Belalang Sembah
Belalang sembah adalah serangga yang termasuk ke dalam ordo Mantodea. Dalam
bahasa inggris, serangga ini biasa disebut praying mantis karena sikapnya yang sering kali
kelihatan seperti sedang berdoa. Kata mantis berasal bahasa Yunani “Mantes” yang berarti
“nabi” atau “peramal nasib”. Banyak sebutan dalam bahasa lokal, seperti congcorang (bahasa
Sunda), walang kadung (bahasa Jawa), dan mentadak (bahasa Melayu).
Secara morfologi belalang sembah memiliki bentuk tubuh yang ramping. Panjang
seluruh tubuh dari bagian caput sampai ujung abdomen 85mm. Pada bagian toraks (bagian
tubuh hewan yang terletak antara kepala dan abdomen) terdapat protoraks, mesotoraks dan
metatoraks dimana masing masing bagian tersebut terdapat sepasang tungkai. Bagian
abdomen (bagian tubuh di belakang dada) belalang ini terdiri dari 8 ruas. Protoraksnya
panjang dengan ukuran 18 mm. Tungkai pertama ukurannya 68 mm, tungkai kedua
ukurannya 64mm, dan tungkai ketiga ukurannya 72mm dengan tipe tungkai raptorial.
Belalang sembah ini mempunyai karakteristik putih dan hijau yang bergantian di
bagian abdomen, adanya claw yang terdapat di bagian kaki depan. Memiliki sayap berwarna
warni, sedangkan pada belalang betina memiliki warna merah muda kemudian berwana gelap
pada bagian bawah. Belalang sembah jantan memiliki sayap bagian dalam merah muda pudar
kemudian bawahnya berwarna coklat dan kepala belalang sembah ini dapat berputar 360
derajat.
Belalang sembah termasuk golongan predator poligofagus atau pemakan bereberapa
jenis mangsa. Mereka memangsa serangga lain yang bertubuh lebih kecil, seperti jangkrik,
capung, lebah dan lalat, Belalang sembah menggunakan bentuk dan warna tubuhnya untuk
menarik perhatian mangsa, saat mangsa mendekat, mereka akan menggunakan kaki depannya
untuk menangkapnya. Belalang sembah hanya memangsa hewan yang masih hidup.
Belalang sembah merupakan hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna.
Fase hidupnya terdiri dari telur, nimfa, dan dewasa. Belalang betina dapat bertelur sampai
300 butir. Telur tersebut di letakan dalam sarang berbentuk buih putih yang disebut ooteka.
Ooteka lama lama akan mengeras dan melindungi telur tersebut dari panas dan hujan. Telur
telur tersebut membutuhkan waktu sekitar enam minggu untuk menetas, nimfa belalang
sembah sudah menyerupai belalang sembah dewasa. Itulah mengapa belalang sembah
dikatakan mengalami metamorfosis tidak sempurna.
Belalang sembah juga berguna bagi manusia karena belalang sembah efektif dijadikan
pembasmi hama di perkebunan berupa serangga dan karena keunikan dari belalang sembah
tidak heran bahwa mereka juga dapat dijadikan hewan peliharaan.