0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan30 halaman

Metode dan Tahapan Konsep Desain Arsitektur

Konsep desain merupakan tahap awal dalam proses perancangan yang menjabarkan ide-ide abstrak menjadi rancangan bangunan. Tahap selanjutnya adalah skematik desain dimana arsitek menyusun pola dan bentuk bangunan dalam gambar untuk memperlihatkan pemahaman terhadap kebutuhan klien. Tujuannya adalah mendapatkan desain yang sesuai fungsi, biaya dan waktu pembangunan. Contoh desain skematik kab

Diunggah oleh

Tekno Bali
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan30 halaman

Metode dan Tahapan Konsep Desain Arsitektur

Konsep desain merupakan tahap awal dalam proses perancangan yang menjabarkan ide-ide abstrak menjadi rancangan bangunan. Tahap selanjutnya adalah skematik desain dimana arsitek menyusun pola dan bentuk bangunan dalam gambar untuk memperlihatkan pemahaman terhadap kebutuhan klien. Tujuannya adalah mendapatkan desain yang sesuai fungsi, biaya dan waktu pembangunan. Contoh desain skematik kab

Diunggah oleh

Tekno Bali
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

METODE

PERANCANGAN 1

I KADEK WAHYU TANGKAS ANANDA PUTRA


202162121112 / A3
PETA KONSEP

01 02 03

Concept Design Schematic Design Design Development

04 05 06

Construction
Bidding Construction

Drawings Adminstration
Concept Design
Menurut Ari Endra Kristianto (Anggota IAI)

konsep merupakan sebuah


penjabaran lebih luas yang
dituangkan dalam kata kata sebagai
hasil dari pemikiran awal.

Desain adalah sebuah rancangan atau


pola yang dijadikan acuan dasar dalam
penciptaan sesuatu.

Dari konsep desain ini akan


melahirkan lagi sebuah
desain nyata yang diliputi
oleh prinsip-prinsip desain
dalam arsitektur yaitu,
keseimbangan, irama, vocal
point, skala, proporsi, urut-
urutan, dan unity atau
kesatuan.
Konsep desain arsitektural adalah cara arsitek menanggapi sebuah

kebutuhan desain dengan menerjemahkan ide-ide yang abstrak

menjadi rancangan bangunan yang bisa terwujud.

Hasil dari konsep desain berupa :


zona fungsi
ruang-ruang arsitektural
konsep bangunan dan sirkulasinya
dasar dan teori perancangan
selubung bangunan (dinding dan

atap)

Pembuatan konsep desain


merupakan tahapan
terpenting dan terumit
dalam keseluruhan proses
desain. Konsep desain yang
dibuat akan menjadi
panduan semua keputusan
desain selanjutnya. Konsep
desain mengintegrasikan
visi dan misi dengan tapak
untuk mencapai tujuan
akhir desain.
Falling Water karya Frank Lloyd Wright
Aspek Penting dalam Konsep Desain
Fungsi
Fitur
Kualitas
Bentuk
Gaya
Emosi
Teknik
Pengalaman
Resiko
Keberlanjutan

Langkah Membuat Konsep Desain


Tujuan Desain
Perhitungkan Biaya
Buat Perbandingan
Cari Referensi
Kembangkan Konsep

Jenis-jenis Konsep Desain


Berikut ini merupakan jenis-jenis konsep desain yang digunakan dalam dunia arsitektur :

ANALOGI

Geoffrey Boardbent dalam bukunya Design in


Architecture berkata bahwa “mekanisme sentral dalam menjelaskan
analisa-analisa ke dalam sintesa adalah analogi”. Maksud dari
pernyataan ini adalah bahwa pendekatan analogi bukan sekadar
menjiplak bentuk dari objek alam yang dianalogikan, akan tetapi
diperlukan proses-proses analisis serta merangkainya sehingga
menghasilkan bentuk baru yang masih memiliki kemiripan visual dengan
objek yang dianalogikan tersebut.

