Upaya Guru Kenalkan Sekolah pada Anak TK
Upaya Guru Kenalkan Sekolah pada Anak TK
PROPOSAL SKRIPSI
Oleh :
Alfiya Syahli Indiyanto
NIM: 019181001
HALAMAN JUDUL
FAKULTAS TARBIYAH
IAIN FATTAHUL MULUK PAPUA
2023
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Agama dan Moral di TK Darul Ikhlas Sentani”, yang disusun oleh Saudara
Islam Anak Usia Dini pada Fakultas Tarbiyah IAIN Fattahul Muluk Papua, telah
diuji dan dipertahankan dalam Sidang Ujian Kualifikasi Proposal Skripsi yang
Proposal Skripsi tersebut telah memenuhi syarat-syarat ilmiah dan dapat disetujui
DEWAN PENGUJI:
ii
NIP. 19721231 200604 1 008
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena
Agama dan Moral Anak Usia Dini Di TK Darul Ikhlas Sentani. Sholawat dan
berbagai pihak. Oleh karena itu, peneliti menyampaikan rasa hormat serta ucapan
lancar.
2. Kedua orang tua saya (Bapak Suyanto dan Ibu Endang Susilowati) yang
tiada putus-putusnya.
3. Adik saya (Alifiya Qari Az Zahra Alfiyanto) dan seluruh keluarga besar
yang tanpa henti memberi semangat, do’a dan dukungan kepada peneliti.
4. Dr. H. Marwan Sileuw, S. Ag. [Link]., selaku Rektor IAIN Fattahul Muluk
Papua.
iii
5. Dr. H Talabudin Umkabu, [Link] selaku Wakil Rektor I, Dr. Amirullah,
[Link] selaku Wakil Rektor II, dan Dr. Suparto Iribaram selaku Wakil
Rektor III.
6. Dr. Zulihi, [Link]., [Link]., Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Fattahul Muluk
7. Dr. A. Arif Rofiki, [Link].I., selaku Wakil Dekan I dan Sigit Purwaka,
Papua.
8. Debby Riana Hairani, [Link]., selaku Ketua Program Studi dan Maya Sari,
S.S, [Link]., selaku Sekertaris Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia
proposal skripsi.
skripsi ini.
10. Debby Riana Hairani, [Link]., selaku dosen Pembimbing II, yang dalam
dukungan, saran, kritik dan koreksi dalam penulisan proposal skripsi ini.
11. Para dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Fattahul Muluk Papua, yang telah
iv
12. Kepala perpustakaan IAIN Fattahul Muluk Papua, dan segenap karyawan,
perpustakaan.
ini.
14. Kepada semua pihak-pihak yang telah mendukung dan membantu selama
memudahkan penyusunan atau pembuatan proposal skripsi ini dari pihak peneliti
ridho Allah SWT. Peneliti menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih kurang
sempurna. Oleh karena itu, peneliti mengharapkan kritik dan saran dari berbagai
pihak demi kesempurnaan skripsi ini. Mudah-mudahan proposal skripsi ini dapat
bermanfaat. Aamiin
Peneliti
v
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...............................................................................................i
PERSETUJUAN PEMBIMBING........................................................................ii
KATA PENGANTAR..........................................................................................iii
DAFTAR ISI..........................................................................................................vi
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah................................................................................1
B. Rumusan Masalah.........................................................................................8
C. Kajian Pustaka...............................................................................................9
D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian................................................................12
BAB II LANDASAN TEORI.............................................................................14
A. Teori perilaku (Behaviorisme Theory)........................................................14
B. Kerangka Konseptual..................................................................................15
C. Kerangka Berpikir.......................................................................................20
D. Konsep pendidikan......................................................................................22
BAB III METODE PENELITIAN....................................................................24
A. Jenis dan Lokasi Penelitian.........................................................................24
B. Sumber Data................................................................................................25
C. Metode Pengumpulan Data.........................................................................26
D. Instrumen....................................................................................................29
E. Teknik Pengolahan dan Analisis Data........................................................30
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................32
vi
BAB I
PENDAHULUAN
Anak usia dini (early childhood) merupakan anak yang berada pada usia
nol sampai dengan delapan tahun.1 Pada masa tersebut merupakan proses
yang memberikan pengaruh besar bagi anak, baik dari segi moral, agama, maupun
lainnya. Lingkungan ini pula yang akan memberikan pengaruh bagaimana tabiat
atau karakter anak saat berinteraksi dengan individu lain yang ditemuinya.
