PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN LOKASI
TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA
O2 ICE CREAM PEMATANG SIANTAR
PROPOSAL SKRIPSI
NAMA : JESIKA ENJELIN SIMANJUNTAK
NIM : 19105313
PRODI : MANAJEMEN
PROGRAM : SARJANA
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE)
SULTAN AGUNG
PEMATANGSANTAR
2023
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan anugerah-Nya kepada penulis sehingga dapat
menyelesaikan proposal skripsi ini. Proposal skripsi ini disusun untuk
memenuhi salah satu syarat penyelesaian kuliah Program Studi Sarjana
Manajemen pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sultan Agung. Adapun judul
proposal skripsi ini adalah: Pengaruh Kualitas Poduk dan Lokasi
Terhadap Kepuasan Konsumen pada O2 Ice Cream Pematang
Siantar.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada
Bapak Andy Wijaya, S.E.,MM, selaku Ketua Pembimbing, Bapak Erbin
Candra, S.E.,MM, selaku Pembimbing I dan Ibu Lora E. Nainggolan,
S.E.,Msi., selaku Pembimbing II yang telah memberikan arahan dan
bimbingan kepada penulis sejak awal sampai selesainya proposal skripsi
ini.
Dengan menyelesaikan proposal pkripsi ini tidak terlepas dari
bantuan berbagai pihak yang telah mendorong, memotivasi dan
membimbing penulis baik tenaga, ide-ide maupun pemikiran. Oleh karena
itu dalam kesempatan ini, penulis ingin berterima kasih kepada:
1. Bapak Dr. Darwin Lie, S.E.,M.M., selaku Ketua STIE Sultan Agung atas
bimbingan selama masa perkuliahan.
i
2. Ibu Sherly, S.E.,M.M., selaku Wakil Ketua STIE Sultan Agung yang telah
memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis selama masa
perkuliahan.
3. Bapak Dr. Efendi, S.E.,M.M., selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik
STIE Sultan Agung yang telah memfasilitasi dalam aktivitas perkuliahan.
4. Ibu Sisca, S.E.,M.M., selaku Wakil Ketua II Bidang Administrasi dan
umum atas bimbingan dan saran kepada penulis selama masa
perkuliahan.
5. Bapak Dr. Marisi Butarbutar, S.E.,M.M., selaku Wakil Ketua III Bidang
Kemahasiswaan STIE Sultan Agung atas bimbingan selama masa
perkuliahan.
6. Bapak dan Ibu Dosen STIE Sultan Agung dan Staff Tata Usaha yang
telah membimbing dan memberikan saran kepada penulis selama masa
perkuliahan dan penyusunan proposal skripsi ini.
7. Owner, Karyawan dan konsumen pada O2 Ice Cream Pematang
Siantar atas segala izin dan bantuannya berupa keterangan dan data-
data yang diberikan kepada penulis selama melakukan penelitian.
8. Teristimewa orangtua tercinta penulis, Bapak Rikson Simanjuntak dan
Ibu Hasianna Aruan serta keempat saudara laki-laki saya yang telah
mendokan dan memberikan semangat, motiasi dan doa yang terbaik
untuk penulis selama perkuliahan sampai selesainya proposal skripsi
ini.
9. Serta seluruh teman-teman seperjuangan S1 Manajemen B Pagi yang
senantiasa memberikan doa dan motivasi yang terbaik untuk penulis
ii
sehingga terselesainya proposal skripsi ini.
Semoga Tuhan Yang maha Esa selalu melimpahkan rahmatnya
kepada kita semua. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan
demi kesempurnaan penulisan proposal skripsi ini penulis mengharapkan
adanya saran dan masukan yang bersifat membangun. Semoga laporan
dan hasil penelitian ini dapat berguna dan bermanfaat bagi semua pihak
yang membutuhkan.
Pematang Siantar, Maret 2023
Penulis
Jesika Enjelin Simanjuntak
19105313
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Dunia bisnis saat ini dalam kondisi persaingan yang semakin ketat
dengan berbagai macam produk yang ditawarkan di pasar yang memiliki
kualitas dan inovasi yang beragam. Perusahaan dituntut untuk tetap eksis
agar dapat bertahan dalam bisnisnya tersebut. Untuk itu perusahaan
melakukan inovasi baru terhadap produk maupun pelayanan dan
mengembangkan perusahaan untuk me mperoleh laba optimal serta
memperkuat citra perusahaan dalam menghadapi persaingan dengan
tujuan untuk menciptakan kepuasan konsumen terhadap produk ataupun
jasa yang ditawarkan perusahaan tersebut. Suatu perusahaan dikatakan
mampu menghadapi para pesaing apabila perusahaan dapat menciptakan
nilai dan memberikan kepuasan kepada kepada konsumen melalui barang
atau jasa yang berkualitas. Konsumen merasa tidak puas dengan
pelayanan yang diberikan,
O2 Ice cream pematang siantar merupakan suatu usaha yang
bergerak dalam bidang kuliner yang cukup dikenal oleh masyarakat kota
pematang siantar terlebih di kalangan milenial. Aktivitas usahanya adalah
membuat dan melakukan penjualan produk ice cream yang mereka
produksi sendiri. O2 Ice cream Pematang Siantar selalu memiliki cara
untuk mempertahankan keberlangsungan usaha dam meningkatkan
1
2
volume penjualan agar semakin diminati serta dapat bersaing dengan
usaha jenis lainnya.
Upaya yang dilakukan oleh O2 Ice Cream Pematang Siantar dalam
mengembangkan usahanya tidak terlepas dari kepuasan konsumen
sebagai faktor utama dalam perkembangan bisnisnya. Dimensi kepuasan
konsumen ada 4 (empat) yaitu emosional, harga, biaya, dan kualitas
pelayanan.
Dari hasil pra penelitian yang dilakukan fenomena yang belum
optimal ada pada dimensi emosional, di mana konsumen belum memiliki
rasa bangga ketika konsumen berkunjung dan saat mengonsumsi produk
dari Ice Cream Pematang Siantar hal ini dikarenakan belum ada citra
merek yang diberikan konsumen, di mana konsumen hanya menganggap
Ice Cream Pematang Siantar seperti tempat Ice Cream biasa. Kemudian
pada dimensi kualitas pelayanan juga belum optimal, di mana karyawan
Ice Cream Pematang Siantar belum mampu menyajikan pesanan
konsumen dengan cepat pada saat keada an ramai, sehingga beberapa
konsumen merasa kurang puas terhadap respons karyawan tersebut.
Salah satu yang mengindikasikan kepuasan konsumen adalah
kualitas produk. Hal ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh
Agustina and Eva, (2019), bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan
signifikasi terhadap kepuasan konsumen. Dimensi kualitas produk dapat
di indikasikan dengan dimensi kesesuaian dengan spesifikasi, estetika,
kinerja feature (keistimewaan).
3
Fenomena yang belum optimal terdapat pada dimensi estetika, hal
ini dapat dilihat dari tampilan produk camilan yang disajikan kurang begitu
menarik perhatian konsumen untuk di posting di akun sosial media di
zaman milenia sekarang ini dan konsistensi ras pada ice cream yang
disajikan masih belum menetap, hal ini karena yang membuat ice cream
tidak selalu orang yang sama. Pada dimensi fitur di mana produk
makanan seperti cemilan yang ditawarkan pada daftar menu kurang
bervariasi sehingga kurang diminati oleh konsumen.
Selain kualitas produk, lokasi juga di indikasikan pada kepuasan
konsumen, hal ini didukung dari hasil penelitian (Urbayani, 2018) yang
menyatakan bahwa lokasi merupakan suatu yang mempengaruhi
kepuasan konsumen. Faktor yang mempengaruhi lokasi dapat di
indikasikan dengan dimensi akses, visibilitas, lalu lintas, tempat parkir,
ekspansi, lingkungan dan persaingan.
Fenomena yang belum optimal terdapat pada segi visibilitas di
mana konsumen masih banyak yang tidak mengetahui adanya Ice cream
Pematang Siantar karena tidak terletak pada di inti kota. Dilihat dari
dimensi akses O2 Ice cream Pematang Siantar tidak berada di inti kota
sehingga minimnya angkutan umum, sehingga konsumen sulit untuk
datang ke O2 Ice cream Pematang Siantar.
Berdasarkan uraian di atas dapat dilihat bahwa adanya masalah
antara fenomen dengan kenyataan serta dukungan toeritis dari segi
4
kualitas produk, lokasi dan kepuasan konsumen yang membuat penulis
tertarik untuk melakukan penelitian.
1.2. Identifikasi Masalah
Adapun identifikas masalah sebagai berikut:
1. Kepuasan konsumen pada O2 Ice cream Pematang Siantar belum
optimal.
2. Konsumen belum memiliki rasa bangga ketika mengonsumsi produk
O2 Ice cream tersebut.
3. Karyawan belum mampu merespon dan menyajikan pesanan dengan
cepat pada saat keadaan ramai
4. Kualitas produk belum optimal.
5. Tampilan produk camilan yang disajikan kurang begitu menarik
perhatian konsumen untuk diposting di akun sosial media di zaman
milenia sekarang ini.
6. Produk makanan seperti cemilan yang di tawarkan pada daftar menu
kurang bervariasi sehingga kurang diminati oleh konsumen
7. Lokasi belum optimal.
8. konsumen masih banyak yang tidak mengetahui adanya Ice cream
Pematang Siantar karena tidak terletak pada di inti kota.
9. Akses O2 Ice cream Pematang Siantar tidak berada di inti kota
sehingga minimnya angkutan umum, sehingga konsumen sulit untuk
datang ke O2 Ice cream Pematang Siantar.
5
1.3. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan dengan
melihat fenomena dan kenyataan yang ada, maka penulis merumuskan
masalah penelitian sebagai berikut:
1. Bagaimana gambaran kualitas produk, lokasi, dan kepuasan
konsumen pada O2 Ice Cream Pematang Siantar.
2. Bagaimana pengaruh kualitas produk, lokasi dan kepuasan konsumen
pada O2 Ice Cream Pematang siantar baik secara simultan maupun
parsial.
1.4. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian
1.4.1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan diatas, maka
yang menjadi tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui gambaran kualitas produk, kualitas pelayanan dan
kepuasan konsumen pada O2 Ice Cream Pematang siantar.
2. Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk, kualitas pelayanan dan
kepuasan konsumen pada O2 Ice Cream Pematang siantar baik
secara simultan maupun parsial.
