekat. Lebih-lebih ketika menyaksikan pertandingan
sepak bola, misalnya mereka akan dapat melihat wajah seorang
penjaga gawang lebih jelas, dibandingkan dengan jika mereka
berdiri di tribun sebagai penonton.
Realism, yang berarti bahwa stasiun televisi menyiarkan
informasinya secara audio dan visual dengan perantara
mikrofon dan kamera apa adanya sesuai dengan kenyataan
ketika suatu acara ditayangakan secara langsung (live). Jadi
pemirsa langsung dapat melihat dan mendengar sendiri.
Bedanya televisi dengan media cetak adalah berita yang
disampaikan langsung direkam dan hanya menggunakan sedikit
editan untuk mendapatkan inti dari kajadian yang ingin
disampaikan, sedangkan bila di media cetak, berita yang sama
harus mengalami pengolahan terlebih dahulu oleh wartawan
baru kemudian disajikan pada pembaca.
21
22
b. Fungsi Pendidikan (The Education Function)
Televisi merupakan sarana yang ampuh untuk
menyiarkan pendidikan kepada khalayak yang jumlahnya
begitu banyak dan disampaikan secara simultan. Sesuai dengan
makna pendidikan, yakni meningkatkan pengetahuan dan
penalaran masyarakat televisi menyiarkan acaranya secara
teratur dan terjadwal seperti pelajaran bahasa indonesia,
matematika, dan lainnya. Selain itu televisi juga menyajikan
acara pendidikan yang bersifat informal seperti sandiwara,
legenda dan lain-lain.
c. Fungsi Hiburan (The Entartaint Function)
Dalam negara yang masyarakatnya masih bersifat
agraris, fungsi hiburan yang melekat pada televisi siarannya
tampaknya lebih dominan. Sebagian besar dari alokasi waktu
siaran diisi oleh acara-acara hiburan. Hal ini dapat dimengerti
karena pada layar televisi dapat ditampilkan gambar hidup
beserta suaranya bagaikan kenyataan, dan dapat dinikmati di
rumah-rumah oleh seluruh keluarga, serta dapat dinikmati oleh
khalayak yang tidak dimengerti bahasa asing bahkan yang tuna
aksara.
3. Program Siaran Televisi
Kata ”program” berasal dari bahasa Inggris programme atau
program yang berarti acara atau rencana (Morrisan, 2008: 199).
Siaran adalah pesan atau rangkaian pesan dalam bentuk suara,
gambar, atau suara dan gambar atau yang berbentuk grafis, karakter,
baik yang bersifat interaktif maupun tidak, yang dapat diterima
melalui perangkat penerima siaran (Peraturan Komisi Hostan
Indonesia Nomor 03 Tahun 2007 Tentang Standar Program Siaran).
Namun kata program lebih sering digunakan dalam dunia hostan di
Indonesia daipada kata siaran untuk mengacu pada pengertian acara.
22
23
Umumnya program berdiri sendiri tidak terkait satu sama
lain sepanjang minggu dan bulan, namun ada acara yang
bersambung yang disebut sebagai television series. Bentuk program
semacam ini terdiri dari beberapa paket yang disebut sebagai episode
atau miniseries. Paket ini disiarkan secara mingguan pada hari yang
sama dan slot waktu yang sama, atau setiap hari pada jam yang sama.
Secara umum program televisi dikelompokan menjadi tiga
kelompok besar (Djamal dan Fachrudin, 2011 : 163) :
a. Program Berita
Pogram televisi yang bersifat Faktual, Aktual dan sangat
berimplikasi terhadap kehidupan masyarakat (Significant)
b. Program Informasi
Program televisi yang bersifat ilmu pengetahuan dan
pendidikan, program ini sangat bermanfaat untuk kehidupan.
c. Program Hiburan
Program televisi yang bersifat fiksi, menghibur dan menitik
beratkan kepada kepuasan personal.
Pada perkembangannya program televisi tidak hanya terdiri
dari tiga di atas, namun ditambah dengan program siaran promosi.
Dimana program ini bersifat promosi suatu produk barang maupun
jasa, pada perkembangannya iklan tidak hanya bertujuan untuk
promosi suatu barang dan jasa melainkan juga bertujuan informasi
sosial atau umumnya disebut iklan layanan masyarakat.
23
24
B. Produksi Program Televisi
Menurut Alan Wurtzel yang dikutip dewanto Sastro Subroto
dalam bukunya berjudul Produksi Acara Televisi. Alan Wurtzel
menyebut SOP dengan istilah “Four stage of Television Production,”
yaitu: (1) Preprduction planning; (2) set up and rehearsal; (3)
Production; (4) post production. Perincian kegiatan setiap tahapan dari
Alan Wurtzel di jelaskan secara jelas, Hal ini dilakukan agar para pemula
dalam produksi siaran televisi tidak membingungkan (Latief, dkk, 2015:
146).
1. Pra Produksi
Pra produksi (Preproduction) adalah tahapan pelaksanaan
pencarian ide, gagasan, perencanaan, pemilihan pengisi acara
(talent), lokasi, dan kerabat kerja (Crew) pada tahapan ini yang
bertanggung jawab adalah eksekutif produser, produser, direktur
(program direktur), dan kreatif. Mereka duduk bersama dalam forum
brainstorming yang disebut sebagai planning meeting, mencari dan
mengolah gagasan yang akan dituangkan dalam bentuk proposal,
penulisan rundown, naskah, dan (time scedule) program (Latief, dkk,
2015: 148).
Melalui planning meeting setiap ide dipresentasikan dan
diuji dari sudut pandang estetika dan informarif, dengan melihat
peluang ekonomi dan sosialnya atau pun sebaliknya. Planning
meeting dapat dilakukan lebih dari satu kali pertemuan. Pada
pertemuan pertama biasa saja dihadiri oleh eksekutif produser,
produser, dan kreatif, tetapi pertemuan berikutnya dihadiri pelaksana
teknis diantaranya technical directur, audio engineer, lighting, art,
directur, dan desain grafis sebagai langkah untuk menghubungkan
ide satu dengan ide yang lainnya (Latief, dkk, 2015: 148).
Suatu konsep program yang dibuat dalam planning meeting
tidak dibuat dalam bentuk proposal program, tetapi biasa saja ide-
ide yang muncul dapat langsung disusun dalm bentuk
24
25
program/rundown. Rundown adalah susunan isi dan alur cerita dari
program acara yang dibatasi durasi dan segmentasi. Rundown
tersebut tidak final, tetapi mengalami revisi berulang kali hingga siap
tayang (Latief, dkk, 2015: 149).
Revisi rundown biasanya pada pengisi acara, materi,
sususan, atau tahapan acaranya. Pertimbangannya masalah daya
tarik, muatan emosi program sebagai suatu tontonan yang dapat
membahagiakan penonton dirumah.
Ada perlakuan berbeda dalam penyusunan rundown untuk
program regular dan program spesial. Jika program regular dapat
dibuat berupa program rundown saja, susunan dan materi tetap sama.
Konsep materi dan susunan rundown sudah sama setiap episode.
Kalaupun ada yang berbeda tidak signifikan. Hal ini dapat ditemui
pada program kuis atau games. Dimana setiap episode blocking
camera, host, pengisi acara, dan monitor pertanyaan posisi tetap
sama. Pergantian kamera, angle, komposisi, pergerakan objek,
timing effect lighting dan ilustrasi musiknya selalu sama setiap
episode. Hanya yang berbeda pengisi acaranya (Latief, dkk, 2015:
149).
Ada tiga bentuk rundown yang dibuat, yaitu: program
rundown, master rundown, dan operation rundown. Namun tidak
semua program harus dibuatkan ketiga jenis rundown tersebut.
Kembali kepada kepentingan program, apakah program tersebut
membutuhkan ketiga jenis rundown. Karena beberapa program
spesial kadang hanya cukup dengan program rundown tanpa perlu
master rundown dan operation rundown. Meski demikian, dalam
proses produksi tetap berjalan lancer sesuai rencana. Biasanya
program yang diproduksi di studio (indoor) (Latief, dkk, 2015: 150).
Jika pada tahapan praproduksi telah tersusun program
rundown, operation rundown, timetable, dan set design. Kemudian
25
26
dilaksanakan production meeting dengan tim kerja untuk
menjelaskan dan berkoordinasi tentang kesiapan pelaksanaan
produksi dengan melibatkan art directur, technical directur,
cameraman, audioman, lightingman, kreatif, asisten produksi,
asisten administrasi, unit manager, wadrobe, make up, properties,
special effect, dan lainnya.
Jika telah dilakukan koordinasi, maka tersusun konsep
program, tim kerja dan peralatan yang dibutuhkan. Dibuat technical
meeting untuk menjelaskan teknik pelaksanaan dari program
tersebut, dan berkoordinasi dengan seluruh tim kerja. Pada saat
technical meeting seluruh rencana kerja sudah tersusun bentuk
manual book.
Terdiri dari program rundown, operation rundown, atau
master rundown, stage design, list fasilitas teknis, schedule, time
table, list artis pendukung, wardrobe, daftar kerabat kerja,
spesifikasi lighting, dan audio. (Latief, dkk, 2015: 150).
2. Produksi
Produksi (production) adalah upaya mengubah naskah
menjadi audio video (AV). Produksi berupa pelaksanaan
perlengkapan gambar (taping) atau siaran langsung (Live). Pada
program informasi yang terikat waktu (time concern) dapat
diproduksi tanpa set up atau rehearsal. Bagi format program hiburan
setelah set up atau rehearsal baru dapat dilakukan perekaman atau
siaran langsung (Latief, dkk, 2015: 152).
Pada program informasi format straight news dapat
diproduksi tanpa set up atau rehearsal, karena tidak harus mengatur
posisi kamera dan melakukan blocking camera, karena momen yang
menjadi objek materinya dapat terlewatkan begitu saja. Objek materi
program bisa datangnya tidak diduga, apa, siapa, dimana, kapan,
mengapa, dan bagaimana. Namun tidak berarti program, time
26
27
concert tidak ada tahapan set up atau rehearsal tetap diperlukan.
Salah satu jenis teknik produksi ialah taping (Latief, dkk, 2015: 152-
153).
Taping (rekaman) merupakan kegiatan merekam adegan dari
naskah menjadi bentuk audio video (AV). Materi hasil rekaman akan
ditayangkan pada waktu yang berbeda dengan peristiwanya,
misalnya rekaman yang dilakukan pada minggu lalu, ditayangkan
minggu ini atau rekaman dilakukan pada pagi harinya, dan disiarkan
pada malam hari. Pelaksanaan rekaman dapat dilakukan dengan
cara:
a. produksi dilaksanakan sepenuhnya didalam studio;
b. dilaksanakan diluar studio;
c. produksi dilakukan di dalam dan di luar studio.
Ada beberapa teknik yang dilakukan dalam perekaman
program siaran televisi, yaitu:
a. Live on tape: produksi program yang direkam secara utuh
dengan konsep siaran langsung. Menggunakan beberapa kamera
dan direkam terus-menerus menggunkan VTR melaui vision
mixer, hasilnya akan diedit sebelum disiarkan. Live on tape
disebut juga dengan istilah MCR (Multi camera remot).
b. Multi camera recording: rekaman yang dilakukan dengan
beberapa kamera pada satu adegan, di mana setiap kamera
merekam sendiri-sendiri adegan tersebut, dengan komposisi dan
ukuran gambar berbeda. Hasil rekaman ini akan disatukan
dalam proses editing sebelum disiarkan.
c. Recording in segment: rekaman yng dilakukan menggunakan
satu atau lebih kamera bagian perbagian (scene) sesuai dengan
breakdown script. Bagian per bagian dapat juga diambil dari
beberapa angle dan komposisi kamera untuk memberikan
makna dan informasi. Istilah lain recording in segment yaitu
27
28
EFP (Electronic Field Production). Biasa digunakan untuk
program documenter atau hiburan dengan film style.
d. Single camera: produksi rekaman dengan satu kamera. Dimana
hasilnya melalui proses editing, gambarnya disusun untuk dapat
menjelaskan makna dan informasi sesuai kebutuhan program.
3. Pasca produksi
Pascaproduksi (postproduction) adalah tahapan akhir dari
proses produksi rogram sebelum on air. Dalam tahapan pasca
produksi program yang sudah direkam harus melalui beberapa proses,
di antaranya editing offline, online, insert graphic, narasi, effect
visual, dan audio serta mixing (Latief, dkk, 2015: 152-153).
a. Editing
Editing adalah penyuntingan, pemotongan,
penyambungan, merangkai pemotongan gambar secara runtut dan
utuh dari bagian-bagian dari hasil rekaman gambar dan suara.
Untuk editing ada dua teknik yang digunakan, yaitu editing linear
dan editing non linear. Editing linear adalah sistem editing
technologi analog (dari kaset ke kaset) menggunakan video tape
recorder (VTR), video mixer, audio mixer, dan character
generator. Adapun editing nonlinear adalah editing digital
menggunakan computer sebagai media kerjanya.
