Pasar Persaingan
Sempurna
Ekonomi Mikro
Kelompok 9 Manajemen N Malam
KELOMPOK 9
Putu Manik Wahyu Atmaja (2202612010912)
Ida Ayu Sri Wulandari (2202612010919)
Pande Ketut Ayu Intaniasari (2202612010920)
I Kadek Agus Adi Wiranata (2202612010940)
SUB MATERI PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
01 02 03
Pengertian Pasar Karakteristik Pasar Kurva Penawaran
Persaingan Persaingan dan Permintaan
Sempurna Sempurna
04 05 06
Kurva Maksimum Kelebihan dan Efisiensi Pasar
Jangka Pendek Kekurangan Persaingan
Sempurna
PENGERTIAN
01 Pengertian Pasar Persaingan Sempurna
Pengertian
Pasar persaingan sempurna adalah sebuah struktur pasar di mana terdapat banyak
penjual atau perusahaan yang menghasilkan barang. Pasar persaingan sempurna juga
diartikan sebagai pasar yang mempunyai banyak perusahaan untuk memberikan
pelayanan kepada pembeli di pasar. Struktur pasar yang paling ideal karena
menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang atau jasa yang tinggi (optimal)
efisiensinya.
Tidak ada Industri atau organisasi yang tergolong dalam Pasar Persaingan Sempurna
yang murni Pada umumnya, mendekati ciri-ciri struktur pasar tersebut
(misal: jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang
sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak)
KARAKTERISTIK 02
Karakteristik Pasar Persaingan
Sempurna
Karakteristik
Terdapat banyak penjual dan pembeli Setiap perusahaan menghasilkan barang
dipasar yang sama di pasar (produknya homogen)
Volume produksi setiap produsen hanya Semua unit-unit ekonomi mempunyai
merupakan bagian yang kecil dari volume pengetahuan yang sempurna mengenai harga
transaksi total di pasar (Informasi sempurna)
Harga ditetapkan oleh hasil interaksi antara
pembeli dan penjual atau disebut sebagai Perusahaan bebas masuk dan keluar pasar
harga pasar
Perusahaan adalah penerima harga
Mobilitas sumber-sumber daya, barang dan jasa
(price taker)
Konsumen pun tidak dapat mempengaruhi Tiap penjual atau pembeli bebas untuk
harga pasar melakukan aktivitasnya (jual dan beli) di pasar
7
03
KURVA PENAWARAN
DAN PERMINTAAN
Kurva Penawaran dan Permintaan Pasar Persaingan
Sempurna
Terbentuknya Harga di Pasar
Persaingan Sempurna
Setiap perusahaan hanya bertindak sebagai pengambil harga (price taker)
dan konsumen pun tidak dapat mempengaruhi harga pasar (price taker) →
Harga ditetapkan atas dasar interaksi kekuatan penawaran (supply)
dan permintaan (demand) di dalam pasar
● menaikkan harga diatas harga pasar → Tidak laku
● munurunkan harga di bawah harga pasar → Rugi
9
Hubungan Antara Permintaan Pasar dan
Permintaan yang Dihadapi Perusahaan
Pembentukan harga:
Pada Pasar Persaingan Sempurna (a)
Tingkat harga dalam pasar persaingan sempurna
ditentukan oleh permintaan dan penawaran
Pada Perusahaan Persaingan Sempurna (b)
Kurva permintaan pada perusahaan berupa garis lurus
(Berapapun jumlah barang yang dibeli atau ditawarkan
tidak akan menaikkan atau menurunkan harga
barang), karena:
• Elastis sempurna (bisa disubstitusikan karena
barangnya homogen)
• Perusahaan menjual pada harga yang berlaku di
pasar (price taker)
1
Konsep Penerimaan
● Terdapat tiga konsep penghasilan yang diterima oleh produsen dari penjualan
barang dan jasa:
Penghasilan total (Total Revenue/ TR)
Seluruh penghasilan yang diterima oleh penjual dari penjualan suatu produk. Bila tingkat
harga adalah P dan jumlah barang yang terjual adalah Q → TR = P x Q
Penghasilan marginal (Marginal Revenue/ MR)
perubahan jumlah penghasilan perusahaan akibat dari perubahan tingkat penjualan sebesar 1
∆ TR
unit → MR =
∆ Q
Penghasilan rata-rata (Average Revenue/AR)
Jumlah penghasilan per unit yang terjual. Nilainya akan sama dengan harga produk tersebut →
TR
AR = =P
Q
1
Konsep Biaya
● Terdapat tiga konsep Biaya yang dikeluarkan oleh produsen dari penjualan
barang dan jasa:
Biaya total (Total Cost/ TC)
Seluruh biaya yang harus dikeluarkan oleh penjual dari penjualan suatu produk → TC = TVC +
TFC
Biaya Marginal (Marginal Cost/ MC)
Menujukkan seberapa besar total cost (∆ 𝑇𝐶) yang dikeluarkan apabila jumlah outputnya
∆ TC
bertambah sebesar satu unit → MC =
∆ Q
Biaya rata-rata (Average Cost/ AC)
TC
Biaya rata-rata yang diperlukan untuk memproduksi per unit output-nya → AC =
Q
1
Keseimbangan dalam Jangka Sangat Pendek
▪ Produsen tidak dapat mengubah jumlah output yang ditawarkan → harga output
dipengaruhi oleh besar kecilnya permintaan pasar
P TR = P ∗ Q
s ∆𝑇𝑅
MR =
∆𝑄
𝑃1∗ 𝐸2
𝑃∗ 𝐸1 Keseimbangan terjadi ketika permintaan berpotongan dengan
d’ penawarannya sehingga akan membentuk keseimbangan
d
Q harga dan keseimbangan outputnya
𝑄∗
1
KURVA MAKSIMUM
04 JANGKA PENDEK
Kurva Mkasimum Jangka Pendek
Keseimbangan Pasar Persaingan
Sempurna dalam Jangka Pendek
● keseimbangan dalam jangka pendek adalah bila keuntungan yang diperoleh
maksimum atau kerugian yang diderita minimum
● Menentukan apakah perusahaan akan berproduksi atau tidak sama sekali?