desember 2022 lalu, di Taman Kanak-kanak (TK) Darul Ikhlas Sentani. Peneliti
sangatlah ditekankan. Tentunya hal ini bukanlah tanpa sebab, sekolah yang
Kabupaten Jayapura ini terdiri dari 130 peserta didik yang memiliki berbagai latar
Sehingga hal ini banyak memberikan pengaruh bagi anak dalam masa
1
Susanto Ahmad, Pendidikan Anak Usia Dini (Konsep Dan Teori), ed. suryani, 1st ed.
(Jakarta: PT Bumi Aksara, 2017), h. 1
1
2
dari lingkungannya, baik itu pengaruh positif maupun negatif. Namun, sangat
disayangkan karna banyaknya pengaruh negatif yang terlihat dari perilaku anak-
Sentani banyak anak yang memiliki kebiasaan berperilaku kurang sopan bahkan
bertutur kata yang tidak baik. Selain itu peneliti juga menemukan bahwa
bahkan sama sekali belum mengenal huruf hijaiyah ataupun melafalkan doa-doa
perkembangan anak, terkhusus pada pengembangan nilai agama dan moral anak.
yang sesuai bagi anak, dengan harapan aspek-aspek perkembangan anak dapat
terstimulus dengan optimal. Upaya yang telah dilakukan guru di TK Darul Ikhlas
Islami dalam kegiatan sehari-hari, seperti mengajarkan tata cara beribadah dalam
agama Islam, mengenalkan dan megajak anak untuk mengamalkan doa serta
peringatan hari besar Islam, memberikan contoh berperilaku dan bersikap baik
menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak. Selain itu, guru-guru di TK Darul
3
Ikhlas Sentani juga berupaya mengembangkan nilai agama dan moral anak
melalui kerja sama dengan wali murid untuk dapat terus memantau perkembangan
nilai agama dan moral anak serta aspek perkambangan anak yang lainnya.
aspek nilai agama dan moral anak. Setelah usai proses belajar mengajar di
Berdasarkan data pribadi guru, rata-rata kemampuan dalam aspek nilai agama dan
moral anak sudah berkembang sesuai harapan (BSH). Dimana perkembangan nilai
agama dan moral anak sudah sesuai dengan indikator yang diharapkan, serta anak
perkembangan aspek nilai agama dan moral. Namun, tidak menutup kemungkinan
bahwa terdapat pula anak yang aspek nilai agama dan moralnya belum
berkembang (BB) dan ada pula yang dikategorikan mulai berkembang (MB).
Sehingga guru menekankan kepada orang tua untuk lebih baik lagi memberi
dukungan pada anak agar perkembangan nilai agama dan moral sang anak dapat
yang telah diberikan pada anak sedini mungkin akan memberikan pengaruh yang
besar terhadap dirinya dikemudian hari nanti. Pendidikan Anak Usia Dini
bahwa:
Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan
kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan
melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan
dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam
memasuki pendidikan yang lebih lanjut.2
sejak usia dini, sesuai dengan firman Allah dalam Al-qur’an surah An-Nahl ayat
78 yang berbunyi :
ۢ
ص َار َّ َوال ٰلّهُ اَ ْخَر َج ُك ْم ِّم ْن بُطُْو ِن اَُّم ٰهتِ ُك ْم اَل َت ْعلَ ُم ْو َن َشْيـًٔ ۙا َّو َج َع َل لَ ُك ُم
َ ْالس ْم َع َوااْل َب
٨٧( ٨٧ )َ َوااْل َفِْٕـ َد َة لَ َعلَّ ُك ْم تَ ْش ُك ُر ْون
2
Republik Indonesia, Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional, n.d. Bab I, Pasal 1.