1.4.2. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi penulis
6
Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian skripsi menyelesaikan
perkuliahan pada Program Studi Sarjana Manajemen di STIE Sultan
Agung.
2. Bagi O2 Ice Cream Pematang Siantar.
Menjadi saran yang bersifat positif dan membangun bagi O2 Ice Cream
Pematang Siantar yang dapat berguna untuk menciptakan,
mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas produk, kualitas
pelayan serta kepuasan konsumen.
3. Bagi pihak lain.
Menjadi tambahan informasi dan wawasan bagi pihak-pihak yang
berkepentingan dan membutuhkan untuk melakukan penelitian
berikutnya yang berhubungan dengan judul laporan ini dimasa yang
akan datang.
1.5. Sistematika Penelitian
Untuk memudahkan bagi pembaca dalam memahami isi dari
skripsi, berikut ini penulis menguraikan sistematika bab demi bab. Bab
satu pendahuluan menguraikan latar belakang masalah, identifikasi
masalah, tujuan dan kegunaan penelitian dan sistematika penulisan.
Sedangakan Bab dua tinjauan pustaka di mana dijelaskan tentang uraian
teoritisyang meliputi manajemen, manajemen pemasaran, kualitas produk,
kualitas pelayanan, kepuasan konsumen, pengaruh antar variabel,
kerangka teori, penelitian terdahulu, kerangka pemikiran dan juga
hipotesis.
7
Bab tiga metode penelitian penulis menguraikan tentang desain
penelitian, objek penelitian, ruang lingkup penelitian, definisi operasional
variabel, populasi dan sampel, jenis data, sumber data, teknik
pengumpulan data, alat pengumpulan data, uji instrumen data, teknik
analisis data. Bab empat gambaran umum penulis menguraikan tentang
gambaran umum O2 Ice Cream Pematang Siantar, yang terdiri dari
sejarah singkat, visi dan misi, struktur organisasi, tugas dan tanggung
jawab masing-masing pada O2 Ice Cream Pematang Siantar.
Pada bab lima penulis menguraikan tentang analisis dan evaluasi
data yang diperoleh selama penelitian mengenai pengaruh kualitas produk
dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen. Selanjutnya pada
bab enam berisi kesimpulan dari analisis dan penulisan juga memcoba
memberi saran dari hasil evaluasi yang bertujuan sebagai bahan masukan
bagi 02 Ice Cream Pematang Siantar.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Uraian Teoritis
2.1.1. Manajemen
[Link]. Pengertian Manajemen
Manajemen merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan yang
telah direncanakan sebuah perusahaan dan untuk mempermudah dalam
mecapai visi dan misi perusahaan. Sehingga untuk mencapai tujuan
perusahaan dengan baik, maka perusahaan juga harus memiliki
manajemen yang baik karena manajemen merupakan sebuah instrumen
yang penting bagi perusahaan atau organisasi.
Menurut (Robbins and Coulter, 2020) menyatakan bahwa
manajemen merupakan aktivitas kerja yang melibatkan koordinasi dan
pengawasan terhadap pekerjaan orang lai, sehingga pekerjaan tersebut
dapat diselesaikan secara efektif dan efisien.
Menurut (Sadikin, Misra and Hudin, 2020), manajemen adalah seni
dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusun, pengarahan dan
pengawasan dari pada sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang
sudah ditetapkan terlebih dahulu. Sedangkan menurut (Krisnandi, Efendi
and Sugiono, 2019), manajemen adalah suatu seni atau proses
merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengawasi
berbagai sumber untuk mencapai suatu tujuan.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa
8
9
manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, pengarahan dan pengendalian sumber daya organisasi untuk
mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.
[Link]. Fungsi Manajemen
Dalam manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait
didalamnya, di mana fungsi manajemen ini tersusun dari elemen-elemen
yang akan dijadikan acuan manajer di dalam proses manajemen dalam
suatu kegiatan pencapaian tujuan.
Menurut (Robbins and Coulter, 2020), fungsi manajemen adalah
sebagai berikut:
1. Perencanaan (planning)
Yaitu kinerja organisasi dan penggunaan sumber daya yang diperlukan
dimasa mendatang untuk mencapai tujuan.
2. Pengelolaan (Organizing)
Yaitu meliputi penetapan tugas, pengelompokan tugas-tugas serta
mengelola sumber daya di organisasi yang akan dilakukan setelah
perencanaan.
3. Kepemimpinan (Leading)
Yaitu peran kepemimpinan untuk mempengaruhi karyawan dengan
memotivasinya agar mencapai tujuan organisasi.
Menurut (Krisnandi, Efendi and Sugiono, 2019), fungsi - fungsi
manajemen adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan
10
Proses yang ditunjukkan untuk menentukan tujuan dan sasaran yang
ingin dicapai dan mengambil langkah-langkah strategis guna
mencapai tujuan tersebut. Dengan kata lain perencanaan adalah
menentukan tujuan dan bagaimana mencapai tujuan tersebut
2. Pengorganisasian
Proses penugasan, pengalokasian sumber daya, serta pengaturan
dan pengkoordinasian kegiatan kepala setiap individu atau kelompok
yang akan berperan dalam pelaksanaan rencana.
3. Pengarahan
Proses pengarahan merupakan proses mengarahkan, membimbing
dan menyemangati karyawan dalam pelaksanaan suatu rencana
untuk mencapai tujuan.
4. Pengendalian
Proses mengawasi dan mengevaluasi kesesuaian antara kegiatan
yang dilakukan oleh suatu organisasi beserta hasil yang diperolehnya
dengan rencana yang telah disusun oleh organisasi tersebut beserta
dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Sedangkan menurut (Sadikin, Misra and Hudin, 2020), fungsi
manajemen dibagi menjadi:
1. Planning
Dalam fungsi ini, manajemen berperan untuk menetapkan tujuan atau
sasaran yang hendak dicapai oleh organisasi, lalu merencanakan
rencana terbaik demi mencapai tujuan tersebut.
11
2. Organaizing
Pengorganisasian dapat pula dirumuskan sebagai keseluruhan
aktivitas manajemen dalam mengelompokkan orang-orang serta
penetapan tugas, fungsi, wewenang, serta tanggung jawab masing-
masing dengan tujuan terciptanya aktivitas yang telah berdaya guna
dan berhasil guna mencapai tujuan yang telah ditentukan.
3. Actuating
Pergerakan merupakan kegiatan untuk menggerakkan anggota-
anggota kelompok untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan
tujuan masing-masing. Fungsi ini juga bisa dikatakan pengarahan.
4. Controlling
Agar semua proses manajemen berjalan sesuai dengan rencana dan
target, maka perlu dilakukan fungsi pengendalian, diantaranya
menentukan standar prestasi anggota, mengukur prestasi yang
dicapai, membandingkan apabila terjadinya penyimpangan atau
pekerja yang tidak sesuai dengan standar prestasi.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi-
fungsi manajemen meliputi fungsi perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan serta pengendalian yang mampu membantu suatu organisasi
agar dapat mencapai tujuan dengan strategi yang telah direncanakan oleh
suatu organisasi
12
2.1.2. Manajemen Pemasaran
[Link]. Pengertian Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran merupakan salah satu bagian penting
dalam sebuah perusahaan, di mana manajemen pemasaran bertanggung
jawab akan kegiatan pemasaran produk sehingga perusahaan memilih
dan mendapatkan pasar sasaran, produk perusahaan kepada masyarakat
guna mencapai tujuan perusahaan
Menurut (Ismanto, 2020), manajemen pemasaran merupakan seni
menjangkau, mempertahankan, dan menumbuhkan pelanggan dengan
memilih target pasar dan menciptakan, memberikan, dan berkomunikasi
dengan keunggulan nilai pelanggan.
Menurut (Ritonga et al., 2018), manajemen pemasaran adalah
suatu rancangan atau proses menciptakan, mengkomunikasikan,
menyampaikan, dan memertahankan tawaran yang bernilai bagi
pelanggan dan masyarakat umum. Sedangkan menurut (Lubis et al.,
2019), menyatakan pemasaran merupakan suatu proses sosial dan
manajerial di mana seseorang atau kelompok memperoleh apa yang
mereka butuhkan atau inginkan melalui penciptaan atau pertukaran
produk dan nilai.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa
manajemen pemasaran adalah suatu proses perencanaan, pelaksanaan
dan pengawasan seluruh kegiatan pemasaran untuk mencapai tujuan dari
sebuah perusahaan secara efektif dan efisien.
13
[Link]. Pengertian Bauran Pemasaran
Salah satu kegiatan manajemen pemasaran yang sangat penting
adalah penentuan strategi pemasaran produk atau asa yang akan
ditawarkan oleh perusahaan. Salah satu kegiatan penetapan strategi
pemasaran ditentukan oleh suatu konsep pemasaran yang disebut
dengan bauran pemasaran.
Menurut (Lubis et al., 2019), bauran pemasaran (marketing mix)
merupakan serangkaian variabel yang dapat dikontrol dan tingkat variabel
yang digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi pasaran menjadi
sasaran.
Menurut (Ismanto, 2020), bauran pemasaran adalah sesuatu yang
dapat mempengaruhi permintaan perusahaan akan produk tersebut.
Sedangkan menurut (Ritonga et al., 2018), bauran pemasaran (marketing
mix) adalah kumpulan dari variabel-variabel pemasaran yang dapat
dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai
tujuan pemasaran dalam pasar sasaran.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan
bahwa bauran pemasaran adalah kumpulan alat pemasaran yang
digunakan dalam penetapan strategi pemasaran produk perusahaan
dengan membuat kombinasi yang tepat untuk mencapai hasil yang
maksimal dalam mencapai tujuan pemasaran di pasar sasaran
perusahaan.
14
[Link]. Elemen Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran digunakan untuk merencanakan suatu strategi
pemasaran yang baik dengan menggunakan alat-alat pemasaran seperti
penetapan harga yang terjangkau, produk yang menarik dan sesuai
dengan target pasarnya, pemberian promosi yang menarik dan sesuai
dengan target pasarnya. Untuk bauran pemasaran terbagi menjadi
produk, harga, promosi dan tempat.
Menurut (Ritonga et al., 2018), bauran pemasaran terdiri dari tujuh
elemen yaitu:
1. Produk (Product)
Produk adalah hal yang kita jual dalam bisnis meliputi barang atau jasa
yang memiliki nilai guna dan dibutuhkan oleh konsumen. Kunci utama
dari sebuah produk yakni barang atau jasa tersebut harus dapat
memenuhi kebutuhan atau keinginan konsumen.
