0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
241 tayangan12 halaman

Syarat Profesi Keguruan yang Diperlukan

Makalah ini membahas pengertian dan syarat-syarat profesi keguruan. Profesi keguruan didefinisikan sebagai pendidikan profesional dengan tugas utama mendidik dan mengajar siswa. Syarat-syarat profesi keguruan meliputi ijazah pendidikan minimal S1, kemampuan berbahasa asing, kesehatan jasmani dan rohani yang memadai, serta kemampuan mengajar yang baik.

Diunggah oleh

Komang Ismawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
241 tayangan12 halaman

Syarat Profesi Keguruan yang Diperlukan

Makalah ini membahas pengertian dan syarat-syarat profesi keguruan. Profesi keguruan didefinisikan sebagai pendidikan profesional dengan tugas utama mendidik dan mengajar siswa. Syarat-syarat profesi keguruan meliputi ijazah pendidikan minimal S1, kemampuan berbahasa asing, kesehatan jasmani dan rohani yang memadai, serta kemampuan mengajar yang baik.

Diunggah oleh

Komang Ismawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

PENGERTIAN DAN SYARAT-SYARAT PROFESI KEGURUAN


Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Profesi Keguruan

Dosen Pengampuh : Prof. Dr. H. Abdul Haris Panai, [Link], [Link]

Disusun oleh:

Kelompok 2

Sri Intan Katili (151421019)

Dika Rezki Sukmana D (151421126)

Siti Maryam Amlaiya (151421127)

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

2022
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas ke hadirat Allah SWT. atas segala rahmatNya sehingga makalah ini
dapat tersususn sampai dengan selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih terhadap
bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik pikiran
maupun materi.

Penulis sangat berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman pembaca. Bahkan kami berharap lebih jauh lagi agar makalah ini bisa pembaca
praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi kami sebagai penyusun merasa bahwa masih banyak kekurangan dalam
penyusunan makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman kami. Untuk itu
kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Gorontalo, Februari 2023

Kelompok 2

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................................................i
DAFTAR ISI.............................................................................................................................................ii
BAB I......................................................................................................................................................1
PENDAHULUAN.....................................................................................................................................1
A. Latar Belakang...........................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah.....................................................................................................................1
C. Tujuan........................................................................................................................................1
BAB II.....................................................................................................................................................2
PEMBAHASAN.......................................................................................................................................2
A. Pengertian Profesi Keguruan.....................................................................................................2
B. Syarat-Syarat Profesi Keguruan.................................................................................................3
BAB III....................................................................................................................................................7
KESIMPULAN.........................................................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................................................8

ii
iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangn teknologi, ilmu pengetahuan, budaya dan pendidikan seringkali


menghadapi dilema. Akses terhadap layanan pendidikan menuntut kualitas
pendidikan, namun di sisi lain juga terdapat keterbatasan personal dari sudut pandang
tenaga kependidikan. Profesi keguruan terkadang di salah artikan oleh kelompok
tertentu untuk keuntungan jasmani dan rohani. Mereka yang mengajar tidak
melakukan apa yang kita lihat atau dengar dimedia.
Pendidikan mutlak diberikan dalam kehidupan. Tanpa pendidikan, masyarakat
dan individu terikat dalam kebodohan dan kehampaan, tidak mampu berbuat sesuatu
yang berguna untuk meningkatkan kualitas dirinya. Pelatihan dapat dilakukan di
lembaga formal dan informal. Lembaga resmi yang menyediakan lembaga pelatihan
termasuk lembaga pendidikan terdaftar. Lembaga pendidikan informal dimulai dari
pendidikan orang tua dan kemudian lembaga pendidikan nonformal. Pendididkan
formal memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan kualitas sesorang.
Pendidiik yang mendidik dan melatih orang harus terlatih dengan baik. Dengan kata
lain, pendidik harus ahli. Guru profesional menjadi pendidik dan harus memiliki
keterampilan khusus seperti keterampilan pendidikan, profesional, pribadi dan sosial.
Semua kompetensi tersebut terkait dengan upaya peningkatan kualitas dan
profesionalisme guru.
Mengasuh anak memang tidak mudah, apalagi dalam suasana formal.
Diperlukan metode khusus untuk menghadapi karakteristik yang berbeda dari setiap
siswa. Kita harus berusaha untuk meningkatkan kualitas guru karena kualitas
pendidikan suatu negara menentukan kualitas negara tersebut. Indinesia sendiri
memiliki banyak program pelatihan staf bagi siswa untuk berhasil dalam
pendidikannya. Dan, dengan atau tanpa persepsi yang diperttanyakan, para pendidik
harus benar-benar mempertimbangkan bahwa, secara teori, mereka harus memiliki
perlindungan dan jaminan hukum dari pemerintah yang sudah termasuk dalam
Undang-undang Guru dan Dosen