5
Terjemahan:
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak
mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran,
penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (Q.S An-Nahl : 78)3
apa-apa kemudian Allah memberikan panca indra untuk dapat dimanfaatkan guna
mendapatkan pengetahuan dan ilmu. Itu sebagai isyarat pada permulaan ilmu
Dengan demikian, Allah memberi hambanya panca indra untuk merubah dengan
menggunakan sarana panca indra itu dari bodoh (tidak mengetahui) menjadi
Ayat diatas menjelaskan bahwa saat manusia atau seorang anak dilahirkan
potensi itulah mereka dapat belajar dari lingkungan, alam dan masyarakat tempat
mereka tinggal Dengan potensi itulah mereka dapat belajar dari lingkungan, alam
3
Departemen Agama RI, Mushaf Al-Qur’an Terjemah (Jakarta: Wali, 2006), h. 275
4
Amarodin, “Tela’ah Tafsir Qs. An-Nahl Ayat 78 Dan Analisisnya,” PERSPEKTIF:
Jurnal Program Studi Pendidikan Agama Islam 14, no. 2 (2021), h. 10.
6
dan masyaradengan harapan kelak mereka akan menjadi manusia yang lebih
baik.5
Mendidik anak usia dini tentunya akan berbeda dengan mendidik anak usia
remaja maupun dewasa. Diperlukan strategi dan pendekatan yang lebih mendalam
serta disesuaikan dengan kebutuhan anak. Guru akan menjadi pengamat, menjadi
model atau contoh bagi anak, dan guru pula yang akan melakukan observasi bagi
berinteraksi dengan guru lain di sekolah, bahkan benda-benda yang ada sekolah.
bertingkah dan bertutur yang baik6. Dengan melakukan pengamatan pada anak,
guru tentunya dapat menilai dan mengevaluasi sejauh mana perkembangan anak.
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 Tentang
5
Ismaya, “Upaya Guru Dalam Mengembangkan Nilai-Nilai Moral Anak Usia Dini Di
Kelompok Bermain Puja Kesuma Lampung Selatan.” Universitas Islam Negeri Raden Intan
Lampung, (2022), h.2
6
Erfha Nurrahmawati, “Peranan Guru Dalam Mengembangkan Kognitif Anak Usia
Dini”, Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 1.1 (2018), h 83–99.
7
Permendikbud, Nomor 137 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak
Usia Dini.
7
(STPPA) yang meliputi aspek nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif,
bahasa, sosial emosional, dan seni seorang guru pendidikan anak usia dini harus
Aspek pengembangan nilai agama dan moral merupakan salah satu aspek
menerima dan menaati sistem peraturan. Selanjutnya ada pendapat lain seperti
yang dikatakan oleh Kohlberg yang mengemukakan bahwa aspek moral adalah
sesuatu yang tidak dibawa dari lahir tetapi sesuatu yang dikembangkan dan dapat
Tahap Anomi. Ketidakmampuan moral bayi, moral bayi barulah suatu potensi
yang siap dikembangan dalam lingkungan. Artinya bayi lahir dalam keadaan
fitrah (mempunyai potensi yang selalu siap untuk dikembangkan. Jadi tergantung
yang mau memberi warna kehidupan, sikap, perilaku, moral yang akan
ditanamkan sejak dini pada dirinya. 2) Tahap Heteromoni. Moral yang potensial
dipacu berkembang dengan bantuan orang lain atau otoritas melalui aturan atau
8
Mursid, Belajar dan Pembelajaran PAUD, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2018),
h.76.