2. Harga (Price)
Harga merupakan uang yang harus diberikan konsumen untuk
mendapatkan barang atau jasa yang dijual. Harga menjadi aspek yang
sangat penting karena umumya konsumen menjadi harga sebagai
pertimbangan utama sebelum membeli
3. Promosi (Promotion)
Promosi adalah kegiatan bisnis yang mempunyai tujuan agar
konsumen bisa lebih mengenal dan tertarik dengan produk bisnis
anda.
15
4. Tempat (Place)
Tempat usaha merupakan lokasi di mana kita akan melakukan proses
jual beli. Bagi usaha konvensional aspek ini memang sangat penting.
Anda harus memperhatikan apakah lokasi tersebut cukup strategis dan
mudah dikunjungi oleh konsumen.
5. Orang (People)
Yang termasuk dalam aspek ini tentu saja bukan hanya konsumen
namun semua SDM yang terlibat termasuk pekerja atau tim bisnis. Hal
ini sangat penting diperhatikan mengingat semua orang tertentu
mempunyai kecenderungan yang berbeda dalam dunia bisnis.
6. Proses (Process)
Dalam bisnis, proses dapat diartikan sebagai langkah-langkah yang
dilakukan antara penjual dan konsumen. Didalamnya meliputi
pelayanan serta proses transaksi.
7. Bukti Fisik (Physical Evidence)
Physical Evidence merupakan semua yang berbentuk peralatan atau
perangkat yang digunakan untuk mendukung berjalannya bisnis kita.
Menurut (Lubis et al., 2019), menyatakan bahwa konsep bauran
pemasaran diperluas dalam 4p, yaitu:
1. Produk (Product)
Kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada
sasaran.
2. Harga (Price)
16
Jumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk memperoleh
produk
3. Tempat (Place)
Meliputi kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi
pelanggan sasaran.
4. Promosi (Promotion)
Aktivitas yang menyampaikan manfaat produk dan membujuk
pelanggan membelinya
Sedangkan menurut (Ismanto, 2020), terdiri empat elemen yaitu:
1. Product (Produk)
Prozduk adalah segala sesuatu yang bisa ditawarkan ke pasar untuk
mendapatkan perhatian, pembelian, pemakaian, atau konsumsi yang
dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan.
2. Price (Harga)
Harga adalah jumlah yang dibayarkan oleh konsumen untuk membeli
atau mengganti produk.
3. Place (Tempat)
Tempat adalah berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk
membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi
pasar sasaran.
4. Promotion (Promosi)
Promosi merupakan berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat
mengkonsumsikan dan memperkenalkan produk ke pasar sasaran.
17
Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa
elemen-elemen bauran pemasaran adalah bahan pertimbangan suatu
organisasi dalam merencanakan strategis suatu pasar yang akan diambil
suatu organisasi untuk mempertimbangkan suatu produk, tempat, harga,
dan promosi yang dapat menjadi keunggulan organisasi tersebut.
2.1.3. Kualitas Produk
[Link]. Pengertian Kualitas Produk
Salah satu hal yang menjadi keunggulan pemasaran pada
perusahaan adalah dengan menciptakan produk-produk yang berkualitas.
Hal ini menjadi penting karena dengan memiliki produk yang berkualitas
dipercaya dapat menambah kepercayaan dari pelanggan untuk membeli
produk yang ditawarkan perusahaan. Kualitas produk merupakan hal yang
penting yang harus diusahakan oleh setiap perusahaan untuk bersaing di
pasar dan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Menurut (Daga, 2019), kualitas produk adalah kemampuan suatu
produk untuk melaksanakan fungsinya meliputi, daya tahan keandalan,
ketepatan kemudahan operasi dan perbaikan, serta atribut bernilai
lainnya. Menurut (Astuti and Matondang, 2020), Klasifikasi Kualitas
Produk alah segala sesuatu yang dapat kita tawarkan oleh produsen yang
untuk diperhatikan, dapat digunakan, dibeli dan juga dapat dikonsumsi
maupun produsen sesuai dengan kebutuhan konsumen tertentu.
Sedangkan menurut (Wijaya, 2019), menyatakan kualitas produk adalah
gabungan karakteristik produk yang dihasilkan dari pemasaran, rekayasa,
18
produksi dan pemeliharaan yang membuat produk tersebut dapat
memenuhi harapan pelanggan atau konsumen.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa
kualitas produk merupakan gambaran atau karakteristik suatu produk atau
jasa yang mampu untuk memuaskan kebutuhan konsumen, sebuah
produk atau jasa yang dapat dikatakan berkualitas apabila produk atau
atau dapat menjalankan fungsi dan keunggulan yang menjadi karakter dan
ciri khas produk atau jasa.
[Link]. Klasifikasi Produk
Ada banyak jenis produk di pasaran dan masing-masing jenis
memiliki karakteristik nya sendiri yang membedakan satu produk dan
dengan lainnya.
Menurut (Musfar, 2020), berdasarkan apa saja konsumennya
diklasifikasikan menjadi 4 (empat) kelompok yaitu:
1. Convenience Goods (Barang Kenyamanan)
Convenience Goods merupakan barang yang pada umumnya memiliki
frekuensi pembelian yang tinggi, dibutuhkan dalam waktu segera dan
hanya memerlukan waktu yang minimum dalam pembandingan dan
pembeliannya. Contohnya sampo, sabun, pasta gigi, dan sebagainya.
2. Shopping Goods (Barang belanjaan)
Shopping Goods merupakan barang-barang dalam proses pemilihan
dalam pembeliannya dibandingkan oleh konsumen diantara sebagai
alternative yang tersedia. Contohnya pakaian, sepatu, dan sebagainya.
19
3. Speciality Goods (Barang khusus)
Speciality Goods merupakan barang-barang yang memiliki dan atau
identifikasi merek yang unik di mana sekelompok konsumen bersedia
melakukan usaha khusus untuk membelinya. Contohnya rumah, mobil,
dan sebagainya.
4. Unsought Goods (Barang yang tidak dicari)
Unsought Goods merupakan barang-barang yang tidak diketahui
konsumen atau meskipun diketahui, tetapi pada umumnya belum
terpikirkan untuk membelinya. Contohnya peti mati.
Menurut (Indrasari, 2019), produk menurut kegunaannya
diklasifikasikan menjadi 2 (dua) kelompok yaitu:
1. Produk Konsumsi
Yaitu produk yang digunakan oleh konsumen tingkat akhir, jadi
konsumen membeli lalu dipakai langsung. Contohnya makanan dan
minuman.
2. Produk Industri
Yaitu produk yang dibeli produsen atau perusahaan, yang akan dijual
kembali atau dipakai sebagai bahan baku untuk proses produksi
sehingga dapat menghasilkan produk lainnya. Contohnya produk
tekstil, pupuk kimia, pestisida dan sebagainya.
Menurut (Sumarwan and Tjiptono, 2019), produk menurut daya
tahan nya diklasifikasikan menjadi 2 (dua) kelompok yaitu:
1. Barang (Goods)
20
Barang merupakan produk yang berbentuk fisik, sehingga bisa dilihat,
disentuh, dirasakan, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan mengalami
perlakuan fisik lainnya. Dilihat dari daya tahan, terdapat 2 (dua) macam
produk barang yaitu:
a) Barang tidak tahan lama (Nondurable Goods)
Barang tidak tahan lama merupakan barang yang biasanya habis
digunakan dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Contohnya
minuman dan makanan.
b) Barang tahan lama (Durable Goods)
Barang tahan lama merupakan barang yang biasanya bertahan
dalam jangka waktu yang lama banyak pemakaian. Contohnya:
laptop, telepon genggam dan lemari es.
2. Jasa (Service)
Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan
untuk dijual. Contohnya salon dan ekspedisi pengiriman barang.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa klasifikasi
produk dapat dibedakan menjadi barang tahan lama dan tidak tahan lama,
produk konsumsi dan produk industri, Convenience Goods, Shopping
Goods, Speciality Goods, and Unsought Goods.
[Link]. Dimensi Kualitas Produk
Konsumen senantiasa melakukan penilaian terhadap suatu produk,
hak ini dapat dilihat dari segi kemampuan produk menciptakan kualitas
21
produk dengan segala spesifikasinya sehingga dapat menarik minat
konsumen untuk melakukan pembelian terhadap suatu produk
Menurut Mullins dan Olive dalam (Indrasari, 2019), dimensi kualitas
produk sebagai berikut:
1. Kinerja
Berhubungan dengan karakteristik dasar dari sebuah produk.
2. Daya Tahan
Yang berarti berapa lama atau umur produk yang bersangkutan
bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin besar
frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar
pula daya tahan produk.
3. Kesesuaian dengan Spesifikasi
Yaitu sejauh mana karakteristik dasar sebuah produk memenuhi
spesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada
produk.
4. Fitur
Yaitu karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan
fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap
produk.
5. Ketahanan
Yaitu ketahanan bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan atau
tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan
terjadinya kerusakan pada produk tersebut dapat diandalkan.
22
6. Estetika
Berhubungan dengan bagaimana penampilan produk bila dilihat dari
tampak, rasa, bau, dan bentuk dari produk
7. Kesan Kualitas
Sering dibilang merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang
dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa
konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang
bersangkutan.
Menurut (Firmansyah, 2019), kualitas produk memiliki dimensi yaitu
sebagai berikut:
1. Performance (Kinerja)
Kinerja merupakan berhubungan dengan karakteristik operasi dasar
dari sebuah produk.
2. Durability (Daya tahan)
Yang berarti berapa lama atau umur produk yang bersangkutan
bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin besar
frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar
pula daya tahan produk.
3. Conformance to Specitifications (Kesesuaian dengan spesifikasi)
Yaitu sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk
memenuhi spesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak ditemukannya
cacat produk.
4. Features (Fitur)
23
Fitur adalah karakteristik produk yang dirancang untuk
menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan
konsumen terhadap produk.
5. Reliability (Reliabilitas)
Merupakan probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan
memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil
kemungkinan terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat
diandalkan.
6. Aesthetics (Estetika)
Berhubungan dengan bagaimana dengan penampilan produk bisa
dilihat dari tampak, rasa, bau, dan bentuk dari produk.
7. Perceived quality (Kesan Kualitas)
Sering dibilang merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang
dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa
konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang
bersangkutan.