TURNING TORSO
METAFORA

Metafora berasal dari bahasa latin “methapherein” yang


terbagi menjadi dua kata yaitu “metha” yang berarti setelah /
melewati dan “pherein” yang berarti membawa. Pengertian
metafora dalam arsitektur adalah kiasan atau ungkapan
bentuk yang kemudian diwujudkan dalam bangunan dengan
harapan akan menimbulkan tanggapan dari penikmat atau
yang menggunakan karyanya.
Seperti halnya dengan konsep analogi, konsep metafora
mengidentifikasikan hubungan antara benda-benda dalam
hubungan yang bersifat lebih abstrak dibandingkan nyata.

Museum Tsunami Aceh


ESENSI ( HAKEKAT )

Hakekat adalah menyaring dan memusatkan


aspek-aspek persoalan yang rumit menjadi
keterangan-keterangan gambling yang lebih
ringkas. Hakekat mengandung pengertian
dalam aspek yang paling penting dan instinc
dari benda yang dianalisis.

TERMINAL TRANS WORLD AIRLINES (TWA)


BANDARA INTERNASIONAL JFK
PROGRAMATIK
( PRAGMATIK )

Konsep Programatik adalah konsep yang

dikembangkan berkisar
tentang persoalan-persoalan yang pragmatis,

yang diidentifikasi dari


program sebuah bangunan. Konsep ini dikenal

sebagai tanggapan
langsung dari pemecahan masalah suatu

proyek dan perancangannya.

NATIONAL AIR AND SPACE MUSEUM


UTOPIA
( CITA – CITA )

Utopia atau cita-cita


merupakan konsep ideal
yang dibawa
oleh arsitek kepada masalah
yang bersangkutan. Konsep
yang tepat pada suatu
proyek akan dijadikan
sebagai
inspirasi dan cita-cita oleh
sang arsitek

HEARST TOWER
Schematic Design
Skematik desain adalah proses yang dilakukan arsitek

dengan menyajikan gambar-gambar sketsa bangunan


(baik manual maupun digital) untuk memperlihatkan

bahwa arsitek benar-benar telah memahami arahan

dan keinginan klien yang berkaitan dengan fungsi dan

estetika bentuk bangunan.


Desain skematik terbentuk dari konsep
desain yang telah dibuat arsitek
berdasarkan kebutuhan dan keinginan
klien. Pada tahap ini, arsitek menyusun
pola dan gubahan bentuk arsitektur
yang diwujudkan dalam gambar-
gambar. Nilai fungsional bangunan
ditampilkan dalam bentuk diagram-
diagram.
Aspek kualitatif lainnya, serta

aspek kuantitatif seperti

perkiraan luas lantai, informasi

penggunaan bahan, sistem

konstruksi, biaya, dan waktu

pelaksanaan pembangunan

disajikan dalam bentuk

laporan tertulis maupun

gambar-gambar.
Skematik Desain

Tahap Prarancangan / Skematik Desain menurut “ Pedoman Hubungan Kerja


Antara Arsitek dengan Pengguna Jasa” Pasal 37 (IAI, 2007)

Prarancangan

Pada tahap ini berdasarkan Konsep Rancangan yang paling sesuai


dan
dapat memenuhi persyaratan program perancangan, arsitek
menyusun
pola dan gubahan bentuk arsitektur yang diwujudkan dalam
gambargambar. Sedangkan nilai fungsional dalam bentuk diagram-
diagram.

Aspek kualitatif lainnya serta aspek kuantitatif seperti perkiraan luas


lantai, informasi penggunaan bahan, sistem konstruksi, biaya, dan
waktu pelaksanaan pembangunan disajikan dalam bentuk laporan
tertulis maupun gambar-gambar. Setelah diperiksa dan mendapat
persetujuan dari pengguna jasa, arsitek akan melakukan kegiatan tahap
selanjutnya.
Sasaran tahap ini adalah untuk:

a. Membantu pengguna jasa dalam

memperoleh pengertian yang tepat

atas program dan konsep rancangan

yang telah dirumuskan arsitek.

b. Mendapatkan pola dan gubahan

bentuk rancangan yang tepat, waktu

pembangunan yang paling singkat,

serta biaya yang paling ekonomis.

c. Memperoleh kesesuaian

pengertian yang lebih tepat atas

konsep rancangan serta

pengaruhnya terhadap kelayakan

lingkungan.

d. Menunjukkan keselarasan dan

keterpaduan konsep rancangan

terhadap ketentuan Rencana Tata

Kota dalam rangka perizinan.