8
Tahapan ini mengenai moral yang mengisi dan mengendalikan kata hatinya
sendiri serta kemampuan bebasnya untuk berprilaku tanpa campur tangan orang
tepat dilakukan oleh guru dalam mengembangkan nilai agama dan moral anak,
Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini di TK Darul Ikhlas Sentani”
B. Rumusan Masalah
9
Ibid, h 79-80
9
C. Kajian Pustaka
Perkembangan anak dalam aspek nilai agama dan moral amatlah penting,
tidak hanya pada jenjang pendidikan usia dini, namun juga pada jenjang
tepat bagi anak tentunya sangat membantu proses pengembangan aspek nilai
agama dan moralnya, sehingga aktivitas anak sehari-hari dapat berjalan dengan
lebih baik.
dan moral anak usia dini. Selanjutnya, penelitian ini mengungkapkan beberapa
dan moral anak usia dini. Perbedaannya ialah dalam metode penelitian, yaitu studi
literatur dan deskriptif kualitatif. Amaliah Husna dan Farida Mayar berfokus
hanya berfokus pada bagaimana upaya guru dalam mengembangkan nilai agama
dilakukan di masa pandemi saat itu, upaya yang dilakukan guru untuk
10
A Husna, “Strategi Mengenalkan Asmaul Husna Untuk Menanamkan Nilai Agama Dan
Nilai Moral Pada Anak Usia Dini,” Jurnal Pendidikan Tambusai 5 (2021), h. 9664-9670.
10
mengembangkan nilai agama dan moral ialah dengan kolaborasi antara guru dan
orangtua. Nilai-nilai agama dan moral yang dikembangkan pada anak atau siswa
berperilaku jujur, penolong (membantu orang tua, menjaga adik), tanggung jawab
(merapikan tempat tidur, mainan), menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Untuk
para orang tua adalah model partnership atau shared responsibilities yaitu model
yang menekankan pada koordinasi dan kerjasama sekolah dan keluarga untuk
membahas tentang upaya guru dalam mengembangkan nilai agama dan moral
ialah lokasi penelitiannya, dan penelitian ini dilaksanakan pada masa pandemi.
lingkungan terhadap timbulnya nilai-nilai moral dan agama pada anak usia dini
merupakan suatu hal yang penting. Sikap dan cara guru menerapkan dan
memberikan contoh yang baik sesuai dengan nilai-nilai moral dan agama pada
anak memainkan peranan penting pada pembentukan tingkah laku dan moral
kualitatif serta membahas nilai agama dan moral pada anak. Perbedaan penelitian
11
Fakhriyatus Shofa Alawiyah, Laila Masruroh, “Pengembangan Nilai Agama Dan Moral
Pada Masa Pandemi Di TK Al-Hidayah Lumajang,” Genius 1, no. 1 (2020), h. 43–60.
12
Amnah , “Upaya mengembangkan Nilai Agama dan Moral Anak Usia 5-6 Tahun Di TK
Nuruddin ” (2021), h. 1-142.
11
ialah pada lokasi penelitan yang diteliti dan penelitian Amnah berfokus pada
bagaimana guru menyikapi nilai agama dan moral anak, sedangkan penelitian ini
membahas tentang bagaimana usaha atau upaya-upaya yang dilakukan oleh guru
Fa’ikkah dengan hasil penelitian yaitu: 1). Peran guru sebagai pendidik
dalam mengembangkan nilai agama dan moral anak usia dini di RA Raudatus
memberikan contoh atau teladan yang baik bagi peserta didik yaitu dengan tidak
yang sederhana tetapi tetap berwibawa, berkomunikasi dengan bahasa yang baik
dan bahasa madura halus (abesah), mengunjungi dan mendo`akan teman yang
sakit serta berta`ziyah pada anggota keluarga yang meninggal. 2). Peran guru
yang disediakan disesuaikan dengan kebutuhan fisik dan psikis peserta didik
seperti menyediakan buku tilawati, buku cerita, rak sepatu, tempat sampah serta
bangku yang disesuaikan dengan kondisi fisik peserta didik yang mengalami
keterbatasan atau difabel. 3). Peran guru sebagai pembimbing dilakukan dengan
memberikan arahan dan nasehat yang dilakukan dengan metode yang mudah
diserap oleh peserta didik yaitu dengan menceritakan kisah-kisah dengan pesan
13
Fa`ikkah, “Upaya Guru dalam Mengembangkan Nilai Agama dan Moral Anak Usia
Dini di Raudhatul Athfal (RA) Raudatus Sholihin Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember”
12
subyek penelitiannya.