Materi didapat dari kaset tape diubah menjadi data. Data
tersebutlah yang akan diedit. Editing pada dasarnya adalah
penyeleksian serta pemaduan gambar dan suara untuk materi
yang tidak disiarkan langsung atau materi yang telah disiarkan,
editing video dan audio bertujuan :
1) Menghilangkan kesalahan atau penampilan yang kurang
bagus dalam gambar dan suara. Menghemat waktu dan
penggunaan ruang video dengan memilih kesinambungan
gerakan subyek yang dapat difahami manusia.
28
29
2) Menyinkronkan gambar dan suara.
3) Menciptakan paduan gambar dan suara, bagian acara menjadi
suatu acara yang menarik
4) Memberi efek gambar dan efek suara sehingga penampilan
acara semakin menarik.
Sekarang ini, Ada dua jenis teknik editing yang digunakan
untuk proses editing program, yaitu continuity editing dan
compilation editing.
1) Continuity editing: menghubungkan gambar yang satu
dengan lainnya. Sehingga tersusun cerita yang diinginkan.
Continuity editing dipakai pada program drama dan produksi
film.
2) Compilation Editing: editing yang tidak terlihat pada
kontinuitas gambar.
Gambar disusun berdasarkan script atau narasi. Compilation
editing digunakan untuk program documenter, straight news,
dan beberapa format program lainnya.
Contuinity editing dan compilation editing, kedua jenis
editing ini harus tetap memperhatikan: (1) Aspek rationable,
yaitu hasil editing harus masuk akal dalam menyambungkan
gambar-gambar satu sama lainnya, dengan mengikuti alur
cerita. Hanya melihat gambar tanpa penjelasan sudah dapat
dimengerti alur cerita yang ingin disampaikan. (2) Aspek
actactive, yaitu gambar-gambar yang diedit memiliki
kesatuan informasi, motivasi, ekspresi, dengan pemilihan
angle dalam komposisi shot yang benar dan baik agar
memberikan hasil editing yang indah dan enak ditonton
(Indrajaya, 2011: 139).
29
30
b. Narasi
Pada beberapa format program dibutuhkan narasi. Narasi
dapat dibuat sebelum proses editing offline, gambar yang diedit
mengikuti narasi, juga dapat dibuat setelah susunan gambar
tertata rapi kemudian buat narasinya. Hal ini tergantung dari
konsep kerja yang mengerjakan program tersebut, dengan
mempertimbangkan karakteristik program dengan melihat
efektivitas dan efisiensi proses editing.
c. Mixing
Mixing adalah tahapan menyesuaikan menyelaraskan,
menyeimbangkan suara, dan pemberian efek suara berupa musik
pada program (adegan) dengan memperhatikan kepentingan
gambar yang ditampilkan, misalnya gambar ditepi jalanan bisa
ditambahkan dengan efek suara kendaraan bermotor atau efek
ilustrasi musik, untuk memberikan sentuhan emosi, keindahan,
keharmonisan program tersebut.
Jika proses mixing sudah selesai dilakukan preview.
Mengecek keseluruhan materi program. Kalau tidak ada masalah,
program tersebut siap on air, namun jika ilustrasi musik dengan
dialog belum seimbang dapat dilakukan penyempurnaan lagi.
d. Mastering
Mastering disebut juga print to tape merupakan proses
akhir dari pascaproduksi, yaitu mentransfer hasil final editing
yang sudah siap untuk tayang, ditransfer kedalam kaset (betacam
digital,betacam analog, miniDV, atau DVD). Umum yang dipakai
adalah betacam digital dan miniDV, karena kedua kaset ini
kualitasnya lebih baik dari yang lainnya.
Dalam produksi siaran televisi nondrama dan produksi
siaran televisi secara keseluruhan, ada tiga unsur pokok selalu ada
yang saling berkaitan satu sama lainnya, yaitu tata gambar, suara,
dan cahaya (camera,audio,dan lighting). Jika salah satu unsur ini
30
31
tidak terpenuhi, maka sulit memproduksi program secara
maksimal.
C. Produksi Program melalui Streaming
Streaming adalah proses pengiriman data secara terus menerus
yang dilakukan secara broadcast melalui internet untuk ditampilkan oleh
aplikasi streaming pada komputer. Streaming berasal dari bahasa Inggris
yang artinya sungai, artinya proses streaming diibaratkan seperti aliran
sungai yang tak pernah terputus kecuali mata airnya mengering. Seperti
aliran sungai, aliran data streaming dilakukan tanpa ada interupsi dan
termenerus sehingga data tersebut habis (Andi Fachrudin, 2012: 200).
Streaming merupakan sebuah teknologi yang mendistribusikan
video dan audio baik tidak langsung (dalam bentuk video yang
akan diedit) maupun secara langsung (live) melalui internet dengan
menggunakan media server yang terhubung dengan bantuan operator
(switcherman) sehingga siaran bisa dinikmati.
Pada proses tersebut program Radio On TV menggunakan media
streaming sebagai salah satu alternatif untuk penayangan program selain
melalui televisi analog.
D. Program Dakwah Televisi selama Covid-19
Dalam perkembangan sejarah kaum muslimin, persinggungan
antara dakwah dengan berbagai permasalahan tidak dapat di hindarkan.
Hal ini sesuai dengan salah satu cara dakwah itu sendiri yaitu mengajak
umat manusia untuk mengerjakan yang ma’ruf dan menjauhi yang
mungkar.
Firman Allah swt dalam Q.S Ali Imran/3: 104, yaitu:
۟ ِّ ٱْلَ ِّْْي وَيْمرو َن بِّٱلْمعر ِّ
َ ِّوف َويَـ ْنـ َه ْو َن َع ِّن ٱل ُْمن َك ِّر ۚ َوأُولَـئ
ك ُْ َ ُ ُ َ َ ْ َولْتَ ُكن من ُك ْم أ َُّم ٌۭة يَ ْدعُو َن إِّ ََل
١٠٤ ُه ُم ٱل ُْم ْفلِّ ُحو َن
31
32
Artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat
yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan
mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.
Dalam ayat diatas menjelaskan bahwa semua anggota masyarakat
hendaklah menyeruh kepada yang ma’ruf. Kalaulah tidak semua anggota
masyarakat dapat melaksanakan fungsi dakwah, maka hendaklah ada
diantara kamu wahai orang-orang yang beriman segolongan umat, yakni
kelompok yang pandangan mengarah kepadanya untuk diteladani dan
didengar nasehatnya yang mengajak orang lain secara terus-menerus
tanpa bosan dan lelah kepada kebajikan, yakni petujuk-petunjuk ilahi,
menyuruh masyarakat kepada yang ma’ruf, yakni nilai-nilai luhur serta
adat istiadat yang diakui baik oleh masyarakat mereka, selama hal itu
tidak bertentangan dengan nilai-nilai ilahiah dan mencegah mereka dari
yang mungkar; yakni yang dinilai buruk lagi diingkari oleh akal sehat
masyarakat. Mereka yang mengindahkan tuntunan ini dan yang sungguh
tinggi lagi jauh martabat kedudukannya itulah orangorang yang
beruntung, mendapatkan apa yang mereka dambakan dalam kehidupan
dunia akhirat (Shihab, 2000:164).
32
33
BAB III
GAMBARAN UMUM MAJT TV DAN PROGRAM RADIO ON TV
A. Profil MAJT TV
1. Gambaran Umum MAJT TV
Diawali dengan penandatanganan kerjasama antara MAJT,
MAJT-TV, Udinus, dan TVKU pada 9 Januari 2017. Naskah kerja
sama ditandatangani oleh Rektor Udinus Prof Dr Ir Edi Noersasongko
MSc, Ketua MAJT Dr H Noor Achmad MA, Dirut TVKU Dr Guruh
Fadjar Sidiq, dan Dirut MAJT-TV Drs Agus Fathuddin Yusuf MA.
Kemudian menghasilkan buah kesepakatan kerja sama siaran MAJT
TV akan dilakukan 2 jam setiap hari di channel TVKU.
Berdirinya MAJT TV dipengaruhi berdasarkan dari spirit
kepentingan syiar Islam dan menyuarakan Islam Rahmatan Lilalamin
yang penuh kedamaian. Kehadiran MAJT TV dengan fokus utama
berisikan konten konten dakwah yang menambah warna tersendiri bagi
stasiun televisi lokal di jawa tengah. Kehadiran televisi lokal dengan
berfokus pada siaran dakwah, bukan hanya menjadi tangan panjang
dakwah Masjid Agung Jawa Tengah, tetapi juga diharapkan dapat
menyiarkan program program pilihan yang mengedukasi masyarakat,
menambah keimanan, sekaligus juga semakin mencerahkan kaum
muslim khususnya tentang nilai nilai keislaman dalam ajaran islam.
Memiliki slogan Televisi Dakwah Masa kini, Dengan semangat
seperti itulah MAJT TV hadir ditengah-tengah masyarakat Jawa
Tengah. Sebagai pionir televisi dakwah di Jawa Tengah yang ingin
menghadirkan program program yang informatif, edukatif tetapi juga
mengandung nilai hiburan. Mulai mengudara pada tanggal 27 Mei 2017
atau 1 Ramadhan 1438 H MAJT TV dapat mengudara secara lokal
dengan siaran bersama di frekuensi TVKU Semarang Channel 49 UHF.
Dengan studio siaran mandiri yang berlokasi di Lantai 1 Menara Al
Husna, MAJT TV bersiaran pukul 04:30-05:30 dan 21.00-22.00 WIB
33
34
setiap hari nya. Kemudian MAJT TV diresmikan pada 14 Februari
2018, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh DR KH Noor
Achmad MA selaku Ketua DPP MAJT kepada Direktur MAJT TV, Dr
Guruh Fajar Shidik [Link]., [Link]
Seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya
kebutuhan masyarakat, MAJT TV mulai memposisikan diri sebagai
stasiun televisi digital dengan menerapkan berbagai layanan media
sosial, youtube, website, live streaming sehingga lebih stabil dan jernih.
Dengan memaanfaatkan siaran melalui Youtube, MAJTTV dapat
mejangkau pemirsanya secara siaran langsung dan dapat lebih mudah
diakses secara berulang ulang, Didukung dengan teknisi yang
berpengalaman, menjadikan MAJT TV sebagai televisi lokal satu-
satunya di Semarang yang didirikan oleh tempat ibadah yakni Masjid
Agung Jawa Tengah.
Didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan
professional dalam bidang broadcasting, serta ditunjang dengan
infrastuktur dan peralatan yang lengkap untuk mendukung konsep
acara secara kreatif dan inovatif yang diinginkan masyarakat. MAJT
TV terus berbenah dan mengikuti perkembangan zaman dengan tetap
mempertahankan ciri khas televisi dakwah. Program-program acara
yang disajikan pun mulai berkembang dan beragam dengan menyasar
target sasaran usia produktif 18 – 40 tahun. MAJT TV tengah bersiap
pada tranformasi era televisi digital yang dicanangkan akan dimulai
April 2022.
2. Program Acara MAJT TV
a. Radio On TV
Radio on tv merupakan siaran talkshow program kolaborasi
dengan Radio DAIS yang divisualkan menjadi tayangan televisi,
saat ini jenis tayangan seperti ini lebih dikenal masyarakat dengan
sebutan podcast. Program ini dirancang untuk mendekatkan
pendengar dan pemirsa tentang bidang keislaman, yang diharapkan
34
35
agar bisa memberikan pencerahan, juga memberikan motivasi
dalam mengarungi kehidupan. Dengan narasumber kyai kyai di
Jawa Tengah yang mumpuni di bidang nya masing masing,
Program ini diproduksi secara rutin menjadi program harian yang
disiarkan live streaming youtube MAJT TV. Program ini juga
membuka layanan line interaktif melalui telepon dan whatsapp.
Adapun narasumber pengisi Radio on TV adalah sebagai berikut :
1) Kyai. Khoirul Amin, [Link].
2) Habib Muhammad bin Farid Al-Muttohar
3) KH. Ulil Albab Syaichun, [Link].
4) Prof. Dr. KH. Abdul Hadi Muthohar, MA
5) KH. Hilmi Wafa, S.E, [Link].