Jika perusahaan menutup usahanya karena dianggap tidak prospektif,
Maka ia akan menanggung biaya tetapnya (Biaya tetap → Sunk cost)
TC = TFC + TVC
TC = TFC + 0
Jika perusahaan melanjutkan kegiatan produksi,
maka perlu diketahui apakah setiap unit produksi akan menambah penghasilannya daripada
tambahan biayanya → sebaiknya produsen berproduksi pada tingkat output dimana MR = MC = P
1
Keseimbangan dalam Jangka Pendek (Profit Maksimal)
● Produsen selalu mengharapkan kondisi ini berlangsung selama mungkin →
Goals: Maksimisasi Profit
Konsekuensinya: Kondisi ini sulit bertahan lama karena seringkali akan
mengundang produsen-produsen baru untuk masuk ke pasar.
Syarat:
• Biaya Marjinal (MC) sama dengan Pendapatan Marjinal (MR) → MC = MR
• Kurva MC dalam posisi meningkat (dari bawah ke atas) - jika terbalik
maka yang diperoleh kerugian maksimal
• Harga lebih besar dari biaya rata-rata (AC) → P > AC
P = AR = MR
Keutnungan maksimum
• Keuntungan maksimum jangka pendek terjadi ketika MC = MR (titik D). Karena
pada titik F juga bersinggungan, namun kondisi MC yang menurun
• Titik C merupakan titik yang memenuhi syarat P > AC kemudian ditarik garis
sejajar dengan sumbu horizontal, sehingga diperoleh garis BC
• Hasilnya, dengan harga P dan output sebanyak Q1, produsen akan
mendapatkan keuntungan maksimum sebesar area ABCD
1
Keseimbangan dalam Jangka Pendek (Keuntungan Maksimum)
Pada pasar persaingan sempurna → P = AR = MR, karena penerimaan berasal dari penjualan 1 unit
tambahan atau sebesar harga barang tersebut
▪ P menunjukkan harga pasar
▪ Q1 menunjukkan jumlah barang yang diminta saat laba maksimum
▪ Kondisi Laba Maksimum → P = MC = MR
Syarat Laba Maksimum, ketika MR = MC, ketika MC Naik, Kenapa?