CONTOH DESAIN SKEMATIK
Kabin Fallingwater (pemenang ketiga kompetisi desain arsitektural

‘Fallingwater Cabin Design’)

Lokasi : Mills Run, Pennsylvania

Arsitek : Tom Kundig, Stephen Yamada-Heidner, Alan Maskin

Konsep desain : Ecotone (arsitektur ekologi hutan dan padang

rumput)

Waktu Desain : 12 Juni-22 Agustus 2010

Tujuan dibuatnya desain skematik ini adalah sebagai bahan diskusi

dengan klien untuk mengetahui apakah sang arsitek telah benar-


Desain Skematik tata ruang dan view Kabin Fallingwater
benar menangkap keinginan klien dan dapat menerjemahkannya

dalam desain bangunan.

Desain Skematik Kabin Fallingwater

Skematik sirkulasi udara dan akses Kabin

Fallingwater

Desain Skematik perletakan bangunan Kabin Fallingwater dalam tapak


Design Development
Setelah desain skematik diperiksa dan

mendapat persetujuan dari klien, arsitek

akan melakukan kegiatan tahap

selanjutnya, yaitu design development

(pengembangan desain). Pada tahap ini,

desain skematik yang telah dibuat akan

disempurnakan menjadi desain akhir

yang utuh dan menyeluruh. Setiap aspek

desain harus diperhatikan secara

mendetail karena akan dipergunakan

pada tahap pembangunan proyek.

Tahapan pengembangan desain


atau design development adalah
tahapan yang menantang,
memakan waktu yang panjang, dan
membutuhkan biaya besar. Desain
yang baik tidak hanya dirancang
secara visual, namun juga
merupakan hasil dari penelitian
yang terus menerus dan
berkesinambungan, analisa, studi
perancangan, engineering,
prototyping, modifikasi, percobaan
lagi dari masa ke masa hingga
desain yang dihasilkan benar-benar
sempurna.
Dengan mengacu pada desain skematik, pada

tahap pengembangan desain ini, arsitek akan :


Merancang Sistem Konstruksi dan
Struktur Bangunan

Arsitek pada tahapan design development dapat


merancang sistem konstruksi dan struktur
bangunan. Sistem konstruksi berikut mengikuti
rancangan desain keseluruhan yang telah dibuat
pada desain skematik. Selain itu, konstruksi dan
struktur bangunan yang dibuat juga
mempertimbangkan kelayakan dan kelaikannya
baik terpisah maupun secara terpadu.

Design development dikembangkan untuk membuat


rencana ukuran dan dimensi yang sebenarnya. Dimensi
garis dibuat untuk menunjukkan penempatan dinding
dan elemen lainnya. Design development juga
mengukur ukuran furniture dan barang lainnya yang
dicantumkan di dalam desain. Setelah itu, arsitek dapat
mendesain keperluan eksterior di dalam bangunan.
Dalam hal ini, banyak arsitek yang menggunakan
program computer drawing program (CAD) untuk
membuat desain.
Merancang Sistem Mekanikal-Elektrikal-Plumbing (MEP)

Selanjutnya, arsitek dapat membuat rancangan MEP atau dikenal


sebagai Sistem Mekanikal-Elektrikal-Plumbing. Rancangan berikut
menyangkut segala hal yang berkaitan dengan mesin-mesin, aliran
listrik, serta pipa air bersih dan kotor. Pada tahapan ini, rancangan
harus dipertimbangkan dengan baik karena pada sistem inilah
yang membuat suatu bangunan berfungsi dengan baik.

Merencanakan Konstruksi Bahan Bangunan

Arsitek juga bertanggung jawab dalam merencanakan


bahan bangunan seperti apa untuk digunakan dalam
keseluruhan bangunan. Tentunya seorang arsitek harus
mempertimbangkan nilai manfaat, ketersediaan bahan,
konstruksi, dan nilai ekonomi. Bahan-bahan yang
digunakan untuk membuat struktur bangunan dapat
dirancang dalam tahapan design development. Pada
tahap ini juga dirancang dekorasi dinding, lantai, dan
penggunaan material lainnya seperti kayu pada rancang
bangunan.
Merencanakan Biaya Konstruksi