6) Ustadz Muslihin, Lc, M.H
b. Assalamualaikum Imsyak
Program terbaru dari MAJT TV, dengan dikemas ke dalam
talkshow interaktif, dengan pembahasan tema umum yang lebih
menjangkau target pemirsa yang lebih luas. Icon pada program ini
adalah host nya yaitu Imam Syakur yang akrab disapa dengan
sebutan Imsyak. Selain nama host, memilih nama
Assalamualaikum Imsyak karena kata nya terasa cukup dekat
dengan nilai nilai islam. Imsyak jika pada bulan Ramadhan
dianggap sebagai sinyal tanda menjelang adzan subuh. Sehingga
diharapkan Assalamualaikum Imsyak ini dapat menjadi tayangan
yang selalu menyapa dan menjadi sinyal edukasi juga informasi
yang mudah dicerna dan menghibur permisanya. Spesialnya dari
program ini, sebelum memulai tayangan, tim kreatif program
menyiapkan games polling untuk melibatkan pemirsa dalam
konten arah pembicaraan bahasan. Pemirsa juga dapat bertanya
melalui line interaktif sehingga komunikasi dua arah terjadi dan
materi yang disampaikan dapat terserap dengan baik. Narasumber
nya pun terus berganti setiap minggunya supaya menarik dan fresh
35
36
di tiap episodenya. Program ini disiarkan langsung di Youtube
MAJTTV, dan disiarkan ulang Radio DAIS, dan TVKU.
c. NGOPI (Ngaji Online Perkara Islam)
Merupakan tayangan program talkshow interaktif
mingguan yang digagas karena adanya pandemi COVID-19,
bersama RISMA JT (Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah)
MAJTTV berkolaborasi menciptakan program ini yang target
audience nya untuk anak anak muda. Hal ini dikarenakan semenjak
pandemi maka kajian tatap langsung yang biasanya diadakan jadi
tidak bisa berlanjut. Maka disiarkan secara live streaming,
sehingga bisa mengaji dari rumah. Pemirsa juga dapat bertanya
melalui line interaktif sehingga komunikasi dua arah terjadi dan
materi yang disampaikan dapat terserap dengan baik. Karena target
audience nya anak muda, talkshow ini dikemas dalam pembawaan
yang santai. Narasumber nya pun terus berganti setiap minggunya
supaya menarik dan fresh di tiap episodenya. Program ini disiarkan
langsung di Youtube MAJTTV, Radio DAIS, live facebook RISMA
JT dan disiarkan ulang di TVKU.
d. Kajian Islam
Merupakan kajian islami yang membahas studi-studi islam
secara detail. Kajian ini berlangsung di Ruang Utama Shalat
MAJT, setiap ba’da maghrib hingga menjelang isya. Program ini
biasanya disiarkan secara langsung melalui live streaming Youtube
MAJTTV dan disiarkan ulang di TVKU.
1) Kajian Hadits narasumber KH. Habib Ja’far Shodiq
2) Kajian Tematik narasumber H. M. Syaifuddin
3) Kajian Tafsir Al-Quran narasumber KH. Hadlor Ikhsan
4) Kajian Kitab Durratun Nashihin narasumber KH. Dzikron
Abdullah
5) Kajian Kitab Fiqih At Tahdzib narasumber Drs. H.
Muhyiddin, [Link]
36
37
e. Pesan Sesama
Perintah, nasihat, permintaan, amanat ataupun bentuk
sosialisasi yang disampaikan narasumber kepada pemirsa ataupun
sesama, ke seluruh lapisan masyarakat. Narasumber meliputi tokoh
masyarakat, tokoh agama, pemerintah, dan berbagai kalangan.
Pesan sesama dikemas dalam bentuk video singkat sehingga
mudah dipahami ketika menyaksikan langsung. Program ini
ditayangkan untuk konten media sosial MAJTTV dan Youtube
MAJTTV.
f. Lentera Hikmah
Program ini biasa ditayangkan special pada bulan
Ramadhan, program ini berisi siraman rohani dengan narasumber
yang berbeda beda tiap episodenya. Program ini berdurasi 3 – 7
menit yang diproduksi secara tapping lalu melewati tahap editing
kemudian disiarkan di Youtube MAJTTV.
g. Liputan Khusus (Lipsus)
Program ini adalah tayangan khusus yang tidak setiap hari
ada, Namun dalam event tertentu dapat disiarkan baik secara Live
(siaran langsung) ataupun Tapping (siaran tunda). Seperti Shalat
Idul Fitri, Shalat Idul Adha, Upacara Hari Santri, Harlah MAJT,
Duta Muda Antri Narkoba Jawa Tengah, MAJT Berbagi, Konser
Amal Bersama Melly Goeslaw dan Sabyan Gambus, Harlah
MAJTTV, Peresmian peresmian tertentu dan lain sebagainya.
B. Analisis Program Radio On Tv
1. Profil Radio On TV
Radio On Tv merupakan salah satu program acara unggulan
MAJT TV dalam penyampaian dakwah islam. Acara Radio On Tv
disiarkan dengan durasi 60 menit (1 jam) yakni mulai pukul 16.30-17.30
WIB disetiap harinya, dengan jenis program perbincangan (talkshow),
dengan bentuk one on one show yaitu perbincangan saat host dan
37
38
narasumber mendiskusikan materi Radio On Tv dengan dua mikrofon
terpisah di ruang studio yang sama. Program Radio On Tv ini disiarkan
dalam bentuk langsung atau siaran on air, sehingga tidak ada proses
editing dan para pemirsa dan pendengar mendapatkan kesempatan untuk
bertanya langsung kepada pemateri melalui sambungan telepon, dan
juga bisa melalui media sosial seperti whatsapp dan juga facebook.
Dalam program Radio On Tv ini terbagi menjadi dua segmen,
segmen yang pertama berdurasi 30 menit, di 3 menit awal berisi tentang
mukadimah terdiri dari salam dan menyapa pemateri atau narasumber,
kemudian dari host menghantarkan isi materi siaran, selanjutnya host
memberikan waktunya kepada narasumber untuk memaparkan
materinya sesuai dengan kitab yang telah ditentukan, pada segmen
pertama ini diselingi dengan dialog-dialog antara host dan narasumber
terkait materi yang sedang disampaikan.
Kemudian 30 menit berikutnya yang dimana juga segmen kedua,
host membuka sambungan telepon bagi pemirsa dan pendengar yang
ingin bertanya langsung kepada narasumber, dalam segmen kedua ini
penelpon dibatasi jumlahnya sesuai dengan sisa waktu program acara.
Dalam sekali siaran program Radio On Tv, rata-rata telepon yang masuk
dan bertanya kepada narasumber sekitar 2-3 penelepon, selain itu
terdapat penanya yang bertanya melalui chat whatsapp dan juga melalui
komen di live streaming Radio DAIS atau kolom komentar live
streaming MAJT TV. Biasanya audien yang bertanya rata-rata berumur
25 tahun keatas, hal yang ditanyakan oleh pemirsa dan pendengar terkait
dengan materi yang sedang dibahas. Namun, tidak menutup
kemungkinan audien yang bertanya diluar dari tema atau materi yang
sedang dibahas.
Materi yang disampaikan dalam program Radio On Tv secara
garis besar bersumber dari kitab kuning dan juga terkait fiqih
kontemporer. Pemateri dari program Radio On Tv ini setiap harinya
berganti-ganti semua jadwal yang telah ditetapkan, jadi satu pemateri
38
39
membahas satu tema yang telah ditetapkan. Jika pembahasan dihari
tersebut belum akan dilanjutkan pada minggu depan dengan hari dan
pemateri yang sama. Pemateri dari program Radio On Tv ini diantara
lain adalah:
1) Hari Senin : KH Ulil Albab Syaikhun SAg.
2) Hari Selasa : Prof. Dr. KH. Abdul Hadi Muthohar, MA
3) Hari Rabu : Habib Muhamad Bin Farid Al-Muthohar
4) Hari Kamis : KH Hilmi Wafa SE, M. Pd.
5) Hari Jum’at : Kyai Khairul Amin, [Link], AH
6) Hari Sabtu : Ustadz Muslikhin, Lc. MH
Target audiens atau pemirsa dari program Radio On Tv ini
adalah para pemeluk agama islam khususnya di kota Semarang dan
sekitarnya, pada umumnya program acara ini untuk semua kalangan,
akan tetapi kebanyakan yang mendengarkan program acara ini yang
berumur 25 tahun keatas. Untuk tujuan dibuatnya program acara ini
adalah memberi wahana kepada masyarakat untuk menanyakan
permasalahan di bidang agama Islam langsung kepada narasumber yang
kompeten (Wawancara dengan mbak Fajar Direktur MAJT TV, 8 Juni
2022).
2. Unit Kerja Program Radio On Tv
a. Produser : Menjamin kelancaran penyelenggaraan siaran, sehingga
mendukung pencapaian kualitas sebuah tayangan, jumlah pemirsa
dan usaha peningkatan target yang telah ditetapkan.
b. Pengarah Acara/Kreatif : Merumuskan dan menetapkan strategi
programming siaran yang memenuhi bentuk format tayangan
televisi, termasuk strategi aspek pendukung keberhasilan siaran
dengan memperhatikan kebutuhan khalayak. Menyusun rencana
kerja program siaran, mengarahkan serta mengelola pengembangan
dan penerapan rencana kerja, serta mengawasi dan mengevaluasi
kinerja penyiaran dengan memperhatikan efektivitas dan efisiensi
operasional penyiaran.
39
40
c. Host : Mempersiapkan, membuka, dan menutup acara, serta
menghantarkan isi materi siaran.
d. Teknik : Melakukan perawatan atas semua peralatan studio siaran
dan perangkat siaran luar untuk mendukung kelancaran pelaksanaan
siaran.
C. Proses Produksi Program Dakwah Radio On TV
Proses produksi adalah rangkaian kegiatan yang dijalankan oleh stasiun
televisi sebelum menyajikan sebuah acara. Rangkaian produksi inilah
yang nantinya menentukan bagaimana hasil produksi yang disajikan
kepada pemirsanya. Seperti yang sudah penulis bahas pada kerangka
teori, penulis mengambil teori dari Fred Wibowo yang menjelaskan
tahapan tahapan produksi yang meliputi pra produksi, produksi, dan pasca
produksi. Tahapan produksi dilaksanakan oleh produser, pengisi acaran
dan seluruh kerabat kerja produksi atau crew. Berikut tahapan-tahapan
produksi dalam program Radio On TV di MAJT TV.
1. Pra Produksi
Tahapan pra produksi merupakan tahapan penting dari sebuah
produksi. Pada tahap inilah segala perencanaan dan persiapan produksi
dimulai. Tahap ini sangat mempengaruhi jalannya proses produksi
berlangsung. Semakin baik sebuah produksi maka semakin baik pula
tahap produksinya. Produser memulai menyusun jadwal produksi
mulai dari persiapan produksi, pelaksanaan produksi hingga pada
penyelesaian produksi.
a. Penemuan Ide
Pra produksi program Radio On TV adalah pertama mencari ide
yang ingin diangkat. Ide pada dasarnya bukan hanya tanggung
jawab seorang produser, namun ide dapat muncul dari siapa saja,
dimana saja, dan kapan saja, tentunya ide berasal dari tim yang
terlibat dalam proses produksi program Radio On Tv.
40
41
b. Perencanaan
1) Materi Produksi Materi produksi yang disiapkan di program
Radio On TV adalah materi Pendidikan keagamaan, dengan
mengangkat tema-tema yang aberkaitan dengan permasalahan
sehari-hari yang ada di masyarakat. Crew program Radio On
TV melakukan rapat sekali dalam satu minggu untuk membahas
secara umum mengenai materi-materi apa saja yang akan
dibahas dan pembagian tugas. Pada saat rapat, baik produser,
kordinator program, dan presenter. masing-masing memberikan
ide dan masukan materi apa yang layak untuk dibicarakan
dalam Radio On TV. Produser menjadi pemimpin rapat, setiap
usulan yang masuk akan dibahas bersama dalam rapat namun
keputusan materi apa yang akan ditayangkan mutlak ada
ditangan produser.
2) Narasumber Produksi
Jika materi sudah disetujui, kemudian produser menghubungi
pihak narasumber agar mempesiapkan materi tersebut.
Narasumber juga mempunyai hak untuk merubah materi yang
ingin disampaikan.
3) Sarana Produksi
Untuk melakukan produksi program Radio On TV digunakan
beberapa peralatan yaitu kamera, memory card, tripod, lampu,
mikrofon, headphone.
c. Persiapan
Para crew Radio On TV sebelum memulai produksi
mendiskusikan segala yang telah direncanakan dalam hasil rapat
mingguan, agar perencanaan lebih matang. Semua tahapan harus
melalui pesetujuan produser secara tertulis maupun lisan, karena
tugas produser adalah mengambil semua keputusan penting yang
berhubungan dengan kegiatan produksi. Hasil rapat mingguan
kemudian menjadi acuan untuk membuat rundown. Rundown
41
42
adalah petunjuk teknis pelaksanaan program, suatu program acara
akan dibagi kedalam menit-menit dengan sekuen-sekuen yang
ditetapkan.