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dari profesi keguruan?


2. Apa saja syarat-syarat profesi keguruan

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian dari profesi keguruan


2. Untuk mengetahui syarat-syarat profesi keguruan

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Profesi Keguruan

1. Pengertian Profesi
Profesi pada hakikatnya adalah suatu pernyatan atau suatu janji terbuka yang
menyatakan bahwa seseorang itu mengabdikan dirinya pada suatu jabatan atau
pelayanan karena orang tersebut merasa terpanggil untuk menjabat pekerjaan itu.
Istilah profesi merupakan simbol dari suatu pekerjaan itu sendiri, profesi mengajar
adalah suatu jabatan yang mempunyai kekhususan. Kekhususan itu merupakan
kelengkapan mengajar atau keterampilan yang menggambarkan bahwa seseorang
melakukan tugas mengajar, yaitu membimbing manusia (Musriadi, 2016: 30).
Istilah profesi secara etimologis berasal dari bahasa Inggris yaitu profession
atau bahasa latin, profecus, yang artinya mengakui, adanya pengakuan,
menyatakan mampu, atau ahli dalam melakukan suatu pekerjaan,(Sudarwan
Danim,2010:103). Selain itu, kata profesi berasal dari kata “profesion” yang
berarti mampu atau ahli dalam suatu bentuk pekerjaan. Menurut Horby (dalam
Ramayulis, 2013: 27), secara leksikal profesi mengandung 2 (dua) makna.
Pertama, profesi menunjukkan dan mengungkapkan suatu kepercayaan (to profess
means to trust) bahkan suatu keyakinan (to belief in) atas suatu kebenaran (ajaran
agama) atau kredibilitas seseorang Kedua, profesi menunjuk pada suatu pelayanan
atau jabatan yang menuntut keahlian, tanggung jawab, dan kesetiaan terhadapnya.
Suatu profesi secara teori tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang tanpa
melalui pendidikan atau latihan dalam keahlian tertentu dan kurun waktu tertentu.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan profesi sebagai bidang
pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (seperti ketrampilan, kejuruan dan
sebagainya) tertentu. Profesi bukan sekadar pekerjaan, tetapi vokasi khusus yang
memiliki expertise, responsibility, dan corporatness. Expertise adalah keahlian
yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan dalam waktu yang lama.
Responsibility adalah tanggung jawab. Seseorang dikatakan bertanggung jawab
bila ia berani melakukan sesuatu dan bertanggungjawab atas segala konsekuensi
yang dikerjakan. Corporatness dapat diartikan sebagai kesejawatan. Oleh karena
itu, profesi adalah suatu pekerjaan khusus yang dilandasi dengan keahlian,
tanggung jawab, dan kesejawatan (Rugaiyah, Atiek Sismiati, 2011:6)
2. Pengertian Keguruan
Keguruan berasal dari kata dasar guru. Pengertian dan definisi keguruan
berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti dalam kelas
nomina atau kata benda sehingga keguruan dapat menyatakan nama dari
seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Keguruan
dapat dikatakan sebagai perihal pembahasan yang menyangkut tentang
pengajaran, pendidikan, dan metode pengajaran. Contoh: pada pendidikan tinggi
diberikan latihan tentang masalah keguruan.