Menurut (Daga, 2019), untuk menentukan kualitas dimensi kualitas
produk, dapat melalui delapan dimensi sebagai berikut:
1. Bentuk (Form)
Produk dapat dibedakan secara jelas dengan yang lainnya
berdasarkan bentuk, ukuran, atau struktur fisik
2. Ciri-ciri produk (Features)
24
Karakteristik sekunder atau pelengkap yang berguna untuk menambah
fungsi dasar yang berkaitan dengan pilihan-pilihan produk dan
pengembangannya.
3. Kinerja (Performa)
Berkaitan dengan aspek fungsional suatu barang dan merupakan
karakteristik utama yang dipertimbangakan pelanggan dalam membeli
barang tersebut.
4. Ketetapan/kesesuaian(Conformance)
Berkaitan dengan tingkat kesesuaian dengan spesifikasi yang
ditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan pelanggan. Kesesuaian
merefleksikan derajat ketepatan antara karakteristik kualitas standar
yang telah ditetapkan.
5. Ketahanan (Durability)
Berkaitan dengan berapa lama suatu produk dapat digunakan.
6. Kehandalan (Reliability)
Berkaitan dengan probabilitas atau kemungkinan suatu barang berhasil
menjalankan fungsinya setiap kali digunkan dalam periode waktu
tertentu, dan dalam kondisi tertentu pula.
7. Kemudahan Perbaikan (Repairability)
Berkaitan dengan kemudahan perbaikan atas produk jika rusak
idealnya produk akan mudah diperbaiki sendiri oleh pengguna jika
rusak.
8. Gaya (Style)
25
Penampilan produk dan kesan konsumen terhadap produk
9. Desain (Design)
Keseluruhan keistimewaan produk yang telah mempengaruhi
penampilan dan fungsi produk terhadap keinginan konsumen.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa
dimensi kualitas produk meliputi daya tahan, kinerja, estetika, gaya,
desain, fitur kesesuaian dengan spesifikasi, kesan kualitas, kinerja, dan
lain-lain.
2.1.4. Lokasi
[Link]. Pengertian Lokasi
Menciptakan keunggulan bersaing adalah upaya strategi
perusahaan untuk memperoleh laba dan memberikan kepuasan kepada
dipertimbangkan. Karena pemilihan lokasi merupakan faktor bersaing
yang paling penting dalam usaha menarik konsumen atau pelanggan.
Menurut (Alma, 2020) , menyatakan bahwa lokasi usaha yang tepat
sangat menentukan keberhasilan dan kegagalan usaha di masa yang
akan datang. Menurut (Abubakar, 2018), lokasi merupakan letak di mana
sebuah perusahaan berada dan dianggap memiliki nilai yang berpengaruh
pada penjualan dan pencarian laba baik secara jangka panjang dan
pendek. Sedangkan menurut (Lupiyoadi, 2018), lokasi adalah suatu
tempat di mana suatu usaha itu melakukan kegiatan.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa
lokasi merupakan letak di mana sebuah perusahaan atau organisasi
26
memproduksi barang atau jasa yang kemudian akan disalurkan kepada
para konsumen.
[Link]. Faktor Pemilihan Lokasi
Pemilihan lokasi dapat dikatakan sebagai kunci sukses dalam
menjangkau konsumen, di mana pemilihan lokasi yang tepat dapat
mendatangkan konsumen dan keuntungan yang ditetapkan suatu usaha
Menurut (Hurriyati, 2015), pemilihan tempat atau lokasi
memerlukan pertimbangan terhadap beberapa faktor berikut:
1. Akses
Misalnya lokasi yang dilalui atau mudah dijangkau sarana transportasi
2. Visibilitas
Yaitu lokasi atau tempat yang dapat dilihat dengan jelas lebih dari jarak
pandang normal.
3. Lalu lintas (traffic)
Menyangkut dua pertimbangan utama berikut:
1) Banyaknya orang yang lalu-lalang memberikan peluang besar
terhadap terjadinya perencanaan, dan/tanpa melalui usaha-usaha
khusus
2) Kemacetan lalu lintas bisa pula menjadi hambatan
4. Tempat parkir yang luas, nyaman dan aman baik untuk kendaraan
roda dua maupun roda empat.
5. Ekspansi
27
Yaitu ketersediaan tempat yang cukup luas untuk perluasan usaha
dikemudian hari.
6. Lingkungan
Yaitu daerah sekitar yang mendukung jasa yang ditawarkan.
7. Persaingan
Yaitu lokasi pesaing menentukan lokasi untuk mencapai keberhasilan.
8. Peraturan pemerintah, misalnya ketentuan yang melarang usaha
percetakan berlokasi terlalu berdekatan dengan pemukiman penduduk
atau tempat ibadah
Menurut (Maulana, 2018), faktor-faktor yang mempengaruhi lokasi
adalah sebagai berikut
1. Letak pasar
2. Letak sumber bahan baku
3. Ketersediaan tenaga kerja
4. Ketersediaan tenaga listrik
5. Ketersediaan air
6. Peraturan pemerintah
7. Luas tempat parkir
8. Kemungkinan perluasan
9. Lebar jalan.
Sedangkan menurut (Mansandra, Chandrayanti and Anggraini,
2023) pemilihan lokasi fisik memerlukan pertimbangan cermat terhadap
faktor-faktor berikut:
28
1. Akses, yaitu lokasi yang dilalui mudah dijangkau sarana transportasi
umum.
2. Visibilitas, yaitu lokasi atau tempat yang dapat dilihat dengan jelas dari
jarak pandang normal.
3. Tempat parkir yang luas, nyaman dan aman di Resto Incim Alahan
Panjang
4. Lingkungan, yaitu daerah sekitar yang mendukung jasa yang
ditawarkan pada Resto Incim Alahan Panjang
Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan
bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan lokasi yaitu akses,
visibilitas, lalu lintas, tempat parkir, ekspansi, lingkungan, dan peraturan
pemerintah.
[Link]. Metode Menentukan Lokasi
Keputusan pemilihan lokasi berkaitan dengan komitmen terhadap
aspek-aspek yang sifatnya kapital insentif. Kegiatan tahapan dalam
pemilihan lokasi biasanya berlandaskan metode-metode yang ada, hal ini
dapat dilihat dalam beberapa metode.
Menurut (Sunyoto, 2015), mengatakan bahwa ada beberapa tahap
sebelum memilih lokasi yang tepat bagi perusahaan yaitu:
1. Pemilihan pasar
Dalam pemilihan pasar, ada beberapa aspek penting yang harus
didalami, yaitu:
1) Tingkat perekonomian masyarakat
29
2) Tingkat persaingan
3) Ukuran populasi dan karakteristiknya
4) Industri/bisnis di lingkungan sekitar
5) Pajak
2. Area
Menganalisis area perdagangan, terbagi menjadi dua area yaitu:
1) Primary Tranding Are, meliputi sebagian besar pelanggan dalam
area yang kita pilih dan merupakan orang-orang yang tingkat
pembelian potensial tinggi. Dapat dilihat dari segi jumlah orang
yang paling mudah mencapai toko.
2) Secondary Tranding Area, dapat dilihat dari orang yang menjadi
pelanggan potensial yang berbeda di luar primary tranding area.
Pada umumnya jarak dan waktu tempuh mereka kelokasi kita
jauh lebih tinggi dibandingkan yang telah kita lakukan pada saat
menganalisis pasar
Kemudian menurut (Fathoni, 2016), langkah-langkah dalam
menentukan lokasi usaha adalah:
1. Merumuskan sasaran pemilihan tempat kedudukan perusahaan;
2. Merumuskan batas atau kendala
3. Merumuskan Norma-Norma Keputusan;
4. Menghubungkan Norma-Norma Keputusan dengan Sasaran Pemilihan
Lokasi
30
Berdasarkan pendapat para ahli diatas, penulis dapat
menyimpulkan bahwa metode penentu atau pemilihan lokasi adalah
metode-metode atau tahap-tahap yang digunakan dalam upaya penentu
lokasi suatu usaha karena hal ini sangat erat kaitannya dengan
perkembangan suatu usaha di masa yang akan datang.
2.1.5. Kepuasan Konsumen
[Link]. Pengertian Kepuasan Konsumen
Pada dasarnya konsumen tidak akan berhenti pada proses
konsumsi saja, namun setelah itu konsumen akan melakukan evaluasi
terhadap produk atau jasa yang mereka gunakan. Hasil dari evaluasi yang
dilakukan pasca mengonsumsi suatu produk atau jasa tersebut akan
menentukan apakah konsumen puas atau tidak.
Kepuasan konsumen merupakan salah satu tujuan dari
perusahaan, di mana jika konsumen merasa puas maka akan mendorong
keinginan konsumen untuk melakukan pembelian ulang terhadap produk
tersebut sehingga hal tersebut dapat mengubah konsumen menjadi
pelanggan dan dapat meningkatkan rasa royalitas konsumen terhadap
perusahaan.
Menurut (Daga, 2019) , kepuasan konsumen adalah label yang
dipakai oleh konsumen guna mempersingkat suatu kumpulan aksi atau
tindakan yang terlihat, berkenaan produk atau jasa. Menurut (Indrasari,
2019), kepuasan konsumen adalah tingkat perasaan konsumen setelah
membandingkan antara apa yang dia terima dan harapan. Sedangkan
31
menurut (Priansa, 2017), kepuasan konsumen merupakan suatu proses
yang dinamis dan aktif, proses kepuasan memiliki dimensi sosial yang
kuat, makna atau arti dan emosi merupakan bagian penting dalam
komponen kepuasan, proses kepuasan tergantung pada konteks dan
contingency, memiliki beberapa paradigma, model dan modes, dan
kepuasan produk saling berhubungan erat dengan kepuasan hidup (life
satisfation) dan kualitas hidup itu sendiri.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas disimpulkan bahwa
kepuasan konsumen adalah perasaan konsumen ketika menggunakan
jasa atau produk yang ditawarkan oleh perusahaan di mana harapan dan
kinerja akan hasil produk yang didapat sama atau tidak kecewa.
[Link]. Dimensi Kepuasan Konsumen
Kepuasan konsumen ditentukan oleh persepsi konsumen atas
performance product atau jasa dalam memenuhi harapan konsumen.
Konsumen yang meras puas apabila harapannya yang terpenuhi atau
akan sangat puas jika harapan konsumen terpenuhi.
Menurut (Indrasari, 2019), menyatakan dimensi dari kepuasan
konsumen terdiri dari:
1. Kualitas Produk
Konsumen akan merasa puas ketika hasil evaluasi mereka
menunjukkan bahwa produk yang mereka pakai berkualitas.