Satu jam sebelum produksi Radio On TV, para crew yang bertugas
terlebih dahulu mempersiapkan alat-alat yang akan dipakai seperti
kamera yang sudah dinyalakan, headphone yang sudah
tersambung ke kamera master, dan rundown yang harus ada saat
produksi berlangsung. Tiga puluh menit sebelum produksi semua
crew Radio On TV mengecek ulang semua peralatan yang
digunakan pada saat produksi tidak ada masalah ketika produksi
berlangsung dan memastikan bahwa proses produksi benar-benar
telah siap dilaksanakan. Narasumber dan pembawa acara juga
tidak lupa untuk melakukan latihan terlebih dahulu, dan
menginformasikan kepada audience tentang apa saja yang harus
dilakukan ketika produksi.
2. Produksi
Tahapan ini adalah tahapan yang di lakukan setelah selesai
tahapan pra produksi. Produksi adalah tahapan yang biasa disebut dengan
shooting. Pada tahapan ini, seluruh crew program Radio On TV
merealisasikan seluruh rangkaian ide, yaitu pengambilan gambar dari
seluruh rangkaian kegiatan Radio On TV. Produksi program Radio On
TV berlangsung selama 60 menit. Dalam penayangannya, program
Radio On TV terdapat 2 segment dengan masing-masing segment
berdurasi 30 menit.
Segment 1 berisi pembukaan, yaitu penjelasan mengenai tema
yang akan dibicarakan dan memperkenalkan narasumber yang dilakukan
oleh pembawa acara. Setelah memperkenalkan narasumber kepada
audience, kemudian dilanjutkan ceramah oleh narasumber dengan tema
yang telah ditentukan sebelumnya. Setelah segment 1, pembawa acara
menjeda narasumber untuk commercial break. Pada saat commercial
break, pembawa acara menyampaikan kepada audience untuk
42
43
mempersiapkan pertanyaan karena di segment berikutnya berisi tanya
jawab antara audience dan narasumber. Memasuki segment 2
pembawa acara mengajak audience untuk tetap semangat, kemudian
menjelaskan kepada audience bahwa acara telah memasuki sesi tanya
jawab. Pembawa acara mempersilahkan audience yang ingin bertanya
kepada narasumber dan memberikan waktu kepada narasumber untuk
menjawab pertanyaan. Setelah narasumber menjawab setiap pertanyaan
diajukan, kemudian pembawa acara menyampaikan kesimpulan materi
yang telah dijelakan oleh narasumber. Kemudian pembawa acara
mempersilahkan narasumber untuk membacakan doa penutup sebagai
tanda bahwa progran Radio On TV telah selesai.
3. Pasca Produksi
Tahapan ini adalah tahapan terakhir dalam proses produksi
sebuah acara, yaitu tahapan pasca produksi. Tahapan pasca produksi
meliputi :
a. Melakukan pemilihan audio visual yang layak di edit.
b. Mengatur dan menyusun gambar serta suara
c. Pengisian subtitle
d. Pemberian narasi
e. Pemilihan dan memasukan iklan
43
44
BAB IV
ANALISIS PRODUKSI PROGRAM DAKWAH RADIO ON TV
A. Analisis Produksi Progam Dakwah Radio On TV
1. Pra Produksi
Pertama, penemuan ide (tema), tahapan ini di mulai ketika
produser menetapkan tema yang akan di bahas dalam proses produksi
Radio On TV. Pemilihan tema sendiri berdasarkan permasalahan yang
ada di masyarakat dan fenomena yang up to date. Al-Qur’an, Hadist, dan
juga kitab kuning digunakan sebagai landasan untuk menjawab masalah
yang sedang ada di dalam masyarakat. Seperti yang di ungkapkan oleh
produser Radio On TV Dadang (wawancara di studio MAJT TV, 08
Juni 2022)
“Pada program Radio On TV kita menggunakan Al- Qur,an dan Hadist
juga kitab kuning untuk menjawab semua permasalah yang terjadi di
masyarakat karena Al-Qur’an dan Hadist adalah pedoman kehidupan
manusia terutama manusia yang beragama Islam.”
Dalam tahapan ini, crew Radio On TV belum menetapkan syarat
yang digunakan untuk menentukan tema atau ide seperti teori Fred
Wibowo. Pada teori Fred Wibowo yaitu melakukan riset terlebih dahulu
sebelum menentukan tema. Namun crew Radio On TV menentukan tema
pada calendar event atau dari fenomena yang up to date yang berhubungan
dengan permasalahan yang ada dalam masyarakat. Selain tidak
melakukan riset crew Radio On TV juga tidak membuat naskah.
Kedua, perencanaan, tahapan ini produser menentukan siapa
yang akan menjadi narasumber dalam acara Radio On TV. Dalam acara
Radio On TV narasumbernya selalu berganti ganti setiap produksinya.
Program Radio On TV di produksi setiap hari di Studio Radio DAIS.
Setelah itu menetukan sarana produksi yang diperlukan. Saran produksi
berupa peralatan-peralatan yang menunjang produksi.
44
45
Ketiga, persiapan, tahapan ini adalah tahapan terakhir dalam pra
produksi. Persiapan dilakukan satu jam sebelum acara dimulai. Para
crew yang bertugas mempersiapkan alat- alat yang dipakai seperti
kamera, software streaming, dan tidak lupa rundown yang harus ada saat
proses produksi. Selain peralatan produksi, crew Radio On TV juga
menyiapkan tata letak audience dan narasumber. Proses setting tempat
sangatlah penting agar terlihat menarik dan tidak membosankan. Tiga
puluh menit sebelum produksi, para crew memastikan bahwa peralatan
yang digunakan tidak ada masalah dan memastikan bahwa proses
produksi benar-benar telah siap dilaksanakan.
2. Produksi
Saat proses produksi berlangsung ada beberapa hal yang harus
diperhatikan oleh crew produksi agar tercapai apa yang telah
direncanakan dalam pra produksi adalah:
a. Tema produksi
Saat pelaksaan produksi program Radio On TV, crew
mempersiapkan konsep yang unik agar berbeda dengan acara pada
televisi lainnya. Selain itu crew juga mempersiapkan tema atau
materi yang sesuai dengan kondisi masyarakat agar dapat di terima
oleh masyarakat dan acara ini tidak hanya sebagai tontonan hiburan
akan tetapi dapat menjadi sebagai media pembelajaran. Produser pun
memilih Al Quran dan Hadist sebagai acuan materi dan menjawab
pertanyaan audience tentang permasalah yang ada di dalam
masyarakat. Produser memilih narasumber atau da’i yang memiliki
integritas yang mumpuni seperti seorang dosen, guru, maupun
ustadz dan kyai. Narasumber yang terpilih dianggap dapat
menyampaikan materi dengan baik dan terarah. Apabila seorang dai
yang dipilih dari golongan orang yang tidak terbiasa untuk
berceramah atau memberikan materi, maka akan terjadi komunikasi
yang tidak terarah sehingga menyebabkan materi yang disampaikan
tidak sampai ke audience (objek dakwah) secara baik. Bahkan
45
46
menyebabkan hilangnya bentuk dakwah yang sebenarnya yaitu
menyampaikan dan mengajarkan kebaikan. Hal ini tentu sangat
dikhawatirkan oleh pihak produser apabila tujuan yang sebenarnya
hilang, karena hanya sebagai media hiburan. Padahal yang
diharapkan adalah sebaliknya, hiburan bisa menjadi tempat
berdakwah dengan konsep yang lebih fresh, agar dapat di terima oleh
masyarakat dan memberikan sebuah hiburan yang islami.
b. Alat produksi
Dalam proses sebuah produksi program acara Radio On
TV dibutuhkan alat alat yang menunjang untuk produksi sebuah
program acara televisi, sehingga dapat merealisasikan sebuah ide
gagasan yang telah di rencanakan dalam tahap pra produksi
dan siap di tayangkan ke televisi. Beberapa alat yang menunjang
untuk pembuatan sebuah program televise yaitu perekam gambar
video audio, perekam suara, dan pencahayaan (lighting).
Dalam proses produksi program Radio On TV di MAJT TV
ada beberapa fasillitas alat yang dapat digunakan untuk
melaksanakan proses produksi atau shooting program Radio On TV.
Seperti:
1) Kamera, alat perekam audio visual ini digunakan untuk merekam
acara Radio On TV, pada program Radio On TV menggunakan
2 (dua) kamera yaitu : kamera Sony PXW-X70, ini adalah salah
satu kamera camcorder yang banyak di gunakan oleh para
wartawan dan usaha yang bergerak di bidang video shooting
seperti usaha dokumentasi pernikahan, kamera ini relatife bagus
dengan kualitas gambar yang cukup baik. Kamera ini memiliki
fasilitas seperti super image stabilizer, manual focus dan 5
(lima) mode program : sport, portrait, low light, sport light dan
snow, kamera Sony PXW-X70 ini digunakan sebagai camera
master atau kamera utama.
46
47
2) Tripod kamera video merk attanta VD-2500, tripot ini
dirancang untuk camera video, dengan kelebihannya dapat
memutar dengan halus, sehingga tidak menimbulkan getaran
pada kamera yang menyebabkan gambar tidak stabil, tripot ini
biasa digunakan oleh pemilik usaha dokumentasi berbasis
video, dengan harganya yang murah dan kualitas yang cukup
baik untuk produksi sebuah video.
3) Lighting 100 Watt merupakan alat pencahayaan yang di
gunakan untuk menambah cahaya dalam proses shooting,
lighting yang di gunakan lampu LED dengan kapasitas
100watt. Lampu ini biasa digunakan untuk shooting di
ruangan yang kurang cahaya.
4) Light stand excel powers, alat ini gunakan sebagai stand
lampu, dengan tinggi maksimal 220cm dapat memberikan
keluasaan dalam mengatur cahaya dari lampu .
5) Headphone Sennheirser HD 202, headphone ini di
gunakan untuk mendengankan suara yang masuk ke dalam
kamera master. Kamera master yang di gunakan adalah Sony
PXW-X70.
Selain alat-alat tersebut yang digunakan untuk proses
produksi Program Radio On TV, dalam proses produksi program
Radio On TV juga memerlukan organisasi dari crew agar dapat
memudahkan dalam melaksanankan pembagian tugas saat di
lapangan. Struktur organisasinya sebagai berikut :
1) Produser adalah penanggung jawab terhadap produksi suatu
program acara, produser terlibat aktif dalam semua
tahapan proses produksi sebuah acara dari penemuan ide
hingga penayangan.
2) Program Director adalah pengarah acara, merencanakan
pengambilan gambar dalam shooting proses produksi
sebuah program.
47
48
3) Floor Director adalah pelaksana rencana Program
Director dengan memberikan arahan kepada crew dan
pengisi acara saat shooting.
4) Tehnical Director : bertugas memeriksa kesiapan
peralatan produksi dan mengawasi pengoprasian alat
produksi
5) Cameraman adalah pengoprasi camera sesuai dengan apa
yang di inginkan oleh Program Director
Proses produksi program Radio On Tv di MAJT TV dari
seluruh kegiatan shooting program Radio On Tv, menunjukan
bahwa crew tidak menggunakan naskah akan tetapi tetap
menggunakan rundown sebagai acuan dalam bekerja dari opening
hingga closing program Radio On TV.
3. Pasca Produksi
Dalam tahapan pasca produksi ini ada beberapa langkah
yang harus dipenuhi. Menurut Fred Wibowo dalam bukunya yang
berjudul Teknik Produksi Program Televisi menjelaskan bahwa pasca
produksi terdiri dari 4 tahap yaitu editing, review, penayangan dan
evaluasi. Proses editing di bagi menjadi 2 (tiga) diantaranya : editing
offline dan mixing.
Tahapan pertama adalah tahapan proses editing. Proses
editing program Radio On TV dengan mengirimkan hasil produksi
(rekaman gambar dan suara) yang diproduksi secara tapping di berikan
kepada editor dan selanjutnya editor mengedit audio visual yang ada
dengan software aplikasi adobe premier, software after effect, dan
adobe audition. Software ini biasa digunakan oleh editor video
professional. Untuk dapat menggunakan software aplikasi ini editor
menggunakan perangkat keras computer yang memiliki fasilitas intel
core i7, dan grafik. yang mumpuni untuk menjalankan aplikasi tersebut.
Program Radio On TV ini diproduksi dengan cara tapping.
Dalam proses shooting program Radio On TV tidak menggukan
48
49
switcher, sehingga dua langkah editing harus di lakukan yaitu editing
offline, dan editing mixing dengan tehnik digital. Yang pertama harus
dilakukan oleh editor adalah editing offline tehnik digital, yaitu editing
yang menggunkan komputer, dengan apliksi khusus editing. Dalam
tahapan ini yang pertama harus di lakukan adalah memasukan semua
hasil shooting ke dalam komputer lalu memilih dan menyusun gambar
dan suara hasil shooting dari opening hingga closing, seperti yang
diingankan oleh produser. Selanjutnya yang harus di lakukan editor
adalah editing online, proses editing online dengan tehnik digital adalah
tahapan yang dilakukan untuk menyempurnakan editing offline
sekaligus mixing dengan music backsound atau ilustrasi dan
memberikan efek gambar, seperti animasi transisi gambar. Jika semua
sudah selesai dan sempurna, kemudian hasil editing ini dirender. Semua
file dijadikan satu menjadi video yang sequence dan dapat bercerita.