guru berusaha memberikan contoh yang baik, akan tetapi manakala tidak
didukung oleh lingkungan baik keluarga dan masyarakat, maka penanaman nilai-
nilai dan pembentukan sikap akan sulit dilaksanakan. Oleh karena itu,
metode penelitian.14
tujuan penelitian yang ingin dicapai oleh peneliti adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui upaya guru dalam mengembangkan nilai agama dan moral
1. Secara Teoritis
anak usia dini. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi sarana teoritis
2. Secara Praktis
a. Bagi Peneliti
b. Bagi Pendidik
halus anak usia dini sehingga kemampuan motorik halus anak dapat
LANDASAN TEORI
Perkembangan nilai agama dan moral sangatlah penting bagi anak. Oleh
karena itu, guru harus memberikan stimulasi yang tepat bagi anak agar
Pemberian stimulasi yang tepat bagi anak usia dini, sesuai dengan teori
grand theory yang menjadi dasar landasan penelitian terkait strategi guru dalam
perilaku yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret. Perubahan terjadi
lingkungan belajar anak, baik yang internal maupun eksternal yang menjadi
penyebab belajar. Sedangkan respons adalah akibat atau dampak, berupa reaksi
fisik terhadap stimulans. Belajar berarti penguatan ikatan, asosiasi, sifat dan
15
Mohammad Anam S and Wasis D Dwiyogo, “Teori Belajar Behavioristik Dan
Implikasinya Dalam Pembelajaran” Universitas Negeri Malang (2019), h. 2.
14
15
manusia yang buruk, lingkungan yang baik akan meghasilkan manusia yang baik.
Oleh sebab itu, Teori relevan ini menjadi dasar penelitian perkembangan nilai
B. Kerangka Konseptual
stimulasi yang tepat dan menyenangkan dari seorang guru. Guru terbaik bagi anak
pada pendidikan anak usia dini jalur formal, pendidikan dasar, dan pendidikan
menengah.16 Sehingga dapat dilihat bahwa, peran guru sangatlah penting bagi
anak usia dini, karena pendidikan anak usia dini merupakan awal dari
pembentukan karakter dan perilaku anak. Tidak berhenti pada jenjang pendidikan
anak usia dini, guru juga memiliki peran yang sangat penting pada jenjang
16
Andi Fitriana Djollong, "Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Penanaman
Nilai-Nilai Toleransi antara Ummat Beragama Peserta Didik untuk Mewujudkan Kerukunan",
Jurnal Al-Ibrah, Volume VIII Nomor 01 (2019), h. 76.
16
mengembangkan dan menguatkan moral pada anak usia dini, yaitu sebagai model,
moral yang baik ataupun buruk. Moral berasal dari bahasa latin “mores” yang
17
Leli Fertiliana Dea , Agus Setiawan, "Peran Guru dalam Mengembangkan Nilai Moral
Agama Pada Anak Usia Dini Di Raudlatul Althfal Ma’arif 1 Metro", Jurnal Program Studi PGRA
Volume 5 Nomor 1 (2019), h. 102.
18
Ati Sukmawati, “Peran Guru Dalam Pengembangan Moral Bagi Anak Usia Dini"
Jurnal Tadris IPA Biologi FITIK IAIN Matram, Volume VIII, Nomor 1 (2019), h. 90- 92.
19
Mursid, Belajar dan Pembelajaran PAUD, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2018),
h.76
17
akan terisolasi.