2. Kualitas Pelayanan
32
Pada industri jasa konsumen akan merasa puas apabila mereka
mendapatkan pelayanan yang cukup baik.
3. Emosional
Konsumen akan merasa bangga dan yakin bahwa orang lain akan
kagum terhadapnya ketika menggunakan produk dengan brand
tertentu yang mampu menghasilkan rasa kepuasan yang lebih tinggi
ketimbang para kompetitor.
4. Harga
Produk yang mempunyai kualitas yang sama namun mempunyai harga
yang lebih rendah akan mendapatkan nilai dimata konsumen.
5. Biaya
Konsumen tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk
mendapatkan sebuah produk atau jasa yang cenderung memuaskan
mereka
Menurut (Daga, 2019), menyatakan dimensi kepuasan konsumen,
yaitu:
1. Kualitas produk
Kualitas bisa dikatakan sebagai segala sesuatu penentu keputusan
konsumen dan usaha berkelanjutan perusahaan untuk melakukan
inovasi kearah perbaikan berkelanjutan.
2. Harga
Yaitu aspek nilai yang dikeluarkan konsumen dengan benefit dari
memakai sebuah produk ataupun jasa.
33
3. Biaya
Pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses.
4. Faktor emosional
Konsumen akan merasa puas memakai produk yang dibelinya terlihat
dari rasa bangga, percaya diri, penanda kesuksesan bila mereka
menggunakan produk tersebut.
Sedangkan menurut (Priansa, 2017), menyatakan dimensi dari
kepuasan konsumen terdiri dari:
1. Produk
Layanan produk yang baik dan memenuhi selera serta harapan
konsumen. Produk dapat menciptakan kepuasan konsumen. Dasar
penilaian terhadap pelayanan produk ini meliputi: jenis produk, mutu
atau kualitas produk dan persediaan produk
2. Harga
Harga merupakan bagian yang melekat pada produk yang
mencerminkan seberapa besar kualitas produk tersebut. Dasar
penilaian terhadap harga meliputi tingkat harga dan kesesuaian
dengan nilai jual produk, variasi atau pilihan harga terhadap produk.
3. Promosi
Dasar penelitian promosi yang mengenai informasi produk dan jasa
perusahaan dalam usaha mengomunikasikan manfaat produk dan jasa
tersebut pada konsumen sasaran. Penelitian dalam hal ini meliputi
iklan produk dan jasa, diskon barang dan pemberian hadiah-hadiah.
34
4. Pelayanan karyawan
Pelayanan karyawan merupakan pelayanan yang diberikan karyawan
dalam usaha memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dalam
usaha memuaskan konsumen. Dasar penilaian hal ini pelayanan
karyawan meliputi kesopanan, keramahan, kecepatan, dan ketepatan.
5. Suasana
Suasana merupakan faktor pendukung, karena apabila usaha
mengesankan konsumen mendapatkan kepuasan tersendiri.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa
dimensi kepuasan konsumen meliputi yaitu emosional, harga, biaya dan
kualitas pelayanan.
[Link]. Pengukur Kepuasan Konsumen
Pengukur tingkat kepuasan konsumen adalah hasil yang sangat
penting untuk menyediakan pelayanan yang baik, oleh karena itu maka
penggunaan kepuasan konsumen bisa dipakai untuk mengukur efektivitas
dan efisiensi pelayanan yang bersifat tidak terlihat.
Menurut (Indrasari, 2019), ada beberapa metode yang dapat
digunakan untuk mengukur kepuasan konsumen, yaitu:
1. Sistem keluhan dan saran
Memberikan peluang besar kepada para konsumen untuk memberikan
saran dan keluhan terhadap perusahaan.
2. Ghost Shopping
35
Salah satu cara memperoleh gambaran mengenai kepuasan
konsumen adalah dengan mempekerjakan beberapa orang agar
berpura-pura menjadi pembeli potensial, kemudian melaporkan
keunggulan dan kelemahan produk kepada perusahaan.
3. Lost Costumer Analysis
Yakni menghubungi para konsumen atau pelanggan yang telah tidak
menggunakan produk atau jasa yang kemudian akan dipahami.
4. Survei Kepuasan Konsumen
Penelitian ini umumnya melakukan survei melalui pos, email, website,
maupun wawancara langsung.
Menurut (Majid, 2018), ada beberapa cara untuk mengukur
seberapa puas konsumen yang kita layani, antara lain:
1. Sistem keluhan dan saran media
2. Survey kepuasan konsumen media
3. Ghost Shopping
4. Lost Customer Analysis
Menurut (Sudaryono, 2016), menyatakan bahwa ada beberapa
metode dalam mengukur kepuasan konsumen, yaitu:
1. Bertanya secara langsung kepada konsumen terhadap tingkat
kepuasan mereka
2. Meminta responden menuliskan masalah mereka dengan penawaran
tertentu
3. Mempekerjakan Ghost Shopper untuk melakukan Ghost Shopping.
36
Pengukuran kepuasan konsumen memudahkan pelanggan untuk
dapat memberikan saran dan keluhan melalui survei berkala tentang
kepuasan konsumen dan memberikan informasi yang memadai.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
metode pengukur kepuasan konsumen terdiri dari sistem keluhan dan
saran, ghost shopping, lost customer analysis dan survei kepuasan
konsumen.
2.1.6. Pengaruh Antar Variabel
[Link]. Pengaruh Produk Terhadap Kepuasan Konsumen
Kualitas produk yang berkualitas kepada konsumen merupakan
harapan perusahaan karena hal tersebut dapat menjadi keunggulan
perusahaan. Kualitas produk merupakan salah satu faktor yang akan
mempengaruhi kepuasan konsumen.
Menurut hasil penelitian (Agustina Eva et al., 2019) , menyatakan
bahwa produk, harga, distribusi dan promosi mempengaruhi loyalitas
konsumen pasar tradisonal. Hasil ini memberikan bukti bahwa
pengalaman konsumen dalam membeli produk akan menghasilkan
penilaian konsumen terhadap produk tersebut. Apabila kualitas produk
dapat memuaskan keinginan konsumen, maka konsumen akan
memberikan penilaian yang baik terhadap produk tersebut.
[Link]. Pengaruh Lokasi Terhadap Kepuasan Konsumen
Lokasi merupakan salah satu yang mempengaruhi kepuasan
konsumen. Kepuasan konsumen merupakan salah satu tolak ukur yang
37
akan digunakan konsumen untuk memutuskan untuk menggunakan
produk atau jasa tersebut. Hal ini didukung oleh (Urbayani, 2018)
penelitian , bahwa lokasi mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan
konsumen, karena dengan lokasi yang strategis dan mudah terjangkau
sehingga mempermudah konsumen untuk datang ke lokasi tersebut
[Link]. Pengaruh Kualitas Produk dan Lokasi Terhadap Kepuasan
Konsumen
Lokasi yang strategis dapat membentuk pelayanan yang efektif dan
efisien bagi para konsumen serta menciptakan produk-produk yang
berkualitas menjadi hal penting karena dengan memiliki produk yang
berkualitas dipercaya dapat menambah kepercayaan dari para konsumen
untuk membeli produk yang ditawarkan perusahaan.
Hal ini didukung oleh penelitian (Bailia, Soegoto and Loindong,
2014) , menyatakan bahwa adanya jumlah persentase sumbangan
pengaruh kualitas produk, harga dan lokasi secara simultan atau
bersama-sama terhadap kepuasan konsumen, sebesar nilai koefisien
determinasi yang disesuaikan, kepuasan konsumen dipengaruhi oleh
variabel kualitas produk, lokasi sementara sisanya dipengaruhi oleh
variabel yang tidak di teliti
2.1.7. Kerangka Teori
Untuk memberikan kejelasan pada penelitian ini, penulis
mengemukakan beberapa teori yang berkaitan dengan penelitian. Teori
yang digunakan sebagai berikut
38
Manajemen
Grand
(Robbins and Coulter, 2020), (Sadikin, Misra and Hudin,
Theory
2020), (Krisnandi, Efendi and Sugiono, 2019)
Manajemen Pemasaran
Middle
Range Theory (Ismanto, 2020), (Ritonga et al., 2018) , (Lubis et al.,
2019)
Kualitas Kepuasan
Lokasi
Produk Konsumen
(Daga, 2019),
(Alma, 2020) , (Daga, 2019) ,
Applied (Astuti and
(Indrasari,
(Abubakar,
Theory Ter
2.3 Penelitian
Matondang,
2018), 2019),
2020),
(Lupiyoadi, (Priansa,
(Wijaya,
2018), 2017),
2019),
Sumber : pengolahan data (2023)
2.2. Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu adalah penelitian yang pernah dilakukan pihak
lain tentang penelitian serupa memiliki tujuan yang sama dengan yang
dinyatakan dalam judul penelitian. Penelitian yang terdahulu yang diteliti
oleh penulis dapat dilihat dalam bentuk tabel berikut:
39
Tabel 2.1
Penelitian Terdahulu
Nama Judul, Instansi, Tahun Variabel
No. Hasil Penelitian
Penelitian Penelitian Penelitian
1. (Sisca et Peran Citra Merek Dalam Variabel Citra merek dan
al., 2021) Mediasi Pengaruh kualitas Bebas: kualitas produk
Produk Terhadap Peran Citra berpengaruh
Kepuasan Konsumen Merek dan secara positif
Produk Es Krim Aice. Kualitas terhadap
Jurnal Manajemen Vol. 7, Produk kepuasan
No. 2, ISSN: 2502-434 konsumen. Hal
Variabel ini dibuktikan
Terikat: dengan hasil
Kepuasan regresi Y=
Konsumen 6,058+0,507Z
2. (Aldiana, Pengaruh Harga, Kualitas Variabel Harga, Kualitas
Adji and Produk dan WOM (Word Bebas: Produk, dan
Santono, Of Mouth) Terhadap Harga, Word Of Mouth
2019) Kepuasan Konsumen Kualitas berpengaruh
Garden Café Koperasi Produk, dan secara positif
(Studi Kasus Mahasiswa Word Of dan signifikan
Universitas Negeri Mouth. terhadap
yogyakarta). Jurnal kepuasan
Manajemen dan Bisnis. Variabel konsumen. Hal
Universitas Terikat: ini dibuktikan
Muhammadiyah Kepuasan dengan hasil
Ponorogo. Vol. 1, no.1, Konsumen regresi Y= 1,762
ISSN; 2614-5502 + 0,280 X1 +
0,233 X2 +
0,342 X3 +e
3. (Sofyan, Pengaruh Kualitas Variabel Hasil
Sepang Pelayanan, harga dan Bebas: perhitungan
and lokasi terhadap kepuasan Kualitas didapatkan
Loindong, konsumen pada wht’s up Pelayanan, angka F hitung
2019) café manado. Jurnal Lokasi, (22.764) F
Jurnal EMBA: Jurnal Riset Harga tabel (2,70)
Ekonomi, Manajemen, sehingga Ho
Bisnis dan Akuntasi. Variabel ditolak dan Ha
Volume.7, No. 3. ISSN : Terikat: diterima. Artimy
2303-1174 Kepuasan Kualitas
Konsumen Pelayanan (X1),
Harga (X2),
Lokasi (X3)
secara simultan
berpengaruh
signifikan
terhadap
Kepuasan
40
Konsumen (Y)
4. (Tussifah The Effect Of Product Independent Product Quality
and Quality and Service Variabel: and Service
Navitsha, Quality on Customer Product Quality has a
2021) Satisfaction at Roya Café Quality and positive and
Mantingan. Jurnal Bisnis Service significant
dan Manajemen islam. Quality influence on
Vol. 9, No. 1, ISSN: 2477- Customer
5533 Dependent Satisfaction. As
Variabel: evidence by the
Customer regression result
Satisfaction Y= 1.494 +
0,290 X1 +
0,154 X2 +e
5. (Setiawan, Pengaruh Lokasi dan Hasil penelitian
Kosasih Fasilitas terhadap lokasi (X1) dan
and Kepuasan Pelanggan fasilitas (X2)
Sudrajat, Limasan kafe Larawang. terhadap
2019) Jurnal Fakultas Ekonomi kepuasan
Universitas pelanggan (Y)
Singaperbangsa, adalah 0,629
Karawang, Indonesia. Vol. (62,9%) dengan
24, No. 2, ISSN: 1026- kriteria uji sig.