Rancangan desain juga akan dibuat biaya


konstruksinya. Pada tahapan ini, biaya
konstruksi disusun berdasarkan sistem
bangunan, semuanya disajikan dalam bentuk
gambar-gambar, diagram-diagram sistem, dan
laporan tertulis. Klien atau home owner dapat
berdiskusi mengenai permasalahan biaya yang
ada. Klien juga dapat mengemukakan
pendapat dan masukan mengenai spesifikasi
material dan detil-detil arsitektural maupun
struktural yang diinginkan. Atau dengan kata
lain, klien dapat meminta penyesuaian biaya
yang telah dibuat.
Simpulannya, tahapan desain skematis dan
Pada tahap akhir design development, maka design development adalah tahapan
akan dihasilkan gambar site plan, denah, dimana arsitek dan klien sebagai home
tampak, potongan, dan perspektif. Jika klien owner berinteraksi untuk menentukan
telah menyetujui semua proses pada tahapan rancangan final desain. Setelah
ini, maka akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya menentukan desain dan struktur
yaitu DED atau gambaran kerja. bangunan yang tepat, barulah perhitungan
budget apakah sesuai dengan anggaran
dana dan ketentuan lainnya atau tidak.
Oleh karena itu, pada tahapan ini bisa
dikatakan arsitek dan klien harus benar-
benar jeli dalam menentukan rancangan
sehingga anggaran dana dapat digunakan
dengan cara terbaik.
Construction drawings

Gambar konstruksi (Construction drawings)

adalah dokumen-dokumen berupa gambar

yang merupakan representasi dari sebuah

konstruksi yang hendak dibangun.

Ada beberapa macam gambar konstruksi sesuai

dengan fungsinya masing-masing dalam proyek

konstruksi, yaitu , gambar struktur, gambar

arsitektur, gambar MEP (Mechanical, Electrical,

Plumbing).

Gambar konstruksi bangunan sangat diperlukan


sebelum melakukan proses pembangunan suatu

gedung karena sebagai alat komunikasi dalam

wujud gambar-gambar yang memberikan

ilustrasi tentang bangunan tersebut.


Selain untuk menampilkan gambaran wujud
fisik bangunannya, gambar-gambar
konstruksi digunakan sebagai bahan
pertimbangan dalam merencanakan
struktur bangunan dan sistem utilitas di
dalamnya sehingga bangunan tersebut
terlihat estetikanya, juga aman dan nyaman.

Ada beberapa macam atau jenis


gambar konstruksi yang dibuat
mulai dari proses perencanaan
hingga selesainya pekerjaan. Hal ini
agar sesuai dengan manfaat dan
kebutuhannya dan supaya tidak
terjadi miss communication antara
perencana maupun pelaksana.
Gambar Perencanaan (As Plan Drawing)

Gambar perencanaan atau As Plan Drawing adalah gambar


yang dibuat oleh arsitek dan dibantu oleh konsultasi
engineer struktur, mekanikal dan elektrikal secara rinci
meliputi denah terlihat, potongan dan seringkali dilengkapi
gambar 3D.

Gambar perencanaan berisi gagasan seorang perencana


yang bertujuan sebagai perangkat komunikasi perencana
untuk owner atau si pemberi tugas sampai-sampai dia tau
sejauh mana bangunan yang bakal direncanakan itu
memenuhi kemauan dan kebutuhanya.

Gambar Tender (Construction Bidding)

Gambar tender ialah gambar yang dibuat


setelah gambar perencanaan. Gambar tender
lebih menyeluruh dari gambar perencanaan
karena sebagai pelengkap dokumen tender
yang berisi uraian pekerjaan, spesifikasi teknis
untuk lelang untuk para kontraktor, sehingga
semua kontraktor dapat memahami dan
menghitung analisa volume dan harga suatu
gedung yang bakal dibangun.
Gambar Konstruksi (Construction Drawing)

Tahap selanjutnya adalah gambar konstruksi


bangunan untuk memulai pembangunan
(konstruksi) setelah pemilihan kontraktor. Gambar
ini penyempurnaan dari gambar tender yang
biasanya antara uraian pekerjaan, spesifikasi
teknis dan gambar ada perbedaan.

Setelah disepakati pada ketika tender maka


perubahan dituangkan dalam gambar konstruksi
ini. Gambar ini menjadi acuan untuk kontraktor
untuk melaksanakan pekerjaan dan menjadi dasar
pihak ketiga.