Orang pada tahap ini sadar bahwa hukum merupakan kontrak sosial
demi ketertiban dan kesejah teraan umum, maka jika hukum tidak
kembali.20
prinsipnya sama dengan strategi yang diterapkan pada anak di Taman Kanak-
Kanak. Namun, kualitas isi dari setiap strategi itulah yang perlu ditingkatkan.
fakta yang ada di setiap masa tumbuh kembang anak. Hal itu beralasan bahwa
anak usia 5-6 tahun telah memiliki kemampuan kemandirian yang cukup baik
20
Ismaya, “Upaya Guru Dalam Mengembangkan Nilai-Nilai Moral Anak Usia Dini Di
Kelompok Bermain Puja Kesuma Lampung Selatan.” Universitas Islam Negeri Raden Intan
Lampung, (2022), h.29
18
bekerja sama.
pendidikan moral (field trip), seperti ke panti asuhan dan panti jompo.
21
Otib Satibi Hidayat, Metode Pengembangan Moral Dan Nilai-Nilai Agama (Tangerang
Selatan, 2018), h 17-18.
22
Permendikbud,Tingkat Pencapaian Perkembangan Nilai Agama dan Moral Anak Usia
Dini Sesuai Dengan Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 Tahun
2014
19
tuanya. Dia belajar untuk mengenal nilai-nilai sesuai dengan nilai-nilai ini.
Dalam mengembangkan nilai agama dan moral anak, peranan orang tua
sangatlah penting, terutama pada waktu anak masih kecil. Beberapa sikap
anak, di antaranya :
dianut.
meliputi :
argument yang relevan saat bicara, dan bila orang hidup dalam
20
disekitar keluarga.23
C. Kerangka Berpikir
alur logika sistematika dari tema yang akan ditulis nantinya. Menurut Polancik,
Pendidikan anak usia dini adalah upaya pembinaan yang ditujukan untuk
anak sejak lahir sampai usia enam tahun dengan memberikan rangsangan
Anak usia dini memiliki enam aspek perkembangan yang penting dan perlu
kembang dan karakteristik anak usia dini, agar kemampuan anak dapat
23
Jahja Yudrik, Psikologi Perkembangan, (Jakarta : Kencana Premadamedia, 2011), h
50-53.
24
Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif & Kualitatif
(Bandung: Alfabeta, 2010), h. 197
21
Lingkungan Siswa
Nilai-Nilai Agama
Mengenal agama Membiasakan diri Memahami perilaku Mengenal ritual hari Menghormati gama
yang dianut beribadah mulia besar agama orang lain
D. Konsep pendidikan
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
Setiap anak memiliki sifat yang unik dan terlahir dengan potensi yang
masing-masing. Misalnya, ada anak yang berbakat menyanyi, ada pula yang
perkembangan yang terdiri dari pengembangan moral dan nilai-nilai agama, fisik,
sesuai dengan perkembangan, serta memiliki motivasi dan sikap belajar untuk
berkreasi. Oleh sebab itu, pendidikan anak usia dini perlu diselenggarakan bagi
anak sebelum melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih lanjut seperti yang
telah dijelaskan dalam Permendikbud Nomor 146 Tahun 2014 Pasal 1 tentang
kurikulum 2013 :
25
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional
23
yang dilalui oleh anak usia dini. Standar tingkat pencapaian perkembangan anak
pendidikan yang diberikan kepada anak yang baru lahir sampai dengan berumur
enam tahun sesuai dengan keunikan dan pertumbuhan anak usia dini maka
perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini tersebut.28 Sehingga anak akan
sekolah dasar.
