PENGARUH MENGHAFAL AL QUR’AN
TERHADAP PRESTASI BELAJAR
MAHASISWA
Arina Zulfa
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiaq Jember
arinazulfa781@[Link]
Lina Afkarina
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiaq Jember
afkarinalina630@[Link]
Anisah Zianah Zain
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiaq Jember
zianahzain123@[Link]
Ainah Asmaul Husna
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiaq Jember
[Link]@[Link]
Abstrak
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh antara
kemampuan menghafal Al-Qur’an dengan prestasi belajar mahasiswa. Metode
penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan mengambil sampel dan
populasi mahasiswa PGMI Kelas D3 UIN KHAS Jember Periode 20220. Adapun teknik
pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti adalah purposive sampling serta
menggunakan instrumen berupa observasi, angket rating (kuesioner) lalu hasil penelitian
dianalisis dengan menggunakan analisis data korelasi. Keberhasilan dalam meraih
prestasi belajar yang memuaskan dan terus meningkat sangat didukung oleh faktor
internal dan faktor eksternal. Kegiatan menghafal al-Qur’an memberikan dampak positif
yang menjadi faktor pendukung keberhasilan dalam belajar seperti kemampuan
ketajaman otak, kedisiplinan dalam belajar, daya ingat yang baik, meningkatkan pola
pikir yang baik dan kemudahan dalam memahami materi pembelajaran. Dengan
merujuk kepada hasil uji hipotesis diketahui bahwa Ha diterima dan Ho ditolak dengan
memperoleh nilai rhitung yaitu 0,516705 dan rtabel yang telah ditetapkan sebesar 0,514.
Maka hubungan antara menghafal Al Qur’an dan prestasi belajar yaitu sedang.
Kata Kunci : Menghafal Al Qur’an, Prestasi Belajar
PENDAHULUAN
Al Qur’an diturunkan kepada umat islam mengandung beberapa hikmah
didalamnya salah satunya yaitu memudahkan Nabi dan umatnya untuk
menghafal ayat-ayat Alqur'an. Dimana pada masa itu banyak kalangan ummiy
yang tidak bisa membaca dan menulis. Hingga akhirnya Allah mencatat dan
mengabadikan sifat mereka dalam QS. Al- Jumu’ah Ayat 2.1 Selain itu, hikmah
diturunkan Al Qur’an yaiyu secara bertahap dimaksudkan agar umat Nabi
Muhammad saw. dapat mudah untuk menghafalkanya, karena mereka hanya
berpegang kepada daya ingat dan merasakan bahwa dalam hati dan perasaan
mereka tersimpan ayat ayat Al-Qur’an. Sedangkan jikalau Al-Qur’an diturunkan
secara kesuluruhan, tentu tidak mudah dihafalkan maupun untuk memahami
maknanya bagi umat Islam.
Sebagai generasi muda yang berlandaskan pada agama islam diwajibkan
untuk menuntut ilmu setinggi tingginya tanpa melupakan landasan agama
sebagai pondasi hidup. Banyak kisah dari generasi generasi muda yang mau
mendalami keislaman dengan menghafal ayat ayat Al Qur’an, akan tetapi mereka
tidak melupakan kewajiban sebagai seorang muslim untuk menuntut ilmu.
Seorang penghafal Al Qur’an tidak menjadikan hafalan mereka sebagai
alasan/beban untuk tidak dapat belajar ilmu keduniawian. Sebaliknya Al Qur’an
akan memberikan mukjizatnya kepada mereka yang dengan ikhlas dan istiqomah
dalam menghafal baik segi akademik, pola pikir, dan kecerdasan. Secara tegas
dalam Al-Qur’an Allah mengulang sebanyak empat kali dalam QS. Al Qomar
pada ayat 17, 22, 32, dan 40, itu sebuah bukti bahwa Al-Qur’an memang benar-
benar mudah untuk dihafalkan.
Namun demikian, proses seseorang untuk menghafal Al Qur’an tidaklah
mudah dan membutuhkan proses yang panjang dan sulit. Menghafalkan
AlQur’an bukan hanya menghafal dengan mengandalkan kekuatan memori, akan
tetapi termasuk serangkaian proses yang harus dijalani oleh penghafal Al-Qur’an
setelah mampu menguasai hafalan secara kuantitas, tetapi juga harus mampu
memahami makna yang terkadung didalamnya. Selain membutuhkan
kemampuan kognitif yang memadai, kegiatan menghafal Al-Qur’an juga
membutuhkan kekuatan tekad dan niat yang benar. Dibutuhkan pula usaha yang
keras, kesiapan lahir dan bathin, kerelaan dan pengaturan diri (regulasi diri) yang
1
Wahyudi, Wahidi. Sukses Menghafal Al Qur’an Meski Sibuk Kuliah, Yogyakarta : Semesta Hikmah.