Selanjutnya setelah proses editing selesai, dilanjutkan dengan
review. Review dilakukan dengan maksut melihat hasil editing
program Radio On TV apakah sudah sesuai dengan konsep produser
dan pengarah acara. Saat review produser juga memeriksa apakah
ada kalimat sensitif atau tidak, jika ada maka kalimat tersebut akan
dihapus. Setelah proses review selesai maka program Radio On TV siap
untuk ditayangkan. Tahap terakhir dari pasca produksi adalah evaluasi.
Evaluasi ini memliki fungsi yang sangat penting guna memperbaiki
berbagai kekurangan sehingga program Radio On TV akan semakin
berkualitas
Penanyangan program Radio On TV di lakukan secara
streaming dengan berbasis web, sebelum penayangan secara steraming,
video yang ingin ditayangkan di masukan ke dalam aplikasi siaran
streaming yaitu aplikasi software Vmix Studio. Software aplikasi ini
digunakan untuk siaran streaming. Aplikasi ini dapat digunakan siaran
dengan menggunakan akses internet.
49
50
Secara umum, tahapan proses produksi program Radio On TV
yang dilakukan oleh MAJT TV sudah sesuai dengan teori yang
dikemukakan oleh Fred Wibowo. Fred Wibowo dalam bukunya
menjelaskan bahwa dalam melaksanakan produksi sebuah program
acara harus sesuai Standart Operation Procedure (SOP) yaitu
pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Namun ada beberapa
tahapan yang belum terlaksana secara sempurna, seperti dalam pra
produksi penentuan tema materi yang akan dibahas oleh narasumber.
Dalam tahapan ini crew tidak melakuan riset terlebih dahulu dan tidak
dilakukan penulisan naskah.
Dalam tahapan produksi juga kurang maksimal karena
minimnya jumlah crew yang bertugas. Crew harus mengampu banyak
tugas produksi, sehingga menyebabkan kurang maksimalnya
pelaksanaan tugas produksi program Radio On TV. Program Radio On
TV yang di produksi oleh MAJT TV memenuhi syarat dalam
berdakwah, yakni adanya da’i (narasumber), mad’u (audien) dan materi
yang dibahas, dengan metode dakwah (ceramah) dengan menggunakan
televisi sebagai media dakwah.
B. Analisis SWOT Proses Produksi Radio On TV
Berdasarkan teori dan data yang telah dipaparkan di Bab II dan
Bab III, berikut ini kelebihan dan kekurangan proses produksi program
Radio On TV:
1. Kelebihan
a. Program Radio On TV meskipun di produksi dengan crew
yang sedikit namun tetap berjalan sesuai dengan rencana dan
dapat menghasilkan program yang cukup baik.
b. Crew Radio On TV tetap menjalankan tugasnya dengan baik
meskipun dengan keterbatasan alat produksinya.
50
51
2. Kekurangan
a. Dalam penentuan tema materi yang akan di bahas dalam program
Radio On TV, crew tidak melakukan riset terlebih dahulu.
b. Jadwal hari dan jam tayang belum termanajemen secara baik.
c. Kurangnya Manajemen organisasi produksi, menyebabkan kurang
maksimal dalam menjalankan tugas.
3. Peluang
Televisi merupakan media audio visual yang dekat dengan
masyarakat. Awalnya, teknologi yang digunakan adalah analog. Kini
teknologi digital juga sudah menjangkau televisi. Jika dibandingkan
dengan televisi analog, televisi digital memiliki kualitas suara dan
gambar yang lebih jernih.
Penyiaran audio visual bersistem digital dengan berbasis
komputer merupakan teknologi terkini yang berkembang dalam
industri siaran televisi. Digitalisasi televisi memiliki tiga unsur yang
penting yaitu (1) pengguna teknologi digital di dalam produksi,
termasuk dalam penyimpanan, reproduksi, dan editing (2) distribusi
isi siaran dilakukan secara online, dan (3) terjadi peningkatan yang
signifikan didalam jumlah khalayak yang menyaksikan televisi
melalui internet (Apriadi Tamburaka, 2013:58). Berita, musik, dan
iklan dapat didengarkan secara online yang terhubung dengan jaringan
internet. Orang tidak perlu pulang ke rumah hanya untuk melihat
televisi, kini dengan telepon genggan yang terhubung dengan jaringan
internet kita dapat melihat televisi.
Jaringan internet yang digunakan untuk mengirim penyiaran
dikenal dengan streaming. Isi televisi internet dikenal dengan televisi
online, web televisi, televisi streaming atau e-televisi adalah layanan
audio visual yang ditransmisikan melalui internet. Cara yang
digunakan untuk menyiarkan radio internet adalah melalui teknologi
streaming, yaitu teknologi yang dapat menerima serta mengirim
informasi dari satu pihak ke pihak lain menggunakan alat yang
51
52
dapat menerima aliran media streaming tersebut juga (Tamburaka,
2013:58).
Dengan pemberlakuan sistem informasi di internet, maka
dakwah Islam akan mendapatkan nilai tambah berupa peningkatan
pelayanan, peningkatan efisiensi dan kecepatan dalam sistem
komunikasi. Dakwah melalui internet memeliki beberapa kelebihan:
a. Tidak bergantung pada waktu dan tempat
Kegiatan dakwah Islam dapat dilakukan dalam waktu dan ruang
yang tidak terbatas. Informasi mengenai Islam dapat
disampaikan dan sekaligus didapat kapan saja dan di mana saja
oleh masyarakat selama 24 jam. Media internet menawarkan
fleksibilitas waktu dan ruang kepada da’i untuk melakukan
kegiatan dakwahnya secara maksimal dengan kemampuan yang
dimiliki.
b. Cakupan wilayah yang luas
Internet memiliki wilayah cakupan yang sangat luas, tidak
terbatas pada wilayah tertentu, umur tertentu dan latar belakang
sosial tertentu. Sekali melakukan penyebaran informasi Islam,
maka kegiatan dakwah tidak lagi terbatas untuk kalangan
tertentu, akan tetapi informasi tersebut bersifat universal di mana
setiap orang bisa mengaksesnya.
c. Sistem distribusi yang cepat
Internet adalah sebuah media penyebaran informasi tercepat
saat ini. Dalam waktu yang hampir bersamaan, seseorang dapat
mengkases informasi yang terjadi di luar negeri tentang
peristiwa yang terjadi. Kegiatan yang baru saja terjadi
dimasukkan dalam internet, maka saat itu juga masyarakan
dunia yang mengakases internet dapat mengetahui dan melihat
peristiwa yang terjadi.
52
53
d. Multivariasi dalam metode
Dengan kemampuan variasi bentuk media yang ditawarkan oleh
internet seperti teks sampai visual, audio, dan audio visual,
dakwah Islam akan dapat dilakukan dengan metode yang
bervariasi. Hal ini memiliki daya tarik tersendiri bagi pelaku
dakwah (da’i) dan sekaligus dapat menacapai segmen (mad’u)
yang berbeda.
4. Tantangan
Pandemi Covid-19 yang melanda menyebabkan beberapa
perubahan tindakan yang berdampak pada perluasan pemanfaatan
inovasi, pada dasarnya ada tiga hal yang berpengaruh dan berubah
terhadap pemanfaatan inovasi, sebagai konsekuensi ICT for
development Researcher Daniel Oscar Baskoro diantaranya: pertama,
more technology; Pandemi Covid-19 telah memicu peningkatan
berbagai kemajuan baru untuk membantu kehidupan individu. Kedua,
more automation; Pandemi COVID-19 juga memicu pengurangan
tenaga kerja dan kemudian menggantikan mereka dengan robot atau
mekanisasi baru di berbagai bidang. Ketiga, less mobility atau
borderless work; Teknologi memungkinkan orang untuk bergerak dari
jarak jauh tanpa terhalang oleh keberadaan (Ummah, 2020:214).
Sifat-sifat teknologi komunikasi dan informasi yang masif
sekarang sudah mampu digabungkan dengan teknologi komputer yang
bersifat interaktif. Sistem analog yang telah bertahan sekian puluh tahun
akan segera tergantikan oleh sistem digital, dan kemudian muncul
bergabungnya media telekomunikasi dangan internet (televisi
internet/streaming).
Kunci televisi streaming adalah data audio visual masuk ke
server, lalu server membagi data audio visual menjadi paket-paket
data, kemudian penerima menjalankan audio visual ke media tampilan
televisi streaming. Karena informasi yang dikirim merupakan format
data sehingga masyarakat dapat memilih produk yang aplikatif yang
53
54
mampu menjalankan audio visual sekaligus paket-paket data. Maka
tidak heran jika komputer atau telepon genggam dapat
difungsikan sebagai pesawat televisi yang dapat menerima suara,
tulisan, data maupun gambar tiga dimensi. Cukup dengan satu
perangkat yang terhubung dengan internet, seseorang sudah dapat
mengakses acara di televisi.
Sekalipun televisi streaming membuka kemungkinan-
kemungkinan yang menarik, namun televisi streaming sebagai media
dakwah memiliki tantangan antara lain penerimaan terhadap
keberadaan televisi streaming masih rendah, artinya televisi streaming
belum mampu menjadi primadona masyarakat pada umumnya.
Masyarakat sudah terbiasa menyaksikan program dakwah Islam dari
televisis anolag. Sistem streaming bergantung pada kekuatan sinyal
internet, menyebabkan sulitnya mengakses.
Televisi streaming juga mendapat hambatan dari sisi finansial,
padahal televisi merupakan bisnis yang tidak hanya memerlukan biaya
investasi awal yang besar untuk pengadaan infrastruktur dan peralatan
produksi studio, melainkan juga memerlukan biaya operasional yang
besar, terutama untuk biaya produksi dan pengadaan (pembelian)
program. Tantangan berikutnya terkait dengan sumber daya manusia.
Kurangnya sumber daya terlatih di bidang penyiaran streaming
membuat produksi program dakwah kurang profesional sehingga
berdampak pada kualitas siaran. Ketika jumlah stasiun streaming yang
memproduksi program dakwah semakin banyak maka tingkat kompetisi
pun semakin tinggi sehingga setiap stasiun televisi termasuk televisi
streaming dipaksa untuk bersaing.
54
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Program acara Radio On TV mengangkat format dialog interaktif
dengan isi programnya mengenai ilmu-ilmu agama bersumber dari kitab
kuning. Waktu siaran program acara Radio On TV yang dipilih adalah mulai
pukul 16.30-17.30 WIB setiap harinya. Selain itu MAJT TV juga memilih
dua orang host untuk membawakan program acara Radio On TV, MAJT TV
juga memilih narasumber untuk mengisi program acara Radio On TV dengan
syarat bisa membaca kitab kuning. Program acara Radio On TV saat ini
diproduksi oleh MAJT TV sendiri secara live streaming.
Proses produksi Progran Radio On TV di MAJT TV dimulai pra
produksi program Radio On TV melalui tiga kegiatan sebagai berikut: 1)
penemuan ide, 2) perencanaan, 3) persiapan. Produksi yaitu pelaksanaan
seluruh kegiatan liputan (shooting). Adapun pelaksanaan kegiatan liputan
(shooting) dilakukan di luar studio. Pada tahapan ini, crew berpatokan padan
rundown acara sebagaimana pada proses produksi acara program televisi
yang sesuai standar broadcast. Pasca Produksi melalui empat kegiatan sebagai
berikut: 1) editing, 2) review, 3) Penayangan, dan 4) evaluasi. Pertama,
berhubung siaran dakwah ini ketika shooting tidak menggunakan mixer atau
switcher, sehingga proses editing melewati tiga langkah yaitu editing offline,
editing online dan mixing. Kedua, review digunakan untuk meneliti apakah
ada kalimat atau pertanyaan yang mengandung SARA dan iklan terselubung.
Ketiga, penayangannya setiap hari pukul 16.30-17.30 melalui sistem
streaming. Keempat, evaluasinya berkenaan perbaikan pada kekurangan
proses produksi sehingga proses produksi berikutnya akan semakin baik.
B. Saran
Saran yang ingin penulis sampaikan untuk pihak yang terkait dalam
penelitian ini, diantaranya:
1. Kepada pengelola dan unit kerja program acara Radio On TV hendaknya
bisa lebih aktif lagi dalam melakukan promosi program kedalam media
55
56
sosial, meskipun saat ini sudah melakukan promosi di media sosial,
namun dari pengamatan penulis promosi tersebut masih kurang.