2
Dalam UU Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, profesi keguruan
adalah pendidikan profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, melatih,
menilai dan mengevaluasi peserta didik pada usia dini, jalur pendidikan formal,
pendidikan dasar dan pendidikan menengah
3. Pengertian Profesi Keguruan
Setelah kita memahami pengertian profesi keguruan yang secara sistematis
terkaji secara terpisah, kini sekiranya kita semakin bisa memahami bahwa profesi
keguruan adalah segala aktifitas guru sebagai aktor pedidik di lingkungan
pendidikan yang terikat oleh suatu keteraturan dan peraturan. Merujuk Undang-
Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, profesi keguruan adalah
pendidikan profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, melatih, menilai
dan mengevaluasi peserta didik pada usia dini, jalur pendidikan formal,
pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Guru adalah sebuah profesi atau
pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian, tanggung jawab, dan kesetiaan.
Suatu profesi tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang yang tidak dilatih atau
dipersiapkan untuk itu.
Berdasarkan pemahaman tersebut, dapat dikatakan bahwa profesi guru
merupakan suatu bidang pekerjaan khusus yang memerlukan keahlian,
kemampuan, ketelatenan, dan pengetahuan yang digunakan untuk melaksanakan
tugas pokok mendidik, mengajar, membimbing, melatih, serta mengevaluasi
peserta didiknya agar memiliki sikap dan perilaku yang diharapkan
Menurut Rugaiyah (2011:6), profesi keguruan adalah pengkajian yang
berkaitan dengan pekerjaan khusus yang membutuhkan keahlian, tanggung jawab
dan kesejawatan dalam rangka memengaruhi anak untuk mencapai manusia
dewasa yang selamat dan bahagia.

B. Syarat-Syarat Profesi Keguruan

1. Syarat Profesi
Sebelum syarat-syarat profesi keguruan dijabarkan lebih mendalam, mari kita ulas
dijelaskan beberapa syarat-syarat profesi. Berikut ini beberapa syarat profesi
menurut Robert W. Richey (dalam Ramayulis, 2013: 34-35):
a. Lebih mementingkan pelayanan kemanusiaan yang ideal dibandingkan dengan
kepentingan pribadi.
b. Seorang pekerja profesional, secara relatif memerlukan waktu yang panjang
untuk mempelajari konsep-konsep serta prinsip-prinsip pengetahuan khusus
yang mendukung keahliannya.
c. Memiliki kualifikasi tertentu untuk memasuki profesi tersebut serta mampu
mengikuti perkembangan dalam perkembangan dan pertumbuhan jabatan.
d. Memiliki kode etik yang mengatur keanggotaan, tingkah laku, sikap dan cara
kerja.
e. Membutuhkan suatu kegiatan intelektual yang tinggi.
f. Adanya organisasi yang dapat meningkatkan standart pelayanan, disiplin diri
dalam profesi, serta kesejahteraan anggotanya.

3
g. Memberikan kesempatan untuk kemajuan, spesialisai dan kemandirian.
h. Memandang profesi sebagai suatu karier hidup dan menjadi seorang anggota
yang permanen.

Liberman (dalam Ramayulis, 2013: 29–30), syarat sebuah pekerjaan dapat disebut
profesi jika mencakup hal-hal sebagai berikut:

