0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
111 tayangan69 halaman

Pengolahan Data Curah Hujan Payakumbuh

Dokumen tersebut merangkum proses pengolahan data DEM dan curah hujan di Kota Payakumbuh untuk menganalisis kemiringan lereng dan ketinggian wilayah. Langkah-langkahnya meliputi pengunduhan data DEM dari website, penggabungan data, pemotongan menggunakan batas administrasi, analisis kemiringan dan ketinggian, serta pengklasifikasian data berdasarkan rentang nilai.

Diunggah oleh

Anggita Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
111 tayangan69 halaman

Pengolahan Data Curah Hujan Payakumbuh

Dokumen tersebut merangkum proses pengolahan data DEM dan curah hujan di Kota Payakumbuh untuk menganalisis kemiringan lereng dan ketinggian wilayah. Langkah-langkahnya meliputi pengunduhan data DEM dari website, penggabungan data, pemotongan menggunakan batas administrasi, analisis kemiringan dan ketinggian, serta pengklasifikasian data berdasarkan rentang nilai.

Diunggah oleh

Anggita Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM 4 “PENGOLAHAN DATA DEM & CURAH

HUJAN”

KOTA PAYAKUMBUH PROVINSI SUMATERA BARAT

MATA KULIAH SISTEM INFORMASI PERENCANAAN

Oleh :

Faza Zidni Zharfan

24-2019-037

PLA-A

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL

BANDUNG 2021
4.A Pengolahan Data DEM untuk kemiringan Lereng Kota Payakumbuh.
No Gambar Penjelasan Tahapan
Buka website DEMNAS :
[Link]
Setelah itu klik download lalu buat akun (register)
setelah itu login dan klik download lagi, kemudian
klik DEMNAS.

Setelah itu pilih wilayah kajian lalu sesuiakan


wilayah kajian dengan grid DENMAS seperti
berikut. Klik wilayah kajian tersebut lalu download
data DEMNAS nya.

Sesuikan grid DEMNAS pada wilayah kajian. Lalu


download data nya.

Buka software ArcGIS 10.8


“Add data” DEMNAS yang sudah di download
sebelumnya. Lalu klik add

Setelah itu akan muncul data DEMNAS yang masih


terpisah, langkah selanjutnya pada ArcToolbox pilih
Data Management Tools > Raster > Raster Dataset >
Mosaic to New Raster.

Setelah itu input data DEMNAS yang masih terpisah,


lalu untuk output simpan di lokasi yang mudah
ditemukan dan beri nama data DEMNAS yang akan
digabung ([Link]). kemudian untuk
pixel type (32_BIT_FLOAT). Dan untuk number of
bands “1”. Klik Ok.
Maka akan muncul data DEMNAS yang sudah
tergabung.

Selanjutnya “Add data” Batas Administrasi AR.

Dan jangan lupa atur koordinat pada layer agar dat


DEMNAS dan Batas Admin menempel. Selanjutnya
klik kanan pada layers lalu pilih properties.
Setelah itu pilih koordinat WGS 1984. Lalu klik Ok.

Dan jangan lupa juga atur koordinat pada data


DEMNAS yang sudah tergabung. Dengan cara klik
pada toolbar ArcCatalog lalu cari data DEMNAS
yang sudah tergabung lalu klik kanan dan pilih
properties.

Akan muncul tampilan seperti berikut, klik edit pada


Spatial Reference lalu atur koordinat menjadi WGS
1984.
Maka data DEMNAS dan Batas Admin menempel,
setelah itu pilih pada toolbar ArcToolbox kemudian
cari Spatial Analyst Tools > Extraction > Extract by
Mask.

Input data DEMNAS yang sudah digabung lalu pada


kolom dibawah inpt data Batas Admin, kemudian
klik enviroments untuk pengaturan lebih lanjut.
setelah itu atur lokasi penyimpanan
Pada pengaturan enviroments untuk extent “same as
layer Batas Administrasi AR” lalu untuk snap raster
pilih data DEMNAS yang sudah tergabung lalu klik
ok.