26
Permendikbud Nomor 146 Tahun 2014 Pasal 1 Tentang Kurikulum 2013
27
Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 Pasal 1 ayat 2 Tentang Standar Nasional
Pendidikan Anak Usia Dini
28
Susanto Ahmad, Pendidikan Anak Usia Dini (Konsep dan Teori), (Jakarta : PT. Bumi
Aksara, 2017 ), h. 15
BAB III
METODE PENELITIAN
1. Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang sesuai dan akan dilakukan ialah
penelitian kualitatif deskriptif. Hal ini mengacu pada judul penelitian yang
Moral Anak Usia Dini di TK Darul Ikhlas Sentani. Penelitian kualitatif adalah
pembelajaran yang bertujuan untuk menarik kesimpulan yang berlaku umum yang
2. Lokasi Penelitian
menentukan data yang diambil sehingga lokasi sangat penting untuk menunjang
yang dipilih. Dengan begitu peneliti diharapkan dapat menemukan hal-hal yang
bermakna dan baru dalam menyimpulkan fenomena atau objek yang diteliti
29
Rukin, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Takalar: Yayasan Ahmat Cendekia
Indonesia, 2019), h. 6.
30
Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008), h
78.
24
25
Peneliti pada bulan September- bulan Desember. Selain itu pertimbangan lokasi
B. Sumber Data
Sumber data dalam penulisan ini meliputi data primer dan data sekunder,
1. Data primer
Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti
secara langsung dari sumber datanya. Untuk mendapatkan data primer, peneliti
untuk mengumpulkan data primer antara lain observasi dan hasil wawancara.31
Adapun data yang menjadi sumber data primer dalam penelitian ini adalah : 1)
31
Sandu Siyoto and M. Ali Sodik, Dasar Metodologi Penelitian, I (Yogyakarta: Literasi
Media Publishing, 2015), h 68.
26
B1, B4 dan B6 di TK Darul Ikhlas Sentani. 4) 2 orang tua wali murid dari siswa di
2. Data sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari
berbagai sumber yang telah ada.32 Data sekunder adalah data pendukung dari data
primer. Adapun sumber data yang menjadi data sekunder dalam penelitian ini
adalah data dokumen berupa: RPPH, RPPM, LKS, hasil penilaian, foto-foto
1. Observasi
tujuan penelitian. Dalam penelitian ini observasi yang akan digunakan ialah
mengamati peran guru dalam pengembangan nilai agama dan moral bagi anak.
Peneliti hanya akan mengamati kegiatan dan tidak ikut serta dalam kegiatan objek
penelitian.33 Jadi, dengan metode model ini peneliti dapat melakukan pengamatan
32
Ibid, h. 68
33
Nana Syaodih Sukmadinata, Metodologi Penelitian Pendidikan (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2010), h.220.
27
menyunting hasil laporan observasi. Sehingga data yang akan diperoleh ialah,
bagaimana upaya guru dalam mengembangkan nilai agama dan moral anak serta
2. Wawancara
informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna
permasalahan yang harus diteliti, tetapi juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-
bebas terpimpin dimana pewawancara bebas menanyakan apa saja, tetapi juga
harus mengingat akan data yang akan dikumpulkan (data yang dibutuhkan). 35
meningkatkan nilai agama dan moral anak usia dini di TK Darul Ikhlas Sentani.
mengembangkan nilai agama dan moral anak antara lain kepala sekolah, guru dari
kelas A, B1, B4 dan B6 di TK Darul Ikhlas Sentani dan dua orang tua wali murid
3. Dokumentasi
ialah untuk mendukung fakta dalam penelitian. Selain itu, dengan adanya
Sentani, visi misi dan tujuan TK Darul Ikhlas Sentani, struktur organisasi TK
pengembangan nilai agama dan moral anak, foto atau gambar peneliti saat
36
Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif & Kualitatif
(Bandung: Alfabeta, 2010), h. 204
29
melakukan penelitian di TK Darul Ikhlas Sentani, dan foto atau gambar gedung
D. Instrumen
data dalam suatu penelitian. Peneliti dalam penelitian kualitatif sebagai human
sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis
data, menafsirkan data, dan membuat kesimpulan dari apa yang ditemukan
dilapangan.37
observasi yaitu pedoman penelitian tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan
agama dan moral anak usia dini di TK Darul Ikhlas Sentani. Sehingga peneliti
dapat melihat kemampuan motorik halus anak, serta respon terhadap strategi
37
Setiawan Johan, Albi Anggito, Metodologi Penelitian Kualitatif (Sukabumi : Jejak
Publisher, 2018), h. 76.