2016
ketat lagi istiqomah.2
Prestasi belajar merupakan salah satu indikator dimana seseorang dapat
dikatan pintar dan cerdas yang dibuktikan dengan hasil tes/ nilai akhir. Salah satu
faaktor yang mempengaruhi prestasi belajar akademik adalah minat/keinginan
dan perhatian. minat adalah kecenderungan seseorang untuk memperhatikan dan
mengenang beberapa kegiatan.3 Minat ini berpengaruh besar terhadap belajar
atau kegiatan. Apabila seseorang memiliki minat yang tinggi terhadap sesuatu
hal, maka semakin tinggi minatnya untuk melakukan, sehingga yang
diinginkannya tercapai.4
Sejalan dengan hasil penelitian Subhan Nur yang mengemukakan pendapat
bahwa dengan mendengarkan Al-Qur’an membuat otak mengeluarkan rentetan
kekuatan dan frekuensi yang dikenal secara ilmiah yakni gelombang otak.
Frekuensi ini terus bertambah sesuai ayat-ayat yang dibaca. maka dari itu jika
anda bener-bener ingin menambah kekuatan otak dengan gelombang suara yang
bergizi maka perbanyaklah dekat dengan Al-Qur’an, dengan cara membacanya,
mendengarkannya, merenunginya, mentadaburinya dan mengamalkannya dalam
kehidupan sehari-hari. Dengan begitu anda akan merasakan ketenangan, kreatif,
inovatif, dan anda akan lebih sabar dalam meneriama cobaan hidup. Dengan
demikian peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait Pengaruh
menghafal Al Qur’an terdapat prestasi belajar mahasiswa di UIN KHAS Jember
Prodi PGMI Angkatan 2020. Karena pembagian waktu dan perhatian antara
menghafal Al-Qur’an dengan kuliah tidak mudah, serta kesibukan mahasiswa
yang lain, sehingga adakah pengaruh menghafal Al Qur’an terhadap kecerdasan
mahasiswa yang dibuktikan dengan nilai IPK. Kedua, tahfidzul Qur'an juz amma
merupakan syarat ketuntasan yang harus dilakukan oleh mahasiswa Fakultas
Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.
METODE PENELITIAN
1. Pendekatan dan jenis Penelitian
Penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kuantitatif yang berdasarkan
pada data-data yang berbentuk angka untuk menentukan analisis data tersebut.
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif
2
Chairani dan Subandi, Psikologi Santri Penghafal Al Qur’an Peran Regulasi Diri, Yogyakarta : Pustaka
Pelajar. 2010
3
Slameto, Belajar dan Faktor Faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka Cipta, 2015
4
Budiningsih, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta : Asdi Mahasatya, 2015
yakni suatu metode penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-
fenomena yang ada, yang berlangsung pada saat ini maupun yang telah lampau.5
Penggunaan jenis penelitian deskriptif kuantitatif oleh peneliti bertujuan untuk
mengukur pengaruh menghafal al-Qur’an terhadap prestasi belajar Mahasiswa
yang dilakukan di UIN KHAS JEMBER Pada Program Study Pendidikan Guru
Madrasah Ibtidaiyah Angkatan 2020.
2. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Pendidikan Guru
Madrasah Ibtidaiyah UIN KHAS Jember Angkatan 2020. Dengan jumblah
responden sebanyak 16 mahasiswa. Metode penentuan sampelnya yaitu purposive
sampel dengan tabiat setiap individu yang terdapat dalam populasi tidak memiliki
peluang yang sama rata untuk dijadikan sebagai sampel sehingga peneliti harus
menentukan individu yang cocok untuk dijadikan sebagai sampel sesuai tujuan
awal dan kebutuhan penelitian yaitu mahasiswa yang memiliki hafalan minimal 1
juz, dengan jumblah responden yang diteliti sebanyak 15 mahasiswa.
3. Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa pengamatan
(observasi) dan pemberian angket (kuesioner) jenis rating. Pendekatan kuantitatif
jenis rating adalah sebuah survey yang bersifat tertutup, digunakan untuk
memberikan penilaian atau jawaban dari para responden, bisa jawaban setuju atau
tidak setuju. Jawaban-jawaban atau pilihan dari responden tersebut kemudian
dikumpulkan dalam bentuk rincian yang dijadikan untuk data penelitian, lalu
dihubungkan sebagai penelitian korelasi. Pengamatan penelitian dilakukan di
kelas D3 PGMI berdasarkan tingkat kecerdasan dan keaktifan responden yang
dibuktikan dengan nilai Indeks Prestasi Komulatif. Angket kuesioner diberikan
kepada responden melalui google formulir.
KAJIAN TEORI
1. Pengertian Menghafal Al Qur’an
Secara etimologi, menghafal berasal dari bahasa Arab di sebut al-
Hafiz yang memiliki arti ingat/mengingat. Menurut KBBI menghafal
berasal dari kata hafal yang berarti telah masuk di ingatan, dapat
mengucapkan diluar kepala tanpa melihat buku atau catatan lain.
Kemudian mendapat awalan me- sehingga menjadi menghafal yang
5
Nana Syaodih, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung :PT Remaja Rosdakarya, 2009
Terjemahannya berusaha meresapkan ke pikiran agar selalu ingat.
Sedangkan secara terminologi, menghafal mempunyai arti sebagai
tindakan yang berusaha meresapkan kedalam pikiran agar selalu ingat.
Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi ke dalam
ingatan, sehingga nantinya akan dapat diingat kembali secara harfiyah,
sesuai dengan materi yang asli. Menghafal merupakan proses mental
untuk menyiapkan kesan-kesan yang suatu waktu dapat diingat kembali
ke alam sadar. Sejalan dengan pendapat Cece Abdulwaly, menghafal
adalah usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk meresapkan suatu
pelajaran tertentu ke dalampikiran agar selalu ingat untuk kemudian
terus-terus dijaga, dipelihara dan dilindungi agar tidak terlupakan.6
Dengan demikian dari beberapa pendapat diatas dapat dikatakan
bahwa menghafal adalah usaha yang dilakukan untuk memasukkan suatu
materi ke dalam Ingatan, yang kemudian dijaga materi tersebut agar tidak
dilupakan dari ingatannya, sehingga dapat dimunculkan kapan dan
dimana saja ketika dibutuhkan.
Ulama Ushul Fiqih juga berpendapat tentang menghafal
bahwasanya menghafal Al-Qur‟an merupakan usaha dengan sadar dan
sungguhsungguh yang dilakukan untuk mengingat dan meresapkan
bacaan kitab suci Al-Qur’an yang mengandung mukjizat ke dalam fikiran
agar selalu ingat, dengan menggunakan strategi tertentu.
Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Fatir Ayat 32
ٌ ۢ ِم َسابVَُْص ٌد ۚ َو ِم ْنه
ِ ق بِ ْال َخي ْٰر
ت ِ م ُّم ْقتVُْم ظَالِ ٌم لِّنَ ْف ِس ٖه َۚو ِم ْنهVُْب الَّ ِذ ْينَ اصْ طَفَ ْينَا ِم ْن ِعبَا ِدن َۚا فَ ِم ْنهَ ْال ِك ٰتVثُ َّم اَوْ َر ْثنَا
ۗك هُ َو ْالفَضْ ُل ْال َكب ْي ُر
ِ َ ِبِاِ ْذ ِن هّٰللا ِ ٰۗذل
2. Metode Menghafal Al Qur’an
Metode dalam menghafal Al-Qur’an sangat menentukan keberhasilan
dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Metode sangat penting
digunakan, karena tanpa menggunakan metode yang baik, hafalan tidak
akan berjalan maksimal.7 Beberapa ahli mengemukakan tentang jenis jenis
metode dalam menghafal Al Qur’an antara lain :
1) Metode menghafal Al-Qur’an menurut Sa’dulloh al-Hafizh dalam
bukunya 9 Cara Cepat Menghafal Al-Qur’an, yaitu:
6
Cece Abdulwally, Rahasia Dibalik hafalan Para Ulama, Yogyakarta: Laksana, 2019
7
Muh. Hambali, Cinta Al-Qur‟an Para Hafiz Cilik, (Jogjakarta: Najah, 2013), hlm. 47
Bin-nadzar Yaitu membaca dengan cermat ayat-ayat Al-Qur‟an
yang akan dihafal dengan melihat mushaf Al-Qur‟an secara
berulangulang.8
Metode tahfiz Yang dimaksud dengan metode ini adalah
menghafalkan sedikit demi sedikit ayat-ayat Al-Qur’an yang telah
dibaca berulang-ulang kemudian merangkaikan ayat-ayat yang
sudah dihafal dengan sempurna dimulai dari ayat awal, ayat kedua
dan seterusnya.