2. Pada program acara Radio On TV seharusnya dapat memaksimalkan
penggunaan media sosial untuk digunakan dalam hal dialog interaktif,
karena menurut pengamatan dari penulis sambungan telepon dalam
program acara Radio On TV hanya bisa dilakukan melalui telepon
regular saja, belum bisa melalui whatsapp telepon.
56
57
DAFTAR PUSTAKA
Abu Achmadi, dkk, (2013). Metodologi Penelitian: Memberi Bekal
Teoritis pada mahasiswa Tentang Metodologi Penelitian serta
diharapkan dapat melaksanakan penelitian dengan Langkah-
langkah yang benar, Jakarta: Bumi Aksara
Arikunto. S, (2002). Prosedur Penulisan Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta: Rineka Cipta
Azwar, Syaifuddin. (2005). Metode Penelitian, Yogyakarta: Pustaka
Pelajar
Bachtiar, Wardi. (1997). Metodologi Penelitian Ilmu Dakwah, Jakarta:
Logos
Cahayaningrum, Nuraini, (2013). Keberadaan Televisi Lokal di era
digitalisasi. KOMUNIKA e-journal . Vol.11, No.1
Danim, Sudarwan. (2002). Menjadi Peneliti Kualitatif. Bandung : Pustaka
Setia
Elvinaro Ardianto, dkk, (2007). Komunikasi Massa Suatu Pengantar,
Bandung: Sembiosa Rektama Media
Fachruddin, Andi, (2012). Dasar-dasar Produksi Televisi: Produksi
Berita, Feature, Laporan Investigasi, Dokumenter dan Teknik
Editing. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.
Hariani, Nunik (2013). Televisi Lokal Dalam Perencanaan Produksi
Kreatif Program Berbasis “Lokalitas” Sebagai Wujud Eksistensi
Media. Vol. 14 No. 2
Herdiansyah, Haris. (2012) Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk
Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
Ifthitah Jafar, (2010) Tafsir Ayat Dakwah: Pesan, Metode dan Prinsip
Dakwah Inklusif, Tangerang: Misbah
Indrajaya, Doddy Permadi. (2011). Buku Pintar Televisi (Proses
Pemahaman : Surabaya : Galiya Indonesia
J.B Wahyudi, Teknologi Informsi Dan Produksi Citra Bergerak, Gramedia
Pustaka Utama, (Jakarta 1992)
Khotimah, Husnul, (2018) Posisi Peran Media Dalam Kehidupan
Masyarakat, Tasamuh Vol.16, No.1
Kriyantono, Rachmat, (2007). Teknis Praktis Riset Komunikasi. Jakarta:
kencana.
Latief Rusman, Yusiatie Utud, (2015) Siaran Televisi Non-Drama:
Kreatif, Produksi, Public Relations, dan Iklan, Jakarta: Kencana
Prenamedia Group
57
58
Masrukhin, (2016). Metode Penelitian Pendidikan dan Kebijakan. Kudus :
Media Ilmu Press
Matthew B. Milles, (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta : Universitas
Indonesia (UI) Press.
Moleong, Lexy J. (1993). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda
Karya.
Morissan, (2011). Manajemen Hostan: Produksi Mengelolah Radio dan
Televisi Edisi Revisi, Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Pertelevisian Bagi Pemula). Jakarta : Ghalia Indonesia. Publisher, 2007
Sastro Subroto, Darwanto, (1994). Produksi Acara Televisi. Yogyakarta:
Duta Wacana University Press
Shihab, Quraish. (2000). Tafsir al Misbah. Bandung: Mizan.
Sugihartono, Ranang Agung. 2009. Televisi Lokal Sebagai Medium
Pencitraan Lokalitas Daerah. Vol 1, No.1.
Sugiyono, (2014). Metodologi Penelitian Pendidikan Pendekatan
Kualitatif, Kualitatif Dan R & D, Bandung: Alfabeta
Surakhmad, Winarno. (1994) Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar, Metode
dan Tehnik. Bandung: Tarsito.
Syarifuddin Yunus, (2010). Jurnalistik Terapan, Bogor: Ghalia Indonesia.
Athik Hidayatul Ummah, M. Khairul Khatoni, dkk., Podcast Sebagai
Strategi Dakwah Di Era Digital: Analisis Peluang Dan Tantangan,
Komunike, Volume XII, No. 2 Desember. 2020
Wibowo, Fred. Teknik Produksi Program Televisi. Yogyakarta : Pinus
Book
SUMBER INTERNET
Kementrian Agama, (2022). [Link] (Diakses
pada Rabu, 5 Mei 2022, Pukul 14.12 WIB)
Kementrian Agama, (2022). [Link] (Diakses
pada Rabu, 5 Mei 2022, Pukul 07.35 WIB)
MAJT TV, (2022). [Link] (Diakses pada Kamis, 27 Mei
2022, Pukul 19.24 WIB
SUMBER WAWANCARA
Wawancara dengan Fadjar Tri Utami, S. Kom, selaku Direktur MAJT TV,
pada tanggal 8 Juni 2022
Wawancara dengan Dadang Supriatna, selaku Produser MAJT TV, pada
tanggal 8 Juni 2022
58
59
LAMPIRAN
PEDOMAN WAWANCARA, OBSERVASI DAN DOKUMENTASI
TENTANG PRODUKSI PROGRAM DAKWAH RADIO ON TV
DI MAJT TV SEMARANG SELAMA COVID-19
1. Pedoman Wawancara
No Materi Aspek-aspek Wawancara Sumber Data
Pertanyaan
1. Gambaran 1. Assalamu’alaikum, terima kasih atas PENGELOLA
Umum tentang kesempatan nya melakukan MAJT TV
Produksi wawancara hari ini, perkenalkan (Direktur
Program nama saya Syamsul, mahasiswa UIN MAJT TV)
Dakwah Radio Walisongo Semarang, mohon izin
On Tv di untuk merekam proses wawancara ini
MAJT TV ya kak? Sebelumnya sebagai
Semarang informasi, penelitian saya berfokus
Selama Covid- pada program RADIO ON TV,
19 Khususnya dalam hal Produksi yang
diterapkan MAJT TV. Sesuai dgn
judul skripsi saya Produksi Program
Dakwah Radio On TV di MAJT TV
Semarang Selama Covid-19 Izin
mulai ya kak untuk wawancaranya?
2. Terimakasih atas kesediaan Kakak
untuk menjawab beberapa
pertanyaan yang diajukan, Pertama,
boleh perkenalkan diri dulu nama dan
apa jabatan yang diemban di MAJT
TV?
59
60
3. Bagaimana latar belakang sejarah
terciptanya program RADIO ON
TV?
4. Apa visi, misi yang ingin dicapai dari
program RADIO ON TV?
5. Siapa saja tim produksi yang
berperan di dalam program RADIO
ON TV?
6. Siapa yang menjadi target audience
program RADIO ON TV ini?
7. Dimana saja program RADIO ON
TV ini ditayangkan?
8. Dimana pemirsa paling banyak
menyaksikan program RADIO ON
TV?
9. Dakwah seperti apa yang digunakan
dalam program RADIO ON TV?
10. Bicara Produksi, bagaimana MAJT
TV mengeksekusi Produksi dakwah
nya ini melalui kemasan program
RADIO ON TV?
11. Produksi seperti apa yang dibuat?
Secara acak aja kah, atau berdasar
penelitian sebelumnya, atau ada
arahan dari pihak pihak terkait?
12. Bagaimana tahap perencanaan yang
dilakukan MAJT TV sebelum
memproduksi program RADIO ON
TV?
60
61
13. Sebarapa besar peran pihak pihak
terkait ke dalam penyusunan
Produksi ini?
14. Ada faktor eksternal dan internal,
sebetulnya kalau MAJT TV lebih
dominan mana nih dalam membuat
Produksi dakwah nya? tipe yang
mengikuti arus pasar kah, atau tetap
dalam jalur ideal berdakwah?
15. Bicara program siaran MAJT TV,
tentu ada banyak. Apa yang menjadi
nilai lebih program RADIO ON TV
dengan program MAJT TV lainnya?
16. Dari sekian banyak kata untuk
menjadi nama program, Mengapa
dipilih nama RADIO ON TV?
17. Apakah konsep yang diusung pada
program RADIO ON TV MAJT TV
ini? Apa dibuat ala Podcast seperti
itu?
18. Apakah MAJT TV membuka
peluang sponsorship untuk
membantu berjalannya program
RADIO ON TV?
19. Selama program RADIO ON TV
berjalan, narasumber mana yang
paling banyak mendatangkan
viewers?
20. Adakah kendala dan hambatan atau
dampak yang cukup mengganggu
61
62
saat proses produksi program
RADIO ON TV selama Covid-19?
21. Setelah melakukan produksi
program, apa langkah selanjutnya
yang dilakukan MAJT TV?
22. Adakah proses quality control dari
tayangan RADIO ON TV? Siapa
yang bertanggung jawab?
23. Saat terjadi kesalahan, human eror
ataupun miss understanding di
masyarakat. Bagaimana penanganan
yang dilakukan MAJT TV?
24. Adakah keterlibatan penonton setia
pada tayangan ini? atau hanya
sebagai penonton? atau terlibat aktif
memberikan feedback?
25. Bagaimana respon Pengelola MAJT
memandang program ini? Apakah ini
sejalan dengan dakwah MAJT?
26. Melihat potensi dan atensi yang
dibangun dari program RADIO ON
TV, sebagai Direktur apakah
menurut kakak Produksi yang dibuat
sudah tercapai?
27. Apakah ada evaluasi yang dilakukan
secara rutin oleh MAJT TV terkait
program RADIO ON TV?
28. Pada akhirnya program RADIO ON
TV ini diharapkan akan menjadi
seperti apa?
62
63
2. Gambaran Halo kak, Assalamualaikum. Pengelola
Umum tentang Perkenalkan saya Syamsul, Mahasiswa MAJT TV
Produksi UIN Walisongo Semarang. Mohon (Produser
Program berkenan, untuk hari ini saya wawancara RADIO ON
Dakwah Radio ya kak. Perihal program RADIO ON TV. TV)
On Tv di Izin merekam percakapan ini ya kak?
MAJT TV Sebagai informasi, Penelitian saya
Semarang berfokus pada program RADIO ON TV,
Selama Covid- terkhusus dalam hal Produksi nya.
19 Sesuai dgn judul skripsi saya Produksi
Program Dakwah Radio On Tv di MAJT
TV Semarang Selama Covid-19. Izin
mulai ya kak untuk wawancaranya
1. Terima kasih atas kesediaan Kakak
untuk menjawab beberapa
pertanyaan yang diajukan, Pertama,
boleh perkenalkan diri dulu nama
dan apa jabatan yang diemban di
MAJT TV?
2. Siapa inisiator program ini kalau dari
pihak MAJT TV?
3. Bagaimana latar belakang sejarah
terciptanya program RADIO ON
TV?
4. Apa visi, misi yang ingin dicapai dari
program RADIO ON TV?
5. Siapa saja yang terlibat dalam
program RADIO ON TV ini?
6. Bagaimana pembagian tugas dalam
program RADIO ON TV ini?
63
64
7. Siapa yang menanggung biaya
produksi RADIO ON TV?
8. Siapa target audience program
RADIO ON TV ini? Apa ada alasan
sudut pandang tertentu?
9. Dalam satu episode ada berapa
segmen dan persegmen berapa
durasinya?
10. Bagaimana tahap perencanaan yang
dilakukan MAJT TV sebelum
program RADIO ON TV
berlangsung?
11. Adakah perencanaan yang dibuat
oleh MAJT TV, sehingga program
RADIO ON TV ini dapat ditonton
secara lebih luas dan cepat?
12. Adakah support dari Pengelola
MAJT terhadap MAJT TV, yang
kaitannya untuk menyukseskan
program RADIO ON TV ini?
Apakah ini sejalan dengan dakwah
MAJT?
13. Pemilihan isi materi pada program
RADIO ON TV, apakah berbatas
pada materi kitab atau fiqih atau
bebas?
14. Apakah tema bahasan murni ide dari
tim MAJT TV? atau ada tim kreatif
yang memikirkan?
15. Perihal pemilihan narasumber,
bagaimana proses penentuannya?
64
65
Apakah ada standarisasi syarat
khusus?
16. Diprogram Radio ON TV ada berapa
yang menjadi hostnya dan hari apa
saja ditayangkan? Ditayangkan
dimana?
17. Dari sekian banyak kata untuk
menjadi nama program, Mengapa
dipilih nama RADIO ON TV?
18. Adakah kendala dan hambatan yang
cukup mengganggu saat proses
produksi program RADIO ON TV
selama Covid-19?
19. Adakah keterlibatan penonton setia
pada tayangan ini? atau hanya
sebagai penonton? atau terlibat aktif
memberikan feedback?
20. Melihat potensi dan atensi yang
dibangun dari program RADIO ON
TV, sebagai Produser Radio On TV
apakah menurut kakak Produksi yang
dibuat sudah tercapai?