1037 (0,000)
(0,05) dan f
hitung (290,841)
f tabel (3,04)
maka Hoditolak.
Hal ini
menunjukkan
bahwa lokasi
(X1) dan fasilitas
(X2)
berkontribusi
terhadap
kepuasan
pelanggan (Y)
sebesar 53,2 %
sedangkan
sisanya 100 –
62,9 = 37,1 %
merupakan
kontribusi
variabel lain ( )
yang tidak diteliti
dalam penelitian
ini.
6. (Hariaji Pengaruh Kualitas Variabel Secara simultan
and Pelayanan, Lokasi dan Bebas: variabel kualitas
Iriyanto, Fasilitas terhadap Kualitas pelayanan,
41
2019) Kepuasan Konsumen Pelayanan, lokasi, dan
(Studi Pada Warung Kopi Lokasi dan fasilitas memiliki
Srintil Di Temanggung) Fasilitas pengaruh yang
Jurnal Fakultas Ekonomi signifikan
Universitas Variabel terhadap
Muhammadiyah Terikat: kepuasan
Semarang. Vol. 15, No. 2, Kepuasan konsumen. Hal
ISSN: 1829-7934 Konsumen ini dibuktikan
nilai f hitung
lebih besar dari
nilai f tabel yaitu
46,326 2,698
engan tingkat
signifikasi 0,000
0,05
7. Pengaruh Fasilitas dan Variabel Hasil penelitian
Lokasi Terhadap Bebas: menunjukkan
Kepuasan Pelanggan Peran Citra garis regresi
Jurnal Pamator Sekolah Merek dan sebagai berikut :
Tinggi Ilmu Ekonomi Kualitas Y= 10,6690-
Bima. Vol. 13, No. 1, Produk 0,123 X1 +
ISSN: 1829-7934 0,334X2 + e.
Variabel nilai R
Terikat: (Koefisien
Kepuasan Korelasi) yang
Konsumen diperoleh
sebesar 0,786
atau 78,6 % dan
nilai R Square
(Koefisien
Determinasi)
sebesar 0,618
atau 61,8 %.
Hasil dalam
penelitian ini
menunjukkan
bahwa secara
parsial Fasilitas
tidak
berpengaruh
terhadap
kepuasn
pelanggan
sedangkan
lokasi
berpengaruh
terhadap
kepuasn
pelanggan.
Sumber : beberapa karya ilmiah
42
2.3. Kerangka pemikiran
Untuk memberikan kejelasan pada penelitian ini, penulis
mengemukakan beberapa teori yang berkaitan dengan penelitian. Teori
yang digunakan sebagai berikut:
43
Kualitas Produk (X1)
1. Kesesuaian
dengan
spesifikasi
2. Estetika
3. Kinerja Kepuasan
4. Keistimewaan Konsumen (Y)
1. Emosional
(Agustina Eva et al., 2019)
2. Harga
(Urbayani, 2018) 3. Biaya
4. Kualitas
Pelayanan
Lokasi (X2)
1. Akses
2. Visibilitas
3. Lalu lintas
4. Tempat parkir
5. Ekspansi
Teori Yang Meladasi
Kualitas Produk (X1) Lokasi (X2) Kepuasan Konsumen (Y)
(Indrasari, 2019) (Hurriyati, 2015) (Priansa, 2017),
(Firmansyah, 2019) (Maulana, 2018) (Daga, 2019),
(Boyd, 2015) (Mansandra, (Indrasari, 2019)
Chandrayanti and
Anggraini, 2023)
Sumber : Pengolahan data (2013)
Gambar 2.2
Kerangka Pemikiran
Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, Variabel X1 (kualitas
produk) merupakan kemampuan suatu produk yang dapat memuaskan
44
konsumen setelah membeli dan menggunakannya adalah O2 ice cream
yang harus menyediakan produk unggul untuk dapat memberikan
kepuasan kepada konsumen. Adapun dimensi dari kualitas produk adalah
kesesuaian dengan spesifikasi, estetika, kinerja, dan keistimewaan.
Variabel X2 (lokasi) adalah sebagai ukuran seberapa baiknya
tingkat letak lokasi usaha dengan ekspektasi kepuasan konsumen
tersebut. Adapun dimensi dari lokasi yaitu akses, visibilitas, lalu lintas,
tempat parkir dan ekspansi.
Variabel Y (kepuasan konsumen) adalah perwujudtan kinerja O2
ice cream pematang siantar yang dilakukan dengan melakukan aktivitas
maupun kegiatan tersebut. Adapun dimensi dari kepuasan konsumen
yaitu emosional, harga, biaya dan kualitas pelayanan.
Dari uraian diatas dapat disimpulakan bahwa kualitas produk an
lokasi berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Hal ini sesuai dengan
hasil penelitian (Bailia, Soegoto and Loindong, 2014), bahwa kualitas
produk dan lokasi berpengaruh terhadap kepusan konsumen.
2.4. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan
masalah penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan
dalam bentuk kalimat pertanyaan. Berdasarkan permasalahan yang
diuraikan maka hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai
berikut :
45
1. H0 = 0, artinya kualitas produk dan lokasi tidak berpengaruh terhadap
kepuasan konsumen berpengaruh baik secara simultan maupun
parsial.
2. Ha = 0, artinya kualitas produk dan lokasi berpengaruh terhadap
kepuasan konsumen baik secara simultan maupun parsial.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Penelitian dilakukan langsung dengan cara membaca, mencari
informasi melalui alat elektronik (Browsing) dan mempelajari buku-
buku karangan ilmiah, catatan kuliah dan referensi lainnya yang
berhubungan dengan kualitas produk, lokasi dan kepuasan konsumen
2. Penelitian Lapangan (Field Research)
Penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dan cara
wawancara dengan menyebarkan kuesioner penelitian langsung
kepada konsumen O2 Ice Cream Pematang Siantar.
3.2. Objek Penelitian
Yang menjadi objek penelitian ini adalah konsumen O2 Ice Cream
Pematang Siantar yang terletak di jalan Penyabungan No.6, Timbang
Galung, Kec. Siantar Barat Kota Pematang Siantar.
3.3. Waktu dan Tempat Penelitian
Waktu penelitian ini direncanakan selama enam bulan dari bulan
maret 2023 sampai bulan september 2023. Waktu penelitian yang
dilakukan pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 3.1. berikut:
46
47
3.3.1. Waktu Penelitian
Waktu penelitian ini direncankan selama kurang lebih enam bulan
mulai dari bulan Maret sampai April, dengan rencana waktu penelitian
dapat dilihat pada tabel 3.1. berikut:
Tabel 3.1
Rencana Waktu Penelitian
waktu
No. Uraian
Mar. Apr. Mei. Jun. Jul. Ags.
Studi pendahuluan,
1. studi Liberatur, Pra
Penelitian
Penyusunan Proposal
2.
Penelitian
Bimbingan Proposal
3.
Penelitian
Seminar Proposal
4.
Penelitian
Pelaksanaan
5.
Penelitian
Pengelolaan dan
6.
Analisis Data
Penulisan Laporan
7.
Hasil
Bimbingan Hasil
8.
Penelitian
Seminar Hasil
9.
Penelitian
Revisi Seminar Hasil
10.
Penelitian
11. Sidang Komprehensif
Sumber: Pengolahan data (2013)
3.3.2. Tempat Penelitian
Penelitian dilaksankan di O2 Ice Cream Pematang Siantar yang
berlokasi di di jalan Penyabungan No.6, Timbang Galung, Kec. Siantar
Barat Kota Pematang Siantar.
48
3.4. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini membahas mengenai kualitas produk
lokasi dan kepuasan konsumen pada O2 Ice Cream Pematang Siantar. Di
mana dimensi Kualitas produk (X1) adalah kinerja, fitur, reliabilitas,
kesesuaian dengan spesifikasi, ketahanan, estetika, dan keistimewaan.
