Analisis Arus Permukaan Pada Musim Peralihan 1 di Laut Flores
Nama : Rio Hindami
NIM : L1C021028
Kelompok :2
Prodi/kelas : Ilmu kelautan/B
Mata kuliah : Oseanografi Fisika
Data pencitraan pada Gambar diperoleh dari [Link]
diolah serta dianalisis menggunakan ODV (Ocean Data View). Gambar
memvisualisasikan wilayah laut Flores yang terletak pada bagian utara pulau Flores.
Data yang digunakan adalah data pada bulan Maret-April 2022 atau pada saat musim
peralihan 1,Data visualisasi memaparkan arah vektor arus.
Arus bergerak dari laut Bali menuju laut Banda ,Arah arus laut permukaan pada
musim peralihan I tidak searah dengan arah anginnya. Arah arus laut permukaan
bergerak dibelokkan dari arah anginnya yang disebabkan oleh gaya koriolis (Octavia et
al,2019). Lalu, terdapat 4 arus eddy yang jelas,dimana terdapat pusaran arus searah jarum
jam pada 121,66°E/6,6°S yang berposisi di sebelah kanan bawah arus eddy pertama.
Gerakan arus laut yang berputar searah dengan jarum jam akan menyebabkan
penurunan tinggi permukaan laut (ditunjukkan dengan perubahan warna kedalaman).
Ketika terjadi penurunan, terjadilah upwelling karena ada kekosongan massa air.
Upwelling adalah gerakan vertikal arus laut dari dasar laut yang dingin dengan
kandungan nutrisi yang kaya, menuju ke permukaan laut (Ahmad Bayhaqi et al,2017).
Terdapat pula pusaran arus yang berlawanan arah jarum jam, yaitu pada
122,41°E/6,08°S yang terletak di bagian tengah atas gambar, lalu pada 123,91°E/8,09°S
yang berposisi di bagian ujung kanan bawah pada gambar,serta 120,74°E/6,08°S yang
terletak di bagian kiri atas gambar. Arus pusaran yang berlawanan arah jarum jam dapat
meningkatkan ketinggian permukaan laut, sehingga menyebabkan penumpukan massa
air di permukaan laut dan mengakibatkan downwelling. Downwelling adalah
pergerakan vertikal dari air laut yang hangat ke arah bawah yang membawa oksigen
(Trinugroho et al,2019).
Eddy adalah aliran melingkar yang terpisah dari aliran utama, aliran ini dapat
terbentuk di laut mana saja dengan skala spasial berkisar antara puluhan sampai ratusan
kilometer dan skala temporal berkisar antara mingguan sampai bulanan. Aliran Eddy
adalah aliran pusar yang memiliki peran penting dalam dinamika perairan laut. Gerakan
aliran Eddy dapat menyebabkan perubahan ketinggian permukaan air laut. Aliran Eddy
yang memiliki pusaran searah jarum jam akan menyebabkan terjadinya kenaikan
ketinggian permukaan air laut (upwelling). Aliran Eddy yang memiliki pusaran
berlawanan dengan arah jarum jam akan menyebabkan terjadinya penurunan ketinggian
permukaan air laut (downwelling). Hal ini berlaku di Bumi Belahan Selatan (BBS),
sedangkan di Bumi Belahan Utara (BBU) berlaku sebaliknya (Lalu et al,2020).
DAFTAR PUSTAKA
Bayhaqi, A., Iskandar, M. R., & Surinati, D. (2017). Pola arus permukaan dan kondisi
fisika perairan di sekitar pulau Selayar pada musim peralihan 1 dan musim
timur. OLDI (Oseanologi dan Limnologi di Indonesia), 2(1), 83-95.
Darmawan, L. K., Pranowo, W. S., Harsono, G., Sukoco, N. B., & Putra, I. (2020).
Purwarupa Informasi untuk Keselamatan Pelayaran Berdasarkan Karakteristik
Eddy di Laut Banda: Information Prototype for Sailing Safety Based on Eddy
Characteristics in the Banda Sea. Jurnal Chart Datum, 6(2), 33-39.
Octavia, Y. P., Jumarang, M. I., & Apriansyah, A. Estimasi Arus Laut Permukaan Yang
Dibangkitkan Oleh Angin Di Perairan Indonesia. PRISMA FISIKA, 6(1), 01-08.
Trinugroho, T., Satriadi, A., & Muslim, M. (2019). Sebaran Thermal Front Musiman di
Wilayah Perairan Selat Madura Menggunakan Single Image Edge
Detection. Journal of Marine Research, 8(4), 416-423.