21. Apakah ada evaluasi yang dilakukan
secara rutin oleh MAJT TV terkait
program RADIO ON TV?
22. Baik terimakasih kak atas
penjelasannya. Terakhir, Apa
harapan untuk program RADIO ON
TV untuk kedepannya?
65
66
2. Pedoman Observasi
No Sumber Observasi Hasil Observasi
Program RADIO ON TV di Mengetahui implementasi tayangan
1.
YouTube MAJT TV output di media MAJT TV.
Mengetahui upaya langkah Produksi
Proses Pra Produksi Program
perencanaan yang dipergunakan oleh
2. RADIO ON TV MAJT TV
tim MAJT TV dalam persiapan
(Setting Alat)
Program RADIO ON TV
Mengamati secara langsung di
Proses Produksi Program
3. lapangan proses implementasi dan
RADIO ON TV MAJT TV
evaluasi dari Program RADIO ON TV
3. Pedoman Dokumentasi
No Sumber Dokumentasi Hasil Dokumentasi
1. Visual Tayangan Program Implementasi Produksi yang termuat
RADIO ON TV di YouTube dalam Program RADIO ON TV
MAJT TV MAJT TV
2. Kerabat Kerja Produksi Proses dibalik layar program RADIO
Program RADIO ON TV ON TV beserta perangkat yang
digunakannya
4. Hasil Wawancara dengan Informan 1
Nama : Fadjar Tri Utami, [Link]
Jabatan : Direktur MAJT TV
Tempat : Studio Rekaman Radio DAIS 107.9 fm
Waktu : 08 Juni 2022, 10.03 wib
Peneliti : kak, Assalamualaikum. Perkenalkan saya Syamsul, Mahasiswa UIN
Walisongo Semarang. Mohon berkenan, untuk hari ini saya wawancara
ya kak. Perihal program RADIO ON TV. Izin merekam percakapan ini
ya kak? Sebagai informasi, Penelitian saya berfokus pada program
RADIO ON TV, terkhusus dalam hal Produksi nya. Sesuai dgn judul
skripsi saya Produksi Program Dakwah Radio On Tv di MAJT TV
Semarang Selama Covid-19. Izin mulai ya kak untuk wawancaranya?
66
67
Fajar : Nama saya Fajar Tri Utami di MAJT TV ini sebagai kasubag yang
membawahi MAJT TV dan juga Radio Dais.
Peneliti : Terima kasih atas kesediaan Kakak untuk menjawab beberapa
pertanyaan yang diajukan, Pertama, boleh perkenalkan diri dulu nama
dan apa jabatan yang diemban di MAJT TV?
Fajar : Iya direktur pelaksana gitu itu sama seperti direktur ya
Peneliti : Bagaimana latar belakang sejarah terciptanya program RADIO ON
TV?
Fajar : dari ide-ide para ulama Kyai pengemban atasan Masjid Agung Jawa
Tengah untuk bisa menyiarkan lebih jauh lagi dakwah-dakwah yang
diselenggarakan di Masjid Agung Jawa Tengah utamanya ketika kajian
sore interaktif di Radio Dais kemudian divisualkan di dalam televisi
sehingga terbentuklah Radio On TV
Peneliti : Apa visi, misi yang ingin dicapai dari program RADIO ON TV?
Fajar : Untuk menyebarluaskan dakwah islamiyah di mana menyebarkan
dakwah yang rahmatan lil alamin yang damai pesan-pesan Islam yang
baik kepada masyarakat yang lebih luas
Peneliti : Siapa saja tim produksi yang berperan di dalam program RADIO ON
TV?
Fajar : Tim produksinya yang pertama dari kru MAJT TV dari bagian
produksi produser kemudian editing dari tim-tim TV lainnya kemudian
juga dari tim radio untuk live dari radio nya juga
Peneliti : Siapa yang menjadi target audience program RADIO ON TV ini?
Fajar : Masyarakat umum utamanya masyarakat umat Islam yang di Kota
Semarang dan sekitarnya yang mengakses televisi kemudian juga
mengakses dunia digital seperti dari YouTube
Peneliti : Dimana saja program RADIO ON TV ini ditayangkan?
Fajar : Ditayangkan DIi YouTube itu sendiri kemudian kelas dari di standar
atau disiarkan ulang oleh TVKU dari Universitas Dian Nuswantoro
Peneliti : Dimana pemirsa paling banyak menyaksikan program RADIO ON TV?
Fajar : ya rata, pemirsanya sih kayak pemirsa TVKU itu sendiri kemudian ke
kalalangan kaum kaum milenial lebih lebih enak tuh di YouTube
kemudian kalau yang nggak biasanya maaf yang sudah berusia itu juga
bisa mengakses lewat radio
Peneliti : Dakwah seperti apa yang digunakan dalam program RADIO ON TV?
Fajar : Dakwah interaktif, kajian-kajian kitab utamanya yang disampaikan oleh
Kyai yang ada di Kota Semarang dan sekitarnya dan di sini juga
pendengar atau juga pemirsa itu bisa melakukan tanya jawab secara
langsung terhadap narasumber yang kita hadirkan
Peneliti : Bicara Produksi, bagaimana MAJT TV mengeksekusi Produksi dakwah
nya ini melalui kemasan program RADIO ON TV?
Fajar : Tim ini bekerjasama dalam beberapa bagian seperti produser itu sendiri,
campers, pokoknya tim-tim yang ada di MAJT TV ini bekerja secara
bersama ketika menyiarkan langsung termasuk menghubungi
narasumber sebelumnya persiapan pelaksanaan hingga nanti akhir acara
67
68
Peneliti : Produksi seperti apa yang dibuat? Secara acak aja kah, atau berdasar
penelitian sebelumnya, atau ada arahan dari pihak pihak terkait?
Fajar : Pasti produksi ada perencanaan dulu ya dari tim kita rapat kecil
perencanaan Bagaimana program yang berjalan terus untuk Ran daunnya
kemudian eksekusi setelah itu pasti kita ada evaluasi gitu
Peneliti : Bagaimana tahap perencanaan yang dilakukan MAJT TV sebelum
memproduksi program RADIO ON TV?
Fajar : Ya seperti tadi yaa
Peneliti : Sebarapa besar peran pihak pihak terkait ke dalam penyusunan Produksi
ini?
Fajar : Perannya sangat besar karena kalau tidak peran dari pihak terkait
program ini tidak akan bisa jalan.
Peneliti : Ada faktor eksternal dan internal, sebetulnya kalau MAJT TV lebih
dominan mana nih dalam membuat Produksi dakwah nya? tipe yang
mengikuti arus pasar kah, atau tetap dalam jalur ideal berdakwah?
Fajar : Kalau kita ideal berdakwah karena Emang misi dan visinya sendiri
pertama untuk dakwah itu Jadi kita tetap di recordnya tetap jalan ke jalur
yang tadi dakwah misinya utama
Peneliti : Bicara program siaran MAJT TV, tentu ada banyak. Apa yang menjadi
nilai lebih program RADIO ON TV dengan program MAJT TV lainnya?
Fajar : Program-program radio ini kita yang pertama kajian-kajian kitab
Kemudian yang kedua diasuh oleh narasumber yang berkompeten gitu,
diantaranya Kyai pimpinan pondok pesantren kemudian yang ketiga
adalah disini kita bisa langsung bertanya kepada narasumber atau
interaksi secara langsung tanya jawab nah disinilah yang kita mungkin
yang tidak kita dapat ya karena kita juga media di mana kita bisa
mendengarkan dakwah di rumah di kantor. Nah sambil belajar dan bisa
menanyakan secara langsung apa yang ada dipikiran kita untuk sesuatu
hal yang ditanyakan gitu melalui telepon atau whatsapp.
Peneliti : Dari sekian banyak kata untuk menjadi nama program, Mengapa dipilih
nama RADIO ON TV?
Fajar : Ini yang beda dari yang lain ya karena Emang program ini diadaptasi
dari siaran radio kemudian kita visualkan masuk ke dalam televisi jadi ya
selain itu juga Memang radionya di dalam TV jadi Radio On TV
Peneliti : Apakah konsep yang diusung pada program RADIO ON TV MAJT TV
ini? Apa dibuat ala Podcast seperti itu?
Fajar : Karena dulu untuk konsepnya sendiri bahkan kita lebih dulu daripada
podcast itu sendiri, ya beda kalau nggak bisa ini ya siaran tanya jawab
gitu langsung. Kalau ini kan langsung walaupun kita bisa diulang-ulang
siarannya tapi ketika live nah disitulah beda yang dari podcast
Peneliti : Apakah MAJT TV membuka peluang sponsorship untuk membantu
berjalannya program RADIO ON TV?
Fajar : Sebetulnya bisa bentuk kerjasama gitu kan kalau TVnya sendiri kan
free, bebas gitu mau ada iklan gak papa, cuma kita dekatnya itu di
radionya karena kita masih komunitas tapi untuk dalam bentuk kerjasama
saya pikir bisa-bisa aja sih.
68
69
Peneliti : Selama program RADIO ON TV berjalan, narasumber mana yang
paling banyak mendatangkan viewers?
Fajar : Rata ya, karena memang mereka ini punya apa komunitas masing-
masing ya lebih banyak yang memisahkan hari Senin Yuli itu banyak
kalau mereka siang Pak cinta kita tertentu suatu nasahi misalnya
kemudian yang hari Sabtu itu ada usah musyrik itu juga tentang kitab nya
juga membahas hal-hal yang kekinian itu juga lebih banyak ke arah
kanan muda jadi rata-rata mereka punya pasar nya masing-masing
Peneliti : Adakah kendala dan hambatan atau dampak yang cukup mengganggu
saat proses produksi program RADIO ON TV selama Covid-19?
Fajar : Hambatannya, ya selama ini kalau kita tidak ya karena kesepakatan
dengan narasumber kalau narasumbernya mereka berkenan untuk hadir
ke studio kita tetap produksi memang selama ini juga harus kita fine alias
tidak mempermasalahkan ada Covid atau tidak mereka tetap datang
bersiaran dengan tetap menerapkan protokol kesehatan gitu.
Peneliti : Setelah melakukan produksi program, apa langkah selanjutnya yang
dilakukan MAJT TV?
Fajar : Mereka akan edit kalau dibutuhkan Kemudian untuk dikirim kembali
materi siaran ke TV ku
Peneliti : Adakah proses quality control dari tayangan RADIO ON TV? Siapa
yang bertanggung jawab?
Fajar : Yang bertanggung jawab yang pertama kontrol secara tidak secara
langsung Mereka mendengarkannya, atasan-atasan kita di Masjid Agung
Jawa Tengah kan ada pengurus ya mereka juga menonton kemudian
melihat juga nah dari situ kadang kalau ada sesuatu yang memang kurang
berkenan biasanya mereka langsung hubungin kita tim gitu
Peneliti : Saat terjadi kesalahan, human eror ataupun miss understanding di
masyarakat. Bagaimana penanganan yang dilakukan MAJT TV?
Fajar : Ya kalau penonton aktif ya , memang beberapa penonton ada yang
hanya menerima saja tapi ada yang aktif itu bertanya ikut memberikan
masukan kesimpulan jadi banyak sih dari penonton ke kita
Peneliti : Adakah keterlibatan penonton setia pada tayangan ini? atau hanya
sebagai penonton? atau terlibat aktif memberikan feedback?
Fajar : Iya, Insyaallah iya karena tadi kita melihat narasumbernya, kemudia
kalau memang pimpinan ini tidak respon pasti kita sudah disemprit ya
dari kemarin-kemarin untuk tidak menjalankan lagi tapi ini juga
responnya baik ketika kita libur pun kadang mereka menanyakan kok
siarannya nggak ada nah itu
Peneliti : Bagaimana respon Pengelola MAJT memandang program ini? Apakah
ini sejalan dengan dakwah MAJT?
Fajar : Iya kalau saya lhat sih tercapai karena feedback dari masyarakat juga
cukup baik
Peneliti : Melihat potensi dan atensi yang dibangun dari program RADIO ON
TV, sebagai Direktur apakah menurut kakak Produksi yang dibuat sudah
tercapai?
69
70
Fajar : Iya kalau saya lhat sih tercapai karena feedback dari masyarakat juga
cukup baik
Peneliti : Apakah ada evaluasi yang dilakukan secara rutin oleh MAJT TV terkait
program RADIO ON TV?
Fajar : Kalau evaluasi program rutin atau berkala juga ya, karena kita ada
pertemuan antar kru untuk rapat evaluasi di situ kita bahas satu per satu
program acaranya Kemudian untuk narasumber juga gitu kan yang sudah
berjalan Jadi kalau evaluasi rutinan aja sih
Peneliti : Pada akhirnya program RADIO ON TV ini diharapkan akan menjadi
seperti apa?