a. Memiliki cakupan ranah kawasan pekerjaan atau pelayanan khas, definitif dan
sangat penting dan dibutuhkan masyarakat.
b. Para pengemban tugas pekerjaan atau pelayanan tersebut memiliki wawasan,
pemahaman dan penguasaan pengetahuan serta perangkat teoritis yang relevan
secara luas dan mendalam; menguasai perangkat kemahiran teknis kinerja
pelayanan memadai persyaratan standarnya; memiliki sikap profesi dan
semangat pengabdian yang positif dan tinggi; serta kepribadian yang mantap
dan mandiri dalam menunaikan tugas yang diembannya dengan selalu
memedomani dan mengindahkan kode etik yang digariskan institusi
(organisasi) profesinya.
c. Memiliki sistem pendidikan yang mantap dan mapan berdasarkan ketentuan
persyaratan standarnya bagi penyiapan (pra service) maupun pengembangan
(in service, continuing, development) tenaga pengemban tugas pekerjaan
profesional yang bersangkutan yang lazimnya diselenggarakan pada jenjang
pendidikan tinggi berikut lembaga lain dan organisasi profesinya yang
bersangkutan.
d. Memiliki perangkat kode etik profesional yang telah disepakati dan selalu
dipatuhi serta dipedomani para anggota pengemban tugas pekerjaan atau
pelayanan profesional yang bersangkutan. Kode etik profesional
dikembangkan ditetapkan dan diberdayakan keefektifannya oleh organisasi
profesional yang bersangkutan.
e. Memiliki organisasi profesi yang menghimpun, membina, dan
mengembangkan kemampuan profesional, melindungi kepentingan
profesional serta memajukan kesejahteraan anggotanya dengan senantiasa
mengindahkan kode etiknya dan ketentuan organisasinya.
f. Memiliki jurnal dan sarana publikasi profesional lainnya yang menyajikan
berbagai karya penelitian dan kegiatan ilmiah sebagai media pembinaan dan
pengembangan para anggotanya serta pengabdian kepada masyarakat dan
khaszanah ilmu pengetahuan yang menopang profesinya.
g. Memperoleh pengakuan dan penghargaan yang selayaknya baik secara sosial
(dan masyarakat) dan secara legal (dan penerimah yang bersangkutan atas
keberadaan dan kebermanfaatan profesi termaksud).

Menurut Ornstein dan Levine suatu pekerjaan atau jabatan dapat disebut profesi
bila pekerjaan atau jabatan itu dilakukan dengan:

a. Melayani masyarakat
b. Melakukan bidang ilmu dan keterampilan

4
c. Menggunakan hasil penelitian dan aplikasi dari teori ke praktik
d. Memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang
e. Terkendali berdasarkan lisensi baku atau mempunyai persyaratan masuk
f. Menerima tanggung jawab terhadap keputusan yang diambil dan tampilan
untuk kerjanya berhubungan dengan layanan yang diberika
2. Syarat Profesi Keguruan
Khusus untuk jabatan guru, syarat profesi kependidikan yang dimaksudkan oleh
National Education Association (NEA) tahun 1948, profesi guru memerlukan
persyaratan/kriteria khusus yaitu:
a. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. Jabatan guru memenuhi kriteria
ini, karena mengajar melibatkan upaya yang sifatnya sangat didominasi
kegiatan intelektual. Selanjutnya, kegiatan yang dilakukan anggota profesi
adalah dasar bagi persiapan dari semua kegiatan profesional lainnya.
b. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus Anggota suatu
profesi menguasai bidang ilmu yang membangun keahlian mereka dan
melindungi masyarakat dari penyalahgunaan, amatiran yang tidak terdidik,
dan kelompok tertentu yang ingin mencari keuntungan. Namun, belum ada
kesepakatan tentang bidang ilmu khusus yang melatari pendidikan atau
keguruan (Ornstein dan Levine (dalam Soetjipto dan Kosasi, 1994:19).
c. Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama (dibandingkan
dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka). Terdapat
perselisihan pendapat mengenai hal yang membedakan jabatan profesional dan
non-profesional yaitu dalam penyelesaian pendidikan melalui kurikulum.
Pertama, yakni pendidikan melalui perguruan tinggi disediakan untuk jabatan
profesional, sedangkan yang kedua yakni pendidikan melalui pengalaman
praktek bagi jabatan non-profesional (Usman, 2002:23)
d. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
Jabatan guru cenderung menunjukkan bukti yang kuat sebagai jabatan
profesional, sebab hampir tiap tahun guru melakukan kegiatan latihan
profesional, baik yang mendapatkan penghargaan kredit maupun tidak.
Sekarang ini bermacam-macam pendidikan profesional tambahan diikuti guru
dalam rangka menyetarakan dirinya dengan kualifikasi yang ditetapkan.
e. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen. Di
luar negeri barangkali syarat jabatan guru sebagai karier permanen merupakan
titik yang paling lemah dalam menuntut bahwa mengajar adalah jabatan
profesional. Banyak guru baru yang hanya bertahan selama satu atau dua
tahun saja pada profesi mengajar, setelah itu mereka pindah kerja kebidang
lain yang lebih menjanjikan bayaran yang lebih tinggi.
f. Jabatan yang menentukan baku (standarnya) sendiri . Karena jabatan guru
menyangkut hajat orang banyak, maka baku untuk jabatan guru ini sering
tidak diciptakan oleh anggota profesi sendiri. Baku jabatan guru masih sangat
banyak diatur oleh pihak pemerintah atau pihak lain yang menggunakan
tenaga guru tersebut seperti yayasan pendidikan swasta.