Metode talaqqi Metode talaqqi adalah menyetorkan atau
mendengarkan hafalan yang baru dihafal kepada seorang guru
atau instruktur.
Metode takrir Metode takrir adalah mengulang hafalan yang
sudah pernah dihafalkan atau sudah pernah disimakkan kepada
seorang guru atau instruktur. Takrir dimaksudkan agar hafalan
yang pernah dihafal tetap terjaga dengan baik, selain itu juga
untuk melancarkan hafalan sehingga tidak mudah lupa.
Metode tasmi’
Metode tasmi’ adalah mendengarkan hafalan kepada orang lain,
baik kepada perseorangan maupun kepada jama’ah. Dengan
melakukan tasmi’ seorang penghafal Al-Qur‟an akan diketahui
kekurangan dalam hafalannya dan agar lebih berkonsentrasi.
2) Metode Muroja’ah
Muroja’ah juga bisa disebut sebagai strategi pengulangan berkala.
Memurojaah atau mengulang hafalan adalah hal yang sangat
penting dalam menjaga hafalan. Murojaah merupakan kewajib
yang harus dilakukan oleh setiap seseorang yang mimiliki
hafalan, baik itu Al-Qur’an maupun Hadist. Dengan tujuan untuk
mengingat hafalan agar tidak lupa/hilang.9
3. Pengertian Prestasi Belajar
Menurut Ahmad Susanto merupakan tolak ukur yang digunakan
untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam mengetahui dan
memahami suatu mata pelajaran yang biasanya dinyatakan dengan nilai
8
Sa‟dulloh, 9 Cara Praktis Menghafal Al-Qur‟an, hlm. 55.
9
Arham. 2014. Agar Sehafal Alfatihah (Trik dan Tips Jitu Menghafal Al-Qur’an Sekuat Hafalan Al-
fatihah). Bogor: CV Hilal Media Group, hlm. 121
yang berupa huruf atau angka-angka. 10
Senada dengan pendapat tersebut
Sutratinah Tirtonegoro menyatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil
dari pengukuran serta penilaian usaha belajar yang dinyatakan dalam
bentuk angka, huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil
yang sudah dicapai oleh setiap siswa dalam periode tertentu.
Maka Dengan demikian prestasi belajar yaitu adanya pengalaman
yang didapatkan siswa sebagai capaian hasil belajar yang akan
diidentifikasi melalui sikap, kecakapan, dan keterampilan melalui tes atau
non tes yang dinyatakan dalam bentuk nilai. Nilai yang diperoleh siswa
dapat dijadikan sebagai tolok ukur utama untuk mengetahui seberapa
jauh siswa memahami materi pelajaran yang didapatkannya selama
mengikuti proses pembelajaran.11
4. Jenis Jenis Prestasi Belajar
a) Prestasi Akademik
Prestasi akademik merupakan sesuatu yang dicapai dengan kerja
keras yang sungguh sungguh. Prestasi akademik dapat dibuktikan
dengan nilai hasil tes/Latihan. Dalam penelitian ini prestasi
akademik bagi mahasiswa dibuktikan dari nilai hasil Indeks
Prestasi Komulatif (IPK).
b) Prestasi Non Akademik
Prestasi Non Akademik merupakan pencapaian yang diperoleh
diluar dari ranah akademik/mata pelajaran yang ditetapkan disuatu
lemabga pendidikan formal.
HASIL PEMBAHASAN PENELITIAN
1. Karakteristik responden berdasarkan jumblah hafalan Al Qur’an
10
Ahmad Susanto, Teori Belajar Dan Pembelajaran Di Sekolah Dasar (Jakarta: Prenadamedia Group,
2013), 10.
11
W.S Winkel, Psikologi Pengajaran (Yogyakarta: Media Abadi, 2007), 162.
Jumblah hafalan
2.5
2
1.5
1
0.5
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5
a a a a a a a a a a1 a1 a1 a1 a1 a1
is sw sisw sisw sisw sisw sisw sisw sisw sisw isw isw isw isw isw isw
a a a a a a a a a s s s s s s
ah ah ah ah ah ah ah ah ah aha aha aha aha aha aha
M M M M M M M M M M M M M M M
Diagram diatas menunjukkan jumblah hafalan mahasiswa program study
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN KHAS Jember Angkatan 2020. Dari
jumblah responden di Kelas PGMI D3 sebanyak 15 mahasiswa, 73,33% atau
sebanyak 11 mahasiswa mempunyai hafalan 1 juz, dan 26,66 % atau sebanyak 4
yang mempunyai hafalan lebih dari 1 juz.
2. Karakteristik responden berdasarkan IPK Mahasiswa
Nilai IPK Mahasiswa
3.9
3.8
3.7
3.6
3.5
3.4
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5
a a a a a a a a a a1 a1 a1 a1 a1 a1
i s w i s w i s w i s w i s w i s w i s w i s w i s w w w w w w w
as as as as as as as as as s i s s i s s i s s i s s is s is
ah ah ah ah ah ah ah ah ah aha aha aha aha aha aha
M M M M M M M M M M M M M M M
Diagram diatas menunjukkan jumblah IPK Mahasiswa PGMI Kelas D3
dengan sebagian besar 13,33% atau sebanyak 2 mahasiswa memiliki IPK (3,8).
Diikuti 80% atau sebanyak 12 mahasiswa memiliki IPK (3,7) Dan 6,66% atau
sebanyak 1 mahasiwa memiliki IPK (3,5).
menghafa
l ipk
376 1
11 0,516705 1
Analisis data yang dilakukan oleh peneliti bertujuan untuk mengetahui
Pengaruh Menghafal Al Qur’an terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa. Pengaruh
yang diperoleh dari data analisis tersebut yaitu 0,516705. Maka dengan
demikiandari perhitungan 2 variabel tingkat pengaruh menghafal Al Qur’an
terhadap prestasi belajar mahasiswa yaitu diperoleh hubungan sedang. Hasil
perhitungan korelasi person variable x dan y diperoleh hasil 0,516705. Sedangkan
pada uji hipotesis yang diterima dari r tabel 0,514 < 0,516705 r hitung. Maka
dapat disimpulkan H0 dItolak dan Halternatif diterima.
Pengaruh positif yang ditimbulkan dari menghafal al-Qur’an tidak hanya bisa kita
lihat berdasarkan hasil perhitungan statistika saja, melainkan dapat kita lihat
berdasarkan kondisi yang nyata dilapangan. Berdasarkan hasil pengamatan
peneliti, orang yang memiliki hafalan al-Qur’an minimal 1 juz rata-rata memiliki
daya ingat yang cukup kuat, hal ini dikarenakan ketika melakukan kegiatan
menghafal al-Qur’an maka secara tidak langsung mereka telah melatih diri mereka
untuk konsentrasi, memanajemen waktu dengan baik, dan meningkatkan
kemampuan mengingat yang dimilikinya, sehingga hal tersebut sangat membantu
mereka dalam proses pembelajaran yang mereka lakukan di kelas, karena untuk
memahami sebuah mata pelajaran maka dibutuhkan adalah konsentrasi, daya ingat
yang baik, dan manajemen waktu yang baik agar bisa mengulangi mata pelajaran
yang diterimanya di kampus. Kondisi ini dapat kita lihat pada nilai hasil belajar
semester yang dimiliki oleh mahasiswa yang dijadikan sebagai responden yaitu
berjumlah 15 orang mahasiswa semuanya memiliki nilai hasil belajar diatas 3.00
bahkan sebagian mahasiswa memiliki nilai yang hamper sempurna yaitu 3,8. Hal
ini dicapai sebab orang yang menghafal al-Qur’an dengan istiqamah dengan niat
yang ikhlaskan hanya kepada Allah SWT. mampu menumbuhkan kecintaan
mendalam kepada Allah SWT. Ketika rasa cinta sudah merasuk dan al-Qur’an
selalu menjadi teman kehidupan, Allah akan mencintai hamba tersebut dengan
memberikan kelebihan kepada hamba tersebut yang bermanfaat bagi dirinya.
Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa keberhasilan meraih
prestasi belajar yang memuaskan dipengaruhi oleh kebiasaan, ketajaman
kemampuan otak, semangat yang tinggi dan niat yang ikhlas.