Gambar Kerja ( Shop Drawing )

Gambar kerja dibuat oleh kontraktor atau pelaksana


sebagai acuan kerja di lapangan. Shop drawing atau
gambar kerja adalah gambar teknis lapangan yang dipakai
untuk acuan pelaksanaan suatu pekerjaan. Gambar-
gambar ini bersifat detail dan menjadi pedoman
pelaksana atau pemborong dalam melaksanakan
pekerjaan suatu proyek.
Gambar Jadi ( As Built Drawing )

Gambar jadi atau As Built Drawing dibuat oleh


kontraktor atau pelaksana dengan persetujuan
Penyedia Jasa / Owner . Gambar jadi adalah gambar
yang dibuat sesuai kondisi terbangun di lapangan
setelah mengadopsi semua perubahan yang terjadi
(spesifikasi dan gambar) selama proses konstruksi
yang menunjukkan dimensi, geometri, dan lokasi
yang aktual atas semua elemen proyek.
Setelah memperoleh dokumen gambar konstruksi,
Tujuan gambar ini adalah sebagai pedoman selanjutnya quantity surveyor harus mempelajari dokumen
pengoperasian bangunan yang dibuat dari shop gambar tersebut.
drawing dimana telah mengadopsi perubahan yang Dibutuhkan ketrampilan untuk membaca dan
dilakukan pada saat konstruksi dimana perubahan menginterpretasi gambar-gambar konstruksi sehingga
tersebut ditandai secara khusus. semua gambar yang diperoleh dapat dipahami secara utuh
dan terintegrasi.
Dalam pelaksanaannya, bisa terjadi beberapa jenis
gambar konstruksi bangunan di atas ditiadakan Dengan demikian tujuan dari mempelajari dokumen
dengan alasan untuk menghemat waktu dan biaya, gambar konstruksi :
tergantung pada perjanjian yang dilakukan antara
pemilik pekerjaan dengan kontraktor. memperoleh semua dimensi item pekerjaan yang
dibutuhkan
memastikan bahwa semua dimensi item pekerjaan
tersebut telah sesuai dengan dimensi keseluruhan
pekerjaan
menemukan kesalahan atau kekeliruan dimensi yang
mungkin terjadi dan mengonfirmasikannya kepada
arsitek.
Bidding

Bidding / Penawaran adalah fase khas dari


proses konstruksi dimana arsitek bekerja
dengan klien untuk menawar proyek ke satu
atau lebih kontraktor.

Setelah semua proses perancangan selesai,


gambar kerja sudah lengkap, dan RAB sudah
dihitung dengan rinci, sekarang waktunya
untuk mencari kontraktor pelaksana
pembangunan. Salah satu caranya adalah
dengan mengadakan tender kontraktor.
Tender dilakukan untuk menyeleksi dan
menetapkan calon kontraktor yang akan
melaksanakan dan menyelesaikan semua
desain sesuai gambar kerja yang telah
disetujui.

Menurut Perpres No. 16 Tahun 2018, tender adalah metode pemilihan untuk mendapatkan penyedia
barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
tender adalah tawaran untuk mengajukan harga, memborong pekerjaan, atau menyediakan barang.
Aktivitas tender ini melibatkan dua pihak dimana Anda berperan sebagai penyelenggara sedangkan
pihak satunya sebagai vendor atau penyedia barang/jasa.
DASAR-DASAR PROSES PENAWARAN / BIDDING

Dokumen Konstruksi Selesai

Mengiklankan Proyek (secara luas atau kepada penawar yang diundang)

Periode Tanya Jawab Penawaran

Penerimaan Penawaran

Evaluasi dan Seleksi

Negosiasi Kontrak & Mulai


Persiapan Sebelum Memulai Tender
1. Memiliki gambar desain lengkap dan rancangan anggaran biaya
2. Memiliki cukup modal/dana
3. Mencari beberapa kandidat kontraktor