5
g. Jabatan yang lebih mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi. Jabatan
mengajar adalah jabatan yang mempunyai nilai sosial yang tinggi. Guru yang
baik akan sangat berperan dalam memengaruhi kehidupan yang lebih baik dari
warga negara masa depan. Jabatan guru telah terkenal secara universal sebagai
suatu jabatan yang anggotanya termotivasi oleh keinginan untuk membantu
orang lain, bukan disebabkan oleh keuntungan ekonomi ataupun keuangan.
h. Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
Semua profesi yang dikenal mempunyai organisasi profesional yang kuat
untuk dapat mewadahi tujuan bersama dan melindungi anggotanya. Melalui
beberapa hal, jabatan guru telah memenuhi kriteria ini dan dalam hal lain
belum dapat dicapai. Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) yang ada di
Indonesia merupakan wadah seluruh guru mulai dari guru taman kanakkanak
sampai guru sekolah lanjutan tingkat atas, dan ada pula Ikatan Sarjana
Pendidikan Indonesia (ISPI) yang mewadahi seluruh sarjana pendidikan.

6
BAB III

KESIMPULAN

Profesi pada hakikatnya adalah suatu pernyatan atau suatu janji terbuka yang
menyatakan bahwa seseorang itu mengabdikan dirinya pada suatu jabatan atau pelayanan
karena orang tersebut merasa terpanggil untuk menjabat pekerjaan itu. Istilah profesi
merupakan simbol dari suatu pekerjaan itu sendiri, profesi mengajar adalah suatu jabatan
yang mempunyai kekhususan. Kekhususan itu merupakan kelengkapan mengajar atau
keterampilan yang menggambarkan bahwa seseorang melakukan tugas mengajar, yaitu
membimbing manusia (Musriadi, 2016: 30).

Keguruan berasal dari kata dasar guru. Pengertian dan definisi keguruan berdasarkan
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda
sehingga keguruan dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan
segala yang dibendakan. Keguruan dapat dikatakan sebagai perihal pembahasan yang
menyangkut tentang pengajaran, pendidikan, dan metode pengajaran. Contoh: pada
pendidikan tinggi diberikan latihan tentang masalah keguruan.

Profesi keguruan adalah pendidikan profesional dengan tugas utama mendidik,


mengajar, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada usia dini, jalur pendidikan
formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Guru adalah sebuah profesi atau
pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian, tanggung jawab, dan kesetiaan. Suatu profesi
tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang yang tidak dilatih atau dipersiapkan untuk itu.

Khusus untuk jabatan guru, syarat profesi kependidikan yang dimaksudkan oleh
National Education Association (NEA) tahun 1948, profesi guru memerlukan
persyaratan/kriteria khusus yaitu:

a. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual


b. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus Anggota suatu profesi
menguasai bidang ilmu yang membangun keahlian mereka dan melindungi
masyarakat dari penyalahgunaan, amatiran yang tidak terdidik, dan kelompok tertentu
yang ingin mencari keuntungan
c. Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama (dibandingkan dengan
pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka)
d. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan
e. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen
f. Jabatan yang menentukan baku (standarnya) sendiri
g. Jabatan yang lebih mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi
h. Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat

7
DAFTAR PUSTAKA

Anda mungkin juga menyukai