Karena, MPP setiap input menunjukkan MPP yang menurun bila dilihat dari segi biaya berarti MC
meningkat → apabila MR = MC berada ketika MC turun maka akan terjadi kerugian, selama MC
menurun (MPP naik) selalu menguntungkan apabila perusahaan menambah inputnya
𝑇𝑅 = 𝑃 ∗ 𝑄 𝑇𝐶 = 𝐴𝐶 ∗ 𝑄 = TR – TC
𝑇𝑅 = 𝑂𝐴 ∗ 𝑂𝑄1 𝑇𝐶 = 𝑂𝐵 ∗ 𝑂𝑄1 = (𝑂𝐴𝐷𝑄1 ) − (𝑂𝐵𝐶𝑄1 )
𝑇𝑅 = 𝑂𝐴𝐷𝑄1 𝑇𝐶 = 𝑂𝐵𝐶𝑄1 = 𝐴𝐵𝐶𝐷
1
Keseimbangan dalam Jangka Pendek
(Kerugian Minimum)
Kerugian diterima produsen bila TR < TC. Dapat juga ditunjukkan oleh tingkat harga lebih rendah
daripada biaya rata-rata per unit (P < AVC)
▪ Kerugian yang dialami oleh seorang produsen tidak selalu harus diikuti dengan
menghentikan kegiatan produksinya
Tetap meneruskan usahanya
• Tidak ada bedanya
• Kerugian yang ditanggung oleh
meneruskan dan menghentikan
produsen tidak sebesar biaya Kerugian diterima produsen bila TR
usahanya
total produksi tetapnya (TFC) < TC. Dapat juga ditunjukkan oleh
• Biaya variabelnya yang tingkat harga lebih rendah daripada
• Kerugian yang ditanggung oleh
dikeluarkan masih dapat biaya rata-rata per unit (P < AVC)
produsen sama besar dengan
tertutupi oleh penjualan
total biaya tetapnya (TFC)
(TC = FC + VC)
1
Keseimbangan dalam Jangka Pendek (Kerugian Minimum)
▪ Produsen bersedia mengalami kerugian jangka pendek, asalkan biaya variabelnya
yang dikeluarkan masih dapat tertutupi oleh penjualan (TC = FC + VC)
Syarat:
• Biaya Marjinal (MC) sama dengan Pendapatan Marjinal (MR) → MC = MR
Kerugian minimum
• Kurva MC dalam posisi meningkat (dari bawah ke atas)
• Harga lebih besar dari biaya variabel rata-rata (AVC) → P = MR > AVC
P
P’’
Shut down
P’ P’ = MR’
• Harga jual lebih rendah dari pada AC dimana P bersinggung di titik terendah AC
(titik J) dari situ ditarik garis sejajar dengan sumbu horizontal dan didapatkan
garis JK
• Hasilnya area PDJK merupakan kerugian minimum jangka pendek
1
Keseimbangan dalam Jangka Pendek (Kerugian Minimum)
Dalam jangka pendek produsen, masih dapat berproduksi meskipun menderita kerugian (memilih
posisi ekulibrium kerugian minimum) → MC = MR, ketika MR diatas AVC
▪ Ketika harga turun dibawah AC, maka produsen mengalami kerugian (karena harga jual per
unitnya rendah dibandingkan dengan ongkos produksi)→ tetapi selama harga masih berada di atas
AVC maka akan sedikit menguntungkan (tidak terlalu merugikan)
Kenapa? ketika P > AVC maka sebagian FC masih dapat ditutupi oleh kelebihan P yang diatas AVC
dan VC sendiri juga tertutupi (FC harus dibayar meskipun produsen tidak bekerja sama sekali)
2
Keseimbangan dalam Jangka Pendek (Kerugian Minimum)
ketika P sebesar P’(lebih rendah dari AVC) maka harga jual output lebih rendah dibandingkan
dengan ongkos produksi hingga VC tidak tertutupi oleh penerimaan hasil jual outputnya → sehingga
akan lebih menguntungkan apabila produsen menghentikan produksinya, karena dengan demikian
produsen hanya dapat membayar FC tanpa membayar VC (karena Q = 0, VC = 0 → TC = FC)
Shut down point (Titik M) → kondisi dimana produsen menghentikan produksinya jika
tidak mampu menutupi VC
Ketika harga jualnya berada diatas P’’ maka produsen akan tetap berproduksi dalam jangka pendek
meskipun berada di bawah AC (Rugi), ia akan tetap memilih posisi P = MR = MC → namun dalam
jangka panjang tidak ada produsen yang bersedia untuk menanggung kerugian selama-lamanya,
sehingga dalam jangka panjang produsen akan berhenti produksi
2
KELEBIHAN DAN
KEKURANGAN 05
Kelebihan dan Kekurangan Pasar
Persaingan Sempurna
Kelebihan
kebebasan bertindak efisiensi produksi tidak ada hambatan
dan memilih dalam mobilitas
sumber-sumber
ekonomi
Kekurangan
Tidak mendorong Membatasi pilihan Distribusi
inovasi konsumen pendapatan yang
tidak merata
06
EFISIENSI PASAR PERSAINGAN
SEMPURNA
Efisiensi Pasar Persaingan Sempurna
Karena kondisinya dengan asumsi yang sempurna, di dalam struktur
pasar persaingan sempurna akan selalu terwujud efisiensi. Efisiensi yang
dikenal ada dua jenis, yaitu efisiensi produktif dan efisiensi alokatif,
EFISIENSI
Efisiensi Efisiensi
produktif Alokatif
Apabila suatu industri Setiap kegiatan ekonomi,
mencapai keadaan tersebut produksi harus terus
maka tingkat produksinya dilakukan sehingga
dikatakan mencapai tingkat tercapai keadaan dimana
efisiensi produksi yang harga=biaya marjinal
optimal, dan biaya produksi
yang paling minimal.
SESI
TANYA JAWAB
TERIMA KASIH