Dimensi Lokasi (X2) akses, visibilitas, lalu lintas, tempat parkir, dan
ekspansi. Sedangakan pada kepuasan konsumen (Y) adalah produk,
harga, promosi, emosional, lokasi, kualitas pelayanan dan fasilitas
3.5. Definisi Operasional Variabel
Tabel 3.2
Tabel Definisi Operasional Variabel
No. Variabel Dimensi Indikator
1. Kualitas 1. Kesesuaian dengan 1. Kesesuaian harga
Produk (X1), spesifikasi dengan rasa yang
yaitu merupakan sejauh diberikan
karakteristik mana karakteristik 2. Kesesuaian menu
suatu produk desain dan operasi yang dipesan
ataupun jasa memenuhi standar dengan menu
yang memiliki yang telah yang disajikan
kemampuan ditetapkan 3. Kesesuaian waktu
untuk sebelumnya yang digunakan
memuaskan dengan produk
kebutuhan 2. Estetika yaitu daya yang disajikan
konsumen tarik produk 1. Aroma produk
terhadap panca 2. Konsistnesi rasa
indera 3. Tampilan produk Likert
3. Kinerja merupakan yang disajika
performa yang 1. Daya tahan
berkaitan dengan produk
aspek fungsional 2. Ciri khas produk
dari produk dan 3. Cita rasa produk
merupakan
karakteristik utama
ketika ingin
membeli suatu
produk
4. Keistemewaan yaitu 1. Fungsi kafein
aspek kedua dari 2. Pelepasan harga
performa yang 3. Kerapian produk
49
menambah fungsi
dasar, berkaitan
dengan
pengembangannya
2. Lokasi (X2), 1. Akses lokasi 1. Jarak lokasi
yaitu tempat di merupakan lokasi 2. Transporasi umum
mana suatu yang dilalui mudah 3. Akses
usaha dijangkau sarana
melakukan transportasi.
aktivitas 2. Visabilitas 1. Jarak pandang
pemasaran merupakan lokasi normal
yang berusaha atau tempat yang 2. Kebeadaan lokasi
memperlancar dapat dilihat 3. Jarak lokasi
dan dengan jelas dari dengan
mempermudah jarak pandang masyarakat
dalam normal.
penyaluran 3. Lalu lintas yaitu 1. Sarana dan
produk dan menyangkut dua prasarana menuju
tempat pertimbangan lokasu mudah
menentukan utama. Hambatan diperoleh
kesuksesan atau peluang 2. Kenyamanan
suatu usaha terhadap
kendaraan yang
lalu lalang
3. Kondisi lalu lintas
4. Tempat parkir yang 1. Kondisi tempat
luas merupakan parkir
Likert
kemudahan 2. Jaminan
menempatkan keamanan
tanpa ada ras a 3. Susunan
takut dan cemas kendaraan
mendapatkan
ganggunan atau
kejahatan dari
orang lain.
5. Ekspansi adalah 1. Tempat perluasan
tempat yang cukup usaha lokasi
luas untuk 2. Luas area lokasi
perluasan usaha di 3. Peluang
kemudian hari perusahaan
6. Lingkungan yang 1. Lingkungan
mendukung sekitar bersih
merupakan 2. Lingkungan
kenyamanan sekitar aman
ditempat sekitar 3. Lingkungan
untuk dijadikan sekitar aman
wadah sosialisasi
dan dapat menjadi
komunitas
pergaulan yang
50
kondusif
3. Kepuasan 1. Emosional 1. Tingkat Likert
Konsumen (Y), merupakan rasa kebanggan
merupakan bangga, rasa 2. Standart
suatu sikap percaya diri, simbol pelayanan
konsumen sukses, bagian dari 3. Keramahan dan
pada evaluasi kelompok orang kepedulian
ketidaksesuaia penting
n yang 2. Harga merupakan 1. Harga yang
didapatkan sumber kepuasan ditawarkan
antara yang penting 2. Perbandingan
harapan karena mereka harga
sebelumnya akan mendapatkan 3. Variasi harga
serta kinerja value factor money
aktual produk yang tinggi
yang telah 3. Biaya merupakan 1. Kemudahan
dirasakan pengorbanan yang dalam membeli
setelah perlu dilakukan produk
pemakaian untuk suatu proses. 2. Waktu untuk
mendapatkan
produk atau
pelayanan
3. Untuk
memperoleh
produk
4. Kualitas pelayanan 1. Kecepatan
merupakan yang pelayanan
berkaitan dengan 2. Kompetensi
kecepatan, pelayanan
keramahan, atau 3. keramahan
kesopanan,
kompetensi,
kemudahan serta
akurasi dalam
perbaikan
Sumber: Pengolahan data (2023)
3.6. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen O2 Ice Cream
Pematang Siantar yang datang berkunjung selama bulan Juni yang
berjumlah sekitar 50 orang, teknik pengambilan sampel adalah purposive
random sampling.
51
3.7. Jenis Data
Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:
1. Data kualitatif
Data kualitatif data yang berbentuk kalimat, kata atau gambar seperti
gambaran umum, struktur organisasi dan tanggung jawab karyawan
yang terdapat pada konsumen O2 Ice Cream Pematang Siantar.
2. Data kuantitatif
Data kuantitatif merupakan data penelitian yang berupa angka-angka
atau data kualitatif yang diangkakan (scoring). Dalam penelitian ini
data kuantitatif didapat dari data jumlah karyawan dan data-data yang
diperoleh dari kuesioner.
3.8. Sumber Data
Sumber data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Data Primer
Dalam penelitian ini data primer bersumber dari hasil wawancara dan
pengisian kuesioner dari konsumen pada O2 Ice Cream Pematang
Siantar.
2. Data sekunder
Dalam penelitian ini, dat-data sekunder diperoleh dengan membaca
dan mempelajari buku teks referensi lainnya yang berhubungan
dengan penelitian
52
3.9. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah sebagai berikut :
1. Metode Wawancara
Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara melakukan
wawancara secara langsung kepada pihak-pihak yang terkait dengan
objek yang diteliti.
2. Metode Dokumentasi
Pengumpulan data yang digunakan dengan memperoleh data dari
buku-buku dan literatur yang bersifat teoritis yang berhubungan
dengan penelitian yang dilakukan.
3. Metode Kuesioner
Pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan memberikan
seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden
untuk dijawab. Skala pengukuran dalam penelitian ini adalah skala
likert gradasi dari terendah sampai yang tertinggi yang jika dinyatakan
dalam bentuk kata-kata berupa:
Tabel 3.3
Skala Likert
Kategori pertanyaan/pernyataan Skala Likert
Sangat Baik/Sangat Puas 5
Baik/Puas 4
Cukup Baik/Cukup Puas 3
Tidak Baik/Tidak Puas 2
Sangat Tidak Baik/Sangat Tidak Puas 1
Sumber : (Sugiyono, 2013)
53
3.10. Alat Pengumpulan Data
Alat pengumpulan data yang digunakan penulis adalah berupa
buku catatan, alat tulis, kuesioner, kalkulator, jaringan internet dan laptop
atau komputer. Hasil data yang diperoleh dari lapangan akan di analisa
secara deskriptif yaitu dengan cara pemberian nilai (score) pada setiap
pertanyaan.
3.11. Uji Instrumen Penelitian
Uji instrumen penelitian ini dilakukan dalam penelitian ini yaitu
kepada objek lain yaitu kepada 30 konsumen Ice Cream Alpukat Jl.
Kartini, Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematang Siantar.
Adapun uji instrumen penelitian terdiri dari sebagai berikut:
1. Uji validitas
Uji validitas adalah metode pengujian yang digunakan untuk
mengetahui apakah ada pertanyaan kuesioner yang harus dibuang atau
diganti karena dianggap tidak relevan. Pengujian nya dilakukan secara
statistik, yang dilakukan dengan menggunakan bantuan program IBM
Statistical for Product and Service (SPSS) versi 21.
Teknik untuk mengukur validitas kuesioner adalah dengan
menghitung korelasi antar data pada masing-masing pernyataan dengan
skor total. Pengujian validitas pada masing-masing pertanyaan dengan
skor total. Pengujian validitas pada setiap pertanyaan kuesioner dilakukan
dengan cara membandingkan rkritis dengan rhitung maka pertanyaan pada
54
kuesioner tersebut dapat mengukur yang ingin diukur (valid) adalah jika
rhitung
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah alat
pengumpulan data menunjukkan tingkat ketepatan, tingkat keakuratan,
kestabilan, atau konsisntensi dalam mengungkapkan gejala tertentu.
Untuk melakukan uji reliabilitas digunakan bantuan program SPSS
versi21. Suatu instrumen dinyatakan reliabel, bila koefisien reliabilitas nilai
Cronbach’Alpha >0,70.
3.12. Teknik Analisis Data
Untuk menganalisis data yang ada dalam penelitian ini, penulis
menggunakan metode sebagai berikut:
3.12.1. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menentukan rumus yang akan digunakan
dalam uji hipotesis dan untuk mengetahui apakah data tersebut
berdistribusi normal atau tidak. Jika data tersebut berdistribusi normal
maka proses selanjutnya dalam pengujian hipotesis dapat menggunakan
perhitungan statistik parametris. Tetapi jika datanya tidak berdistribusi
normal, maka pengujian hipotesisnya menggunakan perhitungan statistik
non parametris. Uji normalitas dalam penelitian ini penulis menggunakan
Kolmogorov-Smirnovtest. Kriteria yang digunakan yaitu data dikatakan
berdistribusi normal jika harga koefisian Asymp. Sig (2-tailed) pada output
Kolmogrov-Smirnov test > (0,05).
55
3.12.2. Analisis Deskriptif Kualitatif
Metode deskriptif kualitatif ini merupakan metode yang bertujuan
untuk mengetahui sifat serta hubungan yang lebih mendalam antara dua
variabel dengan cara mengamati aspek-aspek tertentu secara lebih
spesifik untuk memperoleh data yang sesuai dengan masalah yang ada
dengan tujuan penelitian, di mana data tersebut diolah, dianalisis dan
diproses lebih lanjut dengan dasar teori-teori yang telah dipelajari
sehingga data tersebut ditarik sebuah kesimpulan.
3.12.3. Uji Deskriptif Kuantitatif
Yaitu metode analisis yang dilakukan dengan menganalisis data
dari temuan hasil penelitian dilapangan dengan teori ilmu pengetahuan
yang berlaku umum sehingga dapat ditarik kesimpulan dan evaluasi atas
objek penelitian.