Maka akan muncul tampilan data DEMNAS yang


sudah di potong menjadi bentuk Kota Payakumbuh.
Selanjutnya klik pada toolbar ArcToolbox lalu pili
Spatial Analyst Tools > Surface > Slope.

Untuk Input Raster msaukan Data DEMNAS yang


sudah di extract, kemudian untuk output
measurement (PERCENT_RISE) dan simpan lokasi
yang mudah ditemukan. Setelah itu klik Enviroments
untuk pengaturan lebi lanjut.
Input extent yaitu “same as layer Batas Admin AR”
dan untuk Snap Raster “data DEMNAS yang sudah
di ectract” lalu klik ok.

Maka akan muncul tampilan seperti berikut yang


merupakan data raster yang menampilkan gradasi
warna tingkat kemiringan. Pada tampilan tersebut
kelas pada layer masih banyak, maka akan dilakukan
metode Recassify.

Pilih pada toolbar ArcToolbox lalu cari Spatial


Analyst Data > Reclass > Reclassify.
Input Data yang sudah dilakuka Slope lalu klik pada
“classify”

Untuk output simpan di lokasi yang mudah


ditemukan.

Untuk classes 5 dan method nya manual, lalu pada


Break Values klik tanda persen (%) lalu atur nilai
kemiringan seperti angka berikut. Klik Ok.

Maka tampilan Reclassify akan seperti berikut,


langkah selanjutnya akan dilakukan Raster to
Polygon, dengan cara pilih pada Toolbar ArcToolbox
lalu cari Conversion Tools > From Raster > Raster
to Polygon.
Untuk input raster masukan data yang sudah di
lakukan Reclassify. Untuk field VALUE, lalu klik
Ok.

Maka akan muncul tampilan data yang sudah dalam


bentuk polygon.

Setelah itu klik kanan pada layer data Polygon lalu


“Open Attribute Table”.
Maka akan muncul sebuah tabel lau klik pada table
options kemudian pilih “Add Field”.

Isi nama dan tipe seperti gambar berikut lalu Klik Ok.

Jika pada calculate geometry pada kolom Luas_ha


tidak bisa dioperasikan, maka harus dilakukan
pengaturan koordinat pada data yang sudah
dilakukan Polygon dengan cara, di ArcCatalog lalu
cari data tersebut, dan atur kootdinat nya (WGS
1984). Untuk layer juga di atur koordinatnya dengan
cara klik kanan pada layer lalu properties, dan atur
koorniatnya (WGS 1984 UTM Zone 47S). makan
pada calculate geometry sudah bisa dilakukan.

Setelah itu klik kanan pada kolom Luas ha lalu pili


calculate geomtery.
Pada tampilan berikut calculate geometry sudah bisa
diperasikan. Atur Units “Hectares (ha)” lalu klik Ok.

Maka akan muncul perhitungan Luas ha seperti


berikut. Kemudian langkah selanjutnya pencarian
luas < 1.0 dengan cara klik “Select by Attributes”

Selanjutnya klik Luas_ha lalu “<” dan tulis 1.0, lalu


klik Apply.

Setelah itu maka akan terseleksi nilai luas yang < 1.0.
Setelah itu klik pada ArcToolbox lalu Data
Management Tools > Generalization > Eliminate.

Input data Denmas yang sudah di polygon lalu Klik


Ok.
Jika pada Luas ha masih ada yang < 1.0 maka lakukan
proses eliminate lagi hingga pada kolom Luas ha
sudah tidak ada nilai yang < 1.0.

Setelah melakukan proses eliminate hingga pada


kolom Luas ha sudah tidak < 1.0, maka tampilan
Luas ha akan seperti berikut.
Selanjutnya klik pada “table options” lalu klik “Add
Field”
Isi nama dan tipe seperti berikut lalu klik Ok.

Maka akan muncul kolom kemiringan seperti


berikut, selanjutnya klik “Select by Attributes”

Klik Gridcode, klik “=”, klik “Get Unique Values”,


klik angka “1” lalu klik Apply.

Maka akan terseleksi pada gridcode 1, setelah itu klik


kanan pada kolom kemiringan lalu pilih “Field
Calculator”.
Lakukan penulisan seperti berikut, lalu klik ok.
Langkah selanjutnya lakukan proses yang sama dari
“Select by Attributes” lalu pengolahan gridcode 2,3,4
dan 5, kemudian isi keterangan dengan “Field
Calculator”.

Note :
Untuk gridcode 1 = “0-2%”
Untuk gridcode 2 = “3-15%”
Untuk gridcode 3 = “16-25%”
Untuk gridcode 4 = “26-40%”
Untuk gridcode 5 = “ > 40 %”
Maka akan muncul data kemiringan dari setiap
gridcode.

Selanjutnya akan dilakukan pengolahan komposisi


warna pada data Denmas berbentuk Polygon.
Klik kanan pada layer tersbut lalu pilih Properties.
Klik pada “Symbology” lalu pilih “Categories”.
1 Untuk “Value Field” pilih Kemiringan. Lalu “Add
2 3 5
All Values” setelah itu akan muncul komposisi
warna, dan atur komposisi warna pada “Color Ramp”
setelah itu atur data kemringan sesuaikan angka

6 tersebut. Lalu klik ok.

Maka akan muncul tampial seperti berikut. Dan bisa


dilihat pada layer sudah muncul urutan kelas
kemiringan dari yang rendah hingga tinggi
presentasenya.

Agar data DEMNAS berbentuk polygon lebih halus


maka dilakukan “Smooth Polygon”.

Pada ArcToolbox pilih Cartography Tools >


Generaization > Smooth Polygon.
Input data DEMNAS berbentuk polygon lalu untuk
Smoothing Algorithm pilih
(BEZIER_INTERPOLATION), untuk output
simpan di lokasi yang mudah ditemukan, lalu klik
Ok.

Maka akan muncul tampilan data Denmas berbentuk


polygon yang sudah dilakukan “Smoothing
Polygon”.

Jika data Denmas berbentuk polygon ingin dilakukan


komposisi warna, lakukan proses yang sama pada
pengaturan komposisi warna.
Maka tampilan pengolahan Data kemiringan
DEMNAS berbentuk Polygon yang sudah dilakukan
Smoothing Polygon akan seperti berikut.
4.B Pengolahan Data DEM untuk ketinggian Kota Payakumbuh.
No Gambar Penjelasan Tahapan
Siapkan data DEMNAS yang sudah dilakukan
Extract atau pemotongan yang menjadi bentuk Kota
Payakumbuh.
Lalu klik kana pada tersebut lalu pilih Properties.

Setelah itu pilih “symbology” lalu “Classified” untuk


“Classes” menjadi 5, setelah itu ataur komposisi
warna seperti berikut dan selanjutnya akan muncul
Range ketinggian dari yang terendah hingga tertinggi
pada data DEMNAS Kota Payakumbuh.

Maka tampilan pengolahan ketinggian akan


ditampilkan data view berupa raster yang
menampilkan gradasi warna range ketinggian.
Cari ArcToolbox lalu pilih Spatial Analyst Data >
Reclass > Relassify.

Input data DEMNAS Kota Payakumbuh, lali klik


“classify”

Atur output penyimpanan, simpan lah dilokasi yang


mudah ditemukan.

Untuk classes diubah menjadi 5, dan untuk Break


Values tidak di klik persen nya. Lalu klik Ok.
Maka akan muncul tampilan hasil pengolahan
Reclassify data DEMNAS Kota Payakumbuh.
Langkah selanjutnya proses “Raster to Polygon”

Cari ArcToobox lalu klik Conversion Tools > From


Raster > Raster to Polygon.

Input data DEMNAS yang sudah di Reclassify lalu


klik Ok.
Maka akan muncul tampilan pengolahan data
DEMNAS Kota Payakumbuh berbentuk Raster
menjadi Polygon seperti berikut.
Langkah selanjutnya klik kanan pada layer tersebut
lalu pilih “Open Attribute Table”

Maka akan muncul tabel seperti berikut lalu klik pada


table options kemudian pilih “Add Field”

Isi nama dan tipe seperti gambar berikut.


Klik kanan pada kolom Luas ha lalu pilih Calculate
Geometry.

Setelah itu untuk units pilih “Hectares (ha). Klik Ok.

Makan akan muncul perhitungan luas ha seperti


berikut. Langkah selanjutnya akan dilakukan proses
eliminate karena pada luas ha masih ada luas yang <
1.0.
Klik “Select by Attributes”
Klik Luas_ha, klik “<”, tuliskan “1.0” lalu apply.
Setelah itu nilai luas < 1.0 akan terseleksi, langkah
selanjutnya adalah proses Eliminate.

Cari ArcToolbox lalu pilih Data Management Tools


> Generalization > Eliminate.

Untuk Input raster masukan data yang sudah


berebentuk Polygon, lalu outputnya simpan dilokasi
yang mudah ditemukan, lalu klik Ok.

Jika pada luas ha masih ada yang < 1.0 maka lakukan
proses Eliminate lagi hingga nilai pada luas ha sudah
tidak < 1.0.
Pada tabel tersebut sudah tida ada luas ha yang < 1.0.

Maka tampilan data DEM berbentuk polygon yang


sudah di Eliminate seperti berikut.

Langkah selanjutnya adalah proses “Smooth


Polygon”.
Cari ArcToolbox lalu klik Cartography Tools >
Generalization > Smooth Polygon.
Input data DEM berbentuk polygon yang sudah di
lakukan Eliminate. Untuk “Smoothing Algorithm”
pilih (BEZIER_INTERPOLATION). Dan untuk
output simpan dilokasi yang mudah di temukan. Klik
Ok.

Maka akan muncul tampilan Data DEM berbentuk


Polygon yang sudah dilakukan proses “Smoothing
Polygon”.

Selanjutnya klik kanan pada layer data DEM


berbentuk polygon yang sudah di Eliminate, lalu pilih
Properties.
Setelah itu pilih “Symbology” lalu “Categories”.
Untuk “Value Field” nya “Gridcode”, lalu klik “Add
1 All Values” kemudian atur komposis warna,
2 5
3

Sesuaikan ketinggian dari data DEM ke gridcode


6 tersebut. Lalu klik Ok.

Maka akan muncul tampilan data DEM dengan


muculnya 5 kelas yang berisi range ketinggian dari
terendah hingga tertinggi.
4.C Pengolahan Data Curah Hujan Kota Payakumbuh.
No Gambar Penjelasan Tahapan
Buka website [Link]
Setelah itu cari kota wilayah kajian. Untuk Dataset
“PERSIANN-CCS”, Time Step “Accumulative”.
Rectangle Region
Untuk Domain “Rectangle Region” yang berfungsi
untuk membuat daerah yang akan dilakukan
pengolahan data Curah Hujan.

Untuk Date Time atur waktunya dalam jangka satu


tahun, contohnya 2020-01-01 hingga 2020 -12-31.

Lalu download data Curah Hujan tersebut. Dan klik


file tersebut seperti gambar berikut.

Buka software ArcGis 10.8 lalu buka file yang sudah


di save sebelumnya.
“Add data” CCS Curah Hujan, klik Add.

Maka akan muncul data Curah Hujan seperti


berikut.
Selanjutnya Atur koordinat CCS di Arccatalog, cari
file CCS di ArcCatalog lalu klik kanan dan pilih
properties.

Setelah itu pilih koordinat WGS 1984. Klik Ok.

Lalu atur juga koordinat pada layer, klik kanan pada


layer lalu pilih properties dan pilih WGS 1984.
Jika koordinat sudah diatur maka data Curah Hujan
dan Batas Admin AR menempel. Setelah itu akan
dilakukan proses “Raster to Polygon”

Cari ArcToolbox lalu klik Conversion Tools > From


Raster > Raster to Polygon.

Untuk input raster masukan data CCS Curah Hujan,


lalu klik Ok.
Maka akan muncul tampilan data CCS berbentuk
Polygon, setelah itu proses selanjutnya adalah
“Feature to Point”

Cari ArcToolbox lalu klik Data Management Tools


> Features > Features to Point.

Untuk input masukan data CCS berbentuk Polygon


lau klik Ok.
Maka akan muncul tampilan data CCS beberntuk
Polygon yang sudah dilakukan “Feature to Point”.
Proses selanjutnya adalah “IDW (Inverse Distance
Weighted) atau Interpolasi Geostatistik”

Cari ArcToolbox lalu klik Spatial Analyst Tools >


Interpolation > IDW

Untuk input masukan data CCS berbentuk polygon


yang sudah dilakukan “Feature to Point”. Untuk
“Z_value field” gridcode. Untuk “Power (optional)
“1”. Lalu klik Ok.

Untuk output simpan dilokasi yang mudah


ditemukan.
Maka akan muncul tampilan Data CCS berbentuk
IDW. Setelah itu klik kanan lalu pilih properties.

Klik “Symbology” lalu klik “Classified”, kemudian


“Classes” diubah menjadi 5. Maka akan muncul
range Curah Hujan, lalu klik Ok.

Maka tampilan data CCS berbentuk IDW yang


sudah dibagi menjadi 5 kelas.
Sealnjutnya lakukan proses “Reclassify”. Kembali
ke ArcToolbox klik Spatial Analyst Tools > Reclass
> Reclassify.
Untuk input masukan data CCS berbentuk IDW, lalu
klik “classify”.

Untuk output simpan di lokasi yang mudah


ditemukan.

Lalu ubah “classes” menjadi 5, lalu klik Ok.

Maka akan muncul tampilan data CCS yang sudah


di Reclassify, selanjutnya kembali ke ArcToolbox
lalu klik Conversion Tools > From Raster > Raster
to Polygon.
Untuk input masukan data CCS yang sudah di
Reclassify, lalu klik Ok.

Maka akan muncul data CCS yang sudah di


Reclassify berbentuk Polygon. Lalu klik kana pada
layer tersbut kemudian pilih “Properties”.

Setelah itu atur komposisi warna seperti gambar


berikut. Klik Ok.
Maka akan muncul tampilan data CCS berbetnuk
polygon seperti berikut, setelah itu klik kanan pada
layer tersebut, lalu pilih “Open Attribute Table”.

Selanjutnya akan muncul tabel seperti berikut, lalu


klik pada Table Options, kemudian pilih “Add
Field”.

Isi nama dan tipe seperti gambar berikut. Lalu klik


Ok.
Setelah kolom luas ha pada tabel sudah muncul klik
kanan lalu pilih “Calculate Geometry”.

Kemudian untuk units pilih “Hectares (ha), lalu klik


Ok.

Maka akan muncul perhitungan Luas ha pada data


CCS Curah Hujan.

Sebelum melakukan clip atur koordinat data CCS


Curah Hujan di ArcCatalog (WGS 1984) dan atur
koordinat pada layer (WGS 1984 UTM zone 47S).

Maka data CCS Curah Hujan dan Batas Admin


menempel.
Setelah itu lakukan proses geoprocessing dengan
metode Clip.

Untuk input pada kolom oertama masukan data CCS


Curah Hujan dan untuk input pada kolom kedua
masukan Batas Administrasi AR. Untuk output
simpan dilokasi yang mudah ditemukan. Klik Ok.

Maka akan muncul hasil proses “Clip” data CCS


Curah Hujan dan Batas Administrasi.
Setelah itu klik kanan pada layer yang sudah di clip
lalu “Open Attribute Table”
Selanjutnya klik pada table options lalu pilih “Add
Field”. Kemudian isi nama dan tipe seperti gambar
berikut.

Maka akan muncul kolom Curah Hujan pada tabel


berikut. Setelah itu klik “Select by Attributes”.

Kemudian klik “gridcode”, klik “=”, klik “Get


Unique Values” lalu klik angka “1”. Klik Ok.
Lalu klik kanan pada kolom Curah Hujan kemudian
pilih “Field Calculator”.

Isi keterangan pada gridcode 1. Sesuaikan range


Curah Hujan dari IDW dan pengisian pada Gridcode
tersebut.

Note :
Untuk Gridcode 1 = < 3845 mm/Tahun
Untuk Gridcode 1 = 3992 – 4140 mm/Tahun
Untuk Gridcode 1 = 4140 – 4288 mm/Tahun
Untuk Gridcode 1 = 4288 – 4435 mm/Tahun
Untuk Gridcode 1 = > 4435 mm/Tahun
Jika masih ada luas ha yang masih ada < 1.0 maka
lakukan proses Eliminate.
Kembali pada ArcToolbox kemudian pilih Data
Management Tools > Generalization > Eliminate.

Input data yang akan di Eliminate dan untuk Output


simpan di lokasi yang mudah ditemukan.

Setelah melakukan eliminate selanjutnya adalah


proses Smooth Polygon.
Kembali ke ArcToolbox lalu klik Cartography Tools
> Generalization > Smooth Polygon.
Input data CCS yang sudah dilakukan Eliminate,
untuk Smoothing Algorith pilih
(BEZIER_INTERPOLATION). Untuk output
simpan dilokasi yang mudah ditemukan. Lalu klik
Ok.

Maka tampilan Polygon yang sudah di Smoothing


akan seperti berikut. Langkah selanjutnya adalah
proses komposisi warna, klik kanan pada layer
polygon yang sudah di Smoothing lalu pilih
Properties.

Pilih “Symbology” lalu klilk “Categories”.


Untuk “Value Field” gridcode. Lalu klik “Add All
1
5 Values”, atur komposisi warna dan sesuaikan range
2
3
curah hujan IDW dan gridcode tersebut.

4
Maka akan muncul tampilan Data CCS Curah Hujan
dengan Range terendeh hingga tertinggi.
4.D Luas area kemiringan berdasarkan kelas untuk masing-masing Kecamatan di Kota
Payakumbuh.
No Gambar Penjelasan Tahapan
Siapkan layer Kemiringan AR yang sudah
dilakukan proses Smoothing.

Lalu pada Geoprocessing pilih metode


“Union”
Untuk input nya, masukan Kemiringan AR
yang sudah dilakukan Smoothing dan Batas
Administrasi AR. Untuk output simpan
dilokasi yang udah ditemukan. Klik Ok.

Maka akan muncul tampilan hasil Union


seperti berikut. Selanjutnya klik kanan pada
layer tersebut lalu pilih “Open Attributes
Table”

Kemudian akan muncul tabel seperti berikut,


lalu klik “Select by Attributes”. Karena ada
nilai -1 pada kolom FID Batas Admin.
Klik pada FID_Batas_Administrasi_AR,
Klik “=”, klik Get Unique Value lalu klik -1.
Lalu klik Apply.

Setelah itu klik kanan pada layer Union lalu


“Edit Features” dan klik “Start Editing”

Selanjutnya klik pada “Delete Selected”.


Setelah “Delete Selected” masih ada nilai -1
pada kolom FID Raster. Klik “Selected by
Attributes”.

Klik pada
FID_RasterT_Reclass3_Eliminate_31, Klik
“=”, klik Get Unique Value lalu klik -1.
Lalu klik Apply.

Selanjutnya klik pada “Delete Selected”.

Maka nilai -1 pada kolom FID sudah tidak ada.


Dan jangan lupa saat “start editing” lakukan
“save edits” lalu “stop editing”.

Selanjutnya lakukan proses Geoprocessing


metode Disolve.

Untuk input masukan data DEM yang sudah


dilakukan Union.
Pilih untuk Disolve_Field, yaitu Kemiringan
dan Kecamatan.
Untuk output simpan dilokasi yang mudah
ditemukan. Lalu klik Ok.
Setelah muncul hasil Disolve, langkah
selanjutnya klik kanan pada layer tersebut lalu
klik “Open Attribute Table”

Maka akan muncul tampilan dari setiap kelas


kemiringan dan setiap Kecamatan di Kota
Payakumbuh. Selanjutnya klik pada table
options lalu “Add Field”

Isi nama dan tipe seperti berikut.


Kemudian klik kanan pada kolom luas ha lalu
pilih Calculate Geomtetry.

Untuk Units menjadi “Hectares (ha), lalu klik


Ok.

Maka akan muncul hasil luas ha dan


kemiringan di setiap Kecamatan di Kota
Payakumbuh.
Langkah selanjutnya klik kanan pada layer
Disolve lalu pilih “Properties”

Kemudian pilih “symbology” lalu


“Categories”. Untuk “Value Field”
Kemiringan. Kemudian “Add All Values”
dan terakhir atur komposisi warna. Lalu klik
Ok.

Maka akan muncul tampilan data


Kemiringan] DEM yang sudah dilakukan
Disolve untuk melakukan perhitungan luas
area dan pengkelasan setiap Kecamatan di
Kota Payakumbuh.
4.E Luas area ketinggian berdasarkan kelas untuk masing-masing Kecamtan di Kota
Payakumbuh.
No Gambar Penjelasan Tahapan
Siapkan layer Ketinggian AR yang sudah
dilakukan proses Smoothing.

Lalu pada Geoprocessing pilih metode “Union”

Untuk input nya, masukan Ketinggian AR yang


sudah dilakukan Smoothing dan Batas
Administrasi AR. Untuk output simpan dilokasi
yang udah ditemukan. Klik Ok.
Maka akan muncul tampilan hasil Union seperti
berikut. Selanjutnya klik kanan pada layer
tersebut lalu pilih “Open Attributes Table”.

Kemudian akan muncul tabel seperti berikut, lalu


klik “Select by Attributes”.

Klik pada FID_Batas_Administrasi_AR, Klik


“=”, klik Get Unique Value lalu klik -1.
Lalu klik Apply.
Setelah itu klik kanan pada layer Union lalu
“Edit Features” dan klik “Start Editing”

Selanjutnya klik pada “Delete Selected”.

Setelah “Delete Selected” masih ada nilai -1


pada kolom FID Raster. Klik “Selected by
Attributes”.

Klik pada FID_RasterT_Reclass4_Smooth,


Klik “=”, klik Get Unique Value lalu klik -1.
Lalu klik Apply
Selanjutnya klik pada “Delete Selected”.

Maka nilai -1 pada kolom FID sudah tidak ada.

Dan jangan lupa saat “start editing” lakukan


“save edits” lalu “stop editing”.

Selanjutnya lakukan proses Geoprocessing


metode Disolve.
Untuk input masukan data DEM yang sudah
dilakukan Union.
Pilih untuk Disolve_Field, yaitu Ketinggian dan
Kecamatan.
Untuk output simpan dilokasi yang mudah
ditemukan. Lalu klik Ok.

Setelah muncul hasil Disolve, langkah


selanjutnya klik kanan pada layer tersebut lalu
klik “Open Attribute Table”

Maka akan muncul tampilan dari setiap kelas


ketinggian dan setiap Kecamatan di Kota
Payakumbuh. Selanjutnya klik pada table
options lalu “Add Field”
Isi nama dan tipe seperti berikut.

Kemudian klik kanam pada kolom luas ha lalu


pilih Calculate Geomtetry.

Untuk Units menjadi “Hectares (ha), lalu klik Ok


Maka akan muncul hasil luas ha dan kemiringan
di setiap Kecamatan di Kota Payakumbuh.

Langkah selanjutnya klik kanan pada layer


Disolve lalu pilih “Properties

Kemudian pilih “symbology” lalu “Categories”.


Untuk “Value Field” Ketinggian. Kemudian
“Add All Values” dan terakhir atur komposisi
warna. Lalu klik Ok.
Maka akan muncul tampilan data Ketinggian
DEM yang sudah dilakukan Disolve untuk
melakukan perhitungan luas area dan
pengkelasan setiap Kecamatan di Kota
Payakumbuh
4.F Luas area curah hujan berdasarakan kelas untuk masing-masing Kecamatan di Kota
Payakumbuh.
No Gambar Penjelasan Tahapan
Siapkan layer CCS Curah Hujan yang sudah
dilakukan proses Smoothing.

Lalu pada Geoprocessing pilih metode “Union”


Untuk input nya, masukan data CCS Curah
Hujan yang sudah dilakukan Smoothing yang
sudah dilakukan Smoothing dan Batas
Administrasi AR. Untuk output simpan dilokasi
yang udah ditemukan. Klik Ok.

Maka akan muncul tampilan hasil Union seperti


berikut. Selanjutnya klik kanan pada layer
tersebut lalu pilih “Open Attributes Table”.

Kemudian akan muncul tabel seperti berikut,


lalu klik “Select by Attributes”.
Klik pada FID_Batas_Administrasi_AR, Klik
“=”, klik Get Unique Value lalu klik -1.
Lalu klik Apply.

Setelah itu klik kanan pada layer Union lalu


“Edit Features” dan klik “Start Editing”

Selanjutnya klik pada “Delete Selected”.


Setelah “Delete Selected” masih ada nilaI -1
pada kolom FID Raster. Klik “Selected by
Attributes”.

Klik pada
FID_RasterT_Reclass8_Clip_Elmin_Smooth,
Klik “=”, klik Get Unique Value lalu klik -1.
Lalu klik Apply.

Selanjutnya klik pada “Delete Selected”.

Maka nilai -1 pada kolom FID sudah tidak ada


Dan jangan lupa saat “start editing” lakukan
“save edits” lalu “stop editing”.

Selanjutnya lakukan proses Geoprocessing


metode Disolve.

Untuk input masukan data CCS Curah Hujan


yang sudah dilakukan Union.
Pilih untuk Disolve_Field, yaitu Curah Hujan dan
Kecamatan.
Untuk output simpan dilokasi yang mudah
ditemukan. Lalu klik Ok.
Setelah muncul hasil Disolve, langkah
selanjutnya klik kanan pada layer tersebut lalu
klik “Open Attribute Table”

Maka akan muncul tampilan dari setiap kelas


Curah Hujan dan setiap Kecamatan di Kota
Payakumbuh. Selanjutnya klik pada table
options lalu “Add Field”

Isi nama dan tipe seperti berikut.


Kemudian klik kanam pada kolom luas ha lalu
pilih Calculate Geomtetry.

Untuk Units menjadi “Hectares (ha), lalu klik


Ok.

Maka akan muncul hasil luas ha dan kemiringan


di setiap Kecamatan di Kota Payakumbuh.
Langkah selanjutnya klik kanan pada layer
Disolve lalu pilih “Properties”

Kemudian pilih “symbology” lalu “Categories”.


Untuk “Value Field” Curah Hujam. Kemudian
“Add All Values” dan terakhir atur komposisi
warna. Lalu klik Ok.

Maka akan muncul tampilan data CCS Curah


Hujan yang sudah dilakukan Disolve untuk
melakukan perhitungan luas area dan
pengkelasan setiap Kecamatan di Kota
Payakumbuh.

Anda mungkin juga menyukai