30
subjek penelitian. Pedoman ini disusun tidak hanya berdasarkan tujuan penelitian
tetapi juga berdasarkan kajian yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Selain
itu, pedoman wawancara menjadi bahan dalam penelitian hasil penelitian, sebab
jika hanya mengandalkan ingatan maka dikhawatirkan peneliti lupa terhadap data
yang diperoleh.
mengambil gambar atau foto. Pengambilan foto dalam proses penelitian befungsi
mengembangkan nilai agama dan moral anak di TK Darul Ikhlas Sentani. Selain
itu, pedoman dokumentasi bertujuan untuk memperoleh dan melengkapi data. Dat
mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil
dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain”.38 Dalam penelitian ini,
menggunakan teknik analisa model Miles dan Huberman yang menganalisa data
1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data pada tahap pertama ini masih bersifat kasar. Dalam hal
ini peneliti turun ke lapangan untuk mencari data yang berkaitan dengan
penelitian yang dilakukan. Dalam pencarian data, peneliti mengambil semua data
38
Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif & Kualitatif
(Bandung: Alfabeta, 2010), h 333.
31
yang ada. Kemudian, data yang diperoleh dikembangkan melalui teknik data
selanjutnya.
2. Reduksi Data
diperlukan dan dicari tema dan polanya.39 Dengan kata lain, pada tahap ini peneliti
memilah dan memfokuskan data yang penting, pokok dan relevan saja supaya
Langkah ini yaitu membuat uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori
bermakna. Dalam hal ini, yang paling sering dilakukan untuk menyajikan data
4. Penarikan Kesimpulan
awal yang berupa deskripsi suatu objek yang sebelumnya masih bersifat samar
sehingga menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis
atau teori.40
39
Sugiyono, Metodologi Penelitian Manajemen (Bandung: Alfabeta, 2018). (Bandung :
Alfabeda, 2016), h. 405
40
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta,
2012), h 249-253
DAFTAR PUSTAKA
32
Mursid. Belajar Dan Pembelajaran PAUD. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,
2018.
Nurrahmawati, Erfha. “Peranan Guru Dalam Mengembangkan Kognitif Anak
Usia Dini Di Tk Raudlatul Ulum Kresnomulyo,” Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah
Pendidikan Anak Usia Dini, 1.1 (2018): h. 83–99.
Permendikbud. Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Nomor
137 Tahun 2014.
Permendikbud. Tingkat Pencapaian Perkembangan Nilai Agama dan Moral Anak
Usia Dini Sesuai Dengan Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 137 Tahun 2014
Permendikbud. Nomor 146 Tahun 2014 Pasal 1 Tentang Kurikulum 2013
Permendikbud. Nomor 137 Tahun 2014 Pasal 1 ayat 2 Tentang Standar Nasional
Pendidikan Anak Usia Dini
Republik Indonesia. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional, n.d.
Republik Indonesia. Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru
Dan Dosen.
Republik Indonesia. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
Rukin. Metodologi Penelitian Kualitatif. I. Takalar: Yayasan Ahmat Cendekia
Indonesia, 2019.
Siyoto, Sandu, and M. Ali Sodik. Dasar Metodologi Penelitian. I. Yogyakarta:
Literasi Media Publishing, 2015.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta,
2012.
Sugiyono. Metodologi Penelitian Manajemen. Bandung: Alfabeta, 2018.
Sugiyono. Metodologi Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif &
Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2010.
Sukmadinata, Nana Syaodih. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2010.
Sukmawati, Ati. “Peran Guru Dalam Pengembangan Moral Bagi Anak Usia
Dini.” Jurnal Tadris IPA Biologi FITIK IAIN Matram, Volume VIII, Nomor 1
(2019): h. 90- 92
Suryabrata, Sumadi. Metodologi Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008.
Susanto, Ahmad. Pendidikan Anak Usia Dini (Konsep Dan Teori). Jakarta: PT
Bumi Aksara, 2017.
33
34