Suasana penandatanganan kontrak antara Sudin Dikmen dan Kontraktor di


Dengan diadakannya Gedung B Kantor Walikota Jakarta Barat

tender kontraktor ini,


diharapkan mendapat
penawaran biaya dan
waktu konstruksi yang Pada tahap tender, arsitek juga membantu klien secara menyeluruh atau sebagian pada saat :
wajar dan memenuhi
mempersiapkan Dokumen Tender
persyaratan teknis melakukan prakualifikasi seleksi pelaksana konstruksi
pelaksanaan pekerjaan membagikan Dokumen Tender kepada peserta tender
sehingga proses dan memberikan penjelasan teknis dan lingkup pekerjaan
hasil konstruksi dapat menerima penawaran biaya dari pelaksana konstruksi
melakukan penilaian atas penawaran tersebut
dipertanggungjawabkan
memberikan nasihat dan rekomendasi pemilihan pelaksanaan konstruksi kepada klien
dan dilaksanakan menyusun Perjanjian Kerja Konstruksi antara klien dan Pelaksana konstruksi
dengan baik dan benar.
Isi Berkas Tender yang harus disiapkan oleh pemilik proyek : Persyaratan Tender
yang diajukan oleh pemilik proyek :
Persyaratan tender
Landasan kerja kontraktor jumlah berkas
Sistem pembayaran dan retensi jumlah termin (progress nama dan alamat yang ditujukan
billings) yang tidak dibayar / ditahan hingga pemenuhan waktu pemasukan dokumen tender
kondisi yang ditentukan dalam kontrak untuk pembayaran kelengkapan dokumen tender
jumlah tersebut atau hingga telah diperbaiki. Besarnya nilai format rencana anggaran biaya
retensi biasanya sebesar 5% dari nilai kontrak proyek. masa berlaku surat penawaran
Pedoman kerja pemenang tender
Syarat teknik pekerjaan waktu pelaksanaan pekerjaan
masa pemeliharaan pekerjaan
uang jaminan
biaya asuransi

Kelengkapan dokumen tender Pedoman Kerja


yang harus diserahkan oleh peserta tender : yang melibatkan pemilik proyek dan kontraktor pemenang tender :

Surat penawaran hubungan antar pihak yang terlibat


Rekapitulasi Anggaran Biaya gambar yang digunakan
Rincian anggaran biaya hak dan kewajiban direksi proyek
rencana jadwal kerja hak dan kewajiban kontraktor
fotocopy akte pendirian perusahaan pemeriksaan termin pekerjaan
fotocopy anggaran dasar perusahaan
penyimpangan waktu kerja
struktur organisasi perusahaan
denda
kekayaan perusahaan
bukti proyek yang pernah dikerjakan pekerjaan tambah kurang
serah terima pekerjaan
pemutusan surat perjanjian kontrak kerja

Termin adalah cara pembayaran dalam dokumen perjanjian yang dikaitkan dengan prestasi
kemajuan pekerjaan atau sering disebut dengan bobot prestasi. Misalnya pembayaran termin
dilakukan pada setiap bobot pekerjaan dengan besarnya 25%, 25%,25%, 20%, dan terakhir 5%.
Pembayaran sebanyak 5% dilakukan setelah masa pemeliharaan selesai.
Construction Adminstration

Administrasi konstruksi adalah serangkaian


tugas administratif yang dilakukan oleh
seorang arsitek (atau badan pemerintahan
resmi) untuk membantu mengawasi tahap
konstruksi suatu proyek.

Seorang administrator konstruksi


memastikan pelaksanaan setiap tahap
konstruksi secara tepat waktu.
Administrator meninjau sampel atau
dokumen konstruksi untuk melihat bahwa
mereka mematuhi standar klien dan
mencatat detail penting ke dalam catatan
proyek.
Administrasi konstruksi penting karena menjamin
kelancaran proses pembangunan dari awal sampai
akhir. Ketika pekerjaan kontraktor hampir selesai,
mereka akan menyerahkan "daftar pukulan" item
untuk ditangani sebelum selesai. Arsitek akan
memutuskan apakah pekerjaan kontraktor yang
diselesaikan memenuhi harapan klien, dan jika
pembayaran dari klien jatuh tempo, atau jika
kontraktor perlu melakukan tugas tambahan untuk
menyelesaikan pekerjaan.

5 Elemen Administrasi Konstruksi


1. Meninjau paket pengiriman.

2. Menyetujui perintah perubahan.

3. Membangun penegakan kode.

4. Menemukan persediaan baru.

5. Pemecahan masalah
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai