Konvensi Internasional tentang Load Line
Adopsi: 5 April 1966; Mulai berlaku: 21 Juli 1968
Telah lama diakui bahwa keterbatasan pada draught di mana kapal dapat dimuat
memberikan kontribusi yang signifikan bagi keselamatannya. Batasan-batasan ini diberikan
dalam bentuk freeboards, yang merupakan, selain integritas kedap cuaca dan kedap air
eksternal, tujuan utama Konvensi.
Konvensi Internasional pertama tentang Garis Muat, yang diadopsi pada tahun 1930,
didasarkan pada prinsip daya apung cadangan, meskipun diakui saat itu bahwa freeboard
juga harus memastikan stabilitas yang memadai dan menghindari tekanan berlebihan pada
lambung kapal sebagai akibat dari kelebihan beban.
Dalam konvensi Garis Muatan 1966, yang diadopsi oleh IMO, ketentuan dibuat untuk
menentukan freeboard kapal dengan perhitungan subdivisi dan stabilitas kerusakan.
Peraturan tersebut mempertimbangkan potensi bahaya yang ada di zona yang berbeda dan
musim yang berbeda. Lampiran teknis berisi beberapa langkah keamanan tambahan
mengenai pintu, membebaskan pelabuhan, pintu palka, dan barang-barang lainnya. Tujuan
utama dari langkah-langkah ini adalah untuk memastikan integritas lambung kapal yang
kedap air di bawah dek freeboard.
Semua garis muatan yang ditugaskan harus ditandai di tengah kapal di setiap sisi kapal,
bersama dengan garis geladak. Kapal yang dimaksudkan untuk pengangkutan kargo dek
kayu diberi freeboard yang lebih kecil karena kargo dek memberikan perlindungan terhadap
dampak gelombang
Konvensi ini mencakup tiga lampiran.
Lampiran I dibagi menjadi empat Bab:
Bab I - Umum;
Bab II - Ketentuan penugasan freeboard;
Bab III - Freeboards;
Bab IV - Persyaratan khusus untuk kapal yang diberi papan bebas
kayu.
Lampiran II mencakup Zona, area, dan periode musiman. Lampiran III berisi sertifikat,
termasuk Sertifikat Garis Beban Internasional.
Berbagai amandemen diadopsi pada tahun 1971, 1975, 1979, dan 1983 tetapi mereka
membutuhkan penerimaan positif oleh dua pertiga Pihak dan tidak pernah berlaku.
Protokol 1988, yang diadopsi pada November 1988, mulai berlaku pada 3 Februari 2000.
Selain menyelaraskan persyaratan survei dan sertifikasi Konvensi dengan yang terkandung
dalam konvensi SOLAS dan MARPOL, Protokol 1988 merevisi peraturan tertentu dalam
Lampiran teknis Konvensi Garis Beban dan memperkenalkan prosedur amandemen diam-
diam, sehingga amandemen yang diadopsi akan mulai berlaku enam bulan setelah tanggal
penerimaan yang dianggap kecuali jika ditolak oleh sepertiga Pihak. Biasanya, tanggal dari
adopsi hingga penerimaan dianggap adalah dua tahun.