Manfaat dari menghafal al-Qur’an salah satunya adalah kemudahan dalam
memahami pelajaran di sekolah baik pelajaran agama maupun pelajaran umum
(Lisya Chairani dan M. A. Subandi, 2010). sehingga apabila seseorang menghafal
al-Qur’an secara terus-menerus (istiqamah) akan berdampak positif pada
kemudahan proses belajar seseorang. Hal tersebut akan mempermudah seseorang
untuk meraih keberhasilan belajar berupa prestasi belajar yang memuaskan,
sehingga dapat dikatakan bahwa hasil belajar akan meningkat apabila seorang
penghafal al-Qur’an mampu istiqamah dalam hafalannya. Hal ini sejalan dengan
hasil penelitian yang dilakukan oleh Mustofa Kamal pada tahun 2017 dengan
judul skripsi: Pengaruh Pelaksanaan Program Menghafal Al-Qur’an Terhadap
Prestasi Belajar Siswa (Studi Kasus di MA Sunan Giri Wonosari Tegal Semampir
Surabaya), yang menyatakan bahwa perbedaan hasil belajar siswa yang mengikuti
program tahfidz al-Qur’an di SMP Muhammadiyah 9 Watukebo dapat dijelaskan
bahwa mengalami peningkatan rata-rata hasil belajar siswa sebelum mengikuti
program tahfidz dengan setelah mengikuti program tahfidz al-Qur’an.1 Hal ini
disebabkan dari menghafal al-Qur’an, anak secara tidak langsung belajar
mengasah kemampuan untuk menghafal dari yang dilihat dan dibaca. Dengan
demikian siswa akan terbiasa menghafal sesuatu yang di baca, di lihat dan di
dengar, hal ini juga mempengaruhi kecepatan otak anak dalam memproses mata
pelajaran yang diterimanya.
SIMPULAN
Dari pemaparan teori dan hasil analisis data, maka peneliti
menyimpulkan bahwa terdapa pengaruh yang sedang antara menghafal Al-Qur’an
dengan Prestasi Belajar Mahasiswa. Analisis data yang dilakukan oleh peneliti
bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Menghafal Al Qur’an terhadap Prestasi
Belajar Mahasiswa dan diperoleh hasil data analisis tersebut yaitu 0,516705. Maka
dengan demikiandari perhitungan 2 variabel tingkat pengaruh menghafal Al
Qur’an terhadap prestasi belajar mahasiswa yaitu diperoleh hubungan sedang.
Hasil perhitungan korelasi person variable x dan y diperoleh hasil 0,516705.
Sedangkan pada uji hipotesis yang diterima dari r tabel 0,514 < 0,516705 r hitung.
Maka dapat disimpulkan H0 dItolak dan Halternatif diterima. Selain itu kegiatan
menghafal Al Qur’an akan memberikan dampak positif yaitu seperti ketajaman
daya ingat, kedisiplinan dalam belajar, meningkatkan pola pikir yang baik dalam
memahami materi pelajaran.
DAFTAR RUJUKAN
Syaodih Nana. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Syahruddin, Yusuf Abdurrahman dkk. 2021. Pengaruh Menghafal Al Qur’an
Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Program Studi PAI FTIK IAIN Ambon.
Ambon: Al Iltizam Jurnal Pendikan Islam Vol 6 No 2.
Budiningsih. 2015. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Asdi Mahasatya.
Lisya Chairany. 2010. Psikologi Santri Penghafal Al Qur’an Peran Regulasi Dini.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Wahyudi, Rofiul dan Ridhoul Wahidy. 2016. Sukses Menghafal Al Qur’an Meski
Sibuk Kuliah. Yogyakarta: Semesta Hikmah.
Slameto. 2015. Belajar dan Faktor Faktor yang Memepengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta
Sa’dullah. 9 Cara Praktis Menghafal Al Qur’an
Arham. 2014. Agar Sehafal Al Fatihah (Trik dan Tips Jitu Menghafal Al Qur’an
Sekuat Hafalan Al Fatihah). Bogor: CV Hilal Media.
Abdulwally, Cece. 2019. Rahasia Dibalik hafalan Para Ulama. Yogyakarta:
Laksana.
Hambali Muhammad. 2013. Cinta Al Qur’an Para Hafidz Cilik. Jogjakarta:
Najah.
Anwar Desy. 2003.
Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran Di Sekolah Dasar.
Jakarta: Prenadamedia Group.
S. W. Winkel. 2017. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi.
Darwis dkk. 2021. Korelasi Indeks Prestasi Komulatif Dengan Peningkatan
Hafalan Al Qur’an Mahasiswa Program Study PAI STAIN [Link] el
Fakhru Islamic Education Teaching and Studies vol 1 no 1
Suwandi, Rofiul Wahyudi. 2020. Pengaruh Hafalan AlQur’an Terhadap Prestasi
Akademik Mahasiswa FAI Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Jurnal
Muaddib Study Kependidikan dan Keislaman Vol 10 no. 1