Adapun analisis kuantitatif yang digunakan terdiri atas:
1. Analisis Regresi
1) Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis linear berganda digunakan penelitian dengan maksud
untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh kualitas produk dan lokasi
terhadap kepuasan konsumen. Persamaan yang menyatakan bentuk
hubungan antar variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) disebut dengan
persamaan regresi. Adapun persamaan regresi berganda yang
dipergunakan adalah sebagai berikut:
Ŷ = a + b1X1 + b2 X2 + e ........................(Sugiyono, 2013)
56
Keterangan:
Ŷ = Variabel Terikat (Kepuasan konsumen)
A = Koefisien Konstanta
b1 b2 = Koefisien Arah Regresi
e = Variabel Pengganggu
X1 = Variabel Bebas (Kualitas Produk)
X2 = Variabel Bebas (Lokasi)
2) Analisis Regresi Linear Sederhana
Analisis linear regresi sederhana digunakan penelitian dengan
maksud untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh kualitas produk
dan lokasi terhadap kepuasan konsumen. Adapun persamaan regresi
linear sederhana yang digunakan adalah sebagai berikut:
Ŷ = a + bX + e .......................................(Sugiyono, 2013)
Keterangan:
Ŷ = Variabel Terikat (Kepuasan Konsumen)
A = Koefisien Konstanta
b = Koefisien Arah Regresi
X = Variabel Bebas (Kualitas Produk dan Lokasi)
e = Nilai Residu
2. Analisis Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi
Analisis koefisien korelasi adalah analisis yang digunakan untuk
mengetahui kuat-tidaknya pengaruh kualitas produk dan lokasi terhadap
kepuasan konsumen dengan menggunakan pendekatan koefisien korelasi
57
terhadap hubungan yang kuat dan positif yang diketahui melalui tabel
kriteria tingkat hubungan antar variabel berikut ini
Tabel 3.4
Interpretasi Nilai Koefisien Korelasi
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Rendah(Negligible Correlation)
0,20 – 0,399 Rendah(low Correlation)
0,40 – 0,599 Sedang (moderelety Correlation)
0,60 – 0,799 Kuat (moderelety High Correlation)
0,80 – 1,000 Sangat Kuat (High Correlation)
Sumber: (Sugiyono, 2013)
Selanjutnya koefisien determinasi (R) adalah koefisien penentu
besarnya kontribusi dari kualitas produk dan lokasi terhadap naik turunnya
nilai kepuasan konsumen. Nilai R berada pada interval 0 R 1.
3. Pengujian Hipotesis
Perlakuan yang dilaksanakan untuk menemukan kebenaran dalam arti
menerima atau menolak hipotesis disebut dengan pengujian hipotesis.
Adapun uji hipotesis ini adalah
1) Uji Simultan (Uji F)
Untuk menguji signifikasi hubungan variabel bebas dengan variabel
terikat secara simultan, maka digunakan uji F. perhitungan dibantu dengan
menggunakan SPSS versi 21. Dengan menggunkan batasan signifikasi
, kriteria pengambilan keputusan yang digunakan adalah sebagai
berikut:
(1) Jika Fhitung Ftabel dengan signifikasi 0,05 maka H0 ditolak,
artinya kualitas produk dan lokasi berpengaruh terhadap kepuasan
konsumen pada O2 Ice Cream Pematang Siantar.
58
(2) Jika Fhitung Ftabel dengan signifikasi 0,05 maka H0 ditolak, artinya
kualitas produk dan lokasi tidak berpengaruh terhadap kepuasan
konsumen pada O2 Ice Cream Pematang Siantar.
2) Uji Parsial (uji t)
Uji t adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah antara
variabel bebas kualitas produk dan lokasi dengan variabel terikat yaitu
kepuasan konsumen mempunyai hubungan yang signifikasi atau tidak.
Hasil thitung dibandingkan dengan hasil ttabel untuk kesalahan kriteria
pengambilan keputusan yang digunakan adalah sebagai berikut 5% uji
dua pihak dari dk=n-k-1, maka diperoleh nilai ttabel. Dalam hal ini
pengelolahan data menggunakan SPSS versi 21. Untuk mengetahui
ditolak atau tidaknya, maka:
(1) Jika thitung ttabel dengan signifikasi 0,05 maka H0 ditolak, artinya
kualitas produk dan lokasi berpengaruh terhadap kepuasan
konsumen pada O2 Ice Cream Pematang Siantar secara parsial.
(2) Jika Fhitung Ftabel dengan signifikasi 0,05 maka H0 ditolak, artinya
kualitas produk dan lokasi tidak berpengaruh terhadap kepuasan
konsumen pada O2 Ice Cream Pematang Siantar secara parsial.
Daftar Pustaka
Abubakar, R. (2018) Manajemen Pemasaran. Alfabeta.
Agustina Eva et al. (2019) ‘Pengaruh Kualitas Produk Dan Harga
Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Percetakan Aneka Jaya
Pematang Siantar’, Jurnal Manajemen, 5(1), pp. 38–49.
Aldiana, U., Adji, S. and Santono, E. (2019) ‘Pengaruh Harga, Kualitas
Produk dan WOM (Word Of Mouth) Terhadap Kepuasan
Konsumen’, Jurnal Manajemen dan Bisnis, 1(1), pp. 71–83.
Alma, B. (2020) Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa.
Bandung: Alfabeta.
Astuti, M. and Matondang, N. (2020) Manajemen Pemasaran.
Deepublish.
Bailia, J.F., Soegoto, A. supandi and Loindong, S.S.R. (2014) ‘Pengaruh
Kualitas Produk, Harga, dan Lokasi terhadap Kepuasan
Konsumen pada Warung-Warung Makan Lamongandi Kota
Manado’, Jurnal Riset Ekonomi, Bisnis dan Akuntansi, 2(3).
Boyd, H.. (2015) Manajemen Pemasaran Suatu Pendekatan Strategis
dengan Orientasi Global. Jakarta: Erlangga.
Daga, R. (2019) Kualitas Produk dan Kepuasan Pelanggan. 1st edn.
Makasar: Global Research and Consulting Institute.
Fathoni, A. (2016) Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Pemiligan Lokasi Terhadap Tingkat Penjualan Usaha Jasa
Mikro Di Kabupaten Lamongan, Jurnal Ilmu Manajemen.
59
60
Firmansyah, A.M. (2019) Pemasaran Produk dan Merek (Planning &
Strategy). 1st edn. Edited by Qiara Media. CV. Penerbitan Qiara
Media.
Hariaji, G.U. and Iriyanto, S. (2019) ‘Pengaruh Kualitas Pelayanan,
Lokasi dan Fasilitas Terhadap Kepuasan Konsumen (Studi
Pada Warung Kopi Srintil Di Temanggung) Galih’, Fakultas
Ekonomi Universitas Muhammadiyah Semarang, 15(2), pp. 66–88.
Hurriyati, R. (2015) Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumen. 4th
edn. Bandung : Alfabeta.
Indrasari, M. (2019) Pemasaran dan Kepuasan Pelanggan. 1st edn.
Surabaya: Unitomo Press.
Ismanto, J. (2020) Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa ’Prodi
Akuntansi S-1. 1st edn. UNPAM PRESS: Tangerang.
Krisnandi, H., Efendi, S. and Sugiono, E. (2019) Pengantar Manajemen,
Pengantar Manajemen. Edited by Melati. Jakarta: LPU-UNAS.
Available at: [Link]
Lubis, S. et al. (2019) Pengantar Manajemen. 2nd edn. Medan:
Madenatera Qualified Publisher.
Lupiyoadi, R. (2018) Manajemen Pemasaran Jasa: Berbasis Komputer.
Edisi 3.
Majid, S.A. (2018) Customer Service dalam Bisnis Jasa Transportasi.
kelima. Depok : Rajagrafindo.
Mansandra, H., Chandrayanti, T. and Anggraini, M.D. (2023) ‘Pengruh
61
Lokasi dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen
Pada Resto Incim Alahan Panjang’, Jurnal Matua, 5(1), pp. 15–
28.
Maulana, Y.S. (2018) ‘Analisi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Pemilihan Lokasi Pabrik PT Sung Chang Indonesia Cabang
Kota Banjar’, J urnal Ilmiah Administrasi Bisnis, 2(2), pp. 211–222.
Musfar, T.F. (2020) Buku Ajar Manajemen Pemasaran: Bauran
Pemasaran Sebagai Materi Pokok dalam Manajemen
Pemasaran. Media Sains Indonesia.
Priansa, D.J. (2017) Perilaku Konsumen Dalam Persaingan Bisnis
Kontemporer. 1st edn. Bandung: Bandung : Alfabeta, 2017.
Ritonga, H.M. et al. (2018) ‘Manajemen Pemasaran’, in. Medan: CV.
Manhaji.
Robbins, R.S. and Coulter, M. (2020) Manajemen. 10th edn. Edited by
Suryadi and H. Wibi. Jakarta: Erlangga.
Sadikin, A., Misra, I. and Hudin, M.S. (2020) Pengantar Manajemen dan
Bisnis. Edited by Sardimi. K-Media.
Setiawan, R., Kosasih and Sudrajat, A. (2019) ‘Pengaruh Lokasi dan
Fasilitas terhadap Kepuasan Konsumen Limasan Kafe
Karawang’, Fakultas Ekonomi Universitas Singaperbangsa,
Karawang, Indonesia, 24(2), pp. 167–171.
Sisca, S. et al. (2021) ‘Peran Citra Merek Dalam Memediasi Pengaruh
Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Produk Es
62
Krim Aice’, Maker: Jurnal Manajemen, 7(2), pp. 214–222.
Available at: [Link]
Sofyan, C., Sepang, J.L. and Loindong, S. (2019) ‘Pengauh Kualitas
Pelayanan , Harga Dan Lokasi Terhadap Kepuasan Konsumen
Pada Wht ’ S Up Cafe Manado’, Jurnal Riset Ekonomi,
Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 7(3), pp. 4230–4240.
Sudaryono (2016) Manajemen Pemasaran. Edited by S. F. Yogyakarta :
CV. Andi Offset.
Sugiyono (2013) Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
Sumarwan, U. and Tjiptono, F. (2019) Strategi Pemasaran dalam
Perspektif Perilaku Konsumen. PT. Penerbit IPB Press.
Sunyoto, D. (2015) Manajemen Bisnis Ritel. Yogyakarta: Center For
Academic Publising Service (CAPS).
Tussifah, H. and Navitsha, N.P. (2021) ‘The Effect of Product Quality
and Service Quality on Consumer Satisfaction at Roya Café
Mantingan’, Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam, 9(1), pp. 69–86.
Urbayani, N. (2018) ‘Pengaruh Harga, Kualitas Pelayanan Dan Lokasi
Terhadap Kepuasan Konsumen (studi penggunaan kereta api
Prameg Solo-Yogja)’, Journal of Materials Processing Technology,
1(1), pp. 1–8.
Wijaya, T. (2019) Manajemen Kualitas Jasa. Jakarta: Kembangan:
Pemata Putri Media.
63