Fajar : Iya terus jalan lebih masyarakat karena memang masih banyak ternyata
masyarakat yang membutuhkan siaran rohani di mana dakwah dakwah
nya tuh dengan lemah lembut kemudian dengan langsung yang
menyentuh kepada pemirsa dan dengan mudah gitu loh mendapatkan
pembelajaran agama Islam melalui media-media ada yang ada di Masjid
Agung Jawa Tengah
5. Hasil Wawancara dengan Informan 2
Nama : Dadang Supriatna, [Link]
Jabatan : Produser MAJT TV
Tempat : Studio MAJT TV
Waktu : 08 Juni 2022, 15.03 wib
Peneliti : Halo kak, Assalamualaikum. Perkenalkan saya Syamsul, Mahasiswa
UIN Walisongo Semarang. Mohon berkenan, untuk hari ini saya
wawancara ya kak. Perihal program RADIO ON TV. Izin merekam
percakapan ini ya kak? Sebagai informasi, Penelitian saya berfokus pada
program RADIO ON TV, terkhusus dalam hal Produksi nya. Sesuai dgn
judul skripsi saya Produksi Program Dakwah Radio On Tv di MAJT TV
Semarang Selama Covid-19. Izin mulai ya kak untuk wawancaranya,
Terima kasih atas kesediaan Kakak untuk menjawab beberapa
pertanyaan yang diajukan, Pertama, boleh perkenalkan diri dulu nama
dan apa jabatan yang diemban di MAJT TV?
Dadang : Ya perkenalkan, Nama saya Dadang Supriatna, di MAJT TV sebagai
produser.
Peneliti : Siapa inisiator program ini kalau dari pihak MAJT TV?
Dadang : Program Radio On TV yang menginisiasi adalah kami dari tim MAJT
TV
Peneliti : Bagaimana latar belakang sejarah terciptanya program RADIO ON TV?
Dadang : waktu itu awal-awal berdirinya MAJT TV kita rapat dengan para
pimpinan dan semua kru untuk membuat beberapa program rutin dari
hasil itu munculah ide untuk menvisualkan Radio jadilah Radio On TV.
70
71
Oh ya ini fun fuct ya, sebetulnya program kita sama podcast itu, lebih
duluan kita, karena program kami dicetuskan ditahun 2017.
Peneliti : Apa visi, misi yang ingin dicapai dari program RADIO ON TV?
Dadang : Ya pastinya karena basis kami adalah masjid, dan tentu masjid sebagai
tempat ibadah ya kita memperluas/menyebarluaskan dakwah dakwah
Islamiyah, yakni Islam rahmatan lil alamin yang damai dengan pesan-
pesan Islam, serta kajian keilmuan yang baik untuk masyarakat yang
lebih luas
Peneliti : Siapa saja yang terlibat dalam program RADIO ON TV ini?
Dadang : Program ini termasuk salah satu program rutin kami, jadi semua tim
produksi kami terlibat, mulai dari produser, tim kreatif, tim teknis, dan
host semuanya terlibat.
Peneliti : Bagaimana pembagian tugas dalam program RADIO ON TV
ini?
Dadang : Pembagian tugasnya sendiri, Produser memimpin jalannya program,
lalu tim teknis menyiapkan segala kebutuhan yang berkait tentang
perlengkapan siaran, mulai dari alat hingga koneksi jaringan, dan tim
kreatif turut andil dengan memberikan sentuhan kreatifitas agar program
ini nyaman dilihat dan enak didengar, tentu tim kreatif juga berperan
untuk keputusan gambar mana yang layak dan tidak.
Peneliti : Siapa yang menanggung biaya produksi RADIO ON TV?
Dadang : Soal biaya semua yang menanggung manajemen Masjid, karena kita
dibawah arahan masjid langsung jadi semua cost-produksi Manejemen
masjid yang mengatur semua.
Peneliti : Siapa target audience program RADIO ON TV ini? Apa ada alasan
sudut pandang tertentu?
Dadang : Secara umum target program ini untuk semua kalangan, karena kajian
yang disampaikan itu tidak berat dan cukup ringan jika dicerna. Ya
kesimpulannya program ini bisa untuk anak muda, juga kalangan
dewasa. Tapi rata-rata ya kebanyakan anak mudanya usia 20-an, kalau
dewasanya yaa kurang lebih 40-60 tahunan.
Peneliti : Dalam satu episode ada berapa segmen dan persegmen berapa
durasinya?
Dadang : Biasanya kita produksi program ini rata-rata berdurasi 60 menit, dengan
2 segmen, 1 iklan.
Peneliti : Bagaimana tahap perencanaan yang dilakukan MAJT TV sebelum
program RADIO ON TV berlangsung?
Dadang : Tentu setiap program pasti ada perencanaan yaa.. Ya kita mulai pra
produksi dengan menyiapkan kebutuhan alat-alat yang digunakan untuk
produksi, selanjutnya produksi, dan terakhir paska produksi. Tapi tahap
ketiga jarang kita gunakan sekarang, karena kita lebih sering live
streaming semenjak Covid melanda, sehingga untuk tahap produksinya
hanya pra produksi dan produksi. Alasan kita buat live sreaming karna
saat awal-awal covid semua dibatasi, sedangkan produksi harus jalan
71
72
terus, jadi kita coba bikin terobosan inovasi berupa live streaming
program Radio On TV ini. Disamping cepat prosesnya, juga enak
produksinya. Karena hasil tayangan langsung tersimpan di Youtube dan
hasil record sudah jadi file utuh tanpa perlu proses editing lagi. Mungkin
untuk proses editing biasanya Ketika ada trouble difilenya, nah itu yang
perlu diedit sebelum ditayangkan ulang di TVKU dijam-jam yang sudah
disesuaikan oleh Produser TVKU.
Peneliti : Adakah perencanaan yang dibuat oleh MAJT TV, sehingga program
RADIO ON TV ini dapat ditonton secara lebih luas dan cepat?
Dadang : Karena kami sistemnya adalah live streaming ya, jadi selama covid
mulai gencar live streaming, karena itu menurut kami efektif dan efisien.
Lalu untuk mendukung cakupan yang luas kami biasanya membagikan
link program yang sedang berlangsung, baik melalui Whatsapp atau
media sosial yang lain, tentu yang dimiliki kami MAJT TV.
Peneliti : Adakah support dari Pengelola MAJT terhadap MAJT TV, yang
kaitannya untuk menyukseskan program RADIO ON TV ini? Apakah ini
sejalan dengan dakwah MAJT?
Dadang : Tentu kalau support pasti ada ya, biasanya para pengolal MAJT ini
memberikan saran dan arahan misalnya ada materi kajian yang kurang.
Biasanya narasumber diminggu selanjutnya menambahkan materi yang
kurang itu. Jadi adanya program ini juga turut membantu Dakwahnya
MAJT, kalau ditanya sejalan atau tidak. Jawaban kami mantap yakni
sejalan dengan dakwah MAJT.
Peneliti : Pemilihan isi materi pada program RADIO ON TV, apakah berbatas
pada materi kitab atau fiqih atau bebas?
Dadang : Nah untuk program kami ini yakni program Radio On TV kita
menggunakan Al- Qur,an dan Hadist juga kitab kuning untuk menjawab
semua permasalahan yang terjadi di masyarakat karena Al-Qur’an dan
Hadist adalah pedoman kehidupan manusia terutama manusia yang
beragama Islam.
Peneliti : Apakah tema bahasan murni ide dari tim MAJT TV? atau ada tim kreatif
yang memikirkan?
Dadang : kita lebih sering kolaborasi ya, maksudnya gini ketika ada momen-
momen tertentu kita usul ke narasumber untuk membahas itu. Tapi
selebihnya biasanya dari narasumber juga punya acuan sendiri, biasanya
sesuai dengan kitab yang disajikan.
Peneliti : Perihal pemilihan narasumber, bagaimana proses penentuannya?
Apakah ada standarisasi syarat khusus?
Dadang : Tentu untuk penentuan narasumber kita turut andil ya, biasanya kita
mengawalinya dengan rapat kecil, masing-masing memberikan usulan
siapa yang layak menjadi narasumber. Hasil dari situ kami serahkan
kepada pimpinan untuk ditelaah siapa yang patut menjadi narasumber.
Tetapi narasumber diprogram Radio On TV berganti-ganti ya jadwal
tetap gitulah, misal hari senin ini, selasa ini, dan it uterus. Jadi ya sudah
ada jadwalnya masing
72
73
Peneliti : Diprogram Radio ON TV ada berapa yang menjadi hostnya dan hari
apa saja ditayangkan? Ditayangkan dimana?
Dadang : Host kami ada 2 yakni Mas Hilal dan Mas Arka, kalau mas hilal
biasanya dihari senin-jum’at, sementara mas arka dihari sabtu. Untuk
penayangan kita utama di Youtube ya karena basisnya TV Streaming,
juga tayang di TVKU milik Udinus hanya saja itu berupa tayangan ulang,
tidak siaran langsung.
Peneliti : Dari sekian banyak kata untuk menjadi nama program, Mengapa dipilih
nama RADIO ON TV?
Dadang : Ya Kembali ke latar belakang ya, ini radio yang divisualkan atau radio
yang di TVkan jadi ya kita mengambil 2 perpaduan kata itu jadinya Radio
On TV.
Peneliti : Adakah kendala dan hambatan yang cukup mengganggu saat proses
produksi program RADIO ON TV selama Covid-19?
Dadang : Kendalanya awal-awal covid semua dibatasi, baik dari tim produksi
maupun orang yang terlibat langsung di Studio. Disamping itu juga
protokol Kesehatan cukup kami utamakan, baik memakai masker,
menggunakan hand sanitizer dan semacamnya. Kalau dibilang
mengganggu atau tidak yaa seimbang yaa, karena dari awal pandemi itu
mendapat inovasi yakni live streaming Radio On TV itu tadi. Ya paling
kalau pas narasumber berhalangan hadir karena covid kita memaklumi
dan mencari solusi alternatif yang lain agar bisa tetap siaran.
Peneliti : Adakah keterlibatan penonton setia pada tayangan ini? atau hanya
sebagai penonton? atau terlibat aktif memberikan feedback?
Dadang : Atensi penonton cukup bagus ya, karena mereka sering memberikan
feedback langsung diantara saat sesi tanya jawab biasanya disegmen
kedua, para penonton aktif bertanya melalui media sosial, baik whatsapp
atau telepon.
Peneliti : Melihat potensi dan atensi yang dibangun dari program RADIO ON
TV, sebagai Produser Radio On TV apakah menurut kakak Produksi
yang dibuat sudah tercapai?
Dadang : Menurut saya sudah tercapai, hanya saja karena kita masih muda jadi
ya masih pengen ada pengembangan-pengembangan yang lain, dan
menjadi salah satu suksesnya program ini agar semakin dikenal dan
diterima masyarakat luas ya.
Peneliti : Apakah ada evaluasi yang dilakukan secara rutin oleh MAJT TV terkait
program RADIO ON TV?
Dadang : Kalau evaluasi program rutin ada, berkala juga ada ya, ya biasanya
pertemuan antar kru untuk membahas apa saja yang menjadi kendala
selama produksi, kira-kira cara apa yang cocok untuk mengatasi itu.
Peneliti : Baik terimakasih kak atas penjelasannya. Terakhir, Apa harapan untuk
program RADIO ON TV untuk kedepannya?
Dadang : Iya terus jalan lebih banyak masyarakat tau, karena memang masih
banyak ternyata masyarakat yang membutuhkan siaran rohani, dimana
dakwah yang disampaikan dengan lemah lembut.
73
74
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Muhammad Syamsul Ma’arif
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat, Tanggal Lahir : Demak, 04 Juni 1997
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Alamat : Jl. Buyaran - Guntur No. 27, Dandan Rt.01/Rw.05,
Desa Bakalrejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten
Demak, Jawa Tengah 59565
Fakultas : Dakwah dan Komunikasi
Jurusan : Komunikasi Penyiaran Islam
Email : [Link]@[Link]
Facebook : @AriefBaladewa
Instagram : @AriefBaladewa
WhatsApp : 083 843 099 073
Riwayat Pendidikan Formal :
1. SD Negeri Bakalrejo 1 Lulus Tahun 2009
2. MTs Negeri 3 Demak Lulus Tahun 2012
3. MAN Demak Lulus Tahun 2015
74
75
Riwayat Organisasi :
1. Anggota HMJ KPI UIN Walisongo Semarang periode 2016/2017
2. Ketua Angkatan Imade Walisongo 2015
3. Kru Walisongo TV 2015
4. Tim Editing TVKU Depelopment Program 2017/2018
5. Teknik & IT MAJTTV 2017 – Sekarang
6. Tim Media Ahbaabul Musthofa Demak 2020 - 2025
Semarang, 22 Juni 2022
Muhammad Syamsul Ma’arif
NIM